0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em><strong><a>Artikel Sejarah Kelas 10</a></strong>ini membahas tentang kepercayaan manusia purba pada masa praaksara yang terdiri dari animisme, dinamisme, dan totemisme. </em></p>
1
<blockquote><p><em><strong><a>Artikel Sejarah Kelas 10</a></strong>ini membahas tentang kepercayaan manusia purba pada masa praaksara yang terdiri dari animisme, dinamisme, dan totemisme. </em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<p>Kamu tahu nggak sih guys kalau manusia yang hidup di zaman prasejarah atau praaksara itu, juga memiliki suatu sistem kepercayaan, lho.</p>
3
<p>Kamu tahu nggak sih guys kalau manusia yang hidup di zaman prasejarah atau praaksara itu, juga memiliki suatu sistem kepercayaan, lho.</p>
4
<p>Perkembangan ini muncul ketika manusia menemukan peradaban di antara sesuatu yang hidup dan sesuatu yang mati. Dapat dikatakan hidup jika sesuatu tersebut dapat bergerak dan sebaliknya, sesuatu yang dikatakan mati yaitu yang tidak dapat bergerak.</p>
4
<p>Perkembangan ini muncul ketika manusia menemukan peradaban di antara sesuatu yang hidup dan sesuatu yang mati. Dapat dikatakan hidup jika sesuatu tersebut dapat bergerak dan sebaliknya, sesuatu yang dikatakan mati yaitu yang tidak dapat bergerak.</p>
5
<p>Nah, dari perbedaan itulah manusia zaman praaksara ini mulai menyadari bahwa ada suatu kekuatan yang dapat menggerakkan sesuatu yang lainnya, hal itu disebut jiwa. Dari situlah mereka mencoba untuk mendekatkan diri dengan kekuatan-kekuatan tersebut.</p>
5
<p>Nah, dari perbedaan itulah manusia zaman praaksara ini mulai menyadari bahwa ada suatu kekuatan yang dapat menggerakkan sesuatu yang lainnya, hal itu disebut jiwa. Dari situlah mereka mencoba untuk mendekatkan diri dengan kekuatan-kekuatan tersebut.</p>
6
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Zaman Praaksara dan Corak Kehidupan Masyarakatnya | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
6
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Zaman Praaksara dan Corak Kehidupan Masyarakatnya | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
7
<p>Lalu bagaimana ya cara mereka mendekatkan diri? Jadi, dahulu sebelum agama masuk ke dalam kehidupan dan peradaban manusia, masyarakat praaksara ini mempercayai kalau<strong>pohon-pohon yang besar, mata air, batu dan lainnya itu ada yang menghuninya.</strong></p>
7
<p>Lalu bagaimana ya cara mereka mendekatkan diri? Jadi, dahulu sebelum agama masuk ke dalam kehidupan dan peradaban manusia, masyarakat praaksara ini mempercayai kalau<strong>pohon-pohon yang besar, mata air, batu dan lainnya itu ada yang menghuninya.</strong></p>
8
<p>Kemudian cara mereka mendekatkan diri dengan mengadakan berbagai macam upacara. Ada yang melakukannya dengan<strong>ritual pemujaan, pemberian sesaji, juga upacara-upacara ritual lainnya, banyak<em>deh</em>.</strong></p>
8
<p>Kemudian cara mereka mendekatkan diri dengan mengadakan berbagai macam upacara. Ada yang melakukannya dengan<strong>ritual pemujaan, pemberian sesaji, juga upacara-upacara ritual lainnya, banyak<em>deh</em>.</strong></p>
9
<p>Manusia-manusia pada zaman praaksara ini percaya bahwa para penghuni itu seringkali berdiam di tempat-tempat yang tinggi, dan mereka percaya kalau para roh itu akan turun, maka dari itu mereka kemudian menyediakan tempat untuk berkumpulnya para roh tersebut. Kemudian didirikanlah bangunan-bangunan megalitik, seperti salah satunya menhir.</p>
9
<p>Manusia-manusia pada zaman praaksara ini percaya bahwa para penghuni itu seringkali berdiam di tempat-tempat yang tinggi, dan mereka percaya kalau para roh itu akan turun, maka dari itu mereka kemudian menyediakan tempat untuk berkumpulnya para roh tersebut. Kemudian didirikanlah bangunan-bangunan megalitik, seperti salah satunya menhir.</p>
10
<p>Menhir. Sumber: hidupsimpel.com</p>
10
<p>Menhir. Sumber: hidupsimpel.com</p>
11
<p>Baiklah, di bawah ini ada beberapa tahap-tahap sistem kepercayaan manusia purba atau zaman praaksara yang perlu kamu ketahui.</p>
11
<p>Baiklah, di bawah ini ada beberapa tahap-tahap sistem kepercayaan manusia purba atau zaman praaksara yang perlu kamu ketahui.</p>
12
<h2><strong>1. Roh Nenek Moyang</strong></h2>
12
<h2><strong>1. Roh Nenek Moyang</strong></h2>
13
<p>Kepercayaan terhadap nenek moyang ini diduga<strong>muncul pada saat masyarakat zaman praaksara masih mengandalkan kehidupan berburu, mengumpulkan, serta meramu makanan.</strong></p>
13
<p>Kepercayaan terhadap nenek moyang ini diduga<strong>muncul pada saat masyarakat zaman praaksara masih mengandalkan kehidupan berburu, mengumpulkan, serta meramu makanan.</strong></p>
14
<p>Kepercayaan ini muncul ketika fenomena mimpi saat manusia tidur. Pada saat itu, manusia melihat dirinya berada di tempat yang berbeda dari tubuh jasmaninya. <strong>Mereka percaya bahwa tubuh yang berada di tempat lain itu adalah jiwa.</strong></p>
14
<p>Kepercayaan ini muncul ketika fenomena mimpi saat manusia tidur. Pada saat itu, manusia melihat dirinya berada di tempat yang berbeda dari tubuh jasmaninya. <strong>Mereka percaya bahwa tubuh yang berada di tempat lain itu adalah jiwa.</strong></p>
15
<p>Kemudian kepercayaan ini berkembang bahwa jiwa benar-benar telah terlepas dari jasmaninya.<em>Nah</em>, jiwa yang terlepas itu dianggap dapat berbuat sesuai kehendaknya. Berdasarkan hal tersebut, setiap ada pemimpin yang mati, roh atau jiwanya akan sangat dihormati dan dipuja-puja.</p>
15
<p>Kemudian kepercayaan ini berkembang bahwa jiwa benar-benar telah terlepas dari jasmaninya.<em>Nah</em>, jiwa yang terlepas itu dianggap dapat berbuat sesuai kehendaknya. Berdasarkan hal tersebut, setiap ada pemimpin yang mati, roh atau jiwanya akan sangat dihormati dan dipuja-puja.</p>
16
<h2><strong>2. Animisme</strong></h2>
16
<h2><strong>2. Animisme</strong></h2>
17
<p><strong>Animisme</strong> adalah tahap kelanjutan dari <strong>kepercayaan terhadap roh nenek moyang.</strong> Mereka mulai memahami sebab-sebab gejala alam yang terjadi.</p>
17
<p><strong>Animisme</strong> adalah tahap kelanjutan dari <strong>kepercayaan terhadap roh nenek moyang.</strong> Mereka mulai memahami sebab-sebab gejala alam yang terjadi.</p>
18
<p>Setelah mengetahui fenomena sebab gejala alam yang terjadi, mereka kemudian mencari pemecahan masalah atas fenomena tersebut. </p>
18
<p>Setelah mengetahui fenomena sebab gejala alam yang terjadi, mereka kemudian mencari pemecahan masalah atas fenomena tersebut. </p>
19
<p><em>Nah,</em>atas dasar perkembangan berpikirnya itu, manusia purba menganggap penyebab terjadinya fenomena-fenomena tersebut adalah roh, sebagai penentu dan pengatur alam semesta. Agar manusia purba itu dapat beraktifitas dengan tenang dan aman, mereka melakukan ritual pembacaan doa, pemberian sesaji, bahkan korban.</p>
19
<p><em>Nah,</em>atas dasar perkembangan berpikirnya itu, manusia purba menganggap penyebab terjadinya fenomena-fenomena tersebut adalah roh, sebagai penentu dan pengatur alam semesta. Agar manusia purba itu dapat beraktifitas dengan tenang dan aman, mereka melakukan ritual pembacaan doa, pemberian sesaji, bahkan korban.</p>
20
<h2><strong>3. Dinamisme</strong></h2>
20
<h2><strong>3. Dinamisme</strong></h2>
21
<p><strong>Dinamisme</strong> adalah kepercayaan bahwa <strong>segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan</strong> yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup.</p>
21
<p><strong>Dinamisme</strong> adalah kepercayaan bahwa <strong>segala sesuatu mempunyai tenaga atau kekuatan</strong> yang dapat memengaruhi keberhasilan atau kegagalan usaha manusia dalam mempertahankan hidup.</p>
22
<p>Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam benda-benda seperti keris, patung, gunung, pohon besar, dll. Untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut, mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya.</p>
22
<p>Mereka percaya terhadap kekuatan gaib dan kekuatan itu dapat menolong mereka. Kekuatan gaib itu terdapat di dalam benda-benda seperti keris, patung, gunung, pohon besar, dll. Untuk mendapatkan pertolongan kekuatan gaib tersebut, mereka melakukan upacara pemberian sesaji, atau ritual lainnya.</p>
23
<h2>4. Totemisme</h2>
23
<h2>4. Totemisme</h2>
24
<p><strong>Totemisme</strong> adalah kepercayaan bahwa <strong>hewan tertentu dianggap suci</strong> dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci antara lain sapi, ular, dan harimau.</p>
24
<p><strong>Totemisme</strong> adalah kepercayaan bahwa <strong>hewan tertentu dianggap suci</strong> dan dipuja karena memiliki kekuatan supranatural. Hewan yang dianggap suci antara lain sapi, ular, dan harimau.</p>
25
<p><strong>Baca Juga: <a>Pembabakan Zaman Praaksara Berdasarkan Arkeologi</a></strong></p>
25
<p><strong>Baca Juga: <a>Pembabakan Zaman Praaksara Berdasarkan Arkeologi</a></strong></p>
26
<h2>5. Monoisme</h2>
26
<h2>5. Monoisme</h2>
27
<p><strong>Monoisme atau monoteisme</strong>adalah tingkat akhir dalam evolusi kepercayaan manusia. Monoisme merupakan sebuah kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.</p>
27
<p><strong>Monoisme atau monoteisme</strong>adalah tingkat akhir dalam evolusi kepercayaan manusia. Monoisme merupakan sebuah kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.</p>
28
<p>Pada tingkat ini, manusia mulai berpikir atas apa yang selama ini dialaminya. Mulai dari pertanyaan siapa yang menghidupkan dan mematikan manusia, siapa yang menghidupkan tumbuhan, siapa yang menciptakan binatang, juga bulan dan matahari.</p>
28
<p>Pada tingkat ini, manusia mulai berpikir atas apa yang selama ini dialaminya. Mulai dari pertanyaan siapa yang menghidupkan dan mematikan manusia, siapa yang menghidupkan tumbuhan, siapa yang menciptakan binatang, juga bulan dan matahari.</p>
29
<p>Berdasarkan pertanyaan itu, manusia membuat kesimpulan bahwa ada kekuatan yang maha besar dan tidak tertandingi oleh kekuatan manusia.</p>
29
<p>Berdasarkan pertanyaan itu, manusia membuat kesimpulan bahwa ada kekuatan yang maha besar dan tidak tertandingi oleh kekuatan manusia.</p>
30
<p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Sejarah Nenek Moyang Bangsa Indonesia | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
30
<p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Sejarah Nenek Moyang Bangsa Indonesia | Sejarah Kelas 10</a></strong></p>
31
<p><em>Wah</em>menarik ya<em>guys</em>. Dengan melihat tahapan-tahapan sistem kepercayaan manusia tadi, kita akhirnya tahu bahwa manusia adalah makhluk dengan proses berpikir yang terus berkembang. Tentu saja, semua itu muncul atas dasar rasionalitas manusia dalam merespon fenomena yang terjadi.</p>
31
<p><em>Wah</em>menarik ya<em>guys</em>. Dengan melihat tahapan-tahapan sistem kepercayaan manusia tadi, kita akhirnya tahu bahwa manusia adalah makhluk dengan proses berpikir yang terus berkembang. Tentu saja, semua itu muncul atas dasar rasionalitas manusia dalam merespon fenomena yang terjadi.</p>
32
<p>Kalau kamu ingin memelajari materi lain dengan lebih seru,<em>yuk</em>segera tonton video pembelajaran animasi di <a><strong>ruangbelajar!</strong></a></p>
32
<p>Kalau kamu ingin memelajari materi lain dengan lebih seru,<em>yuk</em>segera tonton video pembelajaran animasi di <a><strong>ruangbelajar!</strong></a></p>
33
<p><strong>Referensi:</strong></p>
33
<p><strong>Referensi:</strong></p>
34
<p>Gunawan, Restu, Amurwani Dwi Lestariningsih, dan Sardiman. (2017) Sejarah Indonesia Kelas X Untuk SMA/MA/SMK/MAK. Kurikulum 13 Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.</p>
34
<p>Gunawan, Restu, Amurwani Dwi Lestariningsih, dan Sardiman. (2017) Sejarah Indonesia Kelas X Untuk SMA/MA/SMK/MAK. Kurikulum 13 Revisi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.</p>
35
<p><strong>Sumber Foto:</strong></p>
35
<p><strong>Sumber Foto:</strong></p>
36
<p>Williamsaitama, (2020). Menhir [online]. Available at: https://hidupsimpel.com/peninggalan-zaman-praaksara/ (Accessed: 12 November 2020)</p>
36
<p>Williamsaitama, (2020). Menhir [online]. Available at: https://hidupsimpel.com/peninggalan-zaman-praaksara/ (Accessed: 12 November 2020)</p>
37
37