HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p><em>Artikel ini berisi latihan soal PTS (Penilaian Tengah Semester) kelas 11 SMA IPS untuk semester genap tahun 2025 lengkap dengan pembahasannya.</em></p>
1 <p><em>Artikel ini berisi latihan soal PTS (Penilaian Tengah Semester) kelas 11 SMA IPS untuk semester genap tahun 2025 lengkap dengan pembahasannya.</em></p>
2 <p>-</p>
2 <p>-</p>
3 <h2><strong>MATEMATIKA WAJIB</strong></h2>
3 <h2><strong>MATEMATIKA WAJIB</strong></h2>
4 <p><strong>Topik :<a>Limit I</a></strong></p>
4 <p><strong>Topik :<a>Limit I</a></strong></p>
5 <p><strong>Subtopik : Konsep Limit</strong></p>
5 <p><strong>Subtopik : Konsep Limit</strong></p>
6 <p><strong>Level Kognitif : LOTS</strong></p>
6 <p><strong>Level Kognitif : LOTS</strong></p>
7 <p>1. =</p>
7 <p>1. =</p>
8 <p>A. 2</p>
8 <p>A. 2</p>
9 <p>B. 4</p>
9 <p>B. 4</p>
10 <p>C. -2</p>
10 <p>C. -2</p>
11 <p>D. 8</p>
11 <p>D. 8</p>
12 <p>E. -4</p>
12 <p>E. -4</p>
13 <p><strong>Jawaban : A</strong></p>
13 <p><strong>Jawaban : A</strong></p>
14 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
14 <p><strong>Pembahasan :</strong></p>
15 <p>Perhatikan bahwa</p>
15 <p>Perhatikan bahwa</p>
16 <p><strong>Topik : Limit I</strong></p>
16 <p><strong>Topik : Limit I</strong></p>
17 <p><strong>Subtopik : Limit Aljabar</strong></p>
17 <p><strong>Subtopik : Limit Aljabar</strong></p>
18 <p><strong>Level Kognitif : HOTS (C4)</strong></p>
18 <p><strong>Level Kognitif : HOTS (C4)</strong></p>
19 <p>2.</p>
19 <p>2.</p>
20 <p>A. -1</p>
20 <p>A. -1</p>
21 <p>B. 1</p>
21 <p>B. 1</p>
22 <p>C. 4</p>
22 <p>C. 4</p>
23 <p>D. 6</p>
23 <p>D. 6</p>
24 <p>E. 8</p>
24 <p>E. 8</p>
25 <p><strong>Jawaban C</strong></p>
25 <p><strong>Jawaban C</strong></p>
26 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
26 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
27 <p>Perhatikan bahwa</p>
27 <p>Perhatikan bahwa</p>
28 <p>Jadi,</p>
28 <p>Jadi,</p>
29 <p>3. Nilai dari adalah ….</p>
29 <p>3. Nilai dari adalah ….</p>
30 <p>A. 2</p>
30 <p>A. 2</p>
31 <p>B. 1</p>
31 <p>B. 1</p>
32 <p>C. 0</p>
32 <p>C. 0</p>
33 <p>D. -1</p>
33 <p>D. -1</p>
34 <p>E. -2</p>
34 <p>E. -2</p>
35 <p><strong>Jawaban: E</strong></p>
35 <p><strong>Jawaban: E</strong></p>
36 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
36 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
37 <p>Ingat sifat aljabar</p>
37 <p>Ingat sifat aljabar</p>
38 <p>Kemudian, perhatikan perhitungan berikut ini!</p>
38 <p>Kemudian, perhatikan perhitungan berikut ini!</p>
39 <p>Dengan demikian, nilai dari adalah -2.</p>
39 <p>Dengan demikian, nilai dari adalah -2.</p>
40 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</p>
40 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</p>
41 <p>4. Nilai dari adalah ….</p>
41 <p>4. Nilai dari adalah ….</p>
42 <p>A. -5</p>
42 <p>A. -5</p>
43 <p>B. -4</p>
43 <p>B. -4</p>
44 <p>C. 4</p>
44 <p>C. 4</p>
45 <p>D. 5</p>
45 <p>D. 5</p>
46 <p>E. 10</p>
46 <p>E. 10</p>
47 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
47 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
48 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
48 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
49 <p>Ingat bahwa sehingga diperoleh perhitungan berikut.</p>
49 <p>Ingat bahwa sehingga diperoleh perhitungan berikut.</p>
50 <p>Dengan demikian, nilai dari adalah -4.</p>
50 <p>Dengan demikian, nilai dari adalah -4.</p>
51 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
51 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
52 <p><strong>Topik : Turunan</strong></p>
52 <p><strong>Topik : Turunan</strong></p>
53 <p><strong>Subtopik : Kondisi Optimum</strong></p>
53 <p><strong>Subtopik : Kondisi Optimum</strong></p>
54 <p><strong>Level Kognitif : HOTS (C4)</strong></p>
54 <p><strong>Level Kognitif : HOTS (C4)</strong></p>
55 <p>5. Rendi bermain bola kasti dengan teman-temannya. Kecepatan Rendi melempar bola kasti kepada temannya adalah Jarak bola setelah<em>t</em>sekon dinyatakan dengan fungsi Jarak maksimum Rendi dengan lawannya saat Rendi melempar bola sehingga bola tersebut dapat mengenai lawannya adalah….</p>
55 <p>5. Rendi bermain bola kasti dengan teman-temannya. Kecepatan Rendi melempar bola kasti kepada temannya adalah Jarak bola setelah<em>t</em>sekon dinyatakan dengan fungsi Jarak maksimum Rendi dengan lawannya saat Rendi melempar bola sehingga bola tersebut dapat mengenai lawannya adalah….</p>
56 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
56 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
57 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
57 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
58 <p>Jarak maksimum dapat dicapai saat</p>
58 <p>Jarak maksimum dapat dicapai saat</p>
59 <p>karena<em>t</em>tidak mungkin negatif, maka kita pilih<em>t =</em>2</p>
59 <p>karena<em>t</em>tidak mungkin negatif, maka kita pilih<em>t =</em>2</p>
60 <p>Kemudian kita cari nilai dari<em>s </em>(2)</p>
60 <p>Kemudian kita cari nilai dari<em>s </em>(2)</p>
61 <p>Jadi, Jarak maksimum Rendi dengan lawannya saat Rendi melempar bola sehingga bola tersebut dapat mengenai lawannya adalah 85,34<em>dm </em>atau 8,5<em>m.</em></p>
61 <p>Jadi, Jarak maksimum Rendi dengan lawannya saat Rendi melempar bola sehingga bola tersebut dapat mengenai lawannya adalah 85,34<em>dm </em>atau 8,5<em>m.</em></p>
62 <p>Baca Juga:<a>Memahami Konsep Turunan Fungsi Aljabar</a></p>
62 <p>Baca Juga:<a>Memahami Konsep Turunan Fungsi Aljabar</a></p>
63 <p><strong>Topik : Turunan</strong></p>
63 <p><strong>Topik : Turunan</strong></p>
64 <p><strong>Subtopik : Garis Singgung</strong></p>
64 <p><strong>Subtopik : Garis Singgung</strong></p>
65 <p><strong>Level Kognitif : LOTS</strong></p>
65 <p><strong>Level Kognitif : LOTS</strong></p>
66 <p>6. Persamaan garis singgung kurva yang sejajar dengan</p>
66 <p>6. Persamaan garis singgung kurva yang sejajar dengan</p>
67 <p>adalah ….</p>
67 <p>adalah ….</p>
68 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
68 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
69 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
69 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
70 <p>● Akan dicari gradien (<em>m</em>)</p>
70 <p>● Akan dicari gradien (<em>m</em>)</p>
71 <p>Karena persamaan garis singgung yang diminta adalah yang sejajar dengan , maka gradiennya akan sama dengan</p>
71 <p>Karena persamaan garis singgung yang diminta adalah yang sejajar dengan , maka gradiennya akan sama dengan</p>
72 <p>.</p>
72 <p>.</p>
73 <p>Jadi gradiennya adalah<em>m</em>= 2</p>
73 <p>Jadi gradiennya adalah<em>m</em>= 2</p>
74 <p>● Akan dicari titik yang dilewati oleh garis singgung</p>
74 <p>● Akan dicari titik yang dilewati oleh garis singgung</p>
75 <p>Karena gradiennya 2, maka 2 = 2<em>x</em>- 4.</p>
75 <p>Karena gradiennya 2, maka 2 = 2<em>x</em>- 4.</p>
76 <p>diperoleh nilai<em>x </em>= 3</p>
76 <p>diperoleh nilai<em>x </em>= 3</p>
77 <p>Untuk mendapatkan nilai<em>y</em>kita substitusikan<em>x</em>= 3 ke kurva</p>
77 <p>Untuk mendapatkan nilai<em>y</em>kita substitusikan<em>x</em>= 3 ke kurva</p>
78 <p>Jadi titik yang dilewati garis singgung adalah (3, 16)</p>
78 <p>Jadi titik yang dilewati garis singgung adalah (3, 16)</p>
79 <p>● Jadi persamaan garis singgung yang melalui titik (3, 16) dan<em>m</em>= 2 adalah :</p>
79 <p>● Jadi persamaan garis singgung yang melalui titik (3, 16) dan<em>m</em>= 2 adalah :</p>
80 <p><strong>Topik : Turunan</strong></p>
80 <p><strong>Topik : Turunan</strong></p>
81 <p><strong>Subtopik : Kondisi Optimum</strong></p>
81 <p><strong>Subtopik : Kondisi Optimum</strong></p>
82 <p><strong>Level Kognitif : HOTS</strong></p>
82 <p><strong>Level Kognitif : HOTS</strong></p>
83 <p>7. Biaya produksi kain batik sepanjang<em>x</em>meter dinyatakan dengan fungsi ribu rupiah. Jika semua kain batik tersebut dijual dengan harga ribu rupiah maka panjang kain batik yang diproduksi agar memperoleh laba maksimum adalah ….</p>
83 <p>7. Biaya produksi kain batik sepanjang<em>x</em>meter dinyatakan dengan fungsi ribu rupiah. Jika semua kain batik tersebut dijual dengan harga ribu rupiah maka panjang kain batik yang diproduksi agar memperoleh laba maksimum adalah ….</p>
84 <p>A. 15 m</p>
84 <p>A. 15 m</p>
85 <p>B. 25 m</p>
85 <p>B. 25 m</p>
86 <p>C. 30 m</p>
86 <p>C. 30 m</p>
87 <p>D. 50 m</p>
87 <p>D. 50 m</p>
88 <p>E. 60 m</p>
88 <p>E. 60 m</p>
89 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
89 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
90 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
90 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
91 <p>● Biaya produksi:</p>
91 <p>● Biaya produksi:</p>
92 <p>● Harga jual:</p>
92 <p>● Harga jual:</p>
93 <p>● Laba = Harga Jual - Biaya Produksi</p>
93 <p>● Laba = Harga Jual - Biaya Produksi</p>
94 <p>● Laba maksimum adalah turunan dari , yaitu:</p>
94 <p>● Laba maksimum adalah turunan dari , yaitu:</p>
95 <p>Jadi, kain batik yang diproduksi adalah 30 m.</p>
95 <p>Jadi, kain batik yang diproduksi adalah 30 m.</p>
96 <h2><strong>GEOGRAFI</strong></h2>
96 <h2><strong>GEOGRAFI</strong></h2>
97 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Dinamika Kependudukan Penduduk di Indonesia</a></strong></p>
97 <p><strong>Topik</strong><strong>:<a>Dinamika Kependudukan Penduduk di Indonesia</a></strong></p>
98 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan 1</strong></p>
98 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan 1</strong></p>
99 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
99 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
100 <p>8. Secara etimologi, demografi berasal dari bahasa latin, yaitu<em>demographie.</em> Kata<em>graphie</em>memiliki arti ….</p>
100 <p>8. Secara etimologi, demografi berasal dari bahasa latin, yaitu<em>demographie.</em> Kata<em>graphie</em>memiliki arti ….</p>
101 <p>A. catatan</p>
101 <p>A. catatan</p>
102 <p>B. tulisan</p>
102 <p>B. tulisan</p>
103 <p>C. laporan</p>
103 <p>C. laporan</p>
104 <p>D. perhitungan</p>
104 <p>D. perhitungan</p>
105 <p>E. penduduk</p>
105 <p>E. penduduk</p>
106 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
106 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
107 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
107 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
108 <p>Secara etimologi, demografi berasal dari bahasa latin, yaitu<em>demographie</em>yaitu terdiri dari dua kata<em>demos</em>dan<em>graphien.</em> kata<em>demos</em>berarti penduduk dan<em>graphien</em>berarti catatan atau bahasan tentang sesuatu. Jadi, demografi dapat diartikan sebagai tulisan-tulisan tentang rakyat atau penduduk mengenai kelahiran (natalitas), perkawinan, kematian (mortalitas) dan perpindahan (mobilitas /migrasi). Jawaban yang tepat adalah A.</p>
108 <p>Secara etimologi, demografi berasal dari bahasa latin, yaitu<em>demographie</em>yaitu terdiri dari dua kata<em>demos</em>dan<em>graphien.</em> kata<em>demos</em>berarti penduduk dan<em>graphien</em>berarti catatan atau bahasan tentang sesuatu. Jadi, demografi dapat diartikan sebagai tulisan-tulisan tentang rakyat atau penduduk mengenai kelahiran (natalitas), perkawinan, kematian (mortalitas) dan perpindahan (mobilitas /migrasi). Jawaban yang tepat adalah A.</p>
109 <p><strong>Topik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan Penduduk di Indonesia</strong></p>
109 <p><strong>Topik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan Penduduk di Indonesia</strong></p>
110 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan 1</strong></p>
110 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Dinamika Kependudukan 1</strong></p>
111 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
111 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
112 <p>9. Berikut macam-macam piramida penduduk!</p>
112 <p>9. Berikut macam-macam piramida penduduk!</p>
113 <p>a) Konstruktif</p>
113 <p>a) Konstruktif</p>
114 <p>b) Ekspansif</p>
114 <p>b) Ekspansif</p>
115 <p>c) Stasioner</p>
115 <p>c) Stasioner</p>
116 <p>Ciri-ciri:</p>
116 <p>Ciri-ciri:</p>
117 <p>1) jumlah penduduk berdasarkan usia relatif seimbang</p>
117 <p>1) jumlah penduduk berdasarkan usia relatif seimbang</p>
118 <p>2) jumlah penduduk usia produktif sangat tinggi</p>
118 <p>2) jumlah penduduk usia produktif sangat tinggi</p>
119 <p>3) pertumbuhan penduduknya sangat cepat</p>
119 <p>3) pertumbuhan penduduknya sangat cepat</p>
120 <p>4) jumlah penduduk usia muda tidak sebanyak penduduk usia produktif</p>
120 <p>4) jumlah penduduk usia muda tidak sebanyak penduduk usia produktif</p>
121 <p>5) usia tua jumlahnya sangat sedikit dibanding usia produktif dan usia muda</p>
121 <p>5) usia tua jumlahnya sangat sedikit dibanding usia produktif dan usia muda</p>
122 <p>6) tingkat kelahiran dan tingkat kematiannya rendah</p>
122 <p>6) tingkat kelahiran dan tingkat kematiannya rendah</p>
123 <p>Pasangan yang tepat antara bentuk piramida dan ciri-cirinya adalah….</p>
123 <p>Pasangan yang tepat antara bentuk piramida dan ciri-cirinya adalah….</p>
124 <p>A. (a) dan (2), (b) dan (5), (c) dan (4)</p>
124 <p>A. (a) dan (2), (b) dan (5), (c) dan (4)</p>
125 <p>B. (a) dan (2), (b) dan (3), (c) dan (1)</p>
125 <p>B. (a) dan (2), (b) dan (3), (c) dan (1)</p>
126 <p>C. (a) dan (3), (b) dan (6), (c) dan (6)</p>
126 <p>C. (a) dan (3), (b) dan (6), (c) dan (6)</p>
127 <p>D. (a) dan (3), (b) dan (6), (c) dan (1)</p>
127 <p>D. (a) dan (3), (b) dan (6), (c) dan (1)</p>
128 <p>E. (a) dan (5), (b) dan (3), (c) dan (4)</p>
128 <p>E. (a) dan (5), (b) dan (3), (c) dan (4)</p>
129 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
129 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
130 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
130 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
131 <p>Perhatikan bentuk-bentuk piramida berikut!</p>
131 <p>Perhatikan bentuk-bentuk piramida berikut!</p>
132 <p>sumber: edoc.tips</p>
132 <p>sumber: edoc.tips</p>
133 <p>Berdasarkan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin, karakteristik penduduk suatu negara dapat dibedakan menjadi tiga bentuk piramida, yaitu:</p>
133 <p>Berdasarkan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin, karakteristik penduduk suatu negara dapat dibedakan menjadi tiga bentuk piramida, yaitu:</p>
134 <p><strong>● Piramida bentuk limas/ekspansif/muda.</strong></p>
134 <p><strong>● Piramida bentuk limas/ekspansif/muda.</strong></p>
135 <p>Sebagian besar penduduknya berada dalam kelompok umur muda. Pertumbuhan penduduk juga sangat tinggi. Contoh negara Filipina dan Indonesia.</p>
135 <p>Sebagian besar penduduknya berada dalam kelompok umur muda. Pertumbuhan penduduk juga sangat tinggi. Contoh negara Filipina dan Indonesia.</p>
136 <p><strong>● Piramida bentuk granat/stationer/dewasa.</strong></p>
136 <p><strong>● Piramida bentuk granat/stationer/dewasa.</strong></p>
137 <p>komposisi jumlah penduduk menurut usia relatif seimbang kecuali pada kelompok umur diatas 80 tahun yang menurun. Selain itu, tingkat kelahiran serta kematian rendah. Contoh negara Jerman, Belanda, dan Perancis.</p>
137 <p>komposisi jumlah penduduk menurut usia relatif seimbang kecuali pada kelompok umur diatas 80 tahun yang menurun. Selain itu, tingkat kelahiran serta kematian rendah. Contoh negara Jerman, Belanda, dan Perancis.</p>
138 <p><strong>● Piramida bentuk batu nisan/konstruktif/tua.</strong></p>
138 <p><strong>● Piramida bentuk batu nisan/konstruktif/tua.</strong></p>
139 <p>Penduduk usia muda jumlahnya lebih sedikit dibanding usia produktif. Tingkat kelahiran dan tingkat kematian rendah. Contoh negara Jepang dan Swedia.</p>
139 <p>Penduduk usia muda jumlahnya lebih sedikit dibanding usia produktif. Tingkat kelahiran dan tingkat kematian rendah. Contoh negara Jepang dan Swedia.</p>
140 <p><strong>Jawaban yang tepat adalah pilihan C.</strong></p>
140 <p><strong>Jawaban yang tepat adalah pilihan C.</strong></p>
141 <p><strong>Topik</strong><strong>: Keragaman Budaya Indonesia</strong></p>
141 <p><strong>Topik</strong><strong>: Keragaman Budaya Indonesia</strong></p>
142 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pembentukan Kebudayaan Indonesia</strong></p>
142 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pembentukan Kebudayaan Indonesia</strong></p>
143 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
143 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
144 <p>10. Suku Duano memiliki ciri permukiman panggung yang menyusuri garis sungai dan berada di tepi muara Sungai Batanghari. Berdasarkan ciri tersebut, faktor yang memengaruhi keragaman budaya Suku Duano adalah ….</p>
144 <p>10. Suku Duano memiliki ciri permukiman panggung yang menyusuri garis sungai dan berada di tepi muara Sungai Batanghari. Berdasarkan ciri tersebut, faktor yang memengaruhi keragaman budaya Suku Duano adalah ….</p>
145 <p>A. letak geografis</p>
145 <p>A. letak geografis</p>
146 <p>B. posisi strategis</p>
146 <p>B. posisi strategis</p>
147 <p>C. ekologis</p>
147 <p>C. ekologis</p>
148 <p>D. letak astronomis</p>
148 <p>D. letak astronomis</p>
149 <p>E. pengaruh nenek moyang</p>
149 <p>E. pengaruh nenek moyang</p>
150 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
150 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
151 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
151 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
152 <p>Suku Duano yang tinggal di sekitar sisi hingga muara Sungai Batanghari dengan ciri bangunan panggung merupakan keragaman budaya yang terbentuk karena faktor letak geografis. Letak geografi Suku Duano berada disekitar sisi sungai, sehingga memengaruhi corak dan kebiasaan masyarakat Suku Duano yang bekerja sebagai nelayan dengan rumah bertipe panggung. Jawaban yang tepat adalah A.</p>
152 <p>Suku Duano yang tinggal di sekitar sisi hingga muara Sungai Batanghari dengan ciri bangunan panggung merupakan keragaman budaya yang terbentuk karena faktor letak geografis. Letak geografi Suku Duano berada disekitar sisi sungai, sehingga memengaruhi corak dan kebiasaan masyarakat Suku Duano yang bekerja sebagai nelayan dengan rumah bertipe panggung. Jawaban yang tepat adalah A.</p>
153 <p>Baca Juga:<a>Keragaman Budaya Indonesia dalam Menyambut Ramadan dan Idulfitri</a></p>
153 <p>Baca Juga:<a>Keragaman Budaya Indonesia dalam Menyambut Ramadan dan Idulfitri</a></p>
154 <p><strong>Topik</strong><strong>: Keragaman Budaya Indonesia</strong></p>
154 <p><strong>Topik</strong><strong>: Keragaman Budaya Indonesia</strong></p>
155 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Persebaran Kebudayaan Indonesia</strong></p>
155 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Persebaran Kebudayaan Indonesia</strong></p>
156 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
156 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
157 <p>11. Perhatikan gambar berikut!</p>
157 <p>11. Perhatikan gambar berikut!</p>
158 <p>sumber: infobudaya.net</p>
158 <p>sumber: infobudaya.net</p>
159 <p>Tarian pada gambar memiliki ciri khas seperti keceriaan, kesederhanaan, humoris dan semangat. Nama tarian tersebut adalah ….</p>
159 <p>Tarian pada gambar memiliki ciri khas seperti keceriaan, kesederhanaan, humoris dan semangat. Nama tarian tersebut adalah ….</p>
160 <p>A. tari pendet</p>
160 <p>A. tari pendet</p>
161 <p>B. tari tempurung</p>
161 <p>B. tari tempurung</p>
162 <p>C. tari piring</p>
162 <p>C. tari piring</p>
163 <p>D. tari kecak</p>
163 <p>D. tari kecak</p>
164 <p>E. tari jaipong</p>
164 <p>E. tari jaipong</p>
165 <p><strong>Jawaban: E</strong></p>
165 <p><strong>Jawaban: E</strong></p>
166 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
166 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
167 <p>Jaipong adalah salah satu jenis tarian Tradisional khas masyarakat Sunda Karawang, Jawa Barat yang mencirikan keceriaan, kesederhanaan, humoris dan semangat. Jaipong merupakan gabungan antara seni tradisi Karawang seperti pencak silat, topeng banjet, wayang golek, ketuk tilu dan lain-lain. Tahun 1976, Jaipong tumbuh pesat dimulai dengan adanya rekaman instrumen sederhana yang terdiri dari gendang, gong, ketuk, sinden atau juru kawih, jaipong mulai didistribusikan oleh H. Suanda di wilayah Karawang. Jaipong pada saat ini menjadi hiburan alternatif dari seni tradisional yang berkembang di kawasan Karawang, seperti pencak silat, wayang golek dan sebagainya. Jawaban yang tepat adalah E.</p>
167 <p>Jaipong adalah salah satu jenis tarian Tradisional khas masyarakat Sunda Karawang, Jawa Barat yang mencirikan keceriaan, kesederhanaan, humoris dan semangat. Jaipong merupakan gabungan antara seni tradisi Karawang seperti pencak silat, topeng banjet, wayang golek, ketuk tilu dan lain-lain. Tahun 1976, Jaipong tumbuh pesat dimulai dengan adanya rekaman instrumen sederhana yang terdiri dari gendang, gong, ketuk, sinden atau juru kawih, jaipong mulai didistribusikan oleh H. Suanda di wilayah Karawang. Jaipong pada saat ini menjadi hiburan alternatif dari seni tradisional yang berkembang di kawasan Karawang, seperti pencak silat, wayang golek dan sebagainya. Jawaban yang tepat adalah E.</p>
168 <p><strong>Topik</strong><strong>: Keragaman Budaya Indonesia</strong></p>
168 <p><strong>Topik</strong><strong>: Keragaman Budaya Indonesia</strong></p>
169 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pembentukan Kebudayaan Indonesia</strong></p>
169 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pembentukan Kebudayaan Indonesia</strong></p>
170 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
170 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
171 <p>12. Keseluruhan suatu sistem gagasan, tindakan, serta hasil karya manusia dalam kehidupan merupakan definisi kebudayaan yang dikemukakan oleh ….</p>
171 <p>12. Keseluruhan suatu sistem gagasan, tindakan, serta hasil karya manusia dalam kehidupan merupakan definisi kebudayaan yang dikemukakan oleh ….</p>
172 <p>A. Koentjaraningrat</p>
172 <p>A. Koentjaraningrat</p>
173 <p>B. Ki Hajar Dewantara</p>
173 <p>B. Ki Hajar Dewantara</p>
174 <p>C. Effat Al-Syarqawi</p>
174 <p>C. Effat Al-Syarqawi</p>
175 <p>D. Linton</p>
175 <p>D. Linton</p>
176 <p>E. Jensen</p>
176 <p>E. Jensen</p>
177 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
177 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
178 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
178 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
179 <p>Menurut Koentjaraningrat merupakan keseluruhan suatu sistem gagasan, tindakan, serta hasil karya manusia dalam kehidupan. Kebudayan juga dijadikan milik diri tiap manusia dengan belajar.</p>
179 <p>Menurut Koentjaraningrat merupakan keseluruhan suatu sistem gagasan, tindakan, serta hasil karya manusia dalam kehidupan. Kebudayan juga dijadikan milik diri tiap manusia dengan belajar.</p>
180 <p>Jawaban yang tepat adalah A.</p>
180 <p>Jawaban yang tepat adalah A.</p>
181 <p>Virus Corona yang mewabah di Wuhan menyebabkan kematian bahkan menjadi bencana nasional di negara Tiongkok. Virus yang ditularkan dari binatang liar ini menginfeksi manusia dan menyebar hingga ke negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, Singapura, dan Malaysia.</p>
181 <p>Virus Corona yang mewabah di Wuhan menyebabkan kematian bahkan menjadi bencana nasional di negara Tiongkok. Virus yang ditularkan dari binatang liar ini menginfeksi manusia dan menyebar hingga ke negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, Singapura, dan Malaysia.</p>
182 <p>Dalam istilah demografis, faktor yang mendorong kematian massal penduduk Wuhan akibat Virus Corona dinamakan ….</p>
182 <p>Dalam istilah demografis, faktor yang mendorong kematian massal penduduk Wuhan akibat Virus Corona dinamakan ….</p>
183 <p>A. antimortalitas</p>
183 <p>A. antimortalitas</p>
184 <p>B. promortalitas</p>
184 <p>B. promortalitas</p>
185 <p>C. antinatalitas</p>
185 <p>C. antinatalitas</p>
186 <p>D. pronatalitas</p>
186 <p>D. pronatalitas</p>
187 <p>E. bencana sosial</p>
187 <p>E. bencana sosial</p>
188 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
188 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
189 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
189 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
190 <p>Dinamika penduduk merupakan perubahan jumlah penduduk yang disebabkan oleh faktor alami dan non alami. Faktor alami meliputi kelahiran (natalitas) dan kematian (mortalitas), faktor non alami adalah migrasi. Jumlah penduduk akan bertambah akibat adanya faktor antimortalitas (penghambat) terjadinya kematian penduduk seperti fasilitas kesehatan yang memadai, gaya hidup sehat, dan lingkungan yang bersih dan sehat.</p>
190 <p>Dinamika penduduk merupakan perubahan jumlah penduduk yang disebabkan oleh faktor alami dan non alami. Faktor alami meliputi kelahiran (natalitas) dan kematian (mortalitas), faktor non alami adalah migrasi. Jumlah penduduk akan bertambah akibat adanya faktor antimortalitas (penghambat) terjadinya kematian penduduk seperti fasilitas kesehatan yang memadai, gaya hidup sehat, dan lingkungan yang bersih dan sehat.</p>
191 <p>Sementara itu, lawannya adalah promortalitas (pendukung) terjadinya kematian penduduk, seperti bencana alam, perang, minimnya fasilitas kesehatan dan wabah penyakit seperti virus korona.</p>
191 <p>Sementara itu, lawannya adalah promortalitas (pendukung) terjadinya kematian penduduk, seperti bencana alam, perang, minimnya fasilitas kesehatan dan wabah penyakit seperti virus korona.</p>
192 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
192 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
193 <p><strong>EKONOMI</strong></p>
193 <p><strong>EKONOMI</strong></p>
194 <p><strong>Topik</strong><strong>: APBN dan APBD</strong></p>
194 <p><strong>Topik</strong><strong>: APBN dan APBD</strong></p>
195 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengertian, Fungsi dan Tujuan APBN dan APBD</strong></p>
195 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengertian, Fungsi dan Tujuan APBN dan APBD</strong></p>
196 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
196 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
197 <p>13. Berikut ini yang merupakan pernyataan yang tepat mengenai APBN adalah ….</p>
197 <p>13. Berikut ini yang merupakan pernyataan yang tepat mengenai APBN adalah ….</p>
198 <p>A. rencana keuangan bulanan negara yang dibuat oleh pemeriintah pusat dan disetujui oleh DPRD</p>
198 <p>A. rencana keuangan bulanan negara yang dibuat oleh pemeriintah pusat dan disetujui oleh DPRD</p>
199 <p>B. rencana pengelolaan keuangan daerah yang ditetapkan setiap tahun dan dibuat oleh pemerintah daerah serta disetujui atau disahkan oleh DPRD</p>
199 <p>B. rencana pengelolaan keuangan daerah yang ditetapkan setiap tahun dan dibuat oleh pemerintah daerah serta disetujui atau disahkan oleh DPRD</p>
200 <p>C. rencana keuangan tahunan negara yang dibuat oleh pemerintah pusat dan disetujui oleh DPRD</p>
200 <p>C. rencana keuangan tahunan negara yang dibuat oleh pemerintah pusat dan disetujui oleh DPRD</p>
201 <p>D. rencana pengelolaan keuangan daerah yang ditetapkan setiap bulan dan dibuat oleh pemerintah daerah serta disetujui atau disahkan oleh DPRD</p>
201 <p>D. rencana pengelolaan keuangan daerah yang ditetapkan setiap bulan dan dibuat oleh pemerintah daerah serta disetujui atau disahkan oleh DPRD</p>
202 <p>E. Rencana kegiatan tahunan negara yang dibuat oleh pemerintah pusat dan disetujui oleh DPRD</p>
202 <p>E. Rencana kegiatan tahunan negara yang dibuat oleh pemerintah pusat dan disetujui oleh DPRD</p>
203 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
203 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
204 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
204 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
205 <p>Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan rencana keuangan tahunan negara yang dibuat oleh pemerintah pusat dan disetujui oleh DPR. Pada masa orde baru, APBN berlaku dari tanggal 1 April sampai dengan 31 Maret tahun berikutnya. Saat ini APBN dihitung sejak tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember.</p>
205 <p>Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan rencana keuangan tahunan negara yang dibuat oleh pemerintah pusat dan disetujui oleh DPR. Pada masa orde baru, APBN berlaku dari tanggal 1 April sampai dengan 31 Maret tahun berikutnya. Saat ini APBN dihitung sejak tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember.</p>
206 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perpajakan</strong></p>
206 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perpajakan</strong></p>
207 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Asas dan Sistem Pemungutan Pajak</strong></p>
207 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Asas dan Sistem Pemungutan Pajak</strong></p>
208 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
208 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
209 <p>14. Dalam melaksanakan pemungutan pajak harus diperhatikan efektivitas dan efisiensi, artinya mempertimbangkan agar biaya pemungutan pajak tidak melebihi hasil pemungutan pajak. Prinsip yang tepat berdasarkan pernyataan tersebut adalah ….</p>
209 <p>14. Dalam melaksanakan pemungutan pajak harus diperhatikan efektivitas dan efisiensi, artinya mempertimbangkan agar biaya pemungutan pajak tidak melebihi hasil pemungutan pajak. Prinsip yang tepat berdasarkan pernyataan tersebut adalah ….</p>
210 <p>A. kesamaan</p>
210 <p>A. kesamaan</p>
211 <p>B. kepastian</p>
211 <p>B. kepastian</p>
212 <p>C. kelayakan</p>
212 <p>C. kelayakan</p>
213 <p>D. kepastian hukum</p>
213 <p>D. kepastian hukum</p>
214 <p>E. ekonomi</p>
214 <p>E. ekonomi</p>
215 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
215 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
216 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
216 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
217 <p>Dalam setiap pemungutan pajak, harus diperhatikan prinsip-prinsip atau asas-asas pemungutan pajak yang mengacu kepada prinsip pemungutan pajak. Salah satu prinsip pemungutan pajak tersebut adalah prinsip ekonomi. Prinsip ekonomi adalah prinsip yang harus mempertimbangkan bahwa pemungutan tidak melebihi hasil pemungutan pajak.</p>
217 <p>Dalam setiap pemungutan pajak, harus diperhatikan prinsip-prinsip atau asas-asas pemungutan pajak yang mengacu kepada prinsip pemungutan pajak. Salah satu prinsip pemungutan pajak tersebut adalah prinsip ekonomi. Prinsip ekonomi adalah prinsip yang harus mempertimbangkan bahwa pemungutan tidak melebihi hasil pemungutan pajak.</p>
218 <p>Perhatikan jenis-jenis pajak berikut ini!</p>
218 <p>Perhatikan jenis-jenis pajak berikut ini!</p>
219 <p>1. Pajak penghasilan</p>
219 <p>1. Pajak penghasilan</p>
220 <p>2. Pajak pertambahan nilai</p>
220 <p>2. Pajak pertambahan nilai</p>
221 <p>3. Pajak tontonan</p>
221 <p>3. Pajak tontonan</p>
222 <p>4. Retribusi</p>
222 <p>4. Retribusi</p>
223 <p>5. Pajak pemotongan hewan</p>
223 <p>5. Pajak pemotongan hewan</p>
224 <p>Sumber penerimaan pemerintah daerah ditunjukkan oleh nomor ….</p>
224 <p>Sumber penerimaan pemerintah daerah ditunjukkan oleh nomor ….</p>
225 <p>A. 1, 2, dan 3</p>
225 <p>A. 1, 2, dan 3</p>
226 <p>B. 1, 2, dan 4</p>
226 <p>B. 1, 2, dan 4</p>
227 <p>C. 1, 2, dan 5</p>
227 <p>C. 1, 2, dan 5</p>
228 <p>D. 2, 3, dan 5</p>
228 <p>D. 2, 3, dan 5</p>
229 <p>E. 3, 4, dan 5</p>
229 <p>E. 3, 4, dan 5</p>
230 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
230 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
231 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
231 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
232 <p>Pendapatan daerah terdiri atas:</p>
232 <p>Pendapatan daerah terdiri atas:</p>
233 <ul><li>pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaankekayaan daerah yang dipisahkan, dan PAD lain-lain,</li>
233 <ul><li>pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaankekayaan daerah yang dipisahkan, dan PAD lain-lain,</li>
234 <li><strong>dana perimbangan</strong>yang bersumber dari dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus, dan</li>
234 <li><strong>dana perimbangan</strong>yang bersumber dari dana bagi hasil, dana alokasi umum, dan dana alokasi khusus, dan</li>
235 <li><strong>pendapatan lain-lain.</strong></li>
235 <li><strong>pendapatan lain-lain.</strong></li>
236 </ul><p>Jika dilihat berdasarkan soal, yang termasuk sebagai pendapatan daerah adalah nomor 3, 4, dan 5. Adapun nomor 1 dan 2 merupakan sumber penerimaan pemerintah pusat.</p>
236 </ul><p>Jika dilihat berdasarkan soal, yang termasuk sebagai pendapatan daerah adalah nomor 3, 4, dan 5. Adapun nomor 1 dan 2 merupakan sumber penerimaan pemerintah pusat.</p>
237 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</p>
237 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</p>
238 <p>Baca Juga:<a>Pengertian Pajak, Fungsi, Manfaat, dan Tarifnya</a></p>
238 <p>Baca Juga:<a>Pengertian Pajak, Fungsi, Manfaat, dan Tarifnya</a></p>
239 <p><strong>Topik</strong><strong>: APBN dan APBD</strong></p>
239 <p><strong>Topik</strong><strong>: APBN dan APBD</strong></p>
240 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jenis Belanja Negara dan Daerah</strong></p>
240 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jenis Belanja Negara dan Daerah</strong></p>
241 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
241 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
242 <p>15. Komponen belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat dan daerah sebagai berikut.</p>
242 <p>15. Komponen belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat dan daerah sebagai berikut.</p>
243 <p>1. Membantu mendanai bidang kesehatan dan prasarana.</p>
243 <p>1. Membantu mendanai bidang kesehatan dan prasarana.</p>
244 <p>2. Mendanai kebutuhan dalam pelaksanaan desentralisasi.</p>
244 <p>2. Mendanai kebutuhan dalam pelaksanaan desentralisasi.</p>
245 <p>3. Mengalokasikan bantuan operasional sekolah (BOS).</p>
245 <p>3. Mengalokasikan bantuan operasional sekolah (BOS).</p>
246 <p>4. Pembiayaan modal dalam bentuk tanah.</p>
246 <p>4. Pembiayaan modal dalam bentuk tanah.</p>
247 <p>5. Membayar cicilan utang luar negeri.</p>
247 <p>5. Membayar cicilan utang luar negeri.</p>
248 <p>Berikut ini, komponen belanja daerah ditunjukkan oleh nomor ….</p>
248 <p>Berikut ini, komponen belanja daerah ditunjukkan oleh nomor ….</p>
249 <p>A. 1, 2, dan 3</p>
249 <p>A. 1, 2, dan 3</p>
250 <p>B. 1, 2, dan 4</p>
250 <p>B. 1, 2, dan 4</p>
251 <p>C. 1, 3, dan 4</p>
251 <p>C. 1, 3, dan 4</p>
252 <p>D. 2, 3, dan 5</p>
252 <p>D. 2, 3, dan 5</p>
253 <p>E. 3, 4, dan 5</p>
253 <p>E. 3, 4, dan 5</p>
254 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
254 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
255 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
255 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
256 <p>Komponen belanja daerahsebagai berikut.</p>
256 <p>Komponen belanja daerahsebagai berikut.</p>
257 <p>1) Dana perimbangan, meliputi dana bagi hasil (DBH), dana alokasi umum (DAU), dan dana alokasi khusus (DAK).</p>
257 <p>1) Dana perimbangan, meliputi dana bagi hasil (DBH), dana alokasi umum (DAU), dan dana alokasi khusus (DAK).</p>
258 <p>2) Dana otonomi khusus.</p>
258 <p>2) Dana otonomi khusus.</p>
259 <p>3) Dana penyesuaian.</p>
259 <p>3) Dana penyesuaian.</p>
260 <p>Pernyataan angka 1) termasuk belanja daerah dana alokasi khusus (DAK). Pernyataan angka 2) merupakan belanja daerah dana bagi hasil (DBH). pernyataan angka 3) merupakan belanja daerah dana penyesuaian. Pernyataan angka 4) dan 5) merupakan belanja pemerintah pusat.</p>
260 <p>Pernyataan angka 1) termasuk belanja daerah dana alokasi khusus (DAK). Pernyataan angka 2) merupakan belanja daerah dana bagi hasil (DBH). pernyataan angka 3) merupakan belanja daerah dana penyesuaian. Pernyataan angka 4) dan 5) merupakan belanja pemerintah pusat.</p>
261 <p>16. Pemerintah menyusun APBN dengan menghentikan subsidi dan menaikkan tarif pajak guna mengurangi jumlah uang yang beredar karena inflasi.</p>
261 <p>16. Pemerintah menyusun APBN dengan menghentikan subsidi dan menaikkan tarif pajak guna mengurangi jumlah uang yang beredar karena inflasi.</p>
262 <p>Penyusunan APBN tersebut menerapkan kebijakan anggaran ….</p>
262 <p>Penyusunan APBN tersebut menerapkan kebijakan anggaran ….</p>
263 <p>A. defisit</p>
263 <p>A. defisit</p>
264 <p>B. surplus</p>
264 <p>B. surplus</p>
265 <p>C. berimbang</p>
265 <p>C. berimbang</p>
266 <p>D. defisit dinamis</p>
266 <p>D. defisit dinamis</p>
267 <p>E. seimbang dinamis</p>
267 <p>E. seimbang dinamis</p>
268 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
268 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
269 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
269 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
270 <p>Dalam menyusun APBN, pemerintah memiliki kebijakan anggaran yang dapat dijelaskan sebagai berikut.</p>
270 <p>Dalam menyusun APBN, pemerintah memiliki kebijakan anggaran yang dapat dijelaskan sebagai berikut.</p>
271 <p>1. Kebijakan anggaran dinamis, adalah kebijakan anggaran yang disusun meningkat tiap tahunnya dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
271 <p>1. Kebijakan anggaran dinamis, adalah kebijakan anggaran yang disusun meningkat tiap tahunnya dibandingkan tahun sebelumnya.</p>
272 <p>2. Kebijakan anggaran berimbang, adalah kebijakan anggaran yang disusun dengan membuat jumlah penerimaan atau pendapatan negara harus sama dengan belanja negara.</p>
272 <p>2. Kebijakan anggaran berimbang, adalah kebijakan anggaran yang disusun dengan membuat jumlah penerimaan atau pendapatan negara harus sama dengan belanja negara.</p>
273 <p>3. Kebijakan anggaran defisit, adalah kebijakan anggaran yang disusun dengan membuat total penerimaan negara lebih kecil daripada belanja negara. Artinya, pemerintah menurunkan penerimaan seperti pajak dan menaikkan belanjanya seperti pemberian subsidi.</p>
273 <p>3. Kebijakan anggaran defisit, adalah kebijakan anggaran yang disusun dengan membuat total penerimaan negara lebih kecil daripada belanja negara. Artinya, pemerintah menurunkan penerimaan seperti pajak dan menaikkan belanjanya seperti pemberian subsidi.</p>
274 <p>4. Kebijakan anggaran surplus, adalah kebijakan anggaran yang disusun dengan membuat total penerimaan atau pendapatan negara lebih besar dari belanja negara. Artinya, pemerintah harus menaikkan penerimaan seperti meningkatkan tarif pajak dan menurunkan pengeluaran negara, seperti menghentikan subsidi.</p>
274 <p>4. Kebijakan anggaran surplus, adalah kebijakan anggaran yang disusun dengan membuat total penerimaan atau pendapatan negara lebih besar dari belanja negara. Artinya, pemerintah harus menaikkan penerimaan seperti meningkatkan tarif pajak dan menurunkan pengeluaran negara, seperti menghentikan subsidi.</p>
275 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
275 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
276 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perpajakan</strong></p>
276 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perpajakan</strong></p>
277 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Menghitung Pajak</strong></p>
277 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Menghitung Pajak</strong></p>
278 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
278 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
279 <p>17. Alvan seorang karyawan perusahaan ekspor di Indonesia. Alvan menerima pendapatan sebesar Rp9.700.000,00 per bulan. Setiap bulan ia membayar iuran pensiun sebesar Rp500.000,00. biaya jabatan 5% dari gaji. Alvan telah menikah dan memiliki tiga anak. Maka, pajak penghasilan yang harus dibayar Alvan adalah ….</p>
279 <p>17. Alvan seorang karyawan perusahaan ekspor di Indonesia. Alvan menerima pendapatan sebesar Rp9.700.000,00 per bulan. Setiap bulan ia membayar iuran pensiun sebesar Rp500.000,00. biaya jabatan 5% dari gaji. Alvan telah menikah dan memiliki tiga anak. Maka, pajak penghasilan yang harus dibayar Alvan adalah ….</p>
280 <p>A. Rp135.750,00</p>
280 <p>A. Rp135.750,00</p>
281 <p>B. Rp1.629.000,00</p>
281 <p>B. Rp1.629.000,00</p>
282 <p>C. Rp8.715.000,00</p>
282 <p>C. Rp8.715.000,00</p>
283 <p>D. Rp32.580.000,00</p>
283 <p>D. Rp32.580.000,00</p>
284 <p>E. Rp104.580.000,00</p>
284 <p>E. Rp104.580.000,00</p>
285 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
285 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
286 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
286 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
287 <p>Penghitungan:</p>
287 <p>Penghitungan:</p>
288 <p>PPh terutang 5% × Rp32.580.000,00 = Rp1.629.000,00</p>
288 <p>PPh terutang 5% × Rp32.580.000,00 = Rp1.629.000,00</p>
289 <p>PPh sebulan Rp1.629.000,00 : 12 = Rp135.750,00</p>
289 <p>PPh sebulan Rp1.629.000,00 : 12 = Rp135.750,00</p>
290 <p>Jadi, pajak penghasilan yang harus dibayar Alvan setiap bulan sebesar<strong>Rp135.750,00</strong></p>
290 <p>Jadi, pajak penghasilan yang harus dibayar Alvan setiap bulan sebesar<strong>Rp135.750,00</strong></p>
291 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perpajakan</strong></p>
291 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perpajakan</strong></p>
292 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Objek Pajak</strong></p>
292 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Objek Pajak</strong></p>
293 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
293 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
294 <p>18. Nyoman baru saja memenangkan hadiah sebesar Rp5.000.000,00 atas keikutsertaannya dalam quiz di salah satu stasiun TV swasta. Pajak yang harus dibayarkan Nyoman atas hadiah yang Ia dapatkan dari quiz tersebut adalah ….</p>
294 <p>18. Nyoman baru saja memenangkan hadiah sebesar Rp5.000.000,00 atas keikutsertaannya dalam quiz di salah satu stasiun TV swasta. Pajak yang harus dibayarkan Nyoman atas hadiah yang Ia dapatkan dari quiz tersebut adalah ….</p>
295 <p>A. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)</p>
295 <p>A. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)</p>
296 <p>B. Pajak Penghasilan (PPh)</p>
296 <p>B. Pajak Penghasilan (PPh)</p>
297 <p>C. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)</p>
297 <p>C. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)</p>
298 <p>D. Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM)</p>
298 <p>D. Pajak Pertambahan Nilai atas Barang Mewah (PPnBM)</p>
299 <p>E. Pajak Hibah</p>
299 <p>E. Pajak Hibah</p>
300 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
300 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
301 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
301 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
302 <p>Objek PPh adalah penghasilan itu sendiri. Penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak (WP), baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib pajak yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun. Uang/barang yang didapatkan dari quiz/undian juga merupakan salah satu objek pajak penghasilan.</p>
302 <p>Objek PPh adalah penghasilan itu sendiri. Penghasilan adalah setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak (WP), baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib pajak yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun. Uang/barang yang didapatkan dari quiz/undian juga merupakan salah satu objek pajak penghasilan.</p>
303 <p><strong>SEJARAH</strong></p>
303 <p><strong>SEJARAH</strong></p>
304 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perang Dunia I dan II</strong></p>
304 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perang Dunia I dan II</strong></p>
305 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Perang Dunia I</strong></p>
305 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Perang Dunia I</strong></p>
306 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
306 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
307 <p>19. Salah satu penyebab terjadinya Perang Dunia I adalah stabilitas politik di wilayah Balkan. Saat itu di daerah Semenanjung Balkan terdapat semangat persatuan bangsa Balkan yang ingin melepaskan diri dari pengaruh Kekaisaran Turki Ottoman dan Kekaisaran Austria-Hongaria yang disebut dengan …</p>
307 <p>19. Salah satu penyebab terjadinya Perang Dunia I adalah stabilitas politik di wilayah Balkan. Saat itu di daerah Semenanjung Balkan terdapat semangat persatuan bangsa Balkan yang ingin melepaskan diri dari pengaruh Kekaisaran Turki Ottoman dan Kekaisaran Austria-Hongaria yang disebut dengan …</p>
308 <p>A. Pan-Jermanisme</p>
308 <p>A. Pan-Jermanisme</p>
309 <p>B. Pan-Slavisme</p>
309 <p>B. Pan-Slavisme</p>
310 <p>C. Pan-Balkanisme</p>
310 <p>C. Pan-Balkanisme</p>
311 <p>D. Pan-Serbiaisme</p>
311 <p>D. Pan-Serbiaisme</p>
312 <p>E. Pan-Krosiaisme</p>
312 <p>E. Pan-Krosiaisme</p>
313 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
313 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
314 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
314 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
315 <p>Keinginan bangsa Balkan untuk membentuk suatu negara berdasarkan rasa persatuan bangsa Balkan dan melepaskan diri dari pengaruh Turki Ottoman dan Austria-Hongaria disebut juga dengan semangat Pan-Slavisme. Tujuan dari Pan-Slavisme ini adalah mempersatukan bangsa-bangsa Slavia dalam sebuah negara yang nantinya menjadi negara Yugoslavia.</p>
315 <p>Keinginan bangsa Balkan untuk membentuk suatu negara berdasarkan rasa persatuan bangsa Balkan dan melepaskan diri dari pengaruh Turki Ottoman dan Austria-Hongaria disebut juga dengan semangat Pan-Slavisme. Tujuan dari Pan-Slavisme ini adalah mempersatukan bangsa-bangsa Slavia dalam sebuah negara yang nantinya menjadi negara Yugoslavia.</p>
316 <p>20. Bank Dunia memproyeksikan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus tumbuh dengan capaian 5,2% pada tahun 2020. Hal ini merupakan capaian positif bagi bangsa Indonesia karena dengan stabilnya pertumbuhan ekonomi akan meningkatkan lapangan pekerjaan.</p>
316 <p>20. Bank Dunia memproyeksikan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus tumbuh dengan capaian 5,2% pada tahun 2020. Hal ini merupakan capaian positif bagi bangsa Indonesia karena dengan stabilnya pertumbuhan ekonomi akan meningkatkan lapangan pekerjaan.</p>
317 <p>Indikator dari Bank Dunia sehingga dapat memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dilihat dari faktor ….</p>
317 <p>Indikator dari Bank Dunia sehingga dapat memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dilihat dari faktor ….</p>
318 <p>A. menurunnya daya beli konsumen</p>
318 <p>A. menurunnya daya beli konsumen</p>
319 <p>B. kuatnya nilai rupiah terhadap dollar</p>
319 <p>B. kuatnya nilai rupiah terhadap dollar</p>
320 <p>C. meningkatnya pembangunan infrastruktur fisik</p>
320 <p>C. meningkatnya pembangunan infrastruktur fisik</p>
321 <p>D. meningkatnya pembangunan infrastruktur fisik</p>
321 <p>D. meningkatnya pembangunan infrastruktur fisik</p>
322 <p>E. jumlah penduduk Indonesia relatif sedikit dibandingkan negara lainnya</p>
322 <p>E. jumlah penduduk Indonesia relatif sedikit dibandingkan negara lainnya</p>
323 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
323 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
324 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
324 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
325 <p>Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus tumbuh hingga pada tahun 2020 mencapai angka 5,2%.Penyebabnya adalah jumlah penduduk Indonesia yang tinggi, sehingga permintaan pasar juga akan tinggi. Hal ini juga dikarenakan meningkatnya pembangunan infrastruktur fisik di Indonesia, sehingga meningkatkan investasi dari berbagai negara. Selain itu, keberadaan UMKM dan usaha baru yang turut menyumbang dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</p>
325 <p>Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus tumbuh hingga pada tahun 2020 mencapai angka 5,2%.Penyebabnya adalah jumlah penduduk Indonesia yang tinggi, sehingga permintaan pasar juga akan tinggi. Hal ini juga dikarenakan meningkatnya pembangunan infrastruktur fisik di Indonesia, sehingga meningkatkan investasi dari berbagai negara. Selain itu, keberadaan UMKM dan usaha baru yang turut menyumbang dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</p>
326 <p>Baca Juga:<a>Sejarah Revolusi Amerika dan Dampaknya pada Dunia</a></p>
326 <p>Baca Juga:<a>Sejarah Revolusi Amerika dan Dampaknya pada Dunia</a></p>
327 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perang Dunia I dan II</strong></p>
327 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perang Dunia I dan II</strong></p>
328 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: LBB</strong></p>
328 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: LBB</strong></p>
329 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
329 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
330 <p>21. Dalam rangka mewujudkan<em>Wilson Forteen Points</em>, dibentuklah sebuah lembaga Liga Bangsa-Bangsa. Adapun tujuan dari dibentuknya Liga Bangsa Bangsa adalah …</p>
330 <p>21. Dalam rangka mewujudkan<em>Wilson Forteen Points</em>, dibentuklah sebuah lembaga Liga Bangsa-Bangsa. Adapun tujuan dari dibentuknya Liga Bangsa Bangsa adalah …</p>
331 <p>A. menghukum negara-negara yang melanggar hukum internasional</p>
331 <p>A. menghukum negara-negara yang melanggar hukum internasional</p>
332 <p>B. menyelesaikan sengketa-sengketa internasional</p>
332 <p>B. menyelesaikan sengketa-sengketa internasional</p>
333 <p>C. menjadi wadah negara-negara kecil untuk bersatu</p>
333 <p>C. menjadi wadah negara-negara kecil untuk bersatu</p>
334 <p>D. memelihara dan menjaga keamanan internasional</p>
334 <p>D. memelihara dan menjaga keamanan internasional</p>
335 <p>E. mengawasi negara-negara yang kalah perang</p>
335 <p>E. mengawasi negara-negara yang kalah perang</p>
336 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
336 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
337 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
337 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
338 <p>Tujuan dibentuknya Liga Bangsa-Bangsa diantaranya adalah memelihara dan menjaga keamanan internasional, menjamin perdamaian dunia, menghindari terjadinya perang, dan memberi kesempatan hubungan antar negara yang terbuka dan asil serta untuk memajukan kerjasama dalam bidang ekonomi, budaya, sosial dan pendidikan.</p>
338 <p>Tujuan dibentuknya Liga Bangsa-Bangsa diantaranya adalah memelihara dan menjaga keamanan internasional, menjamin perdamaian dunia, menghindari terjadinya perang, dan memberi kesempatan hubungan antar negara yang terbuka dan asil serta untuk memajukan kerjasama dalam bidang ekonomi, budaya, sosial dan pendidikan.</p>
339 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perang Dunia I dan II</strong></p>
339 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perang Dunia I dan II</strong></p>
340 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Perang Dunia II</strong></p>
340 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Perang Dunia II</strong></p>
341 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
341 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
342 <p>22. Pada tahun 1939, Jerman dan Uni Soviet menandatangani Perjanjian Non-Agresi. Perjanjian ini ternyata dilanggar oleh Jerman pada tahun 1941. Jerman mengerahkan pasukannya ke Uni Soviet dan berusaha menaklukan Moskow. Berdasarkan peristiwa di atas, alasan Jerman memilih untuk menyerang Uni Soviet dan melanggar Perjanjian Non-Agresi adalah …</p>
342 <p>22. Pada tahun 1939, Jerman dan Uni Soviet menandatangani Perjanjian Non-Agresi. Perjanjian ini ternyata dilanggar oleh Jerman pada tahun 1941. Jerman mengerahkan pasukannya ke Uni Soviet dan berusaha menaklukan Moskow. Berdasarkan peristiwa di atas, alasan Jerman memilih untuk menyerang Uni Soviet dan melanggar Perjanjian Non-Agresi adalah …</p>
343 <p>A. Jerman ingin membalas kekalahan pada Perang Dunia I</p>
343 <p>A. Jerman ingin membalas kekalahan pada Perang Dunia I</p>
344 <p>B. Jerman membutuhkan sumber daya alam yang tersedia di Uni Soviet</p>
344 <p>B. Jerman membutuhkan sumber daya alam yang tersedia di Uni Soviet</p>
345 <p>C. Uni Soviet menolak berkoalisi untuk melawan Inggris</p>
345 <p>C. Uni Soviet menolak berkoalisi untuk melawan Inggris</p>
346 <p>D. Uni Soviet membangun persekutuan dengan Inggris</p>
346 <p>D. Uni Soviet membangun persekutuan dengan Inggris</p>
347 <p>E. Uni Soviet menyuplai bahan bakar minyak ke Inggris</p>
347 <p>E. Uni Soviet menyuplai bahan bakar minyak ke Inggris</p>
348 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
348 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
349 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
349 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
350 <p>Serangan Jerman ke wilayah Uni Soviet merupakan salah satu langkah Jerman untuk memenuhi kebutuhan perang Jerman pada saat Perang Dunia II. Jerman membutuhkan sumber daya alam yang tersedia di Uni Soviet seperti minyak bumi yang ada di Kaukakus dan gandum yang ada di Ukraina.</p>
350 <p>Serangan Jerman ke wilayah Uni Soviet merupakan salah satu langkah Jerman untuk memenuhi kebutuhan perang Jerman pada saat Perang Dunia II. Jerman membutuhkan sumber daya alam yang tersedia di Uni Soviet seperti minyak bumi yang ada di Kaukakus dan gandum yang ada di Ukraina.</p>
351 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perang Dunia I dan II</strong></p>
351 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perang Dunia I dan II</strong></p>
352 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: PBB</strong></p>
352 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: PBB</strong></p>
353 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
353 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
354 <p>23. Perbedaan antara Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diantaranya adalah …</p>
354 <p>23. Perbedaan antara Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diantaranya adalah …</p>
355 <p>A. PBB tidak memiliki pasukan keamanan khusus, sementara LBB memiliki pasukan keamanan khusus</p>
355 <p>A. PBB tidak memiliki pasukan keamanan khusus, sementara LBB memiliki pasukan keamanan khusus</p>
356 <p>B. PBB memiliki struktur yang lengkap berbeda dengan LBB yang memiliki struktur terbatas</p>
356 <p>B. PBB memiliki struktur yang lengkap berbeda dengan LBB yang memiliki struktur terbatas</p>
357 <p>C. PBB memiliki struktur yang terbatas sedangkan LBB memiliki struktur yang lengkap</p>
357 <p>C. PBB memiliki struktur yang terbatas sedangkan LBB memiliki struktur yang lengkap</p>
358 <p>D. LBB mempunyai sumber dana yang besar sedangkan LBB mempunyai dana yang tidak terbatas</p>
358 <p>D. LBB mempunyai sumber dana yang besar sedangkan LBB mempunyai dana yang tidak terbatas</p>
359 <p>E. LBB didukung oleh negara-negara besar sedangkan PBB hanya didukung negara-negara secara sukarela</p>
359 <p>E. LBB didukung oleh negara-negara besar sedangkan PBB hanya didukung negara-negara secara sukarela</p>
360 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
360 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
361 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
361 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
362 <p>Liga Bangsa-Bangsa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan dua organisasi dunia yang bertujuan untuk menjaga perdamaian. Meski demikian kedua organisasi ini memiliki beberapa perbedaan, diantaranya:</p>
362 <p>Liga Bangsa-Bangsa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan dua organisasi dunia yang bertujuan untuk menjaga perdamaian. Meski demikian kedua organisasi ini memiliki beberapa perbedaan, diantaranya:</p>
363 <p>1) PBB didukung oleh negara-negara besar sedangkan LBB hanya didukung oleh negara negara pemenang Perang Dunia I.</p>
363 <p>1) PBB didukung oleh negara-negara besar sedangkan LBB hanya didukung oleh negara negara pemenang Perang Dunia I.</p>
364 <p>2) PBB memiliki struktur organisasi yang lengkap seperti Dewan Keamanan, Dewan Ekonomi dan Sosial, Sekretariat, Mahkamah Internasional dll berbeda dengan LBB yang memiliki struktur organisasi yang terbatas</p>
364 <p>2) PBB memiliki struktur organisasi yang lengkap seperti Dewan Keamanan, Dewan Ekonomi dan Sosial, Sekretariat, Mahkamah Internasional dll berbeda dengan LBB yang memiliki struktur organisasi yang terbatas</p>
365 <p>3) PBB memiliki pasukan khusus perdamaian dunia sedangkan LBB tidak memiliki pasukan khusus perdamaian</p>
365 <p>3) PBB memiliki pasukan khusus perdamaian dunia sedangkan LBB tidak memiliki pasukan khusus perdamaian</p>
366 <p>4) PBB mempunyai sumber dana yang sangat besar berbeda dengan LBB yang masih terbatas</p>
366 <p>4) PBB mempunyai sumber dana yang sangat besar berbeda dengan LBB yang masih terbatas</p>
367 <p>5) PBB mempunyai anggota yang tersebar diseluruh dunia, sedangkan LBB kebanyakan berasal dari Eropa</p>
367 <p>5) PBB mempunyai anggota yang tersebar diseluruh dunia, sedangkan LBB kebanyakan berasal dari Eropa</p>
368 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perang Dunia I dan II</strong></p>
368 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perang Dunia I dan II</strong></p>
369 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: PBB</strong></p>
369 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: PBB</strong></p>
370 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
370 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
371 <p>24. Keanggotaan PBB dapat dibedakan menjadi dua, yaitu anggota asli dan anggota tambahan. Adapun negara-negara yang menjadi anggota asli dan menandatangani<em>United Nations Charter</em> adalah …</p>
371 <p>24. Keanggotaan PBB dapat dibedakan menjadi dua, yaitu anggota asli dan anggota tambahan. Adapun negara-negara yang menjadi anggota asli dan menandatangani<em>United Nations Charter</em> adalah …</p>
372 <p>A. Indonesia</p>
372 <p>A. Indonesia</p>
373 <p>B. Jerman</p>
373 <p>B. Jerman</p>
374 <p>C. Jepang</p>
374 <p>C. Jepang</p>
375 <p>D. Inggris</p>
375 <p>D. Inggris</p>
376 <p>E. Ukraina</p>
376 <p>E. Ukraina</p>
377 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
377 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
378 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
378 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
379 <p>Anggota Asli PBB adalah anggota yang ikut terlibat langsung dalam menandatangani<em>United Nations Charter.</em>terdapat 51 negara yang ikut dalam menandatangani piagam ini, diantara 50 negara tersebut adalah Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, Perancis dan Tiongkok.</p>
379 <p>Anggota Asli PBB adalah anggota yang ikut terlibat langsung dalam menandatangani<em>United Nations Charter.</em>terdapat 51 negara yang ikut dalam menandatangani piagam ini, diantara 50 negara tersebut adalah Amerika Serikat, Uni Soviet, Inggris, Perancis dan Tiongkok.</p>
380 <p>25. Dibentuknya Liga Bangsa-Bangsa (LBB) merupakan usulan yang disarankan oleh Woodrow Wilson. Namun setelah dibentuk, Amerika Serikat memutuskan untuk tidak bergabung dengan LBB. Penyebab Amerika Serikat memilih tidak bergabung dengan LBB adalah …</p>
380 <p>25. Dibentuknya Liga Bangsa-Bangsa (LBB) merupakan usulan yang disarankan oleh Woodrow Wilson. Namun setelah dibentuk, Amerika Serikat memutuskan untuk tidak bergabung dengan LBB. Penyebab Amerika Serikat memilih tidak bergabung dengan LBB adalah …</p>
381 <p>A. LBB dipandang hanya menjadi wadah bagi negara-negara pemenang perang.</p>
381 <p>A. LBB dipandang hanya menjadi wadah bagi negara-negara pemenang perang.</p>
382 <p>B. LBB tidak mempunyai kepastian hukum yang kuat.</p>
382 <p>B. LBB tidak mempunyai kepastian hukum yang kuat.</p>
383 <p>C. LBB hanya bersifat sukarela dan tidak memiliki kekuatan hukum.</p>
383 <p>C. LBB hanya bersifat sukarela dan tidak memiliki kekuatan hukum.</p>
384 <p>D. LBB dianggap melemahkan institusi negara oleh senat Amerika Serikat.</p>
384 <p>D. LBB dianggap melemahkan institusi negara oleh senat Amerika Serikat.</p>
385 <p>E. LBB hanya menguntungkan bagi negara-negara Eropa.</p>
385 <p>E. LBB hanya menguntungkan bagi negara-negara Eropa.</p>
386 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
386 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
387 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
387 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
388 <p>Alasan Amerika Serikat (AS) tidak bergabung dengan LBB adalah gagalnya Woodrow Wilson meyakinkan senat untuk bergabung dengan LBB. Mayoritas anggota senat tidak menyetujui bergabung dengan LBB. Bagi senat AS, LBB dapat melibatkan pemerintah lebih jauh ke dalam urusan internasional. Hal tersebut dikhawatirkan melemahkan institusi negara dalam mempertahankan kepentingan pemerintahan AS.</p>
388 <p>Alasan Amerika Serikat (AS) tidak bergabung dengan LBB adalah gagalnya Woodrow Wilson meyakinkan senat untuk bergabung dengan LBB. Mayoritas anggota senat tidak menyetujui bergabung dengan LBB. Bagi senat AS, LBB dapat melibatkan pemerintah lebih jauh ke dalam urusan internasional. Hal tersebut dikhawatirkan melemahkan institusi negara dalam mempertahankan kepentingan pemerintahan AS.</p>
389 <p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</p>
389 <p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</p>
390 <p>26. Setelah melancarkan serangan cepat terhadap Pulau Kalimantan, Kepulauan Maluku, Pulau Sulawesi dan Pulau Bali, tentara Jepang mengincar daerah Jawa sebagai target wilayah selanjutnya.</p>
390 <p>26. Setelah melancarkan serangan cepat terhadap Pulau Kalimantan, Kepulauan Maluku, Pulau Sulawesi dan Pulau Bali, tentara Jepang mengincar daerah Jawa sebagai target wilayah selanjutnya.</p>
391 <p>Di Pulau Jawa, Jepang mendaratkan pasukannya di beberapa titik, di antaranya .…</p>
391 <p>Di Pulau Jawa, Jepang mendaratkan pasukannya di beberapa titik, di antaranya .…</p>
392 <p>A. Kalijati, Surabaya, dan Semarang</p>
392 <p>A. Kalijati, Surabaya, dan Semarang</p>
393 <p>B. Banten, Cirebon, dan Surabaya</p>
393 <p>B. Banten, Cirebon, dan Surabaya</p>
394 <p>C. Banten, Indramayu, dan Kragan</p>
394 <p>C. Banten, Indramayu, dan Kragan</p>
395 <p>D. Subang, Indramayu, dan Banten</p>
395 <p>D. Subang, Indramayu, dan Banten</p>
396 <p>E. Semarang, Surabaya, dan Kragan</p>
396 <p>E. Semarang, Surabaya, dan Kragan</p>
397 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
397 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
398 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
398 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
399 <p>Taktik batu loncat yang diterapkan oleh Jepang dalam menaklukan wilayah-wilayah jajahan yang dikuasai sekutu sangat efektif karena hanya dalam kurun waktu 3 bulan hampir seluruh wilayah di kawasan Asia Tenggara berhasil direbut oleh Jepang termasuk salah satunya adalah Pulau Jawa. Pulau ini berhasil direbut oleh pasukan Jepang setelah Jepang mendaratkan pasukannya dalam 3 tempat sekaligus, yaitu di Banten, Indramayu, dan Kragan.</p>
399 <p>Taktik batu loncat yang diterapkan oleh Jepang dalam menaklukan wilayah-wilayah jajahan yang dikuasai sekutu sangat efektif karena hanya dalam kurun waktu 3 bulan hampir seluruh wilayah di kawasan Asia Tenggara berhasil direbut oleh Jepang termasuk salah satunya adalah Pulau Jawa. Pulau ini berhasil direbut oleh pasukan Jepang setelah Jepang mendaratkan pasukannya dalam 3 tempat sekaligus, yaitu di Banten, Indramayu, dan Kragan.</p>
400 <p>Maka, jawaban yang tepat adalah C.</p>
400 <p>Maka, jawaban yang tepat adalah C.</p>
401 <p><strong>SOSIOLOGI</strong></p>
401 <p><strong>SOSIOLOGI</strong></p>
402 <p><strong>Topik: Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian</strong></p>
402 <p><strong>Topik: Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian</strong></p>
403 <p><strong>Subtopik: Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian</strong></p>
403 <p><strong>Subtopik: Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian</strong></p>
404 <p><strong>Level Kognitif: C1 (LOTS)</strong></p>
404 <p><strong>Level Kognitif: C1 (LOTS)</strong></p>
405 <p>27. Sebuah proses sosial ketika orang perorangan atau kelompok manusia berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman atau kekerasan disebut ….</p>
405 <p>27. Sebuah proses sosial ketika orang perorangan atau kelompok manusia berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman atau kekerasan disebut ….</p>
406 <p>A. perdamaian</p>
406 <p>A. perdamaian</p>
407 <p>B. konflik</p>
407 <p>B. konflik</p>
408 <p>C. pemberontakan</p>
408 <p>C. pemberontakan</p>
409 <p>D. perang</p>
409 <p>D. perang</p>
410 <p>E. genjatan senjata</p>
410 <p>E. genjatan senjata</p>
411 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
411 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
412 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
412 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
413 <p>Pernyataan yang disebut dalam soal merupakan definisi konflik sosial menurut Soerjono Soekanto. Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa konflik adalah suatu proses sosial ketika beberapa orang atau sekelompok manusia berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman dan atau kekerasan. Secara sosiologis, konflik tidak hanya memiliki fungsi negatif. Dalam fungsi negatif, terjadinya konflik dapat merusak solidaritas kelompok yang dapat menyebabkan terjadinya perpecahan. Sementara itu, dalam fungsi positif terjadinya konflik, anggota-anggota masyarakat akan menilai dirinya sendiri dan mungkin akan disusul dengan perubahan di mana solidaritas kelompok akan semakin erat untuk mengatasi masalah dengan kelompok lawannya.</p>
413 <p>Pernyataan yang disebut dalam soal merupakan definisi konflik sosial menurut Soerjono Soekanto. Soerjono Soekanto mengemukakan bahwa konflik adalah suatu proses sosial ketika beberapa orang atau sekelompok manusia berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman dan atau kekerasan. Secara sosiologis, konflik tidak hanya memiliki fungsi negatif. Dalam fungsi negatif, terjadinya konflik dapat merusak solidaritas kelompok yang dapat menyebabkan terjadinya perpecahan. Sementara itu, dalam fungsi positif terjadinya konflik, anggota-anggota masyarakat akan menilai dirinya sendiri dan mungkin akan disusul dengan perubahan di mana solidaritas kelompok akan semakin erat untuk mengatasi masalah dengan kelompok lawannya.</p>
414 <p>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</p>
414 <p>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</p>
415 <p><strong>Topik: Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian</strong></p>
415 <p><strong>Topik: Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian</strong></p>
416 <p><strong>Subtopik: Peran Mediasi dan Pihak Ketiga dalam Penyelesaian Konflik</strong></p>
416 <p><strong>Subtopik: Peran Mediasi dan Pihak Ketiga dalam Penyelesaian Konflik</strong></p>
417 <p><strong>Level Kognitif: C3 (MOTS)</strong></p>
417 <p><strong>Level Kognitif: C3 (MOTS)</strong></p>
418 <p>28. Dalam sebuah rapat divisi terjadi perdebatan antara bendahara divisi dengan salah satu anggota divisi tersebut. Kemudian, kepala divisi mengajak bendahara divisi dan salah satu anggota divisi yang berdebat untuk duduk bersama dan mencari solusi untuk menyelesaikan perdebatan tersebut. Upaya tersebut merupakan contoh penyelesaian konflik yang menggunakan ….</p>
418 <p>28. Dalam sebuah rapat divisi terjadi perdebatan antara bendahara divisi dengan salah satu anggota divisi tersebut. Kemudian, kepala divisi mengajak bendahara divisi dan salah satu anggota divisi yang berdebat untuk duduk bersama dan mencari solusi untuk menyelesaikan perdebatan tersebut. Upaya tersebut merupakan contoh penyelesaian konflik yang menggunakan ….</p>
419 <p>A. konsiliasi</p>
419 <p>A. konsiliasi</p>
420 <p>B. arbitrasi</p>
420 <p>B. arbitrasi</p>
421 <p>C. ajudikasi</p>
421 <p>C. ajudikasi</p>
422 <p>D. mediasi</p>
422 <p>D. mediasi</p>
423 <p>E. negosiasi</p>
423 <p>E. negosiasi</p>
424 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
424 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
425 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
425 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
426 <p>Mediasi (mediation) merupakan suatu upaya penyelesaian konflik oleh pihak ketiga, tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat. Pihak ketiga sifatnya tidak memihak salah satu pihak yang berkonflik, tetapi mencoba mempertemukan dan mendamaikan kedua belah pihak yang berkonflik. Tugas utama pihak ketiga adalah menyelesaikan konflik secara damai. Pihak ketiga hanya sebagai penasihat dan tidak mempunyai wewenang untuk memberi keputusan-keputusan terhadap penyelesaian konflik. Contoh penyelesaian konflik melalui mediasi adalah ketika seorang guru yang mengajak ketua dan sekretaris yang berdebat dalam rapat OSIS untuk duduk bersama dan mencari solusi untuk menyelesaikan perdebatan. Dalam contoh tersebut, guru bertindak sebagai pihak ketiga atau mediator.</p>
426 <p>Mediasi (mediation) merupakan suatu upaya penyelesaian konflik oleh pihak ketiga, tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat. Pihak ketiga sifatnya tidak memihak salah satu pihak yang berkonflik, tetapi mencoba mempertemukan dan mendamaikan kedua belah pihak yang berkonflik. Tugas utama pihak ketiga adalah menyelesaikan konflik secara damai. Pihak ketiga hanya sebagai penasihat dan tidak mempunyai wewenang untuk memberi keputusan-keputusan terhadap penyelesaian konflik. Contoh penyelesaian konflik melalui mediasi adalah ketika seorang guru yang mengajak ketua dan sekretaris yang berdebat dalam rapat OSIS untuk duduk bersama dan mencari solusi untuk menyelesaikan perdebatan. Dalam contoh tersebut, guru bertindak sebagai pihak ketiga atau mediator.</p>
427 <p>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.</p>
427 <p>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.</p>
428 <p><strong>Topik: Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian</strong></p>
428 <p><strong>Topik: Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian</strong></p>
429 <p><strong>Subtopik: Peran Mediasi dan Pihak Ketiga dalam Penyelesaian Konflik</strong></p>
429 <p><strong>Subtopik: Peran Mediasi dan Pihak Ketiga dalam Penyelesaian Konflik</strong></p>
430 <p><strong>Level Kognitif: C3 (MOTS)</strong></p>
430 <p><strong>Level Kognitif: C3 (MOTS)</strong></p>
431 <p>29. Perhatikan pernyataan berikut!</p>
431 <p>29. Perhatikan pernyataan berikut!</p>
432 <p>1) tidak boleh memihak salah satu pihak yang berkonflik</p>
432 <p>1) tidak boleh memihak salah satu pihak yang berkonflik</p>
433 <p>2) tidak mempunyai wewenang untuk memberi keputusan terhadap penyelesaian konflik</p>
433 <p>2) tidak mempunyai wewenang untuk memberi keputusan terhadap penyelesaian konflik</p>
434 <p>3) sebagai penasihat</p>
434 <p>3) sebagai penasihat</p>
435 <p>4) memiliki kekuasaan untuk mengatur pihak yang berkonflik</p>
435 <p>4) memiliki kekuasaan untuk mengatur pihak yang berkonflik</p>
436 <p>5) hanya boleh membantu pihak yang lemaH</p>
436 <p>5) hanya boleh membantu pihak yang lemaH</p>
437 <p>Berdasarkan pernyataan tersebut yang menunjukkan tugas utama dari pihak ketiga dalam mengatasi konflik sosial meialui media mediasi adalah ….</p>
437 <p>Berdasarkan pernyataan tersebut yang menunjukkan tugas utama dari pihak ketiga dalam mengatasi konflik sosial meialui media mediasi adalah ….</p>
438 <p>A. 1), 2), dan 3)</p>
438 <p>A. 1), 2), dan 3)</p>
439 <p>B. 1), 3), dan 5)</p>
439 <p>B. 1), 3), dan 5)</p>
440 <p>C. 2), 3), dan 4)</p>
440 <p>C. 2), 3), dan 4)</p>
441 <p>D. 2), 3), dan 5)</p>
441 <p>D. 2), 3), dan 5)</p>
442 <p>E. 3), 4), dan 5)</p>
442 <p>E. 3), 4), dan 5)</p>
443 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
443 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
444 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
444 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
445 <p>Mediasi (<em>mediation</em>) merupakan suatu upaya penyelesaian konflik oleh pihak ketiga, tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat. Pihak ketiga sifatnya tidak memihak salah satu pihak yang berkonflik, tetapi mencoba mempertemukan dan mendamaikan kedua belah pihak yang berkonflik. Tugas utama pihak ketiga adalah menyelesaikan konflik secara damai. Pihak ketiga hanya sebagai penasihat dan tidak mempunyai wewenang untuk memberi keputusan-keputusan terhadap penyelesaian konflik.</p>
445 <p>Mediasi (<em>mediation</em>) merupakan suatu upaya penyelesaian konflik oleh pihak ketiga, tetapi tidak diberikan keputusan yang mengikat. Pihak ketiga sifatnya tidak memihak salah satu pihak yang berkonflik, tetapi mencoba mempertemukan dan mendamaikan kedua belah pihak yang berkonflik. Tugas utama pihak ketiga adalah menyelesaikan konflik secara damai. Pihak ketiga hanya sebagai penasihat dan tidak mempunyai wewenang untuk memberi keputusan-keputusan terhadap penyelesaian konflik.</p>
446 <p>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A.</p>
446 <p>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A.</p>
447 <p><strong>Topik: Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian</strong></p>
447 <p><strong>Topik: Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian</strong></p>
448 <p><strong>Subtopik: Akar Masalah dan Sebab-Sebab Terjadi Konflik</strong></p>
448 <p><strong>Subtopik: Akar Masalah dan Sebab-Sebab Terjadi Konflik</strong></p>
449 <p><strong>Level Kognitif: C3 (MOTS)</strong></p>
449 <p><strong>Level Kognitif: C3 (MOTS)</strong></p>
450 <p>30. Berikut ini merupakan faktor penyebab terjadinya konflik sosial yang berhubungan dengan sosialisasi yang didapat oleh seseorang adalah ….</p>
450 <p>30. Berikut ini merupakan faktor penyebab terjadinya konflik sosial yang berhubungan dengan sosialisasi yang didapat oleh seseorang adalah ….</p>
451 <p>A. adanya perubahan yang cepat</p>
451 <p>A. adanya perubahan yang cepat</p>
452 <p>B. dendam yang berkepanjangan</p>
452 <p>B. dendam yang berkepanjangan</p>
453 <p>C. adanya perbedaan kebudayaan</p>
453 <p>C. adanya perbedaan kebudayaan</p>
454 <p>D. adanya perbedaan kepentingan</p>
454 <p>D. adanya perbedaan kepentingan</p>
455 <p>E. adanya perbedaan tradisi</p>
455 <p>E. adanya perbedaan tradisi</p>
456 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
456 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
457 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
457 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
458 <p>Perbedaan kebudayaan mempengaruhi pola pemikiran dan tingkah laku perseorangan dalam kelompok kebudayaan yang bersangkutan. Selain perbedaan dalam tataran individual, kebudayaan dalam masing-masing kelompok juga tidak sama.</p>
458 <p>Perbedaan kebudayaan mempengaruhi pola pemikiran dan tingkah laku perseorangan dalam kelompok kebudayaan yang bersangkutan. Selain perbedaan dalam tataran individual, kebudayaan dalam masing-masing kelompok juga tidak sama.</p>
459 <p>Setiap individu dibesarkan dalam lingkungan kebudayaan yang berbeda-beda. Dalam lingkungan kelompok masyarakat yang sama pun tidak menutup kemungkinan akan terjadi perbedaan kebudayaan, karena kebudayaan lingkungan keluarga yang membesarkannya tidak sama. Yang jelas, dalam tataran kebudayaan ini akan terjadi perbedaan nilai dan norma yang ada dalam lingkungan masyarakat. Perbedaan nilai dan norma tersebut terjadi karena berhubungan dengan proses sosialisasi di dalam masyarakat. Melalui proses sosialisasi tersebut masyarakat memiliki nilai dan norma yang berbeda sehingga berpengaruh pada perbedaan kebudayaan.</p>
459 <p>Setiap individu dibesarkan dalam lingkungan kebudayaan yang berbeda-beda. Dalam lingkungan kelompok masyarakat yang sama pun tidak menutup kemungkinan akan terjadi perbedaan kebudayaan, karena kebudayaan lingkungan keluarga yang membesarkannya tidak sama. Yang jelas, dalam tataran kebudayaan ini akan terjadi perbedaan nilai dan norma yang ada dalam lingkungan masyarakat. Perbedaan nilai dan norma tersebut terjadi karena berhubungan dengan proses sosialisasi di dalam masyarakat. Melalui proses sosialisasi tersebut masyarakat memiliki nilai dan norma yang berbeda sehingga berpengaruh pada perbedaan kebudayaan.</p>
460 <p>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah C.</p>
460 <p>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah C.</p>
461 <p><strong>Topik: Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian</strong></p>
461 <p><strong>Topik: Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian</strong></p>
462 <p><strong>Subtopik: Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian</strong></p>
462 <p><strong>Subtopik: Konflik, Kekerasan, dan Perdamaian</strong></p>
463 <p><strong>Level Kognitif: C1 (LOTS)</strong></p>
463 <p><strong>Level Kognitif: C1 (LOTS)</strong></p>
464 <p>31. Berikut ini yang merupakan dampak dari konflik yang bersifat negatif adalah ….</p>
464 <p>31. Berikut ini yang merupakan dampak dari konflik yang bersifat negatif adalah ….</p>
465 <p>A. solidaritas kelompok menguat</p>
465 <p>A. solidaritas kelompok menguat</p>
466 <p>B. banyaknya korban jiwa</p>
466 <p>B. banyaknya korban jiwa</p>
467 <p>C. tidak terjadinya integrasi</p>
467 <p>C. tidak terjadinya integrasi</p>
468 <p>D. adanya kebersamaan</p>
468 <p>D. adanya kebersamaan</p>
469 <p>E. terjadinya keteraturan sosial</p>
469 <p>E. terjadinya keteraturan sosial</p>
470 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
470 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
471 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
471 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
472 <p>Konflik yang bersifat negatif atau mengarah pada dampak negatif bagi seseorang, kelompok ataupun masyarakat. Konflik yang bersifat negatif ini disebut juga sebagai konflik destruktif, yaitu konflik yang tidak menghasilkan atau tidak berorientasi pada solusi, saling menjatuhkan satu sama lain, dan dapat menghasilkan kerusakan, bahkan korban jiwa. Setiap konflik sosial, baik yang bersifat positif maupun negatif akan selalu mengancam integrasi sosial. Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</p>
472 <p>Konflik yang bersifat negatif atau mengarah pada dampak negatif bagi seseorang, kelompok ataupun masyarakat. Konflik yang bersifat negatif ini disebut juga sebagai konflik destruktif, yaitu konflik yang tidak menghasilkan atau tidak berorientasi pada solusi, saling menjatuhkan satu sama lain, dan dapat menghasilkan kerusakan, bahkan korban jiwa. Setiap konflik sosial, baik yang bersifat positif maupun negatif akan selalu mengancam integrasi sosial. Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</p>
473 <p>32. Berikut ini yang merupakan contoh dari konflik internasional adalah …</p>
473 <p>32. Berikut ini yang merupakan contoh dari konflik internasional adalah …</p>
474 <p>A. Hilangnya hak seorang warga negara untuk bisa mendapatkan keadilan hukum.</p>
474 <p>A. Hilangnya hak seorang warga negara untuk bisa mendapatkan keadilan hukum.</p>
475 <p>B. Tidak dilanjutkannya hubungan bilateral antardua negara.</p>
475 <p>B. Tidak dilanjutkannya hubungan bilateral antardua negara.</p>
476 <p>C. Usaha salah satu negara untuk mendapat keuntungan yang lebih banyak.</p>
476 <p>C. Usaha salah satu negara untuk mendapat keuntungan yang lebih banyak.</p>
477 <p>D. Perang antara dua negara yang bersengketa.</p>
477 <p>D. Perang antara dua negara yang bersengketa.</p>
478 <p>E. Dilakukannya gencatan senjata antara dua negara yang berkonflik secara berkepanjangan.</p>
478 <p>E. Dilakukannya gencatan senjata antara dua negara yang berkonflik secara berkepanjangan.</p>
479 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
479 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
480 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
480 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
481 <p>Konflik yang terjadi antara dua negara atau lebih dapat disebut sebagai konflik antarnegara atau konflik internasional. Umumnya, konflik antarnegara ini disebabkan oleh kepentingan yang berbeda, serta pihak yang terlibat juga berupaya untuk memaksakan kehendak negaranya kepada negara lain. Berdasarkan pilihan tersebut, konflik internasional yang tepat adalah perang antara dua negara yang bersengketa. Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</p>
481 <p>Konflik yang terjadi antara dua negara atau lebih dapat disebut sebagai konflik antarnegara atau konflik internasional. Umumnya, konflik antarnegara ini disebabkan oleh kepentingan yang berbeda, serta pihak yang terlibat juga berupaya untuk memaksakan kehendak negaranya kepada negara lain. Berdasarkan pilihan tersebut, konflik internasional yang tepat adalah perang antara dua negara yang bersengketa. Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</p>
482 <p>33. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) mengadakan acara terbuka pemilihan ketua. Dalam agenda tersebut, Ardi terpilih menjadi ketua. Akan tetapi, sikap Ardi dalam memimpin BEM FISIP menyebabkan para anggota terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menginginkan pergantian ketua BEM FISIP karena dianggap terlalu otoriter.</p>
482 <p>33. Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) mengadakan acara terbuka pemilihan ketua. Dalam agenda tersebut, Ardi terpilih menjadi ketua. Akan tetapi, sikap Ardi dalam memimpin BEM FISIP menyebabkan para anggota terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama menginginkan pergantian ketua BEM FISIP karena dianggap terlalu otoriter.</p>
483 <p>Sementara kelompok kedua menolak keinginan tersebut karena ketua BEM FISIP baru dianggap memiliki sikap tegas. Dampak negatif konflik tersebut adalah ….</p>
483 <p>Sementara kelompok kedua menolak keinginan tersebut karena ketua BEM FISIP baru dianggap memiliki sikap tegas. Dampak negatif konflik tersebut adalah ….</p>
484 <p>A. menciptakan perubahan kepribadian anggota kelompok</p>
484 <p>A. menciptakan perubahan kepribadian anggota kelompok</p>
485 <p>B. mendorong dinamika kelompok yang menyebabkan kemajuan</p>
485 <p>B. mendorong dinamika kelompok yang menyebabkan kemajuan</p>
486 <p>C. menimbulkan disintegrasi dalam kelompok</p>
486 <p>C. menimbulkan disintegrasi dalam kelompok</p>
487 <p>D. menimbulkan keseimbangan kekuatan antarkelompok</p>
487 <p>D. menimbulkan keseimbangan kekuatan antarkelompok</p>
488 <p>E. menyebabkan kerusakan inventaris di kantor BEM</p>
488 <p>E. menyebabkan kerusakan inventaris di kantor BEM</p>
489 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
489 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
490 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
490 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
491 <p>Secara umum konflik sosial dalam organisasi disebabkan perbedaan pendapat atau ideologi. Kasus pada soal menunjukkan adanya perbedaan pendapat antaranggota dalam menilai sikap dan kinerja ketua BEM FISIP. Perbedaan pendapat tersebut menyebabkan terjadinya konflik. Dampak negatif konflik pada soal adalah terjadinya disintegrasi sosial dalam kelompok. Kondisi ini ditunjukkan oleh pecahnya keanggotaan BEM FISIP menjadi kelompok yang pro dan kontra. Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah C.</p>
491 <p>Secara umum konflik sosial dalam organisasi disebabkan perbedaan pendapat atau ideologi. Kasus pada soal menunjukkan adanya perbedaan pendapat antaranggota dalam menilai sikap dan kinerja ketua BEM FISIP. Perbedaan pendapat tersebut menyebabkan terjadinya konflik. Dampak negatif konflik pada soal adalah terjadinya disintegrasi sosial dalam kelompok. Kondisi ini ditunjukkan oleh pecahnya keanggotaan BEM FISIP menjadi kelompok yang pro dan kontra. Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah C.</p>
492 <p>Nah setelah selesai melatih pemahaman kamu melalui latihan soal ini, ada baiknya kamu juga mulai mengulas materi-materi pelajaran yang sudah dipelajari selama ini. Supaya gampang pahamnya, kamu bisa belajar dengan menggunakan<a><strong>ruangbelajar</strong></a>. Kamu akan belajar ditemani oleh Master Teacher yang keren-keren banget.</p>
492 <p>Nah setelah selesai melatih pemahaman kamu melalui latihan soal ini, ada baiknya kamu juga mulai mengulas materi-materi pelajaran yang sudah dipelajari selama ini. Supaya gampang pahamnya, kamu bisa belajar dengan menggunakan<a><strong>ruangbelajar</strong></a>. Kamu akan belajar ditemani oleh Master Teacher yang keren-keren banget.</p>
493  
493