0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Pada artikel ini, kita akan mempelajari mengenai salah satu temuan penting fisika yang mengubah dunia, yakni postulat relativitas khusus dari Albert Einstein, penasaran? Yuk simak artikel ini hingga selesai ya!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Pada artikel ini, kita akan mempelajari mengenai salah satu temuan penting fisika yang mengubah dunia, yakni postulat relativitas khusus dari Albert Einstein, penasaran? Yuk simak artikel ini hingga selesai ya!</em></p>
2
<p><em>--</em></p>
2
<p><em>--</em></p>
3
</blockquote><p>Hai! kamu pasti sudah tidak asing lagi ‘<em>kan</em> mendengar nama Albert Einstein? <em>Yup</em>, Eyang Einstein ini merupakan fisikawan yang berjasa banget berkat temuannya <em>lho</em>. Salah satu pemikirannya adalah tentang dua postulat relativitas khusus. Pemikiran ini kemudian menuntun umat manusia untuk mengetahui bahwa materi dapat diubah menjadi energi melalui pembangkit listrik tenaga nuklir, atau jaringan satelit GPS yang membuat<em>maps</em>di ponsel kamu jadi lebih akurat.</p>
3
</blockquote><p>Hai! kamu pasti sudah tidak asing lagi ‘<em>kan</em> mendengar nama Albert Einstein? <em>Yup</em>, Eyang Einstein ini merupakan fisikawan yang berjasa banget berkat temuannya <em>lho</em>. Salah satu pemikirannya adalah tentang dua postulat relativitas khusus. Pemikiran ini kemudian menuntun umat manusia untuk mengetahui bahwa materi dapat diubah menjadi energi melalui pembangkit listrik tenaga nuklir, atau jaringan satelit GPS yang membuat<em>maps</em>di ponsel kamu jadi lebih akurat.</p>
4
<p>Lalu, sebenarnya seperti apa sih postulat relativitas itu? Simak pembahasan berikut, <em>kuy</em>! </p>
4
<p>Lalu, sebenarnya seperti apa sih postulat relativitas itu? Simak pembahasan berikut, <em>kuy</em>! </p>
5
<p>Baca juga:<a>Rangkaian Arus Bolak-Balik: Resistor, Induktor, dan Kapasitor</a></p>
5
<p>Baca juga:<a>Rangkaian Arus Bolak-Balik: Resistor, Induktor, dan Kapasitor</a></p>
6
<h2><strong>Postulat Relativitas Khusus Einstein</strong></h2>
6
<h2><strong>Postulat Relativitas Khusus Einstein</strong></h2>
7
<p>Postulat relativitas Einstein merujuk pada kerangka acuan inersia yang bergerak dengan kecepatan konstan (tetap) relatif terhadap kerangka acuan inersia lainnya. Dari hasil kajiannya, <strong>Einstein mengemukakan dua postulat, yaitu:</strong></p>
7
<p>Postulat relativitas Einstein merujuk pada kerangka acuan inersia yang bergerak dengan kecepatan konstan (tetap) relatif terhadap kerangka acuan inersia lainnya. Dari hasil kajiannya, <strong>Einstein mengemukakan dua postulat, yaitu:</strong></p>
8
<ol><li>Hukum-hukum fisika memiliki bentuk yang sama pada semua kerangka acuan inersia.</li>
8
<ol><li>Hukum-hukum fisika memiliki bentuk yang sama pada semua kerangka acuan inersia.</li>
9
<li>Kecepatan cahaya yang merambat di ruang hampa udara (ruang vakum) bernilai sama untuk semua kerangka acuan inersia, yaitu sekitar c = 3108 m/s.</li>
9
<li>Kecepatan cahaya yang merambat di ruang hampa udara (ruang vakum) bernilai sama untuk semua kerangka acuan inersia, yaitu sekitar c = 3108 m/s.</li>
10
</ol><p>Baca juga:<a>Hukum Coulomb: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal </a></p>
10
</ol><p>Baca juga:<a>Hukum Coulomb: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal </a></p>
11
<h2><strong>Postulat Pertama</strong></h2>
11
<h2><strong>Postulat Pertama</strong></h2>
12
<p>Postulat ini didasarkan pada tidak adanya kerangka acuan umum yang diam mutlak, sehingga tidak dapat ditentukan mana yang dalam keadaan diam dan mana yang dalam keadaan bergerak.</p>
12
<p>Postulat ini didasarkan pada tidak adanya kerangka acuan umum yang diam mutlak, sehingga tidak dapat ditentukan mana yang dalam keadaan diam dan mana yang dalam keadaan bergerak.</p>
13
<p>Misalnya, seseorang berinisial A berada di dalam pesawat dan seseorang berinisial B berada di permukaan bumi. Dari sudut pandang A, pesawat diam terhadap dirinya dan permukaan bumi-lah yang bergerak. </p>
13
<p>Misalnya, seseorang berinisial A berada di dalam pesawat dan seseorang berinisial B berada di permukaan bumi. Dari sudut pandang A, pesawat diam terhadap dirinya dan permukaan bumi-lah yang bergerak. </p>
14
<p>Sedangkan dari sudut pandang B, permukaan bumi tempat dia berpijak yang tetap diam dan pesawat tempat A beradalah yang bergerak. Itulah kenapa disebut relativitas ya! Karena semua kerangka acuan inersianya kita pandang secara relatif, tergantung di mana sudut pandang kita berada!</p>
14
<p>Sedangkan dari sudut pandang B, permukaan bumi tempat dia berpijak yang tetap diam dan pesawat tempat A beradalah yang bergerak. Itulah kenapa disebut relativitas ya! Karena semua kerangka acuan inersianya kita pandang secara relatif, tergantung di mana sudut pandang kita berada!</p>
15
<p>Baca juga:<a>Mempelajari Konsep Gelombang Elektromagnetik, Sifat, dan Manfaatnya</a></p>
15
<p>Baca juga:<a>Mempelajari Konsep Gelombang Elektromagnetik, Sifat, dan Manfaatnya</a></p>
16
<h2><strong>Postulat Kedua</strong></h2>
16
<h2><strong>Postulat Kedua</strong></h2>
17
<p>Pada postulat ini, Einstein menyatakan bahwa kecepatan cahaya (c) yang merambat di ruang hampa udara (ruang vakum) bernilai sama untuk semua kerangka acuan inersia.</p>
17
<p>Pada postulat ini, Einstein menyatakan bahwa kecepatan cahaya (c) yang merambat di ruang hampa udara (ruang vakum) bernilai sama untuk semua kerangka acuan inersia.</p>
18
<p>Jadi, ketika kerangka acuan yang kita gunakan adalah kerangka acuan inersia, maka nilai kecepatan cahaya itu selalu sama, mau kita memandang dari kerangka acuan inersia yang satu maupun kerangka acuan inersia lainnya. </p>
18
<p>Jadi, ketika kerangka acuan yang kita gunakan adalah kerangka acuan inersia, maka nilai kecepatan cahaya itu selalu sama, mau kita memandang dari kerangka acuan inersia yang satu maupun kerangka acuan inersia lainnya. </p>
19
<p>Terus, kalau mediumnya berupa ruang hampa udara (ruang vakum), kecepatan cahaya itu konstan dinilai sekitar 3108 m/s ya! Nah dampak dari postulat kedua relativitas khusus Einstein ini menyebabkan, segala pengukuran peristiwa relativistik harus dibandingkan dengan kecepatan cahaya dan tidak ada kecepatan yang lebih besar dari kecepatan cahaya.</p>
19
<p>Terus, kalau mediumnya berupa ruang hampa udara (ruang vakum), kecepatan cahaya itu konstan dinilai sekitar 3108 m/s ya! Nah dampak dari postulat kedua relativitas khusus Einstein ini menyebabkan, segala pengukuran peristiwa relativistik harus dibandingkan dengan kecepatan cahaya dan tidak ada kecepatan yang lebih besar dari kecepatan cahaya.</p>
20
<p>Gimana? Sekarang kamu sudah paham <em>kan</em> dua postulat Einstein dalam teori relativitas khusus? Kamu masih <em>kepo</em> tentang materi ini? <em>Yuk</em>, belajar di <a><strong>ruangbelajar</strong></a><strong>!</strong>Ada ribuan video belajar seru, mulai dari Konsep Kilat yang bisa bikin belajarmu, sat set sat set, materinya langsung dapet, atau video Adapto, yang interaktif dan menyesuaikan gaya belajar kamu, semuanya lengkap! Yuk belajar di Ruangguru!</p>
20
<p>Gimana? Sekarang kamu sudah paham <em>kan</em> dua postulat Einstein dalam teori relativitas khusus? Kamu masih <em>kepo</em> tentang materi ini? <em>Yuk</em>, belajar di <a><strong>ruangbelajar</strong></a><strong>!</strong>Ada ribuan video belajar seru, mulai dari Konsep Kilat yang bisa bikin belajarmu, sat set sat set, materinya langsung dapet, atau video Adapto, yang interaktif dan menyesuaikan gaya belajar kamu, semuanya lengkap! Yuk belajar di Ruangguru!</p>
21
<p><strong>Referensi:</strong></p>
21
<p><strong>Referensi:</strong></p>
22
<p>Kamus Besar Bahasa Indonesia - Postulat. [Daring] tautan: https://kbbi.web.id/postulat (Diakses 28 Desember 2021)</p>
22
<p>Kamus Besar Bahasa Indonesia - Postulat. [Daring] tautan: https://kbbi.web.id/postulat (Diakses 28 Desember 2021)</p>
23
<p>Struktur Keilmuan, Ratna Wulan, A. UPI, [Daring] tautan: http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/197404171999032-ANA_RATNAWULAN/struktur_pengetahuan.pdf (Diakses 28 Desember 2021)</p>
23
<p>Struktur Keilmuan, Ratna Wulan, A. UPI, [Daring] tautan: http://file.upi.edu/Direktori/SPS/PRODI.PENDIDIKAN_IPA/197404171999032-ANA_RATNAWULAN/struktur_pengetahuan.pdf (Diakses 28 Desember 2021)</p>
24
24