HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Artikel ini akan membahas tentang pelaksanaan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Belanda serta dampak dan pengaruhnya bagi Indonesia.</em></p>
1 <blockquote><p><em>Artikel ini akan membahas tentang pelaksanaan Konferensi Meja Bundar (KMB) di Belanda serta dampak dan pengaruhnya bagi Indonesia.</em></p>
2 <p>-</p>
2 <p>-</p>
3 </blockquote><p><em>Guys</em>, kamu familiar sama Konferensi Meja Bunda (KMB) <em>gak sih</em>? Konferensi Meja Bundar bisa dibilang merupakan perundingan yang menarik.</p>
3 </blockquote><p><em>Guys</em>, kamu familiar sama Konferensi Meja Bunda (KMB) <em>gak sih</em>? Konferensi Meja Bundar bisa dibilang merupakan perundingan yang menarik.</p>
4 <p>Kenapa <em>tuh</em>? Karena setelah perundingan ini terselenggara, untuk pertama kalinya, Belanda mengakui kedaulatan negara Indonesia.<em>Ulala</em>~</p>
4 <p>Kenapa <em>tuh</em>? Karena setelah perundingan ini terselenggara, untuk pertama kalinya, Belanda mengakui kedaulatan negara Indonesia.<em>Ulala</em>~</p>
5 <p>Seperti apa <em>sih </em>latar belakang dari terjadinya Konferensi Meja Bundar?</p>
5 <p>Seperti apa <em>sih </em>latar belakang dari terjadinya Konferensi Meja Bundar?</p>
6 <p>Seperti yang kita ketahui bersama-sama ya <em>guys</em>, kalau Indonesia sudah merdeka dari 17 Agustus 1945. Tapi ya<em>gitu deh.</em>Belanda gengsi dan<em>gak </em>mau langsung mengakui kemerdekaan Indonesia. Mereka malah masih berambisi untuk menguasai Indonesia.</p>
6 <p>Seperti yang kita ketahui bersama-sama ya <em>guys</em>, kalau Indonesia sudah merdeka dari 17 Agustus 1945. Tapi ya<em>gitu deh.</em>Belanda gengsi dan<em>gak </em>mau langsung mengakui kemerdekaan Indonesia. Mereka malah masih berambisi untuk menguasai Indonesia.</p>
7 <p>Tidak hanya itu saja, Belanda bahkan sempat melakukan dua kali agresi militer pada tahun 1947 dan 1948. Agresi ini secara tidak langsung menunjukkan ketidakpatuhan Belanda terhadap beberapa perundingan yang pernah disepakati sebelumnya, seperti Perundingan Linggajati dan<a><strong>Perundingan Renville</strong>.</a></p>
7 <p>Tidak hanya itu saja, Belanda bahkan sempat melakukan dua kali agresi militer pada tahun 1947 dan 1948. Agresi ini secara tidak langsung menunjukkan ketidakpatuhan Belanda terhadap beberapa perundingan yang pernah disepakati sebelumnya, seperti Perundingan Linggajati dan<a><strong>Perundingan Renville</strong>.</a></p>
8 <p>Bahkan, dunia internasional juga mengecam tindakan Belanda. Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB sampai membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) untuk memediasi dan mengawasi Belanda dan Indonesia.</p>
8 <p>Bahkan, dunia internasional juga mengecam tindakan Belanda. Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB sampai membentuk Komisi Tiga Negara (KTN) untuk memediasi dan mengawasi Belanda dan Indonesia.</p>
9 <p>Selain itu, setelah Agresi Militer II terjadi, Dewan Keamanan (DK PBB) juga mengeluarkan <strong>Resolusi 67 </strong>yang berisi seruan untuk gencatan senjata, pembebasan tokoh-tokoh Indonesia yang ditahan Belanda, serta pembentukan United Nations Commission for Indonesia (UNCI).</p>
9 <p>Selain itu, setelah Agresi Militer II terjadi, Dewan Keamanan (DK PBB) juga mengeluarkan <strong>Resolusi 67 </strong>yang berisi seruan untuk gencatan senjata, pembebasan tokoh-tokoh Indonesia yang ditahan Belanda, serta pembentukan United Nations Commission for Indonesia (UNCI).</p>
10 <p>Dalam hal ini, UNCI bertugas memulihkan pemerintahan Indonesia dan melaksanaan perundingan lanjutan. Perundingan yang terselenggara adalah Perundingan Roem-Royen pada 17 April-7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta.</p>
10 <p>Dalam hal ini, UNCI bertugas memulihkan pemerintahan Indonesia dan melaksanaan perundingan lanjutan. Perundingan yang terselenggara adalah Perundingan Roem-Royen pada 17 April-7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta.</p>
11 <p>Nah, dalam Perundingan Roem-Royen inilah, disepakati tentang adanya perundingan lanjutan yang akan membahas tentang kedualutan Republik Indonesia. Perundingan lanjutan ini yang kita kenal sebagai Konferensi Meja Bundar.</p>
11 <p>Nah, dalam Perundingan Roem-Royen inilah, disepakati tentang adanya perundingan lanjutan yang akan membahas tentang kedualutan Republik Indonesia. Perundingan lanjutan ini yang kita kenal sebagai Konferensi Meja Bundar.</p>
12 <p><strong>Baca Juga:<a>Begini Pengakuan India atas Kemerdekaan Indonesia</a></strong></p>
12 <p><strong>Baca Juga:<a>Begini Pengakuan India atas Kemerdekaan Indonesia</a></strong></p>
13 <h2><strong>Jalannya Konferensi Meja Bundar</strong></h2>
13 <h2><strong>Jalannya Konferensi Meja Bundar</strong></h2>
14 <p>Pelaksanaan KMB (Sumber: okezone.com)</p>
14 <p>Pelaksanaan KMB (Sumber: okezone.com)</p>
15 <p><strong>Konferensi Meja Bundar (KMB)</strong>dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus sampai 2 November 1949. Konferensi meja bundar dilaksanakan di Den Haag, Belanda. </p>
15 <p><strong>Konferensi Meja Bundar (KMB)</strong>dilaksanakan pada tanggal 23 Agustus sampai 2 November 1949. Konferensi meja bundar dilaksanakan di Den Haag, Belanda. </p>
16 <p>Dalam rangka mempercepat penyerahan kedaulatan, pemerintah Indonesia yang kala itu diasingkan di Bangka, bersedia mengikuti KMB. Pada tanggal 2 November 1949, persetujuan KMB berhasil ditandatangani.</p>
16 <p>Dalam rangka mempercepat penyerahan kedaulatan, pemerintah Indonesia yang kala itu diasingkan di Bangka, bersedia mengikuti KMB. Pada tanggal 2 November 1949, persetujuan KMB berhasil ditandatangani.</p>
17 <p>Saat itu, delegasi atau perwakilan dari Indonesia diketuai oleh<a><strong>Mohammad Hatta</strong></a>, delegasi Belanda dipimpin oleh<strong>Van Maarseven</strong>, delegasi BFO diwakili oleh<strong>Sultan Hamid II</strong>, dan delegasi UNCI selaku mediator diwakili oleh<strong>Tom Crichley</strong>.</p>
17 <p>Saat itu, delegasi atau perwakilan dari Indonesia diketuai oleh<a><strong>Mohammad Hatta</strong></a>, delegasi Belanda dipimpin oleh<strong>Van Maarseven</strong>, delegasi BFO diwakili oleh<strong>Sultan Hamid II</strong>, dan delegasi UNCI selaku mediator diwakili oleh<strong>Tom Crichley</strong>.</p>
18 <p>Oiya, BFO itu adalah semacam majelis yang didirikan oleh Van Mook dengan tujuan untuk mengelola Republik Indonesia Serikat (RIS).</p>
18 <p>Oiya, BFO itu adalah semacam majelis yang didirikan oleh Van Mook dengan tujuan untuk mengelola Republik Indonesia Serikat (RIS).</p>
19 <p>Lalu, Konferensi Meja Bundar menghasilkan apa aja ya?</p>
19 <p>Lalu, Konferensi Meja Bundar menghasilkan apa aja ya?</p>
20 <p><strong>Baca Juga:<a>Pemberontakan Republik Maluku Selatan</a></strong></p>
20 <p><strong>Baca Juga:<a>Pemberontakan Republik Maluku Selatan</a></strong></p>
21 <h2><strong>Hasil Konferensi Meja Bundar</strong></h2>
21 <h2><strong>Hasil Konferensi Meja Bundar</strong></h2>
22 <p>Pada<strong>2 November 1949</strong>, Konferensi Meja Bundar menghasilkan beberapa keputusan, antara lain sebagai berikut.</p>
22 <p>Pada<strong>2 November 1949</strong>, Konferensi Meja Bundar menghasilkan beberapa keputusan, antara lain sebagai berikut.</p>
23 <ol><li>Belanda mengakui Indonesia dalam bentuk<strong>Republik Indonesia Serikat</strong>(RIS) sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.</li>
23 <ol><li>Belanda mengakui Indonesia dalam bentuk<strong>Republik Indonesia Serikat</strong>(RIS) sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.</li>
24 <li><strong>Status Irian Barat</strong>akan diselesaikan setahun setelah pengakuan kedaulatan.</li>
24 <li><strong>Status Irian Barat</strong>akan diselesaikan setahun setelah pengakuan kedaulatan.</li>
25 <li>RIS dan Belanda akan membentuk<strong>Uni Indonesia-Belanda</strong>yang bersifat longgar, berdasarkan kerjasama, sukarela, dan sederajat. </li>
25 <li>RIS dan Belanda akan membentuk<strong>Uni Indonesia-Belanda</strong>yang bersifat longgar, berdasarkan kerjasama, sukarela, dan sederajat. </li>
26 <li>RIS akan memberikan<strong>izin baru kepada perusahaan-perusahaan</strong>Belanda untuk beroperasi di Indonesia.</li>
26 <li>RIS akan memberikan<strong>izin baru kepada perusahaan-perusahaan</strong>Belanda untuk beroperasi di Indonesia.</li>
27 <li>RIS harus<strong>membayar semua utang</strong>Hindia-Belanda sejak 1942.</li>
27 <li>RIS harus<strong>membayar semua utang</strong>Hindia-Belanda sejak 1942.</li>
28 <li>RIS akan membentuk<strong>Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat</strong>(APRIS) yang terdiri dari TNI dan mantan tentara KNIL.</li>
28 <li>RIS akan membentuk<strong>Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat</strong>(APRIS) yang terdiri dari TNI dan mantan tentara KNIL.</li>
29 </ol><p>Pada tanggal 27 Desember 1949, diadakanlah penandatanganan pengakuan kedaulatan di negeri Belanda. Pihak Belanda ditandatangani oleh<strong>Ratu Juliana</strong>,<strong>Perdana Menteri Dr. Willem Drees</strong>, Menteri Seberang Lautan<strong>Mr. AM . J.A Sassen</strong>.</p>
29 </ol><p>Pada tanggal 27 Desember 1949, diadakanlah penandatanganan pengakuan kedaulatan di negeri Belanda. Pihak Belanda ditandatangani oleh<strong>Ratu Juliana</strong>,<strong>Perdana Menteri Dr. Willem Drees</strong>, Menteri Seberang Lautan<strong>Mr. AM . J.A Sassen</strong>.</p>
30 <p>Sedangkan delegasi Indonesia dipimpin oleh<strong>Drs. Moh. Hatta</strong>. Pada waktu yang sama di Jakarta,<strong>Sri Sultan Hamengkubuwono IX</strong>dan Wakil Tertinggi Mahkota<strong>AH.J. Lovink</strong>menandatangani naskah pengakuan kedaulatan.</p>
30 <p>Sedangkan delegasi Indonesia dipimpin oleh<strong>Drs. Moh. Hatta</strong>. Pada waktu yang sama di Jakarta,<strong>Sri Sultan Hamengkubuwono IX</strong>dan Wakil Tertinggi Mahkota<strong>AH.J. Lovink</strong>menandatangani naskah pengakuan kedaulatan.</p>
31 <p>Dengan diakuinya kedaulatan RI oleh Belanda ini maka Indonesia berubah bentuk negaranya berubah menjadi negara serikat yakni Republik Indonesia Serikat (RIS).</p>
31 <p>Dengan diakuinya kedaulatan RI oleh Belanda ini maka Indonesia berubah bentuk negaranya berubah menjadi negara serikat yakni Republik Indonesia Serikat (RIS).</p>
32 <p>Akhirnya, Belanda mengakui juga kedaulatan Indonesia. Tapi, apakah setelah Konferensi Meja Bundar semuanya berjalan dengan mulus? <em>Eits</em>, ternyata tidak semudah itu, Ferguso! Masih ada beberapa masalah yang terbilang sulit untuk dipecahkan. di antaranya adalah:</p>
32 <p>Akhirnya, Belanda mengakui juga kedaulatan Indonesia. Tapi, apakah setelah Konferensi Meja Bundar semuanya berjalan dengan mulus? <em>Eits</em>, ternyata tidak semudah itu, Ferguso! Masih ada beberapa masalah yang terbilang sulit untuk dipecahkan. di antaranya adalah:</p>
33 <ol><li><strong>Masalah istilah pengakuan kedaulatan dan penyerahan kedaulatan.</strong>Indonesia menghendaki penggunaan istilah pengakuan kedaulatan, sedangkan Belanda menghendaki istilah penyerahan kedaulatan.</li>
33 <ol><li><strong>Masalah istilah pengakuan kedaulatan dan penyerahan kedaulatan.</strong>Indonesia menghendaki penggunaan istilah pengakuan kedaulatan, sedangkan Belanda menghendaki istilah penyerahan kedaulatan.</li>
34 <li><strong>Masalah Uni Indonesia-Belanda.</strong>Indonesia menginginkan agar sifatnya hanya kerjasama yang bebas tanpa adanya organisasi permanen. Sedangkan Belanda menginginkan kerjasama yang luas dengan organisasi yang luas pula</li>
34 <li><strong>Masalah Uni Indonesia-Belanda.</strong>Indonesia menginginkan agar sifatnya hanya kerjasama yang bebas tanpa adanya organisasi permanen. Sedangkan Belanda menginginkan kerjasama yang luas dengan organisasi yang luas pula</li>
35 <li><strong>Masalah utang.</strong>Indonesia hanya mengakui utang-utang Hindia-Belanda sampai menyerahnya Belanda kepada Jepang. Sebaliknya, Belanda berpendapat bahwa Indonesia harus mengambil alih semua kekayaan maupun hutang Hindia-Belanda sampai saat itu, termasuk biaya perang kolonial terhadap Indonesia.</li>
35 <li><strong>Masalah utang.</strong>Indonesia hanya mengakui utang-utang Hindia-Belanda sampai menyerahnya Belanda kepada Jepang. Sebaliknya, Belanda berpendapat bahwa Indonesia harus mengambil alih semua kekayaan maupun hutang Hindia-Belanda sampai saat itu, termasuk biaya perang kolonial terhadap Indonesia.</li>
36 </ol><p><strong>Baca Juga:<a>Tokoh yang Berjuang Mempertahankan Kemerdekaan NKRI</a></strong></p>
36 </ol><p><strong>Baca Juga:<a>Tokoh yang Berjuang Mempertahankan Kemerdekaan NKRI</a></strong></p>
37 <h2>Dampak dan Pengaruh Konferensi Meja Bundar (KMB)</h2>
37 <h2>Dampak dan Pengaruh Konferensi Meja Bundar (KMB)</h2>
38 <p>Kamu boleh simak dampak dan pengaruh dari Konferensi Meja Bundar pada inforgafis di bawah ini, ya!</p>
38 <p>Kamu boleh simak dampak dan pengaruh dari Konferensi Meja Bundar pada inforgafis di bawah ini, ya!</p>
39 <p>-</p>
39 <p>-</p>
40 <p><em>Gimana</em>, kamu sudah tahu kan kisah dari Konferensi Meja Bundar, mulai dari latar belakang, jalannya perundingan, hasil, serta dampak dan pengaruhnya bagi Indonesia?</p>
40 <p><em>Gimana</em>, kamu sudah tahu kan kisah dari Konferensi Meja Bundar, mulai dari latar belakang, jalannya perundingan, hasil, serta dampak dan pengaruhnya bagi Indonesia?</p>
41 <p>Kamu juga bisa <em>lho </em>baca-baca topik tentang Perjuangan Indonesia Dalam Mempertahankan Kemerdekaan di<a><strong>artikel Sejarah Kelas 12</strong></a><i>. Gak cuman </i>itu saja, kamu juga bisa belajar langsung dengan Master Teacher yang <em>daebak </em>dalam Sejarah lewat video-video interaktif hanya di <a><strong>ruangbelajar</strong></a>!</p>
41 <p>Kamu juga bisa <em>lho </em>baca-baca topik tentang Perjuangan Indonesia Dalam Mempertahankan Kemerdekaan di<a><strong>artikel Sejarah Kelas 12</strong></a><i>. Gak cuman </i>itu saja, kamu juga bisa belajar langsung dengan Master Teacher yang <em>daebak </em>dalam Sejarah lewat video-video interaktif hanya di <a><strong>ruangbelajar</strong></a>!</p>
42 <p><strong>Sumber Foto:</strong></p>
42 <p><strong>Sumber Foto:</strong></p>
43 <p>Foto ‘Konferensi Meja Bundar’ [Daring]. Tautan: https://news.okezone.com/read/2016/08/23/18/1470586/sejarah-dunia-pahlawan-skotlandia-digantung-hingga-konferensi-meja-bundar?page=3 (Diakses: 30 November 2020)</p>
43 <p>Foto ‘Konferensi Meja Bundar’ [Daring]. Tautan: https://news.okezone.com/read/2016/08/23/18/1470586/sejarah-dunia-pahlawan-skotlandia-digantung-hingga-konferensi-meja-bundar?page=3 (Diakses: 30 November 2020)</p>
44 <p><em>Artikel diperbarui pada 7 Agustus 2022 oleh<a>Tedy Rizkha Heryansyah</a>, kemudian diperbarui lagi pada 22 Februari 2024 oleh Laras Sekar Seruni. </em></p>
44 <p><em>Artikel diperbarui pada 7 Agustus 2022 oleh<a>Tedy Rizkha Heryansyah</a>, kemudian diperbarui lagi pada 22 Februari 2024 oleh Laras Sekar Seruni. </em></p>
45  
45