HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Yuk, pelajari konsep dasar<strong>reaksi redoks (reduksi-oksidasi)</strong>berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen, perpindahan (transfer) elektron, dan perubahan bilangan oksidasi (biloks), disertai masing-masing contohnya dengan membaca<strong><a>artikel Kimia kelas 10</a></strong>berikut!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Yuk, pelajari konsep dasar<strong>reaksi redoks (reduksi-oksidasi)</strong>berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen, perpindahan (transfer) elektron, dan perubahan bilangan oksidasi (biloks), disertai masing-masing contohnya dengan membaca<strong><a>artikel Kimia kelas 10</a></strong>berikut!</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
3 </blockquote><p>Di kehidupan sehari-hari, kita banyak menemukan fenomena-fenomena yang melibatkan reaksi kimia. Misalnya,<a>proses fotosintesis pada tumbuhan</a>, pengkaratan besi, pembakaran kertas dan logam, proses respirasi yang terjadi pada tubuh kita, dan masih banyak lagi. Itu semua<em>nggak</em>terlepas dari yang namanya reaksi kimia.</p>
3 </blockquote><p>Di kehidupan sehari-hari, kita banyak menemukan fenomena-fenomena yang melibatkan reaksi kimia. Misalnya,<a>proses fotosintesis pada tumbuhan</a>, pengkaratan besi, pembakaran kertas dan logam, proses respirasi yang terjadi pada tubuh kita, dan masih banyak lagi. Itu semua<em>nggak</em>terlepas dari yang namanya reaksi kimia.</p>
4 <p><em>Nah</em>, kali ini, kita akan membahas tentang salah satu jenis reaksi kimia, yaitu reaksi redoks (reduksi-oksidasi). Mulai dari konsep reaksi redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen, perpindahan (transfer) elektron, dan perubahan bilangan oksidasi (biloks).</p>
4 <p><em>Nah</em>, kali ini, kita akan membahas tentang salah satu jenis reaksi kimia, yaitu reaksi redoks (reduksi-oksidasi). Mulai dari konsep reaksi redoks berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen, perpindahan (transfer) elektron, dan perubahan bilangan oksidasi (biloks).</p>
5 <h2>Apa itu Reaksi Redoks?</h2>
5 <h2>Apa itu Reaksi Redoks?</h2>
6 <p>Sesuai dengan namanya ya,<strong>reaksi redoks terdiri dari reaksi reduksi dan reaksi oksidasi</strong>. Berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen,<strong>reaksi reduksi</strong>adalah reaksi pelepasan oksigen, sedangkan<strong>reaksi oksidasi</strong>adalah reaksi pengikatan oksigen.</p>
6 <p>Sesuai dengan namanya ya,<strong>reaksi redoks terdiri dari reaksi reduksi dan reaksi oksidasi</strong>. Berdasarkan pelepasan dan pengikatan oksigen,<strong>reaksi reduksi</strong>adalah reaksi pelepasan oksigen, sedangkan<strong>reaksi oksidasi</strong>adalah reaksi pengikatan oksigen.</p>
7 <p><strong>Baca Juga:<a>Klasifikasi Sistem Periodik Unsur Kimia &amp; Cara Membacanya</a></strong></p>
7 <p><strong>Baca Juga:<a>Klasifikasi Sistem Periodik Unsur Kimia &amp; Cara Membacanya</a></strong></p>
8 <h2>Konsep Reaksi Redoks yang Melibatkan Oksigen</h2>
8 <h2>Konsep Reaksi Redoks yang Melibatkan Oksigen</h2>
9 <p>Coba<em>deh</em>kamu perhatikan persamaan reaksi penguraian oksida raksa pada gambar di atas. Di ruas sebelah kiri reaksi, terdapat senyawa oksida raksa, yaitu HgO. Sementara itu, di ruas sebelah kanan reaksi terdapat unsur Hg dan gas oksigen (O2).</p>
9 <p>Coba<em>deh</em>kamu perhatikan persamaan reaksi penguraian oksida raksa pada gambar di atas. Di ruas sebelah kiri reaksi, terdapat senyawa oksida raksa, yaitu HgO. Sementara itu, di ruas sebelah kanan reaksi terdapat unsur Hg dan gas oksigen (O2).</p>
10 <p>Itu berarti, terjadi perubahan dari HgO menjadi Hg.<em>Nah</em>, gas oksigen (O2) di ruas sebelah kanan menandakan terjadinya pelepasan oksigen. Karena ada pelepasan oksigen, maka reaksi ini merupakan reaksi reduksi.</p>
10 <p>Itu berarti, terjadi perubahan dari HgO menjadi Hg.<em>Nah</em>, gas oksigen (O2) di ruas sebelah kanan menandakan terjadinya pelepasan oksigen. Karena ada pelepasan oksigen, maka reaksi ini merupakan reaksi reduksi.</p>
11 <p>Sekarang, coba perhatikan persamaan reaksi pembentukan tembaga oksida. Di ruas sebelah kiri reaksi, terdapat unsur Cu dan gas oksigen (O2). Sementara itu, di ruas sebelah kanan reaksi terdapat senyawa tembaga oksida (CuO).</p>
11 <p>Sekarang, coba perhatikan persamaan reaksi pembentukan tembaga oksida. Di ruas sebelah kiri reaksi, terdapat unsur Cu dan gas oksigen (O2). Sementara itu, di ruas sebelah kanan reaksi terdapat senyawa tembaga oksida (CuO).</p>
12 <p>Artinya, unsur Cu akan mengikat oksigen dan berubah menjadi tembaga oksida (CuO).<em>Nah</em>, karena ada pengikatan oksigen, maka reaksi ini merupakan reaksi oksidasi.</p>
12 <p>Artinya, unsur Cu akan mengikat oksigen dan berubah menjadi tembaga oksida (CuO).<em>Nah</em>, karena ada pengikatan oksigen, maka reaksi ini merupakan reaksi oksidasi.</p>
13 <p>Gampangnya<em>sih</em>, kalau dilihat dari persamaan reaksi kimianya, pada reaksi reduksi, gas oksigen (O2) akan berada di ruas sebelah kanan, sebagai produk. Sedangkan, pada reaksi oksidasi, gas oksigen (O2) akan berada di ruas sebelah kiri, sebagai reaktan.</p>
13 <p>Gampangnya<em>sih</em>, kalau dilihat dari persamaan reaksi kimianya, pada reaksi reduksi, gas oksigen (O2) akan berada di ruas sebelah kanan, sebagai produk. Sedangkan, pada reaksi oksidasi, gas oksigen (O2) akan berada di ruas sebelah kiri, sebagai reaktan.</p>
14 <p>Gimana, paham, ya? Sekarang kita lanjut ke konsep reaksi redoks berikutnya.</p>
14 <p>Gimana, paham, ya? Sekarang kita lanjut ke konsep reaksi redoks berikutnya.</p>
15 <h2>Konsep Reaksi Redoks berdasarkan Perpindahan Elektron</h2>
15 <h2>Konsep Reaksi Redoks berdasarkan Perpindahan Elektron</h2>
16 <p>Berdasarkan perpindahan (transfer) elektron,<strong>reaksi reduksi</strong>adalah reaksi penangkapan elektron, sedangkan<strong>reaksi oksidasi</strong>adalah reaksi pelepasan elektron.</p>
16 <p>Berdasarkan perpindahan (transfer) elektron,<strong>reaksi reduksi</strong>adalah reaksi penangkapan elektron, sedangkan<strong>reaksi oksidasi</strong>adalah reaksi pelepasan elektron.</p>
17 <p>Bisa kamu perhatikan gambar di atas ya, pada reaksi reduksi, elektronnya berada di ruas sebelah kiri reaksi, sebagai reaktan. Sementara itu, pada reaksi oksidasi, elektronnya berada di ruas sebelah kanan reaksi, sebagai produk.</p>
17 <p>Bisa kamu perhatikan gambar di atas ya, pada reaksi reduksi, elektronnya berada di ruas sebelah kiri reaksi, sebagai reaktan. Sementara itu, pada reaksi oksidasi, elektronnya berada di ruas sebelah kanan reaksi, sebagai produk.</p>
18 <p>Konsep reaksi redoks yang melibatkan perpindahan elektron ini hanya bisa terjadi pada senyawa ionik<em>aja</em>, sedangkan senyawa kovalen tidak. Oleh karena itu, muncul konsep redoks yang ketiga, yaitu berdasarkan perubahan bilangan oksidasi (biloks).</p>
18 <p>Konsep reaksi redoks yang melibatkan perpindahan elektron ini hanya bisa terjadi pada senyawa ionik<em>aja</em>, sedangkan senyawa kovalen tidak. Oleh karena itu, muncul konsep redoks yang ketiga, yaitu berdasarkan perubahan bilangan oksidasi (biloks).</p>
19 <p><strong>Baca Juga:<a>Cara Mencari Bilangan Kuantum</a></strong></p>
19 <p><strong>Baca Juga:<a>Cara Mencari Bilangan Kuantum</a></strong></p>
20 <h2>Konsep Reaksi Redoks berdasarkan Perubahan Bilangan Oksidasi</h2>
20 <h2>Konsep Reaksi Redoks berdasarkan Perubahan Bilangan Oksidasi</h2>
21 <p><em>Hayoo</em>, masih ingat<em>nggak nih</em>dengan bilangan oksidasi (biloks).<strong>Bilangan oksidasi</strong>adalah muatan positif dan negatif pada suatu atom.</p>
21 <p><em>Hayoo</em>, masih ingat<em>nggak nih</em>dengan bilangan oksidasi (biloks).<strong>Bilangan oksidasi</strong>adalah muatan positif dan negatif pada suatu atom.</p>
22 <p>Unsur yang biloksnya positif, biasanya merupakan atom-atom unsur logam, seperti Na, Fe, Mg, Ca, dan unsur logam lainnya. Sementara itu, unsur yang biloksnya negatif, biasanya atom-atom unsur nonlogam, seperti O, Cl, F, dan unsur nonlogam lainnya.</p>
22 <p>Unsur yang biloksnya positif, biasanya merupakan atom-atom unsur logam, seperti Na, Fe, Mg, Ca, dan unsur logam lainnya. Sementara itu, unsur yang biloksnya negatif, biasanya atom-atom unsur nonlogam, seperti O, Cl, F, dan unsur nonlogam lainnya.</p>
23 <p>Berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi,<strong>reaksi reduksi</strong>adalah reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi, sedangkan<strong>reaksi oksidasi</strong>adalah reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi.</p>
23 <p>Berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi,<strong>reaksi reduksi</strong>adalah reaksi yang mengalami penurunan bilangan oksidasi, sedangkan<strong>reaksi oksidasi</strong>adalah reaksi yang mengalami kenaikan bilangan oksidasi.</p>
24 <p>Untuk menentukan reaksi redoks berdasarkan bilangan oksidasi, kamu harus tahu terlebih dulu bagaimana cara menentukan bilangan oksidasi. Materi itu sebenarnya sudah dibahas di artikel<strong><a>Cara Menentukan Bilangan Oksidasi Beserta Contohnya</a></strong>,<em>nih</em>. Jadi, bisa kamu baca dan pahami kembali supaya kamu jadi lebih mudah memahami konsep yang satu ini.</p>
24 <p>Untuk menentukan reaksi redoks berdasarkan bilangan oksidasi, kamu harus tahu terlebih dulu bagaimana cara menentukan bilangan oksidasi. Materi itu sebenarnya sudah dibahas di artikel<strong><a>Cara Menentukan Bilangan Oksidasi Beserta Contohnya</a></strong>,<em>nih</em>. Jadi, bisa kamu baca dan pahami kembali supaya kamu jadi lebih mudah memahami konsep yang satu ini.</p>
25 <p><em>Nah</em>, setelah tahu konsep biloks, coba kita tentukan apakah reaksi di bawah ini reaksi redoks atau bukan. Tapi, kita hitung biloks masing-masing unsur yang ada pada reaksinya dulu, ya!</p>
25 <p><em>Nah</em>, setelah tahu konsep biloks, coba kita tentukan apakah reaksi di bawah ini reaksi redoks atau bukan. Tapi, kita hitung biloks masing-masing unsur yang ada pada reaksinya dulu, ya!</p>
26 <p>Reaksi: CuO(s) + H2(g) --&gt; Cu(s) + H2O(g)</p>
26 <p>Reaksi: CuO(s) + H2(g) --&gt; Cu(s) + H2O(g)</p>
27 <ul><li>CuO --&gt; Cu</li>
27 <ul><li>CuO --&gt; Cu</li>
28 </ul><p>Ingat aturan penentuan nilai bilangan oksidasi (biloks), ya. Dalam senyawa, biloks oksigen (O) itu umumnya bernilai -2, kecuali jika oksigen berada dalam senyawa peroksida (H2O2), maka nilainya -1.</p>
28 </ul><p>Ingat aturan penentuan nilai bilangan oksidasi (biloks), ya. Dalam senyawa, biloks oksigen (O) itu umumnya bernilai -2, kecuali jika oksigen berada dalam senyawa peroksida (H2O2), maka nilainya -1.</p>
29 <p>Kemudian, karena CuO ini senyawa netral, maka biloks total C dan O dalam senyawa ini adalah nol.<em>Nah</em>, karena biloks O = -2, maka agar total biloks CuO = 0, biloks Cu harus bernilai +2.</p>
29 <p>Kemudian, karena CuO ini senyawa netral, maka biloks total C dan O dalam senyawa ini adalah nol.<em>Nah</em>, karena biloks O = -2, maka agar total biloks CuO = 0, biloks Cu harus bernilai +2.</p>
30 <p>Sementara itu, Cu merupakan unsur bebas, maka biloksnya bernilai 0. Jadi, Cu mengalami penurunan biloks dari +2 ke 0, maka Cu mengalami reaksi reduksi.</p>
30 <p>Sementara itu, Cu merupakan unsur bebas, maka biloksnya bernilai 0. Jadi, Cu mengalami penurunan biloks dari +2 ke 0, maka Cu mengalami reaksi reduksi.</p>
31 <p>CuO --&gt; Cu<strong>(reaksi reduksi)</strong>.</p>
31 <p>CuO --&gt; Cu<strong>(reaksi reduksi)</strong>.</p>
32 <ul><li>H2 --&gt; H2O</li>
32 <ul><li>H2 --&gt; H2O</li>
33 </ul><p>H2 merupakan unsur bebas, jadi biloks H2 = 0. Sementara itu, biloks H pada senyawa H2O bernilai +1. Jadi, unsur H mengalami kenaikan biloks dari 0 ke +1, sehingga mengalami reaksi oksidasi.</p>
33 </ul><p>H2 merupakan unsur bebas, jadi biloks H2 = 0. Sementara itu, biloks H pada senyawa H2O bernilai +1. Jadi, unsur H mengalami kenaikan biloks dari 0 ke +1, sehingga mengalami reaksi oksidasi.</p>
34 <p>H2 --&gt; H2O<strong>(reaksi oksidasi)</strong></p>
34 <p>H2 --&gt; H2O<strong>(reaksi oksidasi)</strong></p>
35 <p>Paham ya dengan penentuan reaksi redoks berdasarkan bilangan oksidasi. Dalam hal ini, kamu memang perlu paham betul dengan aturan-aturan penentuan bilangan oksidasi.</p>
35 <p>Paham ya dengan penentuan reaksi redoks berdasarkan bilangan oksidasi. Dalam hal ini, kamu memang perlu paham betul dengan aturan-aturan penentuan bilangan oksidasi.</p>
36 <p><em>Nah</em>, karena aturannya cukup banyak, kamu bisa mengatasinya dengan banyak berlatih soal-soal. Supaya kamu bisa benar-benar paham dan<em>nggak</em>hanya sebatas menghafal<em>aja</em>.</p>
36 <p><em>Nah</em>, karena aturannya cukup banyak, kamu bisa mengatasinya dengan banyak berlatih soal-soal. Supaya kamu bisa benar-benar paham dan<em>nggak</em>hanya sebatas menghafal<em>aja</em>.</p>
37 <p>-</p>
37 <p>-</p>
38 <p><em>Wait</em>, istirahat dulu sebentar yuk. Masih ada yang bikin kamu nggak paham? Tenang, ada fitur Adapto di ruangbelajar yang akan membantu kamu. Video belajar adaptif di Adapto bisa menyesuaikan dengan kecepatan belajar dan pemahaman kamu,<em>lho</em>!</p>
38 <p><em>Wait</em>, istirahat dulu sebentar yuk. Masih ada yang bikin kamu nggak paham? Tenang, ada fitur Adapto di ruangbelajar yang akan membantu kamu. Video belajar adaptif di Adapto bisa menyesuaikan dengan kecepatan belajar dan pemahaman kamu,<em>lho</em>!</p>
39 <p>Oke, kita lanjut ya bahasannya!</p>
39 <p>Oke, kita lanjut ya bahasannya!</p>
40 <p>Pada reaksi redoks, terdapat unsur-unsur yang bertindak sebagai reduktor dan oksidator. Zat yang mengalami oksidasi itu disebut<strong>reduktor</strong>, sedangkan zat yang mengalami reduksi disebut<strong>oksidator</strong>.</p>
40 <p>Pada reaksi redoks, terdapat unsur-unsur yang bertindak sebagai reduktor dan oksidator. Zat yang mengalami oksidasi itu disebut<strong>reduktor</strong>, sedangkan zat yang mengalami reduksi disebut<strong>oksidator</strong>.</p>
41 <p>Coba perhatikan contoh berikut ini, ya!</p>
41 <p>Coba perhatikan contoh berikut ini, ya!</p>
42 <p>Reaksi: Mg(s) + 2HCl --&gt; MgCl2(aq) + H2(g)</p>
42 <p>Reaksi: Mg(s) + 2HCl --&gt; MgCl2(aq) + H2(g)</p>
43 <p>Karena Mg merupakan unsur bebas, jadi biloks Mg = 0. Kemudian, biloks H pada senyawa 2HCl bernilai +1 karena unsur H berikatan dengan unsur lain dan H merupakan golongan IA. Selanjutnya, karena H = +1, berarti Cl = -1 agar total biloks 2HCl = 0.</p>
43 <p>Karena Mg merupakan unsur bebas, jadi biloks Mg = 0. Kemudian, biloks H pada senyawa 2HCl bernilai +1 karena unsur H berikatan dengan unsur lain dan H merupakan golongan IA. Selanjutnya, karena H = +1, berarti Cl = -1 agar total biloks 2HCl = 0.</p>
44 <p>Di ruas sebelah kanan, biloks Mg pada senyawa MgCl adalah +2 karena Mg berikatan dan merupakan unsur golongan IIA. Karena Cl memiliki indeks 2, maka biloks Cl = -1, agar total biloks MgCl2 = 0.</p>
44 <p>Di ruas sebelah kanan, biloks Mg pada senyawa MgCl adalah +2 karena Mg berikatan dan merupakan unsur golongan IIA. Karena Cl memiliki indeks 2, maka biloks Cl = -1, agar total biloks MgCl2 = 0.</p>
45 <p>Kemudian, karena H2 merupakan unsur bebas, maka biloksnya bernilai 0. Unsur Mg mengalami kenaikan biloks dari 0 ke +2, sehingga mengalami reaksi oksidasi.</p>
45 <p>Kemudian, karena H2 merupakan unsur bebas, maka biloksnya bernilai 0. Unsur Mg mengalami kenaikan biloks dari 0 ke +2, sehingga mengalami reaksi oksidasi.</p>
46 <p>Jadi, unsur Mg disebut sebagai reduktor. Sementara itu, unsur H mengalami penurunan biloks dari +1 ke 0, sehingga mengalami reaksi reduksi. Jadi, HCl disebut sebagai oksidator.</p>
46 <p>Jadi, unsur Mg disebut sebagai reduktor. Sementara itu, unsur H mengalami penurunan biloks dari +1 ke 0, sehingga mengalami reaksi reduksi. Jadi, HCl disebut sebagai oksidator.</p>
47 <p>Gimana, paham dengan penyelesaian contoh soal di atas? Di bawah ini ada beberapa latihan soal yang bisa kamu kerjakan,<em>nih</em>. Dicoba, ya! Itung-itung buat nambah kemampuan kamu.<em>Hihihi</em>…</p>
47 <p>Gimana, paham dengan penyelesaian contoh soal di atas? Di bawah ini ada beberapa latihan soal yang bisa kamu kerjakan,<em>nih</em>. Dicoba, ya! Itung-itung buat nambah kemampuan kamu.<em>Hihihi</em>…</p>
48 <p><strong>Baca Juga:<a>Apa yang Dimaksud dengan Ikatan Ion?</a></strong></p>
48 <p><strong>Baca Juga:<a>Apa yang Dimaksud dengan Ikatan Ion?</a></strong></p>
49 <p>Oke, itu tadi pembahasan mengenai konsep reaksi redoks berdasarkan bilangan oksidasi.<em>Nah</em>, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, konsep reaksi redoks ini ada yang melibatkan pelepasan dan pengikatan oksigen, pelepasan dan pengikatan elektron, serta kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi, ya.</p>
49 <p>Oke, itu tadi pembahasan mengenai konsep reaksi redoks berdasarkan bilangan oksidasi.<em>Nah</em>, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, konsep reaksi redoks ini ada yang melibatkan pelepasan dan pengikatan oksigen, pelepasan dan pengikatan elektron, serta kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi, ya.</p>
50 <p>Tentunya, kamu bisa pahami materi ini lebih lengkap dan dalam lagi di aplikasi<a>ruangbelajar</a>. Memahami pelajaran lebih mudah bersama kakak-kakak Master Teacher yang asik dan berpengalaman!</p>
50 <p>Tentunya, kamu bisa pahami materi ini lebih lengkap dan dalam lagi di aplikasi<a>ruangbelajar</a>. Memahami pelajaran lebih mudah bersama kakak-kakak Master Teacher yang asik dan berpengalaman!</p>
51 <p><strong>Referensi:</strong></p>
51 <p><strong>Referensi:</strong></p>
52 <p>Sudarmo, U. (2007).<em>Kimia untuk Kelas X</em>. Jakarta: Phibeta.</p>
52 <p>Sudarmo, U. (2007).<em>Kimia untuk Kelas X</em>. Jakarta: Phibeta.</p>
53 <p>Chang, R. (2013).<em>Kimia Dasar. Edisi ke-3</em>. Jakarta: Erlangga.</p>
53 <p>Chang, R. (2013).<em>Kimia Dasar. Edisi ke-3</em>. Jakarta: Erlangga.</p>
54 <p><em>Artikel ini telah diperbarui pada 07 Maret 2024.</em></p>
54 <p><em>Artikel ini telah diperbarui pada 07 Maret 2024.</em></p>
55  
55