HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p><em></em></p>
1 <p><em></em></p>
2 <blockquote><p><em>Artikel ini memberikan tips kepada orang tua untuk mengenali serta mengatasi bullying pada anak secara online maupun offline.</em></p>
2 <blockquote><p><em>Artikel ini memberikan tips kepada orang tua untuk mengenali serta mengatasi bullying pada anak secara online maupun offline.</em></p>
3 </blockquote><p>-</p>
3 </blockquote><p>-</p>
4 <p>Orang tua pasti tidak mau<em><i> ‘kan</i></em> anaknya menjadi korban ataupun pelaku<em><i>bullying</i></em>? Perundungan atau yang lebih dikenal dengan bullying<i></i>adalah perilaku agresif yang bertujuan untuk menyakiti pihak lain yang dilakukan secara sengaja, berulang-ulang, dan terjadi perbedaan kekuatan. Ini bisa terjadi secara fisik, verbal, emosional, atau melalui teknologi digital yang kita kenal dengan<em><i>cyberbullying</i></em>.</p>
4 <p>Orang tua pasti tidak mau<em><i> ‘kan</i></em> anaknya menjadi korban ataupun pelaku<em><i>bullying</i></em>? Perundungan atau yang lebih dikenal dengan bullying<i></i>adalah perilaku agresif yang bertujuan untuk menyakiti pihak lain yang dilakukan secara sengaja, berulang-ulang, dan terjadi perbedaan kekuatan. Ini bisa terjadi secara fisik, verbal, emosional, atau melalui teknologi digital yang kita kenal dengan<em><i>cyberbullying</i></em>.</p>
5 <p>Saat bercanda atau berkomunikasi dengan teman, semua orang berpotensi menjadi pelaku<em><i>bully</i></em>, terlebih jika memiliki kekuasaan yang lebih dan tidak menghormati perbedaan antar teman. Anak yang dianggap memiliki karakter “berbeda” dari teman-temannya dan memiliki kepercayaan diri rendah biasanya rentan mengalami<em><i>bullying</i></em>, karena adanya perbedaan kekuatan dengan pelaku<em><i>bullying</i></em>.</p>
5 <p>Saat bercanda atau berkomunikasi dengan teman, semua orang berpotensi menjadi pelaku<em><i>bully</i></em>, terlebih jika memiliki kekuasaan yang lebih dan tidak menghormati perbedaan antar teman. Anak yang dianggap memiliki karakter “berbeda” dari teman-temannya dan memiliki kepercayaan diri rendah biasanya rentan mengalami<em><i>bullying</i></em>, karena adanya perbedaan kekuatan dengan pelaku<em><i>bullying</i></em>.</p>
6 <p>Jika mengalami<em><i>bullying</i></em>secara fisik, tentu tandanya dapat terlihat jelas pada luka, memar, atau sobekan pada pakaian. Namun, jika dilakukan secara non-fisik atau melalui teknologi digital, biasanya korban akan mengalami rasa gelisah, resah, motivasi menjadi rendah, hingga masalah perilaku yang membuatnya selalu kesal. Hal ini tentunya sulit dilihat jika tidak dikomunikasikan secara langsung. Sebagai orang tua, ini cara menghindari<em>bullying</em>pada anak yang terjadi secara<em>online</em>dan<em>offline</em>agar bisa menghindari hal tersebut terjadi pada anak.</p>
6 <p>Jika mengalami<em><i>bullying</i></em>secara fisik, tentu tandanya dapat terlihat jelas pada luka, memar, atau sobekan pada pakaian. Namun, jika dilakukan secara non-fisik atau melalui teknologi digital, biasanya korban akan mengalami rasa gelisah, resah, motivasi menjadi rendah, hingga masalah perilaku yang membuatnya selalu kesal. Hal ini tentunya sulit dilihat jika tidak dikomunikasikan secara langsung. Sebagai orang tua, ini cara menghindari<em>bullying</em>pada anak yang terjadi secara<em>online</em>dan<em>offline</em>agar bisa menghindari hal tersebut terjadi pada anak.</p>
7 <h2>1. Ketahui perbedaan antara lelucon/candaan dengan bullying</h2>
7 <h2>1. Ketahui perbedaan antara lelucon/candaan dengan bullying</h2>
8 <p>Semua teman tentu suka bercanda dengan satu sama lain, tetapi kadang sulit untuk membedakan apakah seseorang hanya sedang bersenang-senang atau memang ada niat lain untuk menyakiti, terutama saat di internet. Kadang mereka akan menertawakan dengan mengatakan “cuma bercanda<em>kok</em>”, atau “jangan dianggap serius<em>dong</em>.”</p>
8 <p>Semua teman tentu suka bercanda dengan satu sama lain, tetapi kadang sulit untuk membedakan apakah seseorang hanya sedang bersenang-senang atau memang ada niat lain untuk menyakiti, terutama saat di internet. Kadang mereka akan menertawakan dengan mengatakan “cuma bercanda<em>kok</em>”, atau “jangan dianggap serius<em>dong</em>.”</p>
9 <p><em>(Sumber: UNICEF/Pirozzi)</em></p>
9 <p><em>(Sumber: UNICEF/Pirozzi)</em></p>
10 <p>Namun, saat anak merasa terluka atau berpikir seperti ‘ditertawakan’ dan bukan ‘tertawa bersama’, maka lelucon atau candaan tersebut mungkin sudah terlalu jauh. Jika terus berlanjut bahkan saat sudah diminta untuk berhenti, maka ini bisa jadi adalah<em>bullying</em>.</p>
10 <p>Namun, saat anak merasa terluka atau berpikir seperti ‘ditertawakan’ dan bukan ‘tertawa bersama’, maka lelucon atau candaan tersebut mungkin sudah terlalu jauh. Jika terus berlanjut bahkan saat sudah diminta untuk berhenti, maka ini bisa jadi adalah<em>bullying</em>.</p>
11 <p>Baca Juga:<a>Pahami Ciri-Ciri Pelaku Bullying!</a></p>
11 <p>Baca Juga:<a>Pahami Ciri-Ciri Pelaku Bullying!</a></p>
12 <p>Saat<em>bullying</em>terjadi secara<em>online</em>, perilaku ini dapat menarik perhatian yang tidak diinginkan dari banyak orang termasuk orang asing yang tidak dikenal. Maka, saat hal ini terjadi orang tua harus sigap untuk mengungkap siapa pelaku<em>bully</em>, dan juga menekankan bahwa semua orang berhak untuk dihormati, baik itu di dunia maya maupun dunia nyata.</p>
12 <p>Saat<em>bullying</em>terjadi secara<em>online</em>, perilaku ini dapat menarik perhatian yang tidak diinginkan dari banyak orang termasuk orang asing yang tidak dikenal. Maka, saat hal ini terjadi orang tua harus sigap untuk mengungkap siapa pelaku<em>bully</em>, dan juga menekankan bahwa semua orang berhak untuk dihormati, baik itu di dunia maya maupun dunia nyata.</p>
13 <h2>2. Buat anak merasa nyaman untuk berbicara</h2>
13 <h2>2. Buat anak merasa nyaman untuk berbicara</h2>
14 <p><em>(Sumber: UNICEF Indonesia/Jimmy Kruglinski)</em></p>
14 <p><em>(Sumber: UNICEF Indonesia/Jimmy Kruglinski)</em></p>
15 <p>Banyak anak yang menyembunyikan saat mengalami<em>bullying</em>. Padahal saat anak mengalami<em>bullying</em>, berbicara pada orang dewasa yang dipercaya atau seseorang yang bisa membuat mereka merasa aman untuk berbicara merupakan langkah awal yang paling penting,<em>lho</em>.</p>
15 <p>Banyak anak yang menyembunyikan saat mengalami<em>bullying</em>. Padahal saat anak mengalami<em>bullying</em>, berbicara pada orang dewasa yang dipercaya atau seseorang yang bisa membuat mereka merasa aman untuk berbicara merupakan langkah awal yang paling penting,<em>lho</em>.</p>
16 <p>Pastikan bahwa anak tahu dan mengerti mengenai masalah<em>bullying</em>ini, serta beritahu bahwa mereka dapat segera memberitahu Anda jika mengalami<em>bullying</em>tanpa harus merasa bersalah. Ajak anak berbicara dengan penuh perhatian dan akui perasaan anak. Jadilah orang tua yang terbuka dan bisa menjadi tempat untuk anak menceritakan apapun. Carilah solusi bersama karena dua kepala selalu lebih baik daripada satu!</p>
16 <p>Pastikan bahwa anak tahu dan mengerti mengenai masalah<em>bullying</em>ini, serta beritahu bahwa mereka dapat segera memberitahu Anda jika mengalami<em>bullying</em>tanpa harus merasa bersalah. Ajak anak berbicara dengan penuh perhatian dan akui perasaan anak. Jadilah orang tua yang terbuka dan bisa menjadi tempat untuk anak menceritakan apapun. Carilah solusi bersama karena dua kepala selalu lebih baik daripada satu!</p>
17 <h2>3. Kepada siapa harus berbicara saat anak mengalami bullying?</h2>
17 <h2>3. Kepada siapa harus berbicara saat anak mengalami bullying?</h2>
18 <p>Jika Ayah/Bunda sudah yakin bahwa anak sedang di-<em>bully</em>, maka langkah pertama untuk mengatasi bullying adalah mencari bantuan dari orang yang bisa dipercaya. Apabila terjadi di sekolah, orang tua bisa menghubungi guru yang dipercaya seperti guru BK, guru mata pelajaran, atau guru olahraga.</p>
18 <p>Jika Ayah/Bunda sudah yakin bahwa anak sedang di-<em>bully</em>, maka langkah pertama untuk mengatasi bullying adalah mencari bantuan dari orang yang bisa dipercaya. Apabila terjadi di sekolah, orang tua bisa menghubungi guru yang dipercaya seperti guru BK, guru mata pelajaran, atau guru olahraga.</p>
19 <p>Jika tidak nyaman berbicara dengan seseorang yang dikenal,<a>hubungi Telepon Pelayanan Sosial Anak (TePSA)</a>di nomor telepon 1500 771, atau nomor handphone/Whatsapp 081238888002 untuk anak atau orang tua berbicara dengan konselor profesional yang ramah.</p>
19 <p>Jika tidak nyaman berbicara dengan seseorang yang dikenal,<a>hubungi Telepon Pelayanan Sosial Anak (TePSA)</a>di nomor telepon 1500 771, atau nomor handphone/Whatsapp 081238888002 untuk anak atau orang tua berbicara dengan konselor profesional yang ramah.</p>
20 <p>Jika<em>bullying</em>terjadi di media sosial, Anda bisa memblokir akun pelaku dan melaporkan perilaku mereka di media sosial itu sendiri. Media sosial juga punya kewajiban untuk menjaga keamanan penggunanya,<em>lho</em>. Kumpulkan dan simpan bukti-bukti yang bisa membantu nanti untuk menunjukkan apa yang telah terjadi, misalnya seperti pesan dalam<em>chatting</em>dan<em>screenshot</em>postingan di media sosial.</p>
20 <p>Jika<em>bullying</em>terjadi di media sosial, Anda bisa memblokir akun pelaku dan melaporkan perilaku mereka di media sosial itu sendiri. Media sosial juga punya kewajiban untuk menjaga keamanan penggunanya,<em>lho</em>. Kumpulkan dan simpan bukti-bukti yang bisa membantu nanti untuk menunjukkan apa yang telah terjadi, misalnya seperti pesan dalam<em>chatting</em>dan<em>screenshot</em>postingan di media sosial.</p>
21 <p>Hal ini dilakukan untuk menunjukkan kepada pelaku<em>bully</em>bahwa tindakan mereka tidak dapat diterima dan<em>bullying</em>bisa berhenti dilakukan.</p>
21 <p>Hal ini dilakukan untuk menunjukkan kepada pelaku<em>bully</em>bahwa tindakan mereka tidak dapat diterima dan<em>bullying</em>bisa berhenti dilakukan.</p>
22 <h2>4. Dampak cyberbullying</h2>
22 <h2>4. Dampak cyberbullying</h2>
23 <p><em>(Sumber: UNICEF/Yuyuan Ma)</em></p>
23 <p><em>(Sumber: UNICEF/Yuyuan Ma)</em></p>
24 <p>Saat<em>bullying</em>terjadi secara<em>online</em>, anak bisa merasa seperti diserang dari segala arah, bahkan jika ia hanya berada di dalam rumah. Semua akan terasa seperti tidak ada jalan untuk keluar. Dampaknya bisa bertahan lama dan memengaruhi anak dalam banyak cara. Berikut dampak cyberbullying pada korban:</p>
24 <p>Saat<em>bullying</em>terjadi secara<em>online</em>, anak bisa merasa seperti diserang dari segala arah, bahkan jika ia hanya berada di dalam rumah. Semua akan terasa seperti tidak ada jalan untuk keluar. Dampaknya bisa bertahan lama dan memengaruhi anak dalam banyak cara. Berikut dampak cyberbullying pada korban:</p>
25 <ul><li><strong>Mental</strong>: merasa kesal, malu, bodoh, marah</li>
25 <ul><li><strong>Mental</strong>: merasa kesal, malu, bodoh, marah</li>
26 <li><strong>Emosional</strong>: merasa malu, kehilangan minat pada hal yang disukai</li>
26 <li><strong>Emosional</strong>: merasa malu, kehilangan minat pada hal yang disukai</li>
27 <li><strong>Fisik</strong>: lelah (kurang tidur), mengalami gejala seperti sakit perut dan sakit kepala</li>
27 <li><strong>Fisik</strong>: lelah (kurang tidur), mengalami gejala seperti sakit perut dan sakit kepala</li>
28 </ul><p>Dalam kasus ekstrim, dampak<em><i>cyberbullying</i></em>bahkan bisa menyebabkan seseorang mengakhiri nyawanya sendiri. Apakah Anda tahu kasus beberapa artis Korea yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena sering mendapatkan<em>bully</em>di media sosial?</p>
28 </ul><p>Dalam kasus ekstrim, dampak<em><i>cyberbullying</i></em>bahkan bisa menyebabkan seseorang mengakhiri nyawanya sendiri. Apakah Anda tahu kasus beberapa artis Korea yang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena sering mendapatkan<em>bully</em>di media sosial?</p>
29 <p>Masalah ini bisa diatasi dengan cara memberikan kepercayaan diri pada anak untuk berbicara kepada orang yang lebih dewasa dan mengatasi masalahnya.</p>
29 <p>Masalah ini bisa diatasi dengan cara memberikan kepercayaan diri pada anak untuk berbicara kepada orang yang lebih dewasa dan mengatasi masalahnya.</p>
30 <h2>5. Hukuman untuk bullying dan cyberbullying</h2>
30 <h2>5. Hukuman untuk bullying dan cyberbullying</h2>
31 <p><em>(Sumber: UNICEF/Estey)</em></p>
31 <p><em>(Sumber: UNICEF/Estey)</em></p>
32 <p>Setiap orang yang menjadi korban dari segala bentuk kekerasan, termasuk<em>bullying</em>dan<em>cyberbullying</em>memiliki hak atas keadlian dan meminta pertanggungjawaban pelaku. Hukum mengenai<em>bullying</em>, khususnya<em>cyberbullying</em>, masih cukup baru dan belum ada di mana-mana. Banyak negara yang masih bergantung pada Undang-Undang lain yang relevan, seperti hukum tentang pelecehan dan sebagainya. Di Indonesia, belum ada aturan spesifik yang mengatur<em>cyberbullying</em>, namun ada UU ITE dan mengatur ujaran kebencian.</p>
32 <p>Setiap orang yang menjadi korban dari segala bentuk kekerasan, termasuk<em>bullying</em>dan<em>cyberbullying</em>memiliki hak atas keadlian dan meminta pertanggungjawaban pelaku. Hukum mengenai<em>bullying</em>, khususnya<em>cyberbullying</em>, masih cukup baru dan belum ada di mana-mana. Banyak negara yang masih bergantung pada Undang-Undang lain yang relevan, seperti hukum tentang pelecehan dan sebagainya. Di Indonesia, belum ada aturan spesifik yang mengatur<em>cyberbullying</em>, namun ada UU ITE dan mengatur ujaran kebencian.</p>
33 <p>Namun, penting untuk diingat bahwa hukuman tidak selalu menjadi cara paling efektif untuk mengubah perilaku pem-<em>bully</em>. Akan lebih baik untuk fokus memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan dan mengubah hubungan menjadi lebih positif.</p>
33 <p>Namun, penting untuk diingat bahwa hukuman tidak selalu menjadi cara paling efektif untuk mengubah perilaku pem-<em>bully</em>. Akan lebih baik untuk fokus memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan dan mengubah hubungan menjadi lebih positif.</p>
34 <p><strong>Simak informasi dan tips lainnya dari UNICEF di:</strong><a>Apa itu cyberbullying?</a></p>
34 <p><strong>Simak informasi dan tips lainnya dari UNICEF di:</strong><a>Apa itu cyberbullying?</a></p>
35 <p>Itulah penjelasan ringkas mengenai cara mengatasi bullying pada anak. Semoga perilaku bullying jauh dari kehidupan anak. Untuk itu, pengawasan orang tua sangat penting, terutama saat anak sedang menggunakan gadget. Untuk belajar, orang tua tak perlu khawatir. Mendukungan penuh dalam proses pembelajaran anak dapat dilakukan dengan memberikan akses pengetahuan seluas-luasnya.</p>
35 <p>Itulah penjelasan ringkas mengenai cara mengatasi bullying pada anak. Semoga perilaku bullying jauh dari kehidupan anak. Untuk itu, pengawasan orang tua sangat penting, terutama saat anak sedang menggunakan gadget. Untuk belajar, orang tua tak perlu khawatir. Mendukungan penuh dalam proses pembelajaran anak dapat dilakukan dengan memberikan akses pengetahuan seluas-luasnya.</p>
36 <p>Nah, <a>Kursus Ruangguru for Kids</a><a> </a>dapat dijadikan solusi! Di sana, kemampuan berpikir kritis dan potensi anak akan terus diasah dalam belajar membaca, menulis, dan berhitung (Calistung), Matematika, Bahasa Inggris, dan Sains. Yuk, coba <em>trial class</em> nya sekarang!</p>
36 <p>Nah, <a>Kursus Ruangguru for Kids</a><a> </a>dapat dijadikan solusi! Di sana, kemampuan berpikir kritis dan potensi anak akan terus diasah dalam belajar membaca, menulis, dan berhitung (Calistung), Matematika, Bahasa Inggris, dan Sains. Yuk, coba <em>trial class</em> nya sekarang!</p>
37  
37