0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Artikel ini akan membahas<strong>hukum bacaan mad</strong>dalam ilmu tajwid, meliputi pengertian, macam-macam beserta masing-masing contohnya. Yuk, simak!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Artikel ini akan membahas<strong>hukum bacaan mad</strong>dalam ilmu tajwid, meliputi pengertian, macam-macam beserta masing-masing contohnya. Yuk, simak!</em></p>
2
</blockquote><p><i>-</i></p>
2
</blockquote><p><i>-</i></p>
3
<p>Salah satu hukum bacaan dalam ilmu tajwid yang penting untuk dipelajari oleh umat Islam adalah hukum mad.<strong>Hukum mad terdiri atas 15 macam</strong>, di mana masing-masing hukum bacaan memiliki karakteristik tersendiri.</p>
3
<p>Salah satu hukum bacaan dalam ilmu tajwid yang penting untuk dipelajari oleh umat Islam adalah hukum mad.<strong>Hukum mad terdiri atas 15 macam</strong>, di mana masing-masing hukum bacaan memiliki karakteristik tersendiri.</p>
4
<p>Supaya kamu lebih paham tentang hukum mad beserta contohnya, yuk pelajari selengkapnya dalam artikel berikut!</p>
4
<p>Supaya kamu lebih paham tentang hukum mad beserta contohnya, yuk pelajari selengkapnya dalam artikel berikut!</p>
5
<p><strong>Pengertian Hukum Mad</strong></p>
5
<p><strong>Pengertian Hukum Mad</strong></p>
6
<p>Menurut ilmu tajwid,<strong>hukum mad adalah hukum yang memanjangkan bacaan huruf ayat Al-Quran</strong><strong>ketika bertemu dengan salah satu di antara tiga huruf mad</strong>, yaitu<strong>wau sukun (وْ), ya sukun (يْ), dan alif (ا)</strong>.</p>
6
<p>Menurut ilmu tajwid,<strong>hukum mad adalah hukum yang memanjangkan bacaan huruf ayat Al-Quran</strong><strong>ketika bertemu dengan salah satu di antara tiga huruf mad</strong>, yaitu<strong>wau sukun (وْ), ya sukun (يْ), dan alif (ا)</strong>.</p>
7
<p>Secara etimologi, kata mad berasal dari bahasa Arab yang berarti memanjangkan. Oleh karena itu, kata mad merujuk pada hukum tajwid yang mewajibkan bacaan huruf ayat Al-Quran dipanjangkan ketika bertemu huruf-huruf tertentu. </p>
7
<p>Secara etimologi, kata mad berasal dari bahasa Arab yang berarti memanjangkan. Oleh karena itu, kata mad merujuk pada hukum tajwid yang mewajibkan bacaan huruf ayat Al-Quran dipanjangkan ketika bertemu huruf-huruf tertentu. </p>
8
<p>Pembaca Al-Quran wajib memanjangkan bunyi huruf atau bacaannya apabila di dalam ayat tersebut terdapat salah satu huruf mad. Apa saja macam-macam hukum mad dan contohnya? Yuk, kita bahas!</p>
8
<p>Pembaca Al-Quran wajib memanjangkan bunyi huruf atau bacaannya apabila di dalam ayat tersebut terdapat salah satu huruf mad. Apa saja macam-macam hukum mad dan contohnya? Yuk, kita bahas!</p>
9
<p><strong>Baca Juga:<a>4 Macam Hukum Nun Mati dan Tanwin Beserta Contohnya</a></strong></p>
9
<p><strong>Baca Juga:<a>4 Macam Hukum Nun Mati dan Tanwin Beserta Contohnya</a></strong></p>
10
<p><strong>Macam-Macam Hukum Mad dan Contohnya</strong></p>
10
<p><strong>Macam-Macam Hukum Mad dan Contohnya</strong></p>
11
<p><i>“Hukum mad ada berapa?”</i></p>
11
<p><i>“Hukum mad ada berapa?”</i></p>
12
<p>Hukum mad terbagi menjadi<strong>15 macam</strong>. Wah, banyak juga ya!</p>
12
<p>Hukum mad terbagi menjadi<strong>15 macam</strong>. Wah, banyak juga ya!</p>
13
<p>Kelima belas macam hukum bacaan mad ini, secara umum dapat digolongkan menjadi dua, yaitu<strong>mad thabi’i dan mad far’i</strong>. Mad thabi’i hanya terdiri atas satu hukum (tunggal) yang disebut juga sebagai mad asli. Sedangkan mad far’i atau yang disebut juga sebagai mad turunan terdiri atas 14 macam.</p>
13
<p>Kelima belas macam hukum bacaan mad ini, secara umum dapat digolongkan menjadi dua, yaitu<strong>mad thabi’i dan mad far’i</strong>. Mad thabi’i hanya terdiri atas satu hukum (tunggal) yang disebut juga sebagai mad asli. Sedangkan mad far’i atau yang disebut juga sebagai mad turunan terdiri atas 14 macam.</p>
14
<p>Untuk mengetahui macam-macam dan contoh hukum mad, langsung aja yuk, simak uraian berikut!</p>
14
<p>Untuk mengetahui macam-macam dan contoh hukum mad, langsung aja yuk, simak uraian berikut!</p>
15
<h2><b>1. Mad Thabi’i (Mad Asli)</b></h2>
15
<h2><b>1. Mad Thabi’i (Mad Asli)</b></h2>
16
<p>Mad thabi’i atau mad asli, adalah mad yang tidak bergantung pada sebab khusus. Hukum mad asli terjadi ketika terdapat:</p>
16
<p>Mad thabi’i atau mad asli, adalah mad yang tidak bergantung pada sebab khusus. Hukum mad asli terjadi ketika terdapat:</p>
17
<ul><li>Harakat<strong>fathah (ــَـ)</strong>diikuti dengan<strong>alif (ا).</strong></li>
17
<ul><li>Harakat<strong>fathah (ــَـ)</strong>diikuti dengan<strong>alif (ا).</strong></li>
18
<li>Harakat<strong>kasrah ( ِ- )</strong>diiringi dengan huruf<strong>ya</strong><strong>sukun (يْ).</strong></li>
18
<li>Harakat<strong>kasrah ( ِ- )</strong>diiringi dengan huruf<strong>ya</strong><strong>sukun (يْ).</strong></li>
19
<li>Harakat<strong>dammah ( <b>ُ-</b> )</strong> yang diikuti dengan huruf<strong>wau sukun (وْ).</strong></li>
19
<li>Harakat<strong>dammah ( <b>ُ-</b> )</strong> yang diikuti dengan huruf<strong>wau sukun (وْ).</strong></li>
20
</ul><p>Cara membaca mad asli atau mad thabi’i adalah dengan<strong>panjang 2 harakat</strong>. Contoh mad thabi’i adalah sebagai berikut:</p>
20
</ul><p>Cara membaca mad asli atau mad thabi’i adalah dengan<strong>panjang 2 harakat</strong>. Contoh mad thabi’i adalah sebagai berikut:</p>
21
<ul><li>QS An-Nas ayat 4: مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ</li>
21
<ul><li>QS An-Nas ayat 4: مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ</li>
22
<li>QS An-Nas ayat 5: فِيْ صُدُوْرِ</li>
22
<li>QS An-Nas ayat 5: فِيْ صُدُوْرِ</li>
23
<li>QS An-Nas ayat 1: قُلْ اَعُوْذُ</li>
23
<li>QS An-Nas ayat 1: قُلْ اَعُوْذُ</li>
24
</ul><p>Sementara itu, mad far’i adalah mad yang terjadi karena adanya sebab tertentu, seperti adanya hamzah atau sukun setelah huruf mad asli. Bisa dikatakan, mad far’i merupakan turunan dari mad asli. Mad far’i dibagi menjadi 14 jenis, yakni:</p>
24
</ul><p>Sementara itu, mad far’i adalah mad yang terjadi karena adanya sebab tertentu, seperti adanya hamzah atau sukun setelah huruf mad asli. Bisa dikatakan, mad far’i merupakan turunan dari mad asli. Mad far’i dibagi menjadi 14 jenis, yakni:</p>
25
<h2><b>2. Mad Wajib Muttasil</b></h2>
25
<h2><b>2. Mad Wajib Muttasil</b></h2>
26
<p>Hukum mad wajib muttasil adalah hukum bacaan,<strong>ketika mad asli</strong>bertemu dengan<strong>huruf hamzah (<b>ء</b>) dalam satu kata</strong>. Cara membaca mad wajib muttasil, harus<strong>dipanjangkan menjadi 4 - 5 harakat</strong>. Contoh mad wajib muttasil, di antaranya:</p>
26
<p>Hukum mad wajib muttasil adalah hukum bacaan,<strong>ketika mad asli</strong>bertemu dengan<strong>huruf hamzah (<b>ء</b>) dalam satu kata</strong>. Cara membaca mad wajib muttasil, harus<strong>dipanjangkan menjadi 4 - 5 harakat</strong>. Contoh mad wajib muttasil, di antaranya:</p>
27
<ul><li>QS Al-Baqarah ayat 6: سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ</li>
27
<ul><li>QS Al-Baqarah ayat 6: سَوَاۤءٌ عَلَيْهِمْ</li>
28
<li>QS Al-Maun ayat 6: يُرَآءُونَ</li>
28
<li>QS Al-Maun ayat 6: يُرَآءُونَ</li>
29
<li>QS Al-Bayyinah ayat 5: حُنَفَآءَ</li>
29
<li>QS Al-Bayyinah ayat 5: حُنَفَآءَ</li>
30
</ul><h2><b>3. Mad Jaiz Munfasil</b></h2>
30
</ul><h2><b>3. Mad Jaiz Munfasil</b></h2>
31
<p>Kebalikannya, hukum mad jaiz munfasil adalah hukum bacaan,<strong>ketika</strong><strong>mad asli</strong> bertemu dengan<strong>hamzah (<b>ء</b>), namun tidak dalam satu kata</strong>. Cara membaca mad jaiz munfasil, yakni dengan<strong>dipanjangkan sebanyak 4 - 5 harakat</strong>. Contoh mad jaiz munfasil, di antaranya:</p>
31
<p>Kebalikannya, hukum mad jaiz munfasil adalah hukum bacaan,<strong>ketika</strong><strong>mad asli</strong> bertemu dengan<strong>hamzah (<b>ء</b>), namun tidak dalam satu kata</strong>. Cara membaca mad jaiz munfasil, yakni dengan<strong>dipanjangkan sebanyak 4 - 5 harakat</strong>. Contoh mad jaiz munfasil, di antaranya:</p>
32
<ul><li>QS Al-Kafirun ayat 2: لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ</li>
32
<ul><li>QS Al-Kafirun ayat 2: لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ</li>
33
<li>QS Al-Kafirun ayat 3: وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ</li>
33
<li>QS Al-Kafirun ayat 3: وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ</li>
34
<li>QS Al-Quraisy ayat 4: الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ</li>
34
<li>QS Al-Quraisy ayat 4: الَّذِيْٓ اَطْعَمَهُمْ مِّنْ جُوْعٍ</li>
35
</ul><h2><b>4. Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi</b></h2>
35
</ul><h2><b>4. Mad Lazim Mutsaqqal Kilmi</b></h2>
36
<p>Hukum mad lazim mutsaqqal kilmi adalah hukum mad yang terjadi,<strong>ketika</strong><strong>mad asli</strong><strong>bertemu dengan huruf bertasydid ( ّ- ) dalam satu kata</strong>. Cara membaca mad lazim mutsaqqal kilmi, yakni dengan memanjangkan bacaan<strong>hingga 6 harakat</strong>. Contoh mad lazim mutsaqqal kilmi, di antaranya:</p>
36
<p>Hukum mad lazim mutsaqqal kilmi adalah hukum mad yang terjadi,<strong>ketika</strong><strong>mad asli</strong><strong>bertemu dengan huruf bertasydid ( ّ- ) dalam satu kata</strong>. Cara membaca mad lazim mutsaqqal kilmi, yakni dengan memanjangkan bacaan<strong>hingga 6 harakat</strong>. Contoh mad lazim mutsaqqal kilmi, di antaranya:</p>
37
<ul><li>QS Al-Fatihah ayat 7: وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ</li>
37
<ul><li>QS Al-Fatihah ayat 7: وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ</li>
38
<li>QS Al-Haqqah ayat 1: اَلْحَاۤقَّةُۙ</li>
38
<li>QS Al-Haqqah ayat 1: اَلْحَاۤقَّةُۙ</li>
39
<li>QS Al-Haqqah ayat 2: مَا الْحَاۤقَّةُۚ</li>
39
<li>QS Al-Haqqah ayat 2: مَا الْحَاۤقَّةُۚ</li>
40
</ul><h2><b>5. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi</b></h2>
40
</ul><h2><b>5. Mad Lazim Mukhaffaf Kilmi</b></h2>
41
<p>Hukum mad lazim mukhaffaf kilmi adalah hukum mad yang terjadi,<strong>ketika</strong><strong>huruf mad bertemu dengan huruf berharakat</strong> <strong>sukun ( ْ- ) dalam satu kata</strong>. Cara membaca mad lazim mukhaffaf kilmi, yakni<strong>dipanjangkan sampai 6 harakat</strong>. </p>
41
<p>Hukum mad lazim mukhaffaf kilmi adalah hukum mad yang terjadi,<strong>ketika</strong><strong>huruf mad bertemu dengan huruf berharakat</strong> <strong>sukun ( ْ- ) dalam satu kata</strong>. Cara membaca mad lazim mukhaffaf kilmi, yakni<strong>dipanjangkan sampai 6 harakat</strong>. </p>
42
<p><strong>Baca Juga:<a>3 Macam Hukum Bacaan Mim Mati Beserta Contohnya</a></strong></p>
42
<p><strong>Baca Juga:<a>3 Macam Hukum Bacaan Mim Mati Beserta Contohnya</a></strong></p>
43
<p>Dalam Al-Quran, hanya terdapat dua mad lazim mukhaffaf kalimi, yaitu pada surah Yunus ayat 51 dan 91 sebagai berikut:</p>
43
<p>Dalam Al-Quran, hanya terdapat dua mad lazim mukhaffaf kalimi, yaitu pada surah Yunus ayat 51 dan 91 sebagai berikut:</p>
44
<ul><li>QS. Yunus ayat 51: أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓ ۚ ءَآلْـَٰٔنَ وَقَدْ كُنتُم بِهِۦ تَسْتَعْجِلُونَ </li>
44
<ul><li>QS. Yunus ayat 51: أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓ ۚ ءَآلْـَٰٔنَ وَقَدْ كُنتُم بِهِۦ تَسْتَعْجِلُونَ </li>
45
<li>QS. Yunus ayat 91: ءَآلْـَٰٔنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلْمُفْسِدِينَ </li>
45
<li>QS. Yunus ayat 91: ءَآلْـَٰٔنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلْمُفْسِدِينَ </li>
46
</ul><h2><b>6. Mad Lazim Harfi Mutsaqqal</b></h2>
46
</ul><h2><b>6. Mad Lazim Harfi Mutsaqqal</b></h2>
47
<p>Hukum mad lazim harfi mutsaqqal adalah hukum mad yang<strong>terjadi di awal surat</strong>, dengan syarat:<strong>ada huruf mad yang bertemu huruf sukun yang diidghomkan (tasydid) dalam bentuk huruf saja</strong>(huruf fawatihus suwar).</p>
47
<p>Hukum mad lazim harfi mutsaqqal adalah hukum mad yang<strong>terjadi di awal surat</strong>, dengan syarat:<strong>ada huruf mad yang bertemu huruf sukun yang diidghomkan (tasydid) dalam bentuk huruf saja</strong>(huruf fawatihus suwar).</p>
48
<p>Sementara itu, huruf fawatihus suwar, terdiri dari huruf nun (ن), huruf qaf (ق), huruf shad (ص), huruf ain (ع), huruf sin (س), huruf lam (ل), huruf kaf (ك), dan huruf mim (م) di awal surat.</p>
48
<p>Sementara itu, huruf fawatihus suwar, terdiri dari huruf nun (ن), huruf qaf (ق), huruf shad (ص), huruf ain (ع), huruf sin (س), huruf lam (ل), huruf kaf (ك), dan huruf mim (م) di awal surat.</p>
49
<p>Cara membaca mad lazim mutsaqqal harfi, yakni dibaca<strong>sepanjang 6 harakat</strong>. Contoh mad lazim harfi mustaqqal, di antaranya:</p>
49
<p>Cara membaca mad lazim mutsaqqal harfi, yakni dibaca<strong>sepanjang 6 harakat</strong>. Contoh mad lazim harfi mustaqqal, di antaranya:</p>
50
<ul><li>QS Al-Qalam ayat 1: نۤ, dibaca<em>nuuun</em>.</li>
50
<ul><li>QS Al-Qalam ayat 1: نۤ, dibaca<em>nuuun</em>.</li>
51
<li>QS Asy-Syu’ara’ ayat 1: طٰسٓمّٓ, dibaca<em>thoo-siiim-miiim</em><strong>.</strong></li>
51
<li>QS Asy-Syu’ara’ ayat 1: طٰسٓمّٓ, dibaca<em>thoo-siiim-miiim</em><strong>.</strong></li>
52
<li>QS Maryam ayat 1: كٓهٰيٰـعٓـصٓ, dibaca<em>kaaaf-haa-yaa-‘aiiin-shoood</em>.</li>
52
<li>QS Maryam ayat 1: كٓهٰيٰـعٓـصٓ, dibaca<em>kaaaf-haa-yaa-‘aiiin-shoood</em>.</li>
53
</ul><h2><b>7. Mad Lazim Harfi Mukhaffaf</b></h2>
53
</ul><h2><b>7. Mad Lazim Harfi Mukhaffaf</b></h2>
54
<p>Hukum mad lazim harfi mukhaffaf adalah<strong>hukum mad yang terjadi di awal surat</strong>, yang terdiri dari enam huruf fawatih, yaitu huruf kha (ح), huruf ya (ي), huruf tha (ط), huruf alif (ا), huruf Ha (ه), dan huruf ra (ر). Cara membaca mad lazim mukhaffaf harfi, yakni dengan<strong>panjang 2 harakat</strong>. Contohnya yaitu:</p>
54
<p>Hukum mad lazim harfi mukhaffaf adalah<strong>hukum mad yang terjadi di awal surat</strong>, yang terdiri dari enam huruf fawatih, yaitu huruf kha (ح), huruf ya (ي), huruf tha (ط), huruf alif (ا), huruf Ha (ه), dan huruf ra (ر). Cara membaca mad lazim mukhaffaf harfi, yakni dengan<strong>panjang 2 harakat</strong>. Contohnya yaitu:</p>
55
<ul><li>QS Thaha ayat 1: طٰهٰ, dibaca<em>thaa-haa</em>.</li>
55
<ul><li>QS Thaha ayat 1: طٰهٰ, dibaca<em>thaa-haa</em>.</li>
56
<li>QS Yasin ayat 1: يٰسۤ,dibaca<em>yaa-siiin</em>.</li>
56
<li>QS Yasin ayat 1: يٰسۤ,dibaca<em>yaa-siiin</em>.</li>
57
<li>QS Al-Fussilat ayat 1: حٰمۤ, dibaca<em>khaa-miiim</em>.</li>
57
<li>QS Al-Fussilat ayat 1: حٰمۤ, dibaca<em>khaa-miiim</em>.</li>
58
</ul><h2><b>8. Mad Layyin</b></h2>
58
</ul><h2><b>8. Mad Layyin</b></h2>
59
<p>Hukum mad layyin adalah hukum bacaan,<strong>ketika huruf berharakat fathah atau dammah,</strong><strong>bertemu dengan huruf ya (ي) atau wau (و) bertanda sukun</strong>, kemudian<strong>di depannya</strong>lagi ada<strong>huruf yang dimatikan</strong>karena<strong>waqaf (berhenti)</strong>.</p>
59
<p>Hukum mad layyin adalah hukum bacaan,<strong>ketika huruf berharakat fathah atau dammah,</strong><strong>bertemu dengan huruf ya (ي) atau wau (و) bertanda sukun</strong>, kemudian<strong>di depannya</strong>lagi ada<strong>huruf yang dimatikan</strong>karena<strong>waqaf (berhenti)</strong>.</p>
60
<p>Dengan kata lain, hukum mad layyin hanya terjadi dalam kondisi waqaf atau berhenti. Cara membaca mad layyin, yakni dengan<strong>dipanjangkan sebanyak 2, 4, atau 6 harakat</strong>.</p>
60
<p>Dengan kata lain, hukum mad layyin hanya terjadi dalam kondisi waqaf atau berhenti. Cara membaca mad layyin, yakni dengan<strong>dipanjangkan sebanyak 2, 4, atau 6 harakat</strong>.</p>
61
<p>Namun, jika sudah memilih salah satu, pilihan itu harus konsisten ketika menemukan bacaan serupa hingga akhir tilawah. Contoh mad layyin, di antaranya:</p>
61
<p>Namun, jika sudah memilih salah satu, pilihan itu harus konsisten ketika menemukan bacaan serupa hingga akhir tilawah. Contoh mad layyin, di antaranya:</p>
62
<ul><li>QS Al-Quraisy ayat 1: لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ ١</li>
62
<ul><li>QS Al-Quraisy ayat 1: لِاِيْلٰفِ قُرَيْشٍۙ ١</li>
63
<li>QS Al-Quraisy ayat 2: اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ ٢</li>
63
<li>QS Al-Quraisy ayat 2: اٖلٰفِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاۤءِ وَالصَّيْفِۚ ٢</li>
64
<li>QS Al-Quraisy ayat 3: فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ ٣</li>
64
<li>QS Al-Quraisy ayat 3: فَلْيَعْبُدُوْا رَبَّ هٰذَا الْبَيْتِۙ ٣</li>
65
</ul><h2><b>9. Mad Arid Lissukun</b></h2>
65
</ul><h2><b>9. Mad Arid Lissukun</b></h2>
66
<p>Hukum mad arid lissukun adalah hukum bacaan yang terjadi,<strong>ketika huruf mad diikuti oleh huruf lain yang diwaqafkan</strong>. Cara membaca mad arid lissukun, yakni harus<strong>panjang 2, 4, atau 6 rakaat</strong>. Contoh mad arid lissukun, antara lain:</p>
66
<p>Hukum mad arid lissukun adalah hukum bacaan yang terjadi,<strong>ketika huruf mad diikuti oleh huruf lain yang diwaqafkan</strong>. Cara membaca mad arid lissukun, yakni harus<strong>panjang 2, 4, atau 6 rakaat</strong>. Contoh mad arid lissukun, antara lain:</p>
67
<ul><li>QS Al-Kafirun ayat 1: قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ١</li>
67
<ul><li>QS Al-Kafirun ayat 1: قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ ١</li>
68
<li>QS Al-Kafirun ayat 2: لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ ٢</li>
68
<li>QS Al-Kafirun ayat 2: لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ ٢</li>
69
<li>QS Al-Kafirun ayat 6: لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِࣖ ٦</li>
69
<li>QS Al-Kafirun ayat 6: لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِࣖ ٦</li>
70
</ul><h2><b>10. Mad Shilah Qashirah</b></h2>
70
</ul><h2><b>10. Mad Shilah Qashirah</b></h2>
71
<p>Hukum mad shilah qashirah adalah hukum mad yang terjadi,<strong>apabila</strong><strong>huruf ha dhamir</strong><strong>(ه)</strong>berharakat<strong>kasrah atau</strong><strong>dhammah, berada di antara dua huruf yang berharakat (bukan huruf mati)</strong>. Huruf sebelumnya berharakat hidup (bukan mad), dan huruf setelahnya bukan hamzah.</p>
71
<p>Hukum mad shilah qashirah adalah hukum mad yang terjadi,<strong>apabila</strong><strong>huruf ha dhamir</strong><strong>(ه)</strong>berharakat<strong>kasrah atau</strong><strong>dhammah, berada di antara dua huruf yang berharakat (bukan huruf mati)</strong>. Huruf sebelumnya berharakat hidup (bukan mad), dan huruf setelahnya bukan hamzah.</p>
72
<p>Cara membaca mad shilah qashirah, yakni dengan<strong>dipanjangkan sebanyak 2 harakat</strong>. Contoh mad shilah qashirah, yakni:</p>
72
<p>Cara membaca mad shilah qashirah, yakni dengan<strong>dipanjangkan sebanyak 2 harakat</strong>. Contoh mad shilah qashirah, yakni:</p>
73
<ul><li>QS Al-Qariah ayat 9: فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ</li>
73
<ul><li>QS Al-Qariah ayat 9: فَاُمُّهٗ هَاوِيَةٌ</li>
74
<li>QS An-Naziat ayat 17: اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۖ</li>
74
<li>QS An-Naziat ayat 17: اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۖ</li>
75
<li>QS An-Naziat ayat 40: وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ</li>
75
<li>QS An-Naziat ayat 40: وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ</li>
76
</ul><h2><b>11. Mad Shilah Thawilah</b></h2>
76
</ul><h2><b>11. Mad Shilah Thawilah</b></h2>
77
<p>Hukum mad shilah thawilah adalah hukum mad yang terjadi,<strong>ketika</strong><strong>huruf ha dhamir</strong><strong>(ه)</strong><strong>bertemu dengan huruf hamzah</strong>. Cara membaca mad shilah thawilah, yakni dengan<strong>panjang 4 - 5 harakat</strong>. Contoh mad shilah thawilah, di antaranya:</p>
77
<p>Hukum mad shilah thawilah adalah hukum mad yang terjadi,<strong>ketika</strong><strong>huruf ha dhamir</strong><strong>(ه)</strong><strong>bertemu dengan huruf hamzah</strong>. Cara membaca mad shilah thawilah, yakni dengan<strong>panjang 4 - 5 harakat</strong>. Contoh mad shilah thawilah, di antaranya:</p>
78
<ul><li>QS Al-Baqarah ayat 255: عِنْدَهٗٓ اِلَّا</li>
78
<ul><li>QS Al-Baqarah ayat 255: عِنْدَهٗٓ اِلَّا</li>
79
<li>QS Al-Humazah ayat 3: يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ</li>
79
<li>QS Al-Humazah ayat 3: يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ</li>
80
<li>QS Al-Balad ayat 7: اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ</li>
80
<li>QS Al-Balad ayat 7: اَيَحْسَبُ اَنْ لَّمْ يَرَهٗٓ اَحَدٌۗ</li>
81
</ul><h2><b>12. Mad Iwad</b></h2>
81
</ul><h2><b>12. Mad Iwad</b></h2>
82
<p>Hukum mad iwad adalah hukum bacaan ketika,<strong>bacaan tanwin yang dihentikan (waqaf), sehingga dibaca panjang (mad)</strong>. Sebagai pengecualian, mad iwad<strong>tidak terjadi pada huruf ta’ marbutah (ة)</strong>.</p>
82
<p>Hukum mad iwad adalah hukum bacaan ketika,<strong>bacaan tanwin yang dihentikan (waqaf), sehingga dibaca panjang (mad)</strong>. Sebagai pengecualian, mad iwad<strong>tidak terjadi pada huruf ta’ marbutah (ة)</strong>.</p>
83
<p>Cara membaca mad iwad, yaitu<strong>bunyi tanwin (an) dihilangkan</strong>, dan dibaca seperti fathah biasa<strong>(bunyi a)</strong>dengan<strong>panjang 2 harakat</strong>. Contoh bacaan mad iwad, antara lain:</p>
83
<p>Cara membaca mad iwad, yaitu<strong>bunyi tanwin (an) dihilangkan</strong>, dan dibaca seperti fathah biasa<strong>(bunyi a)</strong>dengan<strong>panjang 2 harakat</strong>. Contoh bacaan mad iwad, antara lain:</p>
84
<ul><li>QS An-Nisa ayat 1: كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً</li>
84
<ul><li>QS An-Nisa ayat 1: كَثِيْرًا وَّنِسَاۤءً</li>
85
<li>QS Al-‘Adiyat ayat 1: وَالْعٰدِيٰتِ ضَبْحًاۙ</li>
85
<li>QS Al-‘Adiyat ayat 1: وَالْعٰدِيٰتِ ضَبْحًاۙ</li>
86
<li>QS Al-‘Adiyat ayat 2: فَالْمُوْرِيٰتِ قَدْحًاۙ</li>
86
<li>QS Al-‘Adiyat ayat 2: فَالْمُوْرِيٰتِ قَدْحًاۙ</li>
87
</ul><h2><b>13. Mad Badal</b></h2>
87
</ul><h2><b>13. Mad Badal</b></h2>
88
<p>Hukum mad badal adalah hukum bacaan yang terjadi,<strong>ketika</strong>bertemunya dua<strong>hamzah (ء) dalam satu kalimat. Hamzah yang satu berharakat, sedangkan hamzah yang lain sukun.</strong></p>
88
<p>Hukum mad badal adalah hukum bacaan yang terjadi,<strong>ketika</strong>bertemunya dua<strong>hamzah (ء) dalam satu kalimat. Hamzah yang satu berharakat, sedangkan hamzah yang lain sukun.</strong></p>
89
<p><strong>Nah, hamzah yang sukun ini, kemudian diganti dengan huruf mad yang sesuai pada harakat hamzah kedua, untuk meringankan bacaan.</strong></p>
89
<p><strong>Nah, hamzah yang sukun ini, kemudian diganti dengan huruf mad yang sesuai pada harakat hamzah kedua, untuk meringankan bacaan.</strong></p>
90
<p>Cara membaca atau hukum bacaan mad badal, yakni dengan<strong>dipanjangkan sebanyak 2 harakat</strong>. Contoh mad badal, di antaranya:</p>
90
<p>Cara membaca atau hukum bacaan mad badal, yakni dengan<strong>dipanjangkan sebanyak 2 harakat</strong>. Contoh mad badal, di antaranya:</p>
91
<ul><li>QS Al-Baqarah ayat 8: اٰمَنَّا بِاللّٰهِ</li>
91
<ul><li>QS Al-Baqarah ayat 8: اٰمَنَّا بِاللّٰهِ</li>
92
<li>QS Al-Baqarah ayat 9: وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْ</li>
92
<li>QS Al-Baqarah ayat 9: وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْ</li>
93
<li>QS Al-Baqarah ayat 13: اٰمِنُوْا كَمَآ اٰمَنَ النَّاسُ</li>
93
<li>QS Al-Baqarah ayat 13: اٰمِنُوْا كَمَآ اٰمَنَ النَّاسُ</li>
94
</ul><h2><b>14. Mad Farqi</b></h2>
94
</ul><h2><b>14. Mad Farqi</b></h2>
95
<p>Secara bahasa, farqi artinya memisahkan. Jadi, hukum mad farqi adalah hukum mad yang terjadi,<strong>apabila mad badal bertemu dengan tasydid</strong>. Cara membacanya, yakni<strong>dipanjangkan</strong><strong>hingga 6 harakat</strong>. Contoh mad farqi, antara lain: </p>
95
<p>Secara bahasa, farqi artinya memisahkan. Jadi, hukum mad farqi adalah hukum mad yang terjadi,<strong>apabila mad badal bertemu dengan tasydid</strong>. Cara membacanya, yakni<strong>dipanjangkan</strong><strong>hingga 6 harakat</strong>. Contoh mad farqi, antara lain: </p>
96
<ul><li>QS Al-An’am ayat 143: قُلْ ءٰۤالذَّكَرَيْنِ</li>
96
<ul><li>QS Al-An’am ayat 143: قُلْ ءٰۤالذَّكَرَيْنِ</li>
97
<li>QS Yunus ayat 59: قُلْ ءٰۤاللّٰهُ</li>
97
<li>QS Yunus ayat 59: قُلْ ءٰۤاللّٰهُ</li>
98
<li>QS An-Naml ayat 59: ءٰۤاللّٰهُ خَيْرٌ</li>
98
<li>QS An-Naml ayat 59: ءٰۤاللّٰهُ خَيْرٌ</li>
99
</ul><h2><b>15. Mad Tamkin</b></h2>
99
</ul><h2><b>15. Mad Tamkin</b></h2>
100
<p>Hukum mad tamkin adalah hukum mad yang terjadi,<strong>ketika huruf ya (ﻱ) atau wau (ﻭ) berharakat tasydid (ـّـ) atau kasrah (ـِـ), bertemu dengan huruf ya atau wau berharakat sukun (ـْـ)</strong>. Panjang bacaan mad tamkin, yakni<strong>sejumlah dua harakat</strong>. Contoh mad tamkin, di antaranya:</p>
100
<p>Hukum mad tamkin adalah hukum mad yang terjadi,<strong>ketika huruf ya (ﻱ) atau wau (ﻭ) berharakat tasydid (ـّـ) atau kasrah (ـِـ), bertemu dengan huruf ya atau wau berharakat sukun (ـْـ)</strong>. Panjang bacaan mad tamkin, yakni<strong>sejumlah dua harakat</strong>. Contoh mad tamkin, di antaranya:</p>
101
<ul><li>QS Ali Imran ayat 75: فِى ٱلْأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ</li>
101
<ul><li>QS Ali Imran ayat 75: فِى ٱلْأُمِّيِّينَ سَبِيلٌ</li>
102
<li>QS Ali Imran ayat 20: وَالْاُمِّيّٖنَ ءَاَسْلَمْتُمْ</li>
102
<li>QS Ali Imran ayat 20: وَالْاُمِّيّٖنَ ءَاَسْلَمْتُمْ</li>
103
<li>QS Al-Muthaffifin ayat 18: لَفِيْ عِلِّيِّيْنَ</li>
103
<li>QS Al-Muthaffifin ayat 18: لَفِيْ عِلِّيِّيْنَ</li>
104
</ul><p><strong>Baca Juga:<a>Hukum Tajwid Alif Lam Qomariyah, Macam Huruf, dan Contohnya</a></strong></p>
104
</ul><p><strong>Baca Juga:<a>Hukum Tajwid Alif Lam Qomariyah, Macam Huruf, dan Contohnya</a></strong></p>
105
<p>Sekian uraian mengenai hukum mad dalam ilmu tajwid, mulai dari pengertian, jenis-jenis, serta contohnya. Apakah kamu sudah paham? Supaya makin paham, jangan lupa untuk menerapkan hukum bacaan yang sudah kamu pelajari ketika kamu membaca Al-Quran, ya!</p>
105
<p>Sekian uraian mengenai hukum mad dalam ilmu tajwid, mulai dari pengertian, jenis-jenis, serta contohnya. Apakah kamu sudah paham? Supaya makin paham, jangan lupa untuk menerapkan hukum bacaan yang sudah kamu pelajari ketika kamu membaca Al-Quran, ya!</p>
106
<p>Jika kamu masih memerlukan bimbingan, kalian bisa mencari guru privat yang sesuai dengan kriteria kalian di <a><strong>Ruangguru Privat</strong></a>. Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
106
<p>Jika kamu masih memerlukan bimbingan, kalian bisa mencari guru privat yang sesuai dengan kriteria kalian di <a><strong>Ruangguru Privat</strong></a>. Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
107
<p><strong>Referensi:</strong></p>
107
<p><strong>Referensi:</strong></p>
108
<p>https://an-nur.ac.id/hukum-mad-pengertian-jenis-dan-cara-membaca-yang-benar/ (Diakses pada 8 Oktober 2024)</p>
108
<p>https://an-nur.ac.id/hukum-mad-pengertian-jenis-dan-cara-membaca-yang-benar/ (Diakses pada 8 Oktober 2024)</p>
109
<p>https://tirto.id/macam-macam-mad-dalam-ilmu-tajwid-beserta-contoh-hukum-bacaannya-gm2J (Diakses pada 8 Oktober 2024)</p>
109
<p>https://tirto.id/macam-macam-mad-dalam-ilmu-tajwid-beserta-contoh-hukum-bacaannya-gm2J (Diakses pada 8 Oktober 2024)</p>
110
110