HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p><em>Artikel Sejarah Kelas X ini akan menjelaskan sejarah perubahan ekonomi dari masa praaksara.</em></p>
1 <p><em>Artikel Sejarah Kelas X ini akan menjelaskan sejarah perubahan ekonomi dari masa praaksara.</em></p>
2 <p>Kalian punya<em>nggak</em>teman yang hobi belanja via online? Atau teman yang suka berburu diskon-diskon<em>cashback</em>? Enak<em>banget</em>ya zaman sekarang yang serba simpel dan banyak pilihan, sangat beda sama zaman purba yang masih serba terbatas. Tapi bukan berarti di zaman purba<em>nggak</em>ada kegiatan ekonomi<em>loh</em>. Kegiatan ekonomi di Indonesia sudah dilakukan oleh nenek moyang kita jauh sebelum kita mengenal alat pembayaran berupa uang<em>cash</em>. Kebayang<em>nggak sih</em>, apa yang dijual oleh nenek moyang kita? Dan bagaimana cara mereka memenuhi kebutuhan ekonomi?</p>
2 <p>Kalian punya<em>nggak</em>teman yang hobi belanja via online? Atau teman yang suka berburu diskon-diskon<em>cashback</em>? Enak<em>banget</em>ya zaman sekarang yang serba simpel dan banyak pilihan, sangat beda sama zaman purba yang masih serba terbatas. Tapi bukan berarti di zaman purba<em>nggak</em>ada kegiatan ekonomi<em>loh</em>. Kegiatan ekonomi di Indonesia sudah dilakukan oleh nenek moyang kita jauh sebelum kita mengenal alat pembayaran berupa uang<em>cash</em>. Kebayang<em>nggak sih</em>, apa yang dijual oleh nenek moyang kita? Dan bagaimana cara mereka memenuhi kebutuhan ekonomi?</p>
3 <p><em>Nah</em>, kali ini<em>yuk</em>bercerita tentang sejarah kegiatan ekonomi di Indonesia dan pengaruhnya pada kegiatan ekonomi saat ini. Ada 4 masa sejarah manusia praaksara dari aspek ekonomi,<em>mau</em>tahu<em>apa aja?</em><em>Yuk</em>cari tahu lebih lanjut!</p>
3 <p><em>Nah</em>, kali ini<em>yuk</em>bercerita tentang sejarah kegiatan ekonomi di Indonesia dan pengaruhnya pada kegiatan ekonomi saat ini. Ada 4 masa sejarah manusia praaksara dari aspek ekonomi,<em>mau</em>tahu<em>apa aja?</em><em>Yuk</em>cari tahu lebih lanjut!</p>
4 <p><strong>Masa Nomaden</strong></p>
4 <p><strong>Masa Nomaden</strong></p>
5 <p>Pada masa ini, tingkat kecerdasan manusia masih sangat rendah sehingga manusia mengumpulkan makanan dengan cara berburu saja. Manusia di masa ini juga hidup di wilayah yang dianggap cukup aman dan dekat dengan sungai karena sungai banyak didatangi hewan.<em>Nah,</em>hewan-hewan yang menghampiri sungai tersebut akan jadi bahan konsumsi<em>buat</em>manusia.</p>
5 <p>Pada masa ini, tingkat kecerdasan manusia masih sangat rendah sehingga manusia mengumpulkan makanan dengan cara berburu saja. Manusia di masa ini juga hidup di wilayah yang dianggap cukup aman dan dekat dengan sungai karena sungai banyak didatangi hewan.<em>Nah,</em>hewan-hewan yang menghampiri sungai tersebut akan jadi bahan konsumsi<em>buat</em>manusia.</p>
6 <p>Masalahnya, hewan-hewan tersebut akan selalu berpindah karena adanya faktor perubahan iklim, bencana alam, adanya ancaman dari hewan karnivora, dan mencari iklim yang lebih panas.<em>Makanya</em>saat itu manusia juga hidup berpindah-pindah<strong>(nomaden)</strong>, karena berburu hewan adalah sarana utama untuk bertahan hidup saat itu. Kalau<em>nggak</em>, ya manusia makan apa<em>dong</em>?</p>
6 <p>Masalahnya, hewan-hewan tersebut akan selalu berpindah karena adanya faktor perubahan iklim, bencana alam, adanya ancaman dari hewan karnivora, dan mencari iklim yang lebih panas.<em>Makanya</em>saat itu manusia juga hidup berpindah-pindah<strong>(nomaden)</strong>, karena berburu hewan adalah sarana utama untuk bertahan hidup saat itu. Kalau<em>nggak</em>, ya manusia makan apa<em>dong</em>?</p>
7 <p><strong>Masa Abris Sous Rouche </strong></p>
7 <p><strong>Masa Abris Sous Rouche </strong></p>
8 <p>Setelah nomaden, manusia pun berkembang dengan mengumpulkan makanan dari laut. Di masa ini manusia menetap di gua yang dekat dengan sumber air seperti tepi pantai, sungai, atau danau. Gua yang ditinggali manusia di masa ini disebut<strong>abris sous roche</strong>.</p>
8 <p>Setelah nomaden, manusia pun berkembang dengan mengumpulkan makanan dari laut. Di masa ini manusia menetap di gua yang dekat dengan sumber air seperti tepi pantai, sungai, atau danau. Gua yang ditinggali manusia di masa ini disebut<strong>abris sous roche</strong>.</p>
9 <p><strong>Baca juga:<a>Mengenal Sejarah Nenek Moyang Bangsa Indonesia</a></strong></p>
9 <p><strong>Baca juga:<a>Mengenal Sejarah Nenek Moyang Bangsa Indonesia</a></strong></p>
10 <p>Di masa ini, manusia memilih tinggal di gua karena bisa membuat api yang lebih tahan lama untuk menghangatkan tubuh, menghalau binatang buas di malam hari, dan memasak makanan. Manusia praaksara juga bergantung pada sumber-sumber makanan yang ada di laut, kegiatan ini dibuktikan dengan ditemukannya kulit kerang dan siput (<em>kjokkenmodinger</em>).</p>
10 <p>Di masa ini, manusia memilih tinggal di gua karena bisa membuat api yang lebih tahan lama untuk menghangatkan tubuh, menghalau binatang buas di malam hari, dan memasak makanan. Manusia praaksara juga bergantung pada sumber-sumber makanan yang ada di laut, kegiatan ini dibuktikan dengan ditemukannya kulit kerang dan siput (<em>kjokkenmodinger</em>).</p>
11 <p><strong>Masa Bercocok Tanam dan Beternak </strong></p>
11 <p><strong>Masa Bercocok Tanam dan Beternak </strong></p>
12 <p>Setelah masa berburu dan menetap di gua, akal manusia semakin berkembang dan sudah mulai mampu bercocok tanam. Tanaman yang biasanya ditanam di masa ini adalah tanaman umbi-umbian seperti keladi, ubi, sukun, pisang, dan rambutan. Selain bercocok tanam, manusia juga sudah memelihara hewan untuk diternak. Hewan-hewan yang diternak biasanya adalah ayam dan babi. Dengan bercocok tanam dan beternak, manusia bisa mengkonsumsi hasil tanaman dan ternak mereka sendiri dan<em>nggak</em>harus bergantung pada berburu hewan seperti di masa sebelumnya.</p>
12 <p>Setelah masa berburu dan menetap di gua, akal manusia semakin berkembang dan sudah mulai mampu bercocok tanam. Tanaman yang biasanya ditanam di masa ini adalah tanaman umbi-umbian seperti keladi, ubi, sukun, pisang, dan rambutan. Selain bercocok tanam, manusia juga sudah memelihara hewan untuk diternak. Hewan-hewan yang diternak biasanya adalah ayam dan babi. Dengan bercocok tanam dan beternak, manusia bisa mengkonsumsi hasil tanaman dan ternak mereka sendiri dan<em>nggak</em>harus bergantung pada berburu hewan seperti di masa sebelumnya.</p>
13 <p><em>Oh iya</em>, di masa ini manusia juga sudah bisa menebang dan membakar pohon<em>(slash and burn)</em>dan juga berdagang yang bersifat barter. Biasanya barang yang ditukar untuk barter adalah hasil dari cocok tanam atau ternak mereka.<em>Terus</em>kalau sudah bisa produksi sendiri, kenapa masih barter? Barter terjadi karena setiap kelompok manusia menanam dan memelihara hewan ternak yang berbeda dari kelompok lainnya,<em>makanya</em>manusia saling tukar sesuai kebutuhan masing-masing. Walaupun barternya antarpulau, manusia juga sudah bisa membuat perahu rakit atau perahu bercadik<em>loh</em>, jadi bisa mengantar barangnya pakai kapal melewati sungai.</p>
13 <p><em>Oh iya</em>, di masa ini manusia juga sudah bisa menebang dan membakar pohon<em>(slash and burn)</em>dan juga berdagang yang bersifat barter. Biasanya barang yang ditukar untuk barter adalah hasil dari cocok tanam atau ternak mereka.<em>Terus</em>kalau sudah bisa produksi sendiri, kenapa masih barter? Barter terjadi karena setiap kelompok manusia menanam dan memelihara hewan ternak yang berbeda dari kelompok lainnya,<em>makanya</em>manusia saling tukar sesuai kebutuhan masing-masing. Walaupun barternya antarpulau, manusia juga sudah bisa membuat perahu rakit atau perahu bercadik<em>loh</em>, jadi bisa mengantar barangnya pakai kapal melewati sungai.</p>
14 <p><strong>Masa Perundagian </strong></p>
14 <p><strong>Masa Perundagian </strong></p>
15 <p>Tahu<em>nggak sih</em>, kalau di masa-masa sebelumnya manusia bercocok tanam tanpa alat bantu sama sekali.<em>Wow</em>, pasti repot banget<em>tuh</em>. Tapi akhirnya, di masa ini manusia<em>kepikiran</em>untuk<em>bikin</em>alat yang bisa membantu mereka bercocok tanam. Alat-alat yang dibuat berasal dari logam, contohnya seperti pisau bajak.</p>
15 <p>Tahu<em>nggak sih</em>, kalau di masa-masa sebelumnya manusia bercocok tanam tanpa alat bantu sama sekali.<em>Wow</em>, pasti repot banget<em>tuh</em>. Tapi akhirnya, di masa ini manusia<em>kepikiran</em>untuk<em>bikin</em>alat yang bisa membantu mereka bercocok tanam. Alat-alat yang dibuat berasal dari logam, contohnya seperti pisau bajak.</p>
16 <p>Di masa ini juga manusia mulai mengenal pembuatan barang kerajinan tangan dari batu dan kayu. Masa ini disebut dengan masa Perundagian. Sedangkan<strong>Undagi</strong>adalah sebutan untuk sekelompok masyarakat yang<em>jago</em>dan terampil membuat kerajinan. Barang yang dibuat contohnya seperti pembuatan gerabah, sampan, dan perhiasan.<em>Nah,</em>hasil produksi dari keterampilan-keterampilan tersebut nantinya akan ditukar (barter) dengan kelompok masyarakat lainnya.</p>
16 <p>Di masa ini juga manusia mulai mengenal pembuatan barang kerajinan tangan dari batu dan kayu. Masa ini disebut dengan masa Perundagian. Sedangkan<strong>Undagi</strong>adalah sebutan untuk sekelompok masyarakat yang<em>jago</em>dan terampil membuat kerajinan. Barang yang dibuat contohnya seperti pembuatan gerabah, sampan, dan perhiasan.<em>Nah,</em>hasil produksi dari keterampilan-keterampilan tersebut nantinya akan ditukar (barter) dengan kelompok masyarakat lainnya.</p>
17 <p>Jadi, itulah 4 masa sejarah masyarakat praaksara dalam aspek ekonomi. Tapi, bukan berarti perkembangan ekonomi berhenti sampai sini<em>loh.</em>Seiring waktu, masyarakat praaksara juga semakin mengenal<strong>perdagangan</strong>sampai antardaratan Asia Tenggara lainnya. Perdagangan yang dilakukan juga masih bersifat barter, yaitu menukarkan barang-barang berupa hasil bercocok tanam, gerabah, dan barang-barang dari logam.</p>
17 <p>Jadi, itulah 4 masa sejarah masyarakat praaksara dalam aspek ekonomi. Tapi, bukan berarti perkembangan ekonomi berhenti sampai sini<em>loh.</em>Seiring waktu, masyarakat praaksara juga semakin mengenal<strong>perdagangan</strong>sampai antardaratan Asia Tenggara lainnya. Perdagangan yang dilakukan juga masih bersifat barter, yaitu menukarkan barang-barang berupa hasil bercocok tanam, gerabah, dan barang-barang dari logam.</p>
18 <p><em>Terus,</em>apakah proses sejarah tadi punya pengaruh untuk perekonomian saat ini? Tentu ada<em>dong.</em>Buktinya, saat ini masyarakat masih melakukan kegiatan berdagang antarpulau di Indonesia bahkan antarnegara<em>.</em></p>
18 <p><em>Terus,</em>apakah proses sejarah tadi punya pengaruh untuk perekonomian saat ini? Tentu ada<em>dong.</em>Buktinya, saat ini masyarakat masih melakukan kegiatan berdagang antarpulau di Indonesia bahkan antarnegara<em>.</em></p>
19 <p><em>Nah,</em>begitulah teman-teman sejarah kegiatan ekonomi di negara kita Indonesia. Perjuangannya panjang sekali ya, dari yang awalnya harus berpindah tempat (nomaden) supaya bisa bertahan hidup, hingga akhirnya bisa menanam tanaman sendiri dan mengolah bahan baku untuk ditukar (barter). Supaya lebih<em>ngerti</em>, teman-teman bisa mengunjugi museum-museum yang menyimpan cerita sejarah Indonesia di zaman praaksara. Selain itu, teman-teman juga bisa menonton video<a><strong>ruangbelajar</strong></a>kalau ingin tahu lebih lanjut penjelasan lengkapnya.</p>
19 <p><em>Nah,</em>begitulah teman-teman sejarah kegiatan ekonomi di negara kita Indonesia. Perjuangannya panjang sekali ya, dari yang awalnya harus berpindah tempat (nomaden) supaya bisa bertahan hidup, hingga akhirnya bisa menanam tanaman sendiri dan mengolah bahan baku untuk ditukar (barter). Supaya lebih<em>ngerti</em>, teman-teman bisa mengunjugi museum-museum yang menyimpan cerita sejarah Indonesia di zaman praaksara. Selain itu, teman-teman juga bisa menonton video<a><strong>ruangbelajar</strong></a>kalau ingin tahu lebih lanjut penjelasan lengkapnya.</p>
20 <p><strong>Sumber Referensi</strong></p>
20 <p><strong>Sumber Referensi</strong></p>
21 <p>Gunawan, Restu dkk. 2017. Sejarah Indonesia Kelas X Edisi Revisi. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.</p>
21 <p>Gunawan, Restu dkk. 2017. Sejarah Indonesia Kelas X Edisi Revisi. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.</p>
22 <p><em><strong>Artikel diperbarui 18 November 2020</strong></em></p>
22 <p><em><strong>Artikel diperbarui 18 November 2020</strong></em></p>
23  
23