0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Bagaimana sih cara membuat puisi yang baik, benar, juga menarik? Yuk, simak tips nya di<strong><a>artikel Bahasa Indonesia kelas 10</a></strong>berikut ini!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Bagaimana sih cara membuat puisi yang baik, benar, juga menarik? Yuk, simak tips nya di<strong><a>artikel Bahasa Indonesia kelas 10</a></strong>berikut ini!</em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<p>Apa kamu pernah membuat puisi? Baik itu untuk memenuhi tugas sekolah atau hanya hobi saja. Menurut definisinya, puisi adalah karangan yang mengekspresikan pikiran atau perasaan penulisnya (penyair) melalui keindahan kata-kata. Jadi, dalam teks puisi, kita bisa mengungkapkan perasaan senag, sedih, rindu, gelisah, atau pengagungan dalam bahasa yang indah.</p>
3
<p>Apa kamu pernah membuat puisi? Baik itu untuk memenuhi tugas sekolah atau hanya hobi saja. Menurut definisinya, puisi adalah karangan yang mengekspresikan pikiran atau perasaan penulisnya (penyair) melalui keindahan kata-kata. Jadi, dalam teks puisi, kita bisa mengungkapkan perasaan senag, sedih, rindu, gelisah, atau pengagungan dalam bahasa yang indah.</p>
4
<p>Untuk dapat membuat teks puisi yang baik dan benar, kamu harus paham terlebih dahulu mengenai unsur-unsur pembangun puisi, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Nah, penjelasan mengenai unsur-unsur pembangun puisi sudah dibahas secara lengkap di artikel, “<a>Unsur Ekstrinsik & Intrinsik Pembangun Puisi</a>“, ya.</p>
4
<p>Untuk dapat membuat teks puisi yang baik dan benar, kamu harus paham terlebih dahulu mengenai unsur-unsur pembangun puisi, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Nah, penjelasan mengenai unsur-unsur pembangun puisi sudah dibahas secara lengkap di artikel, “<a>Unsur Ekstrinsik & Intrinsik Pembangun Puisi</a>“, ya.</p>
5
<p>Setelah mengetahui materi tentang pengertian dan unsur pembangun puisi, sekarang kita lanjut ke bahasan cara membuat puisi yang benar dan menarik. Mungkin sebagian di antara kamu, berpikiran bahwa sepertinya membuat puisi itu mudah. Namun, pada kenyataannya, banyak yang harus diperhatikan loh agar teks puisi itu sendiri menarik saat dibaca dan mudah dipahami oleh pembaca.</p>
5
<p>Setelah mengetahui materi tentang pengertian dan unsur pembangun puisi, sekarang kita lanjut ke bahasan cara membuat puisi yang benar dan menarik. Mungkin sebagian di antara kamu, berpikiran bahwa sepertinya membuat puisi itu mudah. Namun, pada kenyataannya, banyak yang harus diperhatikan loh agar teks puisi itu sendiri menarik saat dibaca dan mudah dipahami oleh pembaca.</p>
6
<p>Lalu, bagaimana cara membuat puisi yang baik dan benar? Yuk, kita pelajari!</p>
6
<p>Lalu, bagaimana cara membuat puisi yang baik dan benar? Yuk, kita pelajari!</p>
7
<h2>1. Menentukan Tema dan Judul yang Menarik</h2>
7
<h2>1. Menentukan Tema dan Judul yang Menarik</h2>
8
<p>Langkah pertama dalam membuat puisi adalah,<strong>pilihlah satu tema yang kita inginkan sebagai acuan dalam membuat puisi</strong>. Tema puisi ada banyak sekali. Jadi, sebisa mungkin pilihlah tema yang benar-benar menarik.</p>
8
<p>Langkah pertama dalam membuat puisi adalah,<strong>pilihlah satu tema yang kita inginkan sebagai acuan dalam membuat puisi</strong>. Tema puisi ada banyak sekali. Jadi, sebisa mungkin pilihlah tema yang benar-benar menarik.</p>
9
<p>Setelah menentukan tema, langkah selanjutnya adalah menentukan judul yang berpacu pada tema. Misalnya saja, kita mau membuat puisi bertema pujian terhadap seseorang/pahlawan, maka kamu bisa beri judul dengan nama orang/pahlwan tersebut.</p>
9
<p>Setelah menentukan tema, langkah selanjutnya adalah menentukan judul yang berpacu pada tema. Misalnya saja, kita mau membuat puisi bertema pujian terhadap seseorang/pahlawan, maka kamu bisa beri judul dengan nama orang/pahlwan tersebut.</p>
10
<h2>2. Menentukan Kata Kunci</h2>
10
<h2>2. Menentukan Kata Kunci</h2>
11
<p>Setelah menentukan tema dan judul puisi, langkah selanjutnya adalah menentukan kata kunci. Jika kamu telah menemukan tema, misalnya tadi pujian terhadap guru, maka selanjutnya adalah<strong>menemukan kata kunci yang berkaitan dengan pujian atau rasa syukur tersebut</strong>.</p>
11
<p>Setelah menentukan tema dan judul puisi, langkah selanjutnya adalah menentukan kata kunci. Jika kamu telah menemukan tema, misalnya tadi pujian terhadap guru, maka selanjutnya adalah<strong>menemukan kata kunci yang berkaitan dengan pujian atau rasa syukur tersebut</strong>.</p>
12
<p>Apabila sudah dirasa cukup untuk memulai membuat puisi, maka kamu tinggal mengembangkannya dalam sebuah kalimat atau larik puisi. Misalnya, satu kata kunci digunakan untuk satu larik. Atau bisa saja, satu kata kunci kemudian dikembangkan menjadi satu bait.</p>
12
<p>Apabila sudah dirasa cukup untuk memulai membuat puisi, maka kamu tinggal mengembangkannya dalam sebuah kalimat atau larik puisi. Misalnya, satu kata kunci digunakan untuk satu larik. Atau bisa saja, satu kata kunci kemudian dikembangkan menjadi satu bait.</p>
13
<h2>3. Menggunakan Diksi</h2>
13
<h2>3. Menggunakan Diksi</h2>
14
<p>Langkah menulis puisi selanjutnya adalah menentukan diksi atau pemilihan kata.<strong>Diksi bisa menjadi keunikan dalam sebuah puisi</strong>. Banyak puisi bagus yang menggunakan diksi sederhana, tapi ada juga puisi dengan diksi yang jarang didengar orang.</p>
14
<p>Langkah menulis puisi selanjutnya adalah menentukan diksi atau pemilihan kata.<strong>Diksi bisa menjadi keunikan dalam sebuah puisi</strong>. Banyak puisi bagus yang menggunakan diksi sederhana, tapi ada juga puisi dengan diksi yang jarang didengar orang.</p>
15
<p>Nah, jika kamu ingin membuat teks puisi yang tidak biasa, kamu bisa gunakan gaya bahasa/majas. Gaya bahasa adalah penggunaan kata-kata dalam berbicara maupun menulis untuk memberikan efek-efek tertentu bagi pendengar atau pembaca. Misalnya, menggunakan majas perbandingan atau majas metafora.</p>
15
<p>Nah, jika kamu ingin membuat teks puisi yang tidak biasa, kamu bisa gunakan gaya bahasa/majas. Gaya bahasa adalah penggunaan kata-kata dalam berbicara maupun menulis untuk memberikan efek-efek tertentu bagi pendengar atau pembaca. Misalnya, menggunakan majas perbandingan atau majas metafora.</p>
16
<p>Baca Juga:<a>Pengertian Majas, Jenis-Jenis, dan Contohnya, Lengkap!</a></p>
16
<p>Baca Juga:<a>Pengertian Majas, Jenis-Jenis, dan Contohnya, Lengkap!</a></p>
17
<h2>4. Menggunakan Rima</h2>
17
<h2>4. Menggunakan Rima</h2>
18
<p>Rima juga termasuk unsur esensial yang bisa membuat puisimu terdengar menarik dan indah.<strong>Rima adalah bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata</strong>. Rima dapat berupa pengulangan bunyi dengan sajak a-a-a-a, a-a-b-b, atau a-b-a-b. Contoh:</p>
18
<p>Rima juga termasuk unsur esensial yang bisa membuat puisimu terdengar menarik dan indah.<strong>Rima adalah bunyi yang ditimbulkan oleh huruf atau kata</strong>. Rima dapat berupa pengulangan bunyi dengan sajak a-a-a-a, a-a-b-b, atau a-b-a-b. Contoh:</p>
19
<p>Di masa pembangunan ini<em>Tuan hidup kembali</em><em>Dan bara kagum menjadi api</em><em>Di depan sekali tuan menanti</em><em>Tak genta. Lawan banyaknya seratus kali.</em><em>Pedang di kanan, keris di kiri</em><em>Berselempang semangat yang tak bisa mati</em></p>
19
<p>Di masa pembangunan ini<em>Tuan hidup kembali</em><em>Dan bara kagum menjadi api</em><em>Di depan sekali tuan menanti</em><em>Tak genta. Lawan banyaknya seratus kali.</em><em>Pedang di kanan, keris di kiri</em><em>Berselempang semangat yang tak bisa mati</em></p>
20
<p>(Dikutip dari puisi berjudul Diponegoro karya Khairil Anwar)</p>
20
<p>(Dikutip dari puisi berjudul Diponegoro karya Khairil Anwar)</p>
21
<h2>5. Kembangkan Puisi Seindah Mungkin</h2>
21
<h2>5. Kembangkan Puisi Seindah Mungkin</h2>
22
<p>Selanjutnya, agar puisi yang kamu buat menarik untuk didengarkan, kamu bisa mengembangkan semua langkah di atas. Caranya,<strong>susun kata-kata dan larik-larik puisi menjadi bait-bait</strong>. Kembangkanlah menjadi satu puisi yang utuh dan bermakna.</p>
22
<p>Selanjutnya, agar puisi yang kamu buat menarik untuk didengarkan, kamu bisa mengembangkan semua langkah di atas. Caranya,<strong>susun kata-kata dan larik-larik puisi menjadi bait-bait</strong>. Kembangkanlah menjadi satu puisi yang utuh dan bermakna.</p>
23
<p>Kamu harus ingat bahwa puisi bukanlah sebuah artikel. Tulisan yang kamu buat untuk puisi harus ringkas, padat, sekaligus indah. Pilihlah kata yang sesuai yang mewakili unsur keindahan sekaligus makna yang padat.</p>
23
<p>Kamu harus ingat bahwa puisi bukanlah sebuah artikel. Tulisan yang kamu buat untuk puisi harus ringkas, padat, sekaligus indah. Pilihlah kata yang sesuai yang mewakili unsur keindahan sekaligus makna yang padat.</p>
24
<p>Ingatlah tiga hal yang berkaitan dengan kata dan larik dalam menulis puisi, yaitu:</p>
24
<p>Ingatlah tiga hal yang berkaitan dengan kata dan larik dalam menulis puisi, yaitu:</p>
25
<ul><li>Kata adalah satuan rangkaian bunyi yang ritmis atau indah, atau yang merdu.</li>
25
<ul><li>Kata adalah satuan rangkaian bunyi yang ritmis atau indah, atau yang merdu.</li>
26
<li>Makna kata bisa menimbulkan banyak tafsir.</li>
26
<li>Makna kata bisa menimbulkan banyak tafsir.</li>
27
<li>Mengandung imajinasi mendalam tentang hal yang dibicarakan.</li>
27
<li>Mengandung imajinasi mendalam tentang hal yang dibicarakan.</li>
28
</ul><p><strong>Contoh Puisi Pendek</strong></p>
28
</ul><p><strong>Contoh Puisi Pendek</strong></p>
29
<p>Nah, setelah mengikuti langkah-langkah dalam membuat puisi di atas, berikut diberikan beberapa contoh puisi yang bisa kamu jadikan referensi.</p>
29
<p>Nah, setelah mengikuti langkah-langkah dalam membuat puisi di atas, berikut diberikan beberapa contoh puisi yang bisa kamu jadikan referensi.</p>
30
<p><em><strong>Pada Suatu Hari Nanti</strong></em></p>
30
<p><em><strong>Pada Suatu Hari Nanti</strong></em></p>
31
<p><em>Pada suatu hari nanti</em><em>Jasadku tak akan ada lagi</em><em>Tapi dalam bait-bait sajak ini</em><em>Kau takkan kurelakan sendiri</em></p>
31
<p><em>Pada suatu hari nanti</em><em>Jasadku tak akan ada lagi</em><em>Tapi dalam bait-bait sajak ini</em><em>Kau takkan kurelakan sendiri</em></p>
32
<p><em>Pada suatu hari nanti</em><em>Suaraku tak terdengar lagi</em><em>Tapi di antara larik-larik sajak ini</em><em>Kau akan tetap kusiasati</em></p>
32
<p><em>Pada suatu hari nanti</em><em>Suaraku tak terdengar lagi</em><em>Tapi di antara larik-larik sajak ini</em><em>Kau akan tetap kusiasati</em></p>
33
<p><em>Pada suatu hari nanti</em><em>Impianku pun tak dikenal lagi</em><em>Namun di sela-sela huruf sajak ini</em><em>Kau takkan letih-letihnya kucari</em></p>
33
<p><em>Pada suatu hari nanti</em><em>Impianku pun tak dikenal lagi</em><em>Namun di sela-sela huruf sajak ini</em><em>Kau takkan letih-letihnya kucari</em></p>
34
<p>Karya: Sapardi Djoko Damono</p>
34
<p>Karya: Sapardi Djoko Damono</p>
35
<p>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Puisi Pendek berdasarkan Jenis-Jenisnya</a></p>
35
<p>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Puisi Pendek berdasarkan Jenis-Jenisnya</a></p>
36
<p><strong>Contoh Soal Puisi</strong></p>
36
<p><strong>Contoh Soal Puisi</strong></p>
37
<p>Nah, setelah kamu memahami pengertian dan cara membuat puisi yang benar dan menarik, di bawah ini ada beberapa contoh soal nih, untuk menguji seberapa paham kamu terhadap materi ini. Yuk, kita bahas bersama-sama!</p>
37
<p>Nah, setelah kamu memahami pengertian dan cara membuat puisi yang benar dan menarik, di bawah ini ada beberapa contoh soal nih, untuk menguji seberapa paham kamu terhadap materi ini. Yuk, kita bahas bersama-sama!</p>
38
<p>1. Langkah-langkah Membuat Puisi</p>
38
<p>1. Langkah-langkah Membuat Puisi</p>
39
<ol><li>Menentukan gaya puisi</li>
39
<ol><li>Menentukan gaya puisi</li>
40
<li>………………………………….</li>
40
<li>………………………………….</li>
41
<li>Membayangkan suasana</li>
41
<li>Membayangkan suasana</li>
42
<li>Menggunakan gaya bahasa</li>
42
<li>Menggunakan gaya bahasa</li>
43
<li>Kembangkan puisi seindah mungkin</li>
43
<li>Kembangkan puisi seindah mungkin</li>
44
<li>Menulis puisi</li>
44
<li>Menulis puisi</li>
45
</ol><p>Langkah yang tepat untuk mengisi titik-titik pada nomor 2 adalah….</p>
45
</ol><p>Langkah yang tepat untuk mengisi titik-titik pada nomor 2 adalah….</p>
46
<ol><li>Menentukan tema dan judul</li>
46
<ol><li>Menentukan tema dan judul</li>
47
<li>Membuat puisi</li>
47
<li>Membuat puisi</li>
48
<li>Membuat kerangka</li>
48
<li>Membuat kerangka</li>
49
<li>Menyusun rima</li>
49
<li>Menyusun rima</li>
50
<li>Menentukan nada</li>
50
<li>Menentukan nada</li>
51
</ol><p>Jawaban: A</p>
51
</ol><p>Jawaban: A</p>
52
<p>Pembahasan:</p>
52
<p>Pembahasan:</p>
53
<p>Langkah-langkah Membuat Puisi:</p>
53
<p>Langkah-langkah Membuat Puisi:</p>
54
<ol><li>Menentukan gaya puisi</li>
54
<ol><li>Menentukan gaya puisi</li>
55
<li>Menentukan tema dan judul puisi</li>
55
<li>Menentukan tema dan judul puisi</li>
56
<li>Membayangkan suasana</li>
56
<li>Membayangkan suasana</li>
57
<li>Menggunakan gaya bahasa</li>
57
<li>Menggunakan gaya bahasa</li>
58
<li>Kembangkan puisi seindah mungkin</li>
58
<li>Kembangkan puisi seindah mungkin</li>
59
<li>Menulis puisi</li>
59
<li>Menulis puisi</li>
60
</ol><p>Setelah menentukan gaya puisi yang hendak dibuat, maka langkah selanjutnya adalah menentukan tema dan judul. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.</p>
60
</ol><p>Setelah menentukan gaya puisi yang hendak dibuat, maka langkah selanjutnya adalah menentukan tema dan judul. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.</p>
61
<p><strong>2. Bacalah kutipan puisi berikut!</strong></p>
61
<p><strong>2. Bacalah kutipan puisi berikut!</strong></p>
62
<p><em>Sinabung</em><em>Berbulan meronta</em><em>Porak-porandakan seisi kota</em><em>Saat itu kau termenung</em><em>Pukul sepuluh asap membumbung</em><em>Abu bergulung mengepung</em><em>Saudaraku datang disambut digulung</em><em>Akhirnya berkabung seisi kampung</em></p>
62
<p><em>Sinabung</em><em>Berbulan meronta</em><em>Porak-porandakan seisi kota</em><em>Saat itu kau termenung</em><em>Pukul sepuluh asap membumbung</em><em>Abu bergulung mengepung</em><em>Saudaraku datang disambut digulung</em><em>Akhirnya berkabung seisi kampung</em></p>
63
<p>Tema puisi tersebut adalah …</p>
63
<p>Tema puisi tersebut adalah …</p>
64
<ol><li>Meletusnya Gunung Sinabung</li>
64
<ol><li>Meletusnya Gunung Sinabung</li>
65
<li>Korban letusan Sinabung</li>
65
<li>Korban letusan Sinabung</li>
66
<li>Abu Sinabung menutup kampung</li>
66
<li>Abu Sinabung menutup kampung</li>
67
<li>Kehancuran kampung Sinabung</li>
67
<li>Kehancuran kampung Sinabung</li>
68
<li>Asap Sinabung</li>
68
<li>Asap Sinabung</li>
69
</ol><p>Jawaban: A</p>
69
</ol><p>Jawaban: A</p>
70
<p>Pembahasan:</p>
70
<p>Pembahasan:</p>
71
<p>Puisi tersebut berjudul Sinabung dan menggambarkan suasana Gunung Sinabung yang hendak meletus. Jadi, pilihan yang tepat untuk tema puisi terseut adalah meletusnya Gunung Sinabung.</p>
71
<p>Puisi tersebut berjudul Sinabung dan menggambarkan suasana Gunung Sinabung yang hendak meletus. Jadi, pilihan yang tepat untuk tema puisi terseut adalah meletusnya Gunung Sinabung.</p>
72
<p>-</p>
72
<p>-</p>
73
<p>Sekarang, sudah tahu kan bagaimana<strong>cara membuat puisi yang benar dan menarik, supaya enak dibaca</strong>. Ingin belajar mengenai teks puisi lebih lengkap dan seru? Yuk, berlangganan<a>ruangbelajar</a>. Kamu bisa belajar lewat video animasi, soal latihan, dan rangkuman berupa infografis.</p>
73
<p>Sekarang, sudah tahu kan bagaimana<strong>cara membuat puisi yang benar dan menarik, supaya enak dibaca</strong>. Ingin belajar mengenai teks puisi lebih lengkap dan seru? Yuk, berlangganan<a>ruangbelajar</a>. Kamu bisa belajar lewat video animasi, soal latihan, dan rangkuman berupa infografis.</p>
74
<p>Referensi:</p>
74
<p>Referensi:</p>
75
<p>Zabadi, Fairul dan Sutejo. 2015. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.</p>
75
<p>Zabadi, Fairul dan Sutejo. 2015. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.</p>
76
<p><em>Artikel ini diperbarui pada 27 Mei 2024.</em></p>
76
<p><em>Artikel ini diperbarui pada 27 Mei 2024.</em></p>
77
77