HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Sudah siap menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS)? Yuk, tingkatkan persiapan diri kamu dengan latihan soal PAS Kelas 12 SMA IPS Semester Ganjil 2023 beserta pembahasannya di artikel berikut ini!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Sudah siap menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS)? Yuk, tingkatkan persiapan diri kamu dengan latihan soal PAS Kelas 12 SMA IPS Semester Ganjil 2023 beserta pembahasannya di artikel berikut ini!</em></p>
2 </blockquote><p><em>-</em></p>
2 </blockquote><p><em>-</em></p>
3 <h2>SOSIOLOGI</h2>
3 <h2>SOSIOLOGI</h2>
4 <p><strong>Topik</strong><strong>: Modernisasi</strong></p>
4 <p><strong>Topik</strong><strong>: Modernisasi</strong></p>
5 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gejala-Gejala dan Permasalahan Akibat Modernisasi</strong></p>
5 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gejala-Gejala dan Permasalahan Akibat Modernisasi</strong></p>
6 <p>1. Adanya ketidaksesuaian dalam melakukan pendekatan oleh orang tua, masyarakat, dan pemerintah terhadap remaja dapat menimbulkan kenakalan remaja. Selain faktor tersebut, kenakalan remaja dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu ….</p>
6 <p>1. Adanya ketidaksesuaian dalam melakukan pendekatan oleh orang tua, masyarakat, dan pemerintah terhadap remaja dapat menimbulkan kenakalan remaja. Selain faktor tersebut, kenakalan remaja dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal, yaitu ….</p>
7 <ol><li>adanya pembawaan negatif yang sulit dikendalikan</li>
7 <ol><li>adanya pembawaan negatif yang sulit dikendalikan</li>
8 <li>tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar</li>
8 <li>tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar</li>
9 <li>kurangnya sarana dan pengarahan bagi remaja dalam memanfaatkan waktu senggang</li>
9 <li>kurangnya sarana dan pengarahan bagi remaja dalam memanfaatkan waktu senggang</li>
10 <li>lemahnya kemampuan mengendalikan diri sendiri dan keadaan di sekitarnya</li>
10 <li>lemahnya kemampuan mengendalikan diri sendiri dan keadaan di sekitarnya</li>
11 <li>tidak memiliki kegemaran yang sehat sehingga mencari pelarian ke arah yang tidak baik</li>
11 <li>tidak memiliki kegemaran yang sehat sehingga mencari pelarian ke arah yang tidak baik</li>
12 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: C</strong></p>
12 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: C</strong></p>
13 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
13 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
14 <p>Salah satu dampak negatif dalam modernisasi dapat berupa kenakalan remaja. Kenakalan remaja dapat diartikan sebagai suatu tingkah laku atau perbuatan yang sifatnya melanggar norma-norma sosial, agama, dan hukum. Adapun penyebab kenakalan remaja dapat dibedakan menjadi sebab intern dan ekstern yang akan dijelaskan sebagai berikut:</p>
14 <p>Salah satu dampak negatif dalam modernisasi dapat berupa kenakalan remaja. Kenakalan remaja dapat diartikan sebagai suatu tingkah laku atau perbuatan yang sifatnya melanggar norma-norma sosial, agama, dan hukum. Adapun penyebab kenakalan remaja dapat dibedakan menjadi sebab intern dan ekstern yang akan dijelaskan sebagai berikut:</p>
15 <p>Beberapa penyebab intern kenakalan remaja adalah sebagai berikut:</p>
15 <p>Beberapa penyebab intern kenakalan remaja adalah sebagai berikut:</p>
16 <ol><li>Tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.</li>
16 <ol><li>Tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.</li>
17 <li>Lemahnya kemampuan terhadap diri sendiri dan keadaan di sekitanya.</li>
17 <li>Lemahnya kemampuan terhadap diri sendiri dan keadaan di sekitanya.</li>
18 <li>Pemenuhan kebutuhan pokok yang tidak seimbang dengan keinginan remaja sehingga menimbulkan konflik.</li>
18 <li>Pemenuhan kebutuhan pokok yang tidak seimbang dengan keinginan remaja sehingga menimbulkan konflik.</li>
19 <li>Adanya pembawaan negatif yang sulit dikendalikan.</li>
19 <li>Adanya pembawaan negatif yang sulit dikendalikan.</li>
20 <li>Tidak memiliki kegemaran yang sehat sehingga mencari pelarian ke arah yang tidak baik.</li>
20 <li>Tidak memiliki kegemaran yang sehat sehingga mencari pelarian ke arah yang tidak baik.</li>
21 </ol><p>Beberapa ekstern yang menyebabkan kenakalan remaja adalah sebagai berikut:</p>
21 </ol><p>Beberapa ekstern yang menyebabkan kenakalan remaja adalah sebagai berikut:</p>
22 <ol><li>Adanya kesempatan terhadap tindakan yang tidak baik.</li>
22 <ol><li>Adanya kesempatan terhadap tindakan yang tidak baik.</li>
23 <li>Kurangnya sarana dan pengarahan bagi remaja dalam memanfaatkan waktu senggang.</li>
23 <li>Kurangnya sarana dan pengarahan bagi remaja dalam memanfaatkan waktu senggang.</li>
24 <li>Adanya ketidaksesuaian dalam melakukan pendekatan oleh orang tua, masyarakat, dan pemerintah terhadap remaja.</li>
24 <li>Adanya ketidaksesuaian dalam melakukan pendekatan oleh orang tua, masyarakat, dan pemerintah terhadap remaja.</li>
25 <li>Kurangnya penghargaan terhadap remaja oleh lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.</li>
25 <li>Kurangnya penghargaan terhadap remaja oleh lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.</li>
26 <li>Adanya kegagalan pendidikan pada lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.</li>
26 <li>Adanya kegagalan pendidikan pada lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.</li>
27 </ol><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
27 </ol><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
28 <p><strong>Baca Juga:<a>Modernisasi: Pengertian, Penyebab, Dampak, Ciri &amp; Contoh</a></strong></p>
28 <p><strong>Baca Juga:<a>Modernisasi: Pengertian, Penyebab, Dampak, Ciri &amp; Contoh</a></strong></p>
29 <p><strong>Topik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
29 <p><strong>Topik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
30 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Bentuk dan Gejala Globalisasi</strong></p>
30 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Bentuk dan Gejala Globalisasi</strong></p>
31 <p>2. Tiga belas pelajar SMAK Frater Maumere Flores, Nusa Tenggara Timur, lolos dalam program pertukaran pelajar ke luar negeri. Mereka merasakan belajar di Amerika selama setahun. Dampak positif globalisasi di bidang pendidikan tersebut adalah ….</p>
31 <p>2. Tiga belas pelajar SMAK Frater Maumere Flores, Nusa Tenggara Timur, lolos dalam program pertukaran pelajar ke luar negeri. Mereka merasakan belajar di Amerika selama setahun. Dampak positif globalisasi di bidang pendidikan tersebut adalah ….</p>
32 <ol><li>menurunkan pengaruh budaya lain dalam budaya Indonesia</li>
32 <ol><li>menurunkan pengaruh budaya lain dalam budaya Indonesia</li>
33 <li>meningkatkan penilaian positif terhadap produk Indonesia</li>
33 <li>meningkatkan penilaian positif terhadap produk Indonesia</li>
34 <li>membanding-bandingkan budaya antarnegara</li>
34 <li>membanding-bandingkan budaya antarnegara</li>
35 <li>membuka wawasan terhadap negara lain</li>
35 <li>membuka wawasan terhadap negara lain</li>
36 <li>membuka jejaring dalam negeri</li>
36 <li>membuka jejaring dalam negeri</li>
37 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: D</strong></p>
37 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: D</strong></p>
38 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
38 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
39 <p>Salah satu dampak positif dari pertukaran pelajar antarnegara adalah membuka wawasan terhadap negara lain. Akibat pertukaran tersebut pelajar dapat mempelajari ilmu dan budaya negara lain. Mereka bisa mendapatkan inspirasi dan pengetahuan baru yang berguna untuk dikembangkan dan diterapkan nanti di Indonesia.</p>
39 <p>Salah satu dampak positif dari pertukaran pelajar antarnegara adalah membuka wawasan terhadap negara lain. Akibat pertukaran tersebut pelajar dapat mempelajari ilmu dan budaya negara lain. Mereka bisa mendapatkan inspirasi dan pengetahuan baru yang berguna untuk dikembangkan dan diterapkan nanti di Indonesia.</p>
40 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
40 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
41 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Globalisasi, Karakteristik, Bentuk, Dampak, dan Prosesnya</a></strong></p>
41 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Globalisasi, Karakteristik, Bentuk, Dampak, dan Prosesnya</a></strong></p>
42 <p><strong>Topik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
42 <p><strong>Topik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
43 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Bentuk dan Gejala Globalisasi</strong></p>
43 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Bentuk dan Gejala Globalisasi</strong></p>
44 <p>3. Berikut ini, yang menunjukkan alasan kelompok suatu etnik menolak globalisasi adalah ….</p>
44 <p>3. Berikut ini, yang menunjukkan alasan kelompok suatu etnik menolak globalisasi adalah ….</p>
45 <ol><li>globalisasi membuat gaya hidup bangsa yang konsumtif</li>
45 <ol><li>globalisasi membuat gaya hidup bangsa yang konsumtif</li>
46 <li>globalisasi dianggap sebagai bentuk penjajahan barat</li>
46 <li>globalisasi dianggap sebagai bentuk penjajahan barat</li>
47 <li>globalisasi membuat masyarakat melupakan kehidupan akhirat</li>
47 <li>globalisasi membuat masyarakat melupakan kehidupan akhirat</li>
48 <li>globalisasi mengubah pola pikir masyarakat menjadi manusia individualis</li>
48 <li>globalisasi mengubah pola pikir masyarakat menjadi manusia individualis</li>
49 <li>globalisasi mencerminkan kehidupan yang hedonisme</li>
49 <li>globalisasi mencerminkan kehidupan yang hedonisme</li>
50 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
50 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: B</strong></p>
51 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
51 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
52 <p>Globalisasi dapat berdampak positif maupun negatif. Berdasarkan hal tersebut, ada kelompok yang pro da nada kelompok yang kontra terhadap globalisasi ini. Dua kelompok yang kontra terhadap globalisasi adalah kelompok religius dan etnik. Kedua kelompok ini menolak globalisasi dengan dua alasan, yaitu:</p>
52 <p>Globalisasi dapat berdampak positif maupun negatif. Berdasarkan hal tersebut, ada kelompok yang pro da nada kelompok yang kontra terhadap globalisasi ini. Dua kelompok yang kontra terhadap globalisasi adalah kelompok religius dan etnik. Kedua kelompok ini menolak globalisasi dengan dua alasan, yaitu:</p>
53 <ol><li>globalisasi dianggap bentuk penjajahan barat</li>
53 <ol><li>globalisasi dianggap bentuk penjajahan barat</li>
54 <li>globalisasi sebagai serangan atas kemurnian budaya dan agama</li>
54 <li>globalisasi sebagai serangan atas kemurnian budaya dan agama</li>
55 </ol><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
55 </ol><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
56 <p><strong>Topik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
56 <p><strong>Topik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
57 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengertian dan Ciri Globalisasi</strong></p>
57 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengertian dan Ciri Globalisasi</strong></p>
58 <p>4. Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Dugaan sementara setelah adanya globalisasi adalah ….</p>
58 <p>4. Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Dugaan sementara setelah adanya globalisasi adalah ….</p>
59 <ol><li>kemajuan teknologi di berbagai bidang</li>
59 <ol><li>kemajuan teknologi di berbagai bidang</li>
60 <li>ikatan adat istiadat yang kuat antarmasyarakat</li>
60 <li>ikatan adat istiadat yang kuat antarmasyarakat</li>
61 <li>penolakan kebudayaan asing</li>
61 <li>penolakan kebudayaan asing</li>
62 <li>pemberlakuan embargo</li>
62 <li>pemberlakuan embargo</li>
63 <li>meningkatnya kritikan tentang eksploitasi lingkungan</li>
63 <li>meningkatnya kritikan tentang eksploitasi lingkungan</li>
64 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: A</strong></p>
64 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: A</strong></p>
65 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
65 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
66 <p>Kemajuan IPTEK sebagai faktor pendorong globalisasi. Dimana Ilmu Pengetahuan yang dimiliki manusia semakin berkembang dan di imbangi juga dengan teknologi yang semakin berkembang.<strong>Oleh sebab itu, pilihan jawaban yang cocok adalah pilihan A.</strong>Adapun pilihan jawaban lainnya lebih ke faktor yang menghambat.</p>
66 <p>Kemajuan IPTEK sebagai faktor pendorong globalisasi. Dimana Ilmu Pengetahuan yang dimiliki manusia semakin berkembang dan di imbangi juga dengan teknologi yang semakin berkembang.<strong>Oleh sebab itu, pilihan jawaban yang cocok adalah pilihan A.</strong>Adapun pilihan jawaban lainnya lebih ke faktor yang menghambat.</p>
67 <p><strong>Topik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
67 <p><strong>Topik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
68 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
68 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Globalisasi dan Perubahan Komunitas Lokal</strong></p>
69 <p>5. Globalisasi sangat berpengaruh pada kehidupan bangsa Indonesia, terutama pada bidang ….</p>
69 <p>5. Globalisasi sangat berpengaruh pada kehidupan bangsa Indonesia, terutama pada bidang ….</p>
70 <ol><li>kebudayaan</li>
70 <ol><li>kebudayaan</li>
71 <li>keamanan</li>
71 <li>keamanan</li>
72 <li>politik</li>
72 <li>politik</li>
73 <li>ekonomi</li>
73 <li>ekonomi</li>
74 <li>pertahanan</li>
74 <li>pertahanan</li>
75 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: A</strong></p>
75 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: A</strong></p>
76 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
76 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
77 <p>Globalisasi sangat berpengaruh pada kehidupan bangsa Indonesia, terutama pada bidang kebudayaan. Globalisasi budaya adalah penyebaran gagasan, makna, dan nilai ke seluruh dunia dengan cara tertentu untuk memperluas dan mempererat hubungan sosial</p>
77 <p>Globalisasi sangat berpengaruh pada kehidupan bangsa Indonesia, terutama pada bidang kebudayaan. Globalisasi budaya adalah penyebaran gagasan, makna, dan nilai ke seluruh dunia dengan cara tertentu untuk memperluas dan mempererat hubungan sosial</p>
78 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
78 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
79 <p><strong>Topik: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dan Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial</strong></p>
79 <p><strong>Topik: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi dan Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial</strong></p>
80 <p><strong>Subtopik: Faktor Penyebab Eksternal Perubahan Sosial</strong></p>
80 <p><strong>Subtopik: Faktor Penyebab Eksternal Perubahan Sosial</strong></p>
81 <p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
81 <p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
82 <p>6. Menjamurnya makanan tom yam di Indonesia menunjukkan adanya perubahan sosial yang disebabkan oleh ….</p>
82 <p>6. Menjamurnya makanan tom yam di Indonesia menunjukkan adanya perubahan sosial yang disebabkan oleh ….</p>
83 <p>A. peperangan B. modernisasi C. penemuan baru D. berubahnya kondisi penduduk E. pengaruh kebudayaan masyarakat lain</p>
83 <p>A. peperangan B. modernisasi C. penemuan baru D. berubahnya kondisi penduduk E. pengaruh kebudayaan masyarakat lain</p>
84 <p><strong>Kunci Jawaban: E</strong></p>
84 <p><strong>Kunci Jawaban: E</strong></p>
85 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
85 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
86 <p>Tom yam merupakan makanan berbentuk sup yang berasal dari negara Thailand. Berdasarkan hal tersebut, terlihat penyebab menjamurnya makanan khas Thailand ini di Indonesia adalah karena faktor eksternal, yaitu karena pengaruh budaya masyarakat lain. Dalam hal ini, kebudayaan Thailand memberikan pengaruhnya di Indonesia.</p>
86 <p>Tom yam merupakan makanan berbentuk sup yang berasal dari negara Thailand. Berdasarkan hal tersebut, terlihat penyebab menjamurnya makanan khas Thailand ini di Indonesia adalah karena faktor eksternal, yaitu karena pengaruh budaya masyarakat lain. Dalam hal ini, kebudayaan Thailand memberikan pengaruhnya di Indonesia.</p>
87 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
87 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
88 <p><strong>Baca Juga:<a>7 Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli</a></strong></p>
88 <p><strong>Baca Juga:<a>7 Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli</a></strong></p>
89 <h2>SEJARAH</h2>
89 <h2>SEJARAH</h2>
90 <p><strong>Topik</strong><strong>: Indonesia Masa Awal Kemerdekaan Sampai Terpimpin</strong></p>
90 <p><strong>Topik</strong><strong>: Indonesia Masa Awal Kemerdekaan Sampai Terpimpin</strong></p>
91 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kehidupan Masa Awal Kemerdekaan</strong></p>
91 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kehidupan Masa Awal Kemerdekaan</strong></p>
92 <p><strong>Level</strong><strong>: Easy</strong></p>
92 <p><strong>Level</strong><strong>: Easy</strong></p>
93 <p>1. Selain masalah ekonomi, masalah utama lainnya yang dihadapi oleh Kabinet RIS pimpinan Moh. Hatta adalah ….</p>
93 <p>1. Selain masalah ekonomi, masalah utama lainnya yang dihadapi oleh Kabinet RIS pimpinan Moh. Hatta adalah ….</p>
94 <ol><li>gesekan antar menteri kabinet</li>
94 <ol><li>gesekan antar menteri kabinet</li>
95 <li>gesekan internal di sektor militer</li>
95 <li>gesekan internal di sektor militer</li>
96 <li>gesekan antara Soekarno-Hatta</li>
96 <li>gesekan antara Soekarno-Hatta</li>
97 <li>pemberontakan PKI</li>
97 <li>pemberontakan PKI</li>
98 <li>pemberontakan Amir Sjarifuddin</li>
98 <li>pemberontakan Amir Sjarifuddin</li>
99 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
99 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
100 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
100 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
101 <p>Selain masalah ekonomi, masalah berat lain yang harus dihadapi Kabinet RIS pimpinan Moh. Hatta adalah saat pembentukan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) yang diambil dari TNI dan mantan anggota KNIL. Pembentukan APRIS ini menimbulkan kegoncangan psikologis bagi TNI. Di satu pihak TNI keberatan untuk bekerjasama dengan mantan musuhnya. Begitupun sebaliknya, dari pihak KNIL terdapat tuntutan untuk ditetapkan sebagai aparat negara bagian, dan menolak masuknya TNI di negara tersebut. Gejala semacam ini tentunya menimbulkan konflik baru di dalam negeri, contohnya di Bandung berupa gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA). Selain itu perlawanan dari DI/TII juga mulai dilancarkan oleh Kartosuwiryo di Jawa Barat. Sedangkan di wilayah lain, proses penyatuan pasukan militer ini juga berubah menjadi sebuah konflik.</p>
101 <p>Selain masalah ekonomi, masalah berat lain yang harus dihadapi Kabinet RIS pimpinan Moh. Hatta adalah saat pembentukan Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS) yang diambil dari TNI dan mantan anggota KNIL. Pembentukan APRIS ini menimbulkan kegoncangan psikologis bagi TNI. Di satu pihak TNI keberatan untuk bekerjasama dengan mantan musuhnya. Begitupun sebaliknya, dari pihak KNIL terdapat tuntutan untuk ditetapkan sebagai aparat negara bagian, dan menolak masuknya TNI di negara tersebut. Gejala semacam ini tentunya menimbulkan konflik baru di dalam negeri, contohnya di Bandung berupa gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA). Selain itu perlawanan dari DI/TII juga mulai dilancarkan oleh Kartosuwiryo di Jawa Barat. Sedangkan di wilayah lain, proses penyatuan pasukan militer ini juga berubah menjadi sebuah konflik.</p>
102 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
102 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
103 <p><strong>Topik</strong><strong>: Masa Orde Baru hingga Reformasi</strong></p>
103 <p><strong>Topik</strong><strong>: Masa Orde Baru hingga Reformasi</strong></p>
104 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kehidupan Masa Orde Baru</strong></p>
104 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kehidupan Masa Orde Baru</strong></p>
105 <p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
105 <p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
106 <p>2. Pada masa Orde Baru, praktik Dwifungsi ABRI benar-benar berjalan maksimal. Konsep Dwifungsi ABRI digagas oleh ….</p>
106 <p>2. Pada masa Orde Baru, praktik Dwifungsi ABRI benar-benar berjalan maksimal. Konsep Dwifungsi ABRI digagas oleh ….</p>
107 <ol><li>Letjend. Soeharto</li>
107 <ol><li>Letjend. Soeharto</li>
108 <li>Jenderal Soedirman</li>
108 <li>Jenderal Soedirman</li>
109 <li>Jenderal Ahmad Yani</li>
109 <li>Jenderal Ahmad Yani</li>
110 <li>Jenderal A.H. Nasution</li>
110 <li>Jenderal A.H. Nasution</li>
111 <li>Jenderal Gatot Soebroto</li>
111 <li>Jenderal Gatot Soebroto</li>
112 </ol><p><strong>Jawaban: D </strong></p>
112 </ol><p><strong>Jawaban: D </strong></p>
113 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
113 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
114 <p>Pencetus gagasan Dwifungsi ABRI adalah Jenderal (Purn.) Abdul Haris Nasution yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat di masa Orde Lama. Jenderal Nasution memunculkan konsep ‘jalan tengah’ yang menjadi rumusan Dwifungsi ABRI tahun 1958 saat ulang tahun Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang. Namun, pelaksanaan Dwifungsi ABRI mulai gencar di masa Orde Baru, setelah berakhirnya pemerintahan Orde Lama. Pelaksanaan Dwifungsi ABRI dilegitimasi melalui penetapan dasar hukum yang berkesinambungan, dari Ketetapan MPRS No. II Tahun 1969 hingga Ketetapan MPR No. IV Tahun 1978, juga Undang-undang No. 82 Tahun 1982.</p>
114 <p>Pencetus gagasan Dwifungsi ABRI adalah Jenderal (Purn.) Abdul Haris Nasution yang saat itu menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat di masa Orde Lama. Jenderal Nasution memunculkan konsep ‘jalan tengah’ yang menjadi rumusan Dwifungsi ABRI tahun 1958 saat ulang tahun Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang. Namun, pelaksanaan Dwifungsi ABRI mulai gencar di masa Orde Baru, setelah berakhirnya pemerintahan Orde Lama. Pelaksanaan Dwifungsi ABRI dilegitimasi melalui penetapan dasar hukum yang berkesinambungan, dari Ketetapan MPRS No. II Tahun 1969 hingga Ketetapan MPR No. IV Tahun 1978, juga Undang-undang No. 82 Tahun 1982.</p>
115 <p><strong>Dengan demikian jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
115 <p><strong>Dengan demikian jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
116 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perkembangan IPTEK di Era Globalisasi</strong></p>
116 <p><strong>Topik</strong><strong>: Perkembangan IPTEK di Era Globalisasi</strong></p>
117 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Teknologi Persenjataan</strong></p>
117 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Teknologi Persenjataan</strong></p>
118 <p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
118 <p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
119 <p>3. Berikut adalah jenis rudal yang pernah dipakai ketika Perang Teluk II (Irak-Kuwait) ….</p>
119 <p>3. Berikut adalah jenis rudal yang pernah dipakai ketika Perang Teluk II (Irak-Kuwait) ….</p>
120 <ol><li>Rudal scud</li>
120 <ol><li>Rudal scud</li>
121 <li>Rudal anti balistik</li>
121 <li>Rudal anti balistik</li>
122 <li>Rudal darat ke udara</li>
122 <li>Rudal darat ke udara</li>
123 <li>Rudal jarak menengah</li>
123 <li>Rudal jarak menengah</li>
124 <li>Rudal balistik antarbenua</li>
124 <li>Rudal balistik antarbenua</li>
125 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
125 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
126 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
126 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
127 <p>Rudal scud merupakan rudal balistik jarak dekat untuk darat ke darat buatan Uni Soviet dengan The SS-1. Kelebihan senjata ini mudah dibawa di atas kendaraan TEL (Transporter-Erector-Launcher). Irak memiliki 4 versi rudal ini, yaitu Scud, Scud jarak jauh, peluru berpandu Al Hussein, dan rudal Al Abbas. Rudal ini ada yang mencapai sasaran sampai 700 km pada tahun 1980. Irak adalah salah satu negara yang mengimpor rudal Scud dan digunakan dalam Perang Teluk II (Irak-Kuwait) yang kemudian melibatkan pasukan multinasional 1990-an.</p>
127 <p>Rudal scud merupakan rudal balistik jarak dekat untuk darat ke darat buatan Uni Soviet dengan The SS-1. Kelebihan senjata ini mudah dibawa di atas kendaraan TEL (Transporter-Erector-Launcher). Irak memiliki 4 versi rudal ini, yaitu Scud, Scud jarak jauh, peluru berpandu Al Hussein, dan rudal Al Abbas. Rudal ini ada yang mencapai sasaran sampai 700 km pada tahun 1980. Irak adalah salah satu negara yang mengimpor rudal Scud dan digunakan dalam Perang Teluk II (Irak-Kuwait) yang kemudian melibatkan pasukan multinasional 1990-an.</p>
128 <p><strong>Maka, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
128 <p><strong>Maka, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
129 <p><strong>Topik</strong><strong>: Peran Indonesia Masa Perang Dingin </strong></p>
129 <p><strong>Topik</strong><strong>: Peran Indonesia Masa Perang Dingin </strong></p>
130 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: ASEAN</strong></p>
130 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: ASEAN</strong></p>
131 <p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
131 <p><strong>Level</strong><strong>: Medium</strong></p>
132 <p>4. Sebelum terbentuknya ASEAN, di kawasan Asia Tenggara pernah terbentuk beberapa organisasi regional salah satunya adalah Maphilindo. Tujuan pendirian Maphilindo adalah .…</p>
132 <p>4. Sebelum terbentuknya ASEAN, di kawasan Asia Tenggara pernah terbentuk beberapa organisasi regional salah satunya adalah Maphilindo. Tujuan pendirian Maphilindo adalah .…</p>
133 <ol><li>menghalangi masuknya pengaruh Uni Soviet</li>
133 <ol><li>menghalangi masuknya pengaruh Uni Soviet</li>
134 <li>memperlambat pembentukan Federasi Malaysia</li>
134 <li>memperlambat pembentukan Federasi Malaysia</li>
135 <li>menggagalkan terbentuknya negara Singapura</li>
135 <li>menggagalkan terbentuknya negara Singapura</li>
136 <li>menghalangi masuknya pengaruh Amerika Serikat</li>
136 <li>menghalangi masuknya pengaruh Amerika Serikat</li>
137 <li>membatasi kekuasaan Inggris di kawasan Asia Tenggara</li>
137 <li>membatasi kekuasaan Inggris di kawasan Asia Tenggara</li>
138 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
138 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
139 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
139 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
140 <p>Jauh sebelum ASEAN dibentuk, organisasi kawasan seperti Association of Southeast Asia (ASA) dan Malaysia, Philipina, dan Indonesia (Maphilindo) pernah berdiri. Maphilindo yang beranggotakan Malaysia, Filipina, dan Indonesia berdiri pada Juli tahun 1963. Maphilindo merupakan bagian dari usaha Jakarta dan Manila untuk memperlambat, atau bahkan mencegah pembentukan Federasi Malaysia. Maphilindo bubar ketika Indonesia melancarkan konfrontasi militer melawan Malaysia.</p>
140 <p>Jauh sebelum ASEAN dibentuk, organisasi kawasan seperti Association of Southeast Asia (ASA) dan Malaysia, Philipina, dan Indonesia (Maphilindo) pernah berdiri. Maphilindo yang beranggotakan Malaysia, Filipina, dan Indonesia berdiri pada Juli tahun 1963. Maphilindo merupakan bagian dari usaha Jakarta dan Manila untuk memperlambat, atau bahkan mencegah pembentukan Federasi Malaysia. Maphilindo bubar ketika Indonesia melancarkan konfrontasi militer melawan Malaysia.</p>
141 <p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
141 <p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
142 <p><strong>Topik</strong><strong>: Organisasi Regional dan Global</strong></p>
142 <p><strong>Topik</strong><strong>: Organisasi Regional dan Global</strong></p>
143 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Organisasi Regional dan Global (Bidang Militer)</strong></p>
143 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Organisasi Regional dan Global (Bidang Militer)</strong></p>
144 <p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
144 <p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
145 <p>5. Australia, New Zealand, United States Security Treaty (ANZUS) merupakan organisasi militer regional yang terdiri dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Keikutsertaan Australia dan Selandia Baru didasarkan oleh adanya teori domino. Contoh yang tepat untuk menggambarkan aplikasi teori ini adalah .…</p>
145 <p>5. Australia, New Zealand, United States Security Treaty (ANZUS) merupakan organisasi militer regional yang terdiri dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Keikutsertaan Australia dan Selandia Baru didasarkan oleh adanya teori domino. Contoh yang tepat untuk menggambarkan aplikasi teori ini adalah .…</p>
146 <ol><li>Australia dan Selandia akan mendapatkan keuntungan militer dari Amerika Serikat</li>
146 <ol><li>Australia dan Selandia akan mendapatkan keuntungan militer dari Amerika Serikat</li>
147 <li>Australia dan Selandia Baru tidak memiliki kekuatan untuk melindungi kepentingannya</li>
147 <li>Australia dan Selandia Baru tidak memiliki kekuatan untuk melindungi kepentingannya</li>
148 <li>adanya hubungan timbal balik antara negara-negara di Oseania dengan Amerika Serikat</li>
148 <li>adanya hubungan timbal balik antara negara-negara di Oseania dengan Amerika Serikat</li>
149 <li>jika suatu negara telah dikuasai ideologi komunis maka negara sekitarnya akan terkena pengaruh komunis</li>
149 <li>jika suatu negara telah dikuasai ideologi komunis maka negara sekitarnya akan terkena pengaruh komunis</li>
150 <li>jika Amerika Serikat mampu menguasai negara-negara di Oseania selanjutnya wilayah sekitarnya dapat dikuasai</li>
150 <li>jika Amerika Serikat mampu menguasai negara-negara di Oseania selanjutnya wilayah sekitarnya dapat dikuasai</li>
151 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
151 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
152 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
152 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
153 <p>Australia, New Zealand, United States Security Treaty (ANZUS) merupakan organisasi yang terdiri dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Keikutsertaan Australia dan Selandia Baru dalam organisasi ANZUS didasari oleh adanya teori domino. Teori domino diibaratkan seperti kartu domino yang akan jatuh jika kartu yang bagian depan didorong. Contoh yang tepat untuk menggambarkan teori ini adalah jika suatu negara telah dikuasai ideologi komunis maka negara sekitarnya akan terkena paham komunis. ANZUS dibentuk oleh Amerika Serikat untuk membendung tersebarnya paham komunisme agar tidak menyebar di seluruh wilayah Asia Pasifik.</p>
153 <p>Australia, New Zealand, United States Security Treaty (ANZUS) merupakan organisasi yang terdiri dari Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Keikutsertaan Australia dan Selandia Baru dalam organisasi ANZUS didasari oleh adanya teori domino. Teori domino diibaratkan seperti kartu domino yang akan jatuh jika kartu yang bagian depan didorong. Contoh yang tepat untuk menggambarkan teori ini adalah jika suatu negara telah dikuasai ideologi komunis maka negara sekitarnya akan terkena paham komunis. ANZUS dibentuk oleh Amerika Serikat untuk membendung tersebarnya paham komunisme agar tidak menyebar di seluruh wilayah Asia Pasifik.</p>
154 <p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
154 <p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
155 <p><strong>Topik: Indonesia Masa Awal Kemerdekaan Sampai Terpimpin</strong></p>
155 <p><strong>Topik: Indonesia Masa Awal Kemerdekaan Sampai Terpimpin</strong></p>
156 <p><strong>Subtopik: Kehidupan Masa Demokrasi Terpimpin</strong></p>
156 <p><strong>Subtopik: Kehidupan Masa Demokrasi Terpimpin</strong></p>
157 <p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
157 <p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
158 <p>6. Pada 19 Desember 1961 pemerintah berusaha membebaskan Irian Barat dengan mengeluarkan Trikora yang berisi ….</p>
158 <p>6. Pada 19 Desember 1961 pemerintah berusaha membebaskan Irian Barat dengan mengeluarkan Trikora yang berisi ….</p>
159 <p>A. mengibarkan sang Merah Putih di Irian Barat B. mengusir Sekutu yang ingin menguasai Irian Barat C. memulihkan keamanan Irian Barat usai pemberontakan D. memerdekakan Irian Barat dari segala bentuk kolonialisme E. merebut kembali Irian Barat dari genggaman Belanda dan sekutunya</p>
159 <p>A. mengibarkan sang Merah Putih di Irian Barat B. mengusir Sekutu yang ingin menguasai Irian Barat C. memulihkan keamanan Irian Barat usai pemberontakan D. memerdekakan Irian Barat dari segala bentuk kolonialisme E. merebut kembali Irian Barat dari genggaman Belanda dan sekutunya</p>
160 <p><strong>Kunci Jawaban: A</strong></p>
160 <p><strong>Kunci Jawaban: A</strong></p>
161 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
161 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
162 <p>Pada 19 Desember 1961, pemerintah berupaya untuk membebaskan Irian Barat yang diwujudkan dengan mengeluarkan Tri Komando Rakyat (Trikora). Trikora berisi beberapa perintah sebagai berikut.</p>
162 <p>Pada 19 Desember 1961, pemerintah berupaya untuk membebaskan Irian Barat yang diwujudkan dengan mengeluarkan Tri Komando Rakyat (Trikora). Trikora berisi beberapa perintah sebagai berikut.</p>
163 <ol><li>Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda</li>
163 <ol><li>Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda</li>
164 <li>Kibarkan sang Merah Putih di Irian Barat</li>
164 <li>Kibarkan sang Merah Putih di Irian Barat</li>
165 <li>Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa</li>
165 <li>Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa</li>
166 </ol><p>Dikeluarkannya Trikora oleh Presiden Sukarno menandai dimulainya langkah-langkah ofensif secara militer untuk membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda. Sebagai tindak lanjut, Presiden Sukarno mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1962 untuk membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat pada 2 Januari 1962.</p>
166 </ol><p>Dikeluarkannya Trikora oleh Presiden Sukarno menandai dimulainya langkah-langkah ofensif secara militer untuk membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda. Sebagai tindak lanjut, Presiden Sukarno mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1962 untuk membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat pada 2 Januari 1962.</p>
167 <p>Jadi, yang merupakan isi dari Tri Komando Rakyat adalah mengibarkan sang Merah Putih di Irian Barat.</p>
167 <p>Jadi, yang merupakan isi dari Tri Komando Rakyat adalah mengibarkan sang Merah Putih di Irian Barat.</p>
168 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
168 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
169 <h2>MATEMATIKA</h2>
169 <h2>MATEMATIKA</h2>
170 <p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) I</strong></p>
170 <p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) I</strong></p>
171 <p><strong>Subtopik: Titik, Garis, dan Bidang</strong></p>
171 <p><strong>Subtopik: Titik, Garis, dan Bidang</strong></p>
172 <p><strong>Level: HOTS</strong></p>
172 <p><strong>Level: HOTS</strong></p>
173 <p><strong>1. Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
173 <p><strong>1. Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
174 <p>Diketahui titik P dan S masing-masing adalah titik tengah ruas garis DH dan BF. Titik Q adalah titik potong perpanjangan GP dan CD serta titik R adalah titik potong perpanjangan GS dan CB. Kedudukan antara garis RS dengan garis AP adalah ….</p>
174 <p>Diketahui titik P dan S masing-masing adalah titik tengah ruas garis DH dan BF. Titik Q adalah titik potong perpanjangan GP dan CD serta titik R adalah titik potong perpanjangan GS dan CB. Kedudukan antara garis RS dengan garis AP adalah ….</p>
175 <ol><li>keduanya saling berpotongan tidak tegak lurus</li>
175 <ol><li>keduanya saling berpotongan tidak tegak lurus</li>
176 <li>keduanya saling berpotongan tegak lurus</li>
176 <li>keduanya saling berpotongan tegak lurus</li>
177 <li>keduanya saling bersilangan</li>
177 <li>keduanya saling bersilangan</li>
178 <li>keduanya saling sejajar</li>
178 <li>keduanya saling sejajar</li>
179 <li>keduanya saling berimpit</li>
179 <li>keduanya saling berimpit</li>
180 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
180 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
181 <p><strong>Pembahasan: </strong></p>
181 <p><strong>Pembahasan: </strong></p>
182 <p>Perhatikan segi empat ASGP!</p>
182 <p>Perhatikan segi empat ASGP!</p>
183 <p>Karena P dan S masing-masing adalah titik tengah ruas garis DH dan BF, maka panjang AS, GS, GP, dan AP sama panjang.</p>
183 <p>Karena P dan S masing-masing adalah titik tengah ruas garis DH dan BF, maka panjang AS, GS, GP, dan AP sama panjang.</p>
184 <p>Akibatnya, segi empat ASGP adalah bangun belah ketupat.</p>
184 <p>Akibatnya, segi empat ASGP adalah bangun belah ketupat.</p>
185 <p>Pada bangun belah ketupat, setiap pasang sisi yang berhadapan saling sejajar sehingga AP dan GS saling sejajar.</p>
185 <p>Pada bangun belah ketupat, setiap pasang sisi yang berhadapan saling sejajar sehingga AP dan GS saling sejajar.</p>
186 <p>Titik R adalah titik potong perpanjangan GS dan CB yang berarti titik R terletak pada perpanjangan GS.</p>
186 <p>Titik R adalah titik potong perpanjangan GS dan CB yang berarti titik R terletak pada perpanjangan GS.</p>
187 <p>Dengan demikian, garis RS dan GS adalah garis yang saling berimpit.</p>
187 <p>Dengan demikian, garis RS dan GS adalah garis yang saling berimpit.</p>
188 <p>Karena AP dan GS saling sejajar, maka AP dan RS juga saling sejajar.</p>
188 <p>Karena AP dan GS saling sejajar, maka AP dan RS juga saling sejajar.</p>
189 <p>Oleh karena itu, kedudukan antara garis RS dengan garis AP adalah keduanya saling sejajar.</p>
189 <p>Oleh karena itu, kedudukan antara garis RS dengan garis AP adalah keduanya saling sejajar.</p>
190 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
190 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
191 <p><strong>Baca Juga:<a>Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang pada Bangun Ruang</a></strong></p>
191 <p><strong>Baca Juga:<a>Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang pada Bangun Ruang</a></strong></p>
192 <p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II</strong></p>
192 <p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II</strong></p>
193 <p><strong>Subtopik: Jarak</strong></p>
193 <p><strong>Subtopik: Jarak</strong></p>
194 <p><strong>Level: MOTS </strong></p>
194 <p><strong>Level: MOTS </strong></p>
195 <p>2. Diketahui kubus ABCD.EFGH memiliki rusuk dengan panjang 20 cm. Jarak garis AH dan garis FG adalah … cm.</p>
195 <p>2. Diketahui kubus ABCD.EFGH memiliki rusuk dengan panjang 20 cm. Jarak garis AH dan garis FG adalah … cm.</p>
196 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
196 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
197 <p><strong>Pembahasan: </strong></p>
197 <p><strong>Pembahasan: </strong></p>
198 <p>Perhatikan garis AH dan garis FG pada kubus ABCD.EFGH sebagai berikut!</p>
198 <p>Perhatikan garis AH dan garis FG pada kubus ABCD.EFGH sebagai berikut!</p>
199 <p>Dapat diperhatikan bahwa AH dan FG adalah dua buah garis yang saling bersilangan.</p>
199 <p>Dapat diperhatikan bahwa AH dan FG adalah dua buah garis yang saling bersilangan.</p>
200 <p>Dalam mencari jarak dua garis yang bersilangan, kita dapat mencari bidang yang melalui masing-masing garis dan saling sejajar.</p>
200 <p>Dalam mencari jarak dua garis yang bersilangan, kita dapat mencari bidang yang melalui masing-masing garis dan saling sejajar.</p>
201 <p>Dalam hal ini, bidang ADHE melalui garis AH dan bidang BCGF melalui garis FG.</p>
201 <p>Dalam hal ini, bidang ADHE melalui garis AH dan bidang BCGF melalui garis FG.</p>
202 <p>Karena ADHE dan BCGF sudah saling sejajar, maka jarak garis AH dan garis FG dapat diwakili dengan jarak bidang ADHE dan bidang BCGF.</p>
202 <p>Karena ADHE dan BCGF sudah saling sejajar, maka jarak garis AH dan garis FG dapat diwakili dengan jarak bidang ADHE dan bidang BCGF.</p>
203 <p>Bidang ADHE dan BCGF adalah dua bidang yang berhadapan pada sebuah kubus yang jaraknya dapat diwakili dengan panjang AB, CD, EF, atau GH dengan panjangnya yaitu 20 cm.</p>
203 <p>Bidang ADHE dan BCGF adalah dua bidang yang berhadapan pada sebuah kubus yang jaraknya dapat diwakili dengan panjang AB, CD, EF, atau GH dengan panjangnya yaitu 20 cm.</p>
204 <p>Dengan demikian, jarak garis AH dan garis FG adalah 20 cm.</p>
204 <p>Dengan demikian, jarak garis AH dan garis FG adalah 20 cm.</p>
205 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
205 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
206 <p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II</strong></p>
206 <p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II</strong></p>
207 <p><strong>Subtopik: Sudut</strong></p>
207 <p><strong>Subtopik: Sudut</strong></p>
208 <p><strong>Level: HOTS </strong></p>
208 <p><strong>Level: HOTS </strong></p>
209 <p>3. Pada kubus ABCD.EFGH, nilai sinus dari sudut yang dibentuk oleh bidang AFH dan garis CG adalah ….</p>
209 <p>3. Pada kubus ABCD.EFGH, nilai sinus dari sudut yang dibentuk oleh bidang AFH dan garis CG adalah ….</p>
210 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
210 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
211 <p><strong>Pembahasan: </strong></p>
211 <p><strong>Pembahasan: </strong></p>
212 <p>Misalkan panjang rusuk kubus adalah <em>x cm</em>.</p>
212 <p>Misalkan panjang rusuk kubus adalah <em>x cm</em>.</p>
213 <p>Perhatikan gambar berikut!</p>
213 <p>Perhatikan gambar berikut!</p>
214 <p>Dapat diperhatikan bahwa bidang AFH dan garis CG tidak saling berpotongan. Dalam hal ini, kita dapat menggunakan bantuan garis lain yang berpotongan dengan bidang AFH dan sejajar dengan garis CG.</p>
214 <p>Dapat diperhatikan bahwa bidang AFH dan garis CG tidak saling berpotongan. Dalam hal ini, kita dapat menggunakan bantuan garis lain yang berpotongan dengan bidang AFH dan sejajar dengan garis CG.</p>
215 <p>Misalkan P dan Q masing-masing adalah titik tengah EG dan AC. Perhatikan gambar berikut.</p>
215 <p>Misalkan P dan Q masing-masing adalah titik tengah EG dan AC. Perhatikan gambar berikut.</p>
216 <p>Garis PQ berpotongan dengan bidang AFH dan sejajar dengan garis CG. Oleh karena itu, sudut antara bidang AFG dan garis CG dapat diwakili oleh sudut antara bidang AFG dan garis QP.</p>
216 <p>Garis PQ berpotongan dengan bidang AFH dan sejajar dengan garis CG. Oleh karena itu, sudut antara bidang AFG dan garis CG dapat diwakili oleh sudut antara bidang AFG dan garis QP.</p>
217 <p>Cari terlebih dahulu proyeksi QP pada bidang AFH.</p>
217 <p>Cari terlebih dahulu proyeksi QP pada bidang AFH.</p>
218 <p>Misalkan proyeksi titik Q pada bidang AFH adalah titik R. Kemudian, dapat diperhatikan bahwa titik P terletak pada bidang AFH sehingga proyeksi titik P pada bidang AFH adalah titik P itu sendiri. Oleh karena itu, proyeksi QP pada bidang AFH adalah RP seperti digambarkan sebagai berikut.</p>
218 <p>Misalkan proyeksi titik Q pada bidang AFH adalah titik R. Kemudian, dapat diperhatikan bahwa titik P terletak pada bidang AFH sehingga proyeksi titik P pada bidang AFH adalah titik P itu sendiri. Oleh karena itu, proyeksi QP pada bidang AFH adalah RP seperti digambarkan sebagai berikut.</p>
219 <p>Dalam hal ini, sudut yang dibentuk oleh bidang AFH dan garis QP dapat dinyatakan sebagai sudut yang dibentuk oleh garis RP dan garis QP, yaitu QPR.</p>
219 <p>Dalam hal ini, sudut yang dibentuk oleh bidang AFH dan garis QP dapat dinyatakan sebagai sudut yang dibentuk oleh garis RP dan garis QP, yaitu QPR.</p>
220 <p>Dapat diperhatikan bahwa QPR sama dengan QPA sehingga nilai sinus dari sudut yang dibentuk oleh bidang AFH dan garis CG adalah sin QPA .</p>
220 <p>Dapat diperhatikan bahwa QPR sama dengan QPA sehingga nilai sinus dari sudut yang dibentuk oleh bidang AFH dan garis CG adalah sin QPA .</p>
221 <p>Perhatikan segitiga APQ!</p>
221 <p>Perhatikan segitiga APQ!</p>
222 <p>Sebelumnya, QP adalah garis yang sejajar dengan CG sehingga QP tegak lurus dengan alas kubus. Dengan demikian, QP tegak lurus dengan seluruh garis pada alas kubus, salah satunya adalah AQ.</p>
222 <p>Sebelumnya, QP adalah garis yang sejajar dengan CG sehingga QP tegak lurus dengan alas kubus. Dengan demikian, QP tegak lurus dengan seluruh garis pada alas kubus, salah satunya adalah AQ.</p>
223 <p>Oleh karena itu, QP dan AQ saling tegak lurus sehingga APQ adalah segitiga siku-siku pada titik Q.</p>
223 <p>Oleh karena itu, QP dan AQ saling tegak lurus sehingga APQ adalah segitiga siku-siku pada titik Q.</p>
224 <p>Dari gambar di atas didapat bahwa</p>
224 <p>Dari gambar di atas didapat bahwa</p>
225 <p>Karena Q berada di pertengahan diagonal sisi AC, maka. Karena panjang rusuknya dimisalkan<em>x cm</em>, maka panjang diagonal sisi AC adalah .</p>
225 <p>Karena Q berada di pertengahan diagonal sisi AC, maka. Karena panjang rusuknya dimisalkan<em>x cm</em>, maka panjang diagonal sisi AC adalah .</p>
226 <p>Oleh karena itu, didapat</p>
226 <p>Oleh karena itu, didapat</p>
227 <p>Kemudian, panjang QP akan sama dengan panjang rusuk CG sehingga panjang QP adalah<em>x cm</em>.</p>
227 <p>Kemudian, panjang QP akan sama dengan panjang rusuk CG sehingga panjang QP adalah<em>x cm</em>.</p>
228 <p>Karena segitiga APQ siku-siku di titik Q, maka berlaku Teorema Pythagoras sebagai berikut.</p>
228 <p>Karena segitiga APQ siku-siku di titik Q, maka berlaku Teorema Pythagoras sebagai berikut.</p>
229 <p>Oleh karena itu, didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
229 <p>Oleh karena itu, didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
230 <p>Dengan demikian, nilai sinus dari sudut yang dibentuk oleh bidang AFH dan garis CG adalah</p>
230 <p>Dengan demikian, nilai sinus dari sudut yang dibentuk oleh bidang AFH dan garis CG adalah</p>
231 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
231 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
232 <p><strong>Topik: Statistika Deskriptif</strong></p>
232 <p><strong>Topik: Statistika Deskriptif</strong></p>
233 <p><strong>Subtopik: Penyajian Data, Distribusi Frekuensi &amp; Penyajian Data</strong></p>
233 <p><strong>Subtopik: Penyajian Data, Distribusi Frekuensi &amp; Penyajian Data</strong></p>
234 <p><strong>Level: MOTS </strong></p>
234 <p><strong>Level: MOTS </strong></p>
235 <p><strong>4. Diberikan data berikut.</strong></p>
235 <p><strong>4. Diberikan data berikut.</strong></p>
236 <p>Jika data tersebut disajikan dalam bentuk diagram batang daun, maka jawaban yang tepat adalah ….</p>
236 <p>Jika data tersebut disajikan dalam bentuk diagram batang daun, maka jawaban yang tepat adalah ….</p>
237 <p>A.</p>
237 <p>A.</p>
238 <p>B.</p>
238 <p>B.</p>
239 <p>C.</p>
239 <p>C.</p>
240 <p>D.</p>
240 <p>D.</p>
241 <p>E.</p>
241 <p>E.</p>
242 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
242 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
243 <p><strong>Pembahasan: </strong></p>
243 <p><strong>Pembahasan: </strong></p>
244 <p>Buat terlebih dahulu diagram Batang dan Daun yang kosong sebagai berikut!</p>
244 <p>Buat terlebih dahulu diagram Batang dan Daun yang kosong sebagai berikut!</p>
245 <p>Dapat diperhatikan bahwa data yang kita miliki bernilai puluhan sehingga tempatkan nilai-nilai puluhan pada kolom Batang.</p>
245 <p>Dapat diperhatikan bahwa data yang kita miliki bernilai puluhan sehingga tempatkan nilai-nilai puluhan pada kolom Batang.</p>
246 <p>Karena data terkecil adalah 11 dan data terbesar adalah 64, maka puluhannya berkisar antara 1 sampai 6.</p>
246 <p>Karena data terkecil adalah 11 dan data terbesar adalah 64, maka puluhannya berkisar antara 1 sampai 6.</p>
247 <p>Oleh karena itu, kolom Batang dapat dilengkapi sebagai berikut.</p>
247 <p>Oleh karena itu, kolom Batang dapat dilengkapi sebagai berikut.</p>
248 <p>Selanjutnya, untuk kolom Daun, isi dengan satuan dari datanya berdasarkan kolom Batang.</p>
248 <p>Selanjutnya, untuk kolom Daun, isi dengan satuan dari datanya berdasarkan kolom Batang.</p>
249 <p>Misalkan, untuk data 13, puluhannya adalah 1 dan satuannya adalah 3. Oleh karena itu, perhatikan Batang dengan nomor 1 dan tempatkan angka 3 pada kolom Daun.</p>
249 <p>Misalkan, untuk data 13, puluhannya adalah 1 dan satuannya adalah 3. Oleh karena itu, perhatikan Batang dengan nomor 1 dan tempatkan angka 3 pada kolom Daun.</p>
250 <p>Lakukan satu per satu hingga semua data dimasukkan dan urutkan setiap elemen pada kolom Daun dari yang terkecil.</p>
250 <p>Lakukan satu per satu hingga semua data dimasukkan dan urutkan setiap elemen pada kolom Daun dari yang terkecil.</p>
251 <p>Setelah semua terisi, maka didapatkan diagram batang daun sebagai berikut.</p>
251 <p>Setelah semua terisi, maka didapatkan diagram batang daun sebagai berikut.</p>
252 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
252 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
253 <p><strong>Baca Juga:<a>Statistika Deskriptif dalam Data Berinterval, Rumus, dan Contohnya</a></strong></p>
253 <p><strong>Baca Juga:<a>Statistika Deskriptif dalam Data Berinterval, Rumus, dan Contohnya</a></strong></p>
254 <p><strong>Topik: Statistika Deskriptif</strong></p>
254 <p><strong>Topik: Statistika Deskriptif</strong></p>
255 <p><strong>Subtopik: Latihan Soal Statistika Deskriptif</strong></p>
255 <p><strong>Subtopik: Latihan Soal Statistika Deskriptif</strong></p>
256 <p><strong>Level: MOTS </strong></p>
256 <p><strong>Level: MOTS </strong></p>
257 <p><strong>5. Diketahui tabel nilai ujian matematika siswa kelas XII sebagai berikut.</strong></p>
257 <p><strong>5. Diketahui tabel nilai ujian matematika siswa kelas XII sebagai berikut.</strong></p>
258 <p>Jika 80% siswa dinyatakan lulus ujian, maka nilai tertinggi siswa yang tidak lulus adalah ….</p>
258 <p>Jika 80% siswa dinyatakan lulus ujian, maka nilai tertinggi siswa yang tidak lulus adalah ….</p>
259 <ol><li><ol><li>50</li>
259 <ol><li><ol><li>50</li>
260 <li>53,8</li>
260 <li>53,8</li>
261 <li>55,8</li>
261 <li>55,8</li>
262 <li>58,8</li>
262 <li>58,8</li>
263 <li>60</li>
263 <li>60</li>
264 </ol></li>
264 </ol></li>
265 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
265 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
266 <p><strong>Pembahasan: </strong></p>
266 <p><strong>Pembahasan: </strong></p>
267 <p>Perhatikan tabel berikut!</p>
267 <p>Perhatikan tabel berikut!</p>
268 <p>Dari tabel, dapat diketahui bahwa total siswa ada 50 dan panjang kelasnya adalah<em>p</em>= 10.</p>
268 <p>Dari tabel, dapat diketahui bahwa total siswa ada 50 dan panjang kelasnya adalah<em>p</em>= 10.</p>
269 <p>Diketahui 80% siswa dinyatakan lulus sehingga 20% siswa tidak lulus.</p>
269 <p>Diketahui 80% siswa dinyatakan lulus sehingga 20% siswa tidak lulus.</p>
270 <p>Dengan demikian, nilai tertinggi siswa yang tidak lulus merupakan nilai yang berada di persentil ke-20.</p>
270 <p>Dengan demikian, nilai tertinggi siswa yang tidak lulus merupakan nilai yang berada di persentil ke-20.</p>
271 <p>Karena , maka nilai tertinggi siswa yang tidak lulus berada pada data ke-10.</p>
271 <p>Karena , maka nilai tertinggi siswa yang tidak lulus berada pada data ke-10.</p>
272 <p>Oleh karena itu, kita peroleh kelas persentil ke-20 adalah kelas 51-60 dengan tepi bawah kelasnya adalah dan frekuensinya adalah<em>f</em>= 6.</p>
272 <p>Oleh karena itu, kita peroleh kelas persentil ke-20 adalah kelas 51-60 dengan tepi bawah kelasnya adalah dan frekuensinya adalah<em>f</em>= 6.</p>
273 <p>Frekuensi kumulatif sebelum kelas persentil ke-20 adalah frekuensi kumulatif pada kelas 41-50, yaitu</p>
273 <p>Frekuensi kumulatif sebelum kelas persentil ke-20 adalah frekuensi kumulatif pada kelas 41-50, yaitu</p>
274 <p>Dengan demikian, persentil ke-20 dari data pada soal dapat dihitung sebagai berikut.</p>
274 <p>Dengan demikian, persentil ke-20 dari data pada soal dapat dihitung sebagai berikut.</p>
275 <p>Oleh karena itu, nilai tertinggi siswa yang tidak lulus adalah 58,8.</p>
275 <p>Oleh karena itu, nilai tertinggi siswa yang tidak lulus adalah 58,8.</p>
276 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
276 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
277 <p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II</strong></p>
277 <p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II</strong></p>
278 <p><strong>Subtopik: Jarak</strong></p>
278 <p><strong>Subtopik: Jarak</strong></p>
279 <p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
279 <p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
280 <p>6. Perhatikan gambar kubus berikut!</p>
280 <p>6. Perhatikan gambar kubus berikut!</p>
281 <p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal &amp; Pembahasan PAS Kelas 12 IPS Semester Ganjil 2021</a></strong></p>
281 <p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal &amp; Pembahasan PAS Kelas 12 IPS Semester Ganjil 2021</a></strong></p>
282 <h2>GEOGRAFI</h2>
282 <h2>GEOGRAFI</h2>
283 <p><strong>Topik</strong><strong>: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
283 <p><strong>Topik</strong><strong>: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
284 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
284 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
285 <p>1. Distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya merupakan definisi dari ….</p>
285 <p>1. Distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya merupakan definisi dari ….</p>
286 <ol><li>ruang</li>
286 <ol><li>ruang</li>
287 <li>tata ruang</li>
287 <li>tata ruang</li>
288 <li>pola ruang</li>
288 <li>pola ruang</li>
289 <li>struktur ruang</li>
289 <li>struktur ruang</li>
290 <li>penataan ruang</li>
290 <li>penataan ruang</li>
291 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: C</strong></p>
291 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: C</strong></p>
292 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
292 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
293 <p>Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya. Definisi pola ruang tersebut dicantumkan dalam UU No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang.</p>
293 <p>Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budi daya. Definisi pola ruang tersebut dicantumkan dalam UU No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang.</p>
294 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
294 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
295 <p><strong>Baca Juga:<a>Macam-Macam Perencanaan Tata Ruang &amp; Tujuannya</a></strong></p>
295 <p><strong>Baca Juga:<a>Macam-Macam Perencanaan Tata Ruang &amp; Tujuannya</a></strong></p>
296 <p><strong>Topik</strong><strong>: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
296 <p><strong>Topik</strong><strong>: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
297 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Perencanaan Tata Ruang</strong></p>
297 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Perencanaan Tata Ruang</strong></p>
298 <p>2. Rencana pemindahan ibu kota Indonesia ke Pulau Kalimantan menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian masyarakat. Salah satu kekhawatiran masyarakat adalah kondisi hutan yang makin terancam dengan adanya pemindahan ibu kota baru tersebut. Langkah yang tepat dilakukan pemerintah dalam perencanaan tata ruang ibu kota baru adalah ….</p>
298 <p>2. Rencana pemindahan ibu kota Indonesia ke Pulau Kalimantan menimbulkan kekhawatiran bagi sebagian masyarakat. Salah satu kekhawatiran masyarakat adalah kondisi hutan yang makin terancam dengan adanya pemindahan ibu kota baru tersebut. Langkah yang tepat dilakukan pemerintah dalam perencanaan tata ruang ibu kota baru adalah ….</p>
299 <ol><li>menebang sebagian besar hutan di wilayah Kalimantan untuk membangun kota baru</li>
299 <ol><li>menebang sebagian besar hutan di wilayah Kalimantan untuk membangun kota baru</li>
300 <li>menebang hutan di wilayah ibu kota baru dan menggantikannya dengan perumahan</li>
300 <li>menebang hutan di wilayah ibu kota baru dan menggantikannya dengan perumahan</li>
301 <li>membangun pembatas antara wilayah hutan dengan ibu kota baru</li>
301 <li>membangun pembatas antara wilayah hutan dengan ibu kota baru</li>
302 <li>menggunakan energi fosil untuk pembangunan ibu kota baru</li>
302 <li>menggunakan energi fosil untuk pembangunan ibu kota baru</li>
303 <li>membangun ibu kota baru dengan konsep<em>forest city</em></li>
303 <li>membangun ibu kota baru dengan konsep<em>forest city</em></li>
304 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: E</strong></p>
304 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: E</strong></p>
305 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
305 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
306 <p>Rencana pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan menimbulkan banyak kekhawatiran pada sebagian masyarakat, khususnya bagi pemerhati dan pecinta lingkungan. Pembangunan ibu kota baru dinilai dapat mengancam keberadaan hutan di Kalimantan karena ibu kota baru ini membutuhkan lahan yang cukup luas untuk pembangunan gedung-gedung pemerintahan dan lahan terbangun lainnya. Perencanaan tata ruang yang tepat dilakukan dalam pembangunan ibu kota baru adalah menerapkan konsep<em>forest city</em>yang mengatur bahwa luas RTH minimal 50% dari total luas area dan terintegrasi dengan bentang alam yang ada, seperti daerah aliran sungai (DAS) dan struktur topografi. Konsep ini memungkinkan pembangunan ibu kota baru ini tidak menebang semua pepohonan yang ada di wilayah tersebut dan tetap melestarikan lingkungan yang ada di sana.</p>
306 <p>Rencana pemindahan ibu kota baru ke Kalimantan menimbulkan banyak kekhawatiran pada sebagian masyarakat, khususnya bagi pemerhati dan pecinta lingkungan. Pembangunan ibu kota baru dinilai dapat mengancam keberadaan hutan di Kalimantan karena ibu kota baru ini membutuhkan lahan yang cukup luas untuk pembangunan gedung-gedung pemerintahan dan lahan terbangun lainnya. Perencanaan tata ruang yang tepat dilakukan dalam pembangunan ibu kota baru adalah menerapkan konsep<em>forest city</em>yang mengatur bahwa luas RTH minimal 50% dari total luas area dan terintegrasi dengan bentang alam yang ada, seperti daerah aliran sungai (DAS) dan struktur topografi. Konsep ini memungkinkan pembangunan ibu kota baru ini tidak menebang semua pepohonan yang ada di wilayah tersebut dan tetap melestarikan lingkungan yang ada di sana.</p>
307 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
307 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
308 <p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
308 <p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
309 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Struktur Keruangan dan Perkembangan Kota</strong></p>
309 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Struktur Keruangan dan Perkembangan Kota</strong></p>
310 <p><strong>3. Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
310 <p><strong>3. Perhatikan gambar berikut ini!</strong></p>
311 <p>Wilayah yang ditunjukkan oleh nomor 4 adalah ….</p>
311 <p>Wilayah yang ditunjukkan oleh nomor 4 adalah ….</p>
312 <ol><li>daerah pusat kegiatan</li>
312 <ol><li>daerah pusat kegiatan</li>
313 <li>permukiman kelas tinggi</li>
313 <li>permukiman kelas tinggi</li>
314 <li>permukiman kelas rendah</li>
314 <li>permukiman kelas rendah</li>
315 <li>zona grosir dan manufaktur</li>
315 <li>zona grosir dan manufaktur</li>
316 <li>permukiman kelas menengah</li>
316 <li>permukiman kelas menengah</li>
317 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: E</strong></p>
317 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: E</strong></p>
318 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
318 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
319 <p>Gambar yang ditunjukkan pada soal adalah struktur ruang kota menurut teori Sektoral yang dicetuskan oleh Homer Hoyt. Berikut ini adalah struktur ruang kota menurut teori Sektoral.</p>
319 <p>Gambar yang ditunjukkan pada soal adalah struktur ruang kota menurut teori Sektoral yang dicetuskan oleh Homer Hoyt. Berikut ini adalah struktur ruang kota menurut teori Sektoral.</p>
320 <ul><li>Zona 1 : Daerah Pusat Kegiatan</li>
320 <ul><li>Zona 1 : Daerah Pusat Kegiatan</li>
321 <li>Zona 2 : Daerah grosir dan manufaktur</li>
321 <li>Zona 2 : Daerah grosir dan manufaktur</li>
322 <li>Zona 3 : Permukiman kelas rendah</li>
322 <li>Zona 3 : Permukiman kelas rendah</li>
323 <li>Zona 4 : Permukiman kelas menengah</li>
323 <li>Zona 4 : Permukiman kelas menengah</li>
324 <li>Zona 5 : Permukiman kelas atas</li>
324 <li>Zona 5 : Permukiman kelas atas</li>
325 </ul><p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
325 </ul><p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
326 <p><strong>Baca Juga:<a>Pola Keruangan Kota, Ciri-Ciri &amp; Strukturnya</a></strong></p>
326 <p><strong>Baca Juga:<a>Pola Keruangan Kota, Ciri-Ciri &amp; Strukturnya</a></strong></p>
327 <p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
327 <p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
328 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Usaha Pemerataan Pembangunan di Desa dan Kota</strong></p>
328 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Usaha Pemerataan Pembangunan di Desa dan Kota</strong></p>
329 <p>4. Berdasarkan data BPS, Kabupaten Wonosobo merupakan kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2013 hingga 2018 lalu. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi angka kemiskinan di wilayah ini adalah ….</p>
329 <p>4. Berdasarkan data BPS, Kabupaten Wonosobo merupakan kabupaten dengan angka kemiskinan tertinggi di Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2013 hingga 2018 lalu. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi angka kemiskinan di wilayah ini adalah ….</p>
330 <ol><li>mencairkan dana desa untuk pembangunan gedung-gedung pemerintahan desa</li>
330 <ol><li>mencairkan dana desa untuk pembangunan gedung-gedung pemerintahan desa</li>
331 <li>mendorong penduduk Kabupaten Wonosobo untuk melakukan urbanisasi ke Kota Semarang</li>
331 <li>mendorong penduduk Kabupaten Wonosobo untuk melakukan urbanisasi ke Kota Semarang</li>
332 <li>mendorong program untuk menekan angka kelahiran penduduk Wonosobo</li>
332 <li>mendorong program untuk menekan angka kelahiran penduduk Wonosobo</li>
333 <li>mencairkan dana desa untuk membangun infrastruktur jalan</li>
333 <li>mencairkan dana desa untuk membangun infrastruktur jalan</li>
334 <li>menghentikan kegiatan pertanian di Wonosobo dan menggantinya dengan kegiatan industri</li>
334 <li>menghentikan kegiatan pertanian di Wonosobo dan menggantinya dengan kegiatan industri</li>
335 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: D</strong></p>
335 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: D</strong></p>
336 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
336 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
337 <p>Kabupaten Wonosobo merupakan kabupaten dengan angka kemiskinan terbesar di Provinsi Jawa Tengah, padahal kabupaten ini memiliki potensi wilayah yang sangat tinggi, seperti tanah yang subur, udara yang cukup sejuk, curah hujan tinggi, dan pemandangan yang indah. Tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Wonosobo menjadikannya sebagai salah satu wilayah sasaran prioritas untuk penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengurangi kemiskinan di Wonosobo. Salah satunya adalah memberikan dana desa. Dana desa ini dapat digunakan untuk berbagai hal guna meningkatkan perekonomian masyarakat, seperti membangun infrastruktur jalan. Dengan adanya infrastruktur jalan yang baik, maka hasil produksi pertanian dan perkebunan di Wonosobo dapat didistribusikan dengan baik dan bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan alam di wilayah ini.</p>
337 <p>Kabupaten Wonosobo merupakan kabupaten dengan angka kemiskinan terbesar di Provinsi Jawa Tengah, padahal kabupaten ini memiliki potensi wilayah yang sangat tinggi, seperti tanah yang subur, udara yang cukup sejuk, curah hujan tinggi, dan pemandangan yang indah. Tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Wonosobo menjadikannya sebagai salah satu wilayah sasaran prioritas untuk penanggulangan kemiskinan di Indonesia. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mengurangi kemiskinan di Wonosobo. Salah satunya adalah memberikan dana desa. Dana desa ini dapat digunakan untuk berbagai hal guna meningkatkan perekonomian masyarakat, seperti membangun infrastruktur jalan. Dengan adanya infrastruktur jalan yang baik, maka hasil produksi pertanian dan perkebunan di Wonosobo dapat didistribusikan dengan baik dan bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan alam di wilayah ini.</p>
338 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
338 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
339 <p><strong>Topik</strong><strong>: Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG)</strong></p>
339 <p><strong>Topik</strong><strong>: Pemanfaatan Peta, Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG)</strong></p>
340 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Interpretasi Peta dan Citra Penginderaan Jauh</strong></p>
340 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Interpretasi Peta dan Citra Penginderaan Jauh</strong></p>
341 <p>5. Perhatikan peta kepadatan penduduk di bawah ini!</p>
341 <p>5. Perhatikan peta kepadatan penduduk di bawah ini!</p>
342 <p>Informasi yang bisa didapatkan dari peta kepadatan penduduk di Indonesia tersebut adalah ….</p>
342 <p>Informasi yang bisa didapatkan dari peta kepadatan penduduk di Indonesia tersebut adalah ….</p>
343 <ol><li>kepadatan penduduk di Indonesia merata</li>
343 <ol><li>kepadatan penduduk di Indonesia merata</li>
344 <li>kepadatan penduduk di Jawa Barat tertinggi di Indonesia</li>
344 <li>kepadatan penduduk di Jawa Barat tertinggi di Indonesia</li>
345 <li>salah satu provinsi terpadat di Indonesia adalah Yogyakarta</li>
345 <li>salah satu provinsi terpadat di Indonesia adalah Yogyakarta</li>
346 <li>Pulau Papua memiliki kepadatan penduduk sekitar 100 jiwa/km</li>
346 <li>Pulau Papua memiliki kepadatan penduduk sekitar 100 jiwa/km</li>
347 <li>kepadatan penduduk di Kalimantan tinggi karena banyak lahan kosong</li>
347 <li>kepadatan penduduk di Kalimantan tinggi karena banyak lahan kosong</li>
348 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: C</strong></p>
348 </ol><p><strong>Kunci Jawaban: C</strong></p>
349 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
349 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
350 <p>Dari peta kepadatan penduduk di atas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.</p>
350 <p>Dari peta kepadatan penduduk di atas dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.</p>
351 <ul><li>Beberapa wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia adalah Provinsi DKI Jakarta dan Yogyakarta yang disimbolkan dengan warna ungu.</li>
351 <ul><li>Beberapa wilayah dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia adalah Provinsi DKI Jakarta dan Yogyakarta yang disimbolkan dengan warna ungu.</li>
352 <li>Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah merupakan provinsi terpadat setelah Yogyakarta dan DKI Jakarta, dan disimbolkan dengan warna merah tua.</li>
352 <li>Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah merupakan provinsi terpadat setelah Yogyakarta dan DKI Jakarta, dan disimbolkan dengan warna merah tua.</li>
353 <li>Provinsi Papua dan Papua Barat merupakan provinsi dengan kepadatan penduduk terendah di Indonesia dengan kepadatan penduduk sekitar 10 jiwa/km.</li>
353 <li>Provinsi Papua dan Papua Barat merupakan provinsi dengan kepadatan penduduk terendah di Indonesia dengan kepadatan penduduk sekitar 10 jiwa/km.</li>
354 <li>Pulau Jawa merupakan pulau dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia yang menandakan bahwa jumlah penduduknya sangat banyak dibandingkan dengan luas wilayahnya.</li>
354 <li>Pulau Jawa merupakan pulau dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia yang menandakan bahwa jumlah penduduknya sangat banyak dibandingkan dengan luas wilayahnya.</li>
355 </ul><p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
355 </ul><p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
356 <p><strong>Topik: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
356 <p><strong>Topik: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
357 <p><strong>Subtopik: Pola dan Faktor-Faktor Interaksi Desa dan Kota</strong></p>
357 <p><strong>Subtopik: Pola dan Faktor-Faktor Interaksi Desa dan Kota</strong></p>
358 <p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
358 <p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
359 <p>6. Desa A berpenduduk 25.000 jiwa, sedangkan desa B berpenduduk 1.000 jiwa. Jarak desa A ke desa B adalah 30 km. Berdasarkan teori Titik Henti, lokasi yang ideal untuk membangun pusat perbelanjaan adalah ….</p>
359 <p>6. Desa A berpenduduk 25.000 jiwa, sedangkan desa B berpenduduk 1.000 jiwa. Jarak desa A ke desa B adalah 30 km. Berdasarkan teori Titik Henti, lokasi yang ideal untuk membangun pusat perbelanjaan adalah ….</p>
360 <p>A. 4 km dari desa A B. 5 km dari desa A C. 5 km dari desa B D. 6 km dari desa A E. 6 km dari desa B</p>
360 <p>A. 4 km dari desa A B. 5 km dari desa A C. 5 km dari desa B D. 6 km dari desa A E. 6 km dari desa B</p>
361 <p><strong>Kunci Jawaban: C</strong></p>
361 <p><strong>Kunci Jawaban: C</strong></p>
362 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
362 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
363 <p>Perhitungan yang digunakan untuk menentukan lokasi ideal di antara dua wilayah adalah dengan rumus teori Titik Henti. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut.</p>
363 <p>Perhitungan yang digunakan untuk menentukan lokasi ideal di antara dua wilayah adalah dengan rumus teori Titik Henti. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut.</p>
364 <p>Keterangan:</p>
364 <p>Keterangan:</p>
365 <ul><li>THAB = Titik henti (ditarik dari wilayah berpenduduk paling sedikit)</li>
365 <ul><li>THAB = Titik henti (ditarik dari wilayah berpenduduk paling sedikit)</li>
366 <li>JAB = Jarak antarwilayah</li>
366 <li>JAB = Jarak antarwilayah</li>
367 <li>PA = Wilayah berpenduduk paling banyak</li>
367 <li>PA = Wilayah berpenduduk paling banyak</li>
368 <li>PB = Wilayah berpenduduk paling sedikit</li>
368 <li>PB = Wilayah berpenduduk paling sedikit</li>
369 </ul><p>Berikut perhitungan untuk menjawab kasus pada soal. Diketahui:</p>
369 </ul><p>Berikut perhitungan untuk menjawab kasus pada soal. Diketahui:</p>
370 <ul><li>Penduduk desa A yang jumlahnya lebih banyak (PA) = 25.000 jiwa</li>
370 <ul><li>Penduduk desa A yang jumlahnya lebih banyak (PA) = 25.000 jiwa</li>
371 <li>Penduduk desa B yang jumlahnya lebih sedikit (PB) = 1.000 jiwa</li>
371 <li>Penduduk desa B yang jumlahnya lebih sedikit (PB) = 1.000 jiwa</li>
372 <li>Jarak desa A ke desa B (JAB) = 30 km</li>
372 <li>Jarak desa A ke desa B (JAB) = 30 km</li>
373 </ul><p>Ditanya:</p>
373 </ul><p>Ditanya:</p>
374 <p>Lokasi ideal untuk dibangun sekolah (THAB)</p>
374 <p>Lokasi ideal untuk dibangun sekolah (THAB)</p>
375 <p>Dijawab:</p>
375 <p>Dijawab:</p>
376 <p>Berdasarkan perhitungan tersebut, lokasi yang ideal untuk dibangun pusat perbelanjaan berada pada jarak 5 km dari desa B yang memiliki jumlah penduduk lebih sedikit daripada desa A.</p>
376 <p>Berdasarkan perhitungan tersebut, lokasi yang ideal untuk dibangun pusat perbelanjaan berada pada jarak 5 km dari desa B yang memiliki jumlah penduduk lebih sedikit daripada desa A.</p>
377 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
377 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
378 <h2>EKONOMI</h2>
378 <h2>EKONOMI</h2>
379 <p><strong>Topik</strong><strong>: Tahap Pengikhtisaran Perusahaan Jasa</strong></p>
379 <p><strong>Topik</strong><strong>: Tahap Pengikhtisaran Perusahaan Jasa</strong></p>
380 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa </strong></p>
380 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa </strong></p>
381 <p>1. Diketahui saldo akun kendaraan perusahaan ”Express Selalu” pada neraca saldo adalah sebesar Rp125.000.000,00. Kendaraan tersebut diperkirakan mengalami penyusutan sebesar 2%. Pencatatan penyusutan yang benar adalah ….</p>
381 <p>1. Diketahui saldo akun kendaraan perusahaan ”Express Selalu” pada neraca saldo adalah sebesar Rp125.000.000,00. Kendaraan tersebut diperkirakan mengalami penyusutan sebesar 2%. Pencatatan penyusutan yang benar adalah ….</p>
382 <ol><li>Beban penyusutan kendaraan (D) Rp2.500.000,00 Akumulasi penyusutan kendaraan (K) Rp2.500.000,00</li>
382 <ol><li>Beban penyusutan kendaraan (D) Rp2.500.000,00 Akumulasi penyusutan kendaraan (K) Rp2.500.000,00</li>
383 <li>Akumulasi penyusutan kendaraan (D) Rp2.500.000,00 Beban penyusutan kendaraan (K) Rp2.500.000,00</li>
383 <li>Akumulasi penyusutan kendaraan (D) Rp2.500.000,00 Beban penyusutan kendaraan (K) Rp2.500.000,00</li>
384 <li>Beban penyusutan kendaraan (D) Rp125.000.000,00 Akumulasi penyusutan kendaraan (K) Rp125.000.000,00</li>
384 <li>Beban penyusutan kendaraan (D) Rp125.000.000,00 Akumulasi penyusutan kendaraan (K) Rp125.000.000,00</li>
385 <li>Beban penyusutan kendaraan (D) Rp125.000.000,00 Kendaraan (K) Rp125.000.000,00</li>
385 <li>Beban penyusutan kendaraan (D) Rp125.000.000,00 Kendaraan (K) Rp125.000.000,00</li>
386 <li>Akumulasi penyusutan kendaraan (D) Rp2.500.000,00 Kendaraan (K) Rp2.500.000,00</li>
386 <li>Akumulasi penyusutan kendaraan (D) Rp2.500.000,00 Kendaraan (K) Rp2.500.000,00</li>
387 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
387 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
388 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
388 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
389 <p>Cara menghitung penyusutan kendaraan tersebut adalah menghitung persentase penyusutan dengan harga perolehannya yaitu 2% × Rp125.000.000,00 = Rp2.500.000,00 sehingga ayat jurnal penyesuaian yang benar adalah sebagai berikut.</p>
389 <p>Cara menghitung penyusutan kendaraan tersebut adalah menghitung persentase penyusutan dengan harga perolehannya yaitu 2% × Rp125.000.000,00 = Rp2.500.000,00 sehingga ayat jurnal penyesuaian yang benar adalah sebagai berikut.</p>
390 <p><strong>Beban penyusutan kendaraan (D) Rp2.500.000,00</strong><strong></strong></p>
390 <p><strong>Beban penyusutan kendaraan (D) Rp2.500.000,00</strong><strong></strong></p>
391 <p><strong>Akumulasi penyusutan kendaraan (K) Rp2.500.000,00</strong></p>
391 <p><strong>Akumulasi penyusutan kendaraan (K) Rp2.500.000,00</strong></p>
392 <p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.</strong> </p>
392 <p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.</strong> </p>
393 <p><strong>Baca Juga:<a>Tahapan Pengikhtisaran Akuntansi pada Perusahaan Jasa</a></strong></p>
393 <p><strong>Baca Juga:<a>Tahapan Pengikhtisaran Akuntansi pada Perusahaan Jasa</a></strong></p>
394 <p><strong>Topik</strong><strong>: Tahap Pelaporan Perusahaan Jasa</strong></p>
394 <p><strong>Topik</strong><strong>: Tahap Pelaporan Perusahaan Jasa</strong></p>
395 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Laporan Perubahan Modal Perusahaan Jasa</strong></p>
395 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Laporan Perubahan Modal Perusahaan Jasa</strong></p>
396 <p>2. Perusahaan milik Bapak Azwan memiliki saldo buku besar pada tanggal 31 Desember 2019 seperti berikut ini.</p>
396 <p>2. Perusahaan milik Bapak Azwan memiliki saldo buku besar pada tanggal 31 Desember 2019 seperti berikut ini.</p>
397 <ul><li>Pendapatan Rp4.500.000,00.</li>
397 <ul><li>Pendapatan Rp4.500.000,00.</li>
398 <li>Beban operasi Rp2.500.000,00.</li>
398 <li>Beban operasi Rp2.500.000,00.</li>
399 <li>Pendapatan diterima dimuka Rp1.000.000,00.</li>
399 <li>Pendapatan diterima dimuka Rp1.000.000,00.</li>
400 <li>Modal Bapak Azwan (modal awal) Rp3.000.000,00.</li>
400 <li>Modal Bapak Azwan (modal awal) Rp3.000.000,00.</li>
401 <li>Penarikan Pribadi Rp500.000,00.</li>
401 <li>Penarikan Pribadi Rp500.000,00.</li>
402 <li>Utang dagang Rp2.000.000,00.</li>
402 <li>Utang dagang Rp2.000.000,00.</li>
403 </ul><p>Saldo Modal akhir tahun Bapak Azwan adalah ….</p>
403 </ul><p>Saldo Modal akhir tahun Bapak Azwan adalah ….</p>
404 <ol><li>Rp7.500.000,00</li>
404 <ol><li>Rp7.500.000,00</li>
405 <li>Rp6.000.000,00</li>
405 <li>Rp6.000.000,00</li>
406 <li>Rp5.500.000,00</li>
406 <li>Rp5.500.000,00</li>
407 <li>Rp4.500.000,00</li>
407 <li>Rp4.500.000,00</li>
408 <li>Rp4.000.000,00</li>
408 <li>Rp4.000.000,00</li>
409 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
409 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
410 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
410 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
411 <p>Untuk mengetahui saldo perubahan modal, langkah-langkahnya adalah sebagai beriku.</p>
411 <p>Untuk mengetahui saldo perubahan modal, langkah-langkahnya adalah sebagai beriku.</p>
412 <p><strong>Langkah pertama, menghitung laba/rugi</strong></p>
412 <p><strong>Langkah pertama, menghitung laba/rugi</strong></p>
413 <p>Laba/Rugi = Pendapatan - Beban</p>
413 <p>Laba/Rugi = Pendapatan - Beban</p>
414 <p>Laba/Rugi = Rp4.500.000,00 - Rp2.500.000,00</p>
414 <p>Laba/Rugi = Rp4.500.000,00 - Rp2.500.000,00</p>
415 <p>Laba/Rugi = Rp2.000.000,00</p>
415 <p>Laba/Rugi = Rp2.000.000,00</p>
416 <p>Berdasarkan perhitungan di atas, perusahaan tersebut memiliki laba sebesar Rp2.000.000,00.</p>
416 <p>Berdasarkan perhitungan di atas, perusahaan tersebut memiliki laba sebesar Rp2.000.000,00.</p>
417 <p><strong>Langkah kedua menghitung perubahan modal</strong></p>
417 <p><strong>Langkah kedua menghitung perubahan modal</strong></p>
418 <p>Modal Akhir = Modal awal + Laba - Prive</p>
418 <p>Modal Akhir = Modal awal + Laba - Prive</p>
419 <p>Modal Akhir = Rp3.000.000,00 + Rp2.000.000,00 - Rp500.000,00</p>
419 <p>Modal Akhir = Rp3.000.000,00 + Rp2.000.000,00 - Rp500.000,00</p>
420 <p>Modal Akhir = Rp4.500.000,00</p>
420 <p>Modal Akhir = Rp4.500.000,00</p>
421 <p>Berdasarkan perhitungan di atas, besaranya modal akhir perusahaan tersebut adalah Rp4.500.000,00.</p>
421 <p>Berdasarkan perhitungan di atas, besaranya modal akhir perusahaan tersebut adalah Rp4.500.000,00.</p>
422 <p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
422 <p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
423 <p><strong>Topik</strong><strong>: Tahap Penutupan Perusahaan Jasa</strong></p>
423 <p><strong>Topik</strong><strong>: Tahap Penutupan Perusahaan Jasa</strong></p>
424 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jurnal Penutup</strong></p>
424 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jurnal Penutup</strong></p>
425 <p>3. Pada neraca saldo Iske<em>laundry</em>per 31 Desember 2018 tercatat akun beban bunga sebesar Rp4.270.000,00. Pada 1 Juli 2018 Iske<em>laundry</em>menerima pinjaman dari bank sebesar Rp50.000.000,00 dengan jatuh tempo satu tahun dan bunga ditetapkan 12% per tahun. Jurnal penutup atas akun beban Bungan yang dibuat pada 31 Desember 2018 adalah ….</p>
425 <p>3. Pada neraca saldo Iske<em>laundry</em>per 31 Desember 2018 tercatat akun beban bunga sebesar Rp4.270.000,00. Pada 1 Juli 2018 Iske<em>laundry</em>menerima pinjaman dari bank sebesar Rp50.000.000,00 dengan jatuh tempo satu tahun dan bunga ditetapkan 12% per tahun. Jurnal penutup atas akun beban Bungan yang dibuat pada 31 Desember 2018 adalah ….</p>
426 <ol><li>Beban bunga (D) Rp7.270.000,00 Utang bunga (K) Rp7.270.000,00</li>
426 <ol><li>Beban bunga (D) Rp7.270.000,00 Utang bunga (K) Rp7.270.000,00</li>
427 <li>Ikhtisar laba/rugi (D) Rp7.270.000,00 Beban bunga (K) Rp7.270.000,00</li>
427 <li>Ikhtisar laba/rugi (D) Rp7.270.000,00 Beban bunga (K) Rp7.270.000,00</li>
428 <li>Utang bunga (D) Rp7.270.000,00 Beban bunga (K) Rp7.270.000,00</li>
428 <li>Utang bunga (D) Rp7.270.000,00 Beban bunga (K) Rp7.270.000,00</li>
429 <li>Beban bunga (D) Rp4.270.000,00 Ikhtisar laba/rugi (K) Rp4.270.000,00</li>
429 <li>Beban bunga (D) Rp4.270.000,00 Ikhtisar laba/rugi (K) Rp4.270.000,00</li>
430 <li>Ikhtisar laba/rugi (D) Rp4.270.000,00 Beban bunga (K) Rp4.270.000,00</li>
430 <li>Ikhtisar laba/rugi (D) Rp4.270.000,00 Beban bunga (K) Rp4.270.000,00</li>
431 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
431 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
432 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
432 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
433 <p>Pada neraca saldo tercatat beban yang masih harus dibayar per 31 Desember 2018 sebesar Rp4.270.000,00. Jurnal penyesuaiannya sebagai berikut.</p>
433 <p>Pada neraca saldo tercatat beban yang masih harus dibayar per 31 Desember 2018 sebesar Rp4.270.000,00. Jurnal penyesuaiannya sebagai berikut.</p>
434 <p><strong>Beban bunga Rp4.270.000,00</strong></p>
434 <p><strong>Beban bunga Rp4.270.000,00</strong></p>
435 <p><strong>Utang bunga Rp4.270.000,00</strong></p>
435 <p><strong>Utang bunga Rp4.270.000,00</strong></p>
436 <p>Bunga yang dibayar sampai dengan tanggal 31 Desember 2018 selama 6 bulan (1Juli - 31 Desember 2018) maka menimbulkan untang bunga. Jumlah bunga yang harus dibayar yaitu:</p>
436 <p>Bunga yang dibayar sampai dengan tanggal 31 Desember 2018 selama 6 bulan (1Juli - 31 Desember 2018) maka menimbulkan untang bunga. Jumlah bunga yang harus dibayar yaitu:</p>
437 <p>Maka, jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut.</p>
437 <p>Maka, jurnal penyesuaiannya adalah sebagai berikut.</p>
438 <p><strong>Beban bunga (D) Rp3.000.000,00</strong></p>
438 <p><strong>Beban bunga (D) Rp3.000.000,00</strong></p>
439 <p><strong>Utang bunga (K) Rp2.000.000,00</strong></p>
439 <p><strong>Utang bunga (K) Rp2.000.000,00</strong></p>
440 <p>Dengan adanya penyesuaian beban bunga, akun beban bunga pada neraca saldo disesuaikan bertambah sebesar Rp7.270.000,00, yaitu dari penghitungan Rp4.270.000,00 + Rp3.000.000,00. Maka, jurnal penutupnya sebagai berikut.</p>
440 <p>Dengan adanya penyesuaian beban bunga, akun beban bunga pada neraca saldo disesuaikan bertambah sebesar Rp7.270.000,00, yaitu dari penghitungan Rp4.270.000,00 + Rp3.000.000,00. Maka, jurnal penutupnya sebagai berikut.</p>
441 <p><strong>Ikhtisar laba/rugi (D) Rp7.270.000,00</strong></p>
441 <p><strong>Ikhtisar laba/rugi (D) Rp7.270.000,00</strong></p>
442 <p><strong>Beban bunga (K) Rp7.270.000,00</strong></p>
442 <p><strong>Beban bunga (K) Rp7.270.000,00</strong></p>
443 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
443 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
444 <p><strong>Topik</strong><strong>: Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
444 <p><strong>Topik</strong><strong>: Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
445 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Analisis Transaksi dan Pencatatan dalan Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
445 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Analisis Transaksi dan Pencatatan dalan Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
446 <p>4. Pada tanggal 1 Juli 2017, Pak Anas membuka usaha yang diberi nama Bengkel Sanjaya. Sebagai modal usaha, Pak Anas menginvestasikan uang Rp20.000.000,00 untuk menjalankan kegiatan usaha. Selain itu, Pak Anas juga memperoleh pinjaman berupa kredit usaha dari bank senilai Rp30.000.000,00. Pak Anas menggunakan uang pinjaman tersebut untuk membeli peralatan bengkel senilai Rp25.000.000,00 dan perlengkapan bengkel senilai Rp2.000.000,00. Berdasarkan transaksi tersebut, nilai harta (aktiva) Bengkel Sanjaya yang benar adalah ….</p>
446 <p>4. Pada tanggal 1 Juli 2017, Pak Anas membuka usaha yang diberi nama Bengkel Sanjaya. Sebagai modal usaha, Pak Anas menginvestasikan uang Rp20.000.000,00 untuk menjalankan kegiatan usaha. Selain itu, Pak Anas juga memperoleh pinjaman berupa kredit usaha dari bank senilai Rp30.000.000,00. Pak Anas menggunakan uang pinjaman tersebut untuk membeli peralatan bengkel senilai Rp25.000.000,00 dan perlengkapan bengkel senilai Rp2.000.000,00. Berdasarkan transaksi tersebut, nilai harta (aktiva) Bengkel Sanjaya yang benar adalah ….</p>
447 <ol><li>Rp20.000.000,00 </li>
447 <ol><li>Rp20.000.000,00 </li>
448 <li>Rp25.000.000,00 </li>
448 <li>Rp25.000.000,00 </li>
449 <li>Rp30.000.000,00 </li>
449 <li>Rp30.000.000,00 </li>
450 <li>Rp35.000.000,00 </li>
450 <li>Rp35.000.000,00 </li>
451 <li>Rp50.000.000,00 </li>
451 <li>Rp50.000.000,00 </li>
452 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
452 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
453 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
453 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
454 <p>Berdasarkan ilustrasi tersebut, dapat dicatat dalam persamaan transaksi berikut.</p>
454 <p>Berdasarkan ilustrasi tersebut, dapat dicatat dalam persamaan transaksi berikut.</p>
455 <p><strong>Jadi, jumlah aktiva sebesar Rp50.000.000,00 sehingga jawaban yang tepat adalah poin E.</strong></p>
455 <p><strong>Jadi, jumlah aktiva sebesar Rp50.000.000,00 sehingga jawaban yang tepat adalah poin E.</strong></p>
456 <p><strong>Baca Juga:<a>10 Prinsip Dasar Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan</a></strong></p>
456 <p><strong>Baca Juga:<a>10 Prinsip Dasar Akuntansi dalam Membuat Laporan Keuangan</a></strong></p>
457 <p><strong>Topik</strong><strong>: Akuntansi Sebagai Sistem Informasi</strong></p>
457 <p><strong>Topik</strong><strong>: Akuntansi Sebagai Sistem Informasi</strong></p>
458 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Prinsip Dasar Akuntansi</strong></p>
458 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Prinsip Dasar Akuntansi</strong></p>
459 <p>5. PT Ruang Angkasa Raya menyiapkan semua laporan keuangan yang terdiri atas laporan laba rugi, laporan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan modal, laporan neraca/posisi keuangan, dan laporan arus kas untuk memenuhi persyaratan sebagai perusahaan<em>go public</em>. Prinsip akuntansi yang dipenuhi oleh PT Angkasa Raya berdasarkan ilustrasi tersebut adalah …. </p>
459 <p>5. PT Ruang Angkasa Raya menyiapkan semua laporan keuangan yang terdiri atas laporan laba rugi, laporan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan modal, laporan neraca/posisi keuangan, dan laporan arus kas untuk memenuhi persyaratan sebagai perusahaan<em>go public</em>. Prinsip akuntansi yang dipenuhi oleh PT Angkasa Raya berdasarkan ilustrasi tersebut adalah …. </p>
460 <ol><li>prinsip biaya historis </li>
460 <ol><li>prinsip biaya historis </li>
461 <li>prinsip mencocokan </li>
461 <li>prinsip mencocokan </li>
462 <li>prinsip konsistensi </li>
462 <li>prinsip konsistensi </li>
463 <li>prinsip pengakuan pendapatan </li>
463 <li>prinsip pengakuan pendapatan </li>
464 <li>prinsip pengungkapan penuh</li>
464 <li>prinsip pengungkapan penuh</li>
465 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
465 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
466 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
466 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
467 <p>Prinsip pengungkapan secara penuh mengharuskan<strong>penyajian informasi yang lengkap</strong>dalam laporan keuangan. Hal ini diperlukan karena melalui laporan keuanganlah kita dapat mengetahui kondisi suatu perusahaan dan mengambil keputusan atas perusahaan tersebut. Apabila informasi yang disajikan tidak lengkap, maka laporan keuangan tersebut bisa menyesatkan para pemakainya.</p>
467 <p>Prinsip pengungkapan secara penuh mengharuskan<strong>penyajian informasi yang lengkap</strong>dalam laporan keuangan. Hal ini diperlukan karena melalui laporan keuanganlah kita dapat mengetahui kondisi suatu perusahaan dan mengambil keputusan atas perusahaan tersebut. Apabila informasi yang disajikan tidak lengkap, maka laporan keuangan tersebut bisa menyesatkan para pemakainya.</p>
468 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong> <strong></strong></p>
468 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong> <strong></strong></p>
469 <p><strong>Topik: Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
469 <p><strong>Topik: Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
470 <p><strong>Subtopik: Analisis Transaksi dan Pencatatan dalam Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
470 <p><strong>Subtopik: Analisis Transaksi dan Pencatatan dalam Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
471 <p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
471 <p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
472 <p>6. Pembelian peralatan kantor seharga Rp5.000.000,00 telah dibayar secara tunai Rp2.000.000,00 dan sisanya akan dibayar kemudian. Berdasarkan transaksi tersebut, pencatatan persamaan dasar akuntansi yang tepat adalah ….</p>
472 <p>6. Pembelian peralatan kantor seharga Rp5.000.000,00 telah dibayar secara tunai Rp2.000.000,00 dan sisanya akan dibayar kemudian. Berdasarkan transaksi tersebut, pencatatan persamaan dasar akuntansi yang tepat adalah ….</p>
473 <p>A. peralatan kantor (+) Rp5.000.000,00, utang (-) Rp3.000.000,00, dan kas (-) Rp2.000.000,00 B. peralatan kantor (-) Rp5.000.000,00, utang (+) Rp2.000.000,00, dan kas (-) Rp3.000.000,00 C. peralatan kantor (+) Rp5.000.000,00 kas (+) Rp3.000.000,00, dan utang (-) Rp2.000.000,00 D. peralatan kantor (+) Rp5.000.000,00, kas (-) Rp2.000.000,00, dan utang (+) Rp3.000.000,00 E. peralatan kantor (+) Rp5.000.000,00, kas (-) Rp2.000.000,00, dan utang (-) Rp3.000.000,00</p>
473 <p>A. peralatan kantor (+) Rp5.000.000,00, utang (-) Rp3.000.000,00, dan kas (-) Rp2.000.000,00 B. peralatan kantor (-) Rp5.000.000,00, utang (+) Rp2.000.000,00, dan kas (-) Rp3.000.000,00 C. peralatan kantor (+) Rp5.000.000,00 kas (+) Rp3.000.000,00, dan utang (-) Rp2.000.000,00 D. peralatan kantor (+) Rp5.000.000,00, kas (-) Rp2.000.000,00, dan utang (+) Rp3.000.000,00 E. peralatan kantor (+) Rp5.000.000,00, kas (-) Rp2.000.000,00, dan utang (-) Rp3.000.000,00</p>
474 <p><strong>Kunci Jawaban: D</strong></p>
474 <p><strong>Kunci Jawaban: D</strong></p>
475 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
475 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
476 <p>Diketahui pembayaran peralatan kantor dilakukan dengan dua cara yaitu secara tunai dan kredit. Karena telah melakukan pembelian peralatan kantor, maka peralatan kantor akan bertambah sebesar Rp5.000.000,00 pada sisi aktiva. Selanjutnya pembayaran peralatan secara tunai mengakibatkan kas berkurang sebesar Rp2.000.000,00 pada sisi aktiva, sisa yang akan dibayarkan kemudian atas pembelian peralatan tersebut akan menjadi utang, maka pada sisi pasiva utang bertambah sebesar Rp3.000.000,00. Berikut ini pencatatan transaksi yang tepat pada persamaan dasar akuntansi.</p>
476 <p>Diketahui pembayaran peralatan kantor dilakukan dengan dua cara yaitu secara tunai dan kredit. Karena telah melakukan pembelian peralatan kantor, maka peralatan kantor akan bertambah sebesar Rp5.000.000,00 pada sisi aktiva. Selanjutnya pembayaran peralatan secara tunai mengakibatkan kas berkurang sebesar Rp2.000.000,00 pada sisi aktiva, sisa yang akan dibayarkan kemudian atas pembelian peralatan tersebut akan menjadi utang, maka pada sisi pasiva utang bertambah sebesar Rp3.000.000,00. Berikut ini pencatatan transaksi yang tepat pada persamaan dasar akuntansi.</p>
477 <p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal &amp; Pembahasan PAS Kelas 12 IPS Semester Ganjil 2022</a></strong></p>
477 <p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal &amp; Pembahasan PAS Kelas 12 IPS Semester Ganjil 2022</a></strong></p>
478 <p>Nah, itu dia berbagai kumpulan latihan soal Penilaian Akhir Semester (PAS) untuk kelas 12 SMA IPS Semester Ganjil tahun 2023. Semoga bisa jadi bahan persiapanmu untuk ujian nanti ya! Kalau ada materi yang kamu belum ngerti, tonton aja video di<a><strong>ruangbelajar!</strong></a></p>
478 <p>Nah, itu dia berbagai kumpulan latihan soal Penilaian Akhir Semester (PAS) untuk kelas 12 SMA IPS Semester Ganjil tahun 2023. Semoga bisa jadi bahan persiapanmu untuk ujian nanti ya! Kalau ada materi yang kamu belum ngerti, tonton aja video di<a><strong>ruangbelajar!</strong></a></p>
479  
479