0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Pada artikel<strong><a>Geografi Kelas 12</a></strong>kali ini, kita akan belajar mengenai<strong>konsep wilayah dan perwilayahan</strong>. Kira-kira, bedanya apa, ya? </em></p>
1
<blockquote><p><em>Pada artikel<strong><a>Geografi Kelas 12</a></strong>kali ini, kita akan belajar mengenai<strong>konsep wilayah dan perwilayahan</strong>. Kira-kira, bedanya apa, ya? </em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<p><em>Guys</em>, kalo kamu perhatikan, wilayah pertanian dengan wilayah hutan itu merupakan dua wilayah yang berbeda, bukan? Wilayah pertanian umumnya berada di dataran rendah, sedangkan wilayah hutan umumnya berada di dataran tinggi yang bersuhu lebih dingin.</p>
3
<p><em>Guys</em>, kalo kamu perhatikan, wilayah pertanian dengan wilayah hutan itu merupakan dua wilayah yang berbeda, bukan? Wilayah pertanian umumnya berada di dataran rendah, sedangkan wilayah hutan umumnya berada di dataran tinggi yang bersuhu lebih dingin.</p>
4
<p><em>Nah,</em>suatu wilayah dikatakan<strong>berbeda</strong>dengan wilayah lain karena<strong>suatu ketampakan tertentu</strong>. Ketampakan seperti apa ya? Agar kalian lebih mengerti, simak artikel mengenai<strong>konsep wilayah dan perwilayahan</strong>berikut ini ya.</p>
4
<p><em>Nah,</em>suatu wilayah dikatakan<strong>berbeda</strong>dengan wilayah lain karena<strong>suatu ketampakan tertentu</strong>. Ketampakan seperti apa ya? Agar kalian lebih mengerti, simak artikel mengenai<strong>konsep wilayah dan perwilayahan</strong>berikut ini ya.</p>
5
<p>Oke, di awal tadi, kita udah singgung mengenai wilayah. Tapi, kamu udah tau belum, apa yang dimaksud dengan wilayah?</p>
5
<p>Oke, di awal tadi, kita udah singgung mengenai wilayah. Tapi, kamu udah tau belum, apa yang dimaksud dengan wilayah?</p>
6
<p>Dilansir dari buku tentang Perencanaan dan Pengembangan Wilayah karya Ernan Rustiadi,<strong>wilayah adalah</strong>bagian dari permukaan bumi yang memiliki karakteristik khusus atau khas tersendiri. Dalam Bahasa Inggris, wilayah disebut juga dengan<em>region.</em></p>
6
<p>Dilansir dari buku tentang Perencanaan dan Pengembangan Wilayah karya Ernan Rustiadi,<strong>wilayah adalah</strong>bagian dari permukaan bumi yang memiliki karakteristik khusus atau khas tersendiri. Dalam Bahasa Inggris, wilayah disebut juga dengan<em>region.</em></p>
7
<p>Karakteristik wilayah ditunjukkan oleh sifat-sifat yang berbeda. Contohnya seperti wilayah pertanian dan wilayah hutan yang kenampakan alamnya berbeda. Ada juga contoh lainnya itu seperti wilayah kota dengan wilayah pedesaan.</p>
7
<p>Karakteristik wilayah ditunjukkan oleh sifat-sifat yang berbeda. Contohnya seperti wilayah pertanian dan wilayah hutan yang kenampakan alamnya berbeda. Ada juga contoh lainnya itu seperti wilayah kota dengan wilayah pedesaan.</p>
8
<p><strong>Baca Juga:<a>Memahami Pembangunan dan Pengembangan Wilayah</a></strong></p>
8
<p><strong>Baca Juga:<a>Memahami Pembangunan dan Pengembangan Wilayah</a></strong></p>
9
<h2>Pembagian Wilayah</h2>
9
<h2>Pembagian Wilayah</h2>
10
<p>Wilayah digolongkan menjadi dua, yaitu wilayah formal dan fungsional. Bedanya apa ya?</p>
10
<p>Wilayah digolongkan menjadi dua, yaitu wilayah formal dan fungsional. Bedanya apa ya?</p>
11
<h3><strong>1. Wilayah Formal (<em>Uniform Region</em>)</strong></h3>
11
<h3><strong>1. Wilayah Formal (<em>Uniform Region</em>)</strong></h3>
12
<p>Wilayah formal adalah jenis wilayah yang dicirikan berdasarkan keseragaman atau homogenitas tertentu. Misalnya, berdasarkan kriteria fisik atau alam, maupun kriteria sosial budaya.</p>
12
<p>Wilayah formal adalah jenis wilayah yang dicirikan berdasarkan keseragaman atau homogenitas tertentu. Misalnya, berdasarkan kriteria fisik atau alam, maupun kriteria sosial budaya.</p>
13
<ol><li><strong>Wilayah formal berdasarkan kriteria fisik</strong>dilihat dari<strong>kesamaan topografi, jenis batuan, iklim, dan vegetasi</strong>. Misalnya, wilayah pegunungan kapur (karst), wilayah beriklim dingin, dan wilayah vegetasi mangrove.</li>
13
<ol><li><strong>Wilayah formal berdasarkan kriteria fisik</strong>dilihat dari<strong>kesamaan topografi, jenis batuan, iklim, dan vegetasi</strong>. Misalnya, wilayah pegunungan kapur (karst), wilayah beriklim dingin, dan wilayah vegetasi mangrove.</li>
14
<li><strong>Wilayah formal berdasarkan kriteria sosial budaya</strong>, misalnya wilayah suku Banjar, wilayah industri tekstil, dan wilayah pertanian sawah basah.</li>
14
<li><strong>Wilayah formal berdasarkan kriteria sosial budaya</strong>, misalnya wilayah suku Banjar, wilayah industri tekstil, dan wilayah pertanian sawah basah.</li>
15
</ol><h3><strong>2. Wilayah Fungsional (<em>Nodal Region</em>)</strong></h3>
15
</ol><h3><strong>2. Wilayah Fungsional (<em>Nodal Region</em>)</strong></h3>
16
<p>Sementara itu, wilayah fungsional adalah jenis wilayah yang dicirikan dengan<strong>kegiatan yang saling berhubungan antara beberapa pusat kegiatan secara fungsional</strong>.</p>
16
<p>Sementara itu, wilayah fungsional adalah jenis wilayah yang dicirikan dengan<strong>kegiatan yang saling berhubungan antara beberapa pusat kegiatan secara fungsional</strong>.</p>
17
<p>Maksudnya apa, sih? Misalnya, wilayah Jabodetabek secara fisik memang berbeda (heterogen), namun secara fungsional saling berhubungan dalam memenuhi kebutuhan hidup di setiap wilayah.</p>
17
<p>Maksudnya apa, sih? Misalnya, wilayah Jabodetabek secara fisik memang berbeda (heterogen), namun secara fungsional saling berhubungan dalam memenuhi kebutuhan hidup di setiap wilayah.</p>
18
<p><strong>Baca Juga:<a>Manfaat SIG dalam Potensi Wilayah</a></strong></p>
18
<p><strong>Baca Juga:<a>Manfaat SIG dalam Potensi Wilayah</a></strong></p>
19
<h3><strong>3. Wilayah Vernakular (<em>Vernacular Region</em>)</strong></h3>
19
<h3><strong>3. Wilayah Vernakular (<em>Vernacular Region</em>)</strong></h3>
20
<p>Terakhir ada wilayah vernakular atau wilayah perseptual, yaitu wilayah yang ada <strong>di dalam pikiran sejumlah besar orang</strong>. Haaa, maksudnya? Jadi, wilayah vernakular ini punya <strong>identitas unik </strong>karena persepsi orang tentang wilayah tersebut. Misalnya, Kota Bandung dikenal sebagai kota kembang karena keindahan alamnya yang asri dan indah dengan banyak pohon dan bunga yang menghiasi kota.</p>
20
<p>Terakhir ada wilayah vernakular atau wilayah perseptual, yaitu wilayah yang ada <strong>di dalam pikiran sejumlah besar orang</strong>. Haaa, maksudnya? Jadi, wilayah vernakular ini punya <strong>identitas unik </strong>karena persepsi orang tentang wilayah tersebut. Misalnya, Kota Bandung dikenal sebagai kota kembang karena keindahan alamnya yang asri dan indah dengan banyak pohon dan bunga yang menghiasi kota.</p>
21
<p>Oke, teman-teman, sekarang kamu sudah tau ya mengenai wilayah. Lalu, bagaimana dengan perwilayahan?</p>
21
<p>Oke, teman-teman, sekarang kamu sudah tau ya mengenai wilayah. Lalu, bagaimana dengan perwilayahan?</p>
22
<h2>Pengertian Perwilayahan</h2>
22
<h2>Pengertian Perwilayahan</h2>
23
<p><strong>Perwilayahan adalah</strong>suatu proses penggolongan wilayah berdasarkan kriteria tertentu. Dalam Bahasa Inggris, perwilayahan bisa disebut dengan<em>regionalisasi</em>.</p>
23
<p><strong>Perwilayahan adalah</strong>suatu proses penggolongan wilayah berdasarkan kriteria tertentu. Dalam Bahasa Inggris, perwilayahan bisa disebut dengan<em>regionalisasi</em>.</p>
24
<p>Klasifikasi atau<strong>penggolongan wilayah dapat dilakukan secara formal maupun fungsional</strong>. Dalam perencanaan pembangunan, pemerintah harus memahami kondisi suatu wilayah karena setiap wilayah memiliki kondisi yang berbeda-beda.</p>
24
<p>Klasifikasi atau<strong>penggolongan wilayah dapat dilakukan secara formal maupun fungsional</strong>. Dalam perencanaan pembangunan, pemerintah harus memahami kondisi suatu wilayah karena setiap wilayah memiliki kondisi yang berbeda-beda.</p>
25
<p>Penggolongan wilayah secara garis besar terbagi atas:</p>
25
<p>Penggolongan wilayah secara garis besar terbagi atas:</p>
26
<ol><li><strong><em>Natural Region</em>(Wilayah Alamiah atau Fisik)</strong>; digolongkan berdasarkan<strong>ketampakan alam</strong>, seperti wilayah pertanian dan kehutanan.</li>
26
<ol><li><strong><em>Natural Region</em>(Wilayah Alamiah atau Fisik)</strong>; digolongkan berdasarkan<strong>ketampakan alam</strong>, seperti wilayah pertanian dan kehutanan.</li>
27
<li><strong><em>Single Feature Region</em>(Wilayah Ketampakan Tunggal)</strong>; digolongkan berdasarkan pada<strong>satu ketampakan</strong>, seperti wilayah berdasarkan iklim, hewan, atau iklim saja.</li>
27
<li><strong><em>Single Feature Region</em>(Wilayah Ketampakan Tunggal)</strong>; digolongkan berdasarkan pada<strong>satu ketampakan</strong>, seperti wilayah berdasarkan iklim, hewan, atau iklim saja.</li>
28
<li><strong><em>Generic Region</em>(Wilayah Berdasarkan Jenisnya)</strong>; didasarkan pada<strong>ketampakan jenis atau tema tertentu</strong>. Misalnya di wilayah hutan hujan tropis yang ditonjolkan hanyalah flora tertentu seperti anggrek.</li>
28
<li><strong><em>Generic Region</em>(Wilayah Berdasarkan Jenisnya)</strong>; didasarkan pada<strong>ketampakan jenis atau tema tertentu</strong>. Misalnya di wilayah hutan hujan tropis yang ditonjolkan hanyalah flora tertentu seperti anggrek.</li>
29
<li><strong><em>Specific Region</em>(Wilayah Spesifik atau Khusus)</strong>; dicirikan berdasarkan pada<strong>kondisi grafis yang khas dalam hubungannya dengan letak, adat istiadat, budaya, dan kependudukan secara umum</strong>. Misalnya wilayah Asia Tenggara, Eropa Timur, dsb.</li>
29
<li><strong><em>Specific Region</em>(Wilayah Spesifik atau Khusus)</strong>; dicirikan berdasarkan pada<strong>kondisi grafis yang khas dalam hubungannya dengan letak, adat istiadat, budaya, dan kependudukan secara umum</strong>. Misalnya wilayah Asia Tenggara, Eropa Timur, dsb.</li>
30
<li><strong><em>Factor Analysis Region</em>(Wilayah Analisis Faktor)</strong>; digolongkan berdasarkan<strong>metoda statistik-deskriptif atau dengan metoda statistik-analitik</strong>. Penentuan wilayah berdasarkan analisis faktor terutama bertujuan untuk hal-hal yang bersifat produktif, seperti penentuan wilayah untuk tanaman jagung dan kentang.</li>
30
<li><strong><em>Factor Analysis Region</em>(Wilayah Analisis Faktor)</strong>; digolongkan berdasarkan<strong>metoda statistik-deskriptif atau dengan metoda statistik-analitik</strong>. Penentuan wilayah berdasarkan analisis faktor terutama bertujuan untuk hal-hal yang bersifat produktif, seperti penentuan wilayah untuk tanaman jagung dan kentang.</li>
31
</ol><h2>Manfaat Perwilayahan (<em>Regionalisasi</em>)</h2>
31
</ol><h2>Manfaat Perwilayahan (<em>Regionalisasi</em>)</h2>
32
<p>Perwilayahan, atau penetapan wilayah sebagai unit geografis untuk berbagai keperluan, memiliki banyak manfaat dalam berbagai bidang. Berikut beberapa manfaat perwilayahan:</p>
32
<p>Perwilayahan, atau penetapan wilayah sebagai unit geografis untuk berbagai keperluan, memiliki banyak manfaat dalam berbagai bidang. Berikut beberapa manfaat perwilayahan:</p>
33
<ol><li>Mengurutkan dan menyederhanakan informasi mengenai keanekaragaman dan gejala atau fenomena di permukaan bumi.</li>
33
<ol><li>Mengurutkan dan menyederhanakan informasi mengenai keanekaragaman dan gejala atau fenomena di permukaan bumi.</li>
34
<li>Untuk meratakan pembangunan di semua wilayah sehingga dapat mengurangi kesenjangan antar wilayah.</li>
34
<li>Untuk meratakan pembangunan di semua wilayah sehingga dapat mengurangi kesenjangan antar wilayah.</li>
35
<li>Memudahkan koordinasi berbagai program pembangunan pada tiap daerah.</li>
35
<li>Memudahkan koordinasi berbagai program pembangunan pada tiap daerah.</li>
36
<li>Memantau perubahan-perubahan yang terjadi, baik gejala alam maupun manusia.</li>
36
<li>Memantau perubahan-perubahan yang terjadi, baik gejala alam maupun manusia.</li>
37
</ol><p>Dengan adanya konsep wilayah dan perwilayahan ini dapat berlanjut untuk melakukan<strong><a>identifikasi pusat pertumbuhan di suatu wilayah</a></strong>.</p>
37
</ol><p>Dengan adanya konsep wilayah dan perwilayahan ini dapat berlanjut untuk melakukan<strong><a>identifikasi pusat pertumbuhan di suatu wilayah</a></strong>.</p>
38
<p>Sekian pembahasan mengenai<strong>konsep wilayah dan perwilayahan</strong>. Semoga, dengan membaca artikel ini, bisa menjawab rasa bingung kamu, ya.</p>
38
<p>Sekian pembahasan mengenai<strong>konsep wilayah dan perwilayahan</strong>. Semoga, dengan membaca artikel ini, bisa menjawab rasa bingung kamu, ya.</p>
39
<p>Kalo kamu masih kurang puas dengan materi yang disampaikan di artikel ini, kamu bisa coba akses video pembelajaran yang lebih lengkap dan menarik di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>. Di sana, ada konsep kilat yang bakal bikin kamu mudah paham materi dalam waktu singkat. Klik banner di bawah untuk informasi lebih lanjut!</p>
39
<p>Kalo kamu masih kurang puas dengan materi yang disampaikan di artikel ini, kamu bisa coba akses video pembelajaran yang lebih lengkap dan menarik di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>. Di sana, ada konsep kilat yang bakal bikin kamu mudah paham materi dalam waktu singkat. Klik banner di bawah untuk informasi lebih lanjut!</p>
40
<p>Referensi:</p>
40
<p>Referensi:</p>
41
<p>Endarto, Danang, Dkk, 2009. <em>Geografi 3 Untuk SMA/MA Kelas XII</em>, Jakarta, Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.</p>
41
<p>Endarto, Danang, Dkk, 2009. <em>Geografi 3 Untuk SMA/MA Kelas XII</em>, Jakarta, Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.</p>
42
42