HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Artikel ini berisi latihan soal PTS (Penilaian Tengah Semester) kelas 11 SMA IPA untuk semester genap tahun 2023 lengkap dengan pembahasannya.</em></p>
1 <blockquote><p><em>Artikel ini berisi latihan soal PTS (Penilaian Tengah Semester) kelas 11 SMA IPA untuk semester genap tahun 2023 lengkap dengan pembahasannya.</em></p>
2 </blockquote><p>-</p>
2 </blockquote><p>-</p>
3 <p><strong>Topik</strong><strong>: Lingkaran Analitika (NEW)</strong></p>
3 <p><strong>Topik</strong><strong>: Lingkaran Analitika (NEW)</strong></p>
4 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Persamaan Lingkaran</strong></p>
4 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Persamaan Lingkaran</strong></p>
5 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
5 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
6 <p>1. Persamaan lingkaran yang berpusat di titik (0, 0) dan melalui titik 1,-5 adalah … A. x2 + y2 = 1</p>
6 <p>1. Persamaan lingkaran yang berpusat di titik (0, 0) dan melalui titik 1,-5 adalah … A. x2 + y2 = 1</p>
7 <p>B. x2 + y2 = 4</p>
7 <p>B. x2 + y2 = 4</p>
8 <p>C. x2 + y2 = 5</p>
8 <p>C. x2 + y2 = 5</p>
9 <p>D. x2 + y2 = 25</p>
9 <p>D. x2 + y2 = 25</p>
10 <p>E. x2 + y2 = 26</p>
10 <p>E. x2 + y2 = 26</p>
11 <p><strong>Jawaban: E</strong></p>
11 <p><strong>Jawaban: E</strong></p>
12 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
12 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
13 <p>Cari jari-jari lingkarannya</p>
13 <p>Cari jari-jari lingkarannya</p>
14 <p>Maka persamaan lingkaran yang berpusat di titik (0,0) melalui titik 1,-5 adalah</p>
14 <p>Maka persamaan lingkaran yang berpusat di titik (0,0) melalui titik 1,-5 adalah</p>
15 <p><strong>Topik</strong><strong>: Lingkaran Analitika (NEW)</strong></p>
15 <p><strong>Topik</strong><strong>: Lingkaran Analitika (NEW)</strong></p>
16 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Posisi Suatu Titik terhadap Lingkaran</strong></p>
16 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Posisi Suatu Titik terhadap Lingkaran</strong></p>
17 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
17 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
18 <p>2. Jarak terjauh titik ke lingkaran adalah … satuan jarak.</p>
18 <p>2. Jarak terjauh titik ke lingkaran adalah … satuan jarak.</p>
19 <p><strong>Jawaban: E</strong></p>
19 <p><strong>Jawaban: E</strong></p>
20 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
20 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
21 <p>Pertama, kita cari posisi titik terhadap lingkaran .</p>
21 <p>Pertama, kita cari posisi titik terhadap lingkaran .</p>
22 <p>Jadi, titik berada di luar lingkaran .</p>
22 <p>Jadi, titik berada di luar lingkaran .</p>
23 <p>Selanjutnya, kita cari titik pusat dan jari-jari lingkaran tersebut.</p>
23 <p>Selanjutnya, kita cari titik pusat dan jari-jari lingkaran tersebut.</p>
24 <p>Maka, jarak titik ke titik pusat lingkaran adalah</p>
24 <p>Maka, jarak titik ke titik pusat lingkaran adalah</p>
25 <p>Jadi, jarak terjauh titik ke lingkaran x2+y2+x+y-2=0 adalah</p>
25 <p>Jadi, jarak terjauh titik ke lingkaran x2+y2+x+y-2=0 adalah</p>
26 <p><strong>Topik</strong><strong>: Lingkaran Analitika (NEW)</strong></p>
26 <p><strong>Topik</strong><strong>: Lingkaran Analitika (NEW)</strong></p>
27 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kedudukan Garis terhadap Lingkaran</strong></p>
27 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kedudukan Garis terhadap Lingkaran</strong></p>
28 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
28 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
29 <p>3. Persamaan garis singgung pada lingkaran x2 + y2 = 400 pada titik 12, -16 adalah … A. 3x - 4y = 100</p>
29 <p>3. Persamaan garis singgung pada lingkaran x2 + y2 = 400 pada titik 12, -16 adalah … A. 3x - 4y = 100</p>
30 <p>B. 3x + 4y = 400</p>
30 <p>B. 3x + 4y = 400</p>
31 <p>C. 4x - 3y = 100</p>
31 <p>C. 4x - 3y = 100</p>
32 <p>D. 4x + 3y = 400</p>
32 <p>D. 4x + 3y = 400</p>
33 <p>E. 4x - 3y = 400</p>
33 <p>E. 4x - 3y = 400</p>
34 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
34 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
35 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
35 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
36 <p>Titik 12,-16 terletak pada lingkaran, karena 122 + -162 = 400, maka persamaan garis singgungnya:</p>
36 <p>Titik 12,-16 terletak pada lingkaran, karena 122 + -162 = 400, maka persamaan garis singgungnya:</p>
37 <p>x1x + y1y = r2</p>
37 <p>x1x + y1y = r2</p>
38 <p>12x + -16y = 400</p>
38 <p>12x + -16y = 400</p>
39 <p>12x - 16y = 400</p>
39 <p>12x - 16y = 400</p>
40 <p>3x - 4y = 100</p>
40 <p>3x - 4y = 100</p>
41 <p><strong>Topik</strong><strong>: Irisan Dua Lingkaran</strong></p>
41 <p><strong>Topik</strong><strong>: Irisan Dua Lingkaran</strong></p>
42 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kedudukan Dua Lingkaran</strong></p>
42 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kedudukan Dua Lingkaran</strong></p>
43 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
43 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
44 <p>4. Jika L1😡2 + y2 - 10x + 2y - 10 = 0 dan L2😡2 + y2 + 4x - 2y + 12 = 0. Jarak antara kedua pusat lingkaran tersebut adalah ….</p>
44 <p>4. Jika L1😡2 + y2 - 10x + 2y - 10 = 0 dan L2😡2 + y2 + 4x - 2y + 12 = 0. Jarak antara kedua pusat lingkaran tersebut adalah ….</p>
45 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
45 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
46 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
46 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
47 <p>Sebelum menghitung jarak antara pusat kedua lingkaran, kita perlu mengetahui koordinat titik pusat keduanya terlebih dahulu.</p>
47 <p>Sebelum menghitung jarak antara pusat kedua lingkaran, kita perlu mengetahui koordinat titik pusat keduanya terlebih dahulu.</p>
48 <p>Jarak antara kedua pusat lingkaran tersebut adalah</p>
48 <p>Jarak antara kedua pusat lingkaran tersebut adalah</p>
49 <p><strong>Topik</strong><strong>: Irisan Dua Lingkaran</strong></p>
49 <p><strong>Topik</strong><strong>: Irisan Dua Lingkaran</strong></p>
50 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Tali Busur Persekutuan</strong></p>
50 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Tali Busur Persekutuan</strong></p>
51 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
51 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
52 <p>5. Lingkaran x2 + y2 + 2x - 4y - 20 = 0 dengan pusat A berpotongan dengan lingkaran x2 + y2 - 8x + 6y + 12 = 0 dengan pusat B. Jika titik potong kedua lingkaran tersebut adalah titik P dan Q, maka lima kali luas segitiga APQ adalah … satuan luas.</p>
52 <p>5. Lingkaran x2 + y2 + 2x - 4y - 20 = 0 dengan pusat A berpotongan dengan lingkaran x2 + y2 - 8x + 6y + 12 = 0 dengan pusat B. Jika titik potong kedua lingkaran tersebut adalah titik P dan Q, maka lima kali luas segitiga APQ adalah … satuan luas.</p>
53 <p>A. 10,54</p>
53 <p>A. 10,54</p>
54 <p>B. 12,54</p>
54 <p>B. 12,54</p>
55 <p>C. 21,08</p>
55 <p>C. 21,08</p>
56 <p>D. 52,70</p>
56 <p>D. 52,70</p>
57 <p>E. 62,70</p>
57 <p>E. 62,70</p>
58 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
58 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
59 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
59 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
60 <p>Berikut adalah gambaran dua lingkaran yang saling berpotongan tersebut</p>
60 <p>Berikut adalah gambaran dua lingkaran yang saling berpotongan tersebut</p>
61 <p>Kita perlu mengetahui terlebih dahulu persamaan tali busur persekutuan PQ dengan mengeliminasi persamaan kedua lingkaran:</p>
61 <p>Kita perlu mengetahui terlebih dahulu persamaan tali busur persekutuan PQ dengan mengeliminasi persamaan kedua lingkaran:</p>
62 <p>Jarak pusat A ke garis PQ</p>
62 <p>Jarak pusat A ke garis PQ</p>
63 <p>Kemudian,</p>
63 <p>Kemudian,</p>
64 <p>Sehingga</p>
64 <p>Sehingga</p>
65 <p>Jadi</p>
65 <p>Jadi</p>
66 <p>Karena garis AT PQ, maka luas segitiga APQ</p>
66 <p>Karena garis AT PQ, maka luas segitiga APQ</p>
67 <p> satuan luas.</p>
67 <p> satuan luas.</p>
68 <p>Baca Juga:<a>Logika Matematika: Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi &amp; Biimplikasi</a></p>
68 <p>Baca Juga:<a>Logika Matematika: Ingkaran, Konjungsi, Disjungsi, Implikasi &amp; Biimplikasi</a></p>
69 <p>6. </p>
69 <p>6. </p>
70 <p>A. 7</p>
70 <p>A. 7</p>
71 <p>B. 6</p>
71 <p>B. 6</p>
72 <p>C. 5</p>
72 <p>C. 5</p>
73 <p>D. -5</p>
73 <p>D. -5</p>
74 <p>E. -7</p>
74 <p>E. -7</p>
75 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
75 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
76 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
76 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
77 <p>Akan dicek nilai dari terlebih dahulu.</p>
77 <p>Akan dicek nilai dari terlebih dahulu.</p>
78 <p>Perhatikan bahwa penyebut dari bernilai 0, tapi nilai ada.</p>
78 <p>Perhatikan bahwa penyebut dari bernilai 0, tapi nilai ada.</p>
79 <p>Akibatnya, dapat diasumsikan bahwa hasil substitusi langsung dari limt fungsi tersebut adalah bentuk tak tentu, yaitu sehingga pembilang dari juga bernilai 0.</p>
79 <p>Akibatnya, dapat diasumsikan bahwa hasil substitusi langsung dari limt fungsi tersebut adalah bentuk tak tentu, yaitu sehingga pembilang dari juga bernilai 0.</p>
80 <p>Kemudian, perhatikan perhitungan berikut!</p>
80 <p>Kemudian, perhatikan perhitungan berikut!</p>
81 <p>Didapat nilai <em>p </em>= 2 sehingga bentuk x² + a<em>x </em>+ b dapat dilengkapi sebagai berikut:</p>
81 <p>Didapat nilai <em>p </em>= 2 sehingga bentuk x² + a<em>x </em>+ b dapat dilengkapi sebagai berikut:</p>
82 <p>Berdasarkan perhitungan di atas, didapat nilai <em>a </em>= -1 dan <em>b = </em>-6.</p>
82 <p>Berdasarkan perhitungan di atas, didapat nilai <em>a </em>= -1 dan <em>b = </em>-6.</p>
83 <p>Dengan demikian, nilai <em>a - b </em>dapat ditentukan dengan perhitungan sebagai berikut:</p>
83 <p>Dengan demikian, nilai <em>a - b </em>dapat ditentukan dengan perhitungan sebagai berikut:</p>
84 <p><em>a - b </em>= -1 - (-6)</p>
84 <p><em>a - b </em>= -1 - (-6)</p>
85 <p> = -1 + 6</p>
85 <p> = -1 + 6</p>
86 <p> = 5</p>
86 <p> = 5</p>
87 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</p>
87 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</p>
88 <p>7. Jika titik (9, c) terletak pada lingkaran dengan persamaan maka nilai <em>c </em>adalah ….</p>
88 <p>7. Jika titik (9, c) terletak pada lingkaran dengan persamaan maka nilai <em>c </em>adalah ….</p>
89 <p>A. 3 atau 10</p>
89 <p>A. 3 atau 10</p>
90 <p>B. 3 atau 1</p>
90 <p>B. 3 atau 1</p>
91 <p>C. 0 atau 3</p>
91 <p>C. 0 atau 3</p>
92 <p>D. -3 atau 1</p>
92 <p>D. -3 atau 1</p>
93 <p>E. -3 atau 10</p>
93 <p>E. -3 atau 10</p>
94 <p><strong>Jawaban: E</strong></p>
94 <p><strong>Jawaban: E</strong></p>
95 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
95 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
96 <p>Karena titik (9, c) terletak pada lingkaran dengan persamaan maka nilai <em>c </em>dapat ditentukan dengan perhitungan berikut:</p>
96 <p>Karena titik (9, c) terletak pada lingkaran dengan persamaan maka nilai <em>c </em>dapat ditentukan dengan perhitungan berikut:</p>
97 <p>Dengan demikian, didapat nilai<em>c</em>adalah -3 atau 10.</p>
97 <p>Dengan demikian, didapat nilai<em>c</em>adalah -3 atau 10.</p>
98 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</p>
98 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</p>
99 <p><strong>FISIKA</strong></p>
99 <p><strong>FISIKA</strong></p>
100 <p><strong>Topik: Termodinamika</strong></p>
100 <p><strong>Topik: Termodinamika</strong></p>
101 <p><strong>Subtopik: Hukum ke-nol dan Hukum I Termodinamika</strong></p>
101 <p><strong>Subtopik: Hukum ke-nol dan Hukum I Termodinamika</strong></p>
102 <p><strong>Level Kognitif: C1 (LOTS)</strong></p>
102 <p><strong>Level Kognitif: C1 (LOTS)</strong></p>
103 <p>8. Es batu yang dicampurkan ke dalam air hangat jika dibiarkan beberapa saat akan mencapai suhu kesetimbangan. Hal ini sesuai dengan ….</p>
103 <p>8. Es batu yang dicampurkan ke dalam air hangat jika dibiarkan beberapa saat akan mencapai suhu kesetimbangan. Hal ini sesuai dengan ….</p>
104 <p>A. hukum 0 termodinamika B. hukum I termodinamika C. hukum II termodinamika D. hukum III termodinamika E. hukum Boyle</p>
104 <p>A. hukum 0 termodinamika B. hukum I termodinamika C. hukum II termodinamika D. hukum III termodinamika E. hukum Boyle</p>
105 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
105 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
106 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
106 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
107 <p>Ketika es dan air hangat dicampurkan, air hangat akan melepaskan kalor sementara es akan menyerap kalor tersebut. Hal ini akan mengakibatkan campuran tersebut mencapai suhu kesetimbangan atau berada dalam kesetimbangan termal. Hal ini sesuai dengan hukum 0 termodinamika.</p>
107 <p>Ketika es dan air hangat dicampurkan, air hangat akan melepaskan kalor sementara es akan menyerap kalor tersebut. Hal ini akan mengakibatkan campuran tersebut mencapai suhu kesetimbangan atau berada dalam kesetimbangan termal. Hal ini sesuai dengan hukum 0 termodinamika.</p>
108 <p><strong>Topik: Termodinamika</strong></p>
108 <p><strong>Topik: Termodinamika</strong></p>
109 <p><strong>Subtopik: Kapasitas Kalor</strong></p>
109 <p><strong>Subtopik: Kapasitas Kalor</strong></p>
110 <p><strong>Level Kognitif: C4 (HOTS)</strong></p>
110 <p><strong>Level Kognitif: C4 (HOTS)</strong></p>
111 <p>9. Suatu gas ideal monoatomik dalam wadah tertutup diberikan kalor sebesar Q dan tekanannya dijaga tetap sehingga gas tersebut mengalami kenaikan suhu sebesar T. Untuk menaikkan suhu gas sebesar 2T pada proses isokhorik, kalor yang perlu diberikan pada gas adalah ….</p>
111 <p>9. Suatu gas ideal monoatomik dalam wadah tertutup diberikan kalor sebesar Q dan tekanannya dijaga tetap sehingga gas tersebut mengalami kenaikan suhu sebesar T. Untuk menaikkan suhu gas sebesar 2T pada proses isokhorik, kalor yang perlu diberikan pada gas adalah ….</p>
112 <p><strong>Jawaban: E</strong></p>
112 <p><strong>Jawaban: E</strong></p>
113 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
113 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
114 <p>kapasitas kalor gas pada volume tetap:</p>
114 <p>kapasitas kalor gas pada volume tetap:</p>
115 <p>kapasitas kalor gas pada tekanan tetap:</p>
115 <p>kapasitas kalor gas pada tekanan tetap:</p>
116 <p>Kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu gas sebesar T pada proses isobarik:</p>
116 <p>Kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu gas sebesar T pada proses isobarik:</p>
117 <p>Kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu gas sebesar 2T pada proses isokhorik:</p>
117 <p>Kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu gas sebesar 2T pada proses isokhorik:</p>
118 <p>maka</p>
118 <p>maka</p>
119 <p><strong>Topik: Gelombang Mekanik</strong></p>
119 <p><strong>Topik: Gelombang Mekanik</strong></p>
120 <p><strong>Subtopik: Besaran dan Gelombang</strong></p>
120 <p><strong>Subtopik: Besaran dan Gelombang</strong></p>
121 <p><strong>Level Kognitif: C3 (MOTS)</strong></p>
121 <p><strong>Level Kognitif: C3 (MOTS)</strong></p>
122 <p>10. Suatu sumber gelombang menghasilkan sebuah gelombang yang merambat ke kanan dengan amplitudo 0,02 m, frekuensi 3 Hz, dan cepat rambat 12 m/s. Setelah sumber tersebut telat bergetar selama 1 sekon, simpangan di titik P yang berada sejauh 1 m dari sumber adalah ….</p>
122 <p>10. Suatu sumber gelombang menghasilkan sebuah gelombang yang merambat ke kanan dengan amplitudo 0,02 m, frekuensi 3 Hz, dan cepat rambat 12 m/s. Setelah sumber tersebut telat bergetar selama 1 sekon, simpangan di titik P yang berada sejauh 1 m dari sumber adalah ….</p>
123 <p>A. 0,01 m B. 0,02 m C. 0,03 m D. 0,04 m E. 0,05 m</p>
123 <p>A. 0,01 m B. 0,02 m C. 0,03 m D. 0,04 m E. 0,05 m</p>
124 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
124 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
125 <p><strong>Pembahasan:</strong>kecepatan sudut gelombang:</p>
125 <p><strong>Pembahasan:</strong>kecepatan sudut gelombang:</p>
126 <p>Bilangan gelombang:</p>
126 <p>Bilangan gelombang:</p>
127 <p>Gelombang merambat ke kanan, maka persamaan simpangan gelombang tersebut dapat dituliskan sebagai</p>
127 <p>Gelombang merambat ke kanan, maka persamaan simpangan gelombang tersebut dapat dituliskan sebagai</p>
128 <p>Setelah sumber bergerak selama t = 1 s, simpangan di titik P yang berada x = 2 m dapat diketahui dengan</p>
128 <p>Setelah sumber bergerak selama t = 1 s, simpangan di titik P yang berada x = 2 m dapat diketahui dengan</p>
129 <p><strong>Topik: Gelombang Bunyi</strong></p>
129 <p><strong>Topik: Gelombang Bunyi</strong></p>
130 <p><strong>Subtopik: Intensitas dan Taraf Intensitas</strong></p>
130 <p><strong>Subtopik: Intensitas dan Taraf Intensitas</strong></p>
131 <p><strong>Level Kognitif: C4 (HOTS)</strong></p>
131 <p><strong>Level Kognitif: C4 (HOTS)</strong></p>
132 <p>11. Rumah Andi berada sejauh 1 km dari sebuah sumber ledakan. Suara ledakan sampai ke rumah Andi pada taraf intensitas 40 dB. Dinding rumah Andi yang menghadap ke arah sumber ledakan berukuran 3 m × 5 m. Besar energi bunyi yang sampai ke dinding rumah Andi tiap detik adalah ….</p>
132 <p>11. Rumah Andi berada sejauh 1 km dari sebuah sumber ledakan. Suara ledakan sampai ke rumah Andi pada taraf intensitas 40 dB. Dinding rumah Andi yang menghadap ke arah sumber ledakan berukuran 3 m × 5 m. Besar energi bunyi yang sampai ke dinding rumah Andi tiap detik adalah ….</p>
133 <p>A. 0,5×10-7 W</p>
133 <p>A. 0,5×10-7 W</p>
134 <p>B. 1,0×10-7 W</p>
134 <p>B. 1,0×10-7 W</p>
135 <p>C. 1,5×10-7 W</p>
135 <p>C. 1,5×10-7 W</p>
136 <p>D. 2,0×10-7 W</p>
136 <p>D. 2,0×10-7 W</p>
137 <p>E. 2,5×10-7 W</p>
137 <p>E. 2,5×10-7 W</p>
138 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
138 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
139 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
139 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
140 <p>Pada soal diketahui bahwa</p>
140 <p>Pada soal diketahui bahwa</p>
141 <p><em>TI</em>= 40 dB</p>
141 <p><em>TI</em>= 40 dB</p>
142 <p><em>A</em>= 3 m × 5 m=15 m2</p>
142 <p><em>A</em>= 3 m × 5 m=15 m2</p>
143 <p>Intensitas bunyi yang sampai ke rumah Andi dapat diketahui dengan</p>
143 <p>Intensitas bunyi yang sampai ke rumah Andi dapat diketahui dengan</p>
144 <p>Energi bunyi yang melewati dinding Andi tidap detik selama ledakan itu terjadi dapat diketahui dengan</p>
144 <p>Energi bunyi yang melewati dinding Andi tidap detik selama ledakan itu terjadi dapat diketahui dengan</p>
145 <p>Baca Juga:<a>Resonansi Bunyi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal</a></p>
145 <p>Baca Juga:<a>Resonansi Bunyi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal</a></p>
146 <p><strong>Topik: Gelombang Bunyi</strong></p>
146 <p><strong>Topik: Gelombang Bunyi</strong></p>
147 <p><strong>Subtopik: Nada Dawai</strong></p>
147 <p><strong>Subtopik: Nada Dawai</strong></p>
148 <p><strong>Level Kognitif: C1 (LOTS)</strong></p>
148 <p><strong>Level Kognitif: C1 (LOTS)</strong></p>
149 <p>12. Perhatikan beberapa besaran berikut ini!</p>
149 <p>12. Perhatikan beberapa besaran berikut ini!</p>
150 <ol><li>massa jenis dawai</li>
150 <ol><li>massa jenis dawai</li>
151 <li>cepat rambat bunyi di udara</li>
151 <li>cepat rambat bunyi di udara</li>
152 <li>tegangan dawai</li>
152 <li>tegangan dawai</li>
153 <li>panjang gelombang bunyi</li>
153 <li>panjang gelombang bunyi</li>
154 </ol><p>Frekuensi bunyi yang dihasilkan oleh sebuah dawai ketika dipetik dipengaruhi oleh ….</p>
154 </ol><p>Frekuensi bunyi yang dihasilkan oleh sebuah dawai ketika dipetik dipengaruhi oleh ….</p>
155 <p>A. 1 dan 2</p>
155 <p>A. 1 dan 2</p>
156 <p>B. 1 dan 3</p>
156 <p>B. 1 dan 3</p>
157 <p>C. 2 dan 3</p>
157 <p>C. 2 dan 3</p>
158 <p>D. 2 dan 4</p>
158 <p>D. 2 dan 4</p>
159 <p>E. 3 dan 4</p>
159 <p>E. 3 dan 4</p>
160 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
160 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
161 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
161 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
162 <p>Frekuensi nada atas ke-n pada senar atau dawai dapat diketahui dengan</p>
162 <p>Frekuensi nada atas ke-n pada senar atau dawai dapat diketahui dengan</p>
163 <p>dengan cepat rambat gelombang pada senar atau dawai dinyatakan dengan</p>
163 <p>dengan cepat rambat gelombang pada senar atau dawai dinyatakan dengan</p>
164 <p>Berdasarkan persamaan di atas, dapat diketahui bahwa frekuensi bunyi yang dihasilkan oleh dawai ketika dipetik dipengaruhi oleh tegangan dawai, panjang dawai, massa jenis dawai dan massa dawai.</p>
164 <p>Berdasarkan persamaan di atas, dapat diketahui bahwa frekuensi bunyi yang dihasilkan oleh dawai ketika dipetik dipengaruhi oleh tegangan dawai, panjang dawai, massa jenis dawai dan massa dawai.</p>
165 <p>13. Sebuah mesin carnot menyerap kalor dari reservoir panas dengan temperatur 727 °C dan membuangnya ke reservoir dingin yang memiliki temperatur 127 °C.</p>
165 <p>13. Sebuah mesin carnot menyerap kalor dari reservoir panas dengan temperatur 727 °C dan membuangnya ke reservoir dingin yang memiliki temperatur 127 °C.</p>
166 <p>Efisiensi mesin carnot tersebut adalah ….</p>
166 <p>Efisiensi mesin carnot tersebut adalah ….</p>
167 <p>A. 30%</p>
167 <p>A. 30%</p>
168 <p>B. 60%</p>
168 <p>B. 60%</p>
169 <p>C. 80%</p>
169 <p>C. 80%</p>
170 <p>D. 90%</p>
170 <p>D. 90%</p>
171 <p>E. 100%</p>
171 <p>E. 100%</p>
172 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
172 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
173 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
173 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
174 <p>Diketahui: → suhu pada reservoir panas → suhu pada reservoir dingin</p>
174 <p>Diketahui: → suhu pada reservoir panas → suhu pada reservoir dingin</p>
175 <p>Ditanya: efisiensi ? Efisiensi mesin carnot dapat dihitung dengan persamaan:</p>
175 <p>Ditanya: efisiensi ? Efisiensi mesin carnot dapat dihitung dengan persamaan:</p>
176 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
176 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
177 <p>14. Sebuah tali dengan ujung A dan B masing-masing ujungnya dipegang oleh Dani dan Doni.Dani memegang ujung A dan Doni memegang ujung B. Dani berada 1 m di sebelah kiri Doni. Doni menggetarkan ujung tali yang dipegangnya hingga terbentuk 2,5 gelombang dalam waktu 5 detik dan Dani menjaga ujungnya tetap. Tinggi maksimum gelombang tali yang terbentuk adalah 30 cm.</p>
177 <p>14. Sebuah tali dengan ujung A dan B masing-masing ujungnya dipegang oleh Dani dan Doni.Dani memegang ujung A dan Doni memegang ujung B. Dani berada 1 m di sebelah kiri Doni. Doni menggetarkan ujung tali yang dipegangnya hingga terbentuk 2,5 gelombang dalam waktu 5 detik dan Dani menjaga ujungnya tetap. Tinggi maksimum gelombang tali yang terbentuk adalah 30 cm.</p>
178 <p>Persamaan simpangan gelombang yang tepat adalah ….</p>
178 <p>Persamaan simpangan gelombang yang tepat adalah ….</p>
179 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
179 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
180 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
180 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
181 <p>Diketahui: x = 1 m n = 2,5 t = 5 s A = 30 cm = 0,3 m</p>
181 <p>Diketahui: x = 1 m n = 2,5 t = 5 s A = 30 cm = 0,3 m</p>
182 <p>Ditanya: y = ?</p>
182 <p>Ditanya: y = ?</p>
183 <p>Dani menjaga ujung tali yang dipegangnya tetap dan tidak berubah, maka persamaannya adalah persamaan gelombang stasioner ujung tetap.</p>
183 <p>Dani menjaga ujung tali yang dipegangnya tetap dan tidak berubah, maka persamaannya adalah persamaan gelombang stasioner ujung tetap.</p>
184 <p>Jika digambarkan:</p>
184 <p>Jika digambarkan:</p>
185 <p>Hitung panjang gelombang:</p>
185 <p>Hitung panjang gelombang:</p>
186 <p>maka bilangan gelombangnya adalah</p>
186 <p>maka bilangan gelombangnya adalah</p>
187 <p>Hitung frekuensi gelombang:</p>
187 <p>Hitung frekuensi gelombang:</p>
188 <p>maka kecepatan sudutnya adalah</p>
188 <p>maka kecepatan sudutnya adalah</p>
189 <p>sehingga persamaan simpangan pada ujung terikatnya adalah</p>
189 <p>sehingga persamaan simpangan pada ujung terikatnya adalah</p>
190 <p>Jadi, jawaban yang benar adalah D.</p>
190 <p>Jadi, jawaban yang benar adalah D.</p>
191 <p><strong>KIMIA</strong></p>
191 <p><strong>KIMIA</strong></p>
192 <p><strong>Topik</strong><strong>: Teori dan Karakteristik Asam - Basa</strong></p>
192 <p><strong>Topik</strong><strong>: Teori dan Karakteristik Asam - Basa</strong></p>
193 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pendahuluan Asam - Basa</strong></p>
193 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pendahuluan Asam - Basa</strong></p>
194 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: C1 (LOTS)</strong></p>
194 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: C1 (LOTS)</strong></p>
195 <p>15. Suatu asam lemah HX dilarutkan dalam 100 mL air hingga konsentrasinya mencapai 2 M. HX terurai dengan derajat ionisasi sebesar 0,2. Mol HX yang tidak terlarut sebanyak ….</p>
195 <p>15. Suatu asam lemah HX dilarutkan dalam 100 mL air hingga konsentrasinya mencapai 2 M. HX terurai dengan derajat ionisasi sebesar 0,2. Mol HX yang tidak terlarut sebanyak ….</p>
196 <p>A. 0,04 mol</p>
196 <p>A. 0,04 mol</p>
197 <p>B. 0,02 mol</p>
197 <p>B. 0,02 mol</p>
198 <p>C. 0,16 mol</p>
198 <p>C. 0,16 mol</p>
199 <p>D. 0,18 mol</p>
199 <p>D. 0,18 mol</p>
200 <p>E. 0,05 mol</p>
200 <p>E. 0,05 mol</p>
201 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
201 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
202 <p>Derajat ionisasi (α) adalah perbandingan jumlah zat yang terurai terhadap jumlah zat yang terurai terhadap jumlah zat sebelum terurai (mula - mula).</p>
202 <p>Derajat ionisasi (α) adalah perbandingan jumlah zat yang terurai terhadap jumlah zat yang terurai terhadap jumlah zat sebelum terurai (mula - mula).</p>
203 <p>Mol mula - mula = M x V = 2 M x 100 mL = 200 mmol = 0,2 mol</p>
203 <p>Mol mula - mula = M x V = 2 M x 100 mL = 200 mmol = 0,2 mol</p>
204 <p>Baca Juga:<a>Mengenal Asam Basa: Sifat, Cara Membedakan, dan Klasifikasinya</a></p>
204 <p>Baca Juga:<a>Mengenal Asam Basa: Sifat, Cara Membedakan, dan Klasifikasinya</a></p>
205 <p><strong>Topik</strong><strong>: Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam (Hidrolisis)</strong></p>
205 <p><strong>Topik</strong><strong>: Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam (Hidrolisis)</strong></p>
206 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Hidrolisis Garam</strong></p>
206 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Hidrolisis Garam</strong></p>
207 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: C1 (LOTS)</strong></p>
207 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: C1 (LOTS)</strong></p>
208 <p>16. Perhatikan ion - ion berikut ini:</p>
208 <p>16. Perhatikan ion - ion berikut ini:</p>
209 <ol><li>Na+</li>
209 <ol><li>Na+</li>
210 <li>NH4+</li>
210 <li>NH4+</li>
211 <li>Cl-</li>
211 <li>Cl-</li>
212 <li>CH3COO-</li>
212 <li>CH3COO-</li>
213 </ol><p>Berikut ini ion yang dapat mengalami reaksi hidrolisis adalah ….</p>
213 </ol><p>Berikut ini ion yang dapat mengalami reaksi hidrolisis adalah ….</p>
214 <p>A. 1, 2, dan 3</p>
214 <p>A. 1, 2, dan 3</p>
215 <p>B. 1 dan 3</p>
215 <p>B. 1 dan 3</p>
216 <p>C. 2 dan 4</p>
216 <p>C. 2 dan 4</p>
217 <p>D. 4 saja</p>
217 <p>D. 4 saja</p>
218 <p>E. 1, 2, 3, dan 4</p>
218 <p>E. 1, 2, 3, dan 4</p>
219 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
219 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
220 <p>Reaksi hidrolisis adalah reaksi ion - ion garam dengan air. Ion yang dapat mengalami hidrolisis adalah ion yang berasal dari asam atau basa lemah. Sehingga, yang dapat mengalami reaksi hidrolisis adalah ion NH4+ dan CH3COO-. Ion Na+ dan Cl- berasal dari asam dan basa kuat sehingga tidak akan terhidrolisis dalam air.</p>
220 <p>Reaksi hidrolisis adalah reaksi ion - ion garam dengan air. Ion yang dapat mengalami hidrolisis adalah ion yang berasal dari asam atau basa lemah. Sehingga, yang dapat mengalami reaksi hidrolisis adalah ion NH4+ dan CH3COO-. Ion Na+ dan Cl- berasal dari asam dan basa kuat sehingga tidak akan terhidrolisis dalam air.</p>
221 <p><strong>Topik</strong><strong>: Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam (Hidrolisis)</strong></p>
221 <p><strong>Topik</strong><strong>: Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam (Hidrolisis)</strong></p>
222 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Stoikiometri Hidrolisis</strong></p>
222 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Stoikiometri Hidrolisis</strong></p>
223 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: C4 (HOTS)</strong></p>
223 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: C4 (HOTS)</strong></p>
224 <p>17. Seorang siswa mencampurkan sebanyak 100 mL larutan NH3 0,2 M dengan 100 mL larutan HNO3 0,2 M, jika tetapan basa NH3 = 10-5. Campuran larutan akan memiliki pH sebesar ….</p>
224 <p>17. Seorang siswa mencampurkan sebanyak 100 mL larutan NH3 0,2 M dengan 100 mL larutan HNO3 0,2 M, jika tetapan basa NH3 = 10-5. Campuran larutan akan memiliki pH sebesar ….</p>
225 <p>A. 5</p>
225 <p>A. 5</p>
226 <p>B. 9</p>
226 <p>B. 9</p>
227 <p>C. 11</p>
227 <p>C. 11</p>
228 <p>D. 3</p>
228 <p>D. 3</p>
229 <p>E. 6</p>
229 <p>E. 6</p>
230 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
230 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
231 <p>Mol NH3 = M x V = 0,2 M x 100 mL = 20 mmol</p>
231 <p>Mol NH3 = M x V = 0,2 M x 100 mL = 20 mmol</p>
232 <p>Mol HNO3 = M x V = 0,2 M x 100 mL = 20 mmol</p>
232 <p>Mol HNO3 = M x V = 0,2 M x 100 mL = 20 mmol</p>
233 <p>Kedua pereaksi habis bereaksi, menurut reaksi:</p>
233 <p>Kedua pereaksi habis bereaksi, menurut reaksi:</p>
234 <p>NH3 + HNO3 NH4NO3</p>
234 <p>NH3 + HNO3 NH4NO3</p>
235 <p>Mol NH4NO3 = mol NH3 = mol HNO3 = 20 mmol</p>
235 <p>Mol NH4NO3 = mol NH3 = mol HNO3 = 20 mmol</p>
236 <p><strong>Topik</strong><strong>: Larutan Penyangga</strong></p>
236 <p><strong>Topik</strong><strong>: Larutan Penyangga</strong></p>
237 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Perhitungan pH Penyangga</strong></p>
237 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Perhitungan pH Penyangga</strong></p>
238 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: C3 (MOTS)</strong></p>
238 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: C3 (MOTS)</strong></p>
239 <p>18. Sebanyak 20 mL HCN 0,1 M dicampurkan dengan 10 mL KCN 0,2 M. Larutan yang terbentuk diencerkan hingga volumenya mencapai 1 L. pH larutan yang terjadi adalah …. (Ka HCN = 2 x 10-5)</p>
239 <p>18. Sebanyak 20 mL HCN 0,1 M dicampurkan dengan 10 mL KCN 0,2 M. Larutan yang terbentuk diencerkan hingga volumenya mencapai 1 L. pH larutan yang terjadi adalah …. (Ka HCN = 2 x 10-5)</p>
240 <p>A. 9 + log 2</p>
240 <p>A. 9 + log 2</p>
241 <p>B. 10 - log 2</p>
241 <p>B. 10 - log 2</p>
242 <p>C. 5 - log 2</p>
242 <p>C. 5 - log 2</p>
243 <p>D. 8 - log 5</p>
243 <p>D. 8 - log 5</p>
244 <p>E. 6 + log 5</p>
244 <p>E. 6 + log 5</p>
245 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
245 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
246 <p>Mol HCN = M x V = 0,1 M x 20 mL = 2 mmol</p>
246 <p>Mol HCN = M x V = 0,1 M x 20 mL = 2 mmol</p>
247 <p>Mol KCN = M x V = 0,2 M x 10 mL = 2 mmol</p>
247 <p>Mol KCN = M x V = 0,2 M x 10 mL = 2 mmol</p>
248 <p>Merupakan larutan penyangga asam:</p>
248 <p>Merupakan larutan penyangga asam:</p>
249 <p><strong>Topik</strong><strong>: Titrasi</strong></p>
249 <p><strong>Topik</strong><strong>: Titrasi</strong></p>
250 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Titrasi</strong></p>
250 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Titrasi</strong></p>
251 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: C3 (MOTS)</strong></p>
251 <p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: C3 (MOTS)</strong></p>
252 <p>19. Perhatikan data hasil titrasi pada tabel berikut ini:</p>
252 <p>19. Perhatikan data hasil titrasi pada tabel berikut ini:</p>
253 <p>Jika diketahui konsentrasi KOH 0,5 M, maka konsentrasi H2SO4 adalah ….</p>
253 <p>Jika diketahui konsentrasi KOH 0,5 M, maka konsentrasi H2SO4 adalah ….</p>
254 <p>A. 0,01 M</p>
254 <p>A. 0,01 M</p>
255 <p>B. 0,1 M</p>
255 <p>B. 0,1 M</p>
256 <p>C. 1 M</p>
256 <p>C. 1 M</p>
257 <p>D. 0,0001 M</p>
257 <p>D. 0,0001 M</p>
258 <p>E. 0,002 M</p>
258 <p>E. 0,002 M</p>
259 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
259 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
260 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
260 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
261 <p>Gunakan volume rata - rata dari KOH, yaitu (20 + 21 + 19) : 3 = 20 mL</p>
261 <p>Gunakan volume rata - rata dari KOH, yaitu (20 + 21 + 19) : 3 = 20 mL</p>
262 <p>Gunakan rumus titrasi:</p>
262 <p>Gunakan rumus titrasi:</p>
263 <p>20. Suatu asam lemah HX dilarutkan dalam 100 mL air hingga konsentrasinya mencapai 2 M. HX terurai dengan derajat ionisasi sebesar 0,2.</p>
263 <p>20. Suatu asam lemah HX dilarutkan dalam 100 mL air hingga konsentrasinya mencapai 2 M. HX terurai dengan derajat ionisasi sebesar 0,2.</p>
264 <p>Mol HX yang tidak terlarut sebanyak ….</p>
264 <p>Mol HX yang tidak terlarut sebanyak ….</p>
265 <p>A. 0,04 mol</p>
265 <p>A. 0,04 mol</p>
266 <p>B. 0,02 mol</p>
266 <p>B. 0,02 mol</p>
267 <p>C. 0,16 mol</p>
267 <p>C. 0,16 mol</p>
268 <p>D. 0,18 mol</p>
268 <p>D. 0,18 mol</p>
269 <p>E. 0,08 mol</p>
269 <p>E. 0,08 mol</p>
270 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
270 <p><strong>Jawaban: C</strong></p>
271 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
271 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
272 <p>Derajat ionisasi adalah perbandingan jumlah zat yang terurai terhadap jumlah zat sebelum terurai (awal).</p>
272 <p>Derajat ionisasi adalah perbandingan jumlah zat yang terurai terhadap jumlah zat sebelum terurai (awal).</p>
273 <p>Langkah 1: menghitung mol HX awal</p>
273 <p>Langkah 1: menghitung mol HX awal</p>
274 <p>Mol HX dapat dihitung menggunakan persamaan</p>
274 <p>Mol HX dapat dihitung menggunakan persamaan</p>
275 <p>Langkah 2: menghitung mol HX terlarut</p>
275 <p>Langkah 2: menghitung mol HX terlarut</p>
276 <p>Langkah 3: mol HX yang tidak terlarut</p>
276 <p>Langkah 3: mol HX yang tidak terlarut</p>
277 <p>Dengan demikian, jumlah mol HX yang tidak terlarut adalah 0,16 mol.</p>
277 <p>Dengan demikian, jumlah mol HX yang tidak terlarut adalah 0,16 mol.</p>
278 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</p>
278 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</p>
279 <p>21. Untuk membuat 100 mL larutan garam magnesium klorida dengan pH 5, massa garam yang diperlukan adalah …</p>
279 <p>21. Untuk membuat 100 mL larutan garam magnesium klorida dengan pH 5, massa garam yang diperlukan adalah …</p>
280 <p>A. 1,90 g</p>
280 <p>A. 1,90 g</p>
281 <p>B. 0,95 g</p>
281 <p>B. 0,95 g</p>
282 <p>C. 4,80 g</p>
282 <p>C. 4,80 g</p>
283 <p>D. 4,70 g</p>
283 <p>D. 4,70 g</p>
284 <p>E. 9,50 g</p>
284 <p>E. 9,50 g</p>
285 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
285 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
286 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
286 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
287 <p>Garam magnesium klorida bersifat asam karena berasal dari basa lemah dan asam kuat yang habis bereaksi.</p>
287 <p>Garam magnesium klorida bersifat asam karena berasal dari basa lemah dan asam kuat yang habis bereaksi.</p>
288 <p>Reaksi ionisasi adalah sebagai berikut.</p>
288 <p>Reaksi ionisasi adalah sebagai berikut.</p>
289 <p>Langkah-langkah pengerjaan soal ini adalah sebagai berikut.</p>
289 <p>Langkah-langkah pengerjaan soal ini adalah sebagai berikut.</p>
290 <p>Langkah 1: menghitung nilai</p>
290 <p>Langkah 1: menghitung nilai</p>
291 <p>Konsentrasi ion dapat dihitung menggunakan data pH.</p>
291 <p>Konsentrasi ion dapat dihitung menggunakan data pH.</p>
292 <p>Langkah 2: menghitung konsentrasi larutan</p>
292 <p>Langkah 2: menghitung konsentrasi larutan</p>
293 <p>Ion akan terhidrolisis.Konsentrasinya dapat dihitung menggunakan persamaan hidrolisis garam asam.</p>
293 <p>Ion akan terhidrolisis.Konsentrasinya dapat dihitung menggunakan persamaan hidrolisis garam asam.</p>
294 <p>Langkah 3: menghitung</p>
294 <p>Langkah 3: menghitung</p>
295 <p>Langkah 4: menghitung massa</p>
295 <p>Langkah 4: menghitung massa</p>
296 <p>Massa dapat dihitung sebagai berikut.</p>
296 <p>Massa dapat dihitung sebagai berikut.</p>
297 <p>Dengan demikian, massa yang diperlukan adalah 1,9 g.</p>
297 <p>Dengan demikian, massa yang diperlukan adalah 1,9 g.</p>
298 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</p>
298 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</p>
299 <p><strong>BIOLOGI</strong></p>
299 <p><strong>BIOLOGI</strong></p>
300 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Pencernaan</strong></p>
300 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Pencernaan</strong></p>
301 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Energi dan Menu Sehat</strong></p>
301 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Energi dan Menu Sehat</strong></p>
302 <p><strong>Level kognitif</strong><strong>: MOTS (C3)</strong></p>
302 <p><strong>Level kognitif</strong><strong>: MOTS (C3)</strong></p>
303 <p>22. Rohmat adalah siswa SMA berusia 19 tahun yang memiliki berat badan 36 kg dan tinggi badan 156 cm. Berdasarkan standar FAO/WHO/UNU laki-laki tersebut memiliki AMB sebesar….</p>
303 <p>22. Rohmat adalah siswa SMA berusia 19 tahun yang memiliki berat badan 36 kg dan tinggi badan 156 cm. Berdasarkan standar FAO/WHO/UNU laki-laki tersebut memiliki AMB sebesar….</p>
304 <p>A. 1300 Kal</p>
304 <p>A. 1300 Kal</p>
305 <p>B. 1237,9 Kal</p>
305 <p>B. 1237,9 Kal</p>
306 <p>C. 1458,7 Kal</p>
306 <p>C. 1458,7 Kal</p>
307 <p>D. 1400 Kal</p>
307 <p>D. 1400 Kal</p>
308 <p>E. 1229,8 Kal</p>
308 <p>E. 1229,8 Kal</p>
309 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: E.</strong></p>
309 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: E.</strong></p>
310 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Rumus perhitungan AMB berdasarkan standar FAO/WHO/UNU ditentukan berdasarkan tabel berikut ini:</p>
310 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Rumus perhitungan AMB berdasarkan standar FAO/WHO/UNU ditentukan berdasarkan tabel berikut ini:</p>
311 <p>Baca Juga:<a>Organ-Organ Sistem Ekskresi pada Manusia</a></p>
311 <p>Baca Juga:<a>Organ-Organ Sistem Ekskresi pada Manusia</a></p>
312 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Pernapasan</strong></p>
312 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Pernapasan</strong></p>
313 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gangguan Sistem Pernapasan</strong></p>
313 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gangguan Sistem Pernapasan</strong></p>
314 <p><strong>Level kognitif</strong><strong>: HOTS (C4)</strong></p>
314 <p><strong>Level kognitif</strong><strong>: HOTS (C4)</strong></p>
315 <p>23. Seseorang mengalami gangguan pada saluran pernapasan. Berdasarkan hasil diagnosis dokter, ternyata gangguan tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri<em>Corynebacterium diptheriae</em>. Gejala yang dialami seseorang tersebut yaitu adanya selaput putih keabu-abuan yang menutupi amandel, sakit tenggorokan, sulit menelan, dan sulit bernapas.</p>
315 <p>23. Seseorang mengalami gangguan pada saluran pernapasan. Berdasarkan hasil diagnosis dokter, ternyata gangguan tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri<em>Corynebacterium diptheriae</em>. Gejala yang dialami seseorang tersebut yaitu adanya selaput putih keabu-abuan yang menutupi amandel, sakit tenggorokan, sulit menelan, dan sulit bernapas.</p>
316 <p>Gangguan tersebut menyebabkan selaput pada jaringan di saluran pernapasan menjadi mati, dan menumpuk di faring serta tenggorokan. Gangguan pernapasan yang diderita seseorang tersebut adalah….</p>
316 <p>Gangguan tersebut menyebabkan selaput pada jaringan di saluran pernapasan menjadi mati, dan menumpuk di faring serta tenggorokan. Gangguan pernapasan yang diderita seseorang tersebut adalah….</p>
317 <p>A. laringitis</p>
317 <p>A. laringitis</p>
318 <p>B. difteri</p>
318 <p>B. difteri</p>
319 <p>C. bronkitis</p>
319 <p>C. bronkitis</p>
320 <p>D. asma</p>
320 <p>D. asma</p>
321 <p>E. pleuritis</p>
321 <p>E. pleuritis</p>
322 <p><strong>Jawaban</strong><strong>:B.</strong></p>
322 <p><strong>Jawaban</strong><strong>:B.</strong></p>
323 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Difteri merupakan gangguan saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi bakteri<em>Corynebacterium</em><em>diptheriae</em>yang dapat terjadi di hidung, di faring maupun di laring. Gejala yang dialami penderita difteri yaitu adanya selaput putih keabu-abuan yang menutupi amandel, sakit tenggorkan, sulit menelan, dan sulit bernapas. Difteri dapat menyebabkan selaput pada jaringan di saluran pernapasan menjadi mati, lalu menumpuk di faring dan juga tenggorokan. Penyakit ini mengakibatkan seseorang kesulitan menelan dan bernapas. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</p>
323 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Difteri merupakan gangguan saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi bakteri<em>Corynebacterium</em><em>diptheriae</em>yang dapat terjadi di hidung, di faring maupun di laring. Gejala yang dialami penderita difteri yaitu adanya selaput putih keabu-abuan yang menutupi amandel, sakit tenggorkan, sulit menelan, dan sulit bernapas. Difteri dapat menyebabkan selaput pada jaringan di saluran pernapasan menjadi mati, lalu menumpuk di faring dan juga tenggorokan. Penyakit ini mengakibatkan seseorang kesulitan menelan dan bernapas. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</p>
324 <p>Berdasarkan data pada soal, karena siswa tersebut berusia 19 tahun, maka AMB dari siswa SMA tersebut langsung dapat ditentukan melalui kategori</p>
324 <p>Berdasarkan data pada soal, karena siswa tersebut berusia 19 tahun, maka AMB dari siswa SMA tersebut langsung dapat ditentukan melalui kategori</p>
325 <p>AMB laki-laki = 15,3 (BB) + 679</p>
325 <p>AMB laki-laki = 15,3 (BB) + 679</p>
326 <p>= 15,3 (36) + 679</p>
326 <p>= 15,3 (36) + 679</p>
327 <p>= 550,8 + 679</p>
327 <p>= 550,8 + 679</p>
328 <p>= 1229,8</p>
328 <p>= 1229,8</p>
329 <p>Berdasarkan penjelasan tersebut, maka pilihan jawaban yang tepat adalah E.</p>
329 <p>Berdasarkan penjelasan tersebut, maka pilihan jawaban yang tepat adalah E.</p>
330 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Ekskresi</strong></p>
330 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Ekskresi</strong></p>
331 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Teknologi yang Berkaitan dengan Kesehatan Sistem Ekskresi</strong></p>
331 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Teknologi yang Berkaitan dengan Kesehatan Sistem Ekskresi</strong></p>
332 <p><strong>Level kognitif</strong><strong>: MOTS (C2)</strong></p>
332 <p><strong>Level kognitif</strong><strong>: MOTS (C2)</strong></p>
333 <p>24. Seseorang menderita penyakit gagal ginjal. Dokter menyarakan seseorang tersebut untuk melakukan terapi penggantian ginjal. Terapi pilihan yang dapat digunakan adalah….</p>
333 <p>24. Seseorang menderita penyakit gagal ginjal. Dokter menyarakan seseorang tersebut untuk melakukan terapi penggantian ginjal. Terapi pilihan yang dapat digunakan adalah….</p>
334 <p>A. hemodialisis</p>
334 <p>A. hemodialisis</p>
335 <p>B. ECG</p>
335 <p>B. ECG</p>
336 <p>C.<em>skin grafting</em></p>
336 <p>C.<em>skin grafting</em></p>
337 <p>D. transplantasi ginjal</p>
337 <p>D. transplantasi ginjal</p>
338 <p>E. CAPD</p>
338 <p>E. CAPD</p>
339 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: D.</strong></p>
339 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: D.</strong></p>
340 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Transplantasi ginjal merupakan terapi pilihan untuk sebagian pasien yang mengalami penyakit gagal ginjal. Transplantasi ginjal melibatkan pencangkokan ginjal dari orang yang masih hidup atau ginjal dari seseorang yang sudah meninggal. Proses ini diharapkan dapat menggantikan ginjal pasien yang mengalami kerusakan sehingga pasien dapat menjalani kehidupan dengan normal. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</p>
340 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Transplantasi ginjal merupakan terapi pilihan untuk sebagian pasien yang mengalami penyakit gagal ginjal. Transplantasi ginjal melibatkan pencangkokan ginjal dari orang yang masih hidup atau ginjal dari seseorang yang sudah meninggal. Proses ini diharapkan dapat menggantikan ginjal pasien yang mengalami kerusakan sehingga pasien dapat menjalani kehidupan dengan normal. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</p>
341 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Regulasi</strong></p>
341 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Regulasi</strong></p>
342 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sistem Saraf</strong></p>
342 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sistem Saraf</strong></p>
343 <p><strong>Level kognitif</strong><strong>: HOTS (C4)</strong></p>
343 <p><strong>Level kognitif</strong><strong>: HOTS (C4)</strong></p>
344 <p>25. Seseorang menderita suatu penyakit pada sistem regulasi. Gejala yang dialami seseorang tersebut yaitu tidak mampu mendengar suara dengan jelas. Sehingga, ia harus mendengar berulang kali agar mampu mendengar. Berdasarkan gambar di bawah ini, bagian yang mengalami gangguan pada seseorang tersebut ditunjukkan oleh huruf….</p>
344 <p>25. Seseorang menderita suatu penyakit pada sistem regulasi. Gejala yang dialami seseorang tersebut yaitu tidak mampu mendengar suara dengan jelas. Sehingga, ia harus mendengar berulang kali agar mampu mendengar. Berdasarkan gambar di bawah ini, bagian yang mengalami gangguan pada seseorang tersebut ditunjukkan oleh huruf….</p>
345 <p>A. U</p>
345 <p>A. U</p>
346 <p>B. X</p>
346 <p>B. X</p>
347 <p>C. W</p>
347 <p>C. W</p>
348 <p>D. V</p>
348 <p>D. V</p>
349 <p>E. Y</p>
349 <p>E. Y</p>
350 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: D.</strong></p>
350 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: D.</strong></p>
351 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Otak besar dibagi menjadi 4 bagian yang disebut lobus, yakni lobus<em>frontalis</em>(depan),<em>parietal</em>is (atas),<em>temporalis</em>(samping), dan oksipitalis (belakang).</p>
351 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong>Otak besar dibagi menjadi 4 bagian yang disebut lobus, yakni lobus<em>frontalis</em>(depan),<em>parietal</em>is (atas),<em>temporalis</em>(samping), dan oksipitalis (belakang).</p>
352 <p>Bagian otak yang berfungsi mengendalikan indra pendengaran adalah lobus temporalis.</p>
352 <p>Bagian otak yang berfungsi mengendalikan indra pendengaran adalah lobus temporalis.</p>
353 <p>Jadi, jika seseorang mengalami gangguan pada sistem pendengarannya dapat dipastikan bahwa bagian otak besar yang mengalami gangguan adalah lobus temporalis. Bagian yang ditunjuk oleh huruf V adalah lobus temporalis. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</p>
353 <p>Jadi, jika seseorang mengalami gangguan pada sistem pendengarannya dapat dipastikan bahwa bagian otak besar yang mengalami gangguan adalah lobus temporalis. Bagian yang ditunjuk oleh huruf V adalah lobus temporalis. Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</p>
354 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Regulasi</strong></p>
354 <p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Regulasi</strong></p>
355 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sistem Saraf</strong></p>
355 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sistem Saraf</strong></p>
356 <p><strong>Level kognitif</strong><strong>: MOTS (C2)</strong></p>
356 <p><strong>Level kognitif</strong><strong>: MOTS (C2)</strong></p>
357 <p>26. Perhatikan gambar proses penyampaian implus di bawah ini!</p>
357 <p>26. Perhatikan gambar proses penyampaian implus di bawah ini!</p>
358 <p>Berdasarkan gambar tersebut, proses penghantaran impuls terjadi pada tahap….</p>
358 <p>Berdasarkan gambar tersebut, proses penghantaran impuls terjadi pada tahap….</p>
359 <p>A. polarisasi</p>
359 <p>A. polarisasi</p>
360 <p>B. repolarisasi</p>
360 <p>B. repolarisasi</p>
361 <p>C. kembali polarisasi</p>
361 <p>C. kembali polarisasi</p>
362 <p>D. depolarisasi</p>
362 <p>D. depolarisasi</p>
363 <p>E. depokalisasi</p>
363 <p>E. depokalisasi</p>
364 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: D.</strong></p>
364 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: D.</strong></p>
365 <p><strong>Pembahasan</strong>: Gambar pada soal menunjukkan bahwa proses penghantaran impuls dalam neuron terjadi pada tahap depolarisasi. Pada tahap depolariasi, jika neuron diberikan rangsangan, saluran Na+ akan terbuka dan ion Na+ masuk ke dalam sel. Hal tersebut menyebabkan perubahan muatan listrik (penurunan gradien listrik), yaitu di bagian luar membran, menjadi bermuatan negatif (-) dan di bagian dalam membran, menjadi bermuatan positif (+). Depolarisasi selanjutnya akan terjadi jika saluran tambahan Na+ terbuka, sedangkan saluran K+ tetap tertutup. Hal tersebut menyebabkan keadaan di bagian dalam membran menjadi lebih positif (+).</p>
365 <p><strong>Pembahasan</strong>: Gambar pada soal menunjukkan bahwa proses penghantaran impuls dalam neuron terjadi pada tahap depolarisasi. Pada tahap depolariasi, jika neuron diberikan rangsangan, saluran Na+ akan terbuka dan ion Na+ masuk ke dalam sel. Hal tersebut menyebabkan perubahan muatan listrik (penurunan gradien listrik), yaitu di bagian luar membran, menjadi bermuatan negatif (-) dan di bagian dalam membran, menjadi bermuatan positif (+). Depolarisasi selanjutnya akan terjadi jika saluran tambahan Na+ terbuka, sedangkan saluran K+ tetap tertutup. Hal tersebut menyebabkan keadaan di bagian dalam membran menjadi lebih positif (+).</p>
366 <p>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</p>
366 <p>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</p>
367 <p>27. Suatu gangguan banyak terjadi pada masyarakat sosial ekonomi rendah.Gangguan ini terjadi karena kekurangan suatu zat makanan. Jika dites dengan reagen biuret zat makanan tersebut akan menunjukkan hasil positif.</p>
367 <p>27. Suatu gangguan banyak terjadi pada masyarakat sosial ekonomi rendah.Gangguan ini terjadi karena kekurangan suatu zat makanan. Jika dites dengan reagen biuret zat makanan tersebut akan menunjukkan hasil positif.</p>
368 <p>Gangguan yang dimaksud adalah ….</p>
368 <p>Gangguan yang dimaksud adalah ….</p>
369 <p>A. gastritis</p>
369 <p>A. gastritis</p>
370 <p>B. parositis</p>
370 <p>B. parositis</p>
371 <p>C. xerostomia</p>
371 <p>C. xerostomia</p>
372 <p>D. konstipasi dan obesitas</p>
372 <p>D. konstipasi dan obesitas</p>
373 <p>E. marasmus dan kwashiorkor</p>
373 <p>E. marasmus dan kwashiorkor</p>
374 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
374 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
375 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
375 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
376 <p>Gangguan yang dimaksud adalah marasmus dan kwashiorkor yang terjadi akibat kekurangan protein. Hal tersebut dapat dipastikan dari hasil positif setelah diberi reagen biuret. Reagen biuret adalah pereaksi yang digunakan untuk menguji keberadaan protein. Marasmus umumnya diderita oleh bayi usia satu tahun.</p>
376 <p>Gangguan yang dimaksud adalah marasmus dan kwashiorkor yang terjadi akibat kekurangan protein. Hal tersebut dapat dipastikan dari hasil positif setelah diberi reagen biuret. Reagen biuret adalah pereaksi yang digunakan untuk menguji keberadaan protein. Marasmus umumnya diderita oleh bayi usia satu tahun.</p>
377 <p>Penyebab penyakit tersebut yaitu karena terlambat diberi makanan tambahan dan formula pengganti ASI terlalu encer. Penyakit ini berpengaruh pada keadaan mental dan fisik yang sukar diperbaiki.</p>
377 <p>Penyebab penyakit tersebut yaitu karena terlambat diberi makanan tambahan dan formula pengganti ASI terlalu encer. Penyakit ini berpengaruh pada keadaan mental dan fisik yang sukar diperbaiki.</p>
378 <p>Sementara itu, kwashiorkor biasanya diderita anak-anak usia 2-3 tahun, dengan gejala pertumbuhan terhambat, otot-otot berkurang dan melemah, serta muka seperti bulan.</p>
378 <p>Sementara itu, kwashiorkor biasanya diderita anak-anak usia 2-3 tahun, dengan gejala pertumbuhan terhambat, otot-otot berkurang dan melemah, serta muka seperti bulan.</p>
379 <p>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</p>
379 <p>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</p>
380 <p>28. Seseorang mengalami gangguan pada saluran pernapasan. Berdasarkan hasil diagnosis dokter, ternyata gangguan tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri<em>Corynebacterium diptheriae.</em>Gejala yang dialami seseorang tersebut yaitu adanya selaput putih keabu-abuan yang menutupi amandel, sakit tenggorokan, sulit menelan, dan sulit bernapas.Gangguan tersebut menyebabkan selaput pada jaringan di saluran pernapasan menjadi mati, dan menumpuk di faring serta tenggorokan.</p>
380 <p>28. Seseorang mengalami gangguan pada saluran pernapasan. Berdasarkan hasil diagnosis dokter, ternyata gangguan tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri<em>Corynebacterium diptheriae.</em>Gejala yang dialami seseorang tersebut yaitu adanya selaput putih keabu-abuan yang menutupi amandel, sakit tenggorokan, sulit menelan, dan sulit bernapas.Gangguan tersebut menyebabkan selaput pada jaringan di saluran pernapasan menjadi mati, dan menumpuk di faring serta tenggorokan.</p>
381 <p>Gangguan pernapasan yang diderita seseorang tersebut adalah ….</p>
381 <p>Gangguan pernapasan yang diderita seseorang tersebut adalah ….</p>
382 <p>A. laringitis</p>
382 <p>A. laringitis</p>
383 <p>B. difteri</p>
383 <p>B. difteri</p>
384 <p>C. bronkitis</p>
384 <p>C. bronkitis</p>
385 <p>D. asma</p>
385 <p>D. asma</p>
386 <p>E. emfisema</p>
386 <p>E. emfisema</p>
387 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
387 <p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
388 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
388 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
389 <p>Difteri merupakan gangguan saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi bakteri<em>Corynebacterium diptheriae</em>yang dapat terjadi di hidung, di faring maupun di laring.</p>
389 <p>Difteri merupakan gangguan saluran pernapasan yang disebabkan oleh infeksi bakteri<em>Corynebacterium diptheriae</em>yang dapat terjadi di hidung, di faring maupun di laring.</p>
390 <p>Gejala yang dialami penderita difteri yaitu adanya selaput putih keabu-abuan yang menutupi amandel, sakit tenggorokan, sulit menelan, dan sulit bernapas. Difteri dapat menyebabkan selaput pada jaringan di saluran pernapasan menjadi mati, lalu menumpuk di faring dan juga tenggorokan.Penyakit ini mengakibatkan seseorang kesulitan menelan dan bernapas.</p>
390 <p>Gejala yang dialami penderita difteri yaitu adanya selaput putih keabu-abuan yang menutupi amandel, sakit tenggorokan, sulit menelan, dan sulit bernapas. Difteri dapat menyebabkan selaput pada jaringan di saluran pernapasan menjadi mati, lalu menumpuk di faring dan juga tenggorokan.Penyakit ini mengakibatkan seseorang kesulitan menelan dan bernapas.</p>
391 <p>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</p>
391 <p>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</p>
392 <p>-</p>
392 <p>-</p>
393 <p>Nah setelah selesai melatih pemahaman kamu melalui latihan soal ini, ada baiknya kamu juga mulai mengulas materi-materi pelajaran yang sudah dipelajari selama ini. Supaya gampang pahamnya, kamu bisa belajar dengan menggunakan<a><strong>ruangbelajar</strong></a>. Kamu akan belajar ditemani oleh Master Teacher yang keren-keren banget.</p>
393 <p>Nah setelah selesai melatih pemahaman kamu melalui latihan soal ini, ada baiknya kamu juga mulai mengulas materi-materi pelajaran yang sudah dipelajari selama ini. Supaya gampang pahamnya, kamu bisa belajar dengan menggunakan<a><strong>ruangbelajar</strong></a>. Kamu akan belajar ditemani oleh Master Teacher yang keren-keren banget.</p>
394  
394