0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Pernah bingung nggak ketika mengalikan atau membagi bilangan bulat? Apalagi kalo angkanya negatif. Nah, di<strong><a>artikel Matematika kelas 7</a></strong>ini, bakal dibahas sifat operasi serta contoh mudahnya biar kamu paham!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Pernah bingung nggak ketika mengalikan atau membagi bilangan bulat? Apalagi kalo angkanya negatif. Nah, di<strong><a>artikel Matematika kelas 7</a></strong>ini, bakal dibahas sifat operasi serta contoh mudahnya biar kamu paham!</em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<p>Kamu pasti udah nggak asing lagi kan dengan<strong><a>operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat</a></strong>. Dua operasi ini sering banget kita temui pada soal-soal matematika dasar di sekolah. Nah, ternyata selain penjumlahan dan pengurangan, ada dua operasi dasar lain yang nggak kalah penting, yaitu<strong>perkalian dan pembagian bilangan bulat</strong>.</p>
3
<p>Kamu pasti udah nggak asing lagi kan dengan<strong><a>operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat</a></strong>. Dua operasi ini sering banget kita temui pada soal-soal matematika dasar di sekolah. Nah, ternyata selain penjumlahan dan pengurangan, ada dua operasi dasar lain yang nggak kalah penting, yaitu<strong>perkalian dan pembagian bilangan bulat</strong>.</p>
4
<p>Kenapa sih kita perlu belajar dan memahaminya? Karena operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika kamu ingin menghitung total harga beberapa barang yang sama, atau saat membagi rata makanan dengan teman.</p>
4
<p>Kenapa sih kita perlu belajar dan memahaminya? Karena operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat sering muncul dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika kamu ingin menghitung total harga beberapa barang yang sama, atau saat membagi rata makanan dengan teman.</p>
5
<p>Oleh karena itu, yuk, kita pelajari bersama cara menyelesaikan perkalian dan pembagian bilangan bulat! Artikel ini juga diserta sifat-sifat dan contoh soal supaya kamu semakin paham!</p>
5
<p>Oleh karena itu, yuk, kita pelajari bersama cara menyelesaikan perkalian dan pembagian bilangan bulat! Artikel ini juga diserta sifat-sifat dan contoh soal supaya kamu semakin paham!</p>
6
<h2>1. Operasi Perkalian Bilangan Bulat</h2>
6
<h2>1. Operasi Perkalian Bilangan Bulat</h2>
7
<p>Operasi ini biasanya dilambangkan dengan<strong>tanda silang (×) atau tanda titik (∙)</strong>. Secara konsep, perkalian itu sebenarnya bisa dianggap sebagai bentuk<strong>penjumlahan berulang</strong>. Contohnya nih, kamu ingin menjumlahkan beberapa bilangan bulat yang sama, seperti:</p>
7
<p>Operasi ini biasanya dilambangkan dengan<strong>tanda silang (×) atau tanda titik (∙)</strong>. Secara konsep, perkalian itu sebenarnya bisa dianggap sebagai bentuk<strong>penjumlahan berulang</strong>. Contohnya nih, kamu ingin menjumlahkan beberapa bilangan bulat yang sama, seperti:</p>
8
<p>Angka 3, dijumlahkan sebanyak 5 kali. Maka:</p>
8
<p>Angka 3, dijumlahkan sebanyak 5 kali. Maka:</p>
9
<p>3 + 3 + 3 + 3 + 3 = 15</p>
9
<p>3 + 3 + 3 + 3 + 3 = 15</p>
10
<p>Nah, kamu bisa menubahnya ke dalam bentuk perkalian, menjadi:</p>
10
<p>Nah, kamu bisa menubahnya ke dalam bentuk perkalian, menjadi:</p>
11
<p>3 × 5 = 15</p>
11
<p>3 × 5 = 15</p>
12
<p><strong>Baca Juga:<a>Penjelasan Lengkap KPK dan FPB, Apa Bedanya Ya?</a></strong></p>
12
<p><strong>Baca Juga:<a>Penjelasan Lengkap KPK dan FPB, Apa Bedanya Ya?</a></strong></p>
13
<h3>Aturan Tanda dalam Operasi Perkalian Bilangan Bulat</h3>
13
<h3>Aturan Tanda dalam Operasi Perkalian Bilangan Bulat</h3>
14
<p>Sebelum memahami sifat-sifat perkalian bilangan bulat, kita ingat dulu yuk, kalo:</p>
14
<p>Sebelum memahami sifat-sifat perkalian bilangan bulat, kita ingat dulu yuk, kalo:</p>
15
<ul><li><strong>Bilangan bulat positif</strong>adalah bilangan yang nilainya lebih dari nol (a > 0).</li>
15
<ul><li><strong>Bilangan bulat positif</strong>adalah bilangan yang nilainya lebih dari nol (a > 0).</li>
16
<li><strong>Bilangan bulat negatif</strong>adalah bilangan yang nilainya kurang dari nol (a < 0).</li>
16
<li><strong>Bilangan bulat negatif</strong>adalah bilangan yang nilainya kurang dari nol (a < 0).</li>
17
<li><strong>Bilangan nol (0)</strong>juga termasuk bilangan bulat.</li>
17
<li><strong>Bilangan nol (0)</strong>juga termasuk bilangan bulat.</li>
18
</ul><p>Artinya, kalo kedua bilangan punya<strong>tanda yang sama, hasilnya positif</strong>. Tapi, kalo kedua bilangan punya<strong>tanda berbeda, hasilnya negatif</strong>.</p>
18
</ul><p>Artinya, kalo kedua bilangan punya<strong>tanda yang sama, hasilnya positif</strong>. Tapi, kalo kedua bilangan punya<strong>tanda berbeda, hasilnya negatif</strong>.</p>
19
<p>Contoh:</p>
19
<p>Contoh:</p>
20
<ul><li>5 × 3 = 15 (positif ketemu positif, hasilnya positif)</li>
20
<ul><li>5 × 3 = 15 (positif ketemu positif, hasilnya positif)</li>
21
<li>(-5) × (-3) = 15 (negatif ketemu negatif, hasilnya positif)</li>
21
<li>(-5) × (-3) = 15 (negatif ketemu negatif, hasilnya positif)</li>
22
<li>(-5) × 3 = -15 (negatif ketemu positif, hasilnya negatif)</li>
22
<li>(-5) × 3 = -15 (negatif ketemu positif, hasilnya negatif)</li>
23
<li>5 × (-3) = -15 (positif ketemu negatif, hasilnya negatif)</li>
23
<li>5 × (-3) = -15 (positif ketemu negatif, hasilnya negatif)</li>
24
</ul><h3>Sifat-Sifat Operasi Perkalian Bilangan Bulat</h3>
24
</ul><h3>Sifat-Sifat Operasi Perkalian Bilangan Bulat</h3>
25
<p>Paham sampai sini? Kita lanjut ya…</p>
25
<p>Paham sampai sini? Kita lanjut ya…</p>
26
<p>Operasi perkalian bilangan bulat itu punya sifat-sifat yang akan membantu kamu menghitung lebih cepat. Berikut sifat-sifat perkalian yang perlu kamu pahami:</p>
26
<p>Operasi perkalian bilangan bulat itu punya sifat-sifat yang akan membantu kamu menghitung lebih cepat. Berikut sifat-sifat perkalian yang perlu kamu pahami:</p>
27
<h4>1. Tertutup</h4>
27
<h4>1. Tertutup</h4>
28
<p>Artinya, kalau kita<strong>mengalikan dua bilangan bulat</strong>,<strong>hasilnya</strong>pasti tetap berupa<strong>bilangan bulat</strong>.</p>
28
<p>Artinya, kalau kita<strong>mengalikan dua bilangan bulat</strong>,<strong>hasilnya</strong>pasti tetap berupa<strong>bilangan bulat</strong>.</p>
29
<p>Contoh: 5 × (-2) = -10 (masih bilangan bulat)</p>
29
<p>Contoh: 5 × (-2) = -10 (masih bilangan bulat)</p>
30
<h4>2. Identitas</h4>
30
<h4>2. Identitas</h4>
31
<p>Dalam perkalian, angka 1 disebut unsur netral. Kenapa? Karena<strong>setiap bilangan bulat yang dikalikan dengan 1, hasilnya akan tetap bilangan itu sendiri</strong>.</p>
31
<p>Dalam perkalian, angka 1 disebut unsur netral. Kenapa? Karena<strong>setiap bilangan bulat yang dikalikan dengan 1, hasilnya akan tetap bilangan itu sendiri</strong>.</p>
32
<p>Contoh: (-7) × 1 = -7</p>
32
<p>Contoh: (-7) × 1 = -7</p>
33
<h4>3. Komutatif (Pertukaran)</h4>
33
<h4>3. Komutatif (Pertukaran)</h4>
34
<p>Dalam perkalian bilangan bulat,<strong>urutan faktor tidak mempengaruhi hasil</strong>. Jadi, jika bilangan pertama dan bilangan kedua ditukar posisinya, hasilnya akan tetap sama.</p>
34
<p>Dalam perkalian bilangan bulat,<strong>urutan faktor tidak mempengaruhi hasil</strong>. Jadi, jika bilangan pertama dan bilangan kedua ditukar posisinya, hasilnya akan tetap sama.</p>
35
<p>Contoh: 6 × (-3) hasilnya akan sama dengan (-3) × 6, yaitu -18.</p>
35
<p>Contoh: 6 × (-3) hasilnya akan sama dengan (-3) × 6, yaitu -18.</p>
36
<h4>4. Asosiatif (Pengelompokan)</h4>
36
<h4>4. Asosiatif (Pengelompokan)</h4>
37
<p>Kalau ada lebih dari dua bilangan bulat yang dikalikan,<strong>urutan pengelompokan bilangan</strong>juga<strong>tidak akan mempengaruhi hasil</strong>. Jadi, kamu bisa mengelompokkan bilangan dengan tanda kurung dalam urutan apapun, dan hasilnya akan tetap sama.</p>
37
<p>Kalau ada lebih dari dua bilangan bulat yang dikalikan,<strong>urutan pengelompokan bilangan</strong>juga<strong>tidak akan mempengaruhi hasil</strong>. Jadi, kamu bisa mengelompokkan bilangan dengan tanda kurung dalam urutan apapun, dan hasilnya akan tetap sama.</p>
38
<p>Contoh: (2 × -4) × 3 hasilnya akan sama dengan 2 × (-4 × 3), yaitu -24.</p>
38
<p>Contoh: (2 × -4) × 3 hasilnya akan sama dengan 2 × (-4 × 3), yaitu -24.</p>
39
<p><strong>Baca Juga:<a>Cara Menyelesaikan Bentuk-Bentuk Aljabar</a></strong></p>
39
<p><strong>Baca Juga:<a>Cara Menyelesaikan Bentuk-Bentuk Aljabar</a></strong></p>
40
<h4>5. Distribusi Perkalian terhadap Penjumlahan</h4>
40
<h4>5. Distribusi Perkalian terhadap Penjumlahan</h4>
41
<p>Jadi, kalo ada bilangan bulat<strong>dikalikan dengan jumlah dari dua bilangan</strong>, kita bisa<strong>mengalikan bilangan itu ke masing-masing anggota penjumlahan</strong>, lalu<strong>menjumlahkan hasilnya</strong>.</p>
41
<p>Jadi, kalo ada bilangan bulat<strong>dikalikan dengan jumlah dari dua bilangan</strong>, kita bisa<strong>mengalikan bilangan itu ke masing-masing anggota penjumlahan</strong>, lalu<strong>menjumlahkan hasilnya</strong>.</p>
42
<p>Contoh: 2 × (3 + 5) = (2 × 3) + (2 × 5) = 6 + 10 = 14</p>
42
<p>Contoh: 2 × (3 + 5) = (2 × 3) + (2 × 5) = 6 + 10 = 14</p>
43
<h4>6. Perkalian dengan Nol</h4>
43
<h4>6. Perkalian dengan Nol</h4>
44
<p>Apapun bilangan bulatnya, kalau<strong>dikalikan dengan 0, hasilnya pasti 0</strong>. Sifat ini sangat mudah diingat karena berlaku untuk semua bilangan, baik bilangan positif maupun negatif.</p>
44
<p>Apapun bilangan bulatnya, kalau<strong>dikalikan dengan 0, hasilnya pasti 0</strong>. Sifat ini sangat mudah diingat karena berlaku untuk semua bilangan, baik bilangan positif maupun negatif.</p>
45
<p>Contoh: (-8) × 0 = 0</p>
45
<p>Contoh: (-8) × 0 = 0</p>
46
<h2>2. Operasi Pembagian Bilangan Bulat</h2>
46
<h2>2. Operasi Pembagian Bilangan Bulat</h2>
47
<p>Invers, atau lawan dari operasi perkalian adalah operasi pembagian. Jadi, pembagian bisa disebut sebagai “kebalikan” dari perkalian.</p>
47
<p>Invers, atau lawan dari operasi perkalian adalah operasi pembagian. Jadi, pembagian bisa disebut sebagai “kebalikan” dari perkalian.</p>
48
<p>Operasi pembagian biasanya disimbolkan dengan<strong>tanda titik dua (÷ atau 🙂 atau tanda garis miring (/)</strong>. Nah, kalau perkalian adalah penjumlahan berulang, maka pembagian bisa kita pahami sebagai<strong>pengurangan berulang sampai habis</strong>.</p>
48
<p>Operasi pembagian biasanya disimbolkan dengan<strong>tanda titik dua (÷ atau 🙂 atau tanda garis miring (/)</strong>. Nah, kalau perkalian adalah penjumlahan berulang, maka pembagian bisa kita pahami sebagai<strong>pengurangan berulang sampai habis</strong>.</p>
49
<p>Contoh:</p>
49
<p>Contoh:</p>
50
<p>12 ÷ 3 = 4, karena 12 bisa dikurangi dengan 3 sebanyak 4 kali hingga habis, atau:</p>
50
<p>12 ÷ 3 = 4, karena 12 bisa dikurangi dengan 3 sebanyak 4 kali hingga habis, atau:</p>
51
<p>12 - 3 - 3 - 3 - 3 = 0</p>
51
<p>12 - 3 - 3 - 3 - 3 = 0</p>
52
<h3>Syarat Operasi Pembagian Bilangan Bulat</h3>
52
<h3>Syarat Operasi Pembagian Bilangan Bulat</h3>
53
<p>Nah, ada satu aturan yang sangat penting dalam menyelesaikan operasi pembagian. Jika sebuah bilangan bulat a dibagi dengan bilangan bulat b, maka<strong>b tidak boleh nol (b ≠ 0)</strong>.</p>
53
<p>Nah, ada satu aturan yang sangat penting dalam menyelesaikan operasi pembagian. Jika sebuah bilangan bulat a dibagi dengan bilangan bulat b, maka<strong>b tidak boleh nol (b ≠ 0)</strong>.</p>
54
<p>Kenapa? Karena kalau<strong>b = 0, hasilnya akan tidak terdefinisi</strong>. Artinya, pembagian dengan nol tidak punya jawaban yang sah secara matematika.</p>
54
<p>Kenapa? Karena kalau<strong>b = 0, hasilnya akan tidak terdefinisi</strong>. Artinya, pembagian dengan nol tidak punya jawaban yang sah secara matematika.</p>
55
<p>Contoh:</p>
55
<p>Contoh:</p>
56
<p>10 ÷ 2 = 5</p>
56
<p>10 ÷ 2 = 5</p>
57
<p>10 ÷ 0 = tidak terdefinisi nilainya</p>
57
<p>10 ÷ 0 = tidak terdefinisi nilainya</p>
58
<p><strong>Baca Juga:<a>Aturan Penulisan Bentuk Baku Bilangan Matematika</a></strong></p>
58
<p><strong>Baca Juga:<a>Aturan Penulisan Bentuk Baku Bilangan Matematika</a></strong></p>
59
<h3>Aturan Tanda dalam Operasi Pembagian Bilangan Bulat</h3>
59
<h3>Aturan Tanda dalam Operasi Pembagian Bilangan Bulat</h3>
60
<p>Aturannya mirip dengan perkalian, kalo kedua bilangan punya<strong>tanda yang sama, hasilnya positif</strong>. Tapi, kalo kedua bilangan punya<strong>tanda berbeda, hasilnya negatif</strong>.</p>
60
<p>Aturannya mirip dengan perkalian, kalo kedua bilangan punya<strong>tanda yang sama, hasilnya positif</strong>. Tapi, kalo kedua bilangan punya<strong>tanda berbeda, hasilnya negatif</strong>.</p>
61
<p>Contoh:</p>
61
<p>Contoh:</p>
62
<ul><li>12 ÷ 3 = 4 (positif ketemu positif, hasilnya positif)</li>
62
<ul><li>12 ÷ 3 = 4 (positif ketemu positif, hasilnya positif)</li>
63
<li>(-12) ÷ (-3) = 4 (negatif ketemu negatif, hasilnya positif)</li>
63
<li>(-12) ÷ (-3) = 4 (negatif ketemu negatif, hasilnya positif)</li>
64
<li>12 ÷ (-3) = -4 (positif ketemu negatif, hasilnya negatif)</li>
64
<li>12 ÷ (-3) = -4 (positif ketemu negatif, hasilnya negatif)</li>
65
<li>(-12) ÷ 3 = -4 (negatif ketemu positif, hasilnya negatif)</li>
65
<li>(-12) ÷ 3 = -4 (negatif ketemu positif, hasilnya negatif)</li>
66
</ul><h3>Sifat-Sifat Operasi Pembagian Bilangan Bulat</h3>
66
</ul><h3>Sifat-Sifat Operasi Pembagian Bilangan Bulat</h3>
67
<p>Operasi pembagian juga punya aturan dan sifat yang berbeda. Supaya kamu nggak salah langkah, yuk kita bahas satu per satu sifat-sifat pembagian bilangan bulat:</p>
67
<p>Operasi pembagian juga punya aturan dan sifat yang berbeda. Supaya kamu nggak salah langkah, yuk kita bahas satu per satu sifat-sifat pembagian bilangan bulat:</p>
68
<h4>1. Tidak Bersifat Komutatif</h4>
68
<h4>1. Tidak Bersifat Komutatif</h4>
69
<p>Kalau pada perkalian, kita bisa menukar posisi bilangan tanpa mengubah hasil (misalnya 3 × 4 = 4 × 3), hal itu tidak berlaku dalam pembagian. Pada pembagian,<strong>posisi bilangan sangat menentukan hasil akhirnya</strong>.</p>
69
<p>Kalau pada perkalian, kita bisa menukar posisi bilangan tanpa mengubah hasil (misalnya 3 × 4 = 4 × 3), hal itu tidak berlaku dalam pembagian. Pada pembagian,<strong>posisi bilangan sangat menentukan hasil akhirnya</strong>.</p>
70
<p>Contoh: 12 ÷ 3 = 4</p>
70
<p>Contoh: 12 ÷ 3 = 4</p>
71
<p>Tapi, kalau dibalik, hasilnya menjadi 3 ÷ 12 = 0,25.</p>
71
<p>Tapi, kalau dibalik, hasilnya menjadi 3 ÷ 12 = 0,25.</p>
72
<h4>2. Tidak Bersifat Asosiatif</h4>
72
<h4>2. Tidak Bersifat Asosiatif</h4>
73
<p>Dalam perkalian, kita juga bebas mengelompokkan bilangan tanpa mengubah hasil (misalnya (2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4)). Tapi dalam pembagian,<strong>cara mengelompokkan bilangan tetap mempengaruhi hasil akhir</strong>.</p>
73
<p>Dalam perkalian, kita juga bebas mengelompokkan bilangan tanpa mengubah hasil (misalnya (2 × 3) × 4 = 2 × (3 × 4)). Tapi dalam pembagian,<strong>cara mengelompokkan bilangan tetap mempengaruhi hasil akhir</strong>.</p>
74
<p>Contoh:</p>
74
<p>Contoh:</p>
75
<p>(12 ÷ 6) ÷ 2 = 2 ÷ 2 = 1.</p>
75
<p>(12 ÷ 6) ÷ 2 = 2 ÷ 2 = 1.</p>
76
<p>Tetapi jika dikelompokkan, hasilnya akan berbeda, yaitu: 12 ÷ (6 ÷ 2) = 12 ÷ 3 = 4.</p>
76
<p>Tetapi jika dikelompokkan, hasilnya akan berbeda, yaitu: 12 ÷ (6 ÷ 2) = 12 ÷ 3 = 4.</p>
77
<h4>3. Identitas</h4>
77
<h4>3. Identitas</h4>
78
<p>Dalam operasi pembagian,<strong>angka 1 juga menjadi unsur identitas</strong>karena membagi bilangan berapapun dengan 1 akan menghasilkan bilangan itu sendiri.</p>
78
<p>Dalam operasi pembagian,<strong>angka 1 juga menjadi unsur identitas</strong>karena membagi bilangan berapapun dengan 1 akan menghasilkan bilangan itu sendiri.</p>
79
<p>Contoh: (-9) ÷ 1 = -9</p>
79
<p>Contoh: (-9) ÷ 1 = -9</p>
80
<h4>4. Pembagian dengan Diri Sendiri, Hasilnya 1</h4>
80
<h4>4. Pembagian dengan Diri Sendiri, Hasilnya 1</h4>
81
<p>Setiap bilangan bulat,<strong>jika dibagi dengan dirinya sendiri, hasilnya selalu 1</strong>. Namun, hati-hati! Kalau 0 ÷ 0, hasilnya tidak terdefinisi, sehingga aturan ini<strong>tidak berlaku untuk nol</strong>.</p>
81
<p>Setiap bilangan bulat,<strong>jika dibagi dengan dirinya sendiri, hasilnya selalu 1</strong>. Namun, hati-hati! Kalau 0 ÷ 0, hasilnya tidak terdefinisi, sehingga aturan ini<strong>tidak berlaku untuk nol</strong>.</p>
82
<p>Contoh: 15 ÷ 15 = 1.</p>
82
<p>Contoh: 15 ÷ 15 = 1.</p>
83
<h4>5. Hubungan dengan Perkalian</h4>
83
<h4>5. Hubungan dengan Perkalian</h4>
84
<p>Pembagian bisa dianggap sebagai kebalikan dari perkalian. Artinya, kalau kamu<strong>tahu hasil perkalian</strong>, maka kamu<strong>bisa menemukan hasil pembagian</strong>.</p>
84
<p>Pembagian bisa dianggap sebagai kebalikan dari perkalian. Artinya, kalau kamu<strong>tahu hasil perkalian</strong>, maka kamu<strong>bisa menemukan hasil pembagian</strong>.</p>
85
<p>Contoh: 20 ÷ 4 = 5, karena kita tahu 4 × 5 = 20.</p>
85
<p>Contoh: 20 ÷ 4 = 5, karena kita tahu 4 × 5 = 20.</p>
86
<p>Dengan kata lain, pembagian adalah cara mencari bilangan yang dikalikan untuk mendapatkan hasil tertentu.</p>
86
<p>Dengan kata lain, pembagian adalah cara mencari bilangan yang dikalikan untuk mendapatkan hasil tertentu.</p>
87
<p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Bilangan Rasional dan Irasional</a></strong></p>
87
<p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Bilangan Rasional dan Irasional</a></strong></p>
88
<h2>Contoh Soal dan Pembahasan</h2>
88
<h2>Contoh Soal dan Pembahasan</h2>
89
<p>1. Harga 1 kodi kain adalah Rp300.000, berapa harga 5 helai kain yang sama?</p>
89
<p>1. Harga 1 kodi kain adalah Rp300.000, berapa harga 5 helai kain yang sama?</p>
90
<ol><li>Rp60.000</li>
90
<ol><li>Rp60.000</li>
91
<li>Rp65.000</li>
91
<li>Rp65.000</li>
92
<li>Rp70.000</li>
92
<li>Rp70.000</li>
93
<li>Rp75.000</li>
93
<li>Rp75.000</li>
94
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
94
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
95
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
95
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
96
<p>Untuk menjawab soal di atas, pertama-tama, kita cari tau dulu harga satu helai kainnya.</p>
96
<p>Untuk menjawab soal di atas, pertama-tama, kita cari tau dulu harga satu helai kainnya.</p>
97
<p>1 kodi kain = 20 helai kain</p>
97
<p>1 kodi kain = 20 helai kain</p>
98
<p>Maka, harga 1 helai kain = Rp 300.000 ÷ 20 = Rp15.000,00</p>
98
<p>Maka, harga 1 helai kain = Rp 300.000 ÷ 20 = Rp15.000,00</p>
99
<p>Harga 5 helai kain = Harga 1 helai kain × 5</p>
99
<p>Harga 5 helai kain = Harga 1 helai kain × 5</p>
100
<p>Harga 5 helai kain = Rp15.000 × 5</p>
100
<p>Harga 5 helai kain = Rp15.000 × 5</p>
101
<p>Harga 5 helai kain = Rp75.000</p>
101
<p>Harga 5 helai kain = Rp75.000</p>
102
<p>Jadi, harga 5 helai kain adalah Rp75.000. Jawaban yang tepat yaitu D.</p>
102
<p>Jadi, harga 5 helai kain adalah Rp75.000. Jawaban yang tepat yaitu D.</p>
103
<p>2. Seorang pemborong dapat menyelesaikan bangunan pos keamanan selama 20 hari dengan total pekerja sebanyak 9 orang. Agar pekerjaan itu selesai dalam waktu 15 hari, berapa tambahan pekerja yang dibutuhkan?</p>
103
<p>2. Seorang pemborong dapat menyelesaikan bangunan pos keamanan selama 20 hari dengan total pekerja sebanyak 9 orang. Agar pekerjaan itu selesai dalam waktu 15 hari, berapa tambahan pekerja yang dibutuhkan?</p>
104
<ol><li>12 orang</li>
104
<ol><li>12 orang</li>
105
<li>6 orang</li>
105
<li>6 orang</li>
106
<li>5 orang</li>
106
<li>5 orang</li>
107
<li>3 orang</li>
107
<li>3 orang</li>
108
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
108
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
109
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
109
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
110
<p>Diketahui:</p>
110
<p>Diketahui:</p>
111
<ul><li>Jumlah pekerja awal = 9 orang</li>
111
<ul><li>Jumlah pekerja awal = 9 orang</li>
112
<li>Lama kerja awal = 20 hari</li>
112
<li>Lama kerja awal = 20 hari</li>
113
<li>Lama kerja baru = 15 hari</li>
113
<li>Lama kerja baru = 15 hari</li>
114
<li>Jumlah pekerja baru = ?</li>
114
<li>Jumlah pekerja baru = ?</li>
115
</ul><p>Nah, kalo kamu menemukan tipe soal ini, kamu dapat menyelesaikannya menggunakan<strong><a>konsep perbandingan</a></strong>. Kamu juga perlu paham bahwa, ‘jika jumlah hari diperkecil, maka jumlah pekerja harus diperbesar, begitu juga sebaliknya’.</p>
115
</ul><p>Nah, kalo kamu menemukan tipe soal ini, kamu dapat menyelesaikannya menggunakan<strong><a>konsep perbandingan</a></strong>. Kamu juga perlu paham bahwa, ‘jika jumlah hari diperkecil, maka jumlah pekerja harus diperbesar, begitu juga sebaliknya’.</p>
116
<p>Sehingga,</p>
116
<p>Sehingga,</p>
117
<p>Jadi, tambahan pekerja yang diperlukan adalah 12 - 9 = 3 orang. Jawaban yang tepat yakni D.</p>
117
<p>Jadi, tambahan pekerja yang diperlukan adalah 12 - 9 = 3 orang. Jawaban yang tepat yakni D.</p>
118
<p>-</p>
118
<p>-</p>
119
<p>Itulah pembahasan mengenai operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat. Bagaimana? Apakah menurutmu pembahasan di atas sudah jelas?</p>
119
<p>Itulah pembahasan mengenai operasi perkalian dan pembagian bilangan bulat. Bagaimana? Apakah menurutmu pembahasan di atas sudah jelas?</p>
120
<p>Kalo kamu masih ingin belajar lebih banyak lagi? Boleh<em>banget!</em> <em>Yuk</em>, cobain download dan belajar bareng <em>Master Teacher</em> di ruangbelajar! Ada fitur konsep kilat yang bisa membantu kamu mempelajari ringkasan, dan juga video Adapto yang bisa menyesuaikan kemampuanmu menerima materi! Ayo, gabung belajar di <strong><a>ruangbelajar</a></strong>, <em>yuk!</em></p>
120
<p>Kalo kamu masih ingin belajar lebih banyak lagi? Boleh<em>banget!</em> <em>Yuk</em>, cobain download dan belajar bareng <em>Master Teacher</em> di ruangbelajar! Ada fitur konsep kilat yang bisa membantu kamu mempelajari ringkasan, dan juga video Adapto yang bisa menyesuaikan kemampuanmu menerima materi! Ayo, gabung belajar di <strong><a>ruangbelajar</a></strong>, <em>yuk!</em></p>
121
<p><strong>Referensi:</strong></p>
121
<p><strong>Referensi:</strong></p>
122
<p>As’ari A.R, Tohir M, Valentino E, Imron Z, Taufiq I. (2017) Matematika SMP/MTs Kelas VII Semester I. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.</p>
122
<p>As’ari A.R, Tohir M, Valentino E, Imron Z, Taufiq I. (2017) Matematika SMP/MTs Kelas VII Semester I. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud.</p>
123
123