0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Ini dia beragam contoh puisi rakyat yang terdiri atas pantun, gurindam, dan syair. Yuk, merapat dan baca<a>artikel Bahasa Indonesia kelas 7</a>ini sampai habis, ya!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Ini dia beragam contoh puisi rakyat yang terdiri atas pantun, gurindam, dan syair. Yuk, merapat dan baca<a>artikel Bahasa Indonesia kelas 7</a>ini sampai habis, ya!</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
3
<p>Siapa yang suka berpantun seperti karakter Jarjit di animasi Upin Ipin? Biasanya, kamu suka berbalas pantun dengan teman, keluarga, atau abang ojol waktu pesan-antar makanan? Kayak contoh di bawah ini, nih!</p>
3
<p>Siapa yang suka berpantun seperti karakter Jarjit di animasi Upin Ipin? Biasanya, kamu suka berbalas pantun dengan teman, keluarga, atau abang ojol waktu pesan-antar makanan? Kayak contoh di bawah ini, nih!</p>
4
<p><em>Chakeeeppp (Sumber: idntimes.com)</em></p>
4
<p><em>Chakeeeppp (Sumber: idntimes.com)</em></p>
5
<p>Seru banget, ya, abang ojolnya! Kamu pernah nggak, berbalas pantun sama abang ojol?<em>Btw</em>, ngomongin soal pantun, ternyata pantun itu merupakan salah satu contoh dari puisi rakyat, lho! Apa itu puisi rakyat? Yuk, simak penjelasannya!</p>
5
<p>Seru banget, ya, abang ojolnya! Kamu pernah nggak, berbalas pantun sama abang ojol?<em>Btw</em>, ngomongin soal pantun, ternyata pantun itu merupakan salah satu contoh dari puisi rakyat, lho! Apa itu puisi rakyat? Yuk, simak penjelasannya!</p>
6
<h2>Pengertian Puisi Rakyat</h2>
6
<h2>Pengertian Puisi Rakyat</h2>
7
<p><strong>Puisi rakyat adalah warisan bangsa berbentuk pantun, gurindam, dan syair yang memiliki nilai-nilai baik, seperti nilai moral, agama, dan budi pekerti</strong>. Puisi ini merupakan puisi yang berasal dari rakyat atau masyarakat biasa, bukan dari kalangan sastrawan atau penulis terkenal.</p>
7
<p><strong>Puisi rakyat adalah warisan bangsa berbentuk pantun, gurindam, dan syair yang memiliki nilai-nilai baik, seperti nilai moral, agama, dan budi pekerti</strong>. Puisi ini merupakan puisi yang berasal dari rakyat atau masyarakat biasa, bukan dari kalangan sastrawan atau penulis terkenal.</p>
8
<p>Berbeda dengan puisi modern, puisi rakyat merupakan<a>puisi lama</a>yang<strong>disampaikan secara lisan dari mulut ke mulut</strong>dan diwariskan secara turun-temurun antar generasi, sehingga seringkali<strong>tidak diketahui penulis atau pengarangnya</strong>.</p>
8
<p>Berbeda dengan puisi modern, puisi rakyat merupakan<a>puisi lama</a>yang<strong>disampaikan secara lisan dari mulut ke mulut</strong>dan diwariskan secara turun-temurun antar generasi, sehingga seringkali<strong>tidak diketahui penulis atau pengarangnya</strong>.</p>
9
<p>Selain itu, puisi rakyat juga cenderung<strong>lebih kaku</strong>dan tidak sebebas puisi modern karena adanya<strong>aturan-aturan yang harus diikuti</strong>, seperti jumlah kata dalam tiap baris, jumlah baris dalam tiap bait, serta adanya rima.</p>
9
<p>Selain itu, puisi rakyat juga cenderung<strong>lebih kaku</strong>dan tidak sebebas puisi modern karena adanya<strong>aturan-aturan yang harus diikuti</strong>, seperti jumlah kata dalam tiap baris, jumlah baris dalam tiap bait, serta adanya rima.</p>
10
<p>Umumnya, tema yang dibicarakan dalam puisi rakyat adalah mengenai kehidupan sehari-hari, tradisi dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun, kepercayaan, serta keindahan alam. Puisi rakyat juga seringkali mencerminkan nilai-nilai, pemikiran, dan perasaan masyarakat dalam bentuk bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.</p>
10
<p>Umumnya, tema yang dibicarakan dalam puisi rakyat adalah mengenai kehidupan sehari-hari, tradisi dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun, kepercayaan, serta keindahan alam. Puisi rakyat juga seringkali mencerminkan nilai-nilai, pemikiran, dan perasaan masyarakat dalam bentuk bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.</p>
11
<p>Puisi rakyat biasanya dilantunkan secara lisan atau dinyanyikan dalam acara-acara tertentu, seperti upacara adat, acara kesenian, dan acara perayaan keagamaan. Puisi rakyat dapat berupa pantun, gurindam, atau syair. Makna yang terkandung dalam puisi rakyat, biasanya mengandung nilai-nilai positif yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.</p>
11
<p>Puisi rakyat biasanya dilantunkan secara lisan atau dinyanyikan dalam acara-acara tertentu, seperti upacara adat, acara kesenian, dan acara perayaan keagamaan. Puisi rakyat dapat berupa pantun, gurindam, atau syair. Makna yang terkandung dalam puisi rakyat, biasanya mengandung nilai-nilai positif yang dapat dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.</p>
12
<p><strong>Baca Juga:<a>Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur & Contohnya</a></strong></p>
12
<p><strong>Baca Juga:<a>Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri, Jenis, Struktur & Contohnya</a></strong></p>
13
<h2>Ciri-Ciri Puisi Rakyat</h2>
13
<h2>Ciri-Ciri Puisi Rakyat</h2>
14
<p>Meskipun puisi rakyat terdiri atas beberapa jenis, namun ada beberapa ciri yang sama antara satu jenis puisi rakyat dengan jenis lainnya. Ciri-ciri puisi rakyat antara lain:</p>
14
<p>Meskipun puisi rakyat terdiri atas beberapa jenis, namun ada beberapa ciri yang sama antara satu jenis puisi rakyat dengan jenis lainnya. Ciri-ciri puisi rakyat antara lain:</p>
15
<ul><li>Memiliki bentuk yang tetap</li>
15
<ul><li>Memiliki bentuk yang tetap</li>
16
<li>Memiliki jumlah baris tertentu per bait</li>
16
<li>Memiliki jumlah baris tertentu per bait</li>
17
<li>Memiliki jumlah kata tertentu per baris</li>
17
<li>Memiliki jumlah kata tertentu per baris</li>
18
<li>Memiliki rima pada akhir bait</li>
18
<li>Memiliki rima pada akhir bait</li>
19
</ul><h2>Jenis-Jenis Puisi Rakyat</h2>
19
</ul><h2>Jenis-Jenis Puisi Rakyat</h2>
20
<p>Puisi rakyat terdiri atas tiga jenis, yakni<strong>pantun</strong>,<strong>gurindam</strong>, dan<strong>syair</strong>. Masing-masing jenis memiliki ciri-ciri dan aturannya masing-masing. Untuk memahami lebih jauh, perhatikan penjelasan berikut, ya!</p>
20
<p>Puisi rakyat terdiri atas tiga jenis, yakni<strong>pantun</strong>,<strong>gurindam</strong>, dan<strong>syair</strong>. Masing-masing jenis memiliki ciri-ciri dan aturannya masing-masing. Untuk memahami lebih jauh, perhatikan penjelasan berikut, ya!</p>
21
<h3>1. Pantun</h3>
21
<h3>1. Pantun</h3>
22
<p>Jenis puisi rakyat yang pertama yaitu pantun.<strong>Pantun adalah</strong>puisi rakyat yang bertujuan untuk menyampaikan perasaan, saran, larangan, nasihat, kasih sayang, ajaran budi pekerti, moral, serta kritik sosial.</p>
22
<p>Jenis puisi rakyat yang pertama yaitu pantun.<strong>Pantun adalah</strong>puisi rakyat yang bertujuan untuk menyampaikan perasaan, saran, larangan, nasihat, kasih sayang, ajaran budi pekerti, moral, serta kritik sosial.</p>
23
<p><strong>Ciri-ciri pantun,</strong>yaitu:</p>
23
<p><strong>Ciri-ciri pantun,</strong>yaitu:</p>
24
<ul><li>Terdiri atas empat baris dalam satu bait.</li>
24
<ul><li>Terdiri atas empat baris dalam satu bait.</li>
25
<li>Setiap bait memuat dua baris sampiran dan dua baris isi.</li>
25
<li>Setiap bait memuat dua baris sampiran dan dua baris isi.</li>
26
<li>Baris sampiran pada pantun terdapat pada bait pertama dan kedua, kemudian isi pantun berada pada bait ketiga dan keempat.</li>
26
<li>Baris sampiran pada pantun terdapat pada bait pertama dan kedua, kemudian isi pantun berada pada bait ketiga dan keempat.</li>
27
<li>Bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a.</li>
27
<li>Bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a.</li>
28
<li>Mengandung 8-12 suku kata per barisnya.</li>
28
<li>Mengandung 8-12 suku kata per barisnya.</li>
29
</ul><h3>2. Gurindam</h3>
29
</ul><h3>2. Gurindam</h3>
30
<p><strong>Gurindam adalah</strong>puisi rakyat dari India yang kemudian juga berkembang menjadi puisi lama Melayu. Gurindam berisikan moral dan pesan agama yang dipadukan dengan sajak dan peribahasa.</p>
30
<p><strong>Gurindam adalah</strong>puisi rakyat dari India yang kemudian juga berkembang menjadi puisi lama Melayu. Gurindam berisikan moral dan pesan agama yang dipadukan dengan sajak dan peribahasa.</p>
31
<p>Baca Juga:<a>Pengertian dan Ciri-Ciri Gurindam</a></p>
31
<p>Baca Juga:<a>Pengertian dan Ciri-Ciri Gurindam</a></p>
32
<p><strong>Ciri-ciri gurindam,</strong>yaitu:</p>
32
<p><strong>Ciri-ciri gurindam,</strong>yaitu:</p>
33
<ul><li>Satu bait terdiri atas dua baris.</li>
33
<ul><li>Satu bait terdiri atas dua baris.</li>
34
<li>Satu baris memiliki 10-14 suku kata.</li>
34
<li>Satu baris memiliki 10-14 suku kata.</li>
35
<li>Bersajak sama, yaitu a-a, b-b, c-c, d-d, dan seterusnya.</li>
35
<li>Bersajak sama, yaitu a-a, b-b, c-c, d-d, dan seterusnya.</li>
36
<li>Baris pertama berisi persoalan, baris kedua berisi jawaban.</li>
36
<li>Baris pertama berisi persoalan, baris kedua berisi jawaban.</li>
37
</ul><h3>3. Syair</h3>
37
</ul><h3>3. Syair</h3>
38
<p><strong>Syair adalah</strong>puisi rakyat yang berasal dari Persia (sekarang Iran). Syair masuk ke Nusantara bersamaan dengan datangnya Islam. Syair memiliki ciri utama yaitu bahasa yang digunakan merupakan Bahasa Melayu lama. Pada awalnya, syair mengacu pada tradisi sastra syair di negeri Arab, tapi seiring dengan perkembangannya, syair mengalami perkembangan dan dimodifikasi sehingga menjadi khas Melayu.</p>
38
<p><strong>Syair adalah</strong>puisi rakyat yang berasal dari Persia (sekarang Iran). Syair masuk ke Nusantara bersamaan dengan datangnya Islam. Syair memiliki ciri utama yaitu bahasa yang digunakan merupakan Bahasa Melayu lama. Pada awalnya, syair mengacu pada tradisi sastra syair di negeri Arab, tapi seiring dengan perkembangannya, syair mengalami perkembangan dan dimodifikasi sehingga menjadi khas Melayu.</p>
39
<p>Baca Juga:<a>Pengertian, Sejarah, dan Jenis-Jenis Syair</a></p>
39
<p>Baca Juga:<a>Pengertian, Sejarah, dan Jenis-Jenis Syair</a></p>
40
<p><strong>Ciri-ciri syair</strong>yaitu:</p>
40
<p><strong>Ciri-ciri syair</strong>yaitu:</p>
41
<ul><li>Setiap bait terdiri atas 4 baris.</li>
41
<ul><li>Setiap bait terdiri atas 4 baris.</li>
42
<li>Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata.</li>
42
<li>Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata.</li>
43
<li>Semua baris merupakan isi, jadi tidak ada sampiran seperti pada pantun.</li>
43
<li>Semua baris merupakan isi, jadi tidak ada sampiran seperti pada pantun.</li>
44
<li>Bersajak a-a-a-a.</li>
44
<li>Bersajak a-a-a-a.</li>
45
</ul><p>Berikut adalah beberapa contoh puisi rakyat singkat yang dikategorikan berdasarkan jenisnya:</p>
45
</ul><p>Berikut adalah beberapa contoh puisi rakyat singkat yang dikategorikan berdasarkan jenisnya:</p>
46
<h3>Contoh Puisi Rakyat Pantun</h3>
46
<h3>Contoh Puisi Rakyat Pantun</h3>
47
<p>Contoh puisi rakyat pantun terdiri atas beberapa tema, mulai dari pantun<strong>nasihat</strong>,<strong>jenaka</strong>,<strong>teka-teki</strong>,<strong>kiasan</strong>, dan<strong>agama</strong>. Berikut contoh pantun sesuai jenis temanya untuk kamu.</p>
47
<p>Contoh puisi rakyat pantun terdiri atas beberapa tema, mulai dari pantun<strong>nasihat</strong>,<strong>jenaka</strong>,<strong>teka-teki</strong>,<strong>kiasan</strong>, dan<strong>agama</strong>. Berikut contoh pantun sesuai jenis temanya untuk kamu.</p>
48
<h4>Contoh Pantun Nasihat</h4>
48
<h4>Contoh Pantun Nasihat</h4>
49
<p>1.</p>
49
<p>1.</p>
50
<p>Minum cincau di siang bolong Rasa cincaunya segar sekali Jangan pernah menjadi orang sombong Agar jauh dari penyakit hati</p>
50
<p>Minum cincau di siang bolong Rasa cincaunya segar sekali Jangan pernah menjadi orang sombong Agar jauh dari penyakit hati</p>
51
<p>2.</p>
51
<p>2.</p>
52
<p>Terbang rendah burung peragam Dari huma terbang ke hutan Budaya daerah beraneka ragam Mari bersama kita lestarikan</p>
52
<p>Terbang rendah burung peragam Dari huma terbang ke hutan Budaya daerah beraneka ragam Mari bersama kita lestarikan</p>
53
<p>3.</p>
53
<p>3.</p>
54
<p>Jalan-jalan ke kota Blitar Jangan lupa beli semangka Rajin belajar janganlah gentar Agar cita mudah diraih jua</p>
54
<p>Jalan-jalan ke kota Blitar Jangan lupa beli semangka Rajin belajar janganlah gentar Agar cita mudah diraih jua</p>
55
<p>4.</p>
55
<p>4.</p>
56
<p>Burung merpati terbang tinggi Hinggap sebentar di atas dahan Jangan iri pada yang lebih Syukuri hidup penuh keikhlasan</p>
56
<p>Burung merpati terbang tinggi Hinggap sebentar di atas dahan Jangan iri pada yang lebih Syukuri hidup penuh keikhlasan</p>
57
<p>5.</p>
57
<p>5.</p>
58
<p>Pagi hari minum jamu Agar tubuh tetap kuat Hormati orang yang lebih dulu Itulah tanda hati yang sehat</p>
58
<p>Pagi hari minum jamu Agar tubuh tetap kuat Hormati orang yang lebih dulu Itulah tanda hati yang sehat</p>
59
<h4>Contoh Pantun Jenaka</h4>
59
<h4>Contoh Pantun Jenaka</h4>
60
<p>6.</p>
60
<p>6.</p>
61
<p>Adik Nia memetik tomat Tomat merah dibelah dua Kakek cerita terlalu semangat Gigi palsunya copot semua</p>
61
<p>Adik Nia memetik tomat Tomat merah dibelah dua Kakek cerita terlalu semangat Gigi palsunya copot semua</p>
62
<p>7.</p>
62
<p>7.</p>
63
<p>Pagi-pagi mancing ikan Dapatnya banyak hati pun senang Badan kurus sedikit makan Terkena angin langsung terbang</p>
63
<p>Pagi-pagi mancing ikan Dapatnya banyak hati pun senang Badan kurus sedikit makan Terkena angin langsung terbang</p>
64
<p>8.</p>
64
<p>8.</p>
65
<p>Naik sepeda ke kota lama Ban bocor ditambal pita Katanya sih jomblo bahagia Tapi statusnya “sedang menderita”</p>
65
<p>Naik sepeda ke kota lama Ban bocor ditambal pita Katanya sih jomblo bahagia Tapi statusnya “sedang menderita”</p>
66
<p>9.</p>
66
<p>9.</p>
67
<p>Pagi-pagi kejar angkot Bawa tas isinya mie instan Pas ditanya guru soal yang ribet Jawabnya malah, “Saya belum sarapan!”</p>
67
<p>Pagi-pagi kejar angkot Bawa tas isinya mie instan Pas ditanya guru soal yang ribet Jawabnya malah, “Saya belum sarapan!”</p>
68
<p>10.</p>
68
<p>10.</p>
69
<p>Pergi ke sekolah bawa bekal Isinya nasi sama kerupuk Niat belajar malah ngelamun total Mikirin tugas yang menumpuk</p>
69
<p>Pergi ke sekolah bawa bekal Isinya nasi sama kerupuk Niat belajar malah ngelamun total Mikirin tugas yang menumpuk</p>
70
<h4>Contoh Pantun Teka-Teki</h4>
70
<h4>Contoh Pantun Teka-Teki</h4>
71
<p>11.</p>
71
<p>11.</p>
72
<p>Siang-siang minum kelapa Tak lupa sambil makan pisang keju Punya ekor disimpan di kepala Hewan apakah itu?</p>
72
<p>Siang-siang minum kelapa Tak lupa sambil makan pisang keju Punya ekor disimpan di kepala Hewan apakah itu?</p>
73
<p>(Jawabannya: Gajah)</p>
73
<p>(Jawabannya: Gajah)</p>
74
<p>12.</p>
74
<p>12.</p>
75
<p>Kalau tuan bawa panci Pancinya diisi rebung Kalau tuan bijak sekali Apa binatang bertanduk di hidung?</p>
75
<p>Kalau tuan bawa panci Pancinya diisi rebung Kalau tuan bijak sekali Apa binatang bertanduk di hidung?</p>
76
<p>(Jawabannya: Badak)</p>
76
<p>(Jawabannya: Badak)</p>
77
<h4>Contoh Pantun Kiasan</h4>
77
<h4>Contoh Pantun Kiasan</h4>
78
<p>13.</p>
78
<p>13.</p>
79
<p>Melihat ikan di tepi kolam Pohon pinang jadi tambatan Air beriak tanda tak dalam Air tenang menghanyutkan</p>
79
<p>Melihat ikan di tepi kolam Pohon pinang jadi tambatan Air beriak tanda tak dalam Air tenang menghanyutkan</p>
80
<p>Makna: Orang yang ilmunya sedikit biasanya banyak bicara. Sedangkan orang yang banyak ilmunya lebih tenang</p>
80
<p>Makna: Orang yang ilmunya sedikit biasanya banyak bicara. Sedangkan orang yang banyak ilmunya lebih tenang</p>
81
<p>14.</p>
81
<p>14.</p>
82
<p>Daun lebar ditanam di pekarangan Disiramnya pakai air di gelas Tidak pernah lapuk oleh air hujan Tidak pernah habis terkena panas</p>
82
<p>Daun lebar ditanam di pekarangan Disiramnya pakai air di gelas Tidak pernah lapuk oleh air hujan Tidak pernah habis terkena panas</p>
83
<p>Makna: Jikalau seseorang telah berjasa kepada negaranya, pasti jasanya juga tidak akan terlupakan.</p>
83
<p>Makna: Jikalau seseorang telah berjasa kepada negaranya, pasti jasanya juga tidak akan terlupakan.</p>
84
<h4>Contoh Pantun Agama</h4>
84
<h4>Contoh Pantun Agama</h4>
85
<p>15.</p>
85
<p>15.</p>
86
<p>Kemumu di dalam semak Jatuh sehelai selarasnya Meski ilmu setinggi tegak Tidak sembahyang apa gunanya</p>
86
<p>Kemumu di dalam semak Jatuh sehelai selarasnya Meski ilmu setinggi tegak Tidak sembahyang apa gunanya</p>
87
<p>16.</p>
87
<p>16.</p>
88
<p>Terang bulan terang cahaya Cahaya memancar ke Tanjung Jati Jikalau hendak hidup bahagia Beribadahlah sebelum mati</p>
88
<p>Terang bulan terang cahaya Cahaya memancar ke Tanjung Jati Jikalau hendak hidup bahagia Beribadahlah sebelum mati</p>
89
<p>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Pantun Nasehat, Jenaka & Jenis-Jenis Lainnya</a></p>
89
<p>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Pantun Nasehat, Jenaka & Jenis-Jenis Lainnya</a></p>
90
<p>17.</p>
90
<p>17.</p>
91
<p>Mentari pagi bersinar cerah Burung berkicau di atas dahan Shalat lima waktu janganlah lengah Itulah kunci hidup penuh keberkahan</p>
91
<p>Mentari pagi bersinar cerah Burung berkicau di atas dahan Shalat lima waktu janganlah lengah Itulah kunci hidup penuh keberkahan</p>
92
<p>18.</p>
92
<p>18.</p>
93
<p>Pergi ke masjid hari Jum’at Bawa sajadah dan juga peci Berbuat baik janganlah diperhambat Agar hidup selalu diberkahi</p>
93
<p>Pergi ke masjid hari Jum’at Bawa sajadah dan juga peci Berbuat baik janganlah diperhambat Agar hidup selalu diberkahi</p>
94
<p>19.</p>
94
<p>19.</p>
95
<p>Air mengalir di tengah sawah Anak kecil bermain gembira Ingat selalu perintah Allah Jauhi dosa, perbanyak pahala</p>
95
<p>Air mengalir di tengah sawah Anak kecil bermain gembira Ingat selalu perintah Allah Jauhi dosa, perbanyak pahala</p>
96
<h3>Contoh Puisi Rakyat Gurindam</h3>
96
<h3>Contoh Puisi Rakyat Gurindam</h3>
97
<p>Contoh puisi rakyat gurindam terdiri atas beberapa tema, seperti<strong>persahabatan</strong>,<strong>agama</strong>,<strong>nasihat</strong>,<strong>pendidikan</strong>, dan<strong>romansa (romantis)</strong>. Berikut contoh gurindam sesuai jenis temanya untuk kamu.</p>
97
<p>Contoh puisi rakyat gurindam terdiri atas beberapa tema, seperti<strong>persahabatan</strong>,<strong>agama</strong>,<strong>nasihat</strong>,<strong>pendidikan</strong>, dan<strong>romansa (romantis)</strong>. Berikut contoh gurindam sesuai jenis temanya untuk kamu.</p>
98
<h4>Contoh Gurindam Persahabatan</h4>
98
<h4>Contoh Gurindam Persahabatan</h4>
99
<p>20. Cari olehmu akan kawan, pilih segala orang yang setiawan. 21. Sebelum berbicara pikir dahulu, agar tidak melukai hati temanmu. 22. Baik-baik memilih kawan, salah-salah bisa jadi lawan. 23. Jika sahabat tulus dan setia, dalam susah pun tetap bersama. 24. Bersahabat janganlah pura-pura, niat yang baik itulah utama.</p>
99
<p>20. Cari olehmu akan kawan, pilih segala orang yang setiawan. 21. Sebelum berbicara pikir dahulu, agar tidak melukai hati temanmu. 22. Baik-baik memilih kawan, salah-salah bisa jadi lawan. 23. Jika sahabat tulus dan setia, dalam susah pun tetap bersama. 24. Bersahabat janganlah pura-pura, niat yang baik itulah utama.</p>
100
<h4>Contoh Gurindam Agama</h4>
100
<h4>Contoh Gurindam Agama</h4>
101
<p>25. Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang. 26. Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. 27. Barang siapa meninggalkan zakat, tiadalah hartanya beroleh berkat. 28. Barang siapa mengenal Tuhan, hatinya tenang, hidup pun aman. 29. Jika engkau rajin beribadah, dunia akhirat akan indah.</p>
101
<p>25. Barang siapa meninggalkan sembahyang, seperti rumah tiada bertiang. 26. Barang siapa tiada memegang agama, sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama. 27. Barang siapa meninggalkan zakat, tiadalah hartanya beroleh berkat. 28. Barang siapa mengenal Tuhan, hatinya tenang, hidup pun aman. 29. Jika engkau rajin beribadah, dunia akhirat akan indah.</p>
102
<h4>Contoh Gurindam Nasihat</h4>
102
<h4>Contoh Gurindam Nasihat</h4>
103
<p>30. Kalau bekerja terburu-buru, tentulah kerja banyak keliru 31. Apabila banyak mencela orang, itulah tanda diri kurang. 32. Apabila dengki sudah bertanah, datanglah daripadanya beberapa anak panah. 33. Jika ingin hidupmu selamat, jauhkan diri dari maksiat. 34. Hormati orang tua setiap saat, itulah tanda anak yang hebat.</p>
103
<p>30. Kalau bekerja terburu-buru, tentulah kerja banyak keliru 31. Apabila banyak mencela orang, itulah tanda diri kurang. 32. Apabila dengki sudah bertanah, datanglah daripadanya beberapa anak panah. 33. Jika ingin hidupmu selamat, jauhkan diri dari maksiat. 34. Hormati orang tua setiap saat, itulah tanda anak yang hebat.</p>
104
<h4>Contoh Gurindam Pendidikan</h4>
104
<h4>Contoh Gurindam Pendidikan</h4>
105
<p>35. Jika hendak mengenal orang berilmu, bertanya dan belajar tiadalah jemu. 36. Ilmu wajib diamalkan, agar ilmu tidak terlupakan. 37. Tidak ada yang tidak mungkin, asal kamu belajar rajin. 38. Ilmu itu pelita di malam gelap, jadi bekal hidup agar tak tersesat. 39. Belajar rajin sejak kecil, dewasa nanti jadi pribadi tangguh dan cerdik akal.</p>
105
<p>35. Jika hendak mengenal orang berilmu, bertanya dan belajar tiadalah jemu. 36. Ilmu wajib diamalkan, agar ilmu tidak terlupakan. 37. Tidak ada yang tidak mungkin, asal kamu belajar rajin. 38. Ilmu itu pelita di malam gelap, jadi bekal hidup agar tak tersesat. 39. Belajar rajin sejak kecil, dewasa nanti jadi pribadi tangguh dan cerdik akal.</p>
106
<h4>Contoh Gurindam Romansa (Romantis)</h4>
106
<h4>Contoh Gurindam Romansa (Romantis)</h4>
107
<p>40. Apabila hendak asmara bahagia, hilangkan egois di dada. 41. Jika hendak mencari cinta sejati, carilah dengan penuh hati-hati. 42. Cinta kekasih bersemi, jika setia akan abadi. 43. Jika cinta tumbuh di hati, jagalah setia sepanjang hari. 44. Cinta sejati tak hanya kata, tulus hadir dengan setia. 45. Bila kasih terpatri di jiwa, rindu pun datang tanpa diminta.</p>
107
<p>40. Apabila hendak asmara bahagia, hilangkan egois di dada. 41. Jika hendak mencari cinta sejati, carilah dengan penuh hati-hati. 42. Cinta kekasih bersemi, jika setia akan abadi. 43. Jika cinta tumbuh di hati, jagalah setia sepanjang hari. 44. Cinta sejati tak hanya kata, tulus hadir dengan setia. 45. Bila kasih terpatri di jiwa, rindu pun datang tanpa diminta.</p>
108
<h3>Contoh Puisi Rakyat Syair</h3>
108
<h3>Contoh Puisi Rakyat Syair</h3>
109
<p>Contoh puisi rakyat syair terdiri atas beberapa macam, yakni<strong>syair panji</strong>,<strong>syair romantis</strong>,<strong>syair kiasan</strong>,<strong>syair sejarah</strong>, dan<strong>syair agama</strong>. Berikut contoh syair sesuai jenisnya untuk kamu.</p>
109
<p>Contoh puisi rakyat syair terdiri atas beberapa macam, yakni<strong>syair panji</strong>,<strong>syair romantis</strong>,<strong>syair kiasan</strong>,<strong>syair sejarah</strong>, dan<strong>syair agama</strong>. Berikut contoh syair sesuai jenisnya untuk kamu.</p>
110
<h4>Contoh Syair Panji</h4>
110
<h4>Contoh Syair Panji</h4>
111
<p>Syair panji menceritakan tentang kehidupan di dalam istana, baik tentang orang-orang yang berasal dari sana, maupun tentang orang-orang yang berada di dalamnya. Contoh syair panji adalah<strong>Syair Ken Tambuhan</strong>.</p>
111
<p>Syair panji menceritakan tentang kehidupan di dalam istana, baik tentang orang-orang yang berasal dari sana, maupun tentang orang-orang yang berada di dalamnya. Contoh syair panji adalah<strong>Syair Ken Tambuhan</strong>.</p>
112
<p>Syair Ken Tambuhan bercerita tentang seorang puteri raja yang cantik, yang ditawan oleh raja Kuripan dan dikurung dalam taman larangan istana. Putera raja yang bernama Raden Mentri kebetulan bertemu dengan Ken Tambuhan dan jatuh cinta padanya. Ibunya yang takut puteranya akan kawin dengan orang tidak sederajat, kemudian mengupah seseorang untuk membunuh Ken Tambuhan. Sang kaki tangan menyeret Ken Tambuhan ke luar kota, membunuhnya, dan meletakkannya di atas getek untuk dihanyutkan di sungai. Raden Mentri yang menemukan jenazah Ken Tambuhan lalu bunuh diri. Para dewa yang mengetahui kisah ini merasa iba, dan menghidupkan mereka berdua.</p>
112
<p>Syair Ken Tambuhan bercerita tentang seorang puteri raja yang cantik, yang ditawan oleh raja Kuripan dan dikurung dalam taman larangan istana. Putera raja yang bernama Raden Mentri kebetulan bertemu dengan Ken Tambuhan dan jatuh cinta padanya. Ibunya yang takut puteranya akan kawin dengan orang tidak sederajat, kemudian mengupah seseorang untuk membunuh Ken Tambuhan. Sang kaki tangan menyeret Ken Tambuhan ke luar kota, membunuhnya, dan meletakkannya di atas getek untuk dihanyutkan di sungai. Raden Mentri yang menemukan jenazah Ken Tambuhan lalu bunuh diri. Para dewa yang mengetahui kisah ini merasa iba, dan menghidupkan mereka berdua.</p>
113
<p>46. Berikut adalah<strong>cuplikan Syair Ken Tambuhan</strong>:</p>
113
<p>46. Berikut adalah<strong>cuplikan Syair Ken Tambuhan</strong>:</p>
114
<p>Jika tuan menjadi air Kakang menjadi ikan di pasir Kata nin tiada kakanda mungkir Kasih kakang batin dan lahir</p>
114
<p>Jika tuan menjadi air Kakang menjadi ikan di pasir Kata nin tiada kakanda mungkir Kasih kakang batin dan lahir</p>
115
<p>Jika tuan menjadi bulan Kakang menjadi pungguk merawan Aria ningsun emas tempawan Janganlah bercerai apalah tuan</p>
115
<p>Jika tuan menjadi bulan Kakang menjadi pungguk merawan Aria ningsun emas tempawan Janganlah bercerai apalah tuan</p>
116
<p>Tuang laksana bunga kembang Kakanda menjadi seekor kumbang Tuanlah memberi kakanda bimbang Tiadalah kasihan tuan akan abang</p>
116
<p>Tuang laksana bunga kembang Kakanda menjadi seekor kumbang Tuanlah memberi kakanda bimbang Tiadalah kasihan tuan akan abang</p>
117
<p>Jika tuan menjadi kayu rampak Kakanda menjadi seekor merak Tiadalah mau kakanda berjarak Seketika pun tiada dapat bergerak</p>
117
<p>Jika tuan menjadi kayu rampak Kakanda menjadi seekor merak Tiadalah mau kakanda berjarak Seketika pun tiada dapat bergerak</p>
118
<h4>Contoh Syair Romantis</h4>
118
<h4>Contoh Syair Romantis</h4>
119
<p>Sesuai namanya, syair romantis membahas tentang asmara atau percintaan. Biasanya, syair romantis terdapat pada cerita pelipur lara, hikayat, atau cerita rakyat. Contohnya yakni<strong>Syair Bidasari</strong>yang bercerita tentang Bidasari, seorang puteri raja yang sangat cantik.</p>
119
<p>Sesuai namanya, syair romantis membahas tentang asmara atau percintaan. Biasanya, syair romantis terdapat pada cerita pelipur lara, hikayat, atau cerita rakyat. Contohnya yakni<strong>Syair Bidasari</strong>yang bercerita tentang Bidasari, seorang puteri raja yang sangat cantik.</p>
120
<p>47. Berikut adalah<strong>cuplikan Syair Bidasari</strong>:</p>
120
<p>47. Berikut adalah<strong>cuplikan Syair Bidasari</strong>:</p>
121
<p>Tersebutlah perkataan Bidasari Setelah malam sudahlah hari Bangunlah ia seorang diri Makan dan minum barang yang digemari</p>
121
<p>Tersebutlah perkataan Bidasari Setelah malam sudahlah hari Bangunlah ia seorang diri Makan dan minum barang yang digemari</p>
122
<p>Pergilah mandi Siti Bangsawan Serta memakai bau-bauan Lalu masuk ke dalam peraduan Santap sirih di dalam puan</p>
122
<p>Pergilah mandi Siti Bangsawan Serta memakai bau-bauan Lalu masuk ke dalam peraduan Santap sirih di dalam puan</p>
123
<p>Bertemu sepah bekas dimakan Diambil Siti dicampakkan Dengan takutnya ia berfikirkan Siapakah ini yang membuatkan</p>
123
<p>Bertemu sepah bekas dimakan Diambil Siti dicampakkan Dengan takutnya ia berfikirkan Siapakah ini yang membuatkan</p>
124
<p>Jikalau manusia yang empunya Nescaya aku dicabulinya Jika ayahku datang adalah tandanya Bertambahlah makanan yang dibawanya</p>
124
<p>Jikalau manusia yang empunya Nescaya aku dicabulinya Jika ayahku datang adalah tandanya Bertambahlah makanan yang dibawanya</p>
125
<p>Dilihatnya Siti tempat tidurnya Tilam sedikit tersingkir alasnya Sirih di puan salah aturannya Bidasari masygul dengan takutnya</p>
125
<p>Dilihatnya Siti tempat tidurnya Tilam sedikit tersingkir alasnya Sirih di puan salah aturannya Bidasari masygul dengan takutnya</p>
126
<p>Ia pun duduk di atas geta Sangatlah gundah rasanya cita Seraya bertaburan air mata Manakah tempat ia hendak dikata</p>
126
<p>Ia pun duduk di atas geta Sangatlah gundah rasanya cita Seraya bertaburan air mata Manakah tempat ia hendak dikata</p>
127
<h4>Contoh Syair Kiasan</h4>
127
<h4>Contoh Syair Kiasan</h4>
128
<p>Syair kiasan bercerita tentang kisah cinta ikan, burung, bunga, atau buah-buahan. Disebut syair kiasan karena cerita yang ada dalam syair kiasan berisi tentang sindiran terhadap peristiwa tertentu.</p>
128
<p>Syair kiasan bercerita tentang kisah cinta ikan, burung, bunga, atau buah-buahan. Disebut syair kiasan karena cerita yang ada dalam syair kiasan berisi tentang sindiran terhadap peristiwa tertentu.</p>
129
<p>Contoh syair kiasan adalah<strong>Syair Burung Pungguk</strong>. Syair ini bercerita tentang kegagalan kisah cinta akibat perbedaan kedudukan atau derajat. Syair menceritakan seorang pria yang mencintai seorang gadis dengan derajat yang lebih tinggi, namun gadis tersebut menolaknya. Pria tersebut diibaratkan sebagai burung pungguk, sedangkan si gadis diibaratkan sebagai bulan. Karena cintanya ditolak, sang Pungguk hanya bisa menatap sang Bulan dari jauh.</p>
129
<p>Contoh syair kiasan adalah<strong>Syair Burung Pungguk</strong>. Syair ini bercerita tentang kegagalan kisah cinta akibat perbedaan kedudukan atau derajat. Syair menceritakan seorang pria yang mencintai seorang gadis dengan derajat yang lebih tinggi, namun gadis tersebut menolaknya. Pria tersebut diibaratkan sebagai burung pungguk, sedangkan si gadis diibaratkan sebagai bulan. Karena cintanya ditolak, sang Pungguk hanya bisa menatap sang Bulan dari jauh.</p>
130
<p>48. Berikut adalah<strong>cuplikan Syair Burung Pungguk</strong>:</p>
130
<p>48. Berikut adalah<strong>cuplikan Syair Burung Pungguk</strong>:</p>
131
<p>Pertama mula pungguk merindu Berbunyilah guruh mendayu-dayu Hatinya rawan bercampur pilu Seperti diiris dengan sembilu</p>
131
<p>Pertama mula pungguk merindu Berbunyilah guruh mendayu-dayu Hatinya rawan bercampur pilu Seperti diiris dengan sembilu</p>
132
<p>Pungguk bermadah seraya merawan Wahai bulan, terbitlah tuan Gundahku tidak berketahuan Keluarlah bulan tercelah awan</p>
132
<p>Pungguk bermadah seraya merawan Wahai bulan, terbitlah tuan Gundahku tidak berketahuan Keluarlah bulan tercelah awan</p>
133
<h4>Contoh Syair Sejarah</h4>
133
<h4>Contoh Syair Sejarah</h4>
134
<p>Syair ini menceritakan kisah berdasarkan cerita sejarah. Sebagian besar syair sejarah bercerita tentang peperangan. Misalnya,<strong>Syair Perang Mengkasar</strong>(dulunya bernama<strong>Syair Sipelman</strong>), yang bercerita tentang perang antara orang-orang Makassar dengan Belanda.</p>
134
<p>Syair ini menceritakan kisah berdasarkan cerita sejarah. Sebagian besar syair sejarah bercerita tentang peperangan. Misalnya,<strong>Syair Perang Mengkasar</strong>(dulunya bernama<strong>Syair Sipelman</strong>), yang bercerita tentang perang antara orang-orang Makassar dengan Belanda.</p>
135
<p>49. Berikut adalah<strong>cuplikan Syair Perang Mengkasar</strong>:</p>
135
<p>49. Berikut adalah<strong>cuplikan Syair Perang Mengkasar</strong>:</p>
136
<p>Demikian asal mula pertama Welanda dan Bugis bersama-sama Kornilis Sipalman ternama Raja Palakka menjadi panglima</p>
136
<p>Demikian asal mula pertama Welanda dan Bugis bersama-sama Kornilis Sipalman ternama Raja Palakka menjadi panglima</p>
137
<p>Berkampunglah Welanda sekalian jenis Berkatalah Jendral Kapitan yang bengis Jikalau alah Mengkasar nin habis Tunderu’ kelak raja di Bugis</p>
137
<p>Berkampunglah Welanda sekalian jenis Berkatalah Jendral Kapitan yang bengis Jikalau alah Mengkasar nin habis Tunderu’ kelak raja di Bugis</p>
138
<p>Setelah didengar oleh si Tunderu’ Kata jenderal Welanda yang mabuk Berbangkitlah ia yang duduk Betalah kelak di medan mengamuk</p>
138
<p>Setelah didengar oleh si Tunderu’ Kata jenderal Welanda yang mabuk Berbangkitlah ia yang duduk Betalah kelak di medan mengamuk</p>
139
<h4>Contoh Syair Agama</h4>
139
<h4>Contoh Syair Agama</h4>
140
<p>Terakhir, yaitu syair agama yang berisi ajaran agama dan nasihat bijak. Salah satu contoh syair agama yaitu<strong>Syair Perahu</strong>yang ditulis oleh<strong>Hamzah Fansuri</strong>, seorang penyair yang dipercayai dilahirkan pada akhir abad ke-16 di Barus atau Panchor, Sumatera Utara.</p>
140
<p>Terakhir, yaitu syair agama yang berisi ajaran agama dan nasihat bijak. Salah satu contoh syair agama yaitu<strong>Syair Perahu</strong>yang ditulis oleh<strong>Hamzah Fansuri</strong>, seorang penyair yang dipercayai dilahirkan pada akhir abad ke-16 di Barus atau Panchor, Sumatera Utara.</p>
141
<p>50. Berikut adalah<strong>cuplikan Syair Perahu</strong>:</p>
141
<p>50. Berikut adalah<strong>cuplikan Syair Perahu</strong>:</p>
142
<p>Inilah gerangan suatu madah mengarangkan syair terlalu indah membetuli jalan tempat berpindah di sanalah i’tikat diperbetuli sudah</p>
142
<p>Inilah gerangan suatu madah mengarangkan syair terlalu indah membetuli jalan tempat berpindah di sanalah i’tikat diperbetuli sudah</p>
143
<p>Wahai muda kenali dirimu ialah perahu tamsil tubuhmu tiadalah berapa lama hidupmu ke akhirat jua kekal hidupmu</p>
143
<p>Wahai muda kenali dirimu ialah perahu tamsil tubuhmu tiadalah berapa lama hidupmu ke akhirat jua kekal hidupmu</p>
144
<p>Hai muda arif-budiman hasilkan kemudi dengan pedoman alat perahumu jua kerjakan itulah jalan membetuli insan</p>
144
<p>Hai muda arif-budiman hasilkan kemudi dengan pedoman alat perahumu jua kerjakan itulah jalan membetuli insan</p>
145
<p>Perteguh jua alat perahumu hasilkan bekal air dan kayu dayung pengayuh taruh di situ supaya laju perahumu itu</p>
145
<p>Perteguh jua alat perahumu hasilkan bekal air dan kayu dayung pengayuh taruh di situ supaya laju perahumu itu</p>
146
<p>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Syair Berbagai Macam Tema beserta Ciri-Ciri dan Jenisnya</a></p>
146
<p>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Syair Berbagai Macam Tema beserta Ciri-Ciri dan Jenisnya</a></p>
147
<p>-</p>
147
<p>-</p>
148
<p>Demikian pembahasan mengenai pengertian, ciri-ciri, jenis-jenis, hingga contoh puisi rakyat pantun, gurindam, dan syair. Semoga artikel ini berguna untuk kamu yang sedang belajar tentang puisi rakyat dan puisi lama, ya! Jangan lupa belajar terus bersama<a>ruangbelajar</a>, supaya jadi anak pintar!</p>
148
<p>Demikian pembahasan mengenai pengertian, ciri-ciri, jenis-jenis, hingga contoh puisi rakyat pantun, gurindam, dan syair. Semoga artikel ini berguna untuk kamu yang sedang belajar tentang puisi rakyat dan puisi lama, ya! Jangan lupa belajar terus bersama<a>ruangbelajar</a>, supaya jadi anak pintar!</p>
149
<p>Sumber Gambar:</p>
149
<p>Sumber Gambar:</p>
150
<p>Foto ‘Chat dengan Pengemudi Ojek Online’ [Daring]. Tautan: https://cdn.idntimes.com/content-images/community/2021/10/1-98683f6205efbdd1649342f83fb045bf-4bdb99e1dea94d559175309c7c2b9c3d.JPG</p>
150
<p>Foto ‘Chat dengan Pengemudi Ojek Online’ [Daring]. Tautan: https://cdn.idntimes.com/content-images/community/2021/10/1-98683f6205efbdd1649342f83fb045bf-4bdb99e1dea94d559175309c7c2b9c3d.JPG</p>
151
151