HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Saat merangkai bendera merah putih, Lulu bertanya pada Kak Alya tentang masa persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada zaman dahulu. Penasaran? Yuk, baca selengkapnya di artikel<strong><a>IPS Terpadu kelas 6</a></strong>ini!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Saat merangkai bendera merah putih, Lulu bertanya pada Kak Alya tentang masa persiapan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada zaman dahulu. Penasaran? Yuk, baca selengkapnya di artikel<strong><a>IPS Terpadu kelas 6</a></strong>ini!</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
3 </blockquote><p><em>Teng!</em>Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Lulu dan Kak Alya hampir selesai merangkai bendera merah putih sebagai hiasan untuk menyambut hari kemerdekaan negara Indonesia.</p>
3 </blockquote><p><em>Teng!</em>Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Lulu dan Kak Alya hampir selesai merangkai bendera merah putih sebagai hiasan untuk menyambut hari kemerdekaan negara Indonesia.</p>
4 <p>“<em>Yeay</em>! Ini<em>udah</em>bisa<em>dipajang, kan</em>?!” seru Lulu sambil membentangkan rangkaian benderanya dengan antusias.</p>
4 <p>“<em>Yeay</em>! Ini<em>udah</em>bisa<em>dipajang, kan</em>?!” seru Lulu sambil membentangkan rangkaian benderanya dengan antusias.</p>
5 <p>Kak Alya tersenyum melihat tingkah adiknya. “Iya. Sebentar ya! Kak Alya sedikit lagi juga selesai<em>nih</em>.<em>Abis</em>itu bisa kita pajang<em>!</em>”</p>
5 <p>Kak Alya tersenyum melihat tingkah adiknya. “Iya. Sebentar ya! Kak Alya sedikit lagi juga selesai<em>nih</em>.<em>Abis</em>itu bisa kita pajang<em>!</em>”</p>
6 <p>“<em>Oke</em>!” jawab Lulu. “Kak Alya, zaman<em>dulu</em>, apa<em>sih</em>yang bangsa kita lakukan dalam mempersiapkan hari kemerdekaan Indonesia? Apa sama<em>kayak</em>sekarang, merangkai bendera merah putih, terus<em>ngadain</em>lomba-lomba seru?”</p>
6 <p>“<em>Oke</em>!” jawab Lulu. “Kak Alya, zaman<em>dulu</em>, apa<em>sih</em>yang bangsa kita lakukan dalam mempersiapkan hari kemerdekaan Indonesia? Apa sama<em>kayak</em>sekarang, merangkai bendera merah putih, terus<em>ngadain</em>lomba-lomba seru?”</p>
7 <p>“<em>Hm</em>, Lulu mau<em>diceritain</em>tentang<strong>masa persiapan proklamasi kemerdekaan</strong>bangsa Indonesia,<em>ya</em>?”</p>
7 <p>“<em>Hm</em>, Lulu mau<em>diceritain</em>tentang<strong>masa persiapan proklamasi kemerdekaan</strong>bangsa Indonesia,<em>ya</em>?”</p>
8 <p>“Mau!”</p>
8 <p>“Mau!”</p>
9 <p>“Kemerdekaan Indonesia itu sangat berhubungan dengan Perang Dunia II, di mana pada tahun 1944, Jepang semakin terdesak oleh Sekutu. Kondisi itu membuat Jepang membutuhkan dukungan dari bangsa Indonesia agar dapat memenangkan perang.<em>Makanya</em>, Jepang membuat siasat yaitu menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia.”</p>
9 <p>“Kemerdekaan Indonesia itu sangat berhubungan dengan Perang Dunia II, di mana pada tahun 1944, Jepang semakin terdesak oleh Sekutu. Kondisi itu membuat Jepang membutuhkan dukungan dari bangsa Indonesia agar dapat memenangkan perang.<em>Makanya</em>, Jepang membuat siasat yaitu menjanjikan kemerdekaan bagi Indonesia.”</p>
10 <p>“<em>Wah</em>! Terus terus<em>gimana,</em>Kak Alya?”</p>
10 <p>“<em>Wah</em>! Terus terus<em>gimana,</em>Kak Alya?”</p>
11 <p>“<em>Nah</em>, salah satu usaha Jepang dalam menyatakan janji kemerdekaan pada bangsa Indonesia adalah, dengan mengumumkan dibentuknya<strong>Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI</strong>pada 29 April 1945,” jelas Kak Alya.</p>
11 <p>“<em>Nah</em>, salah satu usaha Jepang dalam menyatakan janji kemerdekaan pada bangsa Indonesia adalah, dengan mengumumkan dibentuknya<strong>Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau BPUPKI</strong>pada 29 April 1945,” jelas Kak Alya.</p>
12 <p>“<em>Emangnya</em>BPUPKI itu<em>ngapain</em>?”</p>
12 <p>“<em>Emangnya</em>BPUPKI itu<em>ngapain</em>?”</p>
13 <p>“BPUPKI itu menyelidiki hal-hal yang dibutuhkan Indonesia untuk menjadi negara merdeka. Nah, kemudian diketahui kalau negara yang merdeka membutuhkan 2 hal, yaitu dasar negara dan konstitusi atau aturan menjalankan sebuah negara.”</p>
13 <p>“BPUPKI itu menyelidiki hal-hal yang dibutuhkan Indonesia untuk menjadi negara merdeka. Nah, kemudian diketahui kalau negara yang merdeka membutuhkan 2 hal, yaitu dasar negara dan konstitusi atau aturan menjalankan sebuah negara.”</p>
14 <p>Baca Juga:<a>Gimana sih Imperialisme pada Masa Kolonial Belanda Itu?</a></p>
14 <p>Baca Juga:<a>Gimana sih Imperialisme pada Masa Kolonial Belanda Itu?</a></p>
15 <p>“<em>Oh</em>, aku baru<em>tau</em>!” sahut Lulu.</p>
15 <p>“<em>Oh</em>, aku baru<em>tau</em>!” sahut Lulu.</p>
16 <p><em>“Nah</em>, untuk mencapai tujuan sebagai negara yang merdeka, maka dilakukan beberapa sidang,” tambah kak Alya.</p>
16 <p><em>“Nah</em>, untuk mencapai tujuan sebagai negara yang merdeka, maka dilakukan beberapa sidang,” tambah kak Alya.</p>
17 <p>“Apa<em>aja, Kak</em>?”</p>
17 <p>“Apa<em>aja, Kak</em>?”</p>
18 <p>“<strong>Sidang pertama</strong>bertujuan untuk<strong>merumuskan dasar negara</strong>. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa anggota BPUPKI yang memberikan usulan untuk dasar negara yaitu Moh. Yamin, Soepomo, dan Soekarno. Kemudian, dibentuklah panitia kecil yang disebut<strong>panitia sembilan</strong>untuk<strong>menyempurnakan konsep dasar negara</strong>yang sudah disepakati. Baru<em>deh,</em>ada<strong>sidang kedua</strong>yang bertujuan<strong>merumuskan konstitusi</strong>. Coba<em>liat</em>ini biar lebih jelas<em>ya</em>!” jelas Kak Alya, kemudian mengambil ponselnya dan memperlihatkan informasi tentang sidang BPUPKI kepada Lulu.</p>
18 <p>“<strong>Sidang pertama</strong>bertujuan untuk<strong>merumuskan dasar negara</strong>. Dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa anggota BPUPKI yang memberikan usulan untuk dasar negara yaitu Moh. Yamin, Soepomo, dan Soekarno. Kemudian, dibentuklah panitia kecil yang disebut<strong>panitia sembilan</strong>untuk<strong>menyempurnakan konsep dasar negara</strong>yang sudah disepakati. Baru<em>deh,</em>ada<strong>sidang kedua</strong>yang bertujuan<strong>merumuskan konstitusi</strong>. Coba<em>liat</em>ini biar lebih jelas<em>ya</em>!” jelas Kak Alya, kemudian mengambil ponselnya dan memperlihatkan informasi tentang sidang BPUPKI kepada Lulu.</p>
19 <p>“<em>Oh</em>! Aku<em>ngerti</em>! Terus… setelah sidang kedua,<em>gimana kelanjutannya</em>? Itu<em>kan</em>masih tanggal 17 Juli dan belum merdeka?” tanya Lulu.</p>
19 <p>“<em>Oh</em>! Aku<em>ngerti</em>! Terus… setelah sidang kedua,<em>gimana kelanjutannya</em>? Itu<em>kan</em>masih tanggal 17 Juli dan belum merdeka?” tanya Lulu.</p>
20 <p>“<em>Nah</em>, karena sidang kedua BPUPKI tersebut<em>udah</em>selesai dilakukan, maka pada 7 Agustus 1945, tugas BPUPKI pun dinyatakan selesai dan dibubarkan. Selanjutnya, pada hari yang sama, dibentuklah<strong>Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI</strong>,” papar Kak Alya.</p>
20 <p>“<em>Nah</em>, karena sidang kedua BPUPKI tersebut<em>udah</em>selesai dilakukan, maka pada 7 Agustus 1945, tugas BPUPKI pun dinyatakan selesai dan dibubarkan. Selanjutnya, pada hari yang sama, dibentuklah<strong>Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau PPKI</strong>,” papar Kak Alya.</p>
21 <p>Baca Juga:<a>Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia</a></p>
21 <p>Baca Juga:<a>Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia</a></p>
22 <p>“<em>Nah</em>, itu dia<strong>masa persiapan proklamasi kemerdekaan</strong>bangsa Indonesia!” kata Kak Alya.</p>
22 <p>“<em>Nah</em>, itu dia<strong>masa persiapan proklamasi kemerdekaan</strong>bangsa Indonesia!” kata Kak Alya.</p>
23 <p>“<em>Wah</em>! Ternyata beda<em>banget</em>ya persiapannya dengan yang sekarang! Lulu harus semangat menyambut hari kemerdekaan<em>nih</em>,<em>biar bisa</em>menghargai usaha-usaha pahlawan Indonesia dalam meraih kemerdekaan!” seru Lulu dengan mata berbinar-binar.</p>
23 <p>“<em>Wah</em>! Ternyata beda<em>banget</em>ya persiapannya dengan yang sekarang! Lulu harus semangat menyambut hari kemerdekaan<em>nih</em>,<em>biar bisa</em>menghargai usaha-usaha pahlawan Indonesia dalam meraih kemerdekaan!” seru Lulu dengan mata berbinar-binar.</p>
24 <p>“<em>Nah</em>,<em>gitu dong</em>! Semangatnya membara! Oh iya, Kak Alya<em>udah</em>selesai<em>nih</em>merangkai benderanya. Tapi karena<em>udah</em>sore, kita lanjut besok pajangnya<em>, ya</em>!”</p>
24 <p>“<em>Nah</em>,<em>gitu dong</em>! Semangatnya membara! Oh iya, Kak Alya<em>udah</em>selesai<em>nih</em>merangkai benderanya. Tapi karena<em>udah</em>sore, kita lanjut besok pajangnya<em>, ya</em>!”</p>
25 <p>“Siap, Kak Alya!”</p>
25 <p>“Siap, Kak Alya!”</p>
26 <p>Seru<em>kan</em>belajar<em>bareng</em>Lulu dan Kak Alya? Gimana, kamu udah paham kan? Kalau kamu mau belajar tentang sejarah kemerdekaan Indonesia lebih dalam lagi ditemani petualangan seru Lulu, Kak Alya, dan kawan-kawan lainnya, yuk langganan<a>ruangbelajar</a>sekarang juga!</p>
26 <p>Seru<em>kan</em>belajar<em>bareng</em>Lulu dan Kak Alya? Gimana, kamu udah paham kan? Kalau kamu mau belajar tentang sejarah kemerdekaan Indonesia lebih dalam lagi ditemani petualangan seru Lulu, Kak Alya, dan kawan-kawan lainnya, yuk langganan<a>ruangbelajar</a>sekarang juga!</p>
27 <p>Materi oleh: Panjie Brahmantio</p>
27 <p>Materi oleh: Panjie Brahmantio</p>
28 <p>Disunting oleh: Salita Romarin</p>
28 <p>Disunting oleh: Salita Romarin</p>
29  
29