HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p>Halo, Bapak dan Ibu Guru! 😀</p>
1 <p>Halo, Bapak dan Ibu Guru! 😀</p>
2 <p>Baru pulang mengajar kah? Atau mungkin sekarang sedang memeriksa hasil kuis anak murid? Apapun itu, semoga tetap semangat dalam segala aktivitasnya ya, Pak/Bu.</p>
2 <p>Baru pulang mengajar kah? Atau mungkin sekarang sedang memeriksa hasil kuis anak murid? Apapun itu, semoga tetap semangat dalam segala aktivitasnya ya, Pak/Bu.</p>
3 <p><em>Nah</em>, dalam artikel kali ini,<a>Ruangguru.com</a>akan memberitahu 6 rahasia yang bisa membuat Bapak dan Ibu Guru menjadi guru favorit di kelas. Disukai dan dihargai oleh murid memang sesuatu yang pasti diinginkan oleh setiap pengajar.<em>Respect is earned and love is gained</em>.</p>
3 <p><em>Nah</em>, dalam artikel kali ini,<a>Ruangguru.com</a>akan memberitahu 6 rahasia yang bisa membuat Bapak dan Ibu Guru menjadi guru favorit di kelas. Disukai dan dihargai oleh murid memang sesuatu yang pasti diinginkan oleh setiap pengajar.<em>Respect is earned and love is gained</em>.</p>
4 <p>Maka dari itu, Bapak dan Ibu Guru, mengajarlah dari hati dan menangkan hati para murid kita dengan “bocoran” 6 rahasia ini:</p>
4 <p>Maka dari itu, Bapak dan Ibu Guru, mengajarlah dari hati dan menangkan hati para murid kita dengan “bocoran” 6 rahasia ini:</p>
5 <h2><strong>1. Perkataan yang menjatuhkan</strong></h2>
5 <h2><strong>1. Perkataan yang menjatuhkan</strong></h2>
6 <p>“<em>Jadi, yang mendapat nilai terendah adalah X</em>” atau “<em>Kamu kok tidak mengerti materi ini sih? Kan sudah saya jelaskan minggu lalu</em>”</p>
6 <p>“<em>Jadi, yang mendapat nilai terendah adalah X</em>” atau “<em>Kamu kok tidak mengerti materi ini sih? Kan sudah saya jelaskan minggu lalu</em>”</p>
7 <p>Tahukah Bapak dan Ibu kalau murid kita juga ingin dihargai dan tidak dipermalukan di depan teman sekelasnya?</p>
7 <p>Tahukah Bapak dan Ibu kalau murid kita juga ingin dihargai dan tidak dipermalukan di depan teman sekelasnya?</p>
8 <p>Mungkin di lain waktu, Bapak/Ibu Guru bisa menegur secara personal dan tentu dengan bahasa yang lebih halus agar si murid bisa menerima dengan senang hati arahan dari Bapak/Ibu Guru.</p>
8 <p>Mungkin di lain waktu, Bapak/Ibu Guru bisa menegur secara personal dan tentu dengan bahasa yang lebih halus agar si murid bisa menerima dengan senang hati arahan dari Bapak/Ibu Guru.</p>
9 <h2><strong>2. Senjata senyum</strong></h2>
9 <h2><strong>2. Senjata senyum</strong></h2>
10 <p><a></a>jangan pelit senyum ya bu, pak 🙂 </p>
10 <p><a></a>jangan pelit senyum ya bu, pak 🙂 </p>
11 <p>Satu tarikan simpul senyuman memang menjadi senjata yang ampuh untuk merobohkan anggapan judes ataupun sinis. Bapak/Ibu Guru pasti familiar dengan julukan “<em>guru killer</em>” yang diberikan murid untuk guru yang dianggap jutek dan galak ketika mengajar.</p>
11 <p>Satu tarikan simpul senyuman memang menjadi senjata yang ampuh untuk merobohkan anggapan judes ataupun sinis. Bapak/Ibu Guru pasti familiar dengan julukan “<em>guru killer</em>” yang diberikan murid untuk guru yang dianggap jutek dan galak ketika mengajar.</p>
12 <p><em>Nah</em>, tersenyum itu gratis<em>lho</em>Bapak/Ibu,<em>hehe</em>dan murid kita pasti akan suka dengan guru yang terlihat ramah ☺</p>
12 <p><em>Nah</em>, tersenyum itu gratis<em>lho</em>Bapak/Ibu,<em>hehe</em>dan murid kita pasti akan suka dengan guru yang terlihat ramah ☺</p>
13 <h2><strong><em>3. Mood is important!</em></strong></h2>
13 <h2><strong><em>3. Mood is important!</em></strong></h2>
14 <p>Terkadang, ada hari di mana murid kita kelihatan sekali tidak bersemangat belajar dan beberapa bahkan sudah ketiduran di mejanya!<em>Hmm</em>, Bapak/Ibu Guru wajib mengerti<em>nih</em>dan pintar-pintar mencari cara agar menaikkan<em>mood</em>murid kita untuk mau belajar.</p>
14 <p>Terkadang, ada hari di mana murid kita kelihatan sekali tidak bersemangat belajar dan beberapa bahkan sudah ketiduran di mejanya!<em>Hmm</em>, Bapak/Ibu Guru wajib mengerti<em>nih</em>dan pintar-pintar mencari cara agar menaikkan<em>mood</em>murid kita untuk mau belajar.</p>
15 <p>Mungkin sebagai pembuka, kita bisa membuat kuis ringan terlebih dahulu atau menonton film singkat bersama murid kita.</p>
15 <p>Mungkin sebagai pembuka, kita bisa membuat kuis ringan terlebih dahulu atau menonton film singkat bersama murid kita.</p>
16 <h2><strong>4. Beri apresiasi</strong></h2>
16 <h2><strong>4. Beri apresiasi</strong></h2>
17 <p><a></a>jangan lupa beri pujian </p>
17 <p><a></a>jangan lupa beri pujian </p>
18 <p>Saat kelas ribut saja atau banyak yang ujiannya gagal, kita memberi ceramah kepada murid. Saat mereka diam mendengarkan, tugas-tugas dikumpulkan tepat waktu dan bagus hasilnya, kita tidak memberikan komentar apapun.</p>
18 <p>Saat kelas ribut saja atau banyak yang ujiannya gagal, kita memberi ceramah kepada murid. Saat mereka diam mendengarkan, tugas-tugas dikumpulkan tepat waktu dan bagus hasilnya, kita tidak memberikan komentar apapun.</p>
19 <p>Bapak/Ibu Guru, memberi pujian kepada murid kita bisa semakin meningkatkan rasa percaya diri mereka<em>lho</em>. Selain itu, kita juga pasti akan disenangi murid karena tidak melulu hanya marah-marah atau “berkhotbah” sepanjang waktu,<em>hehe</em>.</p>
19 <p>Bapak/Ibu Guru, memberi pujian kepada murid kita bisa semakin meningkatkan rasa percaya diri mereka<em>lho</em>. Selain itu, kita juga pasti akan disenangi murid karena tidak melulu hanya marah-marah atau “berkhotbah” sepanjang waktu,<em>hehe</em>.</p>
20 <h2><strong>5. Mengenali lebih jauh</strong></h2>
20 <h2><strong>5. Mengenali lebih jauh</strong></h2>
21 <p>Membangun hubungan yang baik dengan murid tentu dimulai dengan belajar mengenali mereka. Hal ini membuat Bapak/Ibu Guru dilihat murid bukan hanya sebagai guru biasa namun satu sosok yang ingin menjadi pengajar mereka dan tertarik dengan apa yang mereka lakukan. Cari tahu topik yang sedang dibicarakan anak murid kita dan hafal baik nama murid kita<em>will be a good start</em>!</p>
21 <p>Membangun hubungan yang baik dengan murid tentu dimulai dengan belajar mengenali mereka. Hal ini membuat Bapak/Ibu Guru dilihat murid bukan hanya sebagai guru biasa namun satu sosok yang ingin menjadi pengajar mereka dan tertarik dengan apa yang mereka lakukan. Cari tahu topik yang sedang dibicarakan anak murid kita dan hafal baik nama murid kita<em>will be a good start</em>!</p>
22 <h2><strong>6. Tulus</strong></h2>
22 <h2><strong>6. Tulus</strong></h2>
23 <p><a></a>disenangi dan disayangi murid deh 🙂 </p>
23 <p><a></a>disenangi dan disayangi murid deh 🙂 </p>
24 <p>*<em>sudah sewindu, ku di dekatmu</em>* Eits, kita bukan membicarakan penyanyi Tulus itu. Tapi perasaan tulus atau<em>sincere</em>yang akan terpancar dari kita bila kita memang mengajar dari hati dan<em>passionate</em>dalam menjalankan pekerjaan.<em>Because, If you have good thoughts they will shine out of your face like sunbeams and you will always look lovely.</em></p>
24 <p>*<em>sudah sewindu, ku di dekatmu</em>* Eits, kita bukan membicarakan penyanyi Tulus itu. Tapi perasaan tulus atau<em>sincere</em>yang akan terpancar dari kita bila kita memang mengajar dari hati dan<em>passionate</em>dalam menjalankan pekerjaan.<em>Because, If you have good thoughts they will shine out of your face like sunbeams and you will always look lovely.</em></p>
25 <p>Tetap semangat pengajar bangsa! Selain menjadi guru di sekolah, Bapak dan Ibu Guru juga bisa menjadi guru privat di<a>ruangles</a>. Jadi jangan lupa untuk merekomendasikan ruangles ke siswa Bapak dan Ibu Guru ya! 😀</p>
25 <p>Tetap semangat pengajar bangsa! Selain menjadi guru di sekolah, Bapak dan Ibu Guru juga bisa menjadi guru privat di<a>ruangles</a>. Jadi jangan lupa untuk merekomendasikan ruangles ke siswa Bapak dan Ibu Guru ya! 😀</p>
26  
26