HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Apa itu interaksi sosial? Yuk, kita kenali pengertiannya menurut para ahli, ciri-ciri, syarat terjadinya, dan faktor pendoronya di artikel<strong><a>Sosiologi Kelas 7</a></strong> berikut ini.</em></p>
1 <blockquote><p><em>Apa itu interaksi sosial? Yuk, kita kenali pengertiannya menurut para ahli, ciri-ciri, syarat terjadinya, dan faktor pendoronya di artikel<strong><a>Sosiologi Kelas 7</a></strong> berikut ini.</em></p>
2 </blockquote><p>-</p>
2 </blockquote><p>-</p>
3 <p>Setiap orang pasti pernah melakukan <strong>interaksi sosial</strong>. Ada <em>nggak</em> sih di antara kamu yang <i>nggak </i>pernah berbincang dengan orang lain?</p>
3 <p>Setiap orang pasti pernah melakukan <strong>interaksi sosial</strong>. Ada <em>nggak</em> sih di antara kamu yang <i>nggak </i>pernah berbincang dengan orang lain?</p>
4 <p>Semua pasti pernah <em>dong</em>, diskusi atau sekadar curhat tentang masalah kalian masing-masing ke teman, orang tua, guru, atau bahkan dengan <em>driver</em> ojek <em>online</em>. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi karena pada hakikatnya pasti membutuhkan peran manusia-manusia lainnya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
4 <p>Semua pasti pernah <em>dong</em>, diskusi atau sekadar curhat tentang masalah kalian masing-masing ke teman, orang tua, guru, atau bahkan dengan <em>driver</em> ojek <em>online</em>. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan interaksi karena pada hakikatnya pasti membutuhkan peran manusia-manusia lainnya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
5 <p>Contohnya, ketika kamu sedang <em>drop</em> karena nilai-nilai mata pelajaran rendah, pastinya temanmu adalah tempat yang pas untuk mencurahkan hati dan perasaan untuk kemudian mendapatkan saran. Sekarang, supaya kamu lebih paham lagi, mari disimak ya penjelasan detailnya!</p>
5 <p>Contohnya, ketika kamu sedang <em>drop</em> karena nilai-nilai mata pelajaran rendah, pastinya temanmu adalah tempat yang pas untuk mencurahkan hati dan perasaan untuk kemudian mendapatkan saran. Sekarang, supaya kamu lebih paham lagi, mari disimak ya penjelasan detailnya!</p>
6 <h2>Pengertian Interaksi Sosial</h2>
6 <h2>Pengertian Interaksi Sosial</h2>
7 <p><strong>Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu maupun kelompok, atau kelompok dengan kelompok.</strong>Interaksi sosial terwujud dalam aksi dan reaksi. Adapun pengertian interaksi sosial menurut para ahli, yaitu sebagai berikut.</p>
7 <p><strong>Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu maupun kelompok, atau kelompok dengan kelompok.</strong>Interaksi sosial terwujud dalam aksi dan reaksi. Adapun pengertian interaksi sosial menurut para ahli, yaitu sebagai berikut.</p>
8 <h3>1. Gillin</h3>
8 <h3>1. Gillin</h3>
9 <p>Menurut Gillin, interaksi sosial adalah suatu <strong>hubungan sosial yang dinamis </strong>antar individu dengan individu lain atau dengan kelompok atau hubungan antar kelompok. Hubungan ini dapat terjadi karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain.</p>
9 <p>Menurut Gillin, interaksi sosial adalah suatu <strong>hubungan sosial yang dinamis </strong>antar individu dengan individu lain atau dengan kelompok atau hubungan antar kelompok. Hubungan ini dapat terjadi karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain.</p>
10 <h3>2. Soerjono Soekanto</h3>
10 <h3>2. Soerjono Soekanto</h3>
11 <p>Interaksi sosial menurut Soerjono Soekanto adalah <strong>proses sosial </strong>yang berkaitan dengan c<strong>ara berhubungan antara individu dan kelompok</strong>untuk membangun sistem dala hubungan sosial.</p>
11 <p>Interaksi sosial menurut Soerjono Soekanto adalah <strong>proses sosial </strong>yang berkaitan dengan c<strong>ara berhubungan antara individu dan kelompok</strong>untuk membangun sistem dala hubungan sosial.</p>
12 <h3>3. Murdiyatmo dan Handayani</h3>
12 <h3>3. Murdiyatmo dan Handayani</h3>
13 <p>Menurut Murdiyatmo dan Handayani, interaksi sosial adalah suatu hubungan yang dibangun seseorang dengan orang lain yang dalam proses kehidupan tersebut terbangun<strong>struktur sosial</strong>. Pada struktur sosial tersebut juga terbangun hubungan yang saling memengaruhi antara satu dengan yang lainnya.</p>
13 <p>Menurut Murdiyatmo dan Handayani, interaksi sosial adalah suatu hubungan yang dibangun seseorang dengan orang lain yang dalam proses kehidupan tersebut terbangun<strong>struktur sosial</strong>. Pada struktur sosial tersebut juga terbangun hubungan yang saling memengaruhi antara satu dengan yang lainnya.</p>
14 <h3>4. Bonner</h3>
14 <h3>4. Bonner</h3>
15 <p>Menurut Bonner, interakso sial adalah <strong>hubungan dua orang atau lebih</strong>yang aksi dari satu individu dapat memengaruhi atau mengubah kehidupan individu lain.</p>
15 <p>Menurut Bonner, interakso sial adalah <strong>hubungan dua orang atau lebih</strong>yang aksi dari satu individu dapat memengaruhi atau mengubah kehidupan individu lain.</p>
16 <p>Lalu, bagaimana sih proses interaksi sosial bisa terjadi? Proses interaksi sosial terjadi ketika terdapat dua pihak yang berinteraksi dengan melakukan kontak sosial dan komunikasi.</p>
16 <p>Lalu, bagaimana sih proses interaksi sosial bisa terjadi? Proses interaksi sosial terjadi ketika terdapat dua pihak yang berinteraksi dengan melakukan kontak sosial dan komunikasi.</p>
17 <p>Ya,<strong>kontak sosial dan komunikasi</strong>adalah<strong>syarat penting terjadinya proses interaksi sosial</strong>. Tanpanya, proses interaksi sosial tidak akan muncul.</p>
17 <p>Ya,<strong>kontak sosial dan komunikasi</strong>adalah<strong>syarat penting terjadinya proses interaksi sosial</strong>. Tanpanya, proses interaksi sosial tidak akan muncul.</p>
18 <p><strong>Baca Juga:<a>Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial: Asosiatif, Disosiatif, Akomodatif | Sosiologi Kelas 7</a></strong></p>
18 <p><strong>Baca Juga:<a>Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial: Asosiatif, Disosiatif, Akomodatif | Sosiologi Kelas 7</a></strong></p>
19 <h2><strong>Ciri-Ciri Interaksi Sosial</strong></h2>
19 <h2><strong>Ciri-Ciri Interaksi Sosial</strong></h2>
20 <p>Berikut adalah beberapa ciri-ciri interaksi sosial yang harus kamu ketahui:</p>
20 <p>Berikut adalah beberapa ciri-ciri interaksi sosial yang harus kamu ketahui:</p>
21 <h3><strong>1. Ada pelaku dengan jumlah lebih dari satu orang</strong></h3>
21 <h3><strong>1. Ada pelaku dengan jumlah lebih dari satu orang</strong></h3>
22 <p>Proses interaksi sosial tidak dapat terjadi ketika hanya terdapat satu orang. Proses interaksi baru akan terjalin ketika terdapat individu yang berinteraksi dengan individu lain.</p>
22 <p>Proses interaksi sosial tidak dapat terjadi ketika hanya terdapat satu orang. Proses interaksi baru akan terjalin ketika terdapat individu yang berinteraksi dengan individu lain.</p>
23 <h3><strong>2. Ada komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol-simbol</strong></h3>
23 <h3><strong>2. Ada komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol-simbol</strong></h3>
24 <p>Proses interaksi sosial melibatkan komunikasi yang dijalin oleh individu/kelompok tidak hanya secara lisan, akan tetapi komunikasi dapat dilakukan dengan menggunakan simbol-simbol tertentu melalui gestur tubuh atau isyarat.</p>
24 <p>Proses interaksi sosial melibatkan komunikasi yang dijalin oleh individu/kelompok tidak hanya secara lisan, akan tetapi komunikasi dapat dilakukan dengan menggunakan simbol-simbol tertentu melalui gestur tubuh atau isyarat.</p>
25 <h3><strong>3. Ada dimensi waktu yang menentukan sifat aksi yang sedang berlangsung</strong></h3>
25 <h3><strong>3. Ada dimensi waktu yang menentukan sifat aksi yang sedang berlangsung</strong></h3>
26 <p>Proses interaksi sosial melibatkan dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa mendatang) yang terjadi. Artinya, interaksi sosial pernah terjadi di masa lampau, interaksi sosial dapat terjadi di masa kini, dan pada masa yang akan datang interaksi sosial juga terjadi.</p>
26 <p>Proses interaksi sosial melibatkan dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa mendatang) yang terjadi. Artinya, interaksi sosial pernah terjadi di masa lampau, interaksi sosial dapat terjadi di masa kini, dan pada masa yang akan datang interaksi sosial juga terjadi.</p>
27 <h3><strong>4. Ada tujuan-tujuan tertentu</strong></h3>
27 <h3><strong>4. Ada tujuan-tujuan tertentu</strong></h3>
28 <p>Para pelaku memiliki tujuan dalam menjalin interaksi sosial. Misalnya, di pasar terjadi interaksi antara penjual dengan pembeli. Pembeli memiliki tujuan untuk mendapatkan suatu barang yang ia butuhkan dalam berinteraksi dengan penjual. Sementara, penjual memiliki tujuan untuk menawarkan barang hingga terjual kepada pembeli dalam berinteraksi.</p>
28 <p>Para pelaku memiliki tujuan dalam menjalin interaksi sosial. Misalnya, di pasar terjadi interaksi antara penjual dengan pembeli. Pembeli memiliki tujuan untuk mendapatkan suatu barang yang ia butuhkan dalam berinteraksi dengan penjual. Sementara, penjual memiliki tujuan untuk menawarkan barang hingga terjual kepada pembeli dalam berinteraksi.</p>
29 <p>-</p>
29 <p>-</p>
30 <p>Sampai sini, sudah mulai paham belum dengan materi interaksi sosial? Kalo masih ada poin-poin yang belum kamu mengerti, mending belajar sama ahlinya, deh. Belajar bareng kakak-kakak pengajar di<a><strong>Ruangguru Privat Sosiologi</strong></a> misalnya. Hehehe…</p>
30 <p>Sampai sini, sudah mulai paham belum dengan materi interaksi sosial? Kalo masih ada poin-poin yang belum kamu mengerti, mending belajar sama ahlinya, deh. Belajar bareng kakak-kakak pengajar di<a><strong>Ruangguru Privat Sosiologi</strong></a> misalnya. Hehehe…</p>
31 <p>Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
31 <p>Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
32 <h2><strong>Syarat Terjadinya Interaksi Sosial</strong></h2>
32 <h2><strong>Syarat Terjadinya Interaksi Sosial</strong></h2>
33 <p>Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, interaksi sosial terjadi ketika memenuhi dua syarat, yaitu adanya<strong>kontak sosial dan komunikasi</strong>.</p>
33 <p>Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, interaksi sosial terjadi ketika memenuhi dua syarat, yaitu adanya<strong>kontak sosial dan komunikasi</strong>.</p>
34 <h3><strong>1. Kontak Sosial</strong></h3>
34 <h3><strong>1. Kontak Sosial</strong></h3>
35 <p>Pada dasarnya,<strong>kontak sosial adalah upaya hubungan antara satu pihak dengan pihak lain</strong>. Hal tersebut merupakan awal terjadinya interaksi sosial, di mana masing-masing pihak saling bereaksi meski tidak harus bersentuhan secara fisik.</p>
35 <p>Pada dasarnya,<strong>kontak sosial adalah upaya hubungan antara satu pihak dengan pihak lain</strong>. Hal tersebut merupakan awal terjadinya interaksi sosial, di mana masing-masing pihak saling bereaksi meski tidak harus bersentuhan secara fisik.</p>
36 <p>Sederhananya, kontak sosial adalah sebuah cara yang dilakukan seseorang dalam proses interaksi sosial. Kontak sosial dibedakan menjadi 2, di antaranya:</p>
36 <p>Sederhananya, kontak sosial adalah sebuah cara yang dilakukan seseorang dalam proses interaksi sosial. Kontak sosial dibedakan menjadi 2, di antaranya:</p>
37 <p>a.<strong>Kontak sosial primer</strong>merupakan hubungan timbal balik antarindividu atau antarkelompok yang terjadi secara fisik (tatap muka). Misalnya, berbicara dan berjabat tangan.</p>
37 <p>a.<strong>Kontak sosial primer</strong>merupakan hubungan timbal balik antarindividu atau antarkelompok yang terjadi secara fisik (tatap muka). Misalnya, berbicara dan berjabat tangan.</p>
38 <p>b.<strong>Kontak sosial sekunder</strong> merupakan hubungan timbal balik antarindividu atau antarkelompok melalui perantara, seperti komunikasi melalui media seperti telepon, <em>chatting,</em>ataupun menyampaikan pesan lewat orang lain.<strong>Kontak sosial sekunder terbagi lagi menjadi dua</strong>macam, yaitu langsung dan tidak langsung.</p>
38 <p>b.<strong>Kontak sosial sekunder</strong> merupakan hubungan timbal balik antarindividu atau antarkelompok melalui perantara, seperti komunikasi melalui media seperti telepon, <em>chatting,</em>ataupun menyampaikan pesan lewat orang lain.<strong>Kontak sosial sekunder terbagi lagi menjadi dua</strong>macam, yaitu langsung dan tidak langsung.</p>
39 <ul><li><strong>Sekunder Langsung</strong>: terjadi melalui perantara dan langsung diterima oleh yang bersangkutan. Contohnya mengirim pesan secara langsung ke teman melalui aplikasi media sosial.</li>
39 <ul><li><strong>Sekunder Langsung</strong>: terjadi melalui perantara dan langsung diterima oleh yang bersangkutan. Contohnya mengirim pesan secara langsung ke teman melalui aplikasi media sosial.</li>
40 <li><strong>Sekunder Tidak Langsung</strong>: terjadi melalui perantara dan tidak langsung diterima oleh yang bersangkutan. Contohnya mengirim barang ke teman melalui jasa kurir.</li>
40 <li><strong>Sekunder Tidak Langsung</strong>: terjadi melalui perantara dan tidak langsung diterima oleh yang bersangkutan. Contohnya mengirim barang ke teman melalui jasa kurir.</li>
41 </ul><h3><strong>2. Komunikasi</strong></h3>
41 </ul><h3><strong>2. Komunikasi</strong></h3>
42 <p>Jika kontak sosial adalah suatu cara dalam berinteraksi sosial, maka <strong>komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan (ide, gagasan)</strong> dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi upaya saling memengaruhi antara keduanya. Komunikasi dapat dibedakan menjadi 2:</p>
42 <p>Jika kontak sosial adalah suatu cara dalam berinteraksi sosial, maka <strong>komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan (ide, gagasan)</strong> dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi upaya saling memengaruhi antara keduanya. Komunikasi dapat dibedakan menjadi 2:</p>
43 <ul><li><strong>Komunikasi verbal</strong> merupakan bentuk komunikasi secara lisan seperti berbicara.</li>
43 <ul><li><strong>Komunikasi verbal</strong> merupakan bentuk komunikasi secara lisan seperti berbicara.</li>
44 <li><strong>Komunikasi nonverbal</strong> merupakan bentuk komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol atau gestur tubuh, seperti menyapa teman dengan melambaikan tangan.</li>
44 <li><strong>Komunikasi nonverbal</strong> merupakan bentuk komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol atau gestur tubuh, seperti menyapa teman dengan melambaikan tangan.</li>
45 </ul><p><strong>Baca Juga:<a>Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif: Kerja Sama, Asimilasi, dan Akulturasi | Sosiologi Kelas 10</a></strong></p>
45 </ul><p><strong>Baca Juga:<a>Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif: Kerja Sama, Asimilasi, dan Akulturasi | Sosiologi Kelas 10</a></strong></p>
46 <h2><strong>Faktor Pendorong Interaksi Sosial</strong></h2>
46 <h2><strong>Faktor Pendorong Interaksi Sosial</strong></h2>
47 <p>Interaksi sosial tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai dasar timbulnya interaksi sosial. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial.</p>
47 <p>Interaksi sosial tidak terjadi begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai dasar timbulnya interaksi sosial. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mendasari terjadinya interaksi sosial.</p>
48 <h3><strong>1. Imitasi</strong></h3>
48 <h3><strong>1. Imitasi</strong></h3>
49 <p>Imitasi adalah suatu proses belajar dengan<strong>cara meniru atau mengikuti perilaku orang lain</strong>. Contoh:</p>
49 <p>Imitasi adalah suatu proses belajar dengan<strong>cara meniru atau mengikuti perilaku orang lain</strong>. Contoh:</p>
50 <ul><li>Seorang anak yang bercita-cita menjadi seorang dokter berpenampilan menggunakan pakaian dokter seolah dirinya berperan sebagai dokter.</li>
50 <ul><li>Seorang anak yang bercita-cita menjadi seorang dokter berpenampilan menggunakan pakaian dokter seolah dirinya berperan sebagai dokter.</li>
51 <li>Seorang pria mengikuti gaya model rambut sekarang.</li>
51 <li>Seorang pria mengikuti gaya model rambut sekarang.</li>
52 </ul><h3><strong>2. Identifikasi</strong></h3>
52 </ul><h3><strong>2. Identifikasi</strong></h3>
53 <p>Identifikasi adalah suatu<strong>dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain</strong>. Proses identifikasi memerlukan suatu figur yang ideal bagi pelakunya.</p>
53 <p>Identifikasi adalah suatu<strong>dorongan untuk menjadi identik (sama) dengan orang lain</strong>. Proses identifikasi memerlukan suatu figur yang ideal bagi pelakunya.</p>
54 <p>Contoh: Seorang pria asal Indonesia yang bernama Adam Jackson secara keseluruhan menyerupai sosok sang idola Michael Jackson dari mulai penampilan fisik sampai dengan perilakunya.</p>
54 <p>Contoh: Seorang pria asal Indonesia yang bernama Adam Jackson secara keseluruhan menyerupai sosok sang idola Michael Jackson dari mulai penampilan fisik sampai dengan perilakunya.</p>
55 <h3><strong>3. Sugesti</strong></h3>
55 <h3><strong>3. Sugesti</strong></h3>
56 <p>Sugesti adalah suatu<strong>pendapat, pandangan, dan sikap yang diberikan pada orang lain</strong>dan diterima oleh pihak lain sehingga orang tersebut mengikuti pandangan/pengaruh tersebut. Contoh:</p>
56 <p>Sugesti adalah suatu<strong>pendapat, pandangan, dan sikap yang diberikan pada orang lain</strong>dan diterima oleh pihak lain sehingga orang tersebut mengikuti pandangan/pengaruh tersebut. Contoh:</p>
57 <ul><li>Terpengaruh oleh tayangan di televisi atau media sosial sehingga membuat penontonnya melakukan suatu tindakan berdasarkan tayangan yang ditampilkan.</li>
57 <ul><li>Terpengaruh oleh tayangan di televisi atau media sosial sehingga membuat penontonnya melakukan suatu tindakan berdasarkan tayangan yang ditampilkan.</li>
58 <li>Anjuran dokter kepada pasiennya yang kemudian diikuti oleh pasien tersebut.</li>
58 <li>Anjuran dokter kepada pasiennya yang kemudian diikuti oleh pasien tersebut.</li>
59 </ul><h3><strong>4. Simpati</strong></h3>
59 </ul><h3><strong>4. Simpati</strong></h3>
60 <p>Simpati adalah<strong>rasa tertarik pada orang lain</strong>yang seolah-olah berada dalam keadaan orang lain yang dapat memunculkan perasaan emosional tertentu (sedih, senang).</p>
60 <p>Simpati adalah<strong>rasa tertarik pada orang lain</strong>yang seolah-olah berada dalam keadaan orang lain yang dapat memunculkan perasaan emosional tertentu (sedih, senang).</p>
61 <p>Contoh: Roni merasa kasihan ketika mengetahui temannya sakit.</p>
61 <p>Contoh: Roni merasa kasihan ketika mengetahui temannya sakit.</p>
62 <h3><strong>5. Empati</strong></h3>
62 <h3><strong>5. Empati</strong></h3>
63 <p>Empati adalah<strong>kepeduliaan terhadap orang lain</strong>atau kelompok lain yang ditandai dengan tindakan nyata.</p>
63 <p>Empati adalah<strong>kepeduliaan terhadap orang lain</strong>atau kelompok lain yang ditandai dengan tindakan nyata.</p>
64 <p>Contoh: Aldi menolong temannya yang terjatuh dari sepeda motor hingga membawanya ke rumah sakit terdekat.</p>
64 <p>Contoh: Aldi menolong temannya yang terjatuh dari sepeda motor hingga membawanya ke rumah sakit terdekat.</p>
65 <p>-</p>
65 <p>-</p>
66 <p>Interaksi sosial dapat terjadi di mana saja, bisa di ruang kelas, warung makan, tempat ibadah, tempat hiburan, dan lain sebagainya. Dengan mengetahui dan memelajari<strong>pengertian interaksi sosial, ciri-ciri, syarat, dan faktor pendorongnya</strong>, diharapkan kamu dapat menentukan bentuk interaksi sosial seperti apa yang ideal dan yang positif.</p>
66 <p>Interaksi sosial dapat terjadi di mana saja, bisa di ruang kelas, warung makan, tempat ibadah, tempat hiburan, dan lain sebagainya. Dengan mengetahui dan memelajari<strong>pengertian interaksi sosial, ciri-ciri, syarat, dan faktor pendorongnya</strong>, diharapkan kamu dapat menentukan bentuk interaksi sosial seperti apa yang ideal dan yang positif.</p>
67 <p><em>Nah,</em>kalau kamu ingin belajar dengan model yang lebih interaktif, kamu bisa belajar menggunakan video belajar dengan sistem<em>journey</em>yang bisa akses di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>.</p>
67 <p><em>Nah,</em>kalau kamu ingin belajar dengan model yang lebih interaktif, kamu bisa belajar menggunakan video belajar dengan sistem<em>journey</em>yang bisa akses di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>.</p>
68 <p><strong>Referensi:</strong></p>
68 <p><strong>Referensi:</strong></p>
69 <p>Suhardi dan Sri Sunarti. 2009. Sosiologi 1 Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional</p>
69 <p>Suhardi dan Sri Sunarti. 2009. Sosiologi 1 Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional</p>
70  
70