0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Artikel ini berisi latihan soal PTS (Penilaian Tengah Semester) kelas 10 SMA IPA untuk Semester Genap tahun 2023 lengkap dengan pembahasannya.</em></p>
1
<blockquote><p><em>Artikel ini berisi latihan soal PTS (Penilaian Tengah Semester) kelas 10 SMA IPA untuk Semester Genap tahun 2023 lengkap dengan pembahasannya.</em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<h2><strong>MATEMATIKA</strong></h2>
3
<h2><strong>MATEMATIKA</strong></h2>
4
<p>1. Diketahui Jika maka vektor satuan dari adalah ….</p>
4
<p>1. Diketahui Jika maka vektor satuan dari adalah ….</p>
5
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
5
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
6
<p>Pembahasan:</p>
6
<p>Pembahasan:</p>
7
<p>Perhatikan bahwa</p>
7
<p>Perhatikan bahwa</p>
8
<p>Panjang vektor ditentukan sebagai berikut.</p>
8
<p>Panjang vektor ditentukan sebagai berikut.</p>
9
<p>Dengan demikian, vektor satuan dari adalah sebagai berikut.</p>
9
<p>Dengan demikian, vektor satuan dari adalah sebagai berikut.</p>
10
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</p>
10
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</p>
11
<p><strong>Baca Juga:<a>Cara Mencari Komponen Vektor dan Contohnya</a></strong></p>
11
<p><strong>Baca Juga:<a>Cara Mencari Komponen Vektor dan Contohnya</a></strong></p>
12
<p>2. Diketahui vektor dengan Jika , maka nilai dari adalah ….</p>
12
<p>2. Diketahui vektor dengan Jika , maka nilai dari adalah ….</p>
13
<ol><li>4</li>
13
<ol><li>4</li>
14
<li>5</li>
14
<li>5</li>
15
<li>-4</li>
15
<li>-4</li>
16
<li>-5</li>
16
<li>-5</li>
17
<li>-20</li>
17
<li>-20</li>
18
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
18
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
19
<p>Pembahasan:</p>
19
<p>Pembahasan:</p>
20
<p>Diketahui dengan</p>
20
<p>Diketahui dengan</p>
21
<p>Karena , maka didapat hasil sebagai berikut.</p>
21
<p>Karena , maka didapat hasil sebagai berikut.</p>
22
<p>dan</p>
22
<p>dan</p>
23
<p>Kurangkan persamaan (i) dengan persamaan (ii) sehingga didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
23
<p>Kurangkan persamaan (i) dengan persamaan (ii) sehingga didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
24
<p>Akibatnya, diperoleh perhitungan sebagai berikut.</p>
24
<p>Akibatnya, diperoleh perhitungan sebagai berikut.</p>
25
<p>Dengan demikian, nilai dari adalah -5.</p>
25
<p>Dengan demikian, nilai dari adalah -5.</p>
26
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</p>
26
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</p>
27
<p><strong>Topik</strong><strong>: Vektor</strong></p>
27
<p><strong>Topik</strong><strong>: Vektor</strong></p>
28
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengertian dan Operasi Vektor I</strong></p>
28
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengertian dan Operasi Vektor I</strong></p>
29
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
29
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
30
<p>3. Jika dan maka</p>
30
<p>3. Jika dan maka</p>
31
<ol><li>√139</li>
31
<ol><li>√139</li>
32
<li>√145</li>
32
<li>√145</li>
33
<li>√154</li>
33
<li>√154</li>
34
<li>√169</li>
34
<li>√169</li>
35
<li>√196</li>
35
<li>√196</li>
36
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
36
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
37
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
37
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
38
<p>Perhatikan bahwa,</p>
38
<p>Perhatikan bahwa,</p>
39
<p>Sehingga,</p>
39
<p>Sehingga,</p>
40
<p>Baca Juga:<a>Mengenal Vektor Bidang 2 Dimensi & Vektor Ruang 3 Dimensi</a></p>
40
<p>Baca Juga:<a>Mengenal Vektor Bidang 2 Dimensi & Vektor Ruang 3 Dimensi</a></p>
41
<p><strong>Topik</strong><strong>: Vektor</strong></p>
41
<p><strong>Topik</strong><strong>: Vektor</strong></p>
42
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengertian dan Operasi Vektor I, Operasi Vektor II</strong></p>
42
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengertian dan Operasi Vektor I, Operasi Vektor II</strong></p>
43
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
43
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
44
<p>4. Diketahui segi enam beraturan ABCDEF. Jika dan maka nilai dari </p>
44
<p>4. Diketahui segi enam beraturan ABCDEF. Jika dan maka nilai dari </p>
45
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
45
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
46
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
46
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
47
<p>Ilustrasi segienam ABCDEF ditunjukkan oleh gambar di bawah ini</p>
47
<p>Ilustrasi segienam ABCDEF ditunjukkan oleh gambar di bawah ini</p>
48
<p>Diketahui dan</p>
48
<p>Diketahui dan</p>
49
<p>Jika diperhatikan jajar genjang ABOF, maka berdasarkan aturan jajar genjang didapat</p>
49
<p>Jika diperhatikan jajar genjang ABOF, maka berdasarkan aturan jajar genjang didapat</p>
50
<p>Karena sejajar sejajar , serta sejajar dan dengan panjang sisi yang sama, maka</p>
50
<p>Karena sejajar sejajar , serta sejajar dan dengan panjang sisi yang sama, maka</p>
51
<p>Sehingga didapat</p>
51
<p>Sehingga didapat</p>
52
<p>Maka</p>
52
<p>Maka</p>
53
<p>Jadi, nilai dari</p>
53
<p>Jadi, nilai dari</p>
54
<p><strong>Topik</strong><strong>: Vektor</strong></p>
54
<p><strong>Topik</strong><strong>: Vektor</strong></p>
55
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><strong>Kedudukan Vektor</strong></p>
55
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><strong>Kedudukan Vektor</strong></p>
56
<p><strong>Level Kognitif</strong>:<strong> LOTS</strong></p>
56
<p><strong>Level Kognitif</strong>:<strong> LOTS</strong></p>
57
<p>5. Jika merupakan vektor-vektor posisi yang masing-masing dinyatakan dengan</p>
57
<p>5. Jika merupakan vektor-vektor posisi yang masing-masing dinyatakan dengan</p>
58
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
58
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
59
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
59
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
60
<p>Perhatikan bahwa</p>
60
<p>Perhatikan bahwa</p>
61
<p>Ingat bahwa</p>
61
<p>Ingat bahwa</p>
62
<p><strong>Topik</strong><strong>: Vektor </strong></p>
62
<p><strong>Topik</strong><strong>: Vektor </strong></p>
63
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aljabar Vektor I</strong></p>
63
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aljabar Vektor I</strong></p>
64
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
64
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
65
<p>6. Diketahui vektor dengan dan</p>
65
<p>6. Diketahui vektor dengan dan</p>
66
<ol><li>1</li>
66
<ol><li>1</li>
67
<li>3</li>
67
<li>3</li>
68
<li>4</li>
68
<li>4</li>
69
<li>5</li>
69
<li>5</li>
70
<li>6</li>
70
<li>6</li>
71
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
71
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
72
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
72
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
73
<p>Perhatikan bahwa sehingga</p>
73
<p>Perhatikan bahwa sehingga</p>
74
<p>Ingat bahwa panjang dari vektor adalah kali panjang vektor Sehingga</p>
74
<p>Ingat bahwa panjang dari vektor adalah kali panjang vektor Sehingga</p>
75
<p><strong>Topik</strong><strong>: Vektor</strong></p>
75
<p><strong>Topik</strong><strong>: Vektor</strong></p>
76
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aljabar Vektor II</strong></p>
76
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aljabar Vektor II</strong></p>
77
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
77
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
78
<p>7. Diketahui vektor dan Jika tegak lurus vektor maka hasil dari adalah ….</p>
78
<p>7. Diketahui vektor dan Jika tegak lurus vektor maka hasil dari adalah ….</p>
79
<ol><li>-2</li>
79
<ol><li>-2</li>
80
<li>-1</li>
80
<li>-1</li>
81
<li>0</li>
81
<li>0</li>
82
<li>1</li>
82
<li>1</li>
83
<li>2</li>
83
<li>2</li>
84
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
84
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
85
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
85
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
86
<p>Diketahui vektor dan</p>
86
<p>Diketahui vektor dan</p>
87
<p>Jika maka:</p>
87
<p>Jika maka:</p>
88
<p>maka hasil dari adalah:</p>
88
<p>maka hasil dari adalah:</p>
89
<h2><strong>FISIKA</strong></h2>
89
<h2><strong>FISIKA</strong></h2>
90
<p>8. Sebuah truk dengan massa total 3.000 kg bergerak dengan kecepatan 25 m/s. Kemudian, seorang sopir truk melihat ada seseorang yang hendak menyebrang jalan pada jarak 50 m dari truk. Agar truk tidak menabrak penyebrang jalan, supir harus mengerem truk dengan gaya sebesar ….</p>
90
<p>8. Sebuah truk dengan massa total 3.000 kg bergerak dengan kecepatan 25 m/s. Kemudian, seorang sopir truk melihat ada seseorang yang hendak menyebrang jalan pada jarak 50 m dari truk. Agar truk tidak menabrak penyebrang jalan, supir harus mengerem truk dengan gaya sebesar ….</p>
91
<ol><li>1.875 N</li>
91
<ol><li>1.875 N</li>
92
<li>3.000 N</li>
92
<li>3.000 N</li>
93
<li>7.500 N</li>
93
<li>7.500 N</li>
94
<li>18.750 N</li>
94
<li>18.750 N</li>
95
<li>30.000 N</li>
95
<li>30.000 N</li>
96
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
96
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
97
<p>Pembahasan:</p>
97
<p>Pembahasan:</p>
98
<p>Diketahui:</p>
98
<p>Diketahui:</p>
99
<p>m = 3.000 kg v = 25 m/s s = 50 m</p>
99
<p>m = 3.000 kg v = 25 m/s s = 50 m</p>
100
<p>Ditanya: F = ?</p>
100
<p>Ditanya: F = ?</p>
101
<p>Agar truk tidak menabrak penyebrang jalan, truk harus direm sehingga kecepatan akhir harus bernilai nol. Karena mobil mengalami perlambatan, nilai percepatan dapat dicari dengan menggunakan konsep GLBB, yaitu</p>
101
<p>Agar truk tidak menabrak penyebrang jalan, truk harus direm sehingga kecepatan akhir harus bernilai nol. Karena mobil mengalami perlambatan, nilai percepatan dapat dicari dengan menggunakan konsep GLBB, yaitu</p>
102
<p>Kemudian besar gaya perlambatan dapat dicari dengan menggunakan Hukum II Newton:</p>
102
<p>Kemudian besar gaya perlambatan dapat dicari dengan menggunakan Hukum II Newton:</p>
103
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</p>
103
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</p>
104
<p>9. Dua bintang terpisah sejauh R. Gaya gravitasi antara keduanya sebesar F. Apabila bintang pertama bergerak menjauhi bintang kedua sejauh , gaya gravitasi di antara kedua bintang berubah menjadi ….</p>
104
<p>9. Dua bintang terpisah sejauh R. Gaya gravitasi antara keduanya sebesar F. Apabila bintang pertama bergerak menjauhi bintang kedua sejauh , gaya gravitasi di antara kedua bintang berubah menjadi ….</p>
105
<p><strong>Jawaban: A</strong></p>
105
<p><strong>Jawaban: A</strong></p>
106
<p>Pembahasan:</p>
106
<p>Pembahasan:</p>
107
<p>Besar gaya gravitasi dapat dihitung dengan persamaan</p>
107
<p>Besar gaya gravitasi dapat dihitung dengan persamaan</p>
108
<p>Gaya gravitasi di antara kedua bintang setelah bintang pertama bergerak menjauhi bintang kedua dapat dihitung dengan perbandingan, yaitu</p>
108
<p>Gaya gravitasi di antara kedua bintang setelah bintang pertama bergerak menjauhi bintang kedua dapat dihitung dengan perbandingan, yaitu</p>
109
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</p>
109
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</p>
110
<p><strong>Topik</strong><strong>: Hukum Gerak Newton</strong></p>
110
<p><strong>Topik</strong><strong>: Hukum Gerak Newton</strong></p>
111
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Gaya</strong></p>
111
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Gaya</strong></p>
112
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
112
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
113
<p>10. Sebuah peti ditarik oleh tiga buah gaya seperti pada gambar.</p>
113
<p>10. Sebuah peti ditarik oleh tiga buah gaya seperti pada gambar.</p>
114
<p>Besar dan arah resultan gaya yang bekerja pada peti adalah …</p>
114
<p>Besar dan arah resultan gaya yang bekerja pada peti adalah …</p>
115
<ol><li>0 N karena balok tidak bergerak</li>
115
<ol><li>0 N karena balok tidak bergerak</li>
116
<li>18 N ke kanan</li>
116
<li>18 N ke kanan</li>
117
<li>18 N ke kiri</li>
117
<li>18 N ke kiri</li>
118
<li>9 N ke kanan</li>
118
<li>9 N ke kanan</li>
119
<li>9 N ke kiri</li>
119
<li>9 N ke kiri</li>
120
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
120
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
121
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
121
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
122
<p>Resultan gaya yang bekerja pada peti dapat dihitung dengan menjumlahkan semua gaya, gaya ke kanan bernilai positif sedangkan gaya ke kiri bernilai negatif</p>
122
<p>Resultan gaya yang bekerja pada peti dapat dihitung dengan menjumlahkan semua gaya, gaya ke kanan bernilai positif sedangkan gaya ke kiri bernilai negatif</p>
123
<p>ΣF = 27 + 9 - 45</p>
123
<p>ΣF = 27 + 9 - 45</p>
124
<p>ΣF = -9 N</p>
124
<p>ΣF = -9 N</p>
125
<p>Tanda negatif menunjukkan bahwa peti bergerak ke kiri.</p>
125
<p>Tanda negatif menunjukkan bahwa peti bergerak ke kiri.</p>
126
<p><strong>Baca Juga:<a>Bunyi 3 Hukum Newton, Rumus & Contoh Penerapannya</a></strong></p>
126
<p><strong>Baca Juga:<a>Bunyi 3 Hukum Newton, Rumus & Contoh Penerapannya</a></strong></p>
127
<p><strong>Topik</strong><strong>: Hukum Gerak Newton</strong></p>
127
<p><strong>Topik</strong><strong>: Hukum Gerak Newton</strong></p>
128
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hukum Newton</strong></p>
128
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hukum Newton</strong></p>
129
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
129
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
130
<p>11. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini:</p>
130
<p>11. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini:</p>
131
<p>(1) Andi memukul tembok dengan tangannya dan terasa sakit</p>
131
<p>(1) Andi memukul tembok dengan tangannya dan terasa sakit</p>
132
<p>(2) Kertas yang diletakkan di bawah gelas kaca kemudian ditarik dengan cepat, gelas kaca akan tetap diam</p>
132
<p>(2) Kertas yang diletakkan di bawah gelas kaca kemudian ditarik dengan cepat, gelas kaca akan tetap diam</p>
133
<p>(3) Papan kayu yang meluncur di lintasan miring licin akan terus meluncur jika tidak diganggu</p>
133
<p>(3) Papan kayu yang meluncur di lintasan miring licin akan terus meluncur jika tidak diganggu</p>
134
<p>(4) Mobil balap sedang bergerak dengan kecepatan tinggi, kemudian direm ketika berbelok</p>
134
<p>(4) Mobil balap sedang bergerak dengan kecepatan tinggi, kemudian direm ketika berbelok</p>
135
<p>Yang termasuk Hukum I Newton dalam kehidupan sehari-hari adalah…</p>
135
<p>Yang termasuk Hukum I Newton dalam kehidupan sehari-hari adalah…</p>
136
<ol><li>(1) dan (2)</li>
136
<ol><li>(1) dan (2)</li>
137
<li>(1) dan (3)</li>
137
<li>(1) dan (3)</li>
138
<li>(2) dan (4)</li>
138
<li>(2) dan (4)</li>
139
<li>(3) dan (4)</li>
139
<li>(3) dan (4)</li>
140
<li>(3) saja</li>
140
<li>(3) saja</li>
141
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
141
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
142
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
142
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
143
<p>Hukum I Newton menyatakan bahwa benda cenderung mempertahankan keadaannya untuk tetap diam atau bergerak dengan kecepatan tetap. Sehingga pada pernyataan diatas, benda yang sesuai dengan penerapan Hukum I Newton adalah (2) dan (4).</p>
143
<p>Hukum I Newton menyatakan bahwa benda cenderung mempertahankan keadaannya untuk tetap diam atau bergerak dengan kecepatan tetap. Sehingga pada pernyataan diatas, benda yang sesuai dengan penerapan Hukum I Newton adalah (2) dan (4).</p>
144
<p><strong>Topik</strong><strong>: Hukum Gerak Newton</strong></p>
144
<p><strong>Topik</strong><strong>: Hukum Gerak Newton</strong></p>
145
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Penerapan Hukum Newton</strong></p>
145
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Penerapan Hukum Newton</strong></p>
146
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
146
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
147
<p>12. Perhatikan gambar di bawah ini!</p>
147
<p>12. Perhatikan gambar di bawah ini!</p>
148
<p>Balok A bermassa 4 kg dan balok B bermassa 2 kg. Ketika ditarik dengan gaya sebesar 30 N, balok A tepat bergerak. Jika antara balok A dan lantai terdapat gesekan sebesar 0,4 maka koefisien gesek di antara balok A dan B adalah…</p>
148
<p>Balok A bermassa 4 kg dan balok B bermassa 2 kg. Ketika ditarik dengan gaya sebesar 30 N, balok A tepat bergerak. Jika antara balok A dan lantai terdapat gesekan sebesar 0,4 maka koefisien gesek di antara balok A dan B adalah…</p>
149
<ol><li>0,1</li>
149
<ol><li>0,1</li>
150
<li>0,2</li>
150
<li>0,2</li>
151
<li>0,3</li>
151
<li>0,3</li>
152
<li>0,4</li>
152
<li>0,4</li>
153
<li>0,5</li>
153
<li>0,5</li>
154
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
154
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: C</strong></p>
155
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
155
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
156
<p>ma = 4 kg</p>
156
<p>ma = 4 kg</p>
157
<p>mb = 2 kg</p>
157
<p>mb = 2 kg</p>
158
<p>F = 30 N</p>
158
<p>F = 30 N</p>
159
<p>a = 0,4</p>
159
<p>a = 0,4</p>
160
<p>b = ?</p>
160
<p>b = ?</p>
161
<p>Gaya-gaya yang ada pada 2 balok bertumpuk dapat diuraikan sebagai berikut.</p>
161
<p>Gaya-gaya yang ada pada 2 balok bertumpuk dapat diuraikan sebagai berikut.</p>
162
<p>Gaya yang ada pada sumbu-y adalah:</p>
162
<p>Gaya yang ada pada sumbu-y adalah:</p>
163
<p>Fy = 0</p>
163
<p>Fy = 0</p>
164
<p>Nab - wa - wb = 0</p>
164
<p>Nab - wa - wb = 0</p>
165
<p>Nab = wa + wb</p>
165
<p>Nab = wa + wb</p>
166
<p>Nab = mag + mbg</p>
166
<p>Nab = mag + mbg</p>
167
<p>Nab = g(ma + mb)</p>
167
<p>Nab = g(ma + mb)</p>
168
<p>Nab = 10 (4+2)</p>
168
<p>Nab = 10 (4+2)</p>
169
<p>Nab = 60 N</p>
169
<p>Nab = 60 N</p>
170
<p># pada balok B</p>
170
<p># pada balok B</p>
171
<p>Fy = 0</p>
171
<p>Fy = 0</p>
172
<p>Nb - wb = 0</p>
172
<p>Nb - wb = 0</p>
173
<p>Nb = wb</p>
173
<p>Nb = wb</p>
174
<p>Nb = mbg</p>
174
<p>Nb = mbg</p>
175
<p>Nb = (2)(10)</p>
175
<p>Nb = (2)(10)</p>
176
<p>Nb = 20 N</p>
176
<p>Nb = 20 N</p>
177
<p>Kemudian jumlahkan gaya yang ada di sumbu-x:</p>
177
<p>Kemudian jumlahkan gaya yang ada di sumbu-x:</p>
178
<p>Fx = 0 (<em>benda tepat akan bergerak</em>)</p>
178
<p>Fx = 0 (<em>benda tepat akan bergerak</em>)</p>
179
<p>F - fab - fb = 0</p>
179
<p>F - fab - fb = 0</p>
180
<p>F- μa Nab - μbNb = 0</p>
180
<p>F- μa Nab - μbNb = 0</p>
181
<p>30 - (0,4)(60) - μb(20) = 0</p>
181
<p>30 - (0,4)(60) - μb(20) = 0</p>
182
<p>30-24 = 20μb</p>
182
<p>30-24 = 20μb</p>
183
<p>6 = μb</p>
183
<p>6 = μb</p>
184
<p>μb = 6/20</p>
184
<p>μb = 6/20</p>
185
<p>μb = 0,3</p>
185
<p>μb = 0,3</p>
186
<p><strong>Topik</strong><strong>: Hukum Gravitasi Newton</strong></p>
186
<p><strong>Topik</strong><strong>: Hukum Gravitasi Newton</strong></p>
187
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Potensial Gravitasi</strong></p>
187
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Potensial Gravitasi</strong></p>
188
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
188
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
189
<p>13. Energi potensial gravitasi benda bermassa 0,1 gr adalah -2,75 x 108 Joule. Potensial gravitasi benda tersebut adalah …</p>
189
<p>13. Energi potensial gravitasi benda bermassa 0,1 gr adalah -2,75 x 108 Joule. Potensial gravitasi benda tersebut adalah …</p>
190
<ol><li>2,75 x 105 Joule</li>
190
<ol><li>2,75 x 105 Joule</li>
191
<li>2,75 x 106 Joule</li>
191
<li>2,75 x 106 Joule</li>
192
<li>-2,75 x 106 Joule</li>
192
<li>-2,75 x 106 Joule</li>
193
<li>2,75 x 107 Joule</li>
193
<li>2,75 x 107 Joule</li>
194
<li>-2,75 x 107 Joule</li>
194
<li>-2,75 x 107 Joule</li>
195
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
195
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
196
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
196
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
197
<p>m = 0,1 gr = 100 kg</p>
197
<p>m = 0,1 gr = 100 kg</p>
198
<p>Ep = -2,75 x 108 Joule</p>
198
<p>Ep = -2,75 x 108 Joule</p>
199
<p>Potensial gravitasi dapat dihitung dengan rumus</p>
199
<p>Potensial gravitasi dapat dihitung dengan rumus</p>
200
<p><strong>Topik</strong><strong>: Usaha dan Energi</strong></p>
200
<p><strong>Topik</strong><strong>: Usaha dan Energi</strong></p>
201
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Usaha pada pegas</strong></p>
201
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Usaha pada pegas</strong></p>
202
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
202
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
203
<p>14. Laras melakukan eksperimen fisika menggunakan bidang miring dengan kemiringan 30o yang pada bagian ujung bawahnya dipasang pegas.</p>
203
<p>14. Laras melakukan eksperimen fisika menggunakan bidang miring dengan kemiringan 30o yang pada bagian ujung bawahnya dipasang pegas.</p>
204
<p>Pada ujung lainnya yang berada di atas diletakkan sebuah kotak bermassa 0,5 kg. Kotak tersebut meluncur tanpa kecepatan awal sejauh 1 m dan menumbuk pegas sehingga pegas memendek. Jika konstanta pegas 490 N/m, pemendekan pegas maksimum sebesar …</p>
204
<p>Pada ujung lainnya yang berada di atas diletakkan sebuah kotak bermassa 0,5 kg. Kotak tersebut meluncur tanpa kecepatan awal sejauh 1 m dan menumbuk pegas sehingga pegas memendek. Jika konstanta pegas 490 N/m, pemendekan pegas maksimum sebesar …</p>
205
<ol><li>1 cm</li>
205
<ol><li>1 cm</li>
206
<li>2 cm</li>
206
<li>2 cm</li>
207
<li>5 cm</li>
207
<li>5 cm</li>
208
<li>7 cm</li>
208
<li>7 cm</li>
209
<li>10 cm</li>
209
<li>10 cm</li>
210
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
210
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
211
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
211
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
212
<p>θ = 30o</p>
212
<p>θ = 30o</p>
213
<p>m = 0,5 kg</p>
213
<p>m = 0,5 kg</p>
214
<p>s = 1 m</p>
214
<p>s = 1 m</p>
215
<p>k = 490 N/m</p>
215
<p>k = 490 N/m</p>
216
<p>Δx = ?</p>
216
<p>Δx = ?</p>
217
<p>Uraikan dulu gaya yang bekerja pada balok (gaya berat balok).</p>
217
<p>Uraikan dulu gaya yang bekerja pada balok (gaya berat balok).</p>
218
<p>Pada kasus ini usaha yang dilakukan balok akan bernilai sama dengan usaha yang dilakukan pegas, sehingga dapat diperoleh hubungan:</p>
218
<p>Pada kasus ini usaha yang dilakukan balok akan bernilai sama dengan usaha yang dilakukan pegas, sehingga dapat diperoleh hubungan:</p>
219
<p>Wbalok = Wpegas</p>
219
<p>Wbalok = Wpegas</p>
220
<p>F s = 1/2k∆x2</p>
220
<p>F s = 1/2k∆x2</p>
221
<p>mgsin 30o s = 12k∆x2</p>
221
<p>mgsin 30o s = 12k∆x2</p>
222
<p>(0,5)(9,8)(0,5)(1) = (0,5)(490)∆x2</p>
222
<p>(0,5)(9,8)(0,5)(1) = (0,5)(490)∆x2</p>
223
<p>∆x2 = 2,45/245</p>
223
<p>∆x2 = 2,45/245</p>
224
<p>∆x = √0,01</p>
224
<p>∆x = √0,01</p>
225
<p>∆x = 0,1 m</p>
225
<p>∆x = 0,1 m</p>
226
<p>∆x = 10 cm</p>
226
<p>∆x = 10 cm</p>
227
<h2><strong>KIMIA</strong></h2>
227
<h2><strong>KIMIA</strong></h2>
228
<p>15. Zat terlarut F dan G membentuk jumlah ion yang sama saat terurai dalam air. Pada pelarutan 15 mol zat F dan 12 mol zat G, hasil analisis menunjukkan bahwa hanya 6 mol zat F dan 5 mol zat G yang terurai. Pernyataan berikut yang benar adalah …</p>
228
<p>15. Zat terlarut F dan G membentuk jumlah ion yang sama saat terurai dalam air. Pada pelarutan 15 mol zat F dan 12 mol zat G, hasil analisis menunjukkan bahwa hanya 6 mol zat F dan 5 mol zat G yang terurai. Pernyataan berikut yang benar adalah …</p>
229
<ol><li>Zat F dan zat G memiliki derajat disosiasi yang sama.</li>
229
<ol><li>Zat F dan zat G memiliki derajat disosiasi yang sama.</li>
230
<li>Zat F merupakan elektrolit yang lebih kuat karena terurai lebih banyak dalam air.</li>
230
<li>Zat F merupakan elektrolit yang lebih kuat karena terurai lebih banyak dalam air.</li>
231
<li>Zat F memiliki derajat disosiasi yang lebih besar daripada zat G.</li>
231
<li>Zat F memiliki derajat disosiasi yang lebih besar daripada zat G.</li>
232
<li>Gelembung yang dihasilkan pada rangkaian larutan F lebih banyak.</li>
232
<li>Gelembung yang dihasilkan pada rangkaian larutan F lebih banyak.</li>
233
<li>Lampu menyala sedikit lebih terang pada rangkaian larutan G.</li>
233
<li>Lampu menyala sedikit lebih terang pada rangkaian larutan G.</li>
234
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
234
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
235
<p>Pembahasan:</p>
235
<p>Pembahasan:</p>
236
<p>Soal ini dapat diselesaikan dengan menggunakan konsep derajat disosiasi karena jumlah molekul kedua zat yang terurai tidak sama dengan jumlah molekul yang terlarut (tidak terionisasi sempurna menghasilkan jumlah ion yang sama). Derajat disosiasi menyatakan perbandingan jumlah molekul yang terurai dengan jumlah molekul yang terlarut di dalam larutan. Nilai derajat disosiasi menunjukkan kekuatan elektrolit suatu larutan.</p>
236
<p>Soal ini dapat diselesaikan dengan menggunakan konsep derajat disosiasi karena jumlah molekul kedua zat yang terurai tidak sama dengan jumlah molekul yang terlarut (tidak terionisasi sempurna menghasilkan jumlah ion yang sama). Derajat disosiasi menyatakan perbandingan jumlah molekul yang terurai dengan jumlah molekul yang terlarut di dalam larutan. Nilai derajat disosiasi menunjukkan kekuatan elektrolit suatu larutan.</p>
237
<p>Derajat disosiasi zat F adalah sebagai berikut.</p>
237
<p>Derajat disosiasi zat F adalah sebagai berikut.</p>
238
<p>Derajat disosiasi zat G adalah sebagai berikut.</p>
238
<p>Derajat disosiasi zat G adalah sebagai berikut.</p>
239
<p>Dengan demikian, derajat disosiasi zat G lebih besar dibandingkan dengan zat F. Hal ini membuat nyala lampu pada rangkaian listrik yang menggunakan larutan G lebih terang dan menghasilkan gelembung lebih banyak daripada larutan F.</p>
239
<p>Dengan demikian, derajat disosiasi zat G lebih besar dibandingkan dengan zat F. Hal ini membuat nyala lampu pada rangkaian listrik yang menggunakan larutan G lebih terang dan menghasilkan gelembung lebih banyak daripada larutan F.</p>
240
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</p>
240
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</p>
241
<p>16. Perhatikan reaksi berikut ini!</p>
241
<p>16. Perhatikan reaksi berikut ini!</p>
242
<p>Pernyataan yang sesuai mengenai reaksi di atas ditunjukkan oleh nomor ….</p>
242
<p>Pernyataan yang sesuai mengenai reaksi di atas ditunjukkan oleh nomor ….</p>
243
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
243
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
244
<li>1 dan 3</li>
244
<li>1 dan 3</li>
245
<li>2 dan 4</li>
245
<li>2 dan 4</li>
246
<li>4 saja</li>
246
<li>4 saja</li>
247
<li>1, 2, 3, dan 4</li>
247
<li>1, 2, 3, dan 4</li>
248
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
248
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
249
<p>Pembahasan:</p>
249
<p>Pembahasan:</p>
250
<p>Perhitungan biloks senyawa yang terlibat dari pernyataan adalah sebagai berikut.</p>
250
<p>Perhitungan biloks senyawa yang terlibat dari pernyataan adalah sebagai berikut.</p>
251
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</p>
251
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</p>
252
<p><strong>Topik</strong><strong>: Reaksi Reduksi dan Oksidasi</strong></p>
252
<p><strong>Topik</strong><strong>: Reaksi Reduksi dan Oksidasi</strong></p>
253
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Redoks Melibatkan Oksigen</strong></p>
253
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Redoks Melibatkan Oksigen</strong></p>
254
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
254
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
255
<p>17. Perhatikan reaksi-reaksi berikut ini:</p>
255
<p>17. Perhatikan reaksi-reaksi berikut ini:</p>
256
<ol><li>C (s) + O2 (g) → CO2 (g)</li>
256
<ol><li>C (s) + O2 (g) → CO2 (g)</li>
257
<li>MgO (s) → Mg (s) + ½ O2 (g)</li>
257
<li>MgO (s) → Mg (s) + ½ O2 (g)</li>
258
<li>2S (s) + 3O2 (g) → SO3 (g)</li>
258
<li>2S (s) + 3O2 (g) → SO3 (g)</li>
259
<li>H2O (l) → H2 (g) + ½ O2 (g)</li>
259
<li>H2O (l) → H2 (g) + ½ O2 (g)</li>
260
</ol><p>Di antara reaksi-reaksi di atas yang merupakan reaksi reduksi adalah ….</p>
260
</ol><p>Di antara reaksi-reaksi di atas yang merupakan reaksi reduksi adalah ….</p>
261
<ol><li>1 dan 2</li>
261
<ol><li>1 dan 2</li>
262
<li>2 dan 3</li>
262
<li>2 dan 3</li>
263
<li>1 dan 3</li>
263
<li>1 dan 3</li>
264
<li>2 dan 4</li>
264
<li>2 dan 4</li>
265
<li>3 dan 4</li>
265
<li>3 dan 4</li>
266
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
266
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
267
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
267
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
268
<p>Reaksi oksidasi merupakan reaksi pengikatan oksigen, gas oksigen berada di sisi pereaksi (ruas kiri), sebaliknya reaksi reduksi merupakan reaksi pelepasan oksigen., gas oksigen berada di sisi produk (ruas kanan).</p>
268
<p>Reaksi oksidasi merupakan reaksi pengikatan oksigen, gas oksigen berada di sisi pereaksi (ruas kiri), sebaliknya reaksi reduksi merupakan reaksi pelepasan oksigen., gas oksigen berada di sisi produk (ruas kanan).</p>
269
<p>C (s) + O2 (g) → CO2 (g) = Oksidasi</p>
269
<p>C (s) + O2 (g) → CO2 (g) = Oksidasi</p>
270
<p>MgO (s) → Mg (s) + ½ O2 (g) = Reduksi</p>
270
<p>MgO (s) → Mg (s) + ½ O2 (g) = Reduksi</p>
271
<p>2S (s) + 3O2 (g) → SO3 (g) = Oksidasi</p>
271
<p>2S (s) + 3O2 (g) → SO3 (g) = Oksidasi</p>
272
<p>H2O (l) → H2 (g) + ½ O2 (g) = Reduksi</p>
272
<p>H2O (l) → H2 (g) + ½ O2 (g) = Reduksi</p>
273
<p>Baca Juga: <a>Cara Menentukan Bilangan Oksidasi Beserta Contohnya</a></p>
273
<p>Baca Juga: <a>Cara Menentukan Bilangan Oksidasi Beserta Contohnya</a></p>
274
<p><strong>Topik</strong><strong>: Reaksi Reduksi dan Oksidasi</strong></p>
274
<p><strong>Topik</strong><strong>: Reaksi Reduksi dan Oksidasi</strong></p>
275
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Redoks Melalui Perubahan Bilangan Oksidasi</strong></p>
275
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Redoks Melalui Perubahan Bilangan Oksidasi</strong></p>
276
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
276
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
277
<p>18. Bilangan oksidasi didefinisikan sebagai jumlah muatan negatif dan positif dalam atom, yang secara tidak langsung menandakan jumlah elektron yang telah diterima atau diserahkan. Atom yang menerima elektron akan bertanda negatif, atom yang melepaskan elektron bertanda positif. Bilangan oksidasi Mn terkecil terdapat dalam senyawa ….</p>
277
<p>18. Bilangan oksidasi didefinisikan sebagai jumlah muatan negatif dan positif dalam atom, yang secara tidak langsung menandakan jumlah elektron yang telah diterima atau diserahkan. Atom yang menerima elektron akan bertanda negatif, atom yang melepaskan elektron bertanda positif. Bilangan oksidasi Mn terkecil terdapat dalam senyawa ….</p>
278
<ol><li>MnCl3</li>
278
<ol><li>MnCl3</li>
279
<li>K2MnO4</li>
279
<li>K2MnO4</li>
280
<li>Mn2(SO4)3</li>
280
<li>Mn2(SO4)3</li>
281
<li>MnO2</li>
281
<li>MnO2</li>
282
<li>Mn(NO3)2</li>
282
<li>Mn(NO3)2</li>
283
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
283
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
284
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
284
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
285
<p>Biloks Mn dalam MnCl3 → Biloks Mn + (3 x Biloks Cl) = 0</p>
285
<p>Biloks Mn dalam MnCl3 → Biloks Mn + (3 x Biloks Cl) = 0</p>
286
<p>Biloks Mn = 0 - (3 (-1) = +3</p>
286
<p>Biloks Mn = 0 - (3 (-1) = +3</p>
287
<p>Biloks Mn dalam K2MnO4 → Biloks Mn + (2 x Biloks K) + (4 x Biloks O) = 0</p>
287
<p>Biloks Mn dalam K2MnO4 → Biloks Mn + (2 x Biloks K) + (4 x Biloks O) = 0</p>
288
<p>Biloks Mn = 0 - (2 (1)) - (4 x (-2)) = +6</p>
288
<p>Biloks Mn = 0 - (2 (1)) - (4 x (-2)) = +6</p>
289
<p>Biloks Mn dalam Mn2(SO4)3 → (2 x Biloks Mn) + (3 x Biloks Poliatom SO4) = 0</p>
289
<p>Biloks Mn dalam Mn2(SO4)3 → (2 x Biloks Mn) + (3 x Biloks Poliatom SO4) = 0</p>
290
<p>2 x Biloks Mn = 0 - (3 (-2) = +6</p>
290
<p>2 x Biloks Mn = 0 - (3 (-2) = +6</p>
291
<p>Biloks Mn = +3</p>
291
<p>Biloks Mn = +3</p>
292
<p>Biloks Mn dalam MnO2→ Biloks Mn + (2 x Biloks O) = 0</p>
292
<p>Biloks Mn dalam MnO2→ Biloks Mn + (2 x Biloks O) = 0</p>
293
<p>Biloks Mn = 0 - (2 (-2) = +4</p>
293
<p>Biloks Mn = 0 - (2 (-2) = +4</p>
294
<p>Biloks Mn dalam Mn(NO3)2→ Biloks Mn + (2 x Biloks Poliatom NO3) = 0</p>
294
<p>Biloks Mn dalam Mn(NO3)2→ Biloks Mn + (2 x Biloks Poliatom NO3) = 0</p>
295
<p>Biloks Mn = 0 - (2 (-1) = +2</p>
295
<p>Biloks Mn = 0 - (2 (-1) = +2</p>
296
<p><strong>Topik</strong><strong>: Reaksi Reduksi dan Oksidasi</strong></p>
296
<p><strong>Topik</strong><strong>: Reaksi Reduksi dan Oksidasi</strong></p>
297
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pemanfaatan Reaksi Redoks</strong></p>
297
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pemanfaatan Reaksi Redoks</strong></p>
298
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
298
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: LOTS</strong></p>
299
<p>19. Salah satu pemanfaatan reaksi redoks pada kehidupan sehari-hari adalah pada baterai. Yang menjadi reduktor pada baterai adalah ….</p>
299
<p>19. Salah satu pemanfaatan reaksi redoks pada kehidupan sehari-hari adalah pada baterai. Yang menjadi reduktor pada baterai adalah ….</p>
300
<ol><li>Zn</li>
300
<ol><li>Zn</li>
301
<li>Zn2+</li>
301
<li>Zn2+</li>
302
<li>Mn2O3</li>
302
<li>Mn2O3</li>
303
<li>Mn2+</li>
303
<li>Mn2+</li>
304
<li>MnO2</li>
304
<li>MnO2</li>
305
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
305
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
306
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
306
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
307
<p>1) Pada baterai terjadi reaksi oksidasi dan reduksi.</p>
307
<p>1) Pada baterai terjadi reaksi oksidasi dan reduksi.</p>
308
<p>2) Reaksi reduksi adalah reaksi penurunan biloks, pada baterai terjadi pada reaksi MnO2 menjadi Mn2O3.</p>
308
<p>2) Reaksi reduksi adalah reaksi penurunan biloks, pada baterai terjadi pada reaksi MnO2 menjadi Mn2O3.</p>
309
<p>3) Reaksi oksidasi adalah reaksi kenaikan biloks, pada baterai terjadi pada reaksi Zn menjadi Zn2+.</p>
309
<p>3) Reaksi oksidasi adalah reaksi kenaikan biloks, pada baterai terjadi pada reaksi Zn menjadi Zn2+.</p>
310
<p>4) Reduktor adalah spesi yang mengalami oksidasi, yaitu Zn.</p>
310
<p>4) Reduktor adalah spesi yang mengalami oksidasi, yaitu Zn.</p>
311
<p><strong>Topik</strong><strong>: Hukum Dasar Kimia</strong></p>
311
<p><strong>Topik</strong><strong>: Hukum Dasar Kimia</strong></p>
312
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hukum Gas</strong></p>
312
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Hukum Gas</strong></p>
313
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
313
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
314
<p>20. Setiap 2 L gas nitrogen tepat bereaksi dengan 3 L gas oksigen menghasilkan 1 L gas oksida nitrogen. Jika volume diukur pada suhu dan tekanan yang sama, rumus empiris oksida nitrogen yang terbentuk adalah ….</p>
314
<p>20. Setiap 2 L gas nitrogen tepat bereaksi dengan 3 L gas oksigen menghasilkan 1 L gas oksida nitrogen. Jika volume diukur pada suhu dan tekanan yang sama, rumus empiris oksida nitrogen yang terbentuk adalah ….</p>
315
<ol><li>N2O3</li>
315
<ol><li>N2O3</li>
316
<li>N2O5</li>
316
<li>N2O5</li>
317
<li>NO2</li>
317
<li>NO2</li>
318
<li>NO3</li>
318
<li>NO3</li>
319
<li>N3O4</li>
319
<li>N3O4</li>
320
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
320
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
321
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
321
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
322
<p>Reaksi yang terjadi: N2 + O2 -> NxOy</p>
322
<p>Reaksi yang terjadi: N2 + O2 -> NxOy</p>
323
<p>Ingat! Pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan koefisien = perbandingan volume. Sehingga, persamaannya menjadi: 2N2 + 3O2 → NxOy</p>
323
<p>Ingat! Pada suhu dan tekanan yang sama, perbandingan koefisien = perbandingan volume. Sehingga, persamaannya menjadi: 2N2 + 3O2 → NxOy</p>
324
<p>Karena jumlah atom kanan harus sama dengan atom kiri, maka x = 4, dan y = 6</p>
324
<p>Karena jumlah atom kanan harus sama dengan atom kiri, maka x = 4, dan y = 6</p>
325
<p>Sehingga, oksida nitrogen yang dimaksud adalah N4O6. Rumus empiris adalah rumus perbandingan atom terkecil, sehingga rumus empirisnya menjadi N2O3.</p>
325
<p>Sehingga, oksida nitrogen yang dimaksud adalah N4O6. Rumus empiris adalah rumus perbandingan atom terkecil, sehingga rumus empirisnya menjadi N2O3.</p>
326
<p><strong>Topik</strong><strong>: Stoikiometri</strong></p>
326
<p><strong>Topik</strong><strong>: Stoikiometri</strong></p>
327
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Mol</strong></p>
327
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Konsep Mol</strong></p>
328
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
328
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: MOTS</strong></p>
329
<p>21. Massa satu atom oksigen (Ar = 16) dalam gram adalah ….</p>
329
<p>21. Massa satu atom oksigen (Ar = 16) dalam gram adalah ….</p>
330
<ol><li>2,67 × 10-23 gram</li>
330
<ol><li>2,67 × 10-23 gram</li>
331
<li>2,67 × 10-21 gram</li>
331
<li>2,67 × 10-21 gram</li>
332
<li>5,33 × 10-23 gram</li>
332
<li>5,33 × 10-23 gram</li>
333
<li>5,33 × 10-22 gram</li>
333
<li>5,33 × 10-22 gram</li>
334
<li>2,67 × 10-22 gram</li>
334
<li>2,67 × 10-22 gram</li>
335
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
335
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
336
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
336
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
337
<p>Massa atom Oksigen =</p>
337
<p>Massa atom Oksigen =</p>
338
<h2><strong>BIOLOGI</strong></h2>
338
<h2><strong>BIOLOGI</strong></h2>
339
<p>22. Pada lumut hati reproduksi secara aseksual dapat dilakukan dengan cara ….</p>
339
<p>22. Pada lumut hati reproduksi secara aseksual dapat dilakukan dengan cara ….</p>
340
<ol><li>pembentukan gemmae cup dan fragmentasi</li>
340
<ol><li>pembentukan gemmae cup dan fragmentasi</li>
341
<li>fertilisasi ovum oleh spermatozoid</li>
341
<li>fertilisasi ovum oleh spermatozoid</li>
342
<li>fragmentasi dan fertilisasi</li>
342
<li>fragmentasi dan fertilisasi</li>
343
<li>pembentukan gemmae cup dan spora</li>
343
<li>pembentukan gemmae cup dan spora</li>
344
<li>pembentukan rhizoma dan spora</li>
344
<li>pembentukan rhizoma dan spora</li>
345
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
345
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
346
<p>Pembahasan:</p>
346
<p>Pembahasan:</p>
347
<p>Pada lumut terjadi reproduksi secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif). Pada lumut hati, reproduksi secara aseksual juga dapat dilakukan dengan pembentukan gemmae cup dan fragmentasi.</p>
347
<p>Pada lumut terjadi reproduksi secara aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif). Pada lumut hati, reproduksi secara aseksual juga dapat dilakukan dengan pembentukan gemmae cup dan fragmentasi.</p>
348
<p>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</p>
348
<p>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</p>
349
<p>23. Perhatikan tabel penyusun tubuh pada kelas yang dimiliki oleh porifera berikut!</p>
349
<p>23. Perhatikan tabel penyusun tubuh pada kelas yang dimiliki oleh porifera berikut!</p>
350
<p>Pasangan yang benar ditunjukkan oleh nomor ….</p>
350
<p>Pasangan yang benar ditunjukkan oleh nomor ….</p>
351
<ol><li>1 dan 2</li>
351
<ol><li>1 dan 2</li>
352
<li>1 dan 4</li>
352
<li>1 dan 4</li>
353
<li>2 dan 3</li>
353
<li>2 dan 3</li>
354
<li>2 dan 4</li>
354
<li>2 dan 4</li>
355
<li>3 dan 4</li>
355
<li>3 dan 4</li>
356
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
356
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
357
<p>Pembahasan:</p>
357
<p>Pembahasan:</p>
358
<p>Porifera diklasifikasikan berdasarkan zat penyusun tubuh yang dimiliki. Klasifikasi tersebut menghasilkan 4 kelompok pada porifera yaitu: Calcarea yang tersusun atas kalsium karbonat, Hexactinellida yang tersusun atas spikula 6 cabang dari zat silika, Demospongiae tersusun atas spongin, dan Sclerospongiae tersusun atas spongin pada bagian dalam dan kalsium karbonat pada bagian luar. Oleh karena itu, tabel yang benar sebagai berikut.</p>
358
<p>Porifera diklasifikasikan berdasarkan zat penyusun tubuh yang dimiliki. Klasifikasi tersebut menghasilkan 4 kelompok pada porifera yaitu: Calcarea yang tersusun atas kalsium karbonat, Hexactinellida yang tersusun atas spikula 6 cabang dari zat silika, Demospongiae tersusun atas spongin, dan Sclerospongiae tersusun atas spongin pada bagian dalam dan kalsium karbonat pada bagian luar. Oleh karena itu, tabel yang benar sebagai berikut.</p>
359
<p>Dengan demikian, pilihan jawaban yang benar adalah C.</p>
359
<p>Dengan demikian, pilihan jawaban yang benar adalah C.</p>
360
<p><strong>Topik</strong><strong>: Plantae</strong></p>
360
<p><strong>Topik</strong><strong>: Plantae</strong></p>
361
<p><strong>Subtopik: Lumut (Bryophyta)</strong></p>
361
<p><strong>Subtopik: Lumut (Bryophyta)</strong></p>
362
<p><strong>Level</strong><strong>: MOTS</strong></p>
362
<p><strong>Level</strong><strong>: MOTS</strong></p>
363
<p>24. Suatu lumut memiliki karakteristik sebagai berikut.</p>
363
<p>24. Suatu lumut memiliki karakteristik sebagai berikut.</p>
364
<ul><li>Tumbuhan talus dengan tubuh berbentuk lembaran, pipih dan berlobus.</li>
364
<ul><li>Tumbuhan talus dengan tubuh berbentuk lembaran, pipih dan berlobus.</li>
365
<li>Umumnya tidak berdaun.</li>
365
<li>Umumnya tidak berdaun.</li>
366
<li>Tumbuh mendatar dan melekat dengan menggunakan rizoidnya.</li>
366
<li>Tumbuh mendatar dan melekat dengan menggunakan rizoidnya.</li>
367
</ul><p>Contoh jenis lumut yang memiliki karakteristik tersebut antara lain….</p>
367
</ul><p>Contoh jenis lumut yang memiliki karakteristik tersebut antara lain….</p>
368
<ol><li><em>Anthoceros punctatus</em>dan<em>Phaeoceros laevis</em></li>
368
<ol><li><em>Anthoceros punctatus</em>dan<em>Phaeoceros laevis</em></li>
369
<li><em>Folioceros</em>dan<em>Leisporoceros</em></li>
369
<li><em>Folioceros</em>dan<em>Leisporoceros</em></li>
370
<li><em>Polytrichum commune</em>dan<em>Polytrichum hyprbreum</em></li>
370
<li><em>Polytrichum commune</em>dan<em>Polytrichum hyprbreum</em></li>
371
<li><em>Marchantia</em>dan<em>Lunularia</em></li>
371
<li><em>Marchantia</em>dan<em>Lunularia</em></li>
372
<li><em>Dichodontium</em>dan<em>Campylopus</em></li>
372
<li><em>Dichodontium</em>dan<em>Campylopus</em></li>
373
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
373
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
374
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
374
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
375
<p>Jenis yang dimaksud adalah Hepaticopsida (Lumut Hati). Pada umumnya lumut hati memiliki karakteristik antara lain merupakan tumbuhan talus dengan tubuh berbentuk lembaran, pipih dan berlobus, umumnya tidak berdaun, tumbuh mendatar dan melekat dengan menggunakan rizoidnya. Pada beberapa jenis lumut hati, gametofitnya memiliki struktur khas berbentuk seperti mangkok yang disebut<em>gemmae cup</em>(piala tunas). Contoh lumut hati antara lain adalah<em>Marchantia</em>,<em>Lunularia</em>dan<em>Riccardia indica.</em>Dengan demikian jawaban yang tepat adalah D.</p>
375
<p>Jenis yang dimaksud adalah Hepaticopsida (Lumut Hati). Pada umumnya lumut hati memiliki karakteristik antara lain merupakan tumbuhan talus dengan tubuh berbentuk lembaran, pipih dan berlobus, umumnya tidak berdaun, tumbuh mendatar dan melekat dengan menggunakan rizoidnya. Pada beberapa jenis lumut hati, gametofitnya memiliki struktur khas berbentuk seperti mangkok yang disebut<em>gemmae cup</em>(piala tunas). Contoh lumut hati antara lain adalah<em>Marchantia</em>,<em>Lunularia</em>dan<em>Riccardia indica.</em>Dengan demikian jawaban yang tepat adalah D.</p>
376
<p>Baca Juga:<a>Lumut: Pengertian, Ciri-Ciri, Manfaat & Klasifikasinya</a></p>
376
<p>Baca Juga:<a>Lumut: Pengertian, Ciri-Ciri, Manfaat & Klasifikasinya</a></p>
377
<p><strong>Topik</strong><strong>: Plantae</strong></p>
377
<p><strong>Topik</strong><strong>: Plantae</strong></p>
378
<p><strong>Subtopik: Paku (Pteridophyta)</strong></p>
378
<p><strong>Subtopik: Paku (Pteridophyta)</strong></p>
379
<p><strong>Level</strong><strong>: MOTS</strong></p>
379
<p><strong>Level</strong><strong>: MOTS</strong></p>
380
<p>25. Pernyataan yang tepat terkait perbedaan Bryophyta dan Pteridophyta adalah….</p>
380
<p>25. Pernyataan yang tepat terkait perbedaan Bryophyta dan Pteridophyta adalah….</p>
381
<ol><li>Pteridophyta merupakan peralihan antara talus dan kormus</li>
381
<ol><li>Pteridophyta merupakan peralihan antara talus dan kormus</li>
382
<li>Bryophyta memiliki pembuluh angkut berupa xilem dan floem</li>
382
<li>Bryophyta memiliki pembuluh angkut berupa xilem dan floem</li>
383
<li>Bryophyta memiliki fase dominan sporofit</li>
383
<li>Bryophyta memiliki fase dominan sporofit</li>
384
<li>Pteridophyta tidak mengalami metagenesis</li>
384
<li>Pteridophyta tidak mengalami metagenesis</li>
385
<li>Pteridophyta memiliki fase dominan sporofit</li>
385
<li>Pteridophyta memiliki fase dominan sporofit</li>
386
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
386
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
387
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
387
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
388
<p>Perbedaan Bryophyta dan Pteridophyta.</p>
388
<p>Perbedaan Bryophyta dan Pteridophyta.</p>
389
<p>Dengan demikian jawaban yang tepat adalah E.</p>
389
<p>Dengan demikian jawaban yang tepat adalah E.</p>
390
<p>Baca Juga:<a>Mengenal Tumbuhan Paku</a></p>
390
<p>Baca Juga:<a>Mengenal Tumbuhan Paku</a></p>
391
<p><strong>Topik</strong><strong>: Plantae</strong></p>
391
<p><strong>Topik</strong><strong>: Plantae</strong></p>
392
<p><strong>Subtopik: Dikotil dan Monokotil</strong></p>
392
<p><strong>Subtopik: Dikotil dan Monokotil</strong></p>
393
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
393
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
394
<p>26. Perhatikan tabel berikut.</p>
394
<p>26. Perhatikan tabel berikut.</p>
395
<p>Pasangan yang tepat mengenai kelas pada angiospermae dan karakteristiknya yang tepat adalah….</p>
395
<p>Pasangan yang tepat mengenai kelas pada angiospermae dan karakteristiknya yang tepat adalah….</p>
396
<ol><li>1, 2, 3</li>
396
<ol><li>1, 2, 3</li>
397
<li>1, 2, 5</li>
397
<li>1, 2, 5</li>
398
<li>2, 4, 5</li>
398
<li>2, 4, 5</li>
399
<li>4, 5</li>
399
<li>4, 5</li>
400
<li>2, 5</li>
400
<li>2, 5</li>
401
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
401
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
402
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
402
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
403
<p>Dengan demikian jawaban yang tepat adalah B.</p>
403
<p>Dengan demikian jawaban yang tepat adalah B.</p>
404
<p>Baca Juga:<a>Perbedaan Tumbuhan Berbiji Terbuka dan Tumbuhan Berbiji Tertutup</a></p>
404
<p>Baca Juga:<a>Perbedaan Tumbuhan Berbiji Terbuka dan Tumbuhan Berbiji Tertutup</a></p>
405
<p><strong>Topik</strong><strong>: Animalia</strong></p>
405
<p><strong>Topik</strong><strong>: Animalia</strong></p>
406
<p><strong>Subtopik: Ciri-ciri umum hewan Vertebrata</strong></p>
406
<p><strong>Subtopik: Ciri-ciri umum hewan Vertebrata</strong></p>
407
<p><strong>Level</strong><strong>: MOTS</strong></p>
407
<p><strong>Level</strong><strong>: MOTS</strong></p>
408
<p>27. Perhatikan pernyataan berikut.</p>
408
<p>27. Perhatikan pernyataan berikut.</p>
409
<ul><li>Memiliki tengkorak atau kranium yang berisi otak</li>
409
<ul><li>Memiliki tengkorak atau kranium yang berisi otak</li>
410
<li>Memiliki endoskeleton yang tersusun atas tulang rawan maupun tulang keras</li>
410
<li>Memiliki endoskeleton yang tersusun atas tulang rawan maupun tulang keras</li>
411
<li>Sistem pencernaan lengkap</li>
411
<li>Sistem pencernaan lengkap</li>
412
<li>Alat pernapasan berupa paru-paru</li>
412
<li>Alat pernapasan berupa paru-paru</li>
413
</ul><p>Pernyataan yang termasuk kelompok vertebrata ditunjukan oleh….</p>
413
</ul><p>Pernyataan yang termasuk kelompok vertebrata ditunjukan oleh….</p>
414
<ol><li>1, 2, 3</li>
414
<ol><li>1, 2, 3</li>
415
<li>1, 3</li>
415
<li>1, 3</li>
416
<li>2, 4</li>
416
<li>2, 4</li>
417
<li>4</li>
417
<li>4</li>
418
<li>Semua benar</li>
418
<li>Semua benar</li>
419
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
419
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
420
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
420
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
421
<p>Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki ciri-ciri di antaranya sebagian atau seluruh notokorda digantikan oleh ruas-ruas tulang belakang (kolumna vertebralis), memiliki tengkorak atau kranium yang berisis otak, memiliki endoskleeton, memiliki alat gerak, sistem peredaran darah tertutup dan sistem pencernaan lengkap. Dengan demikian jawaban yang tepat adalah A.</p>
421
<p>Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki ciri-ciri di antaranya sebagian atau seluruh notokorda digantikan oleh ruas-ruas tulang belakang (kolumna vertebralis), memiliki tengkorak atau kranium yang berisis otak, memiliki endoskleeton, memiliki alat gerak, sistem peredaran darah tertutup dan sistem pencernaan lengkap. Dengan demikian jawaban yang tepat adalah A.</p>
422
<p>Baca Juga:<a>Axolotl, Hewan Vertebrata yang Suka Tersenyum</a></p>
422
<p>Baca Juga:<a>Axolotl, Hewan Vertebrata yang Suka Tersenyum</a></p>
423
<p><strong>Topik</strong><strong>: Ekologi</strong></p>
423
<p><strong>Topik</strong><strong>: Ekologi</strong></p>
424
<p><strong>Subtopik: Interaksi dalam Ekosistem</strong></p>
424
<p><strong>Subtopik: Interaksi dalam Ekosistem</strong></p>
425
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
425
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
426
<p>28. Nazriel mengunjungi sebuah padang rumput untuk mengamati proses interaksi yang terjadi pada ekosistem tersebut. Pertama ia melihat kambing-kambing pejantan yang sedang berkelahi memperebutkan pasangan kawinnya. Ketika ia sedang mencatat hasil pengamatannya, tiba-tiba datang seekor sapi menghampiri wilayah tersebut untuk mengambil alih wilayah yang ditempati seeklompok kambing, lalu terjadilah persaingan antar kambing dan sapi untuk memperbutkan makanan berupa rumput. Kesimpulan yang tepat mengenai jenis interaksi yang terjadi adalah….</p>
426
<p>28. Nazriel mengunjungi sebuah padang rumput untuk mengamati proses interaksi yang terjadi pada ekosistem tersebut. Pertama ia melihat kambing-kambing pejantan yang sedang berkelahi memperebutkan pasangan kawinnya. Ketika ia sedang mencatat hasil pengamatannya, tiba-tiba datang seekor sapi menghampiri wilayah tersebut untuk mengambil alih wilayah yang ditempati seeklompok kambing, lalu terjadilah persaingan antar kambing dan sapi untuk memperbutkan makanan berupa rumput. Kesimpulan yang tepat mengenai jenis interaksi yang terjadi adalah….</p>
427
<ol><li>Persaingan antar kelompok kambing dan sapi memperebutkan rumput disebut dengan parasitisme.</li>
427
<ol><li>Persaingan antar kelompok kambing dan sapi memperebutkan rumput disebut dengan parasitisme.</li>
428
<li>Amensalisme merupakan jenis interaksi yang menggambarkan persaingan pasangan pada kambing jantan, sebab pemenang dari kompetisi tersebut adalah yang memiliki alelopati.</li>
428
<li>Amensalisme merupakan jenis interaksi yang menggambarkan persaingan pasangan pada kambing jantan, sebab pemenang dari kompetisi tersebut adalah yang memiliki alelopati.</li>
429
<li>Interaksi yang terjadi adalah kompetisi dan netralisme karena tidak ada yang mengalami kerugian akibat proses interaksi.</li>
429
<li>Interaksi yang terjadi adalah kompetisi dan netralisme karena tidak ada yang mengalami kerugian akibat proses interaksi.</li>
430
<li>Kompetisi yang terjadi antar kambing jantan disebut dengan kompetisi intraspesifik dan kompetisi yang terjadi antara kambing dan sapi adalah kompetisi interspesifik.</li>
430
<li>Kompetisi yang terjadi antar kambing jantan disebut dengan kompetisi intraspesifik dan kompetisi yang terjadi antara kambing dan sapi adalah kompetisi interspesifik.</li>
431
<li>Tidak ada interaksi antar spesies yang terjadi pada padang rumput tersebut.</li>
431
<li>Tidak ada interaksi antar spesies yang terjadi pada padang rumput tersebut.</li>
432
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
432
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
433
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
433
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
434
<p>Jenis interaksi yang terjadi di padang rumput yang diamati Nazreil adalah Kompetisi (persaingan). Kompetisi adalah interaksi antar dua atau lebih spesies yang saling menghalangi. Hal ini terjadi karena masing-masing spesies memiliki kebutuhan yang sama. Kompetisi (persaingan) dibedakan menjadi dua macam yaitu kompetisi intraspesifik dan kompetisi interspesifik. Kompetisi intraspesifik adalah persaingan yang terjadi antara organisme atau individu-individu dari spesies yang sama. Sedangkan Kompetisi interspesifik yaitu persaingan yang terjadi antara organisme atau individu yang berbeda spesies. Dengan demikian jawaban yang tepat adalah D.</p>
434
<p>Jenis interaksi yang terjadi di padang rumput yang diamati Nazreil adalah Kompetisi (persaingan). Kompetisi adalah interaksi antar dua atau lebih spesies yang saling menghalangi. Hal ini terjadi karena masing-masing spesies memiliki kebutuhan yang sama. Kompetisi (persaingan) dibedakan menjadi dua macam yaitu kompetisi intraspesifik dan kompetisi interspesifik. Kompetisi intraspesifik adalah persaingan yang terjadi antara organisme atau individu-individu dari spesies yang sama. Sedangkan Kompetisi interspesifik yaitu persaingan yang terjadi antara organisme atau individu yang berbeda spesies. Dengan demikian jawaban yang tepat adalah D.</p>
435
<p>Itulah kumpulan soal yang bisa kamu pakai sebagai latihan menjelang persiapan ujian PTS kelas 10 SMA IPA tahun 2025. Gimana, kalau masih ada materi yang sulit dan pengin memperdalamnya, Kamu bisa langsung kerjain di<strong><a>ruanguji</a></strong>!</p>
435
<p>Itulah kumpulan soal yang bisa kamu pakai sebagai latihan menjelang persiapan ujian PTS kelas 10 SMA IPA tahun 2025. Gimana, kalau masih ada materi yang sulit dan pengin memperdalamnya, Kamu bisa langsung kerjain di<strong><a>ruanguji</a></strong>!</p>
436
436