HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p>Squad, masih ingat tentang peristiwa<strong><a>Renaissance</a></strong>? Jika masa Renaissance merupakan peralihan dari zaman pertengahan ke zaman modern dan dianggap sebagai masa peremajaan bangsa, maka peristiwa Aufklärung merupakan masa pendewasaan bagi Bangsa Eropa. Meski keduanya sama-sama membawa pencerahan bagi penduduk Eropa, tapi ternyata dua peristiwa ini merupakan peristiwa yang berbeda<em>, lho</em>.</p>
1 <p>Squad, masih ingat tentang peristiwa<strong><a>Renaissance</a></strong>? Jika masa Renaissance merupakan peralihan dari zaman pertengahan ke zaman modern dan dianggap sebagai masa peremajaan bangsa, maka peristiwa Aufklärung merupakan masa pendewasaan bagi Bangsa Eropa. Meski keduanya sama-sama membawa pencerahan bagi penduduk Eropa, tapi ternyata dua peristiwa ini merupakan peristiwa yang berbeda<em>, lho</em>.</p>
2 <p>Istilah<strong>Aufklärung</strong>berasal dari Bahasa Jerman yang berarti “pencerahan”, yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan<em>enlightenment.</em>Peristiwa ini terjadi pada 1695-1815.<strong>Di masa ini manusia optimis dengan kemampuannya untuk menciptakan kemajuan yang dapat memberikan cahaya baru, dalam hal ini adalah kemajuan ilmu pengetahuan.</strong>Kemudian banyak muncul pikiran-pikiran filosofis dari Eropa.</p>
2 <p>Istilah<strong>Aufklärung</strong>berasal dari Bahasa Jerman yang berarti “pencerahan”, yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan<em>enlightenment.</em>Peristiwa ini terjadi pada 1695-1815.<strong>Di masa ini manusia optimis dengan kemampuannya untuk menciptakan kemajuan yang dapat memberikan cahaya baru, dalam hal ini adalah kemajuan ilmu pengetahuan.</strong>Kemudian banyak muncul pikiran-pikiran filosofis dari Eropa.</p>
3 <p>Meski sama-sama disebut pencerahan, ternyata Renaissance dan Aufklärung berbeda, Squad. Di Masa Renaissance, kesadaran akan kemampuan akal manusia sudah berkembang, tetapi hal tersebut hanya menghasilkan kemajuan di bidang humaniora, filsafat, politik, seni, sastra serta hukum. Perubahan dalam bidang ekonomi belum mampu dikembangkan demi kesejahteraan manusia.</p>
3 <p>Meski sama-sama disebut pencerahan, ternyata Renaissance dan Aufklärung berbeda, Squad. Di Masa Renaissance, kesadaran akan kemampuan akal manusia sudah berkembang, tetapi hal tersebut hanya menghasilkan kemajuan di bidang humaniora, filsafat, politik, seni, sastra serta hukum. Perubahan dalam bidang ekonomi belum mampu dikembangkan demi kesejahteraan manusia.</p>
4 <p>Melalui slogan Aufklärung, “<em>Sapere Aude!”</em>yang berarti “Beranilah Berpikir Sendiri”<em>,</em>Immanuel Kant, filsuf asal Jerman mengajak orang-orang untuk semakin berani dan bebas menggunakan akalnya. Menurut Kant, manusia masih belum yakin akan kemampuan akalnya untuk menciptakan kemajuan dan kebahagiaan di dunia. Jika manusia belum mampu melakukan hal tersebut, itu berarti tanda bahwa manusia tersebut belum dewasa.<em>Hayo</em>, kalau begitu kamu sudah dewasa belum<em>nih</em>?</p>
4 <p>Melalui slogan Aufklärung, “<em>Sapere Aude!”</em>yang berarti “Beranilah Berpikir Sendiri”<em>,</em>Immanuel Kant, filsuf asal Jerman mengajak orang-orang untuk semakin berani dan bebas menggunakan akalnya. Menurut Kant, manusia masih belum yakin akan kemampuan akalnya untuk menciptakan kemajuan dan kebahagiaan di dunia. Jika manusia belum mampu melakukan hal tersebut, itu berarti tanda bahwa manusia tersebut belum dewasa.<em>Hayo</em>, kalau begitu kamu sudah dewasa belum<em>nih</em>?</p>
5 <p>Immanuel Kant (Sumber: thegreatthinkers.org).</p>
5 <p>Immanuel Kant (Sumber: thegreatthinkers.org).</p>
6 <p>Di satu sisi, tentunya gerakan ini tampak bagus karena membawa kemajuan. Meski begitu, semakin tingginya keyakinan manusia terhadap kemampuannya sendiri mengakibatkan banyak orang berpendapat bahwa peran Tuhan dalam kehidupan berhenti setelah proses penciptaan alam semesta dan segala isinya selesai. Pandangan tersebut nantinya dikenal dengan istilah<em>deisme.</em></p>
6 <p>Di satu sisi, tentunya gerakan ini tampak bagus karena membawa kemajuan. Meski begitu, semakin tingginya keyakinan manusia terhadap kemampuannya sendiri mengakibatkan banyak orang berpendapat bahwa peran Tuhan dalam kehidupan berhenti setelah proses penciptaan alam semesta dan segala isinya selesai. Pandangan tersebut nantinya dikenal dengan istilah<em>deisme.</em></p>
7 <h2><strong>Inggris</strong></h2>
7 <h2><strong>Inggris</strong></h2>
8 <p><strong>a) Francis Bacon</strong></p>
8 <p><strong>a) Francis Bacon</strong></p>
9 <p>Francis Bacon merupakan tokoh awal dalam Masa Aufklärung di Inggris. Menurut Bacon, manusia harus berusaha sendiri untuk memecahkan masalah-masalah hidupnya dan tidak terus menerus menggantungkan diri pada Tuhan. Caranya adalah melalui penguasaan terhadap ilmu pengetahuan. Gagasannya yang terkenal adalah<em>“knowledge is power”</em>. Artinya, ilmu pengetahuan merupakan jalan yang dapat dipergunakan untuk kemajuan kehidupan manusia.</p>
9 <p>Francis Bacon merupakan tokoh awal dalam Masa Aufklärung di Inggris. Menurut Bacon, manusia harus berusaha sendiri untuk memecahkan masalah-masalah hidupnya dan tidak terus menerus menggantungkan diri pada Tuhan. Caranya adalah melalui penguasaan terhadap ilmu pengetahuan. Gagasannya yang terkenal adalah<em>“knowledge is power”</em>. Artinya, ilmu pengetahuan merupakan jalan yang dapat dipergunakan untuk kemajuan kehidupan manusia.</p>
10 <p>Francis Bacon (Sumber: biography.com).</p>
10 <p>Francis Bacon (Sumber: biography.com).</p>
11 <p><strong>b) John Locke</strong></p>
11 <p><strong>b) John Locke</strong></p>
12 <p>John Locke dianggap sebagai “Bapak Liberalisme”. Pemikirannya tercermin dalam karyanya<em>Two Treatise on Government</em>(1689), yang menjelaskan bahwa hidup manusia diatur oleh hukum kodrat dan tiap individu memiliki hak-hak yang tak boleh dirampas darinya (<em>unalienable rights</em>). Locke juga membahas tentang pemerintahan suatu negara harus dibatasi oleh hukum-hukum tertentu agar pemerintah tidak merampas hak-hak individu. Jadi, keberadaan negara berfungsi untuk menjamin keamanan seluruh masyarakatnya.</p>
12 <p>John Locke dianggap sebagai “Bapak Liberalisme”. Pemikirannya tercermin dalam karyanya<em>Two Treatise on Government</em>(1689), yang menjelaskan bahwa hidup manusia diatur oleh hukum kodrat dan tiap individu memiliki hak-hak yang tak boleh dirampas darinya (<em>unalienable rights</em>). Locke juga membahas tentang pemerintahan suatu negara harus dibatasi oleh hukum-hukum tertentu agar pemerintah tidak merampas hak-hak individu. Jadi, keberadaan negara berfungsi untuk menjamin keamanan seluruh masyarakatnya.</p>
13 <p>John Locke, pemikirannya tentu cocok untuk kamu yang menjunjung tinggi HAM. (Sumber: jacobinmag.com).</p>
13 <p>John Locke, pemikirannya tentu cocok untuk kamu yang menjunjung tinggi HAM. (Sumber: jacobinmag.com).</p>
14 <p><strong>c) Isaac Newton</strong></p>
14 <p><strong>c) Isaac Newton</strong></p>
15 <p>Nama ini pasti sudah<em>nggak</em>asing untuk kalian ya, Squad. Dirinya terkenal karena penjabaran hukum gravitasi. Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di bumi dan benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum alam yang sama. Karyanya yang terbesar dan paling berpengaruh milikinya adalah<em>Phillosophie Naturalis Principia Mathematica</em>(1687). Pemikirannya tentang<a>fisika</a>ini ternyata membawa wajah baru dalam ilmu pengetahuan, sehingga dirinya merupakan tokoh yang berpengaruh di masa ini.</p>
15 <p>Nama ini pasti sudah<em>nggak</em>asing untuk kalian ya, Squad. Dirinya terkenal karena penjabaran hukum gravitasi. Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di bumi dan benda luar angkasa lainnya diatur oleh sekumpulan hukum alam yang sama. Karyanya yang terbesar dan paling berpengaruh milikinya adalah<em>Phillosophie Naturalis Principia Mathematica</em>(1687). Pemikirannya tentang<a>fisika</a>ini ternyata membawa wajah baru dalam ilmu pengetahuan, sehingga dirinya merupakan tokoh yang berpengaruh di masa ini.</p>
16 <p>Ilustrasi Isaac Newton saat melihat apel yang jatuh dari pohonnya (Sumber: etc.usf.edu).</p>
16 <p>Ilustrasi Isaac Newton saat melihat apel yang jatuh dari pohonnya (Sumber: etc.usf.edu).</p>
17 <h2><strong>Perancis</strong></h2>
17 <h2><strong>Perancis</strong></h2>
18 <p><strong>a) Jean-Jacques Rousseau</strong></p>
18 <p><strong>a) Jean-Jacques Rousseau</strong></p>
19 <p>Kamu pasti pernah mendengar namanya dalam pelajaran Sosiologi atau Kewarganegaraan<em>kan</em>?<em>Nah</em>, J.J. Rousseau merupakan filsuf Perancis yang juga muncul pada Masa Aufklärung. Pemikiran terbesarnya menyatakan bahwa negara yang baik adalah negara yang mencerminkan kedaulatan rakyat. Jika negara memiliki kedaulatan rakyat, individu dapat mempertahankan kebebasannya. Atas pemikirannya tersebut, Rousseau dipandang sebagai pendukung demokrasi yang paling penting.</p>
19 <p>Kamu pasti pernah mendengar namanya dalam pelajaran Sosiologi atau Kewarganegaraan<em>kan</em>?<em>Nah</em>, J.J. Rousseau merupakan filsuf Perancis yang juga muncul pada Masa Aufklärung. Pemikiran terbesarnya menyatakan bahwa negara yang baik adalah negara yang mencerminkan kedaulatan rakyat. Jika negara memiliki kedaulatan rakyat, individu dapat mempertahankan kebebasannya. Atas pemikirannya tersebut, Rousseau dipandang sebagai pendukung demokrasi yang paling penting.</p>
20 <p>J. J. Rousseau (Sumber: thefamouspeople.com).</p>
20 <p>J. J. Rousseau (Sumber: thefamouspeople.com).</p>
21 <p><strong>b) Voltaire</strong></p>
21 <p><strong>b) Voltaire</strong></p>
22 <p>Voltaire merupakan penulis dan filsuf Perancis yang dikenal lewat tulisan filsafatnya yang tajam, dukungannya terhadap hak-hak manusia, kebebasan sipil, kebebasan beragama hingga hak mendapatkan pengadilan yang layak. Voltaire adalah pendukung utama terhadap reformasi sosial. Reformasi sosial diperlukan oleh Perancis untuk memperbaiki kehidupan rakyat dan menghilangkan tindakan sewenang-wenang yang dilakukan kalangan gereja atau bangsawan terhadap rakyat biasa.</p>
22 <p>Voltaire merupakan penulis dan filsuf Perancis yang dikenal lewat tulisan filsafatnya yang tajam, dukungannya terhadap hak-hak manusia, kebebasan sipil, kebebasan beragama hingga hak mendapatkan pengadilan yang layak. Voltaire adalah pendukung utama terhadap reformasi sosial. Reformasi sosial diperlukan oleh Perancis untuk memperbaiki kehidupan rakyat dan menghilangkan tindakan sewenang-wenang yang dilakukan kalangan gereja atau bangsawan terhadap rakyat biasa.</p>
23 <p>Voltaire (Sumber: oceansbridge.com).</p>
23 <p>Voltaire (Sumber: oceansbridge.com).</p>
24 <p>Banyak hal penting yang terjadi di dunia karena faktor masa Aufklärung ini. Berbagai wilayah di dunia, mulai dari masyarakat hingga kehidupannya pun banyak yang terpengaruh oleh adanya masa Aufklärung. Apa saja pengaruhnya?</p>
24 <p>Banyak hal penting yang terjadi di dunia karena faktor masa Aufklärung ini. Berbagai wilayah di dunia, mulai dari masyarakat hingga kehidupannya pun banyak yang terpengaruh oleh adanya masa Aufklärung. Apa saja pengaruhnya?</p>
25 <p>Adanya masa Aufklärung yang merupakan masa pencerahan ini berfokus pada kemajuan dan peningkatan akal manusia dan menjadikan manusia dapat berpikir maju seperti sekarang ini. Meski begitu, kemajuan ini tentunya perlu dijadikan sebagai sesuatu yang positif, Squad, bukannya menjadi hal yang negatif. Seru<em>kan</em>materi ini Squad? Selain baca di artikel ini, kamu juga bisa belajar materinya lewat video animasi di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>.</p>
25 <p>Adanya masa Aufklärung yang merupakan masa pencerahan ini berfokus pada kemajuan dan peningkatan akal manusia dan menjadikan manusia dapat berpikir maju seperti sekarang ini. Meski begitu, kemajuan ini tentunya perlu dijadikan sebagai sesuatu yang positif, Squad, bukannya menjadi hal yang negatif. Seru<em>kan</em>materi ini Squad? Selain baca di artikel ini, kamu juga bisa belajar materinya lewat video animasi di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>.</p>
26 <p><strong>Sumber referensi:</strong></p>
26 <p><strong>Sumber referensi:</strong></p>
27 <p>Hapsari, R. Adil, M. (2016) Sejarah untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.</p>
27 <p>Hapsari, R. Adil, M. (2016) Sejarah untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Erlangga.</p>
28 <p><strong>Sumber foto:</strong></p>
28 <p><strong>Sumber foto:</strong></p>
29 <p>Foto Immanuel Kant [Daring]. Tautan: https://thegreatthinkers.org/kant/introduction/ (Diakses: 25 November 2020)</p>
29 <p>Foto Immanuel Kant [Daring]. Tautan: https://thegreatthinkers.org/kant/introduction/ (Diakses: 25 November 2020)</p>
30 <p>Foto Francis Bacon [Daring]. Tautan: https://www.biography.com/scholar/francis-bacon (Diakses: 25 November 2020)</p>
30 <p>Foto Francis Bacon [Daring]. Tautan: https://www.biography.com/scholar/francis-bacon (Diakses: 25 November 2020)</p>
31 <p>Foto John Locke [Daring]. Tautan: https://www.jacobinmag.com/2015/06/locke-treatise-slavery-private-property/ (Diakses: 25 November 2020)</p>
31 <p>Foto John Locke [Daring]. Tautan: https://www.jacobinmag.com/2015/06/locke-treatise-slavery-private-property/ (Diakses: 25 November 2020)</p>
32 <p>Foto J.J. Rousseau [Daring]. Tautan: https://www.thefamouspeople.com/profiles/jean-jacques-rousseau-233.php (Diakses: 25 November 2020)</p>
32 <p>Foto J.J. Rousseau [Daring]. Tautan: https://www.thefamouspeople.com/profiles/jean-jacques-rousseau-233.php (Diakses: 25 November 2020)</p>
33 <p>Foto Isaac Newton [Daring]. Tautan: https://etc.usf.edu/clipart/72800/72835/72835_gravity.htm (Diakses: 25 November 2020)</p>
33 <p>Foto Isaac Newton [Daring]. Tautan: https://etc.usf.edu/clipart/72800/72835/72835_gravity.htm (Diakses: 25 November 2020)</p>
34 <p>Foto Voltaire [Daring]. Tautan: https://www.oceansbridge.com/shop/artists/l/la-lan/la-tour-maurice-quentin-de/portrait-of-voltaire (Diakses: 25 November 2020) </p>
34 <p>Foto Voltaire [Daring]. Tautan: https://www.oceansbridge.com/shop/artists/l/la-lan/la-tour-maurice-quentin-de/portrait-of-voltaire (Diakses: 25 November 2020) </p>
35 <p><em>Artikel diperbarui pada 25 November 2020</em></p>
35 <p><em>Artikel diperbarui pada 25 November 2020</em></p>
36  
36