HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p>Setelah memahami<a><strong>konsep hukum Newton</strong></a>, RG Squad perlu mengetahui contoh jenis gaya yang bekerja pada hukum Newton.<em>Wah,</em>gaya apa yang ada dibayanganmu? Gaya foto?<em>Eits,</em>lihat dulu pembahasan ini!</p>
1 <p>Setelah memahami<a><strong>konsep hukum Newton</strong></a>, RG Squad perlu mengetahui contoh jenis gaya yang bekerja pada hukum Newton.<em>Wah,</em>gaya apa yang ada dibayanganmu? Gaya foto?<em>Eits,</em>lihat dulu pembahasan ini!</p>
2 <h2><strong>A. Pengertian Gaya</strong></h2>
2 <h2><strong>A. Pengertian Gaya</strong></h2>
3 <p>Gaya merupakan dorongan ataupun tarikan yang dapat menyebabkan benda bergerak, berubah arah, maupun perubahan bentuk benda. Gaya juga dapat mengakibatkan benda yang mulanya bergerak menjadi diam. Untuk mengukur nilai gaya yang terjadi pada suatu benda, kita dapat menggunakan alat ukur neraca pegas (dinamometer).</p>
3 <p>Gaya merupakan dorongan ataupun tarikan yang dapat menyebabkan benda bergerak, berubah arah, maupun perubahan bentuk benda. Gaya juga dapat mengakibatkan benda yang mulanya bergerak menjadi diam. Untuk mengukur nilai gaya yang terjadi pada suatu benda, kita dapat menggunakan alat ukur neraca pegas (dinamometer).</p>
4 <p><em>Neraca Pegas (Sumber: yoycart.com)</em></p>
4 <p><em>Neraca Pegas (Sumber: yoycart.com)</em></p>
5 <p>Gaya dirumuskan sebagai berikut:</p>
5 <p>Gaya dirumuskan sebagai berikut:</p>
6 <p><strong><em> F = m . a</em></strong></p>
6 <p><strong><em> F = m . a</em></strong></p>
7 <p><strong><em>Keterangan:</em></strong></p>
7 <p><strong><em>Keterangan:</em></strong></p>
8 <p><strong><em>F =Gaya (N)</em></strong></p>
8 <p><strong><em>F =Gaya (N)</em></strong></p>
9 <p><strong><em>m =massa (kg)</em></strong></p>
9 <p><strong><em>m =massa (kg)</em></strong></p>
10 <p><strong><em>a =percepatan (m/s2)</em></strong></p>
10 <p><strong><em>a =percepatan (m/s2)</em></strong></p>
11 <h2><strong>B. Gaya Gesek</strong></h2>
11 <h2><strong>B. Gaya Gesek</strong></h2>
12 <p>Gaya gesek adalah gaya yang memiliki arah berlawanan dengan arah gerak benda atau arah kecenderungan gerak benda. Gaya gesek terbagi menjadi dua jenis, yaitu gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis.<em>Lho,</em>apa bedanya? Gaya gesek statis bekerja pada benda diam, sementara gaya gesek kinetis bekerja pada benda bergerak.</p>
12 <p>Gaya gesek adalah gaya yang memiliki arah berlawanan dengan arah gerak benda atau arah kecenderungan gerak benda. Gaya gesek terbagi menjadi dua jenis, yaitu gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis.<em>Lho,</em>apa bedanya? Gaya gesek statis bekerja pada benda diam, sementara gaya gesek kinetis bekerja pada benda bergerak.</p>
13 <p><em><strong>Persamaan Gaya Gesek</strong></em></p>
13 <p><em><strong>Persamaan Gaya Gesek</strong></em></p>
14 <p><em><strong>fs = µs.N</strong></em></p>
14 <p><em><strong>fs = µs.N</strong></em></p>
15 <p><em><strong>fk = µk.N</strong></em></p>
15 <p><em><strong>fk = µk.N</strong></em></p>
16 <p><em><strong>Keterangan: fs = gaya gesek statis (N)</strong></em></p>
16 <p><em><strong>Keterangan: fs = gaya gesek statis (N)</strong></em></p>
17 <p><em><strong>fk = gaya gesek kinetis (N)</strong></em></p>
17 <p><em><strong>fk = gaya gesek kinetis (N)</strong></em></p>
18 <p><em><strong>µs = koefisien gesek statis</strong></em></p>
18 <p><em><strong>µs = koefisien gesek statis</strong></em></p>
19 <p><em><strong>µk = koefisien gesek kinetis</strong></em></p>
19 <p><em><strong>µk = koefisien gesek kinetis</strong></em></p>
20 <p><em><strong>N = gaya normal (N)</strong></em></p>
20 <p><em><strong>N = gaya normal (N)</strong></em></p>
21 <h2><strong>C. Gaya Berat</strong></h2>
21 <h2><strong>C. Gaya Berat</strong></h2>
22 <p>Gaya Berat adalah gaya tarik bumi yang bekerja pada suatu benda.</p>
22 <p>Gaya Berat adalah gaya tarik bumi yang bekerja pada suatu benda.</p>
23 <p>Berat suatu benda adalah besarnya gaya tarik bumi yang bekerja pada benda tersebut.</p>
23 <p>Berat suatu benda adalah besarnya gaya tarik bumi yang bekerja pada benda tersebut.</p>
24 <p><em><strong>Rumus:</strong></em></p>
24 <p><em><strong>Rumus:</strong></em></p>
25 <p><em><strong>w = m x g</strong></em></p>
25 <p><em><strong>w = m x g</strong></em></p>
26 <p><em><strong>Keterangan:</strong></em></p>
26 <p><em><strong>Keterangan:</strong></em></p>
27 <p><em><strong>w = gaya berat (N)</strong></em></p>
27 <p><em><strong>w = gaya berat (N)</strong></em></p>
28 <p><em><strong>m = massa benda (kg)</strong></em></p>
28 <p><em><strong>m = massa benda (kg)</strong></em></p>
29 <p><em><strong>g = percepatan gravitasi (m/s2)</strong></em></p>
29 <p><em><strong>g = percepatan gravitasi (m/s2)</strong></em></p>
30 <p><em><strong>Catatan: gbumi = 9,8 m/s2 atau 10 m/s2</strong></em></p>
30 <p><em><strong>Catatan: gbumi = 9,8 m/s2 atau 10 m/s2</strong></em></p>
31 <h2><strong>D. Menggambar Gaya</strong></h2>
31 <h2><strong>D. Menggambar Gaya</strong></h2>
32 <p>Gaya dikategorikan sebagai besaran vektor karena memiliki besar dan juga arah. Oleh karena itu, kita dapat menggambar gaya dengan menggunakan diagram vektor yang beranak panah.</p>
32 <p>Gaya dikategorikan sebagai besaran vektor karena memiliki besar dan juga arah. Oleh karena itu, kita dapat menggambar gaya dengan menggunakan diagram vektor yang beranak panah.</p>
33 <p>Untuk menggambar jumlah dua gaya dengan metode poligon, kita harus mengerjakan tahap di bawah ini:</p>
33 <p>Untuk menggambar jumlah dua gaya dengan metode poligon, kita harus mengerjakan tahap di bawah ini:</p>
34 <ul><li>Gambar salah satu gaya.</li>
34 <ul><li>Gambar salah satu gaya.</li>
35 <li>Gambar gaya kedua yang titik tangkapnya berimpit dengan ujung vektor pertama.</li>
35 <li>Gambar gaya kedua yang titik tangkapnya berimpit dengan ujung vektor pertama.</li>
36 <li>Jumlah kedua gaya ialah anak panah yang menghubungkan titik tangkap gaya pertama ke titik gaya kedua.</li>
36 <li>Jumlah kedua gaya ialah anak panah yang menghubungkan titik tangkap gaya pertama ke titik gaya kedua.</li>
37 </ul><p>Penjumlahan gaya</p>
37 </ul><p>Penjumlahan gaya</p>
38 <p>Untuk menggambar selisih dua gaya dengan metode poligon, kita harus melakukan beberapa tahap di bawah ini:</p>
38 <p>Untuk menggambar selisih dua gaya dengan metode poligon, kita harus melakukan beberapa tahap di bawah ini:</p>
39 <ul><li>Gambar salah satu gaya.</li>
39 <ul><li>Gambar salah satu gaya.</li>
40 <li>Gambar gaya kedua dengan arah yang berlawanan dengan gaya asalnya.</li>
40 <li>Gambar gaya kedua dengan arah yang berlawanan dengan gaya asalnya.</li>
41 <li>Selisih kedua gaya ialah anak panah yang menghubungkan titik tangkap gaya pertama ke ujung gaya kedua.</li>
41 <li>Selisih kedua gaya ialah anak panah yang menghubungkan titik tangkap gaya pertama ke ujung gaya kedua.</li>
42 </ul><p>Selisih gaya</p>
42 </ul><p>Selisih gaya</p>
43 <p><em>Nah,</em>bagaimana dengan jenis gaya pada hukum Newton di atas? Ternyata, gaya yang dimaksud merupakan tarikan dan dorongan antarbenda,<em>ya.</em>Supaya RG Squad mengetahui contoh gaya lainnya dalam hukum Newton, tonton video pembahasannya,<em>yuk,</em>di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>!</p>
43 <p><em>Nah,</em>bagaimana dengan jenis gaya pada hukum Newton di atas? Ternyata, gaya yang dimaksud merupakan tarikan dan dorongan antarbenda,<em>ya.</em>Supaya RG Squad mengetahui contoh gaya lainnya dalam hukum Newton, tonton video pembahasannya,<em>yuk,</em>di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>!</p>
44  
44