HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p>Hai, RG Squad! Pernah <em>nggak</em> setelah <em>update</em> di Instagram terus tiba-tiba ada yang DM bilang ejaan atau cara tulis kamu salah? Padahal kamu merasa banyak teman-teman lain yang juga menulis dengan cara yang sama? <em>Yap</em>, memang ada beberapa penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) yang seringkali salah, tapi lumrah dilakukan. <em>Nah</em>, berikut tipsnya agar kamu<em>nggak</em>melakukan kesalahan lagi berdasarkan Pedoman Umum EBI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Simak ya!</p>
1 <p>Hai, RG Squad! Pernah <em>nggak</em> setelah <em>update</em> di Instagram terus tiba-tiba ada yang DM bilang ejaan atau cara tulis kamu salah? Padahal kamu merasa banyak teman-teman lain yang juga menulis dengan cara yang sama? <em>Yap</em>, memang ada beberapa penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) yang seringkali salah, tapi lumrah dilakukan. <em>Nah</em>, berikut tipsnya agar kamu<em>nggak</em>melakukan kesalahan lagi berdasarkan Pedoman Umum EBI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Simak ya!</p>
2 <p>Pedoman umum EBI bisa diunduh di website resmi Kemendikbud. (Sumber: gurune.net)</p>
2 <p>Pedoman umum EBI bisa diunduh di website resmi Kemendikbud. (Sumber: gurune.net)</p>
3 <p><strong>1. Penggunaan kata depan ‘</strong><strong>di’ dan</strong><strong> ‘</strong><strong>ke’ yang disambung dan dipisah</strong></p>
3 <p><strong>1. Penggunaan kata depan ‘</strong><strong>di’ dan</strong><strong> ‘</strong><strong>ke’ yang disambung dan dipisah</strong></p>
4 <p>Banyak dari kita yang menggabungkan kata depan ‘di’ dan ‘ke’ dengan nama tempat atau arah. Namun sebenarnya jika<strong>‘di’ dan ‘ke’ sebelum nama tempat atau arah haruslah dipisah</strong>. Seperti <em>di selatan, di Kota Jakarta, di sana.</em> Akan tetapi, kalau<strong>kata depan ‘di’ dan ‘ke’ yang diikuti kata selain penunjuk kata tempat bisa digabung</strong>. Seperti <em>diterima </em>dan<em> kegunaan</em>. Mudah ya, Squad?</p>
4 <p>Banyak dari kita yang menggabungkan kata depan ‘di’ dan ‘ke’ dengan nama tempat atau arah. Namun sebenarnya jika<strong>‘di’ dan ‘ke’ sebelum nama tempat atau arah haruslah dipisah</strong>. Seperti <em>di selatan, di Kota Jakarta, di sana.</em> Akan tetapi, kalau<strong>kata depan ‘di’ dan ‘ke’ yang diikuti kata selain penunjuk kata tempat bisa digabung</strong>. Seperti <em>diterima </em>dan<em> kegunaan</em>. Mudah ya, Squad?</p>
5 <p><strong>2. Kata atau ungkapan asing ditulis dengan huruf miring</strong></p>
5 <p><strong>2. Kata atau ungkapan asing ditulis dengan huruf miring</strong></p>
6 <p>Kata atau ungkapan asing ditulis dengan huruf miring. (Sumber: ayobuka.com)</p>
6 <p>Kata atau ungkapan asing ditulis dengan huruf miring. (Sumber: ayobuka.com)</p>
7 <p>Untuk ungkapan atau kata dalam bahasa asing atau bahasa daerah ditulis dengan huruf miring, misalnya:</p>
7 <p>Untuk ungkapan atau kata dalam bahasa asing atau bahasa daerah ditulis dengan huruf miring, misalnya:</p>
8 <ul><li>Ungkapan <em>bhineka tunggal ika </em>artinya berbeda-beda tapi tetap satu jua.</li>
8 <ul><li>Ungkapan <em>bhineka tunggal ika </em>artinya berbeda-beda tapi tetap satu jua.</li>
9 <li><em><strong><a>Annyeonghaseyo</a></strong> </em>adalah sapaan umum dalam percakapan orang-orang Korea.</li>
9 <li><em><strong><a>Annyeonghaseyo</a></strong> </em>adalah sapaan umum dalam percakapan orang-orang Korea.</li>
10 </ul><p><strong>3. Penggunaan huruf kapital pada huruf pertama untuk penunjuk kekerabatan</strong></p>
10 </ul><p><strong>3. Penggunaan huruf kapital pada huruf pertama untuk penunjuk kekerabatan</strong></p>
11 <p>Apa saja<em>sih</em>kata-kata penunjuk hubungan kekerabatan? <em>Yap</em>, contohnya adalah bapak, ibu, saudara, adik, kakak. Kata ini berawalan kapital jika digunakan dalam penyapaan atau pengacuan. Seperti, “Kemarin Ayah ke mana?”. Namun huruf kapital tidak digunakan jika kata yang dipakai tidak mengacu pada penyapaan ya.<em>Nah</em>, contohnya adalah, “Saya memiliki dua adik dan satu orang kakak.”</p>
11 <p>Apa saja<em>sih</em>kata-kata penunjuk hubungan kekerabatan? <em>Yap</em>, contohnya adalah bapak, ibu, saudara, adik, kakak. Kata ini berawalan kapital jika digunakan dalam penyapaan atau pengacuan. Seperti, “Kemarin Ayah ke mana?”. Namun huruf kapital tidak digunakan jika kata yang dipakai tidak mengacu pada penyapaan ya.<em>Nah</em>, contohnya adalah, “Saya memiliki dua adik dan satu orang kakak.”</p>
12 <p>Gimana, Squad? Sekarang sudah bisa tahu<em>dong</em> tata cara penulisan yang benar. Kamu bisa langsung mencobanya dan bagikan artikel ini ke teman-teman.<em>Nah</em>, supaya belajarnya semakin efektif, kamu bisa gabung di <a><em>live teaching </em>Brain Academy Online</a>. Belajar makin seru bersama STAR Master Teacher dan teman-teman se Indonesia!</p>
12 <p>Gimana, Squad? Sekarang sudah bisa tahu<em>dong</em> tata cara penulisan yang benar. Kamu bisa langsung mencobanya dan bagikan artikel ini ke teman-teman.<em>Nah</em>, supaya belajarnya semakin efektif, kamu bisa gabung di <a><em>live teaching </em>Brain Academy Online</a>. Belajar makin seru bersama STAR Master Teacher dan teman-teman se Indonesia!</p>
13  
13