0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Pada artikel<a>SMK Kelas X</a>kali ini, kamu akan mempelajari tentang materi akuntansi, mulai dari pengertian, sejarah, kegiatan, hingga sifat-sifatnya.</em></p>
1
<blockquote><p><em>Pada artikel<a>SMK Kelas X</a>kali ini, kamu akan mempelajari tentang materi akuntansi, mulai dari pengertian, sejarah, kegiatan, hingga sifat-sifatnya.</em></p>
2
<p>-</p>
2
<p>-</p>
3
</blockquote><p>Teman-teman, ada yang bisa jawab nggak, apa pengertian dari akuntansi?</p>
3
</blockquote><p>Teman-teman, ada yang bisa jawab nggak, apa pengertian dari akuntansi?</p>
4
<p>Ilmu hitung-hitungan? Ilmu keuangan? Ilmu pencatatan?</p>
4
<p>Ilmu hitung-hitungan? Ilmu keuangan? Ilmu pencatatan?</p>
5
<p>Hampir betul, tapi kurang lengkap, nih! Jadi, menurut<em>American Accounting Association</em>(AAA) yang dimaksud dengan<strong>akuntansi adalah</strong>suatu proses<strong>mengidentifikasi</strong>,<strong>mengukur</strong>, dan<strong>melaporkan informasi ekonomi</strong>untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi pihak pemakai informasi.</p>
5
<p>Hampir betul, tapi kurang lengkap, nih! Jadi, menurut<em>American Accounting Association</em>(AAA) yang dimaksud dengan<strong>akuntansi adalah</strong>suatu proses<strong>mengidentifikasi</strong>,<strong>mengukur</strong>, dan<strong>melaporkan informasi ekonomi</strong>untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas dan tegas bagi pihak pemakai informasi.</p>
6
<p>Nah, ilmu akuntansi ini ternyata sudah ada di dunia sejak zaman sebelum masehi, lho! Tapi, titik tolak perkembangan ilmu akuntansi baru terjadi pada tahun 1494 di Italia.</p>
6
<p>Nah, ilmu akuntansi ini ternyata sudah ada di dunia sejak zaman sebelum masehi, lho! Tapi, titik tolak perkembangan ilmu akuntansi baru terjadi pada tahun 1494 di Italia.</p>
7
<h2><strong>Sejarah Ilmu Akuntansi</strong></h2>
7
<h2><strong>Sejarah Ilmu Akuntansi</strong></h2>
8
<p>Pada tahun 1494 di Italia, seorang ahli ilmu matematika dan seni bernama<strong>Luca Pacioli</strong>mempublikasikan sebuah buku berjudul<strong>“Summa de arithmetica geometria proportioni et proportionalita”</strong>. Dalam buku tersebut, Luca Pacioli membahas tentang aritmatika, geometri, dan proporsi. </p>
8
<p>Pada tahun 1494 di Italia, seorang ahli ilmu matematika dan seni bernama<strong>Luca Pacioli</strong>mempublikasikan sebuah buku berjudul<strong>“Summa de arithmetica geometria proportioni et proportionalita”</strong>. Dalam buku tersebut, Luca Pacioli membahas tentang aritmatika, geometri, dan proporsi. </p>
9
<p>Terus, apa hubungannya nih, buku tersebut sama ilmu akuntansi? Nah, dalam buku tersebut, Luca Pacioli juga menuliskan tentang konsep<strong><em>Double Entry System</em></strong>, yang kemudian menjadi konsep dasar ilmu akuntansi. Pada konsep<em>Double Entry System</em>, dijelaskan bahwa setiap transaksi keuangan harus dicatat pada dua sisi yang berbeda, yaitu sisi<strong><em>Debere</em></strong>dan<strong><em>Credere</em></strong>.<em>Debere</em>artinya<strong>kewajiban</strong>, yang diletakkan di sisi<strong>kiri</strong>. Sedangkan<em>Credere</em>artinya<strong>kepercayaan</strong>, yang diletakkan di sisi<strong>kanan</strong>. Kalau sekarang, kita mengenal istilah<em>Debere</em>sebagai<strong>Debit</strong>dan<em>Credere</em>sebagai<strong>Kredit</strong>.</p>
9
<p>Terus, apa hubungannya nih, buku tersebut sama ilmu akuntansi? Nah, dalam buku tersebut, Luca Pacioli juga menuliskan tentang konsep<strong><em>Double Entry System</em></strong>, yang kemudian menjadi konsep dasar ilmu akuntansi. Pada konsep<em>Double Entry System</em>, dijelaskan bahwa setiap transaksi keuangan harus dicatat pada dua sisi yang berbeda, yaitu sisi<strong><em>Debere</em></strong>dan<strong><em>Credere</em></strong>.<em>Debere</em>artinya<strong>kewajiban</strong>, yang diletakkan di sisi<strong>kiri</strong>. Sedangkan<em>Credere</em>artinya<strong>kepercayaan</strong>, yang diletakkan di sisi<strong>kanan</strong>. Kalau sekarang, kita mengenal istilah<em>Debere</em>sebagai<strong>Debit</strong>dan<em>Credere</em>sebagai<strong>Kredit</strong>.</p>
10
<p>Konsep<em>Double Entry System</em>ini kemudian menjadi pondasi pencatatan dan pelaporan keuangan yang dipakai oleh seluruh dunia bahkan<strong>hingga saat ini</strong>. Konsep ini pula yang berhasil membawa Luca Pacioli dinobatkan sebagai<strong>Bapak Akuntansi Dunia</strong>. Itulah alasan mengapa titik tolak perkembangan ilmu akuntansi terjadi pada tahun 1494 di Italia.</p>
10
<p>Konsep<em>Double Entry System</em>ini kemudian menjadi pondasi pencatatan dan pelaporan keuangan yang dipakai oleh seluruh dunia bahkan<strong>hingga saat ini</strong>. Konsep ini pula yang berhasil membawa Luca Pacioli dinobatkan sebagai<strong>Bapak Akuntansi Dunia</strong>. Itulah alasan mengapa titik tolak perkembangan ilmu akuntansi terjadi pada tahun 1494 di Italia.</p>
11
<h2><strong>Perbedaan Sistem Akuntansi</strong></h2>
11
<h2><strong>Perbedaan Sistem Akuntansi</strong></h2>
12
<p>Seiring perkembangan zaman dan terjadinya revolusi industri, sistem akuntansi pun juga mulai mengalami perkembangan. Dari perkembangan ini, kita bisa mengenal<strong>dua sistem akuntansi</strong>, yaitu sistem<strong>Kontinental</strong>dan sistem<strong>Anglo Saxon</strong>. Apa ya, perbedaan keduanya? Perhatikan di tabel berikut, ya!</p>
12
<p>Seiring perkembangan zaman dan terjadinya revolusi industri, sistem akuntansi pun juga mulai mengalami perkembangan. Dari perkembangan ini, kita bisa mengenal<strong>dua sistem akuntansi</strong>, yaitu sistem<strong>Kontinental</strong>dan sistem<strong>Anglo Saxon</strong>. Apa ya, perbedaan keduanya? Perhatikan di tabel berikut, ya!</p>
13
<strong>Perbedaan Sistem Akuntansi</strong><strong>Sistem Kontinental</strong><strong>Sistem Anglo Saxon</strong><ul><li>Sumber hukum: peraturan perundang-undangan</li>
13
<strong>Perbedaan Sistem Akuntansi</strong><strong>Sistem Kontinental</strong><strong>Sistem Anglo Saxon</strong><ul><li>Sumber hukum: peraturan perundang-undangan</li>
14
</ul><ul><li>Sumber hukum: putusan hakim atau pengadilan</li>
14
</ul><ul><li>Sumber hukum: putusan hakim atau pengadilan</li>
15
</ul><ul><li>Memiliki 3 jenis laporan keuangan</li>
15
</ul><ul><li>Memiliki 3 jenis laporan keuangan</li>
16
</ul><ul><li>Memiliki 6 jenis laporan keuangan</li>
16
</ul><ul><li>Memiliki 6 jenis laporan keuangan</li>
17
</ul><ul><li>Bagan akun disusun dari yang paling tetap sampai yang paling likuid</li>
17
</ul><ul><li>Bagan akun disusun dari yang paling tetap sampai yang paling likuid</li>
18
</ul><ul><li>Bagan akun disusun dari yang paling likuid sampai yang paling tetap</li>
18
</ul><ul><li>Bagan akun disusun dari yang paling likuid sampai yang paling tetap</li>
19
</ul><ul><li>Nilai harta tetap bisa naik atau turun setelah digunakan</li>
19
</ul><ul><li>Nilai harta tetap bisa naik atau turun setelah digunakan</li>
20
</ul><ul><li>Nilai harta tetap selalu turun setelah digunakan karena terdapat beban penyusutan</li>
20
</ul><ul><li>Nilai harta tetap selalu turun setelah digunakan karena terdapat beban penyusutan</li>
21
</ul><ul><li>Berkembang di Italia, Spanyol, Portugal, Perancis, Jerman, Belanda</li>
21
</ul><ul><li>Berkembang di Italia, Spanyol, Portugal, Perancis, Jerman, Belanda</li>
22
</ul><ul><li>Berkembang di Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru</li>
22
</ul><ul><li>Berkembang di Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Australia, Selandia Baru</li>
23
</ul><p>Kalau<strong>Indonesia</strong>menggunakan sistem akuntansi yang mana, nih? Sistem akuntansi yang digunakan Indonesia tidak terlepas dari pengaruh penjajahan yang dialami Indonesia.</p>
23
</ul><p>Kalau<strong>Indonesia</strong>menggunakan sistem akuntansi yang mana, nih? Sistem akuntansi yang digunakan Indonesia tidak terlepas dari pengaruh penjajahan yang dialami Indonesia.</p>
24
<p>Pada tahun<strong>1596</strong>, Belanda pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia dan mendirikan VOC sebagai perusahaan dagang. Nah, karena pada saat itu VOC menggunakan sistem akuntansi Kontinental, maka hal ini mempengaruhi sistem akuntansi yang digunakan oleh Indonesia, sehingga Indonesia juga menggunakan sistem yang sama yaitu sistem<strong>Kontinental</strong>. Sistem pembukuan bercorak Kontinental ini digunakan oleh Indonesia sampai masa penjajahan Jepang, bahkan sampai masa kemerdekaan.</p>
24
<p>Pada tahun<strong>1596</strong>, Belanda pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia dan mendirikan VOC sebagai perusahaan dagang. Nah, karena pada saat itu VOC menggunakan sistem akuntansi Kontinental, maka hal ini mempengaruhi sistem akuntansi yang digunakan oleh Indonesia, sehingga Indonesia juga menggunakan sistem yang sama yaitu sistem<strong>Kontinental</strong>. Sistem pembukuan bercorak Kontinental ini digunakan oleh Indonesia sampai masa penjajahan Jepang, bahkan sampai masa kemerdekaan.</p>
25
<p>Baca juga:<a>Yuk, Belajar Dasar Komunikasi Bisnis!</a></p>
25
<p>Baca juga:<a>Yuk, Belajar Dasar Komunikasi Bisnis!</a></p>
26
<p>Kemudian, pada tahun<strong>1960</strong>, saat investor asing yang berasal dari Amerika Serikat mulai masuk ke Indonesia, barulah sistem akuntansi yang digunakan di Indonesia mulai beralih ke sistem<strong>Anglo Saxon</strong>.</p>
26
<p>Kemudian, pada tahun<strong>1960</strong>, saat investor asing yang berasal dari Amerika Serikat mulai masuk ke Indonesia, barulah sistem akuntansi yang digunakan di Indonesia mulai beralih ke sistem<strong>Anglo Saxon</strong>.</p>
27
<h2><strong>Kegiatan Akuntansi</strong></h2>
27
<h2><strong>Kegiatan Akuntansi</strong></h2>
28
<p>Berdasarkan pengertian akuntansi yang tadi sudah kita bahas di awal, akuntansi memiliki beberapa kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan informasi keuangan. Kegiatan akuntansi terdiri atas<strong>pencatatan</strong>,<strong>penggolongan</strong>,<strong>peringkasan</strong>, dan<strong>pelaporan</strong>.</p>
28
<p>Berdasarkan pengertian akuntansi yang tadi sudah kita bahas di awal, akuntansi memiliki beberapa kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan informasi keuangan. Kegiatan akuntansi terdiri atas<strong>pencatatan</strong>,<strong>penggolongan</strong>,<strong>peringkasan</strong>, dan<strong>pelaporan</strong>.</p>
29
<h3><strong>1. Pencatatan (</strong><strong><em>Recording</em></strong><strong>)</strong></h3>
29
<h3><strong>1. Pencatatan (</strong><strong><em>Recording</em></strong><strong>)</strong></h3>
30
<p>Kegiatan mencatat transaksi perusahaan ke dalam jurnal.</p>
30
<p>Kegiatan mencatat transaksi perusahaan ke dalam jurnal.</p>
31
<h3><strong>2. Penggolongan (</strong><strong><em>Classifying</em></strong><strong>)</strong></h3>
31
<h3><strong>2. Penggolongan (</strong><strong><em>Classifying</em></strong><strong>)</strong></h3>
32
<p>Kegiatan mengelompokkan transaksi ke dalam buku besar.</p>
32
<p>Kegiatan mengelompokkan transaksi ke dalam buku besar.</p>
33
<h3><strong>3. Peringkasan (</strong><strong><em>Summarizing</em></strong><strong>)</strong></h3>
33
<h3><strong>3. Peringkasan (</strong><strong><em>Summarizing</em></strong><strong>)</strong></h3>
34
<p>Kegiatan meringkas transaksi yang sudah digolongkan ke perkiraan buku besar ke dalam neraca saldo.</p>
34
<p>Kegiatan meringkas transaksi yang sudah digolongkan ke perkiraan buku besar ke dalam neraca saldo.</p>
35
<h3><strong>4. Pelaporan (</strong><strong><em>Reporting</em></strong><strong>)</strong></h3>
35
<h3><strong>4. Pelaporan (</strong><strong><em>Reporting</em></strong><strong>)</strong></h3>
36
<p>Kegiatan menyusun laporan keuangan yang digunakan para pemakainya sebagai dasar pengambilan keputusan.</p>
36
<p>Kegiatan menyusun laporan keuangan yang digunakan para pemakainya sebagai dasar pengambilan keputusan.</p>
37
<p>Baca juga:<a>Ini Dia Materi Administrasi Transaksi, Lengkap!</a></p>
37
<p>Baca juga:<a>Ini Dia Materi Administrasi Transaksi, Lengkap!</a></p>
38
<h2><strong>Sifat-Sifat Akuntansi</strong></h2>
38
<h2><strong>Sifat-Sifat Akuntansi</strong></h2>
39
<p>Akuntansi memiliki beberapa sifat, antara lain sebagai berikut:</p>
39
<p>Akuntansi memiliki beberapa sifat, antara lain sebagai berikut:</p>
40
<h3><strong>1. Akuntansi Sebagai Ideologi</strong></h3>
40
<h3><strong>1. Akuntansi Sebagai Ideologi</strong></h3>
41
<p>Akuntansi adalah alat atau media untuk<strong>melegitimasi</strong>keadaan dan struktur sosial, ekonomi, dan politik kapitalis.</p>
41
<p>Akuntansi adalah alat atau media untuk<strong>melegitimasi</strong>keadaan dan struktur sosial, ekonomi, dan politik kapitalis.</p>
42
<h3><strong>2. Akuntansi Sebagai Bahasa</strong></h3>
42
<h3><strong>2. Akuntansi Sebagai Bahasa</strong></h3>
43
<p>Akuntansi berperan sebagai<strong>bahasa perusahaan</strong>yang dapat mengkomunikasikan suatu perusahaan yang dilaporkannya.</p>
43
<p>Akuntansi berperan sebagai<strong>bahasa perusahaan</strong>yang dapat mengkomunikasikan suatu perusahaan yang dilaporkannya.</p>
44
<h3><strong>3. Akuntansi Sebagai Realitas Ekonomi</strong></h3>
44
<h3><strong>3. Akuntansi Sebagai Realitas Ekonomi</strong></h3>
45
<p>Akuntansi dianggap dapat memberikan<strong>gambaran realitas ekonomi perusahaan</strong>pada saat ini.</p>
45
<p>Akuntansi dianggap dapat memberikan<strong>gambaran realitas ekonomi perusahaan</strong>pada saat ini.</p>
46
<h3><strong>4. Akuntansi Sebagai Catatan Historis</strong></h3>
46
<h3><strong>4. Akuntansi Sebagai Catatan Historis</strong></h3>
47
<p>Akuntansi berperan sebagai sarana untuk memberikan<strong>gambaran sejarah organisasi dan transaksi</strong>yang dilakukan perusahaan dengan lingkungannya di masa lalu.</p>
47
<p>Akuntansi berperan sebagai sarana untuk memberikan<strong>gambaran sejarah organisasi dan transaksi</strong>yang dilakukan perusahaan dengan lingkungannya di masa lalu.</p>
48
<h3><strong>5. Akuntansi Sebagai Teknologi</strong></h3>
48
<h3><strong>5. Akuntansi Sebagai Teknologi</strong></h3>
49
<p>Akuntansi harus<strong>diolah menjadi teknologi</strong>agar dapat dipakai untuk memberikan manfaat pada upaya pencapaian tujuan sosial yang ditentukan.</p>
49
<p>Akuntansi harus<strong>diolah menjadi teknologi</strong>agar dapat dipakai untuk memberikan manfaat pada upaya pencapaian tujuan sosial yang ditentukan.</p>
50
<h3><strong>6. Akuntansi Sebagai Komoditas</strong></h3>
50
<h3><strong>6. Akuntansi Sebagai Komoditas</strong></h3>
51
<p>Akuntansi berperan menghasilkan komoditas berupa<strong>informasi keuangan</strong>yang digunakan pada proses pengambilan keputusan.</p>
51
<p>Akuntansi berperan menghasilkan komoditas berupa<strong>informasi keuangan</strong>yang digunakan pada proses pengambilan keputusan.</p>
52
<h3><strong>7. Akuntansi Sebagai Pertanggungjawaban</strong></h3>
52
<h3><strong>7. Akuntansi Sebagai Pertanggungjawaban</strong></h3>
53
<p>Akuntansi digunakan sebagai media untuk<strong>mempertanggungjawabkan</strong>pengelolaan suatu perusahaan.</p>
53
<p>Akuntansi digunakan sebagai media untuk<strong>mempertanggungjawabkan</strong>pengelolaan suatu perusahaan.</p>
54
<h3><strong>8. Akuntansi Sebagai Sistem Informasi</strong></h3>
54
<h3><strong>8. Akuntansi Sebagai Sistem Informasi</strong></h3>
55
<p>Akuntansi dapat diolah menjadi suatu<strong>sistem</strong>yang<strong>menghubungkan data</strong>dengan<strong>para penerima informasi</strong>melalui kanal komunikasi.</p>
55
<p>Akuntansi dapat diolah menjadi suatu<strong>sistem</strong>yang<strong>menghubungkan data</strong>dengan<strong>para penerima informasi</strong>melalui kanal komunikasi.</p>
56
<p>Baca juga:<a>Seperti Apa Perkembangan Teknologi Bisnis Ritel dari Masa ke Masa?</a></p>
56
<p>Baca juga:<a>Seperti Apa Perkembangan Teknologi Bisnis Ritel dari Masa ke Masa?</a></p>
57
<p>Nah, itu dia pembahasan tentang akuntansi, mulai dari pengertian, sejarah, perbedaan sistem akuntansi, kegiatan akuntansi, hingga sifat-sifatnya. Yuk, jangan lupa untuk mempelajari materi lainnya hanya di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>!</p>
57
<p>Nah, itu dia pembahasan tentang akuntansi, mulai dari pengertian, sejarah, perbedaan sistem akuntansi, kegiatan akuntansi, hingga sifat-sifatnya. Yuk, jangan lupa untuk mempelajari materi lainnya hanya di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>!</p>
58
<p><strong>Referensi:</strong></p>
58
<p><strong>Referensi:</strong></p>
59
<p>Harti, D. (2018).<em>Akuntansi Dasar untuk SMK/MAK Kelas X</em>. Semarang: Penerbit Erlangga.</p>
59
<p>Harti, D. (2018).<em>Akuntansi Dasar untuk SMK/MAK Kelas X</em>. Semarang: Penerbit Erlangga.</p>
60
60