0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<p><em></em></p>
1
<p><em></em></p>
2
<blockquote><p><em>Artikel ini menjelaskan tentang senyawa turunan alkana, yaitu alkohol. Materi yang dibahas meliputi pengertian, tata nama, jenis-jenis, sifat, serta manfaat alkohol dalam kehidupan sehari-hari.</em></p>
2
<blockquote><p><em>Artikel ini menjelaskan tentang senyawa turunan alkana, yaitu alkohol. Materi yang dibahas meliputi pengertian, tata nama, jenis-jenis, sifat, serta manfaat alkohol dalam kehidupan sehari-hari.</em></p>
3
</blockquote><p><em>-</em></p>
3
</blockquote><p><em>-</em></p>
4
<p>Halo, bagaimana kabarnya? Semoga masih tetap semangat belajar di rumah, ya. Di masa<a>pandemi Covid-19</a>seperti sekarang ini, penting bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan. Upaya paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih.</p>
4
<p>Halo, bagaimana kabarnya? Semoga masih tetap semangat belajar di rumah, ya. Di masa<a>pandemi Covid-19</a>seperti sekarang ini, penting bagi kita untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan. Upaya paling sederhana yang bisa kita lakukan adalah dengan rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih.</p>
5
<p>Meskipun sederhana, tapi cara ini terbilang efektif untuk menangkal virus,<em>lho</em>.<em>Nah</em>, selain sabun, ternyata<em>hand sanitizer</em>atau cairan pembersih tangan juga bisa dijadikan alternatif,<em>nih</em>. Siapa yang kalo keluar rumah rajin bawa <em>hand sanitizer</em>? Kalo kamu iya, keren banget! Asalkan,<em>hand sanitizer</em>yang kamu gunakan itu punya kandungan alkohol sekitar 60-80%.</p>
5
<p>Meskipun sederhana, tapi cara ini terbilang efektif untuk menangkal virus,<em>lho</em>.<em>Nah</em>, selain sabun, ternyata<em>hand sanitizer</em>atau cairan pembersih tangan juga bisa dijadikan alternatif,<em>nih</em>. Siapa yang kalo keluar rumah rajin bawa <em>hand sanitizer</em>? Kalo kamu iya, keren banget! Asalkan,<em>hand sanitizer</em>yang kamu gunakan itu punya kandungan alkohol sekitar 60-80%.</p>
6
<p>Tahu nggak, kenapa harus sebanyak 60-80%? Penjelasannya adalah, jika konsentrasi alkohol dalam<em>hand sanitizer</em>mu terlalu rendah, maka jadi <em>nggak</em>bisa membasmi kuman secara maksimal. Sementara itu, kandungan alkohol yang terlalu tinggi akan membuat cairan<em>sanitizer</em>lebih cepat menguap saat terkena udara.<em>Nah</em>, makanya,<em>hand sanitizer</em>dengan kandungan alkohol 60-80% lah yang ideal untuk kamu gunakan ya!</p>
6
<p>Tahu nggak, kenapa harus sebanyak 60-80%? Penjelasannya adalah, jika konsentrasi alkohol dalam<em>hand sanitizer</em>mu terlalu rendah, maka jadi <em>nggak</em>bisa membasmi kuman secara maksimal. Sementara itu, kandungan alkohol yang terlalu tinggi akan membuat cairan<em>sanitizer</em>lebih cepat menguap saat terkena udara.<em>Nah</em>, makanya,<em>hand sanitizer</em>dengan kandungan alkohol 60-80% lah yang ideal untuk kamu gunakan ya!</p>
7
<p>Ngomongin masalah<em>hand sanitizer</em>beralkohol, di artikel ini kita juga akan ngebahas tentang seluk-beluk alkohol,<em>nih</em>. Mulai dari pengertiannya, jenis dan sifatnya, serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Penasaran? Langsung simak penjelasannya di bawah ini,<em>yuk</em>!</p>
7
<p>Ngomongin masalah<em>hand sanitizer</em>beralkohol, di artikel ini kita juga akan ngebahas tentang seluk-beluk alkohol,<em>nih</em>. Mulai dari pengertiannya, jenis dan sifatnya, serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Penasaran? Langsung simak penjelasannya di bawah ini,<em>yuk</em>!</p>
8
<p>Baca juga:<a>Cegah Corona, Pilih Sabun atau Hand Sanitizer?</a></p>
8
<p>Baca juga:<a>Cegah Corona, Pilih Sabun atau Hand Sanitizer?</a></p>
9
<h2><strong>Apa itu Alkohol?</strong></h2>
9
<h2><strong>Apa itu Alkohol?</strong></h2>
10
<p>Sebelumnya, kamu masih ingat<em>nggak</em>dengan materi hidrokarbon? Betul,<strong>hidrokarbon</strong>merupakan senyawa yang terdiri dari dua jenis atom, yaitu karbon (C) dan hidrogen (H). Berdasarkan jenis ikatannya, hidrokarbon dibedakan menjadi tiga, salah satunya adalah<a>alkana</a>.<strong>Alkana</strong>ini merupakan rantai karbon panjang yang berikatan tunggal dengan atom H.<em>Nah</em>, jika satu atau lebih atom H pada alkana diganti oleh gugus fungsi tertentu, maka akan membentuk<strong>senyawa turunan alkana</strong>. Dalam kasus ini, kalau satu atom H nya diganti oleh gugus fungsi -OH, hasilnya akan membentuk senyawa alkohol.</p>
10
<p>Sebelumnya, kamu masih ingat<em>nggak</em>dengan materi hidrokarbon? Betul,<strong>hidrokarbon</strong>merupakan senyawa yang terdiri dari dua jenis atom, yaitu karbon (C) dan hidrogen (H). Berdasarkan jenis ikatannya, hidrokarbon dibedakan menjadi tiga, salah satunya adalah<a>alkana</a>.<strong>Alkana</strong>ini merupakan rantai karbon panjang yang berikatan tunggal dengan atom H.<em>Nah</em>, jika satu atau lebih atom H pada alkana diganti oleh gugus fungsi tertentu, maka akan membentuk<strong>senyawa turunan alkana</strong>. Dalam kasus ini, kalau satu atom H nya diganti oleh gugus fungsi -OH, hasilnya akan membentuk senyawa alkohol.</p>
11
<p>Jadi, kesimpulannya bisa kita ketahui bahwa<strong>Alkohol adalah senyawa turunan alkana yang memiliki gugus fungsi -OH</strong></p>
11
<p>Jadi, kesimpulannya bisa kita ketahui bahwa<strong>Alkohol adalah senyawa turunan alkana yang memiliki gugus fungsi -OH</strong></p>
12
<h2>Jenis Alkohol</h2>
12
<h2>Jenis Alkohol</h2>
13
<p>Selain yang digunakan sebagai bahan<em>hand sanitizer,</em>Alkohol ini banyak sekali jenisnya<em>lho</em>. Secara mudah klasifikasinya dapat dilakukan melalalui 2 cara, yaitu dilihat dari letak terikatnya gugus -OH dan jumlah gugus -OH yang terikat. Jenis-jenis alkohol dibedakan menjadi dua, yaitu berdasarkan:</p>
13
<p>Selain yang digunakan sebagai bahan<em>hand sanitizer,</em>Alkohol ini banyak sekali jenisnya<em>lho</em>. Secara mudah klasifikasinya dapat dilakukan melalalui 2 cara, yaitu dilihat dari letak terikatnya gugus -OH dan jumlah gugus -OH yang terikat. Jenis-jenis alkohol dibedakan menjadi dua, yaitu berdasarkan:</p>
14
<h3><strong>1. Letak terikatnya gugus -OH</strong></h3>
14
<h3><strong>1. Letak terikatnya gugus -OH</strong></h3>
15
<p><strong>a. Alkohol primer</strong>: alkohol yang<strong>gugus -OH nya terletak pada atom karbon (C) primer</strong>, yaitu atom karbon yang berikatan dengan satu atom karbon lain.</p>
15
<p><strong>a. Alkohol primer</strong>: alkohol yang<strong>gugus -OH nya terletak pada atom karbon (C) primer</strong>, yaitu atom karbon yang berikatan dengan satu atom karbon lain.</p>
16
<p><strong>b. Alkohol sekunder</strong>: alkohol yang<strong>gugus -OH nya terletak pada atom karbon (C) sekunder</strong>, yaitu atom karbon yang berikatan dengan dua atom karbon lain.</p>
16
<p><strong>b. Alkohol sekunder</strong>: alkohol yang<strong>gugus -OH nya terletak pada atom karbon (C) sekunder</strong>, yaitu atom karbon yang berikatan dengan dua atom karbon lain.</p>
17
<p><strong>c. Alkohol tersier</strong>: alkohol yang<strong>gugus -OH nya terletak pada atom karbon (C) tersier</strong>, yaitu atom karbon yang berikatan dengan tiga atom karbon lain.</p>
17
<p><strong>c. Alkohol tersier</strong>: alkohol yang<strong>gugus -OH nya terletak pada atom karbon (C) tersier</strong>, yaitu atom karbon yang berikatan dengan tiga atom karbon lain.</p>
18
<h3><strong>2. Jumlah gugus -OH yang terikat</strong></h3>
18
<h3><strong>2. Jumlah gugus -OH yang terikat</strong></h3>
19
<p><strong>a. Alkohol monovalen</strong>: alkohol yang<strong>hanya memiliki satu gugus -OH</strong>.</p>
19
<p><strong>a. Alkohol monovalen</strong>: alkohol yang<strong>hanya memiliki satu gugus -OH</strong>.</p>
20
<p><strong>b. Alkohol divalen</strong>: alkohol yang<strong>memiliki dua gugus -OH</strong>.</p>
20
<p><strong>b. Alkohol divalen</strong>: alkohol yang<strong>memiliki dua gugus -OH</strong>.</p>
21
<p><strong>c. Alkohol polivalen</strong>: alkohol yang<strong>memiliki lebih dari dua gugus -OH</strong>.</p>
21
<p><strong>c. Alkohol polivalen</strong>: alkohol yang<strong>memiliki lebih dari dua gugus -OH</strong>.</p>
22
<h2>Sifat Alkohol</h2>
22
<h2>Sifat Alkohol</h2>
23
<p>Selain itu, alkohol juga memiliki beberapa sifat tertentu,<em>nih</em>. Sifat ini biasanya disebabkan oleh gugus fungsinya.<em>Nah</em>, di awal<em>kan</em>juga disebutin<em>tuh</em>istilah gugus fungsi. Tapi, gugus fungsi itu apa,<em>sih</em>? Oke, jadi,<strong>gugus fungsi</strong>adalah gugus atom yang berperan untuk menentukan ciri atau sifat suatu senyawa. Itu tandanya, setiap senyawa turunan alkana pasti memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda. Alasannya ya karena gugus fungsinya juga beda-beda,<em>dong</em>.</p>
23
<p>Selain itu, alkohol juga memiliki beberapa sifat tertentu,<em>nih</em>. Sifat ini biasanya disebabkan oleh gugus fungsinya.<em>Nah</em>, di awal<em>kan</em>juga disebutin<em>tuh</em>istilah gugus fungsi. Tapi, gugus fungsi itu apa,<em>sih</em>? Oke, jadi,<strong>gugus fungsi</strong>adalah gugus atom yang berperan untuk menentukan ciri atau sifat suatu senyawa. Itu tandanya, setiap senyawa turunan alkana pasti memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda. Alasannya ya karena gugus fungsinya juga beda-beda,<em>dong</em>.</p>
24
<p>Sifat alkohol dibedakan menjadi dua berdasarkan sifat fisik dan kimianya.</p>
24
<p>Sifat alkohol dibedakan menjadi dua berdasarkan sifat fisik dan kimianya.</p>
25
<h3><strong>a. Sifat fisis</strong></h3>
25
<h3><strong>a. Sifat fisis</strong></h3>
26
<p>1. Alkohol<strong>bersifat lebih polar</strong>karena ada gugus -OH, sehingga dapat larut dalam air dan pelarut-pelarut organik lainnya. Tingkat kepolaran alkohol dipengaruhi oleh panjang rantai karbonnya. Semakin panjang rantai karbon, maka akan semakin menurun juga tingkat kelarutan/kepolarannya. Etanol dan metanol memiliki tingkat kepolaran yang tinggi karena rantai karbonnya pendek.</p>
26
<p>1. Alkohol<strong>bersifat lebih polar</strong>karena ada gugus -OH, sehingga dapat larut dalam air dan pelarut-pelarut organik lainnya. Tingkat kepolaran alkohol dipengaruhi oleh panjang rantai karbonnya. Semakin panjang rantai karbon, maka akan semakin menurun juga tingkat kelarutan/kepolarannya. Etanol dan metanol memiliki tingkat kepolaran yang tinggi karena rantai karbonnya pendek.</p>
27
<p>2. Alkohol<strong>memiliki titik didih yang relatif tinggi</strong>jika dibandingkan dengan senyawa turunan alkana lain. Hal ini disebabkan karena alkohol memiliki ikatan hidrogen. Titik didih ini juga akan semakin meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah atom C dan gugus -OH nya.</p>
27
<p>2. Alkohol<strong>memiliki titik didih yang relatif tinggi</strong>jika dibandingkan dengan senyawa turunan alkana lain. Hal ini disebabkan karena alkohol memiliki ikatan hidrogen. Titik didih ini juga akan semakin meningkat sesuai dengan peningkatan jumlah atom C dan gugus -OH nya.</p>
28
<h3><strong>b. Sifat kimia</strong></h3>
28
<h3><strong>b. Sifat kimia</strong></h3>
29
<p>Alkohol<strong>mudah bereaksi dengan senyawa lain</strong>. Hal ini karena gugus -OH pada alkohol yang cukup reaktif.</p>
29
<p>Alkohol<strong>mudah bereaksi dengan senyawa lain</strong>. Hal ini karena gugus -OH pada alkohol yang cukup reaktif.</p>
30
<p><em>Nah</em>, setelah mengetahui berbagai macam jenis dan sifat alkohol, sekarang kita pelajari juga<em>yuk,</em>kegunaan alkohol dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja, ya?</p>
30
<p><em>Nah</em>, setelah mengetahui berbagai macam jenis dan sifat alkohol, sekarang kita pelajari juga<em>yuk,</em>kegunaan alkohol dalam kehidupan sehari-hari. Apa saja, ya?</p>
31
<h2>Manfaat Alkohol</h2>
31
<h2>Manfaat Alkohol</h2>
32
<p><em>Wah…</em>Ternyata, banyak juga ya manfaatnya di dalam kehidupan kita. Tapi, memang jenis alkohol yang paling sering digunakan itu adalah etanol, ya. Salah satunya sebagai bahan baku pembuatan antiseptik atau<em>hand sanitizer</em>yang sudah kita bahas di awal artikel tadi.</p>
32
<p><em>Wah…</em>Ternyata, banyak juga ya manfaatnya di dalam kehidupan kita. Tapi, memang jenis alkohol yang paling sering digunakan itu adalah etanol, ya. Salah satunya sebagai bahan baku pembuatan antiseptik atau<em>hand sanitizer</em>yang sudah kita bahas di awal artikel tadi.</p>
33
<p>Oh iya, macam-macam kegunaan alkohol secara rinci sudah pernah dibahas<em>loh</em>pada artikel di bawah ini. Kamu bisa tahu juga bagaimana proses pembentukan alkohol-alkohol tersebut. Langsung melipir ya habis baca artikel ini!</p>
33
<p>Oh iya, macam-macam kegunaan alkohol secara rinci sudah pernah dibahas<em>loh</em>pada artikel di bawah ini. Kamu bisa tahu juga bagaimana proses pembentukan alkohol-alkohol tersebut. Langsung melipir ya habis baca artikel ini!</p>
34
<p><strong>Baca juga:</strong><a>Macam-macam Kegunaan Alkohol</a></p>
34
<p><strong>Baca juga:</strong><a>Macam-macam Kegunaan Alkohol</a></p>
35
<p>Oke, selesai sudah materi kita kali ini. Gimana menurutmu? Asik <em>nggak</em> belajar kimia?.<em>Hmm</em>… Tiba-tiba pengin jadi ahli kimia<em>deh</em>, biar bisa bereksperimen terus.<em>Hehehe</em>…</p>
35
<p>Oke, selesai sudah materi kita kali ini. Gimana menurutmu? Asik <em>nggak</em> belajar kimia?.<em>Hmm</em>… Tiba-tiba pengin jadi ahli kimia<em>deh</em>, biar bisa bereksperimen terus.<em>Hehehe</em>…</p>
36
<p>Terakhir, bagi kamu yang merasa artikel ini kurang menjawab rasa keingin tahuanmu terhadap materi alkohol, kamu bisa<em>lho</em>tonton video belajarnya di<a>ruangbelajar.</a>Belajar jadi mudah paham karena dibimbing oleh para Master Teachers terbaik!</p>
36
<p>Terakhir, bagi kamu yang merasa artikel ini kurang menjawab rasa keingin tahuanmu terhadap materi alkohol, kamu bisa<em>lho</em>tonton video belajarnya di<a>ruangbelajar.</a>Belajar jadi mudah paham karena dibimbing oleh para Master Teachers terbaik!</p>
37
37