0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Artikel ini bercerita tentang bagaimana kita bisa mengatasi anxiety dan berbagai emosi negatif dengan filosofi stoik.</em></p>
1
<blockquote><p><em>Artikel ini bercerita tentang bagaimana kita bisa mengatasi anxiety dan berbagai emosi negatif dengan filosofi stoik.</em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<p>Tidak bisa dipungkiri, saat ini kita jadi gampang stres. Di rumah nggak ngapa-ngapain, stres. Pulang dari ketemu temen, masuk kamar, rebahan, liat langit-langit, stres. Lalu ngomong dalam hati, “Kenapa hampa sekali hidupku, Tuhan?”</p>
3
<p>Tidak bisa dipungkiri, saat ini kita jadi gampang stres. Di rumah nggak ngapa-ngapain, stres. Pulang dari ketemu temen, masuk kamar, rebahan, liat langit-langit, stres. Lalu ngomong dalam hati, “Kenapa hampa sekali hidupku, Tuhan?”</p>
4
<p>Ini belum ditambah variabel-variabel lain kayak mau lanjut ke kampus mana abis ini? Malam-malam gak bisa tidur dan kepikiran masa depan yang masih gak jelas. Ngelihat sekeliling kamar lalu nyadar, “KENAPA GELAS GUE DI KAMAR BANYAK BENER YAA?!”</p>
4
<p>Ini belum ditambah variabel-variabel lain kayak mau lanjut ke kampus mana abis ini? Malam-malam gak bisa tidur dan kepikiran masa depan yang masih gak jelas. Ngelihat sekeliling kamar lalu nyadar, “KENAPA GELAS GUE DI KAMAR BANYAK BENER YAA?!”</p>
5
<p>Maka, beruntunglah kamu yang baca artikel ini. Ada satu ilmu yang bisa ngebantu kamu untuk menghilangkan itu semua. Namanya<strong>filosofi Stoik</strong>.</p>
5
<p>Maka, beruntunglah kamu yang baca artikel ini. Ada satu ilmu yang bisa ngebantu kamu untuk menghilangkan itu semua. Namanya<strong>filosofi Stoik</strong>.</p>
6
<h2>Apa itu Filosofi Stoik?</h2>
6
<h2>Apa itu Filosofi Stoik?</h2>
7
<p>Filosofi Stoik diambil dari bahasa Yunani<em>‘stoa poikile’,</em>yang artinya<strong>teras berpilar</strong>, tempat para filsuf zaman dulu nongkrong dan ngobrol-ngobrol sambil bertukar pikiran tentang kehidupan. Dari situlah muncul ajaran Stoikisme, sebuah<strong>pandangan hidup yang mengajarkan bagaimana manusia bisa tetap tenang, rasional, dan bahagia meski sedang menghadapi situasi sulit</strong>.</p>
7
<p>Filosofi Stoik diambil dari bahasa Yunani<em>‘stoa poikile’,</em>yang artinya<strong>teras berpilar</strong>, tempat para filsuf zaman dulu nongkrong dan ngobrol-ngobrol sambil bertukar pikiran tentang kehidupan. Dari situlah muncul ajaran Stoikisme, sebuah<strong>pandangan hidup yang mengajarkan bagaimana manusia bisa tetap tenang, rasional, dan bahagia meski sedang menghadapi situasi sulit</strong>.</p>
8
<p>Filosofi ini asik dan bisa kamu terapkan buat ngilangin berbagai emosi negatif (<em>anxiety,</em>cemas, sedih, marah, dll) dengan cara mengubah<em>mindset</em>aja.</p>
8
<p>Filosofi ini asik dan bisa kamu terapkan buat ngilangin berbagai emosi negatif (<em>anxiety,</em>cemas, sedih, marah, dll) dengan cara mengubah<em>mindset</em>aja.</p>
9
<p>Iya, simpel. Walaupun praktiknya gak sesimpel itu juga sih. Prinsip dasarnya, kamu nggak bisa mengontrol apa yang terjadi di luar dirimu, tapi kamu bisa mengontrol bagaimana kamu bereaksi terhadapnya.</p>
9
<p>Iya, simpel. Walaupun praktiknya gak sesimpel itu juga sih. Prinsip dasarnya, kamu nggak bisa mengontrol apa yang terjadi di luar dirimu, tapi kamu bisa mengontrol bagaimana kamu bereaksi terhadapnya.</p>
10
<p><strong>Baca Juga:<a>Confirmation Bias: Penjelasan Ilmu Cocoklogi dalam Sains</a></strong></p>
10
<p><strong>Baca Juga:<a>Confirmation Bias: Penjelasan Ilmu Cocoklogi dalam Sains</a></strong></p>
11
<h2>Rumus Dasar Emosi Menurut Stoik</h2>
11
<h2>Rumus Dasar Emosi Menurut Stoik</h2>
12
<p>Dalam filosofi Stoik, emosi jiwa itu lahir dari sebuah peristiwa (objektif) yang<strong>ditambah opini kita.</strong></p>
12
<p>Dalam filosofi Stoik, emosi jiwa itu lahir dari sebuah peristiwa (objektif) yang<strong>ditambah opini kita.</strong></p>
13
<p>Misalnya, kejadiannya adalah NILAI TUJUH DI MATEMATIKA.</p>
13
<p>Misalnya, kejadiannya adalah NILAI TUJUH DI MATEMATIKA.</p>
14
<p>Kebanyakan dari kita, ketika mendapatkan nilai tujuh di matematika akan kecewa. Muncul, tuh, emosi jiwa kita. Nah, kalau dilihat oleh Stoik, rasa ‘kecewa’ kamu nggak serta merta muncul karena kamu dapat nilai tujuh di matematika, tapi karena<strong>kamu menambah opinimu.</strong></p>
14
<p>Kebanyakan dari kita, ketika mendapatkan nilai tujuh di matematika akan kecewa. Muncul, tuh, emosi jiwa kita. Nah, kalau dilihat oleh Stoik, rasa ‘kecewa’ kamu nggak serta merta muncul karena kamu dapat nilai tujuh di matematika, tapi karena<strong>kamu menambah opinimu.</strong></p>
15
<p>Opinimu inilah yang melahirkan emosi ‘kecewa’ tadi.</p>
15
<p>Opinimu inilah yang melahirkan emosi ‘kecewa’ tadi.</p>
16
<p>Contoh:</p>
16
<p>Contoh:</p>
17
<p>Nilai tujuh + ortu bakalan marah (opini) = kecewa</p>
17
<p>Nilai tujuh + ortu bakalan marah (opini) = kecewa</p>
18
<p>Nilai tujuh + merasa bodoh (opini) = kecewa</p>
18
<p>Nilai tujuh + merasa bodoh (opini) = kecewa</p>
19
<p>Nilai tujuh + merasa gak bakalan keterima di univ favorit (opini) = kecewa</p>
19
<p>Nilai tujuh + merasa gak bakalan keterima di univ favorit (opini) = kecewa</p>
20
<p>Opini-opini itu lah yang melahirkan emosi jiwa kamu. Karena, pada dasarnya, nilai tujuh di matematika itu cuma kejadian biasa yang sifatnya fakta. Dan perlu diingat, ada buanyak banget variabel yang bikin kejadian itu terjadi. Mulai dari cara belajar kamu, kesehatan, situasi keluarga kamu waktu itu, kondisi mental sewaktu mengerjakan ujian.</p>
20
<p>Opini-opini itu lah yang melahirkan emosi jiwa kamu. Karena, pada dasarnya, nilai tujuh di matematika itu cuma kejadian biasa yang sifatnya fakta. Dan perlu diingat, ada buanyak banget variabel yang bikin kejadian itu terjadi. Mulai dari cara belajar kamu, kesehatan, situasi keluarga kamu waktu itu, kondisi mental sewaktu mengerjakan ujian.</p>
21
<p>Masalahnya, tidak semua dari variabel ini bisa kamu kontrol.</p>
21
<p>Masalahnya, tidak semua dari variabel ini bisa kamu kontrol.</p>
22
<h2>Dua Fakto yang Bisa dan Tidak Bisa Kita Kontrol</h2>
22
<h2>Dua Fakto yang Bisa dan Tidak Bisa Kita Kontrol</h2>
23
<p>Dalam Stoik, apapun yang terjadi di hidup kita itu, ada dua penyebabnya:</p>
23
<p>Dalam Stoik, apapun yang terjadi di hidup kita itu, ada dua penyebabnya:</p>
24
<p><strong>1)Faktor internal.</strong></p>
24
<p><strong>1)Faktor internal.</strong></p>
25
<p><strong>2)Faktor eksternal.</strong></p>
25
<p><strong>2)Faktor eksternal.</strong></p>
26
<p>Faktor internal maksudnya apa?</p>
26
<p>Faktor internal maksudnya apa?</p>
27
<p>Ya, semua hal “yang bisa kita kontrol”. Kalau dalam KASUS NILAI TUJUH, faktor internalnya adalah cara kita belajar. Di sisi lain, faktor eksternal adalah “segala hal yang tidak bisa kita kontrol”. Misalnya, kondisi keluarga kamu, atau hal-hal yang menyebabkan menurunnya kondisi mental kamu menjelang ujian.</p>
27
<p>Ya, semua hal “yang bisa kita kontrol”. Kalau dalam KASUS NILAI TUJUH, faktor internalnya adalah cara kita belajar. Di sisi lain, faktor eksternal adalah “segala hal yang tidak bisa kita kontrol”. Misalnya, kondisi keluarga kamu, atau hal-hal yang menyebabkan menurunnya kondisi mental kamu menjelang ujian.</p>
28
<p><strong>Baca Juga:<a>8 Manfaat Journaling, Cara Kreatif untuk Stabilkan Kesehatan Mental</a></strong></p>
28
<p><strong>Baca Juga:<a>8 Manfaat Journaling, Cara Kreatif untuk Stabilkan Kesehatan Mental</a></strong></p>
29
<p>Nah, kalau udah kayak gini? Apa yang bisa kita lakuin?</p>
29
<p>Nah, kalau udah kayak gini? Apa yang bisa kita lakuin?</p>
30
<p>Simpel, kita fokus di<strong>faktor internal aja.</strong></p>
30
<p>Simpel, kita fokus di<strong>faktor internal aja.</strong></p>
31
<p>Kita pikirin apa yang bisa kontrol. Kita kerjain apa yang bisa kita kerjain. Usahakan dengan maksimal. Sebaliknya, gak usah peduliin faktor eksternal. Jangan dipikirin, jangan dibuat stres karena… ya kita gak bisa kontrol juga kan? Kita gak bisa ngelakuin apa-apa di bagian itu.</p>
31
<p>Kita pikirin apa yang bisa kontrol. Kita kerjain apa yang bisa kita kerjain. Usahakan dengan maksimal. Sebaliknya, gak usah peduliin faktor eksternal. Jangan dipikirin, jangan dibuat stres karena… ya kita gak bisa kontrol juga kan? Kita gak bisa ngelakuin apa-apa di bagian itu.</p>
32
<p>Kita coba contoh lain ya.</p>
32
<p>Kita coba contoh lain ya.</p>
33
<p>Kejadian: Kejebak macet di jalan.</p>
33
<p>Kejadian: Kejebak macet di jalan.</p>
34
<p>Awalnya kita mikir kalau KEJEBAK MACET DI JALAN (kejadian) akan melahirkan rasa marah. Padahal, setelah ditelisik lagi, rasa marah muncul karena<strong>kamu menambahkan opinimu.</strong></p>
34
<p>Awalnya kita mikir kalau KEJEBAK MACET DI JALAN (kejadian) akan melahirkan rasa marah. Padahal, setelah ditelisik lagi, rasa marah muncul karena<strong>kamu menambahkan opinimu.</strong></p>
35
<p>Misalnya:</p>
35
<p>Misalnya:</p>
36
<p>Kejebak macet + Dianggap anak nakal kalau telat sekolah (opini) = Marah</p>
36
<p>Kejebak macet + Dianggap anak nakal kalau telat sekolah (opini) = Marah</p>
37
<p>Kejebak macet + “Ngabisin waktu produktif gue” (opini) = Marah</p>
37
<p>Kejebak macet + “Ngabisin waktu produktif gue” (opini) = Marah</p>
38
<p>Kehadiran opini-opini itu lah yang ngebuat kamu munculin rasa marah. Filosofi Stoik ini mengatakan<strong>kalau kamu bisa mengontrol opini itu, hidup kamu bakalan jauh lebih santai dan bahagia.</strong>Dan iya, kamu, kita, nyatanya punya kendali atas pikiran kita sendiri.</p>
38
<p>Kehadiran opini-opini itu lah yang ngebuat kamu munculin rasa marah. Filosofi Stoik ini mengatakan<strong>kalau kamu bisa mengontrol opini itu, hidup kamu bakalan jauh lebih santai dan bahagia.</strong>Dan iya, kamu, kita, nyatanya punya kendali atas pikiran kita sendiri.</p>
39
<p><strong>Baca Juga:<a>Memahami Konsep Ikigai: Biar Bahagia Menjalani Hidup</a></strong></p>
39
<p><strong>Baca Juga:<a>Memahami Konsep Ikigai: Biar Bahagia Menjalani Hidup</a></strong></p>
40
<h2>Cara Memulai Sikap Stoik dalam Kehidupan Kamu</h2>
40
<h2>Cara Memulai Sikap Stoik dalam Kehidupan Kamu</h2>
41
<p>Marcus Aurelius, salah satu kaisar yang juga filsuf Stoic bilang gini, “<em>It never ceases to amaze me: we all love ourselves more than other people, but care more about their opinion than our own.”</em></p>
41
<p>Marcus Aurelius, salah satu kaisar yang juga filsuf Stoic bilang gini, “<em>It never ceases to amaze me: we all love ourselves more than other people, but care more about their opinion than our own.”</em></p>
42
<p>Dalem gak tuh?</p>
42
<p>Dalem gak tuh?</p>
43
<p>Gak cuma itu aja, Marcus Aurelius juga ngasih tahu soal<em>pre-meditation</em>, yaitu soal gimana kita<strong>gak boleh berekspektasi</strong>terhadap apapun di dunia ini. Karena ekspektasi seringkali ngebawa kita ke hal-hal yang menyakitkan. Bayangin deh buat kasus tadi.</p>
43
<p>Gak cuma itu aja, Marcus Aurelius juga ngasih tahu soal<em>pre-meditation</em>, yaitu soal gimana kita<strong>gak boleh berekspektasi</strong>terhadap apapun di dunia ini. Karena ekspektasi seringkali ngebawa kita ke hal-hal yang menyakitkan. Bayangin deh buat kasus tadi.</p>
44
<p>Pertama, setelah selesai ulangan, kamu berekspektasi kalau nilai kamu bakalan dapat sembilan. Eh, begitu nilainya diumumin, kamu dapat tujuh. Bandingkan dengan kamu yang gak berekspektasi apa-apa, atau malah “Ah paling gue remed ini”, tapi ternyata dapat tujuh.</p>
44
<p>Pertama, setelah selesai ulangan, kamu berekspektasi kalau nilai kamu bakalan dapat sembilan. Eh, begitu nilainya diumumin, kamu dapat tujuh. Bandingkan dengan kamu yang gak berekspektasi apa-apa, atau malah “Ah paling gue remed ini”, tapi ternyata dapat tujuh.</p>
45
<p>Kejadiannya akan tetap sama: nilai ulangan matematikamu tujuh. Tapi, emosi yang kamu rasain bakalan beda.</p>
45
<p>Kejadiannya akan tetap sama: nilai ulangan matematikamu tujuh. Tapi, emosi yang kamu rasain bakalan beda.</p>
46
<p>Satu hal yang perlu diingat:<strong>ekspektasi ≠<em>action.</em></strong></p>
46
<p>Satu hal yang perlu diingat:<strong>ekspektasi ≠<em>action.</em></strong></p>
47
<p>Tidak berekspektasi bukan berarti kamu tidak melakukan apa-apa. Itu dua hal yang jauh berbeda.<strong>Ekspektasi adalah pikiranmu terhadap hasil dari<em>action</em>yang kamu lakukan<em>.</em></strong></p>
47
<p>Tidak berekspektasi bukan berarti kamu tidak melakukan apa-apa. Itu dua hal yang jauh berbeda.<strong>Ekspektasi adalah pikiranmu terhadap hasil dari<em>action</em>yang kamu lakukan<em>.</em></strong></p>
48
<p>Kamu boleh berekspektasi paling buruk sekalipun (supaya kamu lebih waspada dan siap menghadapi masa depan), tapi kamunya gak boleh pasrah.<em>Action</em>-nya harus tetap maksimal. Marcus bahkan nyaranin untuk bilang gini ke diri sendiri tiap pagi:</p>
48
<p>Kamu boleh berekspektasi paling buruk sekalipun (supaya kamu lebih waspada dan siap menghadapi masa depan), tapi kamunya gak boleh pasrah.<em>Action</em>-nya harus tetap maksimal. Marcus bahkan nyaranin untuk bilang gini ke diri sendiri tiap pagi:</p>
49
<blockquote><p>“<em>Today II shall be meeting with interference, ingratitude, insolence, disloyalty, ill-will, and selfishness-all of them due to the offenders ignorance of what is good or evil</em>.”</p>
49
<blockquote><p>“<em>Today II shall be meeting with interference, ingratitude, insolence, disloyalty, ill-will, and selfishness-all of them due to the offenders ignorance of what is good or evil</em>.”</p>
50
</blockquote><p>Tujuannya, supaya kita lebih siap. Kalau kamu ngebayangin hari ini akan terjadi hal-hal buruk, dan di bayangan itu kamu<em>mampu survive,</em>kemungkinan besar kamu bakalan benaran<em>survive</em>menjalani hari.</p>
50
</blockquote><p>Tujuannya, supaya kita lebih siap. Kalau kamu ngebayangin hari ini akan terjadi hal-hal buruk, dan di bayangan itu kamu<em>mampu survive,</em>kemungkinan besar kamu bakalan benaran<em>survive</em>menjalani hari.</p>
51
<p><strong>Baca Juga:<a>Dunning-Kruger Effect: Alasan Kenapa Orang Merasa Paling Baik!</a></strong></p>
51
<p><strong>Baca Juga:<a>Dunning-Kruger Effect: Alasan Kenapa Orang Merasa Paling Baik!</a></strong></p>
52
<p>Kesimpulannya: Setiap pagi, ingatkan diri kalau kamu tidak boleh berekspektasi apa-apa. Lalu, fokuslah di faktor internal. Apa yang bisa kamu kerjain, dan bukannya malah mikirin segala sesuatu yang gak bisa kita kontrol.</p>
52
<p>Kesimpulannya: Setiap pagi, ingatkan diri kalau kamu tidak boleh berekspektasi apa-apa. Lalu, fokuslah di faktor internal. Apa yang bisa kamu kerjain, dan bukannya malah mikirin segala sesuatu yang gak bisa kita kontrol.</p>
53
<p>Apapun yang di luar kendali kita gak usah pusing-pusing kita pikirin.</p>
53
<p>Apapun yang di luar kendali kita gak usah pusing-pusing kita pikirin.</p>
54
<p>Dan ketika peristiwa itu akhirnya terjadi, kendalikan opinimu. Sadari bahwa opinimu akan mempengaruhi emosi yang akan keluar. Mudah-mudahan, kalau udah begini, kamu bakalan jadi Stoik, dan hidup lebih bahagia dan bisa mengatasi<em>anxiety,</em>kegelisahan, dan segala emosi negatif yang berlebihan.</p>
54
<p>Dan ketika peristiwa itu akhirnya terjadi, kendalikan opinimu. Sadari bahwa opinimu akan mempengaruhi emosi yang akan keluar. Mudah-mudahan, kalau udah begini, kamu bakalan jadi Stoik, dan hidup lebih bahagia dan bisa mengatasi<em>anxiety,</em>kegelisahan, dan segala emosi negatif yang berlebihan.</p>
55
<p>Kalau kamu suka sama materi-materi kayak gini, tulis di kolom komentar ya! Masukan dan ide lain juga boleh banget kamu bilang, biar kita bisa bikinin di artikel selanjutnya. Kalau kamu pengin ngulik materi pelajaran yang masih kesusahan, pahamin aja lewat<strong><a>ruangbelajar!</a></strong></p>
55
<p>Kalau kamu suka sama materi-materi kayak gini, tulis di kolom komentar ya! Masukan dan ide lain juga boleh banget kamu bilang, biar kita bisa bikinin di artikel selanjutnya. Kalau kamu pengin ngulik materi pelajaran yang masih kesusahan, pahamin aja lewat<strong><a>ruangbelajar!</a></strong></p>
56
<p><strong>Referensi:</strong></p>
56
<p><strong>Referensi:</strong></p>
57
<p>Manampiring, Henry. (2019)<em>Filosofi Teras.</em>Jakarta: Penerbit Buku Kompas.</p>
57
<p>Manampiring, Henry. (2019)<em>Filosofi Teras.</em>Jakarta: Penerbit Buku Kompas.</p>
58
<p>‘Marcus Aurelis’. [Daring]<em>carnegielibrary.org.</em>Tautan: https://www.carnegielibrary.org/marcus-aurelius/#:~:text=%E2%80%9CBegin%20each%20day%20by%20telling,is%20good%20or%20evil.%20%E2%80%A6%E2%80%9D (Diakses: 23 Oktober 2020).</p>
58
<p>‘Marcus Aurelis’. [Daring]<em>carnegielibrary.org.</em>Tautan: https://www.carnegielibrary.org/marcus-aurelius/#:~:text=%E2%80%9CBegin%20each%20day%20by%20telling,is%20good%20or%20evil.%20%E2%80%A6%E2%80%9D (Diakses: 23 Oktober 2020).</p>
59
<p><strong>Sumber Foto:</strong></p>
59
<p><strong>Sumber Foto:</strong></p>
60
<p>‘Woman Holding Huge Flower Bouquet’. (Daring) Tautan: https://www.freepik.com/free-photo/woman-holding-huge-flower-bouquet_7054784.htm#page=1&query=flowers%20&position=21 (Diakses: 23 Oktober 2020).</p>
60
<p>‘Woman Holding Huge Flower Bouquet’. (Daring) Tautan: https://www.freepik.com/free-photo/woman-holding-huge-flower-bouquet_7054784.htm#page=1&query=flowers%20&position=21 (Diakses: 23 Oktober 2020).</p>
61
<p>DEA/G DAagli Orti/De Agostini. ‘Marcus Aurelius’. (Daring) Tautan: https://www.theguardian.com/books/2020/apr/25/stoicism-in-a-time-of-pandemic-coronavirus-marcus-aurelius-the-meditations (Diakses: 26 Oktober 2020)</p>
61
<p>DEA/G DAagli Orti/De Agostini. ‘Marcus Aurelius’. (Daring) Tautan: https://www.theguardian.com/books/2020/apr/25/stoicism-in-a-time-of-pandemic-coronavirus-marcus-aurelius-the-meditations (Diakses: 26 Oktober 2020)</p>
62
62