0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<p><em>Artikel ini akan membahas mengenai organ dan proses ekskresi pada hewan invertebrata, yaitu belalang, cacing pipih, dan cacing tanah.</em></p>
1
<p><em>Artikel ini akan membahas mengenai organ dan proses ekskresi pada hewan invertebrata, yaitu belalang, cacing pipih, dan cacing tanah.</em></p>
2
<p>-</p>
2
<p>-</p>
3
<p>Bukan hanya manusia<em>aja</em><em>loh</em>yang mengeluarkan air seni atau urin, ternyata hewan juga bisa. Pernah kepikiran<em>nggak</em>kenapa urin harus dikeluarkan dari tubuh? Ya karena zat tersebut merupakan zat sisa metabolisme yang sudah tidak berguna lagi bagi tubuh.<strong>Proses pengeluaran zat sisa metabolisme,</strong><strong>seperti urea, CO2, dan ion Na+</strong>dinamakan<strong>sistem ekskresi</strong>.</p>
3
<p>Bukan hanya manusia<em>aja</em><em>loh</em>yang mengeluarkan air seni atau urin, ternyata hewan juga bisa. Pernah kepikiran<em>nggak</em>kenapa urin harus dikeluarkan dari tubuh? Ya karena zat tersebut merupakan zat sisa metabolisme yang sudah tidak berguna lagi bagi tubuh.<strong>Proses pengeluaran zat sisa metabolisme,</strong><strong>seperti urea, CO2, dan ion Na+</strong>dinamakan<strong>sistem ekskresi</strong>.</p>
4
<p>Kamu tahu<em>nggak</em>, ternyata sistem ekskresi hewan invertebrata berbeda<em>loh</em>dengan vertebrata.<em>Hmm</em>… Kenapa bisa gitu? Jadi, organ ekskresi pada vertebrata kan ada banyak<em>tuh</em>. Kalau pada mamalia ada paru-paru, kulit, ginjal, dan hati, sedangkan pada pisces organ ekskresinya berupa insang dan kulit, begitu juga vertebrata lainnya. Rata-rata vertebrata punya lebih dari satu organ ekskresi.</p>
4
<p>Kamu tahu<em>nggak</em>, ternyata sistem ekskresi hewan invertebrata berbeda<em>loh</em>dengan vertebrata.<em>Hmm</em>… Kenapa bisa gitu? Jadi, organ ekskresi pada vertebrata kan ada banyak<em>tuh</em>. Kalau pada mamalia ada paru-paru, kulit, ginjal, dan hati, sedangkan pada pisces organ ekskresinya berupa insang dan kulit, begitu juga vertebrata lainnya. Rata-rata vertebrata punya lebih dari satu organ ekskresi.</p>
5
<p><strong>Baca juga:</strong><a>Organ-organ Sistem Ekskresi pada Manusia</a></p>
5
<p><strong>Baca juga:</strong><a>Organ-organ Sistem Ekskresi pada Manusia</a></p>
6
<p><em>Nah</em>, berbeda<em>tuh</em>dengan hewan invertebrata yang organ ekskresinya lebih sederhana. Kenapa sederhana? Ya karena dibanding vertebrata yang punya banyak organ ekskresi, invertebrata hanya punya satu organ ekskresi. Selain itu, organ ekskresi antara invertebrata satu dengan lainnya juga berbeda.<em>Wah</em>, kalau punya organ ekskresi yang berbeda, pasti proses ekskresi yang dilakukannya juga berbeda<em>dong</em>. Kali ini, kamu akan mengetahui apa saja organ serta proses ekskresi hewan invertebrata, yaitu belalang dan cacing. Gimana<em>sih</em>proses ekskresi belalang dan cacing?<em>Yuk</em>, simak penjelasan berikut.</p>
6
<p><em>Nah</em>, berbeda<em>tuh</em>dengan hewan invertebrata yang organ ekskresinya lebih sederhana. Kenapa sederhana? Ya karena dibanding vertebrata yang punya banyak organ ekskresi, invertebrata hanya punya satu organ ekskresi. Selain itu, organ ekskresi antara invertebrata satu dengan lainnya juga berbeda.<em>Wah</em>, kalau punya organ ekskresi yang berbeda, pasti proses ekskresi yang dilakukannya juga berbeda<em>dong</em>. Kali ini, kamu akan mengetahui apa saja organ serta proses ekskresi hewan invertebrata, yaitu belalang dan cacing. Gimana<em>sih</em>proses ekskresi belalang dan cacing?<em>Yuk</em>, simak penjelasan berikut.</p>
7
<h2>Belalang</h2>
7
<h2>Belalang</h2>
8
<p>Organ ekskresi pada belalang adalah<strong>pembuluh malpighi</strong>. Organ ini berbentuk seperti kumpulan benang halus yang berwarna putih kekuningan dan melekat pada dinding usus.<em>Udah</em>kebayang belum?<em>Cusss</em>lihat gambar di bawah kalau bingung.</p>
8
<p>Organ ekskresi pada belalang adalah<strong>pembuluh malpighi</strong>. Organ ini berbentuk seperti kumpulan benang halus yang berwarna putih kekuningan dan melekat pada dinding usus.<em>Udah</em>kebayang belum?<em>Cusss</em>lihat gambar di bawah kalau bingung.</p>
9
<p>Setelah tahu seperti apa organ ekskresi pada belalang, sekarang kita cari tahu<em>yuk</em>gimana proses ekskresinya!</p>
9
<p>Setelah tahu seperti apa organ ekskresi pada belalang, sekarang kita cari tahu<em>yuk</em>gimana proses ekskresinya!</p>
10
<p>Proses ekskresi pada belalang dimulai ketika hemolimfa, yaitu cairan untuk keperluan sirkulasi melewati pembuluh malpighi. Saat itu pula, terjadi proses pemindahan urea, sampah nitrogen, ion K, Cl, dan air dari hemolimfa ke pembuluh malpighi. Selanjutnya, air dan zat yang masih berguna bagi tubuh, seperti ion K, Cl, dan air diserap kembali di rektum untuk diedarkan ke seluruh tubuh oleh hemolimfa, sedangkan zat yang mengandung sampah nitrogen akan diendapkan sebagai kristal asam urat yang nantinya akan dikeluarkan bersama feses melalui anus. Kalau masih bingung, simak gambar berikut, ya.</p>
10
<p>Proses ekskresi pada belalang dimulai ketika hemolimfa, yaitu cairan untuk keperluan sirkulasi melewati pembuluh malpighi. Saat itu pula, terjadi proses pemindahan urea, sampah nitrogen, ion K, Cl, dan air dari hemolimfa ke pembuluh malpighi. Selanjutnya, air dan zat yang masih berguna bagi tubuh, seperti ion K, Cl, dan air diserap kembali di rektum untuk diedarkan ke seluruh tubuh oleh hemolimfa, sedangkan zat yang mengandung sampah nitrogen akan diendapkan sebagai kristal asam urat yang nantinya akan dikeluarkan bersama feses melalui anus. Kalau masih bingung, simak gambar berikut, ya.</p>
11
<h2>Cacing Pipih (Planaria)</h2>
11
<h2>Cacing Pipih (Planaria)</h2>
12
<p>Selain hidup di tanah, ada juga<em>loh</em>cacing yang hidup di perairan.<em>Hmm</em>.. Cacing jenis apa ya kira-kira?<em>Yap</em>, Planaria namanya. Cacing berbentuk pipih ini dapat kita jumpai di sungai atau kolam.</p>
12
<p>Selain hidup di tanah, ada juga<em>loh</em>cacing yang hidup di perairan.<em>Hmm</em>.. Cacing jenis apa ya kira-kira?<em>Yap</em>, Planaria namanya. Cacing berbentuk pipih ini dapat kita jumpai di sungai atau kolam.</p>
13
<p>Cacing pipih di dasar sungai (sumber: keralapool.com)</p>
13
<p>Cacing pipih di dasar sungai (sumber: keralapool.com)</p>
14
<p>Berbeda dengan belalang, organ ekskresi pada cacing pipih adalah<strong>protonefridium</strong>. Protonefridium ini berupa<strong>kumpulan jaringan mirip pipa yang bercabang-cabang</strong>.<strong>Jaringan mirip pipa</strong>tersebut dinamakan<strong>nefridiofor</strong>.<strong>Ujung dari nefridiofor</strong>disebut<strong>sel api</strong>atau<strong><em>flame cell</em></strong>. Tahu<em>nggak</em>kenapa<em>kok</em>disebut sel api?<em>Nggak</em>kebakar<em>tuh</em>kalau ada apinya? Jadi gini, disebut sel api karena dia memiliki silia (alat bantu pergerakan) yang bergerak layaknya api.</p>
14
<p>Berbeda dengan belalang, organ ekskresi pada cacing pipih adalah<strong>protonefridium</strong>. Protonefridium ini berupa<strong>kumpulan jaringan mirip pipa yang bercabang-cabang</strong>.<strong>Jaringan mirip pipa</strong>tersebut dinamakan<strong>nefridiofor</strong>.<strong>Ujung dari nefridiofor</strong>disebut<strong>sel api</strong>atau<strong><em>flame cell</em></strong>. Tahu<em>nggak</em>kenapa<em>kok</em>disebut sel api?<em>Nggak</em>kebakar<em>tuh</em>kalau ada apinya? Jadi gini, disebut sel api karena dia memiliki silia (alat bantu pergerakan) yang bergerak layaknya api.</p>
15
<p>Sekarang, kita ketahui<em>yuk</em>gimana proses ekskresi pada cacing pipih. Proses ekskresi pada cacing pipih diawali dengan gerakan silia yang mengakibatkan cairan tubuh seperti air, ion Na, K, N, dan urea masuk melalui celah sel api. Cairan tubuh tersebut kemudian disaring di sel api, kemudian masuk ke dalam tubulus, tempat sel api melekat.</p>
15
<p>Sekarang, kita ketahui<em>yuk</em>gimana proses ekskresi pada cacing pipih. Proses ekskresi pada cacing pipih diawali dengan gerakan silia yang mengakibatkan cairan tubuh seperti air, ion Na, K, N, dan urea masuk melalui celah sel api. Cairan tubuh tersebut kemudian disaring di sel api, kemudian masuk ke dalam tubulus, tempat sel api melekat.</p>
16
<p>Pada tubulus, terjadi proses penyerapan cairan tubuh dan zat sisa metabolisme seperti air dan NH4. Cairan tubuh seperti ion Na, K, N, dan air akan diedarkan kembali bersama hemolimfa, sedangkan zat sisa metabolisme dikeluarkan melalui nefridiofor. Gimana?<em>Udah</em>kebayang belum? Simak gambar di bawah ya kalau kamu bingung.</p>
16
<p>Pada tubulus, terjadi proses penyerapan cairan tubuh dan zat sisa metabolisme seperti air dan NH4. Cairan tubuh seperti ion Na, K, N, dan air akan diedarkan kembali bersama hemolimfa, sedangkan zat sisa metabolisme dikeluarkan melalui nefridiofor. Gimana?<em>Udah</em>kebayang belum? Simak gambar di bawah ya kalau kamu bingung.</p>
17
<h2>Cacing Tanah (Annelida)</h2>
17
<h2>Cacing Tanah (Annelida)</h2>
18
<p>Meskipun sama-sama disebut cacing, tapi cacing pipih dan cacing tanah beda<em>loh</em>ya. Kalau cacing pipih berbentuk pipih dan habitatnya di perairan, si cacing tanah ini berbentuk tabung dan bersegmen. Namanya<em>aja</em>cacing tanah, hidupnya sudah pasti di tanah<em>yaa</em>.</p>
18
<p>Meskipun sama-sama disebut cacing, tapi cacing pipih dan cacing tanah beda<em>loh</em>ya. Kalau cacing pipih berbentuk pipih dan habitatnya di perairan, si cacing tanah ini berbentuk tabung dan bersegmen. Namanya<em>aja</em>cacing tanah, hidupnya sudah pasti di tanah<em>yaa</em>.</p>
19
<p>Cacing tanah atau dengan nama ilmiah Annelida (sumber: trubus.id)</p>
19
<p>Cacing tanah atau dengan nama ilmiah Annelida (sumber: trubus.id)</p>
20
<p>Tahu<em>nggak</em>, ternyata organ ekskresi cacing pipih dan cacing tanah berbeda,<em>loh</em>. Cacing tanah memiliki organ ekskresi berupa<strong>nefridium</strong>. Fungsi nefridium mirip seperti ginjal vertebrata<em>kok</em>, yaitu mengeluarkan zat sisa metabolisme dari tubuh.<em>Nah</em>, setelah tahu organ sistem ekskresi cacing tanah.<em>Yuk</em>, sekarang kita bahas gimana<em>aja</em>proses ekskresinya.</p>
20
<p>Tahu<em>nggak</em>, ternyata organ ekskresi cacing pipih dan cacing tanah berbeda,<em>loh</em>. Cacing tanah memiliki organ ekskresi berupa<strong>nefridium</strong>. Fungsi nefridium mirip seperti ginjal vertebrata<em>kok</em>, yaitu mengeluarkan zat sisa metabolisme dari tubuh.<em>Nah</em>, setelah tahu organ sistem ekskresi cacing tanah.<em>Yuk</em>, sekarang kita bahas gimana<em>aja</em>proses ekskresinya.</p>
21
<p>Proses ekskresi cacing pipih diawali dengan diserapnya cairan tubuh seperti ion Na, Cl, K, N dan air ke nefrostom oleh gerakan silia dan otot. Saat cairan mengalir melalui tubulus nefrik, terjadilah proses penyerapan air, ion Na, Cl, dan K. Zat tersebut akan menembus kapiler darah dan disirkulasikan kembali. Sementara itu, zat yang tidak dibutuhkan, seperti sampah nitrogen dan air akan ditampung di kandung kemih, sebelum diekskresikan keluar melalui nefridiofor. Simak gambar di bawah<em>yuk</em>biar<em>nggak</em>bingung.</p>
21
<p>Proses ekskresi cacing pipih diawali dengan diserapnya cairan tubuh seperti ion Na, Cl, K, N dan air ke nefrostom oleh gerakan silia dan otot. Saat cairan mengalir melalui tubulus nefrik, terjadilah proses penyerapan air, ion Na, Cl, dan K. Zat tersebut akan menembus kapiler darah dan disirkulasikan kembali. Sementara itu, zat yang tidak dibutuhkan, seperti sampah nitrogen dan air akan ditampung di kandung kemih, sebelum diekskresikan keluar melalui nefridiofor. Simak gambar di bawah<em>yuk</em>biar<em>nggak</em>bingung.</p>
22
<p><em>Nah</em>, sekarang kamu udah paham<em>kan</em>tentang organ dan proses ekskresi pada belalang, cacing pipih, dan cacing tanah. Meskipun organ dan prosesnya berbeda, tapi tujuannya tetap sama<em>kok</em>, yaitu<strong>mengeluarkan zat sisa yang tidak digunakan tubuh</strong>. Mau belajar lebih banyak materi Biologi lagi? Atau masih bingung dengan tugas Biologi?<em>Yuk</em>, gabung belajar di<a><strong>ruanglesonline</strong></a>. Kamu dapat mengerjakan tugas Biologimu dengan mudah bersama Tutor handal dan profesional.</p>
22
<p><em>Nah</em>, sekarang kamu udah paham<em>kan</em>tentang organ dan proses ekskresi pada belalang, cacing pipih, dan cacing tanah. Meskipun organ dan prosesnya berbeda, tapi tujuannya tetap sama<em>kok</em>, yaitu<strong>mengeluarkan zat sisa yang tidak digunakan tubuh</strong>. Mau belajar lebih banyak materi Biologi lagi? Atau masih bingung dengan tugas Biologi?<em>Yuk</em>, gabung belajar di<a><strong>ruanglesonline</strong></a>. Kamu dapat mengerjakan tugas Biologimu dengan mudah bersama Tutor handal dan profesional.</p>
23
<p><strong>Referensi:</strong></p>
23
<p><strong>Referensi:</strong></p>
24
<p>Irnaningtyas, Istiadi Y. (2016). Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Kurikulum 2013 yang Disempurnakan Edisi Revisi. Erlangga: Jakarta.</p>
24
<p>Irnaningtyas, Istiadi Y. (2016). Biologi untuk SMA/MA Kelas XI Kurikulum 2013 yang Disempurnakan Edisi Revisi. Erlangga: Jakarta.</p>
25
<p><strong>Sumber foto:</strong></p>
25
<p><strong>Sumber foto:</strong></p>
26
<p>Foto ‘Cacing Pipih (Planaria)’ [daring] Tautan: https://bit.ly/37sG2YA</p>
26
<p>Foto ‘Cacing Pipih (Planaria)’ [daring] Tautan: https://bit.ly/37sG2YA</p>
27
<p>Foto ‘Cacing Tanah (Annelida)’ [daring] Tautan: https://bit.ly/3nr5FyC</p>
27
<p>Foto ‘Cacing Tanah (Annelida)’ [daring] Tautan: https://bit.ly/3nr5FyC</p>
28
<p><em>Artikel ini diperbarui pada 18 Desember 2020.</em></p>
28
<p><em>Artikel ini diperbarui pada 18 Desember 2020.</em></p>
29
29