HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p>Jepang diketahui merupakan salah satu negara yang sering menjadi tujuan untuk program beasiswa karena budaya belajarnya yang sangat baik. Penasaran<em>dong</em>apa saja kebiasaan unik sekolah di negeri bunga sakura ini?<em>Nih</em>,<a>Ruangguru.com</a>kasih bocorannya untuk kamu.</p>
1 <p>Jepang diketahui merupakan salah satu negara yang sering menjadi tujuan untuk program beasiswa karena budaya belajarnya yang sangat baik. Penasaran<em>dong</em>apa saja kebiasaan unik sekolah di negeri bunga sakura ini?<em>Nih</em>,<a>Ruangguru.com</a>kasih bocorannya untuk kamu.</p>
2 <h2><strong>Jalan kaki</strong></h2>
2 <h2><strong>Jalan kaki</strong></h2>
3 <p>Di Jepang, pergi ke sekolah wajib berjalan kaki.<em>Nah</em>, sekolah untuk siswa SD sampai SMP ditentukan oleh pemerintah. Jadi, orangtua mendaftarkan anaknya ke Balai Kota setempat, kemudian akan ditentukan di mana anak tersebut bersekolah.</p>
3 <p>Di Jepang, pergi ke sekolah wajib berjalan kaki.<em>Nah</em>, sekolah untuk siswa SD sampai SMP ditentukan oleh pemerintah. Jadi, orangtua mendaftarkan anaknya ke Balai Kota setempat, kemudian akan ditentukan di mana anak tersebut bersekolah.</p>
4 <p>Faktor yang dipertimbangkan adalah jaraknya tidak terlalu jauh agar dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Makanya tidak kenal macet-macetan<em>deh</em>ketika berangkat,<em>plus</em>tubuh sehat karena setiap hari berjalan kaki. Kalau sudah naik tingkat ke SMA, baru diperbolehkan naik kendaraan. Itu pun bukan motor atau mobil, tapi<em>jitensha</em>, semacam sepeda onthel. Hal ini sangat menunjukkan kesederhanaan warganya.</p>
4 <p>Faktor yang dipertimbangkan adalah jaraknya tidak terlalu jauh agar dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Makanya tidak kenal macet-macetan<em>deh</em>ketika berangkat,<em>plus</em>tubuh sehat karena setiap hari berjalan kaki. Kalau sudah naik tingkat ke SMA, baru diperbolehkan naik kendaraan. Itu pun bukan motor atau mobil, tapi<em>jitensha</em>, semacam sepeda onthel. Hal ini sangat menunjukkan kesederhanaan warganya.</p>
5 <h2><strong>Tidak ada sekolah favorit</strong></h2>
5 <h2><strong>Tidak ada sekolah favorit</strong></h2>
6 <p> </p>
6 <p> </p>
7 <p>Foto: regex.info</p>
7 <p>Foto: regex.info</p>
8 <p> Dikarenakan sekolah diatur oleh pemerintah, maka tidak ada pembeda khusus mana sekolah favorit dan tidak. Dengan peraturan seperti ini, orangtua tidak perlu ‘berebut’ untuk memasukkan anaknya ke sekolah tertentu.</p>
8 <p> Dikarenakan sekolah diatur oleh pemerintah, maka tidak ada pembeda khusus mana sekolah favorit dan tidak. Dengan peraturan seperti ini, orangtua tidak perlu ‘berebut’ untuk memasukkan anaknya ke sekolah tertentu.</p>
9 <h2><strong>Tidak ada upacara bendera</strong></h2>
9 <h2><strong>Tidak ada upacara bendera</strong></h2>
10 <p>Di negara asal kartun Doraemon tersebut, tidak diadakan upacara. Namun bukan berarti siswanya tidak memiliki nasionalisme,<em>lho</em>. Bahkan di beberapa SD tidak diwajibkan memakai seragam, kecuali seragam olahraga.</p>
10 <p>Di negara asal kartun Doraemon tersebut, tidak diadakan upacara. Namun bukan berarti siswanya tidak memiliki nasionalisme,<em>lho</em>. Bahkan di beberapa SD tidak diwajibkan memakai seragam, kecuali seragam olahraga.</p>
11 <h2><strong>Waktu belajar</strong></h2>
11 <h2><strong>Waktu belajar</strong></h2>
12 <p>Untuk tingkat SD, waktu belajarnya adalah pukul delapan pagi hingga empat sore. Mata pelajaran yang diajarkan adalah Matematika, Bahasa Jepang, Seni, Olah raga, dan<em>lifeskill</em>. Khusus untuk siswa SD kelas 1 dan 2, fokus diajarkan<em>PIPO LONDO (ping poro lan sudo)</em>, yaitu penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Siswa diajarkan empat hal tersebut secara terus-menerus sampai lancar. Untuk pelajaran Jepang, para siswa diwajibkan menghafal huruf kanji. Sedangkan untuk IPA, siswa diajak untuk terjun langsung ke alam, seperti memancing, diajak ke kebun, dan lainnya.</p>
12 <p>Untuk tingkat SD, waktu belajarnya adalah pukul delapan pagi hingga empat sore. Mata pelajaran yang diajarkan adalah Matematika, Bahasa Jepang, Seni, Olah raga, dan<em>lifeskill</em>. Khusus untuk siswa SD kelas 1 dan 2, fokus diajarkan<em>PIPO LONDO (ping poro lan sudo)</em>, yaitu penambahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Siswa diajarkan empat hal tersebut secara terus-menerus sampai lancar. Untuk pelajaran Jepang, para siswa diwajibkan menghafal huruf kanji. Sedangkan untuk IPA, siswa diajak untuk terjun langsung ke alam, seperti memancing, diajak ke kebun, dan lainnya.</p>
13 <h2><strong>Buku<em>project</em></strong></h2>
13 <h2><strong>Buku<em>project</em></strong></h2>
14 <p>Ketika libur musim panas tiba, siswa wajib membaca dan menyelesaikan satu buku<em>project</em>. Libur ini terbilang panjang, kira-kira 45 hari. Buku ini berisi<em>project</em>yang wajib dijalankan secara nyata oleh siswa. Nantinya,<em>project</em>ini akan dijadikan sebagai penilaian tugas sekolah.</p>
14 <p>Ketika libur musim panas tiba, siswa wajib membaca dan menyelesaikan satu buku<em>project</em>. Libur ini terbilang panjang, kira-kira 45 hari. Buku ini berisi<em>project</em>yang wajib dijalankan secara nyata oleh siswa. Nantinya,<em>project</em>ini akan dijadikan sebagai penilaian tugas sekolah.</p>
15 <h2><strong>Tas sekolah</strong></h2>
15 <h2><strong>Tas sekolah</strong></h2>
16 <p>Tas yang dipakai untuk sekolah adalah tas yang sama. Tas kotak yang biasa kita lihat di film-film Jepang, seperti Doraemon, yang disebut<em>randoseru</em>. Untuk siswa laki-laki, warna tas yang boleh dipakai adalah biru dan hitam. Sedangkan siswa perempuan diperbolehkan memakai tas berwarna-warni. </p>
16 <p>Tas yang dipakai untuk sekolah adalah tas yang sama. Tas kotak yang biasa kita lihat di film-film Jepang, seperti Doraemon, yang disebut<em>randoseru</em>. Untuk siswa laki-laki, warna tas yang boleh dipakai adalah biru dan hitam. Sedangkan siswa perempuan diperbolehkan memakai tas berwarna-warni. </p>
17 <p>Foto: Amazonaws.com </p>
17 <p>Foto: Amazonaws.com </p>
18 <p>Tas ini terbilang cukup mahal, yaitu seharga 3000 yen (Rp 3,5 juta), tapi bergaransi hingga enam tahun. Jadi, selama enam tahun duduk di bangku SD, siswa tidak diperkenankan untuk bergonta-ganti tas sekolah.<em>Randoseru</em>ini sifatnya tidak dapat dihibah ya, jadi satu tas hanya untuk dipakai oleh satu siswa.</p>
18 <p>Tas ini terbilang cukup mahal, yaitu seharga 3000 yen (Rp 3,5 juta), tapi bergaransi hingga enam tahun. Jadi, selama enam tahun duduk di bangku SD, siswa tidak diperkenankan untuk bergonta-ganti tas sekolah.<em>Randoseru</em>ini sifatnya tidak dapat dihibah ya, jadi satu tas hanya untuk dipakai oleh satu siswa.</p>
19 <h2><strong><em>No gadget</em></strong></h2>
19 <h2><strong><em>No gadget</em></strong></h2>
20 <p>Meskipun berbagai<em>gadget</em>canggih berasal dari negara ini, tapi siswanya tidak diperkenankan membawa<em>gadget</em>ke sekolah. Satu-satunya penghubung antara orang tua dan anak adalah sekolah. Tanpa<em>gadget</em>, tidak ada perbedaan mana ‘si kaya’ dan ‘si miskin’ di sekolah.</p>
20 <p>Meskipun berbagai<em>gadget</em>canggih berasal dari negara ini, tapi siswanya tidak diperkenankan membawa<em>gadget</em>ke sekolah. Satu-satunya penghubung antara orang tua dan anak adalah sekolah. Tanpa<em>gadget</em>, tidak ada perbedaan mana ‘si kaya’ dan ‘si miskin’ di sekolah.</p>
21 <h2><strong>Bangunan sekolah</strong></h2>
21 <h2><strong>Bangunan sekolah</strong></h2>
22 <p> </p>
22 <p> </p>
23 <p>Foto: loljapan </p>
23 <p>Foto: loljapan </p>
24 <p>Sekolah di negara yang 70 persennya dipenuhi pegunungan ini memiliki luas lahan minimal 1 hektar. Luas tanah untuk lapangan bahkan lebih besar dibandingkan dengan luas bangunannya. Sekolah yang ada di kota umumnya memiliki fasilitas lengkap untuk menunjang pembelajaran. Ada aula, lapangan<em>outdoor</em>, lapangan<em>baseball</em>, lapangan tenis, kolam renang, ruang klub, musik, masak, penyiaran radio, dan banyak lagi.</p>
24 <p>Sekolah di negara yang 70 persennya dipenuhi pegunungan ini memiliki luas lahan minimal 1 hektar. Luas tanah untuk lapangan bahkan lebih besar dibandingkan dengan luas bangunannya. Sekolah yang ada di kota umumnya memiliki fasilitas lengkap untuk menunjang pembelajaran. Ada aula, lapangan<em>outdoor</em>, lapangan<em>baseball</em>, lapangan tenis, kolam renang, ruang klub, musik, masak, penyiaran radio, dan banyak lagi.</p>
25 <h2><strong>Festival budaya</strong></h2>
25 <h2><strong>Festival budaya</strong></h2>
26 <p>Negara pengimpor hasil laut terbesar ini memiliki banyak acara kebudayaan di setiap sekolah. Dimulai dari pekan olahraga,<em>camping tour</em>, dan yang paling ditunggu adalah festival budaya (<em>Bunkasai</em>).<em>Bunkasai</em>bentuknya seperti pentas seni di Indonesia. Ada banyak<em>stand</em>jajanan Jepang, siswa dibebaskan mendekor kelas, dan setiap kelas biasanya membuat kafe atau rumah hantu. </p>
26 <p>Negara pengimpor hasil laut terbesar ini memiliki banyak acara kebudayaan di setiap sekolah. Dimulai dari pekan olahraga,<em>camping tour</em>, dan yang paling ditunggu adalah festival budaya (<em>Bunkasai</em>).<em>Bunkasai</em>bentuknya seperti pentas seni di Indonesia. Ada banyak<em>stand</em>jajanan Jepang, siswa dibebaskan mendekor kelas, dan setiap kelas biasanya membuat kafe atau rumah hantu. </p>
27 <p>Foto: Japan Journal </p>
27 <p>Foto: Japan Journal </p>
28 <p>Festival budaya ini dilakukan oleh jenjang pendidikan dari TK hingga universitas selama 2-3 hari. Untuk tingkat SD hingga SMA sifatnya wajib, tapi untuk universitas bersifat seperti ekstrakurikuler.<em>Bunkasai</em>dimaksudkan untuk melihat<a>prestasi</a>sehari-hari dan menggunakan hasil belajar untuk meningkatkan motivasi. Acara ini biasanya ditutup dengan api unggun dan kembang api.</p>
28 <p>Festival budaya ini dilakukan oleh jenjang pendidikan dari TK hingga universitas selama 2-3 hari. Untuk tingkat SD hingga SMA sifatnya wajib, tapi untuk universitas bersifat seperti ekstrakurikuler.<em>Bunkasai</em>dimaksudkan untuk melihat<a>prestasi</a>sehari-hari dan menggunakan hasil belajar untuk meningkatkan motivasi. Acara ini biasanya ditutup dengan api unggun dan kembang api.</p>
29 <p>Demikianlah beberapa kebiasaan unik mengenai sekolah di negara Jepang. Banyak juga yang dapat memberikan inspirasi untuk negara kita sendiri ya. Salah satu yang patut dicontoh adalah kesederhanaan warganya.</p>
29 <p>Demikianlah beberapa kebiasaan unik mengenai sekolah di negara Jepang. Banyak juga yang dapat memberikan inspirasi untuk negara kita sendiri ya. Salah satu yang patut dicontoh adalah kesederhanaan warganya.</p>
30 <p>-</p>
30 <p>-</p>
31 <p>Gimana, kamu tertarik lanjut sekolah ke Jepang? Atau punya cita-cita kuliah di<strong><a>Jepang</a></strong>? Boleh banget dong! Kamu bisa <em>lho </em>belajar lebih dalam tentang bahasa Jepang di<strong><a>Ruangguru Privat Bahasa Jepang</a></strong>!</p>
31 <p>Gimana, kamu tertarik lanjut sekolah ke Jepang? Atau punya cita-cita kuliah di<strong><a>Jepang</a></strong>? Boleh banget dong! Kamu bisa <em>lho </em>belajar lebih dalam tentang bahasa Jepang di<strong><a>Ruangguru Privat Bahasa Jepang</a></strong>!</p>
32 <p>Belajar di Ruangguru Privat nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
32 <p>Belajar di Ruangguru Privat nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
33  
33