HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p>“Salah jurusan itu menyeramkan,” kata beberapa mahasiswa yang mengalami. Terlebih ketika jurusan itu adalah pilihanmu sendiri. Apalagi, jika kamu mulai menyadari itu di semester tanggung, misalnya empat atau lima. Ingin pindah jurusan,<em>kok</em>rasanya kepalang tanggung. Kalau melanjutkan kuliah, tidak ada rasa<em>sreg</em>di hati. </p>
1 <p>“Salah jurusan itu menyeramkan,” kata beberapa mahasiswa yang mengalami. Terlebih ketika jurusan itu adalah pilihanmu sendiri. Apalagi, jika kamu mulai menyadari itu di semester tanggung, misalnya empat atau lima. Ingin pindah jurusan,<em>kok</em>rasanya kepalang tanggung. Kalau melanjutkan kuliah, tidak ada rasa<em>sreg</em>di hati. </p>
2 <p>Salah jurusan menakutkan? (Sumber: collegecandy.com)</p>
2 <p>Salah jurusan menakutkan? (Sumber: collegecandy.com)</p>
3 <p>Sebelum kamu benar-benar menganggap diri salah jurusan, coba pikir lagi. Mungkin kamu hanya merasa bosan dan butuh penyegaran. Bertemu orang baru atau merasakan suasana tempat baru bisa dicoba. </p>
3 <p>Sebelum kamu benar-benar menganggap diri salah jurusan, coba pikir lagi. Mungkin kamu hanya merasa bosan dan butuh penyegaran. Bertemu orang baru atau merasakan suasana tempat baru bisa dicoba. </p>
4 <p>Hal di atas sudah dilakukan, sementara kejengahan masih melanda? Bolehlah kamu menganggap, mungkin memang salah jurusan. Kurangnya mengenal diri sendiri dan informasi jurusan kuliah menjadi beberapa penyebab salah jurusan terjadi.</p>
4 <p>Hal di atas sudah dilakukan, sementara kejengahan masih melanda? Bolehlah kamu menganggap, mungkin memang salah jurusan. Kurangnya mengenal diri sendiri dan informasi jurusan kuliah menjadi beberapa penyebab salah jurusan terjadi.</p>
5 <p>Lantas, akankah bermalas-malasan menjadi benar ketika dihadapkan pada situasi ini? Tidak sedikit<em>lho</em>biaya yang orang tua kamu investasikan. Tidak sebentar juga<em>lho</em>waktu yang telah kamu gunakan. </p>
5 <p>Lantas, akankah bermalas-malasan menjadi benar ketika dihadapkan pada situasi ini? Tidak sedikit<em>lho</em>biaya yang orang tua kamu investasikan. Tidak sebentar juga<em>lho</em>waktu yang telah kamu gunakan. </p>
6 <p>Bila kamu bertekad untuk tetap menyelesaikan studi yang telah kamu mulai, berikut<strong>Ruangguru</strong>sarikan lima kegiatan yang bisa kamu lakukan ketika salah jurusan. Simak dan coba dipraktikkan<em>ya</em>! </p>
6 <p>Bila kamu bertekad untuk tetap menyelesaikan studi yang telah kamu mulai, berikut<strong>Ruangguru</strong>sarikan lima kegiatan yang bisa kamu lakukan ketika salah jurusan. Simak dan coba dipraktikkan<em>ya</em>! </p>
7 <h2><strong>1. Bangun pertemanan yang baik </strong></h2>
7 <h2><strong>1. Bangun pertemanan yang baik </strong></h2>
8 <p>Cari sesuatu yang membuat kamu bisa bertahan di jurusan. Bila dalam hal akademik membuatmu jengah, jangan menutup diri dari pergaulan di antara teman-teman jurusan<em>ya</em>,<em>smart buddies</em>. Paling tidak ikatan dengan teman mendorongmu untuk tetap semangat melanjutkan studi. Bagaimana caranya? Kamu masih mendapat sokongan informasi, walaupun tidak<em>stay alert</em>dengan pengumuman jurusan. Informasi ini bisa berupa<em>deadline</em>pengumpulan tugas, pemberitahuan jadwal ujian, hingga pengumuman kelas ditiadakan. Ingat, bukankah menyelesaikan studi sudah harga mati? </p>
8 <p>Cari sesuatu yang membuat kamu bisa bertahan di jurusan. Bila dalam hal akademik membuatmu jengah, jangan menutup diri dari pergaulan di antara teman-teman jurusan<em>ya</em>,<em>smart buddies</em>. Paling tidak ikatan dengan teman mendorongmu untuk tetap semangat melanjutkan studi. Bagaimana caranya? Kamu masih mendapat sokongan informasi, walaupun tidak<em>stay alert</em>dengan pengumuman jurusan. Informasi ini bisa berupa<em>deadline</em>pengumpulan tugas, pemberitahuan jadwal ujian, hingga pengumuman kelas ditiadakan. Ingat, bukankah menyelesaikan studi sudah harga mati? </p>
9 <p>Teman jurusan membuat semangat menyelesaikan tuntutan akademik. (Sumber: huffingtonpost.com)</p>
9 <p>Teman jurusan membuat semangat menyelesaikan tuntutan akademik. (Sumber: huffingtonpost.com)</p>
10 <h2><strong>2. Gali minat melalui berbagai<em>workshop </em></strong></h2>
10 <h2><strong>2. Gali minat melalui berbagai<em>workshop </em></strong></h2>
11 <p>Salah jurusan bukan berarti kamu boleh berhenti belajar ya. Bahkan kamu harus belajar lebih giat<em>lho</em>. Bila kamu tidak menemukan ketertarikan dan gairah belajar di jurusan, kamu harus belajar mandiri di bidang yang kamu minati. Sekarang mudah<em>kok</em>menjalin hubungan dengan orang-orang yang sudah<em>expert</em>di bidangnya. Coba cari<em>workshop-workshop</em>kampus yang sesuai. Manfaatkan kartu mahasiswamu,<em>smart buddies</em>. Beberapa<em>workshop</em>menyediakan potongan harga bahkan gratis dengan menunjukkan kartu mahasiswa. Hal ini juga bisa jadi kesempatan untuk menantang dirimu sendiri. Apakah kamu benar-benar tertarik dengan minat itu atau hanya latah belaka? Sebagian kesalahan terjadi karena ketidaktahuan kita<em>lho</em>. Kadang investasi energi, biaya, dan waktu diperlukan untuk mengenal diri lebih dalam. Jangan langsung menyerah<em>ya</em>! </p>
11 <p>Salah jurusan bukan berarti kamu boleh berhenti belajar ya. Bahkan kamu harus belajar lebih giat<em>lho</em>. Bila kamu tidak menemukan ketertarikan dan gairah belajar di jurusan, kamu harus belajar mandiri di bidang yang kamu minati. Sekarang mudah<em>kok</em>menjalin hubungan dengan orang-orang yang sudah<em>expert</em>di bidangnya. Coba cari<em>workshop-workshop</em>kampus yang sesuai. Manfaatkan kartu mahasiswamu,<em>smart buddies</em>. Beberapa<em>workshop</em>menyediakan potongan harga bahkan gratis dengan menunjukkan kartu mahasiswa. Hal ini juga bisa jadi kesempatan untuk menantang dirimu sendiri. Apakah kamu benar-benar tertarik dengan minat itu atau hanya latah belaka? Sebagian kesalahan terjadi karena ketidaktahuan kita<em>lho</em>. Kadang investasi energi, biaya, dan waktu diperlukan untuk mengenal diri lebih dalam. Jangan langsung menyerah<em>ya</em>! </p>
12 <p>Kesempatan mengenal lebih dalam minat melalui workshop. (Sumber: pnnd.com)</p>
12 <p>Kesempatan mengenal lebih dalam minat melalui workshop. (Sumber: pnnd.com)</p>
13 <h2><strong>3. Hadiri kursus </strong></h2>
13 <h2><strong>3. Hadiri kursus </strong></h2>
14 <p>Ingin lebih serius mempelajari minatmu itu? Bagaimana jika mendaftarkan diri untuk kursus tertentu? Biasanya <strong><a>materi kursus</a></strong>dirancang untuk beberapa pertemuan dengan struktur yang lebih rapi. Bahkan, ada tugas yang harus kamu selesaikan dan<em>feedback</em>yang kamu dapatkan<em>lho</em>. Bila tidak menemukan lembaga<em>offline</em>(luar jaringan) yang tersedia, banyak<em>kok</em>kursus-kursus<em>online</em> (dalam jaringan) yang dapat kamu ikuti bahkan ada yang tanpa biaya. Apalagi jika kamu ingin berkarir profesional di hobi dan minatmu itu. Tunjukkan ya kalau kamu tidak hanya mengikuti<em>trend</em>. </p>
14 <p>Ingin lebih serius mempelajari minatmu itu? Bagaimana jika mendaftarkan diri untuk kursus tertentu? Biasanya <strong><a>materi kursus</a></strong>dirancang untuk beberapa pertemuan dengan struktur yang lebih rapi. Bahkan, ada tugas yang harus kamu selesaikan dan<em>feedback</em>yang kamu dapatkan<em>lho</em>. Bila tidak menemukan lembaga<em>offline</em>(luar jaringan) yang tersedia, banyak<em>kok</em>kursus-kursus<em>online</em> (dalam jaringan) yang dapat kamu ikuti bahkan ada yang tanpa biaya. Apalagi jika kamu ingin berkarir profesional di hobi dan minatmu itu. Tunjukkan ya kalau kamu tidak hanya mengikuti<em>trend</em>. </p>
15 <p>Menuntut ilmu melalui kursus. (Sumber: studyinfrance-aram.com)</p>
15 <p>Menuntut ilmu melalui kursus. (Sumber: studyinfrance-aram.com)</p>
16 <h2><strong>4. Gabung dengan organisasi atau komunitas </strong></h2>
16 <h2><strong>4. Gabung dengan organisasi atau komunitas </strong></h2>
17 <p>Membangun jaringan itu penting. Melalui organisasi, kamu bisa bertemu orang-orang dengan visi yang sama. Juga, menemui orang yang bergerak bersama memperjuangkan nilai-nilai kehidupan. Beberapa hal bahkan memantik idealisme. Berbagai<em>soft skill</em>pun dapat diasah di sini. Komunikasi efektif, kepemimpinan, dan manajemen proyek adalah beberapa di antaranya. Bukan tidak mungkin<em>lho</em>kamu menemukan wadah untuk mendalami minatmu di sini. Misalnya, kamu jurusan Teknik Sipil tapi memiliki minat yang tinggi pada videografi. Kamu dapat menawarkan diri untuk membuat profil atau dokumentasi acara di komunitas. Bisa menjadi tambahan portofolio juga,<em>kan</em>? </p>
17 <p>Membangun jaringan itu penting. Melalui organisasi, kamu bisa bertemu orang-orang dengan visi yang sama. Juga, menemui orang yang bergerak bersama memperjuangkan nilai-nilai kehidupan. Beberapa hal bahkan memantik idealisme. Berbagai<em>soft skill</em>pun dapat diasah di sini. Komunikasi efektif, kepemimpinan, dan manajemen proyek adalah beberapa di antaranya. Bukan tidak mungkin<em>lho</em>kamu menemukan wadah untuk mendalami minatmu di sini. Misalnya, kamu jurusan Teknik Sipil tapi memiliki minat yang tinggi pada videografi. Kamu dapat menawarkan diri untuk membuat profil atau dokumentasi acara di komunitas. Bisa menjadi tambahan portofolio juga,<em>kan</em>? </p>
18 <p>Membangun jaringan pertemanan sambil mengasah soft skill. (Sumber: youthcentral.com)</p>
18 <p>Membangun jaringan pertemanan sambil mengasah soft skill. (Sumber: youthcentral.com)</p>
19 <h2><strong>5. Cari kesempatan magang sesuai minat </strong></h2>
19 <h2><strong>5. Cari kesempatan magang sesuai minat </strong></h2>
20 <p>Meskipun merasa salah jurusan, tidak salah<em>lho </em>untuk mempersiapkan kehidupan pasca kampus. Coba tambah portofolio di pekerjaan-pekerjaan sesuai minatmu. Melalui<strong><a>kesempatan magang ini</a></strong>, kamu dapat bertemu mentor yang membimbing kamu memperdalam minat. Buktikan kalau kamu memiliki kemampuan di bidang itu<em>ya</em>. Percayalah apapun latar belakang pendidikan, kamu bisa berkarir sesuai minat asal menunjukkan kemampuan<em>kok</em>. Apalagi jika dapat menorehkan prestasi, tentu dapat menjadi tambahan poin. </p>
20 <p>Meskipun merasa salah jurusan, tidak salah<em>lho </em>untuk mempersiapkan kehidupan pasca kampus. Coba tambah portofolio di pekerjaan-pekerjaan sesuai minatmu. Melalui<strong><a>kesempatan magang ini</a></strong>, kamu dapat bertemu mentor yang membimbing kamu memperdalam minat. Buktikan kalau kamu memiliki kemampuan di bidang itu<em>ya</em>. Percayalah apapun latar belakang pendidikan, kamu bisa berkarir sesuai minat asal menunjukkan kemampuan<em>kok</em>. Apalagi jika dapat menorehkan prestasi, tentu dapat menjadi tambahan poin. </p>
21 <p>Menjadi peserta magang. (Sumber: unomaha.edu)</p>
21 <p>Menjadi peserta magang. (Sumber: unomaha.edu)</p>
22 <p>Salah jurusan tidak begitu menyeramkan<em>kok</em>. Eksplorasi! Itu yang penting kamu lakukan ketika merasa salah jurusan. Sekadar menggerutu tidak akan menyelesaikan masalah,<em>smart buddies</em>. Hal yang perlu diingat adalah dunia karir memandang dirimu bukan hanya dari nilai akademik, tapi juga pengalaman. Bayangkan jika nanti wisuda, kamu dapat mendapat banyak pencapaian. Satu tentang gelar akademik formal, selebihnya tentang keberhasilan menaklukkan hal yang kamu tidak senangi. Ingat, tidak ada ilmu yang sia-sia<em>lho</em>. Siapa tahu suatu saat nanti kamu dapat memadukan<em>background</em>kuliah dengan minat? Sungguh karya yang luar biasa, bukan?<em><strong>(NM/TN) </strong></em></p>
22 <p>Salah jurusan tidak begitu menyeramkan<em>kok</em>. Eksplorasi! Itu yang penting kamu lakukan ketika merasa salah jurusan. Sekadar menggerutu tidak akan menyelesaikan masalah,<em>smart buddies</em>. Hal yang perlu diingat adalah dunia karir memandang dirimu bukan hanya dari nilai akademik, tapi juga pengalaman. Bayangkan jika nanti wisuda, kamu dapat mendapat banyak pencapaian. Satu tentang gelar akademik formal, selebihnya tentang keberhasilan menaklukkan hal yang kamu tidak senangi. Ingat, tidak ada ilmu yang sia-sia<em>lho</em>. Siapa tahu suatu saat nanti kamu dapat memadukan<em>background</em>kuliah dengan minat? Sungguh karya yang luar biasa, bukan?<em><strong>(NM/TN) </strong></em></p>
23  
23