HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p>Dalam artikel<strong><a><em>Bahasa Indonesia kelas 12</em></a></strong>ini akan dijelaskan tentang pengertian frasa, klausa, dan kalimat. Selain itu juga ciri-ciri, jenis, hingga contohnya. Yuk simak selengkapnya!</p>
1 <blockquote><p>Dalam artikel<strong><a><em>Bahasa Indonesia kelas 12</em></a></strong>ini akan dijelaskan tentang pengertian frasa, klausa, dan kalimat. Selain itu juga ciri-ciri, jenis, hingga contohnya. Yuk simak selengkapnya!</p>
2 </blockquote><p><em>-</em></p>
2 </blockquote><p><em>-</em></p>
3 <p>Pada bahasan sebelumnya, kamu telah belajar mengenai<a>struktur beserta jenis-jenis artikel</a>, ya. Ternyata, ada banyak sekali jenis artikel berdasarkan penyampaiannya.<em>Nah</em>, kira-kira, artikel mana,<em>nih,</em>yang paling sering kamu baca? Apa kamu jadi tertarik untuk coba membuat artikel?</p>
3 <p>Pada bahasan sebelumnya, kamu telah belajar mengenai<a>struktur beserta jenis-jenis artikel</a>, ya. Ternyata, ada banyak sekali jenis artikel berdasarkan penyampaiannya.<em>Nah</em>, kira-kira, artikel mana,<em>nih,</em>yang paling sering kamu baca? Apa kamu jadi tertarik untuk coba membuat artikel?</p>
4 <p>Ngomongin masalah artikel, kamu pasti tahu kalau artikel terbuat dari gabungan kalimat yang kemudian membentuk<a>paragraf</a>pembuka, isi, dan penutup.<em>Nah</em>, jika kita bedah dari segi struktur kalimatnya lebih dalam, maka kamu akan tahu kalau kalimat itu terbentuk dari gabungan kata, frasa, atau klausa.<em>Hmm</em>… Siapa yang merasa asing dengan istilah frasa dan klausa?</p>
4 <p>Ngomongin masalah artikel, kamu pasti tahu kalau artikel terbuat dari gabungan kalimat yang kemudian membentuk<a>paragraf</a>pembuka, isi, dan penutup.<em>Nah</em>, jika kita bedah dari segi struktur kalimatnya lebih dalam, maka kamu akan tahu kalau kalimat itu terbentuk dari gabungan kata, frasa, atau klausa.<em>Hmm</em>… Siapa yang merasa asing dengan istilah frasa dan klausa?</p>
5 <p>Oke, tenang, seperti judul artikel di atas, kita akan belajar tentang pengertian frasa, klausa, dan kalimat. Mungkin banyak dari kamu ada yang sudah tahu ya apa itu kalimat? Namun, bagaimana dengan frasa dan klausa? Kalau dilihat dari paragraf sebelumnya, kakak sudah kasih<em>clue</em>kalau frasa dan klausa merupakan bagian dari kalimat. Lalu, bedanya apa, ya?<em>Nah</em>, daripada semakin penasaran,<em>skuy</em>simak penjelasan berikut ini!</p>
5 <p>Oke, tenang, seperti judul artikel di atas, kita akan belajar tentang pengertian frasa, klausa, dan kalimat. Mungkin banyak dari kamu ada yang sudah tahu ya apa itu kalimat? Namun, bagaimana dengan frasa dan klausa? Kalau dilihat dari paragraf sebelumnya, kakak sudah kasih<em>clue</em>kalau frasa dan klausa merupakan bagian dari kalimat. Lalu, bedanya apa, ya?<em>Nah</em>, daripada semakin penasaran,<em>skuy</em>simak penjelasan berikut ini!</p>
6 <p><em>Well</em>, kita mulai dari frasa dulu, ya.<strong>Frasa</strong><strong>adalah gabungan dua kata atau lebih yang memiliki makna</strong>. Jadi, frasa juga merupakan penyusun sebuah kalimat.</p>
6 <p><em>Well</em>, kita mulai dari frasa dulu, ya.<strong>Frasa</strong><strong>adalah gabungan dua kata atau lebih yang memiliki makna</strong>. Jadi, frasa juga merupakan penyusun sebuah kalimat.</p>
7 <h2>Ciri-Ciri Frasa</h2>
7 <h2>Ciri-Ciri Frasa</h2>
8 <p>Frasa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:</p>
8 <p>Frasa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:</p>
9 <h2>Jenis Frasa</h2>
9 <h2>Jenis Frasa</h2>
10 <p>Terus, jenis-jenis frasa ada apa aja,<em>sih</em>? Sebenarnya, jenis-jenis frasa itu banyak banget,<em>guys</em>. Frasa terbagi menjadi beberapa kategori. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas jenis frasa berdasarkan<strong>Persamaan Distribusi dengan Unsurnya</strong>. Maksudnya gimana, ya?</p>
10 <p>Terus, jenis-jenis frasa ada apa aja,<em>sih</em>? Sebenarnya, jenis-jenis frasa itu banyak banget,<em>guys</em>. Frasa terbagi menjadi beberapa kategori. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas jenis frasa berdasarkan<strong>Persamaan Distribusi dengan Unsurnya</strong>. Maksudnya gimana, ya?</p>
11 <p>Berdasarkan persamaan distribusi dengan unsurnya, frasa dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:</p>
11 <p>Berdasarkan persamaan distribusi dengan unsurnya, frasa dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:</p>
12 <h3>1. Frasa Endosentrik</h3>
12 <h3>1. Frasa Endosentrik</h3>
13 <p>Frasa endosentrik merupakan frasa yang berkedudukan sejajar. Pada fungsi tertentu, frasa ini dapat diganti oleh unsurnya. Unsur frasa yang dapat menggantikan fungsi tertentu dalam frasa ini disebut unsur pusat. Contohnya yaitu:</p>
13 <p>Frasa endosentrik merupakan frasa yang berkedudukan sejajar. Pada fungsi tertentu, frasa ini dapat diganti oleh unsurnya. Unsur frasa yang dapat menggantikan fungsi tertentu dalam frasa ini disebut unsur pusat. Contohnya yaitu:</p>
14 <p><strong>Sebuah pohon</strong></p>
14 <p><strong>Sebuah pohon</strong></p>
15 <h3>2. Frasa Eksosentrik</h3>
15 <h3>2. Frasa Eksosentrik</h3>
16 <p>Frasa eksosentrik terdiri dari dua kata atau lebih. Frasa ini hanya memiliki unsur<strong>menerangkan</strong>yang biasanya memiliki preposisi dan konjungsi yang ditambahkan ke kata benda. Contohnya yaitu:</p>
16 <p>Frasa eksosentrik terdiri dari dua kata atau lebih. Frasa ini hanya memiliki unsur<strong>menerangkan</strong>yang biasanya memiliki preposisi dan konjungsi yang ditambahkan ke kata benda. Contohnya yaitu:</p>
17 <ul><li>ke kantin</li>
17 <ul><li>ke kantin</li>
18 <li>di sekolah</li>
18 <li>di sekolah</li>
19 <li>dari jakarta</li>
19 <li>dari jakarta</li>
20 </ul><p>Contoh frasa ini menduduki unsur/pola keterangan.</p>
20 </ul><p>Contoh frasa ini menduduki unsur/pola keterangan.</p>
21 <p>Selain itu, jenis frasa juga dibagi berdasarkan<strong>Kategori Kata yang Menjadi Unsur Pusat</strong>,<strong>Kedudukan</strong>, dan<strong>Makna yang Terkandung.</strong>Kalau pengen tahu lebih detail lagi, kamu bisa simak materinya di<a>ruangbelajar</a>ya,<em>guys</em>!</p>
21 <p>Selain itu, jenis frasa juga dibagi berdasarkan<strong>Kategori Kata yang Menjadi Unsur Pusat</strong>,<strong>Kedudukan</strong>, dan<strong>Makna yang Terkandung.</strong>Kalau pengen tahu lebih detail lagi, kamu bisa simak materinya di<a>ruangbelajar</a>ya,<em>guys</em>!</p>
22 <h2>Contoh Frasa</h2>
22 <h2>Contoh Frasa</h2>
23 <p>Sekarang, coba kamu perhatikan beberapa contoh frasa berikut ini,<em>deh</em>.</p>
23 <p>Sekarang, coba kamu perhatikan beberapa contoh frasa berikut ini,<em>deh</em>.</p>
24 <ul><li>bermain bola</li>
24 <ul><li>bermain bola</li>
25 <li>mawar merah</li>
25 <li>mawar merah</li>
26 <li>seragam sekolah baru</li>
26 <li>seragam sekolah baru</li>
27 <li>ayam goreng</li>
27 <li>ayam goreng</li>
28 <li>mencuci tangan dan kaki</li>
28 <li>mencuci tangan dan kaki</li>
29 </ul><p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian dan Contoh Kalimat Majemuk berdasarkan Jenis-Jenisnya</a></strong></p>
29 </ul><p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian dan Contoh Kalimat Majemuk berdasarkan Jenis-Jenisnya</a></strong></p>
30 <p>Kalau kamu perhatikan kelima contoh frasa di atas, setiap gabungan kata yang terbentuk memiliki makna. Namun, tidak bisa menjadi kalimat karena<strong>tidak adanya hubungan antara subjek dengan predikat</strong>.</p>
30 <p>Kalau kamu perhatikan kelima contoh frasa di atas, setiap gabungan kata yang terbentuk memiliki makna. Namun, tidak bisa menjadi kalimat karena<strong>tidak adanya hubungan antara subjek dengan predikat</strong>.</p>
31 <p>Berdasarkan cirinya, frasa memiliki fungsi gramatikal dalam sebuah kalimat. Maksudnya gimana? Misalnya, kita ambil beberapa contoh frasa, yaitu:</p>
31 <p>Berdasarkan cirinya, frasa memiliki fungsi gramatikal dalam sebuah kalimat. Maksudnya gimana? Misalnya, kita ambil beberapa contoh frasa, yaitu:</p>
32 <ul><li>dua orang anak</li>
32 <ul><li>dua orang anak</li>
33 <li>sedang membaca</li>
33 <li>sedang membaca</li>
34 <li>buku cerita</li>
34 <li>buku cerita</li>
35 </ul><p><em>Nah</em>, ketiga frasa tersebut memiliki fungsi. Dua orang anak berfungsi sebagai subjek, sedang membaca berfungsi sebagai predikat, dan buku cerita berfungsi sebagai objek. Bila ketiga frasa itu digabungkan, maka akan membentuk sebuah kalimat. Gimana, paham ya maksudnya?</p>
35 </ul><p><em>Nah</em>, ketiga frasa tersebut memiliki fungsi. Dua orang anak berfungsi sebagai subjek, sedang membaca berfungsi sebagai predikat, dan buku cerita berfungsi sebagai objek. Bila ketiga frasa itu digabungkan, maka akan membentuk sebuah kalimat. Gimana, paham ya maksudnya?</p>
36 <p>Kita lanjut ke materi selanjutnya, yaaa…</p>
36 <p>Kita lanjut ke materi selanjutnya, yaaa…</p>
37 <h2>Pengertian Klausa</h2>
37 <h2>Pengertian Klausa</h2>
38 <p><em>Next</em>, ada klausa. Apa itu klausa?<strong>Klausa</strong>adalah<strong>gabungan kata yang terdiri dari subjek dan predikat</strong>. Sepintas, klausa terlihat mirip dengan kalimat. Tapi, ada hal yang membedakan antara klausa dengan kalimat. Kalauklausa, tidak diakhiri dengan intonasi akhir dan tidak memiliki tanda baca. Intonasi akhir yang dimaksud ini bisa berupa intonasi tanya, perintah, maupun berita.</p>
38 <p><em>Next</em>, ada klausa. Apa itu klausa?<strong>Klausa</strong>adalah<strong>gabungan kata yang terdiri dari subjek dan predikat</strong>. Sepintas, klausa terlihat mirip dengan kalimat. Tapi, ada hal yang membedakan antara klausa dengan kalimat. Kalauklausa, tidak diakhiri dengan intonasi akhir dan tidak memiliki tanda baca. Intonasi akhir yang dimaksud ini bisa berupa intonasi tanya, perintah, maupun berita.</p>
39 <h2>Ciri-Ciri Klausa</h2>
39 <h2>Ciri-Ciri Klausa</h2>
40 <p>Perhatikan ciri-ciri klausa berikut:</p>
40 <p>Perhatikan ciri-ciri klausa berikut:</p>
41 <h2>Jenis Klausa</h2>
41 <h2>Jenis Klausa</h2>
42 <p>Klausa dibagi menjadi berbagai jenis yang dibedakan berdasarkan indikator tertentu. Kali ini, kita akan bahas jenis klausa berdasarkan<strong>strukturnya</strong>. Yuk, simak!</p>
42 <p>Klausa dibagi menjadi berbagai jenis yang dibedakan berdasarkan indikator tertentu. Kali ini, kita akan bahas jenis klausa berdasarkan<strong>strukturnya</strong>. Yuk, simak!</p>
43 <h3>1. Klausa Bebas</h3>
43 <h3>1. Klausa Bebas</h3>
44 <p>Klausa bebas memiliki unsur yang lengkap, yaitu mengandung subjek dan predikat. Jenis ini umumnya digunakan sebagai kalimat utama dan bisa berdiri sendiri tanpa adanya kata penghubung dan keterangan lainnya. Contohnya:</p>
44 <p>Klausa bebas memiliki unsur yang lengkap, yaitu mengandung subjek dan predikat. Jenis ini umumnya digunakan sebagai kalimat utama dan bisa berdiri sendiri tanpa adanya kata penghubung dan keterangan lainnya. Contohnya:</p>
45 <ul><li>Adik bermain</li>
45 <ul><li>Adik bermain</li>
46 <li>Rara menyanyi</li>
46 <li>Rara menyanyi</li>
47 <li>Gelas terjatuh</li>
47 <li>Gelas terjatuh</li>
48 <li>Bola menggelinding</li>
48 <li>Bola menggelinding</li>
49 </ul><h3>2. Klausa Terikat</h3>
49 </ul><h3>2. Klausa Terikat</h3>
50 <p>Klausa terikat tidak bisa menjadi kalimat karena tidak mengandung subjek dan predikat. Jenis klausa ini sering disebut dengan anak kalimat dan menggunakan konjungsi atau kata penghubung. Contohnya:</p>
50 <p>Klausa terikat tidak bisa menjadi kalimat karena tidak mengandung subjek dan predikat. Jenis klausa ini sering disebut dengan anak kalimat dan menggunakan konjungsi atau kata penghubung. Contohnya:</p>
51 <ul><li>Bani terbangun saat ibu sedang menyapu</li>
51 <ul><li>Bani terbangun saat ibu sedang menyapu</li>
52 <li>Ayah bekerja di kantor</li>
52 <li>Ayah bekerja di kantor</li>
53 <li>Paman datang ke rumah</li>
53 <li>Paman datang ke rumah</li>
54 </ul><p>Selain itu, jenis klausa masih ada lagi<em>guys</em>. Ada klausa yang dibedakan berdasarkan<strong>Fungsinya</strong>,<strong>Kata Negatif pada Predikat</strong>, dan<strong>Unsur Predikatnya</strong>. Nah, untuk tahu lebih detail tentang bedanya, kamu bisa simak video lengkapnya di<strong><em>ruangbelajar</em></strong>, yah!</p>
54 </ul><p>Selain itu, jenis klausa masih ada lagi<em>guys</em>. Ada klausa yang dibedakan berdasarkan<strong>Fungsinya</strong>,<strong>Kata Negatif pada Predikat</strong>, dan<strong>Unsur Predikatnya</strong>. Nah, untuk tahu lebih detail tentang bedanya, kamu bisa simak video lengkapnya di<strong><em>ruangbelajar</em></strong>, yah!</p>
55 <p><strong>Baca Juga:<a>Perbedaan Contoh Kalimat Aktif &amp; Pasif berdasarkan Pengertian, Ciri, Jenis</a></strong></p>
55 <p><strong>Baca Juga:<a>Perbedaan Contoh Kalimat Aktif &amp; Pasif berdasarkan Pengertian, Ciri, Jenis</a></strong></p>
56 <h2>Contoh Klausa</h2>
56 <h2>Contoh Klausa</h2>
57 <p>Oke, supaya kamu<em>nggak</em>bingung, yuk perhatikan contoh klausa di bawah ini.</p>
57 <p>Oke, supaya kamu<em>nggak</em>bingung, yuk perhatikan contoh klausa di bawah ini.</p>
58 <ul><li>Ibu sedang memasak</li>
58 <ul><li>Ibu sedang memasak</li>
59 <li>Anjing menggonggong</li>
59 <li>Anjing menggonggong</li>
60 <li>Gadis itu menangis tersedu-sedu</li>
60 <li>Gadis itu menangis tersedu-sedu</li>
61 <li>Burung beterbangan</li>
61 <li>Burung beterbangan</li>
62 <li>Tupai melompat lincah</li>
62 <li>Tupai melompat lincah</li>
63 </ul><p><em>Nah</em>, terlihat<em>kan</em>bedanya frasa dengan klausa. Pada klausa,<strong>terdapat hubungan antara subjek dengan predikat</strong>. Sekali lagi, kamu harus jeli juga<em>nih</em>, klausa dan kalimat terlihat sama. Tapi, klausa bukan kalimat karena<em>nggak</em>punya intonasi akhir dan tanda baca. Contoh:</p>
63 </ul><p><em>Nah</em>, terlihat<em>kan</em>bedanya frasa dengan klausa. Pada klausa,<strong>terdapat hubungan antara subjek dengan predikat</strong>. Sekali lagi, kamu harus jeli juga<em>nih</em>, klausa dan kalimat terlihat sama. Tapi, klausa bukan kalimat karena<em>nggak</em>punya intonasi akhir dan tanda baca. Contoh:</p>
64 <p>Klausa: kamu harus pergi</p>
64 <p>Klausa: kamu harus pergi</p>
65 <p>Kalau klausa di atas diberi tanda baca dan intonasi berupa perintah, maka akan menghasilkan sebuah kalimat, kayak gini:</p>
65 <p>Kalau klausa di atas diberi tanda baca dan intonasi berupa perintah, maka akan menghasilkan sebuah kalimat, kayak gini:</p>
66 <p>Kalimat: Kamu harus pergi!</p>
66 <p>Kalimat: Kamu harus pergi!</p>
67 <p>Paham ya,<em>guys</em>…???</p>
67 <p>Paham ya,<em>guys</em>…???</p>
68 <p>Sama halnya dengan frasa, gabungan beberapa klausa juga bisa membentuk sebuah kalimat. Biasanya, kalimat yang terbentuk adalah kalimat majemuk. Apa itu kalimat majemuk?<strong>Kalimat majemuk</strong>adalah dua kalimat tunggal yang dihubungkan oleh<a>kata sambung/penghubung</a>sehingga menjadi satu kalimat.</p>
68 <p>Sama halnya dengan frasa, gabungan beberapa klausa juga bisa membentuk sebuah kalimat. Biasanya, kalimat yang terbentuk adalah kalimat majemuk. Apa itu kalimat majemuk?<strong>Kalimat majemuk</strong>adalah dua kalimat tunggal yang dihubungkan oleh<a>kata sambung/penghubung</a>sehingga menjadi satu kalimat.</p>
69 <p>Sejauh ini ada pertanyaan? Sepertinya sudah cukup jelas, ya. Oke, kita lanjut ke materi terakhir, yaitu kalimat.<em>Markijut</em>! Mari kita lanjut!</p>
69 <p>Sejauh ini ada pertanyaan? Sepertinya sudah cukup jelas, ya. Oke, kita lanjut ke materi terakhir, yaitu kalimat.<em>Markijut</em>! Mari kita lanjut!</p>
70 <h2>Pengertian Kalimat</h2>
70 <h2>Pengertian Kalimat</h2>
71 <p>Apa yang dimaksud dengan kalimat? Kalimat adalah gabungan beberapa kata yang sedikitnya mengandung subjek dan predikat. Kalimat bisa juga terbentuk dari gabungan frasa maupun klausa. Contohnya seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi, ya. Kalimat diawali dengan huruf kapital, memiliki tanda baca, dan juga intonasi akhir.</p>
71 <p>Apa yang dimaksud dengan kalimat? Kalimat adalah gabungan beberapa kata yang sedikitnya mengandung subjek dan predikat. Kalimat bisa juga terbentuk dari gabungan frasa maupun klausa. Contohnya seperti yang sudah dijelaskan di atas tadi, ya. Kalimat diawali dengan huruf kapital, memiliki tanda baca, dan juga intonasi akhir.</p>
72 <h2>Ciri-Ciri Kalimat</h2>
72 <h2>Ciri-Ciri Kalimat</h2>
73 <p>Ciri-ciri kalimat adalah sebagai berikut:</p>
73 <p>Ciri-ciri kalimat adalah sebagai berikut:</p>
74 <h2>Unsur-Unsur Pembentuk Kalimat</h2>
74 <h2>Unsur-Unsur Pembentuk Kalimat</h2>
75 <p>Kalimat yang lengkap memiliki lima buah unsur, yaitu<strong>subjek, predikat, objek, keterangan, dan pelengkap</strong>. Meskipun begitu, adanya subjek dan predikat saja sudah bisa membentuk sebuah kalimat. Subjek dan predikat merupakan unsur penting dalam kalimat, sedangkan objek, keterangan, dan pelengkap merupakan unsur penunjang sebuah kalimat.</p>
75 <p>Kalimat yang lengkap memiliki lima buah unsur, yaitu<strong>subjek, predikat, objek, keterangan, dan pelengkap</strong>. Meskipun begitu, adanya subjek dan predikat saja sudah bisa membentuk sebuah kalimat. Subjek dan predikat merupakan unsur penting dalam kalimat, sedangkan objek, keterangan, dan pelengkap merupakan unsur penunjang sebuah kalimat.</p>
76 <h2><strong>Jenis Kalimat</strong></h2>
76 <h2><strong>Jenis Kalimat</strong></h2>
77 <p>Seperti frasa dan klausa, kalimat juga dibagi menjadi beberapa jenis,<em>loh</em>. Jenis kalimat juga dibedakan berdasarkan klasifikasinya. Kali ini, kita akan bahas jenis kalimat berdasarkan<strong>Penyampaiannya</strong>. Berdasarkan penyampaiannya, kalimat dibagi menjadi dua jenis, yaitu kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.</p>
77 <p>Seperti frasa dan klausa, kalimat juga dibagi menjadi beberapa jenis,<em>loh</em>. Jenis kalimat juga dibedakan berdasarkan klasifikasinya. Kali ini, kita akan bahas jenis kalimat berdasarkan<strong>Penyampaiannya</strong>. Berdasarkan penyampaiannya, kalimat dibagi menjadi dua jenis, yaitu kalimat langsung dan kalimat tidak langsung.</p>
78 <p><strong>Baca Juga:<a>Contoh Kalimat Tunggal berdasarkan Jenis-Jenisnya, Lengkap!</a></strong></p>
78 <p><strong>Baca Juga:<a>Contoh Kalimat Tunggal berdasarkan Jenis-Jenisnya, Lengkap!</a></strong></p>
79 <h3>1. Kalimat Langsung</h3>
79 <h3>1. Kalimat Langsung</h3>
80 <p>Kalimat langsung merupakan kalimat yang disampaikan secara langsung oleh orang yang menyampaikan Kalimat langsung biasanya ditandai dengan tanda petik (“…”) dan bisa berbentuk kalimat tanya atau kalimat perintah. Contohnya:</p>
80 <p>Kalimat langsung merupakan kalimat yang disampaikan secara langsung oleh orang yang menyampaikan Kalimat langsung biasanya ditandai dengan tanda petik (“…”) dan bisa berbentuk kalimat tanya atau kalimat perintah. Contohnya:</p>
81 <p>Adam bertanya, “Apakah kamu tahu di mana toiletnya?”</p>
81 <p>Adam bertanya, “Apakah kamu tahu di mana toiletnya?”</p>
82 <h3>2. Kalimat Tak Langsung</h3>
82 <h3>2. Kalimat Tak Langsung</h3>
83 <p>Kalimat tak langsung merupakan kalimat yang menceritakan kembali ucapan dari orang lain. Jenis kalimat ini tidak menggunakan tanda petik dan berbentuk kalimat berita. Contohnya:</p>
83 <p>Kalimat tak langsung merupakan kalimat yang menceritakan kembali ucapan dari orang lain. Jenis kalimat ini tidak menggunakan tanda petik dan berbentuk kalimat berita. Contohnya:</p>
84 <p>Pak Ahmad berkata bahwa dia akan segera membagikan nilai ujian kemarin.</p>
84 <p>Pak Ahmad berkata bahwa dia akan segera membagikan nilai ujian kemarin.</p>
85 <p>Selain berdasarkan<strong>penyampaiannya,</strong>jenis kalimat juga dibagi menjadi berdasarkan<strong>Jumlah Frasa</strong>dan<strong>Isi atau Fungsinya</strong>. Jenis kalimat berdasarkan Jumlah Frasa terdiri dari<strong>Kalimat Tunggal</strong>dan<strong>Kalimat Majemuk</strong>. Sedangkan berdasarkan Isi atau Fungsinya, jenis kalimat dibagi menjadi<strong>Kalimat Perintah</strong>,<strong>Kalimat Berita</strong>,<strong>Kalimat Tanya</strong>, dan<strong>Kalimat Seruan</strong>. Untuk mengetahui perbedaannya, simak penjelasan lengkapnya di<strong>ruangbelajar</strong>yahhhh!</p>
85 <p>Selain berdasarkan<strong>penyampaiannya,</strong>jenis kalimat juga dibagi menjadi berdasarkan<strong>Jumlah Frasa</strong>dan<strong>Isi atau Fungsinya</strong>. Jenis kalimat berdasarkan Jumlah Frasa terdiri dari<strong>Kalimat Tunggal</strong>dan<strong>Kalimat Majemuk</strong>. Sedangkan berdasarkan Isi atau Fungsinya, jenis kalimat dibagi menjadi<strong>Kalimat Perintah</strong>,<strong>Kalimat Berita</strong>,<strong>Kalimat Tanya</strong>, dan<strong>Kalimat Seruan</strong>. Untuk mengetahui perbedaannya, simak penjelasan lengkapnya di<strong>ruangbelajar</strong>yahhhh!</p>
86 <h2>Contoh Kalimat</h2>
86 <h2>Contoh Kalimat</h2>
87 <p><em>Yuk</em>, perhatikan beberapa contoh kalimat berikut ini!</p>
87 <p><em>Yuk</em>, perhatikan beberapa contoh kalimat berikut ini!</p>
88 <ul><li>Minggu depan, aku dan teman-teman akan pergi ke museum.</li>
88 <ul><li>Minggu depan, aku dan teman-teman akan pergi ke museum.</li>
89 <li>Ayah mencuci mobil.</li>
89 <li>Ayah mencuci mobil.</li>
90 <li>Restu tinggal di Jakarta.</li>
90 <li>Restu tinggal di Jakarta.</li>
91 <li>Bagaimana kabarmu hari ini?</li>
91 <li>Bagaimana kabarmu hari ini?</li>
92 <li>Tolong jangan berisik!</li>
92 <li>Tolong jangan berisik!</li>
93 </ul><p><em>Nah</em>, sekarang sudah tahu<em>kan</em>apa itu frasa, klausa, dan kalimat? Kamu juga sudah tahu bedanya frasa dan klausa. Sebenarnya, materi tentang frasa, klausa, dan kalimat ini masih sangat luas bahasannya. Bagi kamu yang berniat untuk ambil<strong><a>Jurusan Sastra</a></strong>di perguruan tinggi nanti, kamu akan mempelajari materi ini dengan lebih mendalam.</p>
93 </ul><p><em>Nah</em>, sekarang sudah tahu<em>kan</em>apa itu frasa, klausa, dan kalimat? Kamu juga sudah tahu bedanya frasa dan klausa. Sebenarnya, materi tentang frasa, klausa, dan kalimat ini masih sangat luas bahasannya. Bagi kamu yang berniat untuk ambil<strong><a>Jurusan Sastra</a></strong>di perguruan tinggi nanti, kamu akan mempelajari materi ini dengan lebih mendalam.</p>
94 <p>Nah, udah semakin paham kan<strong>perbedaan kalimat, frasa, dan klausa</strong>? Biar semakin paham materi-materi lain, yuk langganan<strong><a>ruangbelajar</a></strong>sekarang juga. Banyak video materi pembelajaran seru yang bisa nemenin belajar kamu!</p>
94 <p>Nah, udah semakin paham kan<strong>perbedaan kalimat, frasa, dan klausa</strong>? Biar semakin paham materi-materi lain, yuk langganan<strong><a>ruangbelajar</a></strong>sekarang juga. Banyak video materi pembelajaran seru yang bisa nemenin belajar kamu!</p>
95 <p><strong>Referensi:</strong></p>
95 <p><strong>Referensi:</strong></p>
96 <p>Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2014. Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.</p>
96 <p>Pusat Pembinaan dan Pemasyarakatan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2014. Seri Penyuluhan Bahasa Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.</p>
97  
97