Teks negosiasi adalah teks yang digunakan untuk bernegosiasi atau tawar menawar. Simak contoh teks negosiasi beserta strukturnya dalam berbagai situasi sehari-hari di artikel Bahasa Indonesia kelas 10 ini!
—
Novi: “Bu, mau beli minyak. Seliter berapa?”
Penjual: “Seliter sekarang Rp20.000.”
Novi: “Wah, kok lebih mahal, Bu, biasanya Rp15.000.”
Penjual: (dalam hati) “Minyak lagi susah, malah nawar. Ya, sudah, Rp18.000 saja, Neng.”
Novi: “Kalau gitu saya beli 2 liter, Bu .”
—
Pasti kamu pernah kan berada di situasi di saat kamu harus membuat keputusan dengan lawan bicara untuk menemukan kata ‘sepakat’? Contohnya adalah percakapan antara Novi dan ibu penjual minyak goreng di atas. Nah, kegiatan tadi disebut dengan negosiasi.
Nggak cuman itu, di kegiatan sehari-hari kamu juga pasti sering bernegosiasi atau melakukan tawar-menawar. Misalnya, saat kamu bernegosiasi dengan orang tua saat ingin pergi ke luar atau dengan guru saat harus mengumpulkan tugas.
Sebenarnya, apa sih negosiasi itu? Lalu, seperti apa contoh dari teks negosiasi? Yuk, simak penjelasannya terkait pengertian, jenis-jenis, kaidah kebahasaan, dan unsur-unsur teks negosiasi berikut.
Pengertian Teks Negosiasi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain.
Jadi, apa itu teks negosiasi? Teks negosiasi adalah teks yang memuat bentuk interaksi sosial dan berfungsi untuk mencari kesepakatan atau penyelesaian bersama di antara pihak-pihak yang bersengketa atau mempunyai perbedaan kepentingan.
Tujuan dari negosiasi adalah mengatasi atau menyesuaikan perbedaan untuk memperoleh sesuatu dari pihak lain (yang tidak dapat dipaksakan). Negosiasi dilakukan untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak dalam melakukan transaksi atau perselisihan pendapat.
Baca Juga: Kumpulan Contoh Teks Eksplanasi beserta Strukturnya
Jenis-Jenis Teks Negosiasi
Teks negosiasi dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu teks negosiasi berdasarkan bentuknya, teks negosiasi berdasarkan situasi, dan teks negosiasi berdasarkan jumlah negosiator. Berikut masing-masing perbedaannya:
a. Jenis Teks Negosiasi Berdasarkan Bentuknya
Berdasarkan bentuknya, teks negosiasi dibedakan lagi menjadi 3 jenis, yaitu teks negosiasi bentuk lisan, tulisan, dan campuran antara narasi dan dialog.
1. Bentuk Lisan
Berupa dialog atau drama dan dikemas dalam pola penyajian lisan atau mengandung dialog. Contohnya dapat ditemui pada percakapan sehari-hari. Misalnya, percakapan antara penjual dan pembeli di pasar.
2. Bentuk Gabungan antara Narasi dan Dialog
Berupa cerpen yang mengandung negosiasi antartokoh di dalamnya.
3. Bentuk Tulisan
Berupa surat penawaran kerja sama, surat penawaran barang, atau surat permintaan barang.
Baca Juga: Yuk, Pahami Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri & Contoh Teks Biografi!
b. Jenis Teks Negosiasi Berdasarkan Situasi
Sementara itu, berdasarkan situasinya, teks negosiasi dibedakan menjadi negosiasi formal dan nonformal. Apa sih bedanya?
1. Negosiasi Formal
Kegiatan negosiasi yang dilakukan untuk mendapatkan kesepakatan dengan menempuh jalur hukum. Contohnya adalah kegiatan negosiasi yang dilakukan seorang pengacara di pengadilan.
2. Negosiasi Nonformal
Jenis negosiasi yang dapat dilakukan di mana saja tanpa memerlukan jalur hukum. Contohnya adalah negosiasi yang dilakukan antara pembeli dan pedagang.
c. Jenis Teks Negosiasi Berdasarkan Jumlah Negosiator
Kalau berdasarkan jumlah negosiatornya, teks negosiasi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu negosiasi dengan pihak penengah dan tanpa pihak penengah.
1. Negosiasi dengan Pihak Penengah
Biasanya dilakukan oleh dua atau lebih pihak negosiator sehingga setiap keputusan dan proses negosiasi akan memerlukan pihak penengah yang sifatnya netral. Contohnya adalah negosiasi di pengadilan yang ditengahi oleh hakim.
2. Negosiasi Tanpa Pihak Penengah
Dilakukan tanpa pihak penengah dan umumnya terjalin antara dua pihak saja. Biasanya, kepentingan yang dinegosiasikan tidak berkaitan dengan orang banyak dan terjadi di kehidupan sehari-hari sehingga tidak perlu melewati jalur hukum.
Struktur Teks Negosiasi
Lalu, bagaimana struktur teks negosiasi, ya? Saat kamu ingin membuat jenis teks ini, penting sekali untuk memahami strukturnya, ya. Struktur teks negosiasi terbagi menjadi 4 bagian, yakni orientasi, pengajuan, penawaran, dan persetujuan. Berikut masing-masing penjelasannya:
-
Orientasi, pembukaan atau awalan dari percakapan sebuah negosiasi, biasanya berupa salam atau sapa.
-
Pengajuan, bagian yang menyatakan permintaan atau mengemukakan permasalahan yang dihadapi dan ingin diselesaikan.
-
Penawaran, puncak dari negosiasi karena terjadi proses tawar-menawar antara pihak satu dengan pihak lain untuk mendapatkan kesepakatan yang saling menguntungkan.
-
Persetujuan, kesepakatan atas hasil penawaran dari kedua belah pihak.
Baca Juga: Kumpulan Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Berdasarkan Strukturnya
Contoh Teks Negosiasi
Nah, setelah memahami pengertian, jenis, dan strukturnya, sekarang kita langsung lihat contoh teks negosiasi singkat berikut ini, yuk!
1. Contoh Teks Negosiasi tentang Jual Beli Handphone
Pembeli: “Saya tertarik dengan handphone ini. Berapa harganya, mas?”
Penjual: “Harganya Rp5.000.000, kak. Ini model terbaru dengan spesifikasi tinggi, loh!”
Pembeli: “Waah, cukup mahal, ya. Apa bisa kurang, mas? Saya lihat di toko sebelah harganya cuma Rp4.700.000.”
Penjual: “Hmm… Kalau begitu, saya bisa kasih harga Rp4.800.000, sudah termasuk antigores dan softcase gratis, kak. Gimana?”
Pembeli: “Baik, saya ambil dengan harga itu. Terima kasih, mas.”
2. Contoh Teks Negosiasi tentang Jual Beli Sepatu
Penjual: “Halo, kak. Ada yang bisa saya bantu?”
Pembeli: “Iya, ada, kak. Saya mau membeli sneakers model ini, ukuran 40, warna putih, kak. Apa stoknya masih ada?”
Penjual: “Oke, sebentar ya, kak. Saya bantu cari barangnya.”
—
Penjual: “Permisi, kak. Kebetulan untuk stok sepatu warna putih ukuran 40 nya kosong. Kalau kakak mau, untuk ukuran 40, kita ada stok warna hitam dan cream.”
Pembeli: “Mmm… Boleh saya lihat warna creamnya, kak?”
Penjual: “Boleeeh. Sebentar, saya ambilkan ya, kak.”
—
Penjual: “Ini kak warna creamnya.”
Pembeli: “Warnanya lebih lucu, ya. Ya sudah kak, saya ambil yang warna ini saja. Kalau boleh tahu, harganya berapa ya, kak?”
Penjual: “350 ribu, kak. Tapi, kita lagi ada diskon 20% untuk model ini.”
Pembeli: “Waaahh, kalau begitu, boleh kak.”
Penjual: “Baik, kak. Saya buatkan notanya ya. Untuk pembayarannya bisa di kasier nomor 1.”
Pembeli: “Terima kasih, kak.”
Penjual: “Sama-sama.”
3. Contoh Teks Negosiasi Tema Perdagangan
Pembeli: “Berapa harga sekilo mangga ini, Bang?”
Penjual : “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.”
Pembeli: “Boleh kurang ‘kan, Bang?”
Penjual : “Belum boleh, Bu. Barangnya bagus lo, Bu. Ini bukan karbitan. Matang pohon.”
Pembeli: “Iya, Bang, tapi harganya boleh kurang ‘kan? Kan lagi musim, Bang. Rp20.000 saja, ya?”
Penjual : “Belum boleh, Bu. Rp28.000 ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”
Pembeli: “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, ya Bang?”
Penjual : “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.”
Pembeli: “Iya, Bang, yang penting saya dapat mangga yang bagus.”
Penjual : “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.”
Pembeli: “Baiklah, saya ambil 3 kilo, ya, Bang.”
Akhirnya, penjual mempersilakan pembeli untuk memilih dan menimbang sendiri mangga yang dibelinya.
4. Contoh Teks Negosiasi tentang Penawaran Produk
Penjual: “Selamat siang, pak. Saya ingin menawarkan produk kami kepada Anda.”
Calon pembeli: “Siang. Produk apa ya, mbak?”
Penjual: “Produk kami adalah cairan pembersih lantai yang efisien menghilangkan jamur dan kerak membandel. Cairan ini bisa dipakai untuk membersihkan lantai kamar mandi, dapur, maupun area berbahan keramik yang banyak keraknya, pak. Ada harga spesial juga untuk pelanggan baru sebesar 75 ribu, gratis sikat pembersihnya juga.”
Calon pembeli: “Satu botol ini, isi berapa mili, mbak? Apa ada diskon tambahan juga jika saya membeli lebih dari satu?”
Penjual: “Per botolnya isi 850 ml, pak. Kami bisa memberikan diskon tambahan sebesar 10% jika Bapak membeli lebih dari 3 botol.”
Calon pembeli: “Baik, saya coba beli 1 botol dulu ya, mbak. Nanti kalau terbukti ampuh, saya akan beli lagi.”
Penjual: “Baik, terima kasih, pak.”
Calon Pembeli: “Sama-sama, mbak.”
5. Contoh Teks Negosiasi tentang Jual Beli Kayu
Pembeli: Halo, saya tertarik dengan kayu yang Bapak jual. Apa jenis kayunya dan berapa harganya?
Penjual: Kami menjual kayu jati dan kayu meranti. Harganya bervariasi tergantung ukuran dan kualitasnya. Apa yang Mas butuhkan?
Pembeli: Saya membutuhkan kayu meranti ukuran 2×4 dengan kualitas baik. Biasanya harga berapa, Pak?
Penjual: Kayu meranti 2 x 4 dengan kualitas standar sekitar 2 juta per meter kubik.
Pembeli: Wah, agak lumayan ya. Kalau saya mau beli dalam jumlah besar apakah ada diskon, Pak?
Penjual: Tentu saja! Kalau pembelian dalam jumlah besar, kami bisa memberikan diskon 10% dari harga awal. Bagaimana, apakah Mas berminat untuk membeli kayu meranti dari kami?
Pembeli: Baiklah, saya setuju dengan harga yang Bapak tawarkan. Saya akan memesan 10 meter kubik kayu meranti ukuran 2×4 dengan kualitas standar.
Penjual: Baik, terima kasih telah memilih kami sebagai pemasok kayu Mas. Kami akan segera mengirimkan kayu meranti yang Mas pesan dalam waktu 3 hari. Silahkan transfer uangnya ke rekening kami setelah barang diterima ya!
Pembeli: Terima kasih juga untuk pelayanannya yang ramah dan profesional. Saya sangat senang bisa berbisnis dengan Bapak. Sampai jumpa!
Penjual: Sampai jumpa dan terima kasih atas kepercayaannya
6. Contoh Teks Negosiasi tentang Transaksi Furnitur
Pembeli: “Halo, pak, saya tertarik dengan kursi kayu ini. Berapa harganya?”
Penjual: “Halo! Kursi kayu ini seharga seratus lima puluh ribu rupiah, Mas. Kualitas bagus dan tahan lama.”
Pembeli: “Hmm, saya lihat di tempat lain harganya lebih rendah. Bisa kasih diskon?”
Penjual: “Maaf, Mas, harga sudah cukup rendah untuk kualitas ini. Tapi, kalau Mas ambil dua, saya kasih potongan sepuluh persen.”
Pembeli: “Bagus, saya ambil dua kursi ini. Tapi, tolong dikirim ke alamat rumah saya ya.”
Penjual: “Tentu, Mas! Ada ongkos kirimnya, tapi kalau dua kursi, saya kasih diskon ongkir setengah harga. Jadi, totalnya seratus delapan puluh ribu rupiah.”
Pembeli: “Hmm, baiklah, saya setuju. Bisa bayar menggunakan transfer bank?”
Penjual: “Tentu, Mas! Saya beri nomor rekeningnya. Setelah Mas transfer, segera konfirmasi, ya. Barang akan segera dikirim setelah pembayaran diterima.”
Pembeli: “Baik, Pak, terima kasih. Saya akan transfer segera.”
Penjual: “Terima kasih atas pembeliannya, Mas. Semoga kursi-kursi ini mempercantik rumah Anda.”
Pembeli: “Terima kasih kembali, Pak.”
7. Contoh Teks Negosiasi Harga di Pasar
Pembeli: “Bu, tomatnya segar-segar ya. Ini baru datang?”
Penjual: “Iya, Dek. Baru datang pagi ini, masih fresh dari kebun. Silakan pilih yang mana saja.”
Pembeli: “Berapa harganya per kilo, Bu?”
Penjual: “Rp15.000 per kilogram. Dijamin manis dan tahan lama.”
Pembeli: (berpikir sejenak sambil membolak-balik tomat di tangannya) “Kalau saya beli 3 kilo, bisa nggak harganya jadi Rp12.000 per kilo?”
Penjual: “Wah, kalau segitu saya rugi, Dek. Modalnya saja sudah hampir segitu. Tapi saya kasih harga spesial deh, Rp13.000 per kilo, tapi harus ambil 4 kilo.”
Pembeli: “Hmm, saya memang butuh tomat banyak sih untuk masak di rumah. Baiklah, saya ambil 4 kilo.”
Penjual: “Wah, terima kasih, Dek! Ada lagi yang mau dibeli?”
Pembeli: “Iya, sekalian saya mau beli cabai. Cabai rawit merah berapa per kilo, Bu?”
Penjual: “Cabai rawit merah Rp40.000 per kilo, Dek. Pedasnya mantap!”
Pembeli: “Aduh, mahal ya. Bisa kurang nggak kalau saya beli setengah kilo?”
Penjual: “Boleh deh, Rp19.000 buat setengah kilo.”
Pembeli: “Oke, saya ambil setengah kilo cabai rawit juga, Bu. Jadi totalnya berapa?”
Penjual: (menghitung dengan cepat) “4 kilo tomat jadi Rp52.000, terus cabainya Rp19.000. Totalnya Rp71.000, saya bulatkan jadi Rp70.000 saja, deh.”
Pembeli: “Wah, makasih banyak, Bu! Jadi makin semangat masak hari ini.”
Penjual: “Sama-sama, Dek. Semoga masakannya enak ya! Jangan lupa mampir lagi besok.”
Pembeli: “Pasti, Bu. Terima kasih!”
Baca Juga: Kumpulan Contoh Teks Eksposisi, Struktur & Kaidah Kebahasaannya
8. Contoh Teks Negosiasi di Sekolah
Terima Kasih, Bu Mia
Kamis pagi usai pelajaran olahraga, Bu Mia, guru Kimia, masuk kelas X MIPA tepat waktu. Tak seperti biasanya, hari itu anak-anak belum selesai berganti pakaian. Penyebabnya, mereka baru saja mengikuti ujian lari mengelilingi stadion.
Sebenarnya, hari itu Bu Mia akan memberikan ulangan. Beberapa siswa yang napasnya masih memburu dan keringatnya bercucuran, mengajukan usul pada Dani.
“Dan … minta Bu Mia menunda ulangan, dong. Capek, nih,” kata Ali.
“Waduh, aku gak berani,” jawab Dani “Lia saja suruh bilang. Dia kan ketua kelas, ” sambung Dani.
“Baiklah, aku akan mencoba merayu Bu Mia. Doakan berhasil,” kata Lia.
“Beres. Kamu kan ketua kelas.”
Dengan santun, Lia menghadap Bu Lia yang wajahnya tampak kaku melihat murid-muridnya belum juga siap mengikuti pelajaran.
“Maaf, Bu. Boleh Lia berbicara sebentar?” tanya Lia sambil duduk.
“Iya. Ada apa?”
“Begini, Bu, saya mewakili teman-teman ingin meminta maaf karena teman-teman belum selesai ganti baju. “
“Biasanya kan tidak terlambat seperti ini?” tanya Bu Mia.
“Iya, Bu. Sekali lagi maafkan kami. Kami kelelahan, Bu. Tadi baru saja ujian lari mengelilingi stadion dua kali.”
“Oh, kenapa tidak bilang tadi? Kalian sudah minum?” Suara Bu Mia berubah ramah setelah tahu penyebab Lia dan kawan-kawannya terlambat ganti baju.
“Belum sempat, Bu. Kami takut ketinggalan ulangan,” jawab Lia tetap dengan sopan. “Kalau boleh, kami minta waktu sepuluh menit untuk minum dan ganti baju, Bu. Biar badan kami segar.”
“Ya, sudah. Kalian istirahat 15 menit. Ulangannya minggu depan saja. Nanti kita latihan soal saja,” jawab Bu Lia, mengagetkan Mia dan teman-teman.
“Makasih, Bu,” kata Lia.
“Eit … tapi ingat. Kalian harus tertib. Tidak boleh gaduh dan mengganggu kelas lain dan masuk kelas lagi tepat pukul 09.00 WIB.”
“Iya, Bu. Makasih.”
Teman-teman Lia yang sejak tadi ikut menyimak pembicaraan Lia dan Bu Mia bertepuk tangan gembira mendengar keputusan Bu Mia.
9. Contoh Teks Negosiasi dengan Guru
Siswa: “Selamat siang, Bu. Maaf mengganggu, saya ingin meminta izin untuk mengumpulkan tugas besok. Saya kemarin sakit dan belum sempat menyelesaikannya.”
Guru: “Selamat siang. Tugas ini harus dikumpulkan kemarin, dan kamu tahu itu, kan? Semua teman-temanmu sudah mengumpulkannya tepat waktu.”
Siswa: “Iya, Bu, saya sangat menyadari itu. Tapi saya benar-benar sakit sejak dua hari lalu dan tidak bisa fokus untuk mengerjakan tugasnya. Saya juga punya surat keterangan dokter sebagai bukti.”
(Siswa mengeluarkan surat dokter dari tasnya dan menyerahkannya kepada guru.)
Guru: (Membaca surat dokter sejenak, lalu menghela napas.) “Baik, saya bisa memahami kondisimu. Tapi, seharusnya kamu menghubungi saya sebelumnya untuk memberitahu kondisi ini.”
Siswa: “Saya benar-benar minta maaf, Bu. Saya tidak ingin mengabaikan tugas ini, tapi kemarin saya benar-benar lemas dan tidak bisa mengerjakan apa pun. Saya janji akan segera menyelesaikannya secepat mungkin.”
Guru: “Oke, saya beri kesempatan sampai besok pagi. Tapi ini hanya berlaku untuk kali ini saja, ya. Jangan sampai kamu terlambat lagi di lain waktu.”
Siswa: (tersenyum lega) “Terima kasih banyak, Bu! Saya sangat menghargai pengertiannya. Saya akan langsung mengerjakan tugas ini begitu sampai di rumah.”
Guru: “Baik, saya tunggu hasilnya besok. Pastikan kamu mengerjakannya dengan serius, ya.”
Siswa: “Tentu, Bu. Sekali lagi, terima kasih!”
10. Contoh Teks Negosiasi Tugas Kelompok
Di sebuah kafe kecil dekat kampus, dua mahasiswa sedang berdiskusi tentang tugas kelompok mereka. Laptop dan buku catatan terbuka di meja, menunjukkan bahwa mereka tengah bekerja keras menyelesaikan tugas presentasi dan laporan yang harus dikumpulkan minggu depan.
Anggota 1: (menghela napas sambil melihat layar laptopnya) “Aku merasa tugas ini terlalu berat kalau hanya aku yang mengerjakan presentasi dan laporan sekaligus. Kita harus membagi tugas lebih adil supaya semuanya bisa berjalan lancar.”
Anggota 2: (menatap layar laptopnya sambil berpikir) “Tapi aku kan sudah ambil bagian dalam menulis laporan, kan? Aku sudah mengetik bagian latar belakang dan teori dasarnya.”
Anggota 1: (mengangguk pelan) “Iya, aku tahu, dan aku menghargai itu. Tapi bagian analisis dan kesimpulan juga butuh perhatian lebih. Kalau aku yang mengerjakan laporan dan presentasi sekaligus, hasilnya bisa kurang maksimal.”
Anggota 2: (merenung sebentar) “Jadi menurutmu bagaimana pembagian tugas yang lebih adil?”
Anggota 1: “Bagaimana kalau aku menyusun bagian kesimpulan dan melengkapi laporan, sementara kamu yang merapikan PowerPoint-nya? Supaya presentasi kita lebih menarik, kamu bisa menambahkan desain yang lebih kreatif dan memastikan transisinya rapi.”
Anggota 2: (tersenyum kecil) “Hmm, baiklah. Aku memang suka mendesain, jadi aku bisa buat tampilannya lebih menarik. Mungkin aku juga bisa tambahkan animasi ringan supaya nggak membosankan.”
Anggota 1: (tersenyum lega) “Deal! Dengan begini kita bisa berbagi tugas secara seimbang, dan hasilnya pasti lebih bagus.”
Anggota 2: “Setuju! Oh iya, setelah aku selesai desain PowerPoint-nya, kita bisa latihan presentasi bareng supaya lebih percaya diri saat tampil nanti.”
Anggota 1: “Wah, ide bagus! Kalau begitu, kapan kita bisa latihan?”
Anggota 2: “Bagaimana kalau besok sore di perpustakaan? Sekalian kita bisa mengecek lagi apakah semua materi sudah siap.”
Anggota 1: “Setuju! Aku akan selesaikan kesimpulannya hari ini supaya besok kita bisa fokus latihan.”
Anggota 2: (mengangkat jempol) “Mantap! Ayo kita selesaikan tugas ini dengan baik.”
Mereka pun kembali bekerja dengan semangat, merasa lebih tenang karena tugas sudah terbagi dengan adil. Dengan kerja sama yang baik, mereka yakin bisa menyelesaikan tugas dengan hasil yang memuaskan.
11. Contoh Teks Negosiasi Tema Pendidikan
Ayah: “Nak, ke sini. Ayah mau bicara.”
Anak: “Ada apa, Yah?”
Ayah: “Apa rencanamu ke depan setelah lulus SMP, Nak?”
Anak: “Oh, aku ingin masuk sekolah kejuruan, Yah.”
Ayah: “Kejuruan? Gak salah Nak? Kenapa gak ke SMA saja? Nanti kamu bisa kuliah dengan pilihan yang terbaik.”
Anak: “Aku ingin segera mengembangkan bakat mekanikku, Yah. Lagian setelah tamat SMK kan bisa kuliah juga.”
Ayah: “Iya, tapi nanti kamu akan kesulitan kalau mau kuliah karena jurusannya terbatas dan kemampuan akademiknya juga kurang siap. Jadi, Ayah sarankan ke SMA saja, ya!”
Anak: “Waduh, Ayah gimana, sih. Emangnya Ayah yang mau sekolah? Lagian kalo nanti gak kuliah, aku langsung bisa kerja di perusahaan otomotif.”
Ayah: “Masa, zaman sekarang tidak kuliah? Apa kata orang?”
Anak: “Ayah tenang saja, semuanya sudah aku pikirkan. Ayah doakan saja biar aku mudah meraih cita-cita.”
Ayah: “Ya, sudahlah kalau itu mau kamu, tapi nanti malam kamu pikirkan lagi, ya.”
Anak: “Iya, yah.”
12. Contoh Teks Negosiasi Tema Lingkungan
Sudah tiga tahun lebih warga Dusun Sejahtera berjuang untuk menyelamatkan sumber mata air yang terletak di desanya. Perjuangan panjang tersebut bermula ketika sebuah perusahaan properti mulai membangun hotel di kawasan sumber mata air tersebut.
Sumber air Panguripan menjadi tumpuan hidup tidak hanya bagi enam ribu warga Desa Sejahtera, tetapi juga bagi puluhan ribu warga desa sekitarnya. Sumber air Panguripan menjadi penyedia air bersih untuk dikonsumsi sekaligus untuk memenuhi pengairan sawah bagi puluhan hektare sawah. Bila pembangunan hotel itu diteruskan, sumber air Panguripan akan mati.
Meskipun beberapa kali didemo warga, pihak pengembang tetap bersikukuh melanjutkan pembangunannya.
Akhirnya, Pak Lurah membentuk tim yang akan mewakili warga untuk menuntut pengembang hotel PT Mulya Jaya agar menghentikan pembangunan hotel tersebut. Tim penyelamat Panguripan diterima Direktur PT Mulya Jaya, Edy, di ruangannya.
Edy: “Silakan duduk Bapak dan Ibu. Selamat pagi. Boleh saya tahu Bapak dan Ibu ini berasal dari mana?“
Kepala Desa: “Saya Arifin, Pak. Kepala Desa Sejahtera. Ini Bu Suci, sekretaris desa, dan satu lagi Pak Rahmat, salah satu tokoh masyarakat yang ditunjuk oleh mewakili warga desa kami.”
Edy: “Terima kasih atas kedatangan Bapak dan Ibu ke kantor saya. Dengan senang hati, sebagai direktur saya akan mendengarkan aspirasi warga demi kebaikan bersama.”
Edy: “Begini, Bapak dan Ibu. Dalam pertemuan dengan warga desa beberapa waktu lalu, bukankah sudah disepakati bahwa pihak investor akan tetap melanjutkan pembangunan hotel dan berjanji akan tetap menjaga kelestarian sumber air Panguripan. Jadi, ada masalah apa lagi?”
Warga I: “Bagaimana mungkin kelestarian sumber airnya dapat dijaga, Pak? Pembangunan hotel tepat di atas mata air tersebut pasti akan mematikan mata airnya. Awalnya, karena pembangunan hotel tersebut akan menuntut ditebangnya pepohonan di sana, daerah resapan air akan berkurang. Hal ini mengancam kelestarian mata air kami.”
Warga II: “Sekali lagi saya tegaskan, Pak. Kami tidak akan pernah menyetujui pembangunan hotel atau apa pun di atas sumber mata air, sumber penghidupan kami itu!”
Kepala Desa: “Sabar dulu, Pak Rahmat. (Sambil memegang pundak Pak rahmat). Benar, Pak, kami belum pernah menyetujui dan tidak akan pernah menyetujui kesepakatan itu, Pak. Bagi kami, sumber mata air Panguripan adalah gantungan kehidupan kami. Tak hanya untuk makan dan minum, sawah kami juga membutuhkan air.”
Warga II: “Kami selamanya akan terus menolak pembangunan hotel tersebut! Bahkan, kami akan bertindak lebih keras bila tuntutan kami tidak segera dipenuhi!“
Edy: “Bapak dan Ibu jangan khawatir. Sebenarnya, Wali Kota sudah mengeluarkan surat perintah penghentian pembangunan hotel.”
Warga I: “Kalau begitu tunggu apalagi?”
Edy: “Masalahnya, saya masih mencari lahan pengganti. Bagaimanapun saya tidak mau kehilangan kesempatan bisnis di kota ini.”
Kepala desa: “Bila benar demikian, sebagai kepala desa, saya akan membantu Bapak menemukan lahan baru yang tidak terlalu jauh dari sumber Panguripan.”
Edy: “Kalau memang Pak Lurah bisa mengusahakannya, saya akan sangat berterima kasih. Hari ini juga saya akan memerintahkan anak buah saya untuk menghentikan pembangunan hotelnya.”
Kepala Desa: “Terima kasih atas kerja sama ini.“
Edy: “Saya juga berterima kasih karena Pak Lurah berhasil menghentikan demo warga.”
“Terima kasih, Pak.”
Baca Juga: Mengenal Hikayat: Pengertian, Nilai-nilai, dan Karakteristiknya
13. Contoh Teks Negosiasi Tema Sosial
Calon penghuni kost: “Setelah saya lihat-lihat kamarnya, saya rasa cocok, Bu.”
Ibu kost: “Baik, jadi harga per bulannya satu juta rupiah dan minimal sewanya tiga bulan.”
Calon penghuni kost: “Kalau sewa satu bulan dulu apa tidak boleh, Bu?”
Ibu kost: “Wah, belum bisa tuh, Mbak. Aturan memang sudah seperti itu.”
Calon penghuni kost: “Saya berniat bersama dua teman saya mau pindah ke kost ini, Bu. Tapi kalau ternyata tidak bisa per bulan sewanya ya tidak jadi.”
Ibu kost: “Begini saja, sewa pertama langsung tiga bulan. Nanti setelah itu baru boleh per bulan bayar sewanya. Bagaimana?”
Calon penghuni kost: “Sejujurnya saya sudah sangat cocok dengan kost ini dan semua fasilitasnya. Tapi agaknya berat kalau langsung tiga bulan, Bu. Kan saya juga bawa dua teman saya lainnya. Pasti akan lebih menguntungkan Ibu, hehe.”
(hening sebentar)
Ibu kost: “Yasudah begini saja. Saya beri penawaran boleh bayar sewanya boleh dua bulan dulu. Kalau satu bulan belum boleh karena waktunya terlalu sebentar. Kalau untuk penghuni lain belum boleh loh, Mbak. Ini karena Mbaknya bawa dua teman jadi saya perbolehkan. Bagaimana?”
Calon penghuni kost: “Boleh deh, Bu. Dua bulan tidak apa-apa.”
Ibu kost: “Berarti deal, ya?”
Calon penghuni kost: “Iya, Bu. Ini saya kabari dulu teman-teman saya.”
Ibu kost: “Nanti proses pembayarannya diurus pas sudah mau masuk, ya.”
Calon penghuni kost: “Iya, Bu. Terima kasih.”
14. Contoh Teks Negosiasi antar Teman
Rani: “Rin, kayaknya uang aku masih di kamu seratus ribu, yah? Boleh aku minta nggak?”
Rina: “Iya, Ran. Aku masih punya hutang ke kamu seratus ribu. Tapi kalau sekarang aku belum bisa ganti.”
Rani: “Terus kamu bisanya ganti kapan? Aku mau beli cat lukis, Rin. Cat lukisku ada beberapa yang habis.”
Rina: “Mungkin aku baru bisa kembaliin minggu depan. Kalau sekarang aku baru ada setengahnya, Ran. Lima puluh ribu aja.”
Rani: “Yah, kalau segitu cuma bisa buat beli tiga warna aja, Rin. Padahal cat aku yang habis ada sekitar tujuh warna.”
Rina: “Memangnya warna apa aja yang habis? Mungkin kamu bisa pakai punyaku dulu kalau memang lagi butuh banget.”
Rani: “Warna ungu, kuning, tosca, coklat tua, oren wortel, merah, sama biru laut. Memang kamu ada?”
Rina: “Tunggu sebentar.”
(Rina mengeluarkan beberapa cat miliknya dari tas.)
Rina: “Aku ada warna ungu masih utuh, kamu beli aja potong hutang, hehe. Terus warna merah sama biru juga masih ada setengah. Kamu pakai aja. Tapi, aku ganti uangnya minggu depan, ya?”
Rani: “Beneran nggak apa-apa aku pakai dulu?”
Rina: “Iya, Ran. Pakai aja.”
Rani: “Gini aja deh. Ini warna ungu yang utuh aku beli.”
Rina: “Warna lainnya tadi, kamu pakai aja tidak apa-apa. Karena cuma setengah, jadi nggak usah diganti.”
Rani: “Yaudah deh. Kalau gitu minggu depan kamu kembaliin uangku tujuh puluh ribu aja.”
Rina: “Oke siap!”
15. Contoh Teks Negosiasi tentang Liburan Keluarga ke Puncak
Ayah: “Bagaimana bu rencana liburan kita ke Puncak? Apakah anak-anak setuju?”
Ibu: “Ibu sudah bicara ke anak-anak, yah. Cuma kakak usul liburannya diganti ke pantai saja. Soalnya kita sudah sering liburan ke puncak. Tapi, adik minta jalan-jalan ke taman bermain.”
Ayah: “Aduh, bagaimana ya? Dua-duanya minta jalan-jalan ke tempat yang berbeda. Ayah jadi bingung.”
Ibu: “Hmm… Begini saja yah, bagaimana kalau kita cari lokasi taman bermain yang dekat pantai.”
Ayah: “Betul juga, bu. Kalau kita liburan ke Dufan bagaimana? Lokasinya lumayan dekat dengan pantai Ancol.”
Ibu: “Boleh, yah. Coba nanti ibu sampaikan ke anak-anak ya, mereka setuju atau tidak.”
Ayah: “Oke, bu.”
16. Contoh Teks Negosiasi tentang Liburan Keluarga ke Bali
Di ruang keluarga pada suatu sore, seorang anak dengan penuh semangat mendekati ayahnya yang sedang membaca koran. Sang anak sudah lama ingin liburan ke tempat yang menyenangkan dan ingin membujuk ayahnya untuk pergi ke Bali.
Anak: (dengan wajah penuh harap) “Ayah, kita liburan ke Bali, ya? Temanku baru saja pulang dari sana, dan katanya Bali sangat indah! Ada pantai yang keren, tempat wisata seru, dan makanan enaknya banyak!”
Ayah: (meletakkan koran dan tersenyum) “Bali memang tempat yang bagus, Nak, tapi liburan ke sana cukup mahal. Harga tiket pesawat, hotel, dan biaya makan di sana bisa lebih tinggi dibanding tempat lain. Bagaimana kalau kita liburan ke Yogyakarta saja? Di sana juga banyak tempat wisata menarik, seperti Candi Borobudur, Keraton, dan Malioboro. Kita bisa naik delman dan makan gudeg yang terkenal itu.”
Anak: (menggeleng dan merengek sedikit) “Tapi Ayah, aku ingin ke pantai! Aku ingin bermain pasir, berenang di laut, dan melihat ombak yang besar. Yogyakarta memang seru, tapi aku ingin ke tempat yang ada pantainya.”
Ayah: (berpikir sejenak, lalu tersenyum) “Hmm, kalau begitu bagaimana kalau ke Lombok? Di sana juga banyak pantai yang indah, seperti Pantai Kuta Lombok, Tanjung Aan, dan Gili Trawangan. Airnya jernih, pasirnya putih, dan biayanya lebih terjangkau dibandingkan Bali.”
Anak: (matanya berbinar senang) “Wah, Lombok juga bagus, ya? Aku pernah lihat di TV, pantainya memang cantik banget! Dan kita bisa naik perahu ke pulau-pulau kecil di sana, kan?”
Ayah: (mengangguk) “Betul! Di Gili Trawangan, kita bisa snorkeling dan melihat ikan warna-warni di laut. Ayah juga dengar di sana tidak ada kendaraan bermotor, jadi udaranya segar. Bisa jalan kaki atau naik sepeda keliling pulau!”
Anak: (melompat kegirangan) “Wah, itu pasti seru! Kita ke Lombok aja, Yah! Kapan kita berangkat?”
Ayah: (tertawa kecil) “Sabar, Nak. Kita perlu atur jadwal dulu dan memesan tiket. Nanti kita ajak Ibu dan adikmu untuk diskusi supaya semuanya setuju.”
Anak: (mengangguk penuh semangat) “Oke, Ayah! Aku nggak sabar kasih tahu Ibu! Terima kasih, Ayah!”
Dengan penuh kegembiraan, anak itu berlari ke dapur untuk memberi tahu ibunya, sementara sang ayah tersenyum puas karena berhasil mencapai kesepakatan yang adil dan tetap mengakomodasi keinginan anaknya tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar liburan ke Bali.
17. Contoh Teks Negosiasi 3 Orang
Shasa: “Hari ini kita jadi kerja kelompok di mana, gais?”
Hani: “Di rumahku saja bagaimana? Kebetulan rumahku nggak jauh dari sekolah. Jadi, pulang sekolah nanti bisa langsung mengerjakan tugas.”
Nanda: “Boleh, Han. Tapi, aku nggak bisa lama-lama. Karena jam 5 aku ada les Bahasa Inggris.”
Shasa: “Ya sudah, kalau begitu, kita bagi-bagi tugas saja. Jadi, pengerjaannya jauh lebih cepat.”
Hani: “Ide yang bagus, tuh!”
Shasa: “Karena tema makalahnya sudah dibagikan sama bu guru, kita tinggal susun bab pendahuluan, isi dan penutupnya saja.”
Nanda: “Aku bagian pendahuluan deh. Jadi, kalau waktunya mepet, aku izin pulang duluan ya, gais. Nggak masalah, kan?”
Hani: “Boleh. Shasa mau bagian apa? Isi atau penutup?”
Shasa: “Hmm… Aku bagian isi nggak papa, Han. Nanti kamu bagian penutup sekaligus edit dan print makalahnya ya?”
Hani: “Oke, nggak masalah kalau itu.”
Nanda: “Oke, sampai bertemu pulang sekolah nanti, ya!”
Hani: “Siap!”
18. Contoh Teks Negosiasi 4 Orang
Pada suatu siang, murid-murid kelas 10 IPA 1 diminta membentuk kelompok yang beranggotakan 4 orang untuk mempresentasikan materi yang diberikan ibu guru. Intan, Yonas, Jeffry, dan Made tergabung dalam satu kelompok dan langsung berdiskusi.
Intan: “Hai, senang bisa satu kelompok dengan kalian. Jadi, bagaimana kita mau mengerjakan tugas ini?”
Jeffry: “Halo juga semuanya. Kebetulan kelompok kita diminta untuk membuat booklet untuk ditampilkan di pameran literasi pekan depan, nih.”
Yonas: “Hmm… kurang lebih kita punya waktu satu minggu. Kita perlu membagi tugasnya supaya booklet-nya cepat selesai.”
Made: “Bagaimana kalau 1 orang menyusun materi, 2 orang mendesain booklet, dan 1 orang mengedit materi?”
Jeffry: “Saran aku sih, sebaiknya 2 orang saja yang menyusun materi. Karena kalau cuma 1 orang, bebannya jauh lebih berat, dibanding yang tugasnya hanya edit materi. Nanti, mereka bisa saling mengedit materi bersama.”
Intan: “Yap! Aku setuju. Kalau sendirian pasti juga bakal lama karena butuh riset-riset juga.”
Made: “Oke, siapa yang mau menyusun materi dan mendesain booklet? Kalau aku pribadi, aku nggak bisa mendesain, jadi aku mau menyusun materi saja. Hehehe…”
Intan: “Aku mau menyusun materi juga bareng Made.”
Jeffry: “Eh, aku nggak bisa desain booklet.”
Intan: “Tenang, Yonas kan jago ilustrasi dan desain. Nanti bisa saling membantu kalian.”
Yonas: “Iya, Jeff. Santai…”
Jeffry: “Oh ya? Baiklah, mohon bantuannya ya Nas saat mengerjakan desain. Aku masih newbie. Hehehe”
Yonas: “Tenang saja, nggak perlu khawatir. Kita semua akan saling membantu kalau ada yang kesulitan. Tinggal berkabar saja.”
Jeffry: “Oke.”
Intan: “Oke deh! Tugas-tugasnya sudah bisa dicicil dari sekarang ya, gais. Made, ayo kita riset-riset materinya terlebih dahulu.”
Made: “Ayo, kami berdua ke perpus dulu ya. Sampai ketemu lagi!”
Intan dan Made bergegas menuju perpustakaan untuk mencari referensi materi. Sedangkan Jeffry dan Yonas memutuskan untuk berdiskusi menentukan tema booklet yang sesuai dengan materi.
19. Contoh Teks Negosiasi 4 Orang Bertema Banjir
Bapak Surya: “Silakan duduk, Pak Budi dan Ibu Retno. Selamat pagi. Boleh saya tahu Bapak dan Ibu ini berasal dari mana?”
Pak Budi: “Saya Budi, Pak. Tokoh masyarakat di Dusun Rukun. Ini Ibu Retno, anggota komite lingkungan kami, dan Pak Joko, tokoh pemuda.”
Bapak Surya: “Terima kasih atas kedatangan Bapak dan Ibu ke kantor saya. Dengan senang hati, sebagai direktur, saya akan mendengarkan aspirasi warga demi kebaikan bersama. Begini, Bapak dan Ibu. Dalam pertemuan dengan warga desa beberapa waktu lalu, bukankah sudah disepakati bahwa pihak pengembang akan tetap melanjutkan proyek pembangunan perumahan dan berjanji akan tetap menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Jadi, ada masalah apa lagi?”
Ibu Retno: “Pak, kami khawatir pembangunan ini akan meningkatkan risiko banjir di Dusun Rukun. Wilayah ini sering terdampak banjir, dan kami takut proyek perumahan ini akan memperburuk situasi.”
Pak Joko: “Ya, Pak. Kami sudah menyampaikan kekhawatiran ini beberapa kali, tapi sepertinya belum mendapatkan respons yang memadai.”
Bapak Surya: “Saya mengerti kekhawatiran Bapak dan Ibu. Namun, proyek ini sangat penting untuk perkembangan daerah ini. Bagaimana jika saya menyediakan dana tambahan untuk perbaikan saluran drainase dan sistem pengelolaan air agar risiko banjir dapat diminimalisir?”
Pak Budi: “Kami berterima kasih atas tawaran itu, Pak Surya. Namun, kami ingin memastikan bahwa proyek ini tidak hanya menguntungkan pengembang, tetapi juga aman bagi lingkungan dan warga kami. Bisakah kita bekerja sama untuk menyusun rencana perlindungan yang lebih komprehensif?”
Ibu Retno: “Ya, Pak. Kami juga ingin melibatkan ahli lingkungan untuk mengkaji dampak proyek ini secara menyeluruh.”
Bapak Surya: “Saya setuju untuk melibatkan ahli lingkungan dalam proses ini. Mari kita bentuk tim kerja bersama yang terdiri dari perwakilan warga, ahli lingkungan, dan pihak pengembang untuk menyusun solusi yang memuaskan semua pihak.”
Pak Joko: “Itu bagus, Pak. Kami yakin dengan pendekatan kolaboratif seperti ini, kita dapat mencapai solusi yang baik untuk semua pihak.”
Bapak Surya: “Baiklah, mari kita susun jadwal pertemuan berikutnya untuk membahas lebih rinci langkah-langkah yang perlu diambil. Saya berharap dengan kerjasama kita, proyek ini dapat berjalan dengan lancar tanpa mengorbankan keamanan dan kesejahteraan warga.”
Pak Budi: “Terima kasih, Pak Surya. Kami berharap bisa mencapai solusi yang baik melalui dialog ini.”
Bapak Surya: “Terima kasih kembali atas partisipasi dan kerja sama Bapak dan Ibu. Semoga kita dapat mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.”
20. Contoh Teks Negosiasi Berbentuk Pengajuan Kerja Sama
Selamat siang, Bapak/Ibu.
Kami dari PT. Suka Maju, bermaksud untuk menawarakan kerja sama dengan Bapak/Ibu untuk menjadi distributor produk-produk kami yang berupa Produk Kesehatan (Obat & Vitamin).
Apabila Bapak/Ibu bersedia untuk menjadi distributor resmi produk perusahaan kami, maka kami akan memberikan kompensasi yang sebanding kepada Bapak/Ibu. Untuk bentuk mekanisme kerja samanya, kami dapat jelaskan lebih lanjut apabila Bapak/Ibu tertarik dengan tawaran yang kami sampaikan.
Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Baca Juga: Contoh Teks Debat Singkat Berdasarkan Strukturnya
21. Contoh Teks Negosiasi tentang Pengajuan Kerja Sama Skincare
Selamat siang, Bapak/Ibu.
Perkenalkan, kami dari PT. Kecantikan Sejahtera, ingin menawarkan kesempatan kerja sama sebagai distributor resmi untuk produk-produk kami, khususnya dalam kategori perawatan kulit atau skincare.
Jika Bapak/Ibu bersedia menjalin kemitraan dengan kami, kami akan memberikan kompensasi yang sebanding dengan kontribusi yang diberikan. Rinciannya dapat kami bahas lebih lanjut untuk memastikan kesepahaman kedua belah pihak. Kami yakin bahwa kerja sama ini dapat memberikan manfaat besar bagi kedua belah pihak.
Jika tertarik atau memiliki pertanyaan lebih lanjut, kami dengan senang hati akan menjelaskan secara detail mekanisme kerja sama ini.
Atas perhatian dan pertimbangannya, kami mengucapkan terima kasih.
22. Contoh Teks Negosiasi tentang Kenaikan Gaji
Karyawan: “Permisi Pak, saya ingin membicarakan kenaikan gaji saya. Saya sudah bekerja di perusahaan ini selama dua tahun dan merasa telah memberikan kontribusi yang baik.”
Atasan: “Ya, tentu saja. Saya tahu bahwa Anda sudah bekerja keras. Namun, perlu diingat bahwa saat ini kondisi perusahaan sedang sulit karena pandemi Covid-19.”
Karyawan: “Saya memahami hal tersebut. Namun, saya merasa bahwa saya layak mendapatkan kenaikan gaji karena telah memberikan hasil kerja yang memuaskan dan bahkan membantu perusahaan dalam mengatasi beberapa masalah.”
Atasan: “Baiklah, silakan sampaikan permintaan kenaikan gaji Anda.”
Karyawan: “Saya ingin meminta kenaikan gaji sebesar 15 persen dari gaji saat ini. Saya yakin bahwa kenaikan ini sebanding dengan kontribusi dan kinerja saya di perusahaan ini.”
Atasan: “15 persen cukup tinggi. Bisakah Anda memberikan alasan yang lebih spesifik?”
Karyawan: “Saya telah menyelesaikan beberapa proyek penting dengan waktu yang cepat dan hasil yang memuaskan. Saya juga telah memberikan ide-ide yang inovatif dan membantu dalam meningkatkan kualitas produk kami. Selain itu, saya juga telah mendapatkan beberapa sertifikasi dan pelatihan yang relevan dengan pekerjaan saya.”
Atasan: “Saya menghargai kontribusi Anda dan akan mempertimbangkan permintaan kenaikan gaji Anda. Namun, bisakah kita mengupayakan untuk melakukan negosiasi?”
Karyawan: “Tentu saja Pak, saya terbuka untuk melakukan negosiasi. Bagaimana menurut Pak?”
Atasan: “Bagaimana jika saya memberikan kenaikan gaji sebesar 10 persen terlebih dahulu, dan kemudian kita mengevaluasi kembali performa Anda dalam beberapa bulan ke depan untuk mempertimbangkan kenaikan gaji lebih lanjut?”
Karyawan: “Saya rasa itu bisa menjadi solusi yang baik, Pak. Terima kasih sudah mempertimbangkan permintaan saya.”
Atasan: “Baiklah, kita bisa memulai kenaikan gaji sebesar 10 persen dari gaji saat ini, dan kita akan mengevaluasi kembali performa Anda dalam tiga bulan ke depan. Jika performa Anda tetap konsisten dan memuaskan, kita bisa mempertimbangkan kenaikan gaji lebih lanjut.”
Karyawan: “Saya setuju dengan penawaran ini, Pak. Terima kasih sudah memberikan kesempatan ini.”
23. Contoh Teks Negosiasi Kontrak Kerja
Pelamar: “Terima kasih banyak atas kesempatan wawancara ini. Saya sangat tertarik dengan posisi yang ditawarkan karena saya merasa peran ini sesuai dengan keterampilan dan pengalaman saya. Namun, sebelum kita lanjut, saya ingin mendiskusikan mengenai gaji yang ditawarkan.”
HRD: “Tentu, kami senang mendengar ketertarikan Anda pada posisi ini. Untuk posisi ini, kami menawarkan gaji sebesar Rp7.000.000 per bulan, yang sesuai dengan standar perusahaan dan industri saat ini.”
Pelamar: “Saya sangat mengapresiasi penawaran tersebut. Namun, berdasarkan pengalaman kerja saya selama tiga tahun di bidang ini, terutama dalam mengelola proyek dengan tim yang cukup besar, saya berharap bisa mendapatkan kompensasi sebesar Rp8.000.000 per bulan. Saya yakin dengan keahlian saya dalam analisis data dan manajemen proyek, saya bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi perusahaan.”
HRD: “Kami tidak meragukan pengalaman dan keterampilan Anda. Memang, Anda memiliki latar belakang yang kuat. Namun, untuk posisi ini, batas gaji yang bisa kami tawarkan adalah Rp7.500.000 per bulan.”
Pelamar: “Baik, bagaimana dengan tunjangan dan benefit lainnya? Saya ingin memastikan bahwa paket kompensasi yang saya terima mencakup hal-hal yang mendukung produktivitas dan kesejahteraan saya selama bekerja di sini.”
HRD: “Tentu, selain gaji pokok Rp7.500.000, kami juga menyediakan tunjangan kesehatan, tunjangan transportasi, serta bonus tahunan berdasarkan kinerja. Kami juga memiliki program pelatihan dan pengembangan bagi karyawan untuk meningkatkan keterampilan mereka.”
Pelamar: “Penawaran tersebut terdengar menarik. Dengan adanya tunjangan dan kesempatan pengembangan tersebut, saya merasa bahwa ini adalah kompensasi yang adil dan sepadan dengan kontribusi yang akan saya berikan. Saya dengan senang hati menerima penawaran ini.”
HRD: “Senang mendengarnya! Kami yakin Anda akan menjadi aset berharga bagi tim kami. Selamat bergabung dengan perusahaan kami!”
Pelamar: “Terima kasih! Saya tidak sabar untuk segera mulai bekerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.”
24. Contoh Teks Negosiasi Izin Cuti dengan Atasan
Karyawan: “Selamat siang, Pak. Saya ingin mendiskusikan sesuatu terkait jadwal cuti saya. Saya sudah mengajukan cuti tahunan selama tiga hari, dan saya ingin meminta tambahan satu hari lagi setelahnya.”
Atasan: “Hmm, minggu ini kita sedang sibuk dengan banyak proyek yang harus diselesaikan. Tim juga sedang kekurangan tenaga. Apakah mungkin cuti tambahannya diambil di waktu lain?”
Karyawan: “Saya memahami kondisi tim, Pak. Namun, saya sudah menyelesaikan semua tugas saya lebih awal. Semua laporan sudah saya submit, dan proyek yang saya tangani sudah saya koordinasikan dengan rekan kerja lainnya agar tidak ada kendala selama saya cuti.”
Atasan: “Baik, itu langkah yang bagus. Tapi bagaimana jika terjadi sesuatu yang mendesak saat Anda tidak ada?”
Karyawan: “Saya sudah mendiskusikan ini dengan rekan kerja saya, dan mereka siap membantu jika ada hal yang membutuhkan perhatian segera. Saya juga tetap bisa dihubungi melalui email jika benar-benar ada situasi yang darurat.”
Atasan: “Baiklah, kalau begitu saya setujui cuti tambahannya. Pastikan Anda tetap memonitor jika ada hal yang sangat penting.”
Karyawan: “Terima kasih banyak, Pak! Saya sangat menghargai kebijakan Bapak.”
Atasan: “Tidak masalah, yang penting Anda sudah bertanggung jawab atas pekerjaan Anda. Nikmati waktu liburan Anda.”
25. Contoh Teks Negosiasi dengan Klien/Jasa
Klien: “Saya sedang merintis bisnis baru dan membutuhkan desain logo yang menarik. Saya ingin logo yang modern, profesional, dan bisa mewakili brand saya dengan baik. Kira-kira berapa biayanya?”
Desainer: “Paket standar kami untuk desain logo adalah Rp2.000.000. Dalam paket ini, Anda akan mendapatkan tiga konsep desain berbeda, dan kami menyediakan dua kali revisi untuk memastikan hasil akhirnya sesuai dengan keinginan Anda.”
Klien: “Hmm, saya paham. Tapi saat ini saya memiliki anggaran sekitar Rp1.500.000. Dengan budget segitu, kira-kira apa yang bisa saya dapatkan?”
Desainer: “Dengan harga tersebut, saya bisa menawarkan dua konsep desain dan satu kali revisi. Ini masih memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan logo dengan kebutuhan Anda, meskipun jumlah revisinya lebih sedikit.”
Klien: “Satu kali revisi sepertinya agak terbatas. Bagaimana kalau saya tambahkan Rp250.000? Apakah saya bisa mendapatkan dua revisi?”
Desainer: “Baik, dengan tambahan tersebut, saya bisa menawarkan dua konsep desain dan dua kali revisi. Ini akan memberi Anda lebih banyak kesempatan untuk menyempurnakan logo sebelum finalisasi.”
Klien: “Oke, saya setuju! Dengan dua konsep dan dua kali revisi, saya rasa ini cukup untuk mendapatkan logo yang sesuai dengan visi bisnis saya.”
Desainer: “Terima kasih! Saya akan mulai bekerja setelah Anda mengirimkan brief dan detail yang dibutuhkan. Anda bisa mengirimkannya melalui email atau chat, lalu saya akan memberikan draft pertama dalam tiga hari kerja.”
Klien: “Baik! Saya akan segera mengirimkan brief dan referensi desain yang saya inginkan. Saya tidak sabar untuk melihat hasilnya!”
26. Contoh Teks Negosiasi tentang Menghemat Air
Di suatu sore, Pak Anton sedang memanggil Rudi, seorang tukang pipa air untuk memperbaiki wastafelnya yang sering bocor. Pak Anton merasa penggunaan air di rumahnya sangat boros dan ingin meminta saran dari tukang pipa air.
Pak Anton: Terima kasih sudah memperbaiki pipa wastafelnya ya, Mas.
Rudi: Siap, Pak. Sama-sama.
Pak Anton: Oh iya, Rud, saya mau tanya. Kok akhir-akhir ini saya merasa penggunaan air di rumah boros banget ya. Pengen gitu bisa hemat air. Selain dalam rangka menjaga lingkungan juga biar lebih hemat biaya. Kamu ada saran nggak Rud?
Rudi: Oh, ini aja, Pak. Pak Anton bisa mengganti peralatan yang lebih hemat air, seperti shower dan keran yang dilengkapi dengan teknologi air saving.
Pak Anton: Hmm, menarik. Kamu bisa kasih rekomendasi peralatan apa yang paling efektif?
Rudi: Ada beberapa merek dan tipe yang bisa saya rekomendasikan, tapi saya menyarankan bapak untuk memilih peralatan yang memiliki label WaterSense atau produk yang telah teruji efektivitasnya dalam menghemat air. Kebetulan saya jual, Pak, hehe.
Pak Anton: Wah, pasti mahal tuh, Rud. Kalau beli di kamu bisa minta kurang, nggak? hehe.
Rudi: Gini aja, Pak. Buat bapak saya kasih harga paket sekalian sama sensor air buat kamar mandi dan toilet. Jadi, sensor ini bisa menghentikan aliran air secara otomatis ketika tidak diperlukan.
Pak Anton: Wah, jadi makin mahal dong, Rud. Nggak dulu deh.
Rudi: Saya kasih tau nih, ya, Pak. Kalau bapak beli sepaket sekarang, misi bapak menyelamatkan lingkungan semakin cepat terlaksana. Emang sih, awalnya emang butuh modal agak banyak. Tapi, kalau dihitung-hitung buat pengeluaran biaya air nantinya juga semakin hemat, Pak. Beneran deh.
Pak Anton: (diam, berpikir beberapa saat.)
Rudi: Jadi, gimana, pak?
Pak Anton: Hmm, boleh deh, Rud. Saya mau beli yang paket itu aja deh di kamu. Tapi tunggu nanti saya gajian ya.
Rudi: Besok saya anterin sekaligus pasangin dulu, pak. Masalah bayar nanti aja pas Pak Anton gajian. Gampanglaah.
Pak Anton: Wah, okedeh kalau begitu, Rud. Terima kasih, ya.
27. Contoh Teks Negosiasi tentang Layanan Restoran di Kereta Api
Pihak A: Perusahaan Kereta Api
Pihak B: Penyedia Layanan Restoran
Pihak A: Selamat pagi, saya dari Perusahaan Kereta Api. Kami ingin membicarakan tentang kerja sama dengan layanan restoran di kereta kami.
Pihak B: Selamat pagi juga. Tentu, saya senang bisa membantu. Apa yang bisa saya bantu?
Pihak A: Kami ingin meningkatkan kualitas layanan di kereta kami dan menawarkan pengalaman makan yang lebih baik bagi pelanggan kami. Apakah Anda tertarik untuk bekerja sama dengan kami sebagai penyedia layanan restoran di kereta kami?
Pihak B: Tentu, kami tertarik. Apa yang Anda harapkan dari kerja sama ini?
Pihak A: Kami berharap Anda bisa menyediakan menu yang variatif dan berkualitas, serta menyajikan makanan dengan waktu yang tepat dan kualitas yang baik. Kami juga ingin mengetahui harga yang Anda tawarkan.
Pihak B: Baik, kami siap menyediakan menu yang variatif dan berkualitas sesuai dengan permintaan Anda. Kami juga akan memastikan makanan disajikan dengan waktu yang tepat dan kualitas yang baik. Adapun harga, kami bisa memberikan diskon khusus untuk kerja sama jangka panjang.
Pihak A: Baiklah, terima kasih atas penawaran Anda. Namun, kami juga ingin memastikan bahwa Anda memiliki standar kebersihan dan sanitasi yang baik dalam menyajikan makanan. Bagaimana Anda menjamin hal tersebut?
Pihak B: Kami memiliki standar kebersihan dan sanitasi yang tinggi dalam menyajikan makanan. Selain itu, kami juga akan memastikan bahwa staf kami memiliki sertifikasi kebersihan dan sanitasi yang diperlukan.
Pihak A: Baiklah, kami menghargai upaya Anda untuk memastikan kebersihan dan sanitasi. Kami akan segera membicarakan lagi mengenai detail kerja sama dan biaya yang akan dikeluarkan. Terima kasih atas waktu dan kerjasamanya.
Pihak B: Sama-sama, terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Kami siap untuk bekerja sama dengan Anda.
—
Sampai sini, kamu paham nggak, guys tentang contoh-contoh dari teks negosiasi? Kalo masih ada materi yang belum kamu mengerti, kamu bisa lho tanyakan ke Roboguru. Melalui robot cerdas satu ini, kamu bisa menemukan jawaban dan memahami proses menjawab soal-soal yang sulit sekalipun.
28. Contoh Teks Negosiasi Komplain Makanan
Pelanggan: “Permisi, Mas. Saya ingin menyampaikan sesuatu mengenai makanan saya.”
Pelayan: “Ya, ada yang bisa saya bantu, Pak?”
Pelanggan: “Saya memesan ayam bakar ini, tapi rasanya terlalu asin. Saya sudah mencoba beberapa potong, dan rasanya cukup kuat hingga sulit dinikmati. Bisa diganti dengan yang lebih sedikit garamnya?”
Pelayan: “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya, Pak. Kami bisa menawarkan dua opsi untuk Anda. Kami bisa menggantinya dengan ayam yang baru dengan kadar garam yang lebih ringan, atau kami bisa memberikan diskon 20% untuk pesanan ini sebagai bentuk kompensasi.”
Pelanggan: “Saya lebih memilih diganti saja. Saya memang ingin menikmati makan malam ini dengan rasa yang lebih pas. Bisa tolong dibuatkan yang lebih sedikit garam?”
Pelayan: “Tentu, Pak. Kami akan segera menyiapkan ayam yang baru sesuai permintaan Anda. Kami pastikan kali ini bumbunya lebih seimbang. Mohon tunggu sekitar 10-15 menit, ya.”
Pelanggan: “Baik, saya tunggu. Terima kasih atas respons cepatnya.”
Pelayan: “Sama-sama, Pak. Kami ingin memastikan Anda mendapatkan pengalaman makan yang terbaik di sini.”
29. Contoh Teks Negosiasi tentang Penyewaan Rumah
Penyewa: “Saya sangat tertarik dengan rumah ini. Lokasinya strategis, dekat dengan kantor saya, dan suasananya juga cukup nyaman. Berapa harga sewanya per bulan?”
Pemilik: “Sewanya Rp3.500.000 per bulan, sudah termasuk biaya keamanan dan kebersihan lingkungan. Lingkungan di sini cukup tenang dan aksesnya juga mudah ke berbagai fasilitas umum seperti minimarket dan pusat perbelanjaan.”
Penyewa: “Hmm, harga yang cukup masuk akal untuk rumah di lokasi ini. Saya memang berencana menyewa dalam jangka panjang, mungkin selama satu tahun penuh. Jika saya langsung membayar untuk satu tahun di muka, apakah ada kemungkinan mendapatkan potongan harga?”
Pemilik: “Kalau Anda membayar langsung untuk satu tahun penuh, saya bisa memberikan harga Rp3.300.000 per bulan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen jangka panjang Anda.”
Penyewa: “Saya sangat suka rumah ini, dan saya juga akan menjaga serta merawatnya dengan baik. Bagaimana kalau kita sepakati harga Rp3.200.000 per bulan? Saya pastikan rumah tetap dalam kondisi baik selama saya tinggal di sini.”
Pemilik: “Baiklah, saya setuju menurunkan harga menjadi Rp3.200.000 per bulan, tetapi ada satu syarat. Semua biaya perawatan seperti servis AC, pompa air, dan perbaikan kecil lainnya tetap menjadi tanggungan Anda sebagai penyewa. Bagaimana?”
Penyewa: “Itu terdengar adil bagi saya. Saya setuju dengan syarat tersebut.”
Pemilik: “Baik, kalau begitu kita lanjutkan dengan pembuatan kontrak. Saya akan menyiapkan dokumennya, dan kita bisa bertemu lagi untuk tanda tangan dalam beberapa hari ke depan.”
Penyewa: “Terima kasih, saya akan siapkan pembayaran awal dan dokumen yang diperlukan. Saya tidak sabar untuk segera pindah ke rumah ini!”
30. Contoh Teks Negosiasi tentang Memilih Sekolah
Anak: “Ayah, aku pengen masuk ke sekolah internasional di Jakarta.”
Ayah: “Hmm, itu ide yang bagus. Tapi, Dek, sekolah internasional pasti memiliki biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah lokal di sini.”
Anak: “Iya sih, Pa. tapi aku pengen dapet pendidikan yang lebih baik dan belajar bahasa Inggris dengan lebih baik.”
Ayah: “Ayah juga ingin memberikan yang terbaik buat Adek, tapi kita juga harus mempertimbangkan kondisi keuangan keluarga.”
Anak: “Aku mengerti, Ayah. Aku juga sudah mencari informasi dan ternyata ada beasiswa yang bisa aku dapatkan.”
Ayah: “Wah, bagus! Coba dong kamu jelasin tentang beasiswanya gimana.”
Anak: “Ini informasinya, Yah. Aku bisa mencoba untuk mendaftar dan memenuhi persyaratan untuk mendapatkan beasiswa.”
Ayah: “Terima kasih sudah mencari informasi ini, Nak. Namun, selain biaya, kita juga harus mempertimbangkan jarak dari rumah kita ke sekolah internasional tersebut.”
Anak: “Aku juga sudah mencari informasi tentang transportasi, Yah. Nanti aku bisa naik bus sekolah yang akan mengantar dan menjemput setiap hari.”
Ayah: “Baiklah, kalau begitu Ayah bersedia untuk mempertimbangkan pilihan sekolah internasional tersebut. Namun, kita juga harus mencari informasi tentang sekolah lokal di sini untuk membandingkan kualitas pendidikan dan biaya yang dibutuhkan.”
Anak: “Aku setuju, Ayah. Kita harus mempertimbangkan semua faktor dengan baik dan membuat keputusan yang terbaik untuk masa depan.”
Ayah: “Benar, Dek. Kita akan mencari informasi dengan lebih teliti dan membicarakan hal ini lagi nanti. Terima kasih sudah membicarakan hal ini dengan baik bersama Ayah.”
31. Contoh Teks Negosiasi tentang Memilih Tempat Makan
Ani: “Kamu pengen makan di mana, Ina. Mau warteg kaya biasanya atau cari yang mahalan dikit?”
Ina: “Abis gajian nih, skuy lah makan enak.”
Ani: “Yaudah oke setuju!”
Ina: “Hmm tapi aku bingung mau makan di mana. Kamu punya saran?”
Ani: “Gimana kalau di restoran Italia yang baru buka dekat sini? Aku dengar makanannya enak.”
Ina: “Hmm, itu terdengar menarik. Tapi nih ya, aku juga pengen nyobain restoran Jepang yang pernah direkomendasikan oleh teman-teman.”
Ani: “Baiklah, itu juga ide yang bagus. Tapi, restoran Jepangnya agak jauh dari sini dan aku takut kita kesulitan mencari tempat parkir.”
Ina: “Emang kamu udah coba reservasi untuk restoran Italia tadi?”
Ani: “Belum, aku coba sekarang, ya. Tapi mungkin kita perlu pergi lebih awal untuk menghindari antrian panjang.”
Ina: “Baiklah, itu tidak masalah. Kalau ternyata restoran Italianya penuh, mungkin kita bisa mencoba restoran Jepang yang terdekat saja.”
Ani: “Sepakat, itu ide yang bagus. Eh, tapi kita juga harus mempertimbangkan budget kita untuk makan malam hari ini.”
Ina: “Aku udah siapin budget yang cukup untuk makan malam hari ini. Nanti kalau restorannya terlalu mahal, kita bisa mencari restoran alternatif.”
Ani: “Sudah kita tentukan, jadi kita akan mencoba restoran Italia dan jika ternyata penuh, kita bisa mencari restoran Jepang terdekat. Gimana menurutmu?”
Ina: “Oke setuju. Mari kita segera mencoba reservasi untuk restoran Italia dan siap-siap pergi.”
32. Contoh Teks Negosiasi tentang Perayaan Ulang Tahun
Bela: “Mama, sebentar lagi aku ulang tahun. Boleh nggak aku merayakannya di kebun binatang?”
Mama: “Hmm, itu terdengar seperti ide yang menyenangkan. Namun, kebun binatang seringkali ramai dan berisik. Apa kamu yakin ingin merayakan ulang tahunmu di sana?”
Bela: “Ya, mama. Aku pengen banget mengadakan pesta ulang tahunku di kebun binatang. Aku juga ingin mengajak teman-temanku melihat hewan-hewan yang lucu di sana.”
Mama: “Tapi mama agak khawatir kalau mengganggu binatang di sana.”
Bela: “Aku janji nggak akan ganggu, Ma. Acaranya kecil-kecilan aja.”
Mama: “Baiklah, tetapi kita harus memperhatikan beberapa hal. Pertama, kita perlu memastikan bahwa kita sudah melakukan reservasi terlebih dahulu. Kedua, kita harus membawa makanan dan minuman yang cukup untuk seluruh tamu kita.”
Bela: “Tentu, mama. Aku sudah memikirkannya. Aku akan bertanggung jawab untuk membuat reservasi dan menyediakan makanan dan minuman untuk semua tamu.”
Mama: “Selain itu, kita juga harus memastikan bahwa tamu kita tahu persis tempat bertemu dan waktu yang tepat. Bagaimana kalau kamu membuat undangan resmi untuk mengirimkan kepada semua temanmu?”
Bela: “Boleh ide itu, mama. Aku akan segera membuat undangan resmi untuk mengirimkan kepada teman-temanku.”
Mama: “Jadi, kamu yakin ingin merayakan ulang tahunmu di kebun binatang, Bela?”
Bela: “Ya, mama. Aku sangat yakin dan bersemangat untuk merayakan ulang tahunku di sana.”
Mama: “Baiklah, kamu bisa melakukannya. Aku akan membantumu mempersiapkan semuanya dan pastikan semuanya berjalan dengan lancar.”
Baca Juga: Pengertian Teks Anekdot, Struktur, Kebahasaan & Contoh
33. Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Narasi
HP Baru
Perihal HP barunya itu, sesungguhnya sudah lama Rani menginginkannya. Beberapa kali ia membujuk ayahnya agar dibelikan HP. Gagal meminta langsung pada ayahnya, Rani pun minta bantuan ibunya. Namun, tetap saja usaha Rani gagal.
Minggu lalu, Rani benar-benar berusaha meyakinkan ayahnya betapa ia sangat membutuhkan HP.
“Yah, Rani benar-benar perlu HP. Belikan, ya, Yah?” tanya Rani pada ayahnya.
“Ayah belum punya cukup uang untuk membeli HP, Ran. Lagipula ‘kan sudah ada telepon rumah,” kata ayah sambil meletakkan koran ke atas meja.
“Tapi, Yah … semua teman Rani punya HP. Mereka dapat dengan mudah menelepon orang tuanya saat terpaksa pulang telat.”
“Lah, kalau begitu kamu jangan pulang telat,” kata Ayah lagi.
Rani hampir saja menangis.
“Tak hanya itu, Yah … Rani iri sama teman-teman Rani yang dapat dengan mudah mengunduh materi pembelajaran, mengirim tugas, bahkan berdiskusi untuk mengerjakan tugas-tugas tanpa harus keluar rumah,” kata Rani dengan kalimat yang runtut dan jelas. Kalimat yang sudah beberapa hari ia rancang untuk merayu ayahnya.
Mendengar penjelasan Rani, Ayah melepas kacamatanya dan menatap Rani dengan lembut.
“Sebegitu pentingkah HP itu bagimu, Nak?”
Rani hampir saja melonjak kegirangan mendengar reaksi ayahnya.
“Iya, Yah. Apalagi guru-guru sering menugaskan kami untuk mengirim tugas ke grup Facebook atau mengunggah tugas di blog. Kalau Rani punya HP kan enak, bisa buat diskusi bareng teman-teman sekaligus dapat mengakses internet melalui HP.”
“Hm … Ayah akan membelikan HP untuk Rani, asal …, ” Ayah seakan sengaja menggoda Rani.
“Asal apa, Yah?” tanya Rani tak sabar.
“Asal Rani rajin belajar dan berjanji akan menggunakan HP itu untuk hal-hal yang positif.”
“Rani janji, Yah. Makasih, ya, Ayah,” janji Rani sambil memeluk ayahnya.
34. Contoh Teks Negosiasi Bentuk Narasi Bertema Konser
Suatu pagi, Adi melihat pengumuman tentang konser idola musiknya yang akan digelar dalam beberapa bulan ke depan. Adi merasa sangat senang memuncak, dan ia mulai menyusun strategi untuk meyakinkan orang tua agar memberikan izin dan memberikan uang untuk membeli tiket konser tersebut.
“Mam, Pap, tahu nggak, grup band favoritku akan konser di kota ini bulan depan! Aku bener-bener pengen banget ikut. Boleh dong, Mam, Pap?” Adi membuka percakapan dengan penuh semangat.
Namun, ayah dan ibu Adi segera merespon dengan senyum dan tatapan serius. Mereka tahu bahwa tiket konser dan segala biaya yang terkait bukanlah hal yang murah.
“Adi, kita mengerti keinginanmu, tapi kamu tahu sendiri kalau itu memerlukan biaya yang cukup besar. Bagaimana kita bisa memastikan bahwa itu adalah pengalaman yang berharga dan bernilai positif?” tanya ibu Adi.
Adi, tanpa menyerah, mulai memberikan argumen-argumen yang terpikirkan dengan matang. “Mam, Pap, ini konser grup band yang langka, dan pengalaman ini bisa memberikan inspirasi besar bagiku. Selain itu, aku berjanji untuk tetap fokus pada pelajaran dan tugas sekolah selama persiapan dan setelah konser selesai.”
Mendengar argumen Adi, ayah dan ibu mulai tertarik. Mereka mengajukan beberapa pertanyaan tentang rincian konser, seperti jadwal, lokasi, dan rencana Adi selama di sana.
Adi dengan penuh semangat menjelaskan, “Aku sudah melakukan riset. Konser ini pada akhir pekan, jadi tidak akan mengganggu kegiatan sekolah. Aku juga akan berangkat dan pulang bersama teman-teman, jadi tidak perlu khawatir soal transportasi.”
Melihat kesiapan dan komitmen Adi, akhirnya, ayah dan ibu memberikan persetujuan mereka dengan syarat-syarat tertentu. “Baiklah, Adi. Kami setuju memberikan izin, tapi kamu harus memastikan semua tugas sekolahmu selesai sebelum berangkat. Jangan lupakan janji baik-baikmu itu, ya.”
Adi melompat kegirangan dan segera berjanji mematuhi semua syarat tersebut. Pembicaraan ini tidak hanya meraih izin untuk pergi ke konser, tetapi juga mengajarkan Adi tentang tanggung jawab dan pentingnya meyakinkan orang lain dengan argumen yang matang.
35. Contoh Teks Negosiasi Bentuk Narasi di Pengadilan
Suatu hari di ruang sidang, terdengar langkah kaki dan suara ribut pembicaraan. Ruangan pengadilan yang penuh dengan aura ketegangan seketika menjadi saksi dari negosiasi yang tengah berlangsung antara dua pihak yang bersengketa, yaitu PT. Harapan Jaya dan Bapak Yusuf, seorang karyawan yang telah di-PHK secara mendadak.
Pak Yusuf, dengan wajah serius, memulai pembicaraan, “Pak Hakim, pihak PT. Harapan Jaya telah mengambil keputusan untuk memberhentikan saya tanpa pemberitahuan sebelumnya. Saya telah bekerja dengan loyal selama 10 tahun dan merasa ini tidak adil.”
Pengacara dari PT. Harapan Jaya menjawab dengan tenang, “Kami memahami ketidaknyamanan yang Anda rasakan, Pak Yusuf. Namun, ini bukanlah keputusan yang diambil dengan sembrono. Perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan dan harus mengambil langkah-langkah sulit demi kelangsungan bisnis.”
Pak Yusuf mencoba meyakinkan, “Tapi, Pak, saya dan rekan-rekan saya yakin bahwa ada solusi lain yang bisa diambil. Mungkin penurunan gaji atau cuti tanpa gaji untuk sementara waktu?”
Pengacara PT. Harapan Jaya merespon, “Kami mempertimbangkan opsi-opsi tersebut, tapi situasinya sangat mendesak. Kami berusaha meminimalkan dampak pada karyawan sebanyak mungkin, termasuk memberikan kompensasi berupa paket pesangon sesuai peraturan yang berlaku.”
Pak Yusuf tidak menyerah, “Saya mengerti kondisi perusahaan, tapi tolong pertimbangkan lagi opsi lain. Saya belum siap untuk kehilangan pekerjaan, terutama di tengah situasi sulit seperti ini.”
Pengacara berpikir sejenak dan kemudian berkata, “Kami akan membawa saran Anda ke manajemen dan melihat apakah ada opsi lain yang bisa dipertimbangkan. Namun, Anda juga harus memahami bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen perusahaan.”
Pak Yusuf mengangguk, “Terima kasih, Pak. Saya bersedia untuk membicarakan lebih lanjut jika ada opsi lain yang bisa diambil. Saya hanya berharap dapat bekerja sama untuk menemukan solusi yang adil bagi kedua belah pihak.”
Negosiasi di ruang sidang pun berlanjut, diharapkan dapat mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak tanpa harus melanjutkan ke proses pengadilan yang panjang.
Baca Juga: Teks Diskusi: Pengertian, Tujuan, Ciri, Struktur, Kebahasaan & Contoh
—
Oke, itulah kumpulan contoh teks negosiasi beserta jenis, struktur, dan dalam berbagai macam situasi di kehidupan sehari-hari. Semoga contoh teks di atas, dapat menjadi referensi kamu dalam membuat teks negosiasi, ya.
Nah, kalau kamu mau belajar teks negosiasi lebih lanjut dan melihat contoh-contohnya lebih banyak lagi dengan bantuan visual? Yuk, langsung buka ruangbelajar!
Referensi:
Suherli, Maman Suryaman, Aji Septiaji, Istiqomah. (2016). Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
<!DOCTYPE html>
<html lang="en-US">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
<meta author="viewport" content="Ruangguru Tech Team">
<title>35 Contoh Teks Negosiasi Singkat dalam Berbagai Tema</title>
<link rel="shortcut icon" href="https://cdn-web-2.ruangguru.com/homepage-web/public/assets/icons/favicon.id.ico" type="image/x-icon" />
<!-- <link rel="profile" href="https://gmpg.org/xfn/11"> -->
<link rel="pingback" href="https://www.ruangguru.com/blog/xmlrpc.php">
<link rel="preconnect" href="https://fonts.googleapis.com">
<link rel="preconnect" href="https://fonts.gstatic.com" crossorigin>
<link href="https://fonts.googleapis.com/css2?family=Inter:wght@400;600;700&display=swap" rel="stylesheet">
<link rel="stylesheet" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/css/bootstrap.min.css">
<link rel="stylesheet" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/css/style.css">
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/jquery-3.6.3.min.js"></script>
<script src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/popper.js/1.16.0/umd/popper.min.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/bootstrap.min.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/main.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/side-banner.js"></script>
<!-- Google Tag Manager -->
<meta name="google-site-verification" content="VJAn1g6wmtTZPpTXh-B4xoSFEkUi5jcV74xQSr6jnOM" />
<!-- <script>
document.querySelector('meta[name="author"]').setAttribute("content", "Ruangguru Tech Team");
</script> -->
<meta name="publisher" content="PT Ruang Raya Indonesia">
<!-- Google Tag Manager -->
<script>
(function(w, d, s, l, i) {
w[l] = w[l] || [];
w[l].push({
'gtm.start': new Date().getTime(),
event: 'gtm.js'
});
var f = d.getElementsByTagName(s)[0],
j = d.createElement(s),
dl = l != 'dataLayer' ? '&l=' + l : '';
j.async = true;
j.src =
'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id=' + i + dl;
f.parentNode.insertBefore(j, f);
})(window, document, 'script', 'dataLayer', 'GTM-PVNLZFT');
</script>
<!-- End Google Tag Manager -->
<meta name='robots' content='index, follow, max-image-preview:large, max-snippet:-1, max-video-preview:-1' />
<style>img:is([sizes="auto" i], [sizes^="auto," i]) { contain-intrinsic-size: 3000px 1500px }</style>
<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https://yoast.com/wordpress/plugins/seo/ -->
<meta name="description" content="Berikut kumpulan contoh teks negosiasi berbagai situasi, lengkap dengan pengertian, tujuan, jenis, struktur, dan kaidah kebahasaannya. Yuk simak artikel ini!" />
<link rel="canonical" href="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-negosiasi" />
<meta property="og:locale" content="en_US" />
<meta property="og:type" content="article" />
<meta property="og:title" content="35 Contoh Teks Negosiasi Singkat dalam Berbagai Tema" />
<meta property="og:description" content="Berikut kumpulan contoh teks negosiasi berbagai situasi, lengkap dengan pengertian, tujuan, jenis, struktur, dan kaidah kebahasaannya. Yuk simak artikel ini!" />
<meta property="og:url" content="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-negosiasi" />
<meta property="og:site_name" content="Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru" />
<meta property="article:publisher" content="https://www.facebook.com/ruanggurucom/" />
<meta property="article:published_time" content="2025-02-10T03:15:00+00:00" />
<meta property="article:modified_time" content="2025-02-10T09:38:12+00:00" />
<meta name="author" content="Shabrina Alfari" />
<meta name="twitter:card" content="summary_large_image" />
<meta name="twitter:creator" content="@ruangguru" />
<meta name="twitter:site" content="@ruangguru" />
<meta name="twitter:label1" content="Written by" />
<meta name="twitter:data1" content="Shabrina Alfari" />
<meta name="twitter:label2" content="Est. reading time" />
<meta name="twitter:data2" content="45 minutes" />
<script type="application/ld+json" class="yoast-schema-graph">{"@context":"https://schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-negosiasi","url":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-negosiasi","name":"35 Contoh Teks Negosiasi Singkat dalam Berbagai Tema","isPartOf":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-negosiasi#primaryimage"},"image":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-negosiasi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/IND10%20-%20Contoh%20Teks%20Negosiasi-01.jpg","datePublished":"2025-02-10T03:15:00+00:00","dateModified":"2025-02-10T09:38:12+00:00","author":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/af6350034b171a1408a571ed11ae0248"},"description":"Berikut kumpulan contoh teks negosiasi berbagai situasi, lengkap dengan pengertian, tujuan, jenis, struktur, dan kaidah kebahasaannya. Yuk simak artikel ini!","breadcrumb":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-negosiasi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-negosiasi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-negosiasi#primaryimage","url":"https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/IND10%20-%20Contoh%20Teks%20Negosiasi-01.jpg","contentUrl":"https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/IND10%20-%20Contoh%20Teks%20Negosiasi-01.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-negosiasi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https://www.ruangguru.com/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"35 Contoh Teks Negosiasi Singkat Beserta Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 10"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#website","url":"https://www.ruangguru.com/blog/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https://www.ruangguru.com/blog/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/af6350034b171a1408a571ed11ae0248","name":"Shabrina Alfari","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/image/","url":"https://secure.gravatar.com/avatar/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https://secure.gravatar.com/avatar/79094fae9fdc0a70f38fea8e648da0d97a5c1e687461905420034bf6e4ed550f?s=96&d=mm&r=g","caption":"Shabrina Alfari"},"description":"Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D","url":"https://www.ruangguru.com/blog/author/shabrina-alfari"}]}</script>
<!-- / Yoast SEO plugin. -->
<link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru » 35 Contoh Teks Negosiasi Singkat Beserta Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 Comments Feed" href="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-negosiasi/feed" />
<script type="text/javascript">
/* <![CDATA[ */
window._wpemojiSettings = {"baseUrl":"https:\/\/s.w.org\/images\/core\/emoji\/15.1.0\/72x72\/","ext":".png","svgUrl":"https:\/\/s.w.org\/images\/core\/emoji\/15.1.0\/svg\/","svgExt":".svg","source":{"concatemoji":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-includes\/js\/wp-emoji-release.min.js?ver=6.8.1"}};
/*! This file is auto-generated */
!function(i,n){var o,s,e;function c(e){try{var t={supportTests:e,timestamp:(new Date).valueOf()};sessionStorage.setItem(o,JSON.stringify(t))}catch(e){}}function p(e,t,n){e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(t,0,0);var t=new Uint32Array(e.getImageData(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height).data),r=(e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(n,0,0),new Uint32Array(e.getImageData(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height).data));return t.every(function(e,t){return e===r[t]})}function u(e,t,n){switch(t){case"flag":return n(e,"\ud83c\udff3\ufe0f\u200d\u26a7\ufe0f","\ud83c\udff3\ufe0f\u200b\u26a7\ufe0f")?!1:!n(e,"\ud83c\uddfa\ud83c\uddf3","\ud83c\uddfa\u200b\ud83c\uddf3")&&!n(e,"\ud83c\udff4\udb40\udc67\udb40\udc62\udb40\udc65\udb40\udc6e\udb40\udc67\udb40\udc7f","\ud83c\udff4\u200b\udb40\udc67\u200b\udb40\udc62\u200b\udb40\udc65\u200b\udb40\udc6e\u200b\udb40\udc67\u200b\udb40\udc7f");case"emoji":return!n(e,"\ud83d\udc26\u200d\ud83d\udd25","\ud83d\udc26\u200b\ud83d\udd25")}return!1}function f(e,t,n){var r="undefined"!=typeof WorkerGlobalScope&&self instanceof WorkerGlobalScope?new OffscreenCanvas(300,150):i.createElement("canvas"),a=r.getContext("2d",{willReadFrequently:!0}),o=(a.textBaseline="top",a.font="600 32px Arial",{});return e.forEach(function(e){o[e]=t(a,e,n)}),o}function t(e){var t=i.createElement("script");t.src=e,t.defer=!0,i.head.appendChild(t)}"undefined"!=typeof Promise&&(o="wpEmojiSettingsSupports",s=["flag","emoji"],n.supports={everything:!0,everythingExceptFlag:!0},e=new Promise(function(e){i.addEventListener("DOMContentLoaded",e,{once:!0})}),new Promise(function(t){var n=function(){try{var e=JSON.parse(sessionStorage.getItem(o));if("object"==typeof e&&"number"==typeof e.timestamp&&(new Date).valueOf()<e.timestamp+604800&&"object"==typeof e.supportTests)return e.supportTests}catch(e){}return null}();if(!n){if("undefined"!=typeof Worker&&"undefined"!=typeof OffscreenCanvas&&"undefined"!=typeof URL&&URL.createObjectURL&&"undefined"!=typeof Blob)try{var e="postMessage("+f.toString()+"("+[JSON.stringify(s),u.toString(),p.toString()].join(",")+"));",r=new Blob([e],{type:"text/javascript"}),a=new Worker(URL.createObjectURL(r),{name:"wpTestEmojiSupports"});return void(a.onmessage=function(e){c(n=e.data),a.terminate(),t(n)})}catch(e){}c(n=f(s,u,p))}t(n)}).then(function(e){for(var t in e)n.supports[t]=e[t],n.supports.everything=n.supports.everything&&n.supports[t],"flag"!==t&&(n.supports.everythingExceptFlag=n.supports.everythingExceptFlag&&n.supports[t]);n.supports.everythingExceptFlag=n.supports.everythingExceptFlag&&!n.supports.flag,n.DOMReady=!1,n.readyCallback=function(){n.DOMReady=!0}}).then(function(){return e}).then(function(){var e;n.supports.everything||(n.readyCallback(),(e=n.source||{}).concatemoji?t(e.concatemoji):e.wpemoji&&e.twemoji&&(t(e.twemoji),t(e.wpemoji)))}))}((window,document),window._wpemojiSettings);
/* ]]> */
</script>
<style id='wp-emoji-styles-inline-css' type='text/css'>
img.wp-smiley, img.emoji {
display: inline !important;
border: none !important;
box-shadow: none !important;
height: 1em !important;
width: 1em !important;
margin: 0 0.07em !important;
vertical-align: -0.1em !important;
background: none !important;
padding: 0 !important;
}
</style>
<link rel='stylesheet' id='wp-block-library-css' href='https://www.ruangguru.com/blog/wp-includes/css/dist/block-library/style.min.css?ver=6.8.1' type='text/css' media='all' />
<style id='classic-theme-styles-inline-css' type='text/css'>
/*! This file is auto-generated */
.wp-block-button__link{color:#fff;background-color:#32373c;border-radius:9999px;box-shadow:none;text-decoration:none;padding:calc(.667em + 2px) calc(1.333em + 2px);font-size:1.125em}.wp-block-file__button{background:#32373c;color:#fff;text-decoration:none}
</style>
<style id='global-styles-inline-css' type='text/css'>
:root{--wp--preset--aspect-ratio--square: 1;--wp--preset--aspect-ratio--4-3: 4/3;--wp--preset--aspect-ratio--3-4: 3/4;--wp--preset--aspect-ratio--3-2: 3/2;--wp--preset--aspect-ratio--2-3: 2/3;--wp--preset--aspect-ratio--16-9: 16/9;--wp--preset--aspect-ratio--9-16: 9/16;--wp--preset--color--black: #000000;--wp--preset--color--cyan-bluish-gray: #abb8c3;--wp--preset--color--white: #ffffff;--wp--preset--color--pale-pink: #f78da7;--wp--preset--color--vivid-red: #cf2e2e;--wp--preset--color--luminous-vivid-orange: #ff6900;--wp--preset--color--luminous-vivid-amber: #fcb900;--wp--preset--color--light-green-cyan: #7bdcb5;--wp--preset--color--vivid-green-cyan: #00d084;--wp--preset--color--pale-cyan-blue: #8ed1fc;--wp--preset--color--vivid-cyan-blue: #0693e3;--wp--preset--color--vivid-purple: #9b51e0;--wp--preset--gradient--vivid-cyan-blue-to-vivid-purple: linear-gradient(135deg,rgba(6,147,227,1) 0%,rgb(155,81,224) 100%);--wp--preset--gradient--light-green-cyan-to-vivid-green-cyan: linear-gradient(135deg,rgb(122,220,180) 0%,rgb(0,208,130) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange: linear-gradient(135deg,rgba(252,185,0,1) 0%,rgba(255,105,0,1) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-vivid-orange-to-vivid-red: linear-gradient(135deg,rgba(255,105,0,1) 0%,rgb(207,46,46) 100%);--wp--preset--gradient--very-light-gray-to-cyan-bluish-gray: linear-gradient(135deg,rgb(238,238,238) 0%,rgb(169,184,195) 100%);--wp--preset--gradient--cool-to-warm-spectrum: linear-gradient(135deg,rgb(74,234,220) 0%,rgb(151,120,209) 20%,rgb(207,42,186) 40%,rgb(238,44,130) 60%,rgb(251,105,98) 80%,rgb(254,248,76) 100%);--wp--preset--gradient--blush-light-purple: linear-gradient(135deg,rgb(255,206,236) 0%,rgb(152,150,240) 100%);--wp--preset--gradient--blush-bordeaux: linear-gradient(135deg,rgb(254,205,165) 0%,rgb(254,45,45) 50%,rgb(107,0,62) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-dusk: linear-gradient(135deg,rgb(255,203,112) 0%,rgb(199,81,192) 50%,rgb(65,88,208) 100%);--wp--preset--gradient--pale-ocean: linear-gradient(135deg,rgb(255,245,203) 0%,rgb(182,227,212) 50%,rgb(51,167,181) 100%);--wp--preset--gradient--electric-grass: linear-gradient(135deg,rgb(202,248,128) 0%,rgb(113,206,126) 100%);--wp--preset--gradient--midnight: linear-gradient(135deg,rgb(2,3,129) 0%,rgb(40,116,252) 100%);--wp--preset--font-size--small: 13px;--wp--preset--font-size--medium: 20px;--wp--preset--font-size--large: 36px;--wp--preset--font-size--x-large: 42px;--wp--preset--spacing--20: 0.44rem;--wp--preset--spacing--30: 0.67rem;--wp--preset--spacing--40: 1rem;--wp--preset--spacing--50: 1.5rem;--wp--preset--spacing--60: 2.25rem;--wp--preset--spacing--70: 3.38rem;--wp--preset--spacing--80: 5.06rem;--wp--preset--shadow--natural: 6px 6px 9px rgba(0, 0, 0, 0.2);--wp--preset--shadow--deep: 12px 12px 50px rgba(0, 0, 0, 0.4);--wp--preset--shadow--sharp: 6px 6px 0px rgba(0, 0, 0, 0.2);--wp--preset--shadow--outlined: 6px 6px 0px -3px rgba(255, 255, 255, 1), 6px 6px rgba(0, 0, 0, 1);--wp--preset--shadow--crisp: 6px 6px 0px rgba(0, 0, 0, 1);}:where(.is-layout-flex){gap: 0.5em;}:where(.is-layout-grid){gap: 0.5em;}body .is-layout-flex{display: flex;}.is-layout-flex{flex-wrap: wrap;align-items: center;}.is-layout-flex > :is(*, div){margin: 0;}body .is-layout-grid{display: grid;}.is-layout-grid > :is(*, div){margin: 0;}:where(.wp-block-columns.is-layout-flex){gap: 2em;}:where(.wp-block-columns.is-layout-grid){gap: 2em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-flex){gap: 1.25em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-grid){gap: 1.25em;}.has-black-color{color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-color{color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-color{color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-color{color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-color{color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-color{color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-color{color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-color{color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-black-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-black-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-vivid-cyan-blue-to-vivid-purple-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--vivid-cyan-blue-to-vivid-purple) !important;}.has-light-green-cyan-to-vivid-green-cyan-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--light-green-cyan-to-vivid-green-cyan) !important;}.has-luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-orange-to-vivid-red-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-vivid-orange-to-vivid-red) !important;}.has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--very-light-gray-to-cyan-bluish-gray) !important;}.has-cool-to-warm-spectrum-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--cool-to-warm-spectrum) !important;}.has-blush-light-purple-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--blush-light-purple) !important;}.has-blush-bordeaux-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--blush-bordeaux) !important;}.has-luminous-dusk-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-dusk) !important;}.has-pale-ocean-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--pale-ocean) !important;}.has-electric-grass-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--electric-grass) !important;}.has-midnight-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--midnight) !important;}.has-small-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--small) !important;}.has-medium-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--medium) !important;}.has-large-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--large) !important;}.has-x-large-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--x-large) !important;}
:where(.wp-block-post-template.is-layout-flex){gap: 1.25em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-grid){gap: 1.25em;}
:where(.wp-block-columns.is-layout-flex){gap: 2em;}:where(.wp-block-columns.is-layout-grid){gap: 2em;}
:root :where(.wp-block-pullquote){font-size: 1.5em;line-height: 1.6;}
</style>
<link rel="https://api.w.org/" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/" /><link rel="alternate" title="JSON" type="application/json" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/wp/v2/posts/487" /><link rel="EditURI" type="application/rsd+xml" title="RSD" href="https://www.ruangguru.com/blog/xmlrpc.php?rsd" />
<meta name="generator" content="WordPress 6.8.1" />
<link rel='shortlink' href='https://www.ruangguru.com/blog/?p=487' />
<link rel="alternate" title="oEmbed (JSON)" type="application/json+oembed" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/oembed/1.0/embed?url=https%3A%2F%2Fwww.ruangguru.com%2Fblog%2Fcontoh-teks-negosiasi" />
<link rel="alternate" title="oEmbed (XML)" type="text/xml+oembed" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/oembed/1.0/embed?url=https%3A%2F%2Fwww.ruangguru.com%2Fblog%2Fcontoh-teks-negosiasi&format=xml" />
</head>
<body class="wp-singular post-template-default single single-post postid-487 single-format-standard wp-theme-ruangguru">
<!-- Google Tag Manager (noscript) -->
<noscript><iframe src="https://www.googletagmanager.com/ns.html?id=GTM-M28L4XJ" height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"></iframe></noscript>
<!-- End Google Tag Manager (noscript) -->
<header class="header">
<div class="container">
<nav class="navbar navbar-expand-lg header-inner">
<div style="display:flex; gap:12px;">
<button class="navbar-toggler" type="button" data-bs-toggle="collapse" data-bs-target="#navbarSupportedContent" aria-controls="navbarSupportedContent" aria-expanded="false" aria-label="Toggle navigation">
<img alt="menu" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/beba4a70-3971-41be-9364-f9ee6857b192.svg" loading="lazy" width="30px" height="32px" />
</button>
<a href="https://ruangguru.com" class="header-logo">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/logo-ruangguru.png" alt="Logo">
</a>
</div>
<form class="form-inline my-2 my-lg-0" role="search" method="get" id="searchformmobile" class="searchform" action="https://www.ruangguru.com/blog/">
<div>
<label class="screen-reader-text" for="s">Search for:</label>
<div class="input-group input-group-sm">
<span class="input-group-text" id="search-2"><img width="20px" height="20px" loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/baf38d7b-226b-4374-8b2b-e49766395871.png" alt="" /></span>
<input type="text" value="" name="s" class="form-control" placeholder="Cari artikel di sini!" aria-label="Cari artikel di sini!" aria-describedby="Cari artikel di sini!">
</div>
</div>
</form>
<div class="collapse navbar-collapse dropdown-hover-all" id="navbarSupportedContent">
<div class="d-lg-none navbar-head-collapse">
<a href="https://ruangguru.com" class="header-logo">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/logo-ruangguru.png" alt="Logo">
</a>
<button class="navbar-toggler" type="button" data-bs-toggle="collapse" data-bs-target="#navbarSupportedContent" aria-controls="navbarSupportedContent" aria-expanded="false" aria-label="Toggle navigation">
X
</button>
</div>
<ul class="navbar-nav me-auto mb-2 mb-lg-0">
<li class="nav-item">
<a class="nav-link" href="https://www.ruangguru.com/blog/">Blog</a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Konsep & Tips Pelajaran </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1">
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Bahasa Indonesia</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu0">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Bahasa Inggris</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu1">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Biologi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu2">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Ekonomi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu3">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Fisika</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu4">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu5" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Geografi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu5">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu6" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">IPA Terpadu</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu6">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu7" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">IPS Terpadu</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu7">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu8" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Kimia</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu8">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu9" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Matematika</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu9">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu10" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Sejarah</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu10">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu11" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Sosiologi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu11">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
</div>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Latihan Soal </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav2">
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-4">Latihan Soal Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-5">Latihan Soal Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-6">Latihan Soal Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-7">Latihan Soal Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-8">Latihan Soal Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu5" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-9">Latihan Soal Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu6" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-10">Latihan Soal Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu7" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-11">Latihan Soal Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu8" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-12">Latihan Soal Kelas 12</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Pojok Kampus </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav3">
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/info-beasiswa">Info Beasiswa</a>
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kampus-dan-jurusan">Kampus dan Jurusan</a>
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/seleksi-masuk">Seleksi Masuk</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
">
<a class="nav-link
" href=" https://www.ruangguru.com/blog/c/fakta-seru" id="nav4"
>
Fakta Seru </a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Dunia Kata </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav5">
<a class="dropdown-item" id="nav5-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/cerpen">Cerpen</a>
<a class="dropdown-item" id="nav5-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/resensi-buku">Resensi Buku</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
">
<a class="nav-link
" href=" https://www.ruangguru.com/blog/tag/for-kids" id="nav6"
>
For Kids </a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Seputar Ruangguru </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav7">
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/info-ruangguru">Info Ruangguru</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/siaran-pers">Siaran Pers</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/cerita-juara">Cerita Juara</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/seputar-guru">Seputar Guru</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/lifeatruangguru">Life at Ruangguru</a>
</div>
</li>
</ul>
<form class="form-inline my-2 my-lg-0" role="search" method="get" id="searchform" class="searchform" action="https://www.ruangguru.com/blog/">
<div>
<label class="screen-reader-text" for="s">Search for:</label>
<div class="input-group input-group-sm">
<span class="input-group-text" id="search-2"><img width="10" height="10" loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/baf38d7b-226b-4374-8b2b-e49766395871.png" alt="" /></span>
<input type="text" value="" name="s" class="form-control" placeholder="Cari artikel di sini!" aria-label="Cari artikel di sini!" aria-describedby="Cari artikel di sini!">
</div>
</div>
</form>
</div>
</nav>
<script>
(function($bs) {
const CLASS_NAME = 'has-child-dropdown-show';
$bs.Dropdown.prototype.toggle = function(_orginal) {
return function() {
document.querySelectorAll('.' + CLASS_NAME).forEach(function(e) {
e.classList.remove(CLASS_NAME);
});
let dd = this._element.closest('.dropdown').parentNode.closest('.dropdown');
for (; dd && dd !== document; dd = dd.parentNode.closest('.dropdown')) {
dd.classList.add(CLASS_NAME);
}
return _orginal.call(this);
}
}($bs.Dropdown.prototype.toggle);
document.querySelectorAll('.dropdown').forEach(function(dd) {
dd.addEventListener('hide.bs.dropdown', function(e) {
if (this.classList.contains(CLASS_NAME)) {
this.classList.remove(CLASS_NAME);
e.preventDefault();
}
e.stopPropagation(); // do not need pop in multi level mode
});
});
// for hover
document.querySelectorAll('.dropdown-hover, .dropdown-hover-all .dropdown').forEach(function(dd) {
dd.addEventListener('mouseenter', function(e) {
let toggle = e.target.querySelector(':scope>[data-bs-toggle="dropdown"]');
if (!toggle.classList.contains('show')) {
$bs.Dropdown.getOrCreateInstance(toggle).toggle();
dd.classList.add(CLASS_NAME);
$bs.Dropdown.clearMenus(e);
}
});
dd.addEventListener('mouseleave', function(e) {
let toggle = e.target.querySelector(':scope>[data-bs-toggle="dropdown"]');
if (toggle.classList.contains('show')) {
$bs.Dropdown.getOrCreateInstance(toggle).toggle();
}
});
});
})(bootstrap);
$(document).ready(() => {
if ($(window).width() > 991) {
$("a[data-bs-toggle='dropdown']").click(function() {
window.location = $(this).attr('href');
});
}
})
</script>
</div>
</header>
<div class="main-content">
<div class="side-banner-mobile">
</div>
<div class="glider-navigation mobile">
<div role="tablist" class="dots" id="side-banner-mobile-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="side-banner-mobile-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="side-banner-mobile-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-md-8 post">
<div class="content">
<nav aria-label="breadcrumb">
<ol class="breadcrumb">
<!-- Home Link -->
<li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog">Home</a></li>
<!-- Categories -->
<li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia">Bahasa Indonesia</a></li><li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-10">Bahasa Indonesia SMA Kelas 10</a></li> </ol>
</nav>
<h1 class="content-title">
35 Contoh Teks Negosiasi Singkat Beserta Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 10 </h1>
<div class="content-meta">
<p class="content-author"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/author/shabrina-alfari" class="">Shabrina Alfari</a> </p>
<p class="content-info"><span>February 10, 2025 • </span> <span>45 minutes read</span></p>
<br />
</div>
<div class="content-body">
<p style="text-align: justify;"><em><img decoding="async" class="aligncenter" style="width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/IND10%20-%20Contoh%20Teks%20Negosiasi-01.jpg" alt="Contoh Teks Negosiasi Berbagai Situasi dan Strukturnya" width="820" /></em></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em>Teks negosiasi adalah teks yang digunakan untuk bernegosiasi atau tawar menawar. Simak contoh teks negosiasi beserta strukturnya dalam berbagai situasi sehari-hari di artikel </em><a style="font-weight: bold; font-style: italic;" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-10" target="_blank" rel="noopener">Bahasa Indonesia kelas 10</a><em> ini!</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>—</em></p>
</blockquote>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Novi: “Bu, mau beli minyak. Seliter berapa?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Seliter sekarang Rp20.000.”</p>
<p style="text-align: justify;">Novi: “Wah, kok lebih mahal, Bu, biasanya Rp15.000.”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: (<em>dalam hati</em>) “Minyak lagi susah, malah nawar. Ya, sudah, Rp18.000 saja, Neng.”</p>
<p style="text-align: justify;">Novi: “Kalau gitu saya beli 2 liter, Bu .”</p>
<p style="text-align: center;">—</p>
<p style="text-align: justify;">Pasti kamu pernah <em>kan</em> berada di situasi di saat kamu harus membuat keputusan dengan lawan bicara untuk menemukan kata ‘sepakat’? Contohnya adalah percakapan antara Novi dan ibu penjual minyak goreng di atas. Nah, kegiatan tadi disebut dengan <strong>negosiasi</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Nggak cuman</em> itu, di kegiatan sehari-hari kamu juga pasti sering <strong>bernegosiasi atau melakukan tawar-menawar</strong>. Misalnya, saat kamu bernegosiasi dengan orang tua saat ingin pergi ke luar atau dengan guru saat harus mengumpulkan tugas.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 16px;"><span style="color: #000000;">Sebenarnya, apa sih negosiasi itu? Lalu, seperti apa contoh dari </span></span><strong><a href="https://www.ruangguru.com/blog/teks-negosiasi">teks negosiasi</a></strong><span style="font-size: 16px;"><span style="color: #000000;">? Yuk, simak penjelasannya terkait pengertian, jenis-jenis, kaidah kebahasaan, dan unsur-unsur teks negosiasi berikut.</span></span></p>
<p> </p>
<p style="font-size: 20px; font-weight: bold; text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;">Pengertian Teks Negosiasi</span></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), <strong>negosiasi adalah</strong> proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, apa itu teks negosiasi? <strong>Teks negosiasi adalah</strong> teks yang memuat bentuk interaksi sosial dan berfungsi untuk mencari kesepakatan atau penyelesaian bersama di antara pihak-pihak yang bersengketa atau mempunyai perbedaan kepentingan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tujuan dari negosiasi adalah mengatasi atau menyesuaikan perbedaan untuk memperoleh sesuatu dari pihak lain (yang tidak dapat dipaksakan). Negosiasi dilakukan untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak dalam melakukan transaksi atau perselisihan pendapat.</p>
<p style="text-align: justify; font-weight: bold;">Baca Juga: <a href="/blog/contoh-teks-eksplanasi-beserta-strukturnya" rel="noopener">Kumpulan Contoh Teks Eksplanasi beserta Strukturnya</a></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="background-color: transparent;"><img decoding="async" style="width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/IND10%20-%20Contoh%20Teks%20Negosiasi-03.jpg" alt="Tujuan Teks Negosiasi" width="600" /></span></p>
<p> </p>
<p style="font-size: 20px; font-weight: bold; text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;">Jenis-Jenis Teks Negosiasi</span></p>
<p style="text-align: justify;">Teks negosiasi dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu teks negosiasi berdasarkan<strong> bentuknya</strong>, teks negosiasi berdasarkan <strong>situasi</strong>, dan teks negosiasi berdasarkan <strong>jumlah negosiator</strong>. Berikut masing-masing perbedaannya:</p>
<p> </p>
<p style="font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">a. Jenis Teks Negosiasi Berdasarkan Bentuknya</span></p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan bentuknya, teks negosiasi dibedakan lagi menjadi 3 jenis, yaitu teks negosiasi bentuk <strong>lisan, tulisan, dan campuran</strong> antara narasi dan dialog.</p>
<p style="font-weight: bold; text-align: justify;">1. Bentuk Lisan</p>
<p style="text-align: justify;">Berupa dialog atau drama dan dikemas dalam pola penyajian lisan atau mengandung dialog. Contohnya dapat ditemui pada percakapan sehari-hari. Misalnya, percakapan antara penjual dan pembeli di pasar.</p>
<p style="font-weight: bold; text-align: justify;">2. Bentuk Gabungan antara Narasi dan Dialog</p>
<p style="text-align: justify;">Berupa cerpen yang mengandung negosiasi antartokoh di dalamnya.</p>
<p style="font-weight: bold; text-align: justify;">3. Bentuk Tulisan</p>
<p style="text-align: justify;">Berupa surat penawaran kerja sama, surat penawaran barang, atau surat permintaan barang.</p>
<p style="font-weight: bold; text-align: justify;">Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/unsur-unsur-teks-biografi" rel="noopener">Yuk, Pahami Pengertian, Struktur, Ciri-Ciri & Contoh Teks Biografi!</a></p>
<p> </p>
<p style="font-weight: bold; font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">b. Jenis Teks Negosiasi Berdasarkan Situasi</span></p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, berdasarkan situasinya, teks negosiasi dibedakan menjadi negosiasi formal dan nonformal. Apa <em>sih</em> bedanya?</p>
<p style="font-weight: bold; text-align: justify;">1. Negosiasi Formal</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan negosiasi yang dilakukan untuk mendapatkan kesepakatan dengan menempuh jalur hukum. Contohnya adalah kegiatan negosiasi yang dilakukan seorang pengacara di pengadilan.</p>
<p style="font-weight: bold; text-align: justify;">2. Negosiasi Nonformal</p>
<p style="text-align: justify;">Jenis negosiasi yang dapat dilakukan di mana saja tanpa memerlukan jalur hukum. Contohnya adalah negosiasi yang dilakukan antara pembeli dan pedagang.</p>
<p> </p>
<p style="font-size: 16px; font-weight: bold; text-align: justify;"><span style="color: #434343; font-size: 14pt;">c. Jenis Teks Negosiasi Berdasarkan Jumlah Negosiator</span></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau berdasarkan jumlah negosiatornya, teks negosiasi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu negosiasi dengan pihak penengah dan tanpa pihak penengah.</p>
<p style="font-weight: bold; text-align: justify;">1. Negosiasi dengan Pihak Penengah</p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya dilakukan oleh dua atau lebih pihak negosiator sehingga setiap keputusan dan proses negosiasi akan memerlukan pihak penengah yang sifatnya netral. Contohnya adalah negosiasi di pengadilan yang ditengahi oleh hakim.</p>
<p style="font-weight: bold; text-align: justify;">2. Negosiasi Tanpa Pihak Penengah</p>
<p style="text-align: justify;">Dilakukan tanpa pihak penengah dan umumnya terjalin antara dua pihak saja. Biasanya, kepentingan yang dinegosiasikan tidak berkaitan dengan orang banyak dan terjadi di kehidupan sehari-hari sehingga tidak perlu melewati jalur hukum.</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" style="width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/IND10%20-%20Contoh%20Teks%20Negosiasi-05.jpg" alt="Jenis-jenis Teks Negosiasi" width="600" /></p>
<p> </p>
<p style="font-size: 20px; font-weight: bold; text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;">Struktur Teks Negosiasi</span></p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, bagaimana struktur teks negosiasi, ya? Saat kamu ingin membuat jenis teks ini, penting sekali untuk memahami strukturnya, ya. <strong>Struktur teks negosiasi terbagi menjadi 4 bagian, yakni orientasi, pengajuan, penawaran, dan persetujuan</strong>. Berikut masing-masing penjelasannya:</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong>Orientasi</strong>, pembukaan atau awalan dari percakapan sebuah negosiasi, biasanya berupa salam atau sapa.</li>
<li><strong>Pengajuan</strong>, bagian yang menyatakan permintaan atau mengemukakan permasalahan yang dihadapi dan ingin diselesaikan.</li>
<li><strong>Penawaran</strong>, puncak dari negosiasi karena terjadi proses tawar-menawar antara pihak satu dengan pihak lain untuk mendapatkan kesepakatan yang saling menguntungkan.</li>
<li><strong>Persetujuan</strong>, kesepakatan atas hasil penawaran dari kedua belah pihak.</li>
</ul>
<p> </p>
<p style="text-align: justify; font-weight: bold;">Baca Juga: <a href="/blog/contoh-teks-laporan-hasil-observasi-berdasarkan-strukturnya" rel="noopener">Kumpulan Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Berdasarkan Strukturnya</a></p>
<p> </p>
<p style="font-size: 20px; font-weight: bold; text-align: justify;"><span style="font-size: 18pt;">Contoh Teks Negosiasi</span></p>
<p style="text-align: justify;">Nah, setelah memahami pengertian, jenis, dan strukturnya, sekarang kita langsung lihat <strong>contoh teks negosiasi singkat</strong> berikut ini, yuk!</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">1. Contoh Teks Negosiasi tentang Jual Beli Handphone</span></h2>
<p>Pembeli: “Saya tertarik dengan handphone ini. Berapa harganya, mas?”</p>
<p>Penjual: “Harganya Rp5.000.000, kak. Ini model terbaru dengan spesifikasi tinggi, loh!”</p>
<p>Pembeli: “Waah, cukup mahal, ya. Apa bisa kurang, mas? Saya lihat di toko sebelah harganya cuma Rp4.700.000.”</p>
<p>Penjual: “Hmm… Kalau begitu, saya bisa kasih harga Rp4.800.000, sudah termasuk antigores dan softcase gratis, kak. Gimana?”</p>
<p>Pembeli: “Baik, saya ambil dengan harga itu. Terima kasih, mas.”</p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify; font-size: 16px;"><span style="font-size: 14pt;">2. Contoh Teks Negosiasi tentang Jual Beli Sepatu</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Halo, kak. Ada yang bisa saya bantu?”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Iya, ada, kak. Saya mau membeli sneakers model ini, ukuran 40, warna putih, kak. Apa stoknya masih ada?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Oke, sebentar ya, kak. Saya bantu cari barangnya.”</p>
<p style="text-align: justify;">—</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Permisi, kak. Kebetulan untuk stok sepatu warna putih ukuran 40 nya kosong. Kalau kakak mau, untuk ukuran 40, kita ada stok warna hitam dan cream.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Mmm… Boleh saya lihat warna creamnya, kak?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Boleeeh. Sebentar, saya ambilkan ya, kak.”</p>
<p style="text-align: justify;">—</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Ini kak warna creamnya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Warnanya lebih lucu, ya. Ya sudah kak, saya ambil yang warna ini saja. Kalau boleh tahu, harganya berapa ya, kak?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “350 ribu, kak. Tapi, kita lagi ada diskon 20% untuk model ini.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Waaahh, kalau begitu, boleh kak.”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Baik, kak. Saya buatkan notanya ya. Untuk pembayarannya bisa di kasier nomor 1.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Terima kasih, kak.”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Sama-sama.”</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="color: #434343; font-size: 14pt;">3. Contoh Teks Negosiasi Tema Perdagangan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Berapa harga sekilo mangga ini, Bang?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual : “Tiga puluh ribu, Bu. Murah.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Boleh kurang ‘kan, Bang?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual : “Belum boleh, Bu. Barangnya bagus <em>lo</em>, Bu. Ini bukan karbitan. Matang pohon.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Iya, Bang, tapi harganya boleh kurang ‘kan? <em>Kan </em>lagi musim, Bang. Rp20.000 saja, ya?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual : “Belum boleh, Bu. Rp28.000 ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, ya Bang?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual : “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Iya, Bang, yang penting saya dapat mangga yang bagus.”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual : “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Baiklah, saya ambil 3 kilo, ya, Bang.”</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, penjual mempersilakan pembeli untuk memilih dan menimbang sendiri mangga yang dibelinya.</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">4. Contoh Teks Negosiasi tentang Penawaran Produk</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Selamat siang, pak. Saya ingin menawarkan produk kami kepada Anda.”</p>
<p style="text-align: justify;">Calon pembeli: “Siang. Produk apa ya, mbak?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Produk kami adalah cairan pembersih lantai yang efisien menghilangkan jamur dan kerak membandel. Cairan ini bisa dipakai untuk membersihkan lantai kamar mandi, dapur, maupun area berbahan keramik yang banyak keraknya, pak. Ada harga spesial juga untuk pelanggan baru sebesar 75 ribu, gratis sikat pembersihnya juga.”</p>
<p style="text-align: justify;">Calon pembeli: “Satu botol ini, isi berapa mili, mbak? Apa ada diskon tambahan juga jika saya membeli lebih dari satu?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Per botolnya isi 850 ml, pak. Kami bisa memberikan diskon tambahan sebesar 10% jika Bapak membeli lebih dari 3 botol.”</p>
<p style="text-align: justify;">Calon pembeli: “Baik, saya coba beli 1 botol dulu ya, mbak. Nanti kalau terbukti ampuh, saya akan beli lagi.”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Baik, terima kasih, pak.”</p>
<p style="text-align: justify;">Calon Pembeli: “Sama-sama, mbak.”</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">5. Contoh Teks Negosiasi tentang Jual Beli Kayu</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: Halo, saya tertarik dengan kayu yang Bapak jual. Apa jenis kayunya dan berapa harganya?</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: Kami menjual kayu jati dan kayu meranti. Harganya bervariasi tergantung ukuran dan kualitasnya. Apa yang Mas butuhkan?</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: Saya membutuhkan kayu meranti ukuran 2×4 dengan kualitas baik. Biasanya harga berapa, Pak?</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: Kayu meranti 2 x 4 dengan kualitas standar sekitar 2 juta per meter kubik.</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: Wah, agak lumayan ya. Kalau saya mau beli dalam jumlah besar apakah ada diskon, Pak?</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: Tentu saja! Kalau pembelian dalam jumlah besar, kami bisa memberikan diskon 10% dari harga awal. Bagaimana, apakah Mas berminat untuk membeli kayu meranti dari kami?</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: Baiklah, saya setuju dengan harga yang Bapak tawarkan. Saya akan memesan 10 meter kubik kayu meranti ukuran 2×4 dengan kualitas standar.</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: Baik, terima kasih telah memilih kami sebagai pemasok kayu Mas. Kami akan segera mengirimkan kayu meranti yang Mas pesan dalam waktu 3 hari. Silahkan transfer uangnya ke rekening kami setelah barang diterima ya!</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: Terima kasih juga untuk pelayanannya yang ramah dan profesional. Saya sangat senang bisa berbisnis dengan Bapak. Sampai jumpa!</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: Sampai jumpa dan terima kasih atas kepercayaannya</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">6. Contoh Teks Negosiasi tentang Transaksi Furnitur</span></h2>
<p>Pembeli: “Halo, pak, saya tertarik dengan kursi kayu ini. Berapa harganya?”</p>
<p>Penjual: “Halo! Kursi kayu ini seharga seratus lima puluh ribu rupiah, Mas. Kualitas bagus dan tahan lama.”</p>
<p>Pembeli: “Hmm, saya lihat di tempat lain harganya lebih rendah. Bisa kasih diskon?”</p>
<p>Penjual: “Maaf, Mas, harga sudah cukup rendah untuk kualitas ini. Tapi, kalau Mas ambil dua, saya kasih potongan sepuluh persen.”</p>
<p>Pembeli: “Bagus, saya ambil dua kursi ini. Tapi, tolong dikirim ke alamat rumah saya ya.”</p>
<p>Penjual: “Tentu, Mas! Ada ongkos kirimnya, tapi kalau dua kursi, saya kasih diskon ongkir setengah harga. Jadi, totalnya seratus delapan puluh ribu rupiah.”</p>
<p>Pembeli: “Hmm, baiklah, saya setuju. Bisa bayar menggunakan transfer bank?”</p>
<p>Penjual: “Tentu, Mas! Saya beri nomor rekeningnya. Setelah Mas transfer, segera konfirmasi, ya. Barang akan segera dikirim setelah pembayaran diterima.”</p>
<p>Pembeli: “Baik, Pak, terima kasih. Saya akan transfer segera.”</p>
<p>Penjual: “Terima kasih atas pembeliannya, Mas. Semoga kursi-kursi ini mempercantik rumah Anda.”</p>
<p>Pembeli: “Terima kasih kembali, Pak.”</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">7. Contoh Teks Negosiasi Harga di Pasar</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Bu, tomatnya segar-segar ya. Ini baru datang?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Iya, Dek. Baru datang pagi ini, masih fresh dari kebun. Silakan pilih yang mana saja.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Berapa harganya per kilo, Bu?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Rp15.000 per kilogram. Dijamin manis dan tahan lama.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: (berpikir sejenak sambil membolak-balik tomat di tangannya) “Kalau saya beli 3 kilo, bisa nggak harganya jadi Rp12.000 per kilo?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Wah, kalau segitu saya rugi, Dek. Modalnya saja sudah hampir segitu. Tapi saya kasih harga spesial deh, Rp13.000 per kilo, tapi harus ambil 4 kilo.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Hmm, saya memang butuh tomat banyak sih untuk masak di rumah. Baiklah, saya ambil 4 kilo.”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Wah, terima kasih, Dek! Ada lagi yang mau dibeli?”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Iya, sekalian saya mau beli cabai. Cabai rawit merah berapa per kilo, Bu?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Cabai rawit merah Rp40.000 per kilo, Dek. Pedasnya mantap!”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Aduh, mahal ya. Bisa kurang nggak kalau saya beli setengah kilo?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Boleh deh, Rp19.000 buat setengah kilo.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Oke, saya ambil setengah kilo cabai rawit juga, Bu. Jadi totalnya berapa?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: (menghitung dengan cepat) “4 kilo tomat jadi Rp52.000, terus cabainya Rp19.000. Totalnya Rp71.000, saya bulatkan jadi Rp70.000 saja, deh.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Wah, makasih banyak, Bu! Jadi makin semangat masak hari ini.”</p>
<p style="text-align: justify;">Penjual: “Sama-sama, Dek. Semoga masakannya enak ya! Jangan lupa mampir lagi besok.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pembeli: “Pasti, Bu. Terima kasih!”</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="/blog/contoh-teks-eksposisi-beserta-struktur-dan-kaidah-kebahasaannya" rel="noopener">Kumpulan Contoh Teks Eksposisi, Struktur & Kaidah Kebahasaannya</a></strong></p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="color: #434343; font-size: 14pt;">8. Contoh Teks Negosiasi di Sekolah</span></h2>
<p style="text-align: center;"><strong>Terima Kasih, Bu Mia</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kamis pagi usai pelajaran olahraga, Bu Mia, guru Kimia, masuk kelas X MIPA tepat waktu. Tak seperti biasanya, hari itu anak-anak belum selesai berganti pakaian. Penyebabnya, mereka baru saja mengikuti ujian lari mengelilingi stadion.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya, hari itu Bu Mia akan memberikan ulangan. Beberapa siswa yang napasnya masih memburu dan keringatnya bercucuran, mengajukan usul pada Dani.</p>
<p style="text-align: justify;">“Dan … minta Bu Mia menunda ulangan, <em>dong</em>. Capek, <em>nih</em>,” kata Ali.</p>
<p style="text-align: justify;">“Waduh, aku gak berani,” jawab Dani “Lia saja suruh bilang. Dia kan ketua kelas, ” sambung Dani.</p>
<p style="text-align: justify;">“Baiklah, aku akan mencoba merayu Bu Mia. Doakan berhasil,” kata Lia.</p>
<p style="text-align: justify;">“Beres. Kamu kan ketua kelas.”</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan santun, Lia menghadap Bu Lia yang wajahnya tampak kaku melihat murid-muridnya belum juga siap mengikuti pelajaran.</p>
<p style="text-align: justify;">“Maaf, Bu. Boleh Lia berbicara sebentar?” tanya Lia sambil duduk.</p>
<p style="text-align: justify;">“Iya. Ada apa?”</p>
<p style="text-align: justify;">“Begini, Bu, saya mewakili teman-teman ingin meminta maaf karena teman-teman belum selesai ganti baju. “</p>
<p style="text-align: justify;">“Biasanya kan tidak terlambat seperti ini?” tanya Bu Mia.</p>
<p style="text-align: justify;">“Iya, Bu. Sekali lagi maafkan kami. Kami kelelahan, Bu. Tadi baru saja ujian lari mengelilingi stadion dua kali.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Oh, kenapa tidak bilang tadi? Kalian sudah minum?” Suara Bu Mia berubah ramah setelah tahu penyebab Lia dan kawan-kawannya terlambat ganti baju.</p>
<p style="text-align: justify;">“Belum sempat, Bu. Kami takut ketinggalan ulangan,” jawab Lia tetap dengan sopan. “Kalau boleh, kami minta waktu sepuluh menit untuk minum dan ganti baju, Bu. Biar badan kami segar.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Ya, sudah. Kalian istirahat 15 menit. Ulangannya minggu depan saja. Nanti kita latihan soal saja,” jawab Bu Lia, mengagetkan Mia dan teman-teman.</p>
<p style="text-align: justify;">“Makasih, Bu,” kata Lia.</p>
<p style="text-align: justify;">“Eit … tapi ingat. Kalian harus tertib. Tidak boleh gaduh dan mengganggu kelas lain dan masuk kelas lagi tepat pukul 09.00 WIB.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Iya, Bu. Makasih.”</p>
<p style="text-align: justify;">Teman-teman Lia yang sejak tadi ikut menyimak pembicaraan Lia dan Bu Mia bertepuk tangan gembira mendengar keputusan Bu Mia.</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" style="width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/IND10%20-%20Contoh%20Teks%20Negosiasi-04.jpg" alt="Unsur Pembangun Teks Negosiasi" width="600" /></p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">9. Contoh Teks Negosiasi dengan Guru</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Siswa: “Selamat siang, Bu. Maaf mengganggu, saya ingin meminta izin untuk mengumpulkan tugas besok. Saya kemarin sakit dan belum sempat menyelesaikannya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Guru: “Selamat siang. Tugas ini harus dikumpulkan kemarin, dan kamu tahu itu, kan? Semua teman-temanmu sudah mengumpulkannya tepat waktu.”</p>
<p style="text-align: justify;">Siswa: “Iya, Bu, saya sangat menyadari itu. Tapi saya benar-benar sakit sejak dua hari lalu dan tidak bisa fokus untuk mengerjakan tugasnya. Saya juga punya surat keterangan dokter sebagai bukti.”</p>
<p style="text-align: justify;">(Siswa mengeluarkan surat dokter dari tasnya dan menyerahkannya kepada guru.)</p>
<p style="text-align: justify;">Guru: (Membaca surat dokter sejenak, lalu menghela napas.) “Baik, saya bisa memahami kondisimu. Tapi, seharusnya kamu menghubungi saya sebelumnya untuk memberitahu kondisi ini.”</p>
<p style="text-align: justify;">Siswa: “Saya benar-benar minta maaf, Bu. Saya tidak ingin mengabaikan tugas ini, tapi kemarin saya benar-benar lemas dan tidak bisa mengerjakan apa pun. Saya janji akan segera menyelesaikannya secepat mungkin.”</p>
<p style="text-align: justify;">Guru: “Oke, saya beri kesempatan sampai besok pagi. Tapi ini hanya berlaku untuk kali ini saja, ya. Jangan sampai kamu terlambat lagi di lain waktu.”</p>
<p style="text-align: justify;">Siswa: (tersenyum lega) “Terima kasih banyak, Bu! Saya sangat menghargai pengertiannya. Saya akan langsung mengerjakan tugas ini begitu sampai di rumah.”</p>
<p style="text-align: justify;">Guru: “Baik, saya tunggu hasilnya besok. Pastikan kamu mengerjakannya dengan serius, ya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Siswa: “Tentu, Bu. Sekali lagi, terima kasih!”</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">10. Contoh Teks Negosiasi Tugas Kelompok</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Di sebuah kafe kecil dekat kampus, dua mahasiswa sedang berdiskusi tentang tugas kelompok mereka. Laptop dan buku catatan terbuka di meja, menunjukkan bahwa mereka tengah bekerja keras menyelesaikan tugas presentasi dan laporan yang harus dikumpulkan minggu depan.</p>
<p style="text-align: justify;">Anggota 1: (menghela napas sambil melihat layar laptopnya) “Aku merasa tugas ini terlalu berat kalau hanya aku yang mengerjakan presentasi dan laporan sekaligus. Kita harus membagi tugas lebih adil supaya semuanya bisa berjalan lancar.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anggota 2: (menatap layar laptopnya sambil berpikir) “Tapi aku kan sudah ambil bagian dalam menulis laporan, kan? Aku sudah mengetik bagian latar belakang dan teori dasarnya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anggota 1: (mengangguk pelan) “Iya, aku tahu, dan aku menghargai itu. Tapi bagian analisis dan kesimpulan juga butuh perhatian lebih. Kalau aku yang mengerjakan laporan dan presentasi sekaligus, hasilnya bisa kurang maksimal.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anggota 2: (merenung sebentar) “Jadi menurutmu bagaimana pembagian tugas yang lebih adil?”</p>
<p style="text-align: justify;">Anggota 1: “Bagaimana kalau aku menyusun bagian kesimpulan dan melengkapi laporan, sementara kamu yang merapikan PowerPoint-nya? Supaya presentasi kita lebih menarik, kamu bisa menambahkan desain yang lebih kreatif dan memastikan transisinya rapi.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anggota 2: (tersenyum kecil) “Hmm, baiklah. Aku memang suka mendesain, jadi aku bisa buat tampilannya lebih menarik. Mungkin aku juga bisa tambahkan animasi ringan supaya nggak membosankan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anggota 1: (tersenyum lega) “Deal! Dengan begini kita bisa berbagi tugas secara seimbang, dan hasilnya pasti lebih bagus.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anggota 2: “Setuju! Oh iya, setelah aku selesai desain PowerPoint-nya, kita bisa latihan presentasi bareng supaya lebih percaya diri saat tampil nanti.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anggota 1: “Wah, ide bagus! Kalau begitu, kapan kita bisa latihan?”</p>
<p style="text-align: justify;">Anggota 2: “Bagaimana kalau besok sore di perpustakaan? Sekalian kita bisa mengecek lagi apakah semua materi sudah siap.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anggota 1: “Setuju! Aku akan selesaikan kesimpulannya hari ini supaya besok kita bisa fokus latihan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anggota 2: (mengangkat jempol) “Mantap! Ayo kita selesaikan tugas ini dengan baik.”</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka pun kembali bekerja dengan semangat, merasa lebih tenang karena tugas sudah terbagi dengan adil. Dengan kerja sama yang baik, mereka yakin bisa menyelesaikan tugas dengan hasil yang memuaskan.</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="color: #434343; font-size: 14pt;">11. Contoh Teks Negosiasi Tema Pendidikan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Ayah: “Nak, ke sini. Ayah mau bicara.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak: “Ada apa, Yah?”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: “Apa rencanamu ke depan setelah lulus SMP, Nak?”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak: “Oh, aku ingin masuk sekolah kejuruan, Yah.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: “Kejuruan? <em>Gak </em>salah Nak? Kenapa <em>gak </em>ke SMA saja? Nanti kamu bisa kuliah dengan pilihan yang terbaik.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak: “Aku ingin segera mengembangkan bakat mekanikku, Yah. <em>Lagian </em>setelah tamat SMK kan bisa kuliah juga.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: “Iya, tapi nanti kamu akan kesulitan kalau mau kuliah karena jurusannya terbatas dan kemampuan akademiknya juga kurang siap. Jadi, Ayah sarankan ke SMA saja, ya!”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak: “Waduh, Ayah gimana, <em>sih</em>. Emangnya Ayah yang mau sekolah? <em>Lagian </em>kalo nanti <em>gak </em>kuliah, aku langsung bisa kerja di perusahaan otomotif.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: “Masa, zaman sekarang tidak kuliah? Apa kata orang?”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak: “Ayah tenang saja, semuanya sudah aku pikirkan. Ayah doakan saja biar aku mudah meraih cita-cita.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: “Ya, sudahlah kalau itu mau kamu, tapi nanti malam kamu pikirkan lagi, ya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak: “Iya, yah.”</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="color: #434343; font-size: 14pt;">12. Contoh Teks Negosiasi Tema Lingkungan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Sudah tiga tahun lebih warga Dusun Sejahtera berjuang untuk menyelamatkan sumber mata air yang terletak di desanya. Perjuangan panjang tersebut bermula ketika sebuah perusahaan properti mulai membangun hotel di kawasan sumber mata air tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber air Panguripan menjadi tumpuan hidup tidak hanya bagi enam ribu warga Desa Sejahtera, tetapi juga bagi puluhan ribu warga desa sekitarnya. Sumber air Panguripan menjadi penyedia air bersih untuk dikonsumsi sekaligus untuk memenuhi pengairan sawah bagi puluhan hektare sawah. Bila pembangunan hotel itu diteruskan, sumber air Panguripan akan mati.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun beberapa kali didemo warga, pihak pengembang tetap bersikukuh melanjutkan pembangunannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, Pak Lurah membentuk tim yang akan mewakili warga untuk menuntut pengembang hotel PT Mulya Jaya agar menghentikan pembangunan hotel tersebut. Tim penyelamat Panguripan diterima Direktur PT Mulya Jaya, Edy, di ruangannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Edy: “Silakan duduk Bapak dan Ibu. Selamat pagi. Boleh saya tahu Bapak dan Ibu ini berasal dari mana?“</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Desa: “Saya Arifin, Pak. Kepala Desa Sejahtera. Ini Bu Suci, sekretaris desa, dan satu lagi Pak Rahmat, salah satu tokoh masyarakat yang ditunjuk oleh mewakili warga desa kami.”</p>
<p style="text-align: justify;">Edy: “Terima kasih atas kedatangan Bapak dan Ibu ke kantor saya. Dengan senang hati, sebagai direktur saya akan mendengarkan aspirasi warga demi kebaikan bersama.”</p>
<p style="text-align: justify;">Edy: “Begini, Bapak dan Ibu. Dalam pertemuan dengan warga desa beberapa waktu lalu, bukankah sudah disepakati bahwa pihak investor akan tetap melanjutkan pembangunan hotel dan berjanji akan tetap menjaga kelestarian sumber air Panguripan. Jadi, ada masalah apa lagi?”</p>
<p style="text-align: justify;">Warga I: “Bagaimana mungkin kelestarian sumber airnya dapat dijaga, Pak? Pembangunan hotel tepat di atas mata air tersebut pasti akan mematikan mata airnya. Awalnya, karena pembangunan hotel tersebut akan menuntut ditebangnya pepohonan di sana, daerah resapan air akan berkurang. Hal ini mengancam kelestarian mata air kami.”</p>
<p style="text-align: justify;">Warga II: “Sekali lagi saya tegaskan, Pak. Kami tidak akan pernah menyetujui pembangunan hotel atau apa pun di atas sumber mata air, sumber penghidupan kami itu!”</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Desa: “Sabar dulu, Pak Rahmat. (<em>Sambil memegang pundak Pak rahmat</em>). Benar, Pak, kami belum pernah menyetujui dan tidak akan pernah menyetujui kesepakatan itu, Pak. Bagi kami, sumber mata air Panguripan adalah gantungan kehidupan kami. Tak hanya untuk makan dan minum, sawah kami juga membutuhkan air.”</p>
<p style="text-align: justify;">Warga II: “Kami selamanya akan terus menolak pembangunan hotel tersebut! Bahkan, kami akan bertindak lebih keras bila tuntutan kami tidak segera dipenuhi!“</p>
<p style="text-align: justify;">Edy: “Bapak dan Ibu jangan khawatir. Sebenarnya, Wali Kota sudah mengeluarkan surat perintah penghentian pembangunan hotel.”</p>
<p style="text-align: justify;">Warga I: “Kalau begitu tunggu apalagi?”</p>
<p style="text-align: justify;">Edy: “Masalahnya, saya masih mencari lahan pengganti. Bagaimanapun saya tidak mau kehilangan kesempatan bisnis di kota ini.”</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala desa: “Bila benar demikian, sebagai kepala desa, saya akan membantu Bapak menemukan lahan baru yang tidak terlalu jauh dari sumber Panguripan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Edy: “Kalau memang Pak Lurah bisa mengusahakannya, saya akan sangat berterima kasih. Hari ini juga saya akan memerintahkan anak buah saya untuk menghentikan pembangunan hotelnya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Kepala Desa: “Terima kasih atas kerja sama ini.“</p>
<p style="text-align: justify;">Edy: “Saya juga berterima kasih karena Pak Lurah berhasil menghentikan demo warga.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Terima kasih, Pak.”</p>
<p style="text-align: justify; font-weight: bold;">Baca Juga: <a href="/blog/pengertian-hikayat-dan-karakteristiknya" rel="noopener">Mengenal Hikayat: Pengertian, Nilai-nilai, dan Karakteristiknya</a></p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify; font-size: 16px;"><span style="font-size: 14pt;"><strong>13. Contoh Teks Negosiasi Tema Sosial</strong></span></h2>
<p style="text-align: justify;">Calon penghuni kost: “Setelah saya lihat-lihat kamarnya, saya rasa cocok, Bu.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu kost: “Baik, jadi harga per bulannya satu juta rupiah dan minimal sewanya tiga bulan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Calon penghuni kost: “Kalau sewa satu bulan dulu apa tidak boleh, Bu?”</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu kost: “Wah, belum bisa tuh, Mbak. Aturan memang sudah seperti itu.”</p>
<p style="text-align: justify;">Calon penghuni kost: “Saya berniat bersama dua teman saya mau pindah ke kost ini, Bu. Tapi kalau ternyata tidak bisa per bulan sewanya ya tidak jadi.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu kost: “Begini saja, sewa pertama langsung tiga bulan. Nanti setelah itu baru boleh per bulan bayar sewanya. Bagaimana?”</p>
<p style="text-align: justify;">Calon penghuni kost: “Sejujurnya saya sudah sangat cocok dengan kost ini dan semua fasilitasnya. Tapi agaknya berat kalau langsung tiga bulan, Bu. Kan saya juga bawa dua teman saya lainnya. Pasti akan lebih menguntungkan Ibu, hehe.”</p>
<p style="text-align: justify;">(hening sebentar)</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu kost: “Yasudah begini saja. Saya beri penawaran boleh bayar sewanya boleh dua bulan dulu. Kalau satu bulan belum boleh karena waktunya terlalu sebentar. Kalau untuk penghuni lain belum boleh loh, Mbak. Ini karena Mbaknya bawa dua teman jadi saya perbolehkan. Bagaimana?”</p>
<p style="text-align: justify;">Calon penghuni kost: “Boleh deh, Bu. Dua bulan tidak apa-apa.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu kost: “Berarti <em>deal, </em>ya?”</p>
<p style="text-align: justify;">Calon penghuni kost: “Iya, Bu. Ini saya kabari dulu teman-teman saya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu kost: “Nanti proses pembayarannya diurus pas sudah mau masuk, ya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Calon penghuni kost: “Iya, Bu. Terima kasih.”</p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify; font-size: 16px;"><span style="font-size: 14pt;"><strong>14. Contoh Teks Negosiasi antar Teman</strong></span></h2>
<p style="text-align: justify;">Rani: “Rin, kayaknya uang aku masih di kamu seratus ribu, yah? Boleh aku minta nggak?”</p>
<p style="text-align: justify;">Rina: “Iya, Ran. Aku masih punya hutang ke kamu seratus ribu. Tapi kalau sekarang aku belum bisa ganti.”</p>
<p style="text-align: justify;">Rani: “Terus kamu bisanya ganti kapan? Aku mau beli cat lukis, Rin. Cat lukisku ada beberapa yang habis.”</p>
<p style="text-align: justify;">Rina: “Mungkin aku baru bisa kembaliin minggu depan. Kalau sekarang aku baru ada setengahnya, Ran. Lima puluh ribu aja.”</p>
<p style="text-align: justify;">Rani: “Yah, kalau segitu cuma bisa buat beli tiga warna aja, Rin. Padahal cat aku yang habis ada sekitar tujuh warna.”</p>
<p style="text-align: justify;">Rina: “Memangnya warna apa aja yang habis? Mungkin kamu bisa pakai punyaku dulu kalau memang lagi butuh banget.”</p>
<p style="text-align: justify;">Rani: “Warna ungu, kuning, tosca, coklat tua, oren wortel, merah, sama biru laut. Memang kamu ada?”</p>
<p style="text-align: justify;">Rina: “Tunggu sebentar.”</p>
<p style="text-align: justify;">(Rina mengeluarkan beberapa cat miliknya dari tas.)</p>
<p style="text-align: justify;">Rina: “Aku ada warna ungu masih utuh, kamu beli aja potong hutang, hehe. Terus warna merah sama biru juga masih ada setengah. Kamu pakai aja. Tapi, aku ganti uangnya minggu depan, ya?”</p>
<p style="text-align: justify;">Rani: “Beneran nggak apa-apa aku pakai dulu?”</p>
<p style="text-align: justify;">Rina: “Iya, Ran. Pakai aja.”</p>
<p style="text-align: justify;">Rani: “Gini aja deh. Ini warna ungu yang utuh aku beli.”</p>
<p style="text-align: justify;">Rina: “Warna lainnya tadi, kamu pakai aja tidak apa-apa. Karena cuma setengah, jadi nggak usah diganti.”</p>
<p style="text-align: justify;">Rani: “Yaudah deh. Kalau gitu minggu depan kamu kembaliin uangku tujuh puluh ribu aja.”</p>
<p style="text-align: justify;">Rina: “Oke siap!”</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" style="width: 600px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/IND10%20-%20Contoh%20Teks%20Negosiasi-06.jpg" alt="Kaidah kebahasaan Teks Negosiasi" width="600" /></p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify; font-size: 16px;"><span style="font-size: 14pt;">15. Contoh Teks Negosiasi tentang Liburan Keluarga ke Puncak</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Ayah: “Bagaimana bu rencana liburan kita ke Puncak? Apakah anak-anak setuju?”</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu: “Ibu sudah bicara ke anak-anak, yah. Cuma kakak usul liburannya diganti ke pantai saja. Soalnya kita sudah sering liburan ke puncak. Tapi, adik minta jalan-jalan ke taman bermain.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: “Aduh, bagaimana ya? Dua-duanya minta jalan-jalan ke tempat yang berbeda. Ayah jadi bingung.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu: “Hmm… Begini saja yah, bagaimana kalau kita cari lokasi taman bermain yang dekat pantai.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: “Betul juga, bu. Kalau kita liburan ke Dufan bagaimana? Lokasinya lumayan dekat dengan pantai Ancol.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu: “Boleh, yah. Coba nanti ibu sampaikan ke anak-anak ya, mereka setuju atau tidak.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: “Oke, bu.”</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">16. Contoh Teks Negosiasi tentang Liburan Keluarga ke Bali</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Di ruang keluarga pada suatu sore, seorang anak dengan penuh semangat mendekati ayahnya yang sedang membaca koran. Sang anak sudah lama ingin liburan ke tempat yang menyenangkan dan ingin membujuk ayahnya untuk pergi ke Bali.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak: (dengan wajah penuh harap) “Ayah, kita liburan ke Bali, ya? Temanku baru saja pulang dari sana, dan katanya Bali sangat indah! Ada pantai yang keren, tempat wisata seru, dan makanan enaknya banyak!”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: (meletakkan koran dan tersenyum) “Bali memang tempat yang bagus, Nak, tapi liburan ke sana cukup mahal. Harga tiket pesawat, hotel, dan biaya makan di sana bisa lebih tinggi dibanding tempat lain. Bagaimana kalau kita liburan ke Yogyakarta saja? Di sana juga banyak tempat wisata menarik, seperti Candi Borobudur, Keraton, dan Malioboro. Kita bisa naik delman dan makan gudeg yang terkenal itu.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak: (menggeleng dan merengek sedikit) “Tapi Ayah, aku ingin ke pantai! Aku ingin bermain pasir, berenang di laut, dan melihat ombak yang besar. Yogyakarta memang seru, tapi aku ingin ke tempat yang ada pantainya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: (berpikir sejenak, lalu tersenyum) “Hmm, kalau begitu bagaimana kalau ke Lombok? Di sana juga banyak pantai yang indah, seperti Pantai Kuta Lombok, Tanjung Aan, dan Gili Trawangan. Airnya jernih, pasirnya putih, dan biayanya lebih terjangkau dibandingkan Bali.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak: (matanya berbinar senang) “Wah, Lombok juga bagus, ya? Aku pernah lihat di TV, pantainya memang cantik banget! Dan kita bisa naik perahu ke pulau-pulau kecil di sana, kan?”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: (mengangguk) “Betul! Di Gili Trawangan, kita bisa snorkeling dan melihat ikan warna-warni di laut. Ayah juga dengar di sana tidak ada kendaraan bermotor, jadi udaranya segar. Bisa jalan kaki atau naik sepeda keliling pulau!”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak: (melompat kegirangan) “Wah, itu pasti seru! Kita ke Lombok aja, Yah! Kapan kita berangkat?”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: (tertawa kecil) “Sabar, Nak. Kita perlu atur jadwal dulu dan memesan tiket. Nanti kita ajak Ibu dan adikmu untuk diskusi supaya semuanya setuju.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak: (mengangguk penuh semangat) “Oke, Ayah! Aku nggak sabar kasih tahu Ibu! Terima kasih, Ayah!”</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan penuh kegembiraan, anak itu berlari ke dapur untuk memberi tahu ibunya, sementara sang ayah tersenyum puas karena berhasil mencapai kesepakatan yang adil dan tetap mengakomodasi keinginan anaknya tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar liburan ke Bali.</p>
<p> </p>
<h2 style="text-align: justify; font-size: 16px;"><span style="font-size: 14pt;">17. Contoh Teks Negosiasi 3 Orang</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Shasa: “Hari ini kita jadi kerja kelompok di mana, gais?”</p>
<p style="text-align: justify;">Hani: “Di rumahku saja bagaimana? Kebetulan rumahku nggak jauh dari sekolah. Jadi, pulang sekolah nanti bisa langsung mengerjakan tugas.”</p>
<p style="text-align: justify;">Nanda: “Boleh, Han. Tapi, aku nggak bisa lama-lama. Karena jam 5 aku ada les Bahasa Inggris.”</p>
<p style="text-align: justify;">Shasa: “Ya sudah, kalau begitu, kita bagi-bagi tugas saja. Jadi, pengerjaannya jauh lebih cepat.”</p>
<p style="text-align: justify;">Hani: “Ide yang bagus, tuh!”</p>
<p style="text-align: justify;">Shasa: “Karena tema makalahnya sudah dibagikan sama bu guru, kita tinggal susun bab pendahuluan, isi dan penutupnya saja.”</p>
<p style="text-align: justify;">Nanda: “Aku bagian pendahuluan deh. Jadi, kalau waktunya mepet, aku izin pulang duluan ya, gais. Nggak masalah, kan?”</p>
<p style="text-align: justify;">Hani: “Boleh. Shasa mau bagian apa? Isi atau penutup?”</p>
<p style="text-align: justify;">Shasa: “Hmm… Aku bagian isi nggak papa, Han. Nanti kamu bagian penutup sekaligus edit dan print makalahnya ya?”</p>
<p style="text-align: justify;">Hani: “Oke, nggak masalah kalau itu.”</p>
<p style="text-align: justify;">Nanda: “Oke, sampai bertemu pulang sekolah nanti, ya!”</p>
<p style="text-align: justify;">Hani: “Siap!”</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">18. Contoh Teks Negosiasi 4 Orang</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu siang, murid-murid kelas 10 IPA 1 diminta membentuk kelompok yang beranggotakan 4 orang untuk mempresentasikan materi yang diberikan ibu guru. Intan, Yonas, Jeffry, dan Made tergabung dalam satu kelompok dan langsung berdiskusi.</p>
<p style="text-align: justify;">Intan: “Hai, senang bisa satu kelompok dengan kalian. Jadi, bagaimana kita mau mengerjakan tugas ini?”</p>
<p style="text-align: justify;">Jeffry: “Halo juga semuanya. Kebetulan kelompok kita diminta untuk membuat booklet untuk ditampilkan di pameran literasi pekan depan, nih.”</p>
<p style="text-align: justify;">Yonas: “Hmm… kurang lebih kita punya waktu satu minggu. Kita perlu membagi tugasnya supaya booklet-nya cepat selesai.”</p>
<p style="text-align: justify;">Made: “Bagaimana kalau 1 orang menyusun materi, 2 orang mendesain booklet, dan 1 orang mengedit materi?”</p>
<p style="text-align: justify;">Jeffry: “Saran aku sih, sebaiknya 2 orang saja yang menyusun materi. Karena kalau cuma 1 orang, bebannya jauh lebih berat, dibanding yang tugasnya hanya edit materi. Nanti, mereka bisa saling mengedit materi bersama.”</p>
<p style="text-align: justify;">Intan: “Yap! Aku setuju. Kalau sendirian pasti juga bakal lama karena butuh riset-riset juga.”</p>
<p style="text-align: justify;">Made: “Oke, siapa yang mau menyusun materi dan mendesain booklet? Kalau aku pribadi, aku nggak bisa mendesain, jadi aku mau menyusun materi saja. Hehehe…”</p>
<p style="text-align: justify;">Intan: “Aku mau menyusun materi juga bareng Made.”</p>
<p style="text-align: justify;">Jeffry: “Eh, aku nggak bisa desain booklet.”</p>
<p style="text-align: justify;">Intan: “Tenang, Yonas kan jago ilustrasi dan desain. Nanti bisa saling membantu kalian.”</p>
<p style="text-align: justify;">Yonas: “Iya, Jeff. Santai…”</p>
<p style="text-align: justify;">Jeffry: “Oh ya? Baiklah, mohon bantuannya ya Nas saat mengerjakan desain. Aku masih <em>newbie</em>. Hehehe”</p>
<p style="text-align: justify;">Yonas: “Tenang saja, nggak perlu khawatir. Kita semua akan saling membantu kalau ada yang kesulitan. Tinggal berkabar saja.”</p>
<p style="text-align: justify;">Jeffry: “Oke.”</p>
<p style="text-align: justify;">Intan: “Oke deh! Tugas-tugasnya sudah bisa dicicil dari sekarang ya, gais. Made, ayo kita riset-riset materinya terlebih dahulu.”</p>
<p style="text-align: justify;">Made: “Ayo, kami berdua ke perpus dulu ya. Sampai ketemu lagi!”</p>
<p style="text-align: justify;">Intan dan Made bergegas menuju perpustakaan untuk mencari referensi materi. Sedangkan Jeffry dan Yonas memutuskan untuk berdiskusi menentukan tema booklet yang sesuai dengan materi.</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">19. Contoh Teks Negosiasi 4 Orang Bertema Banjir</span></h2>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Bapak Surya: “Silakan duduk, Pak Budi dan Ibu Retno. Selamat pagi. Boleh saya tahu Bapak dan Ibu ini berasal dari mana?”</p>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Pak Budi: “Saya Budi, Pak. Tokoh masyarakat di Dusun Rukun. Ini Ibu Retno, anggota komite lingkungan kami, dan Pak Joko, tokoh pemuda.”</p>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Bapak Surya: “Terima kasih atas kedatangan Bapak dan Ibu ke kantor saya. Dengan senang hati, sebagai direktur, saya akan mendengarkan aspirasi warga demi kebaikan bersama. Begini, Bapak dan Ibu. Dalam pertemuan dengan warga desa beberapa waktu lalu, bukankah sudah disepakati bahwa pihak pengembang akan tetap melanjutkan proyek pembangunan perumahan dan berjanji akan tetap menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Jadi, ada masalah apa lagi?”</p>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Ibu Retno: “Pak, kami khawatir pembangunan ini akan meningkatkan risiko banjir di Dusun Rukun. Wilayah ini sering terdampak banjir, dan kami takut proyek perumahan ini akan memperburuk situasi.”</p>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Pak Joko: “Ya, Pak. Kami sudah menyampaikan kekhawatiran ini beberapa kali, tapi sepertinya belum mendapatkan respons yang memadai.”</p>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Bapak Surya: “Saya mengerti kekhawatiran Bapak dan Ibu. Namun, proyek ini sangat penting untuk perkembangan daerah ini. Bagaimana jika saya menyediakan dana tambahan untuk perbaikan saluran drainase dan sistem pengelolaan air agar risiko banjir dapat diminimalisir?”</p>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Pak Budi: “Kami berterima kasih atas tawaran itu, Pak Surya. Namun, kami ingin memastikan bahwa proyek ini tidak hanya menguntungkan pengembang, tetapi juga aman bagi lingkungan dan warga kami. Bisakah kita bekerja sama untuk menyusun rencana perlindungan yang lebih komprehensif?”</p>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Ibu Retno: “Ya, Pak. Kami juga ingin melibatkan ahli lingkungan untuk mengkaji dampak proyek ini secara menyeluruh.”</p>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Bapak Surya: “Saya setuju untuk melibatkan ahli lingkungan dalam proses ini. Mari kita bentuk tim kerja bersama yang terdiri dari perwakilan warga, ahli lingkungan, dan pihak pengembang untuk menyusun solusi yang memuaskan semua pihak.”</p>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Pak Joko: “Itu bagus, Pak. Kami yakin dengan pendekatan kolaboratif seperti ini, kita dapat mencapai solusi yang baik untuk semua pihak.”</p>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Bapak Surya: “Baiklah, mari kita susun jadwal pertemuan berikutnya untuk membahas lebih rinci langkah-langkah yang perlu diambil. Saya berharap dengan kerjasama kita, proyek ini dapat berjalan dengan lancar tanpa mengorbankan keamanan dan kesejahteraan warga.”</p>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Pak Budi: “Terima kasih, Pak Surya. Kami berharap bisa mencapai solusi yang baik melalui dialog ini.”</p>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Bapak Surya: “Terima kasih kembali atas partisipasi dan kerja sama Bapak dan Ibu. Semoga kita dapat mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.”</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">20. Contoh Teks Negosiasi Berbentuk Pengajuan Kerja Sama</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Selamat siang, Bapak/Ibu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami dari PT. Suka Maju, bermaksud untuk menawarakan kerja sama dengan Bapak/Ibu untuk menjadi distributor produk-produk kami yang berupa <strong id="h_12">Produk Kesehatan (Obat & Vitamin)</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Apabila Bapak/Ibu bersedia untuk menjadi distributor resmi produk perusahaan kami, maka kami akan memberikan kompensasi yang sebanding kepada Bapak/Ibu. Untuk bentuk mekanisme kerja samanya, kami dapat jelaskan lebih lanjut apabila Bapak/Ibu tertarik dengan tawaran yang kami sampaikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-debat">Contoh Teks Debat Singkat Berdasarkan Strukturnya</a></strong></p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">21. Contoh Teks Negosiasi tentang Pengajuan Kerja Sama Skincare</span></h2>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Selamat siang, Bapak/Ibu.</p>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Perkenalkan, kami dari PT. Kecantikan Sejahtera, ingin menawarkan kesempatan kerja sama sebagai distributor resmi untuk produk-produk kami, khususnya dalam kategori perawatan kulit atau skincare.</p>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Jika Bapak/Ibu bersedia menjalin kemitraan dengan kami, kami akan memberikan kompensasi yang sebanding dengan kontribusi yang diberikan. Rinciannya dapat kami bahas lebih lanjut untuk memastikan kesepahaman kedua belah pihak. Kami yakin bahwa kerja sama ini dapat memberikan manfaat besar bagi kedua belah pihak.</p>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Jika tertarik atau memiliki pertanyaan lebih lanjut, kami dengan senang hati akan menjelaskan secara detail mekanisme kerja sama ini.</p>
<p style="font-size: 16px; text-align: justify;">Atas perhatian dan pertimbangannya, kami mengucapkan terima kasih.</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">22. Contoh Teks Negosiasi tentang Kenaikan Gaji</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Karyawan: “Permisi Pak, saya ingin membicarakan kenaikan gaji saya. Saya sudah bekerja di perusahaan ini selama dua tahun dan merasa telah memberikan kontribusi yang baik.”</p>
<p style="text-align: justify;">Atasan: “Ya, tentu saja. Saya tahu bahwa Anda sudah bekerja keras. Namun, perlu diingat bahwa saat ini kondisi perusahaan sedang sulit karena pandemi Covid-19.”</p>
<p style="text-align: justify;">Karyawan: “Saya memahami hal tersebut. Namun, saya merasa bahwa saya layak mendapatkan kenaikan gaji karena telah memberikan hasil kerja yang memuaskan dan bahkan membantu perusahaan dalam mengatasi beberapa masalah.”</p>
<p style="text-align: justify;">Atasan: “Baiklah, silakan sampaikan permintaan kenaikan gaji Anda.”</p>
<p style="text-align: justify;">Karyawan: “Saya ingin meminta kenaikan gaji sebesar 15 persen dari gaji saat ini. Saya yakin bahwa kenaikan ini sebanding dengan kontribusi dan kinerja saya di perusahaan ini.”</p>
<p style="text-align: justify;">Atasan: “15 persen cukup tinggi. Bisakah Anda memberikan alasan yang lebih spesifik?”</p>
<p style="text-align: justify;">Karyawan: “Saya telah menyelesaikan beberapa proyek penting dengan waktu yang cepat dan hasil yang memuaskan. Saya juga telah memberikan ide-ide yang inovatif dan membantu dalam meningkatkan kualitas produk kami. Selain itu, saya juga telah mendapatkan beberapa sertifikasi dan pelatihan yang relevan dengan pekerjaan saya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Atasan: “Saya menghargai kontribusi Anda dan akan mempertimbangkan permintaan kenaikan gaji Anda. Namun, bisakah kita mengupayakan untuk melakukan negosiasi?”</p>
<p style="text-align: justify;">Karyawan: “Tentu saja Pak, saya terbuka untuk melakukan negosiasi. Bagaimana menurut Pak?”</p>
<p style="text-align: justify;">Atasan: “Bagaimana jika saya memberikan kenaikan gaji sebesar 10 persen terlebih dahulu, dan kemudian kita mengevaluasi kembali performa Anda dalam beberapa bulan ke depan untuk mempertimbangkan kenaikan gaji lebih lanjut?”</p>
<p style="text-align: justify;">Karyawan: “Saya rasa itu bisa menjadi solusi yang baik, Pak. Terima kasih sudah mempertimbangkan permintaan saya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Atasan: “Baiklah, kita bisa memulai kenaikan gaji sebesar 10 persen dari gaji saat ini, dan kita akan mengevaluasi kembali performa Anda dalam tiga bulan ke depan. Jika performa Anda tetap konsisten dan memuaskan, kita bisa mempertimbangkan kenaikan gaji lebih lanjut.”</p>
<p style="text-align: justify;">Karyawan: “Saya setuju dengan penawaran ini, Pak. Terima kasih sudah memberikan kesempatan ini.”</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">23. Contoh Teks Negosiasi Kontrak Kerja</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Pelamar: “Terima kasih banyak atas kesempatan wawancara ini. Saya sangat tertarik dengan posisi yang ditawarkan karena saya merasa peran ini sesuai dengan keterampilan dan pengalaman saya. Namun, sebelum kita lanjut, saya ingin mendiskusikan mengenai gaji yang ditawarkan.”</p>
<p style="text-align: justify;">HRD: “Tentu, kami senang mendengar ketertarikan Anda pada posisi ini. Untuk posisi ini, kami menawarkan gaji sebesar Rp7.000.000 per bulan, yang sesuai dengan standar perusahaan dan industri saat ini.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pelamar: “Saya sangat mengapresiasi penawaran tersebut. Namun, berdasarkan pengalaman kerja saya selama tiga tahun di bidang ini, terutama dalam mengelola proyek dengan tim yang cukup besar, saya berharap bisa mendapatkan kompensasi sebesar Rp8.000.000 per bulan. Saya yakin dengan keahlian saya dalam analisis data dan manajemen proyek, saya bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi perusahaan.”</p>
<p style="text-align: justify;">HRD: “Kami tidak meragukan pengalaman dan keterampilan Anda. Memang, Anda memiliki latar belakang yang kuat. Namun, untuk posisi ini, batas gaji yang bisa kami tawarkan adalah Rp7.500.000 per bulan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pelamar: “Baik, bagaimana dengan tunjangan dan benefit lainnya? Saya ingin memastikan bahwa paket kompensasi yang saya terima mencakup hal-hal yang mendukung produktivitas dan kesejahteraan saya selama bekerja di sini.”</p>
<p style="text-align: justify;">HRD: “Tentu, selain gaji pokok Rp7.500.000, kami juga menyediakan tunjangan kesehatan, tunjangan transportasi, serta bonus tahunan berdasarkan kinerja. Kami juga memiliki program pelatihan dan pengembangan bagi karyawan untuk meningkatkan keterampilan mereka.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pelamar: “Penawaran tersebut terdengar menarik. Dengan adanya tunjangan dan kesempatan pengembangan tersebut, saya merasa bahwa ini adalah kompensasi yang adil dan sepadan dengan kontribusi yang akan saya berikan. Saya dengan senang hati menerima penawaran ini.”</p>
<p style="text-align: justify;">HRD: “Senang mendengarnya! Kami yakin Anda akan menjadi aset berharga bagi tim kami. Selamat bergabung dengan perusahaan kami!”</p>
<p style="text-align: justify;">Pelamar: “Terima kasih! Saya tidak sabar untuk segera mulai bekerja dan memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan.”</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">24. Contoh Teks Negosiasi Izin Cuti dengan Atasan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Karyawan: “Selamat siang, Pak. Saya ingin mendiskusikan sesuatu terkait jadwal cuti saya. Saya sudah mengajukan cuti tahunan selama tiga hari, dan saya ingin meminta tambahan satu hari lagi setelahnya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Atasan: “Hmm, minggu ini kita sedang sibuk dengan banyak proyek yang harus diselesaikan. Tim juga sedang kekurangan tenaga. Apakah mungkin cuti tambahannya diambil di waktu lain?”</p>
<p style="text-align: justify;">Karyawan: “Saya memahami kondisi tim, Pak. Namun, saya sudah menyelesaikan semua tugas saya lebih awal. Semua laporan sudah saya submit, dan proyek yang saya tangani sudah saya koordinasikan dengan rekan kerja lainnya agar tidak ada kendala selama saya cuti.”</p>
<p style="text-align: justify;">Atasan: “Baik, itu langkah yang bagus. Tapi bagaimana jika terjadi sesuatu yang mendesak saat Anda tidak ada?”</p>
<p style="text-align: justify;">Karyawan: “Saya sudah mendiskusikan ini dengan rekan kerja saya, dan mereka siap membantu jika ada hal yang membutuhkan perhatian segera. Saya juga tetap bisa dihubungi melalui email jika benar-benar ada situasi yang darurat.”</p>
<p style="text-align: justify;">Atasan: “Baiklah, kalau begitu saya setujui cuti tambahannya. Pastikan Anda tetap memonitor jika ada hal yang sangat penting.”</p>
<p style="text-align: justify;">Karyawan: “Terima kasih banyak, Pak! Saya sangat menghargai kebijakan Bapak.”</p>
<p style="text-align: justify;">Atasan: “Tidak masalah, yang penting Anda sudah bertanggung jawab atas pekerjaan Anda. Nikmati waktu liburan Anda.”</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">25. Contoh Teks Negosiasi dengan Klien/Jasa</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Klien: “Saya sedang merintis bisnis baru dan membutuhkan desain logo yang menarik. Saya ingin logo yang modern, profesional, dan bisa mewakili brand saya dengan baik. Kira-kira berapa biayanya?”</p>
<p style="text-align: justify;">Desainer: “Paket standar kami untuk desain logo adalah Rp2.000.000. Dalam paket ini, Anda akan mendapatkan tiga konsep desain berbeda, dan kami menyediakan dua kali revisi untuk memastikan hasil akhirnya sesuai dengan keinginan Anda.”</p>
<p style="text-align: justify;">Klien: “Hmm, saya paham. Tapi saat ini saya memiliki anggaran sekitar Rp1.500.000. Dengan budget segitu, kira-kira apa yang bisa saya dapatkan?”</p>
<p style="text-align: justify;">Desainer: “Dengan harga tersebut, saya bisa menawarkan dua konsep desain dan satu kali revisi. Ini masih memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan logo dengan kebutuhan Anda, meskipun jumlah revisinya lebih sedikit.”</p>
<p style="text-align: justify;">Klien: “Satu kali revisi sepertinya agak terbatas. Bagaimana kalau saya tambahkan Rp250.000? Apakah saya bisa mendapatkan dua revisi?”</p>
<p style="text-align: justify;">Desainer: “Baik, dengan tambahan tersebut, saya bisa menawarkan dua konsep desain dan dua kali revisi. Ini akan memberi Anda lebih banyak kesempatan untuk menyempurnakan logo sebelum finalisasi.”</p>
<p style="text-align: justify;">Klien: “Oke, saya setuju! Dengan dua konsep dan dua kali revisi, saya rasa ini cukup untuk mendapatkan logo yang sesuai dengan visi bisnis saya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Desainer: “Terima kasih! Saya akan mulai bekerja setelah Anda mengirimkan brief dan detail yang dibutuhkan. Anda bisa mengirimkannya melalui email atau chat, lalu saya akan memberikan draft pertama dalam tiga hari kerja.”</p>
<p style="text-align: justify;">Klien: “Baik! Saya akan segera mengirimkan brief dan referensi desain yang saya inginkan. Saya tidak sabar untuk melihat hasilnya!”</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">26. Contoh Teks Negosiasi tentang Menghemat Air</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Di suatu sore, Pak Anton sedang memanggil Rudi, seorang tukang pipa air untuk memperbaiki wastafelnya yang sering bocor. Pak Anton merasa penggunaan air di rumahnya sangat boros dan ingin meminta saran dari tukang pipa air.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Anton: Terima kasih sudah memperbaiki pipa wastafelnya ya, Mas.</p>
<p style="text-align: justify;">Rudi: Siap, Pak. Sama-sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Anton: Oh iya, Rud, saya mau tanya. Kok akhir-akhir ini saya merasa penggunaan air di rumah boros banget ya. Pengen gitu bisa hemat air. Selain dalam rangka menjaga lingkungan juga biar lebih hemat biaya. Kamu ada saran nggak Rud?</p>
<p style="text-align: justify;">Rudi: Oh, ini aja, Pak. Pak Anton bisa mengganti peralatan yang lebih hemat air, seperti shower dan keran yang dilengkapi dengan teknologi air saving.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Anton: Hmm, menarik. Kamu bisa kasih rekomendasi peralatan apa yang paling efektif?</p>
<p style="text-align: justify;">Rudi: Ada beberapa merek dan tipe yang bisa saya rekomendasikan, tapi saya menyarankan bapak untuk memilih peralatan yang memiliki label WaterSense atau produk yang telah teruji efektivitasnya dalam menghemat air. Kebetulan saya jual, Pak, hehe.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Anton: Wah, pasti mahal tuh, Rud. Kalau beli di kamu bisa minta kurang, nggak? hehe.</p>
<p style="text-align: justify;">Rudi: Gini aja, Pak. Buat bapak saya kasih harga paket sekalian sama sensor air buat kamar mandi dan toilet. Jadi, sensor ini bisa menghentikan aliran air secara otomatis ketika tidak diperlukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Anton: Wah, jadi makin mahal dong, Rud. Nggak dulu deh.</p>
<p style="text-align: justify;">Rudi: Saya kasih tau nih, ya, Pak. Kalau bapak beli sepaket sekarang, misi bapak menyelamatkan lingkungan semakin cepat terlaksana. Emang sih, awalnya emang butuh modal agak banyak. Tapi, kalau dihitung-hitung buat pengeluaran biaya air nantinya juga semakin hemat, Pak. Beneran deh.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Anton: (diam, berpikir beberapa saat.)</p>
<p style="text-align: justify;">Rudi: Jadi, gimana, pak?</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Anton: Hmm, boleh deh, Rud. Saya mau beli yang paket itu aja deh di kamu. Tapi tunggu nanti saya gajian ya.</p>
<p style="text-align: justify;">Rudi: Besok saya anterin sekaligus pasangin dulu, pak. Masalah bayar nanti aja pas Pak Anton gajian. Gampanglaah.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Anton: Wah, okedeh kalau begitu, Rud. Terima kasih, ya.</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">27. Contoh Teks Negosiasi tentang Layanan Restoran di Kereta Api</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Pihak A: Perusahaan Kereta Api</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak B: Penyedia Layanan Restoran</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak A: Selamat pagi, saya dari Perusahaan Kereta Api. Kami ingin membicarakan tentang kerja sama dengan layanan restoran di kereta kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak B: Selamat pagi juga. Tentu, saya senang bisa membantu. Apa yang bisa saya bantu?</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak A: Kami ingin meningkatkan kualitas layanan di kereta kami dan menawarkan pengalaman makan yang lebih baik bagi pelanggan kami. Apakah Anda tertarik untuk bekerja sama dengan kami sebagai penyedia layanan restoran di kereta kami?</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak B: Tentu, kami tertarik. Apa yang Anda harapkan dari kerja sama ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak A: Kami berharap Anda bisa menyediakan menu yang variatif dan berkualitas, serta menyajikan makanan dengan waktu yang tepat dan kualitas yang baik. Kami juga ingin mengetahui harga yang Anda tawarkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak B: Baik, kami siap menyediakan menu yang variatif dan berkualitas sesuai dengan permintaan Anda. Kami juga akan memastikan makanan disajikan dengan waktu yang tepat dan kualitas yang baik. Adapun harga, kami bisa memberikan diskon khusus untuk kerja sama jangka panjang.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak A: Baiklah, terima kasih atas penawaran Anda. Namun, kami juga ingin memastikan bahwa Anda memiliki standar kebersihan dan sanitasi yang baik dalam menyajikan makanan. Bagaimana Anda menjamin hal tersebut?</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak B: Kami memiliki standar kebersihan dan sanitasi yang tinggi dalam menyajikan makanan. Selain itu, kami juga akan memastikan bahwa staf kami memiliki sertifikasi kebersihan dan sanitasi yang diperlukan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak A: Baiklah, kami menghargai upaya Anda untuk memastikan kebersihan dan sanitasi. Kami akan segera membicarakan lagi mengenai detail kerja sama dan biaya yang akan dikeluarkan. Terima kasih atas waktu dan kerjasamanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pihak B: Sama-sama, terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Kami siap untuk bekerja sama dengan Anda.</p>
<p style="text-align: center;">—</p>
<p style="text-align: justify;"><em>Sampai sini, kamu paham nggak, guys tentang contoh-contoh dari teks negosiasi? Kalo masih ada materi yang belum kamu mengerti, kamu bisa lho tanyakan ke <a href="https://roboguru.ruangguru.com/"><strong>Roboguru</strong></a>. Melalui robot cerdas satu ini, kamu bisa menemukan jawaban dan memahami proses menjawab soal-soal yang sulit sekalipun.</em></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="https://roboguru.ruangguru.com/"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-medium" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/b58b9d8c-76c0-40b6-9255-bc1badf67db9.jpeg" alt="Roboguru" width="820" height="200" /></a></p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">28. Contoh Teks Negosiasi Komplain Makanan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Pelanggan: “Permisi, Mas. Saya ingin menyampaikan sesuatu mengenai makanan saya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pelayan: “Ya, ada yang bisa saya bantu, Pak?”</p>
<p style="text-align: justify;">Pelanggan: “Saya memesan ayam bakar ini, tapi rasanya terlalu asin. Saya sudah mencoba beberapa potong, dan rasanya cukup kuat hingga sulit dinikmati. Bisa diganti dengan yang lebih sedikit garamnya?”</p>
<p style="text-align: justify;">Pelayan: “Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya, Pak. Kami bisa menawarkan dua opsi untuk Anda. Kami bisa menggantinya dengan ayam yang baru dengan kadar garam yang lebih ringan, atau kami bisa memberikan diskon 20% untuk pesanan ini sebagai bentuk kompensasi.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pelanggan: “Saya lebih memilih diganti saja. Saya memang ingin menikmati makan malam ini dengan rasa yang lebih pas. Bisa tolong dibuatkan yang lebih sedikit garam?”</p>
<p style="text-align: justify;">Pelayan: “Tentu, Pak. Kami akan segera menyiapkan ayam yang baru sesuai permintaan Anda. Kami pastikan kali ini bumbunya lebih seimbang. Mohon tunggu sekitar 10-15 menit, ya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pelanggan: “Baik, saya tunggu. Terima kasih atas respons cepatnya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pelayan: “Sama-sama, Pak. Kami ingin memastikan Anda mendapatkan pengalaman makan yang terbaik di sini.”</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 14pt;">29. Contoh Teks Negosiasi tentang Penyewaan Rumah</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Penyewa: “Saya sangat tertarik dengan rumah ini. Lokasinya strategis, dekat dengan kantor saya, dan suasananya juga cukup nyaman. Berapa harga sewanya per bulan?”</p>
<p style="text-align: justify;">Pemilik: “Sewanya Rp3.500.000 per bulan, sudah termasuk biaya keamanan dan kebersihan lingkungan. Lingkungan di sini cukup tenang dan aksesnya juga mudah ke berbagai fasilitas umum seperti minimarket dan pusat perbelanjaan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Penyewa: “Hmm, harga yang cukup masuk akal untuk rumah di lokasi ini. Saya memang berencana menyewa dalam jangka panjang, mungkin selama satu tahun penuh. Jika saya langsung membayar untuk satu tahun di muka, apakah ada kemungkinan mendapatkan potongan harga?”</p>
<p style="text-align: justify;">Pemilik: “Kalau Anda membayar langsung untuk satu tahun penuh, saya bisa memberikan harga Rp3.300.000 per bulan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen jangka panjang Anda.”</p>
<p style="text-align: justify;">Penyewa: “Saya sangat suka rumah ini, dan saya juga akan menjaga serta merawatnya dengan baik. Bagaimana kalau kita sepakati harga Rp3.200.000 per bulan? Saya pastikan rumah tetap dalam kondisi baik selama saya tinggal di sini.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pemilik: “Baiklah, saya setuju menurunkan harga menjadi Rp3.200.000 per bulan, tetapi ada satu syarat. Semua biaya perawatan seperti servis AC, pompa air, dan perbaikan kecil lainnya tetap menjadi tanggungan Anda sebagai penyewa. Bagaimana?”</p>
<p style="text-align: justify;">Penyewa: “Itu terdengar adil bagi saya. Saya setuju dengan syarat tersebut.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pemilik: “Baik, kalau begitu kita lanjutkan dengan pembuatan kontrak. Saya akan menyiapkan dokumennya, dan kita bisa bertemu lagi untuk tanda tangan dalam beberapa hari ke depan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Penyewa: “Terima kasih, saya akan siapkan pembayaran awal dan dokumen yang diperlukan. Saya tidak sabar untuk segera pindah ke rumah ini!”</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">30. Contoh Teks Negosiasi tentang Memilih Sekolah</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Anak: “Ayah, aku pengen masuk ke sekolah internasional di Jakarta.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: “Hmm, itu ide yang bagus. Tapi, Dek, sekolah internasional pasti memiliki biaya yang lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah lokal di sini.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak: “Iya sih, Pa. tapi aku pengen dapet pendidikan yang lebih baik dan belajar bahasa Inggris dengan lebih baik.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: “Ayah juga ingin memberikan yang terbaik buat Adek, tapi kita juga harus mempertimbangkan kondisi keuangan keluarga.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak: “Aku mengerti, Ayah. Aku juga sudah mencari informasi dan ternyata ada beasiswa yang bisa aku dapatkan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: “Wah, bagus! Coba dong kamu jelasin tentang beasiswanya gimana.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak: “Ini informasinya, Yah. Aku bisa mencoba untuk mendaftar dan memenuhi persyaratan untuk mendapatkan beasiswa.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: “Terima kasih sudah mencari informasi ini, Nak. Namun, selain biaya, kita juga harus mempertimbangkan jarak dari rumah kita ke sekolah internasional tersebut.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak: “Aku juga sudah mencari informasi tentang transportasi, Yah. Nanti aku bisa naik bus sekolah yang akan mengantar dan menjemput setiap hari.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: “Baiklah, kalau begitu Ayah bersedia untuk mempertimbangkan pilihan sekolah internasional tersebut. Namun, kita juga harus mencari informasi tentang sekolah lokal di sini untuk membandingkan kualitas pendidikan dan biaya yang dibutuhkan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Anak: “Aku setuju, Ayah. Kita harus mempertimbangkan semua faktor dengan baik dan membuat keputusan yang terbaik untuk masa depan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ayah: “Benar, Dek. Kita akan mencari informasi dengan lebih teliti dan membicarakan hal ini lagi nanti. Terima kasih sudah membicarakan hal ini dengan baik bersama Ayah.”</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">31. Contoh Teks Negosiasi tentang Memilih Tempat Makan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Ani: “Kamu pengen makan di mana, Ina. Mau warteg kaya biasanya atau cari yang mahalan dikit?”</p>
<p style="text-align: justify;">Ina: “Abis gajian nih, <em>skuy </em>lah makan enak.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ani: “Yaudah oke setuju!”</p>
<p style="text-align: justify;">Ina: “Hmm tapi aku bingung mau makan di mana. Kamu punya saran?”</p>
<p style="text-align: justify;">Ani: “Gimana kalau di restoran Italia yang baru buka dekat sini? Aku dengar makanannya enak.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ina: “Hmm, itu terdengar menarik. Tapi nih ya, aku juga pengen nyobain restoran Jepang yang pernah direkomendasikan oleh teman-teman.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ani: “Baiklah, itu juga ide yang bagus. Tapi, restoran Jepangnya agak jauh dari sini dan aku takut kita kesulitan mencari tempat parkir.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ina: “Emang kamu udah coba reservasi untuk restoran Italia tadi?”</p>
<p style="text-align: justify;">Ani: “Belum, aku coba sekarang, ya. Tapi mungkin kita perlu pergi lebih awal untuk menghindari antrian panjang.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ina: “Baiklah, itu tidak masalah. Kalau ternyata restoran Italianya penuh, mungkin kita bisa mencoba restoran Jepang yang terdekat saja.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ani: “Sepakat, itu ide yang bagus. Eh, tapi kita juga harus mempertimbangkan <em>budget</em> kita untuk makan malam hari ini.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ina: “Aku udah siapin <em>budget</em> yang cukup untuk makan malam hari ini. Nanti kalau restorannya terlalu mahal, kita bisa mencari restoran alternatif.”</p>
<p style="text-align: justify;">Ani: “Sudah kita tentukan, jadi kita akan mencoba restoran Italia dan jika ternyata penuh, kita bisa mencari restoran Jepang terdekat. Gimana menurutmu?”</p>
<p style="text-align: justify;">Ina: “Oke setuju. Mari kita segera mencoba reservasi untuk restoran Italia dan siap-siap pergi.”</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">32. Contoh Teks Negosiasi tentang Perayaan Ulang Tahun</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Bela: “Mama, sebentar lagi aku ulang tahun. Boleh <em>nggak</em> aku merayakannya di kebun binatang?”</p>
<p style="text-align: justify;">Mama: “Hmm, itu terdengar seperti ide yang menyenangkan. Namun, kebun binatang seringkali ramai dan berisik. Apa kamu yakin ingin merayakan ulang tahunmu di sana?”</p>
<p style="text-align: justify;">Bela: “Ya, mama. Aku pengen banget mengadakan pesta ulang tahunku di kebun binatang. Aku juga ingin mengajak teman-temanku melihat hewan-hewan yang lucu di sana.”</p>
<p style="text-align: justify;">Mama: “Tapi mama agak khawatir kalau mengganggu binatang di sana.”</p>
<p style="text-align: justify;">Bela: “Aku janji nggak akan ganggu, Ma. Acaranya kecil-kecilan aja.”</p>
<p style="text-align: justify;">Mama: “Baiklah, tetapi kita harus memperhatikan beberapa hal. Pertama, kita perlu memastikan bahwa kita sudah melakukan reservasi terlebih dahulu. Kedua, kita harus membawa makanan dan minuman yang cukup untuk seluruh tamu kita.”</p>
<p style="text-align: justify;">Bela: “Tentu, mama. Aku sudah memikirkannya. Aku akan bertanggung jawab untuk membuat reservasi dan menyediakan makanan dan minuman untuk semua tamu.”</p>
<p style="text-align: justify;">Mama: “Selain itu, kita juga harus memastikan bahwa tamu kita tahu persis tempat bertemu dan waktu yang tepat. Bagaimana kalau kamu membuat undangan resmi untuk mengirimkan kepada semua temanmu?”</p>
<p style="text-align: justify;">Bela: “Boleh ide itu, mama. Aku akan segera membuat undangan resmi untuk mengirimkan kepada teman-temanku.”</p>
<p style="text-align: justify;">Mama: “Jadi, kamu yakin ingin merayakan ulang tahunmu di kebun binatang, Bela?”</p>
<p style="text-align: justify;">Bela: “Ya, mama. Aku sangat yakin dan bersemangat untuk merayakan ulang tahunku di sana.”</p>
<p style="text-align: justify;">Mama: “Baiklah, kamu bisa melakukannya. Aku akan membantumu mempersiapkan semuanya dan pastikan semuanya berjalan dengan lancar.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-contoh-teks-anekdot">Pengertian Teks Anekdot, Struktur, Kebahasaan & Contoh</a></strong></p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="color: #434343; font-size: 14pt;">33. Contoh Teks Negosiasi dalam Bentuk Narasi</span></h2>
<p style="text-align: center;"><strong>HP Baru</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Perihal HP barunya itu, sesungguhnya sudah lama Rani menginginkannya. Beberapa kali ia membujuk ayahnya agar dibelikan HP. Gagal meminta langsung pada ayahnya, Rani pun minta bantuan ibunya. Namun, tetap saja usaha Rani gagal.</p>
<p style="text-align: justify;">Minggu lalu, Rani benar-benar berusaha meyakinkan ayahnya betapa ia sangat membutuhkan HP.</p>
<p style="text-align: justify;">“Yah, Rani benar-benar perlu HP. Belikan, ya, Yah?” tanya Rani pada ayahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ayah belum punya cukup uang untuk membeli HP, Ran. Lagipula ‘kan sudah ada telepon rumah,” kata ayah sambil meletakkan koran ke atas meja.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tapi, Yah … semua teman Rani punya HP. Mereka dapat dengan mudah menelepon orang tuanya saat terpaksa pulang telat.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Lah, kalau begitu kamu jangan pulang telat,” kata Ayah lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Rani hampir saja menangis.</p>
<p style="text-align: justify;">“Tak hanya itu, Yah … Rani iri sama teman-teman Rani yang dapat dengan mudah mengunduh materi pembelajaran, mengirim tugas, bahkan berdiskusi untuk mengerjakan tugas-tugas tanpa harus keluar rumah,” kata Rani dengan kalimat yang runtut dan jelas. Kalimat yang sudah beberapa hari ia rancang untuk merayu ayahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar penjelasan Rani, Ayah melepas kacamatanya dan menatap Rani dengan lembut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Sebegitu pentingkah HP itu bagimu, Nak?”</p>
<p style="text-align: justify;">Rani hampir saja melonjak kegirangan mendengar reaksi ayahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">“Iya, Yah. Apalagi guru-guru sering menugaskan kami untuk mengirim tugas ke grup Facebook atau mengunggah tugas di <em>blog</em>. Kalau Rani punya HP <em>kan </em>enak, bisa buat diskusi bareng teman-teman sekaligus dapat mengakses internet melalui HP.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Hm … Ayah akan membelikan HP untuk Rani, asal …, ” Ayah seakan sengaja menggoda Rani.</p>
<p style="text-align: justify;">“Asal apa, Yah?” tanya Rani tak sabar.</p>
<p style="text-align: justify;">“Asal Rani rajin belajar dan berjanji akan menggunakan HP itu untuk hal-hal yang positif.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Rani janji, Yah. Makasih, ya, Ayah,” janji Rani sambil memeluk ayahnya.</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">34. Contoh Teks Negosiasi Bentuk Narasi Bertema Konser </span></h2>
<p style="text-align: justify;">Suatu pagi, Adi melihat pengumuman tentang konser idola musiknya yang akan digelar dalam beberapa bulan ke depan. Adi merasa sangat senang memuncak, dan ia mulai menyusun strategi untuk meyakinkan orang tua agar memberikan izin dan memberikan uang untuk membeli tiket konser tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">“Mam, Pap, tahu nggak, grup band favoritku akan konser di kota ini bulan depan! Aku bener-bener pengen banget ikut. Boleh <em>dong</em>, Mam, Pap?” Adi membuka percakapan dengan penuh semangat.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, ayah dan ibu Adi segera merespon dengan senyum dan tatapan serius. Mereka tahu bahwa tiket konser dan segala biaya yang terkait bukanlah hal yang murah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Adi, kita mengerti keinginanmu, tapi kamu tahu sendiri kalau itu memerlukan biaya yang cukup besar. Bagaimana kita bisa memastikan bahwa itu adalah pengalaman yang berharga dan bernilai positif?” tanya ibu Adi.</p>
<p style="text-align: justify;">Adi, tanpa menyerah, mulai memberikan argumen-argumen yang terpikirkan dengan matang. “Mam, Pap, ini konser grup band yang langka, dan pengalaman ini bisa memberikan inspirasi besar bagiku. Selain itu, aku berjanji untuk tetap fokus pada pelajaran dan tugas sekolah selama persiapan dan setelah konser selesai.”</p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar argumen Adi, ayah dan ibu mulai tertarik. Mereka mengajukan beberapa pertanyaan tentang rincian konser, seperti jadwal, lokasi, dan rencana Adi selama di sana.</p>
<p style="text-align: justify;">Adi dengan penuh semangat menjelaskan, “Aku sudah melakukan riset. Konser ini pada akhir pekan, jadi tidak akan mengganggu kegiatan sekolah. Aku juga akan berangkat dan pulang bersama teman-teman, jadi tidak perlu khawatir soal transportasi.”</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat kesiapan dan komitmen Adi, akhirnya, ayah dan ibu memberikan persetujuan mereka dengan syarat-syarat tertentu. “Baiklah, Adi. Kami setuju memberikan izin, tapi kamu harus memastikan semua tugas sekolahmu selesai sebelum berangkat. Jangan lupakan janji baik-baikmu itu, ya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Adi melompat kegirangan dan segera berjanji mematuhi semua syarat tersebut. Pembicaraan ini tidak hanya meraih izin untuk pergi ke konser, tetapi juga mengajarkan Adi tentang tanggung jawab dan pentingnya meyakinkan orang lain dengan argumen yang matang.</p>
<p> </p>
<h2 style="font-size: 16px; text-align: justify;"><span style="font-size: 14pt;">35. Contoh Teks Negosiasi Bentuk Narasi di Pengadilan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari di ruang sidang, terdengar langkah kaki dan suara ribut pembicaraan. Ruangan pengadilan yang penuh dengan aura ketegangan seketika menjadi saksi dari negosiasi yang tengah berlangsung antara dua pihak yang bersengketa, yaitu PT. Harapan Jaya dan Bapak Yusuf, seorang karyawan yang telah di-PHK secara mendadak.</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Yusuf, dengan wajah serius, memulai pembicaraan, “Pak Hakim, pihak PT. Harapan Jaya telah mengambil keputusan untuk memberhentikan saya tanpa pemberitahuan sebelumnya. Saya telah bekerja dengan loyal selama 10 tahun dan merasa ini tidak adil.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pengacara dari PT. Harapan Jaya menjawab dengan tenang, “Kami memahami ketidaknyamanan yang Anda rasakan, Pak Yusuf. Namun, ini bukanlah keputusan yang diambil dengan sembrono. Perusahaan sedang mengalami kesulitan keuangan dan harus mengambil langkah-langkah sulit demi kelangsungan bisnis.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Yusuf mencoba meyakinkan, “Tapi, Pak, saya dan rekan-rekan saya yakin bahwa ada solusi lain yang bisa diambil. Mungkin penurunan gaji atau cuti tanpa gaji untuk sementara waktu?”</p>
<p style="text-align: justify;">Pengacara PT. Harapan Jaya merespon, “Kami mempertimbangkan opsi-opsi tersebut, tapi situasinya sangat mendesak. Kami berusaha meminimalkan dampak pada karyawan sebanyak mungkin, termasuk memberikan kompensasi berupa paket pesangon sesuai peraturan yang berlaku.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Yusuf tidak menyerah, “Saya mengerti kondisi perusahaan, tapi tolong pertimbangkan lagi opsi lain. Saya belum siap untuk kehilangan pekerjaan, terutama di tengah situasi sulit seperti ini.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pengacara berpikir sejenak dan kemudian berkata, “Kami akan membawa saran Anda ke manajemen dan melihat apakah ada opsi lain yang bisa dipertimbangkan. Namun, Anda juga harus memahami bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen perusahaan.”</p>
<p style="text-align: justify;">Pak Yusuf mengangguk, “Terima kasih, Pak. Saya bersedia untuk membicarakan lebih lanjut jika ada opsi lain yang bisa diambil. Saya hanya berharap dapat bekerja sama untuk menemukan solusi yang adil bagi kedua belah pihak.”</p>
<p style="text-align: justify;">Negosiasi di ruang sidang pun berlanjut, diharapkan dapat mencapai kesepakatan yang memuaskan kedua belah pihak tanpa harus melanjutkan ke proses pengadilan yang panjang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-dan-struktur-teks-diskusi">Teks Diskusi: Pengertian, Tujuan, Ciri, Struktur, Kebahasaan & Contoh</a></strong></p>
<p style="text-align: center;">—</p>
<p style="text-align: justify;">Oke, itulah kumpulan <strong>contoh teks negosiasi</strong> beserta jenis, struktur, dan dalam berbagai macam situasi di kehidupan sehari-hari. Semoga contoh teks di atas, dapat menjadi referensi kamu dalam membuat teks negosiasi, ya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, kalau kamu mau belajar teks negosiasi lebih lanjut dan melihat contoh-contohnya lebih banyak lagi dengan bantuan visual? Yuk, langsung buka <a href="/ruangbelajar" rel="noopener"><strong>ruangbelajar</strong></a>!</p>
<p><a href="https://app.ruangguru.com/ruangbelajar/"><img decoding="async" class="aligncenter size-medium" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/a2dbab8e-e903-4b70-ae04-39ff5807647e.jpg" alt="CTA ruangbelajar" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Referensi:</strong></p>
<p style="text-align: left;">Suherli, Maman Suryaman, Aji Septiaji, Istiqomah. (2016). <em>Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X</em>. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.</p>
</div>
<div class="content-meta-tags">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/bahasa-indonesia-x" rel="tag">Bahasa Indonesia X</a> <a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/kelas-10" rel="tag">Kelas 10</a> <a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/konsep-pelajaran" rel="tag">Konsep Pelajaran</a> <a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/sma" rel="tag">SMA</a> </div>
</div>
<div class="author-post">
<img loading="lazy" class="author-avatar" width="64px" height="64px" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/3d54880f-0d74-4691-bb3e-4e0acaf3bd1d.png" alt="">
<div>
<h5 class="author-title">Shabrina Alfari</h5>
<p class="author-description">Content Writer and Content Performance at Ruangguru. Hope my writing finds you well and help you learn a thing or two! :D</p>
</div>
</div> <div class="share-post">
<p>Bagikan artikel ini:</p>
<ul class="socmed">
<li>
<a target="_blank" href="https://api.whatsapp.com/send?phone=&text=35 Contoh Teks Negosiasi Singkat Beserta Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 10%0D%0A%0D%0Ahttps://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-negosiasi"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/whatsapp.png" loading="lazy" alt="Logo Whatsapp " /></a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/share.php?u=https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-negosiasi&quote=35 Contoh Teks Negosiasi Singkat Beserta Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 10"> <img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook " /> </a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=35 Contoh Teks Negosiasi Singkat Beserta Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 10&url=https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-negosiasi"> <img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading="lazy" alt="Logo Twitter " /> </a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&url=https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-negosiasi&title=35 Contoh Teks Negosiasi Singkat Beserta Strukturnya | Bahasa Indonesia Kelas 10"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading="lazy" alt="Logo LinkedIn " /></a>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="col-md-4 sticky">
<aside id="sidebar">
<div class="side-banner-desktop">
</div>
<div class="glider-navigation desktop">
<div role="tablist" class="dots" id="side-banner-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="side-banner-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="side-banner-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
<h2 style="font-size: 24px; font-weight: bold; margin-bottom: 16px;margin-top: 16px;">Artikel Terbaru</h2>
<ul>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/pergerakan-nasional-indonesia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png" alt="Pergerakan Nasional" class="external-img wp-post-image " /> <span>Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya | Sejarah Kelas 11</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/runtuhnya-uni-soviet">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png" alt="Runtuhnya Uni Soviet" class="external-img wp-post-image " /> <span>Sejarah Runtuhnya Uni Soviet, Penyebab, dan Dampaknya | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/konflik-palestina-israel">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png" class="external-img wp-post-image " /> <span>Latar Belakang Terjadinya Konflik Palestina dengan Israel | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/9-lembaga-dan-pelaku-pasar-modal-di-indonesia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/279825ac-672b-43f9-b66e-a1c7ec87f784.png" alt="Pelaku Pasar Modal di Indonesia" class="external-img wp-post-image " /> <span>9 Lembaga dan Pelaku Pasar Modal di Indonesia | Ekonomi Kelas 10</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/peristiwa-kontemporer-dunia-perpecahan-cekoslovakia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/2a1a35c0-f1f5-45d4-8869-ff5083bd90e5.png" alt="Perpecahan Cekoslowakia" class="external-img wp-post-image " /> <span>Latar Belakang Perpecahan Cekoslowakia dan Penyebabnya | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
</ul>
</aside>
</div>
</div>
<div class="row">
<div class="col-12">
<section class="related-posts">
<h2 class="page-title">
Artikel Lainnya
</h2>
<div class="content-grid">
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/pergerakan-nasional-indonesia">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya | Sejarah Kelas 11 </h2>
<div class="content-meta">
<span>March 6, 2026</span> <span>• 8 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/runtuhnya-uni-soviet">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Sejarah Runtuhnya Uni Soviet, Penyebab, dan Dampaknya | Sejarah Kelas 12 </h2>
<div class="content-meta">
<span></span> <span>• 11 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/konflik-palestina-israel">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Latar Belakang Terjadinya Konflik Palestina dengan Israel | Sejarah Kelas 12 </h2>
<div class="content-meta">
<span>March 5, 2026</span> <span>• 5 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
</div>
</section> </div>
</div>
<div class="banner-product-wrapper">
<a href="https://cta.ruangguru.com/7c02db90-610d-11ee-80fe-4201ac180089" target="_blank" class="alert alert-dismissible fade show banner-product" role="alert">
<button type="button" class="btn-close" data-bs-dismiss="alert" aria-label="Close"></button>
<!-- <p>Yuk pilih kelas dan materi belajar kamu di sini</p>
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/0e292531-9ee1-4eed-92f5-b5c053eea4c2.svg" width="42px" height="42px" class="arrow-right"> -->
<img class="image-floating-bottom" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/d19eb9b6-999d-4b92-87c6-c4fb32000d73.png?convert=web" />
</a>
</div>
</div>
</div>
<script>
function sleep(ms) {
return new Promise((resolve) => setTimeout(resolve, ms));
}
async function replaceCtaMarkupAsync() {
await sleep(2000);
alert("replace")
const contentBody = document.querySelector('.content-body');
const paragraphs = contentBody.querySelectorAll('p');
const regexPattern = /{{cta\(['"](.+?)['"]\)}}/g;
paragraphs.forEach((paragraph) => {
const originalHTML = paragraph.innerHTML;
let modifiedHTML = '';
let lastIndex = 0;
for (const match of originalHTML.matchAll(regexPattern)) {
const ctaId = match[1];
modifiedHTML += originalHTML.slice(lastIndex, match.index) + `<b>${ctaId}</b>`;
lastIndex = match.index + match[0].length;
}
modifiedHTML += originalHTML.slice(lastIndex);
paragraph.innerHTML = modifiedHTML;
});
document.addEventListener("DOMContentLoaded", () => {
replaceCtaMarkupAsync();
});
}
</script>
<div class="modal fade" id="popupPromo" tabindex="-1" aria-labelledby="popupPromoLabel" aria-hidden="true">
<div class="modal-dialog modal-dialog-centered" data-bs-backdrop="static" data-bs-keyboard="false">
<div class="modal-content">
<div class="button-wrapper">
<button type="button" class="btn-close" data-bs-dismiss="modal" aria-label="Close"></button>
</div>
<div class="glider-contain">
<div class="glider">
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/ab-web-pop-up-banner-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/4680961a-4e01-4169-8ff4-da0823d0da6c.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/e0ebb0c9-e368-4524-9241-dbaf73cafccd.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/rasionalisasi-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-blog-to-snbt-prem">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/e6888a56-1d95-4d8a-b87a-b19b8a185651.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/rgp-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/cbe7b869-fbe2-4497-8a1e-42344df5b137.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/kitab-tka-smp-popup-blog">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/eb41ad00-e4dc-46f5-b9f6-721266fc371e.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/f7908ac1-3b0b-492c-bf87-dcea2b20b87c.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-rg-kitablitetkasmp">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/50097055-1862-46a8-bbe0-fa5b077f88bb.png" />
</a>
</div>
<div class="glider-navigation">
<div role="tablist" class="dots" id="popup-promo-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="popup-promo-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="popup-promo-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<script>
var jsonString = '[{"CreatedAt":"2025-07-25 01:01:27+00:00","Id":696,"UpdatedAt":"2026-02-25 02:12:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":31467,"ctaId":"ab-web-pop-up-banner-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/ab-web-pop-up-banner-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b9b5f501-be14-4e3f-9ad8-a87e17ec16e9.png","name":"[AB] Web Pop Up Banner - Blog RG","targetUrl":"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/?utm-source=ab-web-pop-up-banner-blog-rg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/4680961a-4e01-4169-8ff4-da0823d0da6c.png","name":"[RG] Popup Banner Blog - Promo SNBT Ramadan","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":1,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-07-25 01:01:27+00:00","Id":705,"UpdatedAt":"2026-02-23 10:52:46+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33341,"ctaId":"ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f30c4943-4456-4a96-858b-fe065c9073ae.png","name":"[AB] Web Pop Up Banner - Blog RG 1","targetUrl":"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/?utm-source=ab-web-pop-up-banner-blog-rg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e0ebb0c9-e368-4524-9241-dbaf73cafccd.png","name":"[RG] Popup Banner Blog - Promo TKA Ramadan","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":2,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":657,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:10+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33189,"ctaId":"rasionalisasi-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/rasionalisasi-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png","name":"[RG] Pop Up Blog - Rasionalisasi","targetUrl":"https:\/\/www.ruangguru.com\/rasionalisasi"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Rasionalisasi","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":3,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-12-07 09:26:39+00:00","Id":677,"UpdatedAt":"2026-02-12 02:22:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33305,"ctaId":"to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg","name":"[IDN] CTA Popup Blog RG - Tryout SNBT Regular 2026","targetUrl":"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/TOUTBKREG7"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg","name":"[RG] Popup Blog RG - Tryout Regular 2026","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":4,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2026-02-05 10:16:52+00:00","Id":689,"UpdatedAt":"2026-03-05 02:41:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33338,"ctaId":"pop-blog-to-snbt-prem","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-blog-to-snbt-prem)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg","name":"[RG] Popup Blog - TO SNBT Prem","targetUrl":"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/TOUTBKPREM"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg","name":"[RG] Pop blog - TO SNBT Prem","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":5,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-12-07 09:26:39+00:00","Id":679,"UpdatedAt":"2026-03-04 03:44:16+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33304,"ctaId":"to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1bf472e1-62f4-4aa9-ab8c-4fa72a82dd7b.png","name":"[RG] Pop Up Blog RG - TO Premium TKA SD SMP","targetUrl":"https:\/\/s.id\/TOTKAPREMSDSMP"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/e6888a56-1d95-4d8a-b87a-b19b8a185651.png","name":"[RG] Popup Blog RG - TO TKA Premium SD SMP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":6,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-08-25 04:25:04+00:00","Id":672,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:17+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33285,"ctaId":"rgp-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/rgp-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png","name":"[RG] Pop Up Blog - RGP","targetUrl":"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png","name":"[RG] Pop Up Blog - RGP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":7,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":379,"UpdatedAt":"2026-03-06 01:54:52+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":31356,"ctaId":"25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f60bc49c-c00f-4a5e-80a2-2552fa18ae21.jpg","name":"CTA Blog RG - Kitab UTBK SNBT","targetUrl":"https:\/\/bit.ly\/orderkitabrg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/cbe7b869-fbe2-4497-8a1e-42344df5b137.jpg","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Kitab UTBK SNBT","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":8,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":587,"UpdatedAt":"2026-03-06 01:55:00+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33020,"ctaId":"kitab-tka-smp-popup-blog","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/kitab-tka-smp-popup-blog)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9ea9eca7-9ef7-433c-baad-14bc1019f890.jpg","name":"[RG] Pop up blog - Kitab TKA SMP","targetUrl":"https:\/\/bit.ly\/kitabtkasmprg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/eb41ad00-e4dc-46f5-b9f6-721266fc371e.jpg","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Kitab TKA SMP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":9,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-11-12 10:28:45+00:00","Id":636,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:20+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33149,"ctaId":"pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8d6f8639-cfff-4d64-89ea-f68bfe7a868c.png","name":"[RG] Pop blog - Kitab utbk snbt lite","targetUrl":"https:\/\/s.id\/litesnbt26"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f7908ac1-3b0b-492c-bf87-dcea2b20b87c.png","name":"[RG] Pop blog - Kitab utbk snbt lite","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":10,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-11-14 08:09:42+00:00","Id":647,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:21+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33160,"ctaId":"pop-rg-kitablitetkasmp","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-rg-kitablitetkasmp)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/20edba9b-ef84-4938-b698-4a82783478a5.png","name":"[RG] Pop blog - kitab lite tka smp","targetUrl":"https:\/\/s.id\/litetkasmp26"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/50097055-1862-46a8-bbe0-fa5b077f88bb.png","name":"[RG] Pop blog - kitab lite tka smp","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":11,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"}]';
var jsArray = JSON.parse(jsonString);
console.log(jsArray);
</script>
<script>
let windowHeight = window.innerHeight;
let promosLength = 11;
document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() {
// Initialize Bootstrap Modal
let popupPromo = new bootstrap.Modal(document.getElementById('popupPromo'), {});
// Initialize Glider.js inside the Bootstrap Modal
function initGliderInModal() {
new Glider(document.querySelector('#popupPromo .glider'), {
slidesToScroll: 1,
slidesToShow: 1,
draggable: true,
dots: '#popup-promo-dots',
arrows: {
prev: '#popup-promo-prev',
next: '#popup-promo-next'
}
});
}
// Show Bootstrap Modal and initialize Glider.js after a specified scroll amount
const scrollThreshold = 2 / 3 * windowHeight; // The scroll amount in pixels to trigger the Modal
let gliderInitialized = false;
window.addEventListener('scroll', function() {
if (window.scrollY >= scrollThreshold && !gliderInitialized && promosLength > 0) {
popupPromo.show();
// Listen for the 'shown' event to initialize Glider.js after the Modal has been fully displayed
$('#popupPromo').on('shown.bs.modal', function() {
initGliderInModal();
gliderInitialized = true;
// Optionally, remove the 'shown' event listener after initializing the Glider to avoid re-initializing
$('#popupPromo').off('shown.bs.modal');
});
// Remove the scroll event listener after the Modal is shown to avoid re-initializing the Glider
this.removeEventListener('scroll', arguments.callee);
}
});
});
</script>
<script src="https://unpkg.com/analytics@0.8.1/dist/analytics.min.js"></script>
<script type="text/javascript" src="https://unpkg.com/analytics-plugin-trackable-min@0.4.5/dist/analytics-plugin-trackable.min.js"></script>
<script type="text/javascript" defer>
/* Initialize analytics */
var Analytics = window._analytics.init({
app: "ruangguruLanding",
debug: false,
plugins: [analyticsTrackable()],
});
/* Additional context tracker pageView */
const post_id = 487;
const tags_id = [97,52,10,37];
const category_id = 477;
const sub_category_id = 484;
const customData = {
tags_id: tags_id,
category_id: category_id,
sub_category_id: sub_category_id,
post_id: post_id,
};
Analytics.plugins.trackable.context(JSON.stringify(customData));
Analytics.ready(function () {
Analytics.page();
});
$(document).on('click', '[data-tracking-event-type]', function (event) {
const eventType = $(this).data('tracking-event-type');
const context = $(this).data('tracking-context');
Analytics.track(eventType, context);
});
</script>
<footer class="footer">
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-lg-3">
<div class="office">
<a href="https://www.ruangguru.com/">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/RG_LOGO_WHITE.png?convert=auto" alt="Logo Ruangguru" loading="lazy" />
</a>
<address>
<p class="hq">RUANGGURU HQ</p>
<p>
Gedung Sinarmas MSIG Tower Lt. 33. Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta 12920
</p>
</address>
</div>
<nav class="footer-menu call-us">
<p class="title">Hubungi Kami</p>
<address>
<a href="mailto:info@ruangguru.com">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/4739a139-8f09-42ea-b517-d842c5d1c28d.png" loading="lazy" alt="Logo Email Footer" />
info@ruangguru.com</a>
<a href="tel:02130930000">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/6f4bb6c8-52c9-4acb-859b-47a10a7eec75.png" loading="lazy" alt="Logo Phone Footer" />(021) 3093 0000</a>
<a href="https://wa.me/6281574410000">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/4b58468a-b2f9-40e4-867f-d3242a065dcf.png" loading="lazy" alt="Logo Whatsapp Footer" />0815 7441 0000</a>
</address>
</nav>
<nav class="footer-menu social d-none d-lg-block">
<p class="title">Ikuti Kami</p>
<a target="_blank" href="https://www.instagram.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png" loading="lazy" alt="Logo Instagram Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/ruanggurucom/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading=" lazy" alt="Logo Twitter Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.youtube.com/ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png" loading=" lazy" alt="Logo Youtube Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/company/ruangguru-com">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading=" lazy" alt="Logo LinkedIn Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.tiktok.com/@ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png" loading=" lazy" alt="Logo TikTok Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
</nav>
</div>
<div class="col-lg-9">
<div class="row">
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Produk Ruangguru</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://roboguru.ruangguru.com" target="_blank">Roboguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/roboguruplus">Roboguru Plus</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/dafa-lulu">Dafa dan Lulu</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/for-kids/kursus">Kursus for Kids</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/for-kids">Ruangguru for Kids</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bisnis">Ruangguru for Business</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruanguji">Ruanguji</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/blog">Ruangbaca</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruangkelas">Ruangkelas</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruangbelajar">Ruangbelajar</a></li>
<li><a href="https://pengajar.ruangguru.com/">Ruangpengajar</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/privat">Ruangguru Privat</a></li>
<li><a href="https://www.ruangpeduli.org/" target="_blank">Ruangpeduli</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Bantuan & Panduan</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://www.ruangguru.com/company-credentials">Company Credentials</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/beasiswa">Beasiswa Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/cicilan">Cicilan Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/promo">Promo Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://ticketing.ruangguru.com/help?request_type_id=459" target="_blank">Vulnerability Report</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bantuan#layanan">Layanan Pengaduan</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/terms-conditions">Syarat & Ketentuan</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/privacy-policy">Kebijakan Privasi</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/about-us">Tentang Kami</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/contact-us">Kontak Kami</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/press">Press Kit</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bantuan">Bantuan</a></li>
<li><a href="https://career.ruangguru.com/">Karier</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Produk Lainnya</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://www.brainacademy.id/" target="_blank">Brain Academy</a></li>
<li><a href="https://www.english-academy.id/" target="_blank">English Academy</a></li>
<li><a href="https://skillacademy.com/" target="_blank">Skill Academy</a></li>
<li><a href="https://www.ruangkerja.id/" target="_blank">Ruangkerja</a></li>
<li><a href="https://www.schoters.com/id/" target="_blank">Schoters</a></li>
<li><a href="https://www.kalananti.id/" target="_blank">Kalananti</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title"> Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru</p>
<div class="download-list">
<ul>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://apps.apple.com/id/app/ruangguru-solusi-belajar/id1099742206?l=id">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/appstore.png" loading="lazy" alt="Button App Store Footer " />
</a>
</li>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ruangguru.livestudents&hl=in">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/googleplay.png" loading="lazy" alt="Button Google Play Footer " />
</a>
</li>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://appgallery.huawei.com/#/app/C102352375">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/huawei.png" loading="lazy" alt="Button AppGallery Footer " />
</a>
</li>
</ul>
</div>
</nav>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="d-lg-none text-center">
<nav class="footer-menu social">
<p class="title">Ikuti Kami</p>
<a target="_blank" href="https://www.instagram.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png" loading="lazy" alt="Logo Instagram Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/ruanggurucom/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading=" lazy" alt="Logo Twitter Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.youtube.com/ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png" loading=" lazy" alt="Logo Youtube Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/company/ruangguru-com">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading=" lazy" alt="Logo LinkedIn Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.tiktok.com/@ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png" loading=" lazy" alt="Logo TikTok Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
</nav>
</div>
<p class="footer-copyright">
© 2026 All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia
</p>
</div>
<style>
.bantuan-container {
position: relative;
}
.bantuan-element {
position: fixed;
z-index: 999;
display: flex;
align-items: flex-end;
justify-content: flex-end;
cursor: pointer;
transition: all 0.6s ease;
}
.bantuan-top {
bottom: 11rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom {
bottom: 2rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-top-2 {
bottom: 15rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-top-3 {
bottom: 19rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom-2 {
bottom: 5rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom-3 {
bottom: 8rem;
right: 2rem;
}
@media (min-width: 768px) {
.bantuan-element img {
width: auto;
transition: all 0.4s ease;
}
.bantuan-top img {
width: 140px;
}
.bantuan-bottom img {
width: 140px;
}
.bantuan-top-2 img,
.bantuan-top-3 img {
width: 140px;
}
.bantuan-bottom-2 img,
.bantuan-bottom-3 img {
width: 140px;
}
.bantuan-element.clicked {
bottom: 9rem;
right: 2.5rem;
}
.bantuan-element.clicked img {
width: auto;
height: 64px;
}
}
@media (max-width: 767px) {
.bantuan-top {
bottom: 8rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom {
bottom: 2rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-top-2 {
bottom: 12rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-top-3 {
bottom: 16rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom-2 {
bottom: 5rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom-3 {
bottom: 8rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-element img {
width: auto;
}
.bantuan-top img,
.bantuan-top-2 img,
.bantuan-top-3 img {
width: 96px;
}
.bantuan-bottom img,
.bantuan-bottom-2 img,
.bantuan-bottom-3 img {
width: 96px;
}
}
.bantuan-element:hover {
transform: scale(1.05);
}
.bantuan-element img {
max-width: 100%;
height: auto;
}
</style>
<div id="bantuan-divs-container" style="position: relative" data-product="ruangguru" data-table="rg_floating_icon"></div>
<script>
class FloatingDivsComponent {
constructor(product = 'ruangguru', table = 'rg_floating_icon') {
this.container = document.getElementById('bantuan-divs-container');
this.floatingElements = [];
this.product = product;
this.table = table;
// Configuration
this.config = {
baseApiUrl: 'https://gw.ruangguru.com/api/v3/rdb/p_ddgy8hjx5dxsqx/rg_banner/views/',
apiKey: 'vLyK3dJrDBRmOwueX2OJXibMkgsUbBk0WS4ua2p1',
maxElements: 2,
zIndexBase: 100,
};
// Build dynamic API URL based on table parameter
this.config.apiUrl = this.buildApiUrl();
this.init();
}
buildApiUrl() {
const baseUrl = this.config.baseApiUrl;
const tableName = this.table || 'rg_floating_icon';
const queryParams =
'offset=0&limit=99999&sort=rankPosition&where=(type,eq,floating)~and(showIn,anyof,blog)~and(hide,is,false)~and(product,eq,' +
this.product +
')&nested%5Bcta%5D%5Bfields%5D=Id,name,ctaId,imageUrl,ctaLink,targetUrl';
return `${baseUrl}${tableName}?${queryParams}`;
}
async init() {
try {
await this.fetchFloatingElements();
this.renderFloatingElements();
} catch (error) {
console.error('Failed to initialize floating divs component:', error);
}
}
async fetchFloatingElements() {
try {
const options = {
method: 'GET',
headers: {
'xc-token': this.config.apiKey || 'vLyK3dJrDBRmOwueX2OJXibMkgsUbBk0WS4ua2p1',
},
};
const urlNoco = this.config.apiUrl;
const response = await fetch(urlNoco, options);
if (!response.ok) {
throw new Error(`HTTP error! status: ${response.status}`);
}
const data = await response.json();
this.floatingElements = this.processApiResponse(data);
} catch (error) {
console.error('Error fetching floating elements:', error);
throw error;
}
}
processApiResponse(data) {
if (!data || !data.list || !Array.isArray(data.list)) {
return [];
}
console.log(data.list);
// Ensure we only get maximum 2 elements
const limitedElements = data.list.slice(0, this.config.maxElements);
return limitedElements;
}
renderFloatingElements() {
if (!this.container || this.floatingElements.length === 0) {
return;
}
// Additional safeguard: ensure we never render more than maxElements
const elementsToRender = this.floatingElements.slice(0, this.config.maxElements);
// Clean up existing elements and their event listeners
this.cleanupExistingElements();
// Clear existing content
this.container.innerHTML = '';
elementsToRender.forEach((element, index) => {
const floatingDiv = this.createFloatingDiv(element, index);
this.container.appendChild(floatingDiv);
});
}
cleanupExistingElements() {
// Clear existing elements (no need for event listener cleanup with CSS approach)
const existingElements = this.container.querySelectorAll('[data-floating-element]');
existingElements.forEach(element => {
element.remove();
});
}
createFloatingDiv(element, index) {
const div = document.createElement('div');
const cta = element.cta[0]; // Use the first CTA
// Add data attribute for cleanup tracking
div.setAttribute('data-floating-element', 'true');
// Apply CSS classes based on rankPosition
const positionClass = this.getPositionClass(element.rankPosition, index);
div.className = `bantuan-element ${positionClass}`;
div.style.zIndex = this.config.zIndexBase + index;
// Create the link and image
const link = document.createElement('a');
link.href = 'https://cta.ruangguru.com/' + cta.ctaId || '#';
link.target = '_blank';
// Add tracking attributes
link.setAttribute('data-tracking-event-type', 'landing_page__core__item_click');
link.setAttribute(
'data-tracking-context',
JSON.stringify({
product_name: this.product,
cta_action: 'redirection',
cta_action_detail: link.href,
item_type: 'floating',
item_name: element.name || 'Floating element',
item_category: 'payment',
item_position: index,
item_serial: null,
section_type: 'floating_item',
section_position: 'body',
section_name: 'floating_item',
})
);
const img = document.createElement('img');
img.src = element.imageUrl + '?h=200&convert=webp';
img.alt = element.name || 'Floating element';
img.loading = 'lazy';
// Add click tracking
link.addEventListener('click', () => {
this.trackClick(element, cta);
});
link.appendChild(img);
div.appendChild(link);
return div;
}
getPositionClass(rankPosition, index) {
// Define positioning classes based on rankPosition
if (rankPosition === 1) {
return 'bantuan-top'; // Top position
} else if (rankPosition === 2) {
return 'bantuan-bottom'; // Bottom position
} else {
// For additional elements, distribute them evenly
return `bantuan-${index % 2 === 0 ? 'top' : 'bottom'}-${Math.floor(index / 2) + 1}`;
}
}
trackClick(element, cta) {
// Implement click tracking logic here
console.log('Floating element clicked:', {
elementId: element.Id,
elementName: cta.name,
ctaId: cta.ctaId,
targetUrl: cta.targetUrl,
});
}
// Public method to manually refresh
async refresh() {
try {
await this.fetchFloatingElements();
this.renderFloatingElements();
} catch (error) {
console.error('Failed to refresh floating elements:', error);
throw error;
}
}
// Public method to get current floating elements
getFloatingElements() {
return [...this.floatingElements];
}
}
// Initialize the component when DOM is ready
document.addEventListener('DOMContentLoaded', () => {
// Get product and table parameters from data attributes
const container = document.getElementById('bantuan-divs-container');
const product = container.getAttribute('data-product') || 'ruangguru';
const table = container.getAttribute('data-table') || 'rg_floating_icon';
new FloatingDivsComponent(product, table);
});
// Export for use in other modules if needed
if (typeof module !== 'undefined' && module.exports) {
module.exports = FloatingDivsComponent;
}
</script> <div id="wp-install-nudge" style="
position: fixed;
bottom: 0rem;
right: 0;
z-index: 999;
cursor: pointer;
"></div>
<script>
(function (w, d, s, o, f, js, fjs) {
w['Sales-Nudge-Widget'] = o; w[o] = w[o] || function () { (w[o].q = w[o].q || []).push(arguments) };
js = d.createElement(s), fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
js.id = o; js.src = f; js.async = 1; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(window, document, 'script', 'wpInstallNudge', 'https://cdn-web-2.ruangguru.com/sales-nudge/6198a95130/dist/widget.js'));
wpInstallNudge('init', { targetElementId: 'wp-install-nudge', clientTarget: 'ruangguru_blog' });
</script>
<script>
// note: disabled due to auto reload page
// var lastScrollTop = 0;
// $(window).scroll(function(event){
// var st = $(this).scrollTop();
// if (st > lastScrollTop){
// $('#wp-install-nudge').slideDown( "slow", function() {});
// } else {
// $('#wp-install-nudge').slideUp( "slow", function() {});
// }
// lastScrollTop = st;
// });
// $(document).ready(function () {
// $("#wp-install-nudge").hide();
// });
$('#wp-install-nudge').click(function(){
Analytics.track("promotion__install_nudge__click",
{
user_email: "ruangguru@blog.com",
cta_link: widgetData.dataConfig.target_link
}).catch((err) => {
console.log("tracker error", err);
});
});
</script>
</footer>
<div id="__next"></div>
<script type="speculationrules">
{"prefetch":[{"source":"document","where":{"and":[{"href_matches":"\/blog\/*"},{"not":{"href_matches":["\/blog\/wp-*.php","\/blog\/wp-admin\/*","\/blog\/wp-content\/uploads\/*","\/blog\/wp-content\/*","\/blog\/wp-content\/plugins\/*","\/blog\/wp-content\/themes\/ruangguru\/*","\/blog\/*\\?(.+)"]}},{"not":{"selector_matches":"a[rel~=\"nofollow\"]"}},{"not":{"selector_matches":".no-prefetch, .no-prefetch a"}}]},"eagerness":"conservative"}]}
</script>
<script>
async function getCtaDetails(ctaIds) {
const endpoint =
" https://gw.ruangguru.com/api/v3/rdb/p_ddgy8hjx5dxsqx/CTA/views/CTA?offset=0&limit=10&where=(ctaId,in," + ctaIds.toString() + ")";
try {
const response = await fetch(endpoint, {
headers: {
"xc-token": "-hG2nBDJzSj0agSgNtcJx97M4F02y54nUMoY6plJ",
},
});
const data = await response.json();
const ctaList = data?.list || [];
const ctaMap = new Map();
for (const ctaData of ctaList) {
ctaMap.set(ctaData.ctaId, ctaData);
}
return ctaMap;
} catch (error) {
console.error("Error fetching CTA details:", error);
return new Map();
}
}
async function replaceCTA() {
const regex = /{{cta\((‘(.*?)’|“(.*?)”)\)}}/g;
const bodyHTML = document.body.innerHTML;
const matches = Array.from(bodyHTML.matchAll(regex));
const ctaIds = matches.map((match) => {
let ctaId = match[2] ?? match[3];
return ctaId;
});
const ctaMap = await getCtaDetails(ctaIds);
const replacedHTML = bodyHTML.replace(regex, (match, _inner, ctaId1, ctaId2) => {
const ctaId = ctaId1 ?? ctaId2;
const ctaData = ctaMap.get(ctaId);
if (ctaData) {
return `<a href="https://cta.ruangguru.com/${ctaData.ctaId}" target="_${ctaData.targetType}" style="position:relative;display:inline-block;">
<img src="${ctaData.imageUrl}" loading="lazy" alt="${ctaData.altText}" />
</a>`;
} else {
return match;
}
});
document.body.innerHTML = replacedHTML;
}
</script>
<meta name="author" content="Ruangguru Tech Team">
<!-- Google Tag Manager (noscript) -->
<noscript><iframe src="https://www.googletagmanager.com/ns.html?id=GTM-PVNLZFT" height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"></iframe></noscript>
<!-- Tracker -->
<script type="text/javascript" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-page-web/public/staticpages/global-assets/js/cta.js"></script>
<script src="https://unpkg.com/@dotlottie/player-component@latest/dist/dotlottie-player.mjs" type="module"></script>
</body>
</html>