0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Apa itu pertumbuhan ekonomi? Yuk, kita bedah mengenai pertumbuhan ekonomi, rumus, beserta teori-teori ahli yang mendukungnya! Baca<strong><a>artikel Ekonomi kelas 11</a></strong>ini sampai selesai, ya!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Apa itu pertumbuhan ekonomi? Yuk, kita bedah mengenai pertumbuhan ekonomi, rumus, beserta teori-teori ahli yang mendukungnya! Baca<strong><a>artikel Ekonomi kelas 11</a></strong>ini sampai selesai, ya!</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
3
<p>Perekonomian akan tumbuh seiring bertambahnya penduduk. Jadi kalo penduduk semakin banyak, otomatis akan menimbulkan permintaan akan barang dan jasa yang semakin banyak juga. Hal ini menyebabkan makin banyak penduduk yang bekerja untuk menyuplai permintaan tersebut, dan tentunya menghasilkan cuan dong<em>xixixi</em>.</p>
3
<p>Perekonomian akan tumbuh seiring bertambahnya penduduk. Jadi kalo penduduk semakin banyak, otomatis akan menimbulkan permintaan akan barang dan jasa yang semakin banyak juga. Hal ini menyebabkan makin banyak penduduk yang bekerja untuk menyuplai permintaan tersebut, dan tentunya menghasilkan cuan dong<em>xixixi</em>.</p>
4
<p><em>Eits</em>, tapi itu belum tentu berlaku di semua daerah atau negara,<em>lho</em>! Karena ungkapan tersebut hanya salah satu teori pertumbuhan ekonomi, yaitu teori menurut Adam Smith.</p>
4
<p><em>Eits</em>, tapi itu belum tentu berlaku di semua daerah atau negara,<em>lho</em>! Karena ungkapan tersebut hanya salah satu teori pertumbuhan ekonomi, yaitu teori menurut Adam Smith.</p>
5
<p>Menariknya, selain Teori Pertumbuhan Ekonomi menurut Adam Smith, ada beberapa tokoh juga nih, yang mempunyai teori sendiri mengenai pertumbuhan ekonomi. Untuk lebih jelasnya, langsung simak pembahasan berikut mengenai pertumbuhan ekonomi dan teori pendukungnya, ya!</p>
5
<p>Menariknya, selain Teori Pertumbuhan Ekonomi menurut Adam Smith, ada beberapa tokoh juga nih, yang mempunyai teori sendiri mengenai pertumbuhan ekonomi. Untuk lebih jelasnya, langsung simak pembahasan berikut mengenai pertumbuhan ekonomi dan teori pendukungnya, ya!</p>
6
<h2>Pengertian Pertumbuhan Ekonomi</h2>
6
<h2>Pengertian Pertumbuhan Ekonomi</h2>
7
<p>Sebelum aku bahas teori pertumbuhan ekonomi, kamu harus paham dulu nih dasarnya. Apa sih pertumbuhan ekonomi itu?</p>
7
<p>Sebelum aku bahas teori pertumbuhan ekonomi, kamu harus paham dulu nih dasarnya. Apa sih pertumbuhan ekonomi itu?</p>
8
<p><strong>Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan kegiatan ekonomi</strong>masyarakat yang<strong>menyebabkan peningkatan jumlah produksi barang dan jasa</strong>di suatu negara pada periode tertentu. Nah, biasanya untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi pada suatu tahun, kita akan membandingkan produksi barang dan jasa atau pendapatan nasional tahun yang bersangkutan dengan tahun sebelumnya.</p>
8
<p><strong>Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan kegiatan ekonomi</strong>masyarakat yang<strong>menyebabkan peningkatan jumlah produksi barang dan jasa</strong>di suatu negara pada periode tertentu. Nah, biasanya untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi pada suatu tahun, kita akan membandingkan produksi barang dan jasa atau pendapatan nasional tahun yang bersangkutan dengan tahun sebelumnya.</p>
9
<p><strong>Baca Juga:<a>APBN dan APBD: Pengertian, Fungsi & Tujuan</a></strong></p>
9
<p><strong>Baca Juga:<a>APBN dan APBD: Pengertian, Fungsi & Tujuan</a></strong></p>
10
<p>Sebelum lanjut, kita <em>break</em>sebentar yuk! Belajar Ekonomi itu kadang seru, tapi kadang juga memusingkan. Contohnya topik ini. Seru kan ya? Hehehe…</p>
10
<p>Sebelum lanjut, kita <em>break</em>sebentar yuk! Belajar Ekonomi itu kadang seru, tapi kadang juga memusingkan. Contohnya topik ini. Seru kan ya? Hehehe…</p>
11
<p>Nah, buat kamu yang masih suka bingung memahami Ekonomi, cobain belajar bareng<a><strong>Rua</strong><strong>n</strong><strong>gguru Privat Ekonomi</strong></a>, yuk! Kamu bisa diajar secara langsung maupun daring (<em>online</em>) menyesuaikan kebutuhan. Semua guru di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh! Belajar jadi mudah, menyenangkan, dengan biaya yang terjangkau. Tertarik? Klik banner di bawah ini, ya!</p>
11
<p>Nah, buat kamu yang masih suka bingung memahami Ekonomi, cobain belajar bareng<a><strong>Rua</strong><strong>n</strong><strong>gguru Privat Ekonomi</strong></a>, yuk! Kamu bisa diajar secara langsung maupun daring (<em>online</em>) menyesuaikan kebutuhan. Semua guru di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh! Belajar jadi mudah, menyenangkan, dengan biaya yang terjangkau. Tertarik? Klik banner di bawah ini, ya!</p>
12
<h2>Cara Menghitung Pertumbuhan Ekonomi</h2>
12
<h2>Cara Menghitung Pertumbuhan Ekonomi</h2>
13
<p>Masih ingat kan,<strong><a>pendapatan nasional</a></strong>itu apa? Nah, ketika kita ingin menghitung pertumbuhan ekonomi, kita bisa menggunakan konsep pendapatan nasional nih, xixixi.</p>
13
<p>Masih ingat kan,<strong><a>pendapatan nasional</a></strong>itu apa? Nah, ketika kita ingin menghitung pertumbuhan ekonomi, kita bisa menggunakan konsep pendapatan nasional nih, xixixi.</p>
14
<p>Kenapa sih, pertumbuhan ekonomi itu penting banget dan kudu banget dihitung tiap tahunnya? Karena pertumbuhan ekonomi ini bisa jadi indikator keberhasilan pembangunan ekonomi di masyarakat loh, gais!</p>
14
<p>Kenapa sih, pertumbuhan ekonomi itu penting banget dan kudu banget dihitung tiap tahunnya? Karena pertumbuhan ekonomi ini bisa jadi indikator keberhasilan pembangunan ekonomi di masyarakat loh, gais!</p>
15
<p>Terus, gimana nih caranya kalo kita mau ngitung pertumbuhan ekonomi? Nah, untuk menghitung pertumbuhan ekonomi kamu bisa pake rumus di bawah ini ya yang berhubungan juga dengan Produk Domestik Bruto (PDB):</p>
15
<p>Terus, gimana nih caranya kalo kita mau ngitung pertumbuhan ekonomi? Nah, untuk menghitung pertumbuhan ekonomi kamu bisa pake rumus di bawah ini ya yang berhubungan juga dengan Produk Domestik Bruto (PDB):</p>
16
<h3>Rumus Pertumbuhan Ekonomi</h3>
16
<h3>Rumus Pertumbuhan Ekonomi</h3>
17
<p>Kenapa pake PDB rumusnya? Karena PDB itu adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara. Nah, PDB itu mempengaruhi pendapatan nasional gais, jadi secara langsung bisa digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. Tapi, sebenarnya bisa dihitung menggunakan PNB juga loh, cuma pada umumnya memang menggunakan PDB ya<em>hehe</em>.</p>
17
<p>Kenapa pake PDB rumusnya? Karena PDB itu adalah jumlah barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara. Nah, PDB itu mempengaruhi pendapatan nasional gais, jadi secara langsung bisa digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. Tapi, sebenarnya bisa dihitung menggunakan PNB juga loh, cuma pada umumnya memang menggunakan PDB ya<em>hehe</em>.</p>
18
<p>Berhubung kita udah bahas sekilas tentang pertumbuhan ekonomi, sekarang aku akan bahas mengenai beberapa teori tentang pertumbuhan ekonomi ya!</p>
18
<p>Berhubung kita udah bahas sekilas tentang pertumbuhan ekonomi, sekarang aku akan bahas mengenai beberapa teori tentang pertumbuhan ekonomi ya!</p>
19
<p>Jadi<em>gais</em>, sebenernya ada perbedaan pandangan mengenai pertumbuhan ekonomi. Perbedaan pandangan inilah yang menghasilkan teori mengenai pertumbuhan ekonomi. Secara umum, teori ini dibagi menjadi tiga macam. Ada<strong>teori pertumbuhan ekonomi klasik, neoklasik, dan historis</strong>. Yuk kita bahas satu-satu ya,<em>gais</em>!</p>
19
<p>Jadi<em>gais</em>, sebenernya ada perbedaan pandangan mengenai pertumbuhan ekonomi. Perbedaan pandangan inilah yang menghasilkan teori mengenai pertumbuhan ekonomi. Secara umum, teori ini dibagi menjadi tiga macam. Ada<strong>teori pertumbuhan ekonomi klasik, neoklasik, dan historis</strong>. Yuk kita bahas satu-satu ya,<em>gais</em>!</p>
20
<p><strong>Baca Juga:<a>Kebijakan Moneter: Pengertian, Tujuan & Jenis</a></strong></p>
20
<p><strong>Baca Juga:<a>Kebijakan Moneter: Pengertian, Tujuan & Jenis</a></strong></p>
21
<h2>Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik</h2>
21
<h2>Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik</h2>
22
<p>Teori pertumbuhan ekonomi klasik adalah beberapa teori yang<strong>diungkapkan oleh para ekonom mengenai pertumbuhan ekonomi dari sudut pandang pertambahan penduduk</strong>.</p>
22
<p>Teori pertumbuhan ekonomi klasik adalah beberapa teori yang<strong>diungkapkan oleh para ekonom mengenai pertumbuhan ekonomi dari sudut pandang pertambahan penduduk</strong>.</p>
23
<p>Jadi<em>gais</em>, semua teorinya itu didasarkan oleh sedikit atau banyaknya penduduk di daerah tersebut. Untuk pembahasan lengkapnya, langsung simak penjelasannya ya,<em>gais</em>!</p>
23
<p>Jadi<em>gais</em>, semua teorinya itu didasarkan oleh sedikit atau banyaknya penduduk di daerah tersebut. Untuk pembahasan lengkapnya, langsung simak penjelasannya ya,<em>gais</em>!</p>
24
<h3>1. Adam Smith</h3>
24
<h3>1. Adam Smith</h3>
25
<p>Menurut Adam Smith,<strong>perekonomian akan tumbuh dan berkembang jika ada pertambahan penduduk</strong>yang memperluas pasar dan mendorong spesialisasi. Biar kamu punya gambaran lebih tentang teori dari Adam Smith, coba kamu simak cerita berikut, ya!</p>
25
<p>Menurut Adam Smith,<strong>perekonomian akan tumbuh dan berkembang jika ada pertambahan penduduk</strong>yang memperluas pasar dan mendorong spesialisasi. Biar kamu punya gambaran lebih tentang teori dari Adam Smith, coba kamu simak cerita berikut, ya!</p>
26
<p>Ada negara X yang punya sedikit penduduk, dan negara Y yang punya banyak penduduk. Kebutuhan hidup masyarakat di negara X lebih sedikit, sehingga tidak menciptakan permintaan barang/jasa yang banyak dan beragam di pasar. Hal ini akhirnya menyebabkan pekerjaan penduduk di negara X hanya seputar kebutuhan dasar. Lain dengan negara Y yang punya penduduk dengan jumlah jauh lebih banyak, kebutuhan penduduk yang lebih banyak menciptakan permintaan barang/jasa yang lebih banyak dan beragam juga.</p>
26
<p>Ada negara X yang punya sedikit penduduk, dan negara Y yang punya banyak penduduk. Kebutuhan hidup masyarakat di negara X lebih sedikit, sehingga tidak menciptakan permintaan barang/jasa yang banyak dan beragam di pasar. Hal ini akhirnya menyebabkan pekerjaan penduduk di negara X hanya seputar kebutuhan dasar. Lain dengan negara Y yang punya penduduk dengan jumlah jauh lebih banyak, kebutuhan penduduk yang lebih banyak menciptakan permintaan barang/jasa yang lebih banyak dan beragam juga.</p>
27
<p>Hal ini tentunya mendorong adanya diversifikasi dan spesialisasi peran, sehingga semakin banyak barang/jasa yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan penduduknya. Alhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara Y. Nah, inilah yang membuat mas Adam berpikir kalo pertambahan penduduk itu tinggi, secara tidak langsung akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.</p>
27
<p>Hal ini tentunya mendorong adanya diversifikasi dan spesialisasi peran, sehingga semakin banyak barang/jasa yang dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan penduduknya. Alhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara Y. Nah, inilah yang membuat mas Adam berpikir kalo pertambahan penduduk itu tinggi, secara tidak langsung akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.</p>
28
<p><strong>Baca Juga:<a>Bagaimana Cara APBN dan APBD Disusun?</a></strong></p>
28
<p><strong>Baca Juga:<a>Bagaimana Cara APBN dan APBD Disusun?</a></strong></p>
29
<h3>2. David Ricardo</h3>
29
<h3>2. David Ricardo</h3>
30
<p>Kebalikan dengan Adam Smith, David Ricardo berpendapat bahwa<strong>pertumbuhan penduduk yang semakin besar akan menghasilkan tenaga kerja yang banyak, sehingga upah menurun dan perekonomian menjadi stagnan</strong>. </p>
30
<p>Kebalikan dengan Adam Smith, David Ricardo berpendapat bahwa<strong>pertumbuhan penduduk yang semakin besar akan menghasilkan tenaga kerja yang banyak, sehingga upah menurun dan perekonomian menjadi stagnan</strong>. </p>
31
<p>Contohnya nih<em>gais</em>, di Tiongkok, upah tenaga kerja relatif lebih rendah dibandingkan dengan di Australia Utara. Ini karena Tiongkok memiliki jauh lebih banyak penduduk dibandingkan Australia Utara. Sehingga lebih mudah untuk mencari tenaga kerja di Tiongkok, maka upahnya pun menjadi lebih murah.</p>
31
<p>Contohnya nih<em>gais</em>, di Tiongkok, upah tenaga kerja relatif lebih rendah dibandingkan dengan di Australia Utara. Ini karena Tiongkok memiliki jauh lebih banyak penduduk dibandingkan Australia Utara. Sehingga lebih mudah untuk mencari tenaga kerja di Tiongkok, maka upahnya pun menjadi lebih murah.</p>
32
<p>Kebalikannya nih kalo di Australia Utara. Karena susah nyari tenaga kerja karena jumlah penduduk yang sedikit, tenaga kerja di Australia Utara upahnya relatif tinggi loh,<em>gais</em>!<em>Psst</em>, ini juga yang kadang jadi alasan banyak calon pekerja mencari kerja di negara dengan penduduk yang sedikit<em>gais xixixi</em>.</p>
32
<p>Kebalikannya nih kalo di Australia Utara. Karena susah nyari tenaga kerja karena jumlah penduduk yang sedikit, tenaga kerja di Australia Utara upahnya relatif tinggi loh,<em>gais</em>!<em>Psst</em>, ini juga yang kadang jadi alasan banyak calon pekerja mencari kerja di negara dengan penduduk yang sedikit<em>gais xixixi</em>.</p>
33
<h3>3. Thomas Robert Malthus</h3>
33
<h3>3. Thomas Robert Malthus</h3>
34
<p>Nah, kalo Robert Malthus masih mirip sama Ricardo ya gais. Menurut Robert Malthus,<strong>pertumbuhan penduduk yang besar akan menyebabkan krisis pangan, sehingga akan terjadi kelangkaan makanan</strong>.</p>
34
<p>Nah, kalo Robert Malthus masih mirip sama Ricardo ya gais. Menurut Robert Malthus,<strong>pertumbuhan penduduk yang besar akan menyebabkan krisis pangan, sehingga akan terjadi kelangkaan makanan</strong>.</p>
35
<p>Jadi menurut Malthus, pangan itu pertumbuhannya kayak deret hitung, yakni 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya. Tapi, penduduk itu tumbuh seperti deret ukur, yakni 1, 2, 4, 8, 16, dan seterusnya.</p>
35
<p>Jadi menurut Malthus, pangan itu pertumbuhannya kayak deret hitung, yakni 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya. Tapi, penduduk itu tumbuh seperti deret ukur, yakni 1, 2, 4, 8, 16, dan seterusnya.</p>
36
<p>Nah, pertumbuhan yang tidak imbang ini antara pangan dan penduduk pada akhirnya akan menimbulkan krisis pangan. Karena tidak semua orang dapat mengakses pangan, sehingga harga pangan pun akan meroket nantinya.</p>
36
<p>Nah, pertumbuhan yang tidak imbang ini antara pangan dan penduduk pada akhirnya akan menimbulkan krisis pangan. Karena tidak semua orang dapat mengakses pangan, sehingga harga pangan pun akan meroket nantinya.</p>
37
<h2>Teori Pertumbuhan Ekonomi Neoklasik</h2>
37
<h2>Teori Pertumbuhan Ekonomi Neoklasik</h2>
38
<p>Berikutnya ada teori pertumbuhan ekonomi neoklasik. Berbeda dengan teori sebelumnya, teori ini lebih memperhatikan hal lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi selain pertumbuhan penduduk, seperti kewirausahaan dan investasi. Berikut penjelasannya ya,<em>gais</em>!</p>
38
<p>Berikutnya ada teori pertumbuhan ekonomi neoklasik. Berbeda dengan teori sebelumnya, teori ini lebih memperhatikan hal lain yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi selain pertumbuhan penduduk, seperti kewirausahaan dan investasi. Berikut penjelasannya ya,<em>gais</em>!</p>
39
<h3>1. Harrod-Domar</h3>
39
<h3>1. Harrod-Domar</h3>
40
<p>Menurut Harrod-Domar, perlu adanya<strong>pembentukan modal atau investasi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang teguh (<em>steady growth</em>)</strong>. Semakin banyak modal maka produksi barang dan jasa juga makin banyak. Jadi kalo menurut teori ini, ada syarat agar perekonomian negara dapat berkembang secara jangka panjang (steady growth). Btw, Harrod-Domar ini dua orang ya, gais. Nama keduanya adalah R. F. Harrod dan Evsey Domar.</p>
40
<p>Menurut Harrod-Domar, perlu adanya<strong>pembentukan modal atau investasi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang teguh (<em>steady growth</em>)</strong>. Semakin banyak modal maka produksi barang dan jasa juga makin banyak. Jadi kalo menurut teori ini, ada syarat agar perekonomian negara dapat berkembang secara jangka panjang (steady growth). Btw, Harrod-Domar ini dua orang ya, gais. Nama keduanya adalah R. F. Harrod dan Evsey Domar.</p>
41
<h3>2. Schumpeter</h3>
41
<h3>2. Schumpeter</h3>
42
<p>Menurut Schumpeter,<strong>pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh kemampuan kewirausahaan (</strong><strong><em>entrepreneurship</em></strong><strong>)</strong>. Teori ini menekankan pada inovasi yang dilakukan oleh para pengusaha, yang mana kemajuan teknologi sangat ditentukan oleh jiwa kewirausahaan masyarakat yang mampu melihat peluang untuk membuka usaha baru maupun memperluas usaha yang telah ada. Dengan pembukaan usaha baru dan perluasan usaha, tersedia lapangan kerja tambahan untuk menyerap angkatan kerja yang bertambah setiap tahunnya.</p>
42
<p>Menurut Schumpeter,<strong>pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh kemampuan kewirausahaan (</strong><strong><em>entrepreneurship</em></strong><strong>)</strong>. Teori ini menekankan pada inovasi yang dilakukan oleh para pengusaha, yang mana kemajuan teknologi sangat ditentukan oleh jiwa kewirausahaan masyarakat yang mampu melihat peluang untuk membuka usaha baru maupun memperluas usaha yang telah ada. Dengan pembukaan usaha baru dan perluasan usaha, tersedia lapangan kerja tambahan untuk menyerap angkatan kerja yang bertambah setiap tahunnya.</p>
43
<h3>3. Robert Solow</h3>
43
<h3>3. Robert Solow</h3>
44
<p>Menurut Solow, dalam jangka panjang tingkat tabungan dapat menentukan modal dalam proses produksi. Artinya,<strong>semakin tinggi tingkat tabungan, semakin tinggi pula modal dan output yang dihasilkan</strong>.</p>
44
<p>Menurut Solow, dalam jangka panjang tingkat tabungan dapat menentukan modal dalam proses produksi. Artinya,<strong>semakin tinggi tingkat tabungan, semakin tinggi pula modal dan output yang dihasilkan</strong>.</p>
45
<p>Solow juga berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi adalah rangkaian kegiatan dengan empat faktor utama yaitu manusia, akumulasi modal, teknologi modern dan hasil (output).</p>
45
<p>Solow juga berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi adalah rangkaian kegiatan dengan empat faktor utama yaitu manusia, akumulasi modal, teknologi modern dan hasil (output).</p>
46
<h2>Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis</h2>
46
<h2>Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis</h2>
47
<p>Terakhir, ada teori pertumbuhan ekonomi historis. Jadi teori jenis ini berpandangan bahwa pertumbuhan ekonomi itu memiliki tahapan-tahapan tertentu. Jadi untuk mencapai pertumbuhan yang maksimal, harus melewati tahapannya dari awal hingga akhir. Berikut penjelasan lebih dalamnya ya,<em>gais</em>!</p>
47
<p>Terakhir, ada teori pertumbuhan ekonomi historis. Jadi teori jenis ini berpandangan bahwa pertumbuhan ekonomi itu memiliki tahapan-tahapan tertentu. Jadi untuk mencapai pertumbuhan yang maksimal, harus melewati tahapannya dari awal hingga akhir. Berikut penjelasan lebih dalamnya ya,<em>gais</em>!</p>
48
<h3>1. Frederich List</h3>
48
<h3>1. Frederich List</h3>
49
<p>Menurut List, pertumbuhan ekonomi dikelompokkan menurut kebiasaan masyarakat dalam menjaga kelangsungan hidupnya melalui tata cara produksi. Kurang lebih pengelompokan ini terdiri atas 4, yakni:</p>
49
<p>Menurut List, pertumbuhan ekonomi dikelompokkan menurut kebiasaan masyarakat dalam menjaga kelangsungan hidupnya melalui tata cara produksi. Kurang lebih pengelompokan ini terdiri atas 4, yakni:</p>
50
<ol><li>Berburu dan mengembara (bergantung pada alam)</li>
50
<ol><li>Berburu dan mengembara (bergantung pada alam)</li>
51
<li>Beternak dan bertani</li>
51
<li>Beternak dan bertani</li>
52
<li>Bertani dan kerajinan</li>
52
<li>Bertani dan kerajinan</li>
53
<li>Kerajinan, industri, dan perniagaan</li>
53
<li>Kerajinan, industri, dan perniagaan</li>
54
</ol><h3>2. Werner Sombart</h3>
54
</ol><h3>2. Werner Sombart</h3>
55
<p>Kalo menurut Werner, pertumbuhan ekonomi terjadi karena masyarakat memiliki susunan organisasi dan ideologi masyarakat. Kalo menurut Werner ada 3 zaman nih<em>gais</em>, yaitu:</p>
55
<p>Kalo menurut Werner, pertumbuhan ekonomi terjadi karena masyarakat memiliki susunan organisasi dan ideologi masyarakat. Kalo menurut Werner ada 3 zaman nih<em>gais</em>, yaitu:</p>
56
<ol><li><strong>Zaman Perekonomian Tertutup</strong>, yaitu masyarakat masih terbatas dalam menghasilkan barang dan dilakukan secara kekeluargaan.</li>
56
<ol><li><strong>Zaman Perekonomian Tertutup</strong>, yaitu masyarakat masih terbatas dalam menghasilkan barang dan dilakukan secara kekeluargaan.</li>
57
<li><strong>Zaman Kerajinan dan Pertukaran</strong>, yaitu sudah ada pembagian kerja dalam masyarakat.</li>
57
<li><strong>Zaman Kerajinan dan Pertukaran</strong>, yaitu sudah ada pembagian kerja dalam masyarakat.</li>
58
<li><strong>Zaman Kapitalis</strong>, yaitu ketika sudah ada pemilik modal</li>
58
<li><strong>Zaman Kapitalis</strong>, yaitu ketika sudah ada pemilik modal</li>
59
</ol><h3>3. Walt Whitman Rostow</h3>
59
</ol><h3>3. Walt Whitman Rostow</h3>
60
<p>Nah, teori yang diungkapkan Rostow ini merupakan<strong>teori yang memiliki tahapan paling banyak</strong>loh, yakni memiliki 5 tahapan. Menurut Rostow, dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara akan mengalami tahapan-tahapan berikut:</p>
60
<p>Nah, teori yang diungkapkan Rostow ini merupakan<strong>teori yang memiliki tahapan paling banyak</strong>loh, yakni memiliki 5 tahapan. Menurut Rostow, dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara akan mengalami tahapan-tahapan berikut:</p>
61
<ol><li><strong>Tradisional</strong>, ekonomi didominasi sektor pertanian</li>
61
<ol><li><strong>Tradisional</strong>, ekonomi didominasi sektor pertanian</li>
62
<li><strong>Transisi (</strong><strong><em>pre take-off</em></strong><strong>)</strong>, terjadi perubahan struktur tenaga kerja dari pertanian ke industri</li>
62
<li><strong>Transisi (</strong><strong><em>pre take-off</em></strong><strong>)</strong>, terjadi perubahan struktur tenaga kerja dari pertanian ke industri</li>
63
<li><strong>Lepas Landas (</strong><strong><em>take-off</em></strong><strong>)</strong>, ketika hambatan dalam struktur sosial dan politik dapat diatasi</li>
63
<li><strong>Lepas Landas (</strong><strong><em>take-off</em></strong><strong>)</strong>, ketika hambatan dalam struktur sosial dan politik dapat diatasi</li>
64
<li><strong>Menuju Kematangan (</strong><strong><em>drive to maturity</em></strong><strong>)</strong>, serikat buruh dan dagang semakin maju</li>
64
<li><strong>Menuju Kematangan (</strong><strong><em>drive to maturity</em></strong><strong>)</strong>, serikat buruh dan dagang semakin maju</li>
65
<li><strong>Konsumsi Tinggi</strong><strong>(</strong><strong><em>high mass consumption</em></strong><strong>)</strong>, tenaga kerja didominasi tenaga kerja terdidik dan penduduk di kota lebih besar dari desa.</li>
65
<li><strong>Konsumsi Tinggi</strong><strong>(</strong><strong><em>high mass consumption</em></strong><strong>)</strong>, tenaga kerja didominasi tenaga kerja terdidik dan penduduk di kota lebih besar dari desa.</li>
66
</ol><h3>4. Bruno Hildebrand</h3>
66
</ol><h3>4. Bruno Hildebrand</h3>
67
<p>Bruno memiliki pandangan yang cukup unik nih dibanding tokoh yang lain. Menurut Bruno,<strong>pertumbuhan ekonomi dimulai dari alat tukar-menukar yang dilakukan masyarakat,</strong>yaitu:</p>
67
<p>Bruno memiliki pandangan yang cukup unik nih dibanding tokoh yang lain. Menurut Bruno,<strong>pertumbuhan ekonomi dimulai dari alat tukar-menukar yang dilakukan masyarakat,</strong>yaitu:</p>
68
<ol><li>Masa tukar-menukar barang (barter)</li>
68
<ol><li>Masa tukar-menukar barang (barter)</li>
69
<li>Masa tukar-menukar dengan uang (jual beli)</li>
69
<li>Masa tukar-menukar dengan uang (jual beli)</li>
70
<li>Masa tukar-menukar dengan kredit</li>
70
<li>Masa tukar-menukar dengan kredit</li>
71
</ol><p>Karena memiliki pandangan seperti ini, bisa dinyatakan bahwa Bruno memandang pertumbuhan ekonomi bukan dari segi produksi atau konsumsi, melainkan dari segi distribusi, ya.</p>
71
</ol><p>Karena memiliki pandangan seperti ini, bisa dinyatakan bahwa Bruno memandang pertumbuhan ekonomi bukan dari segi produksi atau konsumsi, melainkan dari segi distribusi, ya.</p>
72
<h3>5. Karl Bucher</h3>
72
<h3>5. Karl Bucher</h3>
73
<p>Terakhir, Bucher mengungkapkan bahwa<strong>pertumbuhan ekonomi suatu negara didasarkan oleh hubungan konsumen dengan produsen</strong>. Tahapan pada teori ini adalah:</p>
73
<p>Terakhir, Bucher mengungkapkan bahwa<strong>pertumbuhan ekonomi suatu negara didasarkan oleh hubungan konsumen dengan produsen</strong>. Tahapan pada teori ini adalah:</p>
74
<ol><li><strong>Rumah Tangga Tertutup</strong>, masyarakat hanya memenuhi kebutuhan kelompoknya sendiri</li>
74
<ol><li><strong>Rumah Tangga Tertutup</strong>, masyarakat hanya memenuhi kebutuhan kelompoknya sendiri</li>
75
<li><strong>Rumah Tangga Kota</strong>, sudah muncul hubungan dagang antar desa dan desa dengan kota</li>
75
<li><strong>Rumah Tangga Kota</strong>, sudah muncul hubungan dagang antar desa dan desa dengan kota</li>
76
<li><strong>Rumah Tangga Bangsa/Kemasyarakatan</strong>, perdagangan antar kota akan membentuk satu kesatuan masyarakat yang melakukan pertukaran dagang dalam negara</li>
76
<li><strong>Rumah Tangga Bangsa/Kemasyarakatan</strong>, perdagangan antar kota akan membentuk satu kesatuan masyarakat yang melakukan pertukaran dagang dalam negara</li>
77
<li><strong>Rumah Tangga Dunia</strong>, yaitu masa dimana perdagangan telah melewati masa-masa negara, seperti saat ini nih, gais!</li>
77
<li><strong>Rumah Tangga Dunia</strong>, yaitu masa dimana perdagangan telah melewati masa-masa negara, seperti saat ini nih, gais!</li>
78
</ol><p>Nah, itu dia bahasan kita kali ini mengenai<strong>pertumbuhan ekonomi dan teori-teori pendukungnya</strong>. Kalo kamu mau bahas lebih dalam lagi mengenai pertumbuhan ekonomi dan materi lainnya, kamu bisa langsung akses aja di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>ya, gais! Sampai jumpa di tulisanku berikutnya! Dadah~</p>
78
</ol><p>Nah, itu dia bahasan kita kali ini mengenai<strong>pertumbuhan ekonomi dan teori-teori pendukungnya</strong>. Kalo kamu mau bahas lebih dalam lagi mengenai pertumbuhan ekonomi dan materi lainnya, kamu bisa langsung akses aja di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>ya, gais! Sampai jumpa di tulisanku berikutnya! Dadah~</p>
79
<p><strong>Referensi:</strong></p>
79
<p><strong>Referensi:</strong></p>
80
<p>Sadono, Sukirno, 1999,<em>Makroekonomi Modern</em>. Jakarta: Raja Grafindo Persada, Jakarta.</p>
80
<p>Sadono, Sukirno, 1999,<em>Makroekonomi Modern</em>. Jakarta: Raja Grafindo Persada, Jakarta.</p>
81
<p>Sadono, Sukirno. 2006.<em>Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan</em>. Jakarta: Prenada Media Group.</p>
81
<p>Sadono, Sukirno. 2006.<em>Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan</em>. Jakarta: Prenada Media Group.</p>
82
<p>Alam S. 2014.<em>Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI</em>. Jakarta: Erlangga.</p>
82
<p>Alam S. 2014.<em>Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas XI</em>. Jakarta: Erlangga.</p>
83
<p><strong>Sumber Foto:</strong></p>
83
<p><strong>Sumber Foto:</strong></p>
84
<p>Adam Smith (https://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Smith)</p>
84
<p>Adam Smith (https://id.wikipedia.org/wiki/Adam_Smith)</p>
85
<p>David Ricardo (https://alchetron.com/David-Ricardo)</p>
85
<p>David Ricardo (https://alchetron.com/David-Ricardo)</p>
86
<p>Robert Malthus (http://kuliahtantan.blogspot.com/2013/04/tugasekologimanusiafikridzulkarnaenpmi6.html)</p>
86
<p>Robert Malthus (http://kuliahtantan.blogspot.com/2013/04/tugasekologimanusiafikridzulkarnaenpmi6.html)</p>
87
<p>Harrod Domar (https://id.wikipedia.org/wiki/Roy_Harrod)</p>
87
<p>Harrod Domar (https://id.wikipedia.org/wiki/Roy_Harrod)</p>
88
<p>Schumpeter (https://www.schumpeter.org/schumpeters-theory)</p>
88
<p>Schumpeter (https://www.schumpeter.org/schumpeters-theory)</p>
89
<p>Robert Solow (https://www.nobelprize.org/prizes/economic-sciences/1987/solow/facts/)</p>
89
<p>Robert Solow (https://www.nobelprize.org/prizes/economic-sciences/1987/solow/facts/)</p>
90
<p>Frederich List (https://id.wikipedia.org/wiki/Friedrich_List)</p>
90
<p>Frederich List (https://id.wikipedia.org/wiki/Friedrich_List)</p>
91
<p>Werner Sombart (https://www.gettyimages.com/detail/news-photo/werner-sombart-19-01-1863-soziologe-d-portr%C3%A4t-um-1900foto-news-photo/545009773)</p>
91
<p>Werner Sombart (https://www.gettyimages.com/detail/news-photo/werner-sombart-19-01-1863-soziologe-d-portr%C3%A4t-um-1900foto-news-photo/545009773)</p>
92
<p>Walt Whitman Rostow (jfklibrary.org)</p>
92
<p>Walt Whitman Rostow (jfklibrary.org)</p>
93
<p>Karl Bucher (https://karlbucherprofile.blogspot.com/2019/09/foto-karl-bucher_4.html)</p>
93
<p>Karl Bucher (https://karlbucherprofile.blogspot.com/2019/09/foto-karl-bucher_4.html)</p>
94
<p>Bruno Hildebrand (https://en.wikipedia.org/wiki/Bruno_Hildebrand)</p>
94
<p>Bruno Hildebrand (https://en.wikipedia.org/wiki/Bruno_Hildebrand)</p>
95
95