0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Indonesia yang kaya akan budaya, tentunya memiliki banyak sekali cerita legenda yang melekat di masyarakat. Mari kita bahas apa itu legenda, ciri-ciri, struktur, jenis dan contoh cerita legenda di<strong><a>artikel Bahasa Indonesia kelas 7</a></strong>berikut ini!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Indonesia yang kaya akan budaya, tentunya memiliki banyak sekali cerita legenda yang melekat di masyarakat. Mari kita bahas apa itu legenda, ciri-ciri, struktur, jenis dan contoh cerita legenda di<strong><a>artikel Bahasa Indonesia kelas 7</a></strong>berikut ini!</em></p>
2
<p><em>-</em></p>
2
<p><em>-</em></p>
3
</blockquote><p><em>“Kalau ke Pantai Selatan, jangan pakai baju hijau yah…”</em></p>
3
</blockquote><p><em>“Kalau ke Pantai Selatan, jangan pakai baju hijau yah…”</em></p>
4
<p>Apakah teman-teman pernah mendengar larangan ‘tidak boleh’ memakai baju hijau, jika ingin berkunjung ke pantai yang ada di wilayah selatan pulau Jawa?</p>
4
<p>Apakah teman-teman pernah mendengar larangan ‘tidak boleh’ memakai baju hijau, jika ingin berkunjung ke pantai yang ada di wilayah selatan pulau Jawa?</p>
5
<p>Mungkin teman-teman bertanya-tanya juga ya alasannya kenapa. Apakah ada peristiwa tertentu yang pernah terjadi sebelumnya? Atau, apakah itu hanya mitos belaka?</p>
5
<p>Mungkin teman-teman bertanya-tanya juga ya alasannya kenapa. Apakah ada peristiwa tertentu yang pernah terjadi sebelumnya? Atau, apakah itu hanya mitos belaka?</p>
6
<p>Nah, sebenarnya, larangan tersebut memiliki cerita tersendiri di dalam suatu masyarakat, loh. Cerita yang berkembang itu, biasanya dinamakan<strong>legenda</strong>.</p>
6
<p>Nah, sebenarnya, larangan tersebut memiliki cerita tersendiri di dalam suatu masyarakat, loh. Cerita yang berkembang itu, biasanya dinamakan<strong>legenda</strong>.</p>
7
<h2>Apa itu Legenda?</h2>
7
<h2>Apa itu Legenda?</h2>
8
<p>Lalu, apa yang dimaksud dengan legenda itu?</p>
8
<p>Lalu, apa yang dimaksud dengan legenda itu?</p>
9
<p><strong>Legenda adalah</strong>sebuah<strong>cerita rakyat</strong>yang<strong>menggambarkan kejadian-kejadian yang diyakini oleh masyarakat,</strong>sebagai sebuah bagian dari sejarah atau mitos di tempat tersebut.</p>
9
<p><strong>Legenda adalah</strong>sebuah<strong>cerita rakyat</strong>yang<strong>menggambarkan kejadian-kejadian yang diyakini oleh masyarakat,</strong>sebagai sebuah bagian dari sejarah atau mitos di tempat tersebut.</p>
10
<p>Kisah-kisah yang dijadikan cerita legenda, seringkali dianggap sebagai bagian dari kepercayaan kolektif suatu masyarakat. Meskipun terkadang, cerita legenda memiliki elemen fantasi atau supranatural yang tidak bisa ditangkap oleh akal kita.</p>
10
<p>Kisah-kisah yang dijadikan cerita legenda, seringkali dianggap sebagai bagian dari kepercayaan kolektif suatu masyarakat. Meskipun terkadang, cerita legenda memiliki elemen fantasi atau supranatural yang tidak bisa ditangkap oleh akal kita.</p>
11
<p>Legenda menjadi bagian penting dari keberadaan suatu budaya tertentu di dalam masyarakat, loh. Seperti yang sering kita temui, setiap daerah pasti memiliki kisah-kisah luar biasa yang diwariskan dari generasi ke generasi.</p>
11
<p>Legenda menjadi bagian penting dari keberadaan suatu budaya tertentu di dalam masyarakat, loh. Seperti yang sering kita temui, setiap daerah pasti memiliki kisah-kisah luar biasa yang diwariskan dari generasi ke generasi.</p>
12
<p>Nah, cerita yang pernah teman-teman dengar, pastinya akan sama dengan yang diceritakan buyut kepada para nenek atau kakek yang ada di tempat itu.</p>
12
<p>Nah, cerita yang pernah teman-teman dengar, pastinya akan sama dengan yang diceritakan buyut kepada para nenek atau kakek yang ada di tempat itu.</p>
13
<p><strong>Baca Juga:<a>Mitos Baju Hijau dan RIP Current di Pantai Selatan Pulau Jawa</a></strong></p>
13
<p><strong>Baca Juga:<a>Mitos Baju Hijau dan RIP Current di Pantai Selatan Pulau Jawa</a></strong></p>
14
<h2><b>Pengertian Legenda Menurut Para Ahli</b></h2>
14
<h2><b>Pengertian Legenda Menurut Para Ahli</b></h2>
15
<h3><b>a. Pengertian Legenda Menurut Danandjaja</b></h3>
15
<h3><b>a. Pengertian Legenda Menurut Danandjaja</b></h3>
16
<p><strong>Legenda adalah</strong><strong>cerita yang bersifat sekuler</strong><strong>atau keduniawian</strong>yang terjadi pada masa yang belum begitu lampau, serta memiliki latar tempat di dunia, seperti yang kita kenali sekarang. Legenda seringkali tidak diartikan sebagai cerita saja, namun juga sebagai sebuah sejarah kolektif suatu masyarakat.</p>
16
<p><strong>Legenda adalah</strong><strong>cerita yang bersifat sekuler</strong><strong>atau keduniawian</strong>yang terjadi pada masa yang belum begitu lampau, serta memiliki latar tempat di dunia, seperti yang kita kenali sekarang. Legenda seringkali tidak diartikan sebagai cerita saja, namun juga sebagai sebuah sejarah kolektif suatu masyarakat.</p>
17
<p>Legenda yang dianggap sejarah, sering menimbulkan perdebatan karena cerita yang disampaikan melalui tradisi lisan sudah mengalami perubahan. Maka dari itu, jika legenda ingin dijadikan sebuah bahan sejarah, haruslah dibersihkan terlebih dahulu dari unsur folklor yang ada.</p>
17
<p>Legenda yang dianggap sejarah, sering menimbulkan perdebatan karena cerita yang disampaikan melalui tradisi lisan sudah mengalami perubahan. Maka dari itu, jika legenda ingin dijadikan sebuah bahan sejarah, haruslah dibersihkan terlebih dahulu dari unsur folklor yang ada.</p>
18
<h3><b>b. Pengertian Legenda Menurut Yus Rusyana</b></h3>
18
<h3><b>b. Pengertian Legenda Menurut Yus Rusyana</b></h3>
19
<p><strong>Legenda adalah sebuah cerita tradisional</strong>yang ada pada masyarakat sejak dahulu kala. Cerita legenda biasanya akan dihubungkan dengan kejadian serta benda yang berasal dari masa lalu.</p>
19
<p><strong>Legenda adalah sebuah cerita tradisional</strong>yang ada pada masyarakat sejak dahulu kala. Cerita legenda biasanya akan dihubungkan dengan kejadian serta benda yang berasal dari masa lalu.</p>
20
<p>Legenda juga memiliki karakteristik pelaku yang dibayangkan sebagai seorang yang benar-benar hidup pada masyarakat terdahulu. Biasanya, mereka berasal dari orang-orang yang terkemuka yang dianggap sebagai pelaku sejarah dan melakukan hal yang berguna untuk masyarakat.</p>
20
<p>Legenda juga memiliki karakteristik pelaku yang dibayangkan sebagai seorang yang benar-benar hidup pada masyarakat terdahulu. Biasanya, mereka berasal dari orang-orang yang terkemuka yang dianggap sebagai pelaku sejarah dan melakukan hal yang berguna untuk masyarakat.</p>
21
<h3><b>c. Pengertian Legenda Menurut Bascom</b></h3>
21
<h3><b>c. Pengertian Legenda Menurut Bascom</b></h3>
22
<p><strong>Legenda adalah</strong>sebuah cerita yang<strong>memiliki kemiripan dengan mite (mitos)</strong>, dan sama-sama dianggap benar terjadi di dalam suatu masyarakat. </p>
22
<p><strong>Legenda adalah</strong>sebuah cerita yang<strong>memiliki kemiripan dengan mite (mitos)</strong>, dan sama-sama dianggap benar terjadi di dalam suatu masyarakat. </p>
23
<h3><b>d. Pengertian Legenda Menurut Endarmoko</b></h3>
23
<h3><b>d. Pengertian Legenda Menurut Endarmoko</b></h3>
24
<p><strong>Legenda adalah</strong>sebuah<strong>cerita yang berkembang sejak zaman dahulu</strong>dan hidup bersama dengan rakyat. Legenda diwariskan secara lisan dari pendahulunya. Legenda juga berisikan cerita sejarah atau kisah dongeng atau hikayat.</p>
24
<p><strong>Legenda adalah</strong>sebuah<strong>cerita yang berkembang sejak zaman dahulu</strong>dan hidup bersama dengan rakyat. Legenda diwariskan secara lisan dari pendahulunya. Legenda juga berisikan cerita sejarah atau kisah dongeng atau hikayat.</p>
25
<h2>Arti Legenda</h2>
25
<h2>Arti Legenda</h2>
26
<p>Nah, berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa legenda merupakan sebuah<strong>cerita masa lampau atau mitos</strong>yang berkembang pada suatu masyarakat atau budaya tertentu.</p>
26
<p>Nah, berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita simpulkan bahwa legenda merupakan sebuah<strong>cerita masa lampau atau mitos</strong>yang berkembang pada suatu masyarakat atau budaya tertentu.</p>
27
<p>Legenda seringkali<strong>menceritakan tentang peristiwa-peristiwa atau tokoh-tokoh yang dianggap penting</strong>atau luar biasa oleh masyarakat yang dinilai memiliki unsur keajaiban, keajaiban, atau supernatural. </p>
27
<p>Legenda seringkali<strong>menceritakan tentang peristiwa-peristiwa atau tokoh-tokoh yang dianggap penting</strong>atau luar biasa oleh masyarakat yang dinilai memiliki unsur keajaiban, keajaiban, atau supernatural. </p>
28
<p>Cerita legenda bisa berasal dari cerita sejarah yang telah diromantisasi atau dari mitologi yang menggambarkan kisah tentang dewa-dewi, pahlawan, atau makhluk-makhluk supranatural lainnya.</p>
28
<p>Cerita legenda bisa berasal dari cerita sejarah yang telah diromantisasi atau dari mitologi yang menggambarkan kisah tentang dewa-dewi, pahlawan, atau makhluk-makhluk supranatural lainnya.</p>
29
<p>Legenda dituturkan dari generasi ke generasi baik<strong>secara lisan maupun tertulis</strong>, dan dapat dijadikan sebagai<strong>warisan budaya</strong>suatu bangsa atau daerah. Legenda memiliki peran penting dalam membentuk identitas budaya dan moralitas, serta penyampaian nilai-nilai luhur dan kepercayaan yang dipegang oleh masyarakat.</p>
29
<p>Legenda dituturkan dari generasi ke generasi baik<strong>secara lisan maupun tertulis</strong>, dan dapat dijadikan sebagai<strong>warisan budaya</strong>suatu bangsa atau daerah. Legenda memiliki peran penting dalam membentuk identitas budaya dan moralitas, serta penyampaian nilai-nilai luhur dan kepercayaan yang dipegang oleh masyarakat.</p>
30
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Dongeng, Jenis, Ciri-ciri, Fungsi, Unsur & Contoh</a></strong></p>
30
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Dongeng, Jenis, Ciri-ciri, Fungsi, Unsur & Contoh</a></strong></p>
31
<p>Teman-teman sudah paham tentang arti dari legenda bukan? Legenda juga memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan bentuk cerita yang lainnya,<em>lho</em><i>.</i>Apa saja<strong>ciri-ciri legenda</strong>, berikut penjelasannya:</p>
31
<p>Teman-teman sudah paham tentang arti dari legenda bukan? Legenda juga memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan bentuk cerita yang lainnya,<em>lho</em><i>.</i>Apa saja<strong>ciri-ciri legenda</strong>, berikut penjelasannya:</p>
32
<ol><li>Legenda<strong>mengandung unsur fantasi</strong>atau kesaktian-kesaktian dari orang-orang terdahulu. Kesaktian itu bisa berbentuk tenaga dalam, kesaktian yang diberikan oleh benda-benda atau ajaran-ajaran.</li>
32
<ol><li>Legenda<strong>mengandung unsur fantasi</strong>atau kesaktian-kesaktian dari orang-orang terdahulu. Kesaktian itu bisa berbentuk tenaga dalam, kesaktian yang diberikan oleh benda-benda atau ajaran-ajaran.</li>
33
<li>Banyak<strong>mengandung unsur keajaiban</strong>yang sering tidak masuk di akal kita, seperti terbang, binatang berubah menjadi manusia, dan yang lainnya.</li>
33
<li>Banyak<strong>mengandung unsur keajaiban</strong>yang sering tidak masuk di akal kita, seperti terbang, binatang berubah menjadi manusia, dan yang lainnya.</li>
34
<li>Selalu<strong>dihubungkan dengan hal-hal yang gaib</strong>.</li>
34
<li>Selalu<strong>dihubungkan dengan hal-hal yang gaib</strong>.</li>
35
<li>Memiliki<strong>unsur sejarah yang kuat</strong>tetapi perlu dibuktikan dengan menghilangkan unsur folklor terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan legenda diwariskan secara lisan dan kemungkinan informasi yang terdistorsi sangatlah besar.</li>
35
<li>Memiliki<strong>unsur sejarah yang kuat</strong>tetapi perlu dibuktikan dengan menghilangkan unsur folklor terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan legenda diwariskan secara lisan dan kemungkinan informasi yang terdistorsi sangatlah besar.</li>
36
<li><strong>Dituturkan secara lisan atau tertulis</strong>. Awalnya, legenda dituturkan secara lisan dari mulut ke mulut, tetapi seiring berjalannya waktu, banyak legenda yang sudah ditulis.</li>
36
<li><strong>Dituturkan secara lisan atau tertulis</strong>. Awalnya, legenda dituturkan secara lisan dari mulut ke mulut, tetapi seiring berjalannya waktu, banyak legenda yang sudah ditulis.</li>
37
<li><strong>Memiliki nilai dan amanat</strong>dalam setiap ceritanya.</li>
37
<li><strong>Memiliki nilai dan amanat</strong>dalam setiap ceritanya.</li>
38
</ol><h2>Struktur Legenda</h2>
38
</ol><h2>Struktur Legenda</h2>
39
<p>Legenda juga memiliki struktur yang hampir mirip dengan kebanyakan cerita yang ada di sekitar kita. Umumnya, struktur cerita legenda berbentuk naratif, seperti cerita fiksi yang sudah kita bahas sebelumnya. Adapun struktur legenda lainnya, yakni:</p>
39
<p>Legenda juga memiliki struktur yang hampir mirip dengan kebanyakan cerita yang ada di sekitar kita. Umumnya, struktur cerita legenda berbentuk naratif, seperti cerita fiksi yang sudah kita bahas sebelumnya. Adapun struktur legenda lainnya, yakni:</p>
40
<h3><b>1. Orientasi</b></h3>
40
<h3><b>1. Orientasi</b></h3>
41
<p>Bagian ini berisikan<strong>pengenalan cerita</strong>yang berfungsi memberikan informasi tentang latar belakang dari cerita legenda tersebut seperti, pengenalan tokoh utama dan peran mereka dalam cerita, penetapan tempat, suasana, dan waktu terjadinya peristiwa, serta permasalahan awal yang melatarbelakangi legenda tersebut.</p>
41
<p>Bagian ini berisikan<strong>pengenalan cerita</strong>yang berfungsi memberikan informasi tentang latar belakang dari cerita legenda tersebut seperti, pengenalan tokoh utama dan peran mereka dalam cerita, penetapan tempat, suasana, dan waktu terjadinya peristiwa, serta permasalahan awal yang melatarbelakangi legenda tersebut.</p>
42
<h3><b>2. Komplikasi</b></h3>
42
<h3><b>2. Komplikasi</b></h3>
43
<p>Bagian<strong>inti dari cerita</strong>yang menceritakan rangkaian peristiwa atau konflik yang dialami oleh tokoh utama dalam cerita. Biasanya melibatkan peristiwa luar yang biasa, ajaib, atau sulit dijelaskan secara logis.</p>
43
<p>Bagian<strong>inti dari cerita</strong>yang menceritakan rangkaian peristiwa atau konflik yang dialami oleh tokoh utama dalam cerita. Biasanya melibatkan peristiwa luar yang biasa, ajaib, atau sulit dijelaskan secara logis.</p>
44
<h3><b>3. Resolusi</b></h3>
44
<h3><b>3. Resolusi</b></h3>
45
<p>Bagian ini merupakan penjelasan bagaimana<strong>konflik itu dapat terselesaikan</strong>. Biasanya berupa<em>happy ending</em>atau<em>sad ending</em><i>.</i>Legenda juga biasanya memberikan penjelasan tentang asal-usul suatu tempat, nama tempat, atau tradisi tertentu di suatu daerah.</p>
45
<p>Bagian ini merupakan penjelasan bagaimana<strong>konflik itu dapat terselesaikan</strong>. Biasanya berupa<em>happy ending</em>atau<em>sad ending</em><i>.</i>Legenda juga biasanya memberikan penjelasan tentang asal-usul suatu tempat, nama tempat, atau tradisi tertentu di suatu daerah.</p>
46
<h3><b>4. Koda</b></h3>
46
<h3><b>4. Koda</b></h3>
47
<p>Bagian penutup cerita yang memiliki fungsi untuk menegaskan akhir dari cerita. Biasanya berupa<strong>penyampaian pesan moral</strong>,<strong>pelajaran yang dipetik, atau penegasan</strong>kembali dampak dari peristiwa tersebut. Terkadang juga dapat berupa<strong>ungkapan harapan atau doa</strong>.</p>
47
<p>Bagian penutup cerita yang memiliki fungsi untuk menegaskan akhir dari cerita. Biasanya berupa<strong>penyampaian pesan moral</strong>,<strong>pelajaran yang dipetik, atau penegasan</strong>kembali dampak dari peristiwa tersebut. Terkadang juga dapat berupa<strong>ungkapan harapan atau doa</strong>.</p>
48
<p><b></b><strong>Baca Juga:<a>Perbedaan Cerita Fabel dan Legenda: Pengertian, Ciri, Contoh</a></strong></p>
48
<p><b></b><strong>Baca Juga:<a>Perbedaan Cerita Fabel dan Legenda: Pengertian, Ciri, Contoh</a></strong></p>
49
<h2>Jenis-Jenis Legenda</h2>
49
<h2>Jenis-Jenis Legenda</h2>
50
<p>Ada banyak<strong>jenis-jenis legenda</strong>yang ada di sekitar kita dan setiap legenda memiliki ceritanya masing-masing. Berikut beberapa jenis legenda yang sering kita temui antara lain:</p>
50
<p>Ada banyak<strong>jenis-jenis legenda</strong>yang ada di sekitar kita dan setiap legenda memiliki ceritanya masing-masing. Berikut beberapa jenis legenda yang sering kita temui antara lain:</p>
51
<h3>1. Legenda Urban</h3>
51
<h3>1. Legenda Urban</h3>
52
<p>Legenda yang<strong>berkembang di dalam suatu lingkungan perkotaan modern</strong>yang sering kali melibatkan peristiwa-peristiwa misterius dan aneh. Legenda ini dipercayai oleh masyarakat kota tersebut dan konon benar-benar terjadi di kota-kota besar.</p>
52
<p>Legenda yang<strong>berkembang di dalam suatu lingkungan perkotaan modern</strong>yang sering kali melibatkan peristiwa-peristiwa misterius dan aneh. Legenda ini dipercayai oleh masyarakat kota tersebut dan konon benar-benar terjadi di kota-kota besar.</p>
53
<h3>2. Legenda Sejarah</h3>
53
<h3>2. Legenda Sejarah</h3>
54
<p>Legenda yang diyakini<strong>memiliki akar sejarah yang jelas</strong>, meskipun seringkali diromantisasi atau diubah sesuai dengan kebutuhan naratif saat penyebarluasan cerita tersebut.</p>
54
<p>Legenda yang diyakini<strong>memiliki akar sejarah yang jelas</strong>, meskipun seringkali diromantisasi atau diubah sesuai dengan kebutuhan naratif saat penyebarluasan cerita tersebut.</p>
55
<h3>3. Legenda Keagamaan</h3>
55
<h3>3. Legenda Keagamaan</h3>
56
<p>Legenda ini <strong>menceritakan sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan kerohanian</strong>yang dianggap benar-benar terjadi. Mereka yang dijadikan legenda adalah manusia biasa atau tokoh yang memang benar-benar ada namun, biasanya mereka memiliki kesaktian.</p>
56
<p>Legenda ini <strong>menceritakan sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan kerohanian</strong>yang dianggap benar-benar terjadi. Mereka yang dijadikan legenda adalah manusia biasa atau tokoh yang memang benar-benar ada namun, biasanya mereka memiliki kesaktian.</p>
57
<h3>4. Legenda Mitologi</h3>
57
<h3>4. Legenda Mitologi</h3>
58
<p>Legenda yang memiliki<strong>muatan mitologi tertentu</strong>, seperti legenda dewa atau dewi, makhluk mitologi, atau tokoh heroik yang ada di dalam suatu bangsa.</p>
58
<p>Legenda yang memiliki<strong>muatan mitologi tertentu</strong>, seperti legenda dewa atau dewi, makhluk mitologi, atau tokoh heroik yang ada di dalam suatu bangsa.</p>
59
<h3>5. Legenda Alam Ghaib</h3>
59
<h3>5. Legenda Alam Ghaib</h3>
60
<p>Legenda yang<strong>memuat pengalaman seseorang dengan makhluk-makhluk ghaib</strong>, hantu, siluman, atau gejala alam gaib yang dianggap benar-benar terjadi.</p>
60
<p>Legenda yang<strong>memuat pengalaman seseorang dengan makhluk-makhluk ghaib</strong>, hantu, siluman, atau gejala alam gaib yang dianggap benar-benar terjadi.</p>
61
<h3>6. Legenda Perorangan</h3>
61
<h3>6. Legenda Perorangan</h3>
62
<p>Legenda yang<strong>berkaitan dengan tokoh tertentu</strong>yang dianggap benar-benar terjadi.</p>
62
<p>Legenda yang<strong>berkaitan dengan tokoh tertentu</strong>yang dianggap benar-benar terjadi.</p>
63
<h3>7. Legenda Lokal</h3>
63
<h3>7. Legenda Lokal</h3>
64
<p>Legenda yang<strong>memiliki hubungan dengan tempat terjadinya alam sekitar,</strong>seperti bukit, danau, gunung, dan yang lainnya.</p>
64
<p>Legenda yang<strong>memiliki hubungan dengan tempat terjadinya alam sekitar,</strong>seperti bukit, danau, gunung, dan yang lainnya.</p>
65
<p><strong>Baca Juga:<a>Cerita Fabel: Pengertian, Struktur, Ciri & Contoh</a></strong></p>
65
<p><strong>Baca Juga:<a>Cerita Fabel: Pengertian, Struktur, Ciri & Contoh</a></strong></p>
66
<p><em>Legenda adalah cerita mitos yang berkembang di masyarakat. (Sumber: freepik.com)</em></p>
66
<p><em>Legenda adalah cerita mitos yang berkembang di masyarakat. (Sumber: freepik.com)</em></p>
67
<h2>Kaidah Kebahasaan Teks Legenda</h2>
67
<h2>Kaidah Kebahasaan Teks Legenda</h2>
68
<h3>Sinonim</h3>
68
<h3>Sinonim</h3>
69
<p>Sinonim merupakan persamaan kata. Artinya, dalam sinonim sebuah kata<strong>maknanya mirip</strong> atau sama dengan kata yang lain.</p>
69
<p>Sinonim merupakan persamaan kata. Artinya, dalam sinonim sebuah kata<strong>maknanya mirip</strong> atau sama dengan kata yang lain.</p>
70
<p>Contoh: matahari = mentari paras = wajah bohong = dusta</p>
70
<p>Contoh: matahari = mentari paras = wajah bohong = dusta</p>
71
<h3>Antonim</h3>
71
<h3>Antonim</h3>
72
<p>Antonim adalah lawan kata. Jadi, dalam antonim makna antara satu kata<strong>berlawanan </strong>dengan kata yang lain.</p>
72
<p>Antonim adalah lawan kata. Jadi, dalam antonim makna antara satu kata<strong>berlawanan </strong>dengan kata yang lain.</p>
73
<p>Contoh: binasa >< lestari benar >< salah kerdil >< bongsor</p>
73
<p>Contoh: binasa >< lestari benar >< salah kerdil >< bongsor</p>
74
<h3>Kata Depan (Preposisi)</h3>
74
<h3>Kata Depan (Preposisi)</h3>
75
<p>Kata depan atau preposisi merupakan kata yang<strong>letaknya di depan</strong>kata sifat, kata benda, atau keterangan. Kalau dalam cerita legenda, kata depan diikuti oleh<strong>kata keterangan tempat </strong>dan <strong>kata keterangan waktu</strong>. Ingat nih, penulisan kata depan <strong>perlu dipisah </strong>dengan kata yang mengikutinya.</p>
75
<p>Kata depan atau preposisi merupakan kata yang<strong>letaknya di depan</strong>kata sifat, kata benda, atau keterangan. Kalau dalam cerita legenda, kata depan diikuti oleh<strong>kata keterangan tempat </strong>dan <strong>kata keterangan waktu</strong>. Ingat nih, penulisan kata depan <strong>perlu dipisah </strong>dengan kata yang mengikutinya.</p>
76
<p>Contoh: di sebuah air terjun, pada sebuah senja.</p>
76
<p>Contoh: di sebuah air terjun, pada sebuah senja.</p>
77
<h3>Kata Seru</h3>
77
<h3>Kata Seru</h3>
78
<p>Kata seru merupakan kata yang digunakan untuk<strong>mengungkapkan isi hati </strong>atau <strong>perasaan</strong>. Biasanya, kata seru dipisahkan dengan tanda baca koma.</p>
78
<p>Kata seru merupakan kata yang digunakan untuk<strong>mengungkapkan isi hati </strong>atau <strong>perasaan</strong>. Biasanya, kata seru dipisahkan dengan tanda baca koma.</p>
79
<p>Contoh: Hei, berhenti sekarang!</p>
79
<p>Contoh: Hei, berhenti sekarang!</p>
80
<h3>Kata Keterangan Waktu</h3>
80
<h3>Kata Keterangan Waktu</h3>
81
<p>Kata keterangan waktu adalah kata yang dapat menjadi penanda keterangan waktu. Ada beberapa kata keterangan waktu, misalnya:</p>
81
<p>Kata keterangan waktu adalah kata yang dapat menjadi penanda keterangan waktu. Ada beberapa kata keterangan waktu, misalnya:</p>
82
<p>1. Waktu permulaan -> semenjak, sejak, dan sedari.</p>
82
<p>1. Waktu permulaan -> semenjak, sejak, dan sedari.</p>
83
<p>2. Hubungan waktu bersamaan -> tatkala, sewaktu, seraya, serta, selagi, sementara, selama, sambil, dan ketika.</p>
83
<p>2. Hubungan waktu bersamaan -> tatkala, sewaktu, seraya, serta, selagi, sementara, selama, sambil, dan ketika.</p>
84
<p>3. Hubungan waktu berurutan -> sebelum, sesudah, setelah, seusai, dan begitu.</p>
84
<p>3. Hubungan waktu berurutan -> sebelum, sesudah, setelah, seusai, dan begitu.</p>
85
<p>4. Hubungan batas waktu akhir -> hingga, akhirnya, dan sampai.</p>
85
<p>4. Hubungan batas waktu akhir -> hingga, akhirnya, dan sampai.</p>
86
<h3>Kata Keterangan Tempat</h3>
86
<h3>Kata Keterangan Tempat</h3>
87
<p>Kata keterangan tempat adalah kata keterangan yang menunjukkan <strong>lokasi </strong>atau <strong>tempat kejadian </strong>dari suati peristiwa tertentu. Biasanya, kata keterangan tempat diikuti dengan kata di, ke, dan dari.</p>
87
<p>Kata keterangan tempat adalah kata keterangan yang menunjukkan <strong>lokasi </strong>atau <strong>tempat kejadian </strong>dari suati peristiwa tertentu. Biasanya, kata keterangan tempat diikuti dengan kata di, ke, dan dari.</p>
88
<p>Contoh, di seberang pulau, ke bumi belahan utara, dari balik pepohonan.</p>
88
<p>Contoh, di seberang pulau, ke bumi belahan utara, dari balik pepohonan.</p>
89
<h3>Kata Sandang</h3>
89
<h3>Kata Sandang</h3>
90
<p>Kata sandang adalah kata yang <strong>difungsikan sebagai pengiring </strong>atau mengikuti kata-kata tertentu. Kata sandang memiliki makna yang selaras dengan kata benda yang diikutinya. Maka dari itu, kata sandang<strong>tidak mempunyai makna tersendiri </strong>karena maknanya bergabung dengan kata yang mengikutinya. Kata sandang terbagi menjadi dua, yaitu tunggal dan jamak.</p>
90
<p>Kata sandang adalah kata yang <strong>difungsikan sebagai pengiring </strong>atau mengikuti kata-kata tertentu. Kata sandang memiliki makna yang selaras dengan kata benda yang diikutinya. Maka dari itu, kata sandang<strong>tidak mempunyai makna tersendiri </strong>karena maknanya bergabung dengan kata yang mengikutinya. Kata sandang terbagi menjadi dua, yaitu tunggal dan jamak.</p>
91
<h4>1) Kata Sandang Tunggal</h4>
91
<h4>1) Kata Sandang Tunggal</h4>
92
<p>si, sang, sri, hang, dyang, hyang</p>
92
<p>si, sang, sri, hang, dyang, hyang</p>
93
<h4>2) Kata Sandang Jamak</h4>
93
<h4>2) Kata Sandang Jamak</h4>
94
<p>para, kaum, umat</p>
94
<p>para, kaum, umat</p>
95
<p>Perlu diingat nih <em>guys</em>, kata sandang diawali huruf kecil, kecuali kata yang mengikutinya perlu diawali kapital karena berperan sebagai panggilan atau nama lain.</p>
95
<p>Perlu diingat nih <em>guys</em>, kata sandang diawali huruf kecil, kecuali kata yang mengikutinya perlu diawali kapital karena berperan sebagai panggilan atau nama lain.</p>
96
<p>Sebagai informasi tambahan juga, <em>sri</em>, <em>hang</em>, <em>dang</em>, dan <em>hyang </em>umum digunakan untuk legenda. Biasanya, penggunaan kata sandang tersebut untuk merujuk ke kisah yang berkaitan dengan kerajaan ataupun asal usul suatu tempat.</p>
96
<p>Sebagai informasi tambahan juga, <em>sri</em>, <em>hang</em>, <em>dang</em>, dan <em>hyang </em>umum digunakan untuk legenda. Biasanya, penggunaan kata sandang tersebut untuk merujuk ke kisah yang berkaitan dengan kerajaan ataupun asal usul suatu tempat.</p>
97
<h3>Kata Langsung dan Tidak Langsung</h3>
97
<h3>Kata Langsung dan Tidak Langsung</h3>
98
<h4><strong>1) Kalimat Langsung</strong></h4>
98
<h4><strong>1) Kalimat Langsung</strong></h4>
99
<p>Kalimat langsung adalah kalimat <strong>yang diucapkan secara langsung </strong>kepada orang yang dituju.</p>
99
<p>Kalimat langsung adalah kalimat <strong>yang diucapkan secara langsung </strong>kepada orang yang dituju.</p>
100
<p>Beberapa ciri dan contoh kalimat langsung antara lain:</p>
100
<p>Beberapa ciri dan contoh kalimat langsung antara lain:</p>
101
<p>- Menggunakan tanda petik.</p>
101
<p>- Menggunakan tanda petik.</p>
102
<p>Contoh:</p>
102
<p>Contoh:</p>
103
<p>“Ibu sudah tua Malin, kapan kamu pulang…”, rintih Mande Rubayah setiap malam.</p>
103
<p>“Ibu sudah tua Malin, kapan kamu pulang…”, rintih Mande Rubayah setiap malam.</p>
104
<p>- Intonasi tinggi untuk tanda tanya dan tanda seru, dan datar untuk kalimat berita.</p>
104
<p>- Intonasi tinggi untuk tanda tanya dan tanda seru, dan datar untuk kalimat berita.</p>
105
<p>Contoh:</p>
105
<p>Contoh:</p>
106
<p>“Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, kalau dia bukan anakku, aku maafkan perbuatannya tadi. Tapi kalau memang dia benar anakku, Malin Kundang, aku mohon keadilan-Mu, ya Tuhan…!”</p>
106
<p>“Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, kalau dia bukan anakku, aku maafkan perbuatannya tadi. Tapi kalau memang dia benar anakku, Malin Kundang, aku mohon keadilan-Mu, ya Tuhan…!”</p>
107
<p>- Kata ganti orang pertama dan orang kedua</p>
107
<p>- Kata ganti orang pertama dan orang kedua</p>
108
<p>Kata ganti orang pertama ⇒ saya, aku Kata ganti orang kedua ⇒ kamu, dia</p>
108
<p>Kata ganti orang pertama ⇒ saya, aku Kata ganti orang kedua ⇒ kamu, dia</p>
109
<h4><strong>2) Kalimat Tidak Langsung</strong></h4>
109
<h4><strong>2) Kalimat Tidak Langsung</strong></h4>
110
<p>Sedangkan, kalimat tidak langsung adalah kalimat yang <strong>melaporkan perkataan orang lain </strong>dalam bentuk pernyataan berita.</p>
110
<p>Sedangkan, kalimat tidak langsung adalah kalimat yang <strong>melaporkan perkataan orang lain </strong>dalam bentuk pernyataan berita.</p>
111
<p>Beberapa ciri dan contoh kalimat tidak langsung antara lain:</p>
111
<p>Beberapa ciri dan contoh kalimat tidak langsung antara lain:</p>
112
<p>- Tidak menggunakan tanda petik.</p>
112
<p>- Tidak menggunakan tanda petik.</p>
113
<p>Contoh:</p>
113
<p>Contoh:</p>
114
<p>Mandi Rubayah berkata bahwa dirinya sudah tua dan bertanya kapan Malin pulang.</p>
114
<p>Mandi Rubayah berkata bahwa dirinya sudah tua dan bertanya kapan Malin pulang.</p>
115
<p>- Intonasi membacanya datar.</p>
115
<p>- Intonasi membacanya datar.</p>
116
<p>Contoh:</p>
116
<p>Contoh:</p>
117
<p>Ki Juru Mertani bertanya tentang apa yang dia dapatkan.</p>
117
<p>Ki Juru Mertani bertanya tentang apa yang dia dapatkan.</p>
118
<p>- Terdapat perubahan kata ganti orang.</p>
118
<p>- Terdapat perubahan kata ganti orang.</p>
119
<p>● Kata ganti orang pertama berubah menjadi orang ketiga. ● Kata ganti orang kedua berubah menjadi orang pertama. ● Kata ganti orang kedua dan pertama jamak berubah menjadi kami, mereka, dan kita.</p>
119
<p>● Kata ganti orang pertama berubah menjadi orang ketiga. ● Kata ganti orang kedua berubah menjadi orang pertama. ● Kata ganti orang kedua dan pertama jamak berubah menjadi kami, mereka, dan kita.</p>
120
<h2><b>Contoh Legenda</b></h2>
120
<h2><b>Contoh Legenda</b></h2>
121
<p><strong>Legenda Sanghyang Kenitri dan Sumber Air Suci di Kuningan, Jawa Barat</strong></p>
121
<p><strong>Legenda Sanghyang Kenitri dan Sumber Air Suci di Kuningan, Jawa Barat</strong></p>
122
<p>Zaman dahulu di pedalaman Kuningan, Jawa Barat, terdapat sebuah legenda kuno yang dikenal sebagai Legenda Sanghyang Kenitri. Legenda ini bercerita tentang asal-usul sumber air suci yang menjadi tempat ziarah dan pemujaan bagi penduduk setempat.</p>
122
<p>Zaman dahulu di pedalaman Kuningan, Jawa Barat, terdapat sebuah legenda kuno yang dikenal sebagai Legenda Sanghyang Kenitri. Legenda ini bercerita tentang asal-usul sumber air suci yang menjadi tempat ziarah dan pemujaan bagi penduduk setempat.</p>
123
<p>Menurut cerita yang beredar pada zaman dahulu kala, di sebuah desa kecil di Kuningan, hiduplah seorang wanita cantik dengan kekuatan gaib yang luar biasa. Namanya adalah Kenitri. Kenitri dikenal oleh penduduk desa sebagai sosok yang bijaksana dan penuh kasih sayang.</p>
123
<p>Menurut cerita yang beredar pada zaman dahulu kala, di sebuah desa kecil di Kuningan, hiduplah seorang wanita cantik dengan kekuatan gaib yang luar biasa. Namanya adalah Kenitri. Kenitri dikenal oleh penduduk desa sebagai sosok yang bijaksana dan penuh kasih sayang.</p>
124
<p>Suatu hari, desa tersebut mengalami musim kemarau panjang yang menyebabkan kehancuran. Sumber-sumber air di desa tersebut kering dan kehidupan masyarakat menjadi terancam. Penduduk desa pun memohon kepada Kenitri untuk membantu mereka menemukan sumber air baru.</p>
124
<p>Suatu hari, desa tersebut mengalami musim kemarau panjang yang menyebabkan kehancuran. Sumber-sumber air di desa tersebut kering dan kehidupan masyarakat menjadi terancam. Penduduk desa pun memohon kepada Kenitri untuk membantu mereka menemukan sumber air baru.</p>
125
<p>Kenitri dengan kekuatan gaibnya melakukan meditasi di tengah hutan belantara selama tujuh hari tujuh malam. Saat malam ketujuh, di bawah sinar bulan purnama, Kenitri menerima petunjuk dari roh alam bahwa sumber air baru terletak di balik sebuah tebing yang tinggi di tengah hutan.</p>
125
<p>Kenitri dengan kekuatan gaibnya melakukan meditasi di tengah hutan belantara selama tujuh hari tujuh malam. Saat malam ketujuh, di bawah sinar bulan purnama, Kenitri menerima petunjuk dari roh alam bahwa sumber air baru terletak di balik sebuah tebing yang tinggi di tengah hutan.</p>
126
<p>Berbekal keberanian dan tekad yang kuat, Kenitri memimpin penduduk desa menuju lokasi yang telah ditunjukkan oleh roh alam. Mereka melewati hutan belantara dan melintasi sungai-sungai yang ganas untuk mencapai tujuan mereka.</p>
126
<p>Berbekal keberanian dan tekad yang kuat, Kenitri memimpin penduduk desa menuju lokasi yang telah ditunjukkan oleh roh alam. Mereka melewati hutan belantara dan melintasi sungai-sungai yang ganas untuk mencapai tujuan mereka.</p>
127
<p>Saat tiba di tebing yang tinggi, Kenitri menggunakan kekuatan gaibnya untuk memecahkan batu besar yang menutupi sumber air. Air suci pun berhasil mengalir deras menyemburkan kehidupan baru ke desa tersebut.</p>
127
<p>Saat tiba di tebing yang tinggi, Kenitri menggunakan kekuatan gaibnya untuk memecahkan batu besar yang menutupi sumber air. Air suci pun berhasil mengalir deras menyemburkan kehidupan baru ke desa tersebut.</p>
128
<p>Setelah peristiwa tersebut, sumber air itu dikenal dengan nama Sanghyang Kenitri, yang artinya “Air Suci Kenitri”. Penduduk desa menganggapnya sebagai berkah dari Kenitri dan mereka membangun tempat peribadatan di sekitar sumber air untuk memuja Kenitri dan berterima kasih atas anugerahnya.</p>
128
<p>Setelah peristiwa tersebut, sumber air itu dikenal dengan nama Sanghyang Kenitri, yang artinya “Air Suci Kenitri”. Penduduk desa menganggapnya sebagai berkah dari Kenitri dan mereka membangun tempat peribadatan di sekitar sumber air untuk memuja Kenitri dan berterima kasih atas anugerahnya.</p>
129
<p>Hingga kini, tempat tersebut dijadikan sebagai tempat ziarah dan pemujaan bagi penduduk setempat. Mereka mempercayai bahwa air suci Sanghyang Kenitri memiliki kekuatan untuk menyembuhkan dan mampu melindungi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.</p>
129
<p>Hingga kini, tempat tersebut dijadikan sebagai tempat ziarah dan pemujaan bagi penduduk setempat. Mereka mempercayai bahwa air suci Sanghyang Kenitri memiliki kekuatan untuk menyembuhkan dan mampu melindungi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.</p>
130
<p>Legenda Sanghyang Kenitri menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan kepercayaan masyarakat Kuningan, Jawa Barat. Kisah tentang keberanian, kebijaksanaan, dan keajaiban Kenitri tetap diwariskan dari generasi ke generasi sebagai pengingat akan keajaiban alam dan kekuatan spiritual yang melimpah di sekitar mereka.</p>
130
<p>Legenda Sanghyang Kenitri menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan kepercayaan masyarakat Kuningan, Jawa Barat. Kisah tentang keberanian, kebijaksanaan, dan keajaiban Kenitri tetap diwariskan dari generasi ke generasi sebagai pengingat akan keajaiban alam dan kekuatan spiritual yang melimpah di sekitar mereka.</p>
131
<p><strong>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Cerita Legenda Menarik dari Berbagai Daerah di Indonesia</a></strong></p>
131
<p><strong>Baca Juga:<a>Kumpulan Contoh Cerita Legenda Menarik dari Berbagai Daerah di Indonesia</a></strong></p>
132
<p>-</p>
132
<p>-</p>
133
<p>Oke teman-teman, itulah pembahasan mengenai<strong>cerita legenda</strong>, mulai dari pengertian hingga contohnya. Seru kan? Sekarang, kamu bisa menganalisis legenda-legenda yang ada di sekitar kita. Teman-teman juga jadi tau kan perbedaan antara legenda satu dengan yang lainnya.</p>
133
<p>Oke teman-teman, itulah pembahasan mengenai<strong>cerita legenda</strong>, mulai dari pengertian hingga contohnya. Seru kan? Sekarang, kamu bisa menganalisis legenda-legenda yang ada di sekitar kita. Teman-teman juga jadi tau kan perbedaan antara legenda satu dengan yang lainnya.</p>
134
<p>Kamu mau belajar bahasa Indonesia dengan materi yang lainnya? Bisa banget! Kamu semua bisa belajar sambil menyimak video pembelajarannya yang seru di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>! Kamu bisa belajar dengan Master Teacher terbaik dan bareng teman-teman belajarmu se-Indonesia! Yuk, cobain dengan daftar di Ruangguru!</p>
134
<p>Kamu mau belajar bahasa Indonesia dengan materi yang lainnya? Bisa banget! Kamu semua bisa belajar sambil menyimak video pembelajarannya yang seru di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>! Kamu bisa belajar dengan Master Teacher terbaik dan bareng teman-teman belajarmu se-Indonesia! Yuk, cobain dengan daftar di Ruangguru!</p>
135
<p><strong>Referensi:</strong></p>
135
<p><strong>Referensi:</strong></p>
136
<p>https://kumparan.com/pengertian-dan-istilah/pengertian-legenda-ciri-ciri-dan-jenisnya-20ziQY3TkDN (Diakses pada 15 Maret 2024)</p>
136
<p>https://kumparan.com/pengertian-dan-istilah/pengertian-legenda-ciri-ciri-dan-jenisnya-20ziQY3TkDN (Diakses pada 15 Maret 2024)</p>
137
<p>https://bobo.grid.id/read/083629474/mengenal-legenda-pengertian-ciri-ciri-dan-contoh-di-berbagai-daerah?page=all (Diakses pada 15 Maret 2024)</p>
137
<p>https://bobo.grid.id/read/083629474/mengenal-legenda-pengertian-ciri-ciri-dan-contoh-di-berbagai-daerah?page=all (Diakses pada 15 Maret 2024)</p>
138
<p>Endarmoko, Eko. (2007). Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. (Diakses pada 15 Maret 2024)</p>
138
<p>Endarmoko, Eko. (2007). Tesaurus Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. (Diakses pada 15 Maret 2024)</p>
139
<p>Danandjaja, J. (2008) “Pendekatan Folklor dalam Penelitian Bahan-Bahan Tradisi Lisan” dalam Pudentia (Ed.). Metodologi kajian tradisi lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan. (Diakses pada 15 Maret 2024)</p>
139
<p>Danandjaja, J. (2008) “Pendekatan Folklor dalam Penelitian Bahan-Bahan Tradisi Lisan” dalam Pudentia (Ed.). Metodologi kajian tradisi lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan. (Diakses pada 15 Maret 2024)</p>
140
<p><strong>Sumber Gambar:</strong></p>
140
<p><strong>Sumber Gambar:</strong></p>
141
<p>https://www.freepik.com/free-ai-image/fantasy-style-scene-international-day-education_94193218.htm#fromView=search&page=1&position=3&uuid=0a1a8218-6ba1-4822-b773-c3c71ad56ebf (Diakses pada 13 Mei 2024)</p>
141
<p>https://www.freepik.com/free-ai-image/fantasy-style-scene-international-day-education_94193218.htm#fromView=search&page=1&position=3&uuid=0a1a8218-6ba1-4822-b773-c3c71ad56ebf (Diakses pada 13 Mei 2024)</p>
142
142