HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Teman-teman, di SMP, mungkin beberapa di antara kamu ada yang sudah belajar materi Sosiologi ya. Di tingkat yang lebih lanjut, kamu juga akan belajar materi ini lebih dalam dan luas lagi, loh! Tapi, kamu tahu nggak sih, apa yang dimaksud Sosiologi itu? Apa saja objek kajian Sosiologi itu? </em></p>
1 <blockquote><p><em>Teman-teman, di SMP, mungkin beberapa di antara kamu ada yang sudah belajar materi Sosiologi ya. Di tingkat yang lebih lanjut, kamu juga akan belajar materi ini lebih dalam dan luas lagi, loh! Tapi, kamu tahu nggak sih, apa yang dimaksud Sosiologi itu? Apa saja objek kajian Sosiologi itu? </em></p>
2 </blockquote><p>-</p>
2 </blockquote><p>-</p>
3 <p>Hayooo… ada yang tahu? Mungkin salah satu alasan kenapa kamu kurang paham dengan mata pelajaran ini adalah karena kamu belum tahu nih, maksud atau pengertian Sosiologi itu sendiri.</p>
3 <p>Hayooo… ada yang tahu? Mungkin salah satu alasan kenapa kamu kurang paham dengan mata pelajaran ini adalah karena kamu belum tahu nih, maksud atau pengertian Sosiologi itu sendiri.</p>
4 <p>Kalau kamu bertanya<strong>pengertian Sosiologi</strong>kepada teman yang suka main<em>plesetan</em>, mungkin dia akan menjawab dengan, “<em>Wah</em>, itu<em>mah</em>pelajaran<em>sok</em>sial!” Kalau kamu bertanya kepada teman yang kelaparan, mungkin dia akan menjawab: “Sosis<em>apaan</em>tadi kata<em>lo</em>?”</p>
4 <p>Kalau kamu bertanya<strong>pengertian Sosiologi</strong>kepada teman yang suka main<em>plesetan</em>, mungkin dia akan menjawab dengan, “<em>Wah</em>, itu<em>mah</em>pelajaran<em>sok</em>sial!” Kalau kamu bertanya kepada teman yang kelaparan, mungkin dia akan menjawab: “Sosis<em>apaan</em>tadi kata<em>lo</em>?”</p>
5 <p><em>Nah</em>, sebenarnya apa itu sosiologi? Di<a>artikel Sosiologi kelas 10</a>ini, kita akan bahas pengertian Sosiologi menurut para ahli, serta objek-objek kajiannya. Mari disimak!</p>
5 <p><em>Nah</em>, sebenarnya apa itu sosiologi? Di<a>artikel Sosiologi kelas 10</a>ini, kita akan bahas pengertian Sosiologi menurut para ahli, serta objek-objek kajiannya. Mari disimak!</p>
6 <p><strong>Baca Juga:<a>Ilmu Sosiologi: Pengertian, Sejarah, Ciri-Ciri, dan Fungsinya</a></strong></p>
6 <p><strong>Baca Juga:<a>Ilmu Sosiologi: Pengertian, Sejarah, Ciri-Ciri, dan Fungsinya</a></strong></p>
7 <h2>Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli</h2>
7 <h2>Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli</h2>
8 <p>Secara etimologis, istilah sosiologi berasal dari bahasa latin yaitu<em><strong>“socio”</strong></em>yang berarti<strong>kawan/masyarakat</strong>, dan<em><strong>“logos”</strong></em>yang berarti<strong>“ilmu”</strong>. Dari sini, banyak pakar yang mendefinisikan sosiologi. Di antaranya:</p>
8 <p>Secara etimologis, istilah sosiologi berasal dari bahasa latin yaitu<em><strong>“socio”</strong></em>yang berarti<strong>kawan/masyarakat</strong>, dan<em><strong>“logos”</strong></em>yang berarti<strong>“ilmu”</strong>. Dari sini, banyak pakar yang mendefinisikan sosiologi. Di antaranya:</p>
9 <h3>1. Emile Durkheim</h3>
9 <h3>1. Emile Durkheim</h3>
10 <p>Menurut Emile Durkheim (1858-1917), Sosiologi adalah ilmu yang memelajari<strong>fakta-fakta sosial,</strong>yaitu fakta-fakta yang berisikan cara<strong>bertindak, berpikir, dan merasakan yang mengendalikan individu</strong>.</p>
10 <p>Menurut Emile Durkheim (1858-1917), Sosiologi adalah ilmu yang memelajari<strong>fakta-fakta sosial,</strong>yaitu fakta-fakta yang berisikan cara<strong>bertindak, berpikir, dan merasakan yang mengendalikan individu</strong>.</p>
11 <h3>2. Max Weber</h3>
11 <h3>2. Max Weber</h3>
12 <p>Menurut Max Weber (1864-1920), Sosiologi adalah ilmu yang memelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara<strong>beranekaragam gejala sosial</strong>(seperti misalnya, gejala ekonomi, gejala agama, gejala keluarga, dan gejala moral).</p>
12 <p>Menurut Max Weber (1864-1920), Sosiologi adalah ilmu yang memelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara<strong>beranekaragam gejala sosial</strong>(seperti misalnya, gejala ekonomi, gejala agama, gejala keluarga, dan gejala moral).</p>
13 <h3>3. Peter L. Berger</h3>
13 <h3>3. Peter L. Berger</h3>
14 <p>Menurut Peter L. Berger, Sosiologi bertujuan untuk<strong>memahami masyarakat,</strong>sehingga daya tarik sosiologi terletak pada<strong>kenyataan yang memungkinkan kita untuk memperoleh gambaran lain</strong>mengenai dunia yang sudah kita tempati sepanjang hidup.</p>
14 <p>Menurut Peter L. Berger, Sosiologi bertujuan untuk<strong>memahami masyarakat,</strong>sehingga daya tarik sosiologi terletak pada<strong>kenyataan yang memungkinkan kita untuk memperoleh gambaran lain</strong>mengenai dunia yang sudah kita tempati sepanjang hidup.</p>
15 <h3>4. Auguste Comte</h3>
15 <h3>4. Auguste Comte</h3>
16 <p>Menurut Bapak Sosiologi Auguste Comte (1789-1853), Sosiologi adalah ilmu yang bertujuan untuk<strong>mengetahui masyarakat</strong>dan dengan pengetahuan itu, seseorang dapat<strong>menjelaskan, meramal, serta mengontrol masyarakat.</strong></p>
16 <p>Menurut Bapak Sosiologi Auguste Comte (1789-1853), Sosiologi adalah ilmu yang bertujuan untuk<strong>mengetahui masyarakat</strong>dan dengan pengetahuan itu, seseorang dapat<strong>menjelaskan, meramal, serta mengontrol masyarakat.</strong></p>
17 <p>Beliau juga menjelaskan bahwa <strong>sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat secara ilmiah sebagai suatu sistem yang teratur</strong>. Ia menyebut sosiologi sebagai “queen of sciences” karena dianggap sebagai ilmu paling tinggi yang merangkum ilmu lainnya untuk memahami tatanan sosial.</p>
17 <p>Beliau juga menjelaskan bahwa <strong>sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat secara ilmiah sebagai suatu sistem yang teratur</strong>. Ia menyebut sosiologi sebagai “queen of sciences” karena dianggap sebagai ilmu paling tinggi yang merangkum ilmu lainnya untuk memahami tatanan sosial.</p>
18 <h3>5. Karl Marx</h3>
18 <h3>5. Karl Marx</h3>
19 <p>Karl Marx menyatakan bahwa sosiologi adalah studi tentang<strong>kelas-kelas sosial dalam masyarakat</strong>serta konflik yang terjadi akibat ketimpangan ekonomi dan kepemilikan alat produksi. Ia menekankan bahwa perubahan sosial terjadi melalui perjuangan kelas (<em>class struggle</em>).</p>
19 <p>Karl Marx menyatakan bahwa sosiologi adalah studi tentang<strong>kelas-kelas sosial dalam masyarakat</strong>serta konflik yang terjadi akibat ketimpangan ekonomi dan kepemilikan alat produksi. Ia menekankan bahwa perubahan sosial terjadi melalui perjuangan kelas (<em>class struggle</em>).</p>
20 <h3>6. Herbert Spencer</h3>
20 <h3>6. Herbert Spencer</h3>
21 <p>Herbert Spencer memandang sosiologi sebagai<strong>studi tentang evolusi masyarakat dan institusi sosial, di mana masyarakat berkembang dari bentuk yang sederhana menjadi kompleks</strong>. Ia menerapkan teori evolusi biologis pada masyarakat.</p>
21 <p>Herbert Spencer memandang sosiologi sebagai<strong>studi tentang evolusi masyarakat dan institusi sosial, di mana masyarakat berkembang dari bentuk yang sederhana menjadi kompleks</strong>. Ia menerapkan teori evolusi biologis pada masyarakat.</p>
22 <h3>7. Herbert Spencer</h3>
22 <h3>7. Herbert Spencer</h3>
23 <p>Menurut Harriet Martineau, sosiologi adalah ilmu yang harus<strong>mempelajari semua aspek kehidupan sosial</strong>,<strong>termasuk moralitas</strong>,<strong>kebiasaan</strong>, dan<strong>hubungan gender</strong>, untuk memahami tatanan masyarakat secara utuh. Ia dianggap pelopor dalam mengaitkan sosiologi dengan isu-isu perempuan dan keadilan sosial.</p>
23 <p>Menurut Harriet Martineau, sosiologi adalah ilmu yang harus<strong>mempelajari semua aspek kehidupan sosial</strong>,<strong>termasuk moralitas</strong>,<strong>kebiasaan</strong>, dan<strong>hubungan gender</strong>, untuk memahami tatanan masyarakat secara utuh. Ia dianggap pelopor dalam mengaitkan sosiologi dengan isu-isu perempuan dan keadilan sosial.</p>
24 <h3><b>8. Ibn Khaldun</b></h3>
24 <h3><b>8. Ibn Khaldun</b></h3>
25 <p>Ibn Khaldun, tokoh Islam abad ke-14, menyatakan bahwa<strong>sosiologi adalah ilmu tentang masyarakat manusia</strong>,<strong>termasuk perkembangan peradaban, kekuasaan</strong>, dan<strong>dinamika sosial</strong>. Ia memperkenalkan konsep<i>‘asabiyyah</i>(solidaritas kelompok) yang sangat penting dalam sosiologi modern.</p>
25 <p>Ibn Khaldun, tokoh Islam abad ke-14, menyatakan bahwa<strong>sosiologi adalah ilmu tentang masyarakat manusia</strong>,<strong>termasuk perkembangan peradaban, kekuasaan</strong>, dan<strong>dinamika sosial</strong>. Ia memperkenalkan konsep<i>‘asabiyyah</i>(solidaritas kelompok) yang sangat penting dalam sosiologi modern.</p>
26 <h3>9. Pitirim Sorokin</h3>
26 <h3>9. Pitirim Sorokin</h3>
27 <p>Menurut Pitirim Sorokin (terjemahan bebas dari Sorokin,<em>Contemporary Sociological Theories</em>, 1928: 760-761), Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antar gejala-gejala sosial. Misalnya, hubungan antara gejala ekonomi dengan agama, hubungan antara gejala hukum dengan ekonomi, dsb.</p>
27 <p>Menurut Pitirim Sorokin (terjemahan bebas dari Sorokin,<em>Contemporary Sociological Theories</em>, 1928: 760-761), Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan dan pengaruh timbal balik antar gejala-gejala sosial. Misalnya, hubungan antara gejala ekonomi dengan agama, hubungan antara gejala hukum dengan ekonomi, dsb.</p>
28 <h3>10. Roucek &amp; Warren</h3>
28 <h3>10. Roucek &amp; Warren</h3>
29 <p>Menurut Roucek dan Warren (terjemahan bebas dari Roucek dan Warren,<em>Sociology an Introduction</em>, 1962: 3), Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.</p>
29 <p>Menurut Roucek dan Warren (terjemahan bebas dari Roucek dan Warren,<em>Sociology an Introduction</em>, 1962: 3), Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.</p>
30 <h3>11. William F. Ogburn &amp; Mayer F. Nimkoff</h3>
30 <h3>11. William F. Ogburn &amp; Mayer F. Nimkoff</h3>
31 <p>Menurut William F. Oburn dan Mayer F. Nimkoff dalam bukunya yang berjudul “<em>Sociology</em>” edisi keempat, Sosiologi adalah<strong>penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial</strong>dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.</p>
31 <p>Menurut William F. Oburn dan Mayer F. Nimkoff dalam bukunya yang berjudul “<em>Sociology</em>” edisi keempat, Sosiologi adalah<strong>penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial</strong>dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.</p>
32 <h3>12. Paul B. Horton</h3>
32 <h3>12. Paul B. Horton</h3>
33 <p>Menurut Paul B. Horton, Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan pada kehidupan manusia secara berkelompok dan hasil dari kehidupan berkelompok tersebut. Konsep Sosiologi menurut Paul B. Horton mengarah pada<a>mobilitas sosial</a>.</p>
33 <p>Menurut Paul B. Horton, Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan pada kehidupan manusia secara berkelompok dan hasil dari kehidupan berkelompok tersebut. Konsep Sosiologi menurut Paul B. Horton mengarah pada<a>mobilitas sosial</a>.</p>
34 <h3>13. J.A.A. Van Doorn &amp; C.J. Lammers</h3>
34 <h3>13. J.A.A. Van Doorn &amp; C.J. Lammers</h3>
35 <p>Menurut J.A.A. Van Doorn dan C.J. Lammers dalam bukunya yang berjudul “<em>Modern Sociology, Systematic en Analyse</em>, (1964: 24), Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.</p>
35 <p>Menurut J.A.A. Van Doorn dan C.J. Lammers dalam bukunya yang berjudul “<em>Modern Sociology, Systematic en Analyse</em>, (1964: 24), Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.</p>
36 <h3>14. Alvin Bertrand</h3>
36 <h3>14. Alvin Bertrand</h3>
37 <p>Menurut Alvin Bertrand, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antar manusia (<em>human relationship</em>).</p>
37 <p>Menurut Alvin Bertrand, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan antar manusia (<em>human relationship</em>).</p>
38 <h3>15. P.J. Bouwman</h3>
38 <h3>15. P.J. Bouwman</h3>
39 <p>Menurut P. J. Bouwman, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat secara umum.</p>
39 <p>Menurut P. J. Bouwman, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang masyarakat secara umum.</p>
40 <h3>16. Selo Soemardjan &amp; Soelaeman Soemardi</h3>
40 <h3>16. Selo Soemardjan &amp; Soelaeman Soemardi</h3>
41 <p>Menurut Selo Seomardjan dan Seolaeman Seomardi, Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang memelajari<strong>struktur sosial dan proses-proses sosial</strong>termasuk perubahan sosial.</p>
41 <p>Menurut Selo Seomardjan dan Seolaeman Seomardi, Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang memelajari<strong>struktur sosial dan proses-proses sosial</strong>termasuk perubahan sosial.</p>
42 <h3>17. Soerjono Soekanto</h3>
42 <h3>17. Soerjono Soekanto</h3>
43 <p>Menurut Seorjono Soekanto, Sosiologi adalah ilmu yang memfokuskan perhatian pada masyarakat yang bersifat umum dan berusaha memahami pola-pola umum yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.</p>
43 <p>Menurut Seorjono Soekanto, Sosiologi adalah ilmu yang memfokuskan perhatian pada masyarakat yang bersifat umum dan berusaha memahami pola-pola umum yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.</p>
44 <p>Baca Juga:<a>Pengertian Observasi Menurut Para Ahli</a></p>
44 <p>Baca Juga:<a>Pengertian Observasi Menurut Para Ahli</a></p>
45 <h2>Pengertian Sosiologi secara Umum</h2>
45 <h2>Pengertian Sosiologi secara Umum</h2>
46 <p><em>Nah</em>, ada beragam banget,<em>kan</em>, pengertian sosiologi itu. Tapi, dari sekian banyak definisi sosiologi menurut para ahli di atas, kita dapat simpulkan bahwa, sosiologi adalah<strong>ilmu yang memelajari tentang masyarakat</strong>.</p>
46 <p><em>Nah</em>, ada beragam banget,<em>kan</em>, pengertian sosiologi itu. Tapi, dari sekian banyak definisi sosiologi menurut para ahli di atas, kita dapat simpulkan bahwa, sosiologi adalah<strong>ilmu yang memelajari tentang masyarakat</strong>.</p>
47 <h2>Objek Kajian Sosiologi</h2>
47 <h2>Objek Kajian Sosiologi</h2>
48 <p>Pertanyaannya adalah, masyarakat yang seperti apa? Bagian apa yang dipelajari dari Sosiologi?<strong>Bagian apa yang dipelajari di Sosiologi ini disebut dengan objek Sosiologi</strong>. Untuk menjawab ini, ada beberapa pendapat para tokoh yang bisa menjelaskannya:</p>
48 <p>Pertanyaannya adalah, masyarakat yang seperti apa? Bagian apa yang dipelajari dari Sosiologi?<strong>Bagian apa yang dipelajari di Sosiologi ini disebut dengan objek Sosiologi</strong>. Untuk menjawab ini, ada beberapa pendapat para tokoh yang bisa menjelaskannya:</p>
49 <h3>1. Objek Sosiologi menurut Emile Durkheim</h3>
49 <h3>1. Objek Sosiologi menurut Emile Durkheim</h3>
50 <p>Dari pengertian sosiologi yang digagas Durkheim di atas tadi, kita bisa tahu bahwa<strong>sosiologi mempelajari tentang fakta-fakta sosial.</strong>Contohnya, hukum-hukum yang mengatur tingkah laku manusia.</p>
50 <p>Dari pengertian sosiologi yang digagas Durkheim di atas tadi, kita bisa tahu bahwa<strong>sosiologi mempelajari tentang fakta-fakta sosial.</strong>Contohnya, hukum-hukum yang mengatur tingkah laku manusia.</p>
51 <h3>2. Objek Sosiologi menurut Max Weber</h3>
51 <h3>2. Objek Sosiologi menurut Max Weber</h3>
52 <p>Berbeda dengan Durkheim, Webber lebih berfokus pada “tindakan sosial” yang mempertimbangkan perilaku orang lain. Seperti apa itu? Misalnya, kamu dengan sengaja membawa<em>speaker</em>ke tengah jalan. Menyetel musik kencang-kencang, lalu berjoget untuk menarik pehatian orang lain. Itu yang disebut dengan tindakan sosial karena kamu dengan sengaja membuat orang lain merespon tindakanmu.</p>
52 <p>Berbeda dengan Durkheim, Webber lebih berfokus pada “tindakan sosial” yang mempertimbangkan perilaku orang lain. Seperti apa itu? Misalnya, kamu dengan sengaja membawa<em>speaker</em>ke tengah jalan. Menyetel musik kencang-kencang, lalu berjoget untuk menarik pehatian orang lain. Itu yang disebut dengan tindakan sosial karena kamu dengan sengaja membuat orang lain merespon tindakanmu.</p>
53 <p>Sebaliknya, kalau kamu sedang di jalan, lalu, ketika mendengar dentuman gendang dangdut, kamu refleks berjoget.<em>Nah</em>, itu bukan sebuah tindakan sosial karena tidak berorientasi pada perilaku orang lain.</p>
53 <p>Sebaliknya, kalau kamu sedang di jalan, lalu, ketika mendengar dentuman gendang dangdut, kamu refleks berjoget.<em>Nah</em>, itu bukan sebuah tindakan sosial karena tidak berorientasi pada perilaku orang lain.</p>
54 <h3>3. Objek Sosiologi menurut Wright Mills</h3>
54 <h3>3. Objek Sosiologi menurut Wright Mills</h3>
55 <p>Sementara itu, Wright Mills berpendapat bahwa untuk<strong>memahami apa yang terjadi di dunia maupun dalam diri manusia</strong>, kita membutuhkan<em><strong>“Sociological imagination”</strong></em>(khayalan sosiologis). Dengan khayalan itu, kita dapat memahami<strong>sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, serta hubungan antara keduanya.</strong></p>
55 <p>Sementara itu, Wright Mills berpendapat bahwa untuk<strong>memahami apa yang terjadi di dunia maupun dalam diri manusia</strong>, kita membutuhkan<em><strong>“Sociological imagination”</strong></em>(khayalan sosiologis). Dengan khayalan itu, kita dapat memahami<strong>sejarah masyarakat, riwayat hidup pribadi, serta hubungan antara keduanya.</strong></p>
56 <h3>4. Objek Sosiologi menurut Auguste Comte</h3>
56 <h3>4. Objek Sosiologi menurut Auguste Comte</h3>
57 <p>Auguste Comte berpendapat bahwa ilmu sosiologi terbagi menjadi dua, yaitu<strong>statika sosial dan dinamika sosial.</strong>Statika sosial adalah sosiologi yang<strong>memelajari pola hubungan masyarakat yang bersifat statis (tetap)</strong>.</p>
57 <p>Auguste Comte berpendapat bahwa ilmu sosiologi terbagi menjadi dua, yaitu<strong>statika sosial dan dinamika sosial.</strong>Statika sosial adalah sosiologi yang<strong>memelajari pola hubungan masyarakat yang bersifat statis (tetap)</strong>.</p>
58 <p>Misalnya, lembaga atau sistem hukum. Sementara dinamika sosial berarti sosiologi memelajari perubahan sosial dalam masyarakat. Contohnya: globalisasi.</p>
58 <p>Misalnya, lembaga atau sistem hukum. Sementara dinamika sosial berarti sosiologi memelajari perubahan sosial dalam masyarakat. Contohnya: globalisasi.</p>
59 <h3>5. Objek Sosiologi menurut Meyer F. Nimkof</h3>
59 <h3>5. Objek Sosiologi menurut Meyer F. Nimkof</h3>
60 <p>Tidak jauh berbeda, Nimkoff membagi objek kajian Sosiologi ke dalam 7 bagian, di antaranya faktor dalam kehidupan sosial manusia, kebudayaan, sifat hakiki manusia (<em>human nature</em>), kelakuan kolektif, persekutuan hidup, lembaga sosial, dan perubahan sosial (<em>social change</em>).</p>
60 <p>Tidak jauh berbeda, Nimkoff membagi objek kajian Sosiologi ke dalam 7 bagian, di antaranya faktor dalam kehidupan sosial manusia, kebudayaan, sifat hakiki manusia (<em>human nature</em>), kelakuan kolektif, persekutuan hidup, lembaga sosial, dan perubahan sosial (<em>social change</em>).</p>
61 <p>Baca Juga:<a>Apa Bedanya Tindakan dan Interaksi Sosial Itu?</a></p>
61 <p>Baca Juga:<a>Apa Bedanya Tindakan dan Interaksi Sosial Itu?</a></p>
62 <p>Dari berbagai pendapat para tokoh di atas, bisa kita simpulkan bahwa<strong>objek kajian Sosiologi</strong>adalah<strong>masyarakat</strong>, dengan mengamati<strong>hubungan antarmanusia dan proses sebab-akibat</strong>yang timbul dari hubungan itu.</p>
62 <p>Dari berbagai pendapat para tokoh di atas, bisa kita simpulkan bahwa<strong>objek kajian Sosiologi</strong>adalah<strong>masyarakat</strong>, dengan mengamati<strong>hubungan antarmanusia dan proses sebab-akibat</strong>yang timbul dari hubungan itu.</p>
63 <p>-</p>
63 <p>-</p>
64 <p>Oke, selesai sudah materi tentang<strong>pengertian ilmu Sosiologi menurut para ahli dan apa saja objek kajiannya.</strong>Ingin tahu lebih dalam lagi tentang materi Sosiologi lainnya?</p>
64 <p>Oke, selesai sudah materi tentang<strong>pengertian ilmu Sosiologi menurut para ahli dan apa saja objek kajiannya.</strong>Ingin tahu lebih dalam lagi tentang materi Sosiologi lainnya?</p>
65 <p><em>Yuk,</em>segera tonton berbagai video pembelajaran dan animasi menarik di<a>ruangbelajar</a><strong>! </strong>Di sana, kamu juga akan mendapat latihan soal serta rangkuman menggunakan infografis yang membuat kamu gampang menangkap isi materinya,<em>lho!</em></p>
65 <p><em>Yuk,</em>segera tonton berbagai video pembelajaran dan animasi menarik di<a>ruangbelajar</a><strong>! </strong>Di sana, kamu juga akan mendapat latihan soal serta rangkuman menggunakan infografis yang membuat kamu gampang menangkap isi materinya,<em>lho!</em></p>
66 <p>Referensi:</p>
66 <p>Referensi:</p>
67 <p>Subadi, Tjipto (2008). Sosiologi [Daring]. Tautan: https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/3007/Sosiologi.pdf?sequence=3#:~:text=Roucek%20dan%20Warren%20(terjemahan%20bebas,antara%20manusia%20dalam%20kelompok%2D%20kelompok. (Diakses pada 20 Maret 2023)</p>
67 <p>Subadi, Tjipto (2008). Sosiologi [Daring]. Tautan: https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/3007/Sosiologi.pdf?sequence=3#:~:text=Roucek%20dan%20Warren%20(terjemahan%20bebas,antara%20manusia%20dalam%20kelompok%2D%20kelompok. (Diakses pada 20 Maret 2023)</p>
68 <p><strong><em>Materi artikel ini diperkaya oleh<a>Ringgana Wandy Wiguna</a>.</em></strong></p>
68 <p><strong><em>Materi artikel ini diperkaya oleh<a>Ringgana Wandy Wiguna</a>.</em></strong></p>
69  
69