0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Di<strong><a>artikel Fisika kelas 10</a></strong>kali ini, kita akan membahas rumus-rumus gerak parabola yang mudah diaplikasikan ketika mengerjakan latihan soal. Ada apa aja sih, rumusnya? Yuk, disimak!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Di<strong><a>artikel Fisika kelas 10</a></strong>kali ini, kita akan membahas rumus-rumus gerak parabola yang mudah diaplikasikan ketika mengerjakan latihan soal. Ada apa aja sih, rumusnya? Yuk, disimak!</em></p>
2
<p><em>-</em></p>
2
<p><em>-</em></p>
3
</blockquote><p>Ada yang suka main bola voli? Kamu sadar nggak, ketika kita bermain voli, bola yang kita pukul akan bergerak membentuk lintasan parabola, lho!</p>
3
</blockquote><p>Ada yang suka main bola voli? Kamu sadar nggak, ketika kita bermain voli, bola yang kita pukul akan bergerak membentuk lintasan parabola, lho!</p>
4
<p>Bola voli akan membentuk lintasan parabola ketika dipukul (Sumber: giphy.com)</p>
4
<p>Bola voli akan membentuk lintasan parabola ketika dipukul (Sumber: giphy.com)</p>
5
<p>Nah, gerak benda yang membentuk lintasan parabola seperti itu disebut juga sebagai gerak parabola. Kamu tau nggak, apa itu gerak parabola?</p>
5
<p>Nah, gerak benda yang membentuk lintasan parabola seperti itu disebut juga sebagai gerak parabola. Kamu tau nggak, apa itu gerak parabola?</p>
6
<h2>Pengertian Gerak Parabola</h2>
6
<h2>Pengertian Gerak Parabola</h2>
7
<p>Gerak parabola adalah gabungan antara<a>gerak lurus</a>beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Pengertian gerak parabola sendiri adalah gerak dua dimensi suatu benda yang bergerak membentuk sudut elevasi dengan sumbu x atau sumbu y. Sumbu x (horizontal) merupakan GLB dan sumbu y (vertikal) merupakan GLBB. Kedua gerak ini tidak saling memengaruhi, hanya saja membentuk suatu gerak parabola. Gerak parabola disebut juga sebagai gerak peluru yang memiliki bentuk lintasan parabola. </p>
7
<p>Gerak parabola adalah gabungan antara<a>gerak lurus</a>beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah beraturan (GLBB). Pengertian gerak parabola sendiri adalah gerak dua dimensi suatu benda yang bergerak membentuk sudut elevasi dengan sumbu x atau sumbu y. Sumbu x (horizontal) merupakan GLB dan sumbu y (vertikal) merupakan GLBB. Kedua gerak ini tidak saling memengaruhi, hanya saja membentuk suatu gerak parabola. Gerak parabola disebut juga sebagai gerak peluru yang memiliki bentuk lintasan parabola. </p>
8
<p>Pada<a>artikel sebelumnya</a>, kita sudah membahas mengenai definisi gerak parabola dan komponennya. Nah, kali ini kita akan membahas rumus-rumus gerak parabola, nih.<em>Eits,</em>tapi tenang! Rumus ini nggak akan bikin kamu pusing, kok. Nantinya, rumus ini justru akan mempermudah kamu dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan gerak parabola. Yuk, kita simak sama-sama!</p>
8
<p>Pada<a>artikel sebelumnya</a>, kita sudah membahas mengenai definisi gerak parabola dan komponennya. Nah, kali ini kita akan membahas rumus-rumus gerak parabola, nih.<em>Eits,</em>tapi tenang! Rumus ini nggak akan bikin kamu pusing, kok. Nantinya, rumus ini justru akan mempermudah kamu dalam mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan gerak parabola. Yuk, kita simak sama-sama!</p>
9
<h2>Rumus Gerak Parabola pada Sumbu-X</h2>
9
<h2>Rumus Gerak Parabola pada Sumbu-X</h2>
10
<p>Sumbu x untuk gerak parabola dijabarkan dengan rumus di bawah ini. Perhatikan, ya!</p>
10
<p>Sumbu x untuk gerak parabola dijabarkan dengan rumus di bawah ini. Perhatikan, ya!</p>
11
<p>Untuk menghitung nilai x atau kedudukan benda pada sumbu x, kita bisa menggunakan rumus yang atas pada gambar tersebut. Sedangkan untuk menghitung nilai Vx atau kecepatan pada sumbu x, kita bisa menggunakan rumus yang bawah. Sama halnya ketika kita ingin menghitung nilai V0x atau kecepatan awal pada sumbu x, kita juga menggunakan rumus yang bawah pada gambar.</p>
11
<p>Untuk menghitung nilai x atau kedudukan benda pada sumbu x, kita bisa menggunakan rumus yang atas pada gambar tersebut. Sedangkan untuk menghitung nilai Vx atau kecepatan pada sumbu x, kita bisa menggunakan rumus yang bawah. Sama halnya ketika kita ingin menghitung nilai V0x atau kecepatan awal pada sumbu x, kita juga menggunakan rumus yang bawah pada gambar.</p>
12
<h2>Rumus Gerak Parabola pada Sumbu-Y</h2>
12
<h2>Rumus Gerak Parabola pada Sumbu-Y</h2>
13
<p>Kalau pada sumbu y, rumusnya gimana, nih? Nah, kalau gerak parabola pada sumbu y, rumusnya adalah sebagai berikut:</p>
13
<p>Kalau pada sumbu y, rumusnya gimana, nih? Nah, kalau gerak parabola pada sumbu y, rumusnya adalah sebagai berikut:</p>
14
<p>Ada 3 rumus yang perlu kamu ingat. Pertama, ada rumus untuk menghitung V0y atau kecepatan awal pada sumbu y. Kemudian, rumus kedua adalah rumus untuk menghitung Vy atau kecepatan pada sumbu y. Selanjutnya, ada rumus untuk menghitung y atau kedudukan benda pada sumbu y.</p>
14
<p>Ada 3 rumus yang perlu kamu ingat. Pertama, ada rumus untuk menghitung V0y atau kecepatan awal pada sumbu y. Kemudian, rumus kedua adalah rumus untuk menghitung Vy atau kecepatan pada sumbu y. Selanjutnya, ada rumus untuk menghitung y atau kedudukan benda pada sumbu y.</p>
15
<p>Baca Juga:<a>Penerapan Gerak Parabola dalam Kehidupan Sehari-Hari</a></p>
15
<p>Baca Juga:<a>Penerapan Gerak Parabola dalam Kehidupan Sehari-Hari</a></p>
16
<h2>Rumus Resultan Kecepatan</h2>
16
<h2>Rumus Resultan Kecepatan</h2>
17
<p>Nah, tadi kan kita sudah tau rumus untuk menghitung kecepatan pada sumbu x (Vx) dan kecepatan pada sumbu y (Vy), nih. Terus selanjutnya, kita bisa mencari nilai kecepatan totalnya (Vt), dengan menggunakan rumus resultan kecepatan berikut ini:</p>
17
<p>Nah, tadi kan kita sudah tau rumus untuk menghitung kecepatan pada sumbu x (Vx) dan kecepatan pada sumbu y (Vy), nih. Terus selanjutnya, kita bisa mencari nilai kecepatan totalnya (Vt), dengan menggunakan rumus resultan kecepatan berikut ini:</p>
18
<p>Kecepatan total atau Vt bisa dihitung dengan mengakarkan hasil penjumlahan dari kuadrat kecepatan pada sumbu x (Vx) dan kuadrat kecepatan pada sumbu y (Vy). Nah, dari nilai Vy dan Vx, kita juga bisa menghitung nilai sudut elevasi, lho! Kamu bisa gunakan rumus yang ditandai dengan kotak berwarna kuning untuk menghitungnya.</p>
18
<p>Kecepatan total atau Vt bisa dihitung dengan mengakarkan hasil penjumlahan dari kuadrat kecepatan pada sumbu x (Vx) dan kuadrat kecepatan pada sumbu y (Vy). Nah, dari nilai Vy dan Vx, kita juga bisa menghitung nilai sudut elevasi, lho! Kamu bisa gunakan rumus yang ditandai dengan kotak berwarna kuning untuk menghitungnya.</p>
19
<p>Baca Juga:<a>Menghitung Gerak Vertikal dalam Kehidupan Sehari-hari\</a></p>
19
<p>Baca Juga:<a>Menghitung Gerak Vertikal dalam Kehidupan Sehari-hari\</a></p>
20
<h2>Contoh Soal Gerak Parabola dan Pembahasannya</h2>
20
<h2>Contoh Soal Gerak Parabola dan Pembahasannya</h2>
21
<p>Sudah tau rumus-rumusnya, sekarang saatnya kita mengerjakan latihan soal!<em>Hayoo</em>, kamu mau kabur, yaaa? Jangan kabur dulu<em>guys</em>, latihan soalnya gampang kok. Yuk, langsung aja kita kerjakan soalnya!</p>
21
<p>Sudah tau rumus-rumusnya, sekarang saatnya kita mengerjakan latihan soal!<em>Hayoo</em>, kamu mau kabur, yaaa? Jangan kabur dulu<em>guys</em>, latihan soalnya gampang kok. Yuk, langsung aja kita kerjakan soalnya!</p>
22
<p>1. Budi melempar bola menuju<em>ring</em>yang terletak pada jarak 100 m dengan sudut elevasi peluru 45° dengan kecepatan awal m/s. Maka, ketinggian<em>ring</em>yang dikenai bola adalah…..</p>
22
<p>1. Budi melempar bola menuju<em>ring</em>yang terletak pada jarak 100 m dengan sudut elevasi peluru 45° dengan kecepatan awal m/s. Maka, ketinggian<em>ring</em>yang dikenai bola adalah…..</p>
23
<ol><li>8 meter</li>
23
<ol><li>8 meter</li>
24
<li>12 meter</li>
24
<li>12 meter</li>
25
<li>14 meter</li>
25
<li>14 meter</li>
26
<li>16 meter</li>
26
<li>16 meter</li>
27
<li>20 meter</li>
27
<li>20 meter</li>
28
</ol><p>Jawaban: E</p>
28
</ol><p>Jawaban: E</p>
29
<p>Pembahasan:</p>
29
<p>Pembahasan:</p>
30
<p>Pertama, kita hitung dulu kecepatan awal pada sumbu x (V0x) nya, dengan rumus sebagai berikut:</p>
30
<p>Pertama, kita hitung dulu kecepatan awal pada sumbu x (V0x) nya, dengan rumus sebagai berikut:</p>
31
<p>Kemudian, kita hitung kecepatan awal pada sumbu y (V0y) nya, dengan rumus sebagai berikut:</p>
31
<p>Kemudian, kita hitung kecepatan awal pada sumbu y (V0y) nya, dengan rumus sebagai berikut:</p>
32
<p>Selanjutnya, kita hitung waktu yang dibutuhkan oleh bola untuk mengenai<em>ring</em>dengan rumus sebagai berikut:</p>
32
<p>Selanjutnya, kita hitung waktu yang dibutuhkan oleh bola untuk mengenai<em>ring</em>dengan rumus sebagai berikut:</p>
33
<p>Terakhir, kita hitung ketinggian<em>ring</em>dengan rumus sebagai berikut:</p>
33
<p>Terakhir, kita hitung ketinggian<em>ring</em>dengan rumus sebagai berikut:</p>
34
<p>Jadi, ketinggian<em>ring</em>adalah 20 meter (E).</p>
34
<p>Jadi, ketinggian<em>ring</em>adalah 20 meter (E).</p>
35
<p>Sekian pembahasan mengenai rumus-rumus gerak parabola beserta contoh latihan soalnya. Gimana? Menurut kamu susah atau gampang, nih? Supaya nggak kesusahan, yuk belajar dengan video belajar beranimasi dari <a><strong>ruangbelajar</strong></a>! Dijamin kamu bakalan makin paham dan nggak kebingungan lagi!</p>
35
<p>Sekian pembahasan mengenai rumus-rumus gerak parabola beserta contoh latihan soalnya. Gimana? Menurut kamu susah atau gampang, nih? Supaya nggak kesusahan, yuk belajar dengan video belajar beranimasi dari <a><strong>ruangbelajar</strong></a>! Dijamin kamu bakalan makin paham dan nggak kebingungan lagi!</p>
36
<p><strong>Sumber Gambar:</strong></p>
36
<p><strong>Sumber Gambar:</strong></p>
37
<p>GIF ‘Anime Volley Kageyama’ [Daring]. Tautan: https://giphy.com/gifs/anime-volley-kageyama-VrHfgexBdXc3Y1z7OP (Diakses: 12 Oktober 2021)</p>
37
<p>GIF ‘Anime Volley Kageyama’ [Daring]. Tautan: https://giphy.com/gifs/anime-volley-kageyama-VrHfgexBdXc3Y1z7OP (Diakses: 12 Oktober 2021)</p>
38
38