HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Sudah siap menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS)? Yuk, tingkatkan persiapan diri kamu dengan latihan soal PAS Kelas 10 SMA IPS Semester Ganjil 2025 beserta pembahasannya di artikel berikut ini!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Sudah siap menghadapi Penilaian Akhir Semester (PAS)? Yuk, tingkatkan persiapan diri kamu dengan latihan soal PAS Kelas 10 SMA IPS Semester Ganjil 2025 beserta pembahasannya di artikel berikut ini!</em></p>
2 </blockquote><p>-</p>
2 </blockquote><p>-</p>
3 <h2>MATEMATIKA</h2>
3 <h2>MATEMATIKA</h2>
4 <p><strong>Topik: Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Linear </strong></p>
4 <p><strong>Topik: Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Linear </strong></p>
5 <p><strong>Subtopik: Latihan Soal Fungsi, Persamaan dan Pertidaksamaan Linear</strong></p>
5 <p><strong>Subtopik: Latihan Soal Fungsi, Persamaan dan Pertidaksamaan Linear</strong></p>
6 <p><strong>Level: MOTS</strong></p>
6 <p><strong>Level: MOTS</strong></p>
7 <p>1. Diberikan gambar segitiga siku-siku ABC sebagai berikut.</p>
7 <p>1. Diberikan gambar segitiga siku-siku ABC sebagai berikut.</p>
8 <p>Jika keliling segitiga di atas adalah 72 cm, maka panjang sisi miringnya adalah … cm.</p>
8 <p>Jika keliling segitiga di atas adalah 72 cm, maka panjang sisi miringnya adalah … cm.</p>
9 <ol><li>10</li>
9 <ol><li>10</li>
10 <li>20</li>
10 <li>20</li>
11 <li>30</li>
11 <li>30</li>
12 <li>40</li>
12 <li>40</li>
13 <li>50</li>
13 <li>50</li>
14 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
14 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
15 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
15 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
16 <p>Perhatikan bahwa keliling segitiga di atas adalah 72 cm, maka</p>
16 <p>Perhatikan bahwa keliling segitiga di atas adalah 72 cm, maka</p>
17 <p>KABC = 24 + (2x - 2) + (4x - 10)</p>
17 <p>KABC = 24 + (2x - 2) + (4x - 10)</p>
18 <p>72 = 6x + 12</p>
18 <p>72 = 6x + 12</p>
19 <p>6x = 60</p>
19 <p>6x = 60</p>
20 <p>x = 10 cm</p>
20 <p>x = 10 cm</p>
21 <p>Dengan demikian, diperoleh</p>
21 <p>Dengan demikian, diperoleh</p>
22 <p>Sisi miring =4x - 10 = 4(10) - 10 = 40 - 10 = 30 cm</p>
22 <p>Sisi miring =4x - 10 = 4(10) - 10 = 40 - 10 = 30 cm</p>
23 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
23 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
24 <p><strong>Baca Juga:<a>Perbedaan Persamaan Linear dan Pertidaksamaan Linear</a></strong></p>
24 <p><strong>Baca Juga:<a>Perbedaan Persamaan Linear dan Pertidaksamaan Linear</a></strong></p>
25 <p><strong>Topik: Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Kuadrat</strong></p>
25 <p><strong>Topik: Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Kuadrat</strong></p>
26 <p><strong>Subtopik: Pertidaksamaan Kuadrat</strong></p>
26 <p><strong>Subtopik: Pertidaksamaan Kuadrat</strong></p>
27 <p><strong>Level: HOTS</strong></p>
27 <p><strong>Level: HOTS</strong></p>
28 <p>2. Penyelesaian dari pertidaksamaan (x - 1) (x - 2) (x - 3) &gt; (x + 1) (x + 2) (x + 3) adalah ….</p>
28 <p>2. Penyelesaian dari pertidaksamaan (x - 1) (x - 2) (x - 3) &gt; (x + 1) (x + 2) (x + 3) adalah ….</p>
29 <ol><li>x &lt; 0</li>
29 <ol><li>x &lt; 0</li>
30 <li>x &gt; 0</li>
30 <li>x &gt; 0</li>
31 <li>-2 &lt; x &lt; 2</li>
31 <li>-2 &lt; x &lt; 2</li>
32 <li>seluruh anggota x ∈ R</li>
32 <li>seluruh anggota x ∈ R</li>
33 <li>tidak ada penyelesaian</li>
33 <li>tidak ada penyelesaian</li>
34 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
34 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
35 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
35 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
36 <p>Perhatikan bahwa:</p>
36 <p>Perhatikan bahwa:</p>
37 <p>(x - 1) (x - 2) (x - 3) &gt; (x + 1) (x + 2)(x + 3)</p>
37 <p>(x - 1) (x - 2) (x - 3) &gt; (x + 1) (x + 2)(x + 3)</p>
38 <p>(x2 - 3x + 2) (x - 3) &gt; (x2 + 3x + 2)(x + 3)</p>
38 <p>(x2 - 3x + 2) (x - 3) &gt; (x2 + 3x + 2)(x + 3)</p>
39 <p>x3 - 6x2 + 11x - 6 &gt; x3 + 6x2 + 11x + 6</p>
39 <p>x3 - 6x2 + 11x - 6 &gt; x3 + 6x2 + 11x + 6</p>
40 <p>- 12x2 - 12 &gt; 0</p>
40 <p>- 12x2 - 12 &gt; 0</p>
41 <p>12x2 +12 &lt; 0</p>
41 <p>12x2 +12 &lt; 0</p>
42 <p>x2 + 1 &lt; 0</p>
42 <p>x2 + 1 &lt; 0</p>
43 <p>Perhatikan bahwa untuk setiap x ∈ R, x² ≥ 0, sehingga x2 + 1 ≥ 1 &gt; 0.</p>
43 <p>Perhatikan bahwa untuk setiap x ∈ R, x² ≥ 0, sehingga x2 + 1 ≥ 1 &gt; 0.</p>
44 <p>Akibatnya, tidak mungkin terdapat nilai x, sehingga x2 + 1 &lt; 0.</p>
44 <p>Akibatnya, tidak mungkin terdapat nilai x, sehingga x2 + 1 &lt; 0.</p>
45 <p>Dengan demikian, tidak ada penyelesaian untuk pertidaksamaan (x - 1) (x - 2)(x - 3) &gt; (x + 1) (x + 2) (x + 3).</p>
45 <p>Dengan demikian, tidak ada penyelesaian untuk pertidaksamaan (x - 1) (x - 2)(x - 3) &gt; (x + 1) (x + 2) (x + 3).</p>
46 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
46 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
47 <p><strong>Topik: Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Irasional (Bentuk Akar) </strong></p>
47 <p><strong>Topik: Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Irasional (Bentuk Akar) </strong></p>
48 <p><strong>Subtopik: Pertidaksamaan Irasional (Bentuk Akar)</strong></p>
48 <p><strong>Subtopik: Pertidaksamaan Irasional (Bentuk Akar)</strong></p>
49 <p><strong>Level: HOTS</strong></p>
49 <p><strong>Level: HOTS</strong></p>
50 <p>3. Penyelesaian dari pertidaksamaan adalah ….</p>
50 <p>3. Penyelesaian dari pertidaksamaan adalah ….</p>
51 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
51 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
52 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
52 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
53 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
53 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
54 <p><strong>Topik: Sistem Persamaan Linear</strong></p>
54 <p><strong>Topik: Sistem Persamaan Linear</strong></p>
55 <p><strong>Subtopik: Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV)</strong></p>
55 <p><strong>Subtopik: Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV)</strong></p>
56 <p><strong>Level: MOTS</strong></p>
56 <p><strong>Level: MOTS</strong></p>
57 <p>4. Sebuah pabrik boneka memiliki tiga buah mesin, yaitu A, B, dan C. Dalam sehari, ketiga mesin tersebut dapat memproduksi 295 buah boneka. Jika hanya mesin A dan B saja yang bekerja, diproduksi 205 boneka dalam sehari. Jika mesin A dan C saja yang bekerja, diproduksi 185 boneka dalam sehari. Jika hanya mesin B dan C yang bekerja, dalam sehari yang dihasilkan boneka sebanyak ….</p>
57 <p>4. Sebuah pabrik boneka memiliki tiga buah mesin, yaitu A, B, dan C. Dalam sehari, ketiga mesin tersebut dapat memproduksi 295 buah boneka. Jika hanya mesin A dan B saja yang bekerja, diproduksi 205 boneka dalam sehari. Jika mesin A dan C saja yang bekerja, diproduksi 185 boneka dalam sehari. Jika hanya mesin B dan C yang bekerja, dalam sehari yang dihasilkan boneka sebanyak ….</p>
58 <ol><li>170</li>
58 <ol><li>170</li>
59 <li>175</li>
59 <li>175</li>
60 <li>180</li>
60 <li>180</li>
61 <li>190</li>
61 <li>190</li>
62 <li>200</li>
62 <li>200</li>
63 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
63 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
64 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
64 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
65 <p>Sistem persamaan yang terbentuk dari persoalan di atas dapat dituliskan sebagai:</p>
65 <p>Sistem persamaan yang terbentuk dari persoalan di atas dapat dituliskan sebagai:</p>
66 <p>A + B + C = 295 … (1)</p>
66 <p>A + B + C = 295 … (1)</p>
67 <p>A + B = 205 … (2)</p>
67 <p>A + B = 205 … (2)</p>
68 <p>A + C = 185 … (3)</p>
68 <p>A + C = 185 … (3)</p>
69 <p>Perhatikan bahwa dari persamaan (2) dan (3) diperoleh:</p>
69 <p>Perhatikan bahwa dari persamaan (2) dan (3) diperoleh:</p>
70 <p>A + B = 205</p>
70 <p>A + B = 205</p>
71 <p>A + C = 185</p>
71 <p>A + C = 185</p>
72 <p>A + B + A + C = 390 … (4)</p>
72 <p>A + B + A + C = 390 … (4)</p>
73 <p>Substitusi persamaan (1) ke persamaan (4), sehingga diperoleh:</p>
73 <p>Substitusi persamaan (1) ke persamaan (4), sehingga diperoleh:</p>
74 <p>A + (A + B + C) = 390</p>
74 <p>A + (A + B + C) = 390</p>
75 <p>A + 295 = 390</p>
75 <p>A + 295 = 390</p>
76 <p>A = 95</p>
76 <p>A = 95</p>
77 <p>Substitusi A = 95 ke persamaan (1), didapat:</p>
77 <p>Substitusi A = 95 ke persamaan (1), didapat:</p>
78 <p>A + B + C = 295</p>
78 <p>A + B + C = 295</p>
79 <p>95 + B + C = 295</p>
79 <p>95 + B + C = 295</p>
80 <p>B + C = 295 - 95</p>
80 <p>B + C = 295 - 95</p>
81 <p>B + C = 200</p>
81 <p>B + C = 200</p>
82 <p>Dengan demikian, jika hanya mesin B dan C yang bekerja, dalam sehari dapat diproduksi 200 boneka.</p>
82 <p>Dengan demikian, jika hanya mesin B dan C yang bekerja, dalam sehari dapat diproduksi 200 boneka.</p>
83 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
83 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
84 <p>-</p>
84 <p>-</p>
85 <p>Yuk, ikutan Smart Payday Promo! Kamu bisa berlangganan seluruh produk Ruangguru dengan diskon spesial plus beragam hadiah menarik. Pas banget nih buat kamu yang lagi butuh paket lengkap untuk persiapan segala ujian, khususnya untuk Penilaian Akhir Semester (PAS) dan SNBT nanti. Promonya cuma sampai 4 Desember! Langsung klaim sekarang sebelum kelewatan.</p>
85 <p>Yuk, ikutan Smart Payday Promo! Kamu bisa berlangganan seluruh produk Ruangguru dengan diskon spesial plus beragam hadiah menarik. Pas banget nih buat kamu yang lagi butuh paket lengkap untuk persiapan segala ujian, khususnya untuk Penilaian Akhir Semester (PAS) dan SNBT nanti. Promonya cuma sampai 4 Desember! Langsung klaim sekarang sebelum kelewatan.</p>
86 <h2>SEJARAH</h2>
86 <h2>SEJARAH</h2>
87 <p><strong>Topik: Cara Berpikir Sejarah</strong></p>
87 <p><strong>Topik: Cara Berpikir Sejarah</strong></p>
88 <p><strong>Subtopik: Cara Berpikir Diakronik (Kronologis) dalam Mempelajari Sejarah</strong></p>
88 <p><strong>Subtopik: Cara Berpikir Diakronik (Kronologis) dalam Mempelajari Sejarah</strong></p>
89 <p><strong>Level: LOTS</strong></p>
89 <p><strong>Level: LOTS</strong></p>
90 <p>1. Catatan sejarah yang tersusun berdasarkan urutan waktu peristiwa terjadinya disebut ….</p>
90 <p>1. Catatan sejarah yang tersusun berdasarkan urutan waktu peristiwa terjadinya disebut ….</p>
91 <ol><li>kronik</li>
91 <ol><li>kronik</li>
92 <li>riwayat</li>
92 <li>riwayat</li>
93 <li>babad</li>
93 <li>babad</li>
94 <li>tambo</li>
94 <li>tambo</li>
95 <li>anakronik</li>
95 <li>anakronik</li>
96 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
96 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
97 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
97 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
98 <p>Dalam ilmu sejarah dikenal beberapa istilah yang erat dengan sumber sejarah dan peristiwa sejarah. Istilah yang dimaksud adalah sebagai berikut.</p>
98 <p>Dalam ilmu sejarah dikenal beberapa istilah yang erat dengan sumber sejarah dan peristiwa sejarah. Istilah yang dimaksud adalah sebagai berikut.</p>
99 <ol><li>Kronik merupakan catatan sejarah yang tersusun berdasarkan terjadinya peristiwa sejarah yang terjadi.</li>
99 <ol><li>Kronik merupakan catatan sejarah yang tersusun berdasarkan terjadinya peristiwa sejarah yang terjadi.</li>
100 <li>Riwayat mempunyai arti yaitu cerita turun temurun.</li>
100 <li>Riwayat mempunyai arti yaitu cerita turun temurun.</li>
101 <li>Babad merupakan sejenis teks yang berasal dari Jawa atau Bali yang berhubungan dengan sejarah.</li>
101 <li>Babad merupakan sejenis teks yang berasal dari Jawa atau Bali yang berhubungan dengan sejarah.</li>
102 <li>Tambo berasal dari bahasa sanskerta yang mempunyai arti bermula. Dalam tradisi masyarakat Minangkabau, tambo merupakan suatu warisan turun-temurun yang disampaikan secara lisan.</li>
102 <li>Tambo berasal dari bahasa sanskerta yang mempunyai arti bermula. Dalam tradisi masyarakat Minangkabau, tambo merupakan suatu warisan turun-temurun yang disampaikan secara lisan.</li>
103 <li>Anakronik yaitu menempatkan tokoh, objek, peristiwa, atau kebiasaan yang tidak sesuai dengan urutan waktunya.</li>
103 <li>Anakronik yaitu menempatkan tokoh, objek, peristiwa, atau kebiasaan yang tidak sesuai dengan urutan waktunya.</li>
104 </ol><p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
104 </ol><p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
105 <p><strong>Baca Juga:<a>Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah</a></strong></p>
105 <p><strong>Baca Juga:<a>Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik dalam Sejarah</a></strong></p>
106 <p><strong>Topik: Indonesia Zaman Praaksara</strong></p>
106 <p><strong>Topik: Indonesia Zaman Praaksara</strong></p>
107 <p><strong>Subtopik: Hasil dan Nilai Budaya Masyarakat</strong></p>
107 <p><strong>Subtopik: Hasil dan Nilai Budaya Masyarakat</strong></p>
108 <p><strong>Level: MOTS</strong></p>
108 <p><strong>Level: MOTS</strong></p>
109 <p>2. Fungsi gerabah pada masa bercocok tanam digunakan sebagai ….</p>
109 <p>2. Fungsi gerabah pada masa bercocok tanam digunakan sebagai ….</p>
110 <ol><li>media penghormatan</li>
110 <ol><li>media penghormatan</li>
111 <li>wadah dan keperluan upacara</li>
111 <li>wadah dan keperluan upacara</li>
112 <li>tempat sesaji pada saat upacara</li>
112 <li>tempat sesaji pada saat upacara</li>
113 <li>lambang bagi orang-orang yang sudah meninggal</li>
113 <li>lambang bagi orang-orang yang sudah meninggal</li>
114 <li>tempat pemujaan terhadap arwah nenek moyang</li>
114 <li>tempat pemujaan terhadap arwah nenek moyang</li>
115 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
115 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
116 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
116 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
117 <p>Gerabah merupakan benda pecah belah yang terbuat dari tanah liat. Pada masa bercocok tanam, gerabah digunakan sebagai wadah, ada juga yang digunakan sebagai keperluan upacara. Ada gerabah yang diperindah dengan berbagai ragam hias, ada juga yang dihias sederhana, dan ada pula gerabah yang tidak dihias. Meskipun demikian, teknik pembuatan dan pola hias gerabah pada masa bercocok tanam masih sangat sederhana sebab semuanya masih dikerjakan dengan tangan serta hanya menggunakan goresan sederhana di tingkat luarnya.</p>
117 <p>Gerabah merupakan benda pecah belah yang terbuat dari tanah liat. Pada masa bercocok tanam, gerabah digunakan sebagai wadah, ada juga yang digunakan sebagai keperluan upacara. Ada gerabah yang diperindah dengan berbagai ragam hias, ada juga yang dihias sederhana, dan ada pula gerabah yang tidak dihias. Meskipun demikian, teknik pembuatan dan pola hias gerabah pada masa bercocok tanam masih sangat sederhana sebab semuanya masih dikerjakan dengan tangan serta hanya menggunakan goresan sederhana di tingkat luarnya.</p>
118 <p><strong>Maka, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
118 <p><strong>Maka, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
119 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Peralatan Manusia Purba Zaman Praaksara</a></strong></p>
119 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Peralatan Manusia Purba Zaman Praaksara</a></strong></p>
120 <p><strong>Topik: Ruang Lingkup Ilmu Sejarah</strong></p>
120 <p><strong>Topik: Ruang Lingkup Ilmu Sejarah</strong></p>
121 <p><strong>Subtopik: Sejarah sebagai Peristiwa, Ilmu, Kisah, dan Seni</strong></p>
121 <p><strong>Subtopik: Sejarah sebagai Peristiwa, Ilmu, Kisah, dan Seni</strong></p>
122 <p><strong>Level: HOTS</strong></p>
122 <p><strong>Level: HOTS</strong></p>
123 <p><strong>Perhatikan kutipan teks berikut!</strong></p>
123 <p><strong>Perhatikan kutipan teks berikut!</strong></p>
124 <p>3. Pada suatu sore, Ucup bertanya pada kakek Besari mengenai peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) yang terjadi pada tahun 1974. Dengan penuh semangat kakek Besari menceritakan peristiwa itu secara kronologis. Menurutnya, sebagai salah satu mahasiswa yang terlibat dalam peristiwa Malari, saat itu keadaannya sangat mencekam bahkan di beberapa titik kota Jakarta terjadi kebakaran dan penjarahan.</p>
124 <p>3. Pada suatu sore, Ucup bertanya pada kakek Besari mengenai peristiwa Malari (Malapetaka 15 Januari) yang terjadi pada tahun 1974. Dengan penuh semangat kakek Besari menceritakan peristiwa itu secara kronologis. Menurutnya, sebagai salah satu mahasiswa yang terlibat dalam peristiwa Malari, saat itu keadaannya sangat mencekam bahkan di beberapa titik kota Jakarta terjadi kebakaran dan penjarahan.</p>
125 <p>Dari kutipan teks di atas, apa yang sedang diceritakan oleh kakek Besari merupakan bagian dari ….</p>
125 <p>Dari kutipan teks di atas, apa yang sedang diceritakan oleh kakek Besari merupakan bagian dari ….</p>
126 <ol><li>sejarah sebagai peristiwa</li>
126 <ol><li>sejarah sebagai peristiwa</li>
127 <li>sejarah sebagai ilmu</li>
127 <li>sejarah sebagai ilmu</li>
128 <li>sejarah sebagai seni</li>
128 <li>sejarah sebagai seni</li>
129 <li>sejarah sebagai fakta</li>
129 <li>sejarah sebagai fakta</li>
130 <li>sejarah sebagai kisah</li>
130 <li>sejarah sebagai kisah</li>
131 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
131 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
132 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
132 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
133 <p>Dari teks di atas, apa yang dilakukan oleh Kakek Besari yang menceritakan suatu pengalaman sejarah mengenai aksi Demonstrasi Malari kepada Ucup adalah bagian dari sejarah sebagai kisah. Sejarah sebagai kisah adalah sejarah yang disampaikan kembali kebenarannya oleh sejarawan berdasarkan penafsirannya.</p>
133 <p>Dari teks di atas, apa yang dilakukan oleh Kakek Besari yang menceritakan suatu pengalaman sejarah mengenai aksi Demonstrasi Malari kepada Ucup adalah bagian dari sejarah sebagai kisah. Sejarah sebagai kisah adalah sejarah yang disampaikan kembali kebenarannya oleh sejarawan berdasarkan penafsirannya.</p>
134 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
134 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
135 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Sejarah Sebagai Peristiwa dan Kisah</a></strong></p>
135 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Sejarah Sebagai Peristiwa dan Kisah</a></strong></p>
136 <p><strong>Topik: Sumber Sejarah</strong></p>
136 <p><strong>Topik: Sumber Sejarah</strong></p>
137 <p><strong>Subtopik: Sumber Benda</strong></p>
137 <p><strong>Subtopik: Sumber Benda</strong></p>
138 <p><strong>Level: Medium</strong></p>
138 <p><strong>Level: Medium</strong></p>
139 <p>4. Salah satu kendala yang ditemui saat peneliti sejarah menggunakan sumber benda yaitu ….</p>
139 <p>4. Salah satu kendala yang ditemui saat peneliti sejarah menggunakan sumber benda yaitu ….</p>
140 <ol><li>akses untuk mencapai sumber sejarah berupa benda cukup sulit</li>
140 <ol><li>akses untuk mencapai sumber sejarah berupa benda cukup sulit</li>
141 <li>kesulitan menemui narasumber yang akan diwawancarai oleh peneliti sejarah</li>
141 <li>kesulitan menemui narasumber yang akan diwawancarai oleh peneliti sejarah</li>
142 <li>sumber berupa benda umurnya sangat tua sehingga mudah rusak jika dipegang</li>
142 <li>sumber berupa benda umurnya sangat tua sehingga mudah rusak jika dipegang</li>
143 <li>sumber benda bukan merupakan sumber primer yang dapat dipercaya</li>
143 <li>sumber benda bukan merupakan sumber primer yang dapat dipercaya</li>
144 <li>sumber benda belum seluruhnya memberikan informasi secara utuh</li>
144 <li>sumber benda belum seluruhnya memberikan informasi secara utuh</li>
145 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
145 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
146 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
146 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
147 <p>Sumber benda digunakan untuk mengetahui kehidupan manusia pada masa lampau akan tetapi dalam proses penelitian sejarah, sumber benda memiliki kekurangan karena belum secara keseluruhan dapat memberikan informasi di masa lampau. Persoalan dapat bertambah jika benda yang digunakan sebagai sumber terbatas jumlahnya.</p>
147 <p>Sumber benda digunakan untuk mengetahui kehidupan manusia pada masa lampau akan tetapi dalam proses penelitian sejarah, sumber benda memiliki kekurangan karena belum secara keseluruhan dapat memberikan informasi di masa lampau. Persoalan dapat bertambah jika benda yang digunakan sebagai sumber terbatas jumlahnya.</p>
148 <p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
148 <p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
149 <p><strong>Baca Juga:<a>Jenis-Jenis Sumber Sejarah Berdasarkan Sifat &amp; Bentuknya</a></strong></p>
149 <p><strong>Baca Juga:<a>Jenis-Jenis Sumber Sejarah Berdasarkan Sifat &amp; Bentuknya</a></strong></p>
150 <p><strong>Topik: Penelitian Sejarah</strong></p>
150 <p><strong>Topik: Penelitian Sejarah</strong></p>
151 <p><strong>Subtopik: Interpretasi</strong></p>
151 <p><strong>Subtopik: Interpretasi</strong></p>
152 <p><strong>Level: HOTS</strong></p>
152 <p><strong>Level: HOTS</strong></p>
153 <p><strong>Perhatikan teks berikut!</strong></p>
153 <p><strong>Perhatikan teks berikut!</strong></p>
154 <p>Supersemar atau Surat Perintah Sebelas Maret (SP 11 Maret 1966) mengubah sejarah Indonesia untuk selamanya. Surat itu berisi perintah dari Presiden Soekarno untuk Letnan Jenderal Soeharto, Panglima Angkatan Darat. Isinya pemberian wewenang untuk memulihkan keamanan dan ketertiban setelah peristiwa G30S PKI. Secarik surat perintah itulah yang mengubah peta politik di Indonesia secara drastis. Atas wewenang yang diberikan, Soeharto langsung mengambil alih komando. Dia membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan menangkapi orang-orang yang dicurigai terlibat gerakan 30 September. Termasuk para menteri yang loyal pada Presiden Soekarno.</p>
154 <p>Supersemar atau Surat Perintah Sebelas Maret (SP 11 Maret 1966) mengubah sejarah Indonesia untuk selamanya. Surat itu berisi perintah dari Presiden Soekarno untuk Letnan Jenderal Soeharto, Panglima Angkatan Darat. Isinya pemberian wewenang untuk memulihkan keamanan dan ketertiban setelah peristiwa G30S PKI. Secarik surat perintah itulah yang mengubah peta politik di Indonesia secara drastis. Atas wewenang yang diberikan, Soeharto langsung mengambil alih komando. Dia membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan menangkapi orang-orang yang dicurigai terlibat gerakan 30 September. Termasuk para menteri yang loyal pada Presiden Soekarno.</p>
155 <p>Surat susulan dari Presiden Soekarno yang memprotes pembubaran parpol tak digubris Soeharto. Dia terus bergerak, termasuk membubarkan Resimen Tjakrabirawa. Satuan elite pengawal Presiden Soekarno. Setelah Supersemar diteken, kekuasaan Soekarno meredup dan sebaliknya Soeharto menjadi orang paling berkuasa di Indonesia. Supersemar terjadi pada 11 Maret 1966, tiga jenderal utusan Letnan Jenderal Soeharto menghadap Presiden Soekarno di Istana Bogor. Brigadir Jenderal M Jusuf, Brigadir Jenderal Amir Machmud dan Brigadir Jenderal Basuki Rahmat. Banyak versi beredar soal bagaimana situasi di Istana Bogor saat Soekarno menyambut tiga jenderal itu. Ada yang mengatakan Soekarno ditodong pistol. Ada juga yang menyampaikan Soekarno secara sukarela membuat surat perintah untuk Letjen Soeharto.</p>
155 <p>Surat susulan dari Presiden Soekarno yang memprotes pembubaran parpol tak digubris Soeharto. Dia terus bergerak, termasuk membubarkan Resimen Tjakrabirawa. Satuan elite pengawal Presiden Soekarno. Setelah Supersemar diteken, kekuasaan Soekarno meredup dan sebaliknya Soeharto menjadi orang paling berkuasa di Indonesia. Supersemar terjadi pada 11 Maret 1966, tiga jenderal utusan Letnan Jenderal Soeharto menghadap Presiden Soekarno di Istana Bogor. Brigadir Jenderal M Jusuf, Brigadir Jenderal Amir Machmud dan Brigadir Jenderal Basuki Rahmat. Banyak versi beredar soal bagaimana situasi di Istana Bogor saat Soekarno menyambut tiga jenderal itu. Ada yang mengatakan Soekarno ditodong pistol. Ada juga yang menyampaikan Soekarno secara sukarela membuat surat perintah untuk Letjen Soeharto.</p>
156 <p>Sumber: merdeka.com</p>
156 <p>Sumber: merdeka.com</p>
157 <p>Interpretasi yang tepat terkait alasan dikeluarkannya Supersemar berdasarkan teks di atas adalah ….</p>
157 <p>Interpretasi yang tepat terkait alasan dikeluarkannya Supersemar berdasarkan teks di atas adalah ….</p>
158 <ol><li>Soeharto ingin melucuti kekuasaan Soeharto</li>
158 <ol><li>Soeharto ingin melucuti kekuasaan Soeharto</li>
159 <li>Soekarno ingin mendaulat Soeharto sebagai Presiden kedua</li>
159 <li>Soekarno ingin mendaulat Soeharto sebagai Presiden kedua</li>
160 <li>Soeharto ingin menumpas habis paham komunisme di Indonesia</li>
160 <li>Soeharto ingin menumpas habis paham komunisme di Indonesia</li>
161 <li>jalannya pemerintahan dalam kondisi stabil dan tidak terancam oleh apapun</li>
161 <li>jalannya pemerintahan dalam kondisi stabil dan tidak terancam oleh apapun</li>
162 <li>jalannya pemerintahan terancam oleh adanya ketidakstabilan politik dan keamanan</li>
162 <li>jalannya pemerintahan terancam oleh adanya ketidakstabilan politik dan keamanan</li>
163 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
163 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
164 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
164 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
165 <p>Berdasarkan teks di atas, maka interpretasi yang tepat untuk menjelaskan alasan dikeluarkannya Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) adalah karena pada saat itu jalannya pemerintahan yang dipimpin Presiden Soekarno terancam oleh adanya ketidakstabilan politik dan keamanan sebagai akibat dari pecahnya Gerakan 30 September 1965 yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI). Kondisi politik Indonesia pasca saat itu dalam kondisi yang carut marut, demonstrasi dan aksi massa menuntut pembubaran PKI terjadi secara besar-besaran. Hal ini tak pelak berakibat pada tidak stabilnya kondisi keamanan dan ketertiban negara. Dalam kondisi yang genting itu, Presiden Soekarno mengeluarkan Supersemar dengan tujuan jalannya pemerintahan negara kembali normal.</p>
165 <p>Berdasarkan teks di atas, maka interpretasi yang tepat untuk menjelaskan alasan dikeluarkannya Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) adalah karena pada saat itu jalannya pemerintahan yang dipimpin Presiden Soekarno terancam oleh adanya ketidakstabilan politik dan keamanan sebagai akibat dari pecahnya Gerakan 30 September 1965 yang dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI). Kondisi politik Indonesia pasca saat itu dalam kondisi yang carut marut, demonstrasi dan aksi massa menuntut pembubaran PKI terjadi secara besar-besaran. Hal ini tak pelak berakibat pada tidak stabilnya kondisi keamanan dan ketertiban negara. Dalam kondisi yang genting itu, Presiden Soekarno mengeluarkan Supersemar dengan tujuan jalannya pemerintahan negara kembali normal.</p>
166 <p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
166 <p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
167 <p><strong>Baca Juga:<a>5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya</a></strong></p>
167 <p><strong>Baca Juga:<a>5 Tahap Penelitian Sejarah Menurut Ahli Beserta Contohnya</a></strong></p>
168 <p><strong>Topik: Pendidikan dan Pergerakan Nasional</strong></p>
168 <p><strong>Topik: Pendidikan dan Pergerakan Nasional</strong></p>
169 <p><strong>Subtopik: Munculnya Golongan Elit di Indonesia</strong></p>
169 <p><strong>Subtopik: Munculnya Golongan Elit di Indonesia</strong></p>
170 <p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
170 <p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
171 <p>6. Pendirian Taman Siswa dilatarbelakangi oleh ….</p>
171 <p>6. Pendirian Taman Siswa dilatarbelakangi oleh ….</p>
172 <ol><li>keinginan untuk berjuang secara politik melalui pendidikan</li>
172 <ol><li>keinginan untuk berjuang secara politik melalui pendidikan</li>
173 <li>adanya diskriminasi pendidikan terhadap bumiputra</li>
173 <li>adanya diskriminasi pendidikan terhadap bumiputra</li>
174 <li>keinginan untuk memberikan motivasi yang baik</li>
174 <li>keinginan untuk memberikan motivasi yang baik</li>
175 <li>munculnya undang-undang tentang sekolah liar</li>
175 <li>munculnya undang-undang tentang sekolah liar</li>
176 <li>menyaingi sekolah-sekolah swasta asing</li>
176 <li>menyaingi sekolah-sekolah swasta asing</li>
177 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
177 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
178 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
178 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
179 <p>Taman Siswa didirikan oleh Suwardi Suryaningrat atau Ki Hadjar Dewantara pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Saat itu, beliau meyakini bahwa pendidikan merupakan sarana yang efektif untuk mewujudkan transformasi sosial dan menjadi cara yang tepat untuk memajukan bangsa.</p>
179 <p>Taman Siswa didirikan oleh Suwardi Suryaningrat atau Ki Hadjar Dewantara pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta. Saat itu, beliau meyakini bahwa pendidikan merupakan sarana yang efektif untuk mewujudkan transformasi sosial dan menjadi cara yang tepat untuk memajukan bangsa.</p>
180 <p>Pendirian Taman Siswa dilatarbelakangi oleh adanya diskriminasi pendidikan terhadap bumiputra karena saat itu status sosial masyarakat menentukan jenjang pendidikan yang akan ia tempuh. Bagi rakyat jelata, mereka hanya dapat menempuh pendidikan sampai Sekolah Dasar saja, sedangkan bagi kaum bangsawan dan bangsa Eropa, mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bahkan hingga ke luar negeri.</p>
180 <p>Pendirian Taman Siswa dilatarbelakangi oleh adanya diskriminasi pendidikan terhadap bumiputra karena saat itu status sosial masyarakat menentukan jenjang pendidikan yang akan ia tempuh. Bagi rakyat jelata, mereka hanya dapat menempuh pendidikan sampai Sekolah Dasar saja, sedangkan bagi kaum bangsawan dan bangsa Eropa, mereka dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bahkan hingga ke luar negeri.</p>
181 <p>Oleh karena itu, Taman Siswa menjadi tempat bagi rakyat bumiputra yang tidak bisa masuk ke sekolah pemerintah atau tidak bisa melanjutkan ke pendidikan tinggi. Jadi, pendirian Taman Siswa dilatarbelakangi oleh adanya diskriminasi pendidikan terhadap bumiputra.</p>
181 <p>Oleh karena itu, Taman Siswa menjadi tempat bagi rakyat bumiputra yang tidak bisa masuk ke sekolah pemerintah atau tidak bisa melanjutkan ke pendidikan tinggi. Jadi, pendirian Taman Siswa dilatarbelakangi oleh adanya diskriminasi pendidikan terhadap bumiputra.</p>
182 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
182 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
183 <p><strong>Baca Juga:<a>Taman Siswa dan Pendidikan Indonesia Masa Kini</a></strong></p>
183 <p><strong>Baca Juga:<a>Taman Siswa dan Pendidikan Indonesia Masa Kini</a></strong></p>
184 <h2>GEOGRAFI</h2>
184 <h2>GEOGRAFI</h2>
185 <p><strong>Topik: Pengetahuan Dasar Geografi</strong></p>
185 <p><strong>Topik: Pengetahuan Dasar Geografi</strong></p>
186 <p><strong>Subtopik: Konsep Esensial Geografi</strong></p>
186 <p><strong>Subtopik: Konsep Esensial Geografi</strong></p>
187 <p>1. Harga tanah di wilayah perkotaan lebih mahal dibandingkan dengan harga tanah di perdesaan. Hal ini disebabkan karena intensitas dan kondisi jaringan jalan dan penggunaan lahan di perkotaan yang lebih tinggi daripada wilayah desa. Pernyataan yang tepat terkait dengan uraian tersebut adalah …</p>
187 <p>1. Harga tanah di wilayah perkotaan lebih mahal dibandingkan dengan harga tanah di perdesaan. Hal ini disebabkan karena intensitas dan kondisi jaringan jalan dan penggunaan lahan di perkotaan yang lebih tinggi daripada wilayah desa. Pernyataan yang tepat terkait dengan uraian tersebut adalah …</p>
188 <ol><li>Fenomena ini berkaitan dengan konsep jarak karena uraian tersebut menjelaskan jarak antarwilayah.</li>
188 <ol><li>Fenomena ini berkaitan dengan konsep jarak karena uraian tersebut menjelaskan jarak antarwilayah.</li>
189 <li>Fenomena ini berkaitan dengan konsep nilai guna karena uraian tersebut menjelaskan tentang nilai dan manfaat yang bisa didapat dari wilayah perkotaan dan perdesaan.</li>
189 <li>Fenomena ini berkaitan dengan konsep nilai guna karena uraian tersebut menjelaskan tentang nilai dan manfaat yang bisa didapat dari wilayah perkotaan dan perdesaan.</li>
190 <li>Fenomena ini berkaitan dengan konsep lokasi karena uraian tersebut menjelaskan tentang bagaimana posisi wilayah perkotaan dan perdesaan memengaruhi harga tanah di sana.</li>
190 <li>Fenomena ini berkaitan dengan konsep lokasi karena uraian tersebut menjelaskan tentang bagaimana posisi wilayah perkotaan dan perdesaan memengaruhi harga tanah di sana.</li>
191 <li>Fenomena ini berkaitan dengan konsep interaksi dan interependensi karena uraian tersebut menjelaskan adanya hubungan timbal balik dan saling ketergantungan antara wilayah kota dan desa.</li>
191 <li>Fenomena ini berkaitan dengan konsep interaksi dan interependensi karena uraian tersebut menjelaskan adanya hubungan timbal balik dan saling ketergantungan antara wilayah kota dan desa.</li>
192 <li>Fenomena ini berkaitan dengan konsep diferensiasi area karena uraian tersebut menjelaskan adanya perbedaan karakteristik di wilayah perkotaan dan perdesaan, yaitu harga tanah, tingkat aksesibillitas, dan intensitas penggunaan lahan yang berbeda.</li>
192 <li>Fenomena ini berkaitan dengan konsep diferensiasi area karena uraian tersebut menjelaskan adanya perbedaan karakteristik di wilayah perkotaan dan perdesaan, yaitu harga tanah, tingkat aksesibillitas, dan intensitas penggunaan lahan yang berbeda.</li>
193 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
193 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
194 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
194 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
195 <p>Fenomena perbedaan harga tanah di perkotaan dengan di perdesaan dapat dijelaskan dengan konsep diferensiasi area. Perbedaan ini dipicu karena tingkat aksesibilitas dan intensitas penggunaan lahan yang berbeda pada dua wilayah tersebut. Konsep diferensiasi area sendiri merupakan konsep yang menjelaskan tentang perbedaan fenomena yang terdapat di suatu wilayah dengan wilayah lainnya.</p>
195 <p>Fenomena perbedaan harga tanah di perkotaan dengan di perdesaan dapat dijelaskan dengan konsep diferensiasi area. Perbedaan ini dipicu karena tingkat aksesibilitas dan intensitas penggunaan lahan yang berbeda pada dua wilayah tersebut. Konsep diferensiasi area sendiri merupakan konsep yang menjelaskan tentang perbedaan fenomena yang terdapat di suatu wilayah dengan wilayah lainnya.</p>
196 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
196 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
197 <p><strong>Baca Juga:<a>Ilmu Geografi: Pengertian, Ruang Lingkup &amp; Objek Kajiannya </a></strong></p>
197 <p><strong>Baca Juga:<a>Ilmu Geografi: Pengertian, Ruang Lingkup &amp; Objek Kajiannya </a></strong></p>
198 <p><strong>Topik: Pengetahuan Dasar Pemetaan</strong></p>
198 <p><strong>Topik: Pengetahuan Dasar Pemetaan</strong></p>
199 <p><strong>Subtopik: Penghitungan Pada Peta</strong></p>
199 <p><strong>Subtopik: Penghitungan Pada Peta</strong></p>
200 <p>2. Suatu peta topografi menampilkan garis kontur dengan interval 250 meter. Jarak antara dua lembah pada peta tersebut adalah 5 cm. Berdasarkan informasi tersebut, jarak sebenarnya dua lembah tersebut adalah … dan peta tersebut termasuk dalam jenis peta ….</p>
200 <p>2. Suatu peta topografi menampilkan garis kontur dengan interval 250 meter. Jarak antara dua lembah pada peta tersebut adalah 5 cm. Berdasarkan informasi tersebut, jarak sebenarnya dua lembah tersebut adalah … dan peta tersebut termasuk dalam jenis peta ….</p>
201 <ol><li>0,25 km; peta skala kecil</li>
201 <ol><li>0,25 km; peta skala kecil</li>
202 <li>2,5 km; peta skala kecil</li>
202 <li>2,5 km; peta skala kecil</li>
203 <li>2,5 km; peta skala sedang</li>
203 <li>2,5 km; peta skala sedang</li>
204 <li>25 km; peta skala kecil</li>
204 <li>25 km; peta skala kecil</li>
205 <li>25 km; peta skala sedang</li>
205 <li>25 km; peta skala sedang</li>
206 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
206 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
207 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
207 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
208 <p>Diketahui:</p>
208 <p>Diketahui:</p>
209 <ul><li>Kontur interval (CI) = 250 m</li>
209 <ul><li>Kontur interval (CI) = 250 m</li>
210 <li>Jarak dua lembah pada peta (JP) = 5 cm</li>
210 <li>Jarak dua lembah pada peta (JP) = 5 cm</li>
211 </ul><p>Ditanya: Jarak sebenarnya (JS) dan jenis peta</p>
211 </ul><p>Ditanya: Jarak sebenarnya (JS) dan jenis peta</p>
212 <p>Jawab:</p>
212 <p>Jawab:</p>
213 <p><strong>(I) Mencari skala peta (S)</strong></p>
213 <p><strong>(I) Mencari skala peta (S)</strong></p>
214 <p>Berdasarkan perhitungan tersebut, peta topografi itu memiliki skala 1:500.000. Berdasarkan skalanya, peta itu termasuk dalam jenis peta berskala sedang/menengah.</p>
214 <p>Berdasarkan perhitungan tersebut, peta topografi itu memiliki skala 1:500.000. Berdasarkan skalanya, peta itu termasuk dalam jenis peta berskala sedang/menengah.</p>
215 <p><strong>(II) Mencari jarak sebenarnya (JS)</strong></p>
215 <p><strong>(II) Mencari jarak sebenarnya (JS)</strong></p>
216 <p>Berdasarkan perhitungan di atas, jarak sebenarnya (JS) kedua lembah pada peta topografi tersebut adalah 25 km.</p>
216 <p>Berdasarkan perhitungan di atas, jarak sebenarnya (JS) kedua lembah pada peta topografi tersebut adalah 25 km.</p>
217 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
217 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
218 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Peta, Fungsi, Jenis, Unsur &amp; Rumus Skala</a></strong></p>
218 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Peta, Fungsi, Jenis, Unsur &amp; Rumus Skala</a></strong></p>
219 <p><strong>Topik: Penelitian Geografi</strong></p>
219 <p><strong>Topik: Penelitian Geografi</strong></p>
220 <p><strong>Subtopik: Langkah-Langkah Penelitian Geografi</strong></p>
220 <p><strong>Subtopik: Langkah-Langkah Penelitian Geografi</strong></p>
221 <p>3. Arya sudah tinggal di Jakarta sejak ia lahir. Saat masih kecil, Arya sering berenang dan memancing ikan di sungai dekat rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, Arya tidak melakukannya lagi karena kondisi sungai tersebut makin memprihatinkan. Tema penelitian yang tepat terkait dengan hal tersebut adalah ….</p>
221 <p>3. Arya sudah tinggal di Jakarta sejak ia lahir. Saat masih kecil, Arya sering berenang dan memancing ikan di sungai dekat rumahnya. Namun, seiring berjalannya waktu, Arya tidak melakukannya lagi karena kondisi sungai tersebut makin memprihatinkan. Tema penelitian yang tepat terkait dengan hal tersebut adalah ….</p>
222 <ol><li>penyebab banjir di Jakarta</li>
222 <ol><li>penyebab banjir di Jakarta</li>
223 <li>tingkat penggunaan air tanah di Jakarta</li>
223 <li>tingkat penggunaan air tanah di Jakarta</li>
224 <li>pariwisata keliling sungai di Jakarta</li>
224 <li>pariwisata keliling sungai di Jakarta</li>
225 <li>kualitas air sungai di Jakarta</li>
225 <li>kualitas air sungai di Jakarta</li>
226 <li>kualitas penduduk Jakarta</li>
226 <li>kualitas penduduk Jakarta</li>
227 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
227 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
228 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
228 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
229 <p>Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui bahwa latar belakang permasalahan berkaitan dengan kondisi sungai di Jakarta yang makin memprihatinkan. Kondisi ini dapat dilihat dari kualitas air sungai yang tampak secara fisik, seperti warna, bau, tingkat kejernihan, kandungan kimia, dan lain-lain. Pilihan jawaban A, B, C, dan E bukan jawaban yang tepat karena tidak berhubungan dengan kondisi sungai di Jakarta.</p>
229 <p>Berdasarkan uraian tersebut, dapat diketahui bahwa latar belakang permasalahan berkaitan dengan kondisi sungai di Jakarta yang makin memprihatinkan. Kondisi ini dapat dilihat dari kualitas air sungai yang tampak secara fisik, seperti warna, bau, tingkat kejernihan, kandungan kimia, dan lain-lain. Pilihan jawaban A, B, C, dan E bukan jawaban yang tepat karena tidak berhubungan dengan kondisi sungai di Jakarta.</p>
230 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
230 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
231 <p><strong>Baca Juga:<a>Langkah-Langkah Penelitian Geografi</a></strong></p>
231 <p><strong>Baca Juga:<a>Langkah-Langkah Penelitian Geografi</a></strong></p>
232 <p><strong>Topik: Penelitian Geografi</strong></p>
232 <p><strong>Topik: Penelitian Geografi</strong></p>
233 <p><strong>Subtopik: Analisis Data Kualitatif</strong></p>
233 <p><strong>Subtopik: Analisis Data Kualitatif</strong></p>
234 <p>4. Analisis kualitatif adalah bentuk penelitian dengan teknik analisis data yang berbentuk kalimat. Di bawah ini yang merupakan judul penelitian yang menggunakan teknik analisis kualitatif adalah …</p>
234 <p>4. Analisis kualitatif adalah bentuk penelitian dengan teknik analisis data yang berbentuk kalimat. Di bawah ini yang merupakan judul penelitian yang menggunakan teknik analisis kualitatif adalah …</p>
235 <ol><li>Perilaku Keruangan Wisatawan Mancanegara di Pulau Bali.</li>
235 <ol><li>Perilaku Keruangan Wisatawan Mancanegara di Pulau Bali.</li>
236 <li>Penentuan Zonasi Wilayah Rawan Tanah Longsor di Tasikmalaya.</li>
236 <li>Penentuan Zonasi Wilayah Rawan Tanah Longsor di Tasikmalaya.</li>
237 <li>Pengaruh Lokasi Lapak Pedagang Kaki Lima Terhadap Pendapatannya.</li>
237 <li>Pengaruh Lokasi Lapak Pedagang Kaki Lima Terhadap Pendapatannya.</li>
238 <li>Pengaruh Terjadinya Alih fungsi lahan Terhadap Mata Pencaharian Penduduk.</li>
238 <li>Pengaruh Terjadinya Alih fungsi lahan Terhadap Mata Pencaharian Penduduk.</li>
239 <li>Dampak Fenomena Bonus Demografi Terhadap Pemekaran Wilayah.</li>
239 <li>Dampak Fenomena Bonus Demografi Terhadap Pemekaran Wilayah.</li>
240 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
240 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
241 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
241 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
242 <p>Analisis kualitatif berusaha memaparkan dan menganalisis data yang diperoleh secara mendalam tanpa berkaitan dengan hitungan matematika atau statistika. Analisis kualitatif biasanya mengakomodasi semua data yang didapatkan dengan tujuan untuk memperdalam kajian materi yang sedang diteliti. Salah satu penelitian yang dapat diteliti menggunakan analisis kualitatif adalah “Perilaku Keruangan Wisatawan Mancanegara di Pulau Bali”. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati dan menganalisis perilaku wisatawan mancanegara di Pulau Bali, pergerakannya, dan alasan yang mendasari pergerakannya tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk memahami perilaku seseorang atau suatu fenomena secara mendalam tanpa menggunakan perhitungan matematika atau statistik.</p>
242 <p>Analisis kualitatif berusaha memaparkan dan menganalisis data yang diperoleh secara mendalam tanpa berkaitan dengan hitungan matematika atau statistika. Analisis kualitatif biasanya mengakomodasi semua data yang didapatkan dengan tujuan untuk memperdalam kajian materi yang sedang diteliti. Salah satu penelitian yang dapat diteliti menggunakan analisis kualitatif adalah “Perilaku Keruangan Wisatawan Mancanegara di Pulau Bali”. Penelitian ini dilakukan dengan mengamati dan menganalisis perilaku wisatawan mancanegara di Pulau Bali, pergerakannya, dan alasan yang mendasari pergerakannya tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk memahami perilaku seseorang atau suatu fenomena secara mendalam tanpa menggunakan perhitungan matematika atau statistik.</p>
243 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
243 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
244 <p><strong>Baca Juga:<a>Macam-Macam Teknik Pengumpulan Data pada Penelitian Geografi</a></strong></p>
244 <p><strong>Baca Juga:<a>Macam-Macam Teknik Pengumpulan Data pada Penelitian Geografi</a></strong></p>
245 <p><strong>Topik: Bumi Sebagai Ruang Kehidupan</strong></p>
245 <p><strong>Topik: Bumi Sebagai Ruang Kehidupan</strong></p>
246 <p><strong>Subtopik: Perkembangan Planet Bumi</strong></p>
246 <p><strong>Subtopik: Perkembangan Planet Bumi</strong></p>
247 <p>5. Pernyataan yang tepat terkait dengan proses pembentukan Patahan San Andreas adalah …</p>
247 <p>5. Pernyataan yang tepat terkait dengan proses pembentukan Patahan San Andreas adalah …</p>
248 <ol><li>Adanya interaksi antara Lempeng Pasifik dengan Lempeng Amerika Utara.</li>
248 <ol><li>Adanya interaksi antara Lempeng Pasifik dengan Lempeng Amerika Utara.</li>
249 <li>Proses pembentukannya banyak dipengaruhi oleh gaya eksogen.</li>
249 <li>Proses pembentukannya banyak dipengaruhi oleh gaya eksogen.</li>
250 <li>Pembentukannya dipengaruhi oleh gerakan epirogenesa di Amerika Utara.</li>
250 <li>Pembentukannya dipengaruhi oleh gerakan epirogenesa di Amerika Utara.</li>
251 <li>Adanya tumbukan antara lempeng Pasifik dengan Amerika Selatan.</li>
251 <li>Adanya tumbukan antara lempeng Pasifik dengan Amerika Selatan.</li>
252 <li>Adanya bentang alam pegunungan di sisi barat Amerika Utara.</li>
252 <li>Adanya bentang alam pegunungan di sisi barat Amerika Utara.</li>
253 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
253 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
254 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
254 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
255 <p>Lempeng tektonik yang ada di bumi terus bergerak dan memengaruhi bentukan alam yang ada di permukaan bumi. Salah satunya adalah bentukan alam Patahan San Andreas di wilayah barat Amerika Utara. Patahan ini terbentuk karena adanya pergerakan lempeng Pasifik yang bergerak ke arah barat laut dan bergesekan dengan sisi barat lempeng Amerika Utara. Gerakan lempeng secara bergesekan tersebut dapat disebut dengan gerak sesar mendatar. Gerakan lempeng inilah yang menyebabkan terbentuknya Patahan San Andreas.</p>
255 <p>Lempeng tektonik yang ada di bumi terus bergerak dan memengaruhi bentukan alam yang ada di permukaan bumi. Salah satunya adalah bentukan alam Patahan San Andreas di wilayah barat Amerika Utara. Patahan ini terbentuk karena adanya pergerakan lempeng Pasifik yang bergerak ke arah barat laut dan bergesekan dengan sisi barat lempeng Amerika Utara. Gerakan lempeng secara bergesekan tersebut dapat disebut dengan gerak sesar mendatar. Gerakan lempeng inilah yang menyebabkan terbentuknya Patahan San Andreas.</p>
256 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
256 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
257 <p><strong>Baca Juga:<a>Tektonisme: Pengertian, Jenis, Bentuk &amp; Dampaknya</a></strong></p>
257 <p><strong>Baca Juga:<a>Tektonisme: Pengertian, Jenis, Bentuk &amp; Dampaknya</a></strong></p>
258 <p><strong>Topik: Posisi Strategis Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia</strong></p>
258 <p><strong>Topik: Posisi Strategis Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia</strong></p>
259 <p><strong>Subtopik: Letak, Luas dan Batas Wilayah</strong></p>
259 <p><strong>Subtopik: Letak, Luas dan Batas Wilayah</strong></p>
260 <p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
260 <p><strong>Level Kognitif: Medium</strong></p>
261 <p>6. Perhatikan negara-negara berikut ini!</p>
261 <p>6. Perhatikan negara-negara berikut ini!</p>
262 <ul><li>Malaysia</li>
262 <ul><li>Malaysia</li>
263 <li>Singapura</li>
263 <li>Singapura</li>
264 <li>Timor Leste</li>
264 <li>Timor Leste</li>
265 <li>Papua Nugini</li>
265 <li>Papua Nugini</li>
266 <li>Brunei Darussalam</li>
266 <li>Brunei Darussalam</li>
267 </ul><p>Negara yang berbatasan darat dengan Indonesia ditunjukkan oleh nomor ….</p>
267 </ul><p>Negara yang berbatasan darat dengan Indonesia ditunjukkan oleh nomor ….</p>
268 <ol><li>1, 2, dan 3</li>
268 <ol><li>1, 2, dan 3</li>
269 <li>2, 3, dan 4</li>
269 <li>2, 3, dan 4</li>
270 <li>1, 3, dan 4</li>
270 <li>1, 3, dan 4</li>
271 <li>1, 4, dan 5</li>
271 <li>1, 4, dan 5</li>
272 <li>3, 4, dan 5</li>
272 <li>3, 4, dan 5</li>
273 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
273 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
274 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
274 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
275 <p>Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada 6°LU-11°LS dan 95°BT-141°BT. Secara teritorial, Indonesia berbatasan dengan banyak negara tetangga, baik di daratan maupun lautan. Indonesia berbatasan darat dengan beberapa negara, seperti Malaysia di sebelah utara, Timor Leste di sebelah selatan, dan Papua Nugini di sebelah timur. Sementara itu, Singapura hanya berbatasan laut dengan Indonesia, sedangkan Brunei Darussalam tidak berbatasan dengan Indonesia.</p>
275 <p>Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada 6°LU-11°LS dan 95°BT-141°BT. Secara teritorial, Indonesia berbatasan dengan banyak negara tetangga, baik di daratan maupun lautan. Indonesia berbatasan darat dengan beberapa negara, seperti Malaysia di sebelah utara, Timor Leste di sebelah selatan, dan Papua Nugini di sebelah timur. Sementara itu, Singapura hanya berbatasan laut dengan Indonesia, sedangkan Brunei Darussalam tidak berbatasan dengan Indonesia.</p>
276 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
276 <p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
277 <p><strong>Baca Juga:<a>Letak Geografis &amp; Astronomis Indonesia serta Pengaruhnya</a></strong></p>
277 <p><strong>Baca Juga:<a>Letak Geografis &amp; Astronomis Indonesia serta Pengaruhnya</a></strong></p>
278 <h2>EKONOMI</h2>
278 <h2>EKONOMI</h2>
279 <p><strong>Topik: Kegiatan dan Pelaku kegiatan Ekonomi</strong></p>
279 <p><strong>Topik: Kegiatan dan Pelaku kegiatan Ekonomi</strong></p>
280 <p><strong>Subtopik: Distribusi</strong></p>
280 <p><strong>Subtopik: Distribusi</strong></p>
281 <p>1. Ibu Tina memproduksi berbagai jenis kue basah untuk dijual di kantin sekolah. Jenis saluran distribusi berdasarkan kegiatan tersebut adalah ….</p>
281 <p>1. Ibu Tina memproduksi berbagai jenis kue basah untuk dijual di kantin sekolah. Jenis saluran distribusi berdasarkan kegiatan tersebut adalah ….</p>
282 <ol><li>distribusi langsung</li>
282 <ol><li>distribusi langsung</li>
283 <li>distribusi semi langsung</li>
283 <li>distribusi semi langsung</li>
284 <li>distribusi tidak langsung</li>
284 <li>distribusi tidak langsung</li>
285 <li>distribusi searah</li>
285 <li>distribusi searah</li>
286 <li>distribusi menengah</li>
286 <li>distribusi menengah</li>
287 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
287 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
288 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
288 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
289 <p>Distribusi langsung adalah kegiatan penyaluran barang atau jasa dari produsen kepada konsumen tanpa melalui perantara. Ibu Tina berperan sebagai produsen yang memproduksi kue sekaligus sebagai distributor yang menjual sendiri produknya.</p>
289 <p>Distribusi langsung adalah kegiatan penyaluran barang atau jasa dari produsen kepada konsumen tanpa melalui perantara. Ibu Tina berperan sebagai produsen yang memproduksi kue sekaligus sebagai distributor yang menjual sendiri produknya.</p>
290 <p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah poin A.</strong></p>
290 <p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah poin A.</strong></p>
291 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Distribusi dan Cara Penyalurannya</a></strong></p>
291 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Distribusi dan Cara Penyalurannya</a></strong></p>
292 <p><strong>Topik: Pasar dalam Perekonomian</strong></p>
292 <p><strong>Topik: Pasar dalam Perekonomian</strong></p>
293 <p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
293 <p>Perhatikan pernyataan berikut!</p>
294 <ol><li>Hak paten</li>
294 <ol><li>Hak paten</li>
295 <li>Hak monopoli</li>
295 <li>Hak monopoli</li>
296 <li>Skala produksi yang ekonomis</li>
296 <li>Skala produksi yang ekonomis</li>
297 <li>Perusahaan memiliki informasi yang sempurna</li>
297 <li>Perusahaan memiliki informasi yang sempurna</li>
298 <li>Jumlah modal yang dibutuhkan relatif kecil</li>
298 <li>Jumlah modal yang dibutuhkan relatif kecil</li>
299 </ol><p>2 Hambatan (entry barriers) bagi produsen baru untuk memasuki pasar monopoli ditunjukkan oleh nomor ….</p>
299 </ol><p>2 Hambatan (entry barriers) bagi produsen baru untuk memasuki pasar monopoli ditunjukkan oleh nomor ….</p>
300 <ol><li>1, 2, dan 3</li>
300 <ol><li>1, 2, dan 3</li>
301 <li>1, 2, dan 4</li>
301 <li>1, 2, dan 4</li>
302 <li>2, 3, dan 4</li>
302 <li>2, 3, dan 4</li>
303 <li>2, 3, dan 5</li>
303 <li>2, 3, dan 5</li>
304 <li>3, 4, dan 5</li>
304 <li>3, 4, dan 5</li>
305 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
305 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
306 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
306 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
307 <p>Salah satu ciri pasar monopoli adalah adanya hambatan atau rintangan (barriers) bagi produsen baru yang akan masuk ke dalam pasar monopoli. Hambatan tersebut dapat berupa kepemilikan hak paten, artinya tidak boleh ada produsen lain yang menggunakan paten tersebut (eksklusif), hak monopoli, dan skala produksi yang ekonomis yang berarti semakin turunnya biaya produksi per unit dari suatu perusahaan bersamaan dengan meningkatnya jumlah produksi (output).</p>
307 <p>Salah satu ciri pasar monopoli adalah adanya hambatan atau rintangan (barriers) bagi produsen baru yang akan masuk ke dalam pasar monopoli. Hambatan tersebut dapat berupa kepemilikan hak paten, artinya tidak boleh ada produsen lain yang menggunakan paten tersebut (eksklusif), hak monopoli, dan skala produksi yang ekonomis yang berarti semakin turunnya biaya produksi per unit dari suatu perusahaan bersamaan dengan meningkatnya jumlah produksi (output).</p>
308 <p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah poin A.</strong></p>
308 <p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah poin A.</strong></p>
309 <p><strong>Baca Juga:<a>Jenis-Jenis Pasar, Karakteristik &amp; Contohnya</a></strong></p>
309 <p><strong>Baca Juga:<a>Jenis-Jenis Pasar, Karakteristik &amp; Contohnya</a></strong></p>
310 <p><strong>Topik: Konsep Dasar Ilmu Ekonomi</strong></p>
310 <p><strong>Topik: Konsep Dasar Ilmu Ekonomi</strong></p>
311 <p><strong>Perhatikan tabel berikut!</strong></p>
311 <p><strong>Perhatikan tabel berikut!</strong></p>
312 <p>3. Pasangan konsep ekonomi dan contoh kegiatan dalam kehidupan sehari-hari yang tepat adalah ….</p>
312 <p>3. Pasangan konsep ekonomi dan contoh kegiatan dalam kehidupan sehari-hari yang tepat adalah ….</p>
313 <ol><li>A1 dengan B1</li>
313 <ol><li>A1 dengan B1</li>
314 <li>A2 dengan B2</li>
314 <li>A2 dengan B2</li>
315 <li>A2 dengan B3</li>
315 <li>A2 dengan B3</li>
316 <li>A3 dengan B2</li>
316 <li>A3 dengan B2</li>
317 <li>A3 dengan B3</li>
317 <li>A3 dengan B3</li>
318 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
318 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
319 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
319 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
320 <p>Pasangan konsep ekonomi yang benar adalah sebagai berikut.</p>
320 <p>Pasangan konsep ekonomi yang benar adalah sebagai berikut.</p>
321 <ul><li>A1 dengan B2 → Skala prioritas adalah pengurutan prioritas pemenuhan kebutuhan dengan skala penting dan mendesak.</li>
321 <ul><li>A1 dengan B2 → Skala prioritas adalah pengurutan prioritas pemenuhan kebutuhan dengan skala penting dan mendesak.</li>
322 <li>A2 dengan B1 → Prinsip ekonomi adalah berusaha dengan sumber daya yang ada untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya atau dengan sumber daya sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu.</li>
322 <li>A2 dengan B1 → Prinsip ekonomi adalah berusaha dengan sumber daya yang ada untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya atau dengan sumber daya sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu.</li>
323 <li>A3 dengan B3 → Salah satu motif ekonomi adalah motif aktualisasi diri. Motif tersebut adalah keinginan adanya pengakuan dari orang lain atas potensi yang dimilikinya.</li>
323 <li>A3 dengan B3 → Salah satu motif ekonomi adalah motif aktualisasi diri. Motif tersebut adalah keinginan adanya pengakuan dari orang lain atas potensi yang dimilikinya.</li>
324 </ul><p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah opsi E.</strong></p>
324 </ul><p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah opsi E.</strong></p>
325 <p><strong>Baca Juga:<a>Sejarah Ilmu Ekonomi, Konsep Dasar, serta Perbedaan Kebutuhan &amp; Keinginan</a></strong></p>
325 <p><strong>Baca Juga:<a>Sejarah Ilmu Ekonomi, Konsep Dasar, serta Perbedaan Kebutuhan &amp; Keinginan</a></strong></p>
326 <p><strong>Topik: Pasar Dalam Perekonomian</strong></p>
326 <p><strong>Topik: Pasar Dalam Perekonomian</strong></p>
327 <p><strong>Subtopik: Pasar Monopoli</strong></p>
327 <p><strong>Subtopik: Pasar Monopoli</strong></p>
328 <p><strong>Perhatikan kurva berikut ini!</strong></p>
328 <p><strong>Perhatikan kurva berikut ini!</strong></p>
329 <p>4. Pernyataan yang tepat mengenai kurva pasar monopoli tersebut adalah ….</p>
329 <p>4. Pernyataan yang tepat mengenai kurva pasar monopoli tersebut adalah ….</p>
330 <ol><li>laba produsen ditunjukkan oleh daerah ABC</li>
330 <ol><li>laba produsen ditunjukkan oleh daerah ABC</li>
331 <li>laba produsen ditunjukkan oleh daerah DEGF</li>
331 <li>laba produsen ditunjukkan oleh daerah DEGF</li>
332 <li>rugi produsen ditunjukkan oleh daerah BCGF</li>
332 <li>rugi produsen ditunjukkan oleh daerah BCGF</li>
333 <li>biaya produsen ditunjukkan oleh daerah 0HED</li>
333 <li>biaya produsen ditunjukkan oleh daerah 0HED</li>
334 <li>biaya produsen ditunjukkan oleh daerah 0HGF</li>
334 <li>biaya produsen ditunjukkan oleh daerah 0HGF</li>
335 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
335 </ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
336 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
336 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
337 <p>Acuan utama adalah saat laba maksimum pada kurva MR=MC yaitu titik E. Titik E ditarik hingga kurva P=AR=D menunjukkan harga yang ditetapkan produsen pada titik B. Titik E ditarik hingga kurva AC menunjukkan biaya yang ditanggung produsen pada titik F. Kesimpulannya adalah sebagai berikut.</p>
337 <p>Acuan utama adalah saat laba maksimum pada kurva MR=MC yaitu titik E. Titik E ditarik hingga kurva P=AR=D menunjukkan harga yang ditetapkan produsen pada titik B. Titik E ditarik hingga kurva AC menunjukkan biaya yang ditanggung produsen pada titik F. Kesimpulannya adalah sebagai berikut.</p>
338 <ul><li>Penerimaan (TR) produsen ditunjukkan daerah OHCB</li>
338 <ul><li>Penerimaan (TR) produsen ditunjukkan daerah OHCB</li>
339 <li>Biaya produksi (TC) produsen ditunjukkan daerah 0HGF</li>
339 <li>Biaya produksi (TC) produsen ditunjukkan daerah 0HGF</li>
340 <li>Laba produsen ditunjukkan daerah BCGF</li>
340 <li>Laba produsen ditunjukkan daerah BCGF</li>
341 <li>Laba konsumen ditunjukkan daerah ABC karena harga lebih rendah dari D (permintaan) masyarakat.</li>
341 <li>Laba konsumen ditunjukkan daerah ABC karena harga lebih rendah dari D (permintaan) masyarakat.</li>
342 </ul><p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah poin E.</strong></p>
342 </ul><p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah poin E.</strong></p>
343 <p><strong>Topik: OJK dan Lembaga Keuangan Perbankan</strong></p>
343 <p><strong>Topik: OJK dan Lembaga Keuangan Perbankan</strong></p>
344 <p><strong>Subtopik: Jenis Bank</strong></p>
344 <p><strong>Subtopik: Jenis Bank</strong></p>
345 <p>5. Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak disebut ….</p>
345 <p>5. Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak disebut ….</p>
346 <ol><li>koperasi</li>
346 <ol><li>koperasi</li>
347 <li>yayasan</li>
347 <li>yayasan</li>
348 <li>bank</li>
348 <li>bank</li>
349 <li>PT</li>
349 <li>PT</li>
350 <li>CV</li>
350 <li>CV</li>
351 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
351 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
352 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
352 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
353 <p>Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak adalah bank.</p>
353 <p>Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk lain dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak adalah bank.</p>
354 <p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah poin C.</strong></p>
354 <p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah poin C.</strong></p>
355 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Bank, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya</a></strong></p>
355 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Bank, Fungsi, dan Jenis-Jenisnya</a></strong></p>
356 <p><strong>Topik: Pendapatan Nasional</strong></p>
356 <p><strong>Topik: Pendapatan Nasional</strong></p>
357 <p><strong>Subtopik: Pendapatan per Kapita dan Distribusi Pendapatan Nasional</strong></p>
357 <p><strong>Subtopik: Pendapatan per Kapita dan Distribusi Pendapatan Nasional</strong></p>
358 <p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
358 <p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
359 <p>6. Perhatikan sebagian data perekonomian negara-negara ASEAN pada tahun 2017 berikut!</p>
359 <p>6. Perhatikan sebagian data perekonomian negara-negara ASEAN pada tahun 2017 berikut!</p>
360 <p>Berdasarkan data tersebut, urutan negara yang memiliki pendapatan per kapita tertinggi ke negara yang memiliki pendapatan per kapita terendah adalah ….</p>
360 <p>Berdasarkan data tersebut, urutan negara yang memiliki pendapatan per kapita tertinggi ke negara yang memiliki pendapatan per kapita terendah adalah ….</p>
361 <ol><li>Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam</li>
361 <ol><li>Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam</li>
362 <li>Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Indonesia</li>
362 <li>Singapura, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Indonesia</li>
363 <li>Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia</li>
363 <li>Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia</li>
364 <li>Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Vietnam</li>
364 <li>Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Vietnam</li>
365 <li>Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Vietnam</li>
365 <li>Singapura, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Vietnam</li>
366 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
366 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
367 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
367 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
368 <p>Pendapatan per kapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara yang diperoleh dari hasil pembagian total pendapatan nasional dengan jumlah total penduduk pada negara tersebut. Rumus menghitung pendapatan per kapita adalah sebagai berikut.</p>
368 <p>Pendapatan per kapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara yang diperoleh dari hasil pembagian total pendapatan nasional dengan jumlah total penduduk pada negara tersebut. Rumus menghitung pendapatan per kapita adalah sebagai berikut.</p>
369 <p>Penghitungan pendapatan per kapita masing-masing negara adalah sebagai berikut.</p>
369 <p>Penghitungan pendapatan per kapita masing-masing negara adalah sebagai berikut.</p>
370 <p>Berdasarkan tabel tersebut, maka urutan negara yang memiliki pendapatan per kapita tertinggi ke negara yang memiliki pendapatan per kapita terendah adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Vietnam.</p>
370 <p>Berdasarkan tabel tersebut, maka urutan negara yang memiliki pendapatan per kapita tertinggi ke negara yang memiliki pendapatan per kapita terendah adalah Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Vietnam.</p>
371 <p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
371 <p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
372 <p><strong>Baca Juga:<a>Pendapatan Nasional: Pengertian, Konsep, Rumus, dan Manfaatnya</a> </strong></p>
372 <p><strong>Baca Juga:<a>Pendapatan Nasional: Pengertian, Konsep, Rumus, dan Manfaatnya</a> </strong></p>
373 <h2>SOSIOLOGI</h2>
373 <h2>SOSIOLOGI</h2>
374 <p><strong>Topik: Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial</strong></p>
374 <p><strong>Topik: Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial</strong></p>
375 <p><strong>Subtopik: Proses Interaksi dalam Hubungan Sosial</strong></p>
375 <p><strong>Subtopik: Proses Interaksi dalam Hubungan Sosial</strong></p>
376 <p><strong>Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
376 <p><strong>Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
377 <p>1. Jika diinterpretasikan, adegan pada gambar menunjukkan bahwa ….</p>
377 <p>1. Jika diinterpretasikan, adegan pada gambar menunjukkan bahwa ….</p>
378 <ol><li>penjual dan pembeli mempraktikkan kontak sosial antarkelompok</li>
378 <ol><li>penjual dan pembeli mempraktikkan kontak sosial antarkelompok</li>
379 <li>penjual melakukan kontak sosial sekunder dengan pembeli</li>
379 <li>penjual melakukan kontak sosial sekunder dengan pembeli</li>
380 <li>penjual dan pembeli berkomunikasi tidak langsung di toko</li>
380 <li>penjual dan pembeli berkomunikasi tidak langsung di toko</li>
381 <li>penjual dan pembeli menjalin kontak sosial primer di toko</li>
381 <li>penjual dan pembeli menjalin kontak sosial primer di toko</li>
382 <li>pembeli melakukan komunikasi searah di toko</li>
382 <li>pembeli melakukan komunikasi searah di toko</li>
383 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
383 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
384 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
384 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
385 <p>Ada dua syarat interaksi, yaitu kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial pun terdiri dari dua jenis, yaitu kontak sosial primer dan sekunder. Kontak sosial primer merupakan kontak sosial yang terjadi secara langsung dengan bertatap muka, sedangkan kontak sosial sekunder terjadi secara tidak langsung atau melalui perantara. Gambar pada soal menunjukkan penjual atau kasir dan pembeli megambar lakukan transaksi jual beli secara langsung dengan bertatap muka di toko. Oleh karena itu, menunjukkan kontak sosial primer.</p>
385 <p>Ada dua syarat interaksi, yaitu kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial pun terdiri dari dua jenis, yaitu kontak sosial primer dan sekunder. Kontak sosial primer merupakan kontak sosial yang terjadi secara langsung dengan bertatap muka, sedangkan kontak sosial sekunder terjadi secara tidak langsung atau melalui perantara. Gambar pada soal menunjukkan penjual atau kasir dan pembeli megambar lakukan transaksi jual beli secara langsung dengan bertatap muka di toko. Oleh karena itu, menunjukkan kontak sosial primer.</p>
386 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
386 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
387 <p><strong>Baca Juga:<a>Interaksi Sosial: Pengertian, Ciri-Ciri, Syarat &amp; Faktor</a></strong></p>
387 <p><strong>Baca Juga:<a>Interaksi Sosial: Pengertian, Ciri-Ciri, Syarat &amp; Faktor</a></strong></p>
388 <p><strong>Topik: Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial</strong></p>
388 <p><strong>Topik: Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial</strong></p>
389 <p><strong>Subtopik: Faktor Pendorong Interaksi Sosial</strong></p>
389 <p><strong>Subtopik: Faktor Pendorong Interaksi Sosial</strong></p>
390 <p>2. Seorang sales promotion girl (SPG) menyampaikan demo produk kosmetik dengan gaya dan penampilan yang sangat menarik sehingga ibu-ibu tertarik membeli kosmetik tersebut. Faktor yang memengaruhi perilaku pada contoh tersebut adalah ….</p>
390 <p>2. Seorang sales promotion girl (SPG) menyampaikan demo produk kosmetik dengan gaya dan penampilan yang sangat menarik sehingga ibu-ibu tertarik membeli kosmetik tersebut. Faktor yang memengaruhi perilaku pada contoh tersebut adalah ….</p>
391 <ol><li>meniru penampilan sales yang lebih berpengalaman</li>
391 <ol><li>meniru penampilan sales yang lebih berpengalaman</li>
392 <li>berempati pada pelanggan agar lebih mudah menjual komestik</li>
392 <li>berempati pada pelanggan agar lebih mudah menjual komestik</li>
393 <li>membangun simpati agar ibu-ibu tertarik untuk membeli produk tersebut</li>
393 <li>membangun simpati agar ibu-ibu tertarik untuk membeli produk tersebut</li>
394 <li>menyugesti ibu-ibu agar membeli produk kosmetik tanpa pikir panjang</li>
394 <li>menyugesti ibu-ibu agar membeli produk kosmetik tanpa pikir panjang</li>
395 <li>meniru dengan identik artis yang mengiklankan produk kosmetik tersebut</li>
395 <li>meniru dengan identik artis yang mengiklankan produk kosmetik tersebut</li>
396 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
396 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
397 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
397 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
398 <p>Sugesti merupakan sikap, pandangan, dan pendapat orang lain yang diterima tanpa dipikir ulang. Demo yang dilakukan oleh sales promotion girl (SPG) dalam keterangan soal telah menyugesti ibu-ibu membeli produk kosmetik. Kata kunci untuk menjawab pertanyaan pada soal adalah gaya dan penampilan SPG dalam demo sangat menarik sehingga ibu-ibu membeli kosmetik tanpa berpikir panjang.</p>
398 <p>Sugesti merupakan sikap, pandangan, dan pendapat orang lain yang diterima tanpa dipikir ulang. Demo yang dilakukan oleh sales promotion girl (SPG) dalam keterangan soal telah menyugesti ibu-ibu membeli produk kosmetik. Kata kunci untuk menjawab pertanyaan pada soal adalah gaya dan penampilan SPG dalam demo sangat menarik sehingga ibu-ibu membeli kosmetik tanpa berpikir panjang.</p>
399 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
399 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
400 <p><strong>Topik : Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial</strong></p>
400 <p><strong>Topik : Individu, Kelompok, dan Hubungan Sosial</strong></p>
401 <p><strong>Subtopik : Proses Interaksi dalam Hubungan Sosial</strong></p>
401 <p><strong>Subtopik : Proses Interaksi dalam Hubungan Sosial</strong></p>
402 <p><strong>3. Perhatikan contoh kegiatan berikut!</strong></p>
402 <p><strong>3. Perhatikan contoh kegiatan berikut!</strong></p>
403 <ol><li>Bu Dina menelepon suaminya untuk memberi tahu bahwa ia pulang terlambat karena harus lembur.</li>
403 <ol><li>Bu Dina menelepon suaminya untuk memberi tahu bahwa ia pulang terlambat karena harus lembur.</li>
404 <li>Kepala sekolah berdiskusi bersama beberapa guru membahas rencana pembangunan gedung baru.</li>
404 <li>Kepala sekolah berdiskusi bersama beberapa guru membahas rencana pembangunan gedung baru.</li>
405 <li>Yosi berkonsultasi dengan dosennya tentang pembuatan judul skripsinya.</li>
405 <li>Yosi berkonsultasi dengan dosennya tentang pembuatan judul skripsinya.</li>
406 <li>Alya menempel artikel ilmiah di papan mading depan kelasnya.</li>
406 <li>Alya menempel artikel ilmiah di papan mading depan kelasnya.</li>
407 <li>Fadhil mengikuti lomba pidato tingkat SMA di Gedung Mandala.</li>
407 <li>Fadhil mengikuti lomba pidato tingkat SMA di Gedung Mandala.</li>
408 </ol><p>2. Kegiatan yang memenuhi syarat interaksi sosial ditunjukkan oleh nomor ….</p>
408 </ol><p>2. Kegiatan yang memenuhi syarat interaksi sosial ditunjukkan oleh nomor ….</p>
409 <ol><li>1, 2, dan 3</li>
409 <ol><li>1, 2, dan 3</li>
410 <li>1, 2, dan 4</li>
410 <li>1, 2, dan 4</li>
411 <li>1 ,3, dan 5</li>
411 <li>1 ,3, dan 5</li>
412 <li>2, 4, dan 5</li>
412 <li>2, 4, dan 5</li>
413 <li>3, 4, dan 5</li>
413 <li>3, 4, dan 5</li>
414 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
414 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
415 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
415 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
416 <p>Syarat interaksi sosial ada dua, yaitu kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan kegiatan dua individu/kelompok saling berhubungan, baik secara langsung (primer) maupun tidak langsung (sekunder). Adapun komunikasi merupakan proses pengiriman pesan antara dua orang/kelompok sehingga menyebabkan hubungan timbal balik. Nomor 1) menunjukkan kegiatan interaksi sosial dengan kontak sekunder antara Bu Dina dan suaminya. Nomor 2) menunjukkan bentuk interaksi sosial dengan kontak secara primer. Nomor 3) menunjukkan kegiatan interaksi sosial dengan kontak primer antara Yosi dan dosennya. Dengan demikian, jawaban yang tepat ditunjukkan oleh nomor 1), 2), dan 3). Angka 4) dan 5) tidak memenuhi syarat interaksi sosial karena tidak ada komunikasi.</p>
416 <p>Syarat interaksi sosial ada dua, yaitu kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan kegiatan dua individu/kelompok saling berhubungan, baik secara langsung (primer) maupun tidak langsung (sekunder). Adapun komunikasi merupakan proses pengiriman pesan antara dua orang/kelompok sehingga menyebabkan hubungan timbal balik. Nomor 1) menunjukkan kegiatan interaksi sosial dengan kontak sekunder antara Bu Dina dan suaminya. Nomor 2) menunjukkan bentuk interaksi sosial dengan kontak secara primer. Nomor 3) menunjukkan kegiatan interaksi sosial dengan kontak primer antara Yosi dan dosennya. Dengan demikian, jawaban yang tepat ditunjukkan oleh nomor 1), 2), dan 3). Angka 4) dan 5) tidak memenuhi syarat interaksi sosial karena tidak ada komunikasi.</p>
417 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
417 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
418 <p><strong>Topik: Bentuk Interaksi Sosial</strong></p>
418 <p><strong>Topik: Bentuk Interaksi Sosial</strong></p>
419 <p><strong>Subtopik: Persaingan sebagai Interaksi Disosiatif</strong></p>
419 <p><strong>Subtopik: Persaingan sebagai Interaksi Disosiatif</strong></p>
420 <p>4. Lomba debat bahasa lnggris tingkat SMA berlangsung seru. Pada babak final, SMA Muda Patria dan SMA Biru memperebutkan juara. Sebuah kebanggaan tersendiri apabila mereka dapat memenangi lomba tersebut. Proses sosial berdasarkan ilustrasi tersebut adalah ….</p>
420 <p>4. Lomba debat bahasa lnggris tingkat SMA berlangsung seru. Pada babak final, SMA Muda Patria dan SMA Biru memperebutkan juara. Sebuah kebanggaan tersendiri apabila mereka dapat memenangi lomba tersebut. Proses sosial berdasarkan ilustrasi tersebut adalah ….</p>
421 <ol><li>pertentangan</li>
421 <ol><li>pertentangan</li>
422 <li>kontravensi</li>
422 <li>kontravensi</li>
423 <li>persaingan</li>
423 <li>persaingan</li>
424 <li>akomodasi</li>
424 <li>akomodasi</li>
425 <li>asimilasi</li>
425 <li>asimilasi</li>
426 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
426 </ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
427 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
427 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
428 <p>Persaingan atau kompetisi merupakan suatu proses sosial yang dilakukan individu/kelompok yang saling berbuat sesuatu agar memperoleh kemenangan secara kompetitif. Lomba debat bahasa lnggris memungkinkan antarkelompok peserta saling bersaing untuk memperoleh kemenangan.</p>
428 <p>Persaingan atau kompetisi merupakan suatu proses sosial yang dilakukan individu/kelompok yang saling berbuat sesuatu agar memperoleh kemenangan secara kompetitif. Lomba debat bahasa lnggris memungkinkan antarkelompok peserta saling bersaing untuk memperoleh kemenangan.</p>
429 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
429 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
430 <p><strong>Baca Juga:<a>Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial: Asosiatif, Disosiatif, Akomodatif</a></strong></p>
430 <p><strong>Baca Juga:<a>Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial: Asosiatif, Disosiatif, Akomodatif</a></strong></p>
431 <p><strong>Topik: Bentuk Interaksi Sosial</strong></p>
431 <p><strong>Topik: Bentuk Interaksi Sosial</strong></p>
432 <p><strong>Subtopik: Kerjasama sebagai Bentuk Interaksi Asosiatif</strong></p>
432 <p><strong>Subtopik: Kerjasama sebagai Bentuk Interaksi Asosiatif</strong></p>
433 <p>5. Menjelang pemilihan kepala desa, beberapa LSM bekerja sama dalam rangka memenangkan pemilihan salah satu calon kepala desa. Berdasarkan bentuk interaksi sosialnya, kerja sama tersebut termasuk bentuk ….</p>
433 <p>5. Menjelang pemilihan kepala desa, beberapa LSM bekerja sama dalam rangka memenangkan pemilihan salah satu calon kepala desa. Berdasarkan bentuk interaksi sosialnya, kerja sama tersebut termasuk bentuk ….</p>
434 <ol><li>koalisi</li>
434 <ol><li>koalisi</li>
435 <li><em>joint venture</em></li>
435 <li><em>joint venture</em></li>
436 <li>kooptasi</li>
436 <li>kooptasi</li>
437 <li>bersaing</li>
437 <li>bersaing</li>
438 <li>koersi</li>
438 <li>koersi</li>
439 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
439 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
440 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
440 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
441 <p>Koalisi adalah kerja sama antara dua organisasi atau lebih yang memiliki tujuan yang sama. Contoh koalisi adalah ketika dua atau lebih LSM bekerja sama untuk memberikan dukungan kepada salah satu calon kepala desa.</p>
441 <p>Koalisi adalah kerja sama antara dua organisasi atau lebih yang memiliki tujuan yang sama. Contoh koalisi adalah ketika dua atau lebih LSM bekerja sama untuk memberikan dukungan kepada salah satu calon kepala desa.</p>
442 <p>Sedangkan, definisi pada opsi lain di antaranya sebagai berikut:</p>
442 <p>Sedangkan, definisi pada opsi lain di antaranya sebagai berikut:</p>
443 <ul><li><em>Joint venture</em>adalah kerja sama dalam pengumpulan modal usaha atau dalam mengerjakan proyek tertentu.</li>
443 <ul><li><em>Joint venture</em>adalah kerja sama dalam pengumpulan modal usaha atau dalam mengerjakan proyek tertentu.</li>
444 <li>Kooptasi adalah proses penerimaan unsur-unsur baru dalam pelaksanaan politik.</li>
444 <li>Kooptasi adalah proses penerimaan unsur-unsur baru dalam pelaksanaan politik.</li>
445 <li>Bersaing merupakan persaingan seseorang atau kelompok sosial tertentu untuk mencapai kemenangan tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik.</li>
445 <li>Bersaing merupakan persaingan seseorang atau kelompok sosial tertentu untuk mencapai kemenangan tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik.</li>
446 <li>Koersi merupakan salah satu cara pengendalian sosial dengan cara paksaan.</li>
446 <li>Koersi merupakan salah satu cara pengendalian sosial dengan cara paksaan.</li>
447 </ul><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
447 </ul><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
448 <p><strong>Baca Juga:<a>Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif: Kerja Sama, Asimilasi, dan Akulturasi</a></strong></p>
448 <p><strong>Baca Juga:<a>Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif: Kerja Sama, Asimilasi, dan Akulturasi</a></strong></p>
449 <p><strong>Topik: Permasalahan Sosial dalam Masyarakat</strong></p>
449 <p><strong>Topik: Permasalahan Sosial dalam Masyarakat</strong></p>
450 <p><strong>Subtopik: Teori-teori tentang Masalah Sosial</strong></p>
450 <p><strong>Subtopik: Teori-teori tentang Masalah Sosial</strong></p>
451 <p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
451 <p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
452 <p>6. Berikut ini masalah sosial yang dapat dianalisis menggunakan teori struktural fungsional adalah …</p>
452 <p>6. Berikut ini masalah sosial yang dapat dianalisis menggunakan teori struktural fungsional adalah …</p>
453 <ol><li>Layoff masal karyawan yang sewenang-wenang tanpa alasan yang jelas.</li>
453 <ol><li>Layoff masal karyawan yang sewenang-wenang tanpa alasan yang jelas.</li>
454 <li>Perilaku eksibisionis yang diakibatkan oleh trauma masa lalu dari keluarga.</li>
454 <li>Perilaku eksibisionis yang diakibatkan oleh trauma masa lalu dari keluarga.</li>
455 <li>Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dianiaya dan tidak digaji oleh majikannya.</li>
455 <li>Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dianiaya dan tidak digaji oleh majikannya.</li>
456 <li>Undang-undang bersifat otoriter yang membungkam kebebasan berpendapat.</li>
456 <li>Undang-undang bersifat otoriter yang membungkam kebebasan berpendapat.</li>
457 <li>Kumpulan remaja melakukan aksi klitih karena sering diejek masyarakat sebagai geng pembuat onar.</li>
457 <li>Kumpulan remaja melakukan aksi klitih karena sering diejek masyarakat sebagai geng pembuat onar.</li>
458 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
458 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
459 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
459 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
460 <p>Menurut teori struktural fungsional, masalah sosial tercipta ketika fungsi di dalam suatu masyarakat gagal dijalankan sehingga mengganggu keharmonisan sosial. Contohnya, lembaga-lembaga sosial yang tidak menjalankan fungsinya dengan baik.</p>
460 <p>Menurut teori struktural fungsional, masalah sosial tercipta ketika fungsi di dalam suatu masyarakat gagal dijalankan sehingga mengganggu keharmonisan sosial. Contohnya, lembaga-lembaga sosial yang tidak menjalankan fungsinya dengan baik.</p>
461 <p>Berdasarkan penjelasan ini terlihat masalah sosial yang dapat dianalisis dengan teori struktural fungsional adalah masalah perilaku eksibisionis yang diakibatkan oleh trauma masa lalu dari keluarga. Eksibisionis merupakan perilaku pelecehan seksual dengan memperlihatkan alat kelamin kepada orang asing tanpa persetujuan.</p>
461 <p>Berdasarkan penjelasan ini terlihat masalah sosial yang dapat dianalisis dengan teori struktural fungsional adalah masalah perilaku eksibisionis yang diakibatkan oleh trauma masa lalu dari keluarga. Eksibisionis merupakan perilaku pelecehan seksual dengan memperlihatkan alat kelamin kepada orang asing tanpa persetujuan.</p>
462 <p>Seperti yang dikatakan dalam soal, perilaku eksibisionis ini dapat terjadi salah satunya karena trauma masa lalu dari keluarga. Perilaku lembaga keluarga yang dapat memberi trauma kepada anak dan akhirnya dapat menghasilkan perilaku eksibisionis yang mengganggu masyarakat di antaranya adanya kekerasan fisik, pelecehan seksual, dan kekerasan dalam keluarga.</p>
462 <p>Seperti yang dikatakan dalam soal, perilaku eksibisionis ini dapat terjadi salah satunya karena trauma masa lalu dari keluarga. Perilaku lembaga keluarga yang dapat memberi trauma kepada anak dan akhirnya dapat menghasilkan perilaku eksibisionis yang mengganggu masyarakat di antaranya adanya kekerasan fisik, pelecehan seksual, dan kekerasan dalam keluarga.</p>
463 <p>Selain itu, juga dapat terjadi karena hubungan antara orang tua dan anak yang buruk. Dalam hal ini terlihat, lembaga keluarga tidak menjalankan fungsinya dengan baik, seperti fungsi afeksi yang memberi kasih sayang, dan fungsi proteksi yang memberi perlindungan kepada anak.</p>
463 <p>Selain itu, juga dapat terjadi karena hubungan antara orang tua dan anak yang buruk. Dalam hal ini terlihat, lembaga keluarga tidak menjalankan fungsinya dengan baik, seperti fungsi afeksi yang memberi kasih sayang, dan fungsi proteksi yang memberi perlindungan kepada anak.</p>
464 <p>Pilihan A, C, dan D tidak tepat karena ketiga masalah sosial tersebut berkaitan dengan teori konflik, yaitu masalah sosial tercipta karena adanya ketidakadilan dari kelompok yang memiliki sumber daya terhadap kelompok yang tidak memiliki sumber daya. Pilihan E tidak tepat karena masalah sosial ini berkaitan dengan teori labelling, yaitu masalah sosial tercipta karena adanya pemberian label atau julukan negatif.</p>
464 <p>Pilihan A, C, dan D tidak tepat karena ketiga masalah sosial tersebut berkaitan dengan teori konflik, yaitu masalah sosial tercipta karena adanya ketidakadilan dari kelompok yang memiliki sumber daya terhadap kelompok yang tidak memiliki sumber daya. Pilihan E tidak tepat karena masalah sosial ini berkaitan dengan teori labelling, yaitu masalah sosial tercipta karena adanya pemberian label atau julukan negatif.</p>
465 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
465 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
466 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal 3 Teori Permasalahan Sosial | Sosiologi Kelas 12</a></strong></p>
466 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal 3 Teori Permasalahan Sosial | Sosiologi Kelas 12</a></strong></p>
467 <p>Nah, itu tadi latihan soal Penilaian Akhir Semester (PAS) kelas 10 IPS di Semester Ganjil tahun 2025. Yuk, persiapkan diri kamu lebih matang untuk hadapi PAS dari sekarang dengan latihan soal lebih sering. Dapatkan ribuan soal latihan dengan pembahasan yang lengkap dari Master Teacher terbaik Ruangguru hanya di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>. Kamu bisa juga berlatih soal-soal PAS di<strong><a>ruanguji</a></strong>agar semakin mahir saat ujian berlangsung.</p>
467 <p>Nah, itu tadi latihan soal Penilaian Akhir Semester (PAS) kelas 10 IPS di Semester Ganjil tahun 2025. Yuk, persiapkan diri kamu lebih matang untuk hadapi PAS dari sekarang dengan latihan soal lebih sering. Dapatkan ribuan soal latihan dengan pembahasan yang lengkap dari Master Teacher terbaik Ruangguru hanya di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>. Kamu bisa juga berlatih soal-soal PAS di<strong><a>ruanguji</a></strong>agar semakin mahir saat ujian berlangsung.</p>
468  
468