0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em><strong><a>Artikel Geografi kelas 12</a></strong>ini menjelaskan tentang Pusat Pertumbuhan Berdasarkan Teori Tempat Sentral Walter Christaller.</em></p>
1
<blockquote><p><em><strong><a>Artikel Geografi kelas 12</a></strong>ini menjelaskan tentang Pusat Pertumbuhan Berdasarkan Teori Tempat Sentral Walter Christaller.</em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<p>Kamu tau nggak, gimana caranya mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan? Salah satu caranya adalah dengan menggunakan <strong>teori tempat sentral (Walter Christaller)</strong>. Wah, seperti apa tuh?</p>
3
<p>Kamu tau nggak, gimana caranya mengidentifikasi pusat-pusat pertumbuhan? Salah satu caranya adalah dengan menggunakan <strong>teori tempat sentral (Walter Christaller)</strong>. Wah, seperti apa tuh?</p>
4
<p>Menurut Walter Christaller, prinsip teori ini adalah mengkaji tentang<strong>bagaimana menentukan jumlah, ukuran, dan pola penyebaran pusat-pusat pelayanan</strong>. Jangan lupa, bahwa kota sentral merupakan pusat bagi daerah sekitarnya yang menjadi penghubung perdagangan dengan wilayah lain.</p>
4
<p>Menurut Walter Christaller, prinsip teori ini adalah mengkaji tentang<strong>bagaimana menentukan jumlah, ukuran, dan pola penyebaran pusat-pusat pelayanan</strong>. Jangan lupa, bahwa kota sentral merupakan pusat bagi daerah sekitarnya yang menjadi penghubung perdagangan dengan wilayah lain.</p>
5
<p>Selain itu, ada juga yang namanya konsep <em>Range </em>dan <em>Threshold</em>. Dalah konsep ini, jarak atau <em>range </em>adalah <strong>jarak yang perlu ditempuh orang </strong>untuk mendapatkan barang kebutuhan atau fasilitas pelayanan pada suatu waktu tertentu saja.</p>
5
<p>Selain itu, ada juga yang namanya konsep <em>Range </em>dan <em>Threshold</em>. Dalah konsep ini, jarak atau <em>range </em>adalah <strong>jarak yang perlu ditempuh orang </strong>untuk mendapatkan barang kebutuhan atau fasilitas pelayanan pada suatu waktu tertentu saja.</p>
6
<p>Sedangkan, ambang atau<em>threshold </em>adalah <strong>jumlah minimal penduduk yang diperlukan </strong>untuk kelancaran dan keseimbangan suplai barang atau agar suatu fasilitas dapat berfungsi secara optimal.</p>
6
<p>Sedangkan, ambang atau<em>threshold </em>adalah <strong>jumlah minimal penduduk yang diperlukan </strong>untuk kelancaran dan keseimbangan suplai barang atau agar suatu fasilitas dapat berfungsi secara optimal.</p>
7
<p><strong>Baca Juga:<a>Identifikasi Pusat Pertumbuhan di Suatu Wilayah</a></strong></p>
7
<p><strong>Baca Juga:<a>Identifikasi Pusat Pertumbuhan di Suatu Wilayah</a></strong></p>
8
<h2>Teori Tempat Sentral Walter Christaller</h2>
8
<h2>Teori Tempat Sentral Walter Christaller</h2>
9
<p>Selanjutnya, Christaller menyebutkannya sebagai tempat sentral karena tempat yang sentral tersebut tidaklah semata-mata hanya bergantung kepada aspek permukiman penduduk.</p>
9
<p>Selanjutnya, Christaller menyebutkannya sebagai tempat sentral karena tempat yang sentral tersebut tidaklah semata-mata hanya bergantung kepada aspek permukiman penduduk.</p>
10
<p>Dalam teori in digambarkan bahwa<strong>tempat sentral merupakan suatu titik simpul dari suatu bentuk heksagonal atau segienam</strong>. Daerah segienam ini merupakan wilayah-wilayah yang penduduknya mampu terlayani oleh tempat yang sentral tersebut.</p>
10
<p>Dalam teori in digambarkan bahwa<strong>tempat sentral merupakan suatu titik simpul dari suatu bentuk heksagonal atau segienam</strong>. Daerah segienam ini merupakan wilayah-wilayah yang penduduknya mampu terlayani oleh tempat yang sentral tersebut.</p>
11
<p>Tempat sentral dan daerah yang dipengaruhinya (komplementer), pada dasarnya dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu hirarki 3 (K = 3), hirarki 4 (K = 4), dan hirarki 7 (K = 7).</p>
11
<p>Tempat sentral dan daerah yang dipengaruhinya (komplementer), pada dasarnya dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu hirarki 3 (K = 3), hirarki 4 (K = 4), dan hirarki 7 (K = 7).</p>
12
<h3>1. Hirarki 3 (K = 3)</h3>
12
<h3>1. Hirarki 3 (K = 3)</h3>
13
<p>Pusat pelayanan berupa pasar yang selalu<strong>menyediakan kebutuhan bagi daerah sekitarnya</strong>, sering disebut kasus<strong>pasar optimal</strong>. Selain mempengaruhi wilayahnya sendiri, wilayah ini juga mempengaruhi sepertiga bagian dari masing-masing wilayah tetangganya.</p>
13
<p>Pusat pelayanan berupa pasar yang selalu<strong>menyediakan kebutuhan bagi daerah sekitarnya</strong>, sering disebut kasus<strong>pasar optimal</strong>. Selain mempengaruhi wilayahnya sendiri, wilayah ini juga mempengaruhi sepertiga bagian dari masing-masing wilayah tetangganya.</p>
14
<p><strong>Struktur ini disebut Christaller sebagai asas pasar. </strong>Dalam arti, semua daerah harus dilengkapi dengan barang-barang yang diperlukan dan lokasi tempat-tempat sentral harus harus sesedikit mungkin.</p>
14
<p><strong>Struktur ini disebut Christaller sebagai asas pasar. </strong>Dalam arti, semua daerah harus dilengkapi dengan barang-barang yang diperlukan dan lokasi tempat-tempat sentral harus harus sesedikit mungkin.</p>
15
<h3>2. Hirarki 4 (K = 4)</h3>
15
<h3>2. Hirarki 4 (K = 4)</h3>
16
<p>Wilayah ini dan daerah sekitarnya yang<strong>terpengaruh memberikan kemungkinan jalur lalu lintas yang paling efisien</strong>. Tempat sentral ini disebut pula situasi lalu lintas yang optimum. Situasi lalu lintas yang optimum ini memiliki pengaruh setengah bagian di masing-masing wilayah tetangganya.</p>
16
<p>Wilayah ini dan daerah sekitarnya yang<strong>terpengaruh memberikan kemungkinan jalur lalu lintas yang paling efisien</strong>. Tempat sentral ini disebut pula situasi lalu lintas yang optimum. Situasi lalu lintas yang optimum ini memiliki pengaruh setengah bagian di masing-masing wilayah tetangganya.</p>
17
<p>Struktur ini disebut<strong>Christaller sebagai asas pengangkutan</strong>. Menurut asas pengangkutan,<strong>penyebaran tempat-tempat sentral paling menguntungkan apabila terdapat tempat penting terletak pada jalan</strong>yang menghubungkan dua kota. Jalan penghubung dua kota ini hendaknya berjarak pendek dan lurus.</p>
17
<p>Struktur ini disebut<strong>Christaller sebagai asas pengangkutan</strong>. Menurut asas pengangkutan,<strong>penyebaran tempat-tempat sentral paling menguntungkan apabila terdapat tempat penting terletak pada jalan</strong>yang menghubungkan dua kota. Jalan penghubung dua kota ini hendaknya berjarak pendek dan lurus.</p>
18
<h3>3. Hirarki 7 (K = 7)</h3>
18
<h3>3. Hirarki 7 (K = 7)</h3>
19
<p>Selain mempengaruhi wilayahnya sendiri, juga<strong>mempengaruhi seluruh bagian (satu bagian) masing-masing wilayah tetangganya</strong>. Wilayah ini disebut juga<strong>situasi administratif yang optimum</strong>. Situasi administratif yang dimaksud dapat berupa kota pusat pemerintahan. Pengaruh tempat yang sentral dapat diukur berdasarkan hirarki tertentu, dan bergantung pada luasan heksagonal yang dilingkupinya.</p>
19
<p>Selain mempengaruhi wilayahnya sendiri, juga<strong>mempengaruhi seluruh bagian (satu bagian) masing-masing wilayah tetangganya</strong>. Wilayah ini disebut juga<strong>situasi administratif yang optimum</strong>. Situasi administratif yang dimaksud dapat berupa kota pusat pemerintahan. Pengaruh tempat yang sentral dapat diukur berdasarkan hirarki tertentu, dan bergantung pada luasan heksagonal yang dilingkupinya.</p>
20
<p>Menurut Christaller, daerah ini<strong>sesuai dengan asas pemerintahan</strong>. Asas pemerintahan lebih ditekankan pada penyatuan dan perlindungan kelompok masyarakat yang terpisah dari ancaman musuh. Oleh karena itu, sebuah tempat sentral ideal menurut asas pemerintahan adalah kota besar yang berada di tengah-tengah kota dan dikelilingi oleh kotakota satelit dan tak berpenghuni di pinggirnya.</p>
20
<p>Menurut Christaller, daerah ini<strong>sesuai dengan asas pemerintahan</strong>. Asas pemerintahan lebih ditekankan pada penyatuan dan perlindungan kelompok masyarakat yang terpisah dari ancaman musuh. Oleh karena itu, sebuah tempat sentral ideal menurut asas pemerintahan adalah kota besar yang berada di tengah-tengah kota dan dikelilingi oleh kotakota satelit dan tak berpenghuni di pinggirnya.</p>
21
<p>Ketiga asas yang telah dikemukakan, masing-masing menentukan sistem tempat-tempat sentral dengan cara yang berbeda-beda. Asas pasar dan pengangkutan dipengaruhi oleh motif ekonomi, sedangkan asas pemerintahan dipengaruhi oleh kekuasaan negara.</p>
21
<p>Ketiga asas yang telah dikemukakan, masing-masing menentukan sistem tempat-tempat sentral dengan cara yang berbeda-beda. Asas pasar dan pengangkutan dipengaruhi oleh motif ekonomi, sedangkan asas pemerintahan dipengaruhi oleh kekuasaan negara.</p>
22
<p>-</p>
22
<p>-</p>
23
<p>Mau ditemani belajar atau dibantuin ngerjain PR secara privat dengan Kakak Master Teacher Ruangguru? Yuk gabung di<a><b>Ruangguru Privat Geografi</b></a>aja!</p>
23
<p>Mau ditemani belajar atau dibantuin ngerjain PR secara privat dengan Kakak Master Teacher Ruangguru? Yuk gabung di<a><b>Ruangguru Privat Geografi</b></a>aja!</p>
24
<p>Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
24
<p>Belajar nggak cuma menyenangkan, tapi kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham! Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu juga bisa pilih nih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Fleksibel, kan? Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
25
<p><strong>Referensi:</strong></p>
25
<p><strong>Referensi:</strong></p>
26
<p>Endarto, Danang, Dkk, 2009. <em>Geografi 3 Untuk SMA/MA Kelas XII</em>, Jakarta, Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.</p>
26
<p>Endarto, Danang, Dkk, 2009. <em>Geografi 3 Untuk SMA/MA Kelas XII</em>, Jakarta, Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.</p>
27
27