0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Artikel ini berisi latihan soal PTS kelas 12 SMA IPS semester ganjil 2025. Yuk kerjakan dan pelajari pembahasannya!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Artikel ini berisi latihan soal PTS kelas 12 SMA IPS semester ganjil 2025. Yuk kerjakan dan pelajari pembahasannya!</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
3
<h2><strong>MATEMATIKA</strong></h2>
3
<h2><strong>MATEMATIKA</strong></h2>
4
<p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) I</strong></p>
4
<p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) I</strong></p>
5
<p><strong>Subtopik:</strong><a><strong>Prasyarat: Bidang Ruang</strong></a><strong> </strong></p>
5
<p><strong>Subtopik:</strong><a><strong>Prasyarat: Bidang Ruang</strong></a><strong> </strong></p>
6
<p><strong>Level: Medium</strong></p>
6
<p><strong>Level: Medium</strong></p>
7
<p>1. Berikut ini, bangun ruang yang memiliki diagonal ruang adalah ….</p>
7
<p>1. Berikut ini, bangun ruang yang memiliki diagonal ruang adalah ….</p>
8
<ol><li>prisma segi empat dan limas segi empat</li>
8
<ol><li>prisma segi empat dan limas segi empat</li>
9
<li>prisma segi empat dan prisma segi lima</li>
9
<li>prisma segi empat dan prisma segi lima</li>
10
<li>prisma segitiga dan prisma segi empat</li>
10
<li>prisma segitiga dan prisma segi empat</li>
11
<li>prisma segitiga dan limas segi empat</li>
11
<li>prisma segitiga dan limas segi empat</li>
12
<li>prisma segitiga dan prisma segi lima</li>
12
<li>prisma segitiga dan prisma segi lima</li>
13
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
13
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
14
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
14
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
15
<p>Ingat bahwa diagonal ruang adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut pada suatu bangun ruang, namun ruas garis tersebut tidak terdapat di sisi bangun ruang tersebut.</p>
15
<p>Ingat bahwa diagonal ruang adalah ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut pada suatu bangun ruang, namun ruas garis tersebut tidak terdapat di sisi bangun ruang tersebut.</p>
16
<p>Perhatikan gambar bangun ruang di bawah ini!</p>
16
<p>Perhatikan gambar bangun ruang di bawah ini!</p>
17
<p>Garis berwarna biru menunjukkan diagonal sisi sedangkan garis berwarna merah menunjukkan diagonal ruang. Oleh karena itu, prisma segi empat dan prisma segi lima memiliki diagonal ruang.</p>
17
<p>Garis berwarna biru menunjukkan diagonal sisi sedangkan garis berwarna merah menunjukkan diagonal ruang. Oleh karena itu, prisma segi empat dan prisma segi lima memiliki diagonal ruang.</p>
18
<p>Pada prisma segitiga dan limas segi empat, tidak dapat digambarkan diagonal ruang karena setiap ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut pada bangun tersebut terletak pada sisi bangun tersebut.</p>
18
<p>Pada prisma segitiga dan limas segi empat, tidak dapat digambarkan diagonal ruang karena setiap ruas garis yang menghubungkan dua titik sudut pada bangun tersebut terletak pada sisi bangun tersebut.</p>
19
<p>Dengan demikian, bangun yang memiliki diagonal ruang adalah prisma segi empat dan prisma segi lima.</p>
19
<p>Dengan demikian, bangun yang memiliki diagonal ruang adalah prisma segi empat dan prisma segi lima.</p>
20
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
20
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
21
<p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) I</strong></p>
21
<p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) I</strong></p>
22
<p><strong>Subtopik: Proyeksi </strong></p>
22
<p><strong>Subtopik: Proyeksi </strong></p>
23
<p><strong>Level: Medium</strong></p>
23
<p><strong>Level: Medium</strong></p>
24
<p><strong>Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH berikut ini!</strong></p>
24
<p><strong>Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH berikut ini!</strong></p>
25
<p>2. Proyeksi ruas garis CF pada bidang ACGE adalah ….</p>
25
<p>2. Proyeksi ruas garis CF pada bidang ACGE adalah ….</p>
26
<ol><li>ruas garis CE</li>
26
<ol><li>ruas garis CE</li>
27
<li>ruas garis CH</li>
27
<li>ruas garis CH</li>
28
<li>ruas garis CG</li>
28
<li>ruas garis CG</li>
29
<li>ruas garis CM dengan titik M adalah titik tengah AE</li>
29
<li>ruas garis CM dengan titik M adalah titik tengah AE</li>
30
<li>ruas garis CM dengan titik M adalah titik tengah EG</li>
30
<li>ruas garis CM dengan titik M adalah titik tengah EG</li>
31
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
31
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
32
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
32
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
33
<p>Proyeksikan titik ujung ruas garis CF ke bidang ACGE.</p>
33
<p>Proyeksikan titik ujung ruas garis CF ke bidang ACGE.</p>
34
<p>Kemudian, perhatikan bahwa karena titik C sudah terletak pada bidang ACGE, maka proyeksi titik C ke bidang ACGE adalah titik C itu sendiri.</p>
34
<p>Kemudian, perhatikan bahwa karena titik C sudah terletak pada bidang ACGE, maka proyeksi titik C ke bidang ACGE adalah titik C itu sendiri.</p>
35
<p>Lalu, proyeksikan titik F ke bidang ACGE. Dapat diperhatikan bahwa EG tegak lurus dengan HF.</p>
35
<p>Lalu, proyeksikan titik F ke bidang ACGE. Dapat diperhatikan bahwa EG tegak lurus dengan HF.</p>
36
<p>Karena titik F terletak pada ruas garis HF, maka proyeksi titik F ke ruas garis EG adalah titik M dengan M adalah titik tengah ruas garis EG. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut!</p>
36
<p>Karena titik F terletak pada ruas garis HF, maka proyeksi titik F ke ruas garis EG adalah titik M dengan M adalah titik tengah ruas garis EG. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut!</p>
37
<p>Dengan demikian, proyeksi ruas garis CF ke bidang ACGE adalah ruas garis CM dengan titik M adalah titik tengah EG.</p>
37
<p>Dengan demikian, proyeksi ruas garis CF ke bidang ACGE adalah ruas garis CM dengan titik M adalah titik tengah EG.</p>
38
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
38
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
39
<p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) I</strong></p>
39
<p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) I</strong></p>
40
<p><strong>Subtopik:</strong><a><strong>Titik, Garis, dan Bidang</strong><strong></strong></a></p>
40
<p><strong>Subtopik:</strong><a><strong>Titik, Garis, dan Bidang</strong><strong></strong></a></p>
41
<p><strong>Level: HOTS</strong></p>
41
<p><strong>Level: HOTS</strong></p>
42
<p><strong>Perhatikan kubus PQRS.TUVW berikut ini!</strong></p>
42
<p><strong>Perhatikan kubus PQRS.TUVW berikut ini!</strong></p>
43
<p>3. Kedudukan ruas garis SU terhadap bidang PRW adalah saling ….</p>
43
<p>3. Kedudukan ruas garis SU terhadap bidang PRW adalah saling ….</p>
44
<ol><li>bersilangan</li>
44
<ol><li>bersilangan</li>
45
<li>berimpit</li>
45
<li>berimpit</li>
46
<li>bersinggungan</li>
46
<li>bersinggungan</li>
47
<li>tegak lurus</li>
47
<li>tegak lurus</li>
48
<li>sejajar</li>
48
<li>sejajar</li>
49
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
49
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
50
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
50
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
51
<p>Perhatikan gambar di bawah ini!</p>
51
<p>Perhatikan gambar di bawah ini!</p>
52
<p>Misal O adalah titik tengah garis PR sedemikian sehingga WO adalah garis tinggi pada bidang PRW yang berpotongan tegak lurus dengan SU di X.</p>
52
<p>Misal O adalah titik tengah garis PR sedemikian sehingga WO adalah garis tinggi pada bidang PRW yang berpotongan tegak lurus dengan SU di X.</p>
53
<p>Karena SU berpotongan tegak lurus dengan WO dan WO adalah bidang pada PRW, maka SU tegak lurus dengan PRW.</p>
53
<p>Karena SU berpotongan tegak lurus dengan WO dan WO adalah bidang pada PRW, maka SU tegak lurus dengan PRW.</p>
54
<p>Akibatnya, kedudukan ruas garis SU terhadap bidang PRW adalah saling tegak lurus.</p>
54
<p>Akibatnya, kedudukan ruas garis SU terhadap bidang PRW adalah saling tegak lurus.</p>
55
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong> </strong></p>
55
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong> </strong></p>
56
<p><strong>Baca Juga:</strong><a><strong>Latihan Soal & Pembahasan PTS Kelas 12 IPS Semester Genap 2024</strong></a></p>
56
<p><strong>Baca Juga:</strong><a><strong>Latihan Soal & Pembahasan PTS Kelas 12 IPS Semester Genap 2024</strong></a></p>
57
<p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II</strong></p>
57
<p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II</strong></p>
58
<p><strong>SubTopik: Jarak</strong></p>
58
<p><strong>SubTopik: Jarak</strong></p>
59
<p><strong>Level: HOTS</strong></p>
59
<p><strong>Level: HOTS</strong></p>
60
<p>4. Diketahui bahwa panjang rusuk kubus<em>ABCD.EFGH</em>adalah 9 cm. Jika titik P terletak pada<em>AE</em>sehingga<em>AP : PE</em>= 2 : 1, maka jarak antara titik<em>P</em>dan bidang<em>BDG</em>adalah … cm.</p>
60
<p>4. Diketahui bahwa panjang rusuk kubus<em>ABCD.EFGH</em>adalah 9 cm. Jika titik P terletak pada<em>AE</em>sehingga<em>AP : PE</em>= 2 : 1, maka jarak antara titik<em>P</em>dan bidang<em>BDG</em>adalah … cm.</p>
61
<ol><li>10√3</li>
61
<ol><li>10√3</li>
62
<li>9√6</li>
62
<li>9√6</li>
63
<li>9√2</li>
63
<li>9√2</li>
64
<li>5√6</li>
64
<li>5√6</li>
65
<li>5√3</li>
65
<li>5√3</li>
66
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
66
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
67
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
67
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
68
<p>Diketahui bahwa panjang rusuk kubus<em>ABCD.EFGH</em>adalah 9 cm. Jika titik<em>P</em>terletak pada <em>AE</em> sehingga<em>AP : PE = 2 : 1.</em></p>
68
<p>Diketahui bahwa panjang rusuk kubus<em>ABCD.EFGH</em>adalah 9 cm. Jika titik<em>P</em>terletak pada <em>AE</em> sehingga<em>AP : PE = 2 : 1.</em></p>
69
<p>Perhatikan gambar kubus<em>ABCD.EFGH</em>berikut!</p>
69
<p>Perhatikan gambar kubus<em>ABCD.EFGH</em>berikut!</p>
70
<p>Perhatikan persegi panjang berikut!</p>
70
<p>Perhatikan persegi panjang berikut!</p>
71
<p>Misalkan R berada pada perpanjangan rusuk AE. Dapat diperhatikan bahwa garis GQ akan memotong garis EA di titik R sehingga panjang AR sama dengan panjang EA. Akibatnya, ER = 9 + 9 = 18 cm.</p>
71
<p>Misalkan R berada pada perpanjangan rusuk AE. Dapat diperhatikan bahwa garis GQ akan memotong garis EA di titik R sehingga panjang AR sama dengan panjang EA. Akibatnya, ER = 9 + 9 = 18 cm.</p>
72
<p>Perhatikan segitiga PEG dengan siku-siku di titik E!</p>
72
<p>Perhatikan segitiga PEG dengan siku-siku di titik E!</p>
73
<p>Dengan menggunakan Teorema Pythagoras, didapat panjang PG sebagai berikut.</p>
73
<p>Dengan menggunakan Teorema Pythagoras, didapat panjang PG sebagai berikut.</p>
74
<p>Kemudian, perhatikan segitiga REG dengan siku-siku di titik E!</p>
74
<p>Kemudian, perhatikan segitiga REG dengan siku-siku di titik E!</p>
75
<p>Dengan menggunakan Teorema Pythagoras, didapat panjang RG sebagai berikut.</p>
75
<p>Dengan menggunakan Teorema Pythagoras, didapat panjang RG sebagai berikut.</p>
76
<p>Kemudian, perhatikan segitiga RPG sebagai berikut!</p>
76
<p>Kemudian, perhatikan segitiga RPG sebagai berikut!</p>
77
<p>Pada gambar diatas,<strong>jarak antara titik P dan bidang BDG diwakili oleh jarak antara titik P dan </strong><strong>GR</strong>.</p>
77
<p>Pada gambar diatas,<strong>jarak antara titik P dan bidang BDG diwakili oleh jarak antara titik P dan </strong><strong>GR</strong>.</p>
78
<p>Dengan menggunakan perbandingan luas segitiga RPG, didapat persamaan sebagai berikut.</p>
78
<p>Dengan menggunakan perbandingan luas segitiga RPG, didapat persamaan sebagai berikut.</p>
79
<p>Dengan demikian, jarak titik P ke bidang BDG adalah 5√3 cm.</p>
79
<p>Dengan demikian, jarak titik P ke bidang BDG adalah 5√3 cm.</p>
80
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
80
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
81
<p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II</strong></p>
81
<p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II</strong></p>
82
<p><strong>SubTopik:</strong><a><strong>Sudut</strong></a></p>
82
<p><strong>SubTopik:</strong><a><strong>Sudut</strong></a></p>
83
<p><strong>Level: Medium</strong></p>
83
<p><strong>Level: Medium</strong></p>
84
<p>5. Pada kubus ABCD.EFGH, besar sudut antara BD dan CE adalah ….</p>
84
<p>5. Pada kubus ABCD.EFGH, besar sudut antara BD dan CE adalah ….</p>
85
<ol><li>15°</li>
85
<ol><li>15°</li>
86
<li>30°</li>
86
<li>30°</li>
87
<li>45°</li>
87
<li>45°</li>
88
<li>60°</li>
88
<li>60°</li>
89
<li>90°</li>
89
<li>90°</li>
90
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
90
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
91
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
91
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
92
<p>Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH berikut!</p>
92
<p>Perhatikan gambar kubus ABCD.EFGH berikut!</p>
93
<p>Dapat diperhatikan bahwa CE terletak pada bidang ACGE.</p>
93
<p>Dapat diperhatikan bahwa CE terletak pada bidang ACGE.</p>
94
<p>Kemudian AC dan BD saling tegak lurus karena keduanya adalah diagonal persegi ABCD.</p>
94
<p>Kemudian AC dan BD saling tegak lurus karena keduanya adalah diagonal persegi ABCD.</p>
95
<p>Selanjutnya, GC tegak lurus dengan persegi ABCD. Akibatnya, GC tegak lurus dengan seluruh ruas garis pada persegi ABCD, salah satunya adalah BD.</p>
95
<p>Selanjutnya, GC tegak lurus dengan persegi ABCD. Akibatnya, GC tegak lurus dengan seluruh ruas garis pada persegi ABCD, salah satunya adalah BD.</p>
96
<p>Jadi, masing-masing AC dan GC tegak lurus dengan BD.</p>
96
<p>Jadi, masing-masing AC dan GC tegak lurus dengan BD.</p>
97
<p>Akibatnya, BD tegak lurus dengan bidang yang melalui AC dan GC yaitu bidang ACGE.</p>
97
<p>Akibatnya, BD tegak lurus dengan bidang yang melalui AC dan GC yaitu bidang ACGE.</p>
98
<p>Karena BD tegak lurus dengan bidang ACGE, maka BD juga tegak lurus dengan seluruh garis pada bidang ACGE, salah satunya adalah CE.</p>
98
<p>Karena BD tegak lurus dengan bidang ACGE, maka BD juga tegak lurus dengan seluruh garis pada bidang ACGE, salah satunya adalah CE.</p>
99
<p>Oleh karena itu, BD dan CE saling tegak lurus.</p>
99
<p>Oleh karena itu, BD dan CE saling tegak lurus.</p>
100
<p>Akibatnya, besar sudut antara BD dan CE adalah 90°.</p>
100
<p>Akibatnya, besar sudut antara BD dan CE adalah 90°.</p>
101
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
101
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
102
<p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II </strong></p>
102
<p><strong>Topik: Bidang Ruang (Dimensi Tiga) II </strong></p>
103
<p><strong>Subtopik: Jarak </strong></p>
103
<p><strong>Subtopik: Jarak </strong></p>
104
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
104
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
105
<p>6. Diketahui kubus <em>ABCD.EFGH </em>dengan panjang rusuk 10 cm. Ruas garis <em>AB </em>diperpanjang ke titik <em>P </em>dan titik <em>B </em>berada di antara titik <em>A </em>dan<em>P</em>serta</p>
105
<p>6. Diketahui kubus <em>ABCD.EFGH </em>dengan panjang rusuk 10 cm. Ruas garis <em>AB </em>diperpanjang ke titik <em>P </em>dan titik <em>B </em>berada di antara titik <em>A </em>dan<em>P</em>serta</p>
106
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
106
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
107
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
107
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
108
<p><strong>Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
108
<p><strong>Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
109
<h2><strong>EKONOMI</strong></h2>
109
<h2><strong>EKONOMI</strong></h2>
110
<p><strong>Topik:</strong><strong>Akuntansi sebagai Sistem Informasi </strong></p>
110
<p><strong>Topik:</strong><strong>Akuntansi sebagai Sistem Informasi </strong></p>
111
<p><strong>Sub Topik:</strong><a><strong>Pengertian dan Manfaat Akuntansi</strong></a></p>
111
<p><strong>Sub Topik:</strong><a><strong>Pengertian dan Manfaat Akuntansi</strong></a></p>
112
<p>1. Penulis buku<em>Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita</em>adalah .…</p>
112
<p>1. Penulis buku<em>Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita</em>adalah .…</p>
113
<ol><li>Luca Pacioli</li>
113
<ol><li>Luca Pacioli</li>
114
<li>Dante Alighieri</li>
114
<li>Dante Alighieri</li>
115
<li>Adam Smith</li>
115
<li>Adam Smith</li>
116
<li>John Maynard Keynes</li>
116
<li>John Maynard Keynes</li>
117
<li>Marshal</li>
117
<li>Marshal</li>
118
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
118
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
119
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
119
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
120
<p>Buku<em>Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita</em>dipublikasikan pada tahun 1494 yang ditulis oleh<strong>Luca Pacioli</strong>. Buku tersebut menjelaskan tentang prinsip-prinsip dasar<em>double accounting system</em>atau tata buku berpasangan (pencatatan sisi debit dan kredit).</p>
120
<p>Buku<em>Summa the arithmetica geometria proportioni et proportionalita</em>dipublikasikan pada tahun 1494 yang ditulis oleh<strong>Luca Pacioli</strong>. Buku tersebut menjelaskan tentang prinsip-prinsip dasar<em>double accounting system</em>atau tata buku berpasangan (pencatatan sisi debit dan kredit).</p>
121
<p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah poin A.</strong></p>
121
<p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah poin A.</strong></p>
122
<p><strong>Topik: Akuntansi sebagai Sistem Informasi </strong></p>
122
<p><strong>Topik: Akuntansi sebagai Sistem Informasi </strong></p>
123
<p><strong>Sub Topik:</strong><a><strong>Pengertian dan Manfaat Akuntansi</strong></a></p>
123
<p><strong>Sub Topik:</strong><a><strong>Pengertian dan Manfaat Akuntansi</strong></a></p>
124
<p>2. Proses mengidentifikasi, mengukur, dan mengkomunikasikan informasi ekonomi sebagai dasar pertimbangan dan pengambilan keputusan para pemakainya merupakan definisi akuntansi yang dikemukakan oleh ….</p>
124
<p>2. Proses mengidentifikasi, mengukur, dan mengkomunikasikan informasi ekonomi sebagai dasar pertimbangan dan pengambilan keputusan para pemakainya merupakan definisi akuntansi yang dikemukakan oleh ….</p>
125
<ol><li>Persatuan Akuntansi Indonesia</li>
125
<ol><li>Persatuan Akuntansi Indonesia</li>
126
<li>Ikatan Akuntan Indonesia</li>
126
<li>Ikatan Akuntan Indonesia</li>
127
<li>Standar Akuntansi Keuangan</li>
127
<li>Standar Akuntansi Keuangan</li>
128
<li><em>American Accounting Association</em></li>
128
<li><em>American Accounting Association</em></li>
129
<li><em>American Institute of Certified Public Accountants</em></li>
129
<li><em>American Institute of Certified Public Accountants</em></li>
130
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
130
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
131
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
131
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
132
<p><strong><em>American Accounting Association</em></strong><strong>(AAA)</strong>mendefinisikan akuntansi sebagai proses mengidentifikasi, mengukur, dan mengkomunikasikan informasi ekonomi sebagai dasar pertirnbangan dan pengambilan keputusan para pemakainya. Definisi tersebut mengandung dua pengertian, yaitu kegiatan akuntansi dan kegunaan akuntansi.</p>
132
<p><strong><em>American Accounting Association</em></strong><strong>(AAA)</strong>mendefinisikan akuntansi sebagai proses mengidentifikasi, mengukur, dan mengkomunikasikan informasi ekonomi sebagai dasar pertirnbangan dan pengambilan keputusan para pemakainya. Definisi tersebut mengandung dua pengertian, yaitu kegiatan akuntansi dan kegunaan akuntansi.</p>
133
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah poin D.</strong></p>
133
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah poin D.</strong></p>
134
<p><strong>Topik: Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
134
<p><strong>Topik: Persamaan Dasar Akuntansi</strong></p>
135
<p><strong>Sub Topik:</strong><a><strong>Analisis Transaksi dan Pencatatan dalam Persamaan Dasar Akuntansi</strong></a></p>
135
<p><strong>Sub Topik:</strong><a><strong>Analisis Transaksi dan Pencatatan dalam Persamaan Dasar Akuntansi</strong></a></p>
136
<p>3. Pada 5 Januari 2018 Datuk Hasim memulai usaha servis komputer dengan nama Servis Komputer Suhada. Untuk itu, ia menginvestasikan uang tunai sejumlah Rp50.000.000,00 dan peralatan kantor berjumlah Rp10.000.000,00. Pencatatannya pada persamaan dasar akuntansi adalah ….</p>
136
<p>3. Pada 5 Januari 2018 Datuk Hasim memulai usaha servis komputer dengan nama Servis Komputer Suhada. Untuk itu, ia menginvestasikan uang tunai sejumlah Rp50.000.000,00 dan peralatan kantor berjumlah Rp10.000.000,00. Pencatatannya pada persamaan dasar akuntansi adalah ….</p>
137
<ol></ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
137
<ol></ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
138
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
138
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
139
<p>Diketahui dalam soal pada 5 Januari 2018 Datuk Hasim memulai usaha servis komputernya dengan menginvestasikan uang tunai sejumlah Rp50.000.000,00 dan peralatan kantor berjumlah Rp10.000.000,00. Transaksi tersebut merupakan setoran awal Datuk untuk usahanya sehingga akan mengakibatkan bertambahnya kas Rp50.000.000,00, peralatan Rp10.000.000,00, dan modal sejumlah Rp60.000.000,00. Pencatatan transaksi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.</p>
139
<p>Diketahui dalam soal pada 5 Januari 2018 Datuk Hasim memulai usaha servis komputernya dengan menginvestasikan uang tunai sejumlah Rp50.000.000,00 dan peralatan kantor berjumlah Rp10.000.000,00. Transaksi tersebut merupakan setoran awal Datuk untuk usahanya sehingga akan mengakibatkan bertambahnya kas Rp50.000.000,00, peralatan Rp10.000.000,00, dan modal sejumlah Rp60.000.000,00. Pencatatan transaksi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.</p>
140
<p><strong></strong><strong> </strong></p>
140
<p><strong></strong><strong> </strong></p>
141
<p><strong>Maka, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
141
<p><strong>Maka, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
142
<p><strong>Baca Juga:</strong><a><strong>Latihan Soal PTS Kelas 12 SMA IPS Semester Ganjil 2024</strong></a></p>
142
<p><strong>Baca Juga:</strong><a><strong>Latihan Soal PTS Kelas 12 SMA IPS Semester Ganjil 2024</strong></a></p>
143
<p><strong>Topik: Tahap Pencatatan Perusahaan Jasa </strong></p>
143
<p><strong>Topik: Tahap Pencatatan Perusahaan Jasa </strong></p>
144
<p><strong>Sub Topik:</strong><a><strong>Jurnal Umum Perusahaan Jasa</strong></a></p>
144
<p><strong>Sub Topik:</strong><a><strong>Jurnal Umum Perusahaan Jasa</strong></a></p>
145
<p><strong>4. Perhatikan transaksi yang terjadi pada sebuah perusahaan berikut!</strong></p>
145
<p><strong>4. Perhatikan transaksi yang terjadi pada sebuah perusahaan berikut!</strong></p>
146
<ol><li>Pak Kusno menginvestasikan Rp10.000.000,00 sebagai modal.</li>
146
<ol><li>Pak Kusno menginvestasikan Rp10.000.000,00 sebagai modal.</li>
147
<li>Pak Kusno membayar beban sewa ruangan usaha sebesar Rp4.000.000,00.</li>
147
<li>Pak Kusno membayar beban sewa ruangan usaha sebesar Rp4.000.000,00.</li>
148
<li>Pak Kusno membeli perlengkapan Rp2.500.000,00.</li>
148
<li>Pak Kusno membeli perlengkapan Rp2.500.000,00.</li>
149
<li>Pak Kusno membeli peralatan Rp4.000.000,00, dibayar tunai Rp1.250.000,00 dan sisanya dibayar secara berkala.</li>
149
<li>Pak Kusno membeli peralatan Rp4.000.000,00, dibayar tunai Rp1.250.000,00 dan sisanya dibayar secara berkala.</li>
150
<li>Pak Kusno menerima pendapatan jasa Rp450.000,00.</li>
150
<li>Pak Kusno menerima pendapatan jasa Rp450.000,00.</li>
151
</ol><p>Berdasarkan pernyataan berikut, transaksi yang mengurangi kas ditunjukkan oleh nomor ….</p>
151
</ol><p>Berdasarkan pernyataan berikut, transaksi yang mengurangi kas ditunjukkan oleh nomor ….</p>
152
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
152
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
153
<li>1, 2, dan 5</li>
153
<li>1, 2, dan 5</li>
154
<li>2, 3, dan 4</li>
154
<li>2, 3, dan 4</li>
155
<li>2, 4, dan 5</li>
155
<li>2, 4, dan 5</li>
156
<li>3, 4, dan 5</li>
156
<li>3, 4, dan 5</li>
157
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
157
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
158
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
158
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
159
<p>Berikut adalah analisis dari transaksi di atas.</p>
159
<p>Berikut adalah analisis dari transaksi di atas.</p>
160
<ol><li>Pak Kusno menginvestasikan Rp10.000.000,00 sebagai modal. (Kas + dan modal +)</li>
160
<ol><li>Pak Kusno menginvestasikan Rp10.000.000,00 sebagai modal. (Kas + dan modal +)</li>
161
<li>Pak Kusno membayar beban sewa ruangan usaha sebesar Rp4.000.000,00. (<strong>Kas -</strong>dan modal -)1</li>
161
<li>Pak Kusno membayar beban sewa ruangan usaha sebesar Rp4.000.000,00. (<strong>Kas -</strong>dan modal -)1</li>
162
<li>Pak Kusno membeli perlengkapan Rp2.500.000,00. (<strong>Kas -</strong>dan perlengkapan +)</li>
162
<li>Pak Kusno membeli perlengkapan Rp2.500.000,00. (<strong>Kas -</strong>dan perlengkapan +)</li>
163
<li>Pak Kusno membeli peralatan Rp4.000.000,00, dibayar tunai Rp1.250.000,00 dan sisanya dibayar secara berkala. (Peralatan +,<strong>kas -</strong>, dan utang +)</li>
163
<li>Pak Kusno membeli peralatan Rp4.000.000,00, dibayar tunai Rp1.250.000,00 dan sisanya dibayar secara berkala. (Peralatan +,<strong>kas -</strong>, dan utang +)</li>
164
<li>Pak Kusno menerima pendapatan jasa Rp450.000,00. (Kas + dan modal +)</li>
164
<li>Pak Kusno menerima pendapatan jasa Rp450.000,00. (Kas + dan modal +)</li>
165
</ol><p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah poin C.</strong></p>
165
</ol><p><strong>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah poin C.</strong></p>
166
<p><strong>Topik: Tahap Pencatatan Perusahaan Jasa </strong></p>
166
<p><strong>Topik: Tahap Pencatatan Perusahaan Jasa </strong></p>
167
<p><strong>Sub Topik:</strong><a><strong>Buku Besar Perusahaan Jasa</strong></a></p>
167
<p><strong>Sub Topik:</strong><a><strong>Buku Besar Perusahaan Jasa</strong></a></p>
168
<p>5. Berikut ini yang merupakan pernyataan yang benar mengenai konsep dasar posting ke buku besar adalah ….</p>
168
<p>5. Berikut ini yang merupakan pernyataan yang benar mengenai konsep dasar posting ke buku besar adalah ….</p>
169
<ol><li>pencatatan dilakukan berurutan dari nilai transaksi terkecil</li>
169
<ol><li>pencatatan dilakukan berurutan dari nilai transaksi terkecil</li>
170
<li>tahapan siklus akuntansi setelah persamaan dasar akuntansi</li>
170
<li>tahapan siklus akuntansi setelah persamaan dasar akuntansi</li>
171
<li>pengklasifikasian transaksi jurnal umum berdasarkan nilai transaksi terbesar</li>
171
<li>pengklasifikasian transaksi jurnal umum berdasarkan nilai transaksi terbesar</li>
172
<li>data yang dimasukkan ke dalam buku besar berasal dari tabel persamaan dasar akuntansi</li>
172
<li>data yang dimasukkan ke dalam buku besar berasal dari tabel persamaan dasar akuntansi</li>
173
<li>pengklasifikasian transaksi pada jurnal umum berdasarkan nama dan nomor akunnya</li>
173
<li>pengklasifikasian transaksi pada jurnal umum berdasarkan nama dan nomor akunnya</li>
174
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
174
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
175
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
175
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
176
<p>Posting adalah kegiatan pemindahbukuan transaksi yang terdapat pada jurnal umum ke buku besar (<em>ledger</em>) sesuai klasifikasi nama dan nomor akunnya.</p>
176
<p>Posting adalah kegiatan pemindahbukuan transaksi yang terdapat pada jurnal umum ke buku besar (<em>ledger</em>) sesuai klasifikasi nama dan nomor akunnya.</p>
177
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah poin E.</strong></p>
177
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah poin E.</strong></p>
178
<p><strong>Topik: Tahap Penutupan Perusahaan Jasa </strong></p>
178
<p><strong>Topik: Tahap Penutupan Perusahaan Jasa </strong></p>
179
<p><strong>Subtopik: Jurnal Penutup </strong></p>
179
<p><strong>Subtopik: Jurnal Penutup </strong></p>
180
<p><strong>Level Kognitif: HOTS </strong></p>
180
<p><strong>Level Kognitif: HOTS </strong></p>
181
<p>6.<strong>Perhatikan data keuangan PT ABC berikut ini!</strong></p>
181
<p>6.<strong>Perhatikan data keuangan PT ABC berikut ini!</strong></p>
182
<p>Berdasarkan data tersebut, jurnal penutup yang benar adalah ….</p>
182
<p>Berdasarkan data tersebut, jurnal penutup yang benar adalah ….</p>
183
<p><strong>Jawaban: C </strong></p>
183
<p><strong>Jawaban: C </strong></p>
184
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
184
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
185
<p><strong>Jurnal penutup</strong>digunakan untuk menutup akun nominal (terdiri dari akun pendapatan dan beban), laba/rugi, dan<i>prive</i>. Cara membuat jurnal penutup adalah dengan membalik posisi akun dari saldo normalnya dengan akun ikhtisar laba/rugi. Sehingga, jurnal penutup yang benar adalah sebagai berikut. </p>
185
<p><strong>Jurnal penutup</strong>digunakan untuk menutup akun nominal (terdiri dari akun pendapatan dan beban), laba/rugi, dan<i>prive</i>. Cara membuat jurnal penutup adalah dengan membalik posisi akun dari saldo normalnya dengan akun ikhtisar laba/rugi. Sehingga, jurnal penutup yang benar adalah sebagai berikut. </p>
186
<p><strong>Menutup akun pendapatan</strong></p>
186
<p><strong>Menutup akun pendapatan</strong></p>
187
<p><strong>Menutup akun beban</strong></p>
187
<p><strong>Menutup akun beban</strong></p>
188
<p><strong>Menutup rugi perusahaan </strong></p>
188
<p><strong>Menutup rugi perusahaan </strong></p>
189
<p>Dari data yang terdapat pada soal, perlu dilakukan perhitungan untuk mengetahui laba/rugi PT ABC. Perhitungannya yaitu sebagai berikut.</p>
189
<p>Dari data yang terdapat pada soal, perlu dilakukan perhitungan untuk mengetahui laba/rugi PT ABC. Perhitungannya yaitu sebagai berikut.</p>
190
<p>Oleh karena itu, jurnal penutup saat perusahaan mengalami rugi adalah sebagai berikut.</p>
190
<p>Oleh karena itu, jurnal penutup saat perusahaan mengalami rugi adalah sebagai berikut.</p>
191
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
191
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
192
<h2><strong>GEOGRAFI</strong></h2>
192
<h2><strong>GEOGRAFI</strong></h2>
193
<p><strong>Topik: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
193
<p><strong>Topik: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
194
<p><strong>Sub Topik:</strong><a><strong>Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></a></p>
194
<p><strong>Sub Topik:</strong><a><strong>Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></a></p>
195
<p>1. Kota Bandung yang terletak di Provinsi Jawa Barat berperan sebagai pusat pertumbuhan bagi wilayah sekitarnya, seperti Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Hal ini membuat arus kegiatan transportasi dan komunikasi menjadi penunjang pertumbuhan wilayah tersebut. Berdasarkan pernyataan tersebut, Kota Bandung termasuk ke dalam wilayah ….</p>
195
<p>1. Kota Bandung yang terletak di Provinsi Jawa Barat berperan sebagai pusat pertumbuhan bagi wilayah sekitarnya, seperti Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut. Hal ini membuat arus kegiatan transportasi dan komunikasi menjadi penunjang pertumbuhan wilayah tersebut. Berdasarkan pernyataan tersebut, Kota Bandung termasuk ke dalam wilayah ….</p>
196
<ol><li>formal</li>
196
<ol><li>formal</li>
197
<li>fungsional</li>
197
<li>fungsional</li>
198
<li>homogenitas</li>
198
<li>homogenitas</li>
199
<li><em>spesific region</em></li>
199
<li><em>spesific region</em></li>
200
<li><em>single feature region</em></li>
200
<li><em>single feature region</em></li>
201
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
201
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
202
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
202
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
203
<p><strong>Wilayah fungsional</strong>adalah wilayah yang dicirikan dengan<strong>kegiatan yang saling berhubungan antara beberapa pusat kegiatan secara fungsional.</strong>Contohnya adalah wilayah metropolitan yang terdiri dari kota besar dan banyak kota kecil atau kota satelit yang mengelilinginya, seperti Kota Bandung dan wilayah di sekelilingnya, seperti Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut.</p>
203
<p><strong>Wilayah fungsional</strong>adalah wilayah yang dicirikan dengan<strong>kegiatan yang saling berhubungan antara beberapa pusat kegiatan secara fungsional.</strong>Contohnya adalah wilayah metropolitan yang terdiri dari kota besar dan banyak kota kecil atau kota satelit yang mengelilinginya, seperti Kota Bandung dan wilayah di sekelilingnya, seperti Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut.</p>
204
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong></p>
204
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong></p>
205
<p><strong>Topik: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
205
<p><strong>Topik: Konsep Wilayah dan Tata Ruang</strong></p>
206
<p><strong>Subtopik:</strong><a><strong>Pembangunan dan Pertumbuhan Wilayah</strong></a></p>
206
<p><strong>Subtopik:</strong><a><strong>Pembangunan dan Pertumbuhan Wilayah</strong></a></p>
207
<p><strong>2. Perhatikan pernyataan berikut ini!</strong></p>
207
<p><strong>2. Perhatikan pernyataan berikut ini!</strong></p>
208
<ol><li>Wilayahnya relatif datar</li>
208
<ol><li>Wilayahnya relatif datar</li>
209
<li>Dataran tinggi yang subur</li>
209
<li>Dataran tinggi yang subur</li>
210
<li>Jaringan transportasi memadai</li>
210
<li>Jaringan transportasi memadai</li>
211
<li>Banyak terdapat sungai debit besar</li>
211
<li>Banyak terdapat sungai debit besar</li>
212
<li>Sumber daya wilayah yang tinggi</li>
212
<li>Sumber daya wilayah yang tinggi</li>
213
</ol><p>Karakteristik wilayah yang dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ditunjukkan oleh nomor ….</p>
213
</ol><p>Karakteristik wilayah yang dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ditunjukkan oleh nomor ….</p>
214
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
214
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
215
<li>1, 3, dan 5</li>
215
<li>1, 3, dan 5</li>
216
<li>2, 3, dan 4</li>
216
<li>2, 3, dan 4</li>
217
<li>2, 3, dan 5</li>
217
<li>2, 3, dan 5</li>
218
<li>3, 4, dan 5</li>
218
<li>3, 4, dan 5</li>
219
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
219
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
220
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
220
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
221
<p>Perkembangan suatu kota dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung. Faktor pendukung perkembangan suatu kota adalah kondisi topografi, sumber daya manusia (SDM), jaringan transportasi, dan ketersediaan sumber daya alam (SDA). Wilayah dengan<strong>topografi yang datar atau memiliki jaringan transportasi yang baik cenderung lebih lebih mudah berkembang.</strong>Demikian pula,<strong>wilayah dengan</strong><strong>kualitas SDM yang baik atau memiliki ketersediaan SDA yang melimpah.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
221
<p>Perkembangan suatu kota dipengaruhi oleh berbagai faktor pendukung. Faktor pendukung perkembangan suatu kota adalah kondisi topografi, sumber daya manusia (SDM), jaringan transportasi, dan ketersediaan sumber daya alam (SDA). Wilayah dengan<strong>topografi yang datar atau memiliki jaringan transportasi yang baik cenderung lebih lebih mudah berkembang.</strong>Demikian pula,<strong>wilayah dengan</strong><strong>kualitas SDM yang baik atau memiliki ketersediaan SDA yang melimpah.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
222
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong></p>
222
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong></p>
223
<p><strong>Topik: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
223
<p><strong>Topik: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
224
<p><strong>Subtopik:</strong><a><strong>Struktur Keruangan dan Perkembangan Desa</strong></a></p>
224
<p><strong>Subtopik:</strong><a><strong>Struktur Keruangan dan Perkembangan Desa</strong></a></p>
225
<p>3. Pola permukiman desa yang dipengaruhi oleh morfologi lingkungannya dan tidak memungkinkan terbentuknya permukiman dengan jarak saling berdekatan biasanya dapat ditemukan pada wilayah ….</p>
225
<p>3. Pola permukiman desa yang dipengaruhi oleh morfologi lingkungannya dan tidak memungkinkan terbentuknya permukiman dengan jarak saling berdekatan biasanya dapat ditemukan pada wilayah ….</p>
226
<ol><li>gunung kapur</li>
226
<ol><li>gunung kapur</li>
227
<li>dataran aluvial</li>
227
<li>dataran aluvial</li>
228
<li>dataran rendah</li>
228
<li>dataran rendah</li>
229
<li>morfologi rendah</li>
229
<li>morfologi rendah</li>
230
<li>sepanjang rel kereta api</li>
230
<li>sepanjang rel kereta api</li>
231
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
231
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
232
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
232
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
233
<p>Pola permukiman yang dipengaruhi oleh morfologi lingkungannya dan<strong>tidak memungkinkan</strong><strong>permukiman saling berdekatan</strong>adalah<strong>pola permukiman menyebar</strong>. Pola menyebar biasanya banyak ditemukan di<strong>wilayah pegunungan kapur</strong>karena morfologi wilayahnya yang banyak memiliki lereng-lereng terjal dan susahnya ditemukan sumber daya seperti air. Hal ini menyebabkan permukiman akan menyebar karena penduduk akan mencari permukaan lahan yang cukup datar dan aman serta ketersediaan air yang cukup agar dapat mendirikan bangunan.</p>
233
<p>Pola permukiman yang dipengaruhi oleh morfologi lingkungannya dan<strong>tidak memungkinkan</strong><strong>permukiman saling berdekatan</strong>adalah<strong>pola permukiman menyebar</strong>. Pola menyebar biasanya banyak ditemukan di<strong>wilayah pegunungan kapur</strong>karena morfologi wilayahnya yang banyak memiliki lereng-lereng terjal dan susahnya ditemukan sumber daya seperti air. Hal ini menyebabkan permukiman akan menyebar karena penduduk akan mencari permukaan lahan yang cukup datar dan aman serta ketersediaan air yang cukup agar dapat mendirikan bangunan.</p>
234
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
234
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
235
<p><strong>Baca Juga:</strong><a><strong>Latihan Soal PTS Kelas 12 SMA IPS Tahun 2023</strong></a></p>
235
<p><strong>Baca Juga:</strong><a><strong>Latihan Soal PTS Kelas 12 SMA IPS Tahun 2023</strong></a></p>
236
<p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
236
<p><strong>Topik</strong><strong>: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
237
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><a><strong>Struktur Keruangan dan Perkembangan Desa</strong></a></p>
237
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><a><strong>Struktur Keruangan dan Perkembangan Desa</strong></a></p>
238
<p><strong>Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
238
<p><strong>Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
239
<p>4. Menurut teori Sektoral pada gambar tersebut, zona manufaktur dan permukiman kelas tinggi ditunjukkan oleh angka ….</p>
239
<p>4. Menurut teori Sektoral pada gambar tersebut, zona manufaktur dan permukiman kelas tinggi ditunjukkan oleh angka ….</p>
240
<ol><li>1 dan 2</li>
240
<ol><li>1 dan 2</li>
241
<li>1 dan 3</li>
241
<li>1 dan 3</li>
242
<li>2 dan 3</li>
242
<li>2 dan 3</li>
243
<li>2 dan 5</li>
243
<li>2 dan 5</li>
244
<li>3 dan 5</li>
244
<li>3 dan 5</li>
245
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
245
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
246
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
246
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
247
<p>Teori Sektoral adalah teori mengenai struktur keruangan kota yang dicetuskan oleh Homer Hoyt.<strong>Berikut adalah keterangan struktur ruang kota menurut teori ini:</strong></p>
247
<p>Teori Sektoral adalah teori mengenai struktur keruangan kota yang dicetuskan oleh Homer Hoyt.<strong>Berikut adalah keterangan struktur ruang kota menurut teori ini:</strong></p>
248
<ol><li>Daerah pusat kegiatan (CBD)</li>
248
<ol><li>Daerah pusat kegiatan (CBD)</li>
249
<li><strong>Daerah grosir dan manufaktur</strong></li>
249
<li><strong>Daerah grosir dan manufaktur</strong></li>
250
<li>Permukiman kelas rendah</li>
250
<li>Permukiman kelas rendah</li>
251
<li>Permukiman kelas menengah</li>
251
<li>Permukiman kelas menengah</li>
252
<li><strong>Permukiman kelas atas</strong></li>
252
<li><strong>Permukiman kelas atas</strong></li>
253
</ol><p>Berdasarkan penjelasan tersebut, maka daerah manufaktur berada pada zona nomor 2 dan permukiman kelas tinggi berada pada zona nomor 5.</p>
253
</ol><p>Berdasarkan penjelasan tersebut, maka daerah manufaktur berada pada zona nomor 2 dan permukiman kelas tinggi berada pada zona nomor 5.</p>
254
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong></p>
254
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong></p>
255
<p><strong>Topik: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
255
<p><strong>Topik: Interaksi Keruangan Desa dan Kota</strong></p>
256
<p><strong>Subtopik:</strong><a><strong>Pola dan Faktor-Faktor Interaksi Desa dan Kota</strong></a></p>
256
<p><strong>Subtopik:</strong><a><strong>Pola dan Faktor-Faktor Interaksi Desa dan Kota</strong></a></p>
257
<p>5. Kota Pochinki merupakan salah satu pusat bisnis yang memiliki jumlah penduduk 320.000 jiwa. Dalam memenuhi kebutuhannya, kota ini berinteraksi dengan kota lain. Salah satunya adalah Kota Gatka yang penduduknya yang berjumlah 1/4 dari jumlah penduduk Kota Pochinki. Apabila keduanya terpaut jarak 120 km, kekuatan interaksi yang dimiliki oleh kedua kota adalah ….</p>
257
<p>5. Kota Pochinki merupakan salah satu pusat bisnis yang memiliki jumlah penduduk 320.000 jiwa. Dalam memenuhi kebutuhannya, kota ini berinteraksi dengan kota lain. Salah satunya adalah Kota Gatka yang penduduknya yang berjumlah 1/4 dari jumlah penduduk Kota Pochinki. Apabila keduanya terpaut jarak 120 km, kekuatan interaksi yang dimiliki oleh kedua kota adalah ….</p>
258
<ol><li>177.777</li>
258
<ol><li>177.777</li>
259
<li>1.777.777</li>
259
<li>1.777.777</li>
260
<li>177.677</li>
260
<li>177.677</li>
261
<li>1.777.677</li>
261
<li>1.777.677</li>
262
<li>1.677.777</li>
262
<li>1.677.777</li>
263
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
263
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
264
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
264
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
265
<p><strong>Diketahui:</strong></p>
265
<p><strong>Diketahui:</strong></p>
266
<p><strong>Ditanyakan:</strong>Kekuatan interaksi kedua wilayah ()</p>
266
<p><strong>Ditanyakan:</strong>Kekuatan interaksi kedua wilayah ()</p>
267
<p><strong>Jawab:</strong></p>
267
<p><strong>Jawab:</strong></p>
268
<p>Untuk mengetahui kekuatan interaksi antarwilayah, maka kita dapat menghitungnya dengan rumus Teori Gravitasi.</p>
268
<p>Untuk mengetahui kekuatan interaksi antarwilayah, maka kita dapat menghitungnya dengan rumus Teori Gravitasi.</p>
269
<p>Berdasarkan perhitungan tersebut, maka kekuatan interaksi Kota Pochinki dan Gatka adalah<strong>1.777.777.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
269
<p>Berdasarkan perhitungan tersebut, maka kekuatan interaksi Kota Pochinki dan Gatka adalah<strong>1.777.777.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
270
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
270
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
271
<p><strong>Topik: Interaksi Keruangan Desa dan Kota </strong></p>
271
<p><strong>Topik: Interaksi Keruangan Desa dan Kota </strong></p>
272
<p><strong>Subtopik: Struktur Keruangan dan Perkembangan Desa</strong></p>
272
<p><strong>Subtopik: Struktur Keruangan dan Perkembangan Desa</strong></p>
273
<p><strong>Level Kognitif: MOTS </strong></p>
273
<p><strong>Level Kognitif: MOTS </strong></p>
274
<p><strong>6. Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
274
<p><strong>6. Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
275
<p>Kawasan yang berada pada zona yang ditandai huruf X adalah kawasan ….</p>
275
<p>Kawasan yang berada pada zona yang ditandai huruf X adalah kawasan ….</p>
276
<ol><li>pusat kegiatan bisnis dan ekonomi</li>
276
<ol><li>pusat kegiatan bisnis dan ekonomi</li>
277
<li>pusat permukiman kelas rendah</li>
277
<li>pusat permukiman kelas rendah</li>
278
<li>pusat permukiman kelas atas</li>
278
<li>pusat permukiman kelas atas</li>
279
<li>pusat pemasaran dan industri manufaktur</li>
279
<li>pusat pemasaran dan industri manufaktur</li>
280
<li>pusat industri dan permukiman kelas menengah</li>
280
<li>pusat industri dan permukiman kelas menengah</li>
281
</ol><p><strong>Jawaban: B </strong></p>
281
</ol><p><strong>Jawaban: B </strong></p>
282
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
282
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
283
<p>Teori Sektoral adalah teori mengenai struktur keruangan kota yang dicetuskan oleh Homer Hoyt.<strong>Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar dan keterangan struktur ruang kota menurut teori Sektoral berikut ini.</strong></p>
283
<p>Teori Sektoral adalah teori mengenai struktur keruangan kota yang dicetuskan oleh Homer Hoyt.<strong>Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar dan keterangan struktur ruang kota menurut teori Sektoral berikut ini.</strong></p>
284
<p><strong>Keterangan:</strong></p>
284
<p><strong>Keterangan:</strong></p>
285
<ol><li>Zona 1 merupakan kawasan pusat kegiatan atau<i>Central Bussiness District</i>(CBD) 2. Zona 2 merupakan kawasan grosir dan manufaktur.</li>
285
<ol><li>Zona 1 merupakan kawasan pusat kegiatan atau<i>Central Bussiness District</i>(CBD) 2. Zona 2 merupakan kawasan grosir dan manufaktur.</li>
286
<li><strong>Zona 3 merupakan kawasan permukiman kelas rendah.</strong></li>
286
<li><strong>Zona 3 merupakan kawasan permukiman kelas rendah.</strong></li>
287
<li>Zona 4 merupakan kawasan permukiman kelas menengah.</li>
287
<li>Zona 4 merupakan kawasan permukiman kelas menengah.</li>
288
<li>Zona 5 merupakan kawasan permukiman kelas atas.</li>
288
<li>Zona 5 merupakan kawasan permukiman kelas atas.</li>
289
</ol><p><strong>Zona bertanda X</strong>pada soal merupakan<strong>kawasan permukiman kelas rendah</strong>yang dihuni oleh penduduk dengan tingkat ekonomi rendah. Umumnya, penduduk yang tinggal pada zona ini adalah kelas pekerja. Zona ini berada dekat dengan kawasan industri manufaktur (zona 2) sehingga memiliki kualitas lingkungan yang cenderung buruk. </p>
289
</ol><p><strong>Zona bertanda X</strong>pada soal merupakan<strong>kawasan permukiman kelas rendah</strong>yang dihuni oleh penduduk dengan tingkat ekonomi rendah. Umumnya, penduduk yang tinggal pada zona ini adalah kelas pekerja. Zona ini berada dekat dengan kawasan industri manufaktur (zona 2) sehingga memiliki kualitas lingkungan yang cenderung buruk. </p>
290
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
290
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
291
<h2>SEJARAH</h2>
291
<h2>SEJARAH</h2>
292
<p><strong>Topik: Pemberontakan Dalam Negeri</strong></p>
292
<p><strong>Topik: Pemberontakan Dalam Negeri</strong></p>
293
<p><strong>Subtopik:</strong><a><strong>Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa</strong></a></p>
293
<p><strong>Subtopik:</strong><a><strong>Menghadapi Ancaman Disintegrasi Bangsa</strong></a></p>
294
<p>1. Perhatikan data di bawah ini!</p>
294
<p>1. Perhatikan data di bawah ini!</p>
295
<ol><li>Pemberontakan DI/TII Sulawesi Utara Pimpinan Kahar Muzakkar.</li>
295
<ol><li>Pemberontakan DI/TII Sulawesi Utara Pimpinan Kahar Muzakkar.</li>
296
<li>Pemberontakan DI/TII Jawa Tengah Pimpinan Amir Fatah.</li>
296
<li>Pemberontakan DI/TII Jawa Tengah Pimpinan Amir Fatah.</li>
297
<li>Pemberontakan DI/TII Kalimantan Utara Daud Beureuh.</li>
297
<li>Pemberontakan DI/TII Kalimantan Utara Daud Beureuh.</li>
298
<li>Pemberontakan DI/TII Kalimantan Selatan Pimpinan Ibnu Hajar.</li>
298
<li>Pemberontakan DI/TII Kalimantan Selatan Pimpinan Ibnu Hajar.</li>
299
</ol><p>Data yang benar mengenai pemberontakan DI/TII yang terjadi di Indonesia adalah ….</p>
299
</ol><p>Data yang benar mengenai pemberontakan DI/TII yang terjadi di Indonesia adalah ….</p>
300
<ol><li>1 dan 2</li>
300
<ol><li>1 dan 2</li>
301
<li>3 dan 4</li>
301
<li>3 dan 4</li>
302
<li>1 dan 4</li>
302
<li>1 dan 4</li>
303
<li>2 dan 4</li>
303
<li>2 dan 4</li>
304
<li>Benar semua</li>
304
<li>Benar semua</li>
305
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
305
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
306
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
306
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
307
<p>Pemberontakan DI/TII terjadi di berbagai wilayah di Indonesia di antaranya:</p>
307
<p>Pemberontakan DI/TII terjadi di berbagai wilayah di Indonesia di antaranya:</p>
308
<ul><li>DI/TII Jawa Barat pimpinan Kartosoewirjo,</li>
308
<ul><li>DI/TII Jawa Barat pimpinan Kartosoewirjo,</li>
309
<li>DI/TII Jawa Tengah pimpinan Amir Fatah,</li>
309
<li>DI/TII Jawa Tengah pimpinan Amir Fatah,</li>
310
<li>DI/TII Sulawesi Selatan dipimpin oleh Kahar Muzakkar,</li>
310
<li>DI/TII Sulawesi Selatan dipimpin oleh Kahar Muzakkar,</li>
311
<li>DI/TII Kalimantan Selatan pimpinan Ibnu Hajar,</li>
311
<li>DI/TII Kalimantan Selatan pimpinan Ibnu Hajar,</li>
312
<li>DI/TII Aceh Pimpinan Daud Beureuh.</li>
312
<li>DI/TII Aceh Pimpinan Daud Beureuh.</li>
313
</ul><p><strong>Berdasarkan penjelasan di atas, jawaban yang tepat adalah D. </strong></p>
313
</ul><p><strong>Berdasarkan penjelasan di atas, jawaban yang tepat adalah D. </strong></p>
314
<p><strong>Topik: Indonesia Masa Awal Kemerdekaan Sampai Terpimpin</strong></p>
314
<p><strong>Topik: Indonesia Masa Awal Kemerdekaan Sampai Terpimpin</strong></p>
315
<p><strong>Subtopik:</strong><a><strong>Kehidupan Masa Awal Kemerdekaan</strong></a></p>
315
<p><strong>Subtopik:</strong><a><strong>Kehidupan Masa Awal Kemerdekaan</strong></a></p>
316
<p>2. Dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) yang berlangsung di Den Haag Belanda pihak Indonesia diwakili oleh ….</p>
316
<p>2. Dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) yang berlangsung di Den Haag Belanda pihak Indonesia diwakili oleh ….</p>
317
<ol><li>Ir. Sukarno</li>
317
<ol><li>Ir. Sukarno</li>
318
<li>Sutan Sjahrir</li>
318
<li>Sutan Sjahrir</li>
319
<li>Moh. Hatta</li>
319
<li>Moh. Hatta</li>
320
<li>Amir Sjarifuddin</li>
320
<li>Amir Sjarifuddin</li>
321
<li>Sjafruddin Prawiranegara</li>
321
<li>Sjafruddin Prawiranegara</li>
322
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
322
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
323
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
323
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
324
<p>Dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) pihak Indonesia diwakili oleh Moh. Hatta yang bertindak sebagai pimpinan delegasi dan didampingi oleh 12 delegasi lainnya. Dari pihak Belanda, delegasi diwakili oleh Mr. Van Maarseveen. Ada juga perwakilan dari BFO yaitu negara bentukan Belanda di Indonesia yang dipimpin oleh Sultan Hamid II.</p>
324
<p>Dalam Konferensi Meja Bundar (KMB) pihak Indonesia diwakili oleh Moh. Hatta yang bertindak sebagai pimpinan delegasi dan didampingi oleh 12 delegasi lainnya. Dari pihak Belanda, delegasi diwakili oleh Mr. Van Maarseveen. Ada juga perwakilan dari BFO yaitu negara bentukan Belanda di Indonesia yang dipimpin oleh Sultan Hamid II.</p>
325
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C</strong></p>
325
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C</strong></p>
326
<p><strong>Topik: Respon Internasional terhadap Proklamasi</strong></p>
326
<p><strong>Topik: Respon Internasional terhadap Proklamasi</strong></p>
327
<p><strong>Subtopik :</strong><a><strong>Pengakuan Mesir, India, dan Australia terhadap Kemerdekaan Indonesia</strong></a></p>
327
<p><strong>Subtopik :</strong><a><strong>Pengakuan Mesir, India, dan Australia terhadap Kemerdekaan Indonesia</strong></a></p>
328
<p>3. Saat pemerintah Indonesia melakukan kunjungan diplomatik dengan mengirimkan beberapa diplomatnya ke Mesir pada tanggal 10 April 1947, Indonesia mendapatkan kecaman dari Duta Besar Belanda di Mesir. Alasannya karena ….</p>
328
<p>3. Saat pemerintah Indonesia melakukan kunjungan diplomatik dengan mengirimkan beberapa diplomatnya ke Mesir pada tanggal 10 April 1947, Indonesia mendapatkan kecaman dari Duta Besar Belanda di Mesir. Alasannya karena ….</p>
329
<ol><li>Belanda menganggap bahwa kemerdekaan Indonesia masih hanya sebatas de facto</li>
329
<ol><li>Belanda menganggap bahwa kemerdekaan Indonesia masih hanya sebatas de facto</li>
330
<li>Belanda menyatakan bahwa kunjungan tersebut telah melanggar isi dari Perjanjian Renville</li>
330
<li>Belanda menyatakan bahwa kunjungan tersebut telah melanggar isi dari Perjanjian Renville</li>
331
<li>Belanda menyatakan bahwa Indonesia masih berada di bawah kekuasaan pemerintah Belanda</li>
331
<li>Belanda menyatakan bahwa Indonesia masih berada di bawah kekuasaan pemerintah Belanda</li>
332
<li>Belanda menganggap Indonesia melanggar kesepakatan mengenai Uni Indonesia-Belanda</li>
332
<li>Belanda menganggap Indonesia melanggar kesepakatan mengenai Uni Indonesia-Belanda</li>
333
<li>Belanda menganggap Indonesia tidak patuh terhadap perjanjian Konferensi Meja Bundar</li>
333
<li>Belanda menganggap Indonesia tidak patuh terhadap perjanjian Konferensi Meja Bundar</li>
334
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
334
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
335
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
335
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
336
<p>Kedatangan diplomat Indonesia ke Mesir pada tanggal 10 April 1947 yang dipimpin oleh A.R Baswedan, Agus Salim, Nazir Pamoentjak, Rasjidi atas perintah Presiden Soekarno untuk membalas kunjungan sebelumnya yang dilakukan oleh Mesir dalam praktiknya mendapatkan kecaman dari Duta Besar Belanda untuk Mesir. Pemerintah Belanda menyampaikan keberatan dan protes terbuka terhadap pemerintah Mesir karena menganggap bahwa Indonesia masih berada di bawah kekuasaan Belanda.</p>
336
<p>Kedatangan diplomat Indonesia ke Mesir pada tanggal 10 April 1947 yang dipimpin oleh A.R Baswedan, Agus Salim, Nazir Pamoentjak, Rasjidi atas perintah Presiden Soekarno untuk membalas kunjungan sebelumnya yang dilakukan oleh Mesir dalam praktiknya mendapatkan kecaman dari Duta Besar Belanda untuk Mesir. Pemerintah Belanda menyampaikan keberatan dan protes terbuka terhadap pemerintah Mesir karena menganggap bahwa Indonesia masih berada di bawah kekuasaan Belanda.</p>
337
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
337
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
338
<p><strong>Topik</strong><strong>: Respon Internasional terhadap Proklamasi</strong></p>
338
<p><strong>Topik</strong><strong>: Respon Internasional terhadap Proklamasi</strong></p>
339
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Respon PBB Terhadap Kemerdekaan Indonesia</strong></p>
339
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Respon PBB Terhadap Kemerdekaan Indonesia</strong></p>
340
<p>4. Permasalahan Indonesia berhasil diangkat pada forum Internasional setelah Indonesia mendapatkan pengakuan secara ….</p>
340
<p>4. Permasalahan Indonesia berhasil diangkat pada forum Internasional setelah Indonesia mendapatkan pengakuan secara ….</p>
341
<ol><li><em>de jure</em></li>
341
<ol><li><em>de jure</em></li>
342
<li><em>de facto</em></li>
342
<li><em>de facto</em></li>
343
<li>internasional</li>
343
<li>internasional</li>
344
<li>aklamasi</li>
344
<li>aklamasi</li>
345
<li>detente</li>
345
<li>detente</li>
346
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
346
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
347
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
347
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
348
<p>Pengakuan dari negara secara<em>de jure</em>adalah pengakuan negara lain terhadap kedaulatan suatu negara menurut hukum internasional. Dengan pengakuan negara secara<em>de jure</em>, negara yang baru dibentuk, atau memiliki hak-hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat dalam skala internasional.</p>
348
<p>Pengakuan dari negara secara<em>de jure</em>adalah pengakuan negara lain terhadap kedaulatan suatu negara menurut hukum internasional. Dengan pengakuan negara secara<em>de jure</em>, negara yang baru dibentuk, atau memiliki hak-hak dan kewajiban sebagai anggota masyarakat dalam skala internasional.</p>
349
<p><strong>Berdasarkan pembahasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah A. </strong></p>
349
<p><strong>Berdasarkan pembahasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah A. </strong></p>
350
<p>Topik: Perkembangan IPTEK di Era Globalisasi</p>
350
<p>Topik: Perkembangan IPTEK di Era Globalisasi</p>
351
<p>Subtopik: Teknologi Luar Angkasa</p>
351
<p>Subtopik: Teknologi Luar Angkasa</p>
352
<p>5. Indonesia merupakan salah satu negara Asia yang berhasil mengudarakan satelitnya di luar angkasa. Satelit pertama yang diberi nama Palapa diluncurkan pada Juli 1976. Satelit ini dikembangkan oleh bangsa Indonesia dengan tujuan untuk….</p>
352
<p>5. Indonesia merupakan salah satu negara Asia yang berhasil mengudarakan satelitnya di luar angkasa. Satelit pertama yang diberi nama Palapa diluncurkan pada Juli 1976. Satelit ini dikembangkan oleh bangsa Indonesia dengan tujuan untuk….</p>
353
<ol><li>sebagai satelit untuk keperluan militer Indonesia</li>
353
<ol><li>sebagai satelit untuk keperluan militer Indonesia</li>
354
<li>pembangunan sistem komunikasi di Indonesia khususnya perluasan jaringan studio dan pemancar<em>relay</em></li>
354
<li>pembangunan sistem komunikasi di Indonesia khususnya perluasan jaringan studio dan pemancar<em>relay</em></li>
355
<li>keperluan penelitian luar angkasa bagi bangsaIndonesia</li>
355
<li>keperluan penelitian luar angkasa bagi bangsaIndonesia</li>
356
<li>kepentingan bisnis komunikasi Indonesia di seluruh dunia terutama di Asia Tenggara</li>
356
<li>kepentingan bisnis komunikasi Indonesia di seluruh dunia terutama di Asia Tenggara</li>
357
<li>memberikan informasi tentang posisi pesawat dan kapal dalam dunia penerbangan dan pelayaran</li>
357
<li>memberikan informasi tentang posisi pesawat dan kapal dalam dunia penerbangan dan pelayaran</li>
358
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
358
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
359
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
359
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
360
<p>Satelit Palapa yang diluncurkan pada bulan Juli 1976 di Amerika Serikat ini mempunyai tujuan untuk mengembangkan jaringan komunikasi atau sistem komunikasi domestik Indonesia. Satelit Palapa ini dikelola oleh Perumtel atau yang saat ini dikenal dengan PT Telkomsel Indonesia.</p>
360
<p>Satelit Palapa yang diluncurkan pada bulan Juli 1976 di Amerika Serikat ini mempunyai tujuan untuk mengembangkan jaringan komunikasi atau sistem komunikasi domestik Indonesia. Satelit Palapa ini dikelola oleh Perumtel atau yang saat ini dikenal dengan PT Telkomsel Indonesia.</p>
361
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
361
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
362
<p><strong>Topik: Indonesia Masa Awal Kemerdekaan Sampai Terpimpin</strong></p>
362
<p><strong>Topik: Indonesia Masa Awal Kemerdekaan Sampai Terpimpin</strong></p>
363
<p><strong>Subtopik: Kehidupan Masa Demokrasi Terpimpin </strong></p>
363
<p><strong>Subtopik: Kehidupan Masa Demokrasi Terpimpin </strong></p>
364
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
364
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
365
<p>6. Trikora salah satu upaya untuk merebut Irian Barat. Fakta yang tepat mengenai Trikora adalah …</p>
365
<p>6. Trikora salah satu upaya untuk merebut Irian Barat. Fakta yang tepat mengenai Trikora adalah …</p>
366
<ol><li>Trikora mempunyai tujuan untuk memberantas penjajahan di Indonesia. B. Trikora mempunyai tujuan untuk mengambil alih sumber daya alam yang dikuasai Belanda.</li>
366
<ol><li>Trikora mempunyai tujuan untuk memberantas penjajahan di Indonesia. B. Trikora mempunyai tujuan untuk mengambil alih sumber daya alam yang dikuasai Belanda.</li>
367
<li>Trikora mempunyai tujuan untuk menguasai kembali wilayah Papua yang dijajah Belanda.</li>
367
<li>Trikora mempunyai tujuan untuk menguasai kembali wilayah Papua yang dijajah Belanda.</li>
368
<li>Trikora mempunyai tujuan untuk memobilisasi masyarakat Papua untuk melawan Belanda.</li>
368
<li>Trikora mempunyai tujuan untuk memobilisasi masyarakat Papua untuk melawan Belanda.</li>
369
<li>Trikora mempunyai tujuan untuk menggagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda.</li>
369
<li>Trikora mempunyai tujuan untuk menggagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda.</li>
370
</ol><p><strong>Jawaban: E </strong></p>
370
</ol><p><strong>Jawaban: E </strong></p>
371
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
371
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
372
<p>Pada 19 Desember 1961, pemerintah berupaya untuk membebaskan Irian Barat yang diwujudkan dengan mengeluarkan Tri Komando Rakyat (Trikora) yang berisi poin-poin berikut.</p>
372
<p>Pada 19 Desember 1961, pemerintah berupaya untuk membebaskan Irian Barat yang diwujudkan dengan mengeluarkan Tri Komando Rakyat (Trikora) yang berisi poin-poin berikut.</p>
373
<ol><li>Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda</li>
373
<ol><li>Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda</li>
374
<li>Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat, tanah Indonesia</li>
374
<li>Kibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat, tanah Indonesia</li>
375
<li>Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa</li>
375
<li>Bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa</li>
376
</ol><p>Dengan dikeluarkannya Trikora oleh Presiden Sukarno yang menandakan langkah-langkah ofensif mulai dilakukan secara militer untuk melawan Belanda. Pengejawantahan dari Trikora adalah Presiden Sukarno mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1962 untuk membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat pada 2 Januari 1962. </p>
376
</ol><p>Dengan dikeluarkannya Trikora oleh Presiden Sukarno yang menandakan langkah-langkah ofensif mulai dilakukan secara militer untuk melawan Belanda. Pengejawantahan dari Trikora adalah Presiden Sukarno mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 1962 untuk membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat pada 2 Januari 1962. </p>
377
<p><strong>Jadi, fakta yang tepat mengenai Trikora adalah Trikora mempunyai tujuan untuk menggagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda.</strong></p>
377
<p><strong>Jadi, fakta yang tepat mengenai Trikora adalah Trikora mempunyai tujuan untuk menggagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda.</strong></p>
378
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
378
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
379
<h2>SOSIOLOGI</h2>
379
<h2>SOSIOLOGI</h2>
380
<p><strong>Topik</strong><strong>:</strong><a><strong>Dampak Perubahan Sosial</strong></a></p>
380
<p><strong>Topik</strong><strong>:</strong><a><strong>Dampak Perubahan Sosial</strong></a></p>
381
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Dampak Positif Perubahan Sosial</strong></p>
381
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Dampak Positif Perubahan Sosial</strong></p>
382
<p><strong>1. Perhatikan ilustrasi berikut!</strong></p>
382
<p><strong>1. Perhatikan ilustrasi berikut!</strong></p>
383
<p>Dalam bertransaksi jual beli, uang dibutuhkan sebagai alat tukar. Akan tetapi, membawa uang tunai dalam jumlah besar cukup merepotkan dan berbahaya. Untuk itu, bank mengeluarkan kartu debit dan kartu kredit sebagai pengganti pembayaran tunai. Saat ini hampir setiap toko-toko besar sudah dilengkapi mesin EDC (<em>electronic data capture</em>) demi melayani pembayaran menggunakan kartu-kartu tersebut. Melalui teknologi ini, transaksi dapat berjalan lebih cepat, lebih aman, dan tidak perlu repot membawa uang tunai.</p>
383
<p>Dalam bertransaksi jual beli, uang dibutuhkan sebagai alat tukar. Akan tetapi, membawa uang tunai dalam jumlah besar cukup merepotkan dan berbahaya. Untuk itu, bank mengeluarkan kartu debit dan kartu kredit sebagai pengganti pembayaran tunai. Saat ini hampir setiap toko-toko besar sudah dilengkapi mesin EDC (<em>electronic data capture</em>) demi melayani pembayaran menggunakan kartu-kartu tersebut. Melalui teknologi ini, transaksi dapat berjalan lebih cepat, lebih aman, dan tidak perlu repot membawa uang tunai.</p>
384
<p>llustrasi di atas menunjukkan dampak positif teknologi bagi kehidupan masyarakat berupa ….</p>
384
<p>llustrasi di atas menunjukkan dampak positif teknologi bagi kehidupan masyarakat berupa ….</p>
385
<ol><li>efisiensi dalam kehidupan masyarakat</li>
385
<ol><li>efisiensi dalam kehidupan masyarakat</li>
386
<li>kemudahan masyarakat dalam berinteraksi</li>
386
<li>kemudahan masyarakat dalam berinteraksi</li>
387
<li>modernisasi yang terjadi di bidang ekonomi</li>
387
<li>modernisasi yang terjadi di bidang ekonomi</li>
388
<li>peningkatan pelayanan perbankan yang ada di masyarakat</li>
388
<li>peningkatan pelayanan perbankan yang ada di masyarakat</li>
389
<li>peningkatan pelayanan perusahaan jasa dalam masyarakat</li>
389
<li>peningkatan pelayanan perusahaan jasa dalam masyarakat</li>
390
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
390
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: A</strong></p>
391
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
391
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
392
<p>Kartu debit dan kartu kredit merupakan sebuah kartu yang diterbitkan pihak bank guna mempermudah transaksi. Masyarakat yang ingin mendapatkan kartu tersebut harus membuka rekening terlebih dahulu. Keberadaan kartu ATM menunjukkan adanya perkembangan teknologi yang membawa dampak positif bagi perubahan sosial.<strong>Setiap teknologi yang digunakan oleh manusia membawa kemudahan yang dapat mendorong efisiensi waktu dalam penyelesaian tugas. Efisiensi waktu tampak dari semakin mudah dan cepatnya masyarakat bertransaksi tanpa harus membawa uang tunai.</strong></p>
392
<p>Kartu debit dan kartu kredit merupakan sebuah kartu yang diterbitkan pihak bank guna mempermudah transaksi. Masyarakat yang ingin mendapatkan kartu tersebut harus membuka rekening terlebih dahulu. Keberadaan kartu ATM menunjukkan adanya perkembangan teknologi yang membawa dampak positif bagi perubahan sosial.<strong>Setiap teknologi yang digunakan oleh manusia membawa kemudahan yang dapat mendorong efisiensi waktu dalam penyelesaian tugas. Efisiensi waktu tampak dari semakin mudah dan cepatnya masyarakat bertransaksi tanpa harus membawa uang tunai.</strong></p>
393
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A.</strong><strong></strong></p>
393
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A.</strong><strong></strong></p>
394
<p><strong>Topik</strong><strong>:</strong><a><strong>Faktor yang Mempengaruhi dan Bentuk-bentuk Perubahan Sosial</strong></a></p>
394
<p><strong>Topik</strong><strong>:</strong><a><strong>Faktor yang Mempengaruhi dan Bentuk-bentuk Perubahan Sosial</strong></a></p>
395
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Bentuk-bentuk Perubahan Sosial II</strong></p>
395
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Bentuk-bentuk Perubahan Sosial II</strong></p>
396
<p><strong>2. Perhatikan pernyataan berikut!</strong></p>
396
<p><strong>2. Perhatikan pernyataan berikut!</strong></p>
397
<ol><li>Rekayasa jalan gagal direncanakan saat hari raya tiba.</li>
397
<ol><li>Rekayasa jalan gagal direncanakan saat hari raya tiba.</li>
398
<li>Penambahan jaringan listrik di daerah-daerah perbatasan dan jauh dari ibu kota.</li>
398
<li>Penambahan jaringan listrik di daerah-daerah perbatasan dan jauh dari ibu kota.</li>
399
<li>Peningkatan arus urbanisasi dari masyarakat di berbagai daerah.</li>
399
<li>Peningkatan arus urbanisasi dari masyarakat di berbagai daerah.</li>
400
<li>Hilangnya mata pencaharian petani akibat bencana alam gunung meletus.</li>
400
<li>Hilangnya mata pencaharian petani akibat bencana alam gunung meletus.</li>
401
<li>Kemacetan akibat pembangunan jalan tol dan pelebaran jalan raya.</li>
401
<li>Kemacetan akibat pembangunan jalan tol dan pelebaran jalan raya.</li>
402
</ol><p>Kategori perubahan sosial tidak direncanakan (<em>unplanned social change</em>) ditunjukkan oleh angka ….</p>
402
</ol><p>Kategori perubahan sosial tidak direncanakan (<em>unplanned social change</em>) ditunjukkan oleh angka ….</p>
403
<ol><li>1, 4, dan 5</li>
403
<ol><li>1, 4, dan 5</li>
404
<li>1, 2, dan 4</li>
404
<li>1, 2, dan 4</li>
405
<li>1, 3, dan 5</li>
405
<li>1, 3, dan 5</li>
406
<li>1, 2, dan 5</li>
406
<li>1, 2, dan 5</li>
407
<li>3, 4, dan 5</li>
407
<li>3, 4, dan 5</li>
408
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
408
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
409
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
409
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
410
<p><strong>Perubahan yang tidak direncanakan (</strong><strong><em>unplanned social change</em></strong><strong>), yaitu perubahan yang terjadi tanpa perencanaan serta berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat</strong>. Perubahan yang termasuk kategori<em>unplanned social change</em>ditunjukkan oleh pernyataan nomor 3, 4, dan 5. Pernyataan nomor 1 merupakan perubahan yang direncanakan dalam bidang lalu lintas, namun gagal dilaksanakan. Pernyataan nomor 2 merupakan perubahan sosial yang direncanakan dalam bidang pembangunan.</p>
410
<p><strong>Perubahan yang tidak direncanakan (</strong><strong><em>unplanned social change</em></strong><strong>), yaitu perubahan yang terjadi tanpa perencanaan serta berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat</strong>. Perubahan yang termasuk kategori<em>unplanned social change</em>ditunjukkan oleh pernyataan nomor 3, 4, dan 5. Pernyataan nomor 1 merupakan perubahan yang direncanakan dalam bidang lalu lintas, namun gagal dilaksanakan. Pernyataan nomor 2 merupakan perubahan sosial yang direncanakan dalam bidang pembangunan.</p>
411
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong><strong></strong></p>
411
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong><strong></strong></p>
412
<p><strong>Topik</strong><strong>: Perubahan Sosial</strong></p>
412
<p><strong>Topik</strong><strong>: Perubahan Sosial</strong></p>
413
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><a><strong>Karakteristik Perubahan Sosial</strong></a></p>
413
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><a><strong>Karakteristik Perubahan Sosial</strong></a></p>
414
<p><strong>3. Perhatikan ciri-ciri berikut!</strong></p>
414
<p><strong>3. Perhatikan ciri-ciri berikut!</strong></p>
415
<ol><li>Percaya pada IPTEK.</li>
415
<ol><li>Percaya pada IPTEK.</li>
416
<li>Terbuka terhadap perubahan-perubahan baru.</li>
416
<li>Terbuka terhadap perubahan-perubahan baru.</li>
417
<li>Bersikap westernisasi.</li>
417
<li>Bersikap westernisasi.</li>
418
<li>Selalu membeli produk-produk modern.</li>
418
<li>Selalu membeli produk-produk modern.</li>
419
<li>Memiliki pandangan maju.</li>
419
<li>Memiliki pandangan maju.</li>
420
</ol><p>Pernyataan di atas yang menunjukkan ciri-ciri manusia modern adalah ….</p>
420
</ol><p>Pernyataan di atas yang menunjukkan ciri-ciri manusia modern adalah ….</p>
421
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
421
<ol><li>1, 2, dan 3</li>
422
<li>1, 2, dan 5</li>
422
<li>1, 2, dan 5</li>
423
<li>1, 3, dan 5</li>
423
<li>1, 3, dan 5</li>
424
<li>2, 3, dan 4</li>
424
<li>2, 3, dan 4</li>
425
<li>3, 4, dan 5</li>
425
<li>3, 4, dan 5</li>
426
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
426
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
427
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
427
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
428
<p><strong>Manusia modern adalah manusia yang mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban masa kini.</strong>Pada umumnya, manusia modern tinggal di daerah perkotaan. Namun tidak semua manusia modern disebut orang kota, sebab orang kota tidak memiliki orientasi ke masa kini, misalnya gelandangan. Menurut Inkeles, ciri-ciri manusia modern adalah sebagai berikut.</p>
428
<p><strong>Manusia modern adalah manusia yang mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban masa kini.</strong>Pada umumnya, manusia modern tinggal di daerah perkotaan. Namun tidak semua manusia modern disebut orang kota, sebab orang kota tidak memiliki orientasi ke masa kini, misalnya gelandangan. Menurut Inkeles, ciri-ciri manusia modern adalah sebagai berikut.</p>
429
<ol><li><strong>Memiliki pandangan maju.</strong></li>
429
<ol><li><strong>Memiliki pandangan maju.</strong></li>
430
<li><strong>Terbuka terhadap perubahan-perubahan baru.</strong></li>
430
<li><strong>Terbuka terhadap perubahan-perubahan baru.</strong></li>
431
<li>Menghargai orang lain.</li>
431
<li>Menghargai orang lain.</li>
432
<li><strong>Percaya pada IPTEK.</strong></li>
432
<li><strong>Percaya pada IPTEK.</strong></li>
433
<li>Dapat memahami masalah di sekitarnya.</li>
433
<li>Dapat memahami masalah di sekitarnya.</li>
434
<li>Dapat menerima kritikan yang sifatnya membangun.</li>
434
<li>Dapat menerima kritikan yang sifatnya membangun.</li>
435
</ol><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, maka jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong></p>
435
</ol><p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, maka jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong></p>
436
<p><strong>Baca Juga:</strong><a><strong>Latihan Soal & Pembahasan PTS Kelas 12 IPA Semester Genap 2021</strong></a></p>
436
<p><strong>Baca Juga:</strong><a><strong>Latihan Soal & Pembahasan PTS Kelas 12 IPA Semester Genap 2021</strong></a></p>
437
<p><strong>Topik</strong><strong>: Faktor yang Mempengaruhi dan Bentuk-bentuk Perubahan Sosial</strong></p>
437
<p><strong>Topik</strong><strong>: Faktor yang Mempengaruhi dan Bentuk-bentuk Perubahan Sosial</strong></p>
438
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><a><strong>Bentuk-bentuk Perubahan Sosial I</strong></a></p>
438
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><a><strong>Bentuk-bentuk Perubahan Sosial I</strong></a></p>
439
<p><strong>4. Perhatikan kutipan artikel berikut!</strong></p>
439
<p><strong>4. Perhatikan kutipan artikel berikut!</strong></p>
440
<p>Pada era globalisasi, internet menjadi instrumen penting bagi sebagian besar masyarakat di seluruh dunia. Salah satu komponen masyarakat yang paling sering menggunakan internet adalah pelajar. Internet seharusnya dapat digunakan secara bijak oleh pelajar. Akan tetapi, banyaknya jejaring sosial berbasis internet seperti<em>Facebook,</em>BBM,<em>Line, WhatsApp,</em>dan<em>Twitter</em>sering disalahgunakan sehingga dapat merusak karakter pelajar. Banyak remaja yang menjadi kecanduan dengan jejaring sosial sehingga prestasi belajarnya menurun. Ungkapan yang kurang sopan di jejaring sosial juga dapat memicu tindak kriminal.</p>
440
<p>Pada era globalisasi, internet menjadi instrumen penting bagi sebagian besar masyarakat di seluruh dunia. Salah satu komponen masyarakat yang paling sering menggunakan internet adalah pelajar. Internet seharusnya dapat digunakan secara bijak oleh pelajar. Akan tetapi, banyaknya jejaring sosial berbasis internet seperti<em>Facebook,</em>BBM,<em>Line, WhatsApp,</em>dan<em>Twitter</em>sering disalahgunakan sehingga dapat merusak karakter pelajar. Banyak remaja yang menjadi kecanduan dengan jejaring sosial sehingga prestasi belajarnya menurun. Ungkapan yang kurang sopan di jejaring sosial juga dapat memicu tindak kriminal.</p>
441
<p>Diadaptasi dari situs<em>www.radarsemarang.com</em>pada 27 November 2018</p>
441
<p>Diadaptasi dari situs<em>www.radarsemarang.com</em>pada 27 November 2018</p>
442
<p>Perubahan pada kutipan artikel termasuk perubahan<em>regress</em>karena ….</p>
442
<p>Perubahan pada kutipan artikel termasuk perubahan<em>regress</em>karena ….</p>
443
<ol><li>mendorong kemajuan dalam teknologi informasi</li>
443
<ol><li>mendorong kemajuan dalam teknologi informasi</li>
444
<li>membawa kemunduran bagi kehidupan masyarakat</li>
444
<li>membawa kemunduran bagi kehidupan masyarakat</li>
445
<li>memengaruhi beberapa golongan atau kelompok sosial</li>
445
<li>memengaruhi beberapa golongan atau kelompok sosial</li>
446
<li>menyebabkan perubahan yang tidak direncanakan masyarakat</li>
446
<li>menyebabkan perubahan yang tidak direncanakan masyarakat</li>
447
<li>memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat secara luas</li>
447
<li>memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat secara luas</li>
448
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
448
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
449
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
449
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
450
<p>Perubahan<em>regress</em>merupakan perubahan yang membawa dampak negatif bagi masyarakat. Ilustrasi pada soal menunjukkan penyalahgunaan internet menyebabkan penyimpangan.<strong>Karena penyalahgunaan ini, maka terjadilah kecanduan dengan jejaring sosial sehingga prestasi belajarnya menurun. Kondisi tersebut membawa kemunduran bagi kehidupan masyarakat, dalam hal ini para remaja.</strong></p>
450
<p>Perubahan<em>regress</em>merupakan perubahan yang membawa dampak negatif bagi masyarakat. Ilustrasi pada soal menunjukkan penyalahgunaan internet menyebabkan penyimpangan.<strong>Karena penyalahgunaan ini, maka terjadilah kecanduan dengan jejaring sosial sehingga prestasi belajarnya menurun. Kondisi tersebut membawa kemunduran bagi kehidupan masyarakat, dalam hal ini para remaja.</strong></p>
451
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong></p>
451
<p><strong>Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong></p>
452
<p><strong>Topik</strong><strong>: Faktor yang Mempengaruhi dan Bentuk-bentuk Perubahan Sosial</strong></p>
452
<p><strong>Topik</strong><strong>: Faktor yang Mempengaruhi dan Bentuk-bentuk Perubahan Sosial</strong></p>
453
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><a><strong>Faktor Pendorong Perubahan Sosial</strong></a></p>
453
<p><strong>Subtopik</strong><strong>:</strong><a><strong>Faktor Pendorong Perubahan Sosial</strong></a></p>
454
<p>5. Masuknya listrik di berbagai daerah mengiringi kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi. Sebagai contoh, masyarakat dapat memperoleh informasi dari berbagai media elektronik seperti televisi, radio, dan internet. Kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi menyebabkan kehidupan masyarakat lebih maju. Faktor pendorong perubahan sosial berdasarkan ilustrasi tersebut adalah ….</p>
454
<p>5. Masuknya listrik di berbagai daerah mengiringi kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi. Sebagai contoh, masyarakat dapat memperoleh informasi dari berbagai media elektronik seperti televisi, radio, dan internet. Kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi menyebabkan kehidupan masyarakat lebih maju. Faktor pendorong perubahan sosial berdasarkan ilustrasi tersebut adalah ….</p>
455
<ol><li>keinginan untuk maju</li>
455
<ol><li>keinginan untuk maju</li>
456
<li>heterogenitas masyarakat</li>
456
<li>heterogenitas masyarakat</li>
457
<li>majunya sistem pendidikan</li>
457
<li>majunya sistem pendidikan</li>
458
<li>terdapat kontak dengan budaya lain</li>
458
<li>terdapat kontak dengan budaya lain</li>
459
<li>keinginan memperbaiki kehidupannya</li>
459
<li>keinginan memperbaiki kehidupannya</li>
460
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
460
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
461
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
461
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
462
<p>Salah satu faktor pendorong perubahan sosial berupa kontak dengan kebudayaan lain. Kontak dengan kebudayaan lain menandakan bahwa terjadinya kontak antara masyarakat satu dengan masyarakat lain.<strong>Kontak yang terjalin di antara masyarakat dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan perantara seperti,</strong><strong><em>video call</em></strong><strong>, akses informasi melalui internet hingga kemudahan komunikasi melalui</strong><strong><em>handphone</em></strong><strong>.</strong></p>
462
<p>Salah satu faktor pendorong perubahan sosial berupa kontak dengan kebudayaan lain. Kontak dengan kebudayaan lain menandakan bahwa terjadinya kontak antara masyarakat satu dengan masyarakat lain.<strong>Kontak yang terjalin di antara masyarakat dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan perantara seperti,</strong><strong><em>video call</em></strong><strong>, akses informasi melalui internet hingga kemudahan komunikasi melalui</strong><strong><em>handphone</em></strong><strong>.</strong></p>
463
<p>Berdasarkan ilustrasi soal, kehidupan masyarakat lebih maju disebabkan karena masuknya listrik di berbagai daerah sehingga membuat masyarakat mudah dalam memperoleh informasi melalui berbagai media, seperti televisi, radio, dan internet.<strong>Kondisi perubahan sosial yang terjadi pada ilustrasi tersebut didorong oleh kontak dengan kebudayaan lain melalui berbagai akses informasi yang dilakukan masyarakat.</strong></p>
463
<p>Berdasarkan ilustrasi soal, kehidupan masyarakat lebih maju disebabkan karena masuknya listrik di berbagai daerah sehingga membuat masyarakat mudah dalam memperoleh informasi melalui berbagai media, seperti televisi, radio, dan internet.<strong>Kondisi perubahan sosial yang terjadi pada ilustrasi tersebut didorong oleh kontak dengan kebudayaan lain melalui berbagai akses informasi yang dilakukan masyarakat.</strong></p>
464
<p><strong>Maka, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
464
<p><strong>Maka, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
465
<p><strong>Topik: Faktor-faktor yang Mempengaruhi dan Bentuk-bentuk Perubahan Sosial </strong></p>
465
<p><strong>Topik: Faktor-faktor yang Mempengaruhi dan Bentuk-bentuk Perubahan Sosial </strong></p>
466
<p><strong>Subtopik: Faktor Penyebab Eksternal Perubahan Sosial</strong></p>
466
<p><strong>Subtopik: Faktor Penyebab Eksternal Perubahan Sosial</strong></p>
467
<p><strong>Level Kognitif: HOTS </strong></p>
467
<p><strong>Level Kognitif: HOTS </strong></p>
468
<p>6.<em>Korean wave</em>memberikan dampak pada industri kuliner Indonesia. Popularitas<em>kimchi, topokki, corndog, odeng,</em>dan sebagainya terlihat di berbagai tempat. Dalam konteks perubahan sosial, fenomena ini terjadi karena faktor ….</p>
468
<p>6.<em>Korean wave</em>memberikan dampak pada industri kuliner Indonesia. Popularitas<em>kimchi, topokki, corndog, odeng,</em>dan sebagainya terlihat di berbagai tempat. Dalam konteks perubahan sosial, fenomena ini terjadi karena faktor ….</p>
469
<ol><li>tingginya daya beli masyarakat</li>
469
<ol><li>tingginya daya beli masyarakat</li>
470
<li>banyaknya jumlah grup musik Korea</li>
470
<li>banyaknya jumlah grup musik Korea</li>
471
<li>pemasyarakatan kebudayaan Korea</li>
471
<li>pemasyarakatan kebudayaan Korea</li>
472
<li>rasa penasaran dan takut tertinggal</li>
472
<li>rasa penasaran dan takut tertinggal</li>
473
<li>rendahnya inovasi produk dalam negeri</li>
473
<li>rendahnya inovasi produk dalam negeri</li>
474
</ol><p><strong>Jawaban: C </strong></p>
474
</ol><p><strong>Jawaban: C </strong></p>
475
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
475
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
476
<p>Perubahan sosial seperti perubahan selera masyarakat dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Baik faktor dari dalam maupun faktor dari luar. Faktor penyebab dari luar atau eksternal perubahan sosial terdiri dari bencana alam, peperangan, pengaruh kebudayaan lain.</p>
476
<p>Perubahan sosial seperti perubahan selera masyarakat dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Baik faktor dari dalam maupun faktor dari luar. Faktor penyebab dari luar atau eksternal perubahan sosial terdiri dari bencana alam, peperangan, pengaruh kebudayaan lain.</p>
477
<p>Pakar kuliner menyebutkan terjadi perubahan selera jajanan masyarakat Indonesia. Jajanan lokal seperti pempek, seblak, dan sebagainya mulai tergeser popularitasnya dengan<em>kimchi, topokki, corndog, odeng,</em>dan sebagainya. Salah satu penyebabnya adalah karena adanya<em>Korean wave. Korean wave</em>adalah<strong>tersebarnya kebudayaan Korea secara global melalui musik, film, drama, berita-berita, dan sebagainya.</strong>Intensitas paparan budaya Korea membuat masyarakat menjadi terbiasa melihat dan mengenali kuliner dari negara tersebut.<strong>Oleh karena itu, seiring dengan meningkatnya dan memasyarakatnya budaya Korea, meningkat pula popularitas kuliner dari negara tersebut di Indonesia. </strong></p>
477
<p>Pakar kuliner menyebutkan terjadi perubahan selera jajanan masyarakat Indonesia. Jajanan lokal seperti pempek, seblak, dan sebagainya mulai tergeser popularitasnya dengan<em>kimchi, topokki, corndog, odeng,</em>dan sebagainya. Salah satu penyebabnya adalah karena adanya<em>Korean wave. Korean wave</em>adalah<strong>tersebarnya kebudayaan Korea secara global melalui musik, film, drama, berita-berita, dan sebagainya.</strong>Intensitas paparan budaya Korea membuat masyarakat menjadi terbiasa melihat dan mengenali kuliner dari negara tersebut.<strong>Oleh karena itu, seiring dengan meningkatnya dan memasyarakatnya budaya Korea, meningkat pula popularitas kuliner dari negara tersebut di Indonesia. </strong></p>
478
<p><strong>Opsi A kurang tepat,</strong>tingginya daya beli tanpa adanya paparan informasi dari luar terkait kuliner Korea tidak akan berpengaruh pada perubahan selera pasar. </p>
478
<p><strong>Opsi A kurang tepat,</strong>tingginya daya beli tanpa adanya paparan informasi dari luar terkait kuliner Korea tidak akan berpengaruh pada perubahan selera pasar. </p>
479
<p><strong>Opsi B kurang tepat,</strong>jumlah kuantitatif tidak berpengaruh jika tidak ada penetrasi informasi dan kepopuleran. Meskipun jumlahnya banyak jika tidak dipopulerkan dan tidak disebarluaskan maka tidak akan memengaruhi apapun. </p>
479
<p><strong>Opsi B kurang tepat,</strong>jumlah kuantitatif tidak berpengaruh jika tidak ada penetrasi informasi dan kepopuleran. Meskipun jumlahnya banyak jika tidak dipopulerkan dan tidak disebarluaskan maka tidak akan memengaruhi apapun. </p>
480
<p><strong>Opsi D kurang tepat,</strong>karena rasa penasaran dan takut tertinggal adalah salah satu dampak dari populernya kuliner tersebut di media sosial. Namun, alasan yang menyebabkan kuliner itu popular adalah penyebaran informasi atau pemasyarakatan kebudayaan Korea termasuk kulinernya ke Indonesia. </p>
480
<p><strong>Opsi D kurang tepat,</strong>karena rasa penasaran dan takut tertinggal adalah salah satu dampak dari populernya kuliner tersebut di media sosial. Namun, alasan yang menyebabkan kuliner itu popular adalah penyebaran informasi atau pemasyarakatan kebudayaan Korea termasuk kulinernya ke Indonesia. </p>
481
<p><strong>Opsi E kurang tepat,</strong>karena tinggi rendahnya inovasi kuliner tidak berhubungan dengan kemungkinan masuknya pengaruh budaya lain dalam industri kuliner di Indonesia. Bahkan beberapa inovasi kuliner juga dipengaruhi oleh budaya luar seperti surabi<em>mozarella</em>, rendang<em>burger</em>, dan lain sebagainya. </p>
481
<p><strong>Opsi E kurang tepat,</strong>karena tinggi rendahnya inovasi kuliner tidak berhubungan dengan kemungkinan masuknya pengaruh budaya lain dalam industri kuliner di Indonesia. Bahkan beberapa inovasi kuliner juga dipengaruhi oleh budaya luar seperti surabi<em>mozarella</em>, rendang<em>burger</em>, dan lain sebagainya. </p>
482
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini adalah C.</strong></p>
482
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini adalah C.</strong></p>
483
<p>Wah kamu belajar banyak hari ini! Itulah tadi latihan soal PTS kelas 12 SMA IPS semester ganjil 2025 yang bisa kamu pelajari sebagai latihan untuk menghadapi PTS (Penilaian Tengah Semester). Masih pengen lanjut ngambis? Tenang aja! Kamu bisa langsung kerjain di<strong><a>ruanguji</a></strong>!</p>
483
<p>Wah kamu belajar banyak hari ini! Itulah tadi latihan soal PTS kelas 12 SMA IPS semester ganjil 2025 yang bisa kamu pelajari sebagai latihan untuk menghadapi PTS (Penilaian Tengah Semester). Masih pengen lanjut ngambis? Tenang aja! Kamu bisa langsung kerjain di<strong><a>ruanguji</a></strong>!</p>
484
484