0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Artikel ini berisi soal-soal latihan<strong>Penilaian Tengah Semester (PTS) kelas 10 SMA IPS tahun 2024</strong>, disertai dengan pembahasannya. Yuk, disimak supaya persiapanmu semakin optimal!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Artikel ini berisi soal-soal latihan<strong>Penilaian Tengah Semester (PTS) kelas 10 SMA IPS tahun 2024</strong>, disertai dengan pembahasannya. Yuk, disimak supaya persiapanmu semakin optimal!</em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<h2>MATEMATIKA</h2>
3
<h2>MATEMATIKA</h2>
4
<p><strong>Topik: Pertidaksamaan</strong></p>
4
<p><strong>Topik: Pertidaksamaan</strong></p>
5
<p><strong>Subtopik: Pertidaksamaan Nilai Mutlak Non Linear</strong></p>
5
<p><strong>Subtopik: Pertidaksamaan Nilai Mutlak Non Linear</strong></p>
6
<p>1. Himpunan semua nilai <em>x </em>yang memenuhi pertidaksamaan | 2<em>x</em>+ 1 | < | 2<em>x</em>- 3 | adalah ….</p>
6
<p>1. Himpunan semua nilai <em>x </em>yang memenuhi pertidaksamaan | 2<em>x</em>+ 1 | < | 2<em>x</em>- 3 | adalah ….</p>
7
<p>A.</p>
7
<p>A.</p>
8
<p>B.</p>
8
<p>B.</p>
9
<p>C.</p>
9
<p>C.</p>
10
<p>D.</p>
10
<p>D.</p>
11
<p>E.</p>
11
<p>E.</p>
12
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
12
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
13
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
13
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
14
<p>Ingan kembali bahwa jika<em>a≤b </em>untuk <em>a, b </em>positif atau nol, maka berlaku<em>a</em><em>²≤b². </em>Sehingga, didapat hasil sebagai berikut.</p>
14
<p>Ingan kembali bahwa jika<em>a≤b </em>untuk <em>a, b </em>positif atau nol, maka berlaku<em>a</em><em>²≤b². </em>Sehingga, didapat hasil sebagai berikut.</p>
15
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
15
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
16
<p><strong>Baca Juga:<a>Cara Menyelesaikan Persamaan dan Pertidaksamaan Persamaan Linear Mutlak</a></strong></p>
16
<p><strong>Baca Juga:<a>Cara Menyelesaikan Persamaan dan Pertidaksamaan Persamaan Linear Mutlak</a></strong></p>
17
<p><strong>Topik: Pertidaksamaan</strong></p>
17
<p><strong>Topik: Pertidaksamaan</strong></p>
18
<p><strong>Subtopik: Pertidaksamaan Linear Satu Variabel</strong></p>
18
<p><strong>Subtopik: Pertidaksamaan Linear Satu Variabel</strong></p>
19
<p>2. Pertidaksamaan mempunyai penyelesaian<em>x <</em>5. Nilai<em>a </em>yang tepat adalah ….</p>
19
<p>2. Pertidaksamaan mempunyai penyelesaian<em>x <</em>5. Nilai<em>a </em>yang tepat adalah ….</p>
20
<ol><li>2</li>
20
<ol><li>2</li>
21
<li>3</li>
21
<li>3</li>
22
<li>4</li>
22
<li>4</li>
23
<li>5</li>
23
<li>5</li>
24
<li>6</li>
24
<li>6</li>
25
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
25
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
26
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
26
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
27
<p>Perhatikan bahwa</p>
27
<p>Perhatikan bahwa</p>
28
<p>Karena penyelesaian persamaan tersebut adalah x > 5, maka diperoleh</p>
28
<p>Karena penyelesaian persamaan tersebut adalah x > 5, maka diperoleh</p>
29
<p>Maka diperoleh nilai a = 3.</p>
29
<p>Maka diperoleh nilai a = 3.</p>
30
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
30
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
31
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian dan Cara Menyelesaikan Sistem Pertidaksamaan</a></strong></p>
31
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian dan Cara Menyelesaikan Sistem Pertidaksamaan</a></strong></p>
32
<p><strong>Topik: Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Linear</strong><strong></strong></p>
32
<p><strong>Topik: Fungsi, Persamaan, dan Pertidaksamaan Linear</strong><strong></strong></p>
33
<p><strong>Subtopik: Pertidaksamaan Linear</strong></p>
33
<p><strong>Subtopik: Pertidaksamaan Linear</strong></p>
34
<p>3. Penyelesaian dari pertidaksamaan 2x - 3 < 5x + 6 < x + 10 adalah ….</p>
34
<p>3. Penyelesaian dari pertidaksamaan 2x - 3 < 5x + 6 < x + 10 adalah ….</p>
35
<ol><li>-3 < x < 5</li>
35
<ol><li>-3 < x < 5</li>
36
<li>-3 < x < 1</li>
36
<li>-3 < x < 1</li>
37
<li>x > -3</li>
37
<li>x > -3</li>
38
<li>x < 1</li>
38
<li>x < 1</li>
39
<li>x < -3 atau x > 1</li>
39
<li>x < -3 atau x > 1</li>
40
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong><strong></strong></p>
40
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong><strong></strong></p>
41
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
41
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
42
<p>Dari perhitungan di atas, diperoleh dua pertidaksamaan, yaitu 2x - 9 < 5x dan 5x < x+4. Akan dicari masing-masing penyelesaiannya.</p>
42
<p>Dari perhitungan di atas, diperoleh dua pertidaksamaan, yaitu 2x - 9 < 5x dan 5x < x+4. Akan dicari masing-masing penyelesaiannya.</p>
43
<p>Penyelesaian pertidaksamaan yang pertama adalah sebagai berikut.</p>
43
<p>Penyelesaian pertidaksamaan yang pertama adalah sebagai berikut.</p>
44
<p>Penyelesaian pertidaksamaan yang kedua adalah sebagai berikut.</p>
44
<p>Penyelesaian pertidaksamaan yang kedua adalah sebagai berikut.</p>
45
<p>Dengan demikian, penyelesaian dari pertidaksamaan pada soal adalah irisan antara x > -3 dan x < 1, yaitu -3 < x < 1.</p>
45
<p>Dengan demikian, penyelesaian dari pertidaksamaan pada soal adalah irisan antara x > -3 dan x < 1, yaitu -3 < x < 1.</p>
46
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
46
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
47
<p><strong>Topik: Sistem Persamaan Linear</strong><strong></strong></p>
47
<p><strong>Topik: Sistem Persamaan Linear</strong><strong></strong></p>
48
<p><strong>Subtopik: Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)</strong></p>
48
<p><strong>Subtopik: Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)</strong></p>
49
<p><strong>Diketahui sistem persamaan linear sebagai berikut.</strong></p>
49
<p><strong>Diketahui sistem persamaan linear sebagai berikut.</strong></p>
50
<p>4. Nilai dari x2 - 2y adalah ….</p>
50
<p>4. Nilai dari x2 - 2y adalah ….</p>
51
<ol><li>-31</li>
51
<ol><li>-31</li>
52
<li>30</li>
52
<li>30</li>
53
<li>42</li>
53
<li>42</li>
54
<li>44</li>
54
<li>44</li>
55
<li>45</li>
55
<li>45</li>
56
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong><strong></strong></p>
56
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong><strong></strong></p>
57
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
57
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
58
<p>Perhatikan bahwa kedua persamaan dapat disederhanakan menjadi seperti berikut.</p>
58
<p>Perhatikan bahwa kedua persamaan dapat disederhanakan menjadi seperti berikut.</p>
59
<p>Kemudian, eliminasi y pada persamaan (1) dan (2) seperti berikut.</p>
59
<p>Kemudian, eliminasi y pada persamaan (1) dan (2) seperti berikut.</p>
60
<p>Lalu, subtitusi x = 6 ke persamaan x + 2y = 0 sehingga didapat hasil sebagai berikut.</p>
60
<p>Lalu, subtitusi x = 6 ke persamaan x + 2y = 0 sehingga didapat hasil sebagai berikut.</p>
61
<p>Dengan demikian, nilai dari x2 - 2y dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
61
<p>Dengan demikian, nilai dari x2 - 2y dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
62
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
62
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
63
<p><strong>Topik: Persamaan dan Pertidaksamaan Linear</strong></p>
63
<p><strong>Topik: Persamaan dan Pertidaksamaan Linear</strong></p>
64
<p><strong>Subtopik: Pertidaksamaan Nilai Mutlak Linear</strong></p>
64
<p><strong>Subtopik: Pertidaksamaan Nilai Mutlak Linear</strong></p>
65
<p>5. Diketahui waktu rata-rata seorang siswa mengerjakan satu soal matematika saat ujian berlangsung adalah 8 menit. Jika diketahui ada siswa lainnya yang bisa mengerjakan lebih cepat atau lebih lambat setengah menit dari waktu rata-rata, maka persamaan yang tepat untuk menyatakan pernyataan tersebut adalah ….</p>
65
<p>5. Diketahui waktu rata-rata seorang siswa mengerjakan satu soal matematika saat ujian berlangsung adalah 8 menit. Jika diketahui ada siswa lainnya yang bisa mengerjakan lebih cepat atau lebih lambat setengah menit dari waktu rata-rata, maka persamaan yang tepat untuk menyatakan pernyataan tersebut adalah ….</p>
66
<p>A. |<em>x</em>- 8 | = 1</p>
66
<p>A. |<em>x</em>- 8 | = 1</p>
67
<p>B. 2 | x - 8 | = 1</p>
67
<p>B. 2 | x - 8 | = 1</p>
68
<p>C. |<em>x</em>- 1 | = 8</p>
68
<p>C. |<em>x</em>- 1 | = 8</p>
69
<p>D.</p>
69
<p>D.</p>
70
<p>E.</p>
70
<p>E.</p>
71
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
71
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
72
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
72
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
73
<p>Misalkan lamanya waktu siswa mengerjakan satu soal adalah x menit. Karena diketahui ada siswa yang bisa mengerjakan lebih cepat dan ada yang bisa lebih lambat setengah menit dari waktu rata-rata, yaitu 8 menit, maka dibagi dua kasus.</p>
73
<p>Misalkan lamanya waktu siswa mengerjakan satu soal adalah x menit. Karena diketahui ada siswa yang bisa mengerjakan lebih cepat dan ada yang bisa lebih lambat setengah menit dari waktu rata-rata, yaitu 8 menit, maka dibagi dua kasus.</p>
74
<p><strong>Kasus I: setengah menit lebih cepat dari waktu rata-rata.</strong></p>
74
<p><strong>Kasus I: setengah menit lebih cepat dari waktu rata-rata.</strong></p>
75
<p>Lamanya waktu siswa mengerjakan satu soal adalah x menit. Jika diketahui ada seorang siswa yang bisa mengerjakan lebih cepat setengah menit, maka didapat persamaan</p>
75
<p>Lamanya waktu siswa mengerjakan satu soal adalah x menit. Jika diketahui ada seorang siswa yang bisa mengerjakan lebih cepat setengah menit, maka didapat persamaan</p>
76
<p>sehingga diperoleh,</p>
76
<p>sehingga diperoleh,</p>
77
<p><strong>Kasus II: setengah menit lebih lambat dari waktu rata-rata.</strong></p>
77
<p><strong>Kasus II: setengah menit lebih lambat dari waktu rata-rata.</strong></p>
78
<p>Lamanya waktu siswa mengerjakan satu soal adalah<em>x</em>menit. Jika diketahui ada seorang siswa yang bisa mengerjakan lebih lambat setengah menit, maka didapat persamaan</p>
78
<p>Lamanya waktu siswa mengerjakan satu soal adalah<em>x</em>menit. Jika diketahui ada seorang siswa yang bisa mengerjakan lebih lambat setengah menit, maka didapat persamaan</p>
79
<p>sehingga diperoleh,</p>
79
<p>sehingga diperoleh,</p>
80
<p>Akibatnya, dari kasus I dan II dapat kita buat model persamaannya menjadi,</p>
80
<p>Akibatnya, dari kasus I dan II dapat kita buat model persamaannya menjadi,</p>
81
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
81
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
82
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sistem Persamaan Linear</strong></p>
82
<p><strong>Topik</strong><strong>: Sistem Persamaan Linear</strong></p>
83
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)</strong></p>
83
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)</strong></p>
84
<p>6. Jumlah dua buah bilangan cacah yang berbeda adalah 1.100 dan selisih keduanya adalah 722. Jika<em>p</em>dan<em>q</em> berturut-turut menyatakan bilangan cacah pertama dan bilangan cacah kedua dengan <em>p > q</em>, maka persamaan yang tepat adalah ….</p>
84
<p>6. Jumlah dua buah bilangan cacah yang berbeda adalah 1.100 dan selisih keduanya adalah 722. Jika<em>p</em>dan<em>q</em> berturut-turut menyatakan bilangan cacah pertama dan bilangan cacah kedua dengan <em>p > q</em>, maka persamaan yang tepat adalah ….</p>
85
<ol><li><em>p</em>-<em>q</em>= 1.100,<em> p</em>+<em>q</em>= 722</li>
85
<ol><li><em>p</em>-<em>q</em>= 1.100,<em> p</em>+<em>q</em>= 722</li>
86
<li><em>p</em>+<em>q</em>= 1.100,<em>p</em>-<em>q</em>= 722</li>
86
<li><em>p</em>+<em>q</em>= 1.100,<em>p</em>-<em>q</em>= 722</li>
87
<li><em>p</em>+<em>q</em>= 722,<em>p</em>-<em>q</em>= 1.100</li>
87
<li><em>p</em>+<em>q</em>= 722,<em>p</em>-<em>q</em>= 1.100</li>
88
<li><em>p</em>+<em>q</em>= 1.722,<em>p</em>-<em>q</em>= 100</li>
88
<li><em>p</em>+<em>q</em>= 1.722,<em>p</em>-<em>q</em>= 100</li>
89
<li><em>p</em>+<em>q</em>= 1.000,<em>p</em>-<em>q</em>= 722</li>
89
<li><em>p</em>+<em>q</em>= 1.000,<em>p</em>-<em>q</em>= 722</li>
90
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
90
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
91
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
91
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
92
<p>Dari soal, dimisalkan <em>p</em>dan<em>q</em>berturut-turut menyatakan bilangan cacah pertama dan bilangan cacah kedua dan<em>p</em>><em>q</em>.</p>
92
<p>Dari soal, dimisalkan <em>p</em>dan<em>q</em>berturut-turut menyatakan bilangan cacah pertama dan bilangan cacah kedua dan<em>p</em>><em>q</em>.</p>
93
<p>Maka diperoleh dua persamaan:<em>p</em>-<em>q</em>= 1.100,<em>p</em>+<em>q</em>= 722</p>
93
<p>Maka diperoleh dua persamaan:<em>p</em>-<em>q</em>= 1.100,<em>p</em>+<em>q</em>= 722</p>
94
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</p>
94
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</p>
95
<p><strong>Topik: Sistem Pertidaksamaan Linear</strong></p>
95
<p><strong>Topik: Sistem Pertidaksamaan Linear</strong></p>
96
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pertidaksamaan Dua Variabel</strong></p>
96
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pertidaksamaan Dua Variabel</strong></p>
97
<p>7. Di bawah ini yang merupakan contoh dari pertidaksamaan linear dua variabel adalah ….</p>
97
<p>7. Di bawah ini yang merupakan contoh dari pertidaksamaan linear dua variabel adalah ….</p>
98
<p>A.</p>
98
<p>A.</p>
99
<p>B.</p>
99
<p>B.</p>
100
<p>C.</p>
100
<p>C.</p>
101
<p>D.</p>
101
<p>D.</p>
102
<p>E.</p>
102
<p>E.</p>
103
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
103
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
104
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
104
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
105
<p>Untuk mengerjakan soal, akan diperiksa masing-masing opsi jawaban.</p>
105
<p>Untuk mengerjakan soal, akan diperiksa masing-masing opsi jawaban.</p>
106
<ul><li>Opsi A adalah persamaan linear satu variabel karena hanya terdapat<em>x</em> sebagai variabel tunggal.</li>
106
<ul><li>Opsi A adalah persamaan linear satu variabel karena hanya terdapat<em>x</em> sebagai variabel tunggal.</li>
107
<li>Opsi B adalah persamaan linear dua variabel karena terdapat<em>x</em> dan<em>y</em> sebagai variabelnya.</li>
107
<li>Opsi B adalah persamaan linear dua variabel karena terdapat<em>x</em> dan<em>y</em> sebagai variabelnya.</li>
108
<li>Opsi C adalah persamaan lingkaran, sehingga tidak linear.</li>
108
<li>Opsi C adalah persamaan lingkaran, sehingga tidak linear.</li>
109
<li>Opsi D adalah pertidaksamaan kuadrat, sehingga tidak linear.</li>
109
<li>Opsi D adalah pertidaksamaan kuadrat, sehingga tidak linear.</li>
110
<li>Opsi E adalah pertidaksamaan linear dua variabel karena terdapat<em>x</em> dan<em>y</em>sebagai variabelnya dan terdapat tanda pertidaksamaan “<em>≥</em>“.</li>
110
<li>Opsi E adalah pertidaksamaan linear dua variabel karena terdapat<em>x</em> dan<em>y</em>sebagai variabelnya dan terdapat tanda pertidaksamaan “<em>≥</em>“.</li>
111
</ul><p>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</p>
111
</ul><p>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</p>
112
<p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel</a></strong></p>
112
<p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Sistem Pertidaksamaan Linear Dua Variabel</a></strong></p>
113
<p>-</p>
113
<p>-</p>
114
<p>Yuk, maksimalkan belajarmu dengan<strong><a>Ruangguru Privat</a></strong>! Kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham. Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu bisa pilih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
114
<p>Yuk, maksimalkan belajarmu dengan<strong><a>Ruangguru Privat</a></strong>! Kamu juga bakal diajari konsepnya sampai paham. Para pengajar di Ruangguru Privat juga sudah terstandarisasi kualitasnya, loh. Kamu bisa pilih, mau diajarkan secara langsung (<em>offline</em>) atau daring (<em>online</em>). Untuk info lebih lanjut, cuss klik link berikut!</p>
115
<h2>EKONOMI</h2>
115
<h2>EKONOMI</h2>
116
<p><strong>Topik: Konsep Dasar Ilmu Ekonomi</strong></p>
116
<p><strong>Topik: Konsep Dasar Ilmu Ekonomi</strong></p>
117
<p><strong>Subtopik: Pembagian Ilmu Ekonomi</strong></p>
117
<p><strong>Subtopik: Pembagian Ilmu Ekonomi</strong></p>
118
<p>1. Bidang kajian ilmu ekonomi yang menjelaskan naik turunnya pertumbuhan ekonomi dan jatuh bangunnya perusahaan-perusahaan, kota-kota, kawasan, dan negara yang mencerminkan bahwa evolusi selalu terjadi dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda adalah ….</p>
118
<p>1. Bidang kajian ilmu ekonomi yang menjelaskan naik turunnya pertumbuhan ekonomi dan jatuh bangunnya perusahaan-perusahaan, kota-kota, kawasan, dan negara yang mencerminkan bahwa evolusi selalu terjadi dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda adalah ….</p>
119
<ol><li>ekonomi evolusioner</li>
119
<ol><li>ekonomi evolusioner</li>
120
<li>ekonomi lingkungan</li>
120
<li>ekonomi lingkungan</li>
121
<li>ekonomi sisi permintaan</li>
121
<li>ekonomi sisi permintaan</li>
122
<li>ekonomi institusional</li>
122
<li>ekonomi institusional</li>
123
<li>ekonomi informal</li>
123
<li>ekonomi informal</li>
124
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
124
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
125
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
125
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
126
<ul><li>Ekonomi Evolusioner (<em><strong>Evolusioner Economics</strong></em>) merupakan bidang kajian ekonomi yang menjelaskan naik turunnya pertumbuhan ekonomi dan jatuh bangunnya perusahaan-perusahaan, kota-kota, kawasan, dan negara yang mencerminkan bahwa evolusi selalu beroperasi pada tingkat yang berlainan dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda.</li>
126
<ul><li>Ekonomi Evolusioner (<em><strong>Evolusioner Economics</strong></em>) merupakan bidang kajian ekonomi yang menjelaskan naik turunnya pertumbuhan ekonomi dan jatuh bangunnya perusahaan-perusahaan, kota-kota, kawasan, dan negara yang mencerminkan bahwa evolusi selalu beroperasi pada tingkat yang berlainan dengan tingkat kecepatan yang berbeda-beda.</li>
127
<li>Ekonomi Lingkungan<strong>(<em>Enviromental Economics</em>)</strong>muncul sebagai studi koheren pada tahun 1970-an, yakni ketika revolusi lingkungan mulai terjadi di berbagai Negara.</li>
127
<li>Ekonomi Lingkungan<strong>(<em>Enviromental Economics</em>)</strong>muncul sebagai studi koheren pada tahun 1970-an, yakni ketika revolusi lingkungan mulai terjadi di berbagai Negara.</li>
128
<li>Ekonomi sisi permintaan merupakan ekonomi sisi permintaan yang didasarkan pada keyakinan bahwa kekuatan utama yang memengaruhi keseluruhan aktivitas ekonomi dan menyebabkan fluktuasi jangka pendek adalah permintaan konsumen akan barang dan jasa.</li>
128
<li>Ekonomi sisi permintaan merupakan ekonomi sisi permintaan yang didasarkan pada keyakinan bahwa kekuatan utama yang memengaruhi keseluruhan aktivitas ekonomi dan menyebabkan fluktuasi jangka pendek adalah permintaan konsumen akan barang dan jasa.</li>
129
<li>Ekonomi institusional merupakan sebuah mazhab pemikiran dalam ilmu ekonomi yang berisi pandangan bahwa perilaku ekonomi (<em>economic behavior</em>) seseorang atau suatu pihak sangat dipengaruhi oleh institusi tertentu.</li>
129
<li>Ekonomi institusional merupakan sebuah mazhab pemikiran dalam ilmu ekonomi yang berisi pandangan bahwa perilaku ekonomi (<em>economic behavior</em>) seseorang atau suatu pihak sangat dipengaruhi oleh institusi tertentu.</li>
130
<li>Ekonomi informal merupakan informal orang yang bermodal relatif sedikit berusaha pada bidang produksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan kelompok tertentu di dalam masyarakat.</li>
130
<li>Ekonomi informal merupakan informal orang yang bermodal relatif sedikit berusaha pada bidang produksi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan kelompok tertentu di dalam masyarakat.</li>
131
</ul><p>Jadi, jawaban yang benar adalah poin A.</p>
131
</ul><p>Jadi, jawaban yang benar adalah poin A.</p>
132
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Ilmu Ekonomi, Kelangkaan, dan Skala Prioritas</a></strong></p>
132
<p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Ilmu Ekonomi, Kelangkaan, dan Skala Prioritas</a></strong></p>
133
<p><strong>Topik</strong><strong>: Konsep Dasar Ilmu Ekonomi</strong></p>
133
<p><strong>Topik</strong><strong>: Konsep Dasar Ilmu Ekonomi</strong></p>
134
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Prinsip dan Motif Ekonomi</strong></p>
134
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Prinsip dan Motif Ekonomi</strong></p>
135
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: Medium</strong></p>
135
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: Medium</strong></p>
136
<p>2. Berikut ini yang termasuk dalam contoh penerapan prinsip ekonomi adalah …</p>
136
<p>2. Berikut ini yang termasuk dalam contoh penerapan prinsip ekonomi adalah …</p>
137
<ol><li>Perusahaan “Maju Selalu” terus berusaha memperluas pangsa pasar.</li>
137
<ol><li>Perusahaan “Maju Selalu” terus berusaha memperluas pangsa pasar.</li>
138
<li>Aldy bekerja keras agar dapat membiayai adiknya yang masih sekolah.</li>
138
<li>Aldy bekerja keras agar dapat membiayai adiknya yang masih sekolah.</li>
139
<li>Pak Risyad membuat acara pernikahan yang megah untuk anaknya agar terpandang di lingkungannya.</li>
139
<li>Pak Risyad membuat acara pernikahan yang megah untuk anaknya agar terpandang di lingkungannya.</li>
140
<li>Naima lebih memilih untuk membeli buku pelajaran di koperasi sekolah karena harganya lebih murah.</li>
140
<li>Naima lebih memilih untuk membeli buku pelajaran di koperasi sekolah karena harganya lebih murah.</li>
141
<li>Setiap bulannya Bu Intan menyisihkan sebagian uangnya untuk memberi sumbangan di tempat-tempat ibadah.</li>
141
<li>Setiap bulannya Bu Intan menyisihkan sebagian uangnya untuk memberi sumbangan di tempat-tempat ibadah.</li>
142
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
142
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
143
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
143
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
144
<p><strong>Prinsip ekonomi</strong>merupakan suatu cara bertindak yang berusaha mencapai hasil optimal (sebesar mungkin) dibandingkan dengan biaya/pengorbanan yang dikeluarkan (biaya yang kecil). Berdasarkan pilihan jawaban yang tersedia, penerapan prinsip ekonomi adalah ketika Naima memilih untuk<strong>membeli buku pelajaran di koperasi sekolah karena harganya jauh lebih murah.</strong>Artinya, Naima menerapkan prinsip ekonomi yaitu dengan pengorbanan yang minimal (harga yang lebih murah), Naima mendapatkan buku pelajaran yang kualitasnya sama dengan buku di toko lain.</p>
144
<p><strong>Prinsip ekonomi</strong>merupakan suatu cara bertindak yang berusaha mencapai hasil optimal (sebesar mungkin) dibandingkan dengan biaya/pengorbanan yang dikeluarkan (biaya yang kecil). Berdasarkan pilihan jawaban yang tersedia, penerapan prinsip ekonomi adalah ketika Naima memilih untuk<strong>membeli buku pelajaran di koperasi sekolah karena harganya jauh lebih murah.</strong>Artinya, Naima menerapkan prinsip ekonomi yaitu dengan pengorbanan yang minimal (harga yang lebih murah), Naima mendapatkan buku pelajaran yang kualitasnya sama dengan buku di toko lain.</p>
145
<p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah poin D.</strong></p>
145
<p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah poin D.</strong></p>
146
<p><strong>Topik: Konsep Dasar Ilmu Ekonomi</strong></p>
146
<p><strong>Topik: Konsep Dasar Ilmu Ekonomi</strong></p>
147
<p><strong>Subtopik: Masalah Ekonomi Klasik dan Modern</strong></p>
147
<p><strong>Subtopik: Masalah Ekonomi Klasik dan Modern</strong></p>
148
<p>3. Bu Sandra sebagai produsen beras melihat kondisi masyarakat yang tidak memiliki daya beli berusaha menekan biaya produksinya sehingga menghasilkan beras dengan harga murah dan berkualitas, sehingga masyarakat mampu membelinya. Dari ilustrasi di atas, yang merupakan masalah ekonomi adalah ….</p>
148
<p>3. Bu Sandra sebagai produsen beras melihat kondisi masyarakat yang tidak memiliki daya beli berusaha menekan biaya produksinya sehingga menghasilkan beras dengan harga murah dan berkualitas, sehingga masyarakat mampu membelinya. Dari ilustrasi di atas, yang merupakan masalah ekonomi adalah ….</p>
149
<ol><li>Berapa barang yang akan diproduksi?</li>
149
<ol><li>Berapa barang yang akan diproduksi?</li>
150
<li>Barang apa yang akan diproduksi?</li>
150
<li>Barang apa yang akan diproduksi?</li>
151
<li>Mengapa barang diproduksi?</li>
151
<li>Mengapa barang diproduksi?</li>
152
<li>Untuk siapa barang diproduksi?</li>
152
<li>Untuk siapa barang diproduksi?</li>
153
<li>Bagaimana cara memproduksi?</li>
153
<li>Bagaimana cara memproduksi?</li>
154
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
154
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
155
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
155
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
156
<p>Sikap Bu Sandra menggambarkan masalah ekonomi<em>For Whom</em>, yaitu untuk siapa. Hal ini terlihat dalam ilustrasi soal “melihat kondisi masyarakat yang tidak memiliki daya beli”</p>
156
<p>Sikap Bu Sandra menggambarkan masalah ekonomi<em>For Whom</em>, yaitu untuk siapa. Hal ini terlihat dalam ilustrasi soal “melihat kondisi masyarakat yang tidak memiliki daya beli”</p>
157
<p>Berikut ini adalah masalah pokok ekonomi:</p>
157
<p>Berikut ini adalah masalah pokok ekonomi:</p>
158
<ul><li><em>What</em>, merupakan pertanyaan mengenai apa yang akan diproduksi (dilakukan).</li>
158
<ul><li><em>What</em>, merupakan pertanyaan mengenai apa yang akan diproduksi (dilakukan).</li>
159
<li><em>How</em>, menggambarkan bagaimana memproduksinya (melakukannya).</li>
159
<li><em>How</em>, menggambarkan bagaimana memproduksinya (melakukannya).</li>
160
<li><em>For Whom</em>, menggambarkan untuk siapa/untuk apa barang yang diproduksi tersebut.</li>
160
<li><em>For Whom</em>, menggambarkan untuk siapa/untuk apa barang yang diproduksi tersebut.</li>
161
</ul><p>Jadi, jawaban yang benar adalah poin D.</p>
161
</ul><p>Jadi, jawaban yang benar adalah poin D.</p>
162
<p><strong>Baca Juga:<a>Masalah Ekonomi Klasik dan Modern, Apa Saja Ya?</a></strong></p>
162
<p><strong>Baca Juga:<a>Masalah Ekonomi Klasik dan Modern, Apa Saja Ya?</a></strong></p>
163
<p><strong>Topik: Sistem Ekonomi </strong></p>
163
<p><strong>Topik: Sistem Ekonomi </strong></p>
164
<p><strong>Subtopik: Sistem Ekonomi Pasar</strong></p>
164
<p><strong>Subtopik: Sistem Ekonomi Pasar</strong></p>
165
<p>4. Ciri yang paling menonjol dalam sistem ekonomi liberal adalah ….</p>
165
<p>4. Ciri yang paling menonjol dalam sistem ekonomi liberal adalah ….</p>
166
<ol><li>usaha swasta bersifat menunjang pemerintah</li>
166
<ol><li>usaha swasta bersifat menunjang pemerintah</li>
167
<li>kegiatan perekonomian dilakukan secara turun-temurun</li>
167
<li>kegiatan perekonomian dilakukan secara turun-temurun</li>
168
<li>seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat</li>
168
<li>seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat</li>
169
<li>krisis ekonomi yang terjadi dapat diatasi melalui perencanaan secara terpusat dan pengendalian dilakukan oleh pusat</li>
169
<li>krisis ekonomi yang terjadi dapat diatasi melalui perencanaan secara terpusat dan pengendalian dilakukan oleh pusat</li>
170
<li>keberadaan pihak swasta diakui sebagai partner pemerintah dalam mencapai kesejahteraan masyarakat</li>
170
<li>keberadaan pihak swasta diakui sebagai partner pemerintah dalam mencapai kesejahteraan masyarakat</li>
171
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
171
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
172
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
172
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
173
<p>Sistem ekonomi pasar/liberal merupakan suatu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, dan konsumsi) diserahkan kepada mekanisme pasar. Beberapa ciri sistem ekonomi pasar adalah sebagai berikut.</p>
173
<p>Sistem ekonomi pasar/liberal merupakan suatu sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, dan konsumsi) diserahkan kepada mekanisme pasar. Beberapa ciri sistem ekonomi pasar adalah sebagai berikut.</p>
174
<ol><li>Hak milik perseorangan diakui, termasuk kepemilikan alat-alat dan sumber-sumber produksi.</li>
174
<ol><li>Hak milik perseorangan diakui, termasuk kepemilikan alat-alat dan sumber-sumber produksi.</li>
175
<li>Kebebasan berusaha dan kebebasan bersaing diberikan.</li>
175
<li>Kebebasan berusaha dan kebebasan bersaing diberikan.</li>
176
<li>Orientasi produk untuk pasar dengan tujuan meraih keuntungan secara maksimal.</li>
176
<li>Orientasi produk untuk pasar dengan tujuan meraih keuntungan secara maksimal.</li>
177
<li>Kegiatan perekonomian dikendalikan oleh mekanisme pasar, pemerintah tidak turut campur dalam kehidupan ekonomi.</li>
177
<li>Kegiatan perekonomian dikendalikan oleh mekanisme pasar, pemerintah tidak turut campur dalam kehidupan ekonomi.</li>
178
</ol><p>Berdasarkan ciri-ciri di atas, dapat disimpulkan bahwa ciri utama dari sistem ekonomi pasar adalah seluruh kegiatan ekonomi di sistem ekonomi pasar diserahkan seluas-luasnya kepada masyarakat.</p>
178
</ol><p>Berdasarkan ciri-ciri di atas, dapat disimpulkan bahwa ciri utama dari sistem ekonomi pasar adalah seluruh kegiatan ekonomi di sistem ekonomi pasar diserahkan seluas-luasnya kepada masyarakat.</p>
179
<p>Jadi, jawaban yang benar adalah poin C.</p>
179
<p>Jadi, jawaban yang benar adalah poin C.</p>
180
<p><strong>Baca Juga:<a>Macam-Macam Sistem Ekonomi dan Karakteristiknya</a></strong></p>
180
<p><strong>Baca Juga:<a>Macam-Macam Sistem Ekonomi dan Karakteristiknya</a></strong></p>
181
<p><strong>Topik: Kegiatan dan Pelaku Kegiatan Ekonomi </strong></p>
181
<p><strong>Topik: Kegiatan dan Pelaku Kegiatan Ekonomi </strong></p>
182
<p><strong>Subtopik: Distribusi</strong></p>
182
<p><strong>Subtopik: Distribusi</strong></p>
183
<p>5. Rita adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki hobi membuat kue. Ia memutuskan untuk memasarkan kue-kuenya ke beberapa toko kue di daerah Jakarta. Toko kue tersebut biasanya akan menjual kue buatan Rita 10% lebih mahal dari harga yang ditetapkan Rita. Berdasarkan informasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa saluran distribusi yang dipilih oleh Rita adalah saluran distribusi ….</p>
183
<p>5. Rita adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki hobi membuat kue. Ia memutuskan untuk memasarkan kue-kuenya ke beberapa toko kue di daerah Jakarta. Toko kue tersebut biasanya akan menjual kue buatan Rita 10% lebih mahal dari harga yang ditetapkan Rita. Berdasarkan informasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa saluran distribusi yang dipilih oleh Rita adalah saluran distribusi ….</p>
184
<ol><li>ekspor</li>
184
<ol><li>ekspor</li>
185
<li>impor</li>
185
<li>impor</li>
186
<li>langsung</li>
186
<li>langsung</li>
187
<li>semi langsung</li>
187
<li>semi langsung</li>
188
<li>tidak langsung</li>
188
<li>tidak langsung</li>
189
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
189
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
190
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
190
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
191
<p>Terdapat 3 jenis saluran distribusi, yaitu saluran distribusi langsung, semi langsung, dan tidak langsung.</p>
191
<p>Terdapat 3 jenis saluran distribusi, yaitu saluran distribusi langsung, semi langsung, dan tidak langsung.</p>
192
<ul><li>Saluran distribusi langsung : produsen → konsumen</li>
192
<ul><li>Saluran distribusi langsung : produsen → konsumen</li>
193
<li>Saluran distribusi semi langsung : produsen → pengecer → konsumen</li>
193
<li>Saluran distribusi semi langsung : produsen → pengecer → konsumen</li>
194
<li>Saluran distribusi tidak langsung : produsen → pedagang besar → pengecer → konsumen.</li>
194
<li>Saluran distribusi tidak langsung : produsen → pedagang besar → pengecer → konsumen.</li>
195
</ul><p>Saluran distribusi yang dipilih oleh Rita termasuk dalam saluran distribusi semi langsung karena Rita memilih untuk menaruh kuenya di toko kue. Toko kue tersebut dapat dikatakan sebagai pengecer. Setelah itu, dari toko kue tersebut barulah didistribusikan kepada konsumen.</p>
195
</ul><p>Saluran distribusi yang dipilih oleh Rita termasuk dalam saluran distribusi semi langsung karena Rita memilih untuk menaruh kuenya di toko kue. Toko kue tersebut dapat dikatakan sebagai pengecer. Setelah itu, dari toko kue tersebut barulah didistribusikan kepada konsumen.</p>
196
<p>Jadi, jawaban yang benar adalah poin D.</p>
196
<p>Jadi, jawaban yang benar adalah poin D.</p>
197
<p><strong>Baca Juga:<a>Hubungan Pelaku Kegiatan Ekonomi dan Peranannya</a></strong></p>
197
<p><strong>Baca Juga:<a>Hubungan Pelaku Kegiatan Ekonomi dan Peranannya</a></strong></p>
198
<p><strong>Topik: Sistem Ekonomi</strong></p>
198
<p><strong>Topik: Sistem Ekonomi</strong></p>
199
<p><strong>Subtopik: Sistem Ekonomi Campuran</strong></p>
199
<p><strong>Subtopik: Sistem Ekonomi Campuran</strong></p>
200
<p>6. Ketika sedang berkunjung ke Negara Alfa, Rio menemukan bahwa di negara tersebut pihak swasta/masyarakat bebas membuka usaha, namun harus tetap mengikuti kebijakan-kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah negara Alfa. Hal tersebut menunjukkan negara Alfa menganut sistem ekonomi ….</p>
200
<p>6. Ketika sedang berkunjung ke Negara Alfa, Rio menemukan bahwa di negara tersebut pihak swasta/masyarakat bebas membuka usaha, namun harus tetap mengikuti kebijakan-kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah negara Alfa. Hal tersebut menunjukkan negara Alfa menganut sistem ekonomi ….</p>
201
<ol><li>pasar</li>
201
<ol><li>pasar</li>
202
<li>komando</li>
202
<li>komando</li>
203
<li>tradisional</li>
203
<li>tradisional</li>
204
<li>campuran</li>
204
<li>campuran</li>
205
<li>pancasila</li>
205
<li>pancasila</li>
206
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
206
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
207
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
207
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
208
<p>Sistem ekonomi campuran mengadopsi kelebihan sistem ekonomi pasar dan kelebihan sistem ekonomi komando. Disebut campuran karena dalam sistem ekonomi ini peran pemerintah dan swasta sama-sama besar. Ciri khas dari sistem ekonomi ini adalah pemerintah memiliki kekuasaan penuh terhadap kekayaan SDA yang ada, ada pembagian badan usaha milik negara dan milik swasta, pemerintah menyusun kebijakan strategis dalam pengelolaan ekonomi, perusahaan diberikan kebebasan dalam kegiatan ekonomi namun pemerintah mengawasi kegiatannya.</p>
208
<p>Sistem ekonomi campuran mengadopsi kelebihan sistem ekonomi pasar dan kelebihan sistem ekonomi komando. Disebut campuran karena dalam sistem ekonomi ini peran pemerintah dan swasta sama-sama besar. Ciri khas dari sistem ekonomi ini adalah pemerintah memiliki kekuasaan penuh terhadap kekayaan SDA yang ada, ada pembagian badan usaha milik negara dan milik swasta, pemerintah menyusun kebijakan strategis dalam pengelolaan ekonomi, perusahaan diberikan kebebasan dalam kegiatan ekonomi namun pemerintah mengawasi kegiatannya.</p>
209
<p>Jadi, jawaban yang benar adalah poin D.</p>
209
<p>Jadi, jawaban yang benar adalah poin D.</p>
210
<h2>GEOGRAFI</h2>
210
<h2>GEOGRAFI</h2>
211
<p><strong>Topik: Pengetahuan Dasar Geografi</strong></p>
211
<p><strong>Topik: Pengetahuan Dasar Geografi</strong></p>
212
<p><strong>Subtopik: Konsep Esensial Geografi</strong></p>
212
<p><strong>Subtopik: Konsep Esensial Geografi</strong></p>
213
<p>1. Perhatikan pernyataan berikut ini!</p>
213
<p>1. Perhatikan pernyataan berikut ini!</p>
214
<ol><li>Pegunungan Bukit Barisan terdapat di Pulau Sumatra.</li>
214
<ol><li>Pegunungan Bukit Barisan terdapat di Pulau Sumatra.</li>
215
<li>Pemukiman nelayan memanjang di sepanjang garis pantai.</li>
215
<li>Pemukiman nelayan memanjang di sepanjang garis pantai.</li>
216
<li>Perjalanan menuju Kepulauan Raja Ampat membutuhkan pesawat kecil.</li>
216
<li>Perjalanan menuju Kepulauan Raja Ampat membutuhkan pesawat kecil.</li>
217
<li>Wilayah desa dan kota saling berinteraksi.</li>
217
<li>Wilayah desa dan kota saling berinteraksi.</li>
218
<li>Pulogadung menjadi kawasan industri terkemuka.</li>
218
<li>Pulogadung menjadi kawasan industri terkemuka.</li>
219
</ol><p>Penerapan konsep keterjangkauan ditunjukkan oleh nomor ….</p>
219
</ol><p>Penerapan konsep keterjangkauan ditunjukkan oleh nomor ….</p>
220
<ol><li>1</li>
220
<ol><li>1</li>
221
<li>2</li>
221
<li>2</li>
222
<li>3</li>
222
<li>3</li>
223
<li>4</li>
223
<li>4</li>
224
<li>5</li>
224
<li>5</li>
225
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
225
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
226
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
226
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
227
<p> Konsep keterjangkauan adalah konsep yang mengacu pada kemudahan untuk mencapai suatu objek atau lokasi yang dipengaruhi oleh kondisi geografis di suatu wilayah. Jadi, contoh yang tepat untuk konsep keterjangkauan ditunjukkan oleh pernyataan nomor tiga yang menyatakan bahwa perjalanan menuju Kepulauan Raja Ampat membutuhkan pesawat kecil.</p>
227
<p> Konsep keterjangkauan adalah konsep yang mengacu pada kemudahan untuk mencapai suatu objek atau lokasi yang dipengaruhi oleh kondisi geografis di suatu wilayah. Jadi, contoh yang tepat untuk konsep keterjangkauan ditunjukkan oleh pernyataan nomor tiga yang menyatakan bahwa perjalanan menuju Kepulauan Raja Ampat membutuhkan pesawat kecil.</p>
228
<p>Jawaban yang tepat adalah C.</p>
228
<p>Jawaban yang tepat adalah C.</p>
229
<p><strong>Baca Juga:<a>Ruang Lingkup Geografi dan Objek Kajiannya</a></strong></p>
229
<p><strong>Baca Juga:<a>Ruang Lingkup Geografi dan Objek Kajiannya</a></strong></p>
230
<p><strong>Topik: Pengetahuan Dasar Geografi </strong></p>
230
<p><strong>Topik: Pengetahuan Dasar Geografi </strong></p>
231
<p><strong>Subtopik: Prinsip Geografi</strong></p>
231
<p><strong>Subtopik: Prinsip Geografi</strong></p>
232
<p>2. Keberadaan Pantai Pandawa di Bali, Ngarai Sianok di Sumatra Barat, Kepulauan Wayag di Raja Ampat, dan Grojogan Sewu di Jawa Tengah membuktikan Indonesia memiliki banyak sekali tempat wisata. Prinsip geografi yang dapat diterapkan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah ….</p>
232
<p>2. Keberadaan Pantai Pandawa di Bali, Ngarai Sianok di Sumatra Barat, Kepulauan Wayag di Raja Ampat, dan Grojogan Sewu di Jawa Tengah membuktikan Indonesia memiliki banyak sekali tempat wisata. Prinsip geografi yang dapat diterapkan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah ….</p>
233
<ol><li>deskripsi</li>
233
<ol><li>deskripsi</li>
234
<li>interelasi</li>
234
<li>interelasi</li>
235
<li>korologi</li>
235
<li>korologi</li>
236
<li>kronologi</li>
236
<li>kronologi</li>
237
<li>persebaran</li>
237
<li>persebaran</li>
238
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
238
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
239
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
239
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
240
<p>Fenomena pada soal menjelaskan tentang persebaran objek wisata di berbagai daerah di Indonesia. Fenomena ini dapat dikaji dengan menggunakan prinsip distribusi atau persebaran. Prinsip distribusi mengkaji tentang gejala fenomena geografis yang tersebar secara tidak merata di permukaan bumi.</p>
240
<p>Fenomena pada soal menjelaskan tentang persebaran objek wisata di berbagai daerah di Indonesia. Fenomena ini dapat dikaji dengan menggunakan prinsip distribusi atau persebaran. Prinsip distribusi mengkaji tentang gejala fenomena geografis yang tersebar secara tidak merata di permukaan bumi.</p>
241
<p>Jawaban yang tepat adalah E.</p>
241
<p>Jawaban yang tepat adalah E.</p>
242
<p><strong>Baca Juga:<a>Prinsip-Prinsip Dasar Geografi dan Contohnya</a></strong></p>
242
<p><strong>Baca Juga:<a>Prinsip-Prinsip Dasar Geografi dan Contohnya</a></strong></p>
243
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pengetahuan Dasar Geografi</strong></p>
243
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pengetahuan Dasar Geografi</strong></p>
244
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pendekatan Geografi</strong></p>
244
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pendekatan Geografi</strong></p>
245
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
245
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: HOTS</strong></p>
246
<p>3. Rencana pemindahan ibu kota Indonesia masih terus dikaji. Walaupun lokasi sudah ditentukan, tetapi masih banyak aspek yang perlu dipertimbangkan serta dampaknya bagi masyarakat umum. Pendekatan yang tepat untuk mengkaji uraian fenomena tersebut adalah …</p>
246
<p>3. Rencana pemindahan ibu kota Indonesia masih terus dikaji. Walaupun lokasi sudah ditentukan, tetapi masih banyak aspek yang perlu dipertimbangkan serta dampaknya bagi masyarakat umum. Pendekatan yang tepat untuk mengkaji uraian fenomena tersebut adalah …</p>
247
<ol><li>Pendekatan keruangan, karena mengkaji tata ruang untuk ibu kota baru.</li>
247
<ol><li>Pendekatan keruangan, karena mengkaji tata ruang untuk ibu kota baru.</li>
248
<li>Pendekatan kelingkungan, karena mengkaji masalah lingkungan nonfisik.</li>
248
<li>Pendekatan kelingkungan, karena mengkaji masalah lingkungan nonfisik.</li>
249
<li>Pendekatan kompleks wilayah, karena perlu adanya kebijakan secara ekologi dan spasial.</li>
249
<li>Pendekatan kompleks wilayah, karena perlu adanya kebijakan secara ekologi dan spasial.</li>
250
<li>Pendekatan ekologi, karena mengkaji dampak terhadap lingkungan jika dilakukan pembangunan.</li>
250
<li>Pendekatan ekologi, karena mengkaji dampak terhadap lingkungan jika dilakukan pembangunan.</li>
251
<li>Pendekatan kompleks wilayah, karena mengkaji dampak yang dapat timbul di masyarakat Indonesia.</li>
251
<li>Pendekatan kompleks wilayah, karena mengkaji dampak yang dapat timbul di masyarakat Indonesia.</li>
252
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
252
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
253
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
253
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
254
<p><strong>Permasalahan pemindahan ibu kota</strong>dapat dikaji menggunakan<strong>pendekatan kompleks wilayah karena untuk memindahkan ibu kota perlu adanya pertimbangan kebijakan secara ekologi dan spasial</strong>. Pendekatan ekologi digunakan untuk mengkaji masalah lingkungan fisik maupun nonfisik, seperti masalah sosial dan ekonomi. Pendekatan spasial digunakan untuk mengkaji masalah keruangan, seperti pola tata ruang dan aksesibilitas.</p>
254
<p><strong>Permasalahan pemindahan ibu kota</strong>dapat dikaji menggunakan<strong>pendekatan kompleks wilayah karena untuk memindahkan ibu kota perlu adanya pertimbangan kebijakan secara ekologi dan spasial</strong>. Pendekatan ekologi digunakan untuk mengkaji masalah lingkungan fisik maupun nonfisik, seperti masalah sosial dan ekonomi. Pendekatan spasial digunakan untuk mengkaji masalah keruangan, seperti pola tata ruang dan aksesibilitas.</p>
255
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
255
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
256
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pengetahuan Dasar Pemetaan</strong></p>
256
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pengetahuan Dasar Pemetaan</strong></p>
257
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Penginderaan Jauh</strong></p>
257
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Penginderaan Jauh</strong></p>
258
<p>4. Ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh tanpa kontak langsung dengan objek yang dikaji adalah pengertian penginderaan jauh menurut ….</p>
258
<p>4. Ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu objek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh tanpa kontak langsung dengan objek yang dikaji adalah pengertian penginderaan jauh menurut ….</p>
259
<ol><li>Aristoteles</li>
259
<ol><li>Aristoteles</li>
260
<li>Eratosthenes</li>
260
<li>Eratosthenes</li>
261
<li>Isaac Newton</li>
261
<li>Isaac Newton</li>
262
<li>Immanuel Kant</li>
262
<li>Immanuel Kant</li>
263
<li>Lillesand dan Kiefer</li>
263
<li>Lillesand dan Kiefer</li>
264
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
264
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
265
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
265
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
266
<p>Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi mengenai suatu objek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dari alat perekam (sensor) yang menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai media perantaranya tanpa menyentuh objek, daerah, atau fenomena tersebut. Definisi penginderaan jauh tersebut dicetuskan oleh Lillesand dan Kiefer.</p>
266
<p>Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi mengenai suatu objek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dari alat perekam (sensor) yang menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai media perantaranya tanpa menyentuh objek, daerah, atau fenomena tersebut. Definisi penginderaan jauh tersebut dicetuskan oleh Lillesand dan Kiefer.</p>
267
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</p>
267
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</p>
268
<p><strong>Baca Juga:<a>Jenis Citra Penginderaan Jarak Jauh dan Interpretasi</a></strong></p>
268
<p><strong>Baca Juga:<a>Jenis Citra Penginderaan Jarak Jauh dan Interpretasi</a></strong></p>
269
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pengetahuan Dasar Pemetaan</strong></p>
269
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pengetahuan Dasar Pemetaan</strong></p>
270
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Penghitungan Pada Peta</strong></p>
270
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Penghitungan Pada Peta</strong></p>
271
<p>5. Hasil pengukuran suatu lahan menunjukkan panjang titik X dan Y di lapangan adalah 150 m dan azimuth X terhadap Y adalah 120°. Jika skala peta 1:50.000, jarak X-Y di peta dan<em>back azimuth</em>X terhadap Y adalah ….</p>
271
<p>5. Hasil pengukuran suatu lahan menunjukkan panjang titik X dan Y di lapangan adalah 150 m dan azimuth X terhadap Y adalah 120°. Jika skala peta 1:50.000, jarak X-Y di peta dan<em>back azimuth</em>X terhadap Y adalah ….</p>
272
<ol><li>0,03 cm dan 60°</li>
272
<ol><li>0,03 cm dan 60°</li>
273
<li>0,3 cm dan 60°</li>
273
<li>0,3 cm dan 60°</li>
274
<li>0,3 cm dan 240°</li>
274
<li>0,3 cm dan 240°</li>
275
<li>0,3 cm dan 300°</li>
275
<li>0,3 cm dan 300°</li>
276
<li>3 cm dan 240°</li>
276
<li>3 cm dan 240°</li>
277
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
277
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
278
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
278
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
279
<p>Diketahui:</p>
279
<p>Diketahui:</p>
280
<ul><li>Jarak X-Y sebenarnya = 150 m</li>
280
<ul><li>Jarak X-Y sebenarnya = 150 m</li>
281
<li>Azimuth X terhadap Y = 120°</li>
281
<li>Azimuth X terhadap Y = 120°</li>
282
<li>Skala peta = 1:50.000</li>
282
<li>Skala peta = 1:50.000</li>
283
</ul><p>Ditanya: Jarak pada peta dan back azimuth?</p>
283
</ul><p>Ditanya: Jarak pada peta dan back azimuth?</p>
284
<p>Jarak pada peta:</p>
284
<p>Jarak pada peta:</p>
285
<p><em>Back azimuth:</em></p>
285
<p><em>Back azimuth:</em></p>
286
<p><em>Back azimuth</em>adalah besar sudut kebalikan dari sudut azimuth. Jika sudut azimuth suatu lokasi kurang dari 180°, besar sudut back azimuth lokasi itu adalah besarnya sudut azimuth lokasi itu ditambah 180°. Besar sudut azimuth X terhadap Y adalah 120° atau kurang dari 180° sehingga besar sudut<em>back azimuth</em>X terhadap Y adalah:</p>
286
<p><em>Back azimuth</em>adalah besar sudut kebalikan dari sudut azimuth. Jika sudut azimuth suatu lokasi kurang dari 180°, besar sudut back azimuth lokasi itu adalah besarnya sudut azimuth lokasi itu ditambah 180°. Besar sudut azimuth X terhadap Y adalah 120° atau kurang dari 180° sehingga besar sudut<em>back azimuth</em>X terhadap Y adalah:</p>
287
<p>Back azimuth = Azimuth + 180° = 120° + 180° = 300°</p>
287
<p>Back azimuth = Azimuth + 180° = 120° + 180° = 300°</p>
288
<p>Berdasarkan hasil perhitungan, maka dapat disimpulkan bahwa jarak X-Y pada peta adalah 0,3 cm dan besar sudut<em>back azimuth-</em>nya adalah 300.</p>
288
<p>Berdasarkan hasil perhitungan, maka dapat disimpulkan bahwa jarak X-Y pada peta adalah 0,3 cm dan besar sudut<em>back azimuth-</em>nya adalah 300.</p>
289
<p>Jawaban yang tepat adalah D.</p>
289
<p>Jawaban yang tepat adalah D.</p>
290
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pengetahuan Dasar Pemetaan</strong></p>
290
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pengetahuan Dasar Pemetaan</strong></p>
291
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Penghitungan Pada Peta</strong></p>
291
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Penghitungan Pada Peta</strong></p>
292
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: Medium</strong></p>
292
<p><strong>Level Kognitif</strong><strong>: Medium</strong></p>
293
<p>6. Agung berangkat ke kantor dengan menggunakan sepeda motor dari rumahnya setiap hari. Hal ini dilakukan karena jarak rumah Agung ke kantor cukup jauh. Pada peta, jarak rumah Agung ke kantor adalah 6 cm. Peta yang digunakan Agung menggunakan skala batang berikut ini.</p>
293
<p>6. Agung berangkat ke kantor dengan menggunakan sepeda motor dari rumahnya setiap hari. Hal ini dilakukan karena jarak rumah Agung ke kantor cukup jauh. Pada peta, jarak rumah Agung ke kantor adalah 6 cm. Peta yang digunakan Agung menggunakan skala batang berikut ini.</p>
294
<p>Berdasarkan informasi tersebut, jarak sebenarnya dari rumah Agung ke kantor adalah ….</p>
294
<p>Berdasarkan informasi tersebut, jarak sebenarnya dari rumah Agung ke kantor adalah ….</p>
295
<ol><li>12 km</li>
295
<ol><li>12 km</li>
296
<li>25 km</li>
296
<li>25 km</li>
297
<li>30 km</li>
297
<li>30 km</li>
298
<li>36 km</li>
298
<li>36 km</li>
299
<li>46 km</li>
299
<li>46 km</li>
300
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
300
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
301
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
301
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
302
<p>Untuk menjawab soal ini, maka kita harus mengetahui skala dari peta yang digunakan oleh Agung. Pada soal, skala peta yang digunakan adalah skala batang. Oleh sebab itu, skala batang perlu dikonversi menjadi skala angka.</p>
302
<p>Untuk menjawab soal ini, maka kita harus mengetahui skala dari peta yang digunakan oleh Agung. Pada soal, skala peta yang digunakan adalah skala batang. Oleh sebab itu, skala batang perlu dikonversi menjadi skala angka.</p>
303
<p><strong>1. Konversi Skala Batang</strong></p>
303
<p><strong>1. Konversi Skala Batang</strong></p>
304
<p><strong>Ruas garis</strong>skala yang berada<strong>di bagian atas</strong>menunjukkan<strong>jarak pada peta</strong>. Interval antarruas garisnya adalah<strong>1 cm</strong>. Sementara itu,<strong>ruas garis</strong>yang berada<strong>di bagian bawah</strong>menunjukkan<strong>jarak sebenarnya</strong>. Interval antarruas garis di bagian bawah adalah<strong>6 km</strong>. Hal ini menunjukkan bahwa<strong>setiap 1 cm pada peta mewakili jarak 6 km atau 600.000 cm pada kondisi sebenarnya</strong>. Oleh sebab itu, skala petanya adalah<strong>1:600.000</strong>.</p>
304
<p><strong>Ruas garis</strong>skala yang berada<strong>di bagian atas</strong>menunjukkan<strong>jarak pada peta</strong>. Interval antarruas garisnya adalah<strong>1 cm</strong>. Sementara itu,<strong>ruas garis</strong>yang berada<strong>di bagian bawah</strong>menunjukkan<strong>jarak sebenarnya</strong>. Interval antarruas garis di bagian bawah adalah<strong>6 km</strong>. Hal ini menunjukkan bahwa<strong>setiap 1 cm pada peta mewakili jarak 6 km atau 600.000 cm pada kondisi sebenarnya</strong>. Oleh sebab itu, skala petanya adalah<strong>1:600.000</strong>.</p>
305
<p><strong>2. Menghitung Jarak Sebenarnya</strong></p>
305
<p><strong>2. Menghitung Jarak Sebenarnya</strong></p>
306
<p>Berdasarkan perhitungan di atas, diketahui jarak dari rumah Akbar ke kantor adalah<strong>36 km</strong>.</p>
306
<p>Berdasarkan perhitungan di atas, diketahui jarak dari rumah Akbar ke kantor adalah<strong>36 km</strong>.</p>
307
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
307
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
308
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pengetahuan Dasar Pemetaan</strong></p>
308
<p><strong>Topik</strong><strong>: Pengetahuan Dasar Pemetaan</strong></p>
309
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jenis Citra dan Interpretasi Penginderaan Jauh</strong></p>
309
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Jenis Citra dan Interpretasi Penginderaan Jauh</strong></p>
310
<p>7. Daerah aliran sungai pada citra dapat dibedakan dengan mengenali ada atau tidaknya ketampakan meander sungai. Ciri penginderaan jauh yang ditunjukkan oleh meander sungai tersebut termasuk dalam ciri ….</p>
310
<p>7. Daerah aliran sungai pada citra dapat dibedakan dengan mengenali ada atau tidaknya ketampakan meander sungai. Ciri penginderaan jauh yang ditunjukkan oleh meander sungai tersebut termasuk dalam ciri ….</p>
311
<ol><li>rona</li>
311
<ol><li>rona</li>
312
<li>spasial</li>
312
<li>spasial</li>
313
<li>spektral</li>
313
<li>spektral</li>
314
<li>tekstur</li>
314
<li>tekstur</li>
315
<li>temporal</li>
315
<li>temporal</li>
316
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
316
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
317
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
317
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
318
<p>Daerah aliran sungai pada citra dapat dikenali melalui keberadaan meander sungai. Meander sungai merupakan bagian sungai yang berkelok-kelok dengan arah belokan mencapai setengah lingkaran dan biasanya ditemukan di daerah hilir sungai. Meander sungai pada citra dapat dikenali melalui bentuknya yang berkelok-kelok. Bentuk merupakan salah satu ciri yang digunakan dalam proses interpretasi citra dan termasuk dalam ciri spasial.</p>
318
<p>Daerah aliran sungai pada citra dapat dikenali melalui keberadaan meander sungai. Meander sungai merupakan bagian sungai yang berkelok-kelok dengan arah belokan mencapai setengah lingkaran dan biasanya ditemukan di daerah hilir sungai. Meander sungai pada citra dapat dikenali melalui bentuknya yang berkelok-kelok. Bentuk merupakan salah satu ciri yang digunakan dalam proses interpretasi citra dan termasuk dalam ciri spasial.</p>
319
<p>Jawaban yang tepat adalah B.</p>
319
<p>Jawaban yang tepat adalah B.</p>
320
<p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal & Pembahasan PTS Kelas 10 IPS Semester Ganjil 2023</a></strong></p>
320
<p><strong>Baca Juga:<a>Latihan Soal & Pembahasan PTS Kelas 10 IPS Semester Ganjil 2023</a></strong></p>
321
<h2>SEJARAH</h2>
321
<h2>SEJARAH</h2>
322
<p><strong>Topik</strong><strong>: Cara Berpikir Sejarah</strong></p>
322
<p><strong>Topik</strong><strong>: Cara Berpikir Sejarah</strong></p>
323
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Cara Berpikir Diakronik (Kronologis) dalam Mempelajari Sejarah</strong></p>
323
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Cara Berpikir Diakronik (Kronologis) dalam Mempelajari Sejarah</strong></p>
324
<p>1. Sejarah etimologis, kata diakronik berasal dari bahasa ….</p>
324
<p>1. Sejarah etimologis, kata diakronik berasal dari bahasa ….</p>
325
<ol><li>Inggris</li>
325
<ol><li>Inggris</li>
326
<li>Spanyol</li>
326
<li>Spanyol</li>
327
<li>Portugis</li>
327
<li>Portugis</li>
328
<li>Yunani</li>
328
<li>Yunani</li>
329
<li>Romawi</li>
329
<li>Romawi</li>
330
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
330
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
331
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>: </strong></p>
331
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>: </strong></p>
332
<p>Secara etimologis, kata diakronik berasal dari bahasa Yunani yaitu<em>dia</em>dan<em>chronos</em>.<em>Dia</em>artinya melintas, melampaui, atau melalui, sedangkan<em>chronos</em>artinya waktu. Jadi, diakronik itu artinya sesuatu yang melintas, melampaui, atau melalui dalam batasan-batasan waktu.</p>
332
<p>Secara etimologis, kata diakronik berasal dari bahasa Yunani yaitu<em>dia</em>dan<em>chronos</em>.<em>Dia</em>artinya melintas, melampaui, atau melalui, sedangkan<em>chronos</em>artinya waktu. Jadi, diakronik itu artinya sesuatu yang melintas, melampaui, atau melalui dalam batasan-batasan waktu.</p>
333
<p>Berdasarkan pembahasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah D.</p>
333
<p>Berdasarkan pembahasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah D.</p>
334
<p><strong>Baca Juga:<a>Menangkal Hoax dengan Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik</a></strong></p>
334
<p><strong>Baca Juga:<a>Menangkal Hoax dengan Cara Berpikir Diakronik dan Sinkronik</a></strong></p>
335
<p><strong>Topik</strong><strong>: Cara Berpikir Sejarah</strong></p>
335
<p><strong>Topik</strong><strong>: Cara Berpikir Sejarah</strong></p>
336
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Cara Berpikir Diakronik (Kronologis) dalam Mempelajari Sejarah</strong></p>
336
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Cara Berpikir Diakronik (Kronologis) dalam Mempelajari Sejarah</strong></p>
337
<p>2. Dampak Kebijakan Pemerintah terhadap Kehidupan Sosial di Kota Jakarta dari Tahun 1920-1990.</p>
337
<p>2. Dampak Kebijakan Pemerintah terhadap Kehidupan Sosial di Kota Jakarta dari Tahun 1920-1990.</p>
338
<p>Peristiwa di atas menggunakan cara berpikir ….</p>
338
<p>Peristiwa di atas menggunakan cara berpikir ….</p>
339
<ol><li>kontinuitas</li>
339
<ol><li>kontinuitas</li>
340
<li>diakronik</li>
340
<li>diakronik</li>
341
<li>anakronik</li>
341
<li>anakronik</li>
342
<li>sinkronik</li>
342
<li>sinkronik</li>
343
<li>deduktif</li>
343
<li>deduktif</li>
344
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
344
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
345
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
345
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
346
<p>Peristiwa di atas, menggunakan cara berpikir diakronik yaitu dengan ciri memiliki rentang waktu yang cukup panjang namun ruang atau tempat yang sempit. Ruang pada ciri berpikir diakronik hanya meliputi Jakarta saja, sedangkan waktu peristiwa cukup panjang yaitu dari tahun 1920 sampai 1990 dimana kita sebagai peneliti dapat membandingkan perubahan apa saja yang terjadi dari masa ke masa.</p>
346
<p>Peristiwa di atas, menggunakan cara berpikir diakronik yaitu dengan ciri memiliki rentang waktu yang cukup panjang namun ruang atau tempat yang sempit. Ruang pada ciri berpikir diakronik hanya meliputi Jakarta saja, sedangkan waktu peristiwa cukup panjang yaitu dari tahun 1920 sampai 1990 dimana kita sebagai peneliti dapat membandingkan perubahan apa saja yang terjadi dari masa ke masa.</p>
347
<p>Berdasarkan pembahasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah B.</p>
347
<p>Berdasarkan pembahasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah B.</p>
348
<p><strong>Topik</strong><strong>: Ruang Lingkup Ilmu Sejarah</strong></p>
348
<p><strong>Topik</strong><strong>: Ruang Lingkup Ilmu Sejarah</strong></p>
349
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sejarah sebagai Peristiwa, Ilmu, Kisah, dan Seni</strong></p>
349
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sejarah sebagai Peristiwa, Ilmu, Kisah, dan Seni</strong></p>
350
<p>3. Sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri yang unik. Maksud dari ciri unik dari sejarah sebagai peristiwa adalah ….</p>
350
<p>3. Sejarah sebagai peristiwa memiliki ciri yang unik. Maksud dari ciri unik dari sejarah sebagai peristiwa adalah ….</p>
351
<ol><li>karena sejarah mempunyai objek penelitian</li>
351
<ol><li>karena sejarah mempunyai objek penelitian</li>
352
<li>peristiwa sejarah yang terjadi benar-benar penting</li>
352
<li>peristiwa sejarah yang terjadi benar-benar penting</li>
353
<li>karena peristiwa sejarah bisa berlangsung berulang kali</li>
353
<li>karena peristiwa sejarah bisa berlangsung berulang kali</li>
354
<li>peristiwa sejarah yang terjadi adalah peristiwa-peristiwa yang unik</li>
354
<li>peristiwa sejarah yang terjadi adalah peristiwa-peristiwa yang unik</li>
355
<li>karena peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali, dan tidak bisa diulang</li>
355
<li>karena peristiwa sejarah hanya terjadi satu kali, dan tidak bisa diulang</li>
356
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
356
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
357
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
357
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
358
<p>Sejarah sebagai peristiwa yang unik adalah salah satu dari ciri sejarah sebagai peristiwa. Maksud unik dalam konteks tersebut adalah peristiwa sejarah hanya berlangsung sekali dan tidak bisa diulang dan tidak ada lagi peristiwa lain yang persis sama dengan peristiwa yang terjadi dalam waktu tertentu.</p>
358
<p>Sejarah sebagai peristiwa yang unik adalah salah satu dari ciri sejarah sebagai peristiwa. Maksud unik dalam konteks tersebut adalah peristiwa sejarah hanya berlangsung sekali dan tidak bisa diulang dan tidak ada lagi peristiwa lain yang persis sama dengan peristiwa yang terjadi dalam waktu tertentu.</p>
359
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</p>
359
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</p>
360
<p><strong>Topik</strong><strong>: Ruang Lingkup Ilmu Sejarah</strong></p>
360
<p><strong>Topik</strong><strong>: Ruang Lingkup Ilmu Sejarah</strong></p>
361
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sejarah sebagai Peristiwa, Ilmu, Kisah, dan Seni</strong></p>
361
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Sejarah sebagai Peristiwa, Ilmu, Kisah, dan Seni</strong></p>
362
<p>4. Ruang lingkup sejarah sebagai kisah dapat dikatakan bersifat subjektif. Hal itu karena ….</p>
362
<p>4. Ruang lingkup sejarah sebagai kisah dapat dikatakan bersifat subjektif. Hal itu karena ….</p>
363
<ol><li>tidak menggunakan metode ilmiah dalam rekonstruksinya</li>
363
<ol><li>tidak menggunakan metode ilmiah dalam rekonstruksinya</li>
364
<li>kurang menggunakan fakta dalam proses penyusunan kembalinya</li>
364
<li>kurang menggunakan fakta dalam proses penyusunan kembalinya</li>
365
<li>menggunakan imajinasi dalam rekonstruksinya</li>
365
<li>menggunakan imajinasi dalam rekonstruksinya</li>
366
<li>disusun berdasarkan penafsiran seseorang dalam merekonstruksi sejarah</li>
366
<li>disusun berdasarkan penafsiran seseorang dalam merekonstruksi sejarah</li>
367
<li>tidak menggunakan kerangka ilmiah yang baik dan benar</li>
367
<li>tidak menggunakan kerangka ilmiah yang baik dan benar</li>
368
</ol><p>Jawaban: D</p>
368
</ol><p>Jawaban: D</p>
369
<p>Pembahasan:</p>
369
<p>Pembahasan:</p>
370
<p>Sejarah sebagai kisah sering disebut subjektif karena disusun berdasarkan penafsiran seseorang dalam merekonstruksi sejarah. Hal tersebut terjadi karena sejarah adalah kejadian-kejadian pada masa lalu yang dibangun kembali melalui ingatan-ingatan terkait suatu peristiwa, lalu ditafsirkan oleh sejarawan atau orang yang meneliti peristiwa tersebut.</p>
370
<p>Sejarah sebagai kisah sering disebut subjektif karena disusun berdasarkan penafsiran seseorang dalam merekonstruksi sejarah. Hal tersebut terjadi karena sejarah adalah kejadian-kejadian pada masa lalu yang dibangun kembali melalui ingatan-ingatan terkait suatu peristiwa, lalu ditafsirkan oleh sejarawan atau orang yang meneliti peristiwa tersebut.</p>
371
<p>Jadi, ruang lingkup sejarah sebagai kisah dapat dikatakan bersifat subjektif. Hal itu karena disusun berdasarkan penafsiran seseorang dalam merekonstruksi sejarah.</p>
371
<p>Jadi, ruang lingkup sejarah sebagai kisah dapat dikatakan bersifat subjektif. Hal itu karena disusun berdasarkan penafsiran seseorang dalam merekonstruksi sejarah.</p>
372
<p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</p>
372
<p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</p>
373
<p><strong>Topik</strong><strong>: Manusia dan Sejarah</strong></p>
373
<p><strong>Topik</strong><strong>: Manusia dan Sejarah</strong></p>
374
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Makna Perubahan dan Makna Keberlanjutan</strong></p>
374
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Makna Perubahan dan Makna Keberlanjutan</strong></p>
375
<p>5. Hal yang terjadi berulang dalam suatu peristiwa sejarah adalah ….</p>
375
<p>5. Hal yang terjadi berulang dalam suatu peristiwa sejarah adalah ….</p>
376
<ol><li>waktu</li>
376
<ol><li>waktu</li>
377
<li>tempat</li>
377
<li>tempat</li>
378
<li>peristiwa</li>
378
<li>peristiwa</li>
379
<li>fenomena</li>
379
<li>fenomena</li>
380
<li>pelaku/manusia</li>
380
<li>pelaku/manusia</li>
381
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
381
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
382
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
382
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
383
<p>Hal yang berulang dalam sejarah adalah fenomena. Apa itu fenomena? Fenomena adalah gejala atau alur cerita yang hampir mirip antara peristiwa yang sebelumnya terjadi dan terjadi kembali pada masa setelahnya. Contohnya adalah jatuhnya Kekuasaan Soekarno diakibatkan adanya aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa. Fenomena dalam peristiwa tersebut kembali terjadi setelah Presiden Soeharto lengser akibat aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa.</p>
383
<p>Hal yang berulang dalam sejarah adalah fenomena. Apa itu fenomena? Fenomena adalah gejala atau alur cerita yang hampir mirip antara peristiwa yang sebelumnya terjadi dan terjadi kembali pada masa setelahnya. Contohnya adalah jatuhnya Kekuasaan Soekarno diakibatkan adanya aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa. Fenomena dalam peristiwa tersebut kembali terjadi setelah Presiden Soeharto lengser akibat aksi-aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa.</p>
384
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</p>
384
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</p>
385
<p><strong>Baca Juga:<a>Konsep Kehidupan Manusia dalam Ruang dan Waktu</a></strong></p>
385
<p><strong>Baca Juga:<a>Konsep Kehidupan Manusia dalam Ruang dan Waktu</a></strong></p>
386
<p><strong>Topik</strong><strong>: Manusia dan Sejarah</strong></p>
386
<p><strong>Topik</strong><strong>: Manusia dan Sejarah</strong></p>
387
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Makna Perubahan dan Makna Keberlanjutan</strong></p>
387
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Makna Perubahan dan Makna Keberlanjutan</strong></p>
388
<p>6. Perhatikan aspek-aspek berikut!</p>
388
<p>6. Perhatikan aspek-aspek berikut!</p>
389
<ol><li>perkembangan</li>
389
<ol><li>perkembangan</li>
390
<li>diakronik</li>
390
<li>diakronik</li>
391
<li>berkelanjutan</li>
391
<li>berkelanjutan</li>
392
<li>sinkronik</li>
392
<li>sinkronik</li>
393
<li>pengulangan</li>
393
<li>pengulangan</li>
394
</ol><p>Dari aspek-aspek yang tertera di atas, yang berkaitan dengan konsep waktu dalam sejarah terdapat pada pilihan ….</p>
394
</ol><p>Dari aspek-aspek yang tertera di atas, yang berkaitan dengan konsep waktu dalam sejarah terdapat pada pilihan ….</p>
395
<ol><li>1, 2 dan 3</li>
395
<ol><li>1, 2 dan 3</li>
396
<li>2, 4 dan 5</li>
396
<li>2, 4 dan 5</li>
397
<li>2, 3 dan 4 </li>
397
<li>2, 3 dan 4 </li>
398
<li>1, 3 dan 5</li>
398
<li>1, 3 dan 5</li>
399
<li>benar semua</li>
399
<li>benar semua</li>
400
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
400
</ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
401
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
401
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
402
<p>Dari aspek-aspek di atas yang termasuk dalam konsep waktu dalam sejarah adalah perkembangan, berkelanjutan dan pengulangan. Perkembangan adalah suatu keadaaan dalam masyarakat yang terjadi pada periode tertentu dalam sejarah yang berkembang dari dan disebabkan oleh kondisi yang terjadi sebelumnya.</p>
402
<p>Dari aspek-aspek di atas yang termasuk dalam konsep waktu dalam sejarah adalah perkembangan, berkelanjutan dan pengulangan. Perkembangan adalah suatu keadaaan dalam masyarakat yang terjadi pada periode tertentu dalam sejarah yang berkembang dari dan disebabkan oleh kondisi yang terjadi sebelumnya.</p>
403
<p>Kesinambungan adalah suatu kondisi terkadang tidak melahirkan suatu kondisi yang baru. Tetapi tetap diwariskan atau diteruskan karena dianggap baik oleh suatu masyarakat. Sedangkan pengulangan adalah suatu fenomena yang pernah terjadi pada masa sebelumnya yang terulang kembali pada masa sesudahnya atau masa sekarang. Pengulangan bukan berarti peristiwanya yang berulang, melainkan fenomenanya<strong>.</strong><strong></strong></p>
403
<p>Kesinambungan adalah suatu kondisi terkadang tidak melahirkan suatu kondisi yang baru. Tetapi tetap diwariskan atau diteruskan karena dianggap baik oleh suatu masyarakat. Sedangkan pengulangan adalah suatu fenomena yang pernah terjadi pada masa sebelumnya yang terulang kembali pada masa sesudahnya atau masa sekarang. Pengulangan bukan berarti peristiwanya yang berulang, melainkan fenomenanya<strong>.</strong><strong></strong></p>
404
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</p>
404
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</p>
405
<p>Topik: Konsep Perubahan dan Keberlanjutan</p>
405
<p>Topik: Konsep Perubahan dan Keberlanjutan</p>
406
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Makna Perubahan dan Makna Keberlanjutan</strong></p>
406
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Makna Perubahan dan Makna Keberlanjutan</strong></p>
407
<p>7. Perubahan dalam sejarah yang berlangsung sangat cepat dan mendasar disebut juga sebagai ….</p>
407
<p>7. Perubahan dalam sejarah yang berlangsung sangat cepat dan mendasar disebut juga sebagai ….</p>
408
<ol><li>progresif</li>
408
<ol><li>progresif</li>
409
<li>revolusi</li>
409
<li>revolusi</li>
410
<li>evolusi</li>
410
<li>evolusi</li>
411
<li>radikal</li>
411
<li>radikal</li>
412
<li>agresif</li>
412
<li>agresif</li>
413
</ol><p>Jawaban: B</p>
413
</ol><p>Jawaban: B</p>
414
<p>Pembahasan:</p>
414
<p>Pembahasan:</p>
415
<p>Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Salah satu contoh revolusi adalah peristiwa revolusi kemerdekaan Indonesia yang berlangsung cepat dan mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia.</p>
415
<p>Revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara cepat dan menyangkut dasar atau pokok-pokok kehidupan masyarakat. Salah satu contoh revolusi adalah peristiwa revolusi kemerdekaan Indonesia yang berlangsung cepat dan mempengaruhi kehidupan masyarakat Indonesia.</p>
416
<ul><li>Jawaban A tidak tepat karena progresif adalah perubahan-perubahan yang membawa masyarakat ke arah perbaikan atau kemajuan.</li>
416
<ul><li>Jawaban A tidak tepat karena progresif adalah perubahan-perubahan yang membawa masyarakat ke arah perbaikan atau kemajuan.</li>
417
<li>Jawaban C tidak tepat karena evolusi adalah perubahan dalam sejarah yang berlangsung dengan lambat.</li>
417
<li>Jawaban C tidak tepat karena evolusi adalah perubahan dalam sejarah yang berlangsung dengan lambat.</li>
418
<li>Jawaban D tidak tepat karena radikal adalah paham yang dibuat sekelompok aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial atau politik secara drastis.</li>
418
<li>Jawaban D tidak tepat karena radikal adalah paham yang dibuat sekelompok aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial atau politik secara drastis.</li>
419
<li>Jawaban E tidak tepat karena agresif adalah perubahan yang merugikan atau mengakibatkan kemunduran masyarakat.</li>
419
<li>Jawaban E tidak tepat karena agresif adalah perubahan yang merugikan atau mengakibatkan kemunduran masyarakat.</li>
420
</ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</p>
420
</ul><p>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</p>
421
<p>Selesai,<em>deh</em>latihan<strong>soal PTS kelas 10 SMA IPS Semester Ganjil tahun 2024</strong>! Gimana sudah siap untuk PTS belum? Untuk semakin memaksimalkan persiapan PTS kamu dari rumah, yuk, belajar lewat<a>aplikasi Ruangguru</a>. Pahami konsep materi jadi semakin mudah dengan adanya fitur Konsep Kilat dan Adapto. Cobain, yuk!</p>
421
<p>Selesai,<em>deh</em>latihan<strong>soal PTS kelas 10 SMA IPS Semester Ganjil tahun 2024</strong>! Gimana sudah siap untuk PTS belum? Untuk semakin memaksimalkan persiapan PTS kamu dari rumah, yuk, belajar lewat<a>aplikasi Ruangguru</a>. Pahami konsep materi jadi semakin mudah dengan adanya fitur Konsep Kilat dan Adapto. Cobain, yuk!</p>
422
422