0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Sudah siap hadapi UTBK tahun 2022 nanti? Yuk, tingkatkan persiapanmu dengan latihan soal UTBK 2022 TPS Pengetahuan Umum beserta pembahasannya di bawah ini. Selamat mengerjakan!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Sudah siap hadapi UTBK tahun 2022 nanti? Yuk, tingkatkan persiapanmu dengan latihan soal UTBK 2022 TPS Pengetahuan Umum beserta pembahasannya di bawah ini. Selamat mengerjakan!</em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<p><strong>Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 1-5!</strong></p>
3
<p><strong>Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 1-5!</strong></p>
4
<p> (1) Daun kelor merupakan jenis tanaman yang banyak dikenal masyarakat Indonesia. (2) Biasanya, masyarakat Indonesia menanam daun kelor di pekarangan rumah. (3) Selain untuk ditanam, daun kelor juga memiliki manfaat kesehatan apabila mengonsumsi dengan baik. (4) Manfaat mengonsumsi daun kelor, yaitu menjaga kesehatan ibu hamil, sebagai tambahan vitamin, dan menjaga daya tahan tubuh. (5) Daun kelor dapat disajikan menjadi sayuran sehari-hari maupun untuk teh. (6) Cara mengolah daun kelor pun terbilang mudah sehingga bisa dipraktikkan di rumah.</p>
4
<p> (1) Daun kelor merupakan jenis tanaman yang banyak dikenal masyarakat Indonesia. (2) Biasanya, masyarakat Indonesia menanam daun kelor di pekarangan rumah. (3) Selain untuk ditanam, daun kelor juga memiliki manfaat kesehatan apabila mengonsumsi dengan baik. (4) Manfaat mengonsumsi daun kelor, yaitu menjaga kesehatan ibu hamil, sebagai tambahan vitamin, dan menjaga daya tahan tubuh. (5) Daun kelor dapat disajikan menjadi sayuran sehari-hari maupun untuk teh. (6) Cara mengolah daun kelor pun terbilang mudah sehingga bisa dipraktikkan di rumah.</p>
5
<p> (7) Prof.Dr. F.G. Winarno dalam buku<em>Tanaman Kelor</em>(Moringa oleifera)<em>: Nilai Gizi, Manfaat, dan Potensi Usaha</em>(2018) menjelaskan manfaat dan cara mengolah daun kelor. (8) Dalam buku tersebut dijelaskan, daun kelor mengandung antioksidan yang sangat tinggi. (9) Kandungan tersebut dapat merawat sistem pencernaan, khususnya tukak lambung. (10) Selain itu, terdapat hasil penelitian dari dr. Paulus Wahyudi Halim, yang dimuat dalam buku tersebut, menyatakan bahwa tanaman kelor dari Provinsi Banten, khususnya Serang Selatan, memiliki energi dingin. (11) Tanaman ini sangat cocok untuk mengatasi penyakit yang mengeluarkan energi panas atau kelebihan energi seperti radang, inflamasi, atau kanker. (12) Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa dengan mengonsumsi daun kelor secara berkala akan memperoleh keseimbangan nutrisi dalam tubuh. (13) Energi dan ketahanan tubuh seseorang akan meningkat setelah mengonsumsi tanaman kelor.</p>
5
<p> (7) Prof.Dr. F.G. Winarno dalam buku<em>Tanaman Kelor</em>(Moringa oleifera)<em>: Nilai Gizi, Manfaat, dan Potensi Usaha</em>(2018) menjelaskan manfaat dan cara mengolah daun kelor. (8) Dalam buku tersebut dijelaskan, daun kelor mengandung antioksidan yang sangat tinggi. (9) Kandungan tersebut dapat merawat sistem pencernaan, khususnya tukak lambung. (10) Selain itu, terdapat hasil penelitian dari dr. Paulus Wahyudi Halim, yang dimuat dalam buku tersebut, menyatakan bahwa tanaman kelor dari Provinsi Banten, khususnya Serang Selatan, memiliki energi dingin. (11) Tanaman ini sangat cocok untuk mengatasi penyakit yang mengeluarkan energi panas atau kelebihan energi seperti radang, inflamasi, atau kanker. (12) Dalam buku tersebut dijelaskan bahwa dengan mengonsumsi daun kelor secara berkala akan memperoleh keseimbangan nutrisi dalam tubuh. (13) Energi dan ketahanan tubuh seseorang akan meningkat setelah mengonsumsi tanaman kelor.</p>
6
<p> (14) […], daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan akibat kekurangan vitamin dan mineral. (15) Misalnya kekurangan vitamin A, seperti penyakit gangguan penglihatan, kekurangan kolina, atau penumpukan lemak pada liver. (16) Daun kelor juga dapat mengobati penyakit kekurangan kalsium (osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), serta kekurangan protein (rambut pecah-pecah dan gangguan pertumbuhan pada anak). (17) Tanaman kelor bermanfaat untuk menangani kelaparan gizi atau malnutrisi bagi anak-anak serta ibu yang sedang menyusui atau sedang hamil. (18) Daun kelor juga bermanfaat bagi organ pencernaan, peningkatan fungsi hati, dan merangsang keluarnya ASI.</p>
6
<p> (14) […], daun kelor juga berkhasiat untuk mengatasi berbagai keluhan akibat kekurangan vitamin dan mineral. (15) Misalnya kekurangan vitamin A, seperti penyakit gangguan penglihatan, kekurangan kolina, atau penumpukan lemak pada liver. (16) Daun kelor juga dapat mengobati penyakit kekurangan kalsium (osteoporosis), kekurangan zat besi (anemia), serta kekurangan protein (rambut pecah-pecah dan gangguan pertumbuhan pada anak). (17) Tanaman kelor bermanfaat untuk menangani kelaparan gizi atau malnutrisi bagi anak-anak serta ibu yang sedang menyusui atau sedang hamil. (18) Daun kelor juga bermanfaat bagi organ pencernaan, peningkatan fungsi hati, dan merangsang keluarnya ASI.</p>
7
<p> (19) Semua bagian tanaman kelor dapat dimanfaatkan, baik daun muda, bunga, batang, maupun biji kelor, sebagai bahan pangan sayuran sehari-hari. (20) Biasanya, kelor menjadi menu makanan yang disajikan masyarakat Asia. (21) Selain disajikan sebagai makanan, kelor juga dapat dikonsumsi dengan cara diminum. (22) Untuk membuatnya, masukkan tiga helai daun kelor ke dalam air yang sedang dimasak. (23) Setelah airnya mendidih, tiriskan hingga hangat ke dalam wadah. (24) Air hasil rebusan tersebut dapat diminum selagi hangat. (25) Selain menjadi makanan sehari-hari, daun kelor dapat diolah ke dalam bentuk lain, seperti tepung kelor dan teh. (26) Tepung kelor bisa dijadikan campuran kue atau adonan mi sebagai pewarna alami.</p>
7
<p> (19) Semua bagian tanaman kelor dapat dimanfaatkan, baik daun muda, bunga, batang, maupun biji kelor, sebagai bahan pangan sayuran sehari-hari. (20) Biasanya, kelor menjadi menu makanan yang disajikan masyarakat Asia. (21) Selain disajikan sebagai makanan, kelor juga dapat dikonsumsi dengan cara diminum. (22) Untuk membuatnya, masukkan tiga helai daun kelor ke dalam air yang sedang dimasak. (23) Setelah airnya mendidih, tiriskan hingga hangat ke dalam wadah. (24) Air hasil rebusan tersebut dapat diminum selagi hangat. (25) Selain menjadi makanan sehari-hari, daun kelor dapat diolah ke dalam bentuk lain, seperti tepung kelor dan teh. (26) Tepung kelor bisa dijadikan campuran kue atau adonan mi sebagai pewarna alami.</p>
8
<p>Wijaya, Yana Gabriella.2021. “Manfaat Konsumsi Daun Kelor, Bisa Tambah Daya Tahan Tubuh”.<em>Kompas.com.</em>Diakses dan Diadaptasi pada 14 Maret 2021.<a>https://www.kompas.com/food/read/2021/03/10/170600775/manfaat-konsumsi-daun-kelor-bisa-tambah-daya-tahan-tubuh?page=all</a></p>
8
<p>Wijaya, Yana Gabriella.2021. “Manfaat Konsumsi Daun Kelor, Bisa Tambah Daya Tahan Tubuh”.<em>Kompas.com.</em>Diakses dan Diadaptasi pada 14 Maret 2021.<a>https://www.kompas.com/food/read/2021/03/10/170600775/manfaat-konsumsi-daun-kelor-bisa-tambah-daya-tahan-tubuh?page=all</a></p>
9
<p><strong>1. Topik</strong><strong>:<a>Pengetahuan dan Pemahaman Umum</a></strong></p>
9
<p><strong>1. Topik</strong><strong>:<a>Pengetahuan dan Pemahaman Umum</a></strong></p>
10
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Analisis Wacana</strong></p>
10
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Analisis Wacana</strong></p>
11
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
11
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
12
<p>Pernyataan yang TIDAK sesuai dengan isi teks di atas adalah … </p>
12
<p>Pernyataan yang TIDAK sesuai dengan isi teks di atas adalah … </p>
13
<ol><li>Dengan manfaat yang banyak, masyarakat Indonesia banyak menanam daun kelor di pekarangan rumahnya. </li>
13
<ol><li>Dengan manfaat yang banyak, masyarakat Indonesia banyak menanam daun kelor di pekarangan rumahnya. </li>
14
<li>Salah satu manfaat tanaman kelor adalah untuk menangani radang dan tukak lambung. </li>
14
<li>Salah satu manfaat tanaman kelor adalah untuk menangani radang dan tukak lambung. </li>
15
<li>Tanaman kelor sangat bermanfaat bagi ibu hamil dan anak-anak untuk mengatasi malnutrisi. </li>
15
<li>Tanaman kelor sangat bermanfaat bagi ibu hamil dan anak-anak untuk mengatasi malnutrisi. </li>
16
<li>Selain mengatasi kekurangan vitamin dan mineral, daun kelor bermanfaat untuk merangsang keluarnya ASI bagi ibu menyusui. </li>
16
<li>Selain mengatasi kekurangan vitamin dan mineral, daun kelor bermanfaat untuk merangsang keluarnya ASI bagi ibu menyusui. </li>
17
<li>Biji kelor adalah bagian satu-satunya dari tanaman kelor yang tidak dapat dijadikan bahan pangan oleh masyarakat Indonesia. </li>
17
<li>Biji kelor adalah bagian satu-satunya dari tanaman kelor yang tidak dapat dijadikan bahan pangan oleh masyarakat Indonesia. </li>
18
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
18
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
19
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
19
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
20
<p>Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi teks di atas adalah<em>Biji daun kelor adalah bagian satu-satunya dari tanaman kelor yang tidak dapat dijadikan bahan pangan oleh masyarakat Indonesia.</em>Pada kalimat (19), disebutkan bahwa<strong>semua bagian tanaman kelor</strong>dapat dimanfaatkan, baik daun muda, bunga, batang,<strong>maupun biji kelor,</strong>sebagai bahan pangan sayuran sehari-hari.</p>
20
<p>Pernyataan yang tidak sesuai dengan isi teks di atas adalah<em>Biji daun kelor adalah bagian satu-satunya dari tanaman kelor yang tidak dapat dijadikan bahan pangan oleh masyarakat Indonesia.</em>Pada kalimat (19), disebutkan bahwa<strong>semua bagian tanaman kelor</strong>dapat dimanfaatkan, baik daun muda, bunga, batang,<strong>maupun biji kelor,</strong>sebagai bahan pangan sayuran sehari-hari.</p>
21
<ul><li>Pilihan A tidak tepat. Pernyataan tersebut sesuai dengan kalimat (2) sampai dengan kalimat (5) yang menyebutkan<strong>beberapa manfaat dari daun kelor</strong>serta<strong>masyarakat Indonesia yang menanam tanaman kelor di pekarangan rumahnya.</strong></li>
21
<ul><li>Pilihan A tidak tepat. Pernyataan tersebut sesuai dengan kalimat (2) sampai dengan kalimat (5) yang menyebutkan<strong>beberapa manfaat dari daun kelor</strong>serta<strong>masyarakat Indonesia yang menanam tanaman kelor di pekarangan rumahnya.</strong></li>
22
<li>Pilihan B tidak tepat. Pernyataan tersebut sesuai dengan kalimat (9) yang menyebutkan<strong>kandungan yang terdapat dalam daun kelor dapat mengatasi tukak lambung.</strong>Selain itu, pada kalimat (11) tanaman kelor yang berasal dari Banten dapat<strong>mengatasi penyakit yang mengeluarkan energi panas atau kelebihan energi, seperti radang,</strong>inflamasi, atau kanker.</li>
22
<li>Pilihan B tidak tepat. Pernyataan tersebut sesuai dengan kalimat (9) yang menyebutkan<strong>kandungan yang terdapat dalam daun kelor dapat mengatasi tukak lambung.</strong>Selain itu, pada kalimat (11) tanaman kelor yang berasal dari Banten dapat<strong>mengatasi penyakit yang mengeluarkan energi panas atau kelebihan energi, seperti radang,</strong>inflamasi, atau kanker.</li>
23
<li>Pilihan C tidak tepat. Pernyataan tersebut sesuai dengan kalimat (17) yang menyatakan<strong>tanaman kelor bermanfaat bagi anak-anak, ibu menyusui, atau ibu hamil untuk menangani malnutrisi.</strong></li>
23
<li>Pilihan C tidak tepat. Pernyataan tersebut sesuai dengan kalimat (17) yang menyatakan<strong>tanaman kelor bermanfaat bagi anak-anak, ibu menyusui, atau ibu hamil untuk menangani malnutrisi.</strong></li>
24
<li>Pilihan D tidak tepat. Pernyataan tersebut sesuai dengan kalimat (18) yang menyatakan daun kelor dapat<strong>bermanfaat bagi organ pencernaan, peningkatan fungsi hati, dan merangsang keluarnya ASI.</strong></li>
24
<li>Pilihan D tidak tepat. Pernyataan tersebut sesuai dengan kalimat (18) yang menyatakan daun kelor dapat<strong>bermanfaat bagi organ pencernaan, peningkatan fungsi hati, dan merangsang keluarnya ASI.</strong></li>
25
</ul><p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong><strong></strong> </p>
25
</ul><p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.</strong><strong></strong> </p>
26
<p><strong>2. Topik</strong><strong>: Pengetahuan dan Pemahaman Umum</strong></p>
26
<p><strong>2. Topik</strong><strong>: Pengetahuan dan Pemahaman Umum</strong></p>
27
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Tata Kata dan Makna</strong></p>
27
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Tata Kata dan Makna</strong></p>
28
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
28
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
29
<p>Sinonim dari kata<em>energi</em>adalah ….</p>
29
<p>Sinonim dari kata<em>energi</em>adalah ….</p>
30
<ol><li>sumber </li>
30
<ol><li>sumber </li>
31
<li>hasil </li>
31
<li>hasil </li>
32
<li>upaya </li>
32
<li>upaya </li>
33
<li>kuat </li>
33
<li>kuat </li>
34
<li>segar </li>
34
<li>segar </li>
35
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
35
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
36
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
36
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
37
<p>Menurut KBBI, kata<em>energi</em>memiliki makna ‘kemampuan untuk melakukan kerja (misalnya untuk energi listrik dan mekanika); daya (kekuatan) yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan, misalnya dapat merupakan bagian suatu bahan atau tidak terikat pada bahan (seperti sinar matahari); tenaga. Kata<em>energi</em>bersinonim dengan kata<em>upaya</em>yang memiliki makna ‘usaha; ikhtiar (untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar, dan sebagainya);<strong>daya upaya</strong>’. Dengan demikian, kata<em>energi</em>memiliki makna yang sama dengan kata<em>upaya</em>.</p>
37
<p>Menurut KBBI, kata<em>energi</em>memiliki makna ‘kemampuan untuk melakukan kerja (misalnya untuk energi listrik dan mekanika); daya (kekuatan) yang dapat digunakan untuk melakukan berbagai proses kegiatan, misalnya dapat merupakan bagian suatu bahan atau tidak terikat pada bahan (seperti sinar matahari); tenaga. Kata<em>energi</em>bersinonim dengan kata<em>upaya</em>yang memiliki makna ‘usaha; ikhtiar (untuk mencapai suatu maksud, memecahkan persoalan, mencari jalan keluar, dan sebagainya);<strong>daya upaya</strong>’. Dengan demikian, kata<em>energi</em>memiliki makna yang sama dengan kata<em>upaya</em>.</p>
38
<ul><li><strong>Pilihan A tidak tepat.</strong>Kata<em>sumber</em>memiliki makna ‘tempat keluar (air atau zat cair); mata air; asal (dalam berbagai arti)’. Kata<em>sumber</em>bersinonim dengan kata asal.</li>
38
<ul><li><strong>Pilihan A tidak tepat.</strong>Kata<em>sumber</em>memiliki makna ‘tempat keluar (air atau zat cair); mata air; asal (dalam berbagai arti)’. Kata<em>sumber</em>bersinonim dengan kata asal.</li>
39
<li><strong>Pilihan B tidak tepat.</strong>Kata<em>hasil</em>memiliki makna ‘sesuatu yang diadakan (dibuat, dijadikan, dan sebagainya) oleh usaha (tanam-tanaman, sawah, tanah, ladang, hutan, dan sebagainya); pendapatan; perolehan; buah; akibat; kesudahan (dari pertandingan, ujian, dan sebagainya)’. Kata<em>hasil</em>bersinonim dengan kata buah.</li>
39
<li><strong>Pilihan B tidak tepat.</strong>Kata<em>hasil</em>memiliki makna ‘sesuatu yang diadakan (dibuat, dijadikan, dan sebagainya) oleh usaha (tanam-tanaman, sawah, tanah, ladang, hutan, dan sebagainya); pendapatan; perolehan; buah; akibat; kesudahan (dari pertandingan, ujian, dan sebagainya)’. Kata<em>hasil</em>bersinonim dengan kata buah.</li>
40
<li><strong>Pilihan D tidak tepat.</strong>Kata<em>kuat</em>memiliki makna ‘banyak tenaganya (gayanya, dayanya); mampu mengangkat (mengangkut dan sebagainya); banyak; tahan (tidak mudah patah, rusak, putus, dan sebagainya); awet; tidak mudah goyah (terpengaruh); teguh (tentang iman, pendirian, kemauan dan sebagainya); ketat (tentang pertahanan, penjagaan, dan sebagainya); tahan (menderita sakit dan sebagainya); kencang (tentang angin); berat (tekanannya); keras; nyaring; erat (tentang ikatan); mampu dan kuasa (berbuat sesuatu); mempunyai keunggulan (kecakapan dan sebagainya) dalam suatu pengetahuan (kecakapan)’. Kata<em>kuat</em>bersinonim dengan<em>tahan</em>.</li>
40
<li><strong>Pilihan D tidak tepat.</strong>Kata<em>kuat</em>memiliki makna ‘banyak tenaganya (gayanya, dayanya); mampu mengangkat (mengangkut dan sebagainya); banyak; tahan (tidak mudah patah, rusak, putus, dan sebagainya); awet; tidak mudah goyah (terpengaruh); teguh (tentang iman, pendirian, kemauan dan sebagainya); ketat (tentang pertahanan, penjagaan, dan sebagainya); tahan (menderita sakit dan sebagainya); kencang (tentang angin); berat (tekanannya); keras; nyaring; erat (tentang ikatan); mampu dan kuasa (berbuat sesuatu); mempunyai keunggulan (kecakapan dan sebagainya) dalam suatu pengetahuan (kecakapan)’. Kata<em>kuat</em>bersinonim dengan<em>tahan</em>.</li>
41
<li><strong>Pilihan E tidak tepat.</strong>Kata<em>segar</em>memiliki makna ‘berasa nyaman dan ringan (tentang perasaan badan); merasa nyaman (tentang udara); nyaman dan sehat (tentang kesehatan badan); baik tumbuhnya (tentang tumbuhan dan sebagainya, dipakai juga dalam arti kiasan); masih baru; tidak layu (tentang sayuran dan sebagainya, dipakai juga dalam arti kiasan). Kata<em>segar</em>bersinonim dengan<em>nyaman</em>.</li>
41
<li><strong>Pilihan E tidak tepat.</strong>Kata<em>segar</em>memiliki makna ‘berasa nyaman dan ringan (tentang perasaan badan); merasa nyaman (tentang udara); nyaman dan sehat (tentang kesehatan badan); baik tumbuhnya (tentang tumbuhan dan sebagainya, dipakai juga dalam arti kiasan); masih baru; tidak layu (tentang sayuran dan sebagainya, dipakai juga dalam arti kiasan). Kata<em>segar</em>bersinonim dengan<em>nyaman</em>.</li>
42
</ul><p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong></strong> </p>
42
</ul><p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong></strong> </p>
43
<p><strong>3. Topik</strong><strong>: Pengetahuan dan Pemahaman Umum</strong></p>
43
<p><strong>3. Topik</strong><strong>: Pengetahuan dan Pemahaman Umum</strong></p>
44
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Tata Paragraf</strong></p>
44
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Tata Paragraf</strong></p>
45
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
45
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
46
<p>Kalimat TIDAK efektif pada paragraf pertama terdapat pada kalimat nomor ….</p>
46
<p>Kalimat TIDAK efektif pada paragraf pertama terdapat pada kalimat nomor ….</p>
47
<ol><li>(1)</li>
47
<ol><li>(1)</li>
48
<li>(2)</li>
48
<li>(2)</li>
49
<li>(3)</li>
49
<li>(3)</li>
50
<li>(4)</li>
50
<li>(4)</li>
51
<li>(5)</li>
51
<li>(5)</li>
52
</ol><p><strong>Jawaban: C </strong></p>
52
</ol><p><strong>Jawaban: C </strong></p>
53
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
53
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
54
<p>Kalimat efektif merupakan kalimat yang ditulis sesuai kaidah ejaan, tidak ambigu, dan dapat dipahami oleh pembaca. Pada paragraf pertama terdapat satu kalimat tidak efektif, yaitu<strong>kalimat (3)</strong>yang berbunyi<em>Selain untuk ditanam, daun kelor juga memiliki manfaat kesehatan apabila mengonsumsi dengan baik.</em>Kata<em>mengonsumsi</em>dalam kalimat tersebut bermakna ‘memakan’. Frasa<em>daun kelor</em>merupakan hal yang dikenai tindakan. Agar menjadi efektif, kata<em>mengonsumsi</em>harus diubah menjadi kata<em>dikonsumsi</em>. Imbuhan<em>di</em>- pada kata<em>dikonsumsi</em>merupakan prefiks atau awalan yang digunakan untuk membentuk verba yang memiliki makna ‘dikenai suatu tindakan’. Penggunaan awalan<em>me</em>- tidak tepat karena tidak sesuai dengan konteks kalimat (3). Jadi, perbaikan yang tepat untuk kalimat (3) adalah<em>Selain untuk ditanam, daun kelor juga memiliki manfaat kesehatan apabila</em><strong><em>dikonsumsi</em></strong><em>dengan baik.</em></p>
54
<p>Kalimat efektif merupakan kalimat yang ditulis sesuai kaidah ejaan, tidak ambigu, dan dapat dipahami oleh pembaca. Pada paragraf pertama terdapat satu kalimat tidak efektif, yaitu<strong>kalimat (3)</strong>yang berbunyi<em>Selain untuk ditanam, daun kelor juga memiliki manfaat kesehatan apabila mengonsumsi dengan baik.</em>Kata<em>mengonsumsi</em>dalam kalimat tersebut bermakna ‘memakan’. Frasa<em>daun kelor</em>merupakan hal yang dikenai tindakan. Agar menjadi efektif, kata<em>mengonsumsi</em>harus diubah menjadi kata<em>dikonsumsi</em>. Imbuhan<em>di</em>- pada kata<em>dikonsumsi</em>merupakan prefiks atau awalan yang digunakan untuk membentuk verba yang memiliki makna ‘dikenai suatu tindakan’. Penggunaan awalan<em>me</em>- tidak tepat karena tidak sesuai dengan konteks kalimat (3). Jadi, perbaikan yang tepat untuk kalimat (3) adalah<em>Selain untuk ditanam, daun kelor juga memiliki manfaat kesehatan apabila</em><strong><em>dikonsumsi</em></strong><em>dengan baik.</em></p>
55
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong></strong> </p>
55
<p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong></strong> </p>
56
<p><strong>4. Topik</strong><strong>: Pengetahuan dan Pemahaman Umum</strong></p>
56
<p><strong>4. Topik</strong><strong>: Pengetahuan dan Pemahaman Umum</strong></p>
57
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Tata Paragraf</strong></p>
57
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Tata Paragraf</strong></p>
58
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
58
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
59
<p>Fungsi paragraf ketiga pada teks di atas adalah ….</p>
59
<p>Fungsi paragraf ketiga pada teks di atas adalah ….</p>
60
<ol><li>memberikan sudut pandang lain tentang gagasan yang dibahas pada paragraf sebelumnya </li>
60
<ol><li>memberikan sudut pandang lain tentang gagasan yang dibahas pada paragraf sebelumnya </li>
61
<li>menjelaskan lebih rinci gagasan yang dibahas pada paragraf sebelumnya </li>
61
<li>menjelaskan lebih rinci gagasan yang dibahas pada paragraf sebelumnya </li>
62
<li>menyimpulkan gagasan yang telah dibahas pada paragraf sebelumnya </li>
62
<li>menyimpulkan gagasan yang telah dibahas pada paragraf sebelumnya </li>
63
<li>mengungkapkan alasan penulis setuju dengan gagasan yang dibahas pada paragraf sebelumnya </li>
63
<li>mengungkapkan alasan penulis setuju dengan gagasan yang dibahas pada paragraf sebelumnya </li>
64
<li>menjelaskan bukti mengenai gagasan yang sudah dibahas pada paragraf sebelumnya </li>
64
<li>menjelaskan bukti mengenai gagasan yang sudah dibahas pada paragraf sebelumnya </li>
65
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
65
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
66
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
66
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
67
<p>Teks di atas terdiri dari beberapa paragraf. Teks tersebut membahas tentang khasiat daun kelor. Berikut analisis dari tiap paragraf.</p>
67
<p>Teks di atas terdiri dari beberapa paragraf. Teks tersebut membahas tentang khasiat daun kelor. Berikut analisis dari tiap paragraf.</p>
68
<ul><li>Paragraf pertama membahas tentang daun kelor yang sudah dikenal masyarakat Indonesia.</li>
68
<ul><li>Paragraf pertama membahas tentang daun kelor yang sudah dikenal masyarakat Indonesia.</li>
69
<li>Paragraf kedua membahas tentang khasiat tanaman kelor.</li>
69
<li>Paragraf kedua membahas tentang khasiat tanaman kelor.</li>
70
<li>Paragraf ketiga membahas tentang khasiat lain dari tanaman kelor.</li>
70
<li>Paragraf ketiga membahas tentang khasiat lain dari tanaman kelor.</li>
71
<li>Paragraf keempat membahas tentang hasil olahan tanaman kelor.</li>
71
<li>Paragraf keempat membahas tentang hasil olahan tanaman kelor.</li>
72
</ul><p>Berdasarkan penjelasan berikut, fungsi paragraf ketiga adalah menjelaskan lebih rinci gagasan yang dibahas pada paragraf sebelumnya. Pada paragraf kedua membahas tentang khasiat tanaman kelor, sedangkan paragraf ketiga membahas tentang khasiat tanaman kelor yang lebih banyak.</p>
72
</ul><p>Berdasarkan penjelasan berikut, fungsi paragraf ketiga adalah menjelaskan lebih rinci gagasan yang dibahas pada paragraf sebelumnya. Pada paragraf kedua membahas tentang khasiat tanaman kelor, sedangkan paragraf ketiga membahas tentang khasiat tanaman kelor yang lebih banyak.</p>
73
<ul><li>Pilihan A tidak tepat karena paragraf ketiga masih membahas mengenai khasiat tanaman kelor yang dibahas pada paragraf kedua.</li>
73
<ul><li>Pilihan A tidak tepat karena paragraf ketiga masih membahas mengenai khasiat tanaman kelor yang dibahas pada paragraf kedua.</li>
74
<li>Pilihan C tidak tepat karena paragraf ketiga bukan paragraf yang berisi simpulan dari beberapa paragraf sebelumnya.</li>
74
<li>Pilihan C tidak tepat karena paragraf ketiga bukan paragraf yang berisi simpulan dari beberapa paragraf sebelumnya.</li>
75
<li>Pilihan D tidak tepat karena paragraf ketiga tidak berisi pendapat penulis yang setuju dengan gagasan paragraf kedua.</li>
75
<li>Pilihan D tidak tepat karena paragraf ketiga tidak berisi pendapat penulis yang setuju dengan gagasan paragraf kedua.</li>
76
<li>Pilihan E tidak tepat karena paragraf ketiga tidak memberikan bukti orang-orang yang sudah merasakan khasiat dari tanaman kelor.</li>
76
<li>Pilihan E tidak tepat karena paragraf ketiga tidak memberikan bukti orang-orang yang sudah merasakan khasiat dari tanaman kelor.</li>
77
</ul><p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
77
</ul><p><strong>Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
78
<p><strong>5. Topik</strong><strong>: Pengetahuan dan Pemahaman Umum</strong></p>
78
<p><strong>5. Topik</strong><strong>: Pengetahuan dan Pemahaman Umum</strong></p>
79
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Tata Paragraf</strong></p>
79
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Tata Paragraf</strong></p>
80
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
80
<p><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
81
<p>Perbaikan yang tepat untuk kalimat (11) adalah …. </p>
81
<p>Perbaikan yang tepat untuk kalimat (11) adalah …. </p>
82
<ol><li>Tanaman ini cocok untuk menangani penyakit yang kelebihan energi, yaitu radang, inflamasi, atau kanker. </li>
82
<ol><li>Tanaman ini cocok untuk menangani penyakit yang kelebihan energi, yaitu radang, inflamasi, atau kanker. </li>
83
<li>Tanaman yang cocok untuk menanggulangi penyakit radang, inflamasi, atau kanker adalah kelor. </li>
83
<li>Tanaman yang cocok untuk menanggulangi penyakit radang, inflamasi, atau kanker adalah kelor. </li>
84
<li>Tanaman ini sangat cocok untuk mengatasi penyakit yang mengeluarkan kelebihan energi panas atau kelebihan energi, seperti radang, inflamasi, atau kanker. </li>
84
<li>Tanaman ini sangat cocok untuk mengatasi penyakit yang mengeluarkan kelebihan energi panas atau kelebihan energi, seperti radang, inflamasi, atau kanker. </li>
85
<li>Tanaman ini sangat cocok untuk mengatasi penyakit yang mengeluarkan kelebihan energi panas atau kelebihan energi adalah radang, inflamasi, atau kanker. </li>
85
<li>Tanaman ini sangat cocok untuk mengatasi penyakit yang mengeluarkan kelebihan energi panas atau kelebihan energi adalah radang, inflamasi, atau kanker. </li>
86
<li>Tanaman yang cocok untuk menanggulangi penyakit radang, inflamasi, atau kanker yakni kelor. </li>
86
<li>Tanaman yang cocok untuk menanggulangi penyakit radang, inflamasi, atau kanker yakni kelor. </li>
87
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
87
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
88
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
88
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
89
<p>Kalimat efektif merupakan kalimat yang ditulis sesuai kaidah ejaan, tidak ambigu, dan dapat dipahami oleh pembaca. Sementara, paragraf kedua pada teks di atas memuat kalimat tidak efektif, yakni terdapat pada kalimat (11)<em>Tanaman ini sangat cocok untuk mengatasi penyakit yang mengeluarkan energi panas atau kelebihan energi seperti radang, inflamasi, atau kanker.</em>Ketidakefektifan tersebut karena tidak terdapat tanda koma sebelum kata<em>seperti</em>. Seharusnya sebelum kata<em>seperti</em>ditambahkan tanda koma.</p>
89
<p>Kalimat efektif merupakan kalimat yang ditulis sesuai kaidah ejaan, tidak ambigu, dan dapat dipahami oleh pembaca. Sementara, paragraf kedua pada teks di atas memuat kalimat tidak efektif, yakni terdapat pada kalimat (11)<em>Tanaman ini sangat cocok untuk mengatasi penyakit yang mengeluarkan energi panas atau kelebihan energi seperti radang, inflamasi, atau kanker.</em>Ketidakefektifan tersebut karena tidak terdapat tanda koma sebelum kata<em>seperti</em>. Seharusnya sebelum kata<em>seperti</em>ditambahkan tanda koma.</p>
90
<ul><li><strong>Pilihan A, B, dan E tidak tepat.</strong>Informasi yang terdapat pada kalimat tersebut tidak sesuai dengan kalimat yang terdapat pada kalimat (11).</li>
90
<ul><li><strong>Pilihan A, B, dan E tidak tepat.</strong>Informasi yang terdapat pada kalimat tersebut tidak sesuai dengan kalimat yang terdapat pada kalimat (11).</li>
91
<li><strong>Pilihan D tidak tepat</strong>karena penggunaan kata<em>adalah</em>pada kalimat tersebut tidak sesuai dengan konteks kalimat (11). Konteks pada kalimat tersebut adalah perincian dari tanaman yang sangat cocok mengatasi penyakit kelebihan energi, seperti radang, inflamasi, atau kanker.</li>
91
<li><strong>Pilihan D tidak tepat</strong>karena penggunaan kata<em>adalah</em>pada kalimat tersebut tidak sesuai dengan konteks kalimat (11). Konteks pada kalimat tersebut adalah perincian dari tanaman yang sangat cocok mengatasi penyakit kelebihan energi, seperti radang, inflamasi, atau kanker.</li>
92
</ul><p>Dengan demikian, cara agar kalimat (11) menjadi efektif adalah dengan menambahkan tanda koma sebelum kata<em>seperti</em>.</p>
92
</ul><p>Dengan demikian, cara agar kalimat (11) menjadi efektif adalah dengan menambahkan tanda koma sebelum kata<em>seperti</em>.</p>
93
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong></strong> </p>
93
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong></strong> </p>
94
<p><strong>Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 6-9.</strong></p>
94
<p><strong>Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 6-9.</strong></p>
95
<p>(1) Indonesia disebut sebagai negara terbesar kedua penyumbang sampah plastik lautan di dunia sehingga Indonesia memiliki target ambisius untuk mengurangi sampah plastik lautan hingga 70 persen pada tahun 2025. (2) Pemerintah Indonesia mungkin harus mempertimbangkan beberapa hal untuk mencapai target tersebut. (3) Penelitian di tahun 2018 mengindikasikan bahwa Sungai Ciliwung, yang membelah ibu kota negara, Jakarta, berada dalam daftar sungai terkotor di dunia. (4) Penelitian yang melibatkan ilmuwan dari Indonesia dan Belanda serta bekerja sama dengan Waste4Change tersebut menemukan bahwa sampel yang diambil dari Sungai Ciliwung tercemar lebih parah ketimbang setidaknya 20 sungai di Eropa dan Asia Tenggara yang juga menjadi subyek penelitian.</p>
95
<p>(1) Indonesia disebut sebagai negara terbesar kedua penyumbang sampah plastik lautan di dunia sehingga Indonesia memiliki target ambisius untuk mengurangi sampah plastik lautan hingga 70 persen pada tahun 2025. (2) Pemerintah Indonesia mungkin harus mempertimbangkan beberapa hal untuk mencapai target tersebut. (3) Penelitian di tahun 2018 mengindikasikan bahwa Sungai Ciliwung, yang membelah ibu kota negara, Jakarta, berada dalam daftar sungai terkotor di dunia. (4) Penelitian yang melibatkan ilmuwan dari Indonesia dan Belanda serta bekerja sama dengan Waste4Change tersebut menemukan bahwa sampel yang diambil dari Sungai Ciliwung tercemar lebih parah ketimbang setidaknya 20 sungai di Eropa dan Asia Tenggara yang juga menjadi subyek penelitian.</p>
96
<p>(5)Telah dilakukan pengawasan terhadap makroplastik atau plastik dengan ukuran lebih dari 5 milimeter, di lima lokasi sepanjang Sungai Ciliwung pada Mei 2018. (6) Hasilnya, sebanyak 20.000 barang berbahan plastik mengalir ke Laut Jawa setiap jam. (7) Angka tersebut jauh lebih tinggi daripada Sungai Chao Phraya di Thailand sebanyak 5.000 barang per jam, Sungai Seine di Perancis sebanyak 700 per jam, dan Sungai Rhine di Belanda dengan 80 per jam. (8) Selain itu, studi ini juga menghitung berat total sampah plastik dari semua kali-kali di Jakarta mencapai 2,1 juta kilogram. (9) Ini setara dengan 1.000 mobil Tesla Model S.</p>
96
<p>(5)Telah dilakukan pengawasan terhadap makroplastik atau plastik dengan ukuran lebih dari 5 milimeter, di lima lokasi sepanjang Sungai Ciliwung pada Mei 2018. (6) Hasilnya, sebanyak 20.000 barang berbahan plastik mengalir ke Laut Jawa setiap jam. (7) Angka tersebut jauh lebih tinggi daripada Sungai Chao Phraya di Thailand sebanyak 5.000 barang per jam, Sungai Seine di Perancis sebanyak 700 per jam, dan Sungai Rhine di Belanda dengan 80 per jam. (8) Selain itu, studi ini juga menghitung berat total sampah plastik dari semua kali-kali di Jakarta mencapai 2,1 juta kilogram. (9) Ini setara dengan 1.000 mobil Tesla Model S.</p>
97
<p>(10) Penemuan menarik lainnya dari lima lokasi yang telah disurvei, ditemukan lebih banyak kantong plastik dan bungkusan makanan plastik. (11) Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat banyak membuang sampah rumah tangga mereka langsung ke sistem air. (12) Selain itu ditemukan bahwa jumlah sampah plastik lebih tinggi saat lebih banyak air. (13) Hal ini menjadi penting karena menunjukkan bahwa sampah plastik akan lebih banyak dialirkan pada musim hujan, yang menjadi puncak aliran air. (14) Apabila Jakarta ingin berkontribusi dalam penurunan polusi plastik global, maka perlu menurunkan sampah plastik sebelum memasuki musim puncak, yaitu musim hujan.</p>
97
<p>(10) Penemuan menarik lainnya dari lima lokasi yang telah disurvei, ditemukan lebih banyak kantong plastik dan bungkusan makanan plastik. (11) Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat banyak membuang sampah rumah tangga mereka langsung ke sistem air. (12) Selain itu ditemukan bahwa jumlah sampah plastik lebih tinggi saat lebih banyak air. (13) Hal ini menjadi penting karena menunjukkan bahwa sampah plastik akan lebih banyak dialirkan pada musim hujan, yang menjadi puncak aliran air. (14) Apabila Jakarta ingin berkontribusi dalam penurunan polusi plastik global, maka perlu menurunkan sampah plastik sebelum memasuki musim puncak, yaitu musim hujan.</p>
98
<p>(Diadaptasi dari <a><em><i>https://sains.kompas.com/)</i></em></a></p>
98
<p>(Diadaptasi dari <a><em><i>https://sains.kompas.com/)</i></em></a></p>
99
<p><strong>6. Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana</strong></p>
99
<p><strong>6. Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana</strong></p>
100
<p>Pernyataan yang sesuai dengan isi bacaan tersebut adalah …</p>
100
<p>Pernyataan yang sesuai dengan isi bacaan tersebut adalah …</p>
101
<ol><li>Pada Mei 2018, Sungai Ciliwung dinyatakan sebagai sungai terkotor di dunia dan lebih parah ketimbang setidaknya 20 sungai di Eropa.</li>
101
<ol><li>Pada Mei 2018, Sungai Ciliwung dinyatakan sebagai sungai terkotor di dunia dan lebih parah ketimbang setidaknya 20 sungai di Eropa.</li>
102
<li>Pemerintah mempertimbangkan untuk membuat Indonesia menjadi negara yang bebas sampah pada tahun 2025.</li>
102
<li>Pemerintah mempertimbangkan untuk membuat Indonesia menjadi negara yang bebas sampah pada tahun 2025.</li>
103
<li>Sungai Ciliwung merupakan sungai yang paling tercemar dibandingkan dengan 20 sungai di Eropa dan Asia Tenggara.</li>
103
<li>Sungai Ciliwung merupakan sungai yang paling tercemar dibandingkan dengan 20 sungai di Eropa dan Asia Tenggara.</li>
104
<li>Terdapat 20.000 barang berbahan plastik yang melewati Sungai Ciliwung setiap jamnya.</li>
104
<li>Terdapat 20.000 barang berbahan plastik yang melewati Sungai Ciliwung setiap jamnya.</li>
105
<li>Sungai Chao Phraya di Thailand menjadi sungai yang paling banyak dilewati sampah berbahan plastik setiap jamnya.</li>
105
<li>Sungai Chao Phraya di Thailand menjadi sungai yang paling banyak dilewati sampah berbahan plastik setiap jamnya.</li>
106
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
106
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
107
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
107
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
108
<p>Pernyataan yang sesuai dengan kutipan teks tersebut terdapat pada pilihan jawaban C. Terdapat pernyataan yang menyatakan <em><i>Penelitian yang melibatkan ilmuwan dari Indonesia dan Belanda serta bekerja sama dengan Waste4Change tersebut menemukan bahwa sampel yang diambil dari Sungai Ciliwung tercemar lebih parah ketimbang setidaknya 20 sungai di Eropa dan Asia Tenggara yang juga menjadi subyek penelitian s</i></em>ehingga pernyataan pada pilihan jawaban C tepat.</p>
108
<p>Pernyataan yang sesuai dengan kutipan teks tersebut terdapat pada pilihan jawaban C. Terdapat pernyataan yang menyatakan <em><i>Penelitian yang melibatkan ilmuwan dari Indonesia dan Belanda serta bekerja sama dengan Waste4Change tersebut menemukan bahwa sampel yang diambil dari Sungai Ciliwung tercemar lebih parah ketimbang setidaknya 20 sungai di Eropa dan Asia Tenggara yang juga menjadi subyek penelitian s</i></em>ehingga pernyataan pada pilihan jawaban C tepat.</p>
109
<p><strong>7. Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana</strong></p>
109
<p><strong>7. Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana</strong></p>
110
<p>Ide pokok paragraf kedua pada teks tersebut adalah ….</p>
110
<p>Ide pokok paragraf kedua pada teks tersebut adalah ….</p>
111
<ol><li>penelitian lima lokasi di sepanjang Sungai Ciliwung</li>
111
<ol><li>penelitian lima lokasi di sepanjang Sungai Ciliwung</li>
112
<li>pengawasan terhadap makroplastik di Sungai Ciliwung</li>
112
<li>pengawasan terhadap makroplastik di Sungai Ciliwung</li>
113
<li>Sungai Ciliwung menjadi sungai dengan sampah plastik tertinggi</li>
113
<li>Sungai Ciliwung menjadi sungai dengan sampah plastik tertinggi</li>
114
<li>data jumlah sampah makroplastik di Sungai Ciliwung per jam</li>
114
<li>data jumlah sampah makroplastik di Sungai Ciliwung per jam</li>
115
<li>perbandingan pengawasan sampah makroplastik setiap negara</li>
115
<li>perbandingan pengawasan sampah makroplastik setiap negara</li>
116
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
116
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
117
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
117
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
118
<p>Ide pokok merupakan topik paragraf yang terdapat dalam kalimat utama. Kalimat utama dalam paragraf kedua terdapat pada kalimat pertama. Kalimat utama paragraf kedua pada teks di atas menginformasikan mengenai pengawasan terhadap makroplastik atau plastik dengan ukuran lebih dari 5 milimeter di lima lokasi sepanjang Sungai Ciliwung. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.</p>
118
<p>Ide pokok merupakan topik paragraf yang terdapat dalam kalimat utama. Kalimat utama dalam paragraf kedua terdapat pada kalimat pertama. Kalimat utama paragraf kedua pada teks di atas menginformasikan mengenai pengawasan terhadap makroplastik atau plastik dengan ukuran lebih dari 5 milimeter di lima lokasi sepanjang Sungai Ciliwung. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.</p>
119
<p>8. <strong>Subtopik : Pengetahuan Kebahasaan</strong></p>
119
<p>8. <strong>Subtopik : Pengetahuan Kebahasaan</strong></p>
120
<p>Kalimat yang <em><i>tidak efektif </i></em>adalah kalimat ….</p>
120
<p>Kalimat yang <em><i>tidak efektif </i></em>adalah kalimat ….</p>
121
<ol><li>(4)</li>
121
<ol><li>(4)</li>
122
<li>(6)</li>
122
<li>(6)</li>
123
<li>(8)</li>
123
<li>(8)</li>
124
<li>(11)</li>
124
<li>(11)</li>
125
<li>(13)</li>
125
<li>(13)</li>
126
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
126
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
127
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
127
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
128
<p>Kalimat (8) merupakan kalimat tidak efektif karena terdapat pemborosan kata, yaitu pada kata <em><i>semua </i></em>dan <em><i>kali-kali. </i></em>Kata <em><i>semua </i></em>sudah mengartikan seluruh kali yang ada, tanpa harus menggunakan reduplikasi dari kata <em><i>kali. </i></em>Penulisan kalimat yang tepat agar menjadi efektif adalah <em><i>Selain itu, studi ini juga menghitung berat total sampah plastik dari semua kali di Jakarta mencapai 2,1 juta kilogram. </i></em>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.</p>
128
<p>Kalimat (8) merupakan kalimat tidak efektif karena terdapat pemborosan kata, yaitu pada kata <em><i>semua </i></em>dan <em><i>kali-kali. </i></em>Kata <em><i>semua </i></em>sudah mengartikan seluruh kali yang ada, tanpa harus menggunakan reduplikasi dari kata <em><i>kali. </i></em>Penulisan kalimat yang tepat agar menjadi efektif adalah <em><i>Selain itu, studi ini juga menghitung berat total sampah plastik dari semua kali di Jakarta mencapai 2,1 juta kilogram. </i></em>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.</p>
129
<p><strong>9. Subtopik : Pengetahuan Kebahasaan</strong></p>
129
<p><strong>9. Subtopik : Pengetahuan Kebahasaan</strong></p>
130
<p>Penulisan kalimat (12) menjadi benar jika diperbaiki dengan cara ….</p>
130
<p>Penulisan kalimat (12) menjadi benar jika diperbaiki dengan cara ….</p>
131
<ol><li>menghilangkan kata <em><i>lebih </i></em>agar menjadi kalimat efektif</li>
131
<ol><li>menghilangkan kata <em><i>lebih </i></em>agar menjadi kalimat efektif</li>
132
<li>mengganti kata <em><i>bahwa </i></em>dengan kata <em><i>merupakan</i></em></li>
132
<li>mengganti kata <em><i>bahwa </i></em>dengan kata <em><i>merupakan</i></em></li>
133
<li>menambahkan tanda baca koma (,) setelah kata <em><i>plastik</i></em></li>
133
<li>menambahkan tanda baca koma (,) setelah kata <em><i>plastik</i></em></li>
134
<li>menambahkan tanda baca koma (,) setelah konjungsi <em><i>selain itu</i></em></li>
134
<li>menambahkan tanda baca koma (,) setelah konjungsi <em><i>selain itu</i></em></li>
135
<li>menambahkan tandabaca titik dua (:) setelah kata jumlah</li>
135
<li>menambahkan tandabaca titik dua (:) setelah kata jumlah</li>
136
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
136
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
137
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
137
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
138
<p>Kesalahan yang terdapat pada kalimat (12) adalah kurangnya tanda baca koma setelah konjungsi <em><i>selain itu. </i></em>Konjungsi tersebut merupakan konjungsi antarkalimat sehingga diperlukan tanda baca koma (,) setelah kata tersebut. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.</p>
138
<p>Kesalahan yang terdapat pada kalimat (12) adalah kurangnya tanda baca koma setelah konjungsi <em><i>selain itu. </i></em>Konjungsi tersebut merupakan konjungsi antarkalimat sehingga diperlukan tanda baca koma (,) setelah kata tersebut. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.</p>
139
<p><strong>Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 10-13.</strong></p>
139
<p><strong>Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 10-13.</strong></p>
140
<p>(1) Memasuki musim penghujan, warga di berbagai daerah diminta mewaspadai bencana yang bisa terjadi. (2) Di Kabupaten Indramayu Jawa Barat pemerintah daerah setempat mewanti-wanti soal bencana alam yang biasa terjadi sepanjang musim hujan. (3) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana, menjelaskan bahwa Kabupaten Indramayu tidak luput dari bencana selama musim penghujan. (4) Bencana yang mungkin terjadi saat musim penghujan, yaitu angin puting beliung, banjir, dan longsor.</p>
140
<p>(1) Memasuki musim penghujan, warga di berbagai daerah diminta mewaspadai bencana yang bisa terjadi. (2) Di Kabupaten Indramayu Jawa Barat pemerintah daerah setempat mewanti-wanti soal bencana alam yang biasa terjadi sepanjang musim hujan. (3) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana, menjelaskan bahwa Kabupaten Indramayu tidak luput dari bencana selama musim penghujan. (4) Bencana yang mungkin terjadi saat musim penghujan, yaitu angin puting beliung, banjir, dan longsor.</p>
141
<p>(5) Dalam beberapa waktu lalu telah terjadi beberapa bencana di sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu. (6) Angin puting beliung telah melanda tiga kecamatan di Kabupaten Indramayu, yaitu Kecamatan Bangodua, Widasari, dan Cikedung. (7) Dampaknya memang tidak terlalu parah, hanya menerbangkan genting rumah warga. (8) Terkait bencana banjir, menurut Edi, saat ini belum terjadi, tetapi potensi tanggul sungai longsor bisa terjadi sewaktu-waktu. (9) Adapun tanggul yang berpotensi longsor terdapat di sepanjang aliran Sungai Cimanuk, terutama di titik yang telah dipetakan kritis. (10) Selain itu, BPBD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir bandang dan puting beliung. (11) Pasalnya, beberapa kali hujan deras kadang kala disertai angin kencang.</p>
141
<p>(5) Dalam beberapa waktu lalu telah terjadi beberapa bencana di sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu. (6) Angin puting beliung telah melanda tiga kecamatan di Kabupaten Indramayu, yaitu Kecamatan Bangodua, Widasari, dan Cikedung. (7) Dampaknya memang tidak terlalu parah, hanya menerbangkan genting rumah warga. (8) Terkait bencana banjir, menurut Edi, saat ini belum terjadi, tetapi potensi tanggul sungai longsor bisa terjadi sewaktu-waktu. (9) Adapun tanggul yang berpotensi longsor terdapat di sepanjang aliran Sungai Cimanuk, terutama di titik yang telah dipetakan kritis. (10) Selain itu, BPBD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir bandang dan puting beliung. (11) Pasalnya, beberapa kali hujan deras kadang kala disertai angin kencang.</p>
142
<p>(12) Di sisi lain, Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Mochammad Irfan Sofyan mengatakan, bersamaan dengan mulai tingginya intensitas curah hujan, potensi bencana yang kerap terjadi tidak hanya banjir dan tanah longsor, tetapi juga puting beliung dan banjir bandang. (13) Pemerintah selalu menghimbau masyarakatnya agar selalu waspada terhadap bencana karena dalam waktu dekat akan terjadi hujan deras yang disertai dengan angin kencang.</p>
142
<p>(12) Di sisi lain, Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Mochammad Irfan Sofyan mengatakan, bersamaan dengan mulai tingginya intensitas curah hujan, potensi bencana yang kerap terjadi tidak hanya banjir dan tanah longsor, tetapi juga puting beliung dan banjir bandang. (13) Pemerintah selalu menghimbau masyarakatnya agar selalu waspada terhadap bencana karena dalam waktu dekat akan terjadi hujan deras yang disertai dengan angin kencang.</p>
143
<p>(Diadaptasi dari <a><em><i>https://mediaindonesia.com/</i></em></a><a>)</a></p>
143
<p>(Diadaptasi dari <a><em><i>https://mediaindonesia.com/</i></em></a><a>)</a></p>
144
<p><strong>10. Subtopik : Pengetahuan Kebahasaan</strong></p>
144
<p><strong>10. Subtopik : Pengetahuan Kebahasaan</strong></p>
145
<p>Kesalahan penulisan ditemukan pada kalimat ….</p>
145
<p>Kesalahan penulisan ditemukan pada kalimat ….</p>
146
<ol><li>(2)</li>
146
<ol><li>(2)</li>
147
<li>(3)</li>
147
<li>(3)</li>
148
<li>(6)</li>
148
<li>(6)</li>
149
<li>(8)</li>
149
<li>(8)</li>
150
<li>(10)</li>
150
<li>(10)</li>
151
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
151
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
152
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
152
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
153
<p>Kesalahan penulisan terdapat pada kalimat (2) karena tidak menggunakan tanda baca koma pada penulisan nama tempat atau wilayah, yaitu <em><i>Kabupaten Indramayu Jawa Barat. </i></em>Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), tanda baca koma (,) digunakan untuk penulisan, tanda baca koma (,) dipakai di antara bagaian-bagian nama tempat atau wilayah yang ditulis berurutan. Berdasarkan hal tersebut penulisan yang tepat adalah <em><i>Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pemerintah daerah setempat mewanti-wanti soal bencana alam yang biasa terjadi sepanjang musim hujan. </i></em>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.</p>
153
<p>Kesalahan penulisan terdapat pada kalimat (2) karena tidak menggunakan tanda baca koma pada penulisan nama tempat atau wilayah, yaitu <em><i>Kabupaten Indramayu Jawa Barat. </i></em>Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), tanda baca koma (,) digunakan untuk penulisan, tanda baca koma (,) dipakai di antara bagaian-bagian nama tempat atau wilayah yang ditulis berurutan. Berdasarkan hal tersebut penulisan yang tepat adalah <em><i>Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pemerintah daerah setempat mewanti-wanti soal bencana alam yang biasa terjadi sepanjang musim hujan. </i></em>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah A.</p>
154
<p><strong>11. Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana</strong></p>
154
<p><strong>11. Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana</strong></p>
155
<p>Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada isi bacaan di atas adalah….</p>
155
<p>Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada isi bacaan di atas adalah….</p>
156
<ol><li>Siapa yang mengetahui tanggul yang berpotensi longsor di Kabupaten Indramayu?</li>
156
<ol><li>Siapa yang mengetahui tanggul yang berpotensi longsor di Kabupaten Indramayu?</li>
157
<li>Di mana tempat pengungsian yang disediakan pemerintah jika terjadi bencana longsor di Kabupaten Indramayu?</li>
157
<li>Di mana tempat pengungsian yang disediakan pemerintah jika terjadi bencana longsor di Kabupaten Indramayu?</li>
158
<li>Apa imbauan dari pemerintah terkait hujan deras yang melanda Kabupaten Indramayu?</li>
158
<li>Apa imbauan dari pemerintah terkait hujan deras yang melanda Kabupaten Indramayu?</li>
159
<li>Mengapa aliran Sungai Cimanuk, terutama di titik yang telah dipetakan kritis terjadi bencana longsor?</li>
159
<li>Mengapa aliran Sungai Cimanuk, terutama di titik yang telah dipetakan kritis terjadi bencana longsor?</li>
160
<li>Bagaimana cara warga Kabupaten Indramayu mencegah bencana longsor dan angin puting beliung?</li>
160
<li>Bagaimana cara warga Kabupaten Indramayu mencegah bencana longsor dan angin puting beliung?</li>
161
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
161
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
162
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
162
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
163
<p>Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada isi bacaan di atas terdapat pada pilihan jawaban C. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah <em><i>Pemerintah selalu mengimbau masyarakatnya agar selalu waspada terhadap bencana karena dalam waktu dekat akan terjadi hujan deras yang disertai dengan angin kencang. </i></em>Pilihan jawaban lain tidak tepat karena pertanyaan hanya bersangkutan dengan isi teks, tetapi tidak ditemukan jawabannya.</p>
163
<p>Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada isi bacaan di atas terdapat pada pilihan jawaban C. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah <em><i>Pemerintah selalu mengimbau masyarakatnya agar selalu waspada terhadap bencana karena dalam waktu dekat akan terjadi hujan deras yang disertai dengan angin kencang. </i></em>Pilihan jawaban lain tidak tepat karena pertanyaan hanya bersangkutan dengan isi teks, tetapi tidak ditemukan jawabannya.</p>
164
<p><strong>12. Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana</strong></p>
164
<p><strong>12. Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana</strong></p>
165
<p>Bagaimana hubungan isi antarparagraf ke-1 dan ke-2 dalam teks di atas?</p>
165
<p>Bagaimana hubungan isi antarparagraf ke-1 dan ke-2 dalam teks di atas?</p>
166
<ol><li>paragraf ke-1 merupakan masalah utama dari paragraf ke-2</li>
166
<ol><li>paragraf ke-1 merupakan masalah utama dari paragraf ke-2</li>
167
<li>paragraf ke-2 membahas dampak yang dibahas pada paragraf ke-1</li>
167
<li>paragraf ke-2 membahas dampak yang dibahas pada paragraf ke-1</li>
168
<li>paragraf ke-2 menjelaskan alasan dari masalah pada paragraf ke-1</li>
168
<li>paragraf ke-2 menjelaskan alasan dari masalah pada paragraf ke-1</li>
169
<li>paragraf ke-1 memerinci penyebab yang dijelaskan pada paragraf ke-2</li>
169
<li>paragraf ke-1 memerinci penyebab yang dijelaskan pada paragraf ke-2</li>
170
<li>paragraf ke-1 membahas masalah yang dijelaskan lebih rinci pada paragraf ke-2</li>
170
<li>paragraf ke-1 membahas masalah yang dijelaskan lebih rinci pada paragraf ke-2</li>
171
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
171
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
172
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
172
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
173
<p>Pada paragraf satu memiliki masalah utama, yaitu warga di berbagai daerah diminta mewaspadai bencana yang bisa terjadi yang terdapat pada kalimat utama dalam kalimat (1). Pada paragraf kedua memiliki masalah utama, yaitu telah terjadi beberapa bencana alam di Kabupaten Indramayu pada kalimat utama dalam kalimat (5). Dengan demikian, paragraf ke-2 menjelaskan alasan dari masalah pada paragraf ke-1, dapat dijelaskan bahwa terjadi banyak bencana alam di Kabupaten Indramayu sehingga warga di daerah tersebut diminta mewaspadai bencana. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.</p>
173
<p>Pada paragraf satu memiliki masalah utama, yaitu warga di berbagai daerah diminta mewaspadai bencana yang bisa terjadi yang terdapat pada kalimat utama dalam kalimat (1). Pada paragraf kedua memiliki masalah utama, yaitu telah terjadi beberapa bencana alam di Kabupaten Indramayu pada kalimat utama dalam kalimat (5). Dengan demikian, paragraf ke-2 menjelaskan alasan dari masalah pada paragraf ke-1, dapat dijelaskan bahwa terjadi banyak bencana alam di Kabupaten Indramayu sehingga warga di daerah tersebut diminta mewaspadai bencana. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.</p>
174
<p>13. Penggunaan kata yang TIDAK baku terdapat dalam kalimat….</p>
174
<p>13. Penggunaan kata yang TIDAK baku terdapat dalam kalimat….</p>
175
<ol><li>(4)</li>
175
<ol><li>(4)</li>
176
<li>(7)</li>
176
<li>(7)</li>
177
<li>(11)</li>
177
<li>(11)</li>
178
<li>(12)</li>
178
<li>(12)</li>
179
<li>(13)</li>
179
<li>(13)</li>
180
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
180
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
181
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
181
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
182
<p>Kata yang tidak baku terdapat pada kalimat (13), yaitu terdapat pada kata <em><i>menghimbau. </i></em>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata tersebut memiliki kata dasar <em><i>imbau </i></em>sehingga penulisan kata yang benar adalah <em><i>mengimbau. </i></em>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah E.</p>
182
<p>Kata yang tidak baku terdapat pada kalimat (13), yaitu terdapat pada kata <em><i>menghimbau. </i></em>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata tersebut memiliki kata dasar <em><i>imbau </i></em>sehingga penulisan kata yang benar adalah <em><i>mengimbau. </i></em>Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah E.</p>
183
<p><strong>Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 14-17.</strong></p>
183
<p><strong>Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 14-17.</strong></p>
184
<p>(1) Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Ponorogo, Arim Kamandoko, mengatakan bahwa Reog Ponorogo masih memerlukan waktu untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). (2) Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. (3) Ia mengungkapkan bahwa Reog Ponorogo sudah didaftarkan kembali pada tahun 2016 yang sebelumnya sudah didaftarkan pada tahun 2010.</p>
184
<p>(1) Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Ponorogo, Arim Kamandoko, mengatakan bahwa Reog Ponorogo masih memerlukan waktu untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO). (2) Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. (3) Ia mengungkapkan bahwa Reog Ponorogo sudah didaftarkan kembali pada tahun 2016 yang sebelumnya sudah didaftarkan pada tahun 2010.</p>
185
<p>(4) Sudah mulai membicarakan permohonan agar Reog Ponorogo diakui sebagai warisan budaya sejak tahun 2019. (5) Berdasarkan rencana, UNESCO akan menggelar pleno pada tahun 2020 untuk memutuskan tentang persetujuan permohonan Indonesia agar Reog Ponorogo menjadi warisan budaya. (6) Sebenarnya, Reog Ponorogo sendiri sudah mendapat hak paten dalam negeri melalui Kementerian Kehakiman sejak tahun 1997. (7) Ketika nomenklatur Kementerian Kehakiman berubah menjadi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, reog kembali dipatenkan kembali.</p>
185
<p>(4) Sudah mulai membicarakan permohonan agar Reog Ponorogo diakui sebagai warisan budaya sejak tahun 2019. (5) Berdasarkan rencana, UNESCO akan menggelar pleno pada tahun 2020 untuk memutuskan tentang persetujuan permohonan Indonesia agar Reog Ponorogo menjadi warisan budaya. (6) Sebenarnya, Reog Ponorogo sendiri sudah mendapat hak paten dalam negeri melalui Kementerian Kehakiman sejak tahun 1997. (7) Ketika nomenklatur Kementerian Kehakiman berubah menjadi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, reog kembali dipatenkan kembali.</p>
186
<p>(8) Salah satu pendiri yayasan Reog Ponorogo mengungkapkan ada beberapa persyaratan agar Reog mendapat pengakuan dari UNESCO, salah satunya ialah pelestarian Reog Obyog yang merupakan seni pertunjukkan Reog. (9) Seni ini tidak terikat oleh pakem, berbeda dengan Reog Garapan yang ditujukan untuk panggung festival. (10) Selama ini yang lebih banyak digarap adalah reog garapan, sementara para pelaku Reog Garapan menganggap Reog Obyog secara sebelah mata. (11) Padahal UNESCO mensyaratkan orisinalitas yang hanya dimiliki Reog Obyog. (12) Syarat lain untuk mendapatkan pengakuan ialah dengan dimainkan dan dinikmati di 10 negara. (13) Saat ini, Reog sudah dimainkan oleh gabungan warga Indonesia dan warga lokal di Malaysia, Suriname, dan Australia sehingga masih diperlukan setidaknya tujuh negara lainnya.</p>
186
<p>(8) Salah satu pendiri yayasan Reog Ponorogo mengungkapkan ada beberapa persyaratan agar Reog mendapat pengakuan dari UNESCO, salah satunya ialah pelestarian Reog Obyog yang merupakan seni pertunjukkan Reog. (9) Seni ini tidak terikat oleh pakem, berbeda dengan Reog Garapan yang ditujukan untuk panggung festival. (10) Selama ini yang lebih banyak digarap adalah reog garapan, sementara para pelaku Reog Garapan menganggap Reog Obyog secara sebelah mata. (11) Padahal UNESCO mensyaratkan orisinalitas yang hanya dimiliki Reog Obyog. (12) Syarat lain untuk mendapatkan pengakuan ialah dengan dimainkan dan dinikmati di 10 negara. (13) Saat ini, Reog sudah dimainkan oleh gabungan warga Indonesia dan warga lokal di Malaysia, Suriname, dan Australia sehingga masih diperlukan setidaknya tujuh negara lainnya.</p>
187
<p>(Diadaptasi dari <a><em><i>https://www.indozone.id/news/</i></em></a><a>)</a></p>
187
<p>(Diadaptasi dari <a><em><i>https://www.indozone.id/news/</i></em></a><a>)</a></p>
188
<p><strong>14. Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana</strong></p>
188
<p><strong>14. Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana</strong></p>
189
<p>Apa simpulan teks tersebut?</p>
189
<p>Apa simpulan teks tersebut?</p>
190
<ol><li>UNESCO masih mempertimbangkan hingga tahun 2020 tentang persetujuan yang diajukan oleh Indonesia terhadap Reog Ponorogoyang ingin dijadikan warisan budaya.</li>
190
<ol><li>UNESCO masih mempertimbangkan hingga tahun 2020 tentang persetujuan yang diajukan oleh Indonesia terhadap Reog Ponorogoyang ingin dijadikan warisan budaya.</li>
191
<li>Kabupaten Ponorogo berusaha keras agar Reog Ponorogo dapat diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO.</li>
191
<li>Kabupaten Ponorogo berusaha keras agar Reog Ponorogo dapat diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO.</li>
192
<li>Warga Ponorogoberusaha agar semua jenis Reog tidak dipandang sebelah mata sehingga dapat dimainkan oleh 10 negara di dunia.</li>
192
<li>Warga Ponorogoberusaha agar semua jenis Reog tidak dipandang sebelah mata sehingga dapat dimainkan oleh 10 negara di dunia.</li>
193
<li>Reog Ponorogo masih memerlukan usaha dan waktu untuk memenuhi persyaratan agar dapat diresmikan sebagaiwarisan budaya oleh UNESCO.</li>
193
<li>Reog Ponorogo masih memerlukan usaha dan waktu untuk memenuhi persyaratan agar dapat diresmikan sebagaiwarisan budaya oleh UNESCO.</li>
194
<li>Reog Ponorogo perlu diperkenalkan lagi ke negara-negara di dunia agar dapat diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO.</li>
194
<li>Reog Ponorogo perlu diperkenalkan lagi ke negara-negara di dunia agar dapat diakui sebagai warisan budaya oleh UNESCO.</li>
195
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
195
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
196
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
196
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
197
<p>Sebuah simpulan harus sesuai dan dapat mencakup gagasan yang dibicarakan di dalam teks. Simpulan dapat mencakup seluruh gagasan dari tiap paragraf yang dibicarakan dalam teks. Simpulan pada teks tersebut adalah Reog Ponorogo masih memerlukan usaha dan waktu untuk memenuhi persyaratan agar dapat diresmikan sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.</p>
197
<p>Sebuah simpulan harus sesuai dan dapat mencakup gagasan yang dibicarakan di dalam teks. Simpulan dapat mencakup seluruh gagasan dari tiap paragraf yang dibicarakan dalam teks. Simpulan pada teks tersebut adalah Reog Ponorogo masih memerlukan usaha dan waktu untuk memenuhi persyaratan agar dapat diresmikan sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah D.</p>
198
<p><strong>15. Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana</strong></p>
198
<p><strong>15. Subtopik : Kepaduan dan Keefektifan Wacana</strong></p>
199
<p>Apa kelemahan paragraf pertama pada teks?</p>
199
<p>Apa kelemahan paragraf pertama pada teks?</p>
200
<ol><li>Terdapat kalimat yang banyak menggunakan kata tidak baku.</li>
200
<ol><li>Terdapat kalimat yang banyak menggunakan kata tidak baku.</li>
201
<li>Terdapat kalimat yang tidak padu dengan gagasan utamanya.</li>
201
<li>Terdapat kalimat yang tidak padu dengan gagasan utamanya.</li>
202
<li>Penjelasan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Ponorogo terlalu berlebihan.</li>
202
<li>Penjelasan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Ponorogo terlalu berlebihan.</li>
203
<li>Penggunaan bahasa kurang dipahami oleh pembaca.</li>
203
<li>Penggunaan bahasa kurang dipahami oleh pembaca.</li>
204
<li>Terlalu banyak menggunakan kata istilah.</li>
204
<li>Terlalu banyak menggunakan kata istilah.</li>
205
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
205
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
206
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
206
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
207
<p>Pada paragraf pertama memiliki gagasan utama atau kalimat utama pada kalimat pertama sehingga ide pokok atau masalah yang dibahas adalah Reog Ponorogo masih memerlukan waktu untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Kelemahan yang ditemukan dalam paragraf pertama adalah terdapat kalimat yang tidak pada, yaitu pada kalimat dua. Kalimat dua menjelaskan tentang definisi secara umum tentang Reog Ponorogo yang tidak sesuai dengan gagasan utamanya. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.</p>
207
<p>Pada paragraf pertama memiliki gagasan utama atau kalimat utama pada kalimat pertama sehingga ide pokok atau masalah yang dibahas adalah Reog Ponorogo masih memerlukan waktu untuk mendapatkan pengakuan sebagai warisan budaya oleh UNESCO. Kelemahan yang ditemukan dalam paragraf pertama adalah terdapat kalimat yang tidak pada, yaitu pada kalimat dua. Kalimat dua menjelaskan tentang definisi secara umum tentang Reog Ponorogo yang tidak sesuai dengan gagasan utamanya. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.</p>
208
<p><strong>16. Subtopik : Pengetahuan Kebahasaan</strong></p>
208
<p><strong>16. Subtopik : Pengetahuan Kebahasaan</strong></p>
209
<p>Kalimat yang<em><i>tidak efektif</i></em> adalah kalimat….</p>
209
<p>Kalimat yang<em><i>tidak efektif</i></em> adalah kalimat….</p>
210
<ol><li>(3)</li>
210
<ol><li>(3)</li>
211
<li>(4)</li>
211
<li>(4)</li>
212
<li>(8)</li>
212
<li>(8)</li>
213
<li>(12)</li>
213
<li>(12)</li>
214
<li>(13)</li>
214
<li>(13)</li>
215
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
215
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
216
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
216
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
217
<p>Kalimat yang tidak efektif terdapat pada kalimat (4) karena pada kalimat tersebut tidak terdapat subjek di dalam kalimat. Kalimat efektif harus memiliki subjek dan predikat. Predikat dalam kalimat tersebut terdapat pada kata <em><i>membicarakan</i></em>, tetapi tidak diketahui pelaku atau subjek yang mendukung kata tersebut. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.</p>
217
<p>Kalimat yang tidak efektif terdapat pada kalimat (4) karena pada kalimat tersebut tidak terdapat subjek di dalam kalimat. Kalimat efektif harus memiliki subjek dan predikat. Predikat dalam kalimat tersebut terdapat pada kata <em><i>membicarakan</i></em>, tetapi tidak diketahui pelaku atau subjek yang mendukung kata tersebut. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah B.</p>
218
<p><strong>17. Subtopik : Pengetahuan Kebahasaan</strong></p>
218
<p><strong>17. Subtopik : Pengetahuan Kebahasaan</strong></p>
219
<p>Makna kata <em><i>pakem</i></em>dalam kalimat (9) adalah….</p>
219
<p>Makna kata <em><i>pakem</i></em>dalam kalimat (9) adalah….</p>
220
<ol><li>kuat mencekam</li>
220
<ol><li>kuat mencekam</li>
221
<li>kemurnian</li>
221
<li>kemurnian</li>
222
<li>aturan</li>
222
<li>aturan</li>
223
<li>asal usul</li>
223
<li>asal usul</li>
224
<li>unsur-unsur</li>
224
<li>unsur-unsur</li>
225
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
225
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
226
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
226
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
227
<p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata <em><i>pakem </i></em>memiliki banyak makna, seperti kuat mencekam (tentang rem); cerita asli (tentang wayang dan sebagainya), pedoman pokok (tentang aturan, tata cara, dan sebagainya); keaslian; kemurnian. Jika dilihat dari konteks kalimatnya, makna kata <em><i>pakem </i></em>lebih condong ke pedoman pokok (tentang aturan, tata cara, dan sebagainya) karena membahas tentang keharusan atau tindakan atau perbuatan yang harus dijalankan. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.</p>
227
<p>Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata <em><i>pakem </i></em>memiliki banyak makna, seperti kuat mencekam (tentang rem); cerita asli (tentang wayang dan sebagainya), pedoman pokok (tentang aturan, tata cara, dan sebagainya); keaslian; kemurnian. Jika dilihat dari konteks kalimatnya, makna kata <em><i>pakem </i></em>lebih condong ke pedoman pokok (tentang aturan, tata cara, dan sebagainya) karena membahas tentang keharusan atau tindakan atau perbuatan yang harus dijalankan. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah C.</p>
228
<p><strong>Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 18-19!</strong></p>
228
<p><strong>Perhatikan teks berikut untuk menjawab soal nomor 18-19!</strong></p>
229
<p> (1) Jamu merupakan minuman tradisional berkhasiat khas Indonesia. (2) Manfaat jamu yang sangat banyak bagi kesehatan membuat minuman ini banyak dicari orang pada masa pandemi. (3) Jamu sudah digunakan sejak zaman prasajerah. (4) Oleh karena itu, sampai saat ini jamu masih dipercaya sebagai alternatif pengobatan oleh masyarakat. (5) Hal tersebut sesuai dengan pendapat Wira Hardiyansyah, Food Heritage Educator Traveling Chef. (6) “Jejak pengobatan warisan leluhur ini dapat ditelusuri hingga masa prasejarah. (7) Manusia purba sudah memanfaatkan tetumbuhan sebagai obat,” tuturnya. (8) Wira menjelaskan bukti mengenai adanya jamu dalam masa prasejarah berupa alat batu pipisan untuk menghaluskan biji-bijian dan tanaman yang tersimpan di Museum Nasional, Jakarta.</p>
229
<p> (1) Jamu merupakan minuman tradisional berkhasiat khas Indonesia. (2) Manfaat jamu yang sangat banyak bagi kesehatan membuat minuman ini banyak dicari orang pada masa pandemi. (3) Jamu sudah digunakan sejak zaman prasajerah. (4) Oleh karena itu, sampai saat ini jamu masih dipercaya sebagai alternatif pengobatan oleh masyarakat. (5) Hal tersebut sesuai dengan pendapat Wira Hardiyansyah, Food Heritage Educator Traveling Chef. (6) “Jejak pengobatan warisan leluhur ini dapat ditelusuri hingga masa prasejarah. (7) Manusia purba sudah memanfaatkan tetumbuhan sebagai obat,” tuturnya. (8) Wira menjelaskan bukti mengenai adanya jamu dalam masa prasejarah berupa alat batu pipisan untuk menghaluskan biji-bijian dan tanaman yang tersimpan di Museum Nasional, Jakarta.</p>
230
<p> (9) Pemanfaatan tanaman sebagai obat kemudian ditemukan dalam naskah-naskah kuno abad kesembilan, tepatnya setelah budaya tulis makin kuat. (10) Sejak abad ke-17, pemanfaatan jamu mulai ditulis dan menjadi tradisi turun-temurun. (11) Sekitar abad ke-18, Serat Primbon Jampi Jawi yang ditulis pada masa Hamengkubuwono II tertulis berbagai macam herba lengkap dengan penjabarannya. (12) Serat tersebut menjabarkan tentang bagian tumbuhan yang berasal dari daun, rimpang, akar, dan kulit kayu dari berbagai jenis tanaman dapat diolah secara tradisional. (13) Tanaman tersebut dimanfaatkan untuk mempertahankan kecantikan dan kebugaran. (14) “Di dalam manuskrip Serat Primbon Jampi Jawi disebutkan beberapa jenis herba yang berkhasiat, yaitu rimpang jahe, kencur, kunyit, kunci, lempuyang, sunti, temulawak,<em>bengle</em>, dan<em>dringo</em>,” jelasnya.</p>
230
<p> (9) Pemanfaatan tanaman sebagai obat kemudian ditemukan dalam naskah-naskah kuno abad kesembilan, tepatnya setelah budaya tulis makin kuat. (10) Sejak abad ke-17, pemanfaatan jamu mulai ditulis dan menjadi tradisi turun-temurun. (11) Sekitar abad ke-18, Serat Primbon Jampi Jawi yang ditulis pada masa Hamengkubuwono II tertulis berbagai macam herba lengkap dengan penjabarannya. (12) Serat tersebut menjabarkan tentang bagian tumbuhan yang berasal dari daun, rimpang, akar, dan kulit kayu dari berbagai jenis tanaman dapat diolah secara tradisional. (13) Tanaman tersebut dimanfaatkan untuk mempertahankan kecantikan dan kebugaran. (14) “Di dalam manuskrip Serat Primbon Jampi Jawi disebutkan beberapa jenis herba yang berkhasiat, yaitu rimpang jahe, kencur, kunyit, kunci, lempuyang, sunti, temulawak,<em>bengle</em>, dan<em>dringo</em>,” jelasnya.</p>
231
<p> (15) Wira juga menjelaskan tentang Mpu Monaguna, seorang penulis abad ke-13 dengan karyanya, Kakawin Sumanasantaka, menggambarkan kehidupan di pedalaman. (16) Salah satu contohnya adalah para biarawan yang bertugas untuk membajak sawah. (17) Selain itu, mereka juga memiliki kebun-kebun sayur yang terpelihara dengan baik. (18) Kehidupan lainnya yang diceritakan pada Kakawin Sumanasantaka adalah para rahib perempuan yang memasuki hutan bertugas mengumpulkan tanaman yang nantinya dijadikan obat, seperti<em>ganthi</em>, kencur, kunyit, daun min, dan bunga kenanga.</p>
231
<p> (15) Wira juga menjelaskan tentang Mpu Monaguna, seorang penulis abad ke-13 dengan karyanya, Kakawin Sumanasantaka, menggambarkan kehidupan di pedalaman. (16) Salah satu contohnya adalah para biarawan yang bertugas untuk membajak sawah. (17) Selain itu, mereka juga memiliki kebun-kebun sayur yang terpelihara dengan baik. (18) Kehidupan lainnya yang diceritakan pada Kakawin Sumanasantaka adalah para rahib perempuan yang memasuki hutan bertugas mengumpulkan tanaman yang nantinya dijadikan obat, seperti<em>ganthi</em>, kencur, kunyit, daun min, dan bunga kenanga.</p>
232
<p>Wijaya, Yana Gabriella.2021.”Sejarah Jamu di Indonesia, dari Beras Kencur sampai Kunyit Asam”.<em>Kompas.com.</em>Diakses dan Diadaptasi pada 14 Maret 2021.https://www.kompas.com/food/read/2021/03/02/212700275/sejarah-jamu-di-indonesia-dari-beras-kencur-sampai-kunyit-asam</p>
232
<p>Wijaya, Yana Gabriella.2021.”Sejarah Jamu di Indonesia, dari Beras Kencur sampai Kunyit Asam”.<em>Kompas.com.</em>Diakses dan Diadaptasi pada 14 Maret 2021.https://www.kompas.com/food/read/2021/03/02/212700275/sejarah-jamu-di-indonesia-dari-beras-kencur-sampai-kunyit-asam</p>
233
<p><strong>18. Topik</strong><strong>: Pengetahuan dan Pemahaman Umum</strong><strong></strong><strong>Subtopik</strong><strong>: Tata Paragraf</strong><strong></strong><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
233
<p><strong>18. Topik</strong><strong>: Pengetahuan dan Pemahaman Umum</strong><strong></strong><strong>Subtopik</strong><strong>: Tata Paragraf</strong><strong></strong><strong>Level</strong><strong>: HOTS</strong></p>
234
<p>Sekitar abad ke-18, Serat Primbon Jampi Jawi yang ditulis pada masa Hamengkubuwono II tertulis berbagai macam herba lengkap dengan penjabarannya.</p>
234
<p>Sekitar abad ke-18, Serat Primbon Jampi Jawi yang ditulis pada masa Hamengkubuwono II tertulis berbagai macam herba lengkap dengan penjabarannya.</p>
235
<p>Kalimat (11) merupakan perluasan dari kalimat inti berikut, yaitu …</p>
235
<p>Kalimat (11) merupakan perluasan dari kalimat inti berikut, yaitu …</p>
236
<ol><li>Wira menjelaskan Serat Primbon Jampi Jawi.</li>
236
<ol><li>Wira menjelaskan Serat Primbon Jampi Jawi.</li>
237
<li>Serat Primbon Jampi Jawi ditulis sekitar abad ke-18.</li>
237
<li>Serat Primbon Jampi Jawi ditulis sekitar abad ke-18.</li>
238
<li>Wira menulis berbagai macam herba.</li>
238
<li>Wira menulis berbagai macam herba.</li>
239
<li>Serat Primbon Jampi Jawi ditulis pada masa Hamengkubuwono ke II.</li>
239
<li>Serat Primbon Jampi Jawi ditulis pada masa Hamengkubuwono ke II.</li>
240
<li>Serat Primbon Jampi Jawi tertulis berbagai macam herba.</li>
240
<li>Serat Primbon Jampi Jawi tertulis berbagai macam herba.</li>
241
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
241
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
242
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
242
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
243
<p>Kalimat (11) berbunyi<em>Sekitar abad ke-18, Serat Primbon Jampi Jawi yang ditulis pada masa Hamengkubuwono II tertulis berbagai macam herba lengkap dengan penjabarannya.</em></p>
243
<p>Kalimat (11) berbunyi<em>Sekitar abad ke-18, Serat Primbon Jampi Jawi yang ditulis pada masa Hamengkubuwono II tertulis berbagai macam herba lengkap dengan penjabarannya.</em></p>
244
<p>Kalimat tersebut terdiri dari anak kalimat dan induk kalimat. Inti sebuah kalimat adalah subjek dan predikat yang terdapat pada induk kalimat. Induk kalimat pada kalimat (11) terdapat pada klausa<em>Serat primbon Jampi Jawi .</em>.. tertulis berbagai macam herba. Berikut analisis pola pada induk kalimat (11).</p>
244
<p>Kalimat tersebut terdiri dari anak kalimat dan induk kalimat. Inti sebuah kalimat adalah subjek dan predikat yang terdapat pada induk kalimat. Induk kalimat pada kalimat (11) terdapat pada klausa<em>Serat primbon Jampi Jawi .</em>.. tertulis berbagai macam herba. Berikut analisis pola pada induk kalimat (11).</p>
245
<ul><li>Serat Primbon Jampi Jawi → subjek</li>
245
<ul><li>Serat Primbon Jampi Jawi → subjek</li>
246
<li>yang ditulis pada masa Hamengkubuwono II → perluasan subjek</li>
246
<li>yang ditulis pada masa Hamengkubuwono II → perluasan subjek</li>
247
<li>tertulis → predikat</li>
247
<li>tertulis → predikat</li>
248
<li>berbagai macam herba → objek</li>
248
<li>berbagai macam herba → objek</li>
249
<li>lengkap dengan penjabarannya → pelengkap</li>
249
<li>lengkap dengan penjabarannya → pelengkap</li>
250
</ul><p>Berdasarkan penjelasan di atas, induk kalimat (11) terdiri dari subjek, predikat, objek, dan pelengkap. Dengan demikian, inti kalimat (11) adalah<em>Serat Primbon Jampi Jawi tertulis berbagai macam herba.</em>Unsur objek ikut menjadi inti kalimat karena unsur predikat pada kalimat tersebut merupakan verba transitif yang membutuhkan objek.</p>
250
</ul><p>Berdasarkan penjelasan di atas, induk kalimat (11) terdiri dari subjek, predikat, objek, dan pelengkap. Dengan demikian, inti kalimat (11) adalah<em>Serat Primbon Jampi Jawi tertulis berbagai macam herba.</em>Unsur objek ikut menjadi inti kalimat karena unsur predikat pada kalimat tersebut merupakan verba transitif yang membutuhkan objek.</p>
251
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong><strong></strong></p>
251
<p><strong>Jadi, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong><strong></strong></p>
252
<p><strong>19. Topik</strong><strong>: Pengetahuan dan Pemahaman Umum </strong><strong></strong><strong>Subtopik</strong><strong>: Tata Kata dan Makna</strong></p>
252
<p><strong>19. Topik</strong><strong>: Pengetahuan dan Pemahaman Umum </strong><strong></strong><strong>Subtopik</strong><strong>: Tata Kata dan Makna</strong></p>
253
<p>Antonim dari kata kebugaran pada kalimat (13) adalah ….</p>
253
<p>Antonim dari kata kebugaran pada kalimat (13) adalah ….</p>
254
<ol><li>kesegaran</li>
254
<ol><li>kesegaran</li>
255
<li>kesehatan</li>
255
<li>kesehatan</li>
256
<li>bersemangat</li>
256
<li>bersemangat</li>
257
<li>segak</li>
257
<li>segak</li>
258
<li>kelesuan</li>
258
<li>kelesuan</li>
259
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
259
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
260
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
260
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
261
<p>Kata<em>kebugaran</em>memiliki makna ‘hal sehat dan segar (tentang badan); kesegaran’. Sementara itu, antonim atau lawan makna dari kata tersebut adalah<em>kelesuan</em>yang berarti ‘kekurangan tenaga; kepenatan; perasaan lesu; kehilangan semangat’. Kata pada pilihan A, B, C, dan D tidak tepat.</p>
261
<p>Kata<em>kebugaran</em>memiliki makna ‘hal sehat dan segar (tentang badan); kesegaran’. Sementara itu, antonim atau lawan makna dari kata tersebut adalah<em>kelesuan</em>yang berarti ‘kekurangan tenaga; kepenatan; perasaan lesu; kehilangan semangat’. Kata pada pilihan A, B, C, dan D tidak tepat.</p>
262
<ul><li>Kata<em>kesegaran</em>,<em>kesehatan</em>, dan<em>segak</em>merupakan sinonim dari kata<em>kebugaran</em>.</li>
262
<ul><li>Kata<em>kesegaran</em>,<em>kesehatan</em>, dan<em>segak</em>merupakan sinonim dari kata<em>kebugaran</em>.</li>
263
<li>Kata<em>bersemangat</em>memiliki makna ‘ada semangatnya; mengandung semangat; berjiwa; bernafsu (berkemauan); berkegiatan’. Makna tersebut berbeda dengan makna<em>kebugaran</em>sehingga bukan antonim dari kata<em>kebugaran.</em></li>
263
<li>Kata<em>bersemangat</em>memiliki makna ‘ada semangatnya; mengandung semangat; berjiwa; bernafsu (berkemauan); berkegiatan’. Makna tersebut berbeda dengan makna<em>kebugaran</em>sehingga bukan antonim dari kata<em>kebugaran.</em></li>
264
</ul><p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong><strong></strong></p>
264
</ul><p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</strong><strong></strong></p>
265
<p><strong>20. Topik</strong><strong>: Pengetahuan dan Pemahaman Umum</strong><strong></strong><strong>Subtopik</strong><strong>: Tata Kata dan Makna</strong><strong></strong></p>
265
<p><strong>20. Topik</strong><strong>: Pengetahuan dan Pemahaman Umum</strong><strong></strong><strong>Subtopik</strong><strong>: Tata Kata dan Makna</strong><strong></strong></p>
266
<p>Kalimat yang memuat kesalahan penulisan ejaan adalah …</p>
266
<p>Kalimat yang memuat kesalahan penulisan ejaan adalah …</p>
267
<ol><li>Istri Kak Ron yang bernama Hermione adalah seorang aktris terkenal di layar lebar.</li>
267
<ol><li>Istri Kak Ron yang bernama Hermione adalah seorang aktris terkenal di layar lebar.</li>
268
<li>Pencetakan SIM di Kota Tangerang sempat tersendat karena keterlambatan pengiriman blanko dari kantor pusat.</li>
268
<li>Pencetakan SIM di Kota Tangerang sempat tersendat karena keterlambatan pengiriman blanko dari kantor pusat.</li>
269
<li>Pelaksanaan geladi kotor di Hotel Amanda Rose berjalan dengan lancar dan sesuai dengan protokol kesehatan.</li>
269
<li>Pelaksanaan geladi kotor di Hotel Amanda Rose berjalan dengan lancar dan sesuai dengan protokol kesehatan.</li>
270
<li>Kecelakaan tersebut mengakibatkan motor terimpit oleh badan truk yang jatuh ke jalan.</li>
270
<li>Kecelakaan tersebut mengakibatkan motor terimpit oleh badan truk yang jatuh ke jalan.</li>
271
<li>Grey Enterprise harus menerima realitas bahwa Stark Industries adalah pemegang saham terbesar di dunia.</li>
271
<li>Grey Enterprise harus menerima realitas bahwa Stark Industries adalah pemegang saham terbesar di dunia.</li>
272
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
272
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
273
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
273
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
274
<p>Kesalahan penulisan ejaan membuat sebuah kalimat menjadi tidak efektif. Kesalahan penulisan ejaan terdapat pada kalimat <em>Pencetakan SIM di Kota Tangerang sempat tersendat karena keterlambatan pengiriman blanko dari kantor pusat.</em>Dalam kalimat tersebut, terdapat sebuah kata yang penulisannya tidak tepat, yaitu kata<em>blanko</em>. Kata<em>blanko</em>termasuk dalam kata yang tidak baku. Kata yang tepat untuk mengganti kata<em>blanko</em>adalah<em>blangko</em>.</p>
274
<p>Kesalahan penulisan ejaan membuat sebuah kalimat menjadi tidak efektif. Kesalahan penulisan ejaan terdapat pada kalimat <em>Pencetakan SIM di Kota Tangerang sempat tersendat karena keterlambatan pengiriman blanko dari kantor pusat.</em>Dalam kalimat tersebut, terdapat sebuah kata yang penulisannya tidak tepat, yaitu kata<em>blanko</em>. Kata<em>blanko</em>termasuk dalam kata yang tidak baku. Kata yang tepat untuk mengganti kata<em>blanko</em>adalah<em>blangko</em>.</p>
275
<ul><li>Kata<em>istri</em>dan<em>aktris</em>pada kalimat pilihan A sudah tepat penulisannya sesuai kaidah kebahasaan.</li>
275
<ul><li>Kata<em>istri</em>dan<em>aktris</em>pada kalimat pilihan A sudah tepat penulisannya sesuai kaidah kebahasaan.</li>
276
<li>Kata<em>geladi</em>pada kalimat pilihan C sudah sesuai penulisannya dengan kaidah kebahasaan. Kata tidak baku dari kata<em>geladi</em>adalah<em>gladi.</em></li>
276
<li>Kata<em>geladi</em>pada kalimat pilihan C sudah sesuai penulisannya dengan kaidah kebahasaan. Kata tidak baku dari kata<em>geladi</em>adalah<em>gladi.</em></li>
277
<li>Kata<em>terimpit</em>pada kalimat pilihan D sudah sesuai penulisannya dengan kaidah kebahasaan. Kata dasar<em>terimpit</em>adalah<em>impit</em>bukan<em>himpit</em>sehingga jika ditambahkan imbuhan<em>ter-</em>menjadi<em>terimpit.</em></li>
277
<li>Kata<em>terimpit</em>pada kalimat pilihan D sudah sesuai penulisannya dengan kaidah kebahasaan. Kata dasar<em>terimpit</em>adalah<em>impit</em>bukan<em>himpit</em>sehingga jika ditambahkan imbuhan<em>ter-</em>menjadi<em>terimpit.</em></li>
278
<li>Kata<em>realitas</em>pada kalimat pilihan E sudah sesuai penulisannya dengan kaidah kebahasaan.</li>
278
<li>Kata<em>realitas</em>pada kalimat pilihan E sudah sesuai penulisannya dengan kaidah kebahasaan.</li>
279
</ul><p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong></p>
279
</ul><p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong></p>
280
<p>Nah, itulah beberapa kumpulan latihan soal UTBK TPS Pengetahuan Umum yang bisa kamu jadikan bahan belajarmu untuk persiapan SBMPTN 2022 mendatang. Gampang ‘kan? Nggak ada sulit kalau kamu rajin latihan. Yuk, berlatih lebih banyak soal lagi dengan ikut tryout UTBK di<a>ruanguji</a>. <em>Psst</em>, soal-soal dan sistem penilaiannya sama seperti UTBK aslinya, <em>lho</em>! Yakin nggak mau cobain?</p>
280
<p>Nah, itulah beberapa kumpulan latihan soal UTBK TPS Pengetahuan Umum yang bisa kamu jadikan bahan belajarmu untuk persiapan SBMPTN 2022 mendatang. Gampang ‘kan? Nggak ada sulit kalau kamu rajin latihan. Yuk, berlatih lebih banyak soal lagi dengan ikut tryout UTBK di<a>ruanguji</a>. <em>Psst</em>, soal-soal dan sistem penilaiannya sama seperti UTBK aslinya, <em>lho</em>! Yakin nggak mau cobain?</p>
281
281