HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Artikel SMK jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga ini berisi penjelasan mengenai mengelola kartu piutang yang terdiri dari pengenalan piutang, jenis-jenis piutang, kartu piutang, dan prosedur pencatatan piutang.</em></p>
1 <blockquote><p><em>Artikel SMK jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga ini berisi penjelasan mengenai mengelola kartu piutang yang terdiri dari pengenalan piutang, jenis-jenis piutang, kartu piutang, dan prosedur pencatatan piutang.</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
3 </blockquote><p>Kamu pernah<em>nggak</em><em>sih</em>ada di momen mau nagih utang, tapi merasa<em>nggak</em>enakan. Eh, pas udah berani nagih, malah dimarahin sama yang ngutang. Wkwkwk…</p>
3 </blockquote><p>Kamu pernah<em>nggak</em><em>sih</em>ada di momen mau nagih utang, tapi merasa<em>nggak</em>enakan. Eh, pas udah berani nagih, malah dimarahin sama yang ngutang. Wkwkwk…</p>
4 <p>Lo yang ngutang, lo yang galak (<em>sumber: memegenerator.net</em>)</p>
4 <p>Lo yang ngutang, lo yang galak (<em>sumber: memegenerator.net</em>)</p>
5 <p>Padahal, sebelumnya kamu dan pihak yang berutang sudah memiliki kesepakatan mengenai tanggal pembayaran. Tapi, ketika kamu menagihnya, pihak tersebut seakan-akan lupa dengan kewajibannya membayar utang.<em>Hadeeeh</em>… bete,<em>deh</em>.</p>
5 <p>Padahal, sebelumnya kamu dan pihak yang berutang sudah memiliki kesepakatan mengenai tanggal pembayaran. Tapi, ketika kamu menagihnya, pihak tersebut seakan-akan lupa dengan kewajibannya membayar utang.<em>Hadeeeh</em>… bete,<em>deh</em>.</p>
6 <p>Walaupun begitu, kamu harus tetap menagihnya ya, agar orang yang berutang memiliki rasa tanggung jawab untuk mengembalikan sesuatu yang bukan miliknya.</p>
6 <p>Walaupun begitu, kamu harus tetap menagihnya ya, agar orang yang berutang memiliki rasa tanggung jawab untuk mengembalikan sesuatu yang bukan miliknya.</p>
7 <p>*brb* berubah jadi galak<em>(sumber: giphy.com)</em></p>
7 <p>*brb* berubah jadi galak<em>(sumber: giphy.com)</em></p>
8 <p>Ngomong-ngomong masalah utang, kamu pasti udah<em>nggak</em>asing lagi kalau dengar istilah utang piutang. Dalam dunia bisnis, istilah utang piutang merupakan hal yang<em>nggak</em>bisa dilepaskan, terutama pada pencatatan keuangan dan akuntansi.</p>
8 <p>Ngomong-ngomong masalah utang, kamu pasti udah<em>nggak</em>asing lagi kalau dengar istilah utang piutang. Dalam dunia bisnis, istilah utang piutang merupakan hal yang<em>nggak</em>bisa dilepaskan, terutama pada pencatatan keuangan dan akuntansi.</p>
9 <p>Di artikel kali ini, kita akan membahas tentang piutang terlebih dahulu, ya. Kita akan mengenal apa itu piutang, jenis-jenis piutang, kartu piutang, dan prosedur pencatatan piutang.<em>So</em>,<em>are you ready, guys? Let’s go!</em></p>
9 <p>Di artikel kali ini, kita akan membahas tentang piutang terlebih dahulu, ya. Kita akan mengenal apa itu piutang, jenis-jenis piutang, kartu piutang, dan prosedur pencatatan piutang.<em>So</em>,<em>are you ready, guys? Let’s go!</em></p>
10 <p>Baca juga:<a>Administrasi Transaksi: Pengertian, Fungsi, dan Unsurnya</a></p>
10 <p>Baca juga:<a>Administrasi Transaksi: Pengertian, Fungsi, dan Unsurnya</a></p>
11 <h2>Piutang</h2>
11 <h2>Piutang</h2>
12 <p>Jika pada kasus awal kita<em>tau</em>bahwa utang merupakan kewajiban yang harus dibayarkan kepada pihak yang memberikan pinjaman, maka piutang adalah<strong>kebalikannya</strong>.</p>
12 <p>Jika pada kasus awal kita<em>tau</em>bahwa utang merupakan kewajiban yang harus dibayarkan kepada pihak yang memberikan pinjaman, maka piutang adalah<strong>kebalikannya</strong>.</p>
13 <p><strong>Piutang</strong>merupakan<strong>tagihan kepada pihak lain</strong>(yang berutang) yang memiliki batas waktu pengembalian yang sudah disepakati bersama. Artinya, pihak yang berutang ini memiliki tuntutan untuk melunasi kewajibannya.</p>
13 <p><strong>Piutang</strong>merupakan<strong>tagihan kepada pihak lain</strong>(yang berutang) yang memiliki batas waktu pengembalian yang sudah disepakati bersama. Artinya, pihak yang berutang ini memiliki tuntutan untuk melunasi kewajibannya.</p>
14 <p>Pada transaksi piutang,<strong>pihak yang memiliki utang</strong>atau peminjam disebut<strong>debitur</strong>, sedangkan<strong>pihak yang memiliki piutang</strong>atau pemberi pinjaman disebut<strong>kreditur</strong>.</p>
14 <p>Pada transaksi piutang,<strong>pihak yang memiliki utang</strong>atau peminjam disebut<strong>debitur</strong>, sedangkan<strong>pihak yang memiliki piutang</strong>atau pemberi pinjaman disebut<strong>kreditur</strong>.</p>
15 <p>Piutang ada karena terdapat transaksi seperti penjualan barang atau jasa secara<strong>kredit</strong>,<strong>pemberian</strong><strong>pinjaman</strong>, atau<strong>uang muka</strong>. Jadi, piutang bisa berupa uang, barang, penjualan yang belum dibayar lunas, atau tagihan yang belum dibayar oleh pihak lain akan tetapi produknya sudah ia terima.</p>
15 <p>Piutang ada karena terdapat transaksi seperti penjualan barang atau jasa secara<strong>kredit</strong>,<strong>pemberian</strong><strong>pinjaman</strong>, atau<strong>uang muka</strong>. Jadi, piutang bisa berupa uang, barang, penjualan yang belum dibayar lunas, atau tagihan yang belum dibayar oleh pihak lain akan tetapi produknya sudah ia terima.</p>
16 <p>Piutang akan dinyatakan sah jika terdapat<strong>faktur (</strong><strong><em>invoice</em></strong><strong>)</strong>, yaitu<strong>bukti transaksi</strong>dari transaksi penjualan. Isi dari faktur tersebut harus memenuhi syarat, yaitu memiliki<strong>nilai</strong>dan<strong>tanggal jatuh tempo.</strong>Setelah itu, faktur akan diterbitkan (dicetak).</p>
16 <p>Piutang akan dinyatakan sah jika terdapat<strong>faktur (</strong><strong><em>invoice</em></strong><strong>)</strong>, yaitu<strong>bukti transaksi</strong>dari transaksi penjualan. Isi dari faktur tersebut harus memenuhi syarat, yaitu memiliki<strong>nilai</strong>dan<strong>tanggal jatuh tempo.</strong>Setelah itu, faktur akan diterbitkan (dicetak).</p>
17 <p>Supaya lebih paham, coba<em>deh</em>perhatikan contoh soal piutang di bawah ini. Kira-kira, sudah sesuai belum ya dengan ciri-ciri piutang yang sudah kita bahas sebelumnya?</p>
17 <p>Supaya lebih paham, coba<em>deh</em>perhatikan contoh soal piutang di bawah ini. Kira-kira, sudah sesuai belum ya dengan ciri-ciri piutang yang sudah kita bahas sebelumnya?</p>
18 <p>Pada tanggal 1 September, PT A menjual barang dagang senilai Rp50 juta kepada pelanggan Y yang akan dibayar pada 1 Oktober. Pada 1 Oktober, pihak Y cukup membayar senilai Rp50 juta tanpa tambahan lain. </p>
18 <p>Pada tanggal 1 September, PT A menjual barang dagang senilai Rp50 juta kepada pelanggan Y yang akan dibayar pada 1 Oktober. Pada 1 Oktober, pihak Y cukup membayar senilai Rp50 juta tanpa tambahan lain. </p>
19 <p>Jawabannya?<em>Yup</em>! Sudah sesuai, ya. Pada contoh tersebut, terdapat nilai jatuh tempo yang harus dibayarkan pihak Y kepada PT A, yaitu sebesar Rp50 juta. Selain itu, tanggal jatuh tempo piutang yang harus dibayarkan pihak Y kepada PT A tertulis dengan jelas, yaitu tanggal 1 Okt.<em>Nah</em>, pada contoh ini tidak ada bunga yang berlaku, jadi pihak Y hanya membayar sebesar nilai yang disepakati.</p>
19 <p>Jawabannya?<em>Yup</em>! Sudah sesuai, ya. Pada contoh tersebut, terdapat nilai jatuh tempo yang harus dibayarkan pihak Y kepada PT A, yaitu sebesar Rp50 juta. Selain itu, tanggal jatuh tempo piutang yang harus dibayarkan pihak Y kepada PT A tertulis dengan jelas, yaitu tanggal 1 Okt.<em>Nah</em>, pada contoh ini tidak ada bunga yang berlaku, jadi pihak Y hanya membayar sebesar nilai yang disepakati.</p>
20 <h2>Jenis-Jenis Piutang</h2>
20 <h2>Jenis-Jenis Piutang</h2>
21 <p>Piutang terbagi menjadi tiga jenis, yaitu<strong>piutang usaha</strong>,<strong>piutang wesel</strong>, dan<strong>piutang lain-lain</strong>. Pada<a>pembukuan laporan keuangan</a>, ketiga jenis piutang ini dikelompokkan pada<a>akun</a>yang berbeda karena memiliki cara hitung yang berbeda. Penasaran? Simak terus, ya!</p>
21 <p>Piutang terbagi menjadi tiga jenis, yaitu<strong>piutang usaha</strong>,<strong>piutang wesel</strong>, dan<strong>piutang lain-lain</strong>. Pada<a>pembukuan laporan keuangan</a>, ketiga jenis piutang ini dikelompokkan pada<a>akun</a>yang berbeda karena memiliki cara hitung yang berbeda. Penasaran? Simak terus, ya!</p>
22 <h3><strong>a. Piutang Usaha (<em>Accounts Receivable)</em></strong></h3>
22 <h3><strong>a. Piutang Usaha (<em>Accounts Receivable)</em></strong></h3>
23 <p>Piutang usaha disebabkan karena adanya<strong>transaksi berupa penjualan barang atau jasa secara kredit</strong>.<em>Nah</em>, piutang usaha diklasifikasikan dalam neraca/laporan posisi keuangan sebagai harta (aset) lancar (dapat digunakan dalam jangka waktu dekat). Hal ini karena piutang usaha umumnya memiliki jangka waktu pendek antara 30 - 90 hari. </p>
23 <p>Piutang usaha disebabkan karena adanya<strong>transaksi berupa penjualan barang atau jasa secara kredit</strong>.<em>Nah</em>, piutang usaha diklasifikasikan dalam neraca/laporan posisi keuangan sebagai harta (aset) lancar (dapat digunakan dalam jangka waktu dekat). Hal ini karena piutang usaha umumnya memiliki jangka waktu pendek antara 30 - 90 hari. </p>
24 <p>Perjanjian piutang usaha dilakukan secara informal. Persetujuan pihak satu dan pihak lainnya (kreditur dan debitur) hanya berdasarkan dokumen-dokumen perusahaan, seperti faktur dan kontrak penyerahan, tanpa adanya surat jaminan.</p>
24 <p>Perjanjian piutang usaha dilakukan secara informal. Persetujuan pihak satu dan pihak lainnya (kreditur dan debitur) hanya berdasarkan dokumen-dokumen perusahaan, seperti faktur dan kontrak penyerahan, tanpa adanya surat jaminan.</p>
25 <h3><strong>b. Piutang Wesel (<em>Notes Receivable)</em></strong></h3>
25 <h3><strong>b. Piutang Wesel (<em>Notes Receivable)</em></strong></h3>
26 <p>Piutang wesel merupakan tagihan yang muncul dari transaksi penjualan barang atau jasa yang<strong>disertai dengan dokumen dan surat jaminan (wesel)</strong>yang mengikat antara pihak debitur dengan kreditur. Piutang wesel terbagi lagi menjadi dua jenis<em>nih</em>, yaitu piutang wesel berbunga dan tidak berbunga. </p>
26 <p>Piutang wesel merupakan tagihan yang muncul dari transaksi penjualan barang atau jasa yang<strong>disertai dengan dokumen dan surat jaminan (wesel)</strong>yang mengikat antara pihak debitur dengan kreditur. Piutang wesel terbagi lagi menjadi dua jenis<em>nih</em>, yaitu piutang wesel berbunga dan tidak berbunga. </p>
27 <p><strong>Piutang wesel berbunga</strong>merupakan jumlah uang yang diterima pemegang wesel (kreditur) ketika tanggal jatuh tempo. Jumlah uangnya ini sebesar nilai nominal yang dipinjam debitur ditambah bunga. Biasanya, bunga piutang dinyatakan dalam persentase (%) dari nilai piutang wesel. </p>
27 <p><strong>Piutang wesel berbunga</strong>merupakan jumlah uang yang diterima pemegang wesel (kreditur) ketika tanggal jatuh tempo. Jumlah uangnya ini sebesar nilai nominal yang dipinjam debitur ditambah bunga. Biasanya, bunga piutang dinyatakan dalam persentase (%) dari nilai piutang wesel. </p>
28 <p>Misalnya, pada 1 Februari 2020, PT. B memiliki utang sebesar Rp8.000.000,00 kepada PT. A dengan bunga 4% per bulan. Masa jatuh tempo ditetapkan tanggal 1 Agustus 2020. Maka, perhitungan piutang wesel berbunganya, yaitu bunga wesel saat jatuh tempo = Rp8.000.000,00 x 4% x 6 bulan = Rp1.920.000,00. Jadi, nilai jatuh temponya yaitu nominal + bunga = Rp8.000.000,00 + Rp1.920.000,00 = Rp9.920.000,00.</p>
28 <p>Misalnya, pada 1 Februari 2020, PT. B memiliki utang sebesar Rp8.000.000,00 kepada PT. A dengan bunga 4% per bulan. Masa jatuh tempo ditetapkan tanggal 1 Agustus 2020. Maka, perhitungan piutang wesel berbunganya, yaitu bunga wesel saat jatuh tempo = Rp8.000.000,00 x 4% x 6 bulan = Rp1.920.000,00. Jadi, nilai jatuh temponya yaitu nominal + bunga = Rp8.000.000,00 + Rp1.920.000,00 = Rp9.920.000,00.</p>
29 <p><em>Nah</em>, kalau<strong>piutang wesel tidak berbunga</strong>merupakan piutang yang tidak memberikan bunga kepada pihak debitur. Jadi, ketika tanggal jatuh tempo, uang yang diterima pemegang wesel adalah sebesar nominal yang disepakati. </p>
29 <p><em>Nah</em>, kalau<strong>piutang wesel tidak berbunga</strong>merupakan piutang yang tidak memberikan bunga kepada pihak debitur. Jadi, ketika tanggal jatuh tempo, uang yang diterima pemegang wesel adalah sebesar nominal yang disepakati. </p>
30 <h3><strong>c. Piutang Lain-lain (<em>Other Accounts Receivable)</em></strong></h3>
30 <h3><strong>c. Piutang Lain-lain (<em>Other Accounts Receivable)</em></strong></h3>
31 <p>Piutang ini terjadi<strong>bukan dari penjualan kredit barang atau jasa, melainkan</strong><strong>non-usaha</strong>. Misalnya, seperti penjualan surat berharga, pemberian uang muka pada pemegang saham, para direktur, gaji karyawan, dan tuntutan atas kerugian/kerusakan.</p>
31 <p>Piutang ini terjadi<strong>bukan dari penjualan kredit barang atau jasa, melainkan</strong><strong>non-usaha</strong>. Misalnya, seperti penjualan surat berharga, pemberian uang muka pada pemegang saham, para direktur, gaji karyawan, dan tuntutan atas kerugian/kerusakan.</p>
32 <p>Baca juga:<a>Konsep Dasar, Fungsi, dan Prinsip Administrasi Kepegawaian</a></p>
32 <p>Baca juga:<a>Konsep Dasar, Fungsi, dan Prinsip Administrasi Kepegawaian</a></p>
33 <h2>Kartu Piutang</h2>
33 <h2>Kartu Piutang</h2>
34 <p>Piutang akan dicatat dalam sebuah buku besar pembantu yang disebut<strong>kartu piutang</strong>. Jadi, setiap transaksi piutang yang telah terjadi akan dibukukan dalam kartu piutang. Bentuk kartunya seperti gambar di bawah ini, ya.</p>
34 <p>Piutang akan dicatat dalam sebuah buku besar pembantu yang disebut<strong>kartu piutang</strong>. Jadi, setiap transaksi piutang yang telah terjadi akan dibukukan dalam kartu piutang. Bentuk kartunya seperti gambar di bawah ini, ya.</p>
35 <p>Pada kartu piutang, terdapat<strong>nama debitur,</strong><strong>tanggal transaksi,</strong><strong>syarat pembayaran (tanggal jatuh tempo</strong><strong>dan</strong><strong>nominal pembayaran), dan</strong><strong>nama kreditur</strong> yang mengesahkan kartu piutang tersebut. </p>
35 <p>Pada kartu piutang, terdapat<strong>nama debitur,</strong><strong>tanggal transaksi,</strong><strong>syarat pembayaran (tanggal jatuh tempo</strong><strong>dan</strong><strong>nominal pembayaran), dan</strong><strong>nama kreditur</strong> yang mengesahkan kartu piutang tersebut. </p>
36 <p>Kartu piutang dibuat oleh<strong>petugas piutang</strong>yang telah disahkan kepala keuangan atau<em>akunting.</em>Lalu, dikelompokkan per masing-masing debiturnya, sehingga kita bisa mengetahui catatan transaksi piutang setiap debitur secara jelas.</p>
36 <p>Kartu piutang dibuat oleh<strong>petugas piutang</strong>yang telah disahkan kepala keuangan atau<em>akunting.</em>Lalu, dikelompokkan per masing-masing debiturnya, sehingga kita bisa mengetahui catatan transaksi piutang setiap debitur secara jelas.</p>
37 <h2>Prosedur Pencatatan Piutang</h2>
37 <h2>Prosedur Pencatatan Piutang</h2>
38 <p>Pada penjelasan kartu piutang, kamu pasti menemukan kata ‘rincian mutasi piutang’.<em>Hmm,</em>lalu apa<em>sih</em>yang dimaksud mutasi piutang? Mutasi piutang merupakan perubahan jumlah piutang yang muncul karena adanya sebuah transaksi. Pada kartu piutang, transaksi tersebut misalnya seperti penjualan secara kredit, penerimaan kas debitur, retur penjualan, dan penghapusan piutang. </p>
38 <p>Pada penjelasan kartu piutang, kamu pasti menemukan kata ‘rincian mutasi piutang’.<em>Hmm,</em>lalu apa<em>sih</em>yang dimaksud mutasi piutang? Mutasi piutang merupakan perubahan jumlah piutang yang muncul karena adanya sebuah transaksi. Pada kartu piutang, transaksi tersebut misalnya seperti penjualan secara kredit, penerimaan kas debitur, retur penjualan, dan penghapusan piutang. </p>
39 <p>Data-data piutang dimasukan ke dalam kartu piutang menggunakan prosedur pencatatan piutang.<em>Nah</em>, prosedur ini dilakukan dengan cara memindahkan (<em>posting</em>) catatan keuangan transaksi yang ada di jurnal umum dan jurnal khusus ke buku besar. Setelah itu, dari buku besar, baru dimasukkan ke dalam kartu piutang, berdasarkan masing-masing jurnal. </p>
39 <p>Data-data piutang dimasukan ke dalam kartu piutang menggunakan prosedur pencatatan piutang.<em>Nah</em>, prosedur ini dilakukan dengan cara memindahkan (<em>posting</em>) catatan keuangan transaksi yang ada di jurnal umum dan jurnal khusus ke buku besar. Setelah itu, dari buku besar, baru dimasukkan ke dalam kartu piutang, berdasarkan masing-masing jurnal. </p>
40 <p>Sebagai contoh, coba kamu perhatikan proses pencatatan piutang ke dalam kartu piutang di bawah ini, ya! </p>
40 <p>Sebagai contoh, coba kamu perhatikan proses pencatatan piutang ke dalam kartu piutang di bawah ini, ya! </p>
41 <p>Perusahaan Onderdil Motor Buana menjual barang dagang secara kredit kepada beberapa perusahaan, yaitu PT Nusantara dan PD Jaya Motor pada bulan Agustus 2020. Berikut ini adalah beberapa data transaksi perusahaan Onderdil Motor Buana di bulan tersebut.</p>
41 <p>Perusahaan Onderdil Motor Buana menjual barang dagang secara kredit kepada beberapa perusahaan, yaitu PT Nusantara dan PD Jaya Motor pada bulan Agustus 2020. Berikut ini adalah beberapa data transaksi perusahaan Onderdil Motor Buana di bulan tersebut.</p>
42 <p>Transaksi penjualan kredit kepada debitur yang terjadi pada bulan Agustus 2020:</p>
42 <p>Transaksi penjualan kredit kepada debitur yang terjadi pada bulan Agustus 2020:</p>
43 <ul><li> Agustus 10, faktur No. S-06 kepada PT NUSANTARA seharga = Rp2.200.000,00</li>
43 <ul><li> Agustus 10, faktur No. S-06 kepada PT NUSANTARA seharga = Rp2.200.000,00</li>
44 <li> Agustus 15, faktur No. S-07 kepada PD JAYA MOTOR seharga = Rp5.500.000,00</li>
44 <li> Agustus 15, faktur No. S-07 kepada PD JAYA MOTOR seharga = Rp5.500.000,00</li>
45 </ul><p><strong>Jumlah penjualan kredit bulan Agustus 2020 = Rp7.700.000,00</strong></p>
45 </ul><p><strong>Jumlah penjualan kredit bulan Agustus 2020 = Rp7.700.000,00</strong></p>
46 <p>Selanjutnya, data transaksi penjualan kredit PT Nusantara dan PD Jaya Motor yang terjadi di bulan Agustus 2020 kita tulis di jurnal penjualan.</p>
46 <p>Selanjutnya, data transaksi penjualan kredit PT Nusantara dan PD Jaya Motor yang terjadi di bulan Agustus 2020 kita tulis di jurnal penjualan.</p>
47 <p>Setelah ditulis di jurnal penjualan, langkah selanjutnya yaitu memindahkan data tersebut ke buku besar.<em>Nah</em>, pencatatannya di<strong>buku besar</strong>adalah sebagai berikut:</p>
47 <p>Setelah ditulis di jurnal penjualan, langkah selanjutnya yaitu memindahkan data tersebut ke buku besar.<em>Nah</em>, pencatatannya di<strong>buku besar</strong>adalah sebagai berikut:</p>
48 <p>1. Transaksi penjualan kredit kepada debitur dicatat dalam jurnal penjualan (JPn) pada jurnal khusus di halaman 1. Maka dari itu, pada kolom referensi (Ref) ditulis JPn-1.</p>
48 <p>1. Transaksi penjualan kredit kepada debitur dicatat dalam jurnal penjualan (JPn) pada jurnal khusus di halaman 1. Maka dari itu, pada kolom referensi (Ref) ditulis JPn-1.</p>
49 <p>2. Semua lembar bukti tagihan (faktur penjualan) yang dicatat dalam jurnal penjualan sebesar Rp7.700.000,00 ditulis di bagian debit akun piutang dagang, dengan keterangan tanggal 31 Agustus 2020 (akhir bulan). </p>
49 <p>2. Semua lembar bukti tagihan (faktur penjualan) yang dicatat dalam jurnal penjualan sebesar Rp7.700.000,00 ditulis di bagian debit akun piutang dagang, dengan keterangan tanggal 31 Agustus 2020 (akhir bulan). </p>
50 <p><em>Nah</em>, posting akun piutang dagang pada buku besar akan ditulis seperti pada gambar di bawah ini, ya.</p>
50 <p><em>Nah</em>, posting akun piutang dagang pada buku besar akan ditulis seperti pada gambar di bawah ini, ya.</p>
51 <p><em>Nah</em>, setelah data-data tersebut dipindahkan ke buku besar, sudah<em>tau</em><em>dong</em>apa langkah selanjutnya?<em>Yup</em>, memasukan data ke kartu piutang masing-masing debitur. Kartu piutang akan ditulis sebagai berikut:</p>
51 <p><em>Nah</em>, setelah data-data tersebut dipindahkan ke buku besar, sudah<em>tau</em><em>dong</em>apa langkah selanjutnya?<em>Yup</em>, memasukan data ke kartu piutang masing-masing debitur. Kartu piutang akan ditulis sebagai berikut:</p>
52 <p>1. Kolom tanggal diisi dengan tanggal masing-masing transaksi</p>
52 <p>1. Kolom tanggal diisi dengan tanggal masing-masing transaksi</p>
53 <p>2. Rincian rekening masing-masing debitur tercatat dalam kartu piutang di sisi debit</p>
53 <p>2. Rincian rekening masing-masing debitur tercatat dalam kartu piutang di sisi debit</p>
54 <p><em>Sip</em>! Sampai sini kamu sudah paham<em>kan</em>tentang materi piutang, kartu piutang, dan prosedur pencatatan piutang? </p>
54 <p><em>Sip</em>! Sampai sini kamu sudah paham<em>kan</em>tentang materi piutang, kartu piutang, dan prosedur pencatatan piutang? </p>
55 <p><strong>Piutang</strong>merupakan<strong>tagihan yang harus dibayarkan peminjam (debitur) kepada pemberi pinjaman (kreditur)</strong>karena adanya transaksi barang/jasa secara kredit (non tunai). Piutang ini banyak<strong>jenisnya, ada piutang usaha, piutang wesel, dan piutang lain-lain</strong>. Kemudian, piutang dicatat dalam sebuah buku pembantu yang disebut<strong>kartu piutang</strong>. Proses pencatatan data-data piutang dalam kartu piutang harus menggunakan<strong>prosedur pencatatan kartu piutang</strong>.</p>
55 <p><strong>Piutang</strong>merupakan<strong>tagihan yang harus dibayarkan peminjam (debitur) kepada pemberi pinjaman (kreditur)</strong>karena adanya transaksi barang/jasa secara kredit (non tunai). Piutang ini banyak<strong>jenisnya, ada piutang usaha, piutang wesel, dan piutang lain-lain</strong>. Kemudian, piutang dicatat dalam sebuah buku pembantu yang disebut<strong>kartu piutang</strong>. Proses pencatatan data-data piutang dalam kartu piutang harus menggunakan<strong>prosedur pencatatan kartu piutang</strong>.</p>
56 <p><em>Yup</em>, selesai<em>deh</em>materi kita kali ini. Gimana? Seru<em>kan</em>belajar akuntansi? Sekarang, kamu jadi<em>tau nih</em>pengertian, ciri dan jenis-jenis piutang, kartu piutang, serta prosedur pencatatan kartu piutang. Kalau kamu ingin mempelajari materi lain seputar utang, piutang dan prosedur pencatatannya, coba<em>deh</em>tonton di<a>ruangbelajar!</a>Di sana, ada ribuan video materi pelajaran lengkap dengan latihan soal dan pembahasannya,<em>lho</em>!</p>
56 <p><em>Yup</em>, selesai<em>deh</em>materi kita kali ini. Gimana? Seru<em>kan</em>belajar akuntansi? Sekarang, kamu jadi<em>tau nih</em>pengertian, ciri dan jenis-jenis piutang, kartu piutang, serta prosedur pencatatan kartu piutang. Kalau kamu ingin mempelajari materi lain seputar utang, piutang dan prosedur pencatatannya, coba<em>deh</em>tonton di<a>ruangbelajar!</a>Di sana, ada ribuan video materi pelajaran lengkap dengan latihan soal dan pembahasannya,<em>lho</em>!</p>
57 <p>Referensi:</p>
57 <p>Referensi:</p>
58 <p>Kartu Piutang [Daring] - Nusantara, D. A (2003) Mengelola Kartu Piutang. Departemen Pendidikan Nasional. Tautan: http://mirror.unpad.ac.id/orari/pendidikan/materi-kejuruan/bisnis-manajemen/akuntansi/mengelola_kartu_piutang_dagang.pdf (Diakses: 16 September 2020)</p>
58 <p>Kartu Piutang [Daring] - Nusantara, D. A (2003) Mengelola Kartu Piutang. Departemen Pendidikan Nasional. Tautan: http://mirror.unpad.ac.id/orari/pendidikan/materi-kejuruan/bisnis-manajemen/akuntansi/mengelola_kartu_piutang_dagang.pdf (Diakses: 16 September 2020)</p>
59 <p>Sumber foto:</p>
59 <p>Sumber foto:</p>
60 <p>Gif image [Daring] - Tautan: https://giphy.com/gifs/staronfox-XJMA30FGthudGoYRqo/links (Diakses: 16 September 2020)</p>
60 <p>Gif image [Daring] - Tautan: https://giphy.com/gifs/staronfox-XJMA30FGthudGoYRqo/links (Diakses: 16 September 2020)</p>
61 <p>Meme [Daring] - Tautan: memegenerator.net (Diakses: 16 September 2020)</p>
61 <p>Meme [Daring] - Tautan: memegenerator.net (Diakses: 16 September 2020)</p>
62  
62