0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Yuk, siap hadapi Penilaian Tengah Semester dengan latihan soal dan pembahasan PTS kelas 11 IPA semester genap tahun 2025 berikut ini.</em></p>
1
<blockquote><p><em>Yuk, siap hadapi Penilaian Tengah Semester dengan latihan soal dan pembahasan PTS kelas 11 IPA semester genap tahun 2025 berikut ini.</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
2
</blockquote><p><em>-</em></p>
3
<h2>MATEMATIKA</h2>
3
<h2>MATEMATIKA</h2>
4
<p><strong>Topik:<a>Limit Fungsi Aljabar</a></strong></p>
4
<p><strong>Topik:<a>Limit Fungsi Aljabar</a></strong></p>
5
<p><strong>Subtopik: Limit Fungsi Aljabar</strong></p>
5
<p><strong>Subtopik: Limit Fungsi Aljabar</strong></p>
6
<p>1. Jika , nilai adalah ….</p>
6
<p>1. Jika , nilai adalah ….</p>
7
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
7
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
8
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
8
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
9
<p>Perhatikan perhitungan berikut ini!</p>
9
<p>Perhatikan perhitungan berikut ini!</p>
10
<p>Dengan demikian, nilai dariadalah sebagai berikut.</p>
10
<p>Dengan demikian, nilai dariadalah sebagai berikut.</p>
11
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
11
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
12
<p><strong>Topik:<a>Turunan Fungsi Aljabar</a></strong></p>
12
<p><strong>Topik:<a>Turunan Fungsi Aljabar</a></strong></p>
13
<p><strong>Subtopik: Gradien Garis Singgung</strong></p>
13
<p><strong>Subtopik: Gradien Garis Singgung</strong></p>
14
<p>2. Kurva memotong sumbu-<em>y</em>di titik A. Persamaan garis singgung pada kurva tersebut di titik A adalah ….</p>
14
<p>2. Kurva memotong sumbu-<em>y</em>di titik A. Persamaan garis singgung pada kurva tersebut di titik A adalah ….</p>
15
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
15
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
16
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
16
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
17
<p>Diketahui bahwa A adalah titik potong kurva terhadap sumbu-<em>y</em>. Akibatnya, absis dari titik A adalah </p>
17
<p>Diketahui bahwa A adalah titik potong kurva terhadap sumbu-<em>y</em>. Akibatnya, absis dari titik A adalah </p>
18
<p>Oleh karena itu, ordinat titik A dapat dicari dengan cara menyubstitusikan nilai ke fungsi </p>
18
<p>Oleh karena itu, ordinat titik A dapat dicari dengan cara menyubstitusikan nilai ke fungsi </p>
19
<p>Kemudian, kita cari gradien dari garis singgung, yaitu turunan pertama dari </p>
19
<p>Kemudian, kita cari gradien dari garis singgung, yaitu turunan pertama dari </p>
20
<p>Dengan demikian, persamaan garis singgungnya adalah sebagai berikut.</p>
20
<p>Dengan demikian, persamaan garis singgungnya adalah sebagai berikut.</p>
21
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
21
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
22
<p><strong>Topik: MINAT - Lingkaran Analitika </strong></p>
22
<p><strong>Topik: MINAT - Lingkaran Analitika </strong></p>
23
<p><strong>Subtopik:<a>Persamaan Garis Singgung Lingkaran</a></strong></p>
23
<p><strong>Subtopik:<a>Persamaan Garis Singgung Lingkaran</a></strong></p>
24
<p>3. Diketahui persamaan garis singgung lingkaran di titik (1,5) dan (1,-5) berpotongan di titik (<em>p,q</em>) . Nilai dari 2<em>p - q</em>adalah ….</p>
24
<p>3. Diketahui persamaan garis singgung lingkaran di titik (1,5) dan (1,-5) berpotongan di titik (<em>p,q</em>) . Nilai dari 2<em>p - q</em>adalah ….</p>
25
<ol><li>1</li>
25
<ol><li>1</li>
26
<li>5</li>
26
<li>5</li>
27
<li>20</li>
27
<li>20</li>
28
<li>40</li>
28
<li>40</li>
29
<li>50</li>
29
<li>50</li>
30
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
30
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
31
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
31
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
32
<p>Selanjutnya, akan dicari titik potong antara dua garis singgung lingkaran tersebut.</p>
32
<p>Selanjutnya, akan dicari titik potong antara dua garis singgung lingkaran tersebut.</p>
33
<p>Perhatikan perhitungan berikut!</p>
33
<p>Perhatikan perhitungan berikut!</p>
34
<p>Substitusikan nilai x = 20 ke salah satu persamaan garis singgung, misalkan x + 5y = 20. Akibatnya, didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
34
<p>Substitusikan nilai x = 20 ke salah satu persamaan garis singgung, misalkan x + 5y = 20. Akibatnya, didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
35
<p>Didapat bahwa dua garis singgung tersebut berpotongan di titik (20,0).</p>
35
<p>Didapat bahwa dua garis singgung tersebut berpotongan di titik (20,0).</p>
36
<p>DIketahui pada soal bahwa koordinat titik potong kedua garis singgung tersebut adalah (<em>p,q</em>). Akibatnya, didapat nilai<em>p</em>= 20 dan<em>q</em>= 0.</p>
36
<p>DIketahui pada soal bahwa koordinat titik potong kedua garis singgung tersebut adalah (<em>p,q</em>). Akibatnya, didapat nilai<em>p</em>= 20 dan<em>q</em>= 0.</p>
37
<p>Dengan demikian, nilai dari 2<em>p-q</em>adalah sebagai berikut.</p>
37
<p>Dengan demikian, nilai dari 2<em>p-q</em>adalah sebagai berikut.</p>
38
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
38
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
39
<p><strong>Topik: MINAT - Irisan Dua Lingkaran </strong></p>
39
<p><strong>Topik: MINAT - Irisan Dua Lingkaran </strong></p>
40
<p><strong>Subtopik: Garis Persekutuan Dua Lingkaran</strong></p>
40
<p><strong>Subtopik: Garis Persekutuan Dua Lingkaran</strong></p>
41
<p>4. Diketahui dua buah persamaan lingkaran sebagai berikut.</p>
41
<p>4. Diketahui dua buah persamaan lingkaran sebagai berikut.</p>
42
<p>Jarak titik pusat lingkaran ke tali busur persekutuan kedua lingkaran tersebut adalah ….</p>
42
<p>Jarak titik pusat lingkaran ke tali busur persekutuan kedua lingkaran tersebut adalah ….</p>
43
<p><strong>Jawaban: A</strong></p>
43
<p><strong>Jawaban: A</strong></p>
44
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
44
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
45
<p>Pertama-tama, akan ditentukan persamaan tali busur persekutuan kedua lingkaran terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut.</p>
45
<p>Pertama-tama, akan ditentukan persamaan tali busur persekutuan kedua lingkaran terlebih dahulu dengan cara sebagai berikut.</p>
46
<p>Dengan demikian, jarak titik pusat lingkaran ke tali busur persekutuan kedua lingkaran tersebut adalah</p>
46
<p>Dengan demikian, jarak titik pusat lingkaran ke tali busur persekutuan kedua lingkaran tersebut adalah</p>
47
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
47
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
48
<p><strong>Topik:</strong><strong>MINAT - Suku Banyak (Polinomial)</strong></p>
48
<p><strong>Topik:</strong><strong>MINAT - Suku Banyak (Polinomial)</strong></p>
49
<p><strong>Subtopik: Operasi Hitung Suku Banyak</strong></p>
49
<p><strong>Subtopik: Operasi Hitung Suku Banyak</strong></p>
50
<p>5. Diberikan . Jika membentuk barisan geometri, maka rasio barisan geometri tersebut adalah ….</p>
50
<p>5. Diberikan . Jika membentuk barisan geometri, maka rasio barisan geometri tersebut adalah ….</p>
51
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
51
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
52
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
52
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
53
<p>Dari soal, diketahui bahwa dan </p>
53
<p>Dari soal, diketahui bahwa dan </p>
54
<p>Oleh karena itu, didapat kesamaan sebagai berikut.</p>
54
<p>Oleh karena itu, didapat kesamaan sebagai berikut.</p>
55
<p>Dari kesamaan di atas, didapat nilai<em>a</em>= -2 dan<em>b</em>= -3.</p>
55
<p>Dari kesamaan di atas, didapat nilai<em>a</em>= -2 dan<em>b</em>= -3.</p>
56
<p>Kemudian, diketahui bahwa<em>a</em>,<em>b</em>, membentuk barisan geometri. Artinya, barisan geometri tersebut adalah -2, -3, .</p>
56
<p>Kemudian, diketahui bahwa<em>a</em>,<em>b</em>, membentuk barisan geometri. Artinya, barisan geometri tersebut adalah -2, -3, .</p>
57
<p>Ingat bahwa rasio pada barisan geometri dirumuskan dengan . Akibatnya, rasio barisan geometri tersebut dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
57
<p>Ingat bahwa rasio pada barisan geometri dirumuskan dengan . Akibatnya, rasio barisan geometri tersebut dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
58
<p>Dengan demikian, rasio barisan geometri tersebut adalah </p>
58
<p>Dengan demikian, rasio barisan geometri tersebut adalah </p>
59
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
59
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
60
<h2><strong>KIMIA</strong></h2>
60
<h2><strong>KIMIA</strong></h2>
61
<p><strong>Topik:<a>Teori dan Karakteristik Asam-Basa</a></strong></p>
61
<p><strong>Topik:<a>Teori dan Karakteristik Asam-Basa</a></strong></p>
62
<p><strong>Subtopik: Teori Asam-Basa Bronsted-Lowry</strong></p>
62
<p><strong>Subtopik: Teori Asam-Basa Bronsted-Lowry</strong></p>
63
<p><strong>1. Perhatikan reaksi berikut!</strong></p>
63
<p><strong>1. Perhatikan reaksi berikut!</strong></p>
64
<p>Pasangan asam-basa konjugasi menurut Bronsted-Lowry adalah ….</p>
64
<p>Pasangan asam-basa konjugasi menurut Bronsted-Lowry adalah ….</p>
65
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
65
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
66
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
66
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
67
<p>Teori asam-basa menurut Bronsted-Lowry adalah sebagai berikut.</p>
67
<p>Teori asam-basa menurut Bronsted-Lowry adalah sebagai berikut.</p>
68
<ul><li>Asam: spesi yang mendonorkan proton </li>
68
<ul><li>Asam: spesi yang mendonorkan proton </li>
69
<li>Basa: spesi yang menerima proton </li>
69
<li>Basa: spesi yang menerima proton </li>
70
</ul><p>Asam-basa konjugasi hanya berbeda satu atom hidrogen saja. Asam memiliki satu atom hidrogen lebih banyak dibandingkan basa konjugasinya. Spesi asam (A), basa (B), asam konjugasi (AK), dan basa konjugasi (BK) ditunjukkan sebagai berikut.</p>
70
</ul><p>Asam-basa konjugasi hanya berbeda satu atom hidrogen saja. Asam memiliki satu atom hidrogen lebih banyak dibandingkan basa konjugasinya. Spesi asam (A), basa (B), asam konjugasi (AK), dan basa konjugasi (BK) ditunjukkan sebagai berikut.</p>
71
<p>Dengan demikian, spesi yang merupakan pasangan asam basa konjugasi adalah yang merupakan asam konjugasi dan basa.</p>
71
<p>Dengan demikian, spesi yang merupakan pasangan asam basa konjugasi adalah yang merupakan asam konjugasi dan basa.</p>
72
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
72
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
73
<p><strong>Topik: Perhitungan dan Pemanfaatan Asam-Basa</strong></p>
73
<p><strong>Topik: Perhitungan dan Pemanfaatan Asam-Basa</strong></p>
74
<p><strong>Subtopik: Indikator Asam-Basa</strong></p>
74
<p><strong>Subtopik: Indikator Asam-Basa</strong></p>
75
<p>2. Seorang siswa ingin menguji pH suatu limbah di kota Z dengan menggunakan beberapa indikator. Data trayek perubahan warna pada indikator disajikan dalam tabel berikut.</p>
75
<p>2. Seorang siswa ingin menguji pH suatu limbah di kota Z dengan menggunakan beberapa indikator. Data trayek perubahan warna pada indikator disajikan dalam tabel berikut.</p>
76
<p>Nilai pH dari limbah I dan II secara berurutan adalah ….</p>
76
<p>Nilai pH dari limbah I dan II secara berurutan adalah ….</p>
77
<ol><li>≤10 dan ≥4,2</li>
77
<ol><li>≤10 dan ≥4,2</li>
78
<li>≤8,3 dan ≥4,5</li>
78
<li>≤8,3 dan ≥4,5</li>
79
<li>≥4,2 dan ≤10</li>
79
<li>≥4,2 dan ≤10</li>
80
<li>≥8,3 dan ≤4,3</li>
80
<li>≥8,3 dan ≤4,3</li>
81
<li>≤4,2 dan ≥10</li>
81
<li>≤4,2 dan ≥10</li>
82
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
82
</ol><p><strong>Jawaban: E</strong></p>
83
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
83
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
84
<p>Analisis pH limbah I adalah sebagai berikut.</p>
84
<p>Analisis pH limbah I adalah sebagai berikut.</p>
85
<ul><li>Lakmus (pH≤4,5)</li>
85
<ul><li>Lakmus (pH≤4,5)</li>
86
<li>Metil merah (pH≤4,2)</li>
86
<li>Metil merah (pH≤4,2)</li>
87
<li>Bromtimol biru (pH≤6,0)</li>
87
<li>Bromtimol biru (pH≤6,0)</li>
88
<li>Fenolftalein (pH≤8,3)</li>
88
<li>Fenolftalein (pH≤8,3)</li>
89
</ul><p>Kemudian, cari irisannya dengan menggunakan garis bilangan sehingga didapat pH limbah I ≤4,2.</p>
89
</ul><p>Kemudian, cari irisannya dengan menggunakan garis bilangan sehingga didapat pH limbah I ≤4,2.</p>
90
<p>Analisis pH limbah II adalah sebagai berikut.</p>
90
<p>Analisis pH limbah II adalah sebagai berikut.</p>
91
<ul><li>Lakmus (pH≥8,3)</li>
91
<ul><li>Lakmus (pH≥8,3)</li>
92
<li>Metil merah (pH≥6,2)</li>
92
<li>Metil merah (pH≥6,2)</li>
93
<li>Bromtimol biru (pH≥7,6)</li>
93
<li>Bromtimol biru (pH≥7,6)</li>
94
<li>Fenolftalein (pH≥10)</li>
94
<li>Fenolftalein (pH≥10)</li>
95
</ul><p>Kemudian, cari irisannya dengan menggunakan garis bilangan sehingga didapat pH limbah II ≥10.</p>
95
</ul><p>Kemudian, cari irisannya dengan menggunakan garis bilangan sehingga didapat pH limbah II ≥10.</p>
96
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
96
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
97
<p><strong>Topik: Hidrolisis Garam</strong></p>
97
<p><strong>Topik: Hidrolisis Garam</strong></p>
98
<p><strong>Subtopik: Hidrolisis Parsial Garam Basa</strong></p>
98
<p><strong>Subtopik: Hidrolisis Parsial Garam Basa</strong></p>
99
<p>3. Suatu garam 0,2 M memiliki α sebesar 0,0002. pH dari garam tersebut adalah ….</p>
99
<p>3. Suatu garam 0,2 M memiliki α sebesar 0,0002. pH dari garam tersebut adalah ….</p>
100
<ol><li>9 + log 3</li>
100
<ol><li>9 + log 3</li>
101
<li>9 + log 4</li>
101
<li>9 + log 4</li>
102
<li>9 + log 5</li>
102
<li>9 + log 5</li>
103
<li>5 + log 4</li>
103
<li>5 + log 4</li>
104
<li>10 + log 4</li>
104
<li>10 + log 4</li>
105
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
105
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
106
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
106
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
107
<p>Langkah pertama adalah menghubungkan derajat disosiasi dengan konstanta hidrolisis. Persamaan matematis yang digunakan adalah sebagai berikut.</p>
107
<p>Langkah pertama adalah menghubungkan derajat disosiasi dengan konstanta hidrolisis. Persamaan matematis yang digunakan adalah sebagai berikut.</p>
108
<p>Reaksi ionisasi CH3COOK adalah sebagai berikut.</p>
108
<p>Reaksi ionisasi CH3COOK adalah sebagai berikut.</p>
109
<p>Ion berasal dari basa kuat sehingga tidak terhidrolisis. Ion terhidrolisis sesuai reaksi berikut.</p>
109
<p>Ion berasal dari basa kuat sehingga tidak terhidrolisis. Ion terhidrolisis sesuai reaksi berikut.</p>
110
<p>Reaksi hidrolisis membentuk suasana basa. Persamaan matematis yang digunakan adalah sebagai berikut.</p>
110
<p>Reaksi hidrolisis membentuk suasana basa. Persamaan matematis yang digunakan adalah sebagai berikut.</p>
111
<p>Nilai pH dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
111
<p>Nilai pH dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
112
<p><strong> </strong></p>
112
<p><strong> </strong></p>
113
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
113
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
114
<p><strong>Topik:<a>Larutan Penyangga</a></strong></p>
114
<p><strong>Topik:<a>Larutan Penyangga</a></strong></p>
115
<p><strong>Subtopik: Pendahuluan Larutan Penyangga</strong></p>
115
<p><strong>Subtopik: Pendahuluan Larutan Penyangga</strong></p>
116
<p><strong>4. Perhatikan tabel berikut ini!</strong></p>
116
<p><strong>4. Perhatikan tabel berikut ini!</strong></p>
117
<p>Larutan yang merupakan larutan penyangga adalah ….</p>
117
<p>Larutan yang merupakan larutan penyangga adalah ….</p>
118
<ol><li>A</li>
118
<ol><li>A</li>
119
<li>B</li>
119
<li>B</li>
120
<li>C</li>
120
<li>C</li>
121
<li>D</li>
121
<li>D</li>
122
<li>E</li>
122
<li>E</li>
123
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
123
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
124
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
124
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
125
<p>Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan pH larutan jika ditambah sedikit asam, sedikit basa, atau diencerkan. Berdasarkan data pada tabel, larutan yang perubahan pH nya relatif sedikit adalah larutan C. pH awal larutan C adalah 4,6, setelah ditambah asam, basa, dan diencerkan secara berurutan 4,2; 4,9; 4,6. Berdasarkan hal tersebut, yang merupakan larutan penyangga adalah larutan C.</p>
125
<p>Larutan penyangga adalah larutan yang dapat mempertahankan pH larutan jika ditambah sedikit asam, sedikit basa, atau diencerkan. Berdasarkan data pada tabel, larutan yang perubahan pH nya relatif sedikit adalah larutan C. pH awal larutan C adalah 4,6, setelah ditambah asam, basa, dan diencerkan secara berurutan 4,2; 4,9; 4,6. Berdasarkan hal tersebut, yang merupakan larutan penyangga adalah larutan C.</p>
126
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
126
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
127
<p><strong>Topik: Larutan Penyangga</strong></p>
127
<p><strong>Topik: Larutan Penyangga</strong></p>
128
<p><strong>Subtopik: Larutan Penyangga Asam</strong></p>
128
<p><strong>Subtopik: Larutan Penyangga Asam</strong></p>
129
<p>5. Campuran di bawah ini yang dapat membentuk larutan penyangga adalah ….</p>
129
<p>5. Campuran di bawah ini yang dapat membentuk larutan penyangga adalah ….</p>
130
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
130
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
131
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
131
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
132
<p>Larutan penyangga dapat dibuat dari</p>
132
<p>Larutan penyangga dapat dibuat dari</p>
133
<ol><li>asam/basa lemah dengan basa/asam konjugasinya, dan</li>
133
<ol><li>asam/basa lemah dengan basa/asam konjugasinya, dan</li>
134
<li>asam/basa lemah dengan basa/asam kuat dengan syarat yang kuat habis bereaksi dan tersisa yang lemah.</li>
134
<li>asam/basa lemah dengan basa/asam kuat dengan syarat yang kuat habis bereaksi dan tersisa yang lemah.</li>
135
</ol><p>Berikut analisis tiap opsi jawaban.</p>
135
</ol><p>Berikut analisis tiap opsi jawaban.</p>
136
<ul><li>Pada opsi A, keduanya habis bereaksi dan tersisa garam (bukan penyangga).</li>
136
<ul><li>Pada opsi A, keduanya habis bereaksi dan tersisa garam (bukan penyangga).</li>
137
<li>Pada opsi B, basa kuat yang tersisa (bukan penyangga).</li>
137
<li>Pada opsi B, basa kuat yang tersisa (bukan penyangga).</li>
138
<li>Pada opsi C, keduanya habis bereaksi yang terbentuk garam basa (bukan penyangga).</li>
138
<li>Pada opsi C, keduanya habis bereaksi yang terbentuk garam basa (bukan penyangga).</li>
139
<li>Pada opsi D, keduanya habis bereaksi dan pH netral (bukan penyangga).</li>
139
<li>Pada opsi D, keduanya habis bereaksi dan pH netral (bukan penyangga).</li>
140
<li>Pada opsi E,<strong>asam lemah bersisa dan basa kuat habis bereaksi (larutan penyangga asam)</strong>.</li>
140
<li>Pada opsi E,<strong>asam lemah bersisa dan basa kuat habis bereaksi (larutan penyangga asam)</strong>.</li>
141
</ul><p>Campuran yang membentuk larutan penyangga adalah 50 mL NaOH 0,1 M dan 50 mL 0,2 M</p>
141
</ul><p>Campuran yang membentuk larutan penyangga adalah 50 mL NaOH 0,1 M dan 50 mL 0,2 M</p>
142
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
142
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
143
<h2><strong>FISIKA</strong></h2>
143
<h2><strong>FISIKA</strong></h2>
144
<p><strong>Topik:<a>Termodinamika</a></strong></p>
144
<p><strong>Topik:<a>Termodinamika</a></strong></p>
145
<p><strong>Subtopik: Aplikasi Hukum Termodinamika</strong></p>
145
<p><strong>Subtopik: Aplikasi Hukum Termodinamika</strong></p>
146
<p>1. Sebuah mesin pendingin memiliki suhu -3°C disimpan di ruangan bersuhu 27°C. Jika daya yang digunakan oleh mesin pendingin tersebut adalah 250 watt, kalor yang dikeluarkan oleh mesin setiap jamnya adalah .…</p>
146
<p>1. Sebuah mesin pendingin memiliki suhu -3°C disimpan di ruangan bersuhu 27°C. Jika daya yang digunakan oleh mesin pendingin tersebut adalah 250 watt, kalor yang dikeluarkan oleh mesin setiap jamnya adalah .…</p>
147
<ol><li>7.500 kJ</li>
147
<ol><li>7.500 kJ</li>
148
<li>8.100 kJ</li>
148
<li>8.100 kJ</li>
149
<li>9.000 kJ</li>
149
<li>9.000 kJ</li>
150
<li>9.600 kJ</li>
150
<li>9.600 kJ</li>
151
<li>9.500 kJ</li>
151
<li>9.500 kJ</li>
152
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
152
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
153
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
153
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
154
<p>Persamaan dasar daya dalam fisika :</p>
154
<p>Persamaan dasar daya dalam fisika :</p>
155
<p>Persamaan koefisien performansi mesin pendingin :</p>
155
<p>Persamaan koefisien performansi mesin pendingin :</p>
156
<p>Maka, besarnya panas/kalor yang dikeluarkan dari ruangan :</p>
156
<p>Maka, besarnya panas/kalor yang dikeluarkan dari ruangan :</p>
157
<p><strong> </strong></p>
157
<p><strong> </strong></p>
158
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
158
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
159
<p><strong>Topik: Gelombang Mekanik </strong></p>
159
<p><strong>Topik: Gelombang Mekanik </strong></p>
160
<p><strong>Subtopik: Besaran dan Gelombang</strong></p>
160
<p><strong>Subtopik: Besaran dan Gelombang</strong></p>
161
<p><strong>2. Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
161
<p><strong>2. Perhatikan gambar berikut!</strong></p>
162
<p>Berdasarkan gambar gelombang di atas, panjang gelombang yang dihasilkan adalah ….</p>
162
<p>Berdasarkan gambar gelombang di atas, panjang gelombang yang dihasilkan adalah ….</p>
163
<ol><li>1 m</li>
163
<ol><li>1 m</li>
164
<li>1,5 m</li>
164
<li>1,5 m</li>
165
<li>3 m</li>
165
<li>3 m</li>
166
<li>4,5 m</li>
166
<li>4,5 m</li>
167
<li>13,5 m</li>
167
<li>13,5 m</li>
168
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
168
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
169
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
169
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
170
<p>Diketahui:</p>
170
<p>Diketahui:</p>
171
<p>Maka panjang gelombangnya adalah:</p>
171
<p>Maka panjang gelombangnya adalah:</p>
172
<p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah C.</strong></p>
172
<p><strong>Jadi, jawaban yang benar adalah C.</strong></p>
173
<p><strong>Topik:<a>Gelombang Berjalan</a>dan Gelombang Stasioner </strong></p>
173
<p><strong>Topik:<a>Gelombang Berjalan</a>dan Gelombang Stasioner </strong></p>
174
<p><strong>Subtopik: Gelombang Stasioner Ujung Terikat</strong></p>
174
<p><strong>Subtopik: Gelombang Stasioner Ujung Terikat</strong></p>
175
<p>3. Gelombang stasioner memenuhi persamaan , dengan<em>x,y</em>dalam meter dan<em>t</em>dalam sekon. Jarak perut ke perut berurutan adalah ….</p>
175
<p>3. Gelombang stasioner memenuhi persamaan , dengan<em>x,y</em>dalam meter dan<em>t</em>dalam sekon. Jarak perut ke perut berurutan adalah ….</p>
176
<ol><li>0,05 m</li>
176
<ol><li>0,05 m</li>
177
<li>0,125 m</li>
177
<li>0,125 m</li>
178
<li>0,35 m</li>
178
<li>0,35 m</li>
179
<li>0,45 m</li>
179
<li>0,45 m</li>
180
<li>0,55 m</li>
180
<li>0,55 m</li>
181
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
181
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
182
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
182
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
183
<p>Diketahui:</p>
183
<p>Diketahui:</p>
184
<p>meter</p>
184
<p>meter</p>
185
<p>Ditanya: Jarak Jarak perut ke perut berurutan ?</p>
185
<p>Ditanya: Jarak Jarak perut ke perut berurutan ?</p>
186
<p>Jawaban:</p>
186
<p>Jawaban:</p>
187
<p>meter</p>
187
<p>meter</p>
188
<p>dari persamaan tersebut dapat dianalis:</p>
188
<p>dari persamaan tersebut dapat dianalis:</p>
189
<p>maka,</p>
189
<p>maka,</p>
190
<p>Jarak Jarak perut ke perut berurutan :</p>
190
<p>Jarak Jarak perut ke perut berurutan :</p>
191
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
191
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
192
<p><strong>Topik:<a>Gelombang Bunyi </a></strong></p>
192
<p><strong>Topik:<a>Gelombang Bunyi </a></strong></p>
193
<p><strong>Subtopik: Gejala Gelombang Bunyi</strong></p>
193
<p><strong>Subtopik: Gejala Gelombang Bunyi</strong></p>
194
<p><strong>4. Perhatikan beberapa bola yang diikat menggunakan tali berikut ini!</strong></p>
194
<p><strong>4. Perhatikan beberapa bola yang diikat menggunakan tali berikut ini!</strong></p>
195
<p>Apabila bola F digoyangkan, bola yang akan ikut bergerak adalah bola ….</p>
195
<p>Apabila bola F digoyangkan, bola yang akan ikut bergerak adalah bola ….</p>
196
<ol><li>A</li>
196
<ol><li>A</li>
197
<li>B</li>
197
<li>B</li>
198
<li>C</li>
198
<li>C</li>
199
<li>D</li>
199
<li>D</li>
200
<li>E<strong></strong></li>
200
<li>E<strong></strong></li>
201
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
201
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
202
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
202
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
203
<p>Peristiwa bergoyangnya suatu bola akibat bergoyangnya bola lain pada gambar tersebut merupakan peristiwa resonansi. Resonansi dapat terjadi apabila kedua bola memiliki frekuensi alamiah yang sama. Bola-bola yang memiliki frekuensi alamiah yang sama adalah bola yang digantung dengan tali yang panjangnya sama. Dengan demikian, ketika bola F digoyangkan, bola yang ikut bergoyang adalah bola C.</p>
203
<p>Peristiwa bergoyangnya suatu bola akibat bergoyangnya bola lain pada gambar tersebut merupakan peristiwa resonansi. Resonansi dapat terjadi apabila kedua bola memiliki frekuensi alamiah yang sama. Bola-bola yang memiliki frekuensi alamiah yang sama adalah bola yang digantung dengan tali yang panjangnya sama. Dengan demikian, ketika bola F digoyangkan, bola yang ikut bergoyang adalah bola C.</p>
204
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
204
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong></p>
205
<p><strong>Topik: Gelombang Bunyi </strong></p>
205
<p><strong>Topik: Gelombang Bunyi </strong></p>
206
<p><strong>Subtopik: Gelombang Stasioner pada Alat Penghasil Bunyi</strong></p>
206
<p><strong>Subtopik: Gelombang Stasioner pada Alat Penghasil Bunyi</strong></p>
207
<p>5. Seutas dawai piano bermassa kg yang panjangnya 0,5 m ditegangkan dengan gaya 200 N. Frekuensi nada dasar dawai piano tersebut adalah … Hz.</p>
207
<p>5. Seutas dawai piano bermassa kg yang panjangnya 0,5 m ditegangkan dengan gaya 200 N. Frekuensi nada dasar dawai piano tersebut adalah … Hz.</p>
208
<ol><li>100</li>
208
<ol><li>100</li>
209
<li>200</li>
209
<li>200</li>
210
<li>400</li>
210
<li>400</li>
211
<li>600</li>
211
<li>600</li>
212
<li>800</li>
212
<li>800</li>
213
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
213
</ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
214
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
214
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
215
<p>Diketahui:</p>
215
<p>Diketahui:</p>
216
<p>Ditanyakan:</p>
216
<p>Ditanyakan:</p>
217
<p>Jawaban:</p>
217
<p>Jawaban:</p>
218
<p>Frekuensi nada dasar pada dawai dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut:</p>
218
<p>Frekuensi nada dasar pada dawai dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut:</p>
219
<p>Karena pada nada dasar maka,</p>
219
<p>Karena pada nada dasar maka,</p>
220
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
220
<p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
221
<h2><strong>BIOLOGI</strong></h2>
221
<h2><strong>BIOLOGI</strong></h2>
222
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada<a>Sistem Pencernaan</a></strong></p>
222
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada<a>Sistem Pencernaan</a></strong></p>
223
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Saluran dan Kelenjar Pencernaan</strong></p>
223
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Saluran dan Kelenjar Pencernaan</strong></p>
224
<p>1. Esofagus merupakan salah satu saluran dalam sistem pencernaan. Pernyataan berikut yang tepat mengenai esofagus adalah …</p>
224
<p>1. Esofagus merupakan salah satu saluran dalam sistem pencernaan. Pernyataan berikut yang tepat mengenai esofagus adalah …</p>
225
<ol><li>Esofagus memiliki epitel pipih selapis berkeratin.</li>
225
<ol><li>Esofagus memiliki epitel pipih selapis berkeratin.</li>
226
<li>Esofagus berfungsi untuk menyalurkan makanan dalam bentuk bolus.</li>
226
<li>Esofagus berfungsi untuk menyalurkan makanan dalam bentuk bolus.</li>
227
<li>Esofagus hanya tersusun atas otot polos.</li>
227
<li>Esofagus hanya tersusun atas otot polos.</li>
228
<li>Esofagus disebut juga sebagai tenggorokan.</li>
228
<li>Esofagus disebut juga sebagai tenggorokan.</li>
229
<li>Esofagus memiliki membran mukosa yang tidak tersusun atas jaringan ikat.</li>
229
<li>Esofagus memiliki membran mukosa yang tidak tersusun atas jaringan ikat.</li>
230
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
230
</ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
231
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
231
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
232
<p>Esofagus atau kerongkongan merupakan saluran yang berfungsi untuk membawa atau menyalurkan makanan dalam bentuk bolus dari faring ke lambung. Esofagus memiliki karakteristik sebagai berikut.</p>
232
<p>Esofagus atau kerongkongan merupakan saluran yang berfungsi untuk membawa atau menyalurkan makanan dalam bentuk bolus dari faring ke lambung. Esofagus memiliki karakteristik sebagai berikut.</p>
233
<ul><li>berukuran sekitar 25,4 cm</li>
233
<ul><li>berukuran sekitar 25,4 cm</li>
234
<li>terletak di belakang trakea</li>
234
<li>terletak di belakang trakea</li>
235
<li>memiliki membran mukosa yang tersusun atas jaringan ikat, otot, dan epitel pipih selapis tidak berkeratin. Otot penyusun esofagus yaitu otot rangka dan otot polos.<strong></strong><strong> </strong></li>
235
<li>memiliki membran mukosa yang tersusun atas jaringan ikat, otot, dan epitel pipih selapis tidak berkeratin. Otot penyusun esofagus yaitu otot rangka dan otot polos.<strong></strong><strong> </strong></li>
236
</ul><p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
236
</ul><p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah B.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
237
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada<a>Sistem Pernapasan</a> </strong></p>
237
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada<a>Sistem Pernapasan</a> </strong></p>
238
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Mekanisme Pernapasan Manusia</strong></p>
238
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Mekanisme Pernapasan Manusia</strong></p>
239
<p><strong>2. Perhatikan gambar percobaan berikut!</strong></p>
239
<p><strong>2. Perhatikan gambar percobaan berikut!</strong></p>
240
<p>Seorang siswa melakukan percobaan seperti pada gambar. Jika indikator bromtimol biru memiliki rentang pH sebesar 6,0 - 7,6 dan rentang warna dari kuning - biru, pernyataan berikut ini yang benar terkait percobaan tersebut adalah …</p>
240
<p>Seorang siswa melakukan percobaan seperti pada gambar. Jika indikator bromtimol biru memiliki rentang pH sebesar 6,0 - 7,6 dan rentang warna dari kuning - biru, pernyataan berikut ini yang benar terkait percobaan tersebut adalah …</p>
241
<ol><li>Suhu panas dari udara yang ditiupkan menyebabkan reaksi eksoterm dan menyebabkan perubahan warna pada larutan.</li>
241
<ol><li>Suhu panas dari udara yang ditiupkan menyebabkan reaksi eksoterm dan menyebabkan perubahan warna pada larutan.</li>
242
<li>Hembusan napas memiliki tekanan yang tinggi sehingga membuat larutan menjadi jenuh dan terjadi perubahan pH.</li>
242
<li>Hembusan napas memiliki tekanan yang tinggi sehingga membuat larutan menjadi jenuh dan terjadi perubahan pH.</li>
243
<li>yang ditiupkan akan bereaksi dengan menghasilkan dan sehingga terjadi perubahan warna.</li>
243
<li>yang ditiupkan akan bereaksi dengan menghasilkan dan sehingga terjadi perubahan warna.</li>
244
<li>yang ditiupkan akan bereaksi dengan pada tabung sehingga terbentuk yang menyebabkan perubahan pH.</li>
244
<li>yang ditiupkan akan bereaksi dengan pada tabung sehingga terbentuk yang menyebabkan perubahan pH.</li>
245
<li>yang ditiupkan akan bereaksi dengan 2KOH menghasilkan dan sehingga terjadi perubahan pH.</li>
245
<li>yang ditiupkan akan bereaksi dengan 2KOH menghasilkan dan sehingga terjadi perubahan pH.</li>
246
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
246
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
247
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
247
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
248
<p>Seorang siswa melakukan percobaan dengan meniupkan udara ke dalam tabung Erlenmeyer sehingga terjadi perubahan warna. Ketika seseorang meniup udara atau menghembuskan napas, gas karbondioksida dari proses pernapasan akan dikeluarkan. Gas karbondioksida yang dihembuskan oleh siswa tersebut akan bereaksi dengan air membentuk asam bikarbonat (). Senyawa yang terbentuk memiliki sifat asam sehingga pH awal dari larutan akan mengalami perubahan. Perubahan pH tersebut akan terdeteksi oleh indikator bromtimol biru sehingga terjadi perubahan warna pada larutan.</p>
248
<p>Seorang siswa melakukan percobaan dengan meniupkan udara ke dalam tabung Erlenmeyer sehingga terjadi perubahan warna. Ketika seseorang meniup udara atau menghembuskan napas, gas karbondioksida dari proses pernapasan akan dikeluarkan. Gas karbondioksida yang dihembuskan oleh siswa tersebut akan bereaksi dengan air membentuk asam bikarbonat (). Senyawa yang terbentuk memiliki sifat asam sehingga pH awal dari larutan akan mengalami perubahan. Perubahan pH tersebut akan terdeteksi oleh indikator bromtimol biru sehingga terjadi perubahan warna pada larutan.</p>
249
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
249
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
250
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Pernapasan</strong></p>
250
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Pernapasan</strong></p>
251
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gangguan Sistem Pernapasan</strong></p>
251
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gangguan Sistem Pernapasan</strong></p>
252
<p>3. Seorang siswa mengalami gangguan pada sistem pernapasannya. Adapun gejala yang ia rasakan seperti suara menjadi parau atau serak bahkan hilang, sulit untuk menelan dan bernapas, serta batuk hingga demam. Setelah melakukan pemeriksaan medis ternyata ditemukan infeksi bakteri<em>Corynebacterium diphtheriae</em>yang bersifat infektif. Berdasarkan kasus tersebut, maka bagian pada gambar berikut yang mengalami infeksi sehingga menunjukkan gejala yang sesuai ditunjukan oleh nomor ….</p>
252
<p>3. Seorang siswa mengalami gangguan pada sistem pernapasannya. Adapun gejala yang ia rasakan seperti suara menjadi parau atau serak bahkan hilang, sulit untuk menelan dan bernapas, serta batuk hingga demam. Setelah melakukan pemeriksaan medis ternyata ditemukan infeksi bakteri<em>Corynebacterium diphtheriae</em>yang bersifat infektif. Berdasarkan kasus tersebut, maka bagian pada gambar berikut yang mengalami infeksi sehingga menunjukkan gejala yang sesuai ditunjukan oleh nomor ….</p>
253
<ol><li>1</li>
253
<ol><li>1</li>
254
<li>2</li>
254
<li>2</li>
255
<li>3</li>
255
<li>3</li>
256
<li>4</li>
256
<li>4</li>
257
<li>5</li>
257
<li>5</li>
258
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
258
</ol><p><strong>Jawaban: C</strong></p>
259
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
259
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
260
<p><em>Corynebacterium diphtheriae</em>merupakan salah satu jenis bakteri yang dapat menyerang hidung (nomor 1), faring (nomor 2), maupun laring (nomor 3) yang dapat menyebabkan penderita sulit menelan dan sulit bernapas. Bakteri ini dapat menghasilkan toksin yang mengakibatkan selaput pada jaringan di saluran pernapasan menjadi mati, lalu menumpuk di faring dan juga tenggorokan. Berdasarkan gejala yang ditimbulkan dapat disimpulkan bahwa siswa tersebut menderita laringitis. Laringitis merupakan suatu peradangan pada pita suara di laring (bagian no. 3) yang dapat menyebabkan suara menjadi parau atau serak, sakit tenggorokan, tenggorokan terasa kering, sulit untuk menelan, sulit untuk bernapas, serta sering batuk hingga demam. Selain hidung, faring, dan laring, pada gambar tersebut ditunjukkan bagian lain, yaitu trakea (bagian no. 4) dan alveolus (bagian no. 5).</p>
260
<p><em>Corynebacterium diphtheriae</em>merupakan salah satu jenis bakteri yang dapat menyerang hidung (nomor 1), faring (nomor 2), maupun laring (nomor 3) yang dapat menyebabkan penderita sulit menelan dan sulit bernapas. Bakteri ini dapat menghasilkan toksin yang mengakibatkan selaput pada jaringan di saluran pernapasan menjadi mati, lalu menumpuk di faring dan juga tenggorokan. Berdasarkan gejala yang ditimbulkan dapat disimpulkan bahwa siswa tersebut menderita laringitis. Laringitis merupakan suatu peradangan pada pita suara di laring (bagian no. 3) yang dapat menyebabkan suara menjadi parau atau serak, sakit tenggorokan, tenggorokan terasa kering, sulit untuk menelan, sulit untuk bernapas, serta sering batuk hingga demam. Selain hidung, faring, dan laring, pada gambar tersebut ditunjukkan bagian lain, yaitu trakea (bagian no. 4) dan alveolus (bagian no. 5).</p>
261
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yg tepat adalah C.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
261
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yg tepat adalah C.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
262
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada<a>Sistem Ekskresi</a></strong></p>
262
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada<a>Sistem Ekskresi</a></strong></p>
263
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Ekskresi pada Ginjal</strong></p>
263
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Ekskresi pada Ginjal</strong></p>
264
<p>4. Jika tes urine seseorang dengan menggunakan reagen biuret diperoleh warna ungu, bagian ginjal yang mengalami kelainan adalah ….</p>
264
<p>4. Jika tes urine seseorang dengan menggunakan reagen biuret diperoleh warna ungu, bagian ginjal yang mengalami kelainan adalah ….</p>
265
<ol><li>lengkung Henle</li>
265
<ol><li>lengkung Henle</li>
266
<li>badan Malphigi</li>
266
<li>badan Malphigi</li>
267
<li>tubulus kontortus proksimal</li>
267
<li>tubulus kontortus proksimal</li>
268
<li>glomerulus</li>
268
<li>glomerulus</li>
269
<li>kapsula Bowman</li>
269
<li>kapsula Bowman</li>
270
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
270
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
271
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
271
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
272
<p>Jika urine yang di tes dengan reagen biuret menunjukkan warna ungu, urine tersebut positif mengandung protein. Adanya protein di dalam urine bisa dijadikan indikator adanya kerusakan pada glomerulus ginjal. Normalnya, protein darah (albumin) tersebut seharusnya sudah tersaring di glomerulus bersama dengan darah pada saat tahapan filtrasi.</p>
272
<p>Jika urine yang di tes dengan reagen biuret menunjukkan warna ungu, urine tersebut positif mengandung protein. Adanya protein di dalam urine bisa dijadikan indikator adanya kerusakan pada glomerulus ginjal. Normalnya, protein darah (albumin) tersebut seharusnya sudah tersaring di glomerulus bersama dengan darah pada saat tahapan filtrasi.</p>
273
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
273
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong><strong></strong><strong> </strong></p>
274
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Ekskresi </strong></p>
274
<p><strong>Topik</strong><strong>: Struktur dan Fungsi Sel pada Sistem Ekskresi </strong></p>
275
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gangguan pada Sistem Ekskresi</strong></p>
275
<p><strong>Subtopik</strong><strong>: Gangguan pada Sistem Ekskresi</strong></p>
276
<p>5. Pak Tono melakukan pemeriksaan ke dokter karena mengalami gejala penyakit seperti mudah lelah, mudah lapar, lebih sering buang air kecil, dan mudah haus. Hasil uji laboratorium menunjukkan urine tersebut mengandung glukosa. Hal tersebut dapat terjadi akibat adanya gangguan fungsi ginjal pada bagian ….</p>
276
<p>5. Pak Tono melakukan pemeriksaan ke dokter karena mengalami gejala penyakit seperti mudah lelah, mudah lapar, lebih sering buang air kecil, dan mudah haus. Hasil uji laboratorium menunjukkan urine tersebut mengandung glukosa. Hal tersebut dapat terjadi akibat adanya gangguan fungsi ginjal pada bagian ….</p>
277
<ol><li>tubulus kolektivus</li>
277
<ol><li>tubulus kolektivus</li>
278
<li>glomerulus</li>
278
<li>glomerulus</li>
279
<li>tubulus kontortus distal</li>
279
<li>tubulus kontortus distal</li>
280
<li>tubulus kontortus proksimal</li>
280
<li>tubulus kontortus proksimal</li>
281
<li>vesika urinaria</li>
281
<li>vesika urinaria</li>
282
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
282
</ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
283
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
283
<p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
284
<p>Pada proses pembentukan urine, sebagian glukosa akan lolos proses filtrasi (penyaringan) di glomerulus namun kemudian diserap kembali (reabsorpsi) di bagian tubulus kontortus proksimal. Jika proses reabsorpsi saat pembentukan urine seseorang terganggu, misalnya karena bagian tubulus kontortus proksimal rusak, maka pada urine orang tersebut akan ditemukan glukosa.</p>
284
<p>Pada proses pembentukan urine, sebagian glukosa akan lolos proses filtrasi (penyaringan) di glomerulus namun kemudian diserap kembali (reabsorpsi) di bagian tubulus kontortus proksimal. Jika proses reabsorpsi saat pembentukan urine seseorang terganggu, misalnya karena bagian tubulus kontortus proksimal rusak, maka pada urine orang tersebut akan ditemukan glukosa.</p>
285
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
285
<p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
286
<p>Mudah dipahami kan? Itulah tadi berbagai soal dan pembahasan yang bisa kamu pakai sebagai latihan untuk menghadapi PTS (Penilaian Tengah Semester). Semoga berguna! Mau belajar lebih banyak materi dan latihan soal? Ada kok dalam bentuk video animasi. Kamu bisa tonton aja langsung di<a><strong>ruangbelajar!</strong></a></p>
286
<p>Mudah dipahami kan? Itulah tadi berbagai soal dan pembahasan yang bisa kamu pakai sebagai latihan untuk menghadapi PTS (Penilaian Tengah Semester). Semoga berguna! Mau belajar lebih banyak materi dan latihan soal? Ada kok dalam bentuk video animasi. Kamu bisa tonton aja langsung di<a><strong>ruangbelajar!</strong></a></p>
287
287