0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em><strong><a>Artikel Biologi kelas 7</a></strong>ini akan membahas penyebab, dampak, dan cara penanggulangan dari pencemaran air. Yuk, kita belajar bersama-sama!</em></p>
1
<blockquote><p><em><strong><a>Artikel Biologi kelas 7</a></strong>ini akan membahas penyebab, dampak, dan cara penanggulangan dari pencemaran air. Yuk, kita belajar bersama-sama!</em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<p>Sangat disayangkan bahwa sungai terpanjang di Pulau Jawa tercemar sampah. Oh iya, ngomong-ngomong kamu tahu nggak tuh sungai terpanjang di Pulau Jawa itu apa?</p>
3
<p>Sangat disayangkan bahwa sungai terpanjang di Pulau Jawa tercemar sampah. Oh iya, ngomong-ngomong kamu tahu nggak tuh sungai terpanjang di Pulau Jawa itu apa?</p>
4
<p>Ciliwung? Salah.</p>
4
<p>Ciliwung? Salah.</p>
5
<p>Citarum? Salah juga.</p>
5
<p>Citarum? Salah juga.</p>
6
<p>Bengawan Solo? Benaaarrr …!!</p>
6
<p>Bengawan Solo? Benaaarrr …!!</p>
7
<p>Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa. Nggak tanggung-tanggung panjangnya, kurang lebih 548 kilometer. Sayangnya, di pintu air yang berada di salah satu kota/kabupaten yang dialiri sungai tersebut, banyak tumpukan sampah, dan tercemar limbah industri.</p>
7
<p>Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa. Nggak tanggung-tanggung panjangnya, kurang lebih 548 kilometer. Sayangnya, di pintu air yang berada di salah satu kota/kabupaten yang dialiri sungai tersebut, banyak tumpukan sampah, dan tercemar limbah industri.</p>
8
<p>Pencemaran sungai Bengawan Solo yang terlihat parah (Sumber: rri.co.id)</p>
8
<p>Pencemaran sungai Bengawan Solo yang terlihat parah (Sumber: rri.co.id)</p>
9
<p>Tuh, kamu lihat sendiri kan gimana kotornya sungai Bengawan Solo? Sungai tersebut sudah terkena pencemaran air. Akibatnya, ekosistem sungai rusak, banyak ikan yang mati, bahkan mempengaruhi cadangan air bersih untuk masyarakat yang tinggal di sekitarnya.</p>
9
<p>Tuh, kamu lihat sendiri kan gimana kotornya sungai Bengawan Solo? Sungai tersebut sudah terkena pencemaran air. Akibatnya, ekosistem sungai rusak, banyak ikan yang mati, bahkan mempengaruhi cadangan air bersih untuk masyarakat yang tinggal di sekitarnya.</p>
10
<p>Nah, kamu tahu nggak, apa saja sih penyebab pencemaran air, dampak, dan seperti apa cara penanggulangannya? Supaya kita juga bisa menjaga kelestarian alam di sekitar, yuk simak materi ini sampai habis, ya!</p>
10
<p>Nah, kamu tahu nggak, apa saja sih penyebab pencemaran air, dampak, dan seperti apa cara penanggulangannya? Supaya kita juga bisa menjaga kelestarian alam di sekitar, yuk simak materi ini sampai habis, ya!</p>
11
<h2>Pengertian Pencemaran Air</h2>
11
<h2>Pengertian Pencemaran Air</h2>
12
<p>Apa sih pencemaran air itu? Pencemaran air adalah<strong>masuknya komponen lain ke dalam air</strong>(baik sungai, danau, laut, maupun air tanah) yang<strong>menyebabkan menurunnya kualitas air</strong>. Sehingga, tidak layak untuk digunakan oleh manusia, hewan, atau tumbuhan. Pencemaran air ini dapat terjadi akibat aktivitas manusia maupun proses alami.</p>
12
<p>Apa sih pencemaran air itu? Pencemaran air adalah<strong>masuknya komponen lain ke dalam air</strong>(baik sungai, danau, laut, maupun air tanah) yang<strong>menyebabkan menurunnya kualitas air</strong>. Sehingga, tidak layak untuk digunakan oleh manusia, hewan, atau tumbuhan. Pencemaran air ini dapat terjadi akibat aktivitas manusia maupun proses alami.</p>
13
<p><strong>Baca Juga:<a>Penyebab Pencemaran Udara & Dampaknya bagi Kehidupan</a></strong></p>
13
<p><strong>Baca Juga:<a>Penyebab Pencemaran Udara & Dampaknya bagi Kehidupan</a></strong></p>
14
<h2>Faktor-Faktor Penyebab Pencemaran Air</h2>
14
<h2>Faktor-Faktor Penyebab Pencemaran Air</h2>
15
<p>Secara garis besar, ada tiga penyebab pencemaran air. Penyebab pencemaran ini bisa disebut dengan sumber polutan. Ada polutan dari<strong>limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian</strong>. Kita bahas satu per satu, yuk!</p>
15
<p>Secara garis besar, ada tiga penyebab pencemaran air. Penyebab pencemaran ini bisa disebut dengan sumber polutan. Ada polutan dari<strong>limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian</strong>. Kita bahas satu per satu, yuk!</p>
16
<h3>1. Limbah Industri</h3>
16
<h3>1. Limbah Industri</h3>
17
<p>Air limbah dari hasil pengolahan industri ini cenderung mengandung zat berbahaya. Biasanya industri dari<strong>pabrik tekstil atau pabrik kertas</strong>yang paling banyak menjadi polutan. Jenis limbah dari kedua pabrik tersebut itu memiliki bau yang tidak sedap, lho. Limbah ini disebut dengan<strong>limbah organik</strong>.</p>
17
<p>Air limbah dari hasil pengolahan industri ini cenderung mengandung zat berbahaya. Biasanya industri dari<strong>pabrik tekstil atau pabrik kertas</strong>yang paling banyak menjadi polutan. Jenis limbah dari kedua pabrik tersebut itu memiliki bau yang tidak sedap, lho. Limbah ini disebut dengan<strong>limbah organik</strong>.</p>
18
<p>Lain halnya dengan<strong>limbah pabrik baja, pabrik cat, dan pabrik farmasi</strong>. Limbah dari jenis pabrik ini berupa cairan panas, berbusa, mengandung asam belerang, dengan bau yang menyengat. Limbah ini disebut dengan<strong>limbah anorganik</strong>.</p>
18
<p>Lain halnya dengan<strong>limbah pabrik baja, pabrik cat, dan pabrik farmasi</strong>. Limbah dari jenis pabrik ini berupa cairan panas, berbusa, mengandung asam belerang, dengan bau yang menyengat. Limbah ini disebut dengan<strong>limbah anorganik</strong>.</p>
19
<h3>2. Limbah Rumah Tangga</h3>
19
<h3>2. Limbah Rumah Tangga</h3>
20
<p>Namanya juga limbah rumah tangga, ya asalnya dari hasil kegiatan perumahan, seperti<strong>rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah makan, dan puing bahan bangunan</strong>. Limbah rumah tangga terbagi atas bahan organik, anorganik, dan bahan berbahaya lainnya.</p>
20
<p>Namanya juga limbah rumah tangga, ya asalnya dari hasil kegiatan perumahan, seperti<strong>rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah makan, dan puing bahan bangunan</strong>. Limbah rumah tangga terbagi atas bahan organik, anorganik, dan bahan berbahaya lainnya.</p>
21
<p><strong>Limbah organik</strong>adalah<strong>limbah yang berasal dari makhluk hidup</strong>(tumbuhan, hewan, atau manusia) dan<strong>dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme</strong>. Contoh limbah organik misalnya kulit buah, sayuran, sisa makanan, daun, dan sebagainya.</p>
21
<p><strong>Limbah organik</strong>adalah<strong>limbah yang berasal dari makhluk hidup</strong>(tumbuhan, hewan, atau manusia) dan<strong>dapat terurai secara alami oleh mikroorganisme</strong>. Contoh limbah organik misalnya kulit buah, sayuran, sisa makanan, daun, dan sebagainya.</p>
22
<p><strong>Limbah anorganik</strong>adalah<strong>limbah yang berasal dari bahan non-hayati</strong>(buatan manusia atau mineral) dan<strong>sulit terurai oleh alam</strong>. Contoh limbah anorganik, antara lain alumunium, plastik, kaca, kaleng minuman, styrofoam, dan sebagainya.</p>
22
<p><strong>Limbah anorganik</strong>adalah<strong>limbah yang berasal dari bahan non-hayati</strong>(buatan manusia atau mineral) dan<strong>sulit terurai oleh alam</strong>. Contoh limbah anorganik, antara lain alumunium, plastik, kaca, kaleng minuman, styrofoam, dan sebagainya.</p>
23
<p>Kalau<strong>limbah berbahaya</strong>adalah<strong>limbah yang mengandung zat berbahaya</strong>yang bisa membahayakan manusia, hewan, dan lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Contoh limbah berbahaya itu bisa berwujud oli bekas yang ada di bengkel-bengkel kendaraan.</p>
23
<p>Kalau<strong>limbah berbahaya</strong>adalah<strong>limbah yang mengandung zat berbahaya</strong>yang bisa membahayakan manusia, hewan, dan lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Contoh limbah berbahaya itu bisa berwujud oli bekas yang ada di bengkel-bengkel kendaraan.</p>
24
<p><strong>Baca Juga:<a>Dampak Pencemaran Tanah dan Penanggulangannya</a></strong></p>
24
<p><strong>Baca Juga:<a>Dampak Pencemaran Tanah dan Penanggulangannya</a></strong></p>
25
<h3>3. Limbah Pertanian</h3>
25
<h3>3. Limbah Pertanian</h3>
26
<p>Jangan kamu pikir sektor pertanian itu nggak menyumbang limbah lho ya. Sektor ini ada faktor penyebab limbah, yakni<strong>penggunaan pupuk dan bahan kimia</strong>.</p>
26
<p>Jangan kamu pikir sektor pertanian itu nggak menyumbang limbah lho ya. Sektor ini ada faktor penyebab limbah, yakni<strong>penggunaan pupuk dan bahan kimia</strong>.</p>
27
<p>Yups, insektisida misalnya. Bahan kimia tersebut memang berfungsi sebagai pembasmi hama, namun namanya berbahan dasar dari obat-obatan ya, pasti ada efek sampingnya untuk kesehatan. Kamu tahu nggak efek dari terpapar insektisida yang berlebihan, bisa menyebabkan pertumbuhan kelenjar tiroid meningkat lho.</p>
27
<p>Yups, insektisida misalnya. Bahan kimia tersebut memang berfungsi sebagai pembasmi hama, namun namanya berbahan dasar dari obat-obatan ya, pasti ada efek sampingnya untuk kesehatan. Kamu tahu nggak efek dari terpapar insektisida yang berlebihan, bisa menyebabkan pertumbuhan kelenjar tiroid meningkat lho.</p>
28
<h2>Dampak Pencemaran Air</h2>
28
<h2>Dampak Pencemaran Air</h2>
29
<p>Pencemaran air memiliki dampak luas yang mempengaruhi<strong>kesehatan manusia, lingkungan, ekonomi, dan ekosistem air</strong>. Ada pun dampak dari pencemaran air, antara lain:</p>
29
<p>Pencemaran air memiliki dampak luas yang mempengaruhi<strong>kesehatan manusia, lingkungan, ekonomi, dan ekosistem air</strong>. Ada pun dampak dari pencemaran air, antara lain:</p>
30
<h3>1. Mengganggu Kesehatan Manusia</h3>
30
<h3>1. Mengganggu Kesehatan Manusia</h3>
31
<p>Air yang tercemar mengandung zat berbahaya seperti bakteri, virus, logam berat, dan bahan kimia yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti:</p>
31
<p>Air yang tercemar mengandung zat berbahaya seperti bakteri, virus, logam berat, dan bahan kimia yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti:</p>
32
<h4>a. Penyakit Menular</h4>
32
<h4>a. Penyakit Menular</h4>
33
<ul><li><strong>Diare dan Kolera</strong>- Disebabkan oleh bakteri<em>E. coli</em>dan<em>Vibrio cholerae</em>dalam air yang terkontaminasi.</li>
33
<ul><li><strong>Diare dan Kolera</strong>- Disebabkan oleh bakteri<em>E. coli</em>dan<em>Vibrio cholerae</em>dalam air yang terkontaminasi.</li>
34
<li><strong>Hepatitis A</strong>- Disebabkan oleh virus yang menyebar melalui air yang tercemar kotoran manusia.</li>
34
<li><strong>Hepatitis A</strong>- Disebabkan oleh virus yang menyebar melalui air yang tercemar kotoran manusia.</li>
35
<li><strong>Demam tifoid (tipes)</strong>- Disebabkan oleh bakteri<em>Salmonella typhi</em>dalam air yang tidak bersih.</li>
35
<li><strong>Demam tifoid (tipes)</strong>- Disebabkan oleh bakteri<em>Salmonella typhi</em>dalam air yang tidak bersih.</li>
36
<li><strong>Cacingan</strong>- Parasit seperti cacing gelang dan cacing tambang berkembang di air kotor dan bisa menginfeksi manusia.</li>
36
<li><strong>Cacingan</strong>- Parasit seperti cacing gelang dan cacing tambang berkembang di air kotor dan bisa menginfeksi manusia.</li>
37
</ul><h4>b. Keracunan Logam Berat</h4>
37
</ul><h4>b. Keracunan Logam Berat</h4>
38
<p>Berbagai macam kandungan logam dari limbah industri, dapat berpotensi membuat keracunan dan menimbulkan bahaya, seperti:</p>
38
<p>Berbagai macam kandungan logam dari limbah industri, dapat berpotensi membuat keracunan dan menimbulkan bahaya, seperti:</p>
39
<ul><li><strong>Merkuri (Hg)</strong>- Mengganggu sistem saraf, menyebabkan gangguan perkembangan pada anak-anak, dan bisa menyebabkan penyakit Minamata.</li>
39
<ul><li><strong>Merkuri (Hg)</strong>- Mengganggu sistem saraf, menyebabkan gangguan perkembangan pada anak-anak, dan bisa menyebabkan penyakit Minamata.</li>
40
<li><strong>Timbal (Pb)</strong>- Dapat menyebabkan gangguan saraf, penurunan IQ pada anak-anak, serta penyakit ginjal dan jantung.</li>
40
<li><strong>Timbal (Pb)</strong>- Dapat menyebabkan gangguan saraf, penurunan IQ pada anak-anak, serta penyakit ginjal dan jantung.</li>
41
<li><strong>Arsenik (As)</strong>- Dapat menyebabkan kanker kulit, paru-paru, dan penyakit jantung.</li>
41
<li><strong>Arsenik (As)</strong>- Dapat menyebabkan kanker kulit, paru-paru, dan penyakit jantung.</li>
42
</ul><h4><strong>c. Gangguan Sistem Hormon dan Kanker</strong></h4>
42
</ul><h4><strong>c. Gangguan Sistem Hormon dan Kanker</strong></h4>
43
<p>Beberapa bahan kimia industri, seperti pestisida, detergen, dan plastik mengandung senyawa<strong>endokrin disruptor</strong>yang bisa mengganggu keseimbangan hormon manusia dan meningkatkan risiko kanker. Hiiii… serem banget kan?</p>
43
<p>Beberapa bahan kimia industri, seperti pestisida, detergen, dan plastik mengandung senyawa<strong>endokrin disruptor</strong>yang bisa mengganggu keseimbangan hormon manusia dan meningkatkan risiko kanker. Hiiii… serem banget kan?</p>
44
<h3>2. Merusak Ekosistem Air</h3>
44
<h3>2. Merusak Ekosistem Air</h3>
45
<p>Pencemaran air sudah pasti akan mengganggu ekosistem di dalamnya. Minyak dan bahan kimia industri dapat<strong>meracuni ikan, plankton, dan organisme air lainnya</strong>. Tubuh ikan yang sudah terkontaminasi ini, bahkan bisa masuk ke dalam rantai makanan manusia. Selain itu,<strong>air yang tercemar tidak bisa dikonsumsi</strong>, sehingga masyarakat harus membeli air bersih atau mengolahnya dengan tambahan biaya.</p>
45
<p>Pencemaran air sudah pasti akan mengganggu ekosistem di dalamnya. Minyak dan bahan kimia industri dapat<strong>meracuni ikan, plankton, dan organisme air lainnya</strong>. Tubuh ikan yang sudah terkontaminasi ini, bahkan bisa masuk ke dalam rantai makanan manusia. Selain itu,<strong>air yang tercemar tidak bisa dikonsumsi</strong>, sehingga masyarakat harus membeli air bersih atau mengolahnya dengan tambahan biaya.</p>
46
<h3>3. Mencemari Tanah dan Air Tanah</h3>
46
<h3>3. Mencemari Tanah dan Air Tanah</h3>
47
<p>Limbah industri atau limbah domestik yang mencemari tanah dan irigasi pertanian, dapat mencemari air tanah, mengurangi kesuburan tanah, hingga meracuni tanaman. Sampah yang dibuang ke sungai juga dapat menyumbat aliran air, lho. Jika dibiarkan, ketika musim hujan tiba, hal ini bisa menyebabkan banjir di daerah perkotaan dan pedesaan.</p>
47
<p>Limbah industri atau limbah domestik yang mencemari tanah dan irigasi pertanian, dapat mencemari air tanah, mengurangi kesuburan tanah, hingga meracuni tanaman. Sampah yang dibuang ke sungai juga dapat menyumbat aliran air, lho. Jika dibiarkan, ketika musim hujan tiba, hal ini bisa menyebabkan banjir di daerah perkotaan dan pedesaan.</p>
48
<p><strong>Baca Juga:<a>Apa Saja Polutan Penyebab Pencemaran Tanah?</a></strong></p>
48
<p><strong>Baca Juga:<a>Apa Saja Polutan Penyebab Pencemaran Tanah?</a></strong></p>
49
<h2>Cara Penanggulangan Pencemaran Air</h2>
49
<h2>Cara Penanggulangan Pencemaran Air</h2>
50
<p>Sekarang, kamu sudah tahu kan penyebab dan dampak dari pencemaran air itu sendiri. Ternyata, pencemaran air sangat merugikan lingkungan kita, ya. Lalu, bagaimana cara penganggulangan dari pencemaran air?</p>
50
<p>Sekarang, kamu sudah tahu kan penyebab dan dampak dari pencemaran air itu sendiri. Ternyata, pencemaran air sangat merugikan lingkungan kita, ya. Lalu, bagaimana cara penganggulangan dari pencemaran air?</p>
51
<h3>1. Pembuatan Kolam Stablilisasi</h3>
51
<h3>1. Pembuatan Kolam Stablilisasi</h3>
52
<p><strong>Kolam stabilisasi</strong>adalah kolam atau laguna yang dirancang untuk<strong>mengolah air limbah secara alami</strong>dengan<strong>bantuan sinar matahari, mikroorganisme, dan tumbuhan air</strong>. Hal ini dilakukan untuk<strong>menetralisasi zat-zat pencemar</strong>sebelum dialirkan ke sungai.</p>
52
<p><strong>Kolam stabilisasi</strong>adalah kolam atau laguna yang dirancang untuk<strong>mengolah air limbah secara alami</strong>dengan<strong>bantuan sinar matahari, mikroorganisme, dan tumbuhan air</strong>. Hal ini dilakukan untuk<strong>menetralisasi zat-zat pencemar</strong>sebelum dialirkan ke sungai.</p>
53
<p>Kolam stabilisasi banyak digunakan dalam pengolahan limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian, terutama di daerah dengan lahan luas dan iklim yang mendukung.</p>
53
<p>Kolam stabilisasi banyak digunakan dalam pengolahan limbah domestik, limbah industri, dan limbah pertanian, terutama di daerah dengan lahan luas dan iklim yang mendukung.</p>
54
<h3>2. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)</h3>
54
<h3>2. IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)</h3>
55
<p><strong>Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)</strong>adalah fasilitas yang dirancang untuk<strong>mengolah air limbah</strong>agar aman bagi lingkungan sebelum dibuang atau digunakan kembali. IPAL berfungsi untuk<strong>menghilangkan polutan</strong>, seperti bahan organik, zat kimia berbahaya, logam berat, dan mikroorganisme patogen.</p>
55
<p><strong>Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)</strong>adalah fasilitas yang dirancang untuk<strong>mengolah air limbah</strong>agar aman bagi lingkungan sebelum dibuang atau digunakan kembali. IPAL berfungsi untuk<strong>menghilangkan polutan</strong>, seperti bahan organik, zat kimia berbahaya, logam berat, dan mikroorganisme patogen.</p>
56
<p>Pengolahan air limbah dengan IPAL ini menggunakan alat-alat khusus dan menggunakan<strong>tiga tahapan</strong>, yakni<em>primary treatment</em>(pengolahan pertama),<em>secondary treatment</em>(pengolahan kedua), dan<em>tertiary treatment</em>(pengolahan lanjutan)</p>
56
<p>Pengolahan air limbah dengan IPAL ini menggunakan alat-alat khusus dan menggunakan<strong>tiga tahapan</strong>, yakni<em>primary treatment</em>(pengolahan pertama),<em>secondary treatment</em>(pengolahan kedua), dan<em>tertiary treatment</em>(pengolahan lanjutan)</p>
57
<ul><li><h4><em>Primary treatment</em></h4>
57
<ul><li><h4><em>Primary treatment</em></h4>
58
</li>
58
</li>
59
</ul><p>Tahap ini bertujuan untuk<strong>memisahkan partikel besar dan padatan</strong>yang terdapat dalam air limbah melalui proses fisik. Mula-mula, air limbah melewati saringan untuk menangkap benda besar, seperti plastik, kertas, kayu, dan sampah lainnya. Kemudian, limbah tersebut ditampung dalam tangki sedimentasi agar partikel berat seperti lumpur, pasir, dan tanah mengendap ke dasar.</p>
59
</ul><p>Tahap ini bertujuan untuk<strong>memisahkan partikel besar dan padatan</strong>yang terdapat dalam air limbah melalui proses fisik. Mula-mula, air limbah melewati saringan untuk menangkap benda besar, seperti plastik, kertas, kayu, dan sampah lainnya. Kemudian, limbah tersebut ditampung dalam tangki sedimentasi agar partikel berat seperti lumpur, pasir, dan tanah mengendap ke dasar.</p>
60
<p>Khusus untuk limbah yang mengandung minyak dan lemak, digunakan bak pemisah minyak (<em>oil separator</em>) untuk memisahkan minyak dari air limbah. Air limbah yang sudah lebih bersih dari padatan besar dan minyak akan masuk ke tahap berikutnya, sedangkan lumpur hasil sedimentasi akan dikelola secara terpisah.</p>
60
<p>Khusus untuk limbah yang mengandung minyak dan lemak, digunakan bak pemisah minyak (<em>oil separator</em>) untuk memisahkan minyak dari air limbah. Air limbah yang sudah lebih bersih dari padatan besar dan minyak akan masuk ke tahap berikutnya, sedangkan lumpur hasil sedimentasi akan dikelola secara terpisah.</p>
61
<ul><li><h4><em>Secondary treatment</em></h4>
61
<ul><li><h4><em>Secondary treatment</em></h4>
62
</li>
62
</li>
63
</ul><p>Tahap selanjutnya, akan menggunakan<strong>proses biologis untuk mengurai zat organik dalam air limbah</strong>dengan bantuan mikroorganisme. Sebagian besar bahan organik dalam air limbah sudah terurai, tetapi masih mengandung mikroorganisme patogen dan zat kimia tertentu, sehingga memerlukan pengolahan lebih lanjut.</p>
63
</ul><p>Tahap selanjutnya, akan menggunakan<strong>proses biologis untuk mengurai zat organik dalam air limbah</strong>dengan bantuan mikroorganisme. Sebagian besar bahan organik dalam air limbah sudah terurai, tetapi masih mengandung mikroorganisme patogen dan zat kimia tertentu, sehingga memerlukan pengolahan lebih lanjut.</p>
64
<ul><li><h4><em>Tertiary treatment</em></h4>
64
<ul><li><h4><em>Tertiary treatment</em></h4>
65
</li>
65
</li>
66
</ul><p>Tahap terakhir ini bertujuan untuk<strong>menghilangkan zat berbahaya, bakteri, dan menyesuaikan kualitas air</strong>agar memenuhi standar lingkungan sebelum dibuang atau digunakan kembali. Ada berbagai metode yang digunakan dalam tahap ini.</p>
66
</ul><p>Tahap terakhir ini bertujuan untuk<strong>menghilangkan zat berbahaya, bakteri, dan menyesuaikan kualitas air</strong>agar memenuhi standar lingkungan sebelum dibuang atau digunakan kembali. Ada berbagai metode yang digunakan dalam tahap ini.</p>
67
<p>Misalnya seperti filtrasi pasir, karbon aktif, atau membran untuk menyaring partikel halus yang masih tersisa dalam air; metode disinfeksi; hingga penggunaan kapur (CaCO₃) atau asam sulfat (H₂SO₄) untuk menyeimbangkan pH.</p>
67
<p>Misalnya seperti filtrasi pasir, karbon aktif, atau membran untuk menyaring partikel halus yang masih tersisa dalam air; metode disinfeksi; hingga penggunaan kapur (CaCO₃) atau asam sulfat (H₂SO₄) untuk menyeimbangkan pH.</p>
68
<p>Air limbah yang telah melalui tahap ini menjadi lebih bersih dan aman untuk dilepaskan ke lingkungan atau dimanfaatkan kembali untuk irigasi atau industri.</p>
68
<p>Air limbah yang telah melalui tahap ini menjadi lebih bersih dan aman untuk dilepaskan ke lingkungan atau dimanfaatkan kembali untuk irigasi atau industri.</p>
69
<h3>3. Pengelolaan Excrexta (<em>Human Excreta</em>)</h3>
69
<h3>3. Pengelolaan Excrexta (<em>Human Excreta</em>)</h3>
70
<p>Pengelolaan ini dapat ditemukan dalam<em>septic tank</em>yangbisa diolah dengan cara anaerobik menjadi biogas. Setelah itu bisa dimanfaatkan sebagai sumber gas untuk rumah tangga.</p>
70
<p>Pengelolaan ini dapat ditemukan dalam<em>septic tank</em>yangbisa diolah dengan cara anaerobik menjadi biogas. Setelah itu bisa dimanfaatkan sebagai sumber gas untuk rumah tangga.</p>
71
<p>Perlu kamu ingat nih, dalam menangani limbah baik dalam bentuk padat atau cair tetap memperhatikan prinsip ekologi ya yang dikenal dengan<strong>4R</strong>. Apa itu 4R? Bukan ukuran cetak foto lho ya. 4R itu:</p>
71
<p>Perlu kamu ingat nih, dalam menangani limbah baik dalam bentuk padat atau cair tetap memperhatikan prinsip ekologi ya yang dikenal dengan<strong>4R</strong>. Apa itu 4R? Bukan ukuran cetak foto lho ya. 4R itu:</p>
72
<ul><li><em>Recycle</em>(daur ulang)</li>
72
<ul><li><em>Recycle</em>(daur ulang)</li>
73
<li><em>Reuse</em>(penggunaan ulang)</li>
73
<li><em>Reuse</em>(penggunaan ulang)</li>
74
<li><em>Reduce</em>(pengurangan penggunaan)</li>
74
<li><em>Reduce</em>(pengurangan penggunaan)</li>
75
<li><em>Repair</em>(perbaikan)</li>
75
<li><em>Repair</em>(perbaikan)</li>
76
</ul><p><strong>Baca Juga:<a>Apa Saja Dampak Pemanasan Global bagi Makhluk Hidup & Lingkungan?</a></strong></p>
76
</ul><p><strong>Baca Juga:<a>Apa Saja Dampak Pemanasan Global bagi Makhluk Hidup & Lingkungan?</a></strong></p>
77
<p>Selesai deh materi tentang penyebab, dampak, dan cara menanggulangi pencemaran air. Semoga setelah membaca artikel ini, kamu jadi lebih<em>aware</em>dengan kebersihan lingkungan, ya.</p>
77
<p>Selesai deh materi tentang penyebab, dampak, dan cara menanggulangi pencemaran air. Semoga setelah membaca artikel ini, kamu jadi lebih<em>aware</em>dengan kebersihan lingkungan, ya.</p>
78
<p>Kalau kamu ingin belajar materi pencemaran air lebih dalam lagi, coba cek yuk video belajar di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>. Ada banyak penjelasan dengan animasi yang keren di sana. Daftar sekarang ya!</p>
78
<p>Kalau kamu ingin belajar materi pencemaran air lebih dalam lagi, coba cek yuk video belajar di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>. Ada banyak penjelasan dengan animasi yang keren di sana. Daftar sekarang ya!</p>
79
<p><strong>Referensi:</strong></p>
79
<p><strong>Referensi:</strong></p>
80
<p>Purjiyanta, Eka, Triyono, Agus, Dkk. IPA Terpadu untuk SMP/MTs Kelas VII Edisi Revisi. Erlangga: Jakarta.</p>
80
<p>Purjiyanta, Eka, Triyono, Agus, Dkk. IPA Terpadu untuk SMP/MTs Kelas VII Edisi Revisi. Erlangga: Jakarta.</p>
81
81