HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Belajar tentang momentum dan tumbukan, yuk! Mulai dari pengertian, jenis-jenis, hingga rumus dan contoh soalnya dibahas lengkap di<strong><a>artikel Fisika kelas 10</a></strong>ini, lho!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Belajar tentang momentum dan tumbukan, yuk! Mulai dari pengertian, jenis-jenis, hingga rumus dan contoh soalnya dibahas lengkap di<strong><a>artikel Fisika kelas 10</a></strong>ini, lho!</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
3 </blockquote><p>Siapa yang pernah main<em>bom bom car</em>? <em>Bom bom car</em>atau dikenal juga dengan nama<em>bumper car</em>adalah permainan mobil-mobilan di mana kita akan mengendarai mobil kecil dalam suatu arena yang sengaja dibuat tidak terlalu luas, supaya mobil yang ada dalam arena dapat bertabrakan satu sama lain.</p>
3 </blockquote><p>Siapa yang pernah main<em>bom bom car</em>? <em>Bom bom car</em>atau dikenal juga dengan nama<em>bumper car</em>adalah permainan mobil-mobilan di mana kita akan mengendarai mobil kecil dalam suatu arena yang sengaja dibuat tidak terlalu luas, supaya mobil yang ada dalam arena dapat bertabrakan satu sama lain.</p>
4 <p>Lho, kok sengaja main tabrak-tabrakan sih? Emangnya nggak bahaya?</p>
4 <p>Lho, kok sengaja main tabrak-tabrakan sih? Emangnya nggak bahaya?</p>
5 <p>Nggak, dong! Wahana <em>bom bom car</em>telah didesain sedemikian rupa agar tetap aman meskipun mobil kita bertabrakan dengan mobil lain. Arena bermain <em>bom bom car </em>biasanya dibuat tidak terlalu luas, agar mobil tidak dapat melaju dengan kecepatan yang terlalu tinggi. Mobil<em>bom bom car</em>pun hanya mampu melaju dengan kecepatan rendah dengan bagian<em>bemper</em>terbuat dari karet yang tebal untuk meminimalisir tumbukan yang terlalu keras apabila mobil saling bertabrakan.</p>
5 <p>Nggak, dong! Wahana <em>bom bom car</em>telah didesain sedemikian rupa agar tetap aman meskipun mobil kita bertabrakan dengan mobil lain. Arena bermain <em>bom bom car </em>biasanya dibuat tidak terlalu luas, agar mobil tidak dapat melaju dengan kecepatan yang terlalu tinggi. Mobil<em>bom bom car</em>pun hanya mampu melaju dengan kecepatan rendah dengan bagian<em>bemper</em>terbuat dari karet yang tebal untuk meminimalisir tumbukan yang terlalu keras apabila mobil saling bertabrakan.</p>
6 <p><em>Kamu tipe yang suka nabrak-nabrakin orang nggak, waktu main bom bom car? (Sumber: giphy.com)</em></p>
6 <p><em>Kamu tipe yang suka nabrak-nabrakin orang nggak, waktu main bom bom car? (Sumber: giphy.com)</em></p>
7 <p>Nah, tahu nggak sih, benda yang memiliki massa dan bergerak dengan kecepatan tertentu, seperti halnya mobil yang sedang melaju, memiliki momentum, lho. Apa yang dimaksud dengan momentum?</p>
7 <p>Nah, tahu nggak sih, benda yang memiliki massa dan bergerak dengan kecepatan tertentu, seperti halnya mobil yang sedang melaju, memiliki momentum, lho. Apa yang dimaksud dengan momentum?</p>
8 <p>Momentum adalah besaran yang menunjukkan ukuran kesukaran untuk memberhentikan gerak suatu benda. Untuk menghentikan benda, diperlukan<a>usaha</a>yang besarnya sama dengan perubahan energi mekaniknya.</p>
8 <p>Momentum adalah besaran yang menunjukkan ukuran kesukaran untuk memberhentikan gerak suatu benda. Untuk menghentikan benda, diperlukan<a>usaha</a>yang besarnya sama dengan perubahan energi mekaniknya.</p>
9 <p>Baca Juga:<a>Gerak Melingkar Beraturan (GMB): Besaran, Rumus, dan Contoh Soal</a></p>
9 <p>Baca Juga:<a>Gerak Melingkar Beraturan (GMB): Besaran, Rumus, dan Contoh Soal</a></p>
10 <p>Semakin besar massa suatu benda, maka semakin besar pula usaha yang diperlukan untuk menghentikan benda tersebut, atau dengan kata lain, benda semakin sukar untuk dihentikan. Artinya, semakin besar massa benda, maka momentum yang dimiliki benda akan semakin besar pula. Jadi, dapat disimpulkan bahwa momentum berbanding lurus dengan massa, atau dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
10 <p>Semakin besar massa suatu benda, maka semakin besar pula usaha yang diperlukan untuk menghentikan benda tersebut, atau dengan kata lain, benda semakin sukar untuk dihentikan. Artinya, semakin besar massa benda, maka momentum yang dimiliki benda akan semakin besar pula. Jadi, dapat disimpulkan bahwa momentum berbanding lurus dengan massa, atau dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
11 <blockquote><p>Momentum ~ Massa</p>
11 <blockquote><p>Momentum ~ Massa</p>
12 <p><em>p ~ m</em></p>
12 <p><em>p ~ m</em></p>
13 </blockquote><p>Begitu pula dengan kecepatan. Semakin besar kecepatan suatu benda, maka semakin besar pula usaha yang diperlukan untuk menghentikan benda tersebut, atau dengan kata lain, benda semakin sukar untuk dihentikan. Artinya, semakin besar kecepatan benda, maka momentum yang dimiliki benda akan semakin besar pula. Jadi, dapat disimpulkan bahwa momentum berbanding lurus dengan kecepatan, atau dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
13 </blockquote><p>Begitu pula dengan kecepatan. Semakin besar kecepatan suatu benda, maka semakin besar pula usaha yang diperlukan untuk menghentikan benda tersebut, atau dengan kata lain, benda semakin sukar untuk dihentikan. Artinya, semakin besar kecepatan benda, maka momentum yang dimiliki benda akan semakin besar pula. Jadi, dapat disimpulkan bahwa momentum berbanding lurus dengan kecepatan, atau dapat digambarkan sebagai berikut:</p>
14 <blockquote><p>Momentum ~ Kecepatan</p>
14 <blockquote><p>Momentum ~ Kecepatan</p>
15 <p><em>p ~ v</em></p>
15 <p><em>p ~ v</em></p>
16 </blockquote><h2>Jenis-Jenis Momentum</h2>
16 </blockquote><h2>Jenis-Jenis Momentum</h2>
17 <p>Momentum terdiri atas dua jenis yaitu momentum linear dan momentum angular. Apa itu? Kita bahas satu per satu, ya.</p>
17 <p>Momentum terdiri atas dua jenis yaitu momentum linear dan momentum angular. Apa itu? Kita bahas satu per satu, ya.</p>
18 <h3>a. Momentum Linear</h3>
18 <h3>a. Momentum Linear</h3>
19 <p>Momentum linear adalah momentum dari benda yang bergerak secara translasi. Artinya, momentum ini adalah momentum yang dimiliki oleh benda-benda yang bergeraknya lurus.</p>
19 <p>Momentum linear adalah momentum dari benda yang bergerak secara translasi. Artinya, momentum ini adalah momentum yang dimiliki oleh benda-benda yang bergeraknya lurus.</p>
20 <h3>b. Momentum Angular</h3>
20 <h3>b. Momentum Angular</h3>
21 <p>Momentum angular adalah momentum dari benda yang bergerak secara rotasi. Artinya, momentum ini adalah momentum yang dimiliki oleh benda-benda yang bergeraknya melingkar atau berputar.</p>
21 <p>Momentum angular adalah momentum dari benda yang bergerak secara rotasi. Artinya, momentum ini adalah momentum yang dimiliki oleh benda-benda yang bergeraknya melingkar atau berputar.</p>
22 <h2>Rumus Momentum</h2>
22 <h2>Rumus Momentum</h2>
23 <p>Karena momentum berbanding lurus dengan massa dan kecepatan, maka momentum dapat dirumuskan sebagai berikut:</p>
23 <p>Karena momentum berbanding lurus dengan massa dan kecepatan, maka momentum dapat dirumuskan sebagai berikut:</p>
24 <p>Keterangan:</p>
24 <p>Keterangan:</p>
25 <p><em>p </em>= momentum (kg m/s)</p>
25 <p><em>p </em>= momentum (kg m/s)</p>
26 <p><em>m </em>= massa (kg)</p>
26 <p><em>m </em>= massa (kg)</p>
27 <p><em>v </em>= kecepatan (m/s)</p>
27 <p><em>v </em>= kecepatan (m/s)</p>
28 <p>Baca Juga:<a>Konsep Hukum Gerak Newton dan Contoh Penerapannya</a></p>
28 <p>Baca Juga:<a>Konsep Hukum Gerak Newton dan Contoh Penerapannya</a></p>
29 <h2>Pengertian Tumbukan</h2>
29 <h2>Pengertian Tumbukan</h2>
30 <p>Ketika membahas soal momentum, kita juga tidak terlepas dari pembahasan tentang tumbukan. Tumbukan adalah interaksi dua buah benda atau lebih yang saling bertukar gaya dalam selang waktu tertentu dan memenuhi hukum kekekalan momentum.</p>
30 <p>Ketika membahas soal momentum, kita juga tidak terlepas dari pembahasan tentang tumbukan. Tumbukan adalah interaksi dua buah benda atau lebih yang saling bertukar gaya dalam selang waktu tertentu dan memenuhi hukum kekekalan momentum.</p>
31 <p>Hukum kekekalan momentum berbunyi:</p>
31 <p>Hukum kekekalan momentum berbunyi:</p>
32 <p>“Jika tidak ada gaya luar yang bekerja pada sistem, maka momentum sebuah sistem akan selalu konstan.”</p>
32 <p>“Jika tidak ada gaya luar yang bekerja pada sistem, maka momentum sebuah sistem akan selalu konstan.”</p>
33 <p>Benda yang saling bertabrakan akan mengalami tumbukan yang jenisnya berbeda-beda tergantung dari kondisinya. Jenis-jenis tumbukan ini dibedakan berdasarkan perubahan energi yang terjadi.</p>
33 <p>Benda yang saling bertabrakan akan mengalami tumbukan yang jenisnya berbeda-beda tergantung dari kondisinya. Jenis-jenis tumbukan ini dibedakan berdasarkan perubahan energi yang terjadi.</p>
34 <h2>Jenis-Jenis Tumbukan</h2>
34 <h2>Jenis-Jenis Tumbukan</h2>
35 <p>Tumbukan terdiri atas tiga jenis, yaitu tumbukan lenting sempurna, tumbukan lenting sebagian, dan tumbukan tidak lenting sama sekali (tidak elastis).</p>
35 <p>Tumbukan terdiri atas tiga jenis, yaitu tumbukan lenting sempurna, tumbukan lenting sebagian, dan tumbukan tidak lenting sama sekali (tidak elastis).</p>
36 <h3>a. Tumbukan Lenting Sempurna</h3>
36 <h3>a. Tumbukan Lenting Sempurna</h3>
37 <p>Tumbukan lenting sempurna terjadi jika<a>energi kinetik</a>sebelum tumbukan sama dengan energi kinetik setelah tumbukan. Dengan kata lain, semua energi kinetik di kondisi awal menjadi energi kinetik di kondisi akhir. Pada tumbukan ini berlaku hukum kekekalan energi mekanik.</p>
37 <p>Tumbukan lenting sempurna terjadi jika<a>energi kinetik</a>sebelum tumbukan sama dengan energi kinetik setelah tumbukan. Dengan kata lain, semua energi kinetik di kondisi awal menjadi energi kinetik di kondisi akhir. Pada tumbukan ini berlaku hukum kekekalan energi mekanik.</p>
38 <h3>b. Tumbukan Lenting Sebagian</h3>
38 <h3>b. Tumbukan Lenting Sebagian</h3>
39 <p>Tumbukan lenting sebagian terjadi jika energi kinetik sebelum tumbukan berubah menjadi energi panas, gesekan, bunyi, atau deformasi (energi yang mengubah bentuk benda) setelah tumbukan. Pada tumbukan ini tidak berlaku hukum kekekalan energi mekanik.</p>
39 <p>Tumbukan lenting sebagian terjadi jika energi kinetik sebelum tumbukan berubah menjadi energi panas, gesekan, bunyi, atau deformasi (energi yang mengubah bentuk benda) setelah tumbukan. Pada tumbukan ini tidak berlaku hukum kekekalan energi mekanik.</p>
40 <h3>c. Tumbukan Tidak Lenting Sama Sekali</h3>
40 <h3>c. Tumbukan Tidak Lenting Sama Sekali</h3>
41 <p>Tumbukan tidak lenting sama sekali terjadi jika energi kinetik berubah saat tumbukan, sehingga membuat benda menyatu dan bergerak bersama setelah tumbukan. Tumbukan ini terjadi apabila salah satu benda memiliki massa dan kecepatan yang jauh lebih besar dibandingkan massa dan kecepatan benda lainnya, sehingga benda lainnya yang bermassa dan berkecepatan kecil akan ikut terbawa. Pada tumbukan ini tidak berlaku hukum kekekalan energi mekanik.</p>
41 <p>Tumbukan tidak lenting sama sekali terjadi jika energi kinetik berubah saat tumbukan, sehingga membuat benda menyatu dan bergerak bersama setelah tumbukan. Tumbukan ini terjadi apabila salah satu benda memiliki massa dan kecepatan yang jauh lebih besar dibandingkan massa dan kecepatan benda lainnya, sehingga benda lainnya yang bermassa dan berkecepatan kecil akan ikut terbawa. Pada tumbukan ini tidak berlaku hukum kekekalan energi mekanik.</p>
42 <p>Baca Juga:<a>Menghitung Gerak Vertikal dalam Permainan Tenis</a></p>
42 <p>Baca Juga:<a>Menghitung Gerak Vertikal dalam Permainan Tenis</a></p>
43 <h2>Rumus Tumbukan</h2>
43 <h2>Rumus Tumbukan</h2>
44 <p>Pada tumbukan, berlaku persamaan sebagai berikut:</p>
44 <p>Pada tumbukan, berlaku persamaan sebagai berikut:</p>
45 <h2>Contoh Soal</h2>
45 <h2>Contoh Soal</h2>
46 <p>Sekarang, kita coba kerjakan latihan soal, yuk! Perhatikan contoh soal di bawah ini:</p>
46 <p>Sekarang, kita coba kerjakan latihan soal, yuk! Perhatikan contoh soal di bawah ini:</p>
47 <p>Kira-kira gimana ya, penyelesaiannya? Kita coba kerjakan dengan menulis besaran-besaran yang diketahui dulu, ya.</p>
47 <p>Kira-kira gimana ya, penyelesaiannya? Kita coba kerjakan dengan menulis besaran-besaran yang diketahui dulu, ya.</p>
48 <p>Penyelesaian:</p>
48 <p>Penyelesaian:</p>
49 <p>Diketahui:</p>
49 <p>Diketahui:</p>
50 <p><em>m1</em>= 2000 kg</p>
50 <p><em>m1</em>= 2000 kg</p>
51 <p><em>m2</em>= 500 kg</p>
51 <p><em>m2</em>= 500 kg</p>
52 <p><em>v1</em>= 120 km/jam</p>
52 <p><em>v1</em>= 120 km/jam</p>
53 <p><em>v2</em>= 0 (diam, tidak memiliki kecepatan)</p>
53 <p><em>v2</em>= 0 (diam, tidak memiliki kecepatan)</p>
54 <p>Ditanya:</p>
54 <p>Ditanya:</p>
55 <p><em>v’</em>= ?</p>
55 <p><em>v’</em>= ?</p>
56 <p>Jawab:</p>
56 <p>Jawab:</p>
57 <p><em>m1 . v1 + m2 . v2 = (m1 + m2) . v’</em></p>
57 <p><em>m1 . v1 + m2 . v2 = (m1 + m2) . v’</em></p>
58 <p>2000 . 120 + 500 . 0 = (2000 + 500) .<em>v’</em></p>
58 <p>2000 . 120 + 500 . 0 = (2000 + 500) .<em>v’</em></p>
59 <p>240.000 = 2.500<em>v’</em></p>
59 <p>240.000 = 2.500<em>v’</em></p>
60 <p><em>v’</em>= 96 km/jam</p>
60 <p><em>v’</em>= 96 km/jam</p>
61 <p>Jadi, kecepatan mobil dan becak setelah tumbukan adalah 96 km/jam.</p>
61 <p>Jadi, kecepatan mobil dan becak setelah tumbukan adalah 96 km/jam.</p>
62 <p>-</p>
62 <p>-</p>
63 <p>Oke, selesai sudah pembahasan kita tentang momentum dan tumbukan, mulai dari pengertian, jenis-jenis, hingga rumus dan contoh soalnya. Gimana? Mudah dipahami, kan? Kalau kamu butuh pembahasan lebih lanjut mengenai momentum dan tumbukan, kamu bisa lho, cek video pembelajaranya di<a>ruangbelajar</a>! Daftar sekarang!</p>
63 <p>Oke, selesai sudah pembahasan kita tentang momentum dan tumbukan, mulai dari pengertian, jenis-jenis, hingga rumus dan contoh soalnya. Gimana? Mudah dipahami, kan? Kalau kamu butuh pembahasan lebih lanjut mengenai momentum dan tumbukan, kamu bisa lho, cek video pembelajaranya di<a>ruangbelajar</a>! Daftar sekarang!</p>
64 <p>Sumber Gambar:</p>
64 <p>Sumber Gambar:</p>
65 <p>GIF ‘Bumper Car’ [Daring]. Tautan: https://giphy.com/gifs/ballinthefamily-bitf-1hzAAFIBjBQXyU6xBO (Diakses: 6 April 2022).</p>
65 <p>GIF ‘Bumper Car’ [Daring]. Tautan: https://giphy.com/gifs/ballinthefamily-bitf-1hzAAFIBjBQXyU6xBO (Diakses: 6 April 2022).</p>
66  
66