Punya tugas membuat teks puisi di sekolah? Yuk, simak beberapa kumpulan contoh puisi singkat dalam berbagai macam tema di artikel Bahasa Indonesia kelas 8 berikut ini, yuk! Siapa tahu ada yang bisa kamu jadikan referensi.
—
Tentu saja kamu sudah pernah membaca puisi, kan? Atau justru kamu suka menulis puisi? Puisi tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna. Teks puisi, biasanya ditulis untuk mengungkapkan gagasan tertentu, lho!
Nah, melalui artikel ini, kita akan belajar mengenai contoh teks puisi. Selain itu, akan dijelaskan juga pengertian, ciri-ciri, serta unsur pembangunnya, supaya kamu bisa lebih mudah memahami, dan bisa mencoba membuat puisi sendiri. So, simak terus, ya!
Pengertian Puisi
Menurut KBBI, puisi adalah salah satu jenis karya sastra yang gaya bahasanya ditentukan oleh irama, ritma, serta penyusunan larik dan bait. Umumnya, teks puisi ditulis untuk mengungkapkan emosi, pengalaman, atau kesan penyair, lewat kata-kata yang indah dan memiliki banyak makna. Oleh karena itu, seringkali teks puisi membuat para pembacanya terbawa suasana dan perasaan.
Pengertian Puisi Menurut para Ahli
Nah, pengertian teks puisi juga diungkapkan oleh beberapa ahli. Menurut H.B. Jassin, puisi adalah suatu karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran, serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.
Pengertian lain menurut Wordsworth melalui Pradopo, puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. Tokoh yang lainnya, Sumardi, berpendapat bahwa puisi merupakan karya sastra yang menggunakan bahasa yang telah dipadatkan, dipersingkat, serta diberi irama bunyi, dan memiliki kata-kata kiasan atau imajinatif.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa puisi adalah teks atau karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyairnya dengan mengutamakan keindahan kata-kata. Melalui puisi kamu, bisa lho mengungkapkan berbagai perasaan, seperti dari rasa kerinduan, kegelisahan, hingga kesedihan yang kamu alami.
Baca Juga: Pengertian Puisi, Jenis, Struktur & Unsur Pembentuknya
Ciri-Ciri Puisi
Untuk membuat puisi, kamu perlu mengetahui ciri-cirinya, nih. Nah, apa saja sih ciri-ciri puisi itu? Berikut penjelasannya:
- Menggunakan pilihan kata (diksi) yang bersifat konotatif atau kiasan untuk memperindah bunyi,
- Diksi yang digunakan harus memperhatikan rima dan sajak,
- Puisi tidak disusun dalam bentuk paragraf, melainkan berbentuk bait yang terdiri dari beberapa baris,
- Menggunakan majas yang bermakna kias,
- Memiliki amanat yang dapat dijadikan pelajaran bagi pembaca.
Unsur-Unsur Pembangun Puisi
Seperti karya sastra lainnya, unsur pembentuk puisi terdiri dari unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik puisi adalah unsur yang terdapat di dalam puisi. Unsur ini terbagi lagi menjadi dua bagian, yaitu unsur batin dan unsur fisik.
Sementara itu, unsur ekstrinsik puisi adalah unsur yang terdapat di luar puisi. Unsur ekstrinsik terdiri dari unsur biografi, unsur sosial, dan unsur nilai.
Baca Juga: Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik dan Ekstrinsik
Oke, sampai juga kita di bahasan contoh puisi pendek dari berbagai tema. Mulai dari tema alam, lingkungan, keluarga, sahabat, cinta, pahlawan, dan masih banyak lagi. Tanpa berbasa basi lagi, langsung aja kita simak contoh puisi bebas berikut ini!
Contoh Puisi Pendidikan
1. Puisi Aku dan Masa Depanku Karya Ulil Albab Af-Farizi
Aku dan Masa Depanku
Karya: Ulil Albab Af-Farizi
Ketika sang mentari menampakkan sinarnya
Diiringi kicauan burung yang menyapa
Detik demi detik yang berbunyi
Membangunkanku untuk menggapai cita
Buku-buku yang memandangku
Seolah tak rela menenggelamkanku dalam angan
Kutatap mentari dan berkata
Aku siap demi masa depanku
Semangat yang membara
Membangkitkan jiwa dan raga
Lonceng sekolah yang memanggil
Adalah awal mengumpulkan ilmu
Menuntut ilmu
Ialah candu bagiku
Menambah kecerdasan
Dan menjadi jembatan
Akan cita-citaku
2. Puisi Pendidikan dan Harapan Karya Dwi Arif
Pendidikan dan Harapan
Karya: Dwi Arif
Pendidikan adalah tangga harapan
Tangga itu menuntun manusia untuk mencapai tujuan
Semua manusia berhak untuk menggunakan
Untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan
Tangga itu tidak boleh disembunyikan
Dari semua insan yang ingin perubahan
Tangga tersebut tidak boleh disalahgunakan
Hanya untuk meraih keuntungan
Tangga itu harus benar-benar kuat
Agar mampu merubah manusia menjadi bermartabat
Tangga tersebut harus selalu dirawat
Agar bisa membimbing kita meraih akal sehat
Tangga itu harus bisa beradaptasi
Dari zaman yang begitu kencang berlari
Tangga itu tidak boleh dinodai
Agar bisa mengantar kita menjadi manusia bermoral yang hakiki
3. Puisi Ilmu Pedoman Hidup Karya Natasha Maylina
Ilmu Pedoman Hidup
Karya: Natasha Maylina
Di kala mentari merekah
Bergegas melangkahkan kaki
Menimba ilmu setinggi langit
Masa depan siapa yang tahu
Hanya ilmu yang kukejar
Hingga titik darah penghabisanku
Belajar, belajar, belajar
Itulah yang bisa kulakukan
Tuk menuju pintu kesuksesan
Meski kesulitan menghadang
Takkan kumenyerah meraih ilmu
Ilmu adalah pedoman hidupku
Baca Juga: Kumpulan Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam, dan Syair, Lengkap!
4. Puisi Pena Karya Ade Lanuari Abdan Syakuro
Pena
Karya: Ade Lanuari Abdan Syakuro
Pena…
Kuikat ilmu dengannya…
Kutulis kisah sejarah bersamanya…
Pena…
Kugapai cita cita dengannya
Tak lupa teriring doa dan usaha
Sebagai wujud penghambaanku pada sang Pencipta
Pena…
Bersamanya, kutulis cerita cinta berbau surga
Agar manusia tak terjebak pada dunia yang fana
Tak jelas asalnya, tak jelas pula hasilnya
Pena…
Simbol peradaban dari zaman purba ke zaman aksara
Di mana manusia tak lagi menghambakan diri pada mitos yang tak jelas asalnya
Pena…
Dengannya, hidup manusia menjadi mulia
Lantaran mencari ilmu untuk kesejahteraan dunia
5. Puisi Lentera Pendidikan Karya Putri Tarisa Dewi
Lentera Pendidikan
Karya: Putri Tarisa Dewi
Langkah kaki menapaki jalan
Tak tahu arah tujuan
Bagai hidup tak berpedoman
Seperti hidup dilanda kebodohan
Hidup tanpa ilmu
Bagai rumah tak berlampu
Gelap bagai abu
Seperti bayangan yang semu
Pada siapa ku bertanya
Tentang arti hidup yang sebenarnya
Ketika ilmu tak kupunya
Pendidikanlah yang menjadi jalannya
Cahaya di tengah kegelapan
Menerangi setiap kehidupan
Menumpas segala kebodohan
Yang merusak masa depan
Semangat dalam meraih asa
Tak pernah lelah dan putus asa
Berdoa pada Sang Kuasa
Sebagai generasi penerus bangsa
Contoh Puisi untuk Guru
6. Puisi Guruku Karya Nurwawan
Guruku
Karya: Nurwawan
Setiap hari kau bagi ilmumu
Dengan keikhlasan dan kesabaran
Setiap hari kau bimbing aku
Dengan nasehatmu yang penuh makna
Guruku,
Tak pernah lelah kau ajar aku
Selalu semangat setiap tugasmu
Guruku,
Terima kasih
Atas semua pengorbananmu untukku
Maafkan salahku jika kau pernah terluka dengan kataku
Guruku,
Kau tak kan pernah terlupakan dalam hidupku
7. Puisi Pipit Kecil Karya Zuarni, S.Pd.
Pipit Kecil
Karya: Zuarni, S.Pd.
Awal jumpa kita, kami bukan siapa-siapa
Hanya pipit kecil dengan paruh menganga dan sayap setengah terbuka
Kami hanya berputar… berputar…
Dan hinggap di pundak ilmu guru-guru kami
Awal jumpa kita, kami bukan apa-apa
Hanya sobekan-sobekan kertas tak bermakna
Menunggu tangan-tangan kokoh dan jemari lentik guru kami
Merangkainya menjadi buku yang patut diperhitungkan
Guruku,
Lihatlah pipitmu
Kami telah seperkasa garuda, selincah merpati
Dengan ilmu dan petuahmu
Picing mata nanar telah sejelita mentari siang hari
Langkah seok, telah mantap menapaki jalan tajam beronak
Kini pipitmu
Telah siap terbang, terbang memetik cita-cita kehidupan
Dia meninggalkan
Secuil sejarah hidup kami di sini
8. Puisi Sang Pengabdi Karya Zaniza
Sang Pengabdi
Karya: Zaniza
Setiap pagi kau susuri jalan berdebu
Berpacu waktu demi waktu
Tak hirau deru kendaraan lengkingan knalpot
Tak hirau dingin memagut
Kala sang penguasa langit tuangkan cawannya
Wajah-wajah lugu haus kan ilmu
Menari-nari di pelupuk mata menunggu
Untaian kata demi kata terucap seribu makna
Untaian kata demi kata terucap penyejuk jiwa
Ruang persegi jadi saksi bisu pengabdianmu
Menyaksikan tingkah polah sang penerus
Canda tawa penghangat suasana
Hening sepi berkutat dengan soal
Lengking suara kala adu argumen
Ruang persegi menjadi saksi bisu pengabdianmu
Entah berapa tinta tergores di papan putih
Entah berapa lisan terucap sarat makna
Entah berapa lembaran tumpahan ilmu terkoreksi
Entah berapa ajaran budi kau tanamkan
Waktu demi waktu dijalani hanya demi mengabdi
Berserah diri mengharap kasih ilahi
Ilmu kau beri harap kan berarti
Satu persatu sang penerus silih berganti
Tumbuh menjadi tunas-tunas negeri
Kau tetap di sini setia mengabdi
Sampai masa kan berakhir nanti
9. Puisi Terima Kasih Guru Karya Chairil Anwar
Terima Kasih Guru
Karya: Chairil Anwar
Terima kasih, guru
Untuk teladan yang telah kau berikan
Aku selalu mempertimbangkan semua yang kau ajarkan
Dan merefleksikan itu semua pada karakter pribadiku
Aku mau menjadi sepertimu
Pintar, menarik, dan gemesin
Positif, percaya diri, protektif
Aku mau menjadi sepertimu
Berpengetahuan, pemahaman yang dalam
Berpikir dengan hati dan juga kepala
Memberikan kami yang terbaik
Dengan sensitif dan penuh perhatian
Aku mau menjadi sepertimu
Memberikan waktumu, energi, dan bakatmu
Untuk meyakinkan masa depan yang cerah
Pada kita semua
Terima kasih, guru
Kau telah membimbing kami
Aku mau menjadi sepertimu
10. Puisi Guruku Nomor Satu Karya Chairil Anwar
Guruku Nomor Satu
Karya: Chairil Anwar
Dengan namamu yang pengasih dan penyayang.
Aku bahagia karena kamu adalah guruku
Aku menikmati setiap pelajaran yang kamu ajarkan
Sebagai seorang teladan, kamu menginspirasiku
Untuk bermimpi, untuk bekerja dan untuk menggapai
Dengan kebaikanmu, aku memperhatikanmu
Tiap hari kamu menanamkan benih-benih
Dengan motivasi dan pengalaman hidupmu
Agar kutahu, agar kutumbuh dan agar kusukses
Kamu menolongku mengembangkan potensiku
Aku berterima kasih untuk semua jasa-jasamu
Aku mendoakanmu tiap hari, dan aku ingin berkata
Sebagai seorang guru, kamu nomor satu!
—
Gimana, kamu udah cukup paham tentang teks puisi? Sebelum lanjut ke contoh-contoh puisi yang lain, misalnya kamu mau mempelajari materi puisi lebih dalam, boleh banget gabung di Ruangguru Privat Bahasa Indonesia.
Di Ruangguru Privat, kamu akan dimentori oleh guru-guru berkualitas yang sudah terstandarisasi. Kamu juga bebas mau pilih belajar secara tatap muka (offline) atau lewat daring (online). Fleksibel banget, kan. Yuk langsung daftar sekarang!
Contoh Puisi tentang Sekolah
11. Puisi Sekolahku Karya Angelica
Sekolahku
Karya: Angelica
Tetesan embun pagi
Menyegarkan tanaman yang ada di halaman sekolahku
Sekolahku…
Membangkitkan semangat belajarku
Terdengar suara nyaring
Yang sedang mengajar
Sekolah tempat untuk mencari ilmu
Yang tak pernah kulupakan
Untuk selama-lamanya
12. Puisi Sekolahku Rumah Bagiku Karya Cello
Sekolahku Rumah Bagiku
Karya: Cello
Dirgahayu sekolahku
Terima kasih atas jasa-jasamu
Yang telah membantu ku
Membantu tuk menimba ilmu
Tak terasa waktu terus berganti
Tak terasa diriku pun bertambah selalu usianya
Kau selalu berjalan bersama ku beriringan
Menggapai cita
Di sinilah tempat semua terjadi
Di sinilah rumah kedua bagiku
Canda, tawa, tangis, kesal semua ku rasakan
Semua berkat engkau sekolahku
Baca Juga: Cara Membuat Puisi yang Benar dan Menarik
13. Puisi Sekolahku Keluargaku Kedua Karya Caroline
Sekolahku Keluargaku Kedua
Karya: Caroline
Kau tempat ku untuk belajar
Kau tempat ku untuk mendapat ilmu
Kau tempat ku untuk dapat belaian kasih
Kau tempat ku untuk mendapat pengetahuan
Sekolah ku
Kau keluarga ku kedua
Tempat kebahagiaan
Tempat kasih sayang dan tempat cinta
14. Contoh Puisi Sekolahku, Tempat Mimpi Bertumbuh
Sekolahku, Tempat Mimpi Bertumbuh
Di pagi hari saat mentari bersinar terang,
Aku melangkah menuju gerbang penuh harapan.
Suara canda tawa teman mengisi udara,
Menjadi semangat di setiap langkah yang kuambil.
Di ruang kelas, ilmu tersimpan rapi,
Buku-buku membuka jendela dunia.
Guru-guru bagai lentera di gelap malam,
Membimbing kami menuju mimpi yang terukir.
Di lapangan, kami bermain tanpa beban,
Tawa dan canda mengalir seiring waktu.
Belajar bukan hanya soal angka dan huruf,
Tapi tentang bagaimana kami tumbuh bersama.
Sekolahku, tempat di mana mimpi mulai terbang,
Di setiap sudut, tersimpan cerita dan pelajaran.
Aku tahu, di sini aku belajar bukan hanya ilmu,
Tapi juga arti dari persahabatan dan kebersamaan.
Terima kasih, sekolahku tercinta,
Kau ajarkan kami lebih dari sekadar pelajaran,
Kau bentuk kami menjadi pribadi yang kuat,
Siap menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan.
15. Contoh Puisi Sekolahku, Tempatku Belajar
Sekolah, Tempat Aku Belajar Menggapai Mimpi
Di pagi yang cerah, langkahku menuju tempat penuh arti,
Sekolah, di sinilah aku menempa diri.
Di bangku kayu dan papan tulis yang bisu,
Aku temukan ilmu yang tak pernah jemu.
Setiap pagi, suara bel menyapa,
Menyatukan kita dalam tawa dan canda.
Guru bagai pelita di tengah kegelapan,
Menunjukkan jalan, memberi harapan.
Di sini aku belajar lebih dari sekadar angka,
Mengenal dunia lewat lensa yang berbeda.
Tak hanya buku yang membuka wawasan,
Tapi juga teman, cerita, dan kebersamaan.
Sekolah, kau ajarkan aku berani bermimpi,
Menggenggam asa dan melangkah pasti.
Meski hari-hari penuh tugas dan ujian,
Aku tahu ini adalah bekal masa depan.
Terima kasih, sekolahku yang sederhana,
Di bawah atapmu aku belajar segala.
Tentang ilmu, tentang hidup, tentang setia,
Dan tentang mengejar apa yang kuyakini akan tercapai pada akhirnya.
Contoh Puisi tentang Lingkungan
16. Puisi Diam Karya Dona Loveanie
Diam
Karya: Dona Loveanie
Ada duka yang berselimut
Hanya diam, karena enggan menuntut
Bukan takut, tapi percuma
Sudah terlanjur banyak tercipta duka
Mendengar samar suara tangis sembari tertawa
Yang mengantarkan kesedihan pada jiwa dan raga
Tiada rindang lagi kini
Semua hilang, punah tiada sisa
Apa kabar anak adam Insan hidup yang bergantung pada alam?
Siapa yang sekarang hanya bisa diam-diam terjun ke krisis masa lalu
Angin tidak lagi sejuk
Keindahan tersisa hanya dalam tajuk
Hutan kita hancur
Tersisa penghuni sedang menangis tersungkur
Kesedihan yang kini tak lagi dapat diukur
Masihkah bersyukur?
Pohon di tebang liar
Bencana tak hentinya berkoar-koar
Menahan sengsara
Menutupi luka bangsa
Tidak salah, itulah kekuasaan Allah Azza Wa Jalla
Tapi bisakah kita bercermin, siapa sebab di baliknya?
Kita, manusia
Hamba Tuhan, mari kita bangkit mengatasi penderitaan dan mencintai hutan,
Bukankah hidup sehat sebuah kenikmatan?
Sadarlah, yang kita butuh hanya alam asri,
Bukan udara penuh polusi
Hentikan tebang liar
Jika saudara enggan menangis sukar
17. Puisi Lingkungan yang Indah Karya Afrina Hera Rahma Dini
Lingkungan yang Indah
Karya: Afrina Hera Rahma Dini
Oh lingkungan…
Kau bagai permata di mataku
Karena kau dunia ini menjadi indah
Oh lingkungan…
Kau sudah menghias dunia ini
Dengan tanaman dan bunga-bunga
Tetapi sayang
Tanaman dan bunga-bungamu
Sering dipetik dan dirusak orang
Sehingga habis
Tetapi aku tidak akan pernah
Membuat bunga dan tanaman mu
Hilang dan layu
Aku akan merawatmu
Sampai mekar dan indah
Karena kau aku hidup
Kalau tidak ada kau
Semua manusia menghirup udara kotor
Dan karena kau
Udara kotor menjadi udara yang bersih
Baca Juga: Mengenal Jenis-Jenis Puisi Baru dan Contohnya
18. Puisi Asap Keresahan Karya Erwin Agus Nofia
Asap Keresahan
Karya: Erwin Agus Nofia
Asap yang telah merebut kebahagiaan
Asap keserakahan yang membeli kebahagiaan
Asap keserakahan yang membeli jiwa kemanusiaan
Bagaimana bisa dia tidak ku salahkan
Wahai alam…
Di mana pagimu nan indah
Di mana udara segar yang kuhirup
Di mana kesejukan daun rimbun
Di mana mereka wahai alamku…
Wahai asap keserakahan…
Kau merebut pagiku nan indah itu
Kau merebut udara segar yang kuhirup itu
Kau juga merebut kesejukan itu
Jawablah wahai asap, jawablah aku
Wahai manusia…
Memang aku mengambil pagimu nan indah itu
Aku memang merebut udara segarmu itu
Aku juga telah merebut kesejukanmu itu
Lalu, apakah ini semua salahku?
Asap keserakahan…
Kau telah merebut pagiku
Kau telah merusak udaraku
Kau juga yang telah merusak kesejukan ku
Aku harap kau segera menghentikan kriminal mu
19. Puisi Hutan Karet Karya Joko Pinurbo
Hutan Karet
Karya: Joko Pinurbo
Daun-daun karet berserakan
Berserakan di hamparan waktu
Suara monyet di dahan-dahan
Suara kalong menghalau petang
Di pucuk-pucuk ilalang belalang berloncatan
Berloncatan di semak-semak rindu
Dan sebuah jalan melingkar-lingkar
Membelit kenangan terjal
Sesaat sebelum surya berlalu
masih kudengar suara bedug bertalu-talu
20. Puisi Sajak Matahari Karya W.S. Rendra
Sajak Matahari
Karya W.S. Rendra
Matahari bangkit dari sanubariku
Menyentuh permukaan samudra raya
Matahari keluar dari mulutku, menjadi pelangi di cakrawala
Wajahmu keluar dari jidatku, wahai kamu, wanita miskin!
Kakimu terbenam di dalam lumpur
Kamu harapkan beras seperempat gantang, dan di tengah sawah tuan tanah menanammu!
Satu juta lelaki gundul keluar dari hutan belantara
Tubuh mereka terbalut lumpur dan kepala mereka berkilatan memantulkan cahaya matahari
Mata mereka menyala tubuh mereka menjadi bara dan mereka membakar dunia
Matahari adalah cakra jingga yang dilepas tangan Sang Krishna
Ia menjadi rahmat dan kutukanmu, ya, umat manusia!
Contoh Puisi tentang Desaku
21. Puisi Desaku Karya Ilyas
Desaku
Karya: Ilyas
Desaku
Desa yang subur akan air mata
Tangisan selalu hadir
Kegelisahan
Rasa takut
Suram
Hingga kebodohan
Menghantui
Kekayaan
Kesuburan alam tak ada arti
Karena negeri ini lebih kaya
Akan tikus-tikus yang serakah
Penjajah keadilan dan
Pejabat yang tak tahu hitam dan putih
22. Contoh Puisi tentang Keindahan Alam Desa
Desa di Ujung Senja
Mentari turun perlahan
Di balik gunung, ia tenggelam
Langit merah jambu menghias awan
Sawah luas terbentang dalam diam
Angin berbisik lembut di telinga
Menyentuh dedaunan yang menari bersama
Di desa kecil, damai terasa nyata
Keindahan alam tak terlukiskan kata
23. Contoh Puisi tentang Kerinduan Akan Desa
Pulang ke Desa
Rindu menyapa setiap sudut hati
Mengingat jalan setapak berdebu
Tempat aku berlari, tempat aku mencari
Ke desa di mana mimpiku bermula
Pohon-pohon rindang, sungai yang jernih
Menyimpan cerita masa kecil yang indah
Di sini, aku ingin kembali bersandar
Menemukan tenang di antara pelukan tanah
24. Contoh Puisi tentang Kenangan di Desa
Kenangan di Desa Tercinta
Setiap sudut desa menyimpan cerita
Tempat pertama aku belajar berjalan
Di bawah pohon beringin tua
Bersama kawan-kawan bermain riang
Kini semua tinggal kenangan
Desa yang dulu penuh tawa
Namun, hatiku selalu tertambat di sana
Tempat aku belajar tentang cinta dan keluarga
25. Puisi Berjudul Desaku yang Damai
Desaku yang Damai
Desaku,
tempat matahari pulang dengan senyum,
saat sore menjingga menari di ujung sawah.
Angin berbisik pelan,
membawa harum tanah basah dan kenangan masa kecil.
Di jalan setapak yang tak pernah lelah,
langkah-langkah kecil dulu berlarian,
mengejar capung,
menyapa kambing yang pulang kandang.
Pohon-pohon tua masih berdiri tegak,
seperti penjaga cerita,
tentang musim panen yang dirayakan,
dan hujan pertama yang selalu dinanti.
Desaku bukan kota gemerlap,
tapi di sinilah hati menemukan damai.
Dalam nyanyian jangkrik dan riuh tawa anak-anak,
aku tahu, aku selalu bisa pulang.
Contoh Puisi tentang Alam
26. Puisi Pancaran 7 Abadi Karya Dede Aditya Saputra
Pancuran 7 Abadi
Karya: Dede Aditya Saputra
Desir angin sepoi menghembus perlahan
Bersama nyanyian burung di pucuk dahan
Airmu menari-nari dalam nestapa
Mencairkan luka oleh karena cinta
Tercium bau yang harum menawan
Bau harum airmu memecahkan qalbu buana
Tahukah kau akan qalbu buana itu?
Yaitu qalbu yang dirundung duka dan nestapa
Oh.. nirwana puncak Gunung Slamet
Kaulah tempat kami mengingat sang Kuasa
Melepaskan jiwa yang bermuram durja
Dan merenungkan masa jaya
Selain air terjunmu yang menawan
Terdapat mata air panas yang bersahaja
Membuat kita bersatu dengan malam
Apalagi malam Jumat orang Jawa
Terus lah abadi kau Pancuran ketujuh
Bersama ke enam Pancuran di bawah sana
Pancarkan sinar keemasan dalam air mu!
Untuk melupakan rasa sendu yang menggebu
27. Puisi Pengakuan yang Jujur Karya Radius S.K. Siburian
Pengakuan yang Jujur
Karya: Radius S.K. Siburian
Di tiap ujung daun menjari tersimpan nada kagum
Di tiap bentangan akar bersembunyi nada taat
Di tiap pucuk pohon pinus bertunas nada syukur
Di tiap ujung paruh burung terselip rasa kagum
Di tiap auman fauna terdengar rasa taat
Di tiap alat gerak animalia terbekas rasa syukur
Di tiap bibir pantai-pantai tercium rasa kagum
Di tiap puncak gunung menjulang tersimpan rasa taat
Di tiap muara sungai terbentang rasa syukur
Di tiap hamparan samudra terbentang nada dan rasa
Kagum, taat, syukur semua menyanyi kitab Kejadian Sempurna
28. Puisi Pesan Alam Karya Haidi S
Pesan Alam
Karya: Haidi S
Bencana ini mengajarkan kita
Bagaimana rasanya terpenjara
Di tempat yang disebut rumah
Yang perlahan membuat
Mungkin kita harus ingat
Saat perilaku kita menjerat
Penghuni laut udara dan darat
Akal dan nurani nyatanya tak saling terikat
Tuhan melalui alam menyampaikan pesan penuh Ilham
Membiarkannya geram sebab dosa tak terpendam
Baca Juga: Jenis-Jenis Puisi Lama Disertai Contohnya
29. Puisi Mentari Pagi Karya Ayu Amanda
Mentari Pagi
Karya: Ayu Amanda
Cahaya masuk menyapa hangat
Cerah tapi tak menyengat
Matahari mulai terang cut
Sendu yang tak merapat
Kicauan burung cantik
Menjadi hiasan musik
Pagi ini terasa menarik
Tak inginku terusik
Lembaran baru kan dimulai
Berjalan elok gemulai
Tak berharap terlerai
Ketabahan hati lagi ini terurai
30. Puisi Berjudul Peluk Alam
Peluk Alam
Alam bicara tanpa suara,
lewat desir angin yang menyentuh wajah,
lewat daun-daun yang menari ringan,
dan ombak yang berdebar di dada laut biru.
Langit membentang seperti kanvas raksasa,
disapu awan putih,
dihiasi mentari dan pelangi yang malu-malu.
Gunung berdiri gagah tanpa banyak bicara,
namun setiap lerengnya menyimpan doa,
dari pohon-pohon yang tak pernah minta pujian,
namun terus memberi napas pada dunia.
Air mengalir,
tak pernah bertanya ke mana,
ia hanya tahu:
hidup harus terus berjalan.
Alam,
adalah ibu yang diam-diam menjaga,
walau sering dilukai,
ia tetap memberi, tetap memeluk.
Contoh Puisi tentang Kemerdekaan
31. Puisi Benderaku Karya Gatot Supriyanto
Benderaku
Karya: Gatot Supriyanto
Ini benderaku, dua warna
Telah digambar dengan tubuh memar pahlawan
Bahkan tubuh luluh
Dengan tangan terpotong-potong
Hati tercabik-cabik
Diaduk di tungku peperangan
Merahnya membasahi bumi pertiwi
Putihnya jadi cermin negeri
Ku ingin jadi angin
Bergabung kau, kau, kau hingga menggunung
Menjaga bendera tetap berkibar
32. Puisi tentang Indonesia Karya Nuraini
Indonesia
Karya: Nuraini
Indonesia, ke mana hati kita tanam dalam-dalam
Dimana ruh kita simpan dalam dada
Dimana bangsa kau jinjing tinggi Indonesia
Ingatlah Budi Utomo dan para pemuda dalam ikramnya
Ingatlah Soepomo, Syahrir, Soekarno dalam ide juangnya
Mereka belum mati
Ruhnya masih bersemayam di setiap nurani anak-anak bangsa
Semangatnya masih menggema dalam dada
Masihkah kita bertanya
Sudahkah kita merdeka?
33. Puisi tentang Garuda Pancasila Karya Prawoto Susilo
Garuda Pancasila
Karya: Prawoto Susilo
Dari Sabang sampai Merauke
Ada Garuda Pancasila di jiwa mereka
Kesaktian Pancasila tidak diragukan lagi
Sebagai pedoman hidup bernegara
Walau berbeda-beda agama
Walau berbeda-beda suku
Walau berbeda-beda bahasa
Tetap Bhineka Tunggal Ika
Entah sampai kapan
Tak terbatas ruang dan waktu
Dari anak-anak sampai tua
Semua cinta Garuda Pancasila
Baca Juga: Jenis-Jenis Puisi Kontemporer dan Contohnya
34. Puisi tentang Bendera Merah Putih Karya Prawoto Susilo
Bendera Merah Putih
Karya: Prawoto Susilo
Berkibarlah Merah Putihku
Membentang luas ke langit biru
Merahmu cahaya semangatku
Putihmu pelita jiwaku
Tak akan ada yang berani menodaimu
Tak akan ada yang berani menghinamu
Tak akan ada yang berani menghancurkanmu
Karena seluruh nusantara ini menjagamu
Jiwa patriotku
Jiwa nasionalis kami semua
Bersatu padu
Tak terbatas ruang dan waktu
Untuk melindungimu
35. Puisi Negeri Pancasila Karya Sri Kanti
Negeri Pancasila
Karya: Sri Kanti
Negeri Pancasila berpondasi Ketuhanan Yang Maha Esa
Selalu bersyukur atas berkah negeri nan makmur
Selalu tunduk saat diri mulai takabur
Selalu ingat bahwa tanpanya kita bukanlah apa-apa
Negeri Pancasila berpondasi atas kemanusiaan yang adil dan beradab
Agar bangsa kita selalu ingat kepada adat
Tidak semena-mena terhadap sesama
Juga tak sewenang-wenang kepada saudara
Negeri Pancasila berpondasi kepada persatuan seluruh bangsa
Berbeda-beda tetapi tetap satu jua
Tidak tercerai-berai meski berbeda warna
Saling menolong dan bergotong-royong itu sudah terbiasa
Negeri Pancasila berpondasi kepada sistem kerakyatan dalam permusyawaratan
Supaya bangsanya tidak saling sikut-sikutan
Menghargai perbedaan tanpa harus tendang-tendangan
Menjaga rahasia serta memberi kesempatan kepada suara yang berbeda
Negeri Pancasila berpondasi kepada keadilan sosial bagi seluruh bangsa
Bertujuan untuk kemakmuran yang merata
Kemajuan ada di mana-mana, dari Merauke hingga Sabang
Setiap ras dan suku terengkuh kesejahteraan
Negeri Pancasila adalah seluruh tumpah darah Indonesia
Contoh Puisi tentang Pahlawan
36. Puisi Pahlawan Karya Trimo
Pahlawan
Karya: Trimo
Ajarkan aku wahai pahlawanku
Untuk cinta negeri nusantara ini
Nusantara yang engkau perjuangkan dengan gigih dan berani
Bersemboyan merdeka atau mati
Ajarkan aku wahai pahlawanku untuk memiliki
Semangat juangmu
Semangat untuk merdeka
Semangat untuk berdaulat
Semangat untuk berkeadilan
Semangat untuk berkemakmuran
Sesuai dengan cita-citamu
Ajarkan aku wahai pahlawanku untuk membangun negeri nusantara ini
Dengan caraku sendiri
Dengan kekuatanku sendiri
Agar aku tahu
Agar aku mampu menjadi bangsa mandiri
37. Puisi Diponegoro Karya Chairil Anwar
Diponegoro
Karya: Chairil Anwar
Di masa pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar
Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu
Sekali berarti
Sudah itu mati
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api
Punah di atas menghamba binasa di atas ditindas
Sungguhpun dalam ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
Baca Juga: Belajar Cara Menganalisis Puisi Kontemporer
38. Puisi Putra-Putra Ibu Pertiwi Karya Mustofa Bisri (Gus Mus)
Putra-Putra Ibu Pertiwi
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)
Bagai wanita yang tak ber-ka-be saja
Ibu pertiwi terus melahirkan putra-putranya
Pahlawan-pahlawan bangsa
Dan patriot-patriot negara
(Bunga-bunga kalian mengenalnya
Atau hanya mencium semerbaknya)
Ada yang gugur gagah dalam gigih perlawanan
Merebut dan mempertahankan kemerdekaan
(Beberapa kuntum dipetik bidadari sambil senyum
Membawanya ke surga tinggalkan harum)
Ada yang mujur menyaksikan hasil perjuangan
Tapi malang tak tahan godaan jadi bajingan
(Beberapa kelopak bunga di tenung angin kala
Berubah jadi duri-duri mala)
Bagai wanita yang tak ber-ka-be saja
Ibu pertiwi terus melahirkan putra-putranya
Pahlawan-pahlawan dan bajingan-bajingan bangsa
(di taman sari bunga-bunga dan duri-duri
Sama-sama diasuh mentari)
Anehnya yang mati tak takut mati justru abadi
Yang hidup senang hidup kehilangan jiwa
(mentari tertawa sedih memandang pedih
Duri-duri yang membuat bunga-bunga tersisih)
39. Puisi Elegi 10 November Karya Siti Isnatun M.
Elegi 10 November
Karya: Siti Isnatun M.
Hari ini kami memandang
wajah-wajah pada bingkai yang terpajang
Menunduk membisikkan doa
dalam semat kenangan akan jasa
Separuh asa kami melayang
dalam bayang-bayang
akan masa yang telah silam
Darah yang telah mengalir
Keringat yang telah bergulir
bagai sebutir safir
dalam ruang yang temaram
Bukan lagi tangis yang seharusnya kami berikan
Bukan!
Meski air mata membayangi kenangan
akan pengorbanan yang telah dipersembahkan
10 November ini
Bersama duka ini
Kami sematkan setangkup doa
Bersama tekad dan asa
Bahwa kami adalah tonggak penerus
untuk jiwa kepahlawananmu yang tulus
40. Puisi Sang Pejuang Karya Shavna Agitsni
Sang Pejuang
Karya: Shavna Agitsni
Dengan tegap kau beranikan diri
Melangkah tuk mempertaruhkan diri
Bahkan kau siap mati
Demi kemerdekaan ibu pertiwi
Geram
Sepertinya itu yang kau rasakan
Negeri ini telah lama tertikam
Dan kini kau akan menikam
Tak tahan untuk bungkam
Telah banyak darah yang mengalir
Seolah bagaikan sihir
Telah banyak goresan luka yang telah mereka ukir
Walau sudah tiada
Tapi namamu akan tetap ada
Walau kau sudah tidak ada di dunia
Jiwamu masih dalam sejarah bangsa
Contoh Puisi tentang Sumpah Pemuda
41. Puisi Sumpah Pemuda Karya Nira Ernawa Apsari
Sumpah Pemuda
Karya: Nira Ernawa Apsari
Tak sebilah pedang, mengoyak gelora pemuda
Dirajam, oleh tajamnya peluru
Merajam tiap helaian napas pun, tak sanggup meredam gelora perjuangan
Runcingnya bambu,
Teguhnya semboyan, merdeka atau mati
Teriakan Bung Tomo, mampu membebaskan semangat perjuangan
Darah pahlawan bertumpah ruah
Membanjiri ibu pertiwi
Proklamasi telah dikumandangkan
Menggema seantero nusantara
Sumpah pemuda telah dilahirkan
42. Puisi Sumpah Abadi Karya Dee Lestari
Sumpah Abadi
Karya: Dee Lestari
Sumpah Abadi
Ketika pemuda bersumpah,
Sumpah yang bukan hanya untuk dirinya, melainkan tanah airnya
Ketika pemudi bertekad,
Tekad yang bukan hanya untuk kaumnya, melainkan segenap bangsanya
Gegar gunung dan lembah
Gemetar lautan dan pantai
Bergetar jantung dan berdesir darah
Ketika pemuda dan pemudi menyeberangi keberagaman ketidaksamaan demi bersama bekerja
Abadi bersumpah, untuk Indonesia
Baca Juga: Mengenal Pantun, Puisi Lama dari Indonesia
43. Puisi Berawal dari Pemuda Karya Andis Syah Putra
Berawal dari Pemuda
Karya: Andis Syah Putra
Banyak cara menanggapi asa
Setiap jalan penuh akan rasa
Rasa semangat yang tiada tara
Menggapai mimpi setinggi bintang di angkasa
Jalan berliku bagi seorang pemuda
Kerikil batu tidak akan tergoyah
Bara api itulah semangat pemuda
Hujan badai pun terkadang menyertainya
Wahai para pemuda
Jatuh bangun itu hal biasa
Tertangkap angan simpanlah di dalam dada
Perjuangan ini banyaklah cara
Ekspresikan semua yang engkau bisa
Engkau dengar cerita Bung Tomo dan Bung Hatta
Setiap titik keringat dan bahkan dara
Mereka korbankan untuk kemerdekaan bangsa
Hingga tercapai di seribu sembilan ratus empat puluh lima
Kini, saatnya bagi kita semua
Untuk terus berjuang menggapai mimpi yang ada di kepala
Kita korbankan semangat untuk berkarya
Karna semua berawal dari pemuda
44. Puisi Pemuda Agen Perubahan Karya Ahmad Fadilah
Pemuda Agen Perubahan
Karya: Ahmad Fadilah
Pemuda,
Semangatmu tampak begitu bergejolak
Tak peduli seberapa kuat penghalang
Kau pasti mampu menghalaunya
Kepal tanganmu melambangkan keyakinan
Akan kemampuan tuk menjadi tumpuan
Di pundakmu
Bangsa ini dititipkan dengan segala pengorbanan
Di pundakmu ratusan juta jiwa menantikan
Harapan, Kejayaan, dan kemakmuran
Wahai pemuda,
Kaulah agen perubahan bangsa
Membangun dan mengisi kemerdekaan
Dengan kemampuan dan semangatmu
Ubah negeri ini menjadi pusat dunia
Bukankah bangsamu menunggumu
Menunggu torehan karya cipta
Buah fikir dan kreativitasmu
Membangun negeri ini
Lihatlah hamparan kekayaan tanah ini
Tanah pertiwi yang membentang
Yang utuh tangan-tangan pemuda negeri
Mewujudkan kesejahteraan hakiki
Wahai pemuda bangkitlah, bangunlah dari tidur panjang ini
45. Puisi Yang Muda Yang Menjaga Karya Anisa Hidayatul
Yang Muda Yang Menjaga
Karya: Anisa Hidayatul
Indonesia…
Dengan keberagaman budaya, suku, ras, dan agama
Menjadi warna dalam kehidupan
Landasan dalam berbangsa tertuang dalam Pancaila
Dan itulah yang menjadi azas masyarakat dalam melindungi bangsanya sendiri
Perdamaian menjadi pondasi dalam membina keragaman Indonesia
Mari kita memupuk rasa nasionalisme dengan memberdayakan seluruh generasi penerus bangsa
Rasa cinta, rasa sayang…
Dapat kita buktikan
Dengan sepenuh hati
Sepenuh jiwa menjaganya
Sejarah mencatat…
Indonesia merebut kemerdekaan
Melalui persatuan pemuda
Dengan semangat membara dan berani berkorban
Pemuda yang harus…
Memperlihatkan tata-cara beragama yang moderat
Yang menjadi panutan semua orang
Pemuda yang harus…
Menjaga agar bangsa kuat dan tidak mudah di rong-rong isu perbedaan
Dan, untuk menjaga perdamaian itu…
Haruslah dimulai dari diri sendiri
Cintailah cinta itu sendiri
Musuhilah permusuhan itu sendiri
Pemuda bisa…
Menyebarkan nilai-nilai kebaikan islam rahmatan lil alamiin
Namun jangan bersorak-sorak menyatakan kepercayaan
Tetapi tidak diikuti oleh bakti dan bukti
Pemuda adalah solusi…
Pemuda adalah harapan…
Pemuda adalah kejayaan…
I see…
Pemuda mampu melihat, mengamati fenomena di sekeliling
I learn…
Pemuda mampu belajar dari fenomena yang terjadi
I act…
Adalah aksi nyata pemuda dari hasil pengamatan dan belajar
I move on
Bentuk langkah dan perubahan untuk lebih baik
Contoh Puisi untuk Ibu
46. Puisi Ibu Super Karya Joanna Fuchs
Ibu Super
Karya: Joanna Fuchs
Ibu, kamu adalah ibu yang luar biasa
Begitu lembut, namun begitu kuat
Banyak cara yang kamu tunjukkan bahwa kamu peduli
Ibu sabar saat aku melakukan kesalahan
Ibu memberikan bimbingan ketika aku bertanya
Tampaknya kamu dapat melakukan hampir semua hal
Ibu adalah master dari setiap tugas
Ibu adalah sumber kenyamanan yang dapat diandalkan
Ibu adalah bantalku saat aku jatuh
Ibu membantu di saat-saat sulit
Ibu mendukungku setiap kali aku menelepon
Aku mencintaimu lebih dari yang kamu tahu
Ibu memiliki rasa hormatku sepenuhnya
Jika aku memiliki pilihan
Ibu akan menjadi orang yang aku pilih!
47. Puisi Ibu Malaikatku Karya Mosdalifah
Ibu Malaikatku
Karya: Mosdalifah
Ibu…
Di sini kutulis cerita tentangmu
Nafas yang tak pernah terjerat dusta
Tekad yang tak koyak oleh masa
Seberapa pun sakitnya kau tetap penuh cinta
Ibu…
Tanpa lelah kau layani kami
Dengan segenap rasa bangga dihati
Tak terbesit sejenak pikirkan lelahmu
Kau terus berjalan di antara duri-duri
Ibu…
Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta
Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia
Selalu kuharapkan kau terus bersamaku
Dengan cinta berikan petuahmu
Ibu…
Kau lah malaikatku
Penyembuh luka dalam kepedihan
Penghapus dahaga akan kasih sayang
Sampai kapan pun itu
Aku akan tetap mencintaimu
Ibu, malaikatku
48. Contoh Puisi tentang Kasih Sayang Ibu
Pelukan Tanpa Akhir
Di setiap senyum dan tatap matamu
Ada cinta yang tak pernah habis
Seperti mentari yang selalu bersinar
Kau hangatkan hari-hariku, tanpa jeda
Pelukanmu adalah rumah
Tempat ku pulang, saat lelah menghempas
Kasih sayangmu, ibu, tak tergantikan
Menjadi pelindung dalam setiap langkahku
49. Contoh Puisi tentang Pengorbanan Ibu
Di Balik Senyummu
Di balik senyummu, ibu
Ada lelah yang tak pernah kau ucapkan
Malam yang kau lewati tanpa keluh
Demi kami, anak-anakmu yang kau sayangi
Tanganmu yang kasar karena kerja keras
Menjadi saksi betapa besar pengorbananmu
Setiap langkahmu, adalah doa
Untuk melihat kami tumbuh dan berjaya
50. Contoh Puisi tentang Rindu Kepada Ibu
Rindu di Hati
Waktu terus berlalu, namun rindu tak pudar
Suara lembutmu masih terngiang
Setiap nasihat, setiap doa
Tertanam dalam hati yang kini merindu
Jauh darimu, ibu, hatiku terasa sepi
Setiap senyummu adalah kekuatan
Ingin ku pulang, merasakan lagi
Hangat kasih sayangmu, yang tak terganti
Contoh Puisi untuk Ayah
51. Puisi Ayah Karya Layli Qibtiah
Ayah
Karya: Layli Qibtiah
Ayah….
Engkau pahlawan hidupku
Engkau bekerja keras demi keluarga
Engkau terkena hujan dan panas
Ayah…
Engkau selalu ada untukku
Engkau selalu ada untuk ibu
Engkau selalu ada untuk keluarga
Ayah…
Pahlawanku…
Ayahku…
Pedomanku…
Ayah…
Engkau selalu baik
Engkau selalu bekerja keras
Terima kasih ayah…
52. Puisi Ayah Pahlawan Keluarga Karya Firdarisma
Ayah, Pahlawan Keluarga
Karya: Firdarisma
Ayah…
Ayah adalah pahlawan keluarga
Ayah tak kenal lelah dan tak pernah mengeluh
Demi keluarga Ayah tetap bertahan dan bersabar
Ayah…
Ayah adalah pemimpin keluarga
Di dalam keluarga kecil ini
Ayah memimpin keluarga ini
Untuk menjadi keluarga yang sejahtera
Ayah…
Aku berterima kasih
Atas pengorbananmu Ayah
Hanya doa yang bisa kubalaskan
Atas perjuanganmu Ayah
Baca Juga: Kumpulan Contoh Teks Persuasi dalam Berbagai Tema
53. Contoh Puisi tentang Pengorbanan Ayah
Ayah, Sang Pahlawan
Di balik senyummu yang tenang
Ada lelah yang tak kau tunjukkan
Keringatmu jatuh di bawah terik mentari
Demi kami, kau tak pernah berhenti
Langkahmu kadang tertatih
Namun semangatmu selalu teguh berdiri
Ayah, engkau pahlawan sejati
Tanpa jubah, tapi hatimu seluas samudra yang tak bertepi
54. Contoh Puisi tentang Kerinduan Kepada Ayah
Ayah dalam Kenangan
Di setiap angin yang berhembus lembut
Aku mendengar suaramu, samar di kejauhan
Rinduku tak tertahankan
Pada cerita dan pelukan hangat yang tak lagi ada
Waktu berjalan, namun bayangmu tetap nyata
Dalam doa, kuucap syukur atas semua
Meski kini kita terpisah oleh jarak tak terukur
Ayah, kau selalu di hatiku, hadir dalam setiap langkahku
55. Contoh Puisi tentang Kebanggaan Kepada Ayah
Kau Cahaya Hidupku
Ayah, kaulah mentari di setiap pagiku
Kehangatan yang kau beri takkan pernah pudar
Setiap kata bijakmu adalah lentera
Menerangi jalanku di kegelapan dunia
Kau ajarkan arti perjuangan dan harapan
Tak mudah menyerah, tak mudah padam
Aku bangga, karena aku adalah bagian dari dirimu
Ayah, kau adalah cahaya yang selalu membimbingku
Contoh Puisi tentang Sahabat
56. Puisi Sahabatku yang Baik Karya Hetty Dwi Agustin
Sahabatku yang Baik
Karya: Hetty Dwi Agustin
Halus tutur katamu
Selalu terucap buatku
Hari-hari bersamamu
Selalu ada tawa dan senyum
Berbagi cerita sehari-hari
Warnai kebersamaan kita
Saling menolong dalam mengisi hari
Sehingga ceria kita di setiap jumpa
Percayalah sahabatku
Aku akan selalu
Berusaha baik padamu
Seperti kau baik juga padaku
Persahabatan kita selalu terjaga
Sebagaimana kita menjaganya
Berprasangka baiklah selalu padaku
Karna akupun selalu prasangka baik padamu
57. Puisi Indahnya Persahabatan Karya Hetty Dwi Agustin
Indahnya Persahabatan
Karya: Hetty Dwi Agustin
Selalu tersenyum di antara kita
Selalu tutur baik terucap dalam cerita kita
Kita sering berbagi cerita suka dan duka
Kita tetap ceria walau sedang dalam luka
Karena kita saling percaya
Karna kita saling menguatkan
Karna kita tetap selalu bersama
Karna kita selalu saling menerima
Bahkan kita tak saling minta maaf
Karna bila di antara kita bersalah
Tanpa terucap kata maaf pun
Kita selalu sudah saling memaafkan
Karna kita saling memahami
Karna kita selalu berbaik sangka
Karna kita selalu saling percaya
Bahwa kita selalu menjaga persahabatan ini
58. Puisi Senyum Sahabatku Karya Hetty Dwi Agustin
Senyum Sahabatku
Karya: Hetty Dwi Agustin
Senyummu bagai pagi yang cerah
Buatku terasa ringan melangkah
Hari-hari semakin indah
Tak ada lagi rasa gundah
Karna ku tlah punya sahabat
Yang menemaniku saat ku susah
Mau mendengar ceritaku
Memahami semua kegalauanku
Kau beri senyuman saat ku bersedih
Kau terima aku saat hatiku galau
Kau selalu beri kata sederhana
Tuk sekadar menguatkanku
Sehingga akupun menjadi tegar
Lalu kuceria lagi dalam melangkah
Akupun slalu tersenyum padamu
Tuk tunjukkan bahwa ku slalu ada buatmu
Baca Juga: Kumpulan Contoh Teks Berita Singkat dengan Unsur 5W + 1H
59. Puisi Berjudul Untukmu Sahabat
Untukmu, Sahabat
Kita tak selalu satu arah,
kadang langkahmu ke kanan, aku ke kiri,
tapi kita tahu,
pertemuan bukan soal tempat,
melainkan hati yang saling mengerti.
Kau hadir bukan hanya saat tawa,
tapi juga di hari-hari luka.
Tak banyak janji yang kita ucap,
tapi kehadiranmu selalu cukup.
Sahabat,
terima kasih telah menjadi pelabuhan,
di tengah badai hidup yang tak pernah bisa kutebak arahnya.
60. Puisi Berjudul Di Bawah Pohon Kenangan
Di Bawah Pohon Kenangan
Ingatkah kau,
waktu kita duduk di bawah pohon itu?
Berbagi cerita tanpa ragu,
tertawa keras,
seolah dunia ini milik kita berdua.
Waktu berjalan cepat,
rambut kita mulai tumbuh arah yang berbeda,
namun setiap kali aku pulang,
aku tahu,
kau tetap ada—di tempat yang sama di hatiku.
Sahabat,
kau bukan hanya bagian dari masa lalu,
kau adalah alasan,
kenapa aku tetap melangkah ke depan.
Contoh Puisi Romansa
61. Puisi Catatan Kecil Karya Warno
Catatan Kecil
Karya: Warno
Catatan kecil berbuku sendu
Seakan golak terpaku
Meratap menatap nasib
Tak kuasa memandang gundah
Padahal, setia nyala berbahagia
Jengah terkesima
Pudar termakan waktu
Yang manis, yang retak, yang kelabu
Intisari telah terekam di sini
Suatu saat pasti dimengerti
Meski bukan hari ini
Pintaku, seberangi penghalang yang memadamkan
Pintaku, tunjuklah kebenaran seluas pandangan
– Demi erat hati dan kalbu
62. Puisi Cinta Berjudul Easther Karya Nisfanda Bella Vizta
Easther
Karya: Nisfanda Bella Vizta
Sempatkah terlintas namaku
Dalam ingatan batinmu
Dalam singkatnya takdir Tuhan?
Apakah kau dapat mekar dan berbunga sesuka hati?
Sementara diriku melayu dan mati
Padamkanlah apimu
Dalam kesaksian yang menyakitkan
Bersajaklah kau
Mekarmu adalah kemenangan
Ayunkanlah rohku
Jauh di angkasa
Menuju ruang tak tertuju
63. Puisi Berjudul Tanpa Kata
Tanpa Kata
Aku mencintaimu
dengan cara yang tak kau sadari—
seperti hujan yang jatuh
tanpa pernah bertanya
apakah bumi ingin basah.
Aku menyebut namamu
dalam diam,
di antara detik yang tak sempat bicara,
dan doa-doa yang hanya Tuhan dengar.
64. Puisi Berjudul Antara Aku dan Langit
Antara Aku dan Langit
Jarak bukan alasan
untuk cinta melayu,
karena di setiap bintang,
kupinjamkan rinduku padamu.
Kau di ujung sana,
aku di sini,
tapi langit yang sama
menjadi atap
untuk rindu kita yang diam-diam bertukar sapa.
65. Puisi Berjudul Sisa-Sisa Senyumku
Sisa-Sisa Senyumku
Aku masih duduk di bangku itu,
tempat kita pernah menjadi “kita”.
Hanya kopi yang kini dingin,
dan kursi di hadapanku tetap kosong.
Kau pergi,
tapi senyummu masih tinggal,
seperti bayang-bayang
yang menolak pudar
dari dinding kenangan.
Contoh Puisi Bahasa Inggris dan Terjemahan
66. Puisi Bahasa Inggris tentang Guru
A Thank You Note to a Mentor
It felt like winning a lottery
But without cash on me
Is it already December?
Cause Santa gimme something I’ll remember
I appreciate your presence
I admire your passion
Muchas gracias my teacher
To help me build my future
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Catatan Terima Kasih untuk Mentor
Rasanya seperti menang lotre
Tapi tanpa memenangkan hadiah uang
Apakah sudah bulan Desember?
Soalnya Santa memberiku sesuatu yang akan kuingat
Ku menghargai kehadiranmu
Ku kagum dengan semangatmu
Terima kasih banyak guruku
Untuk membantuku membangun masa depanku
Baca Juga: Kumpulan Contoh Teks Ulasan Novel, Lagu, dan Film, Beserta Strukturnya
67. Puisi Bahasa Inggris tentang Ayah
My Dad, My Superman
by: Adam Young
He doesn’t fight crime
Or wear a cape
He doesn’t read minds
Or levitate
But every time my world needs saving
He’s my Superman
Some folks don’t believe in superheroes
‘Cause they haven’t met my dad
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Ayahku, Superman-ku
Karya: Adam Young
Ia tidak melawan kejahatan
Atau mengenakan jubah
Ia tidak membaca pikiran
Atau terbang
Namun tiap dunia membutuhkan pertolongan
Ia adalah Superman-ku
Banyak orang yang tidak percaya dengan superhero
Karena mereka belum bertemu dengan ayahku
68. Puisi Bahasa Inggris tentang Cinta
Seeing You through My Poetry
Words are the tone and the simplest way to reach you
Through a twilight in my warm sky
I see the clouds pierce your smile that is bruised in my memory
In this poem, you will find tears and smiles in one glass
If one day my poetry is lost
Find me in the silent voice you can hear
Like happiness and memories
I will keep you in the best place in my heart
So, I don’t need a dot to love you
To me, you are like Greece, an old city that doesn’t die
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Mencarimu dalam Puisiku
Kata adalah nada dan cara paling sederhana untuk mencapaimu
Lewat sebuah senja di langitku yang hangat
Kulihat awan menembus senyummu yang lebam di ingatanku
Di puisi ini, akan kau temukan air mata dan senyuman dalam satu kaca
Jika suatu hari puisiku hilang
Temukan aku dalam suara hening yang bisa kau dengar
Layaknya sebuah kebahagiaan dan kepingan kenangan
Aku akan menyimpanmu di tempat terbaik dalam hatiku
Karenanya aku tidak perlu tanda titik untuk mencintaimu
Bagiku kau seperti Yunani, kota tua yang tak mati mati
69. Puisi Bahasa Inggris tentang Harapan
Light After the Storm
When the sky turns dark and heavy,
and the wind begins to roar,
remember—storms don’t last forever,
and rain always leads to more.
A sprout will rise from muddy ground,
a rainbow arches wide,
because even the longest, coldest night
must let the sun inside.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Cahaya Setelah Badai
Saat langit menjadi gelap dan berat,
dan angin mulai mengaum,
ingatlah—badai tak bertahan selamanya,
dan hujan selalu membawa harapan baru.
Tunas akan tumbuh dari tanah berlumpur,
pelangi terbentang luas,
karena malam terpanjang dan tergelap pun
harus memberi ruang bagi mentari masuk.
70. Puisi Bahasa Inggris tentang Kerinduan
In the Silence Between Us
There’s a silence between us now,
soft, like pages never turned.
I hear your voice in memory,
in every song I’ve ever learned.
The distance stretches like a thread,
but still it holds us tight.
You’re the shadow of my sunrise,
the whisper in my night.
Terjemahan Bahasa Indonesia:
Dalam Sunyi di Antara Kita
Ada sunyi di antara kita kini,
lembut, seperti lembar buku yang tak pernah dibalik.
Aku mendengar suaramu dalam ingatan,
dalam setiap lagu yang pernah kupelajari.
Jarak memanjang seperti benang,
namun tetap mengikat erat.
Kau adalah bayang dalam fajar mentariku,
bisikan dalam malam-malamku.
71. Contoh Puisi Pendek 2 Bait
Menggapai Impian
Mengenal masa depan
Mengenal apa itu impian
Ya, di tempat ini aku banyak mengenal
Tempat yang biasa disebut sekolah
Di sekolah
Aku tahu aksara
Aku tahu harapan
Dan aku tahu bagaimana perjuangan menggapai impian
72. Contoh Puisi 3 Bait
Ibu, Pelita Hidupku
Ibu, Kehadiranmu sungguh menghangatkanku
Tuntunanmu menyelamatkanku
Meski terkadang keras seperti baja
Namun kau lembut seperti sutra ibu
Kesabaranmu lah yang mengubahkanku
Untaian doamu lah yang membersihkan jiwaku
Permohonan terus kau panjatkan ke hadirat
Sang Empunya Hidup ini
Menghantarkanku menuju kebahagiaan ibu
Kau sangat berarti bagiku
Bahkan kau lebih daripada malaikat tak bersayap
Hatimu selalu memeluk hatiku yang rapuh ini
Terima kasih ibu
73. Contoh Puisi 4 Bait
Pemandangan Indah
Wahai Tuhan,
Aku memendam kagumku pada-Mu,
Dari malam hingga ketemu malam,
Tak pernah padam api pesonaku.
Hembusan angin gunung,
Indahnya tarian tumbuhan,
Rasanya nyaman,
Bagai taman surga di bumi.
Sempurnalah alam ini,
Terpesona aku,
Terpana aku,
Harus dijaga selalu,
Agar tak pernah sirna.
Terjangan laut pun adalah kebiasaan alam,
Batu karang dipecahnya,
Aneka fauna terhempas,
Dari dasar laut paling dalam.
Contoh Puisi Akrostik
Puisi akrostik adalah jenis puisi dimana huruf pertama dari setiap baris membentuk kata atau kalimat ketika dibaca dari atas ke bawah. Biasanya, kata yang terbentuk memiliki makna khusus, seperti nama seseorang, tema tertentu, atau pesan tersembunyi.
74. Contoh Puisi Akrostik CINTA
Cerah sinarmu membuatku terpesona
Indahnya tak terbandingkan
Nan jauh di lubuk hati
Tak pernah pudar rasa ini
Aku akan selalu mencintaimu
75. Contoh Puisi Akrostik Nama
Angin sejuk membawa kabar harapan
Nyanyian alam mengiringi langkahmu
Di setiap senja, rindu itu berbisik pelan
Riang senyummu adalah mentari di pagi yang tenang
Ingatlah, mimpimu setinggi langit akan tercapai
76. Contoh Puisi Akrostik tentang Alam
Angin berbisik lembut di pepohonan
Langit biru terbentang luas tak berujung
Air sungai mengalir membawa kehidupan
Mentari bersinar hangat menyentuh bumi
77. Contoh Puisi Akrostik dari Huruf A Sampai Z
Ada harapan di setiap langkah
Bersama angin yang berhembus lembut
Cahaya mentari menghangatkan jiwa
Di dalam hati, rindu tak berujung
Elusan waktu menorehkan cerita
Fajar membawa harapan baru
Gemuruh badai pun akan berlalu
Hidup terus berjalan, tak pernah henti
Ingatan akan masa lalu terasa manis
Jauh menatap ke cakrawala
Keindahan alam menghiasi dunia
Letih bukanlah alasan untuk berhenti
Melangkah walau perlahan pasti
Nyanyian burung merdu di pagi hari
Ombak menghempas, mengajar tentang kekuatan
Pohon-pohon menari bersama angin
Quiet moment brings peace in chaos
Rindu yang terpendam akhirnya tersampaikan
Setia pada setiap mimpi yang digenggam
Tetes embun mengajarkan kelembutan
Untuk setiap senja yang indah
Vibrasi kehidupan terasa begitu nyata
Waktu terus berjalan tanpa henti
Xylophone bunyinya mengalun lembut
Yakinlah bahwa segala usaha tak sia-sia
Zaman terus berganti, kita tetap melangkah
Contoh Puisi Diafan
Puisi diafan adalah jenis puisi yang memiliki gaya bahasa yang mudah dipahami. Kata “diafan” sendiri berasal dari bahasa Yunani, diaphanēs, yang berarti bening. Dalam konteks puisi, istilah ini menggambarkan karya yang sederhana, pendek, namun padat dan penuh rasa.
78. Contoh Puisi Diafan Singkat
Sunyi
Di bawah pohon tua,
angin bicara
tanpa suara.
79. Contoh Puisi Diafan Berjudul Rintik yang Bercerita
Rintik yang Bercerita
Hujan turun pelan,
membasahi jalan yang dulu kita lewati.
Aku diam di balik jendela,
menonton waktu berjalan tanpa menoleh.
Angin membawa sisa-sisa suara,
entah itu rinduku atau hanya kenangan yang enggan pergi.
Aku coba bertanya pada rintik,
tapi jawabannya selalu sama—sunyi.
Mungkin aku yang terlalu lama berharap,
atau mungkin kau yang terlalu cepat menghilang.
Tapi hujan tahu,
tak semua yang jatuh akan kembali pulang.
80. Contoh Puisi Diafan Berjudul Jejak di Pasir
Jejak di Pasir
Kita pernah berjalan di tepi pantai,
meninggalkan jejak yang tak bertahan lama.
Ombak datang, menghapusnya perlahan,
seperti waktu menghapus ingatan.
Aku ingin menahan pasir di telapak tangan,
tapi angin selalu punya cara untuk melepaskan.
Seperti kau yang perlahan menjauh,
tak berpaling, tak memberi alasan.
Mungkin begini cara semesta bicara,
bahwa tidak semua yang datang akan tetap tinggal.
Beberapa hanya singgah sebentar,
meninggalkan jejak, lalu menghilang tanpa jejak.
—
Itu tadi pengertian, ciri-ciri, unsur, dan kumpulan contoh puisi pendek dari berbagai tema. Semoga artikel ini dapat menambah pemahamanmu, ya! Jika belum paham, kamu bisa lho akses ruangbelajar by Ruangguru untuk memahami materi puisi lebih dalam. Semangat, ya!
Referensi:
Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP [daring]. Tautan: Buku Sekolah Elektronik (kemdikbud.go.id) diakses pada 10 Juni 2022.
Pengertian Puisi: Jenis-jenis, Contoh, dan Cara Membuat Puisi [daring]. Tautan: Pengertian Puisi: Jenis-Jenis, Contoh dan Cara Membuat Puisi (gramedia.com) diakses pada 10 Juni 2022.
https://www.gramedia.com/best-seller/contoh-puisi-pendidikan/ (Diakses pada 27 Oktober 2023)
https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20221116171112-569-876954/kumpulan-puisi-untuk-guru-singkat-tapi-menyentuh-kalbu (Diakses pada 27 Oktober 2023)
https://www.detik.com/bali/berita/d-6416211/21-puisi-tentang-alam-beserta-contohnya (Diakses pada 27 Oktober 2023)
https://www.orami.co.id/magazine/puisi-kemerdekaan-indonesia?page=all (Diakses pada 27 Oktober 2023)
https://kumparan.com/inspirasi-kata/4-puisi-tentang-persahabatan-di-sekolah-yang-penuh-makna-1zK6Rh8c0HZ/full (Diakses pada 27 Oktober 2023)
https://blog.cakap.com/puisi-bahasa-inggris/ (Diakses pada 27 Oktober 2023)
Sumber Gambar:
https://www.freepik.com/free-vector/hand-drawn-flat-design-poetry-illustration_22890671.htm#query=poetry&position=1&from_view=search&track=sph (Diakses pada 27 Oktober 2023)
<!DOCTYPE html>
<html lang="en-US">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
<meta author="viewport" content="Ruangguru Tech Team">
<title>80 Contoh Puisi Pendek Bermacam Tema dan Makna</title>
<link rel="shortcut icon" href="https://cdn-web-2.ruangguru.com/homepage-web/public/assets/icons/favicon.id.ico" type="image/x-icon" />
<!-- <link rel="profile" href="https://gmpg.org/xfn/11"> -->
<link rel="pingback" href="https://www.ruangguru.com/blog/xmlrpc.php">
<link rel="preconnect" href="https://fonts.googleapis.com">
<link rel="preconnect" href="https://fonts.gstatic.com" crossorigin>
<link href="https://fonts.googleapis.com/css2?family=Inter:wght@400;600;700&display=swap" rel="stylesheet">
<link rel="stylesheet" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/css/bootstrap.min.css">
<link rel="stylesheet" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/css/style.css">
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/jquery-3.6.3.min.js"></script>
<script src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/popper.js/1.16.0/umd/popper.min.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/bootstrap.min.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/main.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/side-banner.js"></script>
<!-- Google Tag Manager -->
<meta name="google-site-verification" content="VJAn1g6wmtTZPpTXh-B4xoSFEkUi5jcV74xQSr6jnOM" />
<!-- <script>
document.querySelector('meta[name="author"]').setAttribute("content", "Ruangguru Tech Team");
</script> -->
<meta name="publisher" content="PT Ruang Raya Indonesia">
<!-- Google Tag Manager -->
<script>
(function(w, d, s, l, i) {
w[l] = w[l] || [];
w[l].push({
'gtm.start': new Date().getTime(),
event: 'gtm.js'
});
var f = d.getElementsByTagName(s)[0],
j = d.createElement(s),
dl = l != 'dataLayer' ? '&l=' + l : '';
j.async = true;
j.src =
'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id=' + i + dl;
f.parentNode.insertBefore(j, f);
})(window, document, 'script', 'dataLayer', 'GTM-PVNLZFT');
</script>
<!-- End Google Tag Manager -->
<meta name='robots' content='index, follow, max-image-preview:large, max-snippet:-1, max-video-preview:-1' />
<style>img:is([sizes="auto" i], [sizes^="auto," i]) { contain-intrinsic-size: 3000px 1500px }</style>
<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https://yoast.com/wordpress/plugins/seo/ -->
<meta name="description" content="Yuk, lihat beberapa contoh puisi dari berbagai macam tema, disertai dengan pengertian, ciri-ciri, dan unsurnya. Kira-kira, puisi mana yang paling kamu sukai?" />
<link rel="canonical" href="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-puisi" />
<meta property="og:locale" content="en_US" />
<meta property="og:type" content="article" />
<meta property="og:title" content="80 Contoh Puisi Pendek Bermacam Tema dan Makna" />
<meta property="og:description" content="Yuk, lihat beberapa contoh puisi dari berbagai macam tema, disertai dengan pengertian, ciri-ciri, dan unsurnya. Kira-kira, puisi mana yang paling kamu sukai?" />
<meta property="og:url" content="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-puisi" />
<meta property="og:site_name" content="Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru" />
<meta property="article:publisher" content="https://www.facebook.com/ruanggurucom/" />
<meta property="article:published_time" content="2025-04-22T02:00:00+00:00" />
<meta property="article:modified_time" content="2025-04-23T03:22:53+00:00" />
<meta name="author" content="Hani Ammariah" />
<meta name="twitter:card" content="summary_large_image" />
<meta name="twitter:creator" content="@ruangguru" />
<meta name="twitter:site" content="@ruangguru" />
<meta name="twitter:label1" content="Written by" />
<meta name="twitter:data1" content="Hani Ammariah" />
<meta name="twitter:label2" content="Est. reading time" />
<meta name="twitter:data2" content="38 minutes" />
<script type="application/ld+json" class="yoast-schema-graph">{"@context":"https://schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-puisi","url":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-puisi","name":"80 Contoh Puisi Pendek Bermacam Tema dan Makna","isPartOf":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-puisi#primaryimage"},"image":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-puisi#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/28991924-3ab0-4053-bbd5-a68621f20dd5.png","datePublished":"2025-04-22T02:00:00+00:00","dateModified":"2025-04-23T03:22:53+00:00","author":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f"},"description":"Yuk, lihat beberapa contoh puisi dari berbagai macam tema, disertai dengan pengertian, ciri-ciri, dan unsurnya. Kira-kira, puisi mana yang paling kamu sukai?","breadcrumb":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-puisi#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https://www.ruangguru.com/blog/contoh-puisi"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-puisi#primaryimage","url":"https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/28991924-3ab0-4053-bbd5-a68621f20dd5.png","contentUrl":"https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/28991924-3ab0-4053-bbd5-a68621f20dd5.png"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/contoh-puisi#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https://www.ruangguru.com/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"80 Contoh Puisi Pendek Bermacam Tema dan Makna | Bahasa Indonesia Kelas 8"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#website","url":"https://www.ruangguru.com/blog/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https://www.ruangguru.com/blog/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/9ba3cbf9caa7870d342cdec976efa08f","name":"Hani Ammariah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/image/","url":"https://secure.gravatar.com/avatar/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https://secure.gravatar.com/avatar/d29c518b877e6defbe0f9758dd24fbdb1d812d0dd21801df009c62b494f27c79?s=96&d=mm&r=g","caption":"Hani Ammariah"},"description":"Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^","url":"https://www.ruangguru.com/blog/author/hani-ammariah"}]}</script>
<!-- / Yoast SEO plugin. -->
<link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru » 80 Contoh Puisi Pendek Bermacam Tema dan Makna | Bahasa Indonesia Kelas 8 Comments Feed" href="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-puisi/feed" />
<script type="text/javascript">
/* <![CDATA[ */
window._wpemojiSettings = {"baseUrl":"https:\/\/s.w.org\/images\/core\/emoji\/15.1.0\/72x72\/","ext":".png","svgUrl":"https:\/\/s.w.org\/images\/core\/emoji\/15.1.0\/svg\/","svgExt":".svg","source":{"concatemoji":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-includes\/js\/wp-emoji-release.min.js?ver=6.8.1"}};
/*! This file is auto-generated */
!function(i,n){var o,s,e;function c(e){try{var t={supportTests:e,timestamp:(new Date).valueOf()};sessionStorage.setItem(o,JSON.stringify(t))}catch(e){}}function p(e,t,n){e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(t,0,0);var t=new Uint32Array(e.getImageData(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height).data),r=(e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(n,0,0),new Uint32Array(e.getImageData(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height).data));return t.every(function(e,t){return e===r[t]})}function u(e,t,n){switch(t){case"flag":return n(e,"\ud83c\udff3\ufe0f\u200d\u26a7\ufe0f","\ud83c\udff3\ufe0f\u200b\u26a7\ufe0f")?!1:!n(e,"\ud83c\uddfa\ud83c\uddf3","\ud83c\uddfa\u200b\ud83c\uddf3")&&!n(e,"\ud83c\udff4\udb40\udc67\udb40\udc62\udb40\udc65\udb40\udc6e\udb40\udc67\udb40\udc7f","\ud83c\udff4\u200b\udb40\udc67\u200b\udb40\udc62\u200b\udb40\udc65\u200b\udb40\udc6e\u200b\udb40\udc67\u200b\udb40\udc7f");case"emoji":return!n(e,"\ud83d\udc26\u200d\ud83d\udd25","\ud83d\udc26\u200b\ud83d\udd25")}return!1}function f(e,t,n){var r="undefined"!=typeof WorkerGlobalScope&&self instanceof WorkerGlobalScope?new OffscreenCanvas(300,150):i.createElement("canvas"),a=r.getContext("2d",{willReadFrequently:!0}),o=(a.textBaseline="top",a.font="600 32px Arial",{});return e.forEach(function(e){o[e]=t(a,e,n)}),o}function t(e){var t=i.createElement("script");t.src=e,t.defer=!0,i.head.appendChild(t)}"undefined"!=typeof Promise&&(o="wpEmojiSettingsSupports",s=["flag","emoji"],n.supports={everything:!0,everythingExceptFlag:!0},e=new Promise(function(e){i.addEventListener("DOMContentLoaded",e,{once:!0})}),new Promise(function(t){var n=function(){try{var e=JSON.parse(sessionStorage.getItem(o));if("object"==typeof e&&"number"==typeof e.timestamp&&(new Date).valueOf()<e.timestamp+604800&&"object"==typeof e.supportTests)return e.supportTests}catch(e){}return null}();if(!n){if("undefined"!=typeof Worker&&"undefined"!=typeof OffscreenCanvas&&"undefined"!=typeof URL&&URL.createObjectURL&&"undefined"!=typeof Blob)try{var e="postMessage("+f.toString()+"("+[JSON.stringify(s),u.toString(),p.toString()].join(",")+"));",r=new Blob([e],{type:"text/javascript"}),a=new Worker(URL.createObjectURL(r),{name:"wpTestEmojiSupports"});return void(a.onmessage=function(e){c(n=e.data),a.terminate(),t(n)})}catch(e){}c(n=f(s,u,p))}t(n)}).then(function(e){for(var t in e)n.supports[t]=e[t],n.supports.everything=n.supports.everything&&n.supports[t],"flag"!==t&&(n.supports.everythingExceptFlag=n.supports.everythingExceptFlag&&n.supports[t]);n.supports.everythingExceptFlag=n.supports.everythingExceptFlag&&!n.supports.flag,n.DOMReady=!1,n.readyCallback=function(){n.DOMReady=!0}}).then(function(){return e}).then(function(){var e;n.supports.everything||(n.readyCallback(),(e=n.source||{}).concatemoji?t(e.concatemoji):e.wpemoji&&e.twemoji&&(t(e.twemoji),t(e.wpemoji)))}))}((window,document),window._wpemojiSettings);
/* ]]> */
</script>
<style id='wp-emoji-styles-inline-css' type='text/css'>
img.wp-smiley, img.emoji {
display: inline !important;
border: none !important;
box-shadow: none !important;
height: 1em !important;
width: 1em !important;
margin: 0 0.07em !important;
vertical-align: -0.1em !important;
background: none !important;
padding: 0 !important;
}
</style>
<link rel='stylesheet' id='wp-block-library-css' href='https://www.ruangguru.com/blog/wp-includes/css/dist/block-library/style.min.css?ver=6.8.1' type='text/css' media='all' />
<style id='classic-theme-styles-inline-css' type='text/css'>
/*! This file is auto-generated */
.wp-block-button__link{color:#fff;background-color:#32373c;border-radius:9999px;box-shadow:none;text-decoration:none;padding:calc(.667em + 2px) calc(1.333em + 2px);font-size:1.125em}.wp-block-file__button{background:#32373c;color:#fff;text-decoration:none}
</style>
<style id='global-styles-inline-css' type='text/css'>
:root{--wp--preset--aspect-ratio--square: 1;--wp--preset--aspect-ratio--4-3: 4/3;--wp--preset--aspect-ratio--3-4: 3/4;--wp--preset--aspect-ratio--3-2: 3/2;--wp--preset--aspect-ratio--2-3: 2/3;--wp--preset--aspect-ratio--16-9: 16/9;--wp--preset--aspect-ratio--9-16: 9/16;--wp--preset--color--black: #000000;--wp--preset--color--cyan-bluish-gray: #abb8c3;--wp--preset--color--white: #ffffff;--wp--preset--color--pale-pink: #f78da7;--wp--preset--color--vivid-red: #cf2e2e;--wp--preset--color--luminous-vivid-orange: #ff6900;--wp--preset--color--luminous-vivid-amber: #fcb900;--wp--preset--color--light-green-cyan: #7bdcb5;--wp--preset--color--vivid-green-cyan: #00d084;--wp--preset--color--pale-cyan-blue: #8ed1fc;--wp--preset--color--vivid-cyan-blue: #0693e3;--wp--preset--color--vivid-purple: #9b51e0;--wp--preset--gradient--vivid-cyan-blue-to-vivid-purple: linear-gradient(135deg,rgba(6,147,227,1) 0%,rgb(155,81,224) 100%);--wp--preset--gradient--light-green-cyan-to-vivid-green-cyan: linear-gradient(135deg,rgb(122,220,180) 0%,rgb(0,208,130) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange: linear-gradient(135deg,rgba(252,185,0,1) 0%,rgba(255,105,0,1) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-vivid-orange-to-vivid-red: linear-gradient(135deg,rgba(255,105,0,1) 0%,rgb(207,46,46) 100%);--wp--preset--gradient--very-light-gray-to-cyan-bluish-gray: linear-gradient(135deg,rgb(238,238,238) 0%,rgb(169,184,195) 100%);--wp--preset--gradient--cool-to-warm-spectrum: linear-gradient(135deg,rgb(74,234,220) 0%,rgb(151,120,209) 20%,rgb(207,42,186) 40%,rgb(238,44,130) 60%,rgb(251,105,98) 80%,rgb(254,248,76) 100%);--wp--preset--gradient--blush-light-purple: linear-gradient(135deg,rgb(255,206,236) 0%,rgb(152,150,240) 100%);--wp--preset--gradient--blush-bordeaux: linear-gradient(135deg,rgb(254,205,165) 0%,rgb(254,45,45) 50%,rgb(107,0,62) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-dusk: linear-gradient(135deg,rgb(255,203,112) 0%,rgb(199,81,192) 50%,rgb(65,88,208) 100%);--wp--preset--gradient--pale-ocean: linear-gradient(135deg,rgb(255,245,203) 0%,rgb(182,227,212) 50%,rgb(51,167,181) 100%);--wp--preset--gradient--electric-grass: linear-gradient(135deg,rgb(202,248,128) 0%,rgb(113,206,126) 100%);--wp--preset--gradient--midnight: linear-gradient(135deg,rgb(2,3,129) 0%,rgb(40,116,252) 100%);--wp--preset--font-size--small: 13px;--wp--preset--font-size--medium: 20px;--wp--preset--font-size--large: 36px;--wp--preset--font-size--x-large: 42px;--wp--preset--spacing--20: 0.44rem;--wp--preset--spacing--30: 0.67rem;--wp--preset--spacing--40: 1rem;--wp--preset--spacing--50: 1.5rem;--wp--preset--spacing--60: 2.25rem;--wp--preset--spacing--70: 3.38rem;--wp--preset--spacing--80: 5.06rem;--wp--preset--shadow--natural: 6px 6px 9px rgba(0, 0, 0, 0.2);--wp--preset--shadow--deep: 12px 12px 50px rgba(0, 0, 0, 0.4);--wp--preset--shadow--sharp: 6px 6px 0px rgba(0, 0, 0, 0.2);--wp--preset--shadow--outlined: 6px 6px 0px -3px rgba(255, 255, 255, 1), 6px 6px rgba(0, 0, 0, 1);--wp--preset--shadow--crisp: 6px 6px 0px rgba(0, 0, 0, 1);}:where(.is-layout-flex){gap: 0.5em;}:where(.is-layout-grid){gap: 0.5em;}body .is-layout-flex{display: flex;}.is-layout-flex{flex-wrap: wrap;align-items: center;}.is-layout-flex > :is(*, div){margin: 0;}body .is-layout-grid{display: grid;}.is-layout-grid > :is(*, div){margin: 0;}:where(.wp-block-columns.is-layout-flex){gap: 2em;}:where(.wp-block-columns.is-layout-grid){gap: 2em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-flex){gap: 1.25em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-grid){gap: 1.25em;}.has-black-color{color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-color{color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-color{color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-color{color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-color{color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-color{color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-color{color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-color{color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-black-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-black-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-vivid-cyan-blue-to-vivid-purple-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--vivid-cyan-blue-to-vivid-purple) !important;}.has-light-green-cyan-to-vivid-green-cyan-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--light-green-cyan-to-vivid-green-cyan) !important;}.has-luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-orange-to-vivid-red-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-vivid-orange-to-vivid-red) !important;}.has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--very-light-gray-to-cyan-bluish-gray) !important;}.has-cool-to-warm-spectrum-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--cool-to-warm-spectrum) !important;}.has-blush-light-purple-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--blush-light-purple) !important;}.has-blush-bordeaux-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--blush-bordeaux) !important;}.has-luminous-dusk-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-dusk) !important;}.has-pale-ocean-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--pale-ocean) !important;}.has-electric-grass-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--electric-grass) !important;}.has-midnight-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--midnight) !important;}.has-small-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--small) !important;}.has-medium-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--medium) !important;}.has-large-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--large) !important;}.has-x-large-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--x-large) !important;}
:where(.wp-block-post-template.is-layout-flex){gap: 1.25em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-grid){gap: 1.25em;}
:where(.wp-block-columns.is-layout-flex){gap: 2em;}:where(.wp-block-columns.is-layout-grid){gap: 2em;}
:root :where(.wp-block-pullquote){font-size: 1.5em;line-height: 1.6;}
</style>
<link rel="https://api.w.org/" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/" /><link rel="alternate" title="JSON" type="application/json" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/wp/v2/posts/2758" /><link rel="EditURI" type="application/rsd+xml" title="RSD" href="https://www.ruangguru.com/blog/xmlrpc.php?rsd" />
<meta name="generator" content="WordPress 6.8.1" />
<link rel='shortlink' href='https://www.ruangguru.com/blog/?p=2758' />
<link rel="alternate" title="oEmbed (JSON)" type="application/json+oembed" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/oembed/1.0/embed?url=https%3A%2F%2Fwww.ruangguru.com%2Fblog%2Fcontoh-puisi" />
<link rel="alternate" title="oEmbed (XML)" type="text/xml+oembed" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/oembed/1.0/embed?url=https%3A%2F%2Fwww.ruangguru.com%2Fblog%2Fcontoh-puisi&format=xml" />
</head>
<body class="wp-singular post-template-default single single-post postid-2758 single-format-standard wp-theme-ruangguru">
<!-- Google Tag Manager (noscript) -->
<noscript><iframe src="https://www.googletagmanager.com/ns.html?id=GTM-M28L4XJ" height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"></iframe></noscript>
<!-- End Google Tag Manager (noscript) -->
<header class="header">
<div class="container">
<nav class="navbar navbar-expand-lg header-inner">
<div style="display:flex; gap:12px;">
<button class="navbar-toggler" type="button" data-bs-toggle="collapse" data-bs-target="#navbarSupportedContent" aria-controls="navbarSupportedContent" aria-expanded="false" aria-label="Toggle navigation">
<img alt="menu" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/beba4a70-3971-41be-9364-f9ee6857b192.svg" loading="lazy" width="30px" height="32px" />
</button>
<a href="https://ruangguru.com" class="header-logo">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/logo-ruangguru.png" alt="Logo">
</a>
</div>
<form class="form-inline my-2 my-lg-0" role="search" method="get" id="searchformmobile" class="searchform" action="https://www.ruangguru.com/blog/">
<div>
<label class="screen-reader-text" for="s">Search for:</label>
<div class="input-group input-group-sm">
<span class="input-group-text" id="search-2"><img width="20px" height="20px" loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/baf38d7b-226b-4374-8b2b-e49766395871.png" alt="" /></span>
<input type="text" value="" name="s" class="form-control" placeholder="Cari artikel di sini!" aria-label="Cari artikel di sini!" aria-describedby="Cari artikel di sini!">
</div>
</div>
</form>
<div class="collapse navbar-collapse dropdown-hover-all" id="navbarSupportedContent">
<div class="d-lg-none navbar-head-collapse">
<a href="https://ruangguru.com" class="header-logo">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/logo-ruangguru.png" alt="Logo">
</a>
<button class="navbar-toggler" type="button" data-bs-toggle="collapse" data-bs-target="#navbarSupportedContent" aria-controls="navbarSupportedContent" aria-expanded="false" aria-label="Toggle navigation">
X
</button>
</div>
<ul class="navbar-nav me-auto mb-2 mb-lg-0">
<li class="nav-item">
<a class="nav-link" href="https://www.ruangguru.com/blog/">Blog</a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Konsep & Tips Pelajaran </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1">
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Bahasa Indonesia</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu0">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Bahasa Inggris</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu1">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Biologi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu2">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Ekonomi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu3">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Fisika</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu4">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu5" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Geografi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu5">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu6" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">IPA Terpadu</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu6">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu7" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">IPS Terpadu</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu7">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu8" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Kimia</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu8">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu9" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Matematika</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu9">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu10" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Sejarah</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu10">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu11" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Sosiologi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu11">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
</div>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Latihan Soal </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav2">
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-4">Latihan Soal Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-5">Latihan Soal Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-6">Latihan Soal Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-7">Latihan Soal Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-8">Latihan Soal Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu5" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-9">Latihan Soal Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu6" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-10">Latihan Soal Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu7" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-11">Latihan Soal Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu8" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-12">Latihan Soal Kelas 12</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Pojok Kampus </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav3">
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/info-beasiswa">Info Beasiswa</a>
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kampus-dan-jurusan">Kampus dan Jurusan</a>
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/seleksi-masuk">Seleksi Masuk</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
">
<a class="nav-link
" href=" https://www.ruangguru.com/blog/c/fakta-seru" id="nav4"
>
Fakta Seru </a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Dunia Kata </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav5">
<a class="dropdown-item" id="nav5-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/cerpen">Cerpen</a>
<a class="dropdown-item" id="nav5-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/resensi-buku">Resensi Buku</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
">
<a class="nav-link
" href=" https://www.ruangguru.com/blog/tag/for-kids" id="nav6"
>
For Kids </a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Seputar Ruangguru </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav7">
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/info-ruangguru">Info Ruangguru</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/siaran-pers">Siaran Pers</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/cerita-juara">Cerita Juara</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/seputar-guru">Seputar Guru</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/lifeatruangguru">Life at Ruangguru</a>
</div>
</li>
</ul>
<form class="form-inline my-2 my-lg-0" role="search" method="get" id="searchform" class="searchform" action="https://www.ruangguru.com/blog/">
<div>
<label class="screen-reader-text" for="s">Search for:</label>
<div class="input-group input-group-sm">
<span class="input-group-text" id="search-2"><img width="10" height="10" loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/baf38d7b-226b-4374-8b2b-e49766395871.png" alt="" /></span>
<input type="text" value="" name="s" class="form-control" placeholder="Cari artikel di sini!" aria-label="Cari artikel di sini!" aria-describedby="Cari artikel di sini!">
</div>
</div>
</form>
</div>
</nav>
<script>
(function($bs) {
const CLASS_NAME = 'has-child-dropdown-show';
$bs.Dropdown.prototype.toggle = function(_orginal) {
return function() {
document.querySelectorAll('.' + CLASS_NAME).forEach(function(e) {
e.classList.remove(CLASS_NAME);
});
let dd = this._element.closest('.dropdown').parentNode.closest('.dropdown');
for (; dd && dd !== document; dd = dd.parentNode.closest('.dropdown')) {
dd.classList.add(CLASS_NAME);
}
return _orginal.call(this);
}
}($bs.Dropdown.prototype.toggle);
document.querySelectorAll('.dropdown').forEach(function(dd) {
dd.addEventListener('hide.bs.dropdown', function(e) {
if (this.classList.contains(CLASS_NAME)) {
this.classList.remove(CLASS_NAME);
e.preventDefault();
}
e.stopPropagation(); // do not need pop in multi level mode
});
});
// for hover
document.querySelectorAll('.dropdown-hover, .dropdown-hover-all .dropdown').forEach(function(dd) {
dd.addEventListener('mouseenter', function(e) {
let toggle = e.target.querySelector(':scope>[data-bs-toggle="dropdown"]');
if (!toggle.classList.contains('show')) {
$bs.Dropdown.getOrCreateInstance(toggle).toggle();
dd.classList.add(CLASS_NAME);
$bs.Dropdown.clearMenus(e);
}
});
dd.addEventListener('mouseleave', function(e) {
let toggle = e.target.querySelector(':scope>[data-bs-toggle="dropdown"]');
if (toggle.classList.contains('show')) {
$bs.Dropdown.getOrCreateInstance(toggle).toggle();
}
});
});
})(bootstrap);
$(document).ready(() => {
if ($(window).width() > 991) {
$("a[data-bs-toggle='dropdown']").click(function() {
window.location = $(this).attr('href');
});
}
})
</script>
</div>
</header>
<div class="main-content">
<div class="side-banner-mobile">
</div>
<div class="glider-navigation mobile">
<div role="tablist" class="dots" id="side-banner-mobile-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="side-banner-mobile-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="side-banner-mobile-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-md-8 post">
<div class="content">
<nav aria-label="breadcrumb">
<ol class="breadcrumb">
<!-- Home Link -->
<li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog">Home</a></li>
<!-- Categories -->
<li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia">Bahasa Indonesia</a></li><li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-8">Bahasa Indonesia SMP Kelas 8</a></li> </ol>
</nav>
<h1 class="content-title">
80 Contoh Puisi Pendek Bermacam Tema dan Makna | Bahasa Indonesia Kelas 8 </h1>
<div class="content-meta">
<p class="content-author"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/author/hani-ammariah" class="">Hani Ammariah</a> </p>
<p class="content-info"><span>April 22, 2025 • </span> <span>38 minutes read</span></p>
<br />
</div>
<div class="content-body">
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-medium" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/28991924-3ab0-4053-bbd5-a68621f20dd5.png" alt="Contoh Puisi Pendek Berbagai Macam Tema" /></p>
<blockquote>
<p style="text-align: center;"><em>Punya tugas membuat teks puisi di sekolah? Yuk, simak beberapa kumpulan contoh puisi singkat dalam berbagai macam tema di <strong><a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/bahasa-indonesia-viii">artikel Bahasa Indonesia kelas 8</a></strong> berikut ini, yuk! Siapa tahu ada yang bisa kamu jadikan referensi.</em></p>
<p style="text-align: center;"><em>—</em></p>
</blockquote>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Tentu saja kamu sudah pernah membaca puisi, <em>kan</em>? Atau justru kamu suka menulis puisi? Puisi tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna. Teks puisi, biasanya ditulis untuk mengungkapkan gagasan tertentu, <em>lho! </em></p>
<p style="text-align: justify;">Nah, melalui artikel ini, kita akan belajar mengenai contoh teks puisi. Selain itu, akan dijelaskan juga pengertian, ciri-ciri, serta unsur pembangunnya, supaya kamu bisa lebih mudah memahami, dan bisa mencoba membuat puisi sendiri. <em>So</em>, simak terus, <em>ya!</em></p>
<p> </p>
<p><strong><span style="font-size: 18pt;">Pengertian Puisi</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-weight: bold;">Menurut KBBI, puisi adalah </span>salah satu jenis karya sastra yang gaya bahasanya ditentukan oleh irama, ritma, serta penyusunan larik dan bait. Umumnya, teks puisi ditulis untuk mengungkapkan emosi, pengalaman, atau kesan penyair, lewat kata-kata yang indah dan memiliki banyak makna. Oleh karena itu, seringkali teks puisi membuat para pembacanya terbawa suasana dan perasaan.</p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: 18pt;"><strong>Pengertian Puisi Menurut para Ahli</strong></span></p>
<p style="text-align: justify;">Nah, pengertian teks puisi juga diungkapkan oleh beberapa ahli. <strong>Menurut H.B. Jassin</strong>, puisi adalah suatu karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran, serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengertian lain <strong>menurut Wordsworth melalui Pradopo</strong>, puisi adalah pernyataan perasaan yang imajinatif, yaitu perasaan yang direkakan atau diangankan. Tokoh yang lainnya, <strong>Sumardi</strong>, berpendapat bahwa puisi merupakan karya sastra yang menggunakan bahasa yang telah dipadatkan, dipersingkat, serta diberi irama bunyi, dan memiliki kata-kata kiasan atau imajinatif.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa <strong>puisi adalah teks atau karangan yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyairnya dengan mengutamakan keindahan kata-kata. </strong>Melalui puisi kamu, bisa <em>lho</em> mengungkapkan berbagai perasaan, seperti dari rasa kerinduan, kegelisahan, hingga kesedihan yang kamu alami.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-puisi-dan-unsur-pembentuk-puisi">Pengertian Puisi, Jenis, Struktur & Unsur Pembentuknya</a></strong></p>
<p> </p>
<p><strong><span style="font-size: 18pt;">Ciri-Ciri Puisi</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk membuat puisi, kamu perlu mengetahui ciri-cirinya, nih. Nah, apa saja sih <strong>ciri-ciri puisi</strong> itu? Berikut penjelasannya:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Menggunakan pilihan kata (diksi) yang bersifat konotatif atau kiasan untuk memperindah bunyi,</li>
<li>Diksi yang digunakan harus memperhatikan rima dan sajak,</li>
<li>Puisi tidak disusun dalam bentuk paragraf, melainkan berbentuk bait yang terdiri dari beberapa baris,</li>
<li>Menggunakan majas yang bermakna kias,</li>
<li>Memiliki amanat yang dapat dijadikan pelajaran bagi pembaca.</li>
</ol>
<p><img decoding="async" style="width: 500px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/Konsep%20Pelajaran%20-%20Contoh%20Puisi%20Bahasa%20Indonesia%20Kelas%208-03.jpg" alt="jenis-jenis puisi" width="500" /></p>
<p> </p>
<p><strong><span style="font-size: 18pt;">Unsur-Unsur Pembangun Puisi</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti karya sastra lainnya, unsur pembentuk puisi terdiri dari <strong>unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik</strong>. <strong>Unsur intrinsik puisi adalah unsur yang terdapat di dalam puisi</strong>. Unsur ini terbagi lagi menjadi dua bagian, yaitu unsur batin dan unsur fisik.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, <strong>unsur ekstrinsik puisi adalah unsur yang terdapat di luar puisi</strong>. Unsur ekstrinsik terdiri dari unsur biografi, unsur sosial, dan unsur nilai.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/unsur-unsur-pembangun-puisi">Unsur Pembangun Puisi: Intrinsik dan Ekstrinsik</a></strong></p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter size-medium" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/ac1e0756-0625-4b46-9c0a-9bc1943e8717.png" alt="Unsur-Unsur Puisi - Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Puisi" /></p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Oke, sampai juga kita di bahasan contoh puisi pendek dari berbagai tema. Mulai dari tema alam, lingkungan, keluarga, sahabat, cinta, pahlawan, dan masih banyak lagi. Tanpa berbasa basi lagi, langsung aja kita simak contoh puisi bebas berikut ini!</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi Pendidikan</span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">1. Puisi Aku dan Masa Depanku Karya Ulil Albab Af-Farizi</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Aku dan Masa Depanku</strong><br />
<strong>Karya: Ulil Albab Af-Farizi</strong></p>
<p>Ketika sang mentari menampakkan sinarnya<br />
Diiringi kicauan burung yang menyapa<br />
Detik demi detik yang berbunyi<br />
Membangunkanku untuk menggapai cita</p>
<p>Buku-buku yang memandangku<br />
Seolah tak rela menenggelamkanku dalam angan<br />
Kutatap mentari dan berkata<br />
Aku siap demi masa depanku<br />
Semangat yang membara<br />
Membangkitkan jiwa dan raga</p>
<p>Lonceng sekolah yang memanggil<br />
Adalah awal mengumpulkan ilmu<br />
Menuntut ilmu<br />
Ialah candu bagiku<br />
Menambah kecerdasan<br />
Dan menjadi jembatan<br />
Akan cita-citaku</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">2. Puisi Pendidikan dan Harapan Karya Dwi Arif</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Pendidikan dan Harapan</strong><br />
<strong>Karya: Dwi Arif</strong></p>
<p>Pendidikan adalah tangga harapan<br />
Tangga itu menuntun manusia untuk mencapai tujuan<br />
Semua manusia berhak untuk menggunakan<br />
Untuk mengubah mimpi menjadi kenyataan</p>
<p>Tangga itu tidak boleh disembunyikan<br />
Dari semua insan yang ingin perubahan<br />
Tangga tersebut tidak boleh disalahgunakan<br />
Hanya untuk meraih keuntungan</p>
<p>Tangga itu harus benar-benar kuat<br />
Agar mampu merubah manusia menjadi bermartabat<br />
Tangga tersebut harus selalu dirawat<br />
Agar bisa membimbing kita meraih akal sehat</p>
<p>Tangga itu harus bisa beradaptasi<br />
Dari zaman yang begitu kencang berlari<br />
Tangga itu tidak boleh dinodai<br />
Agar bisa mengantar kita menjadi manusia bermoral yang hakiki</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">3. Puisi Ilmu Pedoman Hidup Karya Natasha Maylina</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Ilmu Pedoman Hidup</strong><br />
<strong>Karya: Natasha Maylina</strong></p>
<p>Di kala mentari merekah<br />
Bergegas melangkahkan kaki<br />
Menimba ilmu setinggi langit<br />
Masa depan siapa yang tahu<br />
Hanya ilmu yang kukejar<br />
Hingga titik darah penghabisanku</p>
<p>Belajar, belajar, belajar<br />
Itulah yang bisa kulakukan<br />
Tuk menuju pintu kesuksesan<br />
Meski kesulitan menghadang<br />
Takkan kumenyerah meraih ilmu<br />
Ilmu adalah pedoman hidupku</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-puisi-rakyat">Kumpulan Contoh Puisi Rakyat: Pantun, Gurindam, dan Syair, Lengkap!</a></strong></p>
<p> </p>
<h3 style="text-align: left;"><span style="font-size: 14pt;">4. Puisi Pena Karya Ade Lanuari Abdan Syakuro</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Pena </strong><br />
<strong>Karya: Ade Lanuari Abdan Syakuro</strong></p>
<p>Pena…<br />
Kuikat ilmu dengannya…<br />
Kutulis kisah sejarah bersamanya…</p>
<p>Pena…<br />
Kugapai cita cita dengannya<br />
Tak lupa teriring doa dan usaha<br />
Sebagai wujud penghambaanku pada sang Pencipta</p>
<p>Pena…<br />
Bersamanya, kutulis cerita cinta berbau surga<br />
Agar manusia tak terjebak pada dunia yang fana<br />
Tak jelas asalnya, tak jelas pula hasilnya</p>
<p>Pena…<br />
Simbol peradaban dari zaman purba ke zaman aksara<br />
Di mana manusia tak lagi menghambakan diri pada mitos yang tak jelas asalnya</p>
<p>Pena…<br />
Dengannya, hidup manusia menjadi mulia<br />
Lantaran mencari ilmu untuk kesejahteraan dunia</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">5. Puisi Lentera Pendidikan Karya Putri Tarisa Dewi</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Lentera Pendidikan </strong><br />
<strong>Karya: Putri Tarisa Dewi</strong></p>
<p>Langkah kaki menapaki jalan<br />
Tak tahu arah tujuan<br />
Bagai hidup tak berpedoman<br />
Seperti hidup dilanda kebodohan</p>
<p>Hidup tanpa ilmu<br />
Bagai rumah tak berlampu<br />
Gelap bagai abu<br />
Seperti bayangan yang semu</p>
<p>Pada siapa ku bertanya<br />
Tentang arti hidup yang sebenarnya<br />
Ketika ilmu tak kupunya<br />
Pendidikanlah yang menjadi jalannya</p>
<p>Cahaya di tengah kegelapan<br />
Menerangi setiap kehidupan<br />
Menumpas segala kebodohan<br />
Yang merusak masa depan</p>
<p>Semangat dalam meraih asa<br />
Tak pernah lelah dan putus asa<br />
Berdoa pada Sang Kuasa<br />
Sebagai generasi penerus bangsa</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi untuk Guru</span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">6. Puisi Guruku Karya Nurwawan</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Guruku</strong><br />
<strong>Karya: Nurwawan</strong></p>
<p>Setiap hari kau bagi ilmumu<br />
Dengan keikhlasan dan kesabaran<br />
Setiap hari kau bimbing aku<br />
Dengan nasehatmu yang penuh makna</p>
<p>Guruku,<br />
Tak pernah lelah kau ajar aku<br />
Selalu semangat setiap tugasmu</p>
<p>Guruku,<br />
Terima kasih<br />
Atas semua pengorbananmu untukku<br />
Maafkan salahku jika kau pernah terluka dengan kataku</p>
<p>Guruku,<br />
Kau tak kan pernah terlupakan dalam hidupku</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">7. Puisi Pipit Kecil Karya Zuarni, S.Pd.</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Pipit Kecil</strong><br />
<strong>Karya: Zuarni, S.Pd.</strong></p>
<p>Awal jumpa kita, kami bukan siapa-siapa<br />
Hanya pipit kecil dengan paruh menganga dan sayap setengah terbuka<br />
Kami hanya berputar… berputar…<br />
Dan hinggap di pundak ilmu guru-guru kami</p>
<p>Awal jumpa kita, kami bukan apa-apa<br />
Hanya sobekan-sobekan kertas tak bermakna<br />
Menunggu tangan-tangan kokoh dan jemari lentik guru kami<br />
Merangkainya menjadi buku yang patut diperhitungkan</p>
<p>Guruku,<br />
Lihatlah pipitmu<br />
Kami telah seperkasa garuda, selincah merpati<br />
Dengan ilmu dan petuahmu<br />
Picing mata nanar telah sejelita mentari siang hari</p>
<p>Langkah seok, telah mantap menapaki jalan tajam beronak<br />
Kini pipitmu<br />
Telah siap terbang, terbang memetik cita-cita kehidupan</p>
<p>Dia meninggalkan<br />
Secuil sejarah hidup kami di sini</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">8. Puisi Sang Pengabdi Karya Zaniza</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Sang Pengabdi</strong><br />
<strong>Karya: Zaniza</strong></p>
<p>Setiap pagi kau susuri jalan berdebu<br />
Berpacu waktu demi waktu<br />
Tak hirau deru kendaraan lengkingan knalpot<br />
Tak hirau dingin memagut<br />
Kala sang penguasa langit tuangkan cawannya<br />
Wajah-wajah lugu haus kan ilmu<br />
Menari-nari di pelupuk mata menunggu<br />
Untaian kata demi kata terucap seribu makna<br />
Untaian kata demi kata terucap penyejuk jiwa</p>
<p>Ruang persegi jadi saksi bisu pengabdianmu<br />
Menyaksikan tingkah polah sang penerus<br />
Canda tawa penghangat suasana<br />
Hening sepi berkutat dengan soal<br />
Lengking suara kala adu argumen</p>
<p>Ruang persegi menjadi saksi bisu pengabdianmu<br />
Entah berapa tinta tergores di papan putih<br />
Entah berapa lisan terucap sarat makna<br />
Entah berapa lembaran tumpahan ilmu terkoreksi<br />
Entah berapa ajaran budi kau tanamkan</p>
<p>Waktu demi waktu dijalani hanya demi mengabdi<br />
Berserah diri mengharap kasih ilahi<br />
Ilmu kau beri harap kan berarti<br />
Satu persatu sang penerus silih berganti<br />
Tumbuh menjadi tunas-tunas negeri<br />
Kau tetap di sini setia mengabdi<br />
Sampai masa kan berakhir nanti</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">9. Puisi Terima Kasih Guru Karya Chairil Anwar</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Terima Kasih Guru</strong><br />
<strong>Karya: Chairil Anwar</strong></p>
<p>Terima kasih, guru<br />
Untuk teladan yang telah kau berikan<br />
Aku selalu mempertimbangkan semua yang kau ajarkan<br />
Dan merefleksikan itu semua pada karakter pribadiku</p>
<p>Aku mau menjadi sepertimu<br />
Pintar, menarik, dan gemesin<br />
Positif, percaya diri, protektif</p>
<p>Aku mau menjadi sepertimu<br />
Berpengetahuan, pemahaman yang dalam<br />
Berpikir dengan hati dan juga kepala<br />
Memberikan kami yang terbaik<br />
Dengan sensitif dan penuh perhatian</p>
<p>Aku mau menjadi sepertimu<br />
Memberikan waktumu, energi, dan bakatmu<br />
Untuk meyakinkan masa depan yang cerah<br />
Pada kita semua</p>
<p>Terima kasih, guru<br />
Kau telah membimbing kami<br />
Aku mau menjadi sepertimu</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">10. Puisi Guruku Nomor Satu Karya Chairil Anwar</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Guruku Nomor Satu</strong><br />
<strong>Karya: Chairil Anwar</strong></p>
<p>Dengan namamu yang pengasih dan penyayang.<br />
Aku bahagia karena kamu adalah guruku<br />
Aku menikmati setiap pelajaran yang kamu ajarkan<br />
Sebagai seorang teladan, kamu menginspirasiku<br />
Untuk bermimpi, untuk bekerja dan untuk menggapai</p>
<p>Dengan kebaikanmu, aku memperhatikanmu<br />
Tiap hari kamu menanamkan benih-benih<br />
Dengan motivasi dan pengalaman hidupmu<br />
Agar kutahu, agar kutumbuh dan agar kusukses</p>
<p>Kamu menolongku mengembangkan potensiku<br />
Aku berterima kasih untuk semua jasa-jasamu<br />
Aku mendoakanmu tiap hari, dan aku ingin berkata<br />
Sebagai seorang guru, kamu nomor satu!</p>
<p style="text-align: center;">—</p>
<p style="text-align: justify;">Gimana, kamu udah cukup paham tentang teks puisi? Sebelum lanjut ke contoh-contoh puisi yang lain, misalnya kamu mau mempelajari materi puisi lebih dalam, boleh banget gabung di <strong><a href="https://www.ruangguru.com/privat/bahasa-indonesia">Ruangguru Privat Bahasa Indonesia</a></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Di Ruangguru Privat, kamu akan dimentori oleh guru-guru berkualitas yang sudah terstandarisasi. Kamu juga bebas mau pilih belajar secara tatap muka (<em>offline</em>) atau lewat daring (<em>online</em>). Fleksibel banget, kan. Yuk langsung daftar sekarang!</p>
<p><a href="https://cta.ruangguru.com/blog-rg10-privat"><img decoding="async" class="aligncenter size-medium" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/94e6e69e-708c-48fc-b4e9-d277c9405371.png" alt="CTA Ruangguru Privat" /></a></p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi tentang Sekolah</span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">11. Puisi Sekolahku Karya Angelica</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Sekolahku </strong><br />
<strong>Karya: Angelica</strong></p>
<p>Tetesan embun pagi<br />
Menyegarkan tanaman yang ada di halaman sekolahku<br />
Sekolahku…<br />
Membangkitkan semangat belajarku<br />
Terdengar suara nyaring<br />
Yang sedang mengajar<br />
Sekolah tempat untuk mencari ilmu<br />
Yang tak pernah kulupakan<br />
Untuk selama-lamanya</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">12. Puisi Sekolahku Rumah Bagiku Karya Cello</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Sekolahku Rumah Bagiku</strong><br />
<strong>Karya: Cello</strong></p>
<p>Dirgahayu sekolahku<br />
Terima kasih atas jasa-jasamu<br />
Yang telah membantu ku<br />
Membantu tuk menimba ilmu</p>
<p>Tak terasa waktu terus berganti<br />
Tak terasa diriku pun bertambah selalu usianya<br />
Kau selalu berjalan bersama ku beriringan<br />
Menggapai cita</p>
<p>Di sinilah tempat semua terjadi<br />
Di sinilah rumah kedua bagiku<br />
Canda, tawa, tangis, kesal semua ku rasakan<br />
Semua berkat engkau sekolahku</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/cara-membuat-puisi-yang-baik-dan-benar">Cara Membuat Puisi yang Benar dan Menarik</a></strong></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">13. Puisi Sekolahku Keluargaku Kedua Karya Caroline</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Sekolahku Keluargaku Kedua</strong><br />
<strong>Karya: Caroline</strong></p>
<p>Kau tempat ku untuk belajar<br />
Kau tempat ku untuk mendapat ilmu<br />
Kau tempat ku untuk dapat belaian kasih<br />
Kau tempat ku untuk mendapat pengetahuan</p>
<p>Sekolah ku<br />
Kau keluarga ku kedua<br />
Tempat kebahagiaan<br />
Tempat kasih sayang dan tempat cinta</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">14. Contoh Puisi Sekolahku, Tempat Mimpi Bertumbuh</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Sekolahku, Tempat Mimpi Bertumbuh</strong></p>
<p>Di pagi hari saat mentari bersinar terang,<br />
Aku melangkah menuju gerbang penuh harapan.<br />
Suara canda tawa teman mengisi udara,<br />
Menjadi semangat di setiap langkah yang kuambil.</p>
<p>Di ruang kelas, ilmu tersimpan rapi,<br />
Buku-buku membuka jendela dunia.<br />
Guru-guru bagai lentera di gelap malam,<br />
Membimbing kami menuju mimpi yang terukir.</p>
<p>Di lapangan, kami bermain tanpa beban,<br />
Tawa dan canda mengalir seiring waktu.<br />
Belajar bukan hanya soal angka dan huruf,<br />
Tapi tentang bagaimana kami tumbuh bersama.</p>
<p>Sekolahku, tempat di mana mimpi mulai terbang,<br />
Di setiap sudut, tersimpan cerita dan pelajaran.<br />
Aku tahu, di sini aku belajar bukan hanya ilmu,<br />
Tapi juga arti dari persahabatan dan kebersamaan.</p>
<p>Terima kasih, sekolahku tercinta,<br />
Kau ajarkan kami lebih dari sekadar pelajaran,<br />
Kau bentuk kami menjadi pribadi yang kuat,<br />
Siap menghadapi masa depan dengan penuh keyakinan.</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">15. Contoh Puisi Sekolahku, Tempatku Belajar</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Sekolah, Tempat Aku Belajar Menggapai Mimpi</strong></p>
<p>Di pagi yang cerah, langkahku menuju tempat penuh arti,<br />
Sekolah, di sinilah aku menempa diri.<br />
Di bangku kayu dan papan tulis yang bisu,<br />
Aku temukan ilmu yang tak pernah jemu.</p>
<p>Setiap pagi, suara bel menyapa,<br />
Menyatukan kita dalam tawa dan canda.<br />
Guru bagai pelita di tengah kegelapan,<br />
Menunjukkan jalan, memberi harapan.</p>
<p>Di sini aku belajar lebih dari sekadar angka,<br />
Mengenal dunia lewat lensa yang berbeda.<br />
Tak hanya buku yang membuka wawasan,<br />
Tapi juga teman, cerita, dan kebersamaan.</p>
<p>Sekolah, kau ajarkan aku berani bermimpi,<br />
Menggenggam asa dan melangkah pasti.<br />
Meski hari-hari penuh tugas dan ujian,<br />
Aku tahu ini adalah bekal masa depan.</p>
<p>Terima kasih, sekolahku yang sederhana,<br />
Di bawah atapmu aku belajar segala.<br />
Tentang ilmu, tentang hidup, tentang setia,<br />
Dan tentang mengejar apa yang kuyakini akan tercapai pada akhirnya.</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi tentang Lingkungan</span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">16. Puisi Diam Karya Dona Loveanie</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Diam</strong><br />
<strong>Karya: Dona Loveanie</strong></p>
<p>Ada duka yang berselimut<br />
Hanya diam, karena enggan menuntut<br />
Bukan takut, tapi percuma<br />
Sudah terlanjur banyak tercipta duka</p>
<p>Mendengar samar suara tangis sembari tertawa<br />
Yang mengantarkan kesedihan pada jiwa dan raga</p>
<p>Tiada rindang lagi kini<br />
Semua hilang, punah tiada sisa</p>
<p>Apa kabar anak adam Insan hidup yang bergantung pada alam?<br />
Siapa yang sekarang hanya bisa diam-diam terjun ke krisis masa lalu</p>
<p>Angin tidak lagi sejuk<br />
Keindahan tersisa hanya dalam tajuk<br />
Hutan kita hancur<br />
Tersisa penghuni sedang menangis tersungkur</p>
<p>Kesedihan yang kini tak lagi dapat diukur<br />
Masihkah bersyukur?<br />
Pohon di tebang liar<br />
Bencana tak hentinya berkoar-koar</p>
<p>Menahan sengsara<br />
Menutupi luka bangsa<br />
Tidak salah, itulah kekuasaan Allah Azza Wa Jalla<br />
Tapi bisakah kita bercermin, siapa sebab di baliknya?</p>
<p>Kita, manusia</p>
<p>Hamba Tuhan, mari kita bangkit mengatasi penderitaan dan mencintai hutan,<br />
Bukankah hidup sehat sebuah kenikmatan?<br />
Sadarlah, yang kita butuh hanya alam asri,</p>
<p>Bukan udara penuh polusi<br />
Hentikan tebang liar<br />
Jika saudara enggan menangis sukar</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">17. Puisi Lingkungan yang Indah Karya Afrina Hera Rahma Dini</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Lingkungan yang Indah</strong><br />
<strong>Karya: Afrina Hera Rahma Dini</strong></p>
<p>Oh lingkungan…<br />
Kau bagai permata di mataku<br />
Karena kau dunia ini menjadi indah<br />
Oh lingkungan…<br />
Kau sudah menghias dunia ini<br />
Dengan tanaman dan bunga-bunga<br />
Tetapi sayang<br />
Tanaman dan bunga-bungamu<br />
Sering dipetik dan dirusak orang<br />
Sehingga habis<br />
Tetapi aku tidak akan pernah<br />
Membuat bunga dan tanaman mu<br />
Hilang dan layu<br />
Aku akan merawatmu<br />
Sampai mekar dan indah<br />
Karena kau aku hidup<br />
Kalau tidak ada kau<br />
Semua manusia menghirup udara kotor<br />
Dan karena kau<br />
Udara kotor menjadi udara yang bersih</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-jenis-jenis-dan-contoh-puisi-baru">Mengenal Jenis-Jenis Puisi Baru dan Contohnya</a></strong></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">18. Puisi Asap Keresahan Karya Erwin Agus Nofia</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Asap Keresahan</strong><br />
<strong>Karya: Erwin Agus Nofia</strong></p>
<p>Asap yang telah merebut kebahagiaan<br />
Asap keserakahan yang membeli kebahagiaan<br />
Asap keserakahan yang membeli jiwa kemanusiaan<br />
Bagaimana bisa dia tidak ku salahkan</p>
<p>Wahai alam…<br />
Di mana pagimu nan indah<br />
Di mana udara segar yang kuhirup<br />
Di mana kesejukan daun rimbun<br />
Di mana mereka wahai alamku…</p>
<p>Wahai asap keserakahan…<br />
Kau merebut pagiku nan indah itu<br />
Kau merebut udara segar yang kuhirup itu<br />
Kau juga merebut kesejukan itu<br />
Jawablah wahai asap, jawablah aku</p>
<p>Wahai manusia…<br />
Memang aku mengambil pagimu nan indah itu<br />
Aku memang merebut udara segarmu itu<br />
Aku juga telah merebut kesejukanmu itu<br />
Lalu, apakah ini semua salahku?</p>
<p>Asap keserakahan…<br />
Kau telah merebut pagiku<br />
Kau telah merusak udaraku<br />
Kau juga yang telah merusak kesejukan ku<br />
Aku harap kau segera menghentikan kriminal mu</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">19. Puisi Hutan Karet Karya Joko Pinurbo</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Hutan Karet</strong><br />
<strong>Karya: Joko Pinurbo</strong></p>
<p>Daun-daun karet berserakan<br />
Berserakan di hamparan waktu</p>
<p>Suara monyet di dahan-dahan<br />
Suara kalong menghalau petang</p>
<p>Di pucuk-pucuk ilalang belalang berloncatan<br />
Berloncatan di semak-semak rindu</p>
<p>Dan sebuah jalan melingkar-lingkar<br />
Membelit kenangan terjal</p>
<p>Sesaat sebelum surya berlalu<br />
masih kudengar suara bedug bertalu-talu</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">20. Puisi Sajak Matahari Karya W.S. Rendra</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Sajak Matahari</strong><br />
<strong>Karya W.S. Rendra</strong></p>
<p>Matahari bangkit dari sanubariku<br />
Menyentuh permukaan samudra raya<br />
Matahari keluar dari mulutku, menjadi pelangi di cakrawala<br />
Wajahmu keluar dari jidatku, wahai kamu, wanita miskin!</p>
<p>Kakimu terbenam di dalam lumpur<br />
Kamu harapkan beras seperempat gantang, dan di tengah sawah tuan tanah menanammu!</p>
<p>Satu juta lelaki gundul keluar dari hutan belantara<br />
Tubuh mereka terbalut lumpur dan kepala mereka berkilatan memantulkan cahaya matahari<br />
Mata mereka menyala tubuh mereka menjadi bara dan mereka membakar dunia<br />
Matahari adalah cakra jingga yang dilepas tangan Sang Krishna<br />
Ia menjadi rahmat dan kutukanmu, ya, umat manusia!</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi tentang Desaku</span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">21. Puisi Desaku Karya Ilyas</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Desaku</strong><br />
<strong>Karya: Ilyas</strong></p>
<p>Desaku<br />
Desa yang subur akan air mata<br />
Tangisan selalu hadir<br />
Kegelisahan<br />
Rasa takut<br />
Suram<br />
Hingga kebodohan<br />
Menghantui<br />
Kekayaan<br />
Kesuburan alam tak ada arti<br />
Karena negeri ini lebih kaya<br />
Akan tikus-tikus yang serakah<br />
Penjajah keadilan dan<br />
Pejabat yang tak tahu hitam dan putih</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">22. Contoh Puisi tentang Keindahan Alam Desa</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Desa di Ujung Senja</strong></p>
<p>Mentari turun perlahan<br />
Di balik gunung, ia tenggelam<br />
Langit merah jambu menghias awan<br />
Sawah luas terbentang dalam diam</p>
<p>Angin berbisik lembut di telinga<br />
Menyentuh dedaunan yang menari bersama<br />
Di desa kecil, damai terasa nyata<br />
Keindahan alam tak terlukiskan kata</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">23. Contoh Puisi tentang Kerinduan Akan Desa</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Pulang ke Desa</strong></p>
<p>Rindu menyapa setiap sudut hati<br />
Mengingat jalan setapak berdebu<br />
Tempat aku berlari, tempat aku mencari<br />
Ke desa di mana mimpiku bermula</p>
<p>Pohon-pohon rindang, sungai yang jernih<br />
Menyimpan cerita masa kecil yang indah<br />
Di sini, aku ingin kembali bersandar<br />
Menemukan tenang di antara pelukan tanah</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">24. Contoh Puisi tentang Kenangan di Desa</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Kenangan di Desa Tercinta</strong></p>
<p>Setiap sudut desa menyimpan cerita<br />
Tempat pertama aku belajar berjalan<br />
Di bawah pohon beringin tua<br />
Bersama kawan-kawan bermain riang</p>
<p>Kini semua tinggal kenangan<br />
Desa yang dulu penuh tawa<br />
Namun, hatiku selalu tertambat di sana<br />
Tempat aku belajar tentang cinta dan keluarga</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">25. Puisi Berjudul Desaku yang Damai</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Desaku yang Damai</strong></p>
<p>Desaku,<br />
tempat matahari pulang dengan senyum,<br />
saat sore menjingga menari di ujung sawah.<br />
Angin berbisik pelan,<br />
membawa harum tanah basah dan kenangan masa kecil.</p>
<p>Di jalan setapak yang tak pernah lelah,<br />
langkah-langkah kecil dulu berlarian,<br />
mengejar capung,<br />
menyapa kambing yang pulang kandang.</p>
<p>Pohon-pohon tua masih berdiri tegak,<br />
seperti penjaga cerita,<br />
tentang musim panen yang dirayakan,<br />
dan hujan pertama yang selalu dinanti.</p>
<p>Desaku bukan kota gemerlap,<br />
tapi di sinilah hati menemukan damai.<br />
Dalam nyanyian jangkrik dan riuh tawa anak-anak,<br />
aku tahu, aku selalu bisa pulang.</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi tentang Alam</span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">26. Puisi Pancaran 7 Abadi Karya Dede Aditya Saputra</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Pancuran 7 Abadi</strong><br />
<strong>Karya: Dede Aditya Saputra</strong></p>
<p>Desir angin sepoi menghembus perlahan<br />
Bersama nyanyian burung di pucuk dahan<br />
Airmu menari-nari dalam nestapa<br />
Mencairkan luka oleh karena cinta</p>
<p>Tercium bau yang harum menawan<br />
Bau harum airmu memecahkan qalbu buana<br />
Tahukah kau akan qalbu buana itu?<br />
Yaitu qalbu yang dirundung duka dan nestapa</p>
<p>Oh.. nirwana puncak Gunung Slamet<br />
Kaulah tempat kami mengingat sang Kuasa<br />
Melepaskan jiwa yang bermuram durja<br />
Dan merenungkan masa jaya</p>
<p>Selain air terjunmu yang menawan<br />
Terdapat mata air panas yang bersahaja<br />
Membuat kita bersatu dengan malam<br />
Apalagi malam Jumat orang Jawa</p>
<p>Terus lah abadi kau Pancuran ketujuh<br />
Bersama ke enam Pancuran di bawah sana<br />
Pancarkan sinar keemasan dalam air mu!<br />
Untuk melupakan rasa sendu yang menggebu</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">27. Puisi Pengakuan yang Jujur Karya Radius S.K. Siburian</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Pengakuan yang Jujur</strong><br />
<strong>Karya: Radius S.K. Siburian</strong></p>
<p>Di tiap ujung daun menjari tersimpan nada kagum<br />
Di tiap bentangan akar bersembunyi nada taat<br />
Di tiap pucuk pohon pinus bertunas nada syukur<br />
Di tiap ujung paruh burung terselip rasa kagum</p>
<p>Di tiap auman fauna terdengar rasa taat<br />
Di tiap alat gerak animalia terbekas rasa syukur<br />
Di tiap bibir pantai-pantai tercium rasa kagum<br />
Di tiap puncak gunung menjulang tersimpan rasa taat</p>
<p>Di tiap muara sungai terbentang rasa syukur<br />
Di tiap hamparan samudra terbentang nada dan rasa<br />
Kagum, taat, syukur semua menyanyi kitab Kejadian Sempurna</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">28. Puisi Pesan Alam Karya Haidi S</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Pesan Alam</strong><br />
<strong>Karya: Haidi S</strong></p>
<p>Bencana ini mengajarkan kita<br />
Bagaimana rasanya terpenjara<br />
Di tempat yang disebut rumah<br />
Yang perlahan membuat</p>
<p>Mungkin kita harus ingat<br />
Saat perilaku kita menjerat<br />
Penghuni laut udara dan darat<br />
Akal dan nurani nyatanya tak saling terikat<br />
Tuhan melalui alam menyampaikan pesan penuh Ilham<br />
Membiarkannya geram sebab dosa tak terpendam</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-jenis-jenis-puisi-lama">Jenis-Jenis Puisi Lama Disertai Contohnya</a></strong></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">29. Puisi Mentari Pagi Karya Ayu Amanda</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Mentari Pagi</strong><br />
<strong>Karya: Ayu Amanda</strong></p>
<p>Cahaya masuk menyapa hangat<br />
Cerah tapi tak menyengat<br />
Matahari mulai terang cut<br />
Sendu yang tak merapat</p>
<p>Kicauan burung cantik<br />
Menjadi hiasan musik<br />
Pagi ini terasa menarik<br />
Tak inginku terusik</p>
<p>Lembaran baru kan dimulai<br />
Berjalan elok gemulai<br />
Tak berharap terlerai<br />
Ketabahan hati lagi ini terurai</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">30. Puisi Berjudul Peluk Alam</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Peluk Alam</strong></p>
<p>Alam bicara tanpa suara,<br />
lewat desir angin yang menyentuh wajah,<br />
lewat daun-daun yang menari ringan,<br />
dan ombak yang berdebar di dada laut biru.</p>
<p>Langit membentang seperti kanvas raksasa,<br />
disapu awan putih,<br />
dihiasi mentari dan pelangi yang malu-malu.</p>
<p>Gunung berdiri gagah tanpa banyak bicara,<br />
namun setiap lerengnya menyimpan doa,<br />
dari pohon-pohon yang tak pernah minta pujian,<br />
namun terus memberi napas pada dunia.</p>
<p>Air mengalir,<br />
tak pernah bertanya ke mana,<br />
ia hanya tahu:<br />
hidup harus terus berjalan.</p>
<p>Alam,<br />
adalah ibu yang diam-diam menjaga,<br />
walau sering dilukai,<br />
ia tetap memberi, tetap memeluk.</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi tentang Kemerdekaan</span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">31. Puisi Benderaku Karya Gatot Supriyanto</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Benderaku</strong><br />
<strong>Karya: Gatot Supriyanto</strong></p>
<p>Ini benderaku, dua warna<br />
Telah digambar dengan tubuh memar pahlawan<br />
Bahkan tubuh luluh<br />
Dengan tangan terpotong-potong<br />
Hati tercabik-cabik<br />
Diaduk di tungku peperangan<br />
Merahnya membasahi bumi pertiwi<br />
Putihnya jadi cermin negeri</p>
<p>Ku ingin jadi angin<br />
Bergabung kau, kau, kau hingga menggunung<br />
Menjaga bendera tetap berkibar</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">32. Puisi tentang Indonesia Karya Nuraini</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Indonesia</strong><br />
<strong>Karya: Nuraini</strong></p>
<p>Indonesia, ke mana hati kita tanam dalam-dalam<br />
Dimana ruh kita simpan dalam dada<br />
Dimana bangsa kau jinjing tinggi Indonesia<br />
Ingatlah Budi Utomo dan para pemuda dalam ikramnya<br />
Ingatlah Soepomo, Syahrir, Soekarno dalam ide juangnya<br />
Mereka belum mati<br />
Ruhnya masih bersemayam di setiap nurani anak-anak bangsa<br />
Semangatnya masih menggema dalam dada<br />
Masihkah kita bertanya<br />
Sudahkah kita merdeka?</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">33. Puisi tentang Garuda Pancasila Karya Prawoto Susilo</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Garuda Pancasila </strong><br />
<strong>Karya: Prawoto Susilo</strong></p>
<p>Dari Sabang sampai Merauke<br />
Ada Garuda Pancasila di jiwa mereka<br />
Kesaktian Pancasila tidak diragukan lagi<br />
Sebagai pedoman hidup bernegara</p>
<p>Walau berbeda-beda agama<br />
Walau berbeda-beda suku<br />
Walau berbeda-beda bahasa<br />
Tetap Bhineka Tunggal Ika</p>
<p>Entah sampai kapan<br />
Tak terbatas ruang dan waktu<br />
Dari anak-anak sampai tua<br />
Semua cinta Garuda Pancasila</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/3-jenis-puisi-kontemporer">Jenis-Jenis Puisi Kontemporer dan Contohnya</a></strong></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">34. Puisi tentang Bendera Merah Putih Karya Prawoto Susilo</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Bendera Merah Putih</strong><br />
<strong>Karya: Prawoto Susilo</strong></p>
<p>Berkibarlah Merah Putihku<br />
Membentang luas ke langit biru<br />
Merahmu cahaya semangatku<br />
Putihmu pelita jiwaku</p>
<p>Tak akan ada yang berani menodaimu<br />
Tak akan ada yang berani menghinamu<br />
Tak akan ada yang berani menghancurkanmu<br />
Karena seluruh nusantara ini menjagamu</p>
<p>Jiwa patriotku<br />
Jiwa nasionalis kami semua<br />
Bersatu padu<br />
Tak terbatas ruang dan waktu<br />
Untuk melindungimu</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">35. Puisi Negeri Pancasila Karya Sri Kanti</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Negeri Pancasila</strong><br />
<strong>Karya: Sri Kanti</strong></p>
<p>Negeri Pancasila berpondasi Ketuhanan Yang Maha Esa<br />
Selalu bersyukur atas berkah negeri nan makmur<br />
Selalu tunduk saat diri mulai takabur<br />
Selalu ingat bahwa tanpanya kita bukanlah apa-apa</p>
<p>Negeri Pancasila berpondasi atas kemanusiaan yang adil dan beradab<br />
Agar bangsa kita selalu ingat kepada adat<br />
Tidak semena-mena terhadap sesama<br />
Juga tak sewenang-wenang kepada saudara</p>
<p>Negeri Pancasila berpondasi kepada persatuan seluruh bangsa<br />
Berbeda-beda tetapi tetap satu jua<br />
Tidak tercerai-berai meski berbeda warna<br />
Saling menolong dan bergotong-royong itu sudah terbiasa</p>
<p>Negeri Pancasila berpondasi kepada sistem kerakyatan dalam permusyawaratan<br />
Supaya bangsanya tidak saling sikut-sikutan<br />
Menghargai perbedaan tanpa harus tendang-tendangan<br />
Menjaga rahasia serta memberi kesempatan kepada suara yang berbeda</p>
<p>Negeri Pancasila berpondasi kepada keadilan sosial bagi seluruh bangsa<br />
Bertujuan untuk kemakmuran yang merata<br />
Kemajuan ada di mana-mana, dari Merauke hingga Sabang<br />
Setiap ras dan suku terengkuh kesejahteraan<br />
Negeri Pancasila adalah seluruh tumpah darah Indonesia</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi tentang Pahlawan</span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">36. Puisi Pahlawan Karya Trimo</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Pahlawan </strong><br />
<strong>Karya: Trimo</strong></p>
<p>Ajarkan aku wahai pahlawanku<br />
Untuk cinta negeri nusantara ini<br />
Nusantara yang engkau perjuangkan dengan gigih dan berani<br />
Bersemboyan merdeka atau mati</p>
<p>Ajarkan aku wahai pahlawanku untuk memiliki<br />
Semangat juangmu<br />
Semangat untuk merdeka<br />
Semangat untuk berdaulat<br />
Semangat untuk berkeadilan<br />
Semangat untuk berkemakmuran<br />
Sesuai dengan cita-citamu</p>
<p>Ajarkan aku wahai pahlawanku untuk membangun negeri nusantara ini<br />
Dengan caraku sendiri<br />
Dengan kekuatanku sendiri<br />
Agar aku tahu<br />
Agar aku mampu menjadi bangsa mandiri</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">37. Puisi Diponegoro Karya Chairil Anwar</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Diponegoro </strong><br />
<strong>Karya: Chairil Anwar</strong></p>
<p>Di masa pembangunan ini<br />
Tuan hidup kembali<br />
Dan bara kagum menjadi api<br />
Di depan sekali tuan menanti</p>
<p>Tak gentar<br />
Lawan banyaknya seratus kali.<br />
Pedang di kanan, keris di kiri<br />
Berselempang semangat yang tak bisa mati</p>
<p>MAJU<br />
Ini barisan tak bergenderang-berpalu<br />
Kepercayaan tanda menyerbu<br />
Sekali berarti<br />
Sudah itu mati</p>
<p>MAJU<br />
Bagimu Negeri<br />
Menyediakan api<br />
Punah di atas menghamba binasa di atas ditindas<br />
Sungguhpun dalam ajal baru tercapai<br />
Jika hidup harus merasai</p>
<p>Maju</p>
<p>Serbu</p>
<p>Serang</p>
<p>Terjang</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/analisis-puisi-kontemporer">Belajar Cara Menganalisis Puisi Kontemporer</a></strong></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">38. Puisi Putra-Putra Ibu Pertiwi Karya Mustofa Bisri (Gus Mus)</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Putra-Putra Ibu Pertiwi </strong><br />
<strong>Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)</strong></p>
<p>Bagai wanita yang tak ber-ka-be saja<br />
Ibu pertiwi terus melahirkan putra-putranya<br />
Pahlawan-pahlawan bangsa<br />
Dan patriot-patriot negara<br />
(Bunga-bunga kalian mengenalnya<br />
Atau hanya mencium semerbaknya)</p>
<p>Ada yang gugur gagah dalam gigih perlawanan<br />
Merebut dan mempertahankan kemerdekaan<br />
(Beberapa kuntum dipetik bidadari sambil senyum<br />
Membawanya ke surga tinggalkan harum)</p>
<p>Ada yang mujur menyaksikan hasil perjuangan<br />
Tapi malang tak tahan godaan jadi bajingan<br />
(Beberapa kelopak bunga di tenung angin kala<br />
Berubah jadi duri-duri mala)</p>
<p>Bagai wanita yang tak ber-ka-be saja<br />
Ibu pertiwi terus melahirkan putra-putranya<br />
Pahlawan-pahlawan dan bajingan-bajingan bangsa<br />
(di taman sari bunga-bunga dan duri-duri<br />
Sama-sama diasuh mentari)</p>
<p>Anehnya yang mati tak takut mati justru abadi<br />
Yang hidup senang hidup kehilangan jiwa<br />
(mentari tertawa sedih memandang pedih<br />
Duri-duri yang membuat bunga-bunga tersisih)</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">39. Puisi Elegi 10 November Karya Siti Isnatun M.</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Elegi 10 November</strong><br />
<strong>Karya: Siti Isnatun M.</strong></p>
<p>Hari ini kami memandang<br />
wajah-wajah pada bingkai yang terpajang<br />
Menunduk membisikkan doa<br />
dalam semat kenangan akan jasa</p>
<p>Separuh asa kami melayang<br />
dalam bayang-bayang<br />
akan masa yang telah silam<br />
Darah yang telah mengalir<br />
Keringat yang telah bergulir<br />
bagai sebutir safir<br />
dalam ruang yang temaram</p>
<p>Bukan lagi tangis yang seharusnya kami berikan<br />
Bukan!<br />
Meski air mata membayangi kenangan<br />
akan pengorbanan yang telah dipersembahkan</p>
<p>10 November ini<br />
Bersama duka ini<br />
Kami sematkan setangkup doa<br />
Bersama tekad dan asa<br />
Bahwa kami adalah tonggak penerus<br />
untuk jiwa kepahlawananmu yang tulus</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">40. Puisi Sang Pejuang Karya Shavna Agitsni</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Sang Pejuang</strong><br />
<strong>Karya: Shavna Agitsni</strong></p>
<p>Dengan tegap kau beranikan diri<br />
Melangkah tuk mempertaruhkan diri<br />
Bahkan kau siap mati<br />
Demi kemerdekaan ibu pertiwi<br />
Geram<br />
Sepertinya itu yang kau rasakan<br />
Negeri ini telah lama tertikam<br />
Dan kini kau akan menikam<br />
Tak tahan untuk bungkam<br />
Telah banyak darah yang mengalir<br />
Seolah bagaikan sihir<br />
Telah banyak goresan luka yang telah mereka ukir<br />
Walau sudah tiada<br />
Tapi namamu akan tetap ada<br />
Walau kau sudah tidak ada di dunia<br />
Jiwamu masih dalam sejarah bangsa</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi tentang Sumpah Pemuda</span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">41. Puisi Sumpah Pemuda Karya Nira Ernawa Apsari</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Sumpah Pemuda </strong><br />
<strong>Karya: Nira Ernawa Apsari</strong></p>
<p>Tak sebilah pedang, mengoyak gelora pemuda<br />
Dirajam, oleh tajamnya peluru<br />
Merajam tiap helaian napas pun, tak sanggup meredam gelora perjuangan<br />
Runcingnya bambu,<br />
Teguhnya semboyan, merdeka atau mati<br />
Teriakan Bung Tomo, mampu membebaskan semangat perjuangan<br />
Darah pahlawan bertumpah ruah<br />
Membanjiri ibu pertiwi<br />
Proklamasi telah dikumandangkan<br />
Menggema seantero nusantara<br />
Sumpah pemuda telah dilahirkan</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">42. Puisi Sumpah Abadi Karya Dee Lestari</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Sumpah Abadi </strong><br />
<strong>Karya: Dee Lestari</strong></p>
<p>Sumpah Abadi</p>
<p>Ketika pemuda bersumpah,<br />
Sumpah yang bukan hanya untuk dirinya, melainkan tanah airnya</p>
<p>Ketika pemudi bertekad,<br />
Tekad yang bukan hanya untuk kaumnya, melainkan segenap bangsanya</p>
<p>Gegar gunung dan lembah<br />
Gemetar lautan dan pantai<br />
Bergetar jantung dan berdesir darah</p>
<p>Ketika pemuda dan pemudi menyeberangi keberagaman ketidaksamaan demi bersama bekerja<br />
Abadi bersumpah, untuk Indonesia</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/mengenal-pantun-puisi-lama-dari-indonesia">Mengenal Pantun, Puisi Lama dari Indonesia</a></strong></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">43. Puisi Berawal dari Pemuda Karya Andis Syah Putra</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Berawal dari Pemuda </strong><br />
<strong>Karya: Andis Syah Putra</strong></p>
<p>Banyak cara menanggapi asa<br />
Setiap jalan penuh akan rasa<br />
Rasa semangat yang tiada tara<br />
Menggapai mimpi setinggi bintang di angkasa</p>
<p>Jalan berliku bagi seorang pemuda<br />
Kerikil batu tidak akan tergoyah<br />
Bara api itulah semangat pemuda<br />
Hujan badai pun terkadang menyertainya</p>
<p>Wahai para pemuda<br />
Jatuh bangun itu hal biasa<br />
Tertangkap angan simpanlah di dalam dada<br />
Perjuangan ini banyaklah cara<br />
Ekspresikan semua yang engkau bisa</p>
<p>Engkau dengar cerita Bung Tomo dan Bung Hatta<br />
Setiap titik keringat dan bahkan dara<br />
Mereka korbankan untuk kemerdekaan bangsa<br />
Hingga tercapai di seribu sembilan ratus empat puluh lima</p>
<p>Kini, saatnya bagi kita semua<br />
Untuk terus berjuang menggapai mimpi yang ada di kepala<br />
Kita korbankan semangat untuk berkarya<br />
Karna semua berawal dari pemuda</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">44. Puisi Pemuda Agen Perubahan Karya Ahmad Fadilah</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Pemuda Agen Perubahan </strong><br />
<strong>Karya: Ahmad Fadilah</strong></p>
<p>Pemuda,<br />
Semangatmu tampak begitu bergejolak<br />
Tak peduli seberapa kuat penghalang<br />
Kau pasti mampu menghalaunya<br />
Kepal tanganmu melambangkan keyakinan<br />
Akan kemampuan tuk menjadi tumpuan</p>
<p>Di pundakmu<br />
Bangsa ini dititipkan dengan segala pengorbanan<br />
Di pundakmu ratusan juta jiwa menantikan<br />
Harapan, Kejayaan, dan kemakmuran</p>
<p>Wahai pemuda,<br />
Kaulah agen perubahan bangsa<br />
Membangun dan mengisi kemerdekaan<br />
Dengan kemampuan dan semangatmu<br />
Ubah negeri ini menjadi pusat dunia</p>
<p>Bukankah bangsamu menunggumu<br />
Menunggu torehan karya cipta<br />
Buah fikir dan kreativitasmu<br />
Membangun negeri ini</p>
<p>Lihatlah hamparan kekayaan tanah ini<br />
Tanah pertiwi yang membentang<br />
Yang utuh tangan-tangan pemuda negeri<br />
Mewujudkan kesejahteraan hakiki</p>
<p>Wahai pemuda bangkitlah, bangunlah dari tidur panjang ini</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">45. Puisi Yang Muda Yang Menjaga Karya Anisa Hidayatul</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Yang Muda Yang Menjaga </strong><br />
<strong>Karya: Anisa Hidayatul</strong></p>
<p>Indonesia…<br />
Dengan keberagaman budaya, suku, ras, dan agama<br />
Menjadi warna dalam kehidupan</p>
<p>Landasan dalam berbangsa tertuang dalam Pancaila<br />
Dan itulah yang menjadi azas masyarakat dalam melindungi bangsanya sendiri<br />
Perdamaian menjadi pondasi dalam membina keragaman Indonesia<br />
Mari kita memupuk rasa nasionalisme dengan memberdayakan seluruh generasi penerus bangsa</p>
<p>Rasa cinta, rasa sayang…<br />
Dapat kita buktikan<br />
Dengan sepenuh hati<br />
Sepenuh jiwa menjaganya</p>
<p>Sejarah mencatat…<br />
Indonesia merebut kemerdekaan<br />
Melalui persatuan pemuda<br />
Dengan semangat membara dan berani berkorban</p>
<p>Pemuda yang harus…<br />
Memperlihatkan tata-cara beragama yang moderat<br />
Yang menjadi panutan semua orang<br />
Pemuda yang harus…<br />
Menjaga agar bangsa kuat dan tidak mudah di rong-rong isu perbedaan</p>
<p>Dan, untuk menjaga perdamaian itu…<br />
Haruslah dimulai dari diri sendiri<br />
Cintailah cinta itu sendiri<br />
Musuhilah permusuhan itu sendiri</p>
<p>Pemuda bisa…<br />
Menyebarkan nilai-nilai kebaikan islam rahmatan lil alamiin<br />
Namun jangan bersorak-sorak menyatakan kepercayaan<br />
Tetapi tidak diikuti oleh bakti dan bukti</p>
<p>Pemuda adalah solusi…<br />
Pemuda adalah harapan…<br />
Pemuda adalah kejayaan…</p>
<p><em>I see…</em><br />
Pemuda mampu melihat, mengamati fenomena di sekeliling</p>
<p><em>I learn…</em><br />
Pemuda mampu belajar dari fenomena yang terjadi</p>
<p><em>I act…</em><br />
Adalah aksi nyata pemuda dari hasil pengamatan dan belajar</p>
<p><em>I move on</em><br />
Bentuk langkah dan perubahan untuk lebih baik</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi untuk Ibu</span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">46. Puisi Ibu Super Karya Joanna Fuchs</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Ibu Super</strong><br />
<strong>Karya: Joanna Fuchs</strong></p>
<p>Ibu, kamu adalah ibu yang luar biasa<br />
Begitu lembut, namun begitu kuat<br />
Banyak cara yang kamu tunjukkan bahwa kamu peduli<br />
Ibu sabar saat aku melakukan kesalahan<br />
Ibu memberikan bimbingan ketika aku bertanya<br />
Tampaknya kamu dapat melakukan hampir semua hal<br />
Ibu adalah master dari setiap tugas<br />
Ibu adalah sumber kenyamanan yang dapat diandalkan<br />
Ibu adalah bantalku saat aku jatuh<br />
Ibu membantu di saat-saat sulit<br />
Ibu mendukungku setiap kali aku menelepon<br />
Aku mencintaimu lebih dari yang kamu tahu<br />
Ibu memiliki rasa hormatku sepenuhnya<br />
Jika aku memiliki pilihan<br />
Ibu akan menjadi orang yang aku pilih!</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">47. Puisi Ibu Malaikatku Karya Mosdalifah</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Ibu Malaikatku</strong><br />
<strong>Karya: Mosdalifah</strong></p>
<p>Ibu…<br />
Di sini kutulis cerita tentangmu<br />
Nafas yang tak pernah terjerat dusta<br />
Tekad yang tak koyak oleh masa<br />
Seberapa pun sakitnya kau tetap penuh cinta</p>
<p>Ibu…<br />
Tanpa lelah kau layani kami<br />
Dengan segenap rasa bangga dihati<br />
Tak terbesit sejenak pikirkan lelahmu<br />
Kau terus berjalan di antara duri-duri</p>
<p>Ibu…<br />
Tak pernah kuharap kau cepat tua dan renta<br />
Tak pernah ku ingin kau lelah dalam usia<br />
Selalu kuharapkan kau terus bersamaku<br />
Dengan cinta berikan petuahmu</p>
<p>Ibu…<br />
Kau lah malaikatku<br />
Penyembuh luka dalam kepedihan<br />
Penghapus dahaga akan kasih sayang<br />
Sampai kapan pun itu<br />
Aku akan tetap mencintaimu</p>
<p>Ibu, malaikatku</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">48. Contoh Puisi tentang Kasih Sayang Ibu</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Pelukan Tanpa Akhir</strong></p>
<p>Di setiap senyum dan tatap matamu<br />
Ada cinta yang tak pernah habis<br />
Seperti mentari yang selalu bersinar<br />
Kau hangatkan hari-hariku, tanpa jeda</p>
<p>Pelukanmu adalah rumah<br />
Tempat ku pulang, saat lelah menghempas<br />
Kasih sayangmu, ibu, tak tergantikan<br />
Menjadi pelindung dalam setiap langkahku</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">49. Contoh Puisi tentang Pengorbanan Ibu</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Di Balik Senyummu</strong></p>
<p>Di balik senyummu, ibu<br />
Ada lelah yang tak pernah kau ucapkan<br />
Malam yang kau lewati tanpa keluh<br />
Demi kami, anak-anakmu yang kau sayangi</p>
<p>Tanganmu yang kasar karena kerja keras<br />
Menjadi saksi betapa besar pengorbananmu<br />
Setiap langkahmu, adalah doa<br />
Untuk melihat kami tumbuh dan berjaya</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">50. Contoh Puisi tentang Rindu Kepada Ibu</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Rindu di Hati</strong></p>
<p>Waktu terus berlalu, namun rindu tak pudar<br />
Suara lembutmu masih terngiang<br />
Setiap nasihat, setiap doa<br />
Tertanam dalam hati yang kini merindu</p>
<p>Jauh darimu, ibu, hatiku terasa sepi<br />
Setiap senyummu adalah kekuatan<br />
Ingin ku pulang, merasakan lagi<br />
Hangat kasih sayangmu, yang tak terganti</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi untuk Ayah</span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">51. Puisi Ayah Karya Layli Qibtiah</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Ayah</strong><br />
<strong>Karya: Layli Qibtiah</strong></p>
<p>Ayah….<br />
Engkau pahlawan hidupku<br />
Engkau bekerja keras demi keluarga<br />
Engkau terkena hujan dan panas</p>
<p>Ayah…<br />
Engkau selalu ada untukku<br />
Engkau selalu ada untuk ibu<br />
Engkau selalu ada untuk keluarga</p>
<p>Ayah…<br />
Pahlawanku…<br />
Ayahku…<br />
Pedomanku…</p>
<p>Ayah…<br />
Engkau selalu baik<br />
Engkau selalu bekerja keras<br />
Terima kasih ayah…</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">52. Puisi Ayah Pahlawan Keluarga Karya Firdarisma</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Ayah, Pahlawan Keluarga</strong><br />
<strong>Karya: Firdarisma</strong></p>
<p>Ayah…<br />
Ayah adalah pahlawan keluarga<br />
Ayah tak kenal lelah dan tak pernah mengeluh<br />
Demi keluarga Ayah tetap bertahan dan bersabar</p>
<p>Ayah…<br />
Ayah adalah pemimpin keluarga<br />
Di dalam keluarga kecil ini<br />
Ayah memimpin keluarga ini<br />
Untuk menjadi keluarga yang sejahtera</p>
<p>Ayah…<br />
Aku berterima kasih<br />
Atas pengorbananmu Ayah<br />
Hanya doa yang bisa kubalaskan<br />
Atas perjuanganmu Ayah</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-persuasi">Kumpulan Contoh Teks Persuasi dalam Berbagai Tema</a></strong></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">53. Contoh Puisi tentang Pengorbanan Ayah</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Ayah, Sang Pahlawan</strong></p>
<p>Di balik senyummu yang tenang<br />
Ada lelah yang tak kau tunjukkan<br />
Keringatmu jatuh di bawah terik mentari<br />
Demi kami, kau tak pernah berhenti</p>
<p>Langkahmu kadang tertatih<br />
Namun semangatmu selalu teguh berdiri<br />
Ayah, engkau pahlawan sejati<br />
Tanpa jubah, tapi hatimu seluas samudra yang tak bertepi</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">54. Contoh Puisi tentang Kerinduan Kepada Ayah</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Ayah dalam Kenangan</strong></p>
<p>Di setiap angin yang berhembus lembut<br />
Aku mendengar suaramu, samar di kejauhan<br />
Rinduku tak tertahankan<br />
Pada cerita dan pelukan hangat yang tak lagi ada</p>
<p>Waktu berjalan, namun bayangmu tetap nyata<br />
Dalam doa, kuucap syukur atas semua<br />
Meski kini kita terpisah oleh jarak tak terukur<br />
Ayah, kau selalu di hatiku, hadir dalam setiap langkahku</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">55. Contoh Puisi tentang Kebanggaan Kepada Ayah</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Kau Cahaya Hidupku</strong></p>
<p>Ayah, kaulah mentari di setiap pagiku<br />
Kehangatan yang kau beri takkan pernah pudar<br />
Setiap kata bijakmu adalah lentera<br />
Menerangi jalanku di kegelapan dunia</p>
<p>Kau ajarkan arti perjuangan dan harapan<br />
Tak mudah menyerah, tak mudah padam<br />
Aku bangga, karena aku adalah bagian dari dirimu<br />
Ayah, kau adalah cahaya yang selalu membimbingku</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi tentang Sahabat</span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">56. Puisi Sahabatku yang Baik Karya Hetty Dwi Agustin</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Sahabatku yang Baik</strong><br />
<strong>Karya: Hetty Dwi Agustin</strong></p>
<p>Halus tutur katamu<br />
Selalu terucap buatku<br />
Hari-hari bersamamu<br />
Selalu ada tawa dan senyum<br />
Berbagi cerita sehari-hari<br />
Warnai kebersamaan kita<br />
Saling menolong dalam mengisi hari<br />
Sehingga ceria kita di setiap jumpa<br />
Percayalah sahabatku<br />
Aku akan selalu<br />
Berusaha baik padamu<br />
Seperti kau baik juga padaku<br />
Persahabatan kita selalu terjaga<br />
Sebagaimana kita menjaganya<br />
Berprasangka baiklah selalu padaku<br />
Karna akupun selalu prasangka baik padamu</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">57. Puisi Indahnya Persahabatan Karya Hetty Dwi Agustin</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Indahnya Persahabatan</strong><br />
<strong>Karya: Hetty Dwi Agustin</strong></p>
<p>Selalu tersenyum di antara kita<br />
Selalu tutur baik terucap dalam cerita kita<br />
Kita sering berbagi cerita suka dan duka<br />
Kita tetap ceria walau sedang dalam luka<br />
Karena kita saling percaya<br />
Karna kita saling menguatkan<br />
Karna kita tetap selalu bersama<br />
Karna kita selalu saling menerima<br />
Bahkan kita tak saling minta maaf<br />
Karna bila di antara kita bersalah<br />
Tanpa terucap kata maaf pun<br />
Kita selalu sudah saling memaafkan<br />
Karna kita saling memahami<br />
Karna kita selalu berbaik sangka<br />
Karna kita selalu saling percaya<br />
Bahwa kita selalu menjaga persahabatan ini</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">58. Puisi Senyum Sahabatku Karya Hetty Dwi Agustin</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Senyum Sahabatku</strong><br />
<strong>Karya: Hetty Dwi Agustin</strong></p>
<p>Senyummu bagai pagi yang cerah<br />
Buatku terasa ringan melangkah<br />
Hari-hari semakin indah<br />
Tak ada lagi rasa gundah<br />
Karna ku tlah punya sahabat<br />
Yang menemaniku saat ku susah<br />
Mau mendengar ceritaku<br />
Memahami semua kegalauanku<br />
Kau beri senyuman saat ku bersedih<br />
Kau terima aku saat hatiku galau<br />
Kau selalu beri kata sederhana<br />
Tuk sekadar menguatkanku<br />
Sehingga akupun menjadi tegar<br />
Lalu kuceria lagi dalam melangkah<br />
Akupun slalu tersenyum padamu<br />
Tuk tunjukkan bahwa ku slalu ada buatmu</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-berita">Kumpulan Contoh Teks Berita Singkat dengan Unsur 5W + 1H</a></strong></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">59. Puisi Berjudul Untukmu Sahabat</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Untukmu, Sahabat</strong></p>
<p>Kita tak selalu satu arah,<br />
kadang langkahmu ke kanan, aku ke kiri,<br />
tapi kita tahu,<br />
pertemuan bukan soal tempat,<br />
melainkan hati yang saling mengerti.</p>
<p>Kau hadir bukan hanya saat tawa,<br />
tapi juga di hari-hari luka.<br />
Tak banyak janji yang kita ucap,<br />
tapi kehadiranmu selalu cukup.</p>
<p>Sahabat,<br />
terima kasih telah menjadi pelabuhan,<br />
di tengah badai hidup yang tak pernah bisa kutebak arahnya.</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">60. Puisi Berjudul Di Bawah Pohon Kenangan</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Di Bawah Pohon Kenangan</strong></p>
<p>Ingatkah kau,<br />
waktu kita duduk di bawah pohon itu?<br />
Berbagi cerita tanpa ragu,<br />
tertawa keras,<br />
seolah dunia ini milik kita berdua.</p>
<p>Waktu berjalan cepat,<br />
rambut kita mulai tumbuh arah yang berbeda,<br />
namun setiap kali aku pulang,<br />
aku tahu,<br />
kau tetap ada—di tempat yang sama di hatiku.</p>
<p>Sahabat,<br />
kau bukan hanya bagian dari masa lalu,<br />
kau adalah alasan,<br />
kenapa aku tetap melangkah ke depan.</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi Romansa</span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">61. Puisi Catatan Kecil Karya Warno</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Catatan Kecil</strong><br />
<strong>Karya: Warno</strong></p>
<p>Catatan kecil berbuku sendu<br />
Seakan golak terpaku<br />
Meratap menatap nasib<br />
Tak kuasa memandang gundah<br />
Padahal, setia nyala berbahagia</p>
<p>Jengah terkesima<br />
Pudar termakan waktu<br />
Yang manis, yang retak, yang kelabu</p>
<p>Intisari telah terekam di sini<br />
Suatu saat pasti dimengerti<br />
Meski bukan hari ini</p>
<p>Pintaku, seberangi penghalang yang memadamkan<br />
Pintaku, tunjuklah kebenaran seluas pandangan<br />
– Demi erat hati dan kalbu</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">62. Puisi Cinta Berjudul Easther Karya Nisfanda Bella Vizta</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Easther</strong><br />
<strong>Karya: Nisfanda Bella Vizta</strong></p>
<p>Sempatkah terlintas namaku<br />
Dalam ingatan batinmu<br />
Dalam singkatnya takdir Tuhan?<br />
Apakah kau dapat mekar dan berbunga sesuka hati?<br />
Sementara diriku melayu dan mati</p>
<p>Padamkanlah apimu<br />
Dalam kesaksian yang menyakitkan<br />
Bersajaklah kau<br />
Mekarmu adalah kemenangan<br />
Ayunkanlah rohku<br />
Jauh di angkasa<br />
Menuju ruang tak tertuju</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">63. Puisi Berjudul Tanpa Kata</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Tanpa Kata</strong></p>
<p class="" data-start="165" data-end="293">Aku mencintaimu<br data-start="180" data-end="183" />dengan cara yang tak kau sadari—<br data-start="215" data-end="218" />seperti hujan yang jatuh<br data-start="242" data-end="245" />tanpa pernah bertanya<br data-start="266" data-end="269" />apakah bumi ingin basah.</p>
<p class="" data-start="295" data-end="409">Aku menyebut namamu<br data-start="314" data-end="317" />dalam diam,<br data-start="328" data-end="331" />di antara detik yang tak sempat bicara,<br data-start="370" data-end="373" />dan doa-doa yang hanya Tuhan dengar.</p>
<h3 data-start="295" data-end="409"><span style="font-size: 14pt;">64. Puisi Berjudul Antara Aku dan Langit</span></h3>
<p style="text-align: center;" data-start="295" data-end="409"><strong>Antara Aku dan Langit</strong></p>
<p class="" data-start="492" data-end="590">Jarak bukan alasan<br data-start="510" data-end="513" />untuk cinta melayu,<br data-start="532" data-end="535" />karena di setiap bintang,<br data-start="560" data-end="563" />kupinjamkan rinduku padamu.</p>
<p class="" data-start="592" data-end="713">Kau di ujung sana,<br data-start="610" data-end="613" />aku di sini,<br data-start="625" data-end="628" />tapi langit yang sama<br data-start="649" data-end="652" />menjadi atap<br data-start="664" data-end="667" />untuk rindu kita yang diam-diam bertukar sapa.</p>
<h3 data-start="592" data-end="713"><span style="font-size: 14pt;">65. Puisi Berjudul Sisa-Sisa Senyumku</span></h3>
<p style="text-align: center;" data-start="592" data-end="713"><strong>Sisa-Sisa Senyumku</strong></p>
<p class="" data-start="793" data-end="930">Aku masih duduk di bangku itu,<br data-start="823" data-end="826" />tempat kita pernah menjadi “kita”.<br data-start="860" data-end="863" />Hanya kopi yang kini dingin,<br data-start="891" data-end="894" />dan kursi di hadapanku tetap kosong.</p>
<p class="" data-start="932" data-end="1043">Kau pergi,<br data-start="942" data-end="945" />tapi senyummu masih tinggal,<br data-start="973" data-end="976" />seperti bayang-bayang<br data-start="997" data-end="1000" />yang menolak pudar<br data-start="1018" data-end="1021" />dari dinding kenangan.</p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi Bahasa Inggris dan Terjemahan</span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">66. Puisi Bahasa Inggris tentang Guru</span></h3>
<p style="text-align: center;"><em><strong>A Thank You Note to a Mentor</strong></em></p>
<p><em>It felt like winning a lottery</em><br />
<em>But without cash on me</em><br />
<em>Is it already December?</em><br />
<em>Cause Santa gimme something I’ll remember</em></p>
<p><em>I appreciate your presence</em><br />
<em>I admire your passion</em><br />
<em>Muchas gracias my teacher</em><br />
<em>To help me build my future</em></p>
<p><strong>Terjemahan Bahasa Indonesia:</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Catatan Terima Kasih untuk Mentor</strong></p>
<p>Rasanya seperti menang lotre<br />
Tapi tanpa memenangkan hadiah uang<br />
Apakah sudah bulan Desember?<br />
Soalnya Santa memberiku sesuatu yang akan kuingat</p>
<p>Ku menghargai kehadiranmu<br />
Ku kagum dengan semangatmu<br />
Terima kasih banyak guruku<br />
Untuk membantuku membangun masa depanku</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://www.ruangguru.com/blog/contoh-teks-ulasan">Kumpulan Contoh Teks Ulasan Novel, Lagu, dan Film, Beserta Strukturnya</a></strong></p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">67. Puisi Bahasa Inggris tentang Ayah</span></h3>
<p style="text-align: center;"><em><strong>My Dad, My Superman</strong></em><br />
<em><strong>by: Adam Young</strong></em></p>
<p><em>He doesn’t fight crime</em><br />
<em>Or wear a cape</em><br />
<em>He doesn’t read minds</em><br />
<em>Or levitate</em><br />
<em>But every time my world needs saving</em><br />
<em>He’s my Superman</em><br />
<em>Some folks don’t believe in superheroes</em><br />
<em>‘Cause they haven’t met my dad</em></p>
<p><strong>Terjemahan Bahasa Indonesia:</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Ayahku, Superman-ku</strong><br />
<strong>Karya: Adam Young</strong></p>
<p>Ia tidak melawan kejahatan<br />
Atau mengenakan jubah<br />
Ia tidak membaca pikiran<br />
Atau terbang<br />
Namun tiap dunia membutuhkan pertolongan<br />
Ia adalah Superman-ku<br />
Banyak orang yang tidak percaya dengan superhero<br />
Karena mereka belum bertemu dengan ayahku</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">68. Puisi Bahasa Inggris tentang Cinta</span></h3>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Seeing You through My Poetry</strong></em></p>
<p><em>Words are the tone and the simplest way to reach you</em><br />
<em>Through a twilight in my warm sky</em><br />
<em>I see the clouds pierce your smile that is bruised in my memory</em></p>
<p><em>In this poem, you will find tears and smiles in one glass</em><br />
<em>If one day my poetry is lost</em><br />
<em>Find me in the silent voice you can hear</em></p>
<p><em>Like happiness and memories</em><br />
<em>I will keep you in the best place in my heart</em><br />
<em>So, I don’t need a dot to love you</em><br />
<em>To me, you are like Greece, an old city that doesn’t die</em></p>
<p><strong>Terjemahan Bahasa Indonesia:</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Mencarimu dalam Puisiku</strong></p>
<p>Kata adalah nada dan cara paling sederhana untuk mencapaimu<br />
Lewat sebuah senja di langitku yang hangat<br />
Kulihat awan menembus senyummu yang lebam di ingatanku</p>
<p>Di puisi ini, akan kau temukan air mata dan senyuman dalam satu kaca<br />
Jika suatu hari puisiku hilang<br />
Temukan aku dalam suara hening yang bisa kau dengar</p>
<p>Layaknya sebuah kebahagiaan dan kepingan kenangan<br />
Aku akan menyimpanmu di tempat terbaik dalam hatiku<br />
Karenanya aku tidak perlu tanda titik untuk mencintaimu<br />
Bagiku kau seperti Yunani, kota tua yang tak mati mati</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">69. Puisi Bahasa Inggris tentang Harapan</span></h3>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Light After the Storm</strong></em></p>
<p><em>When the sky turns dark and heavy,</em><br />
<em>and the wind begins to roar,</em><br />
<em>remember—storms don’t last forever,</em><br />
<em>and rain always leads to more.</em></p>
<p><em>A sprout will rise from muddy ground,</em><br />
<em>a rainbow arches wide,</em><br />
<em>because even the longest, coldest night</em><br />
<em>must let the sun inside.</em></p>
<p> </p>
<p><strong>Terjemahan Bahasa Indonesia:</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Cahaya Setelah Badai</strong></p>
<p>Saat langit menjadi gelap dan berat,<br />
dan angin mulai mengaum,<br />
ingatlah—badai tak bertahan selamanya,<br />
dan hujan selalu membawa harapan baru.</p>
<p>Tunas akan tumbuh dari tanah berlumpur,<br />
pelangi terbentang luas,<br />
karena malam terpanjang dan tergelap pun<br />
harus memberi ruang bagi mentari masuk.</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">70. Puisi Bahasa Inggris tentang Kerinduan</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong><em>In the Silence Between Us</em></strong></p>
<p><em>There’s a silence between us now,</em><br />
<em>soft, like pages never turned.</em><br />
<em>I hear your voice in memory,</em><br />
<em>in every song I’ve ever learned.</em></p>
<p><em>The distance stretches like a thread,</em><br />
<em>but still it holds us tight.</em><br />
<em>You’re the shadow of my sunrise,</em><br />
<em>the whisper in my night.</em></p>
<p> </p>
<p><strong>Terjemahan Bahasa Indonesia:</strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Dalam Sunyi di Antara Kita</strong></p>
<p>Ada sunyi di antara kita kini,<br />
lembut, seperti lembar buku yang tak pernah dibalik.<br />
Aku mendengar suaramu dalam ingatan,<br />
dalam setiap lagu yang pernah kupelajari.</p>
<p>Jarak memanjang seperti benang,<br />
namun tetap mengikat erat.<br />
Kau adalah bayang dalam fajar mentariku,<br />
bisikan dalam malam-malamku.</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi Pendek</span></h2>
<h3><span style="font-size: 14pt;">71. Contoh Puisi Pendek 2 Bait</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Menggapai Impian</strong></p>
<p>Mengenal masa depan<br />
Mengenal apa itu impian<br />
Ya, di tempat ini aku banyak mengenal<br />
Tempat yang biasa disebut sekolah</p>
<p>Di sekolah<br />
Aku tahu aksara<br />
Aku tahu harapan<br />
Dan aku tahu bagaimana perjuangan menggapai impian</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">72. Contoh Puisi 3 Bait</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Ibu, Pelita Hidupku</strong></p>
<p>Ibu, Kehadiranmu sungguh menghangatkanku<br />
Tuntunanmu menyelamatkanku<br />
Meski terkadang keras seperti baja</p>
<p>Namun kau lembut seperti sutra ibu<br />
Kesabaranmu lah yang mengubahkanku<br />
Untaian doamu lah yang membersihkan jiwaku<br />
Permohonan terus kau panjatkan ke hadirat<br />
Sang Empunya Hidup ini</p>
<p>Menghantarkanku menuju kebahagiaan ibu<br />
Kau sangat berarti bagiku<br />
Bahkan kau lebih daripada malaikat tak bersayap<br />
Hatimu selalu memeluk hatiku yang rapuh ini<br />
Terima kasih ibu</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">73. Contoh Puisi 4 Bait</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Pemandangan Indah</strong></p>
<p>Wahai Tuhan,<br />
Aku memendam kagumku pada-Mu,<br />
Dari malam hingga ketemu malam,<br />
Tak pernah padam api pesonaku.</p>
<p>Hembusan angin gunung,<br />
Indahnya tarian tumbuhan,<br />
Rasanya nyaman,<br />
Bagai taman surga di bumi.</p>
<p>Sempurnalah alam ini,<br />
Terpesona aku,<br />
Terpana aku,<br />
Harus dijaga selalu,<br />
Agar tak pernah sirna.</p>
<p>Terjangan laut pun adalah kebiasaan alam,<br />
Batu karang dipecahnya,<br />
Aneka fauna terhempas,<br />
Dari dasar laut paling dalam.</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi Akrostik</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Puisi akrostik adalah jenis puisi dimana huruf pertama dari setiap baris membentuk kata atau kalimat ketika dibaca dari atas ke bawah. Biasanya, kata yang terbentuk memiliki makna khusus, seperti nama seseorang, tema tertentu, atau pesan tersembunyi.</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">74. Contoh Puisi Akrostik CINTA</span></h3>
<p><strong>C</strong>erah sinarmu membuatku terpesona<br />
<strong>I</strong>ndahnya tak terbandingkan<br />
<strong>N</strong>an jauh di lubuk hati<br />
<strong>T</strong>ak pernah pudar rasa ini<br />
<strong>A</strong>ku akan selalu mencintaimu</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">75. Contoh Puisi Akrostik Nama</span></h3>
<p><strong>A</strong>ngin sejuk membawa kabar harapan<br />
<strong>N</strong>yanyian alam mengiringi langkahmu<br />
<strong>D</strong>i setiap senja, rindu itu berbisik pelan<br />
<strong>R</strong>iang senyummu adalah mentari di pagi yang tenang<br />
<strong>I</strong>ngatlah, mimpimu setinggi langit akan tercapai</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">76. Contoh Puisi Akrostik tentang Alam</span></h3>
<p><strong>A</strong>ngin berbisik lembut di pepohonan<br />
<strong>L</strong>angit biru terbentang luas tak berujung<br />
<strong>A</strong>ir sungai mengalir membawa kehidupan<br />
<strong>M</strong>entari bersinar hangat menyentuh bumi</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">77. Contoh Puisi Akrostik dari Huruf A Sampai Z</span></h3>
<p><strong>A</strong>da harapan di setiap langkah<br />
<strong>B</strong>ersama angin yang berhembus lembut<br />
<strong>C</strong>ahaya mentari menghangatkan jiwa<br />
<strong>D</strong>i dalam hati, rindu tak berujung<br />
<strong>E</strong>lusan waktu menorehkan cerita<br />
<strong>F</strong>ajar membawa harapan baru<br />
<strong>G</strong>emuruh badai pun akan berlalu<br />
<strong>H</strong>idup terus berjalan, tak pernah henti<br />
<strong>I</strong>ngatan akan masa lalu terasa manis<br />
<strong>J</strong>auh menatap ke cakrawala<br />
<strong>K</strong>eindahan alam menghiasi dunia<br />
<strong>L</strong>etih bukanlah alasan untuk berhenti<br />
<strong>M</strong>elangkah walau perlahan pasti<br />
<strong>N</strong>yanyian burung merdu di pagi hari<br />
<strong>O</strong>mbak menghempas, mengajar tentang kekuatan<br />
<strong>P</strong>ohon-pohon menari bersama angin<br />
<strong>Q</strong>uiet moment brings peace in chaos<br />
<strong>R</strong>indu yang terpendam akhirnya tersampaikan<br />
<strong>S</strong>etia pada setiap mimpi yang digenggam<br />
<strong>T</strong>etes embun mengajarkan kelembutan<br />
<strong>U</strong>ntuk setiap senja yang indah<br />
<strong>V</strong>ibrasi kehidupan terasa begitu nyata<br />
<strong>W</strong>aktu terus berjalan tanpa henti<br />
<strong>X</strong>ylophone bunyinya mengalun lembut<br />
<strong>Y</strong>akinlah bahwa segala usaha tak sia-sia<br />
<strong>Z</strong>aman terus berganti, kita tetap melangkah</p>
<p> </p>
<h2><span style="font-size: 18pt;">Contoh Puisi Diafan</span></h2>
<p style="text-align: justify;">Puisi diafan adalah jenis puisi yang memiliki gaya bahasa yang mudah dipahami. Kata “diafan” sendiri berasal dari bahasa Yunani, diaphanēs, yang berarti bening. Dalam konteks puisi, istilah ini menggambarkan karya yang sederhana, pendek, namun padat dan penuh rasa.</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">78. Contoh Puisi Diafan Singkat</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Sunyi</strong></p>
<p>Di bawah pohon tua,<br />
angin bicara<br />
tanpa suara.</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">79. Contoh Puisi Diafan Berjudul Rintik yang Bercerita</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Rintik yang Bercerita</strong></p>
<p>Hujan turun pelan,<br />
membasahi jalan yang dulu kita lewati.<br />
Aku diam di balik jendela,<br />
menonton waktu berjalan tanpa menoleh.<br />
Angin membawa sisa-sisa suara,<br />
entah itu rinduku atau hanya kenangan yang enggan pergi.<br />
Aku coba bertanya pada rintik,<br />
tapi jawabannya selalu sama—sunyi.<br />
Mungkin aku yang terlalu lama berharap,<br />
atau mungkin kau yang terlalu cepat menghilang.<br />
Tapi hujan tahu,<br />
tak semua yang jatuh akan kembali pulang.</p>
<p> </p>
<h3><span style="font-size: 14pt;">80. Contoh Puisi Diafan Berjudul Jejak di Pasir</span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong>Jejak di Pasir</strong></p>
<p>Kita pernah berjalan di tepi pantai,<br />
meninggalkan jejak yang tak bertahan lama.<br />
Ombak datang, menghapusnya perlahan,<br />
seperti waktu menghapus ingatan.<br />
Aku ingin menahan pasir di telapak tangan,<br />
tapi angin selalu punya cara untuk melepaskan.<br />
Seperti kau yang perlahan menjauh,<br />
tak berpaling, tak memberi alasan.<br />
Mungkin begini cara semesta bicara,<br />
bahwa tidak semua yang datang akan tetap tinggal.<br />
Beberapa hanya singgah sebentar,<br />
meninggalkan jejak, lalu menghilang tanpa jejak.</p>
<p style="text-align: center;">—</p>
<p style="text-align: justify;">Itu tadi pengertian, ciri-ciri, unsur, dan kumpulan contoh puisi pendek dari berbagai tema. Semoga artikel ini dapat menambah pemahamanmu, ya! Jika belum paham, kamu bisa lho akses <strong><a href="http://ruangguru.com/ruangbelajar" rel="noopener">ruangbelajar</a> </strong><em>by</em> Ruangguru untuk memahami materi puisi lebih dalam. Semangat, ya!</p>
<p><a href="https://ruangguru.onelink.me/blPk/eaff0eb9"><img decoding="async" class="aligncenter size-medium" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/eb8c33ff-4bfe-433c-9195-85f355d5db88.jpeg" alt="CTA Ruangbelajar" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="color: #444444;">Referensi:</span></strong></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #444444;">Buku Sekolah Elektronik Bahasa Indonesia Kelas 8 SMP [daring]. Tautan: </span>Buku Sekolah Elektronik (kemdikbud.go.id)<span style="color: #444444;"> diakses pada 10 Juni 2022.</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #444444;">Pengertian Puisi: Jenis-jenis, Contoh, dan Cara Membuat Puisi [daring]. Tautan: </span>Pengertian Puisi: Jenis-Jenis, Contoh dan Cara Membuat Puisi (gramedia.com)<span style="color: #444444;"> diakses pada 10 Juni 2022.</span></p>
<p>https://www.gramedia.com/best-seller/contoh-puisi-pendidikan/ (Diakses pada 27 Oktober 2023)</p>
<p>https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20221116171112-569-876954/kumpulan-puisi-untuk-guru-singkat-tapi-menyentuh-kalbu (Diakses pada 27 Oktober 2023)</p>
<p>https://www.detik.com/bali/berita/d-6416211/21-puisi-tentang-alam-beserta-contohnya (Diakses pada 27 Oktober 2023)</p>
<p>https://www.orami.co.id/magazine/puisi-kemerdekaan-indonesia?page=all (Diakses pada 27 Oktober 2023)</p>
<p>https://kumparan.com/inspirasi-kata/4-puisi-tentang-persahabatan-di-sekolah-yang-penuh-makna-1zK6Rh8c0HZ/full (Diakses pada 27 Oktober 2023)</p>
<p>https://blog.cakap.com/puisi-bahasa-inggris/ (Diakses pada 27 Oktober 2023)</p>
<p><strong>Sumber Gambar:</strong></p>
<p>https://www.freepik.com/free-vector/hand-drawn-flat-design-poetry-illustration_22890671.htm#query=poetry&position=1&from_view=search&track=sph (Diakses pada 27 Oktober 2023)</p>
</div>
<div class="content-meta-tags">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/kelas-8" rel="tag">Kelas 8</a> <a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/konsep-pelajaran" rel="tag">Konsep Pelajaran</a> <a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/smp" rel="tag">SMP</a> </div>
</div>
<div class="author-post">
<img loading="lazy" class="author-avatar" width="64px" height="64px" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/c67af191-a409-4002-8254-d4a3a5c1233c.jpg" alt="">
<div>
<h5 class="author-title">Hani Ammariah</h5>
<p class="author-description">Content Performance Coordinator at Ruangguru. I like to write things that are useful and also not. But I hope, you can learn something from this post. ^^</p>
</div>
</div> <div class="share-post">
<p>Bagikan artikel ini:</p>
<ul class="socmed">
<li>
<a target="_blank" href="https://api.whatsapp.com/send?phone=&text=80 Contoh Puisi Pendek Bermacam Tema dan Makna | Bahasa Indonesia Kelas 8%0D%0A%0D%0Ahttps://www.ruangguru.com/blog/contoh-puisi"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/whatsapp.png" loading="lazy" alt="Logo Whatsapp " /></a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/share.php?u=https://www.ruangguru.com/blog/contoh-puisi&quote=80 Contoh Puisi Pendek Bermacam Tema dan Makna | Bahasa Indonesia Kelas 8"> <img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook " /> </a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=80 Contoh Puisi Pendek Bermacam Tema dan Makna | Bahasa Indonesia Kelas 8&url=https://www.ruangguru.com/blog/contoh-puisi"> <img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading="lazy" alt="Logo Twitter " /> </a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&url=https://www.ruangguru.com/blog/contoh-puisi&title=80 Contoh Puisi Pendek Bermacam Tema dan Makna | Bahasa Indonesia Kelas 8"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading="lazy" alt="Logo LinkedIn " /></a>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="col-md-4 sticky">
<aside id="sidebar">
<div class="side-banner-desktop">
</div>
<div class="glider-navigation desktop">
<div role="tablist" class="dots" id="side-banner-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="side-banner-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="side-banner-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
<h2 style="font-size: 24px; font-weight: bold; margin-bottom: 16px;margin-top: 16px;">Artikel Terbaru</h2>
<ul>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/pergerakan-nasional-indonesia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png" alt="Pergerakan Nasional" class="external-img wp-post-image " /> <span>Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya | Sejarah Kelas 11</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/runtuhnya-uni-soviet">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png" alt="Runtuhnya Uni Soviet" class="external-img wp-post-image " /> <span>Sejarah Runtuhnya Uni Soviet, Penyebab, dan Dampaknya | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/konflik-palestina-israel">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png" class="external-img wp-post-image " /> <span>Latar Belakang Terjadinya Konflik Palestina dengan Israel | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/9-lembaga-dan-pelaku-pasar-modal-di-indonesia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/279825ac-672b-43f9-b66e-a1c7ec87f784.png" alt="Pelaku Pasar Modal di Indonesia" class="external-img wp-post-image " /> <span>9 Lembaga dan Pelaku Pasar Modal di Indonesia | Ekonomi Kelas 10</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/peristiwa-kontemporer-dunia-perpecahan-cekoslovakia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/2a1a35c0-f1f5-45d4-8869-ff5083bd90e5.png" alt="Perpecahan Cekoslowakia" class="external-img wp-post-image " /> <span>Latar Belakang Perpecahan Cekoslowakia dan Penyebabnya | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
</ul>
</aside>
</div>
</div>
<div class="row">
<div class="col-12">
<section class="related-posts">
<h2 class="page-title">
Artikel Lainnya
</h2>
<div class="content-grid">
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/pergerakan-nasional-indonesia">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya | Sejarah Kelas 11 </h2>
<div class="content-meta">
<span>March 6, 2026</span> <span>• 8 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/runtuhnya-uni-soviet">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Sejarah Runtuhnya Uni Soviet, Penyebab, dan Dampaknya | Sejarah Kelas 12 </h2>
<div class="content-meta">
<span></span> <span>• 11 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/konflik-palestina-israel">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Latar Belakang Terjadinya Konflik Palestina dengan Israel | Sejarah Kelas 12 </h2>
<div class="content-meta">
<span>March 5, 2026</span> <span>• 5 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
</div>
</section> </div>
</div>
<div class="banner-product-wrapper">
<a href="https://cta.ruangguru.com/7c02db90-610d-11ee-80fe-4201ac180089" target="_blank" class="alert alert-dismissible fade show banner-product" role="alert">
<button type="button" class="btn-close" data-bs-dismiss="alert" aria-label="Close"></button>
<!-- <p>Yuk pilih kelas dan materi belajar kamu di sini</p>
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/0e292531-9ee1-4eed-92f5-b5c053eea4c2.svg" width="42px" height="42px" class="arrow-right"> -->
<img class="image-floating-bottom" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/d19eb9b6-999d-4b92-87c6-c4fb32000d73.png?convert=web" />
</a>
</div>
</div>
</div>
<script>
function sleep(ms) {
return new Promise((resolve) => setTimeout(resolve, ms));
}
async function replaceCtaMarkupAsync() {
await sleep(2000);
alert("replace")
const contentBody = document.querySelector('.content-body');
const paragraphs = contentBody.querySelectorAll('p');
const regexPattern = /{{cta\(['"](.+?)['"]\)}}/g;
paragraphs.forEach((paragraph) => {
const originalHTML = paragraph.innerHTML;
let modifiedHTML = '';
let lastIndex = 0;
for (const match of originalHTML.matchAll(regexPattern)) {
const ctaId = match[1];
modifiedHTML += originalHTML.slice(lastIndex, match.index) + `<b>${ctaId}</b>`;
lastIndex = match.index + match[0].length;
}
modifiedHTML += originalHTML.slice(lastIndex);
paragraph.innerHTML = modifiedHTML;
});
document.addEventListener("DOMContentLoaded", () => {
replaceCtaMarkupAsync();
});
}
</script>
<div class="modal fade" id="popupPromo" tabindex="-1" aria-labelledby="popupPromoLabel" aria-hidden="true">
<div class="modal-dialog modal-dialog-centered" data-bs-backdrop="static" data-bs-keyboard="false">
<div class="modal-content">
<div class="button-wrapper">
<button type="button" class="btn-close" data-bs-dismiss="modal" aria-label="Close"></button>
</div>
<div class="glider-contain">
<div class="glider">
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/ab-web-pop-up-banner-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/4680961a-4e01-4169-8ff4-da0823d0da6c.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/e0ebb0c9-e368-4524-9241-dbaf73cafccd.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/rasionalisasi-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-blog-to-snbt-prem">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/e6888a56-1d95-4d8a-b87a-b19b8a185651.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/rgp-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/cbe7b869-fbe2-4497-8a1e-42344df5b137.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/kitab-tka-smp-popup-blog">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/eb41ad00-e4dc-46f5-b9f6-721266fc371e.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/f7908ac1-3b0b-492c-bf87-dcea2b20b87c.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-rg-kitablitetkasmp">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/50097055-1862-46a8-bbe0-fa5b077f88bb.png" />
</a>
</div>
<div class="glider-navigation">
<div role="tablist" class="dots" id="popup-promo-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="popup-promo-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="popup-promo-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<script>
var jsonString = '[{"CreatedAt":"2025-07-25 01:01:27+00:00","Id":696,"UpdatedAt":"2026-02-25 02:12:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":31467,"ctaId":"ab-web-pop-up-banner-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/ab-web-pop-up-banner-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b9b5f501-be14-4e3f-9ad8-a87e17ec16e9.png","name":"[AB] Web Pop Up Banner - Blog RG","targetUrl":"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/?utm-source=ab-web-pop-up-banner-blog-rg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/4680961a-4e01-4169-8ff4-da0823d0da6c.png","name":"[RG] Popup Banner Blog - Promo SNBT Ramadan","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":1,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-07-25 01:01:27+00:00","Id":705,"UpdatedAt":"2026-02-23 10:52:46+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33341,"ctaId":"ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f30c4943-4456-4a96-858b-fe065c9073ae.png","name":"[AB] Web Pop Up Banner - Blog RG 1","targetUrl":"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/?utm-source=ab-web-pop-up-banner-blog-rg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e0ebb0c9-e368-4524-9241-dbaf73cafccd.png","name":"[RG] Popup Banner Blog - Promo TKA Ramadan","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":2,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":657,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:10+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33189,"ctaId":"rasionalisasi-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/rasionalisasi-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png","name":"[RG] Pop Up Blog - Rasionalisasi","targetUrl":"https:\/\/www.ruangguru.com\/rasionalisasi"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Rasionalisasi","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":3,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-12-07 09:26:39+00:00","Id":677,"UpdatedAt":"2026-02-12 02:22:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33305,"ctaId":"to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg","name":"[IDN] CTA Popup Blog RG - Tryout SNBT Regular 2026","targetUrl":"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/TOUTBKREG7"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg","name":"[RG] Popup Blog RG - Tryout Regular 2026","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":4,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2026-02-05 10:16:52+00:00","Id":689,"UpdatedAt":"2026-03-05 02:41:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33338,"ctaId":"pop-blog-to-snbt-prem","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-blog-to-snbt-prem)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg","name":"[RG] Popup Blog - TO SNBT Prem","targetUrl":"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/TOUTBKPREM"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg","name":"[RG] Pop blog - TO SNBT Prem","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":5,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-12-07 09:26:39+00:00","Id":679,"UpdatedAt":"2026-03-04 03:44:16+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33304,"ctaId":"to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1bf472e1-62f4-4aa9-ab8c-4fa72a82dd7b.png","name":"[RG] Pop Up Blog RG - TO Premium TKA SD SMP","targetUrl":"https:\/\/s.id\/TOTKAPREMSDSMP"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/e6888a56-1d95-4d8a-b87a-b19b8a185651.png","name":"[RG] Popup Blog RG - TO TKA Premium SD SMP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":6,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-08-25 04:25:04+00:00","Id":672,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:17+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33285,"ctaId":"rgp-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/rgp-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png","name":"[RG] Pop Up Blog - RGP","targetUrl":"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png","name":"[RG] Pop Up Blog - RGP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":7,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":379,"UpdatedAt":"2026-03-06 01:54:52+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":31356,"ctaId":"25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f60bc49c-c00f-4a5e-80a2-2552fa18ae21.jpg","name":"CTA Blog RG - Kitab UTBK SNBT","targetUrl":"https:\/\/bit.ly\/orderkitabrg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/cbe7b869-fbe2-4497-8a1e-42344df5b137.jpg","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Kitab UTBK SNBT","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":8,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":587,"UpdatedAt":"2026-03-06 01:55:00+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33020,"ctaId":"kitab-tka-smp-popup-blog","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/kitab-tka-smp-popup-blog)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9ea9eca7-9ef7-433c-baad-14bc1019f890.jpg","name":"[RG] Pop up blog - Kitab TKA SMP","targetUrl":"https:\/\/bit.ly\/kitabtkasmprg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/eb41ad00-e4dc-46f5-b9f6-721266fc371e.jpg","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Kitab TKA SMP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":9,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-11-12 10:28:45+00:00","Id":636,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:20+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33149,"ctaId":"pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8d6f8639-cfff-4d64-89ea-f68bfe7a868c.png","name":"[RG] Pop blog - Kitab utbk snbt lite","targetUrl":"https:\/\/s.id\/litesnbt26"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f7908ac1-3b0b-492c-bf87-dcea2b20b87c.png","name":"[RG] Pop blog - Kitab utbk snbt lite","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":10,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-11-14 08:09:42+00:00","Id":647,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:21+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33160,"ctaId":"pop-rg-kitablitetkasmp","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-rg-kitablitetkasmp)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/20edba9b-ef84-4938-b698-4a82783478a5.png","name":"[RG] Pop blog - kitab lite tka smp","targetUrl":"https:\/\/s.id\/litetkasmp26"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/50097055-1862-46a8-bbe0-fa5b077f88bb.png","name":"[RG] Pop blog - kitab lite tka smp","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":11,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"}]';
var jsArray = JSON.parse(jsonString);
console.log(jsArray);
</script>
<script>
let windowHeight = window.innerHeight;
let promosLength = 11;
document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() {
// Initialize Bootstrap Modal
let popupPromo = new bootstrap.Modal(document.getElementById('popupPromo'), {});
// Initialize Glider.js inside the Bootstrap Modal
function initGliderInModal() {
new Glider(document.querySelector('#popupPromo .glider'), {
slidesToScroll: 1,
slidesToShow: 1,
draggable: true,
dots: '#popup-promo-dots',
arrows: {
prev: '#popup-promo-prev',
next: '#popup-promo-next'
}
});
}
// Show Bootstrap Modal and initialize Glider.js after a specified scroll amount
const scrollThreshold = 2 / 3 * windowHeight; // The scroll amount in pixels to trigger the Modal
let gliderInitialized = false;
window.addEventListener('scroll', function() {
if (window.scrollY >= scrollThreshold && !gliderInitialized && promosLength > 0) {
popupPromo.show();
// Listen for the 'shown' event to initialize Glider.js after the Modal has been fully displayed
$('#popupPromo').on('shown.bs.modal', function() {
initGliderInModal();
gliderInitialized = true;
// Optionally, remove the 'shown' event listener after initializing the Glider to avoid re-initializing
$('#popupPromo').off('shown.bs.modal');
});
// Remove the scroll event listener after the Modal is shown to avoid re-initializing the Glider
this.removeEventListener('scroll', arguments.callee);
}
});
});
</script>
<script src="https://unpkg.com/analytics@0.8.1/dist/analytics.min.js"></script>
<script type="text/javascript" src="https://unpkg.com/analytics-plugin-trackable-min@0.4.5/dist/analytics-plugin-trackable.min.js"></script>
<script type="text/javascript" defer>
/* Initialize analytics */
var Analytics = window._analytics.init({
app: "ruangguruLanding",
debug: false,
plugins: [analyticsTrackable()],
});
/* Additional context tracker pageView */
const post_id = 2758;
const tags_id = [25,10,16];
const category_id = 477;
const sub_category_id = 482;
const customData = {
tags_id: tags_id,
category_id: category_id,
sub_category_id: sub_category_id,
post_id: post_id,
};
Analytics.plugins.trackable.context(JSON.stringify(customData));
Analytics.ready(function () {
Analytics.page();
});
$(document).on('click', '[data-tracking-event-type]', function (event) {
const eventType = $(this).data('tracking-event-type');
const context = $(this).data('tracking-context');
Analytics.track(eventType, context);
});
</script>
<footer class="footer">
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-lg-3">
<div class="office">
<a href="https://www.ruangguru.com/">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/RG_LOGO_WHITE.png?convert=auto" alt="Logo Ruangguru" loading="lazy" />
</a>
<address>
<p class="hq">RUANGGURU HQ</p>
<p>
Gedung Sinarmas MSIG Tower Lt. 33. Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta 12920
</p>
</address>
</div>
<nav class="footer-menu call-us">
<p class="title">Hubungi Kami</p>
<address>
<a href="mailto:info@ruangguru.com">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/4739a139-8f09-42ea-b517-d842c5d1c28d.png" loading="lazy" alt="Logo Email Footer" />
info@ruangguru.com</a>
<a href="tel:02130930000">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/6f4bb6c8-52c9-4acb-859b-47a10a7eec75.png" loading="lazy" alt="Logo Phone Footer" />(021) 3093 0000</a>
<a href="https://wa.me/6281574410000">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/4b58468a-b2f9-40e4-867f-d3242a065dcf.png" loading="lazy" alt="Logo Whatsapp Footer" />0815 7441 0000</a>
</address>
</nav>
<nav class="footer-menu social d-none d-lg-block">
<p class="title">Ikuti Kami</p>
<a target="_blank" href="https://www.instagram.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png" loading="lazy" alt="Logo Instagram Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/ruanggurucom/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading=" lazy" alt="Logo Twitter Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.youtube.com/ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png" loading=" lazy" alt="Logo Youtube Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/company/ruangguru-com">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading=" lazy" alt="Logo LinkedIn Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.tiktok.com/@ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png" loading=" lazy" alt="Logo TikTok Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
</nav>
</div>
<div class="col-lg-9">
<div class="row">
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Produk Ruangguru</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://roboguru.ruangguru.com" target="_blank">Roboguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/roboguruplus">Roboguru Plus</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/dafa-lulu">Dafa dan Lulu</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/for-kids/kursus">Kursus for Kids</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/for-kids">Ruangguru for Kids</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bisnis">Ruangguru for Business</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruanguji">Ruanguji</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/blog">Ruangbaca</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruangkelas">Ruangkelas</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruangbelajar">Ruangbelajar</a></li>
<li><a href="https://pengajar.ruangguru.com/">Ruangpengajar</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/privat">Ruangguru Privat</a></li>
<li><a href="https://www.ruangpeduli.org/" target="_blank">Ruangpeduli</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Bantuan & Panduan</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://www.ruangguru.com/company-credentials">Company Credentials</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/beasiswa">Beasiswa Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/cicilan">Cicilan Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/promo">Promo Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://ticketing.ruangguru.com/help?request_type_id=459" target="_blank">Vulnerability Report</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bantuan#layanan">Layanan Pengaduan</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/terms-conditions">Syarat & Ketentuan</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/privacy-policy">Kebijakan Privasi</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/about-us">Tentang Kami</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/contact-us">Kontak Kami</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/press">Press Kit</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bantuan">Bantuan</a></li>
<li><a href="https://career.ruangguru.com/">Karier</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Produk Lainnya</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://www.brainacademy.id/" target="_blank">Brain Academy</a></li>
<li><a href="https://www.english-academy.id/" target="_blank">English Academy</a></li>
<li><a href="https://skillacademy.com/" target="_blank">Skill Academy</a></li>
<li><a href="https://www.ruangkerja.id/" target="_blank">Ruangkerja</a></li>
<li><a href="https://www.schoters.com/id/" target="_blank">Schoters</a></li>
<li><a href="https://www.kalananti.id/" target="_blank">Kalananti</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title"> Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru</p>
<div class="download-list">
<ul>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://apps.apple.com/id/app/ruangguru-solusi-belajar/id1099742206?l=id">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/appstore.png" loading="lazy" alt="Button App Store Footer " />
</a>
</li>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ruangguru.livestudents&hl=in">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/googleplay.png" loading="lazy" alt="Button Google Play Footer " />
</a>
</li>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://appgallery.huawei.com/#/app/C102352375">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/huawei.png" loading="lazy" alt="Button AppGallery Footer " />
</a>
</li>
</ul>
</div>
</nav>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="d-lg-none text-center">
<nav class="footer-menu social">
<p class="title">Ikuti Kami</p>
<a target="_blank" href="https://www.instagram.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png" loading="lazy" alt="Logo Instagram Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/ruanggurucom/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading=" lazy" alt="Logo Twitter Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.youtube.com/ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png" loading=" lazy" alt="Logo Youtube Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/company/ruangguru-com">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading=" lazy" alt="Logo LinkedIn Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.tiktok.com/@ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png" loading=" lazy" alt="Logo TikTok Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
</nav>
</div>
<p class="footer-copyright">
© 2026 All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia
</p>
</div>
<style>
.bantuan-container {
position: relative;
}
.bantuan-element {
position: fixed;
z-index: 999;
display: flex;
align-items: flex-end;
justify-content: flex-end;
cursor: pointer;
transition: all 0.6s ease;
}
.bantuan-top {
bottom: 11rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom {
bottom: 2rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-top-2 {
bottom: 15rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-top-3 {
bottom: 19rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom-2 {
bottom: 5rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom-3 {
bottom: 8rem;
right: 2rem;
}
@media (min-width: 768px) {
.bantuan-element img {
width: auto;
transition: all 0.4s ease;
}
.bantuan-top img {
width: 140px;
}
.bantuan-bottom img {
width: 140px;
}
.bantuan-top-2 img,
.bantuan-top-3 img {
width: 140px;
}
.bantuan-bottom-2 img,
.bantuan-bottom-3 img {
width: 140px;
}
.bantuan-element.clicked {
bottom: 9rem;
right: 2.5rem;
}
.bantuan-element.clicked img {
width: auto;
height: 64px;
}
}
@media (max-width: 767px) {
.bantuan-top {
bottom: 8rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom {
bottom: 2rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-top-2 {
bottom: 12rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-top-3 {
bottom: 16rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom-2 {
bottom: 5rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom-3 {
bottom: 8rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-element img {
width: auto;
}
.bantuan-top img,
.bantuan-top-2 img,
.bantuan-top-3 img {
width: 96px;
}
.bantuan-bottom img,
.bantuan-bottom-2 img,
.bantuan-bottom-3 img {
width: 96px;
}
}
.bantuan-element:hover {
transform: scale(1.05);
}
.bantuan-element img {
max-width: 100%;
height: auto;
}
</style>
<div id="bantuan-divs-container" style="position: relative" data-product="ruangguru" data-table="rg_floating_icon"></div>
<script>
class FloatingDivsComponent {
constructor(product = 'ruangguru', table = 'rg_floating_icon') {
this.container = document.getElementById('bantuan-divs-container');
this.floatingElements = [];
this.product = product;
this.table = table;
// Configuration
this.config = {
baseApiUrl: 'https://gw.ruangguru.com/api/v3/rdb/p_ddgy8hjx5dxsqx/rg_banner/views/',
apiKey: 'vLyK3dJrDBRmOwueX2OJXibMkgsUbBk0WS4ua2p1',
maxElements: 2,
zIndexBase: 100,
};
// Build dynamic API URL based on table parameter
this.config.apiUrl = this.buildApiUrl();
this.init();
}
buildApiUrl() {
const baseUrl = this.config.baseApiUrl;
const tableName = this.table || 'rg_floating_icon';
const queryParams =
'offset=0&limit=99999&sort=rankPosition&where=(type,eq,floating)~and(showIn,anyof,blog)~and(hide,is,false)~and(product,eq,' +
this.product +
')&nested%5Bcta%5D%5Bfields%5D=Id,name,ctaId,imageUrl,ctaLink,targetUrl';
return `${baseUrl}${tableName}?${queryParams}`;
}
async init() {
try {
await this.fetchFloatingElements();
this.renderFloatingElements();
} catch (error) {
console.error('Failed to initialize floating divs component:', error);
}
}
async fetchFloatingElements() {
try {
const options = {
method: 'GET',
headers: {
'xc-token': this.config.apiKey || 'vLyK3dJrDBRmOwueX2OJXibMkgsUbBk0WS4ua2p1',
},
};
const urlNoco = this.config.apiUrl;
const response = await fetch(urlNoco, options);
if (!response.ok) {
throw new Error(`HTTP error! status: ${response.status}`);
}
const data = await response.json();
this.floatingElements = this.processApiResponse(data);
} catch (error) {
console.error('Error fetching floating elements:', error);
throw error;
}
}
processApiResponse(data) {
if (!data || !data.list || !Array.isArray(data.list)) {
return [];
}
console.log(data.list);
// Ensure we only get maximum 2 elements
const limitedElements = data.list.slice(0, this.config.maxElements);
return limitedElements;
}
renderFloatingElements() {
if (!this.container || this.floatingElements.length === 0) {
return;
}
// Additional safeguard: ensure we never render more than maxElements
const elementsToRender = this.floatingElements.slice(0, this.config.maxElements);
// Clean up existing elements and their event listeners
this.cleanupExistingElements();
// Clear existing content
this.container.innerHTML = '';
elementsToRender.forEach((element, index) => {
const floatingDiv = this.createFloatingDiv(element, index);
this.container.appendChild(floatingDiv);
});
}
cleanupExistingElements() {
// Clear existing elements (no need for event listener cleanup with CSS approach)
const existingElements = this.container.querySelectorAll('[data-floating-element]');
existingElements.forEach(element => {
element.remove();
});
}
createFloatingDiv(element, index) {
const div = document.createElement('div');
const cta = element.cta[0]; // Use the first CTA
// Add data attribute for cleanup tracking
div.setAttribute('data-floating-element', 'true');
// Apply CSS classes based on rankPosition
const positionClass = this.getPositionClass(element.rankPosition, index);
div.className = `bantuan-element ${positionClass}`;
div.style.zIndex = this.config.zIndexBase + index;
// Create the link and image
const link = document.createElement('a');
link.href = 'https://cta.ruangguru.com/' + cta.ctaId || '#';
link.target = '_blank';
// Add tracking attributes
link.setAttribute('data-tracking-event-type', 'landing_page__core__item_click');
link.setAttribute(
'data-tracking-context',
JSON.stringify({
product_name: this.product,
cta_action: 'redirection',
cta_action_detail: link.href,
item_type: 'floating',
item_name: element.name || 'Floating element',
item_category: 'payment',
item_position: index,
item_serial: null,
section_type: 'floating_item',
section_position: 'body',
section_name: 'floating_item',
})
);
const img = document.createElement('img');
img.src = element.imageUrl + '?h=200&convert=webp';
img.alt = element.name || 'Floating element';
img.loading = 'lazy';
// Add click tracking
link.addEventListener('click', () => {
this.trackClick(element, cta);
});
link.appendChild(img);
div.appendChild(link);
return div;
}
getPositionClass(rankPosition, index) {
// Define positioning classes based on rankPosition
if (rankPosition === 1) {
return 'bantuan-top'; // Top position
} else if (rankPosition === 2) {
return 'bantuan-bottom'; // Bottom position
} else {
// For additional elements, distribute them evenly
return `bantuan-${index % 2 === 0 ? 'top' : 'bottom'}-${Math.floor(index / 2) + 1}`;
}
}
trackClick(element, cta) {
// Implement click tracking logic here
console.log('Floating element clicked:', {
elementId: element.Id,
elementName: cta.name,
ctaId: cta.ctaId,
targetUrl: cta.targetUrl,
});
}
// Public method to manually refresh
async refresh() {
try {
await this.fetchFloatingElements();
this.renderFloatingElements();
} catch (error) {
console.error('Failed to refresh floating elements:', error);
throw error;
}
}
// Public method to get current floating elements
getFloatingElements() {
return [...this.floatingElements];
}
}
// Initialize the component when DOM is ready
document.addEventListener('DOMContentLoaded', () => {
// Get product and table parameters from data attributes
const container = document.getElementById('bantuan-divs-container');
const product = container.getAttribute('data-product') || 'ruangguru';
const table = container.getAttribute('data-table') || 'rg_floating_icon';
new FloatingDivsComponent(product, table);
});
// Export for use in other modules if needed
if (typeof module !== 'undefined' && module.exports) {
module.exports = FloatingDivsComponent;
}
</script> <div id="wp-install-nudge" style="
position: fixed;
bottom: 0rem;
right: 0;
z-index: 999;
cursor: pointer;
"></div>
<script>
(function (w, d, s, o, f, js, fjs) {
w['Sales-Nudge-Widget'] = o; w[o] = w[o] || function () { (w[o].q = w[o].q || []).push(arguments) };
js = d.createElement(s), fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
js.id = o; js.src = f; js.async = 1; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(window, document, 'script', 'wpInstallNudge', 'https://cdn-web-2.ruangguru.com/sales-nudge/6198a95130/dist/widget.js'));
wpInstallNudge('init', { targetElementId: 'wp-install-nudge', clientTarget: 'ruangguru_blog' });
</script>
<script>
// note: disabled due to auto reload page
// var lastScrollTop = 0;
// $(window).scroll(function(event){
// var st = $(this).scrollTop();
// if (st > lastScrollTop){
// $('#wp-install-nudge').slideDown( "slow", function() {});
// } else {
// $('#wp-install-nudge').slideUp( "slow", function() {});
// }
// lastScrollTop = st;
// });
// $(document).ready(function () {
// $("#wp-install-nudge").hide();
// });
$('#wp-install-nudge').click(function(){
Analytics.track("promotion__install_nudge__click",
{
user_email: "ruangguru@blog.com",
cta_link: widgetData.dataConfig.target_link
}).catch((err) => {
console.log("tracker error", err);
});
});
</script>
</footer>
<div id="__next"></div>
<script type="speculationrules">
{"prefetch":[{"source":"document","where":{"and":[{"href_matches":"\/blog\/*"},{"not":{"href_matches":["\/blog\/wp-*.php","\/blog\/wp-admin\/*","\/blog\/wp-content\/uploads\/*","\/blog\/wp-content\/*","\/blog\/wp-content\/plugins\/*","\/blog\/wp-content\/themes\/ruangguru\/*","\/blog\/*\\?(.+)"]}},{"not":{"selector_matches":"a[rel~=\"nofollow\"]"}},{"not":{"selector_matches":".no-prefetch, .no-prefetch a"}}]},"eagerness":"conservative"}]}
</script>
<script>
async function getCtaDetails(ctaIds) {
const endpoint =
" https://gw.ruangguru.com/api/v3/rdb/p_ddgy8hjx5dxsqx/CTA/views/CTA?offset=0&limit=10&where=(ctaId,in," + ctaIds.toString() + ")";
try {
const response = await fetch(endpoint, {
headers: {
"xc-token": "-hG2nBDJzSj0agSgNtcJx97M4F02y54nUMoY6plJ",
},
});
const data = await response.json();
const ctaList = data?.list || [];
const ctaMap = new Map();
for (const ctaData of ctaList) {
ctaMap.set(ctaData.ctaId, ctaData);
}
return ctaMap;
} catch (error) {
console.error("Error fetching CTA details:", error);
return new Map();
}
}
async function replaceCTA() {
const regex = /{{cta\((‘(.*?)’|“(.*?)”)\)}}/g;
const bodyHTML = document.body.innerHTML;
const matches = Array.from(bodyHTML.matchAll(regex));
const ctaIds = matches.map((match) => {
let ctaId = match[2] ?? match[3];
return ctaId;
});
const ctaMap = await getCtaDetails(ctaIds);
const replacedHTML = bodyHTML.replace(regex, (match, _inner, ctaId1, ctaId2) => {
const ctaId = ctaId1 ?? ctaId2;
const ctaData = ctaMap.get(ctaId);
if (ctaData) {
return `<a href="https://cta.ruangguru.com/${ctaData.ctaId}" target="_${ctaData.targetType}" style="position:relative;display:inline-block;">
<img src="${ctaData.imageUrl}" loading="lazy" alt="${ctaData.altText}" />
</a>`;
} else {
return match;
}
});
document.body.innerHTML = replacedHTML;
}
</script>
<meta name="author" content="Ruangguru Tech Team">
<!-- Google Tag Manager (noscript) -->
<noscript><iframe src="https://www.googletagmanager.com/ns.html?id=GTM-PVNLZFT" height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"></iframe></noscript>
<!-- Tracker -->
<script type="text/javascript" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-page-web/public/staticpages/global-assets/js/cta.js"></script>
<script src="https://unpkg.com/@dotlottie/player-component@latest/dist/dotlottie-player.mjs" type="module"></script>
</body>
</html>