HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Bagaimana sih, konsep</em><em>motif dan</em><em>prinsip ekonomi serta pengaruhnya terhadap tindakan ekonomi? Yuk, cari tahu jawabannya dengan menyimak<strong><a>artikel Ekonomi kelas 10</a></strong>berikut ini!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Bagaimana sih, konsep</em><em>motif dan</em><em>prinsip ekonomi serta pengaruhnya terhadap tindakan ekonomi? Yuk, cari tahu jawabannya dengan menyimak<strong><a>artikel Ekonomi kelas 10</a></strong>berikut ini!</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
3 </blockquote><p>Berbelanja di supermarket atau pasar modern pastinya berbeda ya, dengan berbelanja di pasar tradisional. Salah satu perbedaannya adalah adanya tindakan tawar menawar di pasar tradisional. Kalau kamu pernah diajak orang tuamu berbelanja di pasar tradisional, kamu pasti pernah melihat orang yang sedang melakukan tawar menawar,<em>kan</em>?</p>
3 </blockquote><p>Berbelanja di supermarket atau pasar modern pastinya berbeda ya, dengan berbelanja di pasar tradisional. Salah satu perbedaannya adalah adanya tindakan tawar menawar di pasar tradisional. Kalau kamu pernah diajak orang tuamu berbelanja di pasar tradisional, kamu pasti pernah melihat orang yang sedang melakukan tawar menawar,<em>kan</em>?</p>
4 <p><em>Nah</em>,<strong>tawar menawar</strong>merupakan suatu<strong>tindakan ekonomi</strong>yang dilakukan oleh penjual dan pembeli untuk menentukan harga suatu barang. Lalu, apa yang dimaksud dengan tindakan ekonomi?</p>
4 <p><em>Nah</em>,<strong>tawar menawar</strong>merupakan suatu<strong>tindakan ekonomi</strong>yang dilakukan oleh penjual dan pembeli untuk menentukan harga suatu barang. Lalu, apa yang dimaksud dengan tindakan ekonomi?</p>
5 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Biaya Peluang (<em>Opportunity Cost</em>)</a></strong></p>
5 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Biaya Peluang (<em>Opportunity Cost</em>)</a></strong></p>
6 <h2>Pengertian Tindakan Ekonomi</h2>
6 <h2>Pengertian Tindakan Ekonomi</h2>
7 <p>Tindakan ekonomi adalah<strong>aktivitas</strong>yang dilakukan manusia untuk <strong>memenuhi kebutuhan hidupnya </strong>agar mencapai kesejahteraan dan kemakmuran.</p>
7 <p>Tindakan ekonomi adalah<strong>aktivitas</strong>yang dilakukan manusia untuk <strong>memenuhi kebutuhan hidupnya </strong>agar mencapai kesejahteraan dan kemakmuran.</p>
8 <p>Kenapa<em>sih</em>tawar menawar merupakan tindakan ekonomi? Ya, karena baik penjual maupun pembeli, sama-sama melakukan usaha untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan tawar menawar, kedua pihak sama-sama mendapatkan keuntungan dan bisa mencapai kesejahteraan.</p>
8 <p>Kenapa<em>sih</em>tawar menawar merupakan tindakan ekonomi? Ya, karena baik penjual maupun pembeli, sama-sama melakukan usaha untuk memenuhi kebutuhannya. Dengan tawar menawar, kedua pihak sama-sama mendapatkan keuntungan dan bisa mencapai kesejahteraan.</p>
9 <p>Masih bingung? Oke, penjelasannya gini, kalau kamu mau membeli suatu barang, pasti ingin harga barang tersebut sesuai dengan<em>budget</em>yang kamu miliki atau lebih murah dari harga aslinya,<em>kan</em>? Beda lagi ceritanya<em>kalo</em>kamu anak sultan.<em>Hehehe.</em></p>
9 <p>Masih bingung? Oke, penjelasannya gini, kalau kamu mau membeli suatu barang, pasti ingin harga barang tersebut sesuai dengan<em>budget</em>yang kamu miliki atau lebih murah dari harga aslinya,<em>kan</em>? Beda lagi ceritanya<em>kalo</em>kamu anak sultan.<em>Hehehe.</em></p>
10 <p><em>Nah</em>, ketika harga barang tersebut tidak sesuai dengan keinginan kamu, kamu akan cenderung melakukan tawar menawar agar barang tersebut bisa menjadi lebih murah. Kalau penjualnya<em>deal</em>atau setuju dengan harga yang kamu inginkan, sisa uang untuk membeli barang tadi bisa digunakan untuk membeli kebutuhan yang lain dan kamu akan lebih hemat.</p>
10 <p><em>Nah</em>, ketika harga barang tersebut tidak sesuai dengan keinginan kamu, kamu akan cenderung melakukan tawar menawar agar barang tersebut bisa menjadi lebih murah. Kalau penjualnya<em>deal</em>atau setuju dengan harga yang kamu inginkan, sisa uang untuk membeli barang tadi bisa digunakan untuk membeli kebutuhan yang lain dan kamu akan lebih hemat.</p>
11 <p>Baca Juga:<a>Macam-Macam Sistem Ekonomi</a></p>
11 <p>Baca Juga:<a>Macam-Macam Sistem Ekonomi</a></p>
12 <p>Pembeli jadi bisa mendapatkan harga yang lebih murah dengan kualitas yang sama sebagai keuntungan dari menawar harga barang. Begitu pun dengan penjual. Dalam menjual sesuatu, pasti penjual ingin mendapatkan keuntungan.<em>Nah</em>, sebelum menentukan harga terbaik, penjual harus melakukan riset harga di pasaran terlebih dahulu. Lalu, memperhitungkan harga modal biar<em>nggak</em>rugi.</p>
12 <p>Pembeli jadi bisa mendapatkan harga yang lebih murah dengan kualitas yang sama sebagai keuntungan dari menawar harga barang. Begitu pun dengan penjual. Dalam menjual sesuatu, pasti penjual ingin mendapatkan keuntungan.<em>Nah</em>, sebelum menentukan harga terbaik, penjual harus melakukan riset harga di pasaran terlebih dahulu. Lalu, memperhitungkan harga modal biar<em>nggak</em>rugi.</p>
13 <p>Ketika ada tindakan tawar-menawar, penjual menarik perhatian pembeli dengan memberikan harga yang murah, tapi penjual sebenarnya masih memperoleh keuntungan. Hal itu dilakukan agar pembeli tidak membeli barang dari pesaing, sehingga penjual bisa mendapatkan keuntungan lebih dengan banyaknya pelanggan yang ia miliki.</p>
13 <p>Ketika ada tindakan tawar-menawar, penjual menarik perhatian pembeli dengan memberikan harga yang murah, tapi penjual sebenarnya masih memperoleh keuntungan. Hal itu dilakukan agar pembeli tidak membeli barang dari pesaing, sehingga penjual bisa mendapatkan keuntungan lebih dengan banyaknya pelanggan yang ia miliki.</p>
14 <p>Gimana, paham ya maksudnya? Tapi, jangan mentang-mentang kamu mau untung banyak, nawarnya<em>nggak</em>kira-kira, ya. Harganya 15.000, eh ditawar 5.000. Apa tidak kebangetan namanya?</p>
14 <p>Gimana, paham ya maksudnya? Tapi, jangan mentang-mentang kamu mau untung banyak, nawarnya<em>nggak</em>kira-kira, ya. Harganya 15.000, eh ditawar 5.000. Apa tidak kebangetan namanya?</p>
15 <p>Penjual be lyke, “suka-suka lu, dah!” (Sumber: giphy.com)</p>
15 <p>Penjual be lyke, “suka-suka lu, dah!” (Sumber: giphy.com)</p>
16 <p><em>Nah</em>, tindakan ekonomi dipengaruhi oleh beberapa motif (dorongan), yaitu motif ekonomi dan motif non-ekonomi. Kita akan bahas satu per satu mulai dari motif ekonomi dulu, ya.</p>
16 <p><em>Nah</em>, tindakan ekonomi dipengaruhi oleh beberapa motif (dorongan), yaitu motif ekonomi dan motif non-ekonomi. Kita akan bahas satu per satu mulai dari motif ekonomi dulu, ya.</p>
17 <p><strong>Baca Juga:<a>Pembagian Ilmu Ekonomi: Deskriptif, Teori &amp; Terapan</a></strong></p>
17 <p><strong>Baca Juga:<a>Pembagian Ilmu Ekonomi: Deskriptif, Teori &amp; Terapan</a></strong></p>
18 <h2>Pengertian Motif Ekonomi</h2>
18 <h2>Pengertian Motif Ekonomi</h2>
19 <p>Apa sih motif ekonomi itu? Motif ekonomi adalah alasan untuk mendorong seseorang untuk melakukan tindakan ekonomi.</p>
19 <p>Apa sih motif ekonomi itu? Motif ekonomi adalah alasan untuk mendorong seseorang untuk melakukan tindakan ekonomi.</p>
20 <p>Contohnya begini, saat kamu memutuskan untuk makan dan sedang<em>nggak</em>ada makanan di rumah, pasti kamu akan dihadapkan oleh dua pilihan. Pertama, kamu memilih untuk masak makanan sendiri di rumah, atau kedua, kamu membeli makanan siap saji.</p>
20 <p>Contohnya begini, saat kamu memutuskan untuk makan dan sedang<em>nggak</em>ada makanan di rumah, pasti kamu akan dihadapkan oleh dua pilihan. Pertama, kamu memilih untuk masak makanan sendiri di rumah, atau kedua, kamu membeli makanan siap saji.</p>
21 <p>Kalau tindakan yang kamu lakukan didasari dengan motif ekonomi, kamu pasti akan mempertimbangkan mana yang lebih hemat. Ternyata, membeli bahan baku mentah dan memasaknya di rumah akan lebih hemat karena bahan-bahannya dapat digunakan untuk beberapa hari kedepan, dibandingkan dengan membeli makanan siap saji.</p>
21 <p>Kalau tindakan yang kamu lakukan didasari dengan motif ekonomi, kamu pasti akan mempertimbangkan mana yang lebih hemat. Ternyata, membeli bahan baku mentah dan memasaknya di rumah akan lebih hemat karena bahan-bahannya dapat digunakan untuk beberapa hari kedepan, dibandingkan dengan membeli makanan siap saji.</p>
22 <p><em>Nah</em>, motif ekonomi bisa berasal dari<strong>diri sendiri (motif intrinsik)</strong>maupun<strong>dari luar (motif ekstrinsik)</strong>. Contoh motif intrinsik adalah ketika kamu lapar/haus, maka kamu akan membeli makanan/minuman. Sementara itu, contoh motif ekstrinsik adalah ketika kamu membeli minuman bersoda karena kemakan iklan di televisi atau YouTube<em>.</em></p>
22 <p><em>Nah</em>, motif ekonomi bisa berasal dari<strong>diri sendiri (motif intrinsik)</strong>maupun<strong>dari luar (motif ekstrinsik)</strong>. Contoh motif intrinsik adalah ketika kamu lapar/haus, maka kamu akan membeli makanan/minuman. Sementara itu, contoh motif ekstrinsik adalah ketika kamu membeli minuman bersoda karena kemakan iklan di televisi atau YouTube<em>.</em></p>
23 <p>Selain itu, motif seseorang untuk melakukan tindakan ekonomi juga ada tiga macam, di antaranya sebagai berikut:</p>
23 <p>Selain itu, motif seseorang untuk melakukan tindakan ekonomi juga ada tiga macam, di antaranya sebagai berikut:</p>
24 <p>Selanjutnya, kita bahas motif non-ekonomi, ya!</p>
24 <p>Selanjutnya, kita bahas motif non-ekonomi, ya!</p>
25 <h2>Pengertian Motif Non-Ekonomi</h2>
25 <h2>Pengertian Motif Non-Ekonomi</h2>
26 <p>Suatu tindakan ekonomi apabila dilakukan berdasarkan motif ekonomi pasti akan mendapat hasil yang lebih banyak daripada pengeluaran yang dilakukan. Beda halnya dengan tindakan yang didasari dengan motif non-ekonomi.</p>
26 <p>Suatu tindakan ekonomi apabila dilakukan berdasarkan motif ekonomi pasti akan mendapat hasil yang lebih banyak daripada pengeluaran yang dilakukan. Beda halnya dengan tindakan yang didasari dengan motif non-ekonomi.</p>
27 <p>Motif non-ekonomi adalah alasan yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan yang <strong>bukan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup</strong>.</p>
27 <p>Motif non-ekonomi adalah alasan yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan yang <strong>bukan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup</strong>.</p>
28 <p>Orang yang melakukan tindakan ekonomi berdasarkan motif non-ekonomi biasanya<em>nggak</em>disertai dengan pertimbangan, cenderung tergesa-gesa, dan hanya mengikuti hawa nafsunya saja. Tujuannya bukan untuk memenuhi kebutuhan hidup, melainkan hanya ingin dipuji atau dianggap kaya.</p>
28 <p>Orang yang melakukan tindakan ekonomi berdasarkan motif non-ekonomi biasanya<em>nggak</em>disertai dengan pertimbangan, cenderung tergesa-gesa, dan hanya mengikuti hawa nafsunya saja. Tujuannya bukan untuk memenuhi kebutuhan hidup, melainkan hanya ingin dipuji atau dianggap kaya.</p>
29 <p>Contohnya, seseorang yang membeli mobil baru, padahal mobil lamanya masih bisa digunakan.<em>Nah</em>, ia membeli mobil tersebut bukan karena kebutuhan, melainkan karena ingin dianggap kaya oleh tetangga-tetangganya.</p>
29 <p>Contohnya, seseorang yang membeli mobil baru, padahal mobil lamanya masih bisa digunakan.<em>Nah</em>, ia membeli mobil tersebut bukan karena kebutuhan, melainkan karena ingin dianggap kaya oleh tetangga-tetangganya.</p>
30 <p>Sampai di sini paham ya bedanya tindakan ekonomi yang dipengaruhi oleh motif ekonomi dan motif non-ekonomi?</p>
30 <p>Sampai di sini paham ya bedanya tindakan ekonomi yang dipengaruhi oleh motif ekonomi dan motif non-ekonomi?</p>
31 <p><strong>Baca Juga:<a>Ekonomi Syariah: Pengertian, Karakteristik, Hukum &amp; Prinsipnya</a></strong></p>
31 <p><strong>Baca Juga:<a>Ekonomi Syariah: Pengertian, Karakteristik, Hukum &amp; Prinsipnya</a></strong></p>
32 <h2>Prinsip Ekonomi</h2>
32 <h2>Prinsip Ekonomi</h2>
33 <p>Lalu, gimana<em>sih</em>caranya supaya kita bisa mengontrol diri kita saat melakukan tindakan ekonomi?</p>
33 <p>Lalu, gimana<em>sih</em>caranya supaya kita bisa mengontrol diri kita saat melakukan tindakan ekonomi?</p>
34 <p><em>Nah</em>, setiap orang harus memiliki prinsip ekonomi. Singkatnya, prinsip ekonomi adalah sebuah usaha untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya (maksimal) dengan pengeluaran sekecil-kecilnya (minimal).</p>
34 <p><em>Nah</em>, setiap orang harus memiliki prinsip ekonomi. Singkatnya, prinsip ekonomi adalah sebuah usaha untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya (maksimal) dengan pengeluaran sekecil-kecilnya (minimal).</p>
35 <p>Maka dari itu, prinsip ekonomi disebut juga sebagai pedoman atau arahan dalam melakukan tindakan ekonomi.</p>
35 <p>Maka dari itu, prinsip ekonomi disebut juga sebagai pedoman atau arahan dalam melakukan tindakan ekonomi.</p>
36 <p>Jadi, dengan adanya prinsip ekonomi ini, kita bisa memperhitungkan keuntungan dan kerugian saat melakukan tindakan ekonomi. Contohnya seperti kasus tawar menawar yang sudah dijelaskan di atas tadi.</p>
36 <p>Jadi, dengan adanya prinsip ekonomi ini, kita bisa memperhitungkan keuntungan dan kerugian saat melakukan tindakan ekonomi. Contohnya seperti kasus tawar menawar yang sudah dijelaskan di atas tadi.</p>
37 <p>Oh iya, pernah<em>nggak sih</em>, ketika kamu pergi berbelanja bersama orang tuamu, kamu suka minta dibelikan sesuatu? Misalnya, mainan, baju, atau barang-barang yang sebenarnya<em>nggak</em>kamu butuhin banget.<em>Hayoo ngaku? Hihihi</em>.</p>
37 <p>Oh iya, pernah<em>nggak sih</em>, ketika kamu pergi berbelanja bersama orang tuamu, kamu suka minta dibelikan sesuatu? Misalnya, mainan, baju, atau barang-barang yang sebenarnya<em>nggak</em>kamu butuhin banget.<em>Hayoo ngaku? Hihihi</em>.</p>
38 <p>Kalau jawabanmu iya, kamu harus mulai<em>stop</em>melakukannya, ya! Biasanya, itu hanya keinginan yang muncul sesaat, alias lapar mata saja. Selain itu, kalau kamu suka membeli barang yang<em>nggak</em>terlalu kamu butuhin, hal itu berlawanan dengan ciri dari prinsip ekonomi,<em>loh</em>.</p>
38 <p>Kalau jawabanmu iya, kamu harus mulai<em>stop</em>melakukannya, ya! Biasanya, itu hanya keinginan yang muncul sesaat, alias lapar mata saja. Selain itu, kalau kamu suka membeli barang yang<em>nggak</em>terlalu kamu butuhin, hal itu berlawanan dengan ciri dari prinsip ekonomi,<em>loh</em>.</p>
39 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli, Tujuan &amp; Manfaatnya</a></strong></p>
39 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Ilmu Ekonomi Menurut Para Ahli, Tujuan &amp; Manfaatnya</a></strong></p>
40 <h3>Ciri-Ciri Prinsip Ekonomi</h3>
40 <h3>Ciri-Ciri Prinsip Ekonomi</h3>
41 <ol><li>Mengutamakan kebutuhan yang sifatnya lebih penting dan mendesak.</li>
41 <ol><li>Mengutamakan kebutuhan yang sifatnya lebih penting dan mendesak.</li>
42 <li>Bersikap hemat dan tidak boros dalam tindakannya.</li>
42 <li>Bersikap hemat dan tidak boros dalam tindakannya.</li>
43 <li>Melakukan tindakan ekonomi dengan pertimbangan yang matang.</li>
43 <li>Melakukan tindakan ekonomi dengan pertimbangan yang matang.</li>
44 <li>Mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari setiap tindakan ekonomi yang dilakukannya.</li>
44 <li>Mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari setiap tindakan ekonomi yang dilakukannya.</li>
45 </ol><p><em>Nah</em>, kalau kita ingat bahasan tentang motif non-ekonomi tadi, berarti tindakan yang dipengaruhi oleh motif non-ekonomi pasti berlawanan dengan ciri-ciri prinsip ekonomi, ya.</p>
45 </ol><p><em>Nah</em>, kalau kita ingat bahasan tentang motif non-ekonomi tadi, berarti tindakan yang dipengaruhi oleh motif non-ekonomi pasti berlawanan dengan ciri-ciri prinsip ekonomi, ya.</p>
46 <p>Oke, paham sampai di sini? Kesimpulannya, setiap orang pasti melakukan tindakan ekonomi. Tindakan ekonomi ini dipengaruhi oleh berbagai motif (dorongan), bisa motif ekonomi, bisa juga motif non-ekonomi.<em>Nah</em>, prinsip ekonomi bertujuan untuk memberikan arahan agar tindakan ekonomi yang kita lakukan bisa mendapat hasil yang maksimal.</p>
46 <p>Oke, paham sampai di sini? Kesimpulannya, setiap orang pasti melakukan tindakan ekonomi. Tindakan ekonomi ini dipengaruhi oleh berbagai motif (dorongan), bisa motif ekonomi, bisa juga motif non-ekonomi.<em>Nah</em>, prinsip ekonomi bertujuan untuk memberikan arahan agar tindakan ekonomi yang kita lakukan bisa mendapat hasil yang maksimal.</p>
47 <p>-</p>
47 <p>-</p>
48 <p><em>Yaap</em>, itu dia penjelasan mengenai konsep prinsip dan motif ekonomi serta hubungannya dengan tindakan ekonomi seseorang. Bagaimana? Seru<em>kan</em>belajar ekonomi! Setelah membaca artikel ini, kamu bisa uji kemampuanmu dengan mengisi soal-soal latihan di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>, ada pembahasannya juga,<em>lho</em>!<em>Yuk</em>download aplikasinya sekarang juga!</p>
48 <p><em>Yaap</em>, itu dia penjelasan mengenai konsep prinsip dan motif ekonomi serta hubungannya dengan tindakan ekonomi seseorang. Bagaimana? Seru<em>kan</em>belajar ekonomi! Setelah membaca artikel ini, kamu bisa uji kemampuanmu dengan mengisi soal-soal latihan di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>, ada pembahasannya juga,<em>lho</em>!<em>Yuk</em>download aplikasinya sekarang juga!</p>
49 <p><strong>Referensi:</strong></p>
49 <p><strong>Referensi:</strong></p>
50 <p>Alam S., (2016) Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.</p>
50 <p>Alam S., (2016) Ekonomi untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.</p>
51 <p><strong>Sumber foto:</strong></p>
51 <p><strong>Sumber foto:</strong></p>
52 <p>GIF orang mengunyah [Daring]. Tautan: https://giphy.com/gifs/mrw-someone-caramel-GjR6RPcURgiL6 (Diakses: 1 Desember 2020)</p>
52 <p>GIF orang mengunyah [Daring]. Tautan: https://giphy.com/gifs/mrw-someone-caramel-GjR6RPcURgiL6 (Diakses: 1 Desember 2020)</p>
53  
53