HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Yuk, kita belajar tentang bilangan bulat, mulai dari pengertian, contoh, cara membandingkan, hingga cara mengurutkan bilangan bulat, di</em><em><strong><a>artikel Matematika kelas 7</a></strong></em><em>berikut ini!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Yuk, kita belajar tentang bilangan bulat, mulai dari pengertian, contoh, cara membandingkan, hingga cara mengurutkan bilangan bulat, di</em><em><strong><a>artikel Matematika kelas 7</a></strong></em><em>berikut ini!</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
2 <p><em>-</em></p>
3 </blockquote><p>Dalam pelajaran Matematika, kamu pasti<em>udah nggak</em>asing lagi dengan istilah “bilangan”,<em>kan</em>?<strong>Bilangan</strong>adalah suatu konsep matematika yang memberikan<strong>nilai jumlah</strong>terhadap sesuatu yang dihitung. Hal ini yang membuat bilangan digunakan dalam pengukuran dan pencacahan.</p>
3 </blockquote><p>Dalam pelajaran Matematika, kamu pasti<em>udah nggak</em>asing lagi dengan istilah “bilangan”,<em>kan</em>?<strong>Bilangan</strong>adalah suatu konsep matematika yang memberikan<strong>nilai jumlah</strong>terhadap sesuatu yang dihitung. Hal ini yang membuat bilangan digunakan dalam pengukuran dan pencacahan.</p>
4 <p><em>Nah</em>, suatu bilangan punya yang namanya simbol atau lambang. Simbol ini, kita sebut sebagai angka.</p>
4 <p><em>Nah</em>, suatu bilangan punya yang namanya simbol atau lambang. Simbol ini, kita sebut sebagai angka.</p>
5 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Bilangan Prima, Bisa Jaga Pesan Rahasiamu, Lho!</a></strong></p>
5 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Bilangan Prima, Bisa Jaga Pesan Rahasiamu, Lho!</a></strong></p>
6 <p>Misalnya<em>nih</em>, bilangan enam dapat kita lambangkan menggunakan angka “6” atau “VI” dalam<strong><a>angka romawi</a></strong>.</p>
6 <p>Misalnya<em>nih</em>, bilangan enam dapat kita lambangkan menggunakan angka “6” atau “VI” dalam<strong><a>angka romawi</a></strong>.</p>
7 <p>Bilangan itu banyak sekali macamnya. Ada bilangan kompleks, real, imajiner,<strong><a>rasional,</a><a>irasional</a></strong>, bulat, pecahan, cacah, asli, dan masih banyak lagi, ya.</p>
7 <p>Bilangan itu banyak sekali macamnya. Ada bilangan kompleks, real, imajiner,<strong><a>rasional,</a><a>irasional</a></strong>, bulat, pecahan, cacah, asli, dan masih banyak lagi, ya.</p>
8 <p><strong>Baca Juga:<a>Jenis-Jenis Bilangan Pecahan dan Contohnya</a></strong></p>
8 <p><strong>Baca Juga:<a>Jenis-Jenis Bilangan Pecahan dan Contohnya</a></strong></p>
9 <p><em>Nah</em>, di artikel kali ini, kita akan fokus membahas mengenai bilangan bulat. Seperti apa<em>sih</em>bilangan bulat itu? Bagaimana ya cara membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat?<em>Yuk</em>, kita cari<em>tau</em>sama-sama jawabannya lewat artikel ini!</p>
9 <p><em>Nah</em>, di artikel kali ini, kita akan fokus membahas mengenai bilangan bulat. Seperti apa<em>sih</em>bilangan bulat itu? Bagaimana ya cara membandingkan dan mengurutkan bilangan bulat?<em>Yuk</em>, kita cari<em>tau</em>sama-sama jawabannya lewat artikel ini!</p>
10 <h2>Pengertian Bilangan Bulat</h2>
10 <h2>Pengertian Bilangan Bulat</h2>
11 <p>Sebelumnya, kakak mau tanya dulu nih, kamu tahu nggak, apa itu bilangan bulat? Eits, bilangan bulat bukan berarti kumpulan atau himpunan bilangan yang bentuknya bulat, ya.<em>Hehehehe</em>…</p>
11 <p>Sebelumnya, kakak mau tanya dulu nih, kamu tahu nggak, apa itu bilangan bulat? Eits, bilangan bulat bukan berarti kumpulan atau himpunan bilangan yang bentuknya bulat, ya.<em>Hehehehe</em>…</p>
12 <p><strong>Bilangan bulat adalah kumpulan atau himpunan bilangan yang nilainya bulat</strong>. Himpunan bilangan bulat dalam matematika dilambangkan dengan<strong>Z</strong>. Lambang ini berasal dari bahasa Jerman, yaitu Zahlen yang berarti bilangan.</p>
12 <p><strong>Bilangan bulat adalah kumpulan atau himpunan bilangan yang nilainya bulat</strong>. Himpunan bilangan bulat dalam matematika dilambangkan dengan<strong>Z</strong>. Lambang ini berasal dari bahasa Jerman, yaitu Zahlen yang berarti bilangan.</p>
13 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian dan Rumus Menghitung Bruto, Netto, Tara</a></strong></p>
13 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian dan Rumus Menghitung Bruto, Netto, Tara</a></strong></p>
14 <h2>Jenis-Jenis Bilangan Bulat</h2>
14 <h2>Jenis-Jenis Bilangan Bulat</h2>
15 <p>Jenis bilangan bulat terdiri dari<strong>bilangan cacah dan bilangan bulat negatif</strong>. Kita bahas satu persatu masing-masing contohnya, ya.</p>
15 <p>Jenis bilangan bulat terdiri dari<strong>bilangan cacah dan bilangan bulat negatif</strong>. Kita bahas satu persatu masing-masing contohnya, ya.</p>
16 <h3>1. Bilangan Cacah</h3>
16 <h3>1. Bilangan Cacah</h3>
17 <p><strong>Bilangan cacah</strong>adalah himpunan bilangan yang terdiri dari<strong>bilangan nol dan bilangan bulat positif</strong>. Bilangan cacah juga sering disebut dengan<strong>bilangan bulat yang ‘bukan negatif’</strong>. Jadi, bilangan cacah itu isinya positif semua.</p>
17 <p><strong>Bilangan cacah</strong>adalah himpunan bilangan yang terdiri dari<strong>bilangan nol dan bilangan bulat positif</strong>. Bilangan cacah juga sering disebut dengan<strong>bilangan bulat yang ‘bukan negatif’</strong>. Jadi, bilangan cacah itu isinya positif semua.</p>
18 <p>Lambang bilangan cacah adalah<strong>W</strong>yang memiliki kepanjangan<em>Whole Numbers,</em>yang artinya himpunan bilangan cacah. Contoh bilangan cacah, antara lain 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, …, dst.</p>
18 <p>Lambang bilangan cacah adalah<strong>W</strong>yang memiliki kepanjangan<em>Whole Numbers,</em>yang artinya himpunan bilangan cacah. Contoh bilangan cacah, antara lain 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, …, dst.</p>
19 <h3>2. Bilangan Nol</h3>
19 <h3>2. Bilangan Nol</h3>
20 <p>Sama seperti namanya, bilangan nol adalah<strong>bilangan yang berarti kosong</strong>. Bilangan ini merupakan bagian dari bilangan cacah, dan hanya terdiri dari satu bilangan, yaitu 0 (nol).</p>
20 <p>Sama seperti namanya, bilangan nol adalah<strong>bilangan yang berarti kosong</strong>. Bilangan ini merupakan bagian dari bilangan cacah, dan hanya terdiri dari satu bilangan, yaitu 0 (nol).</p>
21 <h3>3. Bilangan Bulat Positif (Bilangan Asli)</h3>
21 <h3>3. Bilangan Bulat Positif (Bilangan Asli)</h3>
22 <p><strong>Bilangan bulat positif</strong>atau bisa disebut sebagai<strong>bilangan asli</strong>, adalah himpunan<strong>bilangan bulat yang bernilai positif</strong>. Bilangan bulat positif juga merupakan bagian dari bilangan cacah, ya.</p>
22 <p><strong>Bilangan bulat positif</strong>atau bisa disebut sebagai<strong>bilangan asli</strong>, adalah himpunan<strong>bilangan bulat yang bernilai positif</strong>. Bilangan bulat positif juga merupakan bagian dari bilangan cacah, ya.</p>
23 <p><strong>Bilangan asli dilambangkan dengan</strong><strong>N</strong>yang memiliki kepanjangan<em>Natural Numbers</em>, atau artinya himpunan bilangan asli. Contoh bilangan asli, yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, …, dst.</p>
23 <p><strong>Bilangan asli dilambangkan dengan</strong><strong>N</strong>yang memiliki kepanjangan<em>Natural Numbers</em>, atau artinya himpunan bilangan asli. Contoh bilangan asli, yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, …, dst.</p>
24 <h3>4. Bilangan Bulat Negatif</h3>
24 <h3>4. Bilangan Bulat Negatif</h3>
25 <p>Sementara itu,<strong>bilangan bulat negatif</strong>adalah himpunan<strong>bilangan bulat yang bernilai negatif</strong>. Jadi, kebalikan dari bilangan asli, ya. Contoh bilangan bulat negatif, di antaranya …, -5, -4, -3, -2, -1.</p>
25 <p>Sementara itu,<strong>bilangan bulat negatif</strong>adalah himpunan<strong>bilangan bulat yang bernilai negatif</strong>. Jadi, kebalikan dari bilangan asli, ya. Contoh bilangan bulat negatif, di antaranya …, -5, -4, -3, -2, -1.</p>
26 <p><em>Nah</em>, bilangan asli terbagi lagi menjadi bilangan ganjil, genap, prima, dan komposit.</p>
26 <p><em>Nah</em>, bilangan asli terbagi lagi menjadi bilangan ganjil, genap, prima, dan komposit.</p>
27 <h3>5. Bilangan Ganjil</h3>
27 <h3>5. Bilangan Ganjil</h3>
28 <p><strong>Bilangan ganjil</strong>adalah himpunan bilangan yang<strong>bukan kelipatan dua atau nilainya<em>nggak</em>habis jika dibagi 2</strong>.</p>
28 <p><strong>Bilangan ganjil</strong>adalah himpunan bilangan yang<strong>bukan kelipatan dua atau nilainya<em>nggak</em>habis jika dibagi 2</strong>.</p>
29 <h3>6. Bilangan Genap</h3>
29 <h3>6. Bilangan Genap</h3>
30 <p>Kebalikannya,<strong>bilangan genap</strong>adalah himpunan<strong>bilangan kelipatan 2 atau nilainya akan habis jika dibagi 2</strong>.</p>
30 <p>Kebalikannya,<strong>bilangan genap</strong>adalah himpunan<strong>bilangan kelipatan 2 atau nilainya akan habis jika dibagi 2</strong>.</p>
31 <p>Contohnya<em>nih</em>, 8 merupakan bilangan genap karena<em>kalo</em>kita bagi dengan 2, nilainya akan habis atau<em>nggak</em>punya sisa. Beda lagi dengan 13. Coba, 13 bisa dibagi 2<em>nggak</em>?</p>
31 <p>Contohnya<em>nih</em>, 8 merupakan bilangan genap karena<em>kalo</em>kita bagi dengan 2, nilainya akan habis atau<em>nggak</em>punya sisa. Beda lagi dengan 13. Coba, 13 bisa dibagi 2<em>nggak</em>?</p>
32 <p>Jawabannya bisa, tapi nilainya<em>nggak</em>habis. Berarti, 13 bukan kelipatan 2. Itu tandanya, 13 termasuk bilangan ganjil. </p>
32 <p>Jawabannya bisa, tapi nilainya<em>nggak</em>habis. Berarti, 13 bukan kelipatan 2. Itu tandanya, 13 termasuk bilangan ganjil. </p>
33 <p>Contoh bilangan ganjil = {…, -7, -5, -3, -1, 1, 3, 5, 7, 9, …}</p>
33 <p>Contoh bilangan ganjil = {…, -7, -5, -3, -1, 1, 3, 5, 7, 9, …}</p>
34 <p>Contoh bilangan genap = {…, -6, -4, -2, 0, 2, 4, 6, 8, 10, …}</p>
34 <p>Contoh bilangan genap = {…, -6, -4, -2, 0, 2, 4, 6, 8, 10, …}</p>
35 <p>Lalu, bagaimana dengan bilangan prima dan komposit, ya?</p>
35 <p>Lalu, bagaimana dengan bilangan prima dan komposit, ya?</p>
36 <h3>7. Bilangan Prima</h3>
36 <h3>7. Bilangan Prima</h3>
37 <p><strong>Bilangan prima</strong>adalah himpunan<strong>bilangan yang lebih besar dari 1 dan hanya bisa dibagi oleh 1 atau bilangan itu sendiri</strong>. Contohnya<em>nih</em>, 2 merupakan bilangan prima karena hanya bisa dibagi 1 dan bilangan itu sendiri, yaitu 2.</p>
37 <p><strong>Bilangan prima</strong>adalah himpunan<strong>bilangan yang lebih besar dari 1 dan hanya bisa dibagi oleh 1 atau bilangan itu sendiri</strong>. Contohnya<em>nih</em>, 2 merupakan bilangan prima karena hanya bisa dibagi 1 dan bilangan itu sendiri, yaitu 2.</p>
38 <p>Sedangkan, 4 bukan bilangan prima karena selain bisa dibagi 1 dan 4, 4 juga bisa dibagi 2. Contoh bilangan prima lainnya adalah sebagai berikut:</p>
38 <p>Sedangkan, 4 bukan bilangan prima karena selain bisa dibagi 1 dan 4, 4 juga bisa dibagi 2. Contoh bilangan prima lainnya adalah sebagai berikut:</p>
39 <p>Contoh bilangan prima = {2, 3, 5, 7, 11, 13, …}</p>
39 <p>Contoh bilangan prima = {2, 3, 5, 7, 11, 13, …}</p>
40 <h3>8. Bilangan Komposit</h3>
40 <h3>8. Bilangan Komposit</h3>
41 <p><em>Nah</em>,<em>kalo</em><strong>bilangan yang nilainya lebih besar dari 1 dan bukan termasuk bilangan prima</strong>, berarti bilangan tersebut merupakan<strong>bilangan komposit</strong>. Contohnya, 4 tadi. Bilangan 4 lebih besar dari 1 dan bukan bilangan prima karena bisa dibagi 1, 2, dan 4.</p>
41 <p><em>Nah</em>,<em>kalo</em><strong>bilangan yang nilainya lebih besar dari 1 dan bukan termasuk bilangan prima</strong>, berarti bilangan tersebut merupakan<strong>bilangan komposit</strong>. Contohnya, 4 tadi. Bilangan 4 lebih besar dari 1 dan bukan bilangan prima karena bisa dibagi 1, 2, dan 4.</p>
42 <p>Jadi, 4 termasuk bilangan komposit. Contoh lainnya ada 6. Bilangan 6 juga termasuk bilangan komposit karena nilainya lebih dari 1 dan bukan bilangan prima (bisa dibagi 1, 2, 3, dan 6).</p>
42 <p>Jadi, 4 termasuk bilangan komposit. Contoh lainnya ada 6. Bilangan 6 juga termasuk bilangan komposit karena nilainya lebih dari 1 dan bukan bilangan prima (bisa dibagi 1, 2, 3, dan 6).</p>
43 <p>Contoh bilangan komposit = {4, 6, 8, 9, 10, 12, …}</p>
43 <p>Contoh bilangan komposit = {4, 6, 8, 9, 10, 12, …}</p>
44 <p>Perlu kamu perhatikan ya, bilangan prima dan komposit juga bisa merupakan bilangan ganjil dan genap. Contohnya 3, selain termasuk bilangan prima, 3 juga termasuk bilangan ganjil. Tapi,<em>nggak</em>semua bilangan ganjil itu termasuk<strong><a>bilangan prima</a>,</strong><em>lho</em>!</p>
44 <p>Perlu kamu perhatikan ya, bilangan prima dan komposit juga bisa merupakan bilangan ganjil dan genap. Contohnya 3, selain termasuk bilangan prima, 3 juga termasuk bilangan ganjil. Tapi,<em>nggak</em>semua bilangan ganjil itu termasuk<strong><a>bilangan prima</a>,</strong><em>lho</em>!</p>
45 <p>Oke, sekarang, kamu<em>udah tau</em>ya apa itu bilangan bulat dan contoh-contohnya. Coba<em>deh</em>kamu tebak, himpunan bilangan di bawah ini termasuk ke dalam bilangan apa, ya?</p>
45 <p>Oke, sekarang, kamu<em>udah tau</em>ya apa itu bilangan bulat dan contoh-contohnya. Coba<em>deh</em>kamu tebak, himpunan bilangan di bawah ini termasuk ke dalam bilangan apa, ya?</p>
46 <h2>Cara Membandingkan Bilangan Bulat</h2>
46 <h2>Cara Membandingkan Bilangan Bulat</h2>
47 <p>Membandingkan bilangan bulat, berarti<strong>menentukan apakah suatu bilangan bulat memiliki nilai lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan bilangan bulat yang lain</strong>. Dalam membandingkan bilangan bulat, kita bisa menuliskannya menggunakan lambang-lambang berikut ini:</p>
47 <p>Membandingkan bilangan bulat, berarti<strong>menentukan apakah suatu bilangan bulat memiliki nilai lebih besar, lebih kecil, atau sama dengan bilangan bulat yang lain</strong>. Dalam membandingkan bilangan bulat, kita bisa menuliskannya menggunakan lambang-lambang berikut ini:</p>
48 <p>Misalkan, a dan b merupakan bilangan bulat.</p>
48 <p>Misalkan, a dan b merupakan bilangan bulat.</p>
49 <ul><li>Jika a<strong>lebih besar</strong>dari b, maka bisa ditulis a<strong>&gt;</strong>b</li>
49 <ul><li>Jika a<strong>lebih besar</strong>dari b, maka bisa ditulis a<strong>&gt;</strong>b</li>
50 <li>Jika a<strong>lebih kecil</strong>dari b, maka bisa ditulis a<strong>&lt;</strong>b</li>
50 <li>Jika a<strong>lebih kecil</strong>dari b, maka bisa ditulis a<strong>&lt;</strong>b</li>
51 <li>Jika a<strong>sama dengan</strong>b, maka bisa ditulis a<strong>=</strong>b</li>
51 <li>Jika a<strong>sama dengan</strong>b, maka bisa ditulis a<strong>=</strong>b</li>
52 </ul><h2>Cara Mengurutkan Bilangan Bulat</h2>
52 </ul><h2>Cara Mengurutkan Bilangan Bulat</h2>
53 <p>Mengurutkan bilangan bulat, berarti<strong>menuliskan bilangan bulat tersebut secara urut</strong><strong>dari nilai terkecil ke nilai terbesar atau sebaliknya</strong>. Pada garis bilangan, semakin ke kanan letak suatu bilangan, maka nilainya akan semakin besar. Sebaliknya, semakin ke kiri letak suatu bilangan, nilainya akan semakin kecil.</p>
53 <p>Mengurutkan bilangan bulat, berarti<strong>menuliskan bilangan bulat tersebut secara urut</strong><strong>dari nilai terkecil ke nilai terbesar atau sebaliknya</strong>. Pada garis bilangan, semakin ke kanan letak suatu bilangan, maka nilainya akan semakin besar. Sebaliknya, semakin ke kiri letak suatu bilangan, nilainya akan semakin kecil.</p>
54 <p>Itu tandanya,<em>kalo</em>pada bilangan bulat negatif, semakin besar bilangannya, berarti akan semakin kecil ya nilainya. Sementara itu, pada bilangan bulat positif, semakin besar bilangannya, semakin besar juga nilainya.</p>
54 <p>Itu tandanya,<em>kalo</em>pada bilangan bulat negatif, semakin besar bilangannya, berarti akan semakin kecil ya nilainya. Sementara itu, pada bilangan bulat positif, semakin besar bilangannya, semakin besar juga nilainya.</p>
55 <p><strong>Baca Juga:<a>Apa Saja Bagian-Bagian dari Properti Sudut?</a></strong></p>
55 <p><strong>Baca Juga:<a>Apa Saja Bagian-Bagian dari Properti Sudut?</a></strong></p>
56 <p><em>Nah</em>, supaya kamu semakin paham, coba kita kerjakan beberapa soal di bawah ini bersama-sama, ya!</p>
56 <p><em>Nah</em>, supaya kamu semakin paham, coba kita kerjakan beberapa soal di bawah ini bersama-sama, ya!</p>
57 <h2>Contoh Soal Bilangan Bulat</h2>
57 <h2>Contoh Soal Bilangan Bulat</h2>
58 <p>Urutkan bilangan-bilangan bulat berikut dari yang terkecil ke yang terbesar!</p>
58 <p>Urutkan bilangan-bilangan bulat berikut dari yang terkecil ke yang terbesar!</p>
59 <p>-3, 8, 13, -15, 1</p>
59 <p>-3, 8, 13, -15, 1</p>
60 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
60 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
61 <p>Untuk memudahkan menjawab soal di atas, kamu harus ingat<em>kalo</em>bilangan positif nilainya selalu lebih besar dari bilangan negatif. Jadi, -3 dan -15 nilainya<em>udah</em>pasti lebih kecil dari 8, 13, dan 1, ya.</p>
61 <p>Untuk memudahkan menjawab soal di atas, kamu harus ingat<em>kalo</em>bilangan positif nilainya selalu lebih besar dari bilangan negatif. Jadi, -3 dan -15 nilainya<em>udah</em>pasti lebih kecil dari 8, 13, dan 1, ya.</p>
62 <p><em>Nah</em>, karena yang diminta soal adalah urutan bilangan dari yang terkecil, berarti kita tentukan<em>nih</em>, antara -3 dan -15, bilangan mana yang nilainya paling kecil. Kamu bisa buat garis bilangannya supaya<em>nggak</em>bingung.</p>
62 <p><em>Nah</em>, karena yang diminta soal adalah urutan bilangan dari yang terkecil, berarti kita tentukan<em>nih</em>, antara -3 dan -15, bilangan mana yang nilainya paling kecil. Kamu bisa buat garis bilangannya supaya<em>nggak</em>bingung.</p>
63 <p>Ternyata, -15 terletak jauh di sebelah kiri -3. Itu tandanya, -15 lebih kecil dari -3, atau bisa kita tulis -15 &lt; -3.<em>Kalo</em>kita buat urutannya, berarti begini:</p>
63 <p>Ternyata, -15 terletak jauh di sebelah kiri -3. Itu tandanya, -15 lebih kecil dari -3, atau bisa kita tulis -15 &lt; -3.<em>Kalo</em>kita buat urutannya, berarti begini:</p>
64 <p>-15 &lt; -3 &lt; … &lt; … &lt; …</p>
64 <p>-15 &lt; -3 &lt; … &lt; … &lt; …</p>
65 <p>Kemudian, kita lihat pada garis bilangan, 13 terletak paling kanan. Berarti, 13 merupakan bilangan yang paling besar.</p>
65 <p>Kemudian, kita lihat pada garis bilangan, 13 terletak paling kanan. Berarti, 13 merupakan bilangan yang paling besar.</p>
66 <p>-15 &lt; -3 &lt; … &lt; … &lt; 13</p>
66 <p>-15 &lt; -3 &lt; … &lt; … &lt; 13</p>
67 <p>Tinggal cari<em>deh</em>perbandingan antara 1 dan 8. Ternyata, 1 lebih kecil dari 8, berarti 1 &lt; 8.</p>
67 <p>Tinggal cari<em>deh</em>perbandingan antara 1 dan 8. Ternyata, 1 lebih kecil dari 8, berarti 1 &lt; 8.</p>
68 <p>-15 &lt; -3 &lt; 1 &lt; 8 &lt; 13</p>
68 <p>-15 &lt; -3 &lt; 1 &lt; 8 &lt; 13</p>
69 <p>Jadi, urutan bilangan bulat dari yang terkecil ke yang terbesarnya adalah -15, -3, 1, 8, 13.</p>
69 <p>Jadi, urutan bilangan bulat dari yang terkecil ke yang terbesarnya adalah -15, -3, 1, 8, 13.</p>
70 <p>Gimana, paham sampai sini? Sekarang, coba kamu kerjakan soal di bawah ini sendiri.<em>Kalo udah</em>ketemu hasilnya, share di kolom komentar, ya!</p>
70 <p>Gimana, paham sampai sini? Sekarang, coba kamu kerjakan soal di bawah ini sendiri.<em>Kalo udah</em>ketemu hasilnya, share di kolom komentar, ya!</p>
71 <h2>Latihan Soal Bilangan Bulat</h2>
71 <h2>Latihan Soal Bilangan Bulat</h2>
72 <p>Urutkan bilangan bulat di bawah ini dari yang terbesar ke yang terkecil!</p>
72 <p>Urutkan bilangan bulat di bawah ini dari yang terbesar ke yang terkecil!</p>
73 <p>22, 67, 31, -28, -11, 0</p>
73 <p>22, 67, 31, -28, -11, 0</p>
74 <p>Oke, itu dia penjelasan mengenai pengertian dan contoh bilangan bulat. Jadi, bilangan bulat itu terdiri dari bilangan bulat negatif dan bilangan cacah, yang mencakup bilangan nol dan bilangan asli.</p>
74 <p>Oke, itu dia penjelasan mengenai pengertian dan contoh bilangan bulat. Jadi, bilangan bulat itu terdiri dari bilangan bulat negatif dan bilangan cacah, yang mencakup bilangan nol dan bilangan asli.</p>
75 <p><em>Nah</em>, kalo kamu mau pelajari materi bilangan lainnya, bisa baca-baca materi Matematika kelas 7 di blog Ruangguru, ya. Atau, k<em>alo</em>kamu mau<em>tau</em>materi bilangan bulat ini lebih lengkap lagi, misalnya materi tentang operasi bilangan bulat, bisa banget<em>kok</em>belajar dari<strong><a>ruangbelajar</a></strong>. Penasaran?<em>Yuk</em>, buruan gabung dengan klik<em>banner</em>di bawah ini!</p>
75 <p><em>Nah</em>, kalo kamu mau pelajari materi bilangan lainnya, bisa baca-baca materi Matematika kelas 7 di blog Ruangguru, ya. Atau, k<em>alo</em>kamu mau<em>tau</em>materi bilangan bulat ini lebih lengkap lagi, misalnya materi tentang operasi bilangan bulat, bisa banget<em>kok</em>belajar dari<strong><a>ruangbelajar</a></strong>. Penasaran?<em>Yuk</em>, buruan gabung dengan klik<em>banner</em>di bawah ini!</p>
76 <p><strong>Referensi:</strong></p>
76 <p><strong>Referensi:</strong></p>
77 <p>As’ari A.R, Tohir M, Valentino E, Imron Z, Taufiq I. (2017) Matematika SMP/MTs Kelas VII Semester I. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud</p>
77 <p>As’ari A.R, Tohir M, Valentino E, Imron Z, Taufiq I. (2017) Matematika SMP/MTs Kelas VII Semester I. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud</p>
78  
78