HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <blockquote><p><em>Blog Ruangguru menghadirkan latihan soal<strong><a>Penilaian Akhir Tahun (PAT) kelas 10 SMA</a></strong>tahun 2025. Selamat belajar!</em></p>
1 <blockquote><p><em>Blog Ruangguru menghadirkan latihan soal<strong><a>Penilaian Akhir Tahun (PAT) kelas 10 SMA</a></strong>tahun 2025. Selamat belajar!</em></p>
2 </blockquote><p>-</p>
2 </blockquote><p>-</p>
3 <p>Buat kamu yang duduk di kelas 10, sudah sejauh mana persiapan kamu buat menghadapi penilaian akhir tahun? Semoga sudah mantap ya. Nah, biar makin mantap dan yakin, ikut latihan soal di blog ini ya, Selamat belajar.</p>
3 <p>Buat kamu yang duduk di kelas 10, sudah sejauh mana persiapan kamu buat menghadapi penilaian akhir tahun? Semoga sudah mantap ya. Nah, biar makin mantap dan yakin, ikut latihan soal di blog ini ya, Selamat belajar.</p>
4 <h2>MATEMATIKA</h2>
4 <h2>MATEMATIKA</h2>
5 <p><strong>Topik: Fungsi Trigonometri</strong></p>
5 <p><strong>Topik: Fungsi Trigonometri</strong></p>
6 <p><strong>Subtopik: Perbandingan Sisi (Trigonometri)</strong></p>
6 <p><strong>Subtopik: Perbandingan Sisi (Trigonometri)</strong></p>
7 <p>1. Diketahui dalam sebuah segitiga, nilai . Nilai dari sin α adalah ….</p>
7 <p>1. Diketahui dalam sebuah segitiga, nilai . Nilai dari sin α adalah ….</p>
8 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
8 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
9 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
9 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
10 <p>Pada segitiga siku-siku, ingat perbandingan berikut!</p>
10 <p>Pada segitiga siku-siku, ingat perbandingan berikut!</p>
11 <p>Diketahui , maka dapat dimisalkan panjang sisi depan dan panjang sisi samping 3.</p>
11 <p>Diketahui , maka dapat dimisalkan panjang sisi depan dan panjang sisi samping 3.</p>
12 <p>Oleh karena itu, panjang sisi miring dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
12 <p>Oleh karena itu, panjang sisi miring dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
13 <p>Dengan demikian, nilai dari sin α dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
13 <p>Dengan demikian, nilai dari sin α dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
14 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
14 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
15 <p><strong>Baca Juga:<a>Memahami Fungsi Trigonometri Sederhana</a></strong></p>
15 <p><strong>Baca Juga:<a>Memahami Fungsi Trigonometri Sederhana</a></strong></p>
16 <p><strong>Topik</strong><strong>: Fungsi Komposisi dan Invers</strong></p>
16 <p><strong>Topik</strong><strong>: Fungsi Komposisi dan Invers</strong></p>
17 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Fungsi Komposisi</strong></p>
17 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Fungsi Komposisi</strong></p>
18 <p>2. Jika fx = 2x + 2 dan (f∘g)(x) = 6x - 2, maka rumus fungsi g(x) adalah …</p>
18 <p>2. Jika fx = 2x + 2 dan (f∘g)(x) = 6x - 2, maka rumus fungsi g(x) adalah …</p>
19 <ol><li>gx = 3x - 2</li>
19 <ol><li>gx = 3x - 2</li>
20 <li>gx = 3x + 2</li>
20 <li>gx = 3x + 2</li>
21 <li>gx = 3x - 6</li>
21 <li>gx = 3x - 6</li>
22 <li>gx = 6x + 2</li>
22 <li>gx = 6x + 2</li>
23 <li>gx = 6x - 2</li>
23 <li>gx = 6x - 2</li>
24 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
24 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
25 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
25 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
26 <p>Diketahui f (x) = 2x + 2 dan (f∘g) (x) = 6x - 2, maka rumus fungsi g(x) dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
26 <p>Diketahui f (x) = 2x + 2 dan (f∘g) (x) = 6x - 2, maka rumus fungsi g(x) dapat ditentukan sebagai berikut.</p>
27 <p>Dengan demikian, rumus fungsi g(x) adalah g(x)=3x-2.</p>
27 <p>Dengan demikian, rumus fungsi g(x) adalah g(x)=3x-2.</p>
28 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
28 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
29 <p><strong>Baca Juga:<a>Apa Itu Fungsi Invers? Pahami Konsep, Rumus &amp; Soalnya, Yuk!</a></strong></p>
29 <p><strong>Baca Juga:<a>Apa Itu Fungsi Invers? Pahami Konsep, Rumus &amp; Soalnya, Yuk!</a></strong></p>
30 <p><strong>Topik</strong><strong>: Fungsi Komposisi dan Invers</strong></p>
30 <p><strong>Topik</strong><strong>: Fungsi Komposisi dan Invers</strong></p>
31 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Fungsi Invers</strong></p>
31 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Fungsi Invers</strong></p>
32 <p>3.</p>
32 <p>3.</p>
33 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
33 <p><strong>Jawaban: B</strong></p>
34 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
34 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
35 <p>Terlebih dahulu, akan dicari invers fungsi f(x) sebagai berikut.</p>
35 <p>Terlebih dahulu, akan dicari invers fungsi f(x) sebagai berikut.</p>
36 <p>Selanjutnya, substitusi nilai x = 0 ke f-1(x) sehingga diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut.</p>
36 <p>Selanjutnya, substitusi nilai x = 0 ke f-1(x) sehingga diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut.</p>
37 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
37 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
38 <p><strong>Topik</strong><strong>: Fungsi Trigonometri</strong></p>
38 <p><strong>Topik</strong><strong>: Fungsi Trigonometri</strong></p>
39 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aturan cosinus dan Aturan Sinus</strong></p>
39 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aturan cosinus dan Aturan Sinus</strong></p>
40 <p>4. Perhatikan segitiga PQR berikut!</p>
40 <p>4. Perhatikan segitiga PQR berikut!</p>
41 <p>Berdasarkan gambar di atas, nilai sin P adalah ….</p>
41 <p>Berdasarkan gambar di atas, nilai sin P adalah ….</p>
42 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
42 <p><strong>Jawaban: A</strong></p>
43 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
43 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
44 <p>Pertama, kita tentukan panjang PR menggunakan aturan cosinus sebagai berikut:</p>
44 <p>Pertama, kita tentukan panjang PR menggunakan aturan cosinus sebagai berikut:</p>
45 <p>Karena panjang PR tidak mungkin negatif, maka PR = 4√3 .</p>
45 <p>Karena panjang PR tidak mungkin negatif, maka PR = 4√3 .</p>
46 <p>Selanjutnya, kita tentukan nilai sin sin P dengan menggunakan aturan sinus sebagai berikut.</p>
46 <p>Selanjutnya, kita tentukan nilai sin sin P dengan menggunakan aturan sinus sebagai berikut.</p>
47 <p>Dengan demikian, nilai sin sin P adalah 1/2.</p>
47 <p>Dengan demikian, nilai sin sin P adalah 1/2.</p>
48 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
48 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
49 <p><strong>Topik</strong><strong>: Vektor</strong></p>
49 <p><strong>Topik</strong><strong>: Vektor</strong></p>
50 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aljabar Vektor II</strong></p>
50 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Aljabar Vektor II</strong></p>
51 <ol><li>2</li>
51 <ol><li>2</li>
52 <li>4</li>
52 <li>4</li>
53 <li>√2</li>
53 <li>√2</li>
54 <li>2√2</li>
54 <li>2√2</li>
55 <li>4√2</li>
55 <li>4√2</li>
56 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
56 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
57 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
57 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
58 <p>Lalu, substitusi persamaan (4) dan (1) ke persamaan (2) sebagai berikut:</p>
58 <p>Lalu, substitusi persamaan (4) dan (1) ke persamaan (2) sebagai berikut:</p>
59 <p>Dengan demikian, nilai dari b adalah ±2√2. Berdasarkan pilihan jawaban, maka nilai dari b yang mungkin adalah 2√2.</p>
59 <p>Dengan demikian, nilai dari b adalah ±2√2. Berdasarkan pilihan jawaban, maka nilai dari b yang mungkin adalah 2√2.</p>
60 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</p>
60 <p>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</p>
61 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Vektor Bidang 2 Dimensi &amp; Vektor Ruang 3 Dimensi</a></strong></p>
61 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Vektor Bidang 2 Dimensi &amp; Vektor Ruang 3 Dimensi</a></strong></p>
62 <p><strong>Topik</strong><strong>: Vektor</strong></p>
62 <p><strong>Topik</strong><strong>: Vektor</strong></p>
63 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengertian dan Operasi Vektor I</strong></p>
63 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Pengertian dan Operasi Vektor I</strong></p>
64 <p><strong>6. Perhatikan pernyataan berikut!</strong></p>
64 <p><strong>6. Perhatikan pernyataan berikut!</strong></p>
65 <p>i) AC→ + DB→ = AB→ + DC→ ii) AC→ + BC→ = BD→ + AD→</p>
65 <p>i) AC→ + DB→ = AB→ + DC→ ii) AC→ + BC→ = BD→ + AD→</p>
66 <p>Pernyataan yang bernilai benar ditunjukkan adalah pernyataan ….</p>
66 <p>Pernyataan yang bernilai benar ditunjukkan adalah pernyataan ….</p>
67 <ol><li>i) saja</li>
67 <ol><li>i) saja</li>
68 <li>ii) saja</li>
68 <li>ii) saja</li>
69 <li>i) dan ii)</li>
69 <li>i) dan ii)</li>
70 <li>tidak keduanya</li>
70 <li>tidak keduanya</li>
71 <li>tidak dapat disimpulkan</li>
71 <li>tidak dapat disimpulkan</li>
72 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
72 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
73 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
73 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
74 <p>Dapat diperhatikan bahwa p→ = q→ jika dan hanya jika p→ - q→ = 0.</p>
74 <p>Dapat diperhatikan bahwa p→ = q→ jika dan hanya jika p→ - q→ = 0.</p>
75 <p>Kemudian, perhatikan pernyataan pertama!</p>
75 <p>Kemudian, perhatikan pernyataan pertama!</p>
76 <p>i) AC→ + DB→ = AB→ + DC→</p>
76 <p>i) AC→ + DB→ = AB→ + DC→</p>
77 <p>Didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
77 <p>Didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
78 <p>AC→ + DB→ - AB→ + DC→ = AC→ + DB→ - AB→ - DC→ = AC→ - DC→ + DB→ - AB→ = AC→ - (-CD→) + DB→ - (-BA→) = AC→ + CD→ + DB→ + BA→ = AC→ + CD→ + DB→ + BA→ = AD→ + DA→ = AA→ = 0→</p>
78 <p>AC→ + DB→ - AB→ + DC→ = AC→ + DB→ - AB→ - DC→ = AC→ - DC→ + DB→ - AB→ = AC→ - (-CD→) + DB→ - (-BA→) = AC→ + CD→ + DB→ + BA→ = AC→ + CD→ + DB→ + BA→ = AD→ + DA→ = AA→ = 0→</p>
79 <p>Karena (AC→ + DB→) - (AB→ + DC→) = ∅, maka AC→ + DB→ = AB→ + DC→.</p>
79 <p>Karena (AC→ + DB→) - (AB→ + DC→) = ∅, maka AC→ + DB→ = AB→ + DC→.</p>
80 <p>Oleh karena itu, pernyataan i) bernilai <strong>benar.</strong></p>
80 <p>Oleh karena itu, pernyataan i) bernilai <strong>benar.</strong></p>
81 <p>Selanjutnya, perhatikan pernyataan kedua!</p>
81 <p>Selanjutnya, perhatikan pernyataan kedua!</p>
82 <p>ii) AC→ + BC→ = BD→ + AD→</p>
82 <p>ii) AC→ + BC→ = BD→ + AD→</p>
83 <p>Didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
83 <p>Didapat perhitungan sebagai berikut.</p>
84 <p>(AC→ + BC→) - (BD→ + AD→) = AC→+ BC→ - BD→ - AD→ = AC→ - AD→ + BC→ - BD→ = AC→ - (-DA→) + BC→ - (-DB→) = AC→ + DA→ + BC→ + DB→ = DA→ + AC→ + DB→+ BC→ = (DA→ + AC→) + (DB→ + BC→) = DC→ + DC→ = 2DC→</p>
84 <p>(AC→ + BC→) - (BD→ + AD→) = AC→+ BC→ - BD→ - AD→ = AC→ - AD→ + BC→ - BD→ = AC→ - (-DA→) + BC→ - (-DB→) = AC→ + DA→ + BC→ + DB→ = DA→ + AC→ + DB→+ BC→ = (DA→ + AC→) + (DB→ + BC→) = DC→ + DC→ = 2DC→</p>
85 <p>Karena (AC→ + BC→) - (BD→ + AD→) ≠ 0<strong>, </strong>maka AC→+ BC→ ≠ BD→ + AD→.</p>
85 <p>Karena (AC→ + BC→) - (BD→ + AD→) ≠ 0<strong>, </strong>maka AC→+ BC→ ≠ BD→ + AD→.</p>
86 <p>Oleh karena itu, pernyataan ii) tidak bernilai benar.</p>
86 <p>Oleh karena itu, pernyataan ii) tidak bernilai benar.</p>
87 <p>Dengan demikian, pernyataan yang bernilai benar adalah pernyataan i) saja.</p>
87 <p>Dengan demikian, pernyataan yang bernilai benar adalah pernyataan i) saja.</p>
88 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
88 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
89 <h2>BIOLOGI</h2>
89 <h2>BIOLOGI</h2>
90 <p><strong>Topik: Plantae</strong></p>
90 <p><strong>Topik: Plantae</strong></p>
91 <p><strong>Subtopik: Paku (Pteridophyta)</strong></p>
91 <p><strong>Subtopik: Paku (Pteridophyta)</strong></p>
92 <p>1. Perhatikan daur hidup tumbuhan paku berikut ini!</p>
92 <p>1. Perhatikan daur hidup tumbuhan paku berikut ini!</p>
93 <p>Tahapan gametofit dan sporofit ditunjuk oleh bagian-bagian ….</p>
93 <p>Tahapan gametofit dan sporofit ditunjuk oleh bagian-bagian ….</p>
94 <ol><li>2 dan 3</li>
94 <ol><li>2 dan 3</li>
95 <li>2 dan 4</li>
95 <li>2 dan 4</li>
96 <li>2 dan 5</li>
96 <li>2 dan 5</li>
97 <li>3 dan 4</li>
97 <li>3 dan 4</li>
98 <li>3 dan 5</li>
98 <li>3 dan 5</li>
99 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
99 </ol><p><strong>Jawaban: B</strong></p>
100 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
100 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
101 <p>Urutan metagenesis atau pergiliran keturunan pada tumbuhan paku berdasarkan gambar pada soal adalah sebagai berikut.</p>
101 <p>Urutan metagenesis atau pergiliran keturunan pada tumbuhan paku berdasarkan gambar pada soal adalah sebagai berikut.</p>
102 <ol><li>Metagenesis tumbuhan paku diawali dari spora (n) yang tumbuh menjadi protalium (n).</li>
102 <ol><li>Metagenesis tumbuhan paku diawali dari spora (n) yang tumbuh menjadi protalium (n).</li>
103 <li>Protalium (n) ini punya organ yang menghasilkan sel gamet. Ada organ anteridium yang menghasilkan spermatozoid (n) dan arkegonium yang menghasilkan ovum (n). Pembuahan antara spermatozoid dan ovum akan menghasilkan zigot (2n).</li>
103 <li>Protalium (n) ini punya organ yang menghasilkan sel gamet. Ada organ anteridium yang menghasilkan spermatozoid (n) dan arkegonium yang menghasilkan ovum (n). Pembuahan antara spermatozoid dan ovum akan menghasilkan zigot (2n).</li>
104 <li>Zigot tumbuh menjadi tumbuhan paku (2n).</li>
104 <li>Zigot tumbuh menjadi tumbuhan paku (2n).</li>
105 <li>Tumbuhan paku membentuk sporofil (2n). Sporofil memiliki sporangium (2n).</li>
105 <li>Tumbuhan paku membentuk sporofil (2n). Sporofil memiliki sporangium (2n).</li>
106 <li>Sporangium menghasilkan spora yang haploid dengan pembelahan meiosis dan metagenesis berulang.</li>
106 <li>Sporangium menghasilkan spora yang haploid dengan pembelahan meiosis dan metagenesis berulang.</li>
107 </ol><p>Metagenesis atau pergiliran keturunan pada tumbuhan paku terdiri dari tahapan sporofit dan gametofit. Bentuk pada tahapan sporofit adalah tumbuhan paku itu sendiri. Bentuk pada tahapan gametofit adalah protalium (n). Bentuk pada tahapan sporofit umumnya memiliki ukuran tubuh yang besar dan dapat hidup menahun. Sebaliknya, bentuk pada tahapan gametofitnya berukuran kecil dan berumur pendek. Dengan demikian, tahapan gametofit dan sporofit berdasarkan gambar pada soal ditunjuk oleh bagian 2 dan 4.</p>
107 </ol><p>Metagenesis atau pergiliran keturunan pada tumbuhan paku terdiri dari tahapan sporofit dan gametofit. Bentuk pada tahapan sporofit adalah tumbuhan paku itu sendiri. Bentuk pada tahapan gametofit adalah protalium (n). Bentuk pada tahapan sporofit umumnya memiliki ukuran tubuh yang besar dan dapat hidup menahun. Sebaliknya, bentuk pada tahapan gametofitnya berukuran kecil dan berumur pendek. Dengan demikian, tahapan gametofit dan sporofit berdasarkan gambar pada soal ditunjuk oleh bagian 2 dan 4.</p>
108 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
108 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
109 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Tumbuhan Paku</a></strong></p>
109 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Tumbuhan Paku</a></strong></p>
110 <p><strong>Topik: Plantae</strong></p>
110 <p><strong>Topik: Plantae</strong></p>
111 <p><strong>Subtopik: Angiospermae</strong></p>
111 <p><strong>Subtopik: Angiospermae</strong></p>
112 <p><strong>Perhatikan gambar di bawah ini!</strong></p>
112 <p><strong>Perhatikan gambar di bawah ini!</strong></p>
113 <p><strong> </strong></p>
113 <p><strong> </strong></p>
114 <p>2. Buah mangga memiliki bagian yang dapat menyimpan cadangan makanan yang disebut dengan daging buah. Daging buah terbentuk dari proses peleburan nomor ….</p>
114 <p>2. Buah mangga memiliki bagian yang dapat menyimpan cadangan makanan yang disebut dengan daging buah. Daging buah terbentuk dari proses peleburan nomor ….</p>
115 <ol><li>4 dan 5</li>
115 <ol><li>4 dan 5</li>
116 <li>3 dan 1</li>
116 <li>3 dan 1</li>
117 <li>2 dan 1</li>
117 <li>2 dan 1</li>
118 <li>4 dan 1</li>
118 <li>4 dan 1</li>
119 <li>1 dan 5</li>
119 <li>1 dan 5</li>
120 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
120 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
121 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
121 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
122 <p>Gambar pada soal menjelaskan tentang mekanisme pembuahan ganda pada kelompok angiospermae. Pembuahan ganda pada tanaman angiospermae/tumbuhan berbiji tertutup dapat dilihat pada gambar di bawah ini.</p>
122 <p>Gambar pada soal menjelaskan tentang mekanisme pembuahan ganda pada kelompok angiospermae. Pembuahan ganda pada tanaman angiospermae/tumbuhan berbiji tertutup dapat dilihat pada gambar di bawah ini.</p>
123 <p>inti generatif 1/ inti sperma 1 (n) akan bertemu dengan sel ovum (n) membentuk zigot (2n)</p>
123 <p>inti generatif 1/ inti sperma 1 (n) akan bertemu dengan sel ovum (n) membentuk zigot (2n)</p>
124 <p>inti generatif 2/inti sperma 2 (n) akan bertemu dengan inti kandung lembaga sekunder (2n) membentuk endosperm (3n).</p>
124 <p>inti generatif 2/inti sperma 2 (n) akan bertemu dengan inti kandung lembaga sekunder (2n) membentuk endosperm (3n).</p>
125 <p>Daging buah pada mangga adalah endosperm. </p>
125 <p>Daging buah pada mangga adalah endosperm. </p>
126 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang benar adalah A.</strong></p>
126 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang benar adalah A.</strong></p>
127 <p><strong>Topik: Animalia</strong></p>
127 <p><strong>Topik: Animalia</strong></p>
128 <p><strong>Subtopik: Arthropoda</strong></p>
128 <p><strong>Subtopik: Arthropoda</strong></p>
129 <p><strong>Perhatikan beberapa jenis Arthropoda di bawah ini!</strong></p>
129 <p><strong>Perhatikan beberapa jenis Arthropoda di bawah ini!</strong></p>
130 <ol><li>Udang windu (<em>Penaeus monodon</em>)</li>
130 <ol><li>Udang windu (<em>Penaeus monodon</em>)</li>
131 <li>Lipan rumah (<em>Scutigera coleoptrata</em>)</li>
131 <li>Lipan rumah (<em>Scutigera coleoptrata</em>)</li>
132 <li>Belalang sembah (<em>Stagmomantis</em>)</li>
132 <li>Belalang sembah (<em>Stagmomantis</em>)</li>
133 <li>Laba-laba rumah (<em>Misumena</em>sp.)</li>
133 <li>Laba-laba rumah (<em>Misumena</em>sp.)</li>
134 </ol><p>3. Jenis arthropoda yang memiliki mata majemuk (faset) ditunjukkan oleh nomor ….</p>
134 </ol><p>3. Jenis arthropoda yang memiliki mata majemuk (faset) ditunjukkan oleh nomor ….</p>
135 <ol><li>2 dan 3</li>
135 <ol><li>2 dan 3</li>
136 <li>3 dan 4</li>
136 <li>3 dan 4</li>
137 <li>1 dan 2</li>
137 <li>1 dan 2</li>
138 <li>1 dan 3</li>
138 <li>1 dan 3</li>
139 <li>2 dan 4</li>
139 <li>2 dan 4</li>
140 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
140 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
141 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
141 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
142 <p>Arthropoda merupakan salah satu filum dari kingdom animalia. Ciri khas yang paling nampak pada filum ini dapat dilihat dari jumlah kaki dan bentuk mata. Jumlah kaki menentukan jenis klasifikasi kelas pada filum Arthropoda. Sementara itu, berdasarkan bentuk mata, terdapat dua jenis mata pada filum Arthropoda, yaitu mata sederhana (oselus) dan mata majemuk (faset). Mata sederhana (oselus) berperan dalam membedakan cahaya dan kegelapan. Sementara itu, mata majemuk (faset) merupakan mata yang tersusun atas lensa-lensa hexagonal (ommatidia) yang masing-masing memiliki fungsi sebagai visual reseptor terpisah. Beberapa contoh Arthropoda yang memiliki mata majemuk (faset) diantaranya adalah udang windu (subfilum Crustacea) dan belalang sembah (subfilum Hexapoda).</p>
142 <p>Arthropoda merupakan salah satu filum dari kingdom animalia. Ciri khas yang paling nampak pada filum ini dapat dilihat dari jumlah kaki dan bentuk mata. Jumlah kaki menentukan jenis klasifikasi kelas pada filum Arthropoda. Sementara itu, berdasarkan bentuk mata, terdapat dua jenis mata pada filum Arthropoda, yaitu mata sederhana (oselus) dan mata majemuk (faset). Mata sederhana (oselus) berperan dalam membedakan cahaya dan kegelapan. Sementara itu, mata majemuk (faset) merupakan mata yang tersusun atas lensa-lensa hexagonal (ommatidia) yang masing-masing memiliki fungsi sebagai visual reseptor terpisah. Beberapa contoh Arthropoda yang memiliki mata majemuk (faset) diantaranya adalah udang windu (subfilum Crustacea) dan belalang sembah (subfilum Hexapoda).</p>
143 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
143 <p><strong>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
144 <p><strong>Topik: Ekologi</strong></p>
144 <p><strong>Topik: Ekologi</strong></p>
145 <p><strong>Subtopik: Ekosistem</strong></p>
145 <p><strong>Subtopik: Ekosistem</strong></p>
146 <p><strong>Perhatikan rantai makanan berikut ini!</strong></p>
146 <p><strong>Perhatikan rantai makanan berikut ini!</strong></p>
147 <p>4. Berdasarkan gambar di atas, apabila terjadi pencemaran tanah oleh DDT maka organisme yang menerima akumulasi dalam jumlah paling sedikit adalah ….</p>
147 <p>4. Berdasarkan gambar di atas, apabila terjadi pencemaran tanah oleh DDT maka organisme yang menerima akumulasi dalam jumlah paling sedikit adalah ….</p>
148 <ol><li>ular</li>
148 <ol><li>ular</li>
149 <li>katak</li>
149 <li>katak</li>
150 <li>elang</li>
150 <li>elang</li>
151 <li>rumput</li>
151 <li>rumput</li>
152 <li>belalang</li>
152 <li>belalang</li>
153 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
153 </ol><p><strong>Jawaban: D</strong></p>
154 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
154 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
155 <p>DDT merupakan senyawa yang dapat terakumulasi dalam tubuh organisme melalui bioakumulasi dan biomagnifikasi. Pada biomagnifikasi senyawa DDT akan terkumpul dari satu organisme ke organisme lain melalui rantai makanan. Organisme pada tingkat trofik tertinggi akan menerima DDT dengan jumlah paling banyak. Sebaliknya organisme dengan tingkat trofik rendah akan menerima DDT dengan jumlah paling sedikit. Berdasarkan rantai makanan di atas, maka organisme yang akan menerima DDT dengan jumlah paling sedikit adalah rumput. <strong> </strong><strong></strong><strong> </strong></p>
155 <p>DDT merupakan senyawa yang dapat terakumulasi dalam tubuh organisme melalui bioakumulasi dan biomagnifikasi. Pada biomagnifikasi senyawa DDT akan terkumpul dari satu organisme ke organisme lain melalui rantai makanan. Organisme pada tingkat trofik tertinggi akan menerima DDT dengan jumlah paling banyak. Sebaliknya organisme dengan tingkat trofik rendah akan menerima DDT dengan jumlah paling sedikit. Berdasarkan rantai makanan di atas, maka organisme yang akan menerima DDT dengan jumlah paling sedikit adalah rumput. <strong> </strong><strong></strong><strong> </strong></p>
156 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang benar adalah D.</strong></p>
156 <p><strong>Dengan demikian, jawaban yang benar adalah D.</strong></p>
157 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Ekosistem, Komponen Penyusun, Jenis &amp; Contoh</a></strong></p>
157 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Ekosistem, Komponen Penyusun, Jenis &amp; Contoh</a></strong></p>
158 <h2>KIMIA</h2>
158 <h2>KIMIA</h2>
159 <p><strong>Topik: Stoikiometri 1</strong></p>
159 <p><strong>Topik: Stoikiometri 1</strong></p>
160 <p><strong>Subtopik: Mol dengan Jumlah Partikel</strong></p>
160 <p><strong>Subtopik: Mol dengan Jumlah Partikel</strong></p>
161 <p>1. Jumlah atom besi pada sepotong besi bermassa 168 g adalah … atom. (Ar Fe = 56)</p>
161 <p>1. Jumlah atom besi pada sepotong besi bermassa 168 g adalah … atom. (Ar Fe = 56)</p>
162 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
162 <p><strong>Jawaban: D</strong></p>
163 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
163 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
164 <p>Berdasarkan soal, mol besi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut.</p>
164 <p>Berdasarkan soal, mol besi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan berikut.</p>
165 <p>Selanjutnya, jumlah atom besi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan hubungan jumlah partikel dan mol.</p>
165 <p>Selanjutnya, jumlah atom besi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan hubungan jumlah partikel dan mol.</p>
166 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
166 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
167 <p><strong>Topik: Hukum-Hukum Dasar Kimia</strong></p>
167 <p><strong>Topik: Hukum-Hukum Dasar Kimia</strong></p>
168 <p><strong>Subtopik: Hukum Perbandingan Volume</strong></p>
168 <p><strong>Subtopik: Hukum Perbandingan Volume</strong></p>
169 <p><strong>Konsep: Gas pada keadaan standar (STP)</strong></p>
169 <p><strong>Konsep: Gas pada keadaan standar (STP)</strong></p>
170 <p>2. Gas butena (C4H8) merupakan gas tak berwarna yang terdapat dalam minyak bumi. Gas tersebut direaksikan dengan 2 mol gas oksigen pada keadaan STP. Hasil reaksinya adalah gas karbon dioksida dan uap air. Persamaan reaksi yang terjadi, yaitu sebagai berikut:</p>
170 <p>2. Gas butena (C4H8) merupakan gas tak berwarna yang terdapat dalam minyak bumi. Gas tersebut direaksikan dengan 2 mol gas oksigen pada keadaan STP. Hasil reaksinya adalah gas karbon dioksida dan uap air. Persamaan reaksi yang terjadi, yaitu sebagai berikut:</p>
171 <p><em>C4H8(g) + O2(g) → CO2(g) + H2O(g)</em>(belum setara)</p>
171 <p><em>C4H8(g) + O2(g) → CO2(g) + H2O(g)</em>(belum setara)</p>
172 <p>Jika reaksi tersebut berlangsung pada suhu dan tekanan tetap, volume total seluruh gas adalah ….</p>
172 <p>Jika reaksi tersebut berlangsung pada suhu dan tekanan tetap, volume total seluruh gas adalah ….</p>
173 <ol><li>112 L</li>
173 <ol><li>112 L</li>
174 <li>111 L</li>
174 <li>111 L</li>
175 <li>110 L</li>
175 <li>110 L</li>
176 <li>109 L</li>
176 <li>109 L</li>
177 <li>108 L</li>
177 <li>108 L</li>
178 </ol><p>Jawaban: A</p>
178 </ol><p>Jawaban: A</p>
179 <p>Pembahasan:</p>
179 <p>Pembahasan:</p>
180 <p>Pertama, setarakan reaksi terlebih dahulu.</p>
180 <p>Pertama, setarakan reaksi terlebih dahulu.</p>
181 <p><em>C4H8(g) + 6O2(g) → 4CO2(g) + 4H2O(g)</em></p>
181 <p><em>C4H8(g) + 6O2(g) → 4CO2(g) + 4H2O(g)</em></p>
182 <p>Gas oksigen yang direaksikan adalah 2 mol (pada keadaan STP) sehingga volumenya dapat dihitung sebagai berikut.</p>
182 <p>Gas oksigen yang direaksikan adalah 2 mol (pada keadaan STP) sehingga volumenya dapat dihitung sebagai berikut.</p>
183 <p><em>VO2 = n x VSTP VO2 = 2 mol × 22,4 L/mol VO2 = 44,8 L</em></p>
183 <p><em>VO2 = n x VSTP VO2 = 2 mol × 22,4 L/mol VO2 = 44,8 L</em></p>
184 <p>Pada suhu dan tekanan yang tetap, perbandingan koefisien sama dengan</p>
184 <p>Pada suhu dan tekanan yang tetap, perbandingan koefisien sama dengan</p>
185 <p>Dengan demikian, volume total gas adalah sebagai berikut.</p>
185 <p>Dengan demikian, volume total gas adalah sebagai berikut.</p>
186 <p>Vtotal = V C4H8 + V O2 + V CO2 + V CO2 Vtotal = 7,47 L+ 44,8 L + 29,87 L + 29,87 LVtotal = 112,01 LVtotal = 112 L</p>
186 <p>Vtotal = V C4H8 + V O2 + V CO2 + V CO2 Vtotal = 7,47 L+ 44,8 L + 29,87 L + 29,87 LVtotal = 112,01 LVtotal = 112 L</p>
187 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong><strong> </strong></p>
187 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong><strong> </strong></p>
188 <p><strong>Topik: Tata Nama Senyawa</strong></p>
188 <p><strong>Topik: Tata Nama Senyawa</strong></p>
189 <p><strong>Subtopik: Tata Nama Senyawa Kovalen</strong></p>
189 <p><strong>Subtopik: Tata Nama Senyawa Kovalen</strong></p>
190 <p>Konsep: Tata Nama Senyawa Kovalen Biner</p>
190 <p>Konsep: Tata Nama Senyawa Kovalen Biner</p>
191 <p>3. Gas fosfor pentaklorida dapat terurai menjadi gas fosfor triklorida dan gas klorin. Ketiga gas tersebut mengalami kesetimbangan dalam wadah tertutup. Persamaan reaksi yang tepatadalah ….</p>
191 <p>3. Gas fosfor pentaklorida dapat terurai menjadi gas fosfor triklorida dan gas klorin. Ketiga gas tersebut mengalami kesetimbangan dalam wadah tertutup. Persamaan reaksi yang tepatadalah ….</p>
192 <ol><li>P Cl (g) ⇌ P Cl3 (g) + Cl2 (g)</li>
192 <ol><li>P Cl (g) ⇌ P Cl3 (g) + Cl2 (g)</li>
193 <li>P Cl5 (g) ⇌ P Cl (g) + Cl2 (g)</li>
193 <li>P Cl5 (g) ⇌ P Cl (g) + Cl2 (g)</li>
194 <li>P Cl3 (g) ⇌ P Cl5 (g) + Cl (g)</li>
194 <li>P Cl3 (g) ⇌ P Cl5 (g) + Cl (g)</li>
195 <li>P Cl5 (g) ⇌ PCl3 (g) + Cl2 (g)</li>
195 <li>P Cl5 (g) ⇌ PCl3 (g) + Cl2 (g)</li>
196 <li>P Cl5 (g) ⇌ PCl3 (g) + Cl (g)</li>
196 <li>P Cl5 (g) ⇌ PCl3 (g) + Cl (g)</li>
197 </ol><p>Jawaban: D</p>
197 </ol><p>Jawaban: D</p>
198 <p>Pembahasan:</p>
198 <p>Pembahasan:</p>
199 <p>Senyawa kovalen biner adalah senyawa yang terbentuk dari dua unsur berbeda. Senyawa ini umumnya terbentuk dari unsur nonlogam dan nonlogam. Tata nama senyawa kovalen biner yaitu:</p>
199 <p>Senyawa kovalen biner adalah senyawa yang terbentuk dari dua unsur berbeda. Senyawa ini umumnya terbentuk dari unsur nonlogam dan nonlogam. Tata nama senyawa kovalen biner yaitu:</p>
200 <p>“awalan + unsur pertama (spasi) awalan + unsur kedua + akhiran -ida”</p>
200 <p>“awalan + unsur pertama (spasi) awalan + unsur kedua + akhiran -ida”</p>
201 <p>Nama awalan disesuaikan dengan jumlah atom unsur dalam senyawa, yang ditulis dengan bahasa Latin seperti awalan mono untuk 1 unsur, awalan di untuk 2 unsur, dan seterusnya. Namun, awalan mono tidak digunakan pada unsur pertama dalam senyawa.</p>
201 <p>Nama awalan disesuaikan dengan jumlah atom unsur dalam senyawa, yang ditulis dengan bahasa Latin seperti awalan mono untuk 1 unsur, awalan di untuk 2 unsur, dan seterusnya. Namun, awalan mono tidak digunakan pada unsur pertama dalam senyawa.</p>
202 <p>Dengan demikian, rumus kimia senyawa pada soal adalah sebagai berikut:</p>
202 <p>Dengan demikian, rumus kimia senyawa pada soal adalah sebagai berikut:</p>
203 <ul><li>Gas fosfor pentaklorida: P Cl5 (g)</li>
203 <ul><li>Gas fosfor pentaklorida: P Cl5 (g)</li>
204 <li>Gas fosfor triklorida: P Cl3 (g)</li>
204 <li>Gas fosfor triklorida: P Cl3 (g)</li>
205 <li>Unsur klor (Cl) dalam keadaan gas disebut sebagai gas klorin yang merupakan unsur diatomik sehingga ditulis Cl2(g).Berdasarkan rumus kimia di atas, persamaan reaksinya menjadi P Cl5 (g) ⇌ PCl3 (g) + Cl2 (g).</li>
205 <li>Unsur klor (Cl) dalam keadaan gas disebut sebagai gas klorin yang merupakan unsur diatomik sehingga ditulis Cl2(g).Berdasarkan rumus kimia di atas, persamaan reaksinya menjadi P Cl5 (g) ⇌ PCl3 (g) + Cl2 (g).</li>
206 </ul><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D. </strong></p>
206 </ul><p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D. </strong></p>
207 <p><strong>Topik: Stoikiometri 2</strong></p>
207 <p><strong>Topik: Stoikiometri 2</strong></p>
208 <p><strong>Subtopik: Stoikiometri Senyawa</strong></p>
208 <p><strong>Subtopik: Stoikiometri Senyawa</strong></p>
209 <p>4. Suatu cuplikan yang mengandung logam besi dengan massa 20 gram direaksikan dengan larutan asam klorida sampai semua besi habis bereaksi menurut reaksi berikut.</p>
209 <p>4. Suatu cuplikan yang mengandung logam besi dengan massa 20 gram direaksikan dengan larutan asam klorida sampai semua besi habis bereaksi menurut reaksi berikut.</p>
210 <p>Fe(s) + HCl(aq) → FeCl3(aq) + H2(g) (belum setara)</p>
210 <p>Fe(s) + HCl(aq) → FeCl3(aq) + H2(g) (belum setara)</p>
211 <p>Jika gas hidrogen yang dihasilkan dalam keadaan standar sebanyak 6,72 L, kadar besi dalam cuplikan sebesar ….</p>
211 <p>Jika gas hidrogen yang dihasilkan dalam keadaan standar sebanyak 6,72 L, kadar besi dalam cuplikan sebesar ….</p>
212 <ol><li>11,2%</li>
212 <ol><li>11,2%</li>
213 <li>25%</li>
213 <li>25%</li>
214 <li>44%</li>
214 <li>44%</li>
215 <li>56%</li>
215 <li>56%</li>
216 <li>75%</li>
216 <li>75%</li>
217 </ol><p>Jawaban: D</p>
217 </ol><p>Jawaban: D</p>
218 <p>Pembahasan:</p>
218 <p>Pembahasan:</p>
219 <p><strong>Persamaan reaksi setara:</strong></p>
219 <p><strong>Persamaan reaksi setara:</strong></p>
220 <p>2Fe(s) + 6HCl(aq) → 2FeCl3(aq) + 3H2(g) (sudah setara)</p>
220 <p>2Fe(s) + 6HCl(aq) → 2FeCl3(aq) + 3H2(g) (sudah setara)</p>
221 <p><strong>Menghitung mol gas hidrogen yang dihasilkan:</strong></p>
221 <p><strong>Menghitung mol gas hidrogen yang dihasilkan:</strong></p>
222 <p><strong>Menghitung mol besi menggunakan perbandingan mol:</strong></p>
222 <p><strong>Menghitung mol besi menggunakan perbandingan mol:</strong></p>
223 <p><strong>Menghitung massa besi:</strong></p>
223 <p><strong>Menghitung massa besi:</strong></p>
224 <p><strong>Menghitung kadar besi dalam cuplikan:</strong></p>
224 <p><strong>Menghitung kadar besi dalam cuplikan:</strong></p>
225 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D. </strong></p>
225 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D. </strong></p>
226 <p><strong>Topik: Stoikiometri 1</strong></p>
226 <p><strong>Topik: Stoikiometri 1</strong></p>
227 <p><strong>Subtopik: Konsentrasi Larutan</strong></p>
227 <p><strong>Subtopik: Konsentrasi Larutan</strong></p>
228 <p>5. Seorang siswa memerlukan 10 liter gas hidrogen dalam kondisi RTP (<em>Room Temperature Pressure</em>). Namun, di laboratorium, ia hanya mempunyai pita magnesium dan asam klorida 0,1 M. Jika satu meter pita magnesium memiliki massa 20 gram, panjang pita magnesium yang harus direaksikan oleh siswa tersebut agar diperoleh 10 liter gas hidrogen adalah …. (Ar Mg = 24 dan H = 1; R = 0,082 L atm/mol K)</p>
228 <p>5. Seorang siswa memerlukan 10 liter gas hidrogen dalam kondisi RTP (<em>Room Temperature Pressure</em>). Namun, di laboratorium, ia hanya mempunyai pita magnesium dan asam klorida 0,1 M. Jika satu meter pita magnesium memiliki massa 20 gram, panjang pita magnesium yang harus direaksikan oleh siswa tersebut agar diperoleh 10 liter gas hidrogen adalah …. (Ar Mg = 24 dan H = 1; R = 0,082 L atm/mol K)</p>
229 <ol><li>105,1 cm</li>
229 <ol><li>105,1 cm</li>
230 <li>96,4 cm</li>
230 <li>96,4 cm</li>
231 <li>49,2 cm</li>
231 <li>49,2 cm</li>
232 <li>36,7 cm</li>
232 <li>36,7 cm</li>
233 <li>24,5 cm</li>
233 <li>24,5 cm</li>
234 </ol><p>Jawaban: C</p>
234 </ol><p>Jawaban: C</p>
235 <p>Pembahasan:</p>
235 <p>Pembahasan:</p>
236 <p>Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.</p>
236 <p>Reaksi yang terjadi adalah sebagai berikut.</p>
237 <p><em>Mg(s) + 2HCl(aq) Mg Cl2(aq) + H2(g)</em>sudah setara</p>
237 <p><em>Mg(s) + 2HCl(aq) Mg Cl2(aq) + H2(g)</em>sudah setara</p>
238 <p>Pada kondisi RTP, mol gas H2 dapat dihitung menggunakan persamaan berikut.</p>
238 <p>Pada kondisi RTP, mol gas H2 dapat dihitung menggunakan persamaan berikut.</p>
239 <p>Lalu, hitung mol Mg menggunakan perbandingan koefisien.</p>
239 <p>Lalu, hitung mol Mg menggunakan perbandingan koefisien.</p>
240 <p>Selanjutnya, hitung massa Mg sebagai berikut.</p>
240 <p>Selanjutnya, hitung massa Mg sebagai berikut.</p>
241 <p>1 meter (100 cm) pita magnesium memiliki massa 20 gram. Dengan demikian, panjang pita magnesium yang diperlukan untuk 9,84 gram adalah sebagai berikut.</p>
241 <p>1 meter (100 cm) pita magnesium memiliki massa 20 gram. Dengan demikian, panjang pita magnesium yang diperlukan untuk 9,84 gram adalah sebagai berikut.</p>
242 <p>Panjang pita yang diperlukan =</p>
242 <p>Panjang pita yang diperlukan =</p>
243 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong> </strong></p>
243 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</strong><strong> </strong></p>
244 <p><strong>Topik: Reaksi Reduksi dan Oksidasi</strong></p>
244 <p><strong>Topik: Reaksi Reduksi dan Oksidasi</strong></p>
245 <p><strong>Subtopik: Stoikiometri Senyawa</strong></p>
245 <p><strong>Subtopik: Stoikiometri Senyawa</strong></p>
246 <p><strong>Perhatikan reaksi berikut!</strong></p>
246 <p><strong>Perhatikan reaksi berikut!</strong></p>
247 <p>2MnO4- + 5Sn2+ + 16H+ → 2Mn2+ + 5Sn4+ + 8H2O</p>
247 <p>2MnO4- + 5Sn2+ + 16H+ → 2Mn2+ + 5Sn4+ + 8H2O</p>
248 <p>6. Zat yang bertindak sebagai oksidator dan hasil reduksi secara berurutan adalah ….</p>
248 <p>6. Zat yang bertindak sebagai oksidator dan hasil reduksi secara berurutan adalah ….</p>
249 <ol><li>MnO4- dan Mn2+</li>
249 <ol><li>MnO4- dan Mn2+</li>
250 <li>Sn2+ dan Sn4+</li>
250 <li>Sn2+ dan Sn4+</li>
251 <li>H+ dan H2O</li>
251 <li>H+ dan H2O</li>
252 <li>MnO4- dan Sn4+</li>
252 <li>MnO4- dan Sn4+</li>
253 <li>Sn2+ dan Mn2+</li>
253 <li>Sn2+ dan Mn2+</li>
254 </ol><p>Jawaban: A</p>
254 </ol><p>Jawaban: A</p>
255 <p>Pembahasan:</p>
255 <p>Pembahasan:</p>
256 <p>Berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi (biloks),</p>
256 <p>Berdasarkan konsep perubahan bilangan oksidasi (biloks),</p>
257 <ul><li>reaksi reduksi: reaksi penurunan biloks,</li>
257 <ul><li>reaksi reduksi: reaksi penurunan biloks,</li>
258 <li>reaksi oksidasi: reaksi kenaikan biloks,</li>
258 <li>reaksi oksidasi: reaksi kenaikan biloks,</li>
259 <li>oksidator: zat yang mengalami reaksi reduksi, dan</li>
259 <li>oksidator: zat yang mengalami reaksi reduksi, dan</li>
260 <li>reduktor: zat yang mengalami reaksi oksidasi.Perhatikan reaksi berikut!</li>
260 <li>reduktor: zat yang mengalami reaksi oksidasi.Perhatikan reaksi berikut!</li>
261 </ul><p>Zat yang bertindak sebagai oksidator dan hasil reduksi secara berurutan adalah MnO4- dan Mn2+.</p>
261 </ul><p>Zat yang bertindak sebagai oksidator dan hasil reduksi secara berurutan adalah MnO4- dan Mn2+.</p>
262 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
262 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
263 <p><strong>Baca Juga:<a>Memahami Konsep Reaksi Redoks (Reduksi-Oksidasi) &amp; Contohnya</a></strong></p>
263 <p><strong>Baca Juga:<a>Memahami Konsep Reaksi Redoks (Reduksi-Oksidasi) &amp; Contohnya</a></strong></p>
264 <h2>FISIKA</h2>
264 <h2>FISIKA</h2>
265 <p><strong>Topik: Momentum dan Impuls</strong></p>
265 <p><strong>Topik: Momentum dan Impuls</strong></p>
266 <p><strong>Subtopik: Tumbukan</strong></p>
266 <p><strong>Subtopik: Tumbukan</strong></p>
267 <p>1. Benda A bermassa m bergerak ke kanan dan menumbuk benda B bermassa 2m yang diam di atas permukaan horizontal yang licin.</p>
267 <p>1. Benda A bermassa m bergerak ke kanan dan menumbuk benda B bermassa 2m yang diam di atas permukaan horizontal yang licin.</p>
268 <p>Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini!</p>
268 <p>Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini!</p>
269 <ol><li>Koefisien restitusi sama dengan nol.</li>
269 <ol><li>Koefisien restitusi sama dengan nol.</li>
270 <li>Jumlah momentum sebelum dan sesudah tumbukan sama besar.</li>
270 <li>Jumlah momentum sebelum dan sesudah tumbukan sama besar.</li>
271 <li>Kecepatan benda A sebelum dan sesudah tumbukan tetap.</li>
271 <li>Kecepatan benda A sebelum dan sesudah tumbukan tetap.</li>
272 <li>Energi kinetik total kedua benda tetap.</li>
272 <li>Energi kinetik total kedua benda tetap.</li>
273 </ol><p>Pernyataan yang benar jika kedua benda mengalami tumbukan tidak lenting sama sekali adalah ….</p>
273 </ol><p>Pernyataan yang benar jika kedua benda mengalami tumbukan tidak lenting sama sekali adalah ….</p>
274 <ol><li>1 dan 2</li>
274 <ol><li>1 dan 2</li>
275 <li>1 dan 3</li>
275 <li>1 dan 3</li>
276 <li>1 dan 4</li>
276 <li>1 dan 4</li>
277 <li>2 dan 3</li>
277 <li>2 dan 3</li>
278 <li>2 dan 4</li>
278 <li>2 dan 4</li>
279 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
279 </ol><p><strong>Jawaban: A</strong></p>
280 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
280 <p><strong>Pembahasan:</strong></p>
281 <p><strong>Uji setiap pernyataan:</strong></p>
281 <p><strong>Uji setiap pernyataan:</strong></p>
282 <p><strong>Pernyataan 1 =</strong>Koefisien restitusi sama dengan nol → benar, tumbukan tidak lenting sama sekali memiliki koefisien restitusi nol.</p>
282 <p><strong>Pernyataan 1 =</strong>Koefisien restitusi sama dengan nol → benar, tumbukan tidak lenting sama sekali memiliki koefisien restitusi nol.</p>
283 <p><strong>Pernyataan 2 =</strong>Jumlah momentum sebelum dan sesudah tumbukan sama besar → benar, pada setiap jenis tumbukan yang ideal berlaku hukum kekekalan momentum yang menjamin jumlah momentum sebelum dan setelah tumbukan sama.</p>
283 <p><strong>Pernyataan 2 =</strong>Jumlah momentum sebelum dan sesudah tumbukan sama besar → benar, pada setiap jenis tumbukan yang ideal berlaku hukum kekekalan momentum yang menjamin jumlah momentum sebelum dan setelah tumbukan sama.</p>
284 <p><strong>Pernyataan 3 =</strong>Kecepatan benda A sebelum dan sesudah tumbukan tetap → salah, dengan menggunakan hukum kekekalan momentum, kita dapat mengetahui bahwa kecepatan benda A setelah tumbukan lebih kecil dari sebelum tumbukan .</p>
284 <p><strong>Pernyataan 3 =</strong>Kecepatan benda A sebelum dan sesudah tumbukan tetap → salah, dengan menggunakan hukum kekekalan momentum, kita dapat mengetahui bahwa kecepatan benda A setelah tumbukan lebih kecil dari sebelum tumbukan .</p>
285 <p><strong>Pernyataan 4 =</strong>Energi kinetik total kedua benda tetap → salah, pada tumbukan tidak lenting sama sekali, energi kinetik total kedua benda setelah tumbukan akan lebih kecil daripada energi kinetik total sebelum tumbukan.</p>
285 <p><strong>Pernyataan 4 =</strong>Energi kinetik total kedua benda tetap → salah, pada tumbukan tidak lenting sama sekali, energi kinetik total kedua benda setelah tumbukan akan lebih kecil daripada energi kinetik total sebelum tumbukan.</p>
286 <p>Dengan demikian, pernyataan yang benar adalah pernyataan 1 dan 2.</p>
286 <p>Dengan demikian, pernyataan yang benar adalah pernyataan 1 dan 2.</p>
287 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
287 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah A.</strong></p>
288 <p><strong>Baca Juga:<a>Momentum dan Tumbukan: Pengertian, Jenis &amp; Rumus</a></strong></p>
288 <p><strong>Baca Juga:<a>Momentum dan Tumbukan: Pengertian, Jenis &amp; Rumus</a></strong></p>
289 <p><strong>Topik</strong><strong>: Besaran dan Satuan</strong></p>
289 <p><strong>Topik</strong><strong>: Besaran dan Satuan</strong></p>
290 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Besaran Pokok dan Besaran Turunan</strong></p>
290 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Besaran Pokok dan Besaran Turunan</strong></p>
291 <p><strong>Perhatikan tabel berikut!</strong></p>
291 <p><strong>Perhatikan tabel berikut!</strong></p>
292 <p>2. Pasangan besaran turunan dan satuannya yang benar menurut Satuan Internasional ditunjukkan oleh nomor ….</p>
292 <p>2. Pasangan besaran turunan dan satuannya yang benar menurut Satuan Internasional ditunjukkan oleh nomor ….</p>
293 <ol><li>1, 2, dan 3</li>
293 <ol><li>1, 2, dan 3</li>
294 <li>1 dan 3</li>
294 <li>1 dan 3</li>
295 <li>2 dan 4</li>
295 <li>2 dan 4</li>
296 <li>4 saja</li>
296 <li>4 saja</li>
297 <li>semua benar</li>
297 <li>semua benar</li>
298 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
298 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
299 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
299 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
300 <p>Suhu → Kelvin; besaran pokok Waktu → detik (sekon); besaran pokok Kuat arus → listrik ampere; besaran pokok Kecepatan → m/s; besaran turunan</p>
300 <p>Suhu → Kelvin; besaran pokok Waktu → detik (sekon); besaran pokok Kuat arus → listrik ampere; besaran pokok Kecepatan → m/s; besaran turunan</p>
301 <p>Dengan demikian, pasangan besaran turunan dan satuannya yang benar ditunjukkan oleh nomor 4 saja. </p>
301 <p>Dengan demikian, pasangan besaran turunan dan satuannya yang benar ditunjukkan oleh nomor 4 saja. </p>
302 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
302 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
303 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Besaran, Satuan &amp; Dimensi dalam Pengukuran Fisika</a></strong></p>
303 <p><strong>Baca Juga:<a>Pengertian Besaran, Satuan &amp; Dimensi dalam Pengukuran Fisika</a></strong></p>
304 <p><strong>Topik</strong><strong>: Vektor</strong></p>
304 <p><strong>Topik</strong><strong>: Vektor</strong></p>
305 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Operasi Vektor</strong></p>
305 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Operasi Vektor</strong></p>
306 <p><strong>Perhatikan gambar di bawah ini!</strong></p>
306 <p><strong>Perhatikan gambar di bawah ini!</strong></p>
307 <p>Jika F1=8 N, F2=16 N, dan F3=10 N, besar dan arah resultan dari ketiga vektor pada gambar adalah ….</p>
307 <p>Jika F1=8 N, F2=16 N, dan F3=10 N, besar dan arah resultan dari ketiga vektor pada gambar adalah ….</p>
308 <ol><li>6√2 N, 37°</li>
308 <ol><li>6√2 N, 37°</li>
309 <li>6√2 N, 127°</li>
309 <li>6√2 N, 127°</li>
310 <li>10 N, 127°</li>
310 <li>10 N, 127°</li>
311 <li>10 N, 143°</li>
311 <li>10 N, 143°</li>
312 <li>10√2 N, 37°</li>
312 <li>10√2 N, 37°</li>
313 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
313 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: D</strong></p>
314 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
314 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
315 <p>Diketahui:</p>
315 <p>Diketahui:</p>
316 <p>F1 = 8 N</p>
316 <p>F1 = 8 N</p>
317 <p>F2 = 16 N</p>
317 <p>F2 = 16 N</p>
318 <p>F3 = 10</p>
318 <p>F3 = 10</p>
319 <p>Gambarkan garis-garis komponen vektor:</p>
319 <p>Gambarkan garis-garis komponen vektor:</p>
320 <p>F1x = F1cos 53o = (8) (0,6) = 4,8 N</p>
320 <p>F1x = F1cos 53o = (8) (0,6) = 4,8 N</p>
321 <p>F1y = F1sin 53o = (8) (0,8) = 6,4 N</p>
321 <p>F1y = F1sin 53o = (8) (0,8) = 6,4 N</p>
322 <p>F2x = F2cos 37o = (16) (0,8) = 12,8 N</p>
322 <p>F2x = F2cos 37o = (16) (0,8) = 12,8 N</p>
323 <p>F2y = F2sin 37o = (16) (0,6) = 9,6 N</p>
323 <p>F2y = F2sin 37o = (16) (0,6) = 9,6 N</p>
324 <p>Resultan gaya pada sumbu x yaitu:</p>
324 <p>Resultan gaya pada sumbu x yaitu:</p>
325 <p>ΣFx = F1x - F2x</p>
325 <p>ΣFx = F1x - F2x</p>
326 <p>ΣFx = 4,8 - 12,8</p>
326 <p>ΣFx = 4,8 - 12,8</p>
327 <p>ΣFx = -8 N</p>
327 <p>ΣFx = -8 N</p>
328 <p>Resultan gaya pada sumbu y yaitu:</p>
328 <p>Resultan gaya pada sumbu y yaitu:</p>
329 <p>ΣFy = F1y + F2y - F3</p>
329 <p>ΣFy = F1y + F2y - F3</p>
330 <p>ΣFy = 6,4 + 9,6 - 10</p>
330 <p>ΣFy = 6,4 + 9,6 - 10</p>
331 <p>ΣFy = 6 N</p>
331 <p>ΣFy = 6 N</p>
332 <p>Besar resultan gaya yang bekerja dapat diketahui dengan:</p>
332 <p>Besar resultan gaya yang bekerja dapat diketahui dengan:</p>
333 <p>Sedangkan arah resultan gaya tersebut adalah:</p>
333 <p>Sedangkan arah resultan gaya tersebut adalah:</p>
334 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
334 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</strong></p>
335 <p><strong>Baca Juga:<a>Cara Mencari Komponen Vektor</a></strong></p>
335 <p><strong>Baca Juga:<a>Cara Mencari Komponen Vektor</a></strong></p>
336 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gerak Lurus</strong></p>
336 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gerak Lurus</strong></p>
337 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kelajuan dan Kecepatan</strong></p>
337 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Kelajuan dan Kecepatan</strong></p>
338 <p>4. Sepeda bergerak dengan posisi sepeda mengikuti persamaan x = 2t2 + t, dengan x dalam meter, t dalam sekon, dan 2 dalam m/s2. Kecepatan sesaat sepeda saat t = 2 s sebesar ….</p>
338 <p>4. Sepeda bergerak dengan posisi sepeda mengikuti persamaan x = 2t2 + t, dengan x dalam meter, t dalam sekon, dan 2 dalam m/s2. Kecepatan sesaat sepeda saat t = 2 s sebesar ….</p>
339 <ol><li>10 m/s</li>
339 <ol><li>10 m/s</li>
340 <li>9 m/s</li>
340 <li>9 m/s</li>
341 <li>7 m/s</li>
341 <li>7 m/s</li>
342 <li>5 m/s</li>
342 <li>5 m/s</li>
343 <li>3 m/s</li>
343 <li>3 m/s</li>
344 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
344 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
345 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
345 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
346 <p>x = 2t2 + t</p>
346 <p>x = 2t2 + t</p>
347 <p>t=2 s</p>
347 <p>t=2 s</p>
348 <p>v= ?</p>
348 <p>v= ?</p>
349 <p>Kecepatan sesaat merupakan penurun fungsi waktu dari posisi, maka dapat dinyatakan:</p>
349 <p>Kecepatan sesaat merupakan penurun fungsi waktu dari posisi, maka dapat dinyatakan:</p>
350 <p>Maka kecepatan sesaat saat t = 2 s:</p>
350 <p>Maka kecepatan sesaat saat t = 2 s:</p>
351 <p>v = 4t + 1</p>
351 <p>v = 4t + 1</p>
352 <p>v = 4 2 + 1</p>
352 <p>v = 4 2 + 1</p>
353 <p>v = 9 m/s</p>
353 <p>v = 9 m/s</p>
354 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
354 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
355 <p><strong>Baca Juga:<a>Apa Saja Besaran-Besaran dalam Konsep Gerak Lurus?</a></strong></p>
355 <p><strong>Baca Juga:<a>Apa Saja Besaran-Besaran dalam Konsep Gerak Lurus?</a></strong></p>
356 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gerak Parabola</strong></p>
356 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gerak Parabola</strong></p>
357 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Persamaan Gerak Parabola</strong></p>
357 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Persamaan Gerak Parabola</strong></p>
358 <p>5. Sebuah pesawat terbang bergerak mendatar dengan kecepatan konstan 300 m/s dan melepaskan bom dari ketinggian h sejajar dengan titik A. </p>
358 <p>5. Sebuah pesawat terbang bergerak mendatar dengan kecepatan konstan 300 m/s dan melepaskan bom dari ketinggian h sejajar dengan titik A. </p>
359 <p>Jika bom jatuh tepat di titik B dan jarak A ke B 6 km, ketinggian pesawat saat menjatuhkan bom adalah ….</p>
359 <p>Jika bom jatuh tepat di titik B dan jarak A ke B 6 km, ketinggian pesawat saat menjatuhkan bom adalah ….</p>
360 <ol><li>1 km</li>
360 <ol><li>1 km</li>
361 <li>2 km</li>
361 <li>2 km</li>
362 <li>4 km</li>
362 <li>4 km</li>
363 <li>5 km</li>
363 <li>5 km</li>
364 <li>8 km</li>
364 <li>8 km</li>
365 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
365 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: B</strong></p>
366 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
366 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
367 <p>v0x = 300 m/s</p>
367 <p>v0x = 300 m/s</p>
368 <p>v0y = 0 m/s</p>
368 <p>v0y = 0 m/s</p>
369 <p>x = 6 km = 6.000 m</p>
369 <p>x = 6 km = 6.000 m</p>
370 <p>Waktu yang dibutuhkan bom untuk mencapai tanah yaitu</p>
370 <p>Waktu yang dibutuhkan bom untuk mencapai tanah yaitu</p>
371 <p>x = v0x t</p>
371 <p>x = v0x t</p>
372 <p>6.000 = (300) t</p>
372 <p>6.000 = (300) t</p>
373 <p>t = 20 s</p>
373 <p>t = 20 s</p>
374 <p>Ketinggian pesawat saat melepaskan bom dapat diketahui dengan</p>
374 <p>Ketinggian pesawat saat melepaskan bom dapat diketahui dengan</p>
375 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
375 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</strong></p>
376 <p><strong>Baca Juga:<a>Rumus-Rumus Gerak Parabola beserta Contoh Soal</a> </strong></p>
376 <p><strong>Baca Juga:<a>Rumus-Rumus Gerak Parabola beserta Contoh Soal</a> </strong></p>
377 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gerak Melingkar Beraturan</strong></p>
377 <p><strong>Topik</strong><strong>: Gerak Melingkar Beraturan</strong></p>
378 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Percepatan dan Gaya Sentripetal</strong></p>
378 <p><strong>Subtopik</strong><strong>: Percepatan dan Gaya Sentripetal</strong></p>
379 <p>6. Sebuah benda bermassa 5 kg bergerak dalam lintasan yang melingkar dengan kecepatan 2 m/s. Jari-jari lintasan yang dilewati oleh benda adalah 2 meter. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini!</p>
379 <p>6. Sebuah benda bermassa 5 kg bergerak dalam lintasan yang melingkar dengan kecepatan 2 m/s. Jari-jari lintasan yang dilewati oleh benda adalah 2 meter. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini!</p>
380 <ol><li>Pergerakan benda memiliki periode 2π sekon</li>
380 <ol><li>Pergerakan benda memiliki periode 2π sekon</li>
381 <li>Besar percepatan sentripetal benda 2 m/s²</li>
381 <li>Besar percepatan sentripetal benda 2 m/s²</li>
382 <li>Gaya sentripetal yang dialami benda adalah 10 N</li>
382 <li>Gaya sentripetal yang dialami benda adalah 10 N</li>
383 <li>Vektor kecepatan linier benda berubah-ubah</li>
383 <li>Vektor kecepatan linier benda berubah-ubah</li>
384 </ol><p>Pernyataan yang benar ditunjukkan oleh nomor ….…</p>
384 </ol><p>Pernyataan yang benar ditunjukkan oleh nomor ….…</p>
385 <ol><li>1, 2, dan 3</li>
385 <ol><li>1, 2, dan 3</li>
386 <li>1 dan 3</li>
386 <li>1 dan 3</li>
387 <li>2 dan 4</li>
387 <li>2 dan 4</li>
388 <li>4 saja</li>
388 <li>4 saja</li>
389 <li>semua benar</li>
389 <li>semua benar</li>
390 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
390 </ol><p><strong>Jawaban</strong><strong>: E</strong></p>
391 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
391 <p><strong>Pembahasan</strong><strong>:</strong></p>
392 <p>Periksa setiap pernyataan.</p>
392 <p>Periksa setiap pernyataan.</p>
393 <p>- Periode benda dapat dihitung dengan persamaan</p>
393 <p>- Periode benda dapat dihitung dengan persamaan</p>
394 <p>- Percepatan sentripetal yang dialami oleh benda adalah</p>
394 <p>- Percepatan sentripetal yang dialami oleh benda adalah</p>
395 <p>- Besar gaya sentripetal yang dialami oleh benda yaitu</p>
395 <p>- Besar gaya sentripetal yang dialami oleh benda yaitu</p>
396 <p>Fs = mas</p>
396 <p>Fs = mas</p>
397 <p>Fs = (5) (2)</p>
397 <p>Fs = (5) (2)</p>
398 <p>Fs = 10 N<strong>(BENAR)</strong></p>
398 <p>Fs = 10 N<strong>(BENAR)</strong></p>
399 <p>- Pada gerak melingkar beraturan, vektor kecepatan linier terus berubah dalam arahnya setiap detik, namun besarnya tetap.<strong>(BENAR)</strong></p>
399 <p>- Pada gerak melingkar beraturan, vektor kecepatan linier terus berubah dalam arahnya setiap detik, namun besarnya tetap.<strong>(BENAR)</strong></p>
400 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
400 <p><strong>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</strong></p>
401 <p><strong>Baca Juga:<a>Gerak Melingkar Beraturan (GMB): Besaran, Rumus &amp; Contoh Soal</a></strong></p>
401 <p><strong>Baca Juga:<a>Gerak Melingkar Beraturan (GMB): Besaran, Rumus &amp; Contoh Soal</a></strong></p>
402 <p>Demikian latihan soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) kelas 10 SMA IPA yang ada di blog Ruangguru. Semoga bisa bermanfaat buat kamu yang mau ujian ya. Yuk, mantapkan persiapan kamu dalam belajar bersama video belajar animasi yang keren di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>. Kini bisa kamu akses lewat laptop lho. Semakin seru dan asyik tentunya. Daftar sekarang juga ya.</p>
402 <p>Demikian latihan soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) kelas 10 SMA IPA yang ada di blog Ruangguru. Semoga bisa bermanfaat buat kamu yang mau ujian ya. Yuk, mantapkan persiapan kamu dalam belajar bersama video belajar animasi yang keren di<strong><a>ruangbelajar</a></strong>. Kini bisa kamu akses lewat laptop lho. Semakin seru dan asyik tentunya. Daftar sekarang juga ya.</p>
403  
403