0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Di artikel kali ini, blog Ruangguru akan menjelaskan tentang<strong>pengertian majas, jenis, dan contoh-contohnya</strong>. Simak penjelasan sampai selesai ya!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Di artikel kali ini, blog Ruangguru akan menjelaskan tentang<strong>pengertian majas, jenis, dan contoh-contohnya</strong>. Simak penjelasan sampai selesai ya!</em></p>
2
</blockquote><p>-</p>
2
</blockquote><p>-</p>
3
<p>“Dia termasuk tangan kanan Pak Budi”</p>
3
<p>“Dia termasuk tangan kanan Pak Budi”</p>
4
<p>Nah, pernah dengar ungkapan seperti itu ngga? Apakah tangan kanan Pak Budi itu sebuah makhluk? Kok disebut dengan “dia”?</p>
4
<p>Nah, pernah dengar ungkapan seperti itu ngga? Apakah tangan kanan Pak Budi itu sebuah makhluk? Kok disebut dengan “dia”?</p>
5
<p>Dalam studi kebahasaan, ungkapan “tangan kanan” di atas disebut dengan majas. Hayoo….kamu masih ingat ngga apa sih majas itu? Kalau ngga salah di kelas 7 dan kelas 12 pernah sedikit disinggung tuh tentang majas.</p>
5
<p>Dalam studi kebahasaan, ungkapan “tangan kanan” di atas disebut dengan majas. Hayoo….kamu masih ingat ngga apa sih majas itu? Kalau ngga salah di kelas 7 dan kelas 12 pernah sedikit disinggung tuh tentang majas.</p>
6
<p>Kalau kamu lupa, yuk sama-sama kita belajar lagi tentang majas di artikel ini.</p>
6
<p>Kalau kamu lupa, yuk sama-sama kita belajar lagi tentang majas di artikel ini.</p>
7
<h2>Pengertian Majas</h2>
7
<h2>Pengertian Majas</h2>
8
<p><strong>Majas adalah</strong>salah satu bentuk gaya bahasa untuk mendapatkan suasana dalam sebuah kalimat agar semakin hidup. Mudahnya, bisa kita pahami bahwa majas itu menjadi ungkapan yang dapat menghidupkan suatu kalimat. Majas melakukan penyimpangan dari makna dari suatu kata yang biasa digunakan.</p>
8
<p><strong>Majas adalah</strong>salah satu bentuk gaya bahasa untuk mendapatkan suasana dalam sebuah kalimat agar semakin hidup. Mudahnya, bisa kita pahami bahwa majas itu menjadi ungkapan yang dapat menghidupkan suatu kalimat. Majas melakukan penyimpangan dari makna dari suatu kata yang biasa digunakan.</p>
9
<p>Contohnya seperti di awal artikel tadi, “tangan kanan”. Tangan kanan jika dilihat dari makna sebenarnya ialah<strong>anggota tubuh manusia</strong>. Namun, dalam kalimat “Dia termasuk tangan kanan Pak Budi”, maka makna anggota tubuh pun hilang. Makna “tangan kanan” berubah menjadi<strong>orang kepercayaan</strong>.</p>
9
<p>Contohnya seperti di awal artikel tadi, “tangan kanan”. Tangan kanan jika dilihat dari makna sebenarnya ialah<strong>anggota tubuh manusia</strong>. Namun, dalam kalimat “Dia termasuk tangan kanan Pak Budi”, maka makna anggota tubuh pun hilang. Makna “tangan kanan” berubah menjadi<strong>orang kepercayaan</strong>.</p>
10
<p>Baca Juga:<a>Pengertian dan Jenis-Jenis Konjungsi Antarkalimat</a></p>
10
<p>Baca Juga:<a>Pengertian dan Jenis-Jenis Konjungsi Antarkalimat</a></p>
11
<h2>Jenis-Jenis Majas</h2>
11
<h2>Jenis-Jenis Majas</h2>
12
<p>Jenis majas yang ada dalam Bahasa Indonesia ada sangat banyak sekali. Tapi, di artikel ini kita akan bahas beberapa saja ya yang sering muncul di pelajaran. Secara umum, kita akan membahas macam-macam majas, di antaranya<strong>majas perbandingan, majas sindiran, majas penegasan, dan majas pertentangan</strong>.</p>
12
<p>Jenis majas yang ada dalam Bahasa Indonesia ada sangat banyak sekali. Tapi, di artikel ini kita akan bahas beberapa saja ya yang sering muncul di pelajaran. Secara umum, kita akan membahas macam-macam majas, di antaranya<strong>majas perbandingan, majas sindiran, majas penegasan, dan majas pertentangan</strong>.</p>
13
<p>-</p>
13
<p>-</p>
14
<blockquote><p><em>Sudah tahu belum, di Aplikasi belajar Ruangguru, ada fitur Drill Soal yang berisi kumpulan contoh soal latihan beserta pembahasannya, loh. Pas banget kan buat mempersiapkan diri kamu dalam menghadapi ujian nanti. Yuk, klik banner di bawah ini untuk coba fitur Drill Soal! </em></p>
14
<blockquote><p><em>Sudah tahu belum, di Aplikasi belajar Ruangguru, ada fitur Drill Soal yang berisi kumpulan contoh soal latihan beserta pembahasannya, loh. Pas banget kan buat mempersiapkan diri kamu dalam menghadapi ujian nanti. Yuk, klik banner di bawah ini untuk coba fitur Drill Soal! </em></p>
15
</blockquote><h3>1. Majas Perbandingan</h3>
15
</blockquote><h3>1. Majas Perbandingan</h3>
16
<p>Majas perbandingan ini cukup banyak muncul di pelajaran sekolah, lho. Majas perbandingan adalah majas yang membandingkan atau menyandingkan antara satu objek dengan objek lainnya.</p>
16
<p>Majas perbandingan ini cukup banyak muncul di pelajaran sekolah, lho. Majas perbandingan adalah majas yang membandingkan atau menyandingkan antara satu objek dengan objek lainnya.</p>
17
<p>Ada pun majas yang termasuk ke dalam majas perbandingan, antara lain alegori, personifikasi, metafora, metonimia, asosiasi, hiperbola, simile, antonomasia, pars pro toto, totem pro parte, dan eufimisme.</p>
17
<p>Ada pun majas yang termasuk ke dalam majas perbandingan, antara lain alegori, personifikasi, metafora, metonimia, asosiasi, hiperbola, simile, antonomasia, pars pro toto, totem pro parte, dan eufimisme.</p>
18
<h3>2. Majas Sindiran</h3>
18
<h3>2. Majas Sindiran</h3>
19
<p>Majas sindiran adalah majas yang ditujukan untuk menyatakan sesuatu dengan maksud menyindir. Untuk jenis majas sindiran yang paling sering muncul di buku sekolah, seperti majas ironi, sarkasme, sinisme, satire, inuendo.</p>
19
<p>Majas sindiran adalah majas yang ditujukan untuk menyatakan sesuatu dengan maksud menyindir. Untuk jenis majas sindiran yang paling sering muncul di buku sekolah, seperti majas ironi, sarkasme, sinisme, satire, inuendo.</p>
20
<h3>3. Majas Penegasan</h3>
20
<h3>3. Majas Penegasan</h3>
21
<p>Majas penegasan adalah majas yang digunakan untuk menyatakan suatu hal secara tegas. Nah, kalau untuk majas penegasan, di artikel ini nanti akan diberikan contoh dari pleonasme, repetisi, retorika, aliterasi, metonomia, simbolik, paralelisme, tautologi, dan kiasmus.</p>
21
<p>Majas penegasan adalah majas yang digunakan untuk menyatakan suatu hal secara tegas. Nah, kalau untuk majas penegasan, di artikel ini nanti akan diberikan contoh dari pleonasme, repetisi, retorika, aliterasi, metonomia, simbolik, paralelisme, tautologi, dan kiasmus.</p>
22
<h3>4. Majas Pertentangan</h3>
22
<h3>4. Majas Pertentangan</h3>
23
<p>Selanjutnya, majas pertentangan adalah <strong>majas yang digunakan untuk mengekspresikan suatu hal dengan cara mempertentangkan dengan hal yang lainnya</strong>. <em>Nah</em>, majas pertentangan ini dibagi menjadi majas litotes, antitesis, paradoks, anakronisme, sinekdoke, oksimoron, dan kontradiksi interminus.</p>
23
<p>Selanjutnya, majas pertentangan adalah <strong>majas yang digunakan untuk mengekspresikan suatu hal dengan cara mempertentangkan dengan hal yang lainnya</strong>. <em>Nah</em>, majas pertentangan ini dibagi menjadi majas litotes, antitesis, paradoks, anakronisme, sinekdoke, oksimoron, dan kontradiksi interminus.</p>
24
<h2>Contoh Majas</h2>
24
<h2>Contoh Majas</h2>
25
<p>Sekarang, langsung saja kita masuk ke contoh majas berdasarkan macam-macamnya, seperti yang sudah disebutkan di atas tadi ya.</p>
25
<p>Sekarang, langsung saja kita masuk ke contoh majas berdasarkan macam-macamnya, seperti yang sudah disebutkan di atas tadi ya.</p>
26
<p>Contoh Majas Perbandingan</p>
26
<p>Contoh Majas Perbandingan</p>
27
<h3>1. Majas Alegori</h3>
27
<h3>1. Majas Alegori</h3>
28
<p>Majas alegori adalah majas yang menyatakan dengan ungkapan kiasan atau penggambaran.</p>
28
<p>Majas alegori adalah majas yang menyatakan dengan ungkapan kiasan atau penggambaran.</p>
29
<p><strong>Contoh</strong>: Hidup itu seperti roda berputar, kadang di atas, kadang pula di bawah.</p>
29
<p><strong>Contoh</strong>: Hidup itu seperti roda berputar, kadang di atas, kadang pula di bawah.</p>
30
<h3>2. Majas Personifikasi</h3>
30
<h3>2. Majas Personifikasi</h3>
31
<p>Majas personifikasi adalah majas yang membandingkan antara manusia dengan benda mati, seolah-olah benda tersebut memiliki sifat layaknya manusia.</p>
31
<p>Majas personifikasi adalah majas yang membandingkan antara manusia dengan benda mati, seolah-olah benda tersebut memiliki sifat layaknya manusia.</p>
32
<p><strong>Contoh</strong>: Deburan ombak memecah karang.</p>
32
<p><strong>Contoh</strong>: Deburan ombak memecah karang.</p>
33
<h3>3. Majas Metafora</h3>
33
<h3>3. Majas Metafora</h3>
34
<p>Majas metafora ini merupakan majas yang memakai analogi atau perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda.</p>
34
<p>Majas metafora ini merupakan majas yang memakai analogi atau perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda.</p>
35
<p><strong>Contoh</strong>: Anak itu dikenal sebagai kutu buku di kelasnya.</p>
35
<p><strong>Contoh</strong>: Anak itu dikenal sebagai kutu buku di kelasnya.</p>
36
<h3>4. Majas Metonimia</h3>
36
<h3>4. Majas Metonimia</h3>
37
<p>Majas metonomia ini menyatakan suatu hal dengan memakai kata lain yang punya keterkaitan (misalnya sebuah merek dagang).</p>
37
<p>Majas metonomia ini menyatakan suatu hal dengan memakai kata lain yang punya keterkaitan (misalnya sebuah merek dagang).</p>
38
<p><strong>Contoh</strong>: Jamaah haji Indonesia pergi ke Makkah menggunakan Garuda.</p>
38
<p><strong>Contoh</strong>: Jamaah haji Indonesia pergi ke Makkah menggunakan Garuda.</p>
39
<h3>5. Majas Asosiasi</h3>
39
<h3>5. Majas Asosiasi</h3>
40
<p>Majas asosiasi digunakan untuk membandingkan perasaan atau emosi dengan suatu objek, simbol, atau situasi yang berbeda.</p>
40
<p>Majas asosiasi digunakan untuk membandingkan perasaan atau emosi dengan suatu objek, simbol, atau situasi yang berbeda.</p>
41
<p><strong>Contoh</strong>: Suara hujan mengingatkanku pada kesegaran dan ketenangan.</p>
41
<p><strong>Contoh</strong>: Suara hujan mengingatkanku pada kesegaran dan ketenangan.</p>
42
<h3>6. Majas Hiperbola</h3>
42
<h3>6. Majas Hiperbola</h3>
43
<p>Majas hiperbola adalah majas yang menggunakan ungkapan yang berlebihan dan tidak masuk akal.</p>
43
<p>Majas hiperbola adalah majas yang menggunakan ungkapan yang berlebihan dan tidak masuk akal.</p>
44
<p><strong>Contoh</strong>: Dentuman itu menggelegar membelah angkasa.</p>
44
<p><strong>Contoh</strong>: Dentuman itu menggelegar membelah angkasa.</p>
45
<p>Baca Juga:<a>Macam-Macam Majas Perbandingan beserta Contohnya</a></p>
45
<p>Baca Juga:<a>Macam-Macam Majas Perbandingan beserta Contohnya</a></p>
46
<h3>7. Majas Simile</h3>
46
<h3>7. Majas Simile</h3>
47
<p>Majas simile adalah majas yang digunakan untuk membandingkan dua hal yang berbeda, menggunakan kata ‘seperti’ atau ‘sebagai’.</p>
47
<p>Majas simile adalah majas yang digunakan untuk membandingkan dua hal yang berbeda, menggunakan kata ‘seperti’ atau ‘sebagai’.</p>
48
<p><strong>Contoh</strong>: Kulitnya putih seperti salju.</p>
48
<p><strong>Contoh</strong>: Kulitnya putih seperti salju.</p>
49
<h3>8. Majas Antonomasia</h3>
49
<h3>8. Majas Antonomasia</h3>
50
<p>Majas antonomasia biasanya menggunakan nama atau gelar yang mewakili orang atau sesuatu yang lebih spesifik, untuk menyampaikan ide atau perasaan secara implisit.</p>
50
<p>Majas antonomasia biasanya menggunakan nama atau gelar yang mewakili orang atau sesuatu yang lebih spesifik, untuk menyampaikan ide atau perasaan secara implisit.</p>
51
<p><strong>Contoh</strong>: “Bapak Proklamator” mengacu pada Soekarno sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia.</p>
51
<p><strong>Contoh</strong>: “Bapak Proklamator” mengacu pada Soekarno sebagai proklamator kemerdekaan Indonesia.</p>
52
<h3>9. Majas Pars Pro Toto</h3>
52
<h3>9. Majas Pars Pro Toto</h3>
53
<p>Majas pars pro toto adalah majas yang menggunakan sebagian unsur/objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.</p>
53
<p>Majas pars pro toto adalah majas yang menggunakan sebagian unsur/objek untuk menunjukkan keseluruhan objek.</p>
54
<p><strong>Contoh</strong>: Dari tadi pagi, ia tak menampakkan batang hidungnya.</p>
54
<p><strong>Contoh</strong>: Dari tadi pagi, ia tak menampakkan batang hidungnya.</p>
55
<h3>10. Majas Totem Pro Parte</h3>
55
<h3>10. Majas Totem Pro Parte</h3>
56
<p>Majas totem pro parte adalah majas yang mengungkapkan keseluruhan objek padahal hanya sebagian objek saja.</p>
56
<p>Majas totem pro parte adalah majas yang mengungkapkan keseluruhan objek padahal hanya sebagian objek saja.</p>
57
<p><strong>Contoh</strong>: Indonesia mengalahkan Malaysia dalam pertandingan sepakbola tadi malam.</p>
57
<p><strong>Contoh</strong>: Indonesia mengalahkan Malaysia dalam pertandingan sepakbola tadi malam.</p>
58
<h3>11. Majas Eufimisme</h3>
58
<h3>11. Majas Eufimisme</h3>
59
<p>Majas eufinisme adalah majas yang menggunakan ungkapan lebih halus terhadap ungkapan yang dirasa kasar atau merugikan.</p>
59
<p>Majas eufinisme adalah majas yang menggunakan ungkapan lebih halus terhadap ungkapan yang dirasa kasar atau merugikan.</p>
60
<p><strong>Contoh</strong>: Saat ini sedang dibahas penyesuaian tarif tol.</p>
60
<p><strong>Contoh</strong>: Saat ini sedang dibahas penyesuaian tarif tol.</p>
61
<p>Contoh Majas Sindiran</p>
61
<p>Contoh Majas Sindiran</p>
62
<h3>12. Majas Ironi</h3>
62
<h3>12. Majas Ironi</h3>
63
<p>Majas sindiran ini digunakan dengan cara menyembunyikan fakta dan mengatakan hal yang sebaliknya.</p>
63
<p>Majas sindiran ini digunakan dengan cara menyembunyikan fakta dan mengatakan hal yang sebaliknya.</p>
64
<p><strong>Contoh</strong>: Suaranya sangat merdu sekali seperti kaset kusut.</p>
64
<p><strong>Contoh</strong>: Suaranya sangat merdu sekali seperti kaset kusut.</p>
65
<h3>13. Majas Sarkasme</h3>
65
<h3>13. Majas Sarkasme</h3>
66
<p>Majas sarkasme ini bisa dikatakan sebagai majas sindiran yang kasar.</p>
66
<p>Majas sarkasme ini bisa dikatakan sebagai majas sindiran yang kasar.</p>
67
<p><strong>Contoh</strong>: Putih benar wajah kamu, sampai bisa aku sendoki bedaknya.</p>
67
<p><strong>Contoh</strong>: Putih benar wajah kamu, sampai bisa aku sendoki bedaknya.</p>
68
<h3>14. Majas Sinisme</h3>
68
<h3>14. Majas Sinisme</h3>
69
<p>Majas sinisme ini lebih bersifat mencemooh atas ide atau pemikiran.</p>
69
<p>Majas sinisme ini lebih bersifat mencemooh atas ide atau pemikiran.</p>
70
<p><strong>Contoh</strong>: Kamu sudah pintar ‘kan? Kenapa masih bertanya kepada aku?</p>
70
<p><strong>Contoh</strong>: Kamu sudah pintar ‘kan? Kenapa masih bertanya kepada aku?</p>
71
<h3>15. Majas Satire</h3>
71
<h3>15. Majas Satire</h3>
72
<p>Majas satire adalah gaya bahasa yang mengandung<strong>penolakan, kritik, atau sindiran</strong>terhadap suatu gagasan, kebiasaan, atau ideologi. Namun, penyampaiannya<strong>dibalut dengan komedi</strong>atau sebagai bahan candaan.</p>
72
<p>Majas satire adalah gaya bahasa yang mengandung<strong>penolakan, kritik, atau sindiran</strong>terhadap suatu gagasan, kebiasaan, atau ideologi. Namun, penyampaiannya<strong>dibalut dengan komedi</strong>atau sebagai bahan candaan.</p>
73
<p><strong>Contoh</strong>: Ya Tuhan, soal semudah ini saja kamu tidak bisa menyelesaikannya?</p>
73
<p><strong>Contoh</strong>: Ya Tuhan, soal semudah ini saja kamu tidak bisa menyelesaikannya?</p>
74
<h3>16. Majas Innuendo</h3>
74
<h3>16. Majas Innuendo</h3>
75
<p>Majas innuendo digunakan untuk menyindir seseorang dengan cara<strong>mengecilkan fakta yang ada</strong>.</p>
75
<p>Majas innuendo digunakan untuk menyindir seseorang dengan cara<strong>mengecilkan fakta yang ada</strong>.</p>
76
<p><strong>Contoh</strong>: Tak perlu takut, disuntik rasanya hanya seperti digigit semut kecil.</p>
76
<p><strong>Contoh</strong>: Tak perlu takut, disuntik rasanya hanya seperti digigit semut kecil.</p>
77
<p>Baca Juga:<a>Macam-Macam Majas Sindiran beserta Ciri dan Contohnya</a></p>
77
<p>Baca Juga:<a>Macam-Macam Majas Sindiran beserta Ciri dan Contohnya</a></p>
78
<p>Contoh Majas Penegasan</p>
78
<p>Contoh Majas Penegasan</p>
79
<h3>17. Majas Pleonasme</h3>
79
<h3>17. Majas Pleonasme</h3>
80
<p>Majas pleonasme adalah majas yang menambahkan keterangan pada kalimat yang sudah jelas (sebenarnya tidak diperlukan).</p>
80
<p>Majas pleonasme adalah majas yang menambahkan keterangan pada kalimat yang sudah jelas (sebenarnya tidak diperlukan).</p>
81
<p><strong>Contoh</strong>: Dia sudah turun ke bawah.</p>
81
<p><strong>Contoh</strong>: Dia sudah turun ke bawah.</p>
82
<h3>18. Majas Repetisi</h3>
82
<h3>18. Majas Repetisi</h3>
83
<p>Majas repetisi ini merupakan majas pengulangan kata, frasa, atau klausa untuk mempertegas maksudnya.</p>
83
<p>Majas repetisi ini merupakan majas pengulangan kata, frasa, atau klausa untuk mempertegas maksudnya.</p>
84
<p><strong>Contoh</strong>: Awas, tunggu kedatanganku besok! Tunggu!</p>
84
<p><strong>Contoh</strong>: Awas, tunggu kedatanganku besok! Tunggu!</p>
85
<h3>19. Majas Retorika</h3>
85
<h3>19. Majas Retorika</h3>
86
<p>Majas retorika ini berbentuk kalimat tanya, namun tidak memerlukan jawaban. Tujuan kalimat tanya tersebut sebagai penegasan akan suatu hal.</p>
86
<p>Majas retorika ini berbentuk kalimat tanya, namun tidak memerlukan jawaban. Tujuan kalimat tanya tersebut sebagai penegasan akan suatu hal.</p>
87
<p><strong>Contoh</strong>: Siapa yang tidak ingin terlahir kaya raya?</p>
87
<p><strong>Contoh</strong>: Siapa yang tidak ingin terlahir kaya raya?</p>
88
<h3>20. Majas Aliterasi</h3>
88
<h3>20. Majas Aliterasi</h3>
89
<p>Majas aliterasi adalah majas yang menggunakan pengulangan huruf konsonan pada awal kata.</p>
89
<p>Majas aliterasi adalah majas yang menggunakan pengulangan huruf konsonan pada awal kata.</p>
90
<p><strong>Contoh</strong>: Beli baju biru bersama Budi.</p>
90
<p><strong>Contoh</strong>: Beli baju biru bersama Budi.</p>
91
<h3>21. Majas Metonomia</h3>
91
<h3>21. Majas Metonomia</h3>
92
<p>Majas metonomia adalah majas yang menggunakan kata atau frasa untuk mewakili suatu objek. Kata yang digunakan biasanya masih terkait dengan objek tersebut.</p>
92
<p>Majas metonomia adalah majas yang menggunakan kata atau frasa untuk mewakili suatu objek. Kata yang digunakan biasanya masih terkait dengan objek tersebut.</p>
93
<p><strong>Contoh</strong>: Yonas dikenal sebagai anak kutu buku di sekolahnya.</p>
93
<p><strong>Contoh</strong>: Yonas dikenal sebagai anak kutu buku di sekolahnya.</p>
94
<h3>22. Majas Simbolik</h3>
94
<h3>22. Majas Simbolik</h3>
95
<p>Majas simbolik adalah majas yang menggunakan simbol atau lambang untuk mengekspresikan suatu ide atau perasaan.</p>
95
<p>Majas simbolik adalah majas yang menggunakan simbol atau lambang untuk mengekspresikan suatu ide atau perasaan.</p>
96
<p><strong>Contoh</strong>: Mawar merah simbol dari cinta yang romantis.</p>
96
<p><strong>Contoh</strong>: Mawar merah simbol dari cinta yang romantis.</p>
97
<h3>23. Majas Paralelisme</h3>
97
<h3>23. Majas Paralelisme</h3>
98
<p>Majas paralelisme adalah majas penegasan yang menggunakan pengulangan kata. Pengulangan ini memiliki struktur, ritme, atau gaya yang sama untuk menekankan ide atau perasaan.</p>
98
<p>Majas paralelisme adalah majas penegasan yang menggunakan pengulangan kata. Pengulangan ini memiliki struktur, ritme, atau gaya yang sama untuk menekankan ide atau perasaan.</p>
99
<p><strong>Contoh</strong>: Siang hari adalah untuk bekerja, malam hari adalah untuk beristirahat.</p>
99
<p><strong>Contoh</strong>: Siang hari adalah untuk bekerja, malam hari adalah untuk beristirahat.</p>
100
<h3>24. Majas Tautologi</h3>
100
<h3>24. Majas Tautologi</h3>
101
<p>Majas tautologi adalah gaya bahasa berupa<strong>pengulangan gagasan, pernyataan, atau kata-kata secara berlebihan</strong>dan tidak perlu. Majas tautologi merupakan contoh dari redundansi bahasa.</p>
101
<p>Majas tautologi adalah gaya bahasa berupa<strong>pengulangan gagasan, pernyataan, atau kata-kata secara berlebihan</strong>dan tidak perlu. Majas tautologi merupakan contoh dari redundansi bahasa.</p>
102
<p><strong>Contoh</strong>: Saya percaya, yakin, dan mengimani kalau Tuhan selalu bersama kita.</p>
102
<p><strong>Contoh</strong>: Saya percaya, yakin, dan mengimani kalau Tuhan selalu bersama kita.</p>
103
<h3>25. Majas Kiasmus</h3>
103
<h3>25. Majas Kiasmus</h3>
104
<p>Majas kiasmus merupakan gaya bahasa yang berisi<strong>pengulangan</strong>,<strong>sekaligus kebalikan (invers)</strong>dari susunan antar kata dalam satu kalimat.</p>
104
<p>Majas kiasmus merupakan gaya bahasa yang berisi<strong>pengulangan</strong>,<strong>sekaligus kebalikan (invers)</strong>dari susunan antar kata dalam satu kalimat.</p>
105
<p><strong>Contoh</strong>: Sering ditemukan dalam keseharian kita, orang pandai merasa dirinya bodoh, namun orang bodoh merasa dirinya pandai.</p>
105
<p><strong>Contoh</strong>: Sering ditemukan dalam keseharian kita, orang pandai merasa dirinya bodoh, namun orang bodoh merasa dirinya pandai.</p>
106
<p>Baca Juga:<a>Macam-Macam Majas Penegasan beserta Ciri dan Contohnya</a></p>
106
<p>Baca Juga:<a>Macam-Macam Majas Penegasan beserta Ciri dan Contohnya</a></p>
107
<p>Contoh Majas Pertentangan</p>
107
<p>Contoh Majas Pertentangan</p>
108
<h3>26. Majas Litotes</h3>
108
<h3>26. Majas Litotes</h3>
109
<p>Majas litotes merupakan majas yang menggunakan ungkapan penurunan kualitas untuk merendahkan diri.</p>
109
<p>Majas litotes merupakan majas yang menggunakan ungkapan penurunan kualitas untuk merendahkan diri.</p>
110
<p><strong>Contoh</strong>: Silakan datang ke gubukku yang kumuh.</p>
110
<p><strong>Contoh</strong>: Silakan datang ke gubukku yang kumuh.</p>
111
<h3>27. Majas Antitesis</h3>
111
<h3>27. Majas Antitesis</h3>
112
<p>Majas antitesis adalah majas yang menggunakan dua kata berlawanan untuk mengungkapkan suatu pertentangan.</p>
112
<p>Majas antitesis adalah majas yang menggunakan dua kata berlawanan untuk mengungkapkan suatu pertentangan.</p>
113
<p><strong>Contoh</strong>: Dia adalah cahaya dalam kegelapan, juga bayangan dalam cahaya.</p>
113
<p><strong>Contoh</strong>: Dia adalah cahaya dalam kegelapan, juga bayangan dalam cahaya.</p>
114
<h3>28. Majas Paradoks</h3>
114
<h3>28. Majas Paradoks</h3>
115
<p>Majas paradoks adalah <strong>majas yang mengandung pertentangan antara kenyataan dengan fakta yang ada</strong>, tapi pada kenyataannya mengandung kebenaran.</p>
115
<p>Majas paradoks adalah <strong>majas yang mengandung pertentangan antara kenyataan dengan fakta yang ada</strong>, tapi pada kenyataannya mengandung kebenaran.</p>
116
<p><strong>Contoh</strong>: Daerah ini tandus, tetapi penduduknya makmur.</p>
116
<p><strong>Contoh</strong>: Daerah ini tandus, tetapi penduduknya makmur.</p>
117
<h3>29. Majas Anakronisme</h3>
117
<h3>29. Majas Anakronisme</h3>
118
<p>Majas anakronisme adalah majas yang mengandung<strong>ketidaksesuaian antara suatu peristiwa dengan waktu seharusnya</strong>.</p>
118
<p>Majas anakronisme adalah majas yang mengandung<strong>ketidaksesuaian antara suatu peristiwa dengan waktu seharusnya</strong>.</p>
119
<p><strong>Contoh</strong>: Di zaman sekarang, bayi baru lahir sudah bisa mencari uang.</p>
119
<p><strong>Contoh</strong>: Di zaman sekarang, bayi baru lahir sudah bisa mencari uang.</p>
120
<h3>30. Majas Sinekdoke</h3>
120
<h3>30. Majas Sinekdoke</h3>
121
<p>Majas sinekdoke adalah gaya bahasa yang<strong>menyebutkan sebagian untuk seluruh bagian, atau sebaliknya</strong>.</p>
121
<p>Majas sinekdoke adalah gaya bahasa yang<strong>menyebutkan sebagian untuk seluruh bagian, atau sebaliknya</strong>.</p>
122
<p><strong>Contoh</strong>: Semua mata tertuju padaku, membuatku gugup selama pertunjukan.</p>
122
<p><strong>Contoh</strong>: Semua mata tertuju padaku, membuatku gugup selama pertunjukan.</p>
123
<h3>31. Majas Oksimoron</h3>
123
<h3>31. Majas Oksimoron</h3>
124
<p>Majas oksimoron adalah gaya bahasa yang<strong>mengandung kata-kata berlawanan dalam satu kalimat</strong>.</p>
124
<p>Majas oksimoron adalah gaya bahasa yang<strong>mengandung kata-kata berlawanan dalam satu kalimat</strong>.</p>
125
<p><strong>Contoh</strong>: Kini, di hatiku bercampur baur antara perasaan cinta dan benci.</p>
125
<p><strong>Contoh</strong>: Kini, di hatiku bercampur baur antara perasaan cinta dan benci.</p>
126
<h3>32. Majas Kontradiksi Interminus</h3>
126
<h3>32. Majas Kontradiksi Interminus</h3>
127
<p>Majas kontradiksi interminus adalah gaya bahasa yang<strong>mengandung sangkalan dari pernyataan yang sudah dijelaskan sebelumnya</strong>.</p>
127
<p>Majas kontradiksi interminus adalah gaya bahasa yang<strong>mengandung sangkalan dari pernyataan yang sudah dijelaskan sebelumnya</strong>.</p>
128
<p><strong>Contoh</strong>: Semua peserta lomba sudah siap, kecuali perempuan itu.</p>
128
<p><strong>Contoh</strong>: Semua peserta lomba sudah siap, kecuali perempuan itu.</p>
129
<p>Baca Juga:<a>Pahami Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Majas Pertentangan</a></p>
129
<p>Baca Juga:<a>Pahami Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Majas Pertentangan</a></p>
130
<p>-</p>
130
<p>-</p>
131
<p>Nah, itu tadi penjelasan singkat tentang<strong>pengertian, jenis-jenis, dan contoh macam-macam majas</strong>yang umumnya keluar pada pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah.</p>
131
<p>Nah, itu tadi penjelasan singkat tentang<strong>pengertian, jenis-jenis, dan contoh macam-macam majas</strong>yang umumnya keluar pada pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah.</p>
132
<p>Buat kamu yang merasa bingung atau sulit buat jawab soal, coba tanya ke roboguru deh. Fitur roboguru bisa bantu kamu membahas soal hanya dengan mengirimkan foto soal yang menurut kamu sulit. Coba sekarang juga,<strong>GRATIS</strong>!</p>
132
<p>Buat kamu yang merasa bingung atau sulit buat jawab soal, coba tanya ke roboguru deh. Fitur roboguru bisa bantu kamu membahas soal hanya dengan mengirimkan foto soal yang menurut kamu sulit. Coba sekarang juga,<strong>GRATIS</strong>!</p>
133
<p><strong>Referensi:</strong></p>
133
<p><strong>Referensi:</strong></p>
134
<p>Majas. id.wikipedia.org (daring). Tautan: https://id.wikipedia.org/wiki/Majas</p>
134
<p>Majas. id.wikipedia.org (daring). Tautan: https://id.wikipedia.org/wiki/Majas</p>
135
<p>Zaimar, Okke.K.S. Gaya Bahasa. staff.ui.ac.id (daring). Tautan: https://staff.ui.ac.id/system/files/users/okke.ksz/publication/gayabahasa.okz.pdf</p>
135
<p>Zaimar, Okke.K.S. Gaya Bahasa. staff.ui.ac.id (daring). Tautan: https://staff.ui.ac.id/system/files/users/okke.ksz/publication/gayabahasa.okz.pdf</p>
136
<p>Sumber Gambar:</p>
136
<p>Sumber Gambar:</p>
137
<p>Gambar ‘Notebook with Pen’. Fotografer: Alina Vilchenko [Daring]. Tautan: https://www.pexels.com/photo/close-up-photo-of-notebook-with-pen-3363098/</p>
137
<p>Gambar ‘Notebook with Pen’. Fotografer: Alina Vilchenko [Daring]. Tautan: https://www.pexels.com/photo/close-up-photo-of-notebook-with-pen-3363098/</p>
138
138