HTML Diff
0 added 0 removed
Original 2026-01-01
Modified 2026-03-08
1 <p><em>Roro ngambek ketika Guntur telat datang di kantin ketika jam istirahat. Besoknya, Roro juga ngambek ketika es teh yang dibelikan Guntur terlalu banyak es sehingga teh-nya menjadi kurang manis. Memangnya apa yang terjadi dengan Roro ya? Apakah ini yang dinamakan pubertas?</em></p>
1 <p><em>Roro ngambek ketika Guntur telat datang di kantin ketika jam istirahat. Besoknya, Roro juga ngambek ketika es teh yang dibelikan Guntur terlalu banyak es sehingga teh-nya menjadi kurang manis. Memangnya apa yang terjadi dengan Roro ya? Apakah ini yang dinamakan pubertas?</em></p>
2 <p>-</p>
2 <p>-</p>
3 <p>Roro melirik jam di tangannya. Sudah menunjukkan pukul 9 lewat 10 menit. Tinggal 10 menit lagi jam istirahat akan selesai.</p>
3 <p>Roro melirik jam di tangannya. Sudah menunjukkan pukul 9 lewat 10 menit. Tinggal 10 menit lagi jam istirahat akan selesai.</p>
4 <p>“Guntur lama banget sih ke toiletnya,” gumam Roro.</p>
4 <p>“Guntur lama banget sih ke toiletnya,” gumam Roro.</p>
5 <p>Sudah hampir 10 menit Guntur tidak kunjung datang juga.</p>
5 <p>Sudah hampir 10 menit Guntur tidak kunjung datang juga.</p>
6 <p>“Guntur nyebelin,” ucap Roro sambil berdiri dari bangku.</p>
6 <p>“Guntur nyebelin,” ucap Roro sambil berdiri dari bangku.</p>
7 <p>“Maaf, maaf….Roro. Tadi aku sekalian buang air besar juga heheee,” ujar Guntur sambil menggaruk-garuk kepalanya.</p>
7 <p>“Maaf, maaf….Roro. Tadi aku sekalian buang air besar juga heheee,” ujar Guntur sambil menggaruk-garuk kepalanya.</p>
8 <p>“Ngga lucu tau. Aku nunggu udah lama. Waktu istirahat sebentar lagi selesai,” Roro beranjak pergi dari tempat duduknya menuju kelas.</p>
8 <p>“Ngga lucu tau. Aku nunggu udah lama. Waktu istirahat sebentar lagi selesai,” Roro beranjak pergi dari tempat duduknya menuju kelas.</p>
9 <p>“Roro kenapa sih? Ngga kayak biasanya deh,” Guntur hanya berucap di dalam hati sambil melihat Roro berjalan meninggalkan kantin.</p>
9 <p>“Roro kenapa sih? Ngga kayak biasanya deh,” Guntur hanya berucap di dalam hati sambil melihat Roro berjalan meninggalkan kantin.</p>
10 <p>Keesokan harinya….</p>
10 <p>Keesokan harinya….</p>
11 <p><em>Kriiiinngg……</em></p>
11 <p><em>Kriiiinngg……</em></p>
12 <p>Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Anak-anak sudah diperbolehkan untuk pulang.</p>
12 <p>Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang. Anak-anak sudah diperbolehkan untuk pulang.</p>
13 <p>“Roro, jadi kan ke kantin dulu? Aku lapar,” ajak Guntur.</p>
13 <p>“Roro, jadi kan ke kantin dulu? Aku lapar,” ajak Guntur.</p>
14 <p>Roro hanya mengangguk. Tidak lama kemudian, mereka sudah sampai di kantin.</p>
14 <p>Roro hanya mengangguk. Tidak lama kemudian, mereka sudah sampai di kantin.</p>
15 <p>“Kamu mau pesan apa Ro?” tanya Guntur.</p>
15 <p>“Kamu mau pesan apa Ro?” tanya Guntur.</p>
16 <p>“Es teh manis,” jawab Roro singkat. Guntur menghela nafas dan beranjak memesan es teh.</p>
16 <p>“Es teh manis,” jawab Roro singkat. Guntur menghela nafas dan beranjak memesan es teh.</p>
17 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Types Food and Drinks</a></strong></p>
17 <p><strong>Baca Juga:<a>Mengenal Types Food and Drinks</a></strong></p>
18 <p>“Ini Ro es-nya. Eh iya kamu kenapa sih akhir-akhir ini gampang banget marah sama aku?” tanya Guntur.</p>
18 <p>“Ini Ro es-nya. Eh iya kamu kenapa sih akhir-akhir ini gampang banget marah sama aku?” tanya Guntur.</p>
19 <p>Roro menyedot es teh di depannya perlahan.</p>
19 <p>Roro menyedot es teh di depannya perlahan.</p>
20 <p>“Ini es tehnya kok manis banget sih?” ucap Roro dengan nada agak tinggi yang membuat Guntur menjadi kaget.</p>
20 <p>“Ini es tehnya kok manis banget sih?” ucap Roro dengan nada agak tinggi yang membuat Guntur menjadi kaget.</p>
21 <p>“Aku ngga mau es teh ini. Aku mau pulang,” Roro tiba-tiba pergi meninggalkan Guntur yang sedari tadi heran dan seakan ngga percaya dengan perubahan sifat Roro.</p>
21 <p>“Aku ngga mau es teh ini. Aku mau pulang,” Roro tiba-tiba pergi meninggalkan Guntur yang sedari tadi heran dan seakan ngga percaya dengan perubahan sifat Roro.</p>
22 <p>“Roro kenapa sih? Kemarin di kantin ngambek gara-gara nunggu kelamaan. Sekarang es teh-nya dibilang terlalu manis?” Tanya Guntur pada dirinya sendiri.</p>
22 <p>“Roro kenapa sih? Kemarin di kantin ngambek gara-gara nunggu kelamaan. Sekarang es teh-nya dibilang terlalu manis?” Tanya Guntur pada dirinya sendiri.</p>
23 <p>“Namanya juga lagi masa pubertas,” terdengar suara Kanguru yang seolah-olah menjawab pertanyaannya.</p>
23 <p>“Namanya juga lagi masa pubertas,” terdengar suara Kanguru yang seolah-olah menjawab pertanyaannya.</p>
24 <p>Guntur menoleh kanan kiri tapi tidak ada Kanguru.</p>
24 <p>Guntur menoleh kanan kiri tapi tidak ada Kanguru.</p>
25 <p>“Hei aku di sini. Coba tengok ke kiri,” ucap Kanguru.</p>
25 <p>“Hei aku di sini. Coba tengok ke kiri,” ucap Kanguru.</p>
26 <p>Guntur melihat ke sebelah kirinya dan ada Kanguru di antara gerobak-gerobak jajanan.</p>
26 <p>Guntur melihat ke sebelah kirinya dan ada Kanguru di antara gerobak-gerobak jajanan.</p>
27 <p>“Mungkin Roro sedang pubertas,” ujar Kanguru.</p>
27 <p>“Mungkin Roro sedang pubertas,” ujar Kanguru.</p>
28 <p>“Pubertas?” tanya Guntur.</p>
28 <p>“Pubertas?” tanya Guntur.</p>
29 <p>“Iya. Roro sedang di masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Yaa…masuk masa remaja gitu deh.”</p>
29 <p>“Iya. Roro sedang di masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa. Yaa…masuk masa remaja gitu deh.”</p>
30 <p>Guntur terlihat bingung dan seraya bertanya pada Kanguru.</p>
30 <p>Guntur terlihat bingung dan seraya bertanya pada Kanguru.</p>
31 <p>“Emosi yang ngga stabil, cepat tersinggung, atau cepat marah itu salah satu tanda pubertas, Guntur,” lanjut Kanguru menjelaskan.</p>
31 <p>“Emosi yang ngga stabil, cepat tersinggung, atau cepat marah itu salah satu tanda pubertas, Guntur,” lanjut Kanguru menjelaskan.</p>
32 <p>“Tapi, aku kok ngga cepat marah kayak Roro? Padahal kita kan seumuran. Harusnya aku pubertas juga dong,” tanya Guntur dengan heran.</p>
32 <p>“Tapi, aku kok ngga cepat marah kayak Roro? Padahal kita kan seumuran. Harusnya aku pubertas juga dong,” tanya Guntur dengan heran.</p>
33 <p>“Jangan salah Guntur. Pubertas antara laki-laki dan perempuan itu ngga selalu sama. Biasanya, pubertas perempuan itu lebih duluan dibanding dengan laki-laki,” jelas Kanguru.</p>
33 <p>“Jangan salah Guntur. Pubertas antara laki-laki dan perempuan itu ngga selalu sama. Biasanya, pubertas perempuan itu lebih duluan dibanding dengan laki-laki,” jelas Kanguru.</p>
34 <p>“Nah, sekarang kamu udah tau kan pengertian pubertas itu apa?” tanya Kanguru.</p>
34 <p>“Nah, sekarang kamu udah tau kan pengertian pubertas itu apa?” tanya Kanguru.</p>
35 <p>“Sudah dong, tapi aku masih penasaran dengan ciri-ciri pubertas dari laki-laki dan perempuan,” balas Guntur..</p>
35 <p>“Sudah dong, tapi aku masih penasaran dengan ciri-ciri pubertas dari laki-laki dan perempuan,” balas Guntur..</p>
36 <p>“Sekarang bukan waktu yang tepat untuk aku menjelaskan. Aku harus buru-buru pergi…Dadaaahh..” Kanguru pamit dan tak lama kemudian dia menghilang</p>
36 <p>“Sekarang bukan waktu yang tepat untuk aku menjelaskan. Aku harus buru-buru pergi…Dadaaahh..” Kanguru pamit dan tak lama kemudian dia menghilang</p>
37 <p>Tak lama setelah pertemuan itu, Guntur pulang ke rumahnya. Ya, Guntur masih penasaran dengan hal-hal tentang pubertas. Akankah Guntur mencari tahu tentang pubertas ini lebih lanjut? Simak terus petualangan mereka ya.</p>
37 <p>Tak lama setelah pertemuan itu, Guntur pulang ke rumahnya. Ya, Guntur masih penasaran dengan hal-hal tentang pubertas. Akankah Guntur mencari tahu tentang pubertas ini lebih lanjut? Simak terus petualangan mereka ya.</p>
38 <p>Buat kamu yang ingin tahu tentang pengertian pubertas lebih lanjut, bisa banget nih nonton video animasi penjelasannya di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>. Dijamin pasti makin paham. Yuk, daftar sekarang juga ya.</p>
38 <p>Buat kamu yang ingin tahu tentang pengertian pubertas lebih lanjut, bisa banget nih nonton video animasi penjelasannya di<a><strong>ruangbelajar</strong></a>. Dijamin pasti makin paham. Yuk, daftar sekarang juga ya.</p>
39  
39