0 added
0 removed
Original
2026-01-01
Modified
2026-03-08
1
<blockquote><p><em>Artikel ini berisi latihan soal PTS (Penilaian Tengah Semester) kelas 12 SMA IPA untuk semester genap tahun 2023 lengkap dengan pembahasannya. Yuk simak selengkapnya!</em></p>
1
<blockquote><p><em>Artikel ini berisi latihan soal PTS (Penilaian Tengah Semester) kelas 12 SMA IPA untuk semester genap tahun 2023 lengkap dengan pembahasannya. Yuk simak selengkapnya!</em></p>
2
<p><em>-</em></p>
2
<p><em>-</em></p>
3
</blockquote><p><strong>MATEMATIKA IPA</strong></p>
3
</blockquote><p><strong>MATEMATIKA IPA</strong></p>
4
<p><strong>Topik: Statistika Inferensial</strong></p>
4
<p><strong>Topik: Statistika Inferensial</strong></p>
5
<p><strong>Subtopik: Distribusi Normal</strong></p>
5
<p><strong>Subtopik: Distribusi Normal</strong></p>
6
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
6
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
7
<p>1. Sebuah mesin jahit diberi jaminan bahwa tidak akan rusak sampai 2000 hari dengan standar deviasi 100 hari. Probabilitas mesin jahit tersebut tidak akan rusak antara 1880 hari dan 2200 hari adalah ….</p>
7
<p>1. Sebuah mesin jahit diberi jaminan bahwa tidak akan rusak sampai 2000 hari dengan standar deviasi 100 hari. Probabilitas mesin jahit tersebut tidak akan rusak antara 1880 hari dan 2200 hari adalah ….</p>
8
<p>A. 0,4772 B. 0,6821 C. 0,8621 D. 0,9021 E. 0,9201</p>
8
<p>A. 0,4772 B. 0,6821 C. 0,8621 D. 0,9021 E. 0,9201</p>
9
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
9
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
10
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
10
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
11
<p><strong>Topik: Statistika Inferensial I</strong></p>
11
<p><strong>Topik: Statistika Inferensial I</strong></p>
12
<p><strong>Subtopik: Distribusi Probabilitas Diskrit</strong></p>
12
<p><strong>Subtopik: Distribusi Probabilitas Diskrit</strong></p>
13
<p><strong>Level Kognitif: LOTS</strong></p>
13
<p><strong>Level Kognitif: LOTS</strong></p>
14
<p>2. Pada pelemparan dua buah uang logam sebanyak 5 kali, peluang munculnya salah satu sisi adalah gambar sebanyak 2 kali adalah ….</p>
14
<p>2. Pada pelemparan dua buah uang logam sebanyak 5 kali, peluang munculnya salah satu sisi adalah gambar sebanyak 2 kali adalah ….</p>
15
<p>A. 3/16 B. 5/16 C. 1/32 D. 3/32 E. 5/32</p>
15
<p>A. 3/16 B. 5/16 C. 1/32 D. 3/32 E. 5/32</p>
16
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
16
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
17
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
17
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
18
<p><strong> </strong>Perhatikan bahwa</p>
18
<p><strong> </strong>Perhatikan bahwa</p>
19
<p>n= 5</p>
19
<p>n= 5</p>
20
<p>r = 2</p>
20
<p>r = 2</p>
21
<p>Peluang munculnya salah satu sisi adalah gambar yaitu</p>
21
<p>Peluang munculnya salah satu sisi adalah gambar yaitu</p>
22
<p>P = 2/4 = 1/2</p>
22
<p>P = 2/4 = 1/2</p>
23
<p>Sehingga</p>
23
<p>Sehingga</p>
24
<p><strong>Topik: Statistika Inferensial</strong></p>
24
<p><strong>Topik: Statistika Inferensial</strong></p>
25
<p><strong>Subtopik: Distribusi Normal</strong></p>
25
<p><strong>Subtopik: Distribusi Normal</strong></p>
26
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
26
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
27
<p>3. Pada sebuah lomba cerdas cermat, nilai tahap penyisihannya berdistribusi normal dengan rata-rata 75 dan variansi 81. Tahap berikutnya hanya diikuti oleh 4,95% peserta dengan nilai tertinggi. Nilai minimum dari peserta yang melaju ke babak berikutnya adalah ….</p>
27
<p>3. Pada sebuah lomba cerdas cermat, nilai tahap penyisihannya berdistribusi normal dengan rata-rata 75 dan variansi 81. Tahap berikutnya hanya diikuti oleh 4,95% peserta dengan nilai tertinggi. Nilai minimum dari peserta yang melaju ke babak berikutnya adalah ….</p>
28
<p>A. 86,85 B. 87,58 C. 88,58 D. 89,85 E. 87,58</p>
28
<p>A. 86,85 B. 87,58 C. 88,58 D. 89,85 E. 87,58</p>
29
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
29
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
30
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
30
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
31
<p>Misalkan X adalah peubah acak yang menyatakan nilai tahap penyisihan, sehingga</p>
31
<p>Misalkan X adalah peubah acak yang menyatakan nilai tahap penyisihan, sehingga</p>
32
<p>Misalkan xmin adalah nilai minimum yang dibutuhkan untuk maju ke babak berikutnya, maka untuk Z~N(0,1) berlaku</p>
32
<p>Misalkan xmin adalah nilai minimum yang dibutuhkan untuk maju ke babak berikutnya, maka untuk Z~N(0,1) berlaku</p>
33
<p>Maka berdasarkan tabel distribusi normal didapat</p>
33
<p>Maka berdasarkan tabel distribusi normal didapat</p>
34
<p><strong>Topik: Statistika Inferensial</strong></p>
34
<p><strong>Topik: Statistika Inferensial</strong></p>
35
<p><strong>Subtopik: Distribusi Normal</strong></p>
35
<p><strong>Subtopik: Distribusi Normal</strong></p>
36
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
36
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
37
<p>4. Sebuah mesin jahit diberi jaminan bahwa tidak akan rusak sampai 2000 hari dengan standar deviasi 100 hari. Probabilitas mesin jahit tersebut tidak akan rusak antara 1880 hari dan 2200 hari adalah ….</p>
37
<p>4. Sebuah mesin jahit diberi jaminan bahwa tidak akan rusak sampai 2000 hari dengan standar deviasi 100 hari. Probabilitas mesin jahit tersebut tidak akan rusak antara 1880 hari dan 2200 hari adalah ….</p>
38
<p>A. 0,4772 B. 0,6821 C. 0,8621 D. 0,9021 E. 0,9201</p>
38
<p>A. 0,4772 B. 0,6821 C. 0,8621 D. 0,9021 E. 0,9201</p>
39
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
39
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
40
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
40
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
41
<p>Baca Juga:<a>Istilah-Istilah Statistik Data Tunggal dalam Matematika</a></p>
41
<p>Baca Juga:<a>Istilah-Istilah Statistik Data Tunggal dalam Matematika</a></p>
42
<p><strong>Topik: Statistika Inferensial</strong></p>
42
<p><strong>Topik: Statistika Inferensial</strong></p>
43
<p><strong>Subtopik: Uji Hipotesis</strong></p>
43
<p><strong>Subtopik: Uji Hipotesis</strong></p>
44
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
44
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
45
<p>5. Seorang pengusaha baju ingin menguji apakah penjualan bajunya mencapai 2000 pcs untuk setiap kota per bulan. Dia mencoba ikut mendistribusikan ke 36 kota dan mendapatkan bahwa rata-rata baju yang terjual yaitu sebanyak 2020 pcs dengan simpangan baku 100 pcs. Dengan taraf nyata 0,05, penjual baju itu ingin mengetahui apakah terdapat cukup bukti untuk menyatakan bahwa penjualan bajunya tidak mencapai 2000 pcs untuk setiap kota per bulan. Daerah penerimaan dan nilai uji statistik dari uji hipotesis di atas adalah….</p>
45
<p>5. Seorang pengusaha baju ingin menguji apakah penjualan bajunya mencapai 2000 pcs untuk setiap kota per bulan. Dia mencoba ikut mendistribusikan ke 36 kota dan mendapatkan bahwa rata-rata baju yang terjual yaitu sebanyak 2020 pcs dengan simpangan baku 100 pcs. Dengan taraf nyata 0,05, penjual baju itu ingin mengetahui apakah terdapat cukup bukti untuk menyatakan bahwa penjualan bajunya tidak mencapai 2000 pcs untuk setiap kota per bulan. Daerah penerimaan dan nilai uji statistik dari uji hipotesis di atas adalah….</p>
46
<p>A. Z< -1,645dan 1,03 B. Z< -1,645dan 1,30 C. Z> -1,645dan 1,02 D. Z> -1,645dan 1,20 E. Z< -1,645dan 1,02</p>
46
<p>A. Z< -1,645dan 1,03 B. Z< -1,645dan 1,30 C. Z> -1,645dan 1,02 D. Z> -1,645dan 1,20 E. Z< -1,645dan 1,02</p>
47
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
47
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
48
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
48
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
49
<p>Hipotesis</p>
49
<p>Hipotesis</p>
50
<p>H0 :μ≥2000</p>
50
<p>H0 :μ≥2000</p>
51
<p>H1 :μ<2000</p>
51
<p>H1 :μ<2000</p>
52
<p>Uji statistik dari variabel acak</p>
52
<p>Uji statistik dari variabel acak</p>
53
<p>Variabel acaknya berdistribusi normal sehingga uji statistiknya adalah</p>
53
<p>Variabel acaknya berdistribusi normal sehingga uji statistiknya adalah</p>
54
<p>Taraf nyata</p>
54
<p>Taraf nyata</p>
55
<p>α = 0,05</p>
55
<p>α = 0,05</p>
56
<p>Daerah penerimaan dan penolakan</p>
56
<p>Daerah penerimaan dan penolakan</p>
57
<p>Daerah penolakan:</p>
57
<p>Daerah penolakan:</p>
58
<p>Z <- Z0,05 Z atau Z<- 1,645</p>
58
<p>Z <- Z0,05 Z atau Z<- 1,645</p>
59
<p>Daerah penerimaan:</p>
59
<p>Daerah penerimaan:</p>
60
<p>Z >- Z0,05 Z atau Z >- 1,645</p>
60
<p>Z >- Z0,05 Z atau Z >- 1,645</p>
61
<p>Nilai Uji Statistik</p>
61
<p>Nilai Uji Statistik</p>
62
<p>x = 2020, μ = 2000, s = 100,<i>n</i>= 36</p>
62
<p>x = 2020, μ = 2000, s = 100,<i>n</i>= 36</p>
63
<p>6. Perhatikan dua buah variabel acak berikut! Diketahui U merupakan panjang benang yang digunakan untuk bermain layang-layang dan V merupakan banyaknya siswa kelas XII IPA yang mengikuti ekstrakurikuler basket.</p>
63
<p>6. Perhatikan dua buah variabel acak berikut! Diketahui U merupakan panjang benang yang digunakan untuk bermain layang-layang dan V merupakan banyaknya siswa kelas XII IPA yang mengikuti ekstrakurikuler basket.</p>
64
<p>Berikut ini pernyataan yang bernilai benar adalah ….</p>
64
<p>Berikut ini pernyataan yang bernilai benar adalah ….</p>
65
<p>A. U adalah variabel acak diskrit dan V adalah variabel acak diskrit</p>
65
<p>A. U adalah variabel acak diskrit dan V adalah variabel acak diskrit</p>
66
<p>B. U adalah variabel acak diskrit dan V adalah variabel acak kontinu</p>
66
<p>B. U adalah variabel acak diskrit dan V adalah variabel acak kontinu</p>
67
<p>C. U adalah variabel acak kont inu dan V adalah variabel acak diskrit</p>
67
<p>C. U adalah variabel acak kont inu dan V adalah variabel acak diskrit</p>
68
<p>D. U adalah variabel acak kont inu dan V adalah variabel kontinu</p>
68
<p>D. U adalah variabel acak kont inu dan V adalah variabel kontinu</p>
69
<p>E. tidak ada pernyataan yang bernilai benar</p>
69
<p>E. tidak ada pernyataan yang bernilai benar</p>
70
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
70
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
71
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
71
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
72
<p>Perhatikan variabel acak U!</p>
72
<p>Perhatikan variabel acak U!</p>
73
<p>Secara presisi, panjang dari sebuah benang yang digunakan untuk bermain layang-layang dapat diukur dalam satuan terkecil. Misalkan diukur panjangnya adalah 150 cm, namun bisa saja panjang sebenarnya adalah 149,9 cm, 149,89cm atau 150,01cm.</p>
73
<p>Secara presisi, panjang dari sebuah benang yang digunakan untuk bermain layang-layang dapat diukur dalam satuan terkecil. Misalkan diukur panjangnya adalah 150 cm, namun bisa saja panjang sebenarnya adalah 149,9 cm, 149,89cm atau 150,01cm.</p>
74
<p>Oleh karena itu, variabel U merupakan variabel acak kontinu. Kemudian, perhatikan variabel acak V!</p>
74
<p>Oleh karena itu, variabel U merupakan variabel acak kontinu. Kemudian, perhatikan variabel acak V!</p>
75
<p>Perhatikan bahwa siswa yang mengikuti ekstrakurikuler basket dapat dihitung secara pasti, misalnya 30 orang. Tidak mungkin terdapat 30,5 orang karena banyaknya orang pasti sejumlah suatu bilangan bulat tak negatif.</p>
75
<p>Perhatikan bahwa siswa yang mengikuti ekstrakurikuler basket dapat dihitung secara pasti, misalnya 30 orang. Tidak mungkin terdapat 30,5 orang karena banyaknya orang pasti sejumlah suatu bilangan bulat tak negatif.</p>
76
<p>Oleh karena itu, variabel V merupakan variabel acak diskrit. Dengan demikian, pernyataan yang bernilai benar adalah U adalah variabel acak kontinu dan V adalah variabel acak diskrit.</p>
76
<p>Oleh karena itu, variabel V merupakan variabel acak diskrit. Dengan demikian, pernyataan yang bernilai benar adalah U adalah variabel acak kontinu dan V adalah variabel acak diskrit.</p>
77
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</p>
77
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</p>
78
<p><strong>FISIKA</strong></p>
78
<p><strong>FISIKA</strong></p>
79
<p><strong>Topik: Relativitas khusus</strong></p>
79
<p><strong>Topik: Relativitas khusus</strong></p>
80
<p><strong>Subtopik: Konsekuensi transformasi Lorentz</strong></p>
80
<p><strong>Subtopik: Konsekuensi transformasi Lorentz</strong></p>
81
<p><strong>Level kognitif: C1 (LOTS)</strong></p>
81
<p><strong>Level kognitif: C1 (LOTS)</strong></p>
82
<p>7. Pemampatan massa termasuk dalam konsekueni transformasi Lorentz. Massa partikel akan bertambah bagi orang yang melihat partikel bergerak. Jika adalah massa diam partikel dan adalah massa relativistik, massa relativistik dapat dinyatakan dengan persamaan….</p>
82
<p>7. Pemampatan massa termasuk dalam konsekueni transformasi Lorentz. Massa partikel akan bertambah bagi orang yang melihat partikel bergerak. Jika adalah massa diam partikel dan adalah massa relativistik, massa relativistik dapat dinyatakan dengan persamaan….</p>
83
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
83
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
84
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
84
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
85
<p>Massa relativistik adalah massa yang diukur oleh kerangka acuan (pengamat) yang bergerak terhadap benda yang diukur. Massa relativistik dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut:</p>
85
<p>Massa relativistik adalah massa yang diukur oleh kerangka acuan (pengamat) yang bergerak terhadap benda yang diukur. Massa relativistik dapat dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut:</p>
86
<p>di mana adalah massa relativistik benda dan adalah massa diam benda. Maka jawaban yang tepat adalah C.</p>
86
<p>di mana adalah massa relativistik benda dan adalah massa diam benda. Maka jawaban yang tepat adalah C.</p>
87
<p><strong>Topik: Relativitas khusus</strong></p>
87
<p><strong>Topik: Relativitas khusus</strong></p>
88
<p><strong>Subtopik: Pendahuluan relativitas khusus</strong></p>
88
<p><strong>Subtopik: Pendahuluan relativitas khusus</strong></p>
89
<p><strong>Level kognitif: C2 (MOTS)</strong></p>
89
<p><strong>Level kognitif: C2 (MOTS)</strong></p>
90
<p>8. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!</p>
90
<p>8. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut!</p>
91
<p>1) kerangka acuan yang diam</p>
91
<p>1) kerangka acuan yang diam</p>
92
<p>2) kerangka acuan yang bergerak dengan kecepatan konstan</p>
92
<p>2) kerangka acuan yang bergerak dengan kecepatan konstan</p>
93
<p>3) kerangka acuan yang bergerak dengan percepatan sebesar nol</p>
93
<p>3) kerangka acuan yang bergerak dengan percepatan sebesar nol</p>
94
<p>4) kerangka acuan yang bergerak dengan percepatan konstan</p>
94
<p>4) kerangka acuan yang bergerak dengan percepatan konstan</p>
95
<p>Pernyataan yang tepat mengenai kerangka acuan inersia ditunjukkan oleh nomor ….</p>
95
<p>Pernyataan yang tepat mengenai kerangka acuan inersia ditunjukkan oleh nomor ….</p>
96
<p>A. 1), 2), 3), dan 4) B. 1), 2), dan 3) C. 1) dan 3) D. 2) dan 4) E. 4) saja</p>
96
<p>A. 1), 2), 3), dan 4) B. 1), 2), dan 3) C. 1) dan 3) D. 2) dan 4) E. 4) saja</p>
97
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
97
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
98
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
98
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
99
<p>Kerangka acuan non-inersia adalah kerangka acuan yang bergerak dipercepat. Maka pernyataan 4) termasuk kerangka acuan noninersia.</p>
99
<p>Kerangka acuan non-inersia adalah kerangka acuan yang bergerak dipercepat. Maka pernyataan 4) termasuk kerangka acuan noninersia.</p>
100
<p>Kerangka acuan inersia adalah kerangka acuan yang tidak bergerak atau bergerak dengan kecepatan konstan relatif terhadap suatu kerangka inersia. Maka pernyataan 1) dan 2) benar.</p>
100
<p>Kerangka acuan inersia adalah kerangka acuan yang tidak bergerak atau bergerak dengan kecepatan konstan relatif terhadap suatu kerangka inersia. Maka pernyataan 1) dan 2) benar.</p>
101
<p>Kerangka acuan yang bergerak dengan percepatan sebesar nol sama dengan kerangka acuan yang bergerak dengan kecepatan konstan. Maka pernyataan 3) juga benar.</p>
101
<p>Kerangka acuan yang bergerak dengan percepatan sebesar nol sama dengan kerangka acuan yang bergerak dengan kecepatan konstan. Maka pernyataan 3) juga benar.</p>
102
<p>Pernyataan yang tepat mengenai kerangka acuan inersia ditunjukkan oleh nomor 1), 2), dan 3).</p>
102
<p>Pernyataan yang tepat mengenai kerangka acuan inersia ditunjukkan oleh nomor 1), 2), dan 3).</p>
103
<p><strong> </strong></p>
103
<p><strong> </strong></p>
104
<p><strong>Topik: Relativitas khusus</strong></p>
104
<p><strong>Topik: Relativitas khusus</strong></p>
105
<p><strong>Subtopik: Konsekuensi traansformasi Lorentz</strong></p>
105
<p><strong>Subtopik: Konsekuensi traansformasi Lorentz</strong></p>
106
<p><strong>Level kognitif: C3 (MOTS)</strong></p>
106
<p><strong>Level kognitif: C3 (MOTS)</strong></p>
107
<p>9. Sebuah partikel memiliki massa relativistik sebesar ketika bergerak dengan kecepatan . Jika partikel tersebut bergerak dengan kecepatan , massa relativistik partikel tersebut sebesar ….</p>
107
<p>9. Sebuah partikel memiliki massa relativistik sebesar ketika bergerak dengan kecepatan . Jika partikel tersebut bergerak dengan kecepatan , massa relativistik partikel tersebut sebesar ….</p>
108
<p>A. 0,4m B. 0,5m C. 0,6m D. 0,8m E. 1 m</p>
108
<p>A. 0,4m B. 0,5m C. 0,6m D. 0,8m E. 1 m</p>
109
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
109
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
110
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
110
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
111
<p>Diketahui:</p>
111
<p>Diketahui:</p>
112
<p>Massa relativistik adalah massa yang diukur oleh kerangka acuan (pengamat) yang bergerak terhadap benda yang diukur. Massa relativistik suatu benda dinyatakan dengan persamaan:</p>
112
<p>Massa relativistik adalah massa yang diukur oleh kerangka acuan (pengamat) yang bergerak terhadap benda yang diukur. Massa relativistik suatu benda dinyatakan dengan persamaan:</p>
113
<p>Soal ini dapat diselesaikan menggunakan perbandingan:</p>
113
<p>Soal ini dapat diselesaikan menggunakan perbandingan:</p>
114
<p>Baca Juga:<a>Postulat Relativitas Khusus Einstein</a></p>
114
<p>Baca Juga:<a>Postulat Relativitas Khusus Einstein</a></p>
115
<p><strong>Topik: Fisika kuantum</strong></p>
115
<p><strong>Topik: Fisika kuantum</strong></p>
116
<p><strong>Subtopik: Spektrum radiasi</strong></p>
116
<p><strong>Subtopik: Spektrum radiasi</strong></p>
117
<p><strong>Level kognitif: C4 (HOTS)</strong></p>
117
<p><strong>Level kognitif: C4 (HOTS)</strong></p>
118
<p>10. Benda A memiliki panjang gelombang saat intensitasnya maksimum. Benda B memiliki panjang gelombang saat intensitasnya maksimum. Benda C memiliki panjang gelombang saat intensitasnya maksimum. Sebuah benda memiliki suhu 1.160 K, benda tersebut adalah ….</p>
118
<p>10. Benda A memiliki panjang gelombang saat intensitasnya maksimum. Benda B memiliki panjang gelombang saat intensitasnya maksimum. Benda C memiliki panjang gelombang saat intensitasnya maksimum. Sebuah benda memiliki suhu 1.160 K, benda tersebut adalah ….</p>
119
<p>A. Benda A B. Benda B C. Benda C D. Benda B dan C E. Tidak dapat ditentukan</p>
119
<p>A. Benda A B. Benda B C. Benda C D. Benda B dan C E. Tidak dapat ditentukan</p>
120
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
120
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
121
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
121
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
122
<p>Diketahui:</p>
122
<p>Diketahui:</p>
123
<p>Berdasarkan hukum pergeseran Wien:</p>
123
<p>Berdasarkan hukum pergeseran Wien:</p>
124
<p>Benda yang memiliki panjang gelombang saat intensitasnya maksimum adalah benda C. Maka jawaban yang tepat adalah C.</p>
124
<p>Benda yang memiliki panjang gelombang saat intensitasnya maksimum adalah benda C. Maka jawaban yang tepat adalah C.</p>
125
<p><strong> </strong></p>
125
<p><strong> </strong></p>
126
<p>11. Dani memiliki sebuah batang logam yang dipanaskan hingga suhu 127 °C sehingga memancarkan radiasi dengan panjang gelombang 200 nm saat intensitas maksimum. Jika benda dipanaskan lagi hingga suhu 227 °C, batang logam akan memancarkan radiasi dengan panjang gelombang sebesar ….</p>
126
<p>11. Dani memiliki sebuah batang logam yang dipanaskan hingga suhu 127 °C sehingga memancarkan radiasi dengan panjang gelombang 200 nm saat intensitas maksimum. Jika benda dipanaskan lagi hingga suhu 227 °C, batang logam akan memancarkan radiasi dengan panjang gelombang sebesar ….</p>
127
<p>A. 80 nm B. 160 nm C. 250 nm D. 320 nm E. 1000 nm</p>
127
<p>A. 80 nm B. 160 nm C. 250 nm D. 320 nm E. 1000 nm</p>
128
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
128
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
129
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
129
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
130
<p>Berdasarkan hukum pergeseran Wien, semakin tinggi suhu benda hitam maka radiasi benda hitam saat intensitas maksimum akan memancarkan spektrum dengan panjang gelombang yang lebih rendah.</p>
130
<p>Berdasarkan hukum pergeseran Wien, semakin tinggi suhu benda hitam maka radiasi benda hitam saat intensitas maksimum akan memancarkan spektrum dengan panjang gelombang yang lebih rendah.</p>
131
<p>Berdasarkan persamaan tersebut, diketahui bahwa panjang gelombang maksimum berbanding terbalik dengan suhu benda, maka:</p>
131
<p>Berdasarkan persamaan tersebut, diketahui bahwa panjang gelombang maksimum berbanding terbalik dengan suhu benda, maka:</p>
132
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
132
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</p>
133
<p>12. Dina memiliki sebuah lempeng logam yang akan disinari dengan berbagai cahaya berbeda. Ketika lempeng logam tersebut disinari dengan cahaya yang memiliki panjang gelombang 400 nm atau lebih, tidak akan ada elektron yang terlepas. Jika dibutuhkan tegangan sebesar 2,2 volt untuk menghentikan arus fotolistrik yang timbul ketika disinari dengan A, panjang gelombang cahaya A sebesar ….</p>
133
<p>12. Dina memiliki sebuah lempeng logam yang akan disinari dengan berbagai cahaya berbeda. Ketika lempeng logam tersebut disinari dengan cahaya yang memiliki panjang gelombang 400 nm atau lebih, tidak akan ada elektron yang terlepas. Jika dibutuhkan tegangan sebesar 2,2 volt untuk menghentikan arus fotolistrik yang timbul ketika disinari dengan A, panjang gelombang cahaya A sebesar ….</p>
134
<p>A. 400 nm B. 300 nm C. 234 nm D. 122 nm E. 100 nm</p>
134
<p>A. 400 nm B. 300 nm C. 234 nm D. 122 nm E. 100 nm</p>
135
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
135
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
136
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
136
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
137
<p>Diketahui:</p>
137
<p>Diketahui:</p>
138
<p>Panjang gelombang (λ) dapat dihitung dengan persamaan berikut:</p>
138
<p>Panjang gelombang (λ) dapat dihitung dengan persamaan berikut:</p>
139
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</p>
139
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</p>
140
<p><strong>Topik: Fisika kuantum</strong></p>
140
<p><strong>Topik: Fisika kuantum</strong></p>
141
<p><strong>Subtopik: Sifat partikel cahaya</strong></p>
141
<p><strong>Subtopik: Sifat partikel cahaya</strong></p>
142
<p><strong>Level kognitif: C4 (HOTS)</strong></p>
142
<p><strong>Level kognitif: C4 (HOTS)</strong></p>
143
<p>13. Foton berfrekuensi 5×1015 Hz menyinari logam yang memiliki energi ambang 6×10-19 J. Hal yang terjadi adalah…. (h = 6,6 × 10-34 Js)</p>
143
<p>13. Foton berfrekuensi 5×1015 Hz menyinari logam yang memiliki energi ambang 6×10-19 J. Hal yang terjadi adalah…. (h = 6,6 × 10-34 Js)</p>
144
<p>A. elektron tidak dapat lepas dari permukaan logam karena energi yang diberikan lebih kecil dari energi ambang logam</p>
144
<p>A. elektron tidak dapat lepas dari permukaan logam karena energi yang diberikan lebih kecil dari energi ambang logam</p>
145
<p>B. elektron tidak dapat lepas dari permukaan logam karena energi yang diberikan lebih besar dari energi ambang logam</p>
145
<p>B. elektron tidak dapat lepas dari permukaan logam karena energi yang diberikan lebih besar dari energi ambang logam</p>
146
<p>C. elektron tepat akan lepas dari permukaan logam karena energi yang diberikan sama dengan energi ambang logam</p>
146
<p>C. elektron tepat akan lepas dari permukaan logam karena energi yang diberikan sama dengan energi ambang logam</p>
147
<p>D. elektron lepas dari permukaan logam karena energi yang diberikan lebih kecil dari energi ambang logam</p>
147
<p>D. elektron lepas dari permukaan logam karena energi yang diberikan lebih kecil dari energi ambang logam</p>
148
<p>E. elektron lepas dari permukaan logam karena energi yang diberikan lebih besar dari energi ambang logam</p>
148
<p>E. elektron lepas dari permukaan logam karena energi yang diberikan lebih besar dari energi ambang logam</p>
149
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
149
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
150
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
150
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
151
<p>Diketahui:</p>
151
<p>Diketahui:</p>
152
<p>f = 5 × 1015 Hz</p>
152
<p>f = 5 × 1015 Hz</p>
153
<p>E0 = 6 × 10-19 J</p>
153
<p>E0 = 6 × 10-19 J</p>
154
<p>h = 6,6 × 10-34 Js</p>
154
<p>h = 6,6 × 10-34 Js</p>
155
<p>Hitung energi foton:</p>
155
<p>Hitung energi foton:</p>
156
<p>Energi yang diberikan lebih besar dari energi ambang logam, maka elektron akan lepas dari permukaan logam. Maka jawaban yang tepat adalah E.</p>
156
<p>Energi yang diberikan lebih besar dari energi ambang logam, maka elektron akan lepas dari permukaan logam. Maka jawaban yang tepat adalah E.</p>
157
<p>Baca Juga:<a>Yuk, Kenalan dengan Senyawa Turunan Alkana</a></p>
157
<p>Baca Juga:<a>Yuk, Kenalan dengan Senyawa Turunan Alkana</a></p>
158
<p><strong>KIMIA</strong></p>
158
<p><strong>KIMIA</strong></p>
159
<p><strong>Topik: Senyawa Turunan Alkana</strong></p>
159
<p><strong>Topik: Senyawa Turunan Alkana</strong></p>
160
<p><strong>Subtopik: Pendahuluan Senyawa Alkana</strong></p>
160
<p><strong>Subtopik: Pendahuluan Senyawa Alkana</strong></p>
161
<p><strong>Level Kognitif: LOTS</strong></p>
161
<p><strong>Level Kognitif: LOTS</strong></p>
162
<p>14. Perhatikan pasangan senyawa berikut ini:</p>
162
<p>14. Perhatikan pasangan senyawa berikut ini:</p>
163
<p>1) alkohol dan eter</p>
163
<p>1) alkohol dan eter</p>
164
<p>2) asam karboksilat dan ester</p>
164
<p>2) asam karboksilat dan ester</p>
165
<p>3) aldehida dan keton</p>
165
<p>3) aldehida dan keton</p>
166
<p>4) ester dan eter</p>
166
<p>4) ester dan eter</p>
167
<p>Pasangan senyawa yang merupakan isomer gugus fungsi adalah ….</p>
167
<p>Pasangan senyawa yang merupakan isomer gugus fungsi adalah ….</p>
168
<p>A. 1, 2, dan 3 B. 1 dan 3 C. 2 dan 4 D. 4 saja E. 1, 2, 3, dan 4</p>
168
<p>A. 1, 2, dan 3 B. 1 dan 3 C. 2 dan 4 D. 4 saja E. 1, 2, 3, dan 4</p>
169
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
169
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
170
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
170
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
171
<p>Pasangan senyawa yang merupakan isomer gugus fungsi adalah pasangan senyawa yang memiliki rumus molekul yang sama, namun gugus fungsinya berbeda. Pasangan senyawa yang saling berisomer gugus fungsi adalah:</p>
171
<p>Pasangan senyawa yang merupakan isomer gugus fungsi adalah pasangan senyawa yang memiliki rumus molekul yang sama, namun gugus fungsinya berbeda. Pasangan senyawa yang saling berisomer gugus fungsi adalah:</p>
172
<p>Alkohol (-OH) dan eter (-O-)</p>
172
<p>Alkohol (-OH) dan eter (-O-)</p>
173
<p>Asam karboksilat ((-COOH) dan ester (-COO-)</p>
173
<p>Asam karboksilat ((-COOH) dan ester (-COO-)</p>
174
<p>Aldehida (-COH) dan keton (-CO-)</p>
174
<p>Aldehida (-COH) dan keton (-CO-)</p>
175
<p>Jadi, yang merupakan pasangan senyawa yang berisomer gugus fungsi adalah 1, 2, dan 3.</p>
175
<p>Jadi, yang merupakan pasangan senyawa yang berisomer gugus fungsi adalah 1, 2, dan 3.</p>
176
<p><strong>Topik: Senyawa Turunan Alkana</strong></p>
176
<p><strong>Topik: Senyawa Turunan Alkana</strong></p>
177
<p><strong>Subtopik: Alkohol dan Eter</strong></p>
177
<p><strong>Subtopik: Alkohol dan Eter</strong></p>
178
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
178
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
179
<p>15. Seorang siswa mereaksikan suatu alkohol sebanyak 14,8 gram dengan sejumlah logam natrium berlebih hingga menghasilkan 2,24 L gas hidrogen. Alkohol tersebut adalah ….</p>
179
<p>15. Seorang siswa mereaksikan suatu alkohol sebanyak 14,8 gram dengan sejumlah logam natrium berlebih hingga menghasilkan 2,24 L gas hidrogen. Alkohol tersebut adalah ….</p>
180
<p>A. Pentanol B. Propanol C. Etanol D. Methanol E. 2-metilpropanol</p>
180
<p>A. Pentanol B. Propanol C. Etanol D. Methanol E. 2-metilpropanol</p>
181
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
181
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
182
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
182
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
183
<p>Mol H2 = V/22,4 L= 2,24 L / 22,4 L = 0,1 mol</p>
183
<p>Mol H2 = V/22,4 L= 2,24 L / 22,4 L = 0,1 mol</p>
184
<p>Reaksi alkohol dengan logam Natrium:</p>
184
<p>Reaksi alkohol dengan logam Natrium:</p>
185
<p>Ingat! Perbandingan koefisien = perbandingan mol, maka</p>
185
<p>Ingat! Perbandingan koefisien = perbandingan mol, maka</p>
186
<p>Mol alkohol = 2 x mol H2</p>
186
<p>Mol alkohol = 2 x mol H2</p>
187
<p> = 2 x 0,1 = 0,2 mol</p>
187
<p> = 2 x 0,1 = 0,2 mol</p>
188
<p>Ingat, rumus molekul alkohol CnH2n+1OH</p>
188
<p>Ingat, rumus molekul alkohol CnH2n+1OH</p>
189
<p>CnH2n+1OH = 74</p>
189
<p>CnH2n+1OH = 74</p>
190
<p>CnH2n = 74 - (16 + 1 + 1)</p>
190
<p>CnH2n = 74 - (16 + 1 + 1)</p>
191
<p>CnH2n = 56</p>
191
<p>CnH2n = 56</p>
192
<p>12n + 2n = 56</p>
192
<p>12n + 2n = 56</p>
193
<p>14n = 56</p>
193
<p>14n = 56</p>
194
<p>n = 4</p>
194
<p>n = 4</p>
195
<p>Jadi, rumus molekul alkohol C4H9OH, memiliki 4 atom C, senyawa yang memiliki 4 atom C adalah 2-metilpropanol.</p>
195
<p>Jadi, rumus molekul alkohol C4H9OH, memiliki 4 atom C, senyawa yang memiliki 4 atom C adalah 2-metilpropanol.</p>
196
<p><strong>Topik: Senyawa Turunan Alkana</strong></p>
196
<p><strong>Topik: Senyawa Turunan Alkana</strong></p>
197
<p><strong>Subtopik: Identifikasi Asam Karboksilat dan Ester</strong></p>
197
<p><strong>Subtopik: Identifikasi Asam Karboksilat dan Ester</strong></p>
198
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
198
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
199
<p>16. Perhatikan senyawa organik berikut ini:</p>
199
<p>16. Perhatikan senyawa organik berikut ini:</p>
200
<p>1) CH3COCH3 2) CH3CH2CHO 3) CH3CH(OH)CH3 4) CH3CH2CH2OH</p>
200
<p>1) CH3COCH3 2) CH3CH2CHO 3) CH3CH(OH)CH3 4) CH3CH2CH2OH</p>
201
<p>Asam propanoat dapat dihasilkan dari oksidasi senyawa ….</p>
201
<p>Asam propanoat dapat dihasilkan dari oksidasi senyawa ….</p>
202
<p>A. 1, 2, dan 3</p>
202
<p>A. 1, 2, dan 3</p>
203
<p>B. 1 dan 3</p>
203
<p>B. 1 dan 3</p>
204
<p>C. 2 dan 4</p>
204
<p>C. 2 dan 4</p>
205
<p>D. 4 saja</p>
205
<p>D. 4 saja</p>
206
<p>E. 1, 2, 3, dan 4</p>
206
<p>E. 1, 2, 3, dan 4</p>
207
<p><strong>Jawbaan: C</strong></p>
207
<p><strong>Jawbaan: C</strong></p>
208
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
208
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
209
<p>Asam propanoat merupakan senyawa golongan asam karboksilat. Asam propanoat dapat dihasilkan dari oksidasi senyawa aldehid atau alkohol primer.</p>
209
<p>Asam propanoat merupakan senyawa golongan asam karboksilat. Asam propanoat dapat dihasilkan dari oksidasi senyawa aldehid atau alkohol primer.</p>
210
<p>Asam propanoat memiliki rumus molekul C3H6O2. Asam propanoat didapat dari oksidasi senyawa 1-propanol atau propanal.</p>
210
<p>Asam propanoat memiliki rumus molekul C3H6O2. Asam propanoat didapat dari oksidasi senyawa 1-propanol atau propanal.</p>
211
<p>1) CH3COCH3 -> metoksi etana (eter)</p>
211
<p>1) CH3COCH3 -> metoksi etana (eter)</p>
212
<p>2) CH3CH2CHO -> propanal</p>
212
<p>2) CH3CH2CHO -> propanal</p>
213
<p>3) CH3CH(OH)CH3 -> 2-propanol</p>
213
<p>3) CH3CH(OH)CH3 -> 2-propanol</p>
214
<p>4) CH3CH2CH2OH -> 1-propanol</p>
214
<p>4) CH3CH2CH2OH -> 1-propanol</p>
215
<p>Sehingga, jawaban yang tepat adalah 2 dan 4.</p>
215
<p>Sehingga, jawaban yang tepat adalah 2 dan 4.</p>
216
<p>17. Reaksi metoksi etana dengan HBr akan menghasilkan produk ….</p>
216
<p>17. Reaksi metoksi etana dengan HBr akan menghasilkan produk ….</p>
217
<p>A.</p>
217
<p>A.</p>
218
<p>B.</p>
218
<p>B.</p>
219
<p>C.</p>
219
<p>C.</p>
220
<p>D.</p>
220
<p>D.</p>
221
<p>E.</p>
221
<p>E.</p>
222
<p><strong>Jawbaan: E</strong></p>
222
<p><strong>Jawbaan: E</strong></p>
223
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
223
<p><strong>Pembahasan: </strong></p>
224
<p>Reaksi suatu eter dengan asam halida akan menghasilkan alkohol dan alkil halida.</p>
224
<p>Reaksi suatu eter dengan asam halida akan menghasilkan alkohol dan alkil halida.</p>
225
<p>Senyawa yang dihasilkan adalah</p>
225
<p>Senyawa yang dihasilkan adalah</p>
226
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</p>
226
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah E.</p>
227
<p>18. Perhatikan ciri-ciri berikut!</p>
227
<p>18. Perhatikan ciri-ciri berikut!</p>
228
<p>1. Tidak teroksidasi oleh</p>
228
<p>1. Tidak teroksidasi oleh</p>
229
<p>2. Isomer fungsi dari metoksipropana</p>
229
<p>2. Isomer fungsi dari metoksipropana</p>
230
<p>3. Memiliki komposisi 50% C</p>
230
<p>3. Memiliki komposisi 50% C</p>
231
<p>4. Bereaksi dengan logam K membentuk kalium isopropanolat</p>
231
<p>4. Bereaksi dengan logam K membentuk kalium isopropanolat</p>
232
<p>Ciri-ciri yang sesuai untuk senyawa 2-propanol adalah ….</p>
232
<p>Ciri-ciri yang sesuai untuk senyawa 2-propanol adalah ….</p>
233
<p>A. 1, 2, dan 3</p>
233
<p>A. 1, 2, dan 3</p>
234
<p>B. 1 dan 3</p>
234
<p>B. 1 dan 3</p>
235
<p>C. 2 dan 4</p>
235
<p>C. 2 dan 4</p>
236
<p>D. 4</p>
236
<p>D. 4</p>
237
<p>E. 1, 2, 3, dan 4</p>
237
<p>E. 1, 2, 3, dan 4</p>
238
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
238
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
239
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
239
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
240
<p>Rumus struktur senyawa 2-propanol yang termasuk alkohol sekunder adalah sebagai berikut.</p>
240
<p>Rumus struktur senyawa 2-propanol yang termasuk alkohol sekunder adalah sebagai berikut.</p>
241
<p>Gugus OH terikat pada atom C sekunder sehingga senyawa tersebut dapat teroksidasi (dengan ) membentuk keton.Dengan demikian, pernyataan 1 salah.</p>
241
<p>Gugus OH terikat pada atom C sekunder sehingga senyawa tersebut dapat teroksidasi (dengan ) membentuk keton.Dengan demikian, pernyataan 1 salah.</p>
242
<p>Rumus molekul 2-propanol = sedangkan rumus molekul metoksipropana adalah Senyawa 2- propanol dan metoksipropana tidak berisomer gugus fungsi karena keduanya memiliki jumlah atom C yang</p>
242
<p>Rumus molekul 2-propanol = sedangkan rumus molekul metoksipropana adalah Senyawa 2- propanol dan metoksipropana tidak berisomer gugus fungsi karena keduanya memiliki jumlah atom C yang</p>
243
<p>berbeda. Dengan demikian, pernyataan 2 salah.</p>
243
<p>berbeda. Dengan demikian, pernyataan 2 salah.</p>
244
<p>Rumus molekul 2-propanol: memiliki komposisi atom C sebagai berikut.</p>
244
<p>Rumus molekul 2-propanol: memiliki komposisi atom C sebagai berikut.</p>
245
<p>Komposisi atom C pada senyawa 2-propanol sebesar 60 %. Dengan demikian, pernyataan 3 salah.</p>
245
<p>Komposisi atom C pada senyawa 2-propanol sebesar 60 %. Dengan demikian, pernyataan 3 salah.</p>
246
<p>Jika 2-propanol direaksikan dengan logam reaktif kalium akan terjadi reaksi sebagai berikut.</p>
246
<p>Jika 2-propanol direaksikan dengan logam reaktif kalium akan terjadi reaksi sebagai berikut.</p>
247
<p>Nama senyawa adalah kalium isopropanolat. Dengan demikian, pernyataan 4 benar. Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah pernyataan 4 saja.</p>
247
<p>Nama senyawa adalah kalium isopropanolat. Dengan demikian, pernyataan 4 benar. Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah pernyataan 4 saja.</p>
248
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</p>
248
<p>Jadi, jawaban yang tepat adalah D.</p>
249
<p><strong>Topik: Benzena dan Turunannya</strong></p>
249
<p><strong>Topik: Benzena dan Turunannya</strong></p>
250
<p><strong>Subtopik: Tata Nama Turunan Benzena</strong></p>
250
<p><strong>Subtopik: Tata Nama Turunan Benzena</strong></p>
251
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
251
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
252
<p>19. Suatu benzena dapat mengalamai reaksi subtitusi. Ciri reaksi subtitusi pada benzena adalah tidak adanya perubahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal atau sebaliknya. Subtitusi benzena dapat berupa monosubtitusi, disubtitusi, dan trisubtitusi. Suatu benzena mengalami reaksi disubtitusi oleh gugus -COOH dan -OH dan memiliki struktur sebagai berikut:</p>
252
<p>19. Suatu benzena dapat mengalamai reaksi subtitusi. Ciri reaksi subtitusi pada benzena adalah tidak adanya perubahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal atau sebaliknya. Subtitusi benzena dapat berupa monosubtitusi, disubtitusi, dan trisubtitusi. Suatu benzena mengalami reaksi disubtitusi oleh gugus -COOH dan -OH dan memiliki struktur sebagai berikut:</p>
253
<p>Nama yang tepat untuk senyawa tersebut adalah ….</p>
253
<p>Nama yang tepat untuk senyawa tersebut adalah ….</p>
254
<p>A. Para hidroksi benzoat</p>
254
<p>A. Para hidroksi benzoat</p>
255
<p>B. Meta hidroksi benzoat</p>
255
<p>B. Meta hidroksi benzoat</p>
256
<p>C. Orto hidroksi benzoat</p>
256
<p>C. Orto hidroksi benzoat</p>
257
<p>D. Asam salisilat</p>
257
<p>D. Asam salisilat</p>
258
<p>E. Para hidroksi benzaldehid</p>
258
<p>E. Para hidroksi benzaldehid</p>
259
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
259
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
260
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
260
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
261
<p>Berdasarkan struktur dapat diketahui bahwa posisi dari substituent adalah orto. Prioritas subtituen adalah -COOH > -OH, sehingga senyawa tersebut akan memiliki nama Orto hidroksi benzoat.</p>
261
<p>Berdasarkan struktur dapat diketahui bahwa posisi dari substituent adalah orto. Prioritas subtituen adalah -COOH > -OH, sehingga senyawa tersebut akan memiliki nama Orto hidroksi benzoat.</p>
262
<p><strong>Topik: Benzena dan Turunannya</strong></p>
262
<p><strong>Topik: Benzena dan Turunannya</strong></p>
263
<p><strong>Subtopik: Pendahuluan Benzena</strong></p>
263
<p><strong>Subtopik: Pendahuluan Benzena</strong></p>
264
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
264
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
265
<p>20. Jumlah elektron phi pada senyawa P, Q, R, dan S berturut - turut adalah 6, 10, 16, dan 20. Senyawa yang termasuk senyawa aromatis adalah ….</p>
265
<p>20. Jumlah elektron phi pada senyawa P, Q, R, dan S berturut - turut adalah 6, 10, 16, dan 20. Senyawa yang termasuk senyawa aromatis adalah ….</p>
266
<p>A. P dan Q</p>
266
<p>A. P dan Q</p>
267
<p>B. P dan R</p>
267
<p>B. P dan R</p>
268
<p>C. Q dan S</p>
268
<p>C. Q dan S</p>
269
<p>D. R dan S</p>
269
<p>D. R dan S</p>
270
<p>E. P dan S</p>
270
<p>E. P dan S</p>
271
<p><strong>Jawaban: A</strong></p>
271
<p><strong>Jawaban: A</strong></p>
272
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
272
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
273
<p>Senyawa hidrokarbon dapat dikatakan sebagai senyawa aromatik jika memenuhi aturan Huckel:</p>
273
<p>Senyawa hidrokarbon dapat dikatakan sebagai senyawa aromatik jika memenuhi aturan Huckel:</p>
274
<p>Jumlah elektron phi = 4n + 2, dengan n adalah bilangan asli 0, 1, 2, 3, dst.</p>
274
<p>Jumlah elektron phi = 4n + 2, dengan n adalah bilangan asli 0, 1, 2, 3, dst.</p>
275
<p>Jika n=1 , jumlah elektron phi = 4(1) + 2 = 6</p>
275
<p>Jika n=1 , jumlah elektron phi = 4(1) + 2 = 6</p>
276
<p>Jika n=2 , jumlah elektron phi = 4(2) + 2 = 10</p>
276
<p>Jika n=2 , jumlah elektron phi = 4(2) + 2 = 10</p>
277
<p>Jika n=3 , jumlah elektron phi = 4(3) + 2 = 14</p>
277
<p>Jika n=3 , jumlah elektron phi = 4(3) + 2 = 14</p>
278
<p>Jika n=4 , jumlah elektron phi = 4(4) + 2 = 18</p>
278
<p>Jika n=4 , jumlah elektron phi = 4(4) + 2 = 18</p>
279
<p>Jika n=5 , jumlah elektron phi = 4(5) + 2 = 22</p>
279
<p>Jika n=5 , jumlah elektron phi = 4(5) + 2 = 22</p>
280
<p>Sehingga, senyawa yang merupakan aromatis adalah P dan Q.</p>
280
<p>Sehingga, senyawa yang merupakan aromatis adalah P dan Q.</p>
281
<p><strong>BIOLOGI</strong></p>
281
<p><strong>BIOLOGI</strong></p>
282
<p>Baca Juga:<a>Pengertian Mutasi, Klasifikasi & Dampaknya</a></p>
282
<p>Baca Juga:<a>Pengertian Mutasi, Klasifikasi & Dampaknya</a></p>
283
<p><strong>Topik: Mutasi</strong></p>
283
<p><strong>Topik: Mutasi</strong></p>
284
<p><strong>Subtopik: Mutasi gen</strong></p>
284
<p><strong>Subtopik: Mutasi gen</strong></p>
285
<p><strong>Level Kognitif: LOTS</strong></p>
285
<p><strong>Level Kognitif: LOTS</strong></p>
286
<p>21. Suatu rantai DNA normal memiliki urutan basa nitrogen yaitu AAT - CTA - CCG - GAC. Jika terjadi adisi basa nitrogen G pada rantai pangkalnya maka urutan basa nitrogen yang terbentuk adalah ….</p>
286
<p>21. Suatu rantai DNA normal memiliki urutan basa nitrogen yaitu AAT - CTA - CCG - GAC. Jika terjadi adisi basa nitrogen G pada rantai pangkalnya maka urutan basa nitrogen yang terbentuk adalah ….</p>
287
<p>A. AAA -TCT - ACC - GGA - C</p>
287
<p>A. AAA -TCT - ACC - GGA - C</p>
288
<p>B. ATC - TAC - CGG - AC</p>
288
<p>B. ATC - TAC - CGG - AC</p>
289
<p>C. GGC - CTA - CCG - GAC</p>
289
<p>C. GGC - CTA - CCG - GAC</p>
290
<p>D. TTC - CTA - CCG - GAC</p>
290
<p>D. TTC - CTA - CCG - GAC</p>
291
<p>E. GAA - TCT - ACC - GGA - C</p>
291
<p>E. GAA - TCT - ACC - GGA - C</p>
292
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
292
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
293
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
293
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
294
<p>Adisi adalah penambahan basa nitrogen di pangkal atau ujung rantai nukleotida.Suatu rantai DNA normal dengan urutan basa nitrogen AAT - CTA - CCG - GAC mengalami adisi basa nitrogen G pada rantai pangkalnya sehingga urutan basa nitrogen menjadi GAA - TCT - ACC - GGA - C. Dengan demikian jawaban adalah E.</p>
294
<p>Adisi adalah penambahan basa nitrogen di pangkal atau ujung rantai nukleotida.Suatu rantai DNA normal dengan urutan basa nitrogen AAT - CTA - CCG - GAC mengalami adisi basa nitrogen G pada rantai pangkalnya sehingga urutan basa nitrogen menjadi GAA - TCT - ACC - GGA - C. Dengan demikian jawaban adalah E.</p>
295
<p><strong>Topik: Mutasi </strong></p>
295
<p><strong>Topik: Mutasi </strong></p>
296
<p><strong>Subtopik: Mutasi kromosom</strong></p>
296
<p><strong>Subtopik: Mutasi kromosom</strong></p>
297
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
297
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
298
<p>22. Perhatikan gambar di bawah ini !</p>
298
<p>22. Perhatikan gambar di bawah ini !</p>
299
<p>Jenis mutagen yang dimanfaatkan untuk menghasilkan buah seperti gambar di atas adalah ….</p>
299
<p>Jenis mutagen yang dimanfaatkan untuk menghasilkan buah seperti gambar di atas adalah ….</p>
300
<p>A. sinar X B. sinar ultraviolet C. natrium nitrit D. kolkisin E. formaldehid</p>
300
<p>A. sinar X B. sinar ultraviolet C. natrium nitrit D. kolkisin E. formaldehid</p>
301
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
301
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
302
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
302
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
303
<p>Gambar pada soal adalah gambar semangka tanpa biji. Pembuatan semangka tanpa biji memanfaatkan suatu mutagen berupa kolkisin. Kolkisin biasanya dibuat untuk buah triploid (buah tanpa biji). Pemberian kolkisin pada tunas dan perendaman biji semangka di dalam kolkisin dapat menghambat proses pembentukan benang spindel pada saat anafase sehingga pergerakan kromatid menuju ke kutub sel terhambat dan tidak terjadi pemisahan kromosom. Akibat pemberian kolkisin ini jumlah kromosom akan berlipat ganda menjadi triploid (3n). Dengan demikian jawaban adalah D.</p>
303
<p>Gambar pada soal adalah gambar semangka tanpa biji. Pembuatan semangka tanpa biji memanfaatkan suatu mutagen berupa kolkisin. Kolkisin biasanya dibuat untuk buah triploid (buah tanpa biji). Pemberian kolkisin pada tunas dan perendaman biji semangka di dalam kolkisin dapat menghambat proses pembentukan benang spindel pada saat anafase sehingga pergerakan kromatid menuju ke kutub sel terhambat dan tidak terjadi pemisahan kromosom. Akibat pemberian kolkisin ini jumlah kromosom akan berlipat ganda menjadi triploid (3n). Dengan demikian jawaban adalah D.</p>
304
<p>23. Peristiwa yang mendukung Hukum Hardy-Weinberg adalah ….</p>
304
<p>23. Peristiwa yang mendukung Hukum Hardy-Weinberg adalah ….</p>
305
<p>A. perkawinan berlangsung secara tidak acak</p>
305
<p>A. perkawinan berlangsung secara tidak acak</p>
306
<p>B. terjadimigrasi</p>
306
<p>B. terjadimigrasi</p>
307
<p>C. tidakterjadimutasi</p>
307
<p>C. tidakterjadimutasi</p>
308
<p>D. populasi kecil</p>
308
<p>D. populasi kecil</p>
309
<p>E. populasi terbuka</p>
309
<p>E. populasi terbuka</p>
310
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
310
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
311
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
311
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
312
<p>Hukum Hardy-Weinberg mengasumsikan bahwa populasi dalam keadaan setimbang, artinya frekuensi gen dan genotipnya selalu tetap dari generasi ke generasi, dengan syarat yaitu: 1. ukuran populasi besar</p>
312
<p>Hukum Hardy-Weinberg mengasumsikan bahwa populasi dalam keadaan setimbang, artinya frekuensi gen dan genotipnya selalu tetap dari generasi ke generasi, dengan syarat yaitu: 1. ukuran populasi besar</p>
313
<p>2.tidak ada<em>gene flow</em>atau terisolasi dari populasi lain (tidak terjadi migrasi)</p>
313
<p>2.tidak ada<em>gene flow</em>atau terisolasi dari populasi lain (tidak terjadi migrasi)</p>
314
<p>3. tidak ada mutasi</p>
314
<p>3. tidak ada mutasi</p>
315
<p>4. perkawinan acak</p>
315
<p>4. perkawinan acak</p>
316
<p>5. tidak ada seleksi alam</p>
316
<p>5. tidak ada seleksi alam</p>
317
<p>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</p>
317
<p>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah C.</p>
318
<p><strong>Topik: Evolusi </strong></p>
318
<p><strong>Topik: Evolusi </strong></p>
319
<p><strong>Subtopik: Asal usul kehidupan</strong></p>
319
<p><strong>Subtopik: Asal usul kehidupan</strong></p>
320
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
320
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
321
<p>24. Perhatikan gambar di bawah ini!</p>
321
<p>24. Perhatikan gambar di bawah ini!</p>
322
<p>Berdasarkan percobaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa larva ….</p>
322
<p>Berdasarkan percobaan tersebut, dapat disimpulkan bahwa larva ….</p>
323
<p>A. berasal dari gabungan udara dengan daging yang membusuk B. berasal dari telur-telur lalat yang hinggap pada daging C. berasal dari udara yang masuk kedalam wadah D. berasal dari telur-telur dan daging yang membusuk E. berasal dari wadah itu sendiri</p>
323
<p>A. berasal dari gabungan udara dengan daging yang membusuk B. berasal dari telur-telur lalat yang hinggap pada daging C. berasal dari udara yang masuk kedalam wadah D. berasal dari telur-telur dan daging yang membusuk E. berasal dari wadah itu sendiri</p>
324
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
324
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
325
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
325
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
326
<p>Gambar percobaan tersebut merupakan gambaran percobaan yang dilakukan oleh Francesco Redi. Pada percobaannya dilakukan tiga perlakuan yaitu</p>
326
<p>Gambar percobaan tersebut merupakan gambaran percobaan yang dilakukan oleh Francesco Redi. Pada percobaannya dilakukan tiga perlakuan yaitu</p>
327
<ol><li>sebuah daging yang diletakkan di dalam sebuah wadah yang terbuka,</li>
327
<ol><li>sebuah daging yang diletakkan di dalam sebuah wadah yang terbuka,</li>
328
<li>sebuah daging diletakkan di dalam wadah ditutup</li>
328
<li>sebuah daging diletakkan di dalam wadah ditutup</li>
329
<li>sebuah daging yang diletakkan di sebuah wadah yang ditutup dengan kain kasa.</li>
329
<li>sebuah daging yang diletakkan di sebuah wadah yang ditutup dengan kain kasa.</li>
330
</ol><p>Setelah beberapa lama pada wadah yang terbuka ditemukan bahwa daging sudah membusuk dan banyak ditemukan belatung. Dengan demikian Francesco Redi mengambil kesimpulan yaitu larva bukan berasal dari daging, melainkan dari lalat yang hinggap dan bertelur di atas daging. Dengan demikian jawaban adalah B.</p>
330
</ol><p>Setelah beberapa lama pada wadah yang terbuka ditemukan bahwa daging sudah membusuk dan banyak ditemukan belatung. Dengan demikian Francesco Redi mengambil kesimpulan yaitu larva bukan berasal dari daging, melainkan dari lalat yang hinggap dan bertelur di atas daging. Dengan demikian jawaban adalah B.</p>
331
<p><strong>Topik: Evolusi </strong></p>
331
<p><strong>Topik: Evolusi </strong></p>
332
<p><strong>Subtopik: Asal usul kehidupan</strong></p>
332
<p><strong>Subtopik: Asal usul kehidupan</strong></p>
333
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
333
<p><strong>Level Kognitif: MOTS</strong></p>
334
<p>25. Perhatikan gambar di bawah ini !</p>
334
<p>25. Perhatikan gambar di bawah ini !</p>
335
<p>Kesimpulan dari percobaan di atas adalah …..</p>
335
<p>Kesimpulan dari percobaan di atas adalah …..</p>
336
<p>A. makhluk hidup berasal dari benda mati yang muncul secara spontan B. setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya C. protein yang terdapat pada kaldu merupakan bahan pembentuk makhluk hidup D. air kaldu merupakan media tumbuh mikroorganisme E. makhluk hidup timbul secara bertahap dari senyawa tak hidup</p>
336
<p>A. makhluk hidup berasal dari benda mati yang muncul secara spontan B. setiap makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya C. protein yang terdapat pada kaldu merupakan bahan pembentuk makhluk hidup D. air kaldu merupakan media tumbuh mikroorganisme E. makhluk hidup timbul secara bertahap dari senyawa tak hidup</p>
337
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
337
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
338
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
338
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
339
<p>Gambar percobaan pada soal merupakan gambar percobaan dari Louis Pasteur. Percobaan dari Louis Pasteur dilakukan untuk menyempurnakan percobaan dari Lazzaro Spallanzani dengan mempertahankan udara menggunakan tabung berleher angsa. Percobaan pertama Louis Pasteur adalah dengan cara meletakkan tabung secara vertikal sehingga mikroorganisme terperangkap di leher tabung, hasilnya air kaldu tetap jenih atau tidak ada mikroorganisme. Percobaan kedua Louis Pasteur dengan cara meletakkan tabung secara horizontal sehingga air kaldu sampai ke bagian leher angsa dan terkena udara, hasilnya air kaldu menjadi keruh atau terdapat mikroorganisme. Dengan demikian Louis Pasteur mengambil kesimpulan bahwa “kehidupan tidak dapat muncul pada tempat yang tidak terkontaminasi kehidupan atau lebih dikenal dengan istilah<em>omne vivum ex vivo</em>(makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya)”. Dengan demikian jawaban adalah B.</p>
339
<p>Gambar percobaan pada soal merupakan gambar percobaan dari Louis Pasteur. Percobaan dari Louis Pasteur dilakukan untuk menyempurnakan percobaan dari Lazzaro Spallanzani dengan mempertahankan udara menggunakan tabung berleher angsa. Percobaan pertama Louis Pasteur adalah dengan cara meletakkan tabung secara vertikal sehingga mikroorganisme terperangkap di leher tabung, hasilnya air kaldu tetap jenih atau tidak ada mikroorganisme. Percobaan kedua Louis Pasteur dengan cara meletakkan tabung secara horizontal sehingga air kaldu sampai ke bagian leher angsa dan terkena udara, hasilnya air kaldu menjadi keruh atau terdapat mikroorganisme. Dengan demikian Louis Pasteur mengambil kesimpulan bahwa “kehidupan tidak dapat muncul pada tempat yang tidak terkontaminasi kehidupan atau lebih dikenal dengan istilah<em>omne vivum ex vivo</em>(makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya)”. Dengan demikian jawaban adalah B.</p>
340
<p><strong>Topik: Mekanisme Evolusi</strong></p>
340
<p><strong>Topik: Mekanisme Evolusi</strong></p>
341
<p><strong>Subtopik: Hukum Hardy-Weinberg</strong></p>
341
<p><strong>Subtopik: Hukum Hardy-Weinberg</strong></p>
342
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
342
<p><strong>Level Kognitif: HOTS</strong></p>
343
<p>26. Suatu Desa A memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.000 orang. Jika terdapat 300 orang laki-laki buta warna, maka jumlah wanita normal carrier dengan wanita normal adalah ….</p>
343
<p>26. Suatu Desa A memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.000 orang. Jika terdapat 300 orang laki-laki buta warna, maka jumlah wanita normal carrier dengan wanita normal adalah ….</p>
344
<p>A. 700 orang B. 490 orang C. 420 orang D. 510 orang E. 910 orang</p>
344
<p>A. 700 orang B. 490 orang C. 420 orang D. 510 orang E. 910 orang</p>
345
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
345
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
346
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
346
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
347
<p>Genotip buta warna</p>
347
<p>Genotip buta warna</p>
348
<p>XY (Laki-laki normal) → p</p>
348
<p>XY (Laki-laki normal) → p</p>
349
<p>XcbY (Laki-laki buta warna) → q</p>
349
<p>XcbY (Laki-laki buta warna) → q</p>
350
<p>XX(Wanita normal) → p2</p>
350
<p>XX(Wanita normal) → p2</p>
351
<p>XcbX Wanita normal carrier) → 2pq</p>
351
<p>XcbX Wanita normal carrier) → 2pq</p>
352
<p>XcbXcb (Wanita buta warna) → q2</p>
352
<p>XcbXcb (Wanita buta warna) → q2</p>
353
<p>Laki-laki buta warna = 300 orang</p>
353
<p>Laki-laki buta warna = 300 orang</p>
354
<p>q = 300/1000 = 0,3</p>
354
<p>q = 300/1000 = 0,3</p>
355
<p>p + q = 1</p>
355
<p>p + q = 1</p>
356
<p>p = 1 - 0,3</p>
356
<p>p = 1 - 0,3</p>
357
<p>p = 0,7</p>
357
<p>p = 0,7</p>
358
<p>Jumlah wanita normal carrier</p>
358
<p>Jumlah wanita normal carrier</p>
359
<p>= 2pq x 1.000</p>
359
<p>= 2pq x 1.000</p>
360
<p>= 2 (0,7)(0,3) x 1.000</p>
360
<p>= 2 (0,7)(0,3) x 1.000</p>
361
<p>= 420 orang</p>
361
<p>= 420 orang</p>
362
<p>wanita normal</p>
362
<p>wanita normal</p>
363
<p>= p2 x 1.000</p>
363
<p>= p2 x 1.000</p>
364
<p>= (0,7)2 x 1.000</p>
364
<p>= (0,7)2 x 1.000</p>
365
<p>= 490 orang</p>
365
<p>= 490 orang</p>
366
<p>maka total jumlah wanita normal carrier dan wanita buta warna adalah 910 orang. Dengan demikian jawaban adalah E.</p>
366
<p>maka total jumlah wanita normal carrier dan wanita buta warna adalah 910 orang. Dengan demikian jawaban adalah E.</p>
367
<p>27. Evolusi berdasarkan arahnya dibagi menjadi evolusi progresif dan regresif. Pernyataan yang tepat tentang evolusi progresif adalah ….</p>
367
<p>27. Evolusi berdasarkan arahnya dibagi menjadi evolusi progresif dan regresif. Pernyataan yang tepat tentang evolusi progresif adalah ….</p>
368
<p>A. Evolusi yang menyebabkan perubahan pada skala kecil dalam suatu populasi</p>
368
<p>A. Evolusi yang menyebabkan perubahan pada skala kecil dalam suatu populasi</p>
369
<p>B. Evolusi yang menyebabkan perubahan pada skala besar dalam suatu populasi</p>
369
<p>B. Evolusi yang menyebabkan perubahan pada skala besar dalam suatu populasi</p>
370
<p>C. Evolusi yang memungkinkan makhluk hidup mengalami kepunahan</p>
370
<p>C. Evolusi yang memungkinkan makhluk hidup mengalami kepunahan</p>
371
<p>D. Evolusi yang memungkinkan terbentuknya banyak spesies</p>
371
<p>D. Evolusi yang memungkinkan terbentuknya banyak spesies</p>
372
<p>E. Evolusi yang memungkinkan makhluk hidup dapat bertahan hidup</p>
372
<p>E. Evolusi yang memungkinkan makhluk hidup dapat bertahan hidup</p>
373
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
373
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
374
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
374
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
375
<p>Evolusi berdasarkan arahnya dibagi menjadi 2, yaitu evolusi progresif dan evolusi regresif. Evolusi progresif adalah evolusi yang menuju pada kemungkinan makhluk hidup dapat bertahan hidup<em>(survival)</em>. Sementara itu, evolusi regresif adalah evolusi yang menuju pada kemungkinan suatu makhluk hidup mengalami kepunahan.</p>
375
<p>Evolusi berdasarkan arahnya dibagi menjadi 2, yaitu evolusi progresif dan evolusi regresif. Evolusi progresif adalah evolusi yang menuju pada kemungkinan makhluk hidup dapat bertahan hidup<em>(survival)</em>. Sementara itu, evolusi regresif adalah evolusi yang menuju pada kemungkinan suatu makhluk hidup mengalami kepunahan.</p>
376
<p>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</p>
376
<p>Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</p>
377
<p>Nah, itulah berbagai kumpulan soal yang bisa kamu pakai sebagai ajang latihan sebelum memasuki PTS SMA kelas 12 IPA Semester Genap 2023. Kalau ada materi yang kamu ingin tahu pembahasannya, yuk tonton lewat<a><strong>ruangbelajar!</strong></a></p>
377
<p>Nah, itulah berbagai kumpulan soal yang bisa kamu pakai sebagai ajang latihan sebelum memasuki PTS SMA kelas 12 IPA Semester Genap 2023. Kalau ada materi yang kamu ingin tahu pembahasannya, yuk tonton lewat<a><strong>ruangbelajar!</strong></a></p>
378
378