Hai hai pejuang UTBK! Masih semangat ‘kan? Sekarang waktunya berlatih soal Pengetahuan Umum. Check these out!
—
Topik: Pengetahuan Umum (NEW!)
Subtopik: Kepaduan dan Keefektifan Wacana
1. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!
(1) Masa kejayaan tambak bandeng di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa sejak 1970-an perlahan musnah. (2) Ombak yang mengikis garis pantai atau disebut abrasi menjadi musababnya. (3) Di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, belasan hektare tambak bandeng kini rata air sehingga menjadikan pendapatan tergerus. (4) Sekitar dua ribu kepala keluarga mengungsi ke daratan lebih tinggi. (5) Kemusnahan tambak adalah akhir dari awal ancaman lebih serius dari abrasi. (6) Hilangnya mata pencaharian, tempat tinggal, … rusaknya ekosistem di daerah pesisir menjadi catatan besar yang harus diwaspadai semua pihak. (7) Perlu diingat bahwa bencana iklim yang memengaruhi suhu permukaan laut berkontribusi terhadap kekuatan angin yang dibawa ombak.
(8) Abrasi sangat bergantung pada proses sedimentasi wilayah pesisir. (9) Selain faktor gelombang laut, manusia juga bisa menyebabkan abrasi. (10) Ketimpangan ekosistem laut akibat eksploitasi besar-besaran terhadap terumbu karang dan ikan laut serta penambangan pasir turut menciptakan efek buruk dari abrasi. (11) Badan Informasi Geospasial tidak memiliki data konkret mengenai luas daratan di sepanjang pesisir Pantai Utara Jawa yang terkikis ombak. (12) Begitu pula mengenai garis waktu abrasi yang mengikis daratan Pulau Jawa; hanya bertumpu perkiraan pada saat sekitar tahun 2000-an.
(13) Studi terbaru Climate Central, memprediksi air laut akan meninggi 20—30 sentimeter pada 2050 sehingga menyebabkan permukiman-permukiman yang dihuni sekitar 23 juta penduduk di kawasan pesisir Indonesia, termasuk DKI Jakarta akan tenggelam. (14) Ancaman ini merupakan efek parah dari emisi karbon, juga kenyataan bahwa ada sekitar satu miliar penduduk menghuni wilayah yang berada 10 meter di bawah air laut ketika gelombang ombak pasang. (15) Sebuah riset yang turut disusun oleh peneliti abrasi utara Jawa dari Badan Informasi Geospasial, Ratna Sari Dewi, menyebut tambak ikan maupun udang berkontribusi terhadap perubahan topografi tanah di sekitar pesisir. (16) Salah satunya terkait pilihan masyarakat menebang pohon bakau demi membuat areal pertambakan.
(17) Data Badan Pusat Statistik menunjukkan luasan hutan bakau di Jawa Barat mencapai 34.321 hektare pada 2016, tetapi hanya 2.830 hektare dalam kondisi baik. (18) Bagaimana pun, tumbuhan bakau tak mungkin berjuang sendiri menghadapi ancaman ganas abrasi. (19) Benteng mangrove harus diperkuat tembok penangkal ombak. (20) Sayangnya, tembok penangkal ombak sejauh ini sebatas rencana, belum menjadi aksi nyata. (21) Pemerintah daerah maupun pusat perlu memperbaiki sistem pendataan area, termasuk mendata masyarakat-masyarakat pesisir yang terdampak abrasi. (22) Semuanya dibutuhkan demi landasan menyusun kebijakan tepat sasaran.
(Diadaptasi dari https://tirto.id/ pada 24 April 2020)
Kalimat yang semakna dengan kata menciptakan pada kalimat (10) adalah …
- Tuhan menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi dan di langit tanpa perantara.
- Ebiet G. Ade banyak menciptakan lagu bertema cinta, alam, dan kehidupan sosial.
- Konon, Bandung Bondowoso mampu menciptakan Candi Prambanan dalam semalam.
- Semua orang berharap agar bencana yang telah terjadi bisa menciptakan suasana saling mengasihi antarsesama.
- I. Nyoman Tjokot menciptakan patung-patung yang seolah mampu memberi napas baru pada dunia seni tiga dimensi di Bali.
Jawaban: D
Pembahasan:
Dalam KBBI, kata menciptakan memiliki empat arti, yaitu sebagai berikut.
- Menjadikan sesuatu yang baru tidak dengan bahan
- Membuat atau mengadakan sesuatu dengan kekuatan batin
- Membuat (mengadakan) sesuatu yang baru (belum pernah ada, luar biasa, lain dari yang lain)
- Membuat suatu hasil kesenian (seperti mengarang lagu, memahat patung); menggubah
Makna kata menciptakan pada kalimat (10) sesuai dengan makna ke-3, yaitu ‘membuat atau mengadakan sesuatu yang baru’. Makna menciptakan tersebut terdapat pula pada kalimat Semua orang berharap agar bencana yang telah terjadi bisa menciptakan suasana saling mengasihi antarsesama.
- Kata menciptakan pada pilihan jawaban A memiliki makna ke-1
- Kata menciptakan pada pilihan jawaban B memiliki makna ke-4
- Kata menciptakan pada pilihan jawaban C memiliki makna ke-2
- Kata menciptakan pada pilihan jawaban E memiliki makna ke-4
Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.
Topik: Pengetahuan Umum (NEW!)
Subtopik: Pengetahuan Kebahasaan
2. Bacalah teks berikut!
Erotomania atau dikenal dengan sebutan sindrom de Clerambault adalah suatu bentuk gangguan kepribadian saat para penderitanya memiliki keyakinan bahwa orang lain memendam perasaan cinta kepada si penderita. Pada 1921, Clérambault berargumen bahwa perempuan lebih sering mengalami sindrom de Clerambault daripada laki-laki. Martin Brune dari Ruhr University, Jerman, mengafirmasi argumen Clérambault setelah menganalisis 246 kasus erotomania pada 2007 dan menemukan sebanyak 69,1% pengidapnya adalah kaum hawa. Clérambault juga berpendapat, orang-orang dengan erotomania percaya bahwa objek cintanya jatuh cinta dan membuat pendekatan terlebih dahulu kepadanya.
Dalam tulisan ilmiah berjudul “De Clérambault’s syndrome: diagnostic and therapeutic challenge“, Sampaio, et. al. (2007) memaparkan beberapa gejala yang lazim ditemukan dalam diri orang dengan erotomania. Pengidap erotomania biasanya secara mendetail menjelaskan sinyal-sinyal asmara yang dianggap dikirimkan oleh si pujaan hati, mulai dari ekspresi wajah, percakapan, atau gestur. Selain itu, si penderita juga mengira bahwa sang objek cinta sengaja mengirimkan pesan asmara lewat telepati kepadanya. Perilaku delusional dalam konteks asmara semacam ini, menurut Sampaio, et.al., kerap diasosiasikan dengan gangguan mental lain seperti schizophrenia (34%), sindrom depresi (13%), gangguan afektif bipolar (9%), dan paranoia (9%).
Gejala paling kelihatan dari seorang pengidap erotomania adalah perilaku mengutil atau mengintai orang yang ditaksirnya. Ia juga cenderung bersikeras mempertahankan keyakinannya sekalipun objek cintanya telah berupaya menolaknya. Alih-alih menerima kenyataan, pengidap erotomania justru menginterpretasikan penolakan ini sebagai kamuflase dari rasa cinta yang terpendam.
Kasus penguntilan penyanyi Madonna oleh Robert Hoskins pada 1995 adalah salah satu contoh ekstrem dari erotomania. Dilansir Psychology Today, Robert Hoskins adalah tunawisma yang berdelusi bahwa Madonna telah ditakdirkan menjadi istrinya. Beberapa kali Robert Hoskins coba menyusup masuk kediaman pelantun “Frozen” tersebut, tetapi upayanya berhasil digagalkan, pertama kali oleh penjaga Madonna, dan kali kedua ia langsung ditembak dan dibekuk polisi. Lebih parahnya, di dalam penjara pun ia tak henti terobsesi terhadap Madonna.
(Diadaptasi dari tirto.id pada April 2020)
Makna kata “mengafirmasi” pada paragraf pertama teks tersebut adalah ….
- memercayai
- menolak
- meneguhkan
- mengukur
- menjelaskan
Jawaban: C
Pembahasan:
Kata “mengafirmasi” memiliki kata dasar afirmasi yang berarti penegasan atau meneguhkan. Jadi, pada teks Martin Brune meneguhkan atau menguatkan argumen Clérambault tentang penyakit erotomania.
Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.
Topik: Pengetahuan Umum (NEW!)
Subtopik: Kepaduan dan Keefektifan Wacana
3. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!
(1) Selain demam, batuk, dan sesak napas, beberapa pasien yang terinfeksi Covid-19 di rumah sakit di New York tampak sangat bingung sampai-sampai tidak tahu tempat mereka berada atau tahun mereka hidup saat ini. (2) Kadang-kadang, gejala ini berhubungan dengan kadar oksigen yang rendah dalam darah mereka; ada pula pasien tertentu yang terlihat sangat kebingungan dan khawatir dengan nasib paru-paru mereka. (3) Melihat gejala yang dialami sejumlah pasien ini, Jennifer Frontera, seorang ahli saraf di Rumah Sakit NYU Langone Brooklyn mengatakan bahwa temuan itu meningkatkan kekhawatiran tentang dampak virus Corona pada otak dan sistem saraf. (4) Saat ini, sebagian besar orang mengetahui bahwa penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 2,2 juta orang di seluruh dunia ini umumnya menyerang sistem pernapasan. (5) Tetapi, tanda-tanda yang lebih tidak umum muncul dalam laporan terbaru.
(6) Sebuah studi yang diterbitkan pekan lalu dalam Journal of American Medical Association, misalnya, menemukan 36,4% dari 214 pasien di Tiongkok memiliki gejala neurologis, mulai dari kehilangan kemampuan mencium bau dan nyeri saraf hingga kejang dan stroke. (7) Sebuah makalah di New England Journal of Medicine pekan ini mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap 58 pasien di Strasbourg, Prancis, yakni lebih dari setengah pasien merasa bingung atau gelisah, dengan pencitraan otak yang menunjukkan peradangan. (8) Bagi para ilmuwan, temuan ini tidak sepenuhnya mengejutkan karena hal tersebut juga terlihat pada sejumlah virus, termasuk HIV yang dapat menyebabkan penurunan kognitif pengidapnya jika tidak diobati. (9) Michel Toledano, seorang ahli saraf di Mayo Clinic di Minnesota mengatakan, virus memengaruhi otak dengan dua cara. (10) Salah satunya adalah dengan memicu respons imun abnormal yang dikenal sebagai badai sitokin, yang menyebabkan peradangan otak atau yang disebut autoimun ensefalitis. (11) Kedua adalah infeksi langsung pada otak yang disebut ensefalitis virus.
(12) Otak dilindungi oleh sesuatu yang disebut penghalang darah-otak, yakni sesuatu yang menghalangi zat asing, tetapi bukan berarti tidak bisa ditembus. (13) Dari temuan pada sejumlah pasien terinfeksi yang kehilangan kemampuan indra penciuman, beberapa orang berpendapat bahwa hal tersebut ada kaitannya dengan otak. (14) Namun, dugaan ini belum terbukti. (15) Apalagi, banyak pasien yang mengalami anosmia tanpa mengalami gejala neurologis yang parah. (16) Dalam kasus virus Corona, dokter percaya bahwa berdasarkan bukti saat ini, dampak neurologis cenderung merupakan hasil dari respons imun yang terlalu aktif daripada serangan terhadap otak. (17) Untuk membuktikan adanya serangan terhadap otak, virus harus dideteksi dalam cairan serebrospinal. (18) Hal ini pernah dilakukan pada seorang pria Jepang berusia 24 tahun yang kasusnya diterbitkan dalam International Journal of Infectious Disease. (19) Pria itu mengalami kebingungan dan kejang serta pencitraan yang menunjukkan otaknya meradang. (20) Tetapi, karena ini adalah satu-satunya kasus yang diketahui sejauh ini dan tes virus belum divalidasi untuk cairan tulang belakang, para ilmuwan tetap berhati-hati dalam mengambil kesimpulan.
(Diadaptasi dari www.mediaindonesia.com pada April 2020)
Gagasan utama pada paragraf pertama adalah ….
- jumlah kematian akibat virus Corona
- penelitian atas maraknya kerusakan sistem saraf
- perlunya bantuan medis bagi pasien virus Corona
- hipotesis dampak virus Corona terhadap otak dan sistem saraf
- kerusakan sistem pernapasan pada pasien virus Corona
Jawaban: D
Pembahasan:
Gagasan utama merupakan ide atau pokok pikiran dalam sebuah paragraf maupun teks. Secara garis besar, paragraf pertama membahas munculnya gejala lain yang ditemukan pada pasien virus Corona yang saat ini menjadi pandemi global. Gejala lain tersebut, antara lain, adalah pasien bingung, khawatir berlebihan, hingga merasa tidak mengenali tempat dan tahun yang sedang berjalan.
Lebih lanjut, disebutkan bahwa gejala-gejala baru yang muncul tersebut meningkatkan kekhawatiran tentang dampak virus Corona pada otak dan sistem saraf. Kekhawatiran tersebut menunjukkan bahwa gejala-gejala yang disebutkan masih merupakan hipotesis maupun anggapan dasar terhadap adanya dampak virus Corona pada otak dan sistem saraf. Jadi, dapat disimpulkan bahwa gagasan utama pada paragraf pertama di atas adalah hipotesis dampak virus Corona terhadap otak dan sistem saraf.
Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.
Topik: Pengetahuan Umum (NEW!)
Subtopik: Kepaduan dan Keefektifan Wacana
4. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!
(1) Selain demam, batuk, dan sesak napas, beberapa pasien yang terinfeksi Covid-19 di rumah sakit di New York tampak sangat bingung sampai-sampai tidak tahu tempat mereka berada atau tahun mereka hidup saat ini. (2) Kadang-kadang, gejala ini berhubungan dengan kadar oksigen yang rendah dalam darah mereka; ada pula pasien tertentu yang terlihat sangat kebingungan dan khawatir dengan nasib paru-paru mereka. (3) Melihat gejala yang dialami sejumlah pasien ini, Jennifer Frontera, seorang ahli saraf di Rumah Sakit NYU Langone Brooklyn mengatakan bahwa temuan itu meningkatkan kekhawatiran tentang dampak virus Corona pada otak dan sistem saraf. (4) Saat ini, sebagian besar orang mengetahui bahwa penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 2,2 juta orang di seluruh dunia ini umumnya menyerang sistem pernapasan. (5) Tetapi, tanda-tanda yang lebih tidak umum muncul dalam laporan terbaru.
(6) Sebuah studi yang diterbitkan pekan lalu dalam Journal of American Medical Association, misalnya, menemukan 36,4% dari 214 pasien di Tiongkok memiliki gejala neurologis, mulai dari kehilangan kemampuan mencium bau dan nyeri saraf hingga kejang dan stroke. (7) Sebuah makalah di New England Journal of Medicine pekan ini mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap 58 pasien di Strasbourg, Prancis, yakni lebih dari setengah pasien merasa bingung atau gelisah, dengan pencitraan otak yang menunjukkan peradangan. (8) Bagi para ilmuwan, temuan ini tidak sepenuhnya mengejutkan karena hal tersebut juga terlihat pada sejumlah virus, termasuk HIV yang dapat menyebabkan penurunan kognitif pengidapnya jika tidak diobati. (9) Michel Toledano, seorang ahli saraf di Mayo Clinic di Minnesota mengatakan, virus memengaruhi otak dengan dua cara. (10) Salah satunya adalah dengan memicu respons imun abnormal yang dikenal sebagai badai sitokin, yang menyebabkan peradangan otak atau yang disebut autoimun ensefalitis. (11) Kedua adalah infeksi langsung pada otak yang disebut ensefalitis virus.
(12) Otak dilindungi oleh sesuatu yang disebut penghalang darah-otak, yakni sesuatu yang menghalangi zat asing, tetapi bukan berarti tidak bisa ditembus. (13) Dari temuan pada sejumlah pasien terinfeksi yang kehilangan kemampuan indra penciuman, beberapa orang berpendapat bahwa hal tersebut ada kaitannya dengan otak. (14) Namun, dugaan ini belum terbukti. (15) Apalagi, banyak pasien yang mengalami anosmia tanpa mengalami gejala neurologis yang parah. (16) Dalam kasus virus Corona, dokter percaya bahwa berdasarkan bukti saat ini, dampak neurologis cenderung merupakan hasil dari respons imun yang terlalu aktif daripada serangan terhadap otak. (17) Untuk membuktikan adanya serangan terhadap otak, virus harus dideteksi dalam cairan serebrospinal. (18) Hal ini pernah dilakukan pada seorang pria Jepang berusia 24 tahun yang kasusnya diterbitkan dalam International Journal of Infectious Disease. (19) Pria itu mengalami kebingungan dan kejang serta pencitraan yang menunjukkan otaknya meradang. (20) Tetapi, karena ini adalah satu-satunya kasus yang diketahui sejauh ini dan tes virus belum divalidasi untuk cairan tulang belakang, para ilmuwan tetap berhati-hati dalam mengambil kesimpulan.
(Diadaptasi dari www.mediaindonesia.com pada April 2020)
Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada paragraf ketiga adalah …
- Kapan hasil tes akan divalidasi?
- Siapakah nama pasien asal Jepang yang berusia 24 tahun?
- Bagaimana keterkaitan antara otak dan tulang belakang?
- Bagaimana cara membuktikan adanya serangan terhadap otak?
- Mengapa virus Corona sangat berbahaya bagi manusia?
Jawaban: D
Pembahasan:
Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada isi bacaan paragraf ketiga adalah Bagaimanakah cara membuktikan adanya serangan terhadap otak? Jawaban dari pertanyaan tersebut terdapat pada kalimat (17), yakni Untuk membuktikan adanya serangan terhadap otak, virus harus dideteksi dalam cairan serebrospinal.
Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.
Topik: Pengetahuan Umum (NEW!)
Subtopik: Kepaduan dan Keefektifan Wacana
5. Bacalah teks berikut untuk soal di bawah ini!
[…]
(1) Selama kurun waktu 2015 sampai 2019, tercatat sedikitnya ada 55 kejadian hewan laut terdampar. (2) Sebanyak 30 kejadian bahkan terjadi sepanjang tahun 2019. (3) Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah kejadian terbanyak sebanyak 20 kejadian dan selama tahun 2019 telah ditemukan 9 hewan laut yang terdampar.
(4) Pada tanggal 16 September 2019, diberitakan adanya hiu tutul yang tersesat di perairan dekat Pembangkit Listrik Tenaga Uap Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. (5) Setelah beberapa hari, akhirnya pada 20 September 2019 hiu tutul yang memiliki nama latin Rhincodon typus yang masuk dalam famili Rhincodontidae dari kelas Chondrichthyes ini berhasil dihalau keluar dari perairan disekitar PLTU Paiton.
(6) Pekan lalu, tepatnya Kamis-Jumat (19-20/9) tim peneliti dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menuju Lumajang, Jawa Timur untuk melakukan identifikasi dan analisis terhadap laporan terdamparnya hewan laut di pantai di wilayah kecamatan Pasiran, Lumajang. (7) Tim mendapatkan laporan pada bulan Juli terdapat paus bongkok (Megaptera novaeangliae) yang terdampar. (8) Sementara di bulan September, tepatnya tanggal 9 dan 16 September, ada dua ekor hiu tutul terdampar di pantai Kajaran dan pantai Bambang.
(9) Saat tim tiba di lokasi, bangkai hiu tutul ini telah dikubur di dua tempat yang berbeda. (10) Sementara paus bongkok kondisinya sudah tercerai berai terbawa ombak dan arus. (11) Potongan kulit ditemukan berserakan di beberapa tempat dan tidak ada tulang yang ditemukan.
(12) Hiu tutul dan paus bongkok yang terdampar memiliki status hewan yang berbeda. Hiu tutul yang masuk dalam kelas hiu dan pari ini tercantum di Daftar Merah IUCN dalam kategori Endangered (EN). (13) “Hiu tutul tergolong jenis terancam atau threatened species. (14) Jika tidak ada upaya penyelamatan dapat masuk kategori critically endangered atau keritis.” ujar Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI,Cahyo Rahmadi. (15) Saat ini berdasarkan Keputusan Men KKP No. 18/Kepmen-KP/2013, hiu tutul ditetapkan sebagai jenis dengan perlindungan penuh. (16) Sedangkan paus bongkok masuk kategori least concern atau memiliki tingkat risiko rendah dan dilaporkan populasinya meningkat.
(17) “Ada pesan yang ingin disampaikan laut kepada kita yang perlu disikapi,” kata Cahyo. (18) Dirinya menjelaskan, peningkatan jumlah kejadian hewan laut terdampar ini semakin menunjukkan ada permasalahan serius yang saat ini belum banyak diketahui. (19) “Perubahan ekosistem laut akibat perubahan iklim, polusi, eksploitasi berlebih, perubahan tata guna laut, dan masuknya jenis asing invasif yang menyebabkan kepunahan menjadi hal yang patut disikapi serius,” jelas Cahyo.
(Diadaptasi dari lipi.go.id diakses pada 23 April 2020)
Penulisan kalimat (14) menjadi benar jika diperbaiki dengan cara ….
- mengubah kata keritis menjadi kritis
- menambahkan tanda koma setelah kata keritis
- menambahkan tanda koma (,) setelah kata jika
- menambahkan tanda petik dua (“) critically endangered
- mengubah kata critically endangered menjadi Critically Endangered
Jawaban: A
Pembahasan:
Kesalahan pada kalimat (14) terletak pada penulisan keritis yang tidak tepat karena tidak baku. Penulisan yang tepat adalah kritis. Sementara itu penggunaan kata jika sudah tepat dan tidak menggunakan tanda koma. Kemudian penulisan critically endangered juga sudah tepat, penulisan bahasa asing ditulis dengan menggunakan cetak miring.
Jawaban yang tepat adalah A.
Topik: Pengetahuan Umum (NEW!)
Subtopik: Pengetahuan Kebahasaan
6. Bacalah tulisan berikut, kemudian jawablah soal-soal yang tersedia dengan memilih jawaban yang tepat di antara pilihan jawaban A, B, C, D, atau E.
(……….)
(1) Salah satu lembaga negara dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI). (2) Sebelum perubahan UUD 1945 pada awal era Reformasi (1999-2002), kedudukan MPR merupakan lembaga tertinggi negara dengan kekuasaan yang sangat besar. (3) Hal tersebut mengacu pada Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 sebelum perubahan yang berbunyi “Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”. (4) Dari ketentuan tersebut diketahui bahwa pelaksanaan kedaulatan rakyat di negara Indonesia di berada dalam satu tangan atau badan, yakni MPR.
(5) Republik Indonesia diambil pola dasar bahwa kedaulatan secara penuh diwakilkan oleh suatu lembaga yang bernama MPR. (6) Kepada lembaga inilah segala kegiatan kenegaraan harus dipertanggungjawabkan, baik kewenangan-kewenangan yang sesuai dengan teori Montesquieu maupun kewenangan-kewenangan lainnya di bidang kenegaraan yang tumbuh setelah zamannya Montesquieu.
(7) Perubahan UUD 1945 pada awal era Reformasi, 1999-2002 telah mengubah secara mendasar sistem ketatanegaraan Indonesia, termasuk mengenai MPR. (8) Dengan perubahan konstitusi tersebut, tidak lagi menetapkan MPR sebagai lembaga tertinggi negara yang sepenuhnya melaksanakan kedaulatan rakyat […] MPR tidak lagi berkedudukan sebagai sumber/lembaga/institusi kekuasaan negara yang tertinggi yang mendistribusikan kekuasaannya pada lembaga-lembaga negara yang lainnya.
(Diadaptasi dari jurnal.unissula.ac.id pada April 2020)
Konjungsi intrakalimat yang tepat untuk melengkapi kalimat kedelapan paragraf ketiga adalah ….
- atau
- dan
- sehingga
- kemudian
- karena
Jawaban: C
Pembahasan:
Konjungsi intrakalimat merupakan kata penghubung yang menghubungkan kata dengan kata maupun klausa dengan klausa. Klausa pertama pada kalimat tersebut menjelaskan bahwa perubahan konstitusi tidak lagi menetapkan MPR sebagai lembaga tertinggi negara yang sepenuhnya melaksanakan kedaulatan rakyat. Sementara itu, klausa kedua menjelaskan bahwa MPR tidak lagi berkedudukan sebagai sumber/lembaga/institusi kekuasaan negara yang tertinggi. Kata hubung yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (8) adalah sehingga.
Jawaban yang tepat adalah C.
Topik: Pengetahuan Umum (NEW!)
Subtopik: General and Specific Information
7. Read the text and answer the question!
As of April 17, 2020, 36 people infected with the outbreak strain of Listeria monocytogenes have been reported from 17 states in the US. The disease they suffered from is called Listeriosis. Listeriosis can cause different symptoms, depending on the person and the part of the body affected. Pregnant women typically experience only fever and other flu-like symptoms, such as fatigue and muscle aches. However, infections during pregnancy can lead to miscarriage, stillbirth, premature delivery, or life-threatening infection of the newborn. People other than pregnant women symptoms are headache, stiff neck, confusion, loss of balance, and convulsions in addition to fever and muscle aches.
State and local public health officials interviewed ill people about the foods they ate in the month before they became ill. Twelve out of 22 (55%) reported eating mushrooms, including enoki, portobello, white, button, cremini, wood ear, maitake, and oyster. Later, Epidemiologic, traceback, and laboratory evidence indicates that enoki mushrooms labeled as “Product of Korea” are the likely source of this outbreak. The products were known to came from H&C Food Inc. (on April 7, 2020), Guan’s Mushroom Co. (on March 23, 2020), and Sun Hong Foods, Inc. (on March 9, 2020). In response to the situation, the three companies recalled the enoki mushrooms.
Preventing further outbreak, Center for Disease Control and Prevention, or CDC, advises that people who are more likely– pregnant women, adults to get Listeria infections – pregnant women, adults age 65 or older, and people with weakened immune systems, such as people with cancer or on dialysis – avoid eating any enoki mushrooms from Korea (Republic of Korea) even if they are not part of the recalls until they learn more about the source and distribution of the enoki mushrooms.
CDC asked citizens who have stocks on enoki mushroom which originated from Korea to either return the products or throw them away should the country of origins are unclear. CDC also encourages people to wash and sanitize any surfaces and containers that may have come in contact with the recalled enoki mushrooms. Listeria can survive in refrigerated temperatures and easily spread to other foods and surfaces. When buying, ordering, or eating out, check with stores and restaurants to make sure they do not use enoki mushrooms from Korea. If they don’t know where their enoki mushrooms are from, don’t buy or order the product. CDC pledges a commitment that they will provide updates when more information is available.
(Adapted from www.cdc.gov/listeria/outbreaks Accessed on Thursday, 23 April 2020)
It can be predicted based on the passage that …
- The immigration process will add more regulations to prevent repeating the same mistake.
- Investigators will try to determine the origin of the contamination.
- The CDC will revise the quality checking procedures on foreign foods.
- The government will ban mushroom imports from Korea.
- The CDC will learn more on why Listeria monocytogenes is lethal.
Jawaban: C
Pembahasan:
Setelah mengetahui bahaya dari jamur enoki yang diimpor dari Korea Selatan, kita dapat memprediksi bahwa langkah yang akan diambil Amerika Serikat adalah memperbaiki prosedur pengecekan untuk produk-produk makanan impor. Jadi, jawaban yang tepat adalah C.
Jawaban A salah karena imigrasi tidak ada kaitannya dengan Listeria. Listeria disebabkan oleh jamur enoki dan tidak ditularkan melalui manusia.
Jawaban B salah karena para penginvestigasi sudah mengetahui sumber wabah Listeria, yaitu jamur enoki dari Korea Selatan.
Jawaban D salah karena yang bermasalah hanyalah jamur enoki sehingga tidak tepat jika dikatakan bahwa pemerintah akan melarang semua impor jamur dari Korea.
Jawaban E salah karena Listeria bukanlah penyakit baru sehingga CDC tidak perlu lagi melakukan penelitian tersebut.
Topik: Pengetahuan Umum (NEW!)
Subtopik: General and Specific Information
8. Read the text and answer the question!
Perfectionism has come to be viewed as an important maintaining factor of disordered eating. In the transdiagnostic theory of eating disorders, Fairburn, Cooper, and Shafran assert that clinical perfectionism is one of four core mechanisms that maintain eating disorder pathology. In the cognitive-interpersonal model of anorexia nervosa, perfectionism / cognitive rigidity is one of the four postulated maintaining factors. In addition, the three-factor theory by Bardone-Cone and colleagues implicates the interaction between high perfectionism, high body dissatisfaction, and low self-esteem in the growth of bulimic behaviour. In support of these theoretical positions, research consistently shows perfectionism to be elevated in people with eating disorders and people recovering from eating disorders compared to controls.
However, the precise nature of the construct of perfectionism continues to be debated in the literature. Perfectionism has been proposed to be a multidimensional construct by two groups of theorists. The first construct, proposed by Hewitt and Flett, focuses on the interpersonal components of perfectionism, and the associated 45-item scale is divided into three subscales. The self oriented perfectionism subscale relates to setting high standards for achievement and self-criticism for not meeting standards. The other oriented perfectionism subscale includes items that relate to having high standards for other people that are unrealistic. The socially prescribed perfectionism subscale items are related to perceiving that other people hold unrealistically high standards for the individual.
The second theory proposes a six factor construct for perfectionism, measured using the Frost Multidimensional Perfectionism Scale, they are: Personal Standards (setting high standards), Concern over Mistakes (negative reactions to mistakes and perceiving mistakes as failures), Doubts about Actions (doubting one’s own performance), Parental Expectations (parents setting high standards), Parental Criticism (parents criticising for mistakes), and Organisation (organisation and neatness). Factor analysis have consistently shown a two-factor solution, consisting of adaptive (achievement striving) perfectionism (Personal Standards and Organisation), and maladaptive evaluative concerns (Concern over Mistakes, Doubt about Action, Parental Expectations, and Parental Criticism). Achievement striving is typically associated with healthy functioning while maladaptive evaluative concerns are more consistently associated with psychopathology. There is one exception to this general finding, which is that elevated levels of both types of perfectionism are associated with eating disorders. Thus, it has been suggested that elevated levels of both types of perfectionism confers most risk for disordered eating.
Findings from a research study by Wade and Tiggemann suggest that perfectionism is pertinent to the normative state of body dissatisfaction. Given the role of body dissatisfaction in increasing risk for disordered eating, this suggests that targeting perfectionism may be of benefit in buffering young people against the development of disordered eating. One piece of research has investigated an intervention that targeted perfectionism in middle adolescence which significantly reduced maladaptive evaluative concerns compared to two other conditions (media literacy informed by inoculation theory, which suggests that building skills to resist social persuasion will prevent the development of health-risk behaviours and a control condition).
(Adapted from eatdisord.biomedcentral.com/articles/10.1186/2050-2974-1-2 Accessed on Thursday, 23 April 2020)
Which of the following is NOT TRUE according to the text?
- Eating disorder isn’t caused by perfectionism alone.
- Perfectionism is barely influential to eating disorder.
- Decreasing perfectionism may reduce eating disorder.
- Maladaptive evaluative is the opposite of achievement striving.
- One of the contrast theories has more than three categorizations.
Jawaban: B
Pembahasan:
Kalimat pertama paragraf pertama menyebutkan tentang perfeksionisme sebagai faktor penting yang menyebabkan gangguan perilaku makan.
Pada pilihan B disebutkan bahwa perfeksionisme nyaris tidak berpengaruh terhadap gangguan perilaku makan. Kedua pernyataan tersebut saling bertentangan, maka pilihan yang tidak sesuai dengan teks adalah pilihan B.
Jadi, jawaban yang tepat adalah B.
Topik: Pengetahuan Umum (NEW!)
Subtopik: General and Specific Information
9. Read the text and answer the question!
Perfectionism has come to be viewed as an important maintaining factor of disordered eating. In the transdiagnostic theory of eating disorders, Fairburn, Cooper and Shafran assert that clinical perfectionism is one of four core mechanisms that maintain eating disorder pathology. In the cognitive-interpersonal model of anorexia nervosa, perfectionism/cognitive rigidity is one of the four postulated maintaining factors. In addition, the three-factor theory by Bardone-Cone and colleagues implicates the interaction between high perfectionism, high body dissatisfaction, and low self-esteem in the growth of bulimic behaviour. In support of these theoretical positions, research consistently shows perfectionism to be elevated in people with eating disorders and people recovering from eating disorders compared to controls.
However the precise nature of the construct of perfectionism continues to be debated in the literature. Perfectionism has been proposed to be a multidimensional construct by two groups of theorists. The first construct, proposed by Hewitt and Flett, focuses on the interpersonal components of perfectionism, and the associated 45-item scale is divided into three subscales. The self oriented perfectionism subscale relates to setting high standards for achievement and self-criticism for not meeting standards. The other oriented perfectionism subscale includes items that relate to having high standards for other people that are unrealistic. The socially prescribed perfectionism subscale items are related to perceiving that other people hold unrealistically high standards for the individual.
The second theory proposes a 6 factor construct for perfectionism, measured using the Frost Multidimensional Perfectionism Scale, they are: Personal Standards (setting high standards), Concern over Mistakes (negative reactions to mistakes and perceiving mistakes as failures), Doubts about Actions (doubting one’s own performance), Parental Expectations (parents setting high standards), Parental Criticism (parents criticising for mistakes), and Organisation (organisation and neatness). Factor analyses have consistently shown a two factor solution, consisting of adaptive (achievement striving) perfectionism (Personal Standards and Organisation), and maladaptive evaluative concerns (Concern over Mistakes, Doubt about Action, Parental Expectations, and Parental Criticism). Achievement striving is typically associated with healthy functioning while maladaptive evaluative concerns is more consistently associated with psychopathology. There is one exception to this general finding, which is that elevated levels of both types of perfectionism are associated with eating disorders. Thus it has been suggested that elevated levels of both types of perfectionism confers most risk for disordered eating.
Findings from a research study by Wade and Tiggemann suggest that perfectionism is pertinent to the normative state of body dissatisfaction. Given the role of body dissatisfaction in increasing risk for disordered eating, this suggests that targeting perfectionism may be of benefit in buffering young people against the development of disordered eating. One piece of research has investigated an intervention that targeted perfectionism in middle adolescence which significantly reduced maladaptive evaluative concerns compared to two other conditions (media literacy informed by inoculation theory, which suggests that building skills to resist social persuasion will prevent the development of health-risk behaviours and a control condition).
(Adapted from jeatdisord.biomedcentral.com/articles/10.1186/2050-2974-1-2 Accessed on Thursday, 23 April 2020)
What is the correlation between paragraph 2 and 3?
- Paragraph two provides one side of the argument while paragraph three questions it.
- Paragraph two points out one of the construct theories of perfectionism while paragraph three exemplifies it.
- Paragraph two argues about one of perfectionism constructs while paragraph three elaborates more constructs.
- Paragraph three continues the information contained in paragraph two.
- Paragraph two and paragraph three consistently display separate information.
Jawaban: D
Pembahasan:
Paragraf dua menyampaikan bahwa ada dua teori konstruksi perfeksionisme yang diperdebatkan. Salah satu teori tersebut kemudian dijelaskan pada paragraf tersebut. Hal ini dibuktikan dengan kalimat berikut: “The first construct, proposed by Hewitt and Flett, focuses on …”
Teori yang kedua dijabarkan dalam paragraf tiga. Hal ini dibuktikan dengan kalimat pertamanya, yaitu “The second theory proposes a 6 factor construct for perfectionism, …”.
Dengan demikian, dapat diketahui bahwa paragraf ketiga melanjutkan informasi yang terkandung dalam paragraf kedua sehingga jawaban yang tepat adalah D.
Topik: Pengetahuan Umum (NEW!)
Subtopik: General and Specific Information
10. Read the text and answer the question!
Perfectionism has come to be viewed as an important maintaining factor of disordered eating. In the transdiagnostic theory of eating disorders, Fairburn, Cooper and Shafran assert that clinical perfectionism is one of four core mechanisms that maintain eating disorder pathology. In the cognitive-interpersonal model of anorexia nervosa, perfectionism/cognitive rigidity is one of the four postulated maintaining factors. In addition, the three-factor theory by Bardone-Cone and colleagues implicates the interaction between high perfectionism, high body dissatisfaction, and low self-esteem in the growth of bulimic behaviour. In support of these theoretical positions, research consistently shows perfectionism to be elevated in people with eating disorders and people recovering from eating disorders compared to controls.
However the precise nature of the construct of perfectionism continues to be debated in the literature. Perfectionism has been proposed to be a multidimensional construct by two groups of theorists. The first construct, proposed by Hewitt and Flett, focuses on the interpersonal components of perfectionism, and the associated 45-item scale is divided into three subscales. The self oriented perfectionism subscale relates to setting high standards for achievement and self-criticism for not meeting standards. The other oriented perfectionism subscale includes items that relate to having high standards for other people that are unrealistic. The socially prescribed perfectionism subscale items are related to perceiving that other people hold unrealistically high standards for the individual.
The second theory proposes a 6 factor construct for perfectionism, measured using the Frost Multidimensional Perfectionism Scale, they are: Personal Standards (setting high standards), Concern over Mistakes (negative reactions to mistakes and perceiving mistakes as failures), Doubts about Actions (doubting one’s own performance), Parental Expectations (parents setting high standards), Parental Criticism (parents criticising for mistakes), and Organisation (organisation and neatness). Factor analyses have consistently shown a two factor solution, consisting of adaptive (achievement striving) perfectionism (Personal Standards and Organisation), and maladaptive evaluative concerns (Concern over Mistakes, Doubt about Action, Parental Expectations, and Parental Criticism). Achievement striving is typically associated with healthy functioning while maladaptive evaluative concerns is more consistently associated with psychopathology. There is one exception to this general finding, which is that elevated levels of both types of perfectionism are associated with eating disorders. Thus it has been suggested that elevated levels of both types of perfectionism confers most risk for disordered eating.
Findings from a research study by Wade and Tiggemann suggest that perfectionism is pertinent to the normative state of body dissatisfaction. Given the role of body dissatisfaction in increasing risk for disordered eating, this suggests that targeting perfectionism may be of benefit in buffering young people against the development of disordered eating. One piece of research has investigated an intervention that targeted perfectionism in middle adolescence which significantly reduced maladaptive evaluative concerns compared to two other conditions (media literacy informed by inoculation theory, which suggests that building skills to resist social persuasion will prevent the development of health-risk behaviours and a control condition).
(Adapted from jeatdisord.biomedcentral.com/articles/10.1186/2050-2974-1-2 Accessed on Thursday, 23 April 2020)
Based on the text, which of the following statements is TRUE?
- Women are more likely to be perfectionists than men.
- Perfectionism is an inborn trait that cannot be fully eliminated from a person’s life.
- Hewitt and Flett’s construction and 6 factor construct are similar.
- Maladaptive evaluative concerns escalates eating disorders for some people.
- Addressing perfectionism at the age of 15-16 may lower the risk of future eating disorders.
Jawaban: E
Pembahasan:
Opsi A, B, dan D tidak dijelaskan dalam teks sehingga semua jawaban tersebut salah.
Konstruksi Hewitt dan Fleet pada paragraf dua berbeda dari 6 faktor konstruksi yang disampaikan pada paragraf tiga. Jadi, jawaban C salah.
Jawaban yang tepat adalah E. Hal ini sejalan dengan yang tertuang dalam paragraf terakhir teks. Di situ disebutkan tentang suatu penelitian yang membuktikan bahwa penanganan perfeksionisme yang dilakukan pada anak usia pertengahan remaja (usia 15-16 tahun) dapat menurunkan maladaptif evaluatif. Dampak penurunan tersebut adalah berkurangnya gangguan perilaku makan.
Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah E.
Huft, memang butuh kesabaran dan ketelitian saat mengerjakan soal Pengetahuan Umum. Tapi nggak apa-apa, semua akan berbuah manis ketika pengumuman UTBK SBMPTN nanti. Ada soal yang membingungkan? Jangan takut, tanya langsung sama Star Master Teacher di Brain Academy!
Oh iya, menurut kamu mapel termudah dan tersulit di UTBK tuh apa sih? Coba kasih tau di kolom komentar ya!
<!DOCTYPE html>
<html lang="en-US">
<head>
<meta charset="UTF-8">
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1">
<meta author="viewport" content="Ruangguru Tech Team">
<title>Latihan Soal UTBK SBMPTN 2021: Pengetahuan Umum</title>
<link rel="shortcut icon" href="https://cdn-web-2.ruangguru.com/homepage-web/public/assets/icons/favicon.id.ico" type="image/x-icon" />
<!-- <link rel="profile" href="https://gmpg.org/xfn/11"> -->
<link rel="pingback" href="https://www.ruangguru.com/blog/xmlrpc.php">
<link rel="preconnect" href="https://fonts.googleapis.com">
<link rel="preconnect" href="https://fonts.gstatic.com" crossorigin>
<link href="https://fonts.googleapis.com/css2?family=Inter:wght@400;600;700&display=swap" rel="stylesheet">
<link rel="stylesheet" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/css/bootstrap.min.css">
<link rel="stylesheet" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/css/style.css">
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/jquery-3.6.3.min.js"></script>
<script src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/popper.js/1.16.0/umd/popper.min.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/bootstrap.min.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/main.js"></script>
<script src="https://www.ruangguru.com/blog/wp-content/themes/ruangguru/js/side-banner.js"></script>
<!-- Google Tag Manager -->
<meta name="google-site-verification" content="VJAn1g6wmtTZPpTXh-B4xoSFEkUi5jcV74xQSr6jnOM" />
<!-- <script>
document.querySelector('meta[name="author"]').setAttribute("content", "Ruangguru Tech Team");
</script> -->
<meta name="publisher" content="PT Ruang Raya Indonesia">
<!-- Google Tag Manager -->
<script>
(function(w, d, s, l, i) {
w[l] = w[l] || [];
w[l].push({
'gtm.start': new Date().getTime(),
event: 'gtm.js'
});
var f = d.getElementsByTagName(s)[0],
j = d.createElement(s),
dl = l != 'dataLayer' ? '&l=' + l : '';
j.async = true;
j.src =
'https://www.googletagmanager.com/gtm.js?id=' + i + dl;
f.parentNode.insertBefore(j, f);
})(window, document, 'script', 'dataLayer', 'GTM-PVNLZFT');
</script>
<!-- End Google Tag Manager -->
<meta name='robots' content='index, follow, max-image-preview:large, max-snippet:-1, max-video-preview:-1' />
<style>img:is([sizes="auto" i], [sizes^="auto," i]) { contain-intrinsic-size: 3000px 1500px }</style>
<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.9 - https://yoast.com/wordpress/plugins/seo/ -->
<meta name="description" content="Hai hai pejuang UTBK! Masih semangat 'kan? Sekarang waktunya berlatih soal Pengetahuan Umum. Check these out! --- Topik: Pengetahuan Umum (NEW!) Subtopik:" />
<link rel="canonical" href="https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum" />
<meta property="og:locale" content="en_US" />
<meta property="og:type" content="article" />
<meta property="og:title" content="Latihan Soal UTBK SBMPTN 2021: Pengetahuan Umum" />
<meta property="og:description" content="Hai hai pejuang UTBK! Masih semangat 'kan? Sekarang waktunya berlatih soal Pengetahuan Umum. Check these out! --- Topik: Pengetahuan Umum (NEW!) Subtopik:" />
<meta property="og:url" content="https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum" />
<meta property="og:site_name" content="Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru" />
<meta property="article:publisher" content="https://www.facebook.com/ruanggurucom/" />
<meta property="article:published_time" content="2021-03-09T05:27:33+00:00" />
<meta property="article:modified_time" content="2024-06-04T03:48:25+00:00" />
<meta name="author" content="Salsabila Nanda" />
<meta name="twitter:card" content="summary_large_image" />
<meta name="twitter:creator" content="@ruangguru" />
<meta name="twitter:site" content="@ruangguru" />
<meta name="twitter:label1" content="Written by" />
<meta name="twitter:data1" content="Salsabila Nanda" />
<meta name="twitter:label2" content="Est. reading time" />
<meta name="twitter:data2" content="28 minutes" />
<script type="application/ld+json" class="yoast-schema-graph">{"@context":"https://schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum","url":"https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum","name":"Latihan Soal UTBK SBMPTN 2021: Pengetahuan Umum","isPartOf":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum#primaryimage"},"image":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/LS_-_UTBK_Pengetahuan_Umum-01.jpg","datePublished":"2021-03-09T05:27:33+00:00","dateModified":"2024-06-04T03:48:25+00:00","author":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/421a313c52b35df7395f190ba1017faa"},"description":"Hai hai pejuang UTBK! Masih semangat 'kan? Sekarang waktunya berlatih soal Pengetahuan Umum. Check these out! --- Topik: Pengetahuan Umum (NEW!) Subtopik:","breadcrumb":{"@id":"https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum#primaryimage","url":"https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/LS_-_UTBK_Pengetahuan_Umum-01.jpg","contentUrl":"https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/LS_-_UTBK_Pengetahuan_Umum-01.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https://www.ruangguru.com/blog"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Latihan Soal UTBK SBMPTN 2021: Pengetahuan Umum"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#website","url":"https://www.ruangguru.com/blog/","name":"Ruangguru Blog","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https://www.ruangguru.com/blog/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/421a313c52b35df7395f190ba1017faa","name":"Salsabila Nanda","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https://www.ruangguru.com/blog/#/schema/person/image/","url":"https://secure.gravatar.com/avatar/?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https://secure.gravatar.com/avatar/?s=96&d=mm&r=g","caption":"Salsabila Nanda"},"url":"https://www.ruangguru.com/blog/author/salsabila-nanda"}]}</script>
<!-- / Yoast SEO plugin. -->
<link rel="alternate" type="application/rss+xml" title="Belajar Gratis di Rumah Kapan Pun! | Blog Ruangguru » Latihan Soal UTBK SBMPTN 2021: Pengetahuan Umum Comments Feed" href="https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum/feed" />
<script type="text/javascript">
/* <![CDATA[ */
window._wpemojiSettings = {"baseUrl":"https:\/\/s.w.org\/images\/core\/emoji\/15.1.0\/72x72\/","ext":".png","svgUrl":"https:\/\/s.w.org\/images\/core\/emoji\/15.1.0\/svg\/","svgExt":".svg","source":{"concatemoji":"https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/wp-includes\/js\/wp-emoji-release.min.js?ver=6.8.1"}};
/*! This file is auto-generated */
!function(i,n){var o,s,e;function c(e){try{var t={supportTests:e,timestamp:(new Date).valueOf()};sessionStorage.setItem(o,JSON.stringify(t))}catch(e){}}function p(e,t,n){e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(t,0,0);var t=new Uint32Array(e.getImageData(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height).data),r=(e.clearRect(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height),e.fillText(n,0,0),new Uint32Array(e.getImageData(0,0,e.canvas.width,e.canvas.height).data));return t.every(function(e,t){return e===r[t]})}function u(e,t,n){switch(t){case"flag":return n(e,"\ud83c\udff3\ufe0f\u200d\u26a7\ufe0f","\ud83c\udff3\ufe0f\u200b\u26a7\ufe0f")?!1:!n(e,"\ud83c\uddfa\ud83c\uddf3","\ud83c\uddfa\u200b\ud83c\uddf3")&&!n(e,"\ud83c\udff4\udb40\udc67\udb40\udc62\udb40\udc65\udb40\udc6e\udb40\udc67\udb40\udc7f","\ud83c\udff4\u200b\udb40\udc67\u200b\udb40\udc62\u200b\udb40\udc65\u200b\udb40\udc6e\u200b\udb40\udc67\u200b\udb40\udc7f");case"emoji":return!n(e,"\ud83d\udc26\u200d\ud83d\udd25","\ud83d\udc26\u200b\ud83d\udd25")}return!1}function f(e,t,n){var r="undefined"!=typeof WorkerGlobalScope&&self instanceof WorkerGlobalScope?new OffscreenCanvas(300,150):i.createElement("canvas"),a=r.getContext("2d",{willReadFrequently:!0}),o=(a.textBaseline="top",a.font="600 32px Arial",{});return e.forEach(function(e){o[e]=t(a,e,n)}),o}function t(e){var t=i.createElement("script");t.src=e,t.defer=!0,i.head.appendChild(t)}"undefined"!=typeof Promise&&(o="wpEmojiSettingsSupports",s=["flag","emoji"],n.supports={everything:!0,everythingExceptFlag:!0},e=new Promise(function(e){i.addEventListener("DOMContentLoaded",e,{once:!0})}),new Promise(function(t){var n=function(){try{var e=JSON.parse(sessionStorage.getItem(o));if("object"==typeof e&&"number"==typeof e.timestamp&&(new Date).valueOf()<e.timestamp+604800&&"object"==typeof e.supportTests)return e.supportTests}catch(e){}return null}();if(!n){if("undefined"!=typeof Worker&&"undefined"!=typeof OffscreenCanvas&&"undefined"!=typeof URL&&URL.createObjectURL&&"undefined"!=typeof Blob)try{var e="postMessage("+f.toString()+"("+[JSON.stringify(s),u.toString(),p.toString()].join(",")+"));",r=new Blob([e],{type:"text/javascript"}),a=new Worker(URL.createObjectURL(r),{name:"wpTestEmojiSupports"});return void(a.onmessage=function(e){c(n=e.data),a.terminate(),t(n)})}catch(e){}c(n=f(s,u,p))}t(n)}).then(function(e){for(var t in e)n.supports[t]=e[t],n.supports.everything=n.supports.everything&&n.supports[t],"flag"!==t&&(n.supports.everythingExceptFlag=n.supports.everythingExceptFlag&&n.supports[t]);n.supports.everythingExceptFlag=n.supports.everythingExceptFlag&&!n.supports.flag,n.DOMReady=!1,n.readyCallback=function(){n.DOMReady=!0}}).then(function(){return e}).then(function(){var e;n.supports.everything||(n.readyCallback(),(e=n.source||{}).concatemoji?t(e.concatemoji):e.wpemoji&&e.twemoji&&(t(e.twemoji),t(e.wpemoji)))}))}((window,document),window._wpemojiSettings);
/* ]]> */
</script>
<style id='wp-emoji-styles-inline-css' type='text/css'>
img.wp-smiley, img.emoji {
display: inline !important;
border: none !important;
box-shadow: none !important;
height: 1em !important;
width: 1em !important;
margin: 0 0.07em !important;
vertical-align: -0.1em !important;
background: none !important;
padding: 0 !important;
}
</style>
<link rel='stylesheet' id='wp-block-library-css' href='https://www.ruangguru.com/blog/wp-includes/css/dist/block-library/style.min.css?ver=6.8.1' type='text/css' media='all' />
<style id='classic-theme-styles-inline-css' type='text/css'>
/*! This file is auto-generated */
.wp-block-button__link{color:#fff;background-color:#32373c;border-radius:9999px;box-shadow:none;text-decoration:none;padding:calc(.667em + 2px) calc(1.333em + 2px);font-size:1.125em}.wp-block-file__button{background:#32373c;color:#fff;text-decoration:none}
</style>
<style id='global-styles-inline-css' type='text/css'>
:root{--wp--preset--aspect-ratio--square: 1;--wp--preset--aspect-ratio--4-3: 4/3;--wp--preset--aspect-ratio--3-4: 3/4;--wp--preset--aspect-ratio--3-2: 3/2;--wp--preset--aspect-ratio--2-3: 2/3;--wp--preset--aspect-ratio--16-9: 16/9;--wp--preset--aspect-ratio--9-16: 9/16;--wp--preset--color--black: #000000;--wp--preset--color--cyan-bluish-gray: #abb8c3;--wp--preset--color--white: #ffffff;--wp--preset--color--pale-pink: #f78da7;--wp--preset--color--vivid-red: #cf2e2e;--wp--preset--color--luminous-vivid-orange: #ff6900;--wp--preset--color--luminous-vivid-amber: #fcb900;--wp--preset--color--light-green-cyan: #7bdcb5;--wp--preset--color--vivid-green-cyan: #00d084;--wp--preset--color--pale-cyan-blue: #8ed1fc;--wp--preset--color--vivid-cyan-blue: #0693e3;--wp--preset--color--vivid-purple: #9b51e0;--wp--preset--gradient--vivid-cyan-blue-to-vivid-purple: linear-gradient(135deg,rgba(6,147,227,1) 0%,rgb(155,81,224) 100%);--wp--preset--gradient--light-green-cyan-to-vivid-green-cyan: linear-gradient(135deg,rgb(122,220,180) 0%,rgb(0,208,130) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange: linear-gradient(135deg,rgba(252,185,0,1) 0%,rgba(255,105,0,1) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-vivid-orange-to-vivid-red: linear-gradient(135deg,rgba(255,105,0,1) 0%,rgb(207,46,46) 100%);--wp--preset--gradient--very-light-gray-to-cyan-bluish-gray: linear-gradient(135deg,rgb(238,238,238) 0%,rgb(169,184,195) 100%);--wp--preset--gradient--cool-to-warm-spectrum: linear-gradient(135deg,rgb(74,234,220) 0%,rgb(151,120,209) 20%,rgb(207,42,186) 40%,rgb(238,44,130) 60%,rgb(251,105,98) 80%,rgb(254,248,76) 100%);--wp--preset--gradient--blush-light-purple: linear-gradient(135deg,rgb(255,206,236) 0%,rgb(152,150,240) 100%);--wp--preset--gradient--blush-bordeaux: linear-gradient(135deg,rgb(254,205,165) 0%,rgb(254,45,45) 50%,rgb(107,0,62) 100%);--wp--preset--gradient--luminous-dusk: linear-gradient(135deg,rgb(255,203,112) 0%,rgb(199,81,192) 50%,rgb(65,88,208) 100%);--wp--preset--gradient--pale-ocean: linear-gradient(135deg,rgb(255,245,203) 0%,rgb(182,227,212) 50%,rgb(51,167,181) 100%);--wp--preset--gradient--electric-grass: linear-gradient(135deg,rgb(202,248,128) 0%,rgb(113,206,126) 100%);--wp--preset--gradient--midnight: linear-gradient(135deg,rgb(2,3,129) 0%,rgb(40,116,252) 100%);--wp--preset--font-size--small: 13px;--wp--preset--font-size--medium: 20px;--wp--preset--font-size--large: 36px;--wp--preset--font-size--x-large: 42px;--wp--preset--spacing--20: 0.44rem;--wp--preset--spacing--30: 0.67rem;--wp--preset--spacing--40: 1rem;--wp--preset--spacing--50: 1.5rem;--wp--preset--spacing--60: 2.25rem;--wp--preset--spacing--70: 3.38rem;--wp--preset--spacing--80: 5.06rem;--wp--preset--shadow--natural: 6px 6px 9px rgba(0, 0, 0, 0.2);--wp--preset--shadow--deep: 12px 12px 50px rgba(0, 0, 0, 0.4);--wp--preset--shadow--sharp: 6px 6px 0px rgba(0, 0, 0, 0.2);--wp--preset--shadow--outlined: 6px 6px 0px -3px rgba(255, 255, 255, 1), 6px 6px rgba(0, 0, 0, 1);--wp--preset--shadow--crisp: 6px 6px 0px rgba(0, 0, 0, 1);}:where(.is-layout-flex){gap: 0.5em;}:where(.is-layout-grid){gap: 0.5em;}body .is-layout-flex{display: flex;}.is-layout-flex{flex-wrap: wrap;align-items: center;}.is-layout-flex > :is(*, div){margin: 0;}body .is-layout-grid{display: grid;}.is-layout-grid > :is(*, div){margin: 0;}:where(.wp-block-columns.is-layout-flex){gap: 2em;}:where(.wp-block-columns.is-layout-grid){gap: 2em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-flex){gap: 1.25em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-grid){gap: 1.25em;}.has-black-color{color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-color{color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-color{color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-color{color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-color{color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-color{color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-color{color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-color{color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-color{color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-black-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-background-color{background-color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-black-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--black) !important;}.has-cyan-bluish-gray-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--cyan-bluish-gray) !important;}.has-white-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--white) !important;}.has-pale-pink-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--pale-pink) !important;}.has-vivid-red-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-red) !important;}.has-luminous-vivid-orange-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-amber-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--luminous-vivid-amber) !important;}.has-light-green-cyan-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--light-green-cyan) !important;}.has-vivid-green-cyan-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-green-cyan) !important;}.has-pale-cyan-blue-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--pale-cyan-blue) !important;}.has-vivid-cyan-blue-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-cyan-blue) !important;}.has-vivid-purple-border-color{border-color: var(--wp--preset--color--vivid-purple) !important;}.has-vivid-cyan-blue-to-vivid-purple-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--vivid-cyan-blue-to-vivid-purple) !important;}.has-light-green-cyan-to-vivid-green-cyan-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--light-green-cyan-to-vivid-green-cyan) !important;}.has-luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-vivid-amber-to-luminous-vivid-orange) !important;}.has-luminous-vivid-orange-to-vivid-red-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-vivid-orange-to-vivid-red) !important;}.has-very-light-gray-to-cyan-bluish-gray-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--very-light-gray-to-cyan-bluish-gray) !important;}.has-cool-to-warm-spectrum-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--cool-to-warm-spectrum) !important;}.has-blush-light-purple-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--blush-light-purple) !important;}.has-blush-bordeaux-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--blush-bordeaux) !important;}.has-luminous-dusk-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--luminous-dusk) !important;}.has-pale-ocean-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--pale-ocean) !important;}.has-electric-grass-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--electric-grass) !important;}.has-midnight-gradient-background{background: var(--wp--preset--gradient--midnight) !important;}.has-small-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--small) !important;}.has-medium-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--medium) !important;}.has-large-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--large) !important;}.has-x-large-font-size{font-size: var(--wp--preset--font-size--x-large) !important;}
:where(.wp-block-post-template.is-layout-flex){gap: 1.25em;}:where(.wp-block-post-template.is-layout-grid){gap: 1.25em;}
:where(.wp-block-columns.is-layout-flex){gap: 2em;}:where(.wp-block-columns.is-layout-grid){gap: 2em;}
:root :where(.wp-block-pullquote){font-size: 1.5em;line-height: 1.6;}
</style>
<link rel="https://api.w.org/" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/" /><link rel="alternate" title="JSON" type="application/json" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/wp/v2/posts/5233" /><link rel="EditURI" type="application/rsd+xml" title="RSD" href="https://www.ruangguru.com/blog/xmlrpc.php?rsd" />
<meta name="generator" content="WordPress 6.8.1" />
<link rel='shortlink' href='https://www.ruangguru.com/blog/?p=5233' />
<link rel="alternate" title="oEmbed (JSON)" type="application/json+oembed" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/oembed/1.0/embed?url=https%3A%2F%2Fwww.ruangguru.com%2Fblog%2Flatihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum" />
<link rel="alternate" title="oEmbed (XML)" type="text/xml+oembed" href="https://www.ruangguru.com/blog/wp-json/oembed/1.0/embed?url=https%3A%2F%2Fwww.ruangguru.com%2Fblog%2Flatihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum&format=xml" />
</head>
<body class="wp-singular post-template-default single single-post postid-5233 single-format-standard wp-theme-ruangguru">
<!-- Google Tag Manager (noscript) -->
<noscript><iframe src="https://www.googletagmanager.com/ns.html?id=GTM-M28L4XJ" height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"></iframe></noscript>
<!-- End Google Tag Manager (noscript) -->
<header class="header">
<div class="container">
<nav class="navbar navbar-expand-lg header-inner">
<div style="display:flex; gap:12px;">
<button class="navbar-toggler" type="button" data-bs-toggle="collapse" data-bs-target="#navbarSupportedContent" aria-controls="navbarSupportedContent" aria-expanded="false" aria-label="Toggle navigation">
<img alt="menu" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/beba4a70-3971-41be-9364-f9ee6857b192.svg" loading="lazy" width="30px" height="32px" />
</button>
<a href="https://ruangguru.com" class="header-logo">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/logo-ruangguru.png" alt="Logo">
</a>
</div>
<form class="form-inline my-2 my-lg-0" role="search" method="get" id="searchformmobile" class="searchform" action="https://www.ruangguru.com/blog/">
<div>
<label class="screen-reader-text" for="s">Search for:</label>
<div class="input-group input-group-sm">
<span class="input-group-text" id="search-2"><img width="20px" height="20px" loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/baf38d7b-226b-4374-8b2b-e49766395871.png" alt="" /></span>
<input type="text" value="" name="s" class="form-control" placeholder="Cari artikel di sini!" aria-label="Cari artikel di sini!" aria-describedby="Cari artikel di sini!">
</div>
</div>
</form>
<div class="collapse navbar-collapse dropdown-hover-all" id="navbarSupportedContent">
<div class="d-lg-none navbar-head-collapse">
<a href="https://ruangguru.com" class="header-logo">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/logo-ruangguru.png" alt="Logo">
</a>
<button class="navbar-toggler" type="button" data-bs-toggle="collapse" data-bs-target="#navbarSupportedContent" aria-controls="navbarSupportedContent" aria-expanded="false" aria-label="Toggle navigation">
X
</button>
</div>
<ul class="navbar-nav me-auto mb-2 mb-lg-0">
<li class="nav-item">
<a class="nav-link" href="https://www.ruangguru.com/blog/">Blog</a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Konsep & Tips Pelajaran </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1">
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Bahasa Indonesia</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu0">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-indonesia/bahasa-indonesia-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Bahasa Inggris</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu1">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/bahasa-inggris/bahasa-inggris-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Biologi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu2">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/biologi/biologi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Ekonomi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu3">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ekonomi/ekonomi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Fisika</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu4">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/fisika/fisika-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu5" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Geografi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu5">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/geografi/geografi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu6" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">IPA Terpadu</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu6">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ipa-terpadu/ipa-terpadu-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu7" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">IPS Terpadu</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu7">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/ips-terpadu/ips-terpadu-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu8" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Kimia</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu8">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kimia/kimia-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu9" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Matematika</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu9">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-4">Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-5">Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sd-kelas-6">Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/matematika/matematika-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu10" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Sejarah</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu10">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sejarah/sejarah-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
<div class="dropdown dropend">
<a class="dropdown-item dropdown-toggle" id="nav1-menu11" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">Sosiologi</a>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav1-menu11">
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-7">Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-8">Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-smp-kelas-9">Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-10">Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-11">Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/sosiologi/sosiologi-sma-kelas-12">Kelas 12</a>
</div>
</div>
</div>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Latihan Soal </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav2">
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-4">Latihan Soal Kelas 4</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-5">Latihan Soal Kelas 5</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sd-kelas-6">Latihan Soal Kelas 6</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-7">Latihan Soal Kelas 7</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-8">Latihan Soal Kelas 8</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu5" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/smp-kelas-9">Latihan Soal Kelas 9</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu6" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-10">Latihan Soal Kelas 10</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu7" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-11">Latihan Soal Kelas 11</a>
<a class="dropdown-item" id="nav2-menu8" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/latihan-soal/sma-kelas-12">Latihan Soal Kelas 12</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Pojok Kampus </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav3">
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/info-beasiswa">Info Beasiswa</a>
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/kampus-dan-jurusan">Kampus dan Jurusan</a>
<a class="dropdown-item" id="nav3-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/c/seleksi-masuk">Seleksi Masuk</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
">
<a class="nav-link
" href=" https://www.ruangguru.com/blog/c/fakta-seru" id="nav4"
>
Fakta Seru </a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Dunia Kata </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav5">
<a class="dropdown-item" id="nav5-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/cerpen">Cerpen</a>
<a class="dropdown-item" id="nav5-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/resensi-buku">Resensi Buku</a>
</div>
</li>
<li class="nav-item
">
<a class="nav-link
" href=" https://www.ruangguru.com/blog/tag/for-kids" id="nav6"
>
For Kids </a>
</li>
<li class="nav-item
dropdown dropdown-hover">
<p class="nav-link dropdown-toggle" data-bs-toggle="dropdown" aria-haspopup="true" aria-expanded="false">
Seputar Ruangguru </p>
<div class="dropdown-menu" aria-labelledby="nav7">
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu0" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/info-ruangguru">Info Ruangguru</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu1" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/siaran-pers">Siaran Pers</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu2" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/cerita-juara">Cerita Juara</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu3" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/seputar-guru">Seputar Guru</a>
<a class="dropdown-item" id="nav7-menu4" href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/lifeatruangguru">Life at Ruangguru</a>
</div>
</li>
</ul>
<form class="form-inline my-2 my-lg-0" role="search" method="get" id="searchform" class="searchform" action="https://www.ruangguru.com/blog/">
<div>
<label class="screen-reader-text" for="s">Search for:</label>
<div class="input-group input-group-sm">
<span class="input-group-text" id="search-2"><img width="10" height="10" loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/baf38d7b-226b-4374-8b2b-e49766395871.png" alt="" /></span>
<input type="text" value="" name="s" class="form-control" placeholder="Cari artikel di sini!" aria-label="Cari artikel di sini!" aria-describedby="Cari artikel di sini!">
</div>
</div>
</form>
</div>
</nav>
<script>
(function($bs) {
const CLASS_NAME = 'has-child-dropdown-show';
$bs.Dropdown.prototype.toggle = function(_orginal) {
return function() {
document.querySelectorAll('.' + CLASS_NAME).forEach(function(e) {
e.classList.remove(CLASS_NAME);
});
let dd = this._element.closest('.dropdown').parentNode.closest('.dropdown');
for (; dd && dd !== document; dd = dd.parentNode.closest('.dropdown')) {
dd.classList.add(CLASS_NAME);
}
return _orginal.call(this);
}
}($bs.Dropdown.prototype.toggle);
document.querySelectorAll('.dropdown').forEach(function(dd) {
dd.addEventListener('hide.bs.dropdown', function(e) {
if (this.classList.contains(CLASS_NAME)) {
this.classList.remove(CLASS_NAME);
e.preventDefault();
}
e.stopPropagation(); // do not need pop in multi level mode
});
});
// for hover
document.querySelectorAll('.dropdown-hover, .dropdown-hover-all .dropdown').forEach(function(dd) {
dd.addEventListener('mouseenter', function(e) {
let toggle = e.target.querySelector(':scope>[data-bs-toggle="dropdown"]');
if (!toggle.classList.contains('show')) {
$bs.Dropdown.getOrCreateInstance(toggle).toggle();
dd.classList.add(CLASS_NAME);
$bs.Dropdown.clearMenus(e);
}
});
dd.addEventListener('mouseleave', function(e) {
let toggle = e.target.querySelector(':scope>[data-bs-toggle="dropdown"]');
if (toggle.classList.contains('show')) {
$bs.Dropdown.getOrCreateInstance(toggle).toggle();
}
});
});
})(bootstrap);
$(document).ready(() => {
if ($(window).width() > 991) {
$("a[data-bs-toggle='dropdown']").click(function() {
window.location = $(this).attr('href');
});
}
})
</script>
</div>
</header>
<div class="main-content">
<div class="side-banner-mobile">
</div>
<div class="glider-navigation mobile">
<div role="tablist" class="dots" id="side-banner-mobile-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="side-banner-mobile-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="side-banner-mobile-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-md-8 post">
<div class="content">
<nav aria-label="breadcrumb">
<ol class="breadcrumb">
<!-- Home Link -->
<li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog">Home</a></li>
<!-- Categories -->
<li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/c/pojok-kampus">Pojok Kampus</a></li><li class="breadcrumb-item"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/c/pojok-kampus/seleksi-masuk">Seleksi Masuk</a></li> </ol>
</nav>
<h1 class="content-title">
Latihan Soal UTBK SBMPTN 2021: Pengetahuan Umum </h1>
<div class="content-meta">
<p class="content-author"><a href="https://www.ruangguru.com/blog/author/salsabila-nanda" class="">Salsabila Nanda</a> </p>
<p class="content-info"><span>March 9, 2021 • </span> <span>29 minutes read</span></p>
<br />
</div>
<div class="content-body">
<p><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/LS_-_UTBK_Pengetahuan_Umum-01.jpg" alt="LS_-_UTBK_Pengetahuan_Umum-01" width="820" loading="lazy" style="width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;"></p>
<blockquote><p>
<span id="more-5233"></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 16px;">Hai hai pejuang UTBK! Masih semangat ‘kan? Sekarang waktunya berlatih soal Pengetahuan Umum. <em>Check these out</em>!</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 16px;">—</span></p>
</blockquote>
<p><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM.png" alt="LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM" width="820" loading="lazy" style="width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;"></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;"><strong>Topik:</strong> Pengetahuan Umum (NEW!)</span></p>
<p><span style="background-color: #ffffff;"><strong>Subtopik:</strong> Kepaduan dan Keefektifan Wacana</span></p>
<p><strong>1. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong>(1) Masa kejayaan tambak bandeng di sepanjang pesisir utara Pulau Jawa sejak 1970-an perlahan musnah. (2) Ombak yang mengikis garis pantai atau disebut abrasi menjadi musababnya. (3) Di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, belasan hektare tambak bandeng kini rata air sehingga menjadikan pendapatan tergerus. (4) Sekitar dua ribu kepala keluarga mengungsi ke daratan lebih tinggi. (5) Kemusnahan tambak adalah akhir dari awal ancaman lebih serius dari abrasi. (6) Hilangnya mata pencaharian, tempat tinggal, … rusaknya ekosistem di daerah pesisir menjadi catatan besar yang harus diwaspadai semua pihak. (7) Perlu diingat bahwa bencana iklim yang memengaruhi suhu permukaan laut berkontribusi terhadap kekuatan angin yang dibawa ombak.</p>
<p style="text-align: justify;"> (8) Abrasi sangat bergantung pada proses sedimentasi wilayah pesisir. (9) Selain faktor gelombang laut, manusia juga bisa menyebabkan abrasi. (10) Ketimpangan ekosistem laut akibat eksploitasi besar-besaran terhadap terumbu karang dan ikan laut serta penambangan pasir turut menciptakan efek buruk dari abrasi. (11) Badan Informasi Geospasial tidak memiliki data konkret mengenai luas daratan di sepanjang pesisir Pantai Utara Jawa yang terkikis ombak. (12) Begitu pula mengenai garis waktu abrasi yang mengikis daratan Pulau Jawa; hanya bertumpu perkiraan pada saat sekitar tahun 2000-an. </p>
<p style="text-align: justify;"> (13) Studi terbaru Climate Central, memprediksi air laut akan meninggi 20—30 sentimeter pada 2050 sehingga menyebabkan permukiman-permukiman yang dihuni sekitar 23 juta penduduk di kawasan pesisir Indonesia, termasuk DKI Jakarta akan tenggelam. (14) Ancaman ini merupakan efek parah dari emisi karbon, juga kenyataan bahwa ada sekitar satu miliar penduduk menghuni wilayah yang berada 10 meter di bawah air laut ketika gelombang ombak pasang. (15) Sebuah riset yang turut disusun oleh peneliti abrasi utara Jawa dari Badan Informasi Geospasial, Ratna Sari Dewi, menyebut tambak ikan maupun udang berkontribusi terhadap perubahan topografi tanah di sekitar pesisir. (16) Salah satunya terkait pilihan masyarakat menebang pohon bakau demi membuat areal pertambakan.</p>
<p style="text-align: justify;"> (17) Data Badan Pusat Statistik menunjukkan luasan hutan bakau di Jawa Barat mencapai 34.321 hektare pada 2016, tetapi hanya 2.830 hektare dalam kondisi baik. (18) Bagaimana pun, tumbuhan bakau tak mungkin berjuang sendiri menghadapi ancaman ganas abrasi. (19) Benteng <em>mangrove </em>harus diperkuat tembok penangkal ombak. (20) Sayangnya, tembok penangkal ombak sejauh ini sebatas rencana, belum menjadi aksi nyata. (21) Pemerintah daerah maupun pusat perlu memperbaiki sistem pendataan area, termasuk mendata masyarakat-masyarakat pesisir yang terdampak abrasi. (22) Semuanya dibutuhkan demi landasan menyusun kebijakan tepat sasaran.</p>
<p style="text-align: right;">(Diadaptasi dari <em>https://tirto.id/</em> pada 24 April 2020)</p>
<p> </p>
<p>Kalimat yang semakna dengan kata <em>menciptakan</em> pada kalimat (10) adalah …</p>
<ol style="list-style-type: upper-alpha;">
<li aria-level="1">Tuhan menciptakan segala sesuatu yang ada di bumi dan di langit tanpa perantara.</li>
<li aria-level="1">Ebiet G. Ade banyak menciptakan lagu bertema cinta, alam, dan kehidupan sosial.</li>
<li aria-level="1">Konon, Bandung Bondowoso mampu menciptakan Candi Prambanan dalam semalam.</li>
<li aria-level="1">Semua orang berharap agar bencana yang telah terjadi bisa menciptakan suasana saling mengasihi antarsesama.</li>
<li aria-level="1">I. Nyoman Tjokot menciptakan patung-patung yang seolah mampu memberi napas baru pada dunia seni tiga dimensi di Bali.
</li>
</ol>
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
<p>Dalam KBBI, kata menciptakan memiliki empat arti, yaitu sebagai berikut.</p>
<ol>
<li aria-level="1">Menjadikan sesuatu yang baru tidak dengan bahan</li>
<li aria-level="1">Membuat atau mengadakan sesuatu dengan kekuatan batin</li>
<li aria-level="1">Membuat (mengadakan) sesuatu yang baru (belum pernah ada, luar biasa, lain dari yang lain)</li>
<li aria-level="1">Membuat suatu hasil kesenian (seperti mengarang lagu, memahat patung); menggubah</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Makna kata menciptakan pada kalimat (10) sesuai dengan makna ke-3, yaitu ‘membuat atau mengadakan sesuatu yang baru’. Makna menciptakan tersebut terdapat pula pada kalimat Semua orang berharap agar bencana yang telah terjadi bisa menciptakan suasana saling mengasihi antarsesama. </p>
<ul>
<li aria-level="1">Kata menciptakan pada pilihan jawaban A memiliki makna ke-1</li>
<li aria-level="1">Kata menciptakan pada pilihan jawaban B memiliki makna ke-4</li>
<li aria-level="1">Kata menciptakan pada pilihan jawaban C memiliki makna ke-2</li>
<li aria-level="1">Kata menciptakan pada pilihan jawaban E memiliki makna ke-4</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</span></strong> </p>
<p><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM.png" alt="LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM" width="820" loading="lazy" style="width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;"></p>
<p><strong>Topik:</strong> Pengetahuan Umum (NEW!)</p>
<p><strong>Subtopik:</strong> Pengetahuan Kebahasaan</p>
<p><strong style="background-color: transparent; font-size: 1rem;">2. Bacalah teks berikut!</strong></p>
<p style="text-align: justify;"> Erotomania atau dikenal dengan sebutan sindrom de Clerambault adalah suatu bentuk gangguan kepribadian saat para penderitanya memiliki keyakinan bahwa orang lain memendam perasaan cinta kepada si penderita. Pada 1921, Clérambault berargumen bahwa perempuan lebih sering mengalami sindrom de Clerambault daripada laki-laki. Martin Brune dari Ruhr University, Jerman, mengafirmasi argumen Clérambault setelah menganalisis 246 kasus erotomania pada 2007 dan menemukan sebanyak 69,1% pengidapnya adalah kaum hawa. Clérambault juga berpendapat, orang-orang dengan erotomania percaya bahwa objek cintanya jatuh cinta dan membuat pendekatan terlebih dahulu kepadanya.</p>
<p style="text-align: justify;"> Dalam tulisan ilmiah berjudul<em> “De Clérambault’s syndrome: diagnostic and therapeutic challenge“</em>, Sampaio, et. al. (2007) memaparkan beberapa gejala yang lazim ditemukan dalam diri orang dengan erotomania. Pengidap erotomania biasanya secara mendetail menjelaskan sinyal-sinyal asmara yang dianggap dikirimkan oleh si pujaan hati, mulai dari ekspresi wajah, percakapan, atau gestur. Selain itu, si penderita juga mengira bahwa sang objek cinta sengaja mengirimkan pesan asmara lewat telepati kepadanya. Perilaku delusional dalam konteks asmara semacam ini, menurut Sampaio, et.al., kerap diasosiasikan dengan gangguan mental lain seperti schizophrenia (34%), sindrom depresi (13%), gangguan afektif bipolar (9%), dan paranoia (9%).</p>
<p style="text-align: justify;"> Gejala paling kelihatan dari seorang pengidap erotomania adalah perilaku mengutil atau mengintai orang yang ditaksirnya. Ia juga cenderung bersikeras mempertahankan keyakinannya sekalipun objek cintanya telah berupaya menolaknya. Alih-alih menerima kenyataan, pengidap erotomania justru menginterpretasikan penolakan ini sebagai kamuflase dari rasa cinta yang terpendam.</p>
<p style="text-align: justify;"> Kasus penguntilan penyanyi Madonna oleh Robert Hoskins pada 1995 adalah salah satu contoh ekstrem dari erotomania. Dilansir <em>Psychology Today</em>, Robert Hoskins adalah tunawisma yang berdelusi bahwa Madonna telah ditakdirkan menjadi istrinya. Beberapa kali Robert Hoskins coba menyusup masuk kediaman pelantun <em>“Frozen” </em>tersebut, tetapi upayanya berhasil digagalkan, pertama kali oleh penjaga Madonna, dan kali kedua ia langsung ditembak dan dibekuk polisi. Lebih parahnya, di dalam penjara pun ia tak henti terobsesi terhadap Madonna.</p>
<p style="text-align: right;">(Diadaptasi dari <em>tirto.id</em> pada April 2020)</p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;">Makna kata “mengafirmasi” pada paragraf pertama teks tersebut adalah ….<img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/roSEs8tiSlb9YylD_K0012c4jKHwiPSp8wmndmRoupCjr6V_79JR6F2e1rmtCWL9C9veM9jQJRYGGdNARg0ltSN2FAjhxG8uGNrEXXrJzYfzZaJF5SyEJn04GJ-Z7TJpd24M5Niz" width="8" height="5" loading="lazy"> </p>
<ol style="list-style-type: upper-alpha;">
<li aria-level="1">memercayai</li>
<li aria-level="1">menolak</li>
<li aria-level="1">meneguhkan</li>
<li aria-level="1">mengukur</li>
<li aria-level="1">menjelaskan</li>
</ol>
<p> </p>
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
<p>Kata “mengafirmasi” memiliki kata dasar afirmasi yang berarti penegasan atau meneguhkan. Jadi, pada teks Martin Brune meneguhkan atau menguatkan argumen Clérambault tentang penyakit erotomania. </p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.</span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM.png" alt="LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM" width="820" loading="lazy" style="width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;"></span></strong></p>
<p><strong>Topik:</strong> Pengetahuan Umum (NEW!)</p>
<p><strong>Subtopik:</strong> Kepaduan dan Keefektifan Wacana</p>
<p><strong style="background-color: transparent; font-size: 1rem;">3. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!</strong></p>
<p style="text-align: justify;"> (1) Selain demam, batuk, dan sesak napas, beberapa pasien yang terinfeksi Covid-19 di rumah sakit di New York tampak sangat bingung sampai-sampai tidak tahu tempat mereka berada atau tahun mereka hidup saat ini. (2) Kadang-kadang, gejala ini berhubungan dengan kadar oksigen yang rendah dalam darah mereka; ada pula pasien tertentu yang terlihat sangat kebingungan dan khawatir dengan nasib paru-paru mereka. (3) Melihat gejala yang dialami sejumlah pasien ini, Jennifer Frontera, seorang ahli saraf di Rumah Sakit NYU Langone Brooklyn mengatakan bahwa temuan itu meningkatkan kekhawatiran tentang dampak virus <em>Corona</em> pada otak dan sistem saraf. (4) Saat ini, sebagian besar orang mengetahui bahwa penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 2,2 juta orang di seluruh dunia ini umumnya menyerang sistem pernapasan. (5) Tetapi, tanda-tanda yang lebih tidak umum muncul dalam laporan terbaru.</p>
<p style="text-align: justify;"> (6) Sebuah studi yang diterbitkan pekan lalu dalam <em>Journal of American Medical Association</em>, misalnya, menemukan 36,4% dari 214 pasien di Tiongkok memiliki gejala neurologis, mulai dari kehilangan kemampuan mencium bau dan nyeri saraf hingga kejang dan <em>stroke</em>. (7) Sebuah makalah di <em>New England Journal of Medicine</em> pekan ini mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap 58 pasien di Strasbourg, Prancis, yakni lebih dari setengah pasien merasa bingung atau gelisah, dengan pencitraan otak yang menunjukkan peradangan. (8) Bagi para ilmuwan, temuan ini tidak sepenuhnya mengejutkan karena hal tersebut juga terlihat pada sejumlah virus, termasuk HIV yang dapat menyebabkan penurunan kognitif pengidapnya jika tidak diobati. (9) Michel Toledano, seorang ahli saraf di Mayo Clinic di Minnesota mengatakan, virus memengaruhi otak dengan dua cara. (10) Salah satunya adalah dengan memicu respons imun abnormal yang dikenal sebagai badai sitokin, yang menyebabkan peradangan otak atau yang disebut <em>autoimun ensefalitis.</em> (11) Kedua adalah infeksi langsung pada otak yang disebut <em>ensefalitis virus.</em></p>
<p style="text-align: justify;"> (12) Otak dilindungi oleh sesuatu yang disebut penghalang darah-otak, yakni sesuatu yang menghalangi zat asing, tetapi bukan berarti tidak bisa ditembus. (13) Dari temuan pada sejumlah pasien terinfeksi yang kehilangan kemampuan indra penciuman, beberapa orang berpendapat bahwa hal tersebut ada kaitannya dengan otak. (14) Namun, dugaan ini belum terbukti. (15) Apalagi, banyak pasien yang mengalami anosmia tanpa mengalami gejala neurologis yang parah. (16) Dalam kasus virus <em>Corona</em>, dokter percaya bahwa berdasarkan bukti saat ini, dampak neurologis cenderung merupakan hasil dari respons imun yang terlalu aktif daripada serangan terhadap otak. (17) Untuk membuktikan adanya serangan terhadap otak, virus harus dideteksi dalam cairan serebrospinal. (18) Hal ini pernah dilakukan pada seorang pria Jepang berusia 24 tahun yang kasusnya diterbitkan dalam <em>International Journal of Infectious Disease.</em> (19) Pria itu mengalami kebingungan dan kejang serta pencitraan yang menunjukkan otaknya meradang. (20) Tetapi, karena ini adalah satu-satunya kasus yang diketahui sejauh ini dan tes virus belum divalidasi untuk cairan tulang belakang, para ilmuwan tetap berhati-hati dalam mengambil kesimpulan. <img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/119rWoG5OsdV7ZTC_fW959SPfo-8te7ZUBiV9PyRvA8PBCcpar7deNgKLgRnVnqp3APYFRkH_P28WI01YlpTYm7CQPJ-jdnBvTXtTiuV6EmP1TUDyGgc2F5VOaifzTxsW3q7ttd5" width="4" height="5" loading="lazy"></p>
<p style="text-align: right;">(Diadaptasi dari <em>www.mediaindonesia.com</em> pada April 2020)<span style="text-decoration: underline;"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Gagasan utama pada paragraf pertama adalah ….<img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/fLUi3jeEfR_gaoMupy_5OjWMbGUAI5OAQx0B6SF93wi0o6ZLRsAA8jt2AExBO9PPG0EsP2Klv8kag7AUNuXhYNNuW9hXzu-CDSlcHnoMRCEUSWSZ-EpAkQ08RYPh7VhMwcYhbXU-" width="4" height="5" loading="lazy"> </p>
<ol style="list-style-type: upper-alpha;">
<li aria-level="1">jumlah kematian akibat virus <em>Corona</em></li>
<li aria-level="1">penelitian atas maraknya kerusakan sistem saraf</li>
<li aria-level="1">perlunya bantuan medis bagi pasien virus <em>Corona</em></li>
<li aria-level="1">hipotesis dampak virus <em>Corona</em> terhadap otak dan sistem saraf</li>
<li aria-level="1">kerusakan sistem pernapasan pada pasien virus <em>Corona</em></li>
</ol>
<p> </p>
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Gagasan utama merupakan ide atau pokok pikiran dalam sebuah paragraf maupun teks. Secara garis besar, paragraf pertama membahas munculnya gejala lain yang ditemukan pada pasien virus <em>Corona </em>yang saat ini menjadi pandemi global. Gejala lain tersebut, antara lain, adalah pasien bingung, khawatir berlebihan, hingga merasa tidak mengenali tempat dan tahun yang sedang berjalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Lebih lanjut, disebutkan bahwa gejala-gejala baru yang muncul tersebut meningkatkan kekhawatiran tentang dampak virus <em>Corona </em>pada otak dan sistem saraf. Kekhawatiran tersebut menunjukkan bahwa gejala-gejala yang disebutkan masih merupakan hipotesis maupun anggapan dasar terhadap adanya dampak virus <em>Corona </em>pada otak dan sistem saraf. Jadi, dapat disimpulkan bahwa gagasan utama pada paragraf pertama di atas adalah <strong>hipotesis dampak virus </strong><strong><em>Corona </em></strong><strong>terhadap otak dan sistem saraf</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</span></strong><strong><span style="text-decoration: underline;"><img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/u5QARM6vSJY894dC8hZ-DjSgbmVv7-TisBM-m7dLThk_-Q2XfW1R7kpqHgR-CDj3-pqQtmIXuRdeCBIEauYoRltoue-4nk2MQW5TZRbLn3xx9jsfF1dC19zbHZeU0HKg2smQZ3vF" width="4" height="5" loading="lazy"></span></strong> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;"><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM.png" alt="LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM" width="820" loading="lazy" style="width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;"></span></strong></p>
<p><strong>Topik:</strong> Pengetahuan Umum (NEW!)</p>
<p><strong>Subtopik:</strong> Kepaduan dan Keefektifan Wacana</p>
<p><strong style="background-color: transparent; font-size: 1rem;">4. Bacalah teks berikut untuk menjawab soal di bawah ini!</strong></p>
<p style="text-align: justify;"> (1) Selain demam, batuk, dan sesak napas, beberapa pasien yang terinfeksi Covid-19 di rumah sakit di New York tampak sangat bingung sampai-sampai tidak tahu tempat mereka berada atau tahun mereka hidup saat ini. (2) Kadang-kadang, gejala ini berhubungan dengan kadar oksigen yang rendah dalam darah mereka; ada pula pasien tertentu yang terlihat sangat kebingungan dan khawatir dengan nasib paru-paru mereka. (3) Melihat gejala yang dialami sejumlah pasien ini, Jennifer Frontera, seorang ahli saraf di Rumah Sakit NYU Langone Brooklyn mengatakan bahwa temuan itu meningkatkan kekhawatiran tentang dampak virus <em>Corona</em> pada otak dan sistem saraf. (4) Saat ini, sebagian besar orang mengetahui bahwa penyakit yang telah menginfeksi lebih dari 2,2 juta orang di seluruh dunia ini umumnya menyerang sistem pernapasan. (5) Tetapi, tanda-tanda yang lebih tidak umum muncul dalam laporan terbaru.</p>
<p style="text-align: justify;"> (6) Sebuah studi yang diterbitkan pekan lalu dalam <em>Journal of American Medical Association</em>, misalnya, menemukan 36,4% dari 214 pasien di Tiongkok memiliki gejala neurologis, mulai dari kehilangan kemampuan mencium bau dan nyeri saraf hingga kejang dan <em>stroke</em>. (7) Sebuah makalah di <em>New England Journal of Medicine</em> pekan ini mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap 58 pasien di Strasbourg, Prancis, yakni lebih dari setengah pasien merasa bingung atau gelisah, dengan pencitraan otak yang menunjukkan peradangan. (8) Bagi para ilmuwan, temuan ini tidak sepenuhnya mengejutkan karena hal tersebut juga terlihat pada sejumlah virus, termasuk HIV yang dapat menyebabkan penurunan kognitif pengidapnya jika tidak diobati. (9) Michel Toledano, seorang ahli saraf di Mayo Clinic di Minnesota mengatakan, virus memengaruhi otak dengan dua cara. (10) Salah satunya adalah dengan memicu respons imun abnormal yang dikenal sebagai badai sitokin, yang menyebabkan peradangan otak atau yang disebut <em>autoimun ensefalitis.</em> (11) Kedua adalah infeksi langsung pada otak yang disebut <em>ensefalitis virus.</em></p>
<p style="text-align: justify;"> (12) Otak dilindungi oleh sesuatu yang disebut penghalang darah-otak, yakni sesuatu yang menghalangi zat asing, tetapi bukan berarti tidak bisa ditembus. (13) Dari temuan pada sejumlah pasien terinfeksi yang kehilangan kemampuan indra penciuman, beberapa orang berpendapat bahwa hal tersebut ada kaitannya dengan otak. (14) Namun, dugaan ini belum terbukti. (15) Apalagi, banyak pasien yang mengalami anosmia tanpa mengalami gejala neurologis yang parah. (16) Dalam kasus virus <em>Corona</em>, dokter percaya bahwa berdasarkan bukti saat ini, dampak neurologis cenderung merupakan hasil dari respons imun yang terlalu aktif daripada serangan terhadap otak. (17) Untuk membuktikan adanya serangan terhadap otak, virus harus dideteksi dalam cairan serebrospinal. (18) Hal ini pernah dilakukan pada seorang pria Jepang berusia 24 tahun yang kasusnya diterbitkan dalam <em>International Journal of Infectious Disease.</em> (19) Pria itu mengalami kebingungan dan kejang serta pencitraan yang menunjukkan otaknya meradang. (20) Tetapi, karena ini adalah satu-satunya kasus yang diketahui sejauh ini dan tes virus belum divalidasi untuk cairan tulang belakang, para ilmuwan tetap berhati-hati dalam mengambil kesimpulan. <img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/Dny71KuIMUCHfllkv3UZU5pv6sL185psmTtcif0GxiGeO4eN-d_c2osXu558LwHne--602XrzkkE2df5UFx-nQpOOb02OqaPyRv12tc9gYpban74uqsl0lptLXLWf6szNasWU9Rj" width="4" height="5" loading="lazy"></p>
<p style="text-align: right;">(Diadaptasi dari <em>www.mediaindonesia.com</em> pada April 2020)</p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada paragraf ketiga adalah …<img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/IbpOxME4F4iG0_k_5zRzeBnRYE-tiU05PXOA6wAPD0KkcVZfEz2xSsp3vGhUvEplzCUjaB8YZjedpGYGqwuVCIjSxm48VCoFLo1rCCwwR5Twt7js28II6Aze-ZbarBMxvUPd7NW6" width="4" height="5" loading="lazy"> </p>
<ol style="list-style-type: upper-alpha;">
<li aria-level="1">Kapan hasil tes akan divalidasi?</li>
<li aria-level="1">Siapakah nama pasien asal Jepang yang berusia 24 tahun?</li>
<li aria-level="1">Bagaimana keterkaitan antara otak dan tulang belakang?</li>
<li aria-level="1">Bagaimana cara membuktikan adanya serangan terhadap otak?</li>
<li aria-level="1">Mengapa virus <em>Corona </em>sangat berbahaya bagi manusia?
</li>
</ol>
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada isi bacaan paragraf ketiga adalah <em>Bagaimanakah cara membuktikan adanya serangan terhadap otak?</em> Jawaban dari pertanyaan tersebut terdapat pada kalimat (17), yakni <em>Untuk membuktikan adanya serangan terhadap otak, virus harus dideteksi dalam cairan serebrospinal</em>. </p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah D.</span></strong><strong><span style="text-decoration: underline;"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/AV3XZw42ne22U5rD9iCQXSIt0KMox0DaSK3dpOG0fokeZNjqPbsFqLangA9offmy3vW3k5sin3MilDc-mtczWWio61-ORU3PDOzueUW6ypdPi-cTaAZ_IHZ2F7qmlw6ZeKmf5FnP" width="4" height="5" loading="lazy"></span></strong> </p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM.png" alt="LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM" width="820" loading="lazy" style="width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;"></p>
<p><strong>Topik:</strong> Pengetahuan Umum (NEW!)</p>
<p><strong>Subtopik:</strong> Kepaduan dan Keefektifan Wacana</p>
<p><strong style="background-color: transparent; font-size: 1rem;">5. Bacalah teks berikut untuk soal di bawah ini!</strong></p>
<p style="text-align: justify;">[…] </p>
<p style="text-align: justify;"> (1) Selama kurun waktu 2015 sampai 2019, tercatat sedikitnya ada 55 kejadian hewan laut terdampar. (2) Sebanyak 30 kejadian bahkan terjadi sepanjang tahun 2019. (3) Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah kejadian terbanyak sebanyak 20 kejadian dan selama tahun 2019 telah ditemukan 9 hewan laut yang terdampar. </p>
<p style="text-align: justify;"> (4) Pada tanggal 16 September 2019, diberitakan adanya hiu tutul yang tersesat di perairan dekat Pembangkit Listrik Tenaga Uap Paiton, Probolinggo, Jawa Timur. (5) Setelah beberapa hari, akhirnya pada 20 September 2019 hiu tutul yang memiliki nama latin Rhincodon typus yang masuk dalam famili Rhincodontidae dari kelas Chondrichthyes ini berhasil dihalau keluar dari perairan disekitar PLTU Paiton.</p>
<p style="text-align: justify;"> (6) Pekan lalu, tepatnya Kamis-Jumat (19-20/9) tim peneliti dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menuju Lumajang, Jawa Timur untuk melakukan identifikasi dan analisis terhadap laporan terdamparnya hewan laut di pantai di wilayah kecamatan Pasiran, Lumajang. (7) Tim mendapatkan laporan pada bulan Juli terdapat paus bongkok (Megaptera novaeangliae) yang terdampar. (8) Sementara di bulan September, tepatnya tanggal 9 dan 16 September, ada dua ekor hiu tutul terdampar di pantai Kajaran dan pantai Bambang.</p>
<p style="text-align: justify;"> (9) Saat tim tiba di lokasi, bangkai hiu tutul ini telah dikubur di dua tempat yang berbeda. (10) Sementara paus bongkok kondisinya sudah tercerai berai terbawa ombak dan arus. (11) Potongan kulit ditemukan berserakan di beberapa tempat dan tidak ada tulang yang ditemukan.</p>
<p style="text-align: justify;"> (12) Hiu tutul dan paus bongkok yang terdampar memiliki status hewan yang berbeda. Hiu tutul yang masuk dalam kelas hiu dan pari ini tercantum di Daftar Merah IUCN dalam kategori Endangered (EN). (13) “Hiu tutul tergolong jenis terancam atau <em>threatened species</em>. (14) Jika tidak ada upaya penyelamatan dapat masuk kategori <em>critically endangered</em> atau keritis.” ujar Kepala Bidang Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI,Cahyo Rahmadi. (15) Saat ini berdasarkan Keputusan Men KKP No. 18/Kepmen-KP/2013, hiu tutul ditetapkan sebagai jenis dengan perlindungan penuh. (16) Sedangkan paus bongkok masuk kategori least concern atau memiliki tingkat risiko rendah dan dilaporkan populasinya meningkat.</p>
<p style="text-align: justify;"> (17) “Ada pesan yang ingin disampaikan laut kepada kita yang perlu disikapi,” kata Cahyo. (18) Dirinya menjelaskan, peningkatan jumlah kejadian hewan laut terdampar ini semakin menunjukkan ada permasalahan serius yang saat ini belum banyak diketahui. (19) “Perubahan ekosistem laut akibat perubahan iklim, polusi, eksploitasi berlebih, perubahan tata guna laut, dan masuknya jenis asing invasif yang menyebabkan kepunahan menjadi hal yang patut disikapi serius,” jelas Cahyo.<img decoding="async" src="https://lh6.googleusercontent.com/dfhZqnZ3K1YPDmRYIOu170-89UtootXJm1LpMihLTzdEapRNWX-ca6963vK0TSXtT3gRPYCyOmCGhP3BicCfE3DygX1GyWgixTh3glgF_IZqZ2jluxgNq_Tgb3ElGZs5AL-E9HUd" width="8" height="5" loading="lazy"> </p>
<p style="text-align: right;">(Diadaptasi dari <em>lipi.go.id</em> diakses pada 23 April 2020)</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Penulisan kalimat (14) menjadi benar jika diperbaiki dengan cara ….<img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/fM5KPnZU0F4oZS4SYXpWdkpfYHo8j35y0MNBJMWa2EA9LC8H3cE05K9Vx_C3fYGwnNYimQ3REec8kZDTeo78PFxYSMYChlHY57h3YGBgxzF2Am_RPAazPYfL8OnPHzgm8AHFwTOy" width="8" height="5" loading="lazy"> </p>
<ol style="list-style-type: upper-alpha;">
<li aria-level="1">mengubah kata keritis menjadi kritis</li>
<li aria-level="1">menambahkan tanda koma setelah kata keritis</li>
<li aria-level="1">menambahkan tanda koma (,) setelah kata jika</li>
<li aria-level="1">menambahkan tanda petik dua (“) <em>critically endangered</em></li>
<li aria-level="1">mengubah kata <em>critically endangered </em>menjadi <em>Critically Endangered</em></li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p><strong>Jawaban: A</strong></p>
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kesalahan pada kalimat (14) terletak pada penulisan keritis yang tidak tepat karena tidak baku. Penulisan yang tepat adalah kritis. Sementara itu penggunaan kata jika sudah tepat dan tidak menggunakan tanda koma. Kemudian penulisan<em> critically endangered </em>juga sudah tepat, penulisan bahasa asing ditulis dengan menggunakan cetak miring. </p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Jawaban yang tepat adalah A.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM.png" alt="LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM" width="820" loading="lazy" style="width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;"></p>
<p><strong>Topik:</strong> Pengetahuan Umum (NEW!)</p>
<p><strong>Subtopik:</strong> Pengetahuan Kebahasaan</p>
<p><strong style="background-color: transparent; font-size: 1rem;">6. Bacalah tulisan berikut, kemudian jawablah soal-soal yang tersedia dengan memilih jawaban yang tepat di antara pilihan jawaban A, B, C, D, atau E.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">(……….)</p>
<p style="text-align: justify;"> (1) Salah satu lembaga negara dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI). (2) Sebelum perubahan UUD 1945 pada awal era Reformasi (1999-2002), kedudukan MPR merupakan lembaga tertinggi negara dengan kekuasaan yang sangat besar. (3) Hal tersebut mengacu pada Pasal 1 ayat (2) UUD 1945 sebelum perubahan yang berbunyi “Kedaulatan adalah di tangan rakyat, dan dilakukan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat”. (4) Dari ketentuan tersebut diketahui bahwa pelaksanaan kedaulatan rakyat di negara Indonesia di berada dalam satu tangan atau badan, yakni MPR.</p>
<p style="text-align: justify;"> (5) Republik Indonesia diambil pola dasar bahwa kedaulatan secara penuh diwakilkan oleh suatu lembaga yang bernama MPR. (6) Kepada lembaga inilah segala kegiatan kenegaraan harus dipertanggungjawabkan, baik kewenangan-kewenangan yang sesuai dengan teori Montesquieu maupun kewenangan-kewenangan lainnya di bidang kenegaraan yang tumbuh setelah zamannya Montesquieu.</p>
<p style="text-align: justify;"> (7) Perubahan UUD 1945 pada awal era Reformasi, 1999-2002 telah mengubah secara mendasar sistem ketatanegaraan Indonesia, termasuk mengenai MPR. (8) Dengan perubahan konstitusi tersebut, tidak lagi menetapkan MPR sebagai lembaga tertinggi negara yang sepenuhnya melaksanakan kedaulatan rakyat […] MPR tidak lagi berkedudukan sebagai sumber/lembaga/institusi kekuasaan negara yang tertinggi yang mendistribusikan kekuasaannya pada lembaga-lembaga negara yang lainnya.</p>
<p style="text-align: right;">(Diadaptasi dari <em>jurnal.unissula.ac.id</em> pada April 2020)</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/CvIPSdBUL5xWJAfEFy8bB2vaoTL34mSJqk6NEWxY6_DgrXT1k1LRYbd9lhuE3yRK5lQmTSVYLyVeo0xT2WrzfaANeRFL5WBFSn7vspotvuj4KeV41Bjv_NlTFFneOOIKh4WVIZHL" width="8" height="5" loading="lazy"> </p>
<p style="text-align: justify;">Konjungsi intrakalimat yang tepat untuk melengkapi kalimat kedelapan paragraf ketiga adalah …. <img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/Syekey8YEvivVEHkjF7R-fX5rUyyFHbMPCxRQs4adIl3vpAPpXT66f1asUgtcwVT3Nv-gljHW9N7SSj7waGCv_4-1N6VdjWPxu-3t7BOWC4mBsQFT_5_rgzq61mgw4Fj95N1f-kF" width="12" height="5" loading="lazy"> </p>
<ol style="list-style-type: upper-alpha;">
<li aria-level="1">atau</li>
<li aria-level="1">dan</li>
<li aria-level="1">sehingga</li>
<li aria-level="1">kemudian</li>
<li aria-level="1">karena</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Konjungsi intrakalimat merupakan kata penghubung yang menghubungkan kata dengan kata maupun klausa dengan klausa. Klausa pertama pada kalimat tersebut menjelaskan bahwa perubahan konstitusi tidak lagi menetapkan MPR sebagai lembaga tertinggi negara yang sepenuhnya melaksanakan kedaulatan rakyat. Sementara itu, klausa kedua menjelaskan bahwa MPR tidak lagi berkedudukan sebagai sumber/lembaga/institusi kekuasaan negara yang tertinggi. Kata hubung yang paling tepat untuk melengkapi kalimat (8) adalah <strong>sehingga</strong>. </p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Jawaban yang tepat adalah C.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM.png" alt="LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM" width="820" loading="lazy" style="width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;"></p>
<p><strong>Topik:</strong> Pengetahuan Umum (NEW!)</p>
<p><strong>Subtopik:</strong> General and Specific Information</p>
<p><strong style="background-color: transparent; font-size: 1rem;">7. Read the text and answer the question!</strong></p>
<p style="text-align: justify;"> As of April 17, 2020, 36 people infected with the outbreak strain of <em>Listeria monocytogenes</em> have been reported from 17 states in the US. The disease they suffered from is called Listeriosis. Listeriosis can cause different symptoms, depending on the person and the part of the body affected. Pregnant women typically experience only fever and other flu-like symptoms, such as fatigue and muscle aches. However, infections during pregnancy can lead to miscarriage, stillbirth, premature delivery, or life-threatening infection of the newborn. People other than pregnant women symptoms are headache, stiff neck, confusion, loss of balance, and convulsions in addition to fever and muscle aches.</p>
<p style="text-align: justify;"> State and local public health officials interviewed ill people about the foods they ate in the month before they became ill. Twelve out of 22 (55%) reported eating mushrooms, including enoki, portobello, white, button, cremini, wood ear, maitake, and oyster. Later, Epidemiologic, traceback, and laboratory evidence indicates that enoki mushrooms labeled as “Product of Korea” are the likely source of this outbreak. The products were known to came from H&C Food Inc. (on April 7, 2020), Guan’s Mushroom Co. (on March 23, 2020), and Sun Hong Foods, Inc. (on March 9, 2020). In response to the situation, the three companies recalled the enoki mushrooms.</p>
<p style="text-align: justify;"> Preventing further outbreak, Center for Disease Control and Prevention, or CDC, advises that people who are more likely– pregnant women, adults to get Listeria infections – pregnant women, adults age 65 or older, and people with weakened immune systems, such as people with cancer or on dialysis – avoid eating any enoki mushrooms from Korea (Republic of Korea) even if they are not part of the recalls until they learn more about the source and distribution of the enoki mushrooms.</p>
<p style="text-align: justify;"> CDC asked citizens who have stocks on enoki mushroom which originated from Korea to either return the products or throw them away should the country of origins are unclear. CDC also encourages people to wash and sanitize any surfaces and containers that may have come in contact with the recalled enoki mushrooms. Listeria can survive in refrigerated temperatures and easily spread to other foods and surfaces. When buying, ordering, or eating out, check with stores and restaurants to make sure they do not use enoki mushrooms from Korea. If they don’t know where their enoki mushrooms are from, don’t buy or order the product. CDC pledges a commitment that they will provide updates when more information is available.</p>
<p style="text-align: right;">(Adapted from <em>www.cdc.gov/listeria/outbreaks </em>Accessed on Thursday, 23 April 2020)</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">It can be predicted based on the passage that …<img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/FBPK6sLct-Mrbo_TOIQvuuykJYF0Z9ytjIfF9z4Ivy5EdBMtD4gyQ-ZXt7aQvhtfNJVQlW8shLX6lfmgzA1gFb2xpr1ZSBMo_6c_--YbJ92IvoHNRLpWVpBflDTqJmqnM_Ltlf0X" width="8" height="5" loading="lazy"> </p>
<ol style="list-style-type: upper-alpha;">
<li aria-level="1">The immigration process will add more regulations to prevent repeating the same mistake.</li>
<li aria-level="1">Investigators will try to determine the origin of the contamination.</li>
<li aria-level="1">The CDC will revise the quality checking procedures on foreign foods.</li>
<li aria-level="1">The government will ban mushroom imports from Korea.</li>
<li aria-level="1">The CDC will learn more on why<em> Listeria monocytogenes</em> is lethal.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p><strong>Jawaban: C</strong></p>
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah mengetahui bahaya dari jamur enoki yang diimpor dari Korea Selatan, kita dapat memprediksi bahwa langkah yang akan diambil Amerika Serikat adalah memperbaiki prosedur pengecekan untuk produk-produk makanan impor. <strong><span style="text-decoration: underline;">Jadi, jawaban yang tepat adalah C.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Jawaban A salah karena imigrasi tidak ada kaitannya dengan Listeria. Listeria disebabkan oleh jamur enoki dan tidak ditularkan melalui manusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Jawaban B salah karena para penginvestigasi sudah mengetahui sumber wabah Listeria, yaitu jamur enoki dari Korea Selatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Jawaban D salah karena yang bermasalah hanyalah jamur enoki sehingga tidak tepat jika dikatakan bahwa pemerintah akan melarang semua impor jamur dari Korea.</p>
<p style="text-align: justify;">Jawaban E salah karena Listeria bukanlah penyakit baru sehingga CDC tidak perlu lagi melakukan penelitian tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM.png" alt="LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM" width="820" loading="lazy" style="width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;"></p>
<p><strong>Topik:</strong> Pengetahuan Umum (NEW!)</p>
<p><strong>Subtopik:</strong> General and Specific Information</p>
<p><strong style="background-color: transparent; font-size: 1rem;">8. Read the text and answer the question!</strong></p>
<p style="text-align: justify;"> Perfectionism has come to be viewed as an important maintaining factor of disordered eating. In the transdiagnostic theory of eating disorders, Fairburn, Cooper, and Shafran assert that clinical perfectionism is one of four core mechanisms that maintain eating disorder pathology. In the cognitive-interpersonal model of anorexia nervosa, perfectionism / cognitive rigidity is one of the four postulated maintaining factors. In addition, the three-factor theory by Bardone-Cone and colleagues implicates the interaction between high perfectionism, high body dissatisfaction, and low self-esteem in the growth of bulimic behaviour. In support of these theoretical positions, research consistently shows perfectionism to be elevated in people with eating disorders and people recovering from eating disorders compared to controls.</p>
<p style="text-align: justify;"> However, the precise nature of the construct of perfectionism continues to be debated in the literature. Perfectionism has been proposed to be a multidimensional construct by two groups of theorists. The first construct, proposed by Hewitt and Flett, focuses on the interpersonal components of perfectionism, and the associated 45-item scale is divided into three subscales. The self oriented perfectionism subscale relates to setting high standards for achievement and self-criticism for not meeting standards. The other oriented perfectionism subscale includes items that relate to having high standards for other people that are unrealistic. The socially prescribed perfectionism subscale items are related to perceiving that other people hold unrealistically high standards for the individual.</p>
<p style="text-align: justify;"> The second theory proposes a six factor construct for perfectionism, measured using the Frost Multidimensional Perfectionism Scale, they are: Personal Standards (setting high standards), Concern over Mistakes (negative reactions to mistakes and perceiving mistakes as failures), Doubts about Actions (doubting one’s own performance), Parental Expectations (parents setting high standards), Parental Criticism (parents criticising for mistakes), and Organisation (organisation and neatness). Factor analysis have consistently shown a two-factor solution, consisting of adaptive (achievement striving) perfectionism (Personal Standards and Organisation), and maladaptive evaluative concerns (Concern over Mistakes, Doubt about Action, Parental Expectations, and Parental Criticism). Achievement striving is typically associated with healthy functioning while maladaptive evaluative concerns are more consistently associated with psychopathology. There is one exception to this general finding, which is that <strong>elevated</strong> levels of both types of perfectionism are associated with eating disorders. Thus, it has been suggested that elevated levels of both types of perfectionism confers most risk for disordered eating.</p>
<p style="text-align: justify;"> Findings from a research study by Wade and Tiggemann suggest that perfectionism is pertinent to the normative state of body dissatisfaction. Given the role of body dissatisfaction in increasing risk for disordered eating, this suggests that targeting perfectionism may be of benefit in buffering young people against the development of disordered eating. One piece of research has investigated an intervention that targeted perfectionism in middle adolescence which significantly reduced maladaptive evaluative concerns compared to two other conditions (media literacy informed by inoculation theory, which suggests that building skills to resist social persuasion will prevent the development of health-risk behaviours and a control condition).<img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/h89CAPt_pl6r9yF65lb1qZeXvc8YYq4mnAljz6dwnNysDLDCvGg8wYZzD9LVziFhEILn9gU5YpHcDKWYwaN3qjGSzfUSsSHbERrOd-37Rtfrj156QVPrAHPBKqXAKJgrbUcKFwi5" width="8" height="5" loading="lazy"> </p>
<p style="text-align: right;">(Adapted from <em>eatdisord.biomedcentral.com/articles/10.1186/2050-2974-1-2</em> Accessed on Thursday, 23 April 2020)</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Which of the following is <strong>NOT TRUE</strong> according to the text?<img decoding="async" src="https://lh4.googleusercontent.com/CD2DOoR0VbcfB1VYddpP71TiEEqtyfSBexpNkF439vHIwprjXxpRUWXRbYL7G6ZW1Bl--KhRL_WgtgVhk_w6o_BQLCqMFylAKd_WR1ItP1xAdoIA1MgRJW7e48ZL_juIVPgxIOa8" width="4" height="5" loading="lazy"> </p>
<ol style="list-style-type: upper-alpha;">
<li aria-level="1">Eating disorder isn’t caused by perfectionism alone.</li>
<li aria-level="1">Perfectionism is barely influential to eating disorder.</li>
<li aria-level="1">Decreasing perfectionism may reduce eating disorder.</li>
<li aria-level="1">Maladaptive evaluative is the opposite of achievement striving.</li>
<li aria-level="1">One of the contrast theories has more than three categorizations.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p><strong>Jawaban: B</strong></p>
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kalimat pertama paragraf pertama menyebutkan tentang <span style="text-decoration: underline;">perfeksionisme sebagai faktor penting yang menyebabkan gangguan perilaku makan</span>. </p>
<p style="text-align: justify;">Pada pilihan B disebutkan bahwa <span style="text-decoration: underline;">perfeksionisme nyaris tidak berpengaruh terhadap gangguan perilaku makan</span>. Kedua pernyataan tersebut saling bertentangan, maka pilihan yang tidak sesuai dengan teks adalah pilihan B. </p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">Jadi, jawaban yang tepat adalah B.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;"><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM.png" alt="LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM" width="820" loading="lazy" style="width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;"></span></strong></p>
<p><strong>Topik:</strong> Pengetahuan Umum (NEW!)</p>
<p><strong>Subtopik:</strong> General and Specific Information</p>
<p><strong style="background-color: transparent; font-size: 1rem;">9. Read the text and answer the question!</strong></p>
<p style="text-align: justify;"> Perfectionism has come to be viewed as an important maintaining factor of disordered eating. In the transdiagnostic theory of eating disorders, Fairburn, Cooper and Shafran assert that clinical perfectionism is one of four core mechanisms that maintain eating disorder pathology. In the cognitive-interpersonal model of anorexia nervosa, perfectionism/cognitive rigidity is one of the four postulated maintaining factors. In addition, the three-factor theory by Bardone-Cone and colleagues implicates the interaction between high perfectionism, high body dissatisfaction, and low self-esteem in the growth of bulimic behaviour. In support of these theoretical positions, research consistently shows perfectionism to be elevated in people with eating disorders and people recovering from eating disorders compared to controls.</p>
<p style="text-align: justify;"> However the precise nature of the construct of perfectionism continues to be debated in the literature. Perfectionism has been proposed to be a multidimensional construct by two groups of theorists. The first construct, proposed by Hewitt and Flett, focuses on the interpersonal components of perfectionism, and the associated 45-item scale is divided into three subscales. The self oriented perfectionism subscale relates to setting high standards for achievement and self-criticism for not meeting standards. The other oriented perfectionism subscale includes items that relate to having high standards for other people that are unrealistic. The socially prescribed perfectionism subscale items are related to perceiving that other people hold unrealistically high standards for the individual.</p>
<p style="text-align: justify;"> The second theory proposes a 6 factor construct for perfectionism, measured using the Frost Multidimensional Perfectionism Scale, they are: Personal Standards (setting high standards), Concern over Mistakes (negative reactions to mistakes and perceiving mistakes as failures), Doubts about Actions (doubting one’s own performance), Parental Expectations (parents setting high standards), Parental Criticism (parents criticising for mistakes), and Organisation (organisation and neatness). Factor analyses have consistently shown a two factor solution, consisting of adaptive (achievement striving) perfectionism (Personal Standards and Organisation), and maladaptive evaluative concerns (Concern over Mistakes, Doubt about Action, Parental Expectations, and Parental Criticism). Achievement striving is typically associated with healthy functioning while maladaptive evaluative concerns is more consistently associated with psychopathology. There is one exception to this general finding, which is that <strong>elevated</strong> levels of both types of perfectionism are associated with eating disorders. Thus it has been suggested that elevated levels of both types of perfectionism confers most risk for disordered eating.</p>
<p style="text-align: justify;"> Findings from a research study by Wade and Tiggemann suggest that perfectionism is pertinent to the normative state of body dissatisfaction. Given the role of body dissatisfaction in increasing risk for disordered eating, this suggests that targeting perfectionism may be of benefit in buffering young people against the development of disordered eating. One piece of research has investigated an intervention that targeted perfectionism in middle adolescence which significantly reduced maladaptive evaluative concerns compared to two other conditions (media literacy informed by inoculation theory, which suggests that building skills to resist social persuasion will prevent the development of health-risk behaviours and a control condition).</p>
<p style="text-align: right;">(Adapted from j<em>eatdisord.biomedcentral.com/articles/10.1186/2050-2974-1-2</em> Accessed on Thursday, 23 April 2020)</p>
<p style="text-align: justify;"><img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/QISnW-rVElJ9Y30Njwa2TuztkEppy7hY9FxhdxKcfmSllcJN2-ebkhIgJRc-a2LAVrQbUi5bt4QReUMiemASLFADzhxIheYwJppBwWAMi3zjua58qhGKDVHUUnFrGWJMqSpSZ_2q" width="8" height="5" loading="lazy"> </p>
<p style="text-align: justify;">What is the correlation between paragraph 2 and 3?<img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/JiQ7Br5IR2nUHpygfgUb7YSUOHCyS3XA1nyNxNfjBqd6AebEsu02K6Vf3fR_Xb-a1k9f_hWGmJBMDtnCFCVHsp-DkUc7con2ADdQadG-WEHL-cu6YddRr5XBpKdcM6tkZIpkWLbx" width="4" height="5" loading="lazy"> </p>
<ol style="list-style-type: upper-alpha;">
<li aria-level="1">Paragraph two provides one side of the argument while paragraph three questions it.</li>
<li aria-level="1">Paragraph two points out one of the construct theories of perfectionism while paragraph three exemplifies it.</li>
<li aria-level="1">Paragraph two argues about one of perfectionism constructs while paragraph three elaborates more constructs.</li>
<li aria-level="1">Paragraph three continues the information contained in paragraph two.</li>
<li aria-level="1">Paragraph two and paragraph three consistently display separate information.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;"> </span></strong></p>
<p><strong>Jawaban: D</strong></p>
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Paragraf dua menyampaikan bahwa ada dua teori konstruksi perfeksionisme yang diperdebatkan. Salah satu teori tersebut kemudian dijelaskan pada paragraf tersebut. Hal ini dibuktikan dengan kalimat berikut: <em>“The first construct, proposed by Hewitt and Flett, focuses on …”</em></p>
<p style="text-align: justify;">Teori yang kedua dijabarkan dalam paragraf tiga. Hal ini dibuktikan dengan kalimat pertamanya, yaitu <em>“The second theory proposes a 6 factor construct for perfectionism,</em> …<em>”</em>.<img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/R2AcwlIYVs8FraFabacZNeXDGIm5fxKoHzN0rZWzHXfz2EPeUVpmf80_XFM0YaObVwQMKK4nvaRT_-x-xxr1dYvIcQYX5RyAnfRLufj1UP0DQALC2fPG1yG84rqc6-M1E2igpWw-" width="8" height="5" loading="lazy"> </p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian, dapat diketahui bahwa paragraf ketiga melanjutkan informasi yang terkandung dalam paragraf kedua <strong><span style="text-decoration: underline;">sehingga jawaban yang tepat adalah D.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;"><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM.png" alt="LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM" width="820" loading="lazy" style="width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;"></span></strong></p>
<p><strong>Topik:</strong> Pengetahuan Umum (NEW!)</p>
<p><strong>Subtopik:</strong> General and Specific Information</p>
<p><strong style="background-color: transparent; font-size: 1rem;">10. Read the text and answer the question!</strong></p>
<p style="text-align: justify;"> Perfectionism has come to be viewed as an important maintaining factor of disordered eating. In the transdiagnostic theory of eating disorders, Fairburn, Cooper and Shafran assert that clinical perfectionism is one of four core mechanisms that maintain eating disorder pathology. In the cognitive-interpersonal model of anorexia nervosa, perfectionism/cognitive rigidity is one of the four postulated maintaining factors. In addition, the three-factor theory by Bardone-Cone and colleagues implicates the interaction between high perfectionism, high body dissatisfaction, and low self-esteem in the growth of bulimic behaviour. In support of these theoretical positions, research consistently shows perfectionism to be elevated in people with eating disorders and people recovering from eating disorders compared to controls.</p>
<p style="text-align: justify;"> However the precise nature of the construct of perfectionism continues to be debated in the literature. Perfectionism has been proposed to be a multidimensional construct by two groups of theorists. The first construct, proposed by Hewitt and Flett, focuses on the interpersonal components of perfectionism, and the associated 45-item scale is divided into three subscales. The self oriented perfectionism subscale relates to setting high standards for achievement and self-criticism for not meeting standards. The other oriented perfectionism subscale includes items that relate to having high standards for other people that are unrealistic. The socially prescribed perfectionism subscale items are related to perceiving that other people hold unrealistically high standards for the individual.</p>
<p style="text-align: justify;"> The second theory proposes a 6 factor construct for perfectionism, measured using the Frost Multidimensional Perfectionism Scale, they are: Personal Standards (setting high standards), Concern over Mistakes (negative reactions to mistakes and perceiving mistakes as failures), Doubts about Actions (doubting one’s own performance), Parental Expectations (parents setting high standards), Parental Criticism (parents criticising for mistakes), and Organisation (organisation and neatness). Factor analyses have consistently shown a two factor solution, consisting of adaptive (achievement striving) perfectionism (Personal Standards and Organisation), and maladaptive evaluative concerns (Concern over Mistakes, Doubt about Action, Parental Expectations, and Parental Criticism). Achievement striving is typically associated with healthy functioning while maladaptive evaluative concerns is more consistently associated with psychopathology. There is one exception to this general finding, which is that <strong>elevated</strong> levels of both types of perfectionism are associated with eating disorders. Thus it has been suggested that elevated levels of both types of perfectionism confers most risk for disordered eating.</p>
<p style="text-align: justify;"> Findings from a research study by Wade and Tiggemann suggest that perfectionism is pertinent to the normative state of body dissatisfaction. Given the role of body dissatisfaction in increasing risk for disordered eating, this suggests that targeting perfectionism may be of benefit in buffering young people against the development of disordered eating. One piece of research has investigated an intervention that targeted perfectionism in middle adolescence which significantly reduced maladaptive evaluative concerns compared to two other conditions (media literacy informed by inoculation theory, which suggests that building skills to resist social persuasion will prevent the development of health-risk behaviours and a control condition).<img decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/kU4S5ADj5DM4VPZr9BDDLcAY_IAYH45-71WwgdHq0eaGV7r79s-tIjZjv1VdGTK36yJOqKttNA5COt1fwbddSKApgh_4ja0vnbiETbfgRw-zK665aYAbNXiueUEEKWO3NI69W2zF" width="8" height="5" loading="lazy"> </p>
<p style="text-align: right;">(Adapted from <em>jeatdisord.biomedcentral.com/articles/10.1186/2050-2974-1-2 </em>Accessed on Thursday, 23 April 2020)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Based on the text, which of the following statements is TRUE?</p>
<ol style="list-style-type: upper-alpha;">
<li aria-level="1">Women are more likely to be perfectionists than men.</li>
<li aria-level="1">Perfectionism is an inborn trait that cannot be fully eliminated from a person’s life.</li>
<li aria-level="1">Hewitt and Flett’s construction and 6 factor construct are similar.</li>
<li aria-level="1">Maladaptive evaluative concerns escalates eating disorders for some people.</li>
<li aria-level="1">Addressing perfectionism at the age of 15-16 may lower the risk of future eating disorders.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;"> </span></strong></p>
<p><strong>Jawaban: E</strong></p>
<p><strong>Pembahasan:</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Opsi A, B, dan D tidak dijelaskan dalam teks sehingga semua jawaban tersebut salah.</p>
<p style="text-align: justify;">Konstruksi Hewitt dan Fleet pada paragraf dua berbeda dari 6 faktor konstruksi yang disampaikan pada paragraf tiga. Jadi, jawaban C salah.<img decoding="async" src="https://lh5.googleusercontent.com/mo0DWXGYBV6UBXs4V_dUD2kCAre6yE-CcsPnPA5K-jEMgUjoFIDOiQf2vjLj8RNT2fSWZP71NCoC16CaotLvCY36CUjMUnVr2Dn3gc9Gb5D5t4REDTELqIQGPpN0RmK6L7EdDP7a" width="8" height="5" loading="lazy"> </p>
<p style="text-align: justify;">Jawaban yang tepat adalah E. Hal ini sejalan dengan yang tertuang dalam paragraf terakhir teks. Di situ disebutkan tentang suatu penelitian yang membuktikan bahwa penanganan perfeksionisme yang dilakukan pada anak usia pertengahan remaja (usia 15-16 tahun) dapat menurunkan maladaptif evaluatif. Dampak penurunan tersebut adalah berkurangnya gangguan perilaku makan.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Dengan demikian, pilihan jawaban yang tepat adalah E.</span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;"><img decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/hs/LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM.png" alt="LS_-_Separator_Semua_Mapel_TPS-Mar-09-2021-12-04-55-50-PM" width="820" loading="lazy" style="width: 820px; margin-left: auto; margin-right: auto; display: block;"></span></strong></p>
<p style="font-weight: normal; text-align: justify;"><em>Huft</em>, memang butuh kesabaran dan ketelitian saat mengerjakan soal Pengetahuan Umum. Tapi nggak apa-apa, semua akan berbuah manis ketika pengumuman UTBK SBMPTN nanti. Ada soal yang membingungkan? Jangan takut, tanya langsung sama Star Master Teacher di <a href="https://www.brainacademy.id/online" rel="noopener">Brain Academy!</a></p>
<p style="font-weight: normal; text-align: justify;">Oh iya, menurut kamu mapel termudah dan tersulit di UTBK tuh apa sih? Coba kasih tau di kolom komentar ya! </p>
<p style="font-weight: normal; text-align: justify;"><a href="https://www.brainacademy.id/online" target="_blank" style="text-align: center;" class="rg-cta" rel="noopener"><img fetchpriority="high" decoding="async" src="https://cdn-web.ruangguru.com/landing-pages/assets/cta/1d360f7d-2de1-478b-8f5c-c8513705cd85.jpeg" width="648" height="227" alt="BA online - Brain Academy " /></a></p>
</div>
<div class="content-meta-tags">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/pojok-kampus" rel="tag">Pojok Kampus</a> <a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/seleksi-masuk" rel="tag">Seleksi Masuk</a> <a href="https://www.ruangguru.com/blog/tag/tps-utbk" rel="tag">TPS UTBK</a> </div>
</div>
<div class="author-post">
<img loading="lazy" class="author-avatar" width="64px" height="64px" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/5196bc4b-168b-4b6f-8c46-cb076ca8b451.png">
<div>
<h5 class="author-title">Salsabila Nanda</h5>
<p class="author-description"></p>
</div>
</div> <div class="share-post">
<p>Bagikan artikel ini:</p>
<ul class="socmed">
<li>
<a target="_blank" href="https://api.whatsapp.com/send?phone=&text=Latihan Soal UTBK SBMPTN 2021: Pengetahuan Umum%0D%0A%0D%0Ahttps://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/whatsapp.png" loading="lazy" alt="Logo Whatsapp " /></a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/share.php?u=https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum&quote=Latihan Soal UTBK SBMPTN 2021: Pengetahuan Umum"> <img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook " /> </a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/intent/tweet?text=Latihan Soal UTBK SBMPTN 2021: Pengetahuan Umum&url=https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum"> <img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading="lazy" alt="Logo Twitter " /> </a>
</li>
<li>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/shareArticle?mini=true&url=https://www.ruangguru.com/blog/latihan-soal-utbk-sbmptn-2021-pengetahuan-umum&title=Latihan Soal UTBK SBMPTN 2021: Pengetahuan Umum"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading="lazy" alt="Logo LinkedIn " /></a>
</li>
</ul>
</div>
</div>
<div class="col-md-4 sticky">
<aside id="sidebar">
<div class="side-banner-desktop">
</div>
<div class="glider-navigation desktop">
<div role="tablist" class="dots" id="side-banner-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="side-banner-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="side-banner-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
<h2 style="font-size: 24px; font-weight: bold; margin-bottom: 16px;margin-top: 16px;">Artikel Terbaru</h2>
<ul>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/pergerakan-nasional-indonesia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png" alt="Pergerakan Nasional" class="external-img wp-post-image " /> <span>Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya | Sejarah Kelas 11</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/runtuhnya-uni-soviet">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png" alt="Runtuhnya Uni Soviet" class="external-img wp-post-image " /> <span>Sejarah Runtuhnya Uni Soviet, Penyebab, dan Dampaknya | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/konflik-palestina-israel">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png" class="external-img wp-post-image " /> <span>Latar Belakang Terjadinya Konflik Palestina dengan Israel | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/9-lembaga-dan-pelaku-pasar-modal-di-indonesia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/279825ac-672b-43f9-b66e-a1c7ec87f784.png" alt="Pelaku Pasar Modal di Indonesia" class="external-img wp-post-image " /> <span>9 Lembaga dan Pelaku Pasar Modal di Indonesia | Ekonomi Kelas 10</span>
</a>
</li>
<li>
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/peristiwa-kontemporer-dunia-perpecahan-cekoslovakia">
<img loading="lazy" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/2a1a35c0-f1f5-45d4-8869-ff5083bd90e5.png" alt="Perpecahan Cekoslowakia" class="external-img wp-post-image " /> <span>Latar Belakang Perpecahan Cekoslowakia dan Penyebabnya | Sejarah Kelas 12</span>
</a>
</li>
</ul>
</aside>
</div>
</div>
<div class="row">
<div class="col-12">
<section class="related-posts">
<h2 class="page-title">
Artikel Lainnya
</h2>
<div class="content-grid">
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/pergerakan-nasional-indonesia">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/dd9f819a-e3e7-4992-b8c7-3ce436bb27f8.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Pergerakan Nasional Indonesia: Pengertian, Tujuan & Penyebabnya | Sejarah Kelas 11 </h2>
<div class="content-meta">
<span>March 6, 2026</span> <span>• 8 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/runtuhnya-uni-soviet">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/b9f1448f-d581-42c3-bf06-6300fdbcd7c8.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Sejarah Runtuhnya Uni Soviet, Penyebab, dan Dampaknya | Sejarah Kelas 12 </h2>
<div class="content-meta">
<span></span> <span>• 11 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
<div class="content">
<a href="https://www.ruangguru.com/blog/konflik-palestina-israel">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png?height=320&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png?height=320" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/724ad604-4b78-4c7c-9d4b-627165954c4a.png" loading="lazy" alt="" />
</picture>
<div>
<h2 class="content-title">
Latar Belakang Terjadinya Konflik Palestina dengan Israel | Sejarah Kelas 12 </h2>
<div class="content-meta">
<span>March 5, 2026</span> <span>• 5 minutes read</span>
</div>
</div>
</a>
</div>
</div>
</section> </div>
</div>
<div class="banner-product-wrapper">
<a href="https://cta.ruangguru.com/7c02db90-610d-11ee-80fe-4201ac180089" target="_blank" class="alert alert-dismissible fade show banner-product" role="alert">
<button type="button" class="btn-close" data-bs-dismiss="alert" aria-label="Close"></button>
<!-- <p>Yuk pilih kelas dan materi belajar kamu di sini</p>
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/0e292531-9ee1-4eed-92f5-b5c053eea4c2.svg" width="42px" height="42px" class="arrow-right"> -->
<img class="image-floating-bottom" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/d19eb9b6-999d-4b92-87c6-c4fb32000d73.png?convert=web" />
</a>
</div>
</div>
</div>
<script>
function sleep(ms) {
return new Promise((resolve) => setTimeout(resolve, ms));
}
async function replaceCtaMarkupAsync() {
await sleep(2000);
alert("replace")
const contentBody = document.querySelector('.content-body');
const paragraphs = contentBody.querySelectorAll('p');
const regexPattern = /{{cta\(['"](.+?)['"]\)}}/g;
paragraphs.forEach((paragraph) => {
const originalHTML = paragraph.innerHTML;
let modifiedHTML = '';
let lastIndex = 0;
for (const match of originalHTML.matchAll(regexPattern)) {
const ctaId = match[1];
modifiedHTML += originalHTML.slice(lastIndex, match.index) + `<b>${ctaId}</b>`;
lastIndex = match.index + match[0].length;
}
modifiedHTML += originalHTML.slice(lastIndex);
paragraph.innerHTML = modifiedHTML;
});
document.addEventListener("DOMContentLoaded", () => {
replaceCtaMarkupAsync();
});
}
</script>
<div class="modal fade" id="popupPromo" tabindex="-1" aria-labelledby="popupPromoLabel" aria-hidden="true">
<div class="modal-dialog modal-dialog-centered" data-bs-backdrop="static" data-bs-keyboard="false">
<div class="modal-content">
<div class="button-wrapper">
<button type="button" class="btn-close" data-bs-dismiss="modal" aria-label="Close"></button>
</div>
<div class="glider-contain">
<div class="glider">
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/ab-web-pop-up-banner-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/4680961a-4e01-4169-8ff4-da0823d0da6c.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/e0ebb0c9-e368-4524-9241-dbaf73cafccd.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/rasionalisasi-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-blog-to-snbt-prem">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/e6888a56-1d95-4d8a-b87a-b19b8a185651.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/rgp-popup-blog-rg">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/cbe7b869-fbe2-4497-8a1e-42344df5b137.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/kitab-tka-smp-popup-blog">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com//landing-pages/assets/eb41ad00-e4dc-46f5-b9f6-721266fc371e.jpg" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/f7908ac1-3b0b-492c-bf87-dcea2b20b87c.png" />
</a>
<a class="" target="_blank" href="https://cta.ruangguru.com/pop-rg-kitablitetkasmp">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/50097055-1862-46a8-bbe0-fa5b077f88bb.png" />
</a>
</div>
<div class="glider-navigation">
<div role="tablist" class="dots" id="popup-promo-dots"></div>
<div class="glider-button-navigation">
<button aria-label="Previous" class="glider-prev" id="popup-promo-prev"><img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/412de767-9fab-4a4e-9a21-09b7ac9c5f96.png"></button>
<button aria-label="Next" class="glider-next" id="popup-promo-next">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-pages/assets/754b0134-4f20-4cdd-af8c-d5918044d734.png">
</button>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
<script>
var jsonString = '[{"CreatedAt":"2025-07-25 01:01:27+00:00","Id":696,"UpdatedAt":"2026-02-25 02:12:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":31467,"ctaId":"ab-web-pop-up-banner-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/ab-web-pop-up-banner-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b9b5f501-be14-4e3f-9ad8-a87e17ec16e9.png","name":"[AB] Web Pop Up Banner - Blog RG","targetUrl":"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/?utm-source=ab-web-pop-up-banner-blog-rg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/4680961a-4e01-4169-8ff4-da0823d0da6c.png","name":"[RG] Popup Banner Blog - Promo SNBT Ramadan","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":1,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-07-25 01:01:27+00:00","Id":705,"UpdatedAt":"2026-02-23 10:52:46+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33341,"ctaId":"ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/ab-web-pop-up-banner-blog-rg-1)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f30c4943-4456-4a96-858b-fe065c9073ae.png","name":"[AB] Web Pop Up Banner - Blog RG 1","targetUrl":"https:\/\/bayar.ruangguru.com\/?utm-source=ab-web-pop-up-banner-blog-rg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/e0ebb0c9-e368-4524-9241-dbaf73cafccd.png","name":"[RG] Popup Banner Blog - Promo TKA Ramadan","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":2,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":657,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:10+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33189,"ctaId":"rasionalisasi-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/rasionalisasi-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png","name":"[RG] Pop Up Blog - Rasionalisasi","targetUrl":"https:\/\/www.ruangguru.com\/rasionalisasi"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/0ec15e92-707a-4660-8134-11f1c1e539a8.png","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Rasionalisasi","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":3,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-12-07 09:26:39+00:00","Id":677,"UpdatedAt":"2026-02-12 02:22:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33305,"ctaId":"to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/to-snbt-reg-2026-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg","name":"[IDN] CTA Popup Blog RG - Tryout SNBT Regular 2026","targetUrl":"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/TOUTBKREG7"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/b95e02b2-28a4-4c24-a6db-930ecddef2fa.jpg","name":"[RG] Popup Blog RG - Tryout Regular 2026","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":4,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2026-02-05 10:16:52+00:00","Id":689,"UpdatedAt":"2026-03-05 02:41:12+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33338,"ctaId":"pop-blog-to-snbt-prem","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-blog-to-snbt-prem)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg","name":"[RG] Popup Blog - TO SNBT Prem","targetUrl":"https:\/\/link.ruangguru.com\/blPk\/TOUTBKPREM"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/1b8558a2-ad51-4144-b30c-01a3231a22da.jpg","name":"[RG] Pop blog - TO SNBT Prem","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":5,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-12-07 09:26:39+00:00","Id":679,"UpdatedAt":"2026-03-04 03:44:16+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33304,"ctaId":"to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/to-prem-tka-sd-smp-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/1bf472e1-62f4-4aa9-ab8c-4fa72a82dd7b.png","name":"[RG] Pop Up Blog RG - TO Premium TKA SD SMP","targetUrl":"https:\/\/s.id\/TOTKAPREMSDSMP"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/e6888a56-1d95-4d8a-b87a-b19b8a185651.png","name":"[RG] Popup Blog RG - TO TKA Premium SD SMP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":6,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-08-25 04:25:04+00:00","Id":672,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:17+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33285,"ctaId":"rgp-popup-blog-rg","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/rgp-popup-blog-rg)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png","name":"[RG] Pop Up Blog - RGP","targetUrl":"https:\/\/www.ruangguru.com\/privat"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/851003e6-07b5-40d1-9068-f9b0bcb1625a.png","name":"[RG] Pop Up Blog - RGP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":7,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":379,"UpdatedAt":"2026-03-06 01:54:52+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":31356,"ctaId":"25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/25f78174-4fc2-11ef-9a39-4201ac180089)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f60bc49c-c00f-4a5e-80a2-2552fa18ae21.jpg","name":"CTA Blog RG - Kitab UTBK SNBT","targetUrl":"https:\/\/bit.ly\/orderkitabrg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/cbe7b869-fbe2-4497-8a1e-42344df5b137.jpg","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Kitab UTBK SNBT","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":8,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2023-08-16 13:35:02+00:00","Id":587,"UpdatedAt":"2026-03-06 01:55:00+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33020,"ctaId":"kitab-tka-smp-popup-blog","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/kitab-tka-smp-popup-blog)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/9ea9eca7-9ef7-433c-baad-14bc1019f890.jpg","name":"[RG] Pop up blog - Kitab TKA SMP","targetUrl":"https:\/\/bit.ly\/kitabtkasmprg"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/\/landing-pages\/assets\/eb41ad00-e4dc-46f5-b9f6-721266fc371e.jpg","name":"[RG] Pop Up Blog RG - Kitab TKA SMP","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":9,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-11-12 10:28:45+00:00","Id":636,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:20+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33149,"ctaId":"pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-rg-kitab-utbk-snbt-lite)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/8d6f8639-cfff-4d64-89ea-f68bfe7a868c.png","name":"[RG] Pop blog - Kitab utbk snbt lite","targetUrl":"https:\/\/s.id\/litesnbt26"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/f7908ac1-3b0b-492c-bf87-dcea2b20b87c.png","name":"[RG] Pop blog - Kitab utbk snbt lite","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":10,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"},{"CreatedAt":"2025-11-14 08:09:42+00:00","Id":647,"UpdatedAt":"2026-02-06 03:52:21+00:00","campaign":null,"cta":[{"Id":33160,"ctaId":"pop-rg-kitablitetkasmp","ctaLink":"URI::(https:\/\/cta.ruangguru.com\/pop-rg-kitablitetkasmp)","imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/20edba9b-ef84-4938-b698-4a82783478a5.png","name":"[RG] Pop blog - kitab lite tka smp","targetUrl":"https:\/\/s.id\/litetkasmp26"}],"endDate":null,"hide":0,"imageUrl":"https:\/\/cdn-web-2.ruangguru.com\/landing-pages\/assets\/50097055-1862-46a8-bbe0-fa5b077f88bb.png","name":"[RG] Pop blog - kitab lite tka smp","nc_v5ij___rg_campaign_id":null,"nc_v5ij___rg_product_id":41,"product":"ruangguru","rankPosition":11,"rg_campaign":null,"rg_product":{"Id":41,"name":"ruangguru"},"showIn":"blog","startDate":null,"type":"popup"}]';
var jsArray = JSON.parse(jsonString);
console.log(jsArray);
</script>
<script>
let windowHeight = window.innerHeight;
let promosLength = 11;
document.addEventListener('DOMContentLoaded', function() {
// Initialize Bootstrap Modal
let popupPromo = new bootstrap.Modal(document.getElementById('popupPromo'), {});
// Initialize Glider.js inside the Bootstrap Modal
function initGliderInModal() {
new Glider(document.querySelector('#popupPromo .glider'), {
slidesToScroll: 1,
slidesToShow: 1,
draggable: true,
dots: '#popup-promo-dots',
arrows: {
prev: '#popup-promo-prev',
next: '#popup-promo-next'
}
});
}
// Show Bootstrap Modal and initialize Glider.js after a specified scroll amount
const scrollThreshold = 2 / 3 * windowHeight; // The scroll amount in pixels to trigger the Modal
let gliderInitialized = false;
window.addEventListener('scroll', function() {
if (window.scrollY >= scrollThreshold && !gliderInitialized && promosLength > 0) {
popupPromo.show();
// Listen for the 'shown' event to initialize Glider.js after the Modal has been fully displayed
$('#popupPromo').on('shown.bs.modal', function() {
initGliderInModal();
gliderInitialized = true;
// Optionally, remove the 'shown' event listener after initializing the Glider to avoid re-initializing
$('#popupPromo').off('shown.bs.modal');
});
// Remove the scroll event listener after the Modal is shown to avoid re-initializing the Glider
this.removeEventListener('scroll', arguments.callee);
}
});
});
</script>
<script src="https://unpkg.com/analytics@0.8.1/dist/analytics.min.js"></script>
<script type="text/javascript" src="https://unpkg.com/analytics-plugin-trackable-min@0.4.5/dist/analytics-plugin-trackable.min.js"></script>
<script type="text/javascript" defer>
/* Initialize analytics */
var Analytics = window._analytics.init({
app: "ruangguruLanding",
debug: false,
plugins: [analyticsTrackable()],
});
/* Additional context tracker pageView */
const post_id = 5233;
const tags_id = [55,58,412];
const category_id = 563;
const sub_category_id = 565;
const customData = {
tags_id: tags_id,
category_id: category_id,
sub_category_id: sub_category_id,
post_id: post_id,
};
Analytics.plugins.trackable.context(JSON.stringify(customData));
Analytics.ready(function () {
Analytics.page();
});
$(document).on('click', '[data-tracking-event-type]', function (event) {
const eventType = $(this).data('tracking-event-type');
const context = $(this).data('tracking-context');
Analytics.track(eventType, context);
});
</script>
<footer class="footer">
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-lg-3">
<div class="office">
<a href="https://www.ruangguru.com/">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/RG_LOGO_WHITE.png?convert=auto" alt="Logo Ruangguru" loading="lazy" />
</a>
<address>
<p class="hq">RUANGGURU HQ</p>
<p>
Gedung Sinarmas MSIG Tower Lt. 33. Jl. Jenderal Sudirman Kav. 21, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jakarta 12920
</p>
</address>
</div>
<nav class="footer-menu call-us">
<p class="title">Hubungi Kami</p>
<address>
<a href="mailto:info@ruangguru.com">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/4739a139-8f09-42ea-b517-d842c5d1c28d.png" loading="lazy" alt="Logo Email Footer" />
info@ruangguru.com</a>
<a href="tel:02130930000">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/6f4bb6c8-52c9-4acb-859b-47a10a7eec75.png" loading="lazy" alt="Logo Phone Footer" />(021) 3093 0000</a>
<a href="https://wa.me/6281574410000">
<img class="icon-call-us" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/file-uploader/lp/4b58468a-b2f9-40e4-867f-d3242a065dcf.png" loading="lazy" alt="Logo Whatsapp Footer" />0815 7441 0000</a>
</address>
</nav>
<nav class="footer-menu social d-none d-lg-block">
<p class="title">Ikuti Kami</p>
<a target="_blank" href="https://www.instagram.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png" loading="lazy" alt="Logo Instagram Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/ruanggurucom/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading=" lazy" alt="Logo Twitter Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.youtube.com/ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png" loading=" lazy" alt="Logo Youtube Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/company/ruangguru-com">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading=" lazy" alt="Logo LinkedIn Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.tiktok.com/@ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png" loading=" lazy" alt="Logo TikTok Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
</nav>
</div>
<div class="col-lg-9">
<div class="row">
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Produk Ruangguru</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://roboguru.ruangguru.com" target="_blank">Roboguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/roboguruplus">Roboguru Plus</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/dafa-lulu">Dafa dan Lulu</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/for-kids/kursus">Kursus for Kids</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/for-kids">Ruangguru for Kids</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bisnis">Ruangguru for Business</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruanguji">Ruanguji</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/blog">Ruangbaca</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruangkelas">Ruangkelas</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/ruangbelajar">Ruangbelajar</a></li>
<li><a href="https://pengajar.ruangguru.com/">Ruangpengajar</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/privat">Ruangguru Privat</a></li>
<li><a href="https://www.ruangpeduli.org/" target="_blank">Ruangpeduli</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Bantuan & Panduan</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://www.ruangguru.com/company-credentials">Company Credentials</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/beasiswa">Beasiswa Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/cicilan">Cicilan Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/promo">Promo Ruangguru</a></li>
<li><a href="https://ticketing.ruangguru.com/help?request_type_id=459" target="_blank">Vulnerability Report</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bantuan#layanan">Layanan Pengaduan</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/terms-conditions">Syarat & Ketentuan</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/privacy-policy">Kebijakan Privasi</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/about-us">Tentang Kami</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/contact-us">Kontak Kami</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/press">Press Kit</a></li>
<li><a href="https://www.ruangguru.com/bantuan">Bantuan</a></li>
<li><a href="https://career.ruangguru.com/">Karier</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title">Produk Lainnya</p>
<ul type="none">
<li><a href="https://www.brainacademy.id/" target="_blank">Brain Academy</a></li>
<li><a href="https://www.english-academy.id/" target="_blank">English Academy</a></li>
<li><a href="https://skillacademy.com/" target="_blank">Skill Academy</a></li>
<li><a href="https://www.ruangkerja.id/" target="_blank">Ruangkerja</a></li>
<li><a href="https://www.schoters.com/id/" target="_blank">Schoters</a></li>
<li><a href="https://www.kalananti.id/" target="_blank">Kalananti</a></li>
</ul>
</nav>
</div>
<div class="col-6 col-md-3">
<nav class="footer-menu">
<p class="title"> Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru</p>
<div class="download-list">
<ul>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://apps.apple.com/id/app/ruangguru-solusi-belajar/id1099742206?l=id">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/appstore.png" loading="lazy" alt="Button App Store Footer " />
</a>
</li>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.ruangguru.livestudents&hl=in">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/googleplay.png" loading="lazy" alt="Button Google Play Footer " />
</a>
</li>
<li>
<a target="_blank" rel="nofollow" href="https://appgallery.huawei.com/#/app/C102352375">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/huawei.png" loading="lazy" alt="Button AppGallery Footer " />
</a>
</li>
</ul>
</div>
</nav>
</div>
</div>
</div>
</div>
<div class="d-lg-none text-center">
<nav class="footer-menu social">
<p class="title">Ikuti Kami</p>
<a target="_blank" href="https://www.instagram.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/instagram.png" loading="lazy" alt="Logo Instagram Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.facebook.com/ruanggurucom/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/facebook.png" loading="lazy" alt="Logo Facebook Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://twitter.com/ruangguru/">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/twitter.png" loading=" lazy" alt="Logo Twitter Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.youtube.com/ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/youtube.png" loading=" lazy" alt="Logo Youtube Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.linkedin.com/company/ruangguru-com">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/linkedin.png" loading=" lazy" alt="Logo LinkedIn Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
<a target="_blank" href="https://www.tiktok.com/@ruangguru">
<picture>
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60&convert=webp" type="image/webp">
<source srcset="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png?height=60" type="image/png">
<img src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/static/tiktok.png" loading=" lazy" alt="Logo TikTok Footer" width="32px" height="32px" />
</picture>
</a>
</nav>
</div>
<p class="footer-copyright">
© 2026 All Rights Reserved PT. Ruang Raya Indonesia
</p>
</div>
<style>
.bantuan-container {
position: relative;
}
.bantuan-element {
position: fixed;
z-index: 999;
display: flex;
align-items: flex-end;
justify-content: flex-end;
cursor: pointer;
transition: all 0.6s ease;
}
.bantuan-top {
bottom: 11rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom {
bottom: 2rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-top-2 {
bottom: 15rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-top-3 {
bottom: 19rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom-2 {
bottom: 5rem;
right: 2rem;
}
.bantuan-bottom-3 {
bottom: 8rem;
right: 2rem;
}
@media (min-width: 768px) {
.bantuan-element img {
width: auto;
transition: all 0.4s ease;
}
.bantuan-top img {
width: 140px;
}
.bantuan-bottom img {
width: 140px;
}
.bantuan-top-2 img,
.bantuan-top-3 img {
width: 140px;
}
.bantuan-bottom-2 img,
.bantuan-bottom-3 img {
width: 140px;
}
.bantuan-element.clicked {
bottom: 9rem;
right: 2.5rem;
}
.bantuan-element.clicked img {
width: auto;
height: 64px;
}
}
@media (max-width: 767px) {
.bantuan-top {
bottom: 8rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom {
bottom: 2rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-top-2 {
bottom: 12rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-top-3 {
bottom: 16rem;
right: 1rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom-2 {
bottom: 5rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-bottom-3 {
bottom: 8rem;
right: 1.25rem;
align-items: center;
}
.bantuan-element img {
width: auto;
}
.bantuan-top img,
.bantuan-top-2 img,
.bantuan-top-3 img {
width: 96px;
}
.bantuan-bottom img,
.bantuan-bottom-2 img,
.bantuan-bottom-3 img {
width: 96px;
}
}
.bantuan-element:hover {
transform: scale(1.05);
}
.bantuan-element img {
max-width: 100%;
height: auto;
}
</style>
<div id="bantuan-divs-container" style="position: relative" data-product="ruangguru" data-table="rg_floating_icon"></div>
<script>
class FloatingDivsComponent {
constructor(product = 'ruangguru', table = 'rg_floating_icon') {
this.container = document.getElementById('bantuan-divs-container');
this.floatingElements = [];
this.product = product;
this.table = table;
// Configuration
this.config = {
baseApiUrl: 'https://gw.ruangguru.com/api/v3/rdb/p_ddgy8hjx5dxsqx/rg_banner/views/',
apiKey: 'vLyK3dJrDBRmOwueX2OJXibMkgsUbBk0WS4ua2p1',
maxElements: 2,
zIndexBase: 100,
};
// Build dynamic API URL based on table parameter
this.config.apiUrl = this.buildApiUrl();
this.init();
}
buildApiUrl() {
const baseUrl = this.config.baseApiUrl;
const tableName = this.table || 'rg_floating_icon';
const queryParams =
'offset=0&limit=99999&sort=rankPosition&where=(type,eq,floating)~and(showIn,anyof,blog)~and(hide,is,false)~and(product,eq,' +
this.product +
')&nested%5Bcta%5D%5Bfields%5D=Id,name,ctaId,imageUrl,ctaLink,targetUrl';
return `${baseUrl}${tableName}?${queryParams}`;
}
async init() {
try {
await this.fetchFloatingElements();
this.renderFloatingElements();
} catch (error) {
console.error('Failed to initialize floating divs component:', error);
}
}
async fetchFloatingElements() {
try {
const options = {
method: 'GET',
headers: {
'xc-token': this.config.apiKey || 'vLyK3dJrDBRmOwueX2OJXibMkgsUbBk0WS4ua2p1',
},
};
const urlNoco = this.config.apiUrl;
const response = await fetch(urlNoco, options);
if (!response.ok) {
throw new Error(`HTTP error! status: ${response.status}`);
}
const data = await response.json();
this.floatingElements = this.processApiResponse(data);
} catch (error) {
console.error('Error fetching floating elements:', error);
throw error;
}
}
processApiResponse(data) {
if (!data || !data.list || !Array.isArray(data.list)) {
return [];
}
console.log(data.list);
// Ensure we only get maximum 2 elements
const limitedElements = data.list.slice(0, this.config.maxElements);
return limitedElements;
}
renderFloatingElements() {
if (!this.container || this.floatingElements.length === 0) {
return;
}
// Additional safeguard: ensure we never render more than maxElements
const elementsToRender = this.floatingElements.slice(0, this.config.maxElements);
// Clean up existing elements and their event listeners
this.cleanupExistingElements();
// Clear existing content
this.container.innerHTML = '';
elementsToRender.forEach((element, index) => {
const floatingDiv = this.createFloatingDiv(element, index);
this.container.appendChild(floatingDiv);
});
}
cleanupExistingElements() {
// Clear existing elements (no need for event listener cleanup with CSS approach)
const existingElements = this.container.querySelectorAll('[data-floating-element]');
existingElements.forEach(element => {
element.remove();
});
}
createFloatingDiv(element, index) {
const div = document.createElement('div');
const cta = element.cta[0]; // Use the first CTA
// Add data attribute for cleanup tracking
div.setAttribute('data-floating-element', 'true');
// Apply CSS classes based on rankPosition
const positionClass = this.getPositionClass(element.rankPosition, index);
div.className = `bantuan-element ${positionClass}`;
div.style.zIndex = this.config.zIndexBase + index;
// Create the link and image
const link = document.createElement('a');
link.href = 'https://cta.ruangguru.com/' + cta.ctaId || '#';
link.target = '_blank';
// Add tracking attributes
link.setAttribute('data-tracking-event-type', 'landing_page__core__item_click');
link.setAttribute(
'data-tracking-context',
JSON.stringify({
product_name: this.product,
cta_action: 'redirection',
cta_action_detail: link.href,
item_type: 'floating',
item_name: element.name || 'Floating element',
item_category: 'payment',
item_position: index,
item_serial: null,
section_type: 'floating_item',
section_position: 'body',
section_name: 'floating_item',
})
);
const img = document.createElement('img');
img.src = element.imageUrl + '?h=200&convert=webp';
img.alt = element.name || 'Floating element';
img.loading = 'lazy';
// Add click tracking
link.addEventListener('click', () => {
this.trackClick(element, cta);
});
link.appendChild(img);
div.appendChild(link);
return div;
}
getPositionClass(rankPosition, index) {
// Define positioning classes based on rankPosition
if (rankPosition === 1) {
return 'bantuan-top'; // Top position
} else if (rankPosition === 2) {
return 'bantuan-bottom'; // Bottom position
} else {
// For additional elements, distribute them evenly
return `bantuan-${index % 2 === 0 ? 'top' : 'bottom'}-${Math.floor(index / 2) + 1}`;
}
}
trackClick(element, cta) {
// Implement click tracking logic here
console.log('Floating element clicked:', {
elementId: element.Id,
elementName: cta.name,
ctaId: cta.ctaId,
targetUrl: cta.targetUrl,
});
}
// Public method to manually refresh
async refresh() {
try {
await this.fetchFloatingElements();
this.renderFloatingElements();
} catch (error) {
console.error('Failed to refresh floating elements:', error);
throw error;
}
}
// Public method to get current floating elements
getFloatingElements() {
return [...this.floatingElements];
}
}
// Initialize the component when DOM is ready
document.addEventListener('DOMContentLoaded', () => {
// Get product and table parameters from data attributes
const container = document.getElementById('bantuan-divs-container');
const product = container.getAttribute('data-product') || 'ruangguru';
const table = container.getAttribute('data-table') || 'rg_floating_icon';
new FloatingDivsComponent(product, table);
});
// Export for use in other modules if needed
if (typeof module !== 'undefined' && module.exports) {
module.exports = FloatingDivsComponent;
}
</script> <div id="wp-install-nudge" style="
position: fixed;
bottom: 0rem;
right: 0;
z-index: 999;
cursor: pointer;
"></div>
<script>
(function (w, d, s, o, f, js, fjs) {
w['Sales-Nudge-Widget'] = o; w[o] = w[o] || function () { (w[o].q = w[o].q || []).push(arguments) };
js = d.createElement(s), fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
js.id = o; js.src = f; js.async = 1; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(window, document, 'script', 'wpInstallNudge', 'https://cdn-web-2.ruangguru.com/sales-nudge/6198a95130/dist/widget.js'));
wpInstallNudge('init', { targetElementId: 'wp-install-nudge', clientTarget: 'ruangguru_blog' });
</script>
<script>
// note: disabled due to auto reload page
// var lastScrollTop = 0;
// $(window).scroll(function(event){
// var st = $(this).scrollTop();
// if (st > lastScrollTop){
// $('#wp-install-nudge').slideDown( "slow", function() {});
// } else {
// $('#wp-install-nudge').slideUp( "slow", function() {});
// }
// lastScrollTop = st;
// });
// $(document).ready(function () {
// $("#wp-install-nudge").hide();
// });
$('#wp-install-nudge').click(function(){
Analytics.track("promotion__install_nudge__click",
{
user_email: "ruangguru@blog.com",
cta_link: widgetData.dataConfig.target_link
}).catch((err) => {
console.log("tracker error", err);
});
});
</script>
</footer>
<div id="__next"></div>
<script type="speculationrules">
{"prefetch":[{"source":"document","where":{"and":[{"href_matches":"\/blog\/*"},{"not":{"href_matches":["\/blog\/wp-*.php","\/blog\/wp-admin\/*","\/blog\/wp-content\/uploads\/*","\/blog\/wp-content\/*","\/blog\/wp-content\/plugins\/*","\/blog\/wp-content\/themes\/ruangguru\/*","\/blog\/*\\?(.+)"]}},{"not":{"selector_matches":"a[rel~=\"nofollow\"]"}},{"not":{"selector_matches":".no-prefetch, .no-prefetch a"}}]},"eagerness":"conservative"}]}
</script>
<script>
async function getCtaDetails(ctaIds) {
const endpoint =
" https://gw.ruangguru.com/api/v3/rdb/p_ddgy8hjx5dxsqx/CTA/views/CTA?offset=0&limit=10&where=(ctaId,in," + ctaIds.toString() + ")";
try {
const response = await fetch(endpoint, {
headers: {
"xc-token": "-hG2nBDJzSj0agSgNtcJx97M4F02y54nUMoY6plJ",
},
});
const data = await response.json();
const ctaList = data?.list || [];
const ctaMap = new Map();
for (const ctaData of ctaList) {
ctaMap.set(ctaData.ctaId, ctaData);
}
return ctaMap;
} catch (error) {
console.error("Error fetching CTA details:", error);
return new Map();
}
}
async function replaceCTA() {
const regex = /{{cta\((‘(.*?)’|“(.*?)”)\)}}/g;
const bodyHTML = document.body.innerHTML;
const matches = Array.from(bodyHTML.matchAll(regex));
const ctaIds = matches.map((match) => {
let ctaId = match[2] ?? match[3];
return ctaId;
});
const ctaMap = await getCtaDetails(ctaIds);
const replacedHTML = bodyHTML.replace(regex, (match, _inner, ctaId1, ctaId2) => {
const ctaId = ctaId1 ?? ctaId2;
const ctaData = ctaMap.get(ctaId);
if (ctaData) {
return `<a href="https://cta.ruangguru.com/${ctaData.ctaId}" target="_${ctaData.targetType}" style="position:relative;display:inline-block;">
<img src="${ctaData.imageUrl}" loading="lazy" alt="${ctaData.altText}" />
</a>`;
} else {
return match;
}
});
document.body.innerHTML = replacedHTML;
}
</script>
<meta name="author" content="Ruangguru Tech Team">
<!-- Google Tag Manager (noscript) -->
<noscript><iframe src="https://www.googletagmanager.com/ns.html?id=GTM-PVNLZFT" height="0" width="0" style="display:none;visibility:hidden"></iframe></noscript>
<!-- Tracker -->
<script type="text/javascript" src="https://cdn-web-2.ruangguru.com/landing-page-web/public/staticpages/global-assets/js/cta.js"></script>
<script src="https://unpkg.com/@dotlottie/player-component@latest/dist/dotlottie-player.mjs" type="module"></script>
</body>
</html>